[FF] Touch My Heart ~ Perjodohan (Chapter 3)

touch my heart ~ Yoonwon

[FF] Touch My Heart ~ Perjodohan (Chapter 3)

 

S i m b a d e e r 3 0 7 p r e s e n t s

Touch My Heart ‖ Length: Chaptered ‖ Rating: General

Genre : Romance ‖ Comedy ‖ Family

Starring: 최시원 ‖ 임윤아

Cover by Xoloveyoonwon

 

A/N : This story pure my imagination. Don’t Copas and Plagiatrism…maaf jika ada Typo…soalnya lagi males ngedit.

 

#Happy Reading#

“Nan Gwenchanayo. Aku lapar aku ingin makan tteokbokki.” kata Yoona sambil berjalan menuju pedagang kaki lima yang berada dipinggiran Nasan Tower. Siwon berdesis saat menatap mantel dan syalnya yang basah karna air mata beserta ingus Yoona. Lalu ia berjalan menyusul Yoona.

 

 

 

mereka berdua berjalan menjajaki jajanan yang ada di sana. Sesekali Yoona sangat menikmati semua makanan yang ada. yah, setiap dia sedang bad mood ia lebih memilih makan untuk menghilangkan rasa sedihnya. tidak heran jika Yoona di juluki shikshin oleh sahabat-sahabatnya. berapapun makananannya akan habis dilahap olehnya.

 

 

Siwon menatap Yoona dengan tersenyum. biasanya wanita akan menjaga imagenya untuk terlihat anggun. Tapi tidak dengan gadis dihadapannya ini. Dia terlihat apa adanya. Dan Siwon menyukainya.

 

“Mwo? Kenapa kau menatapku seperti itu?” Kata Yoona dengan mulut yang penuh dengan makanan.

 

“Aniy, kau makan lahap sekali. Sampai-sampai mulutmu belepotan seperti ini. Seperti anak kecil saja.” Kata Siwon mengambil tissue lalu mengusapkannya pada mulut Yoona yang belepotan akan saus tteokbokki.

 

Yoona terdiam menerima perlakuan Siwon.

 

 

“Ahh, sini biar aku saja.” Yoona meraih tissuenya dari tangan Siwon.

 

“Kau makan banyak sekali, tapi badanmu tetap saja kurus seperti papan luncur.”

 

Entah itu merupakan ejekan atau pujian tapi Yoona merasa tersinggung.

 

 

“Kau mengejekku eoh?” Kesal Yoona. “sudahlah, nikmati saja makananmu itu. Sejak tadi kau masih menghabiskan dua tusuk tteokbokki. sedangkan dulu kau selalu menghabiskan 5 mangkuk sup ikan.” kata Yoona menyindir Siwon.

 

 

“Aish, itukan dulu.” desis Siwon.

 

 

Setelah selesai menikmati berbagai macam jajanan. Siwon dan Yoona melanjutkan menikmati suasana di Namsan Tower. saat berjalan Siwon melihat para pedagang pernak-pernik dan sovenir lucu. Siwon pun mengajak Yoona untuk mampir ke toko itu.

 

 

“untuk apa kita kesini? ” Tanya Yoona.

 

“aku ingin membelikan hadiah untuk seseorang.” Kata Siwon sambil sibuk memilih sovenir.

 

“hadiah? Kau ingin membelikan hadiah untuk siapa?”

 

“Untukmu.”

 

“Untukku?” Yoona nampak bingung. Siwon membalikkan badannya menghadap Yoona.

 

“hmm, mana ponselmu?”

“Untuk apa?” Yoona semakin bingung.

 

“sudah, Turuti saja apa kataku.”

 

Mau tak mau Yoona pun menyerahkan ponselnya pada Siwon. Lalu Siwon memasangkan sebuah gantungan kunci berbentuk kuda. Setelah itu ponselnya juga ia pasang gantungan kunci berbentuk rusa.

 

 

“aku memasangnya agar kau selalu mengingatku.” ucap Siwon dengan senyum menawannya. dan senyuman itu hampir membuatnya meleleh.

 

 

“Cih, ini sangat kekanak-kanakan.” gerutu Yoona.

“ini tidak kekanak-kanakan. Tapi romantis.” timpal Siwon yang membuat Yoona berdecih.

 

“Ya sudah ayo kita naik ke atas menara. disana kita bisa melihat bintang dari dekat.” Ajak Yoona.

 

Namun saat mereka beranjak dari toko sovenir. Tiba-tiba seseorang datang menghampirinya.

 

 

“Yoona! Sedang apa kau disini.” Tanya pria itu sambil menatap dingin kearah Siwon.

 

“bukan urusanmu.” cetus Yoona sesinis mungkin. Lalu melangkahkan kakinya melewati pria itu.

 

 

Pria itu membalikan badannya dan berkata. “Apa dia kekasih barumu? Secepat itukah kau mendapatkan penggantiku.” kata pria itu yang tak lain adalah Donghae mantan kekasihnya.

 

 

Yoona menghentikan langkahnya lagi dan menatap kesal pria itu.

 

“Nde, wae? Apa kau fikir aku tidak bisa mendapat penggantimu, Oppa?” timpal Yoona ketus.

 

“Ahh, Aku tidak percaya. kau pasti menyewa pria ini untuk memanas-manasiku, iya kan Yoong? kau masih mencintaiku.” kata pria itu terlihat kecewa.

 

“Tssk, buat apa aku memanas-manasimu. seperti kurang pekerjaan saja.” desis Yoona.

 

“Kalau memang benar dia bukan pria sewaanmu, buktikan padaku jika dia kekasihmu.” Donghae mencoba menantang Yoona agar dia tahu siapa pria yang bersama mantan kekasihnya ini.

 

 

Yoona terdiam, dia memikirkan hal apa yang bisa meyakinan Donghae jika Siwon kekasihnya. Apa dia harus jujur dan mengatakan jika Siwon bukan kekasihnya melainkan temannya? Tapi itu akan membuatnya terlihat sangat rapuh. Dan dia akan memgira jika dia masih memiliki rasa.

 

 

“Waeyo? Apa kau tidak bisa membuktikannya, Yoong? Jadi benar kau hanya ingin memanasiku dengan pria itu? Aku yakin kau pasti masih mencintaiku, iya kan Yoong.” Kata Donghae mendekatkan diri dihadapan Yoona.

 

“Asal kau tau Yoong, sebenarnya aku masih mencintaimu.” lanjutnya yang membuat Yoona menatap kesal.

 

 

“Apa semudah itu dia mengatakan cinta? Lalu apa dia tidak memikirkan perasaan Jessica.” Pikir Yoona.

 

 

“Tidak Oppa, cintaku sudah hilang bersamaan luka dihatiku. Jika kau tidak percaya. Aku akan membuktikannya padamu.” Ujar Yoona menguatkan dirinya agar tidak terlihat lemah dihadapan Donghae.

 

 

Lalu Yoona beralih menatap Siwon dalam-dalam. Setelah itu dia berjinjit seraya menarik syal Siwon dan mendaratkan bibirnya pada bibir Siwon. Menempel! Yah, Yoona hanya sekedar menempelkan bibirnya dan merasakan bibir Siwon yang dingin.

 

 

dan hal itu sukses membuat kedua pria itu terkejut. Terutama Choi Siwon yang masih tak percaya dengan apa yang dilakukan Yoona.

 

 

Sedetik kemudian Yoona melepaskan bibirnya dan menatap Donghae yang terlihat kaget dan cemburu.

 

 

“Kau sudah lihat buktinyakan oppa? Jadi jangan menggangguku lagi. Kalau Jessica eonni mengetahuinya dia pasti akan sedih.” Kata Yoona lalu menarik tangan Siwon untuk pergi.

 

 

 

Sedangkan di tempat yang sama seorang gadis melihat kejadian itu, tapi dia tidak begitu jelas meliat siapa pria yang berciuman dengan Yoona. Karna pria itu berdiri dalam posisi memunggunginya.

 

 

 

 

*****

Setelah Yoona pergi, gadis itu langsung menghampiri Donghae yang menatap nanar punggung Yoona.

 

 

“Pria itu siapa Oppa? Apa dia kekasih baru Yoona ” Kata gadis itu yang tak lain adalah Jessica.

 

 

Sedangkan orang yang diajak bicara hanya diam entah memikirkan apa? Yang jelas dia sangat menyesal telah meninggalkan Yoona. Dalam hatinya dia masih menyimpan perasaan pada Yoona.

 

 

Yoona baginya seorang wanita yang sangat baik dan dia baru menyadarinya.

 

“Oppa, kau tidak mendengarku?” Kata Jessica lagi mmyadarkan Donghae dari lamunannya.

 

 

“Mainhae Sica, aku sedang banyak pikiran.” balas Donghae dengan malas.

 

“Waegaure? Apa kau sedang memikirkan Yoona? Oppa sadarlah! Dia sudah memiliki kekasih.”

 

 

“Aniy, aku tidak rela jika pria itu menjadi kekasihnya.” Seru Donghae.

 

“Apa yang kau katakan? Kau masih mengharapkannya? Jadi kau menyesal telah putus darinya?” Cetus Jessica kesal.

 

 

Donghae menatap tajam Jessica.

 

“Nde, aku menyesal telah meninggalkannya. Dan tak seharusnya aku menyakitinya.” kata Donghae ketus.

 

“Lalu bagaimana dengan hubungan kita? Kita sudah jalan sejauh ini dan kau mengakhirinya begitu saja.” Jessica terlihat geram.

 

 

“apa kau akan kembali pada Yoona? Cih, itu tidak akan mungkin karna dia sudah memiliki penggantimu Oppa. ” Cetus Jessica.

 

“Maafkan aku Sica. Aku tidak bisa melihat Yoona bersama orang lain. Aku akan mendapatkan Yoona kembali.” Ucap Donghae tak peduli dengan perkataan Jessica.

 

 

“Kau brengsek Oppa! Apa kau tak melihat pengorbananku selama ini? Ucap Jessica kesal. Dia tak menyangka Donghae akan berpikiran seperti itu.

 

“Jadi kau pikir, hubungan kita selama ini tak ada artinya bagimu? Kau telah menghancurkan semuanya Oppa? Kau telah menghancurkan persahabatanku dan perasaanku. Kau benar-benar Nampeun Namja Oppa!” Bentak Jessica. lalu dia meninggalkan Donghae begitu saja.

 

 

Donghae tidak tahu harus bagaimana? Dia memang telah bersalah karena telah menghancurkan persahabatan yang telah terjalin antara Yoona dan Jessica.

 

 

 

Sementara Jessica, dia tak henti-hentinya merutuki kebodohannya. Kenapa dia lebih memilih pria itu daripada sahabatnya? Sahabat yang selalu ada disetiap suka dan duka. Kenapa dia melanggar janji itu? Janji persahabatan yang mereka ucapkan. Tapi sekarang dia merasa sendirian tanpa sahabat di sampingnya. Ia baru menyadari betapa tulus dan berharganya seorang sahabat disisinya.

 

 

 

*****

 

Yoona melepaskan tangan Siwon dengan salah tingkah. bagaimana tidak? dia telah mencium Siwon di muka umum. dan itu membuatnya merasa takut dan gugup. tapi Yoona tidak ingin Siwon salah paham tentang ciuman itu. Yoona tidak peduli dengan anggapan Siwon nantinya.

 

 

“Kau jangan berpikiran yang tidak-tidak ya. aku melakukan semua itu karna aku terpaksa.” Kata Yoona dengan wajah terlihat gugup.

 

“Benarkah? Lalu kenapa kau terlihat gugup seperti itu, hmm?” goda Siwon seraya tersenyum melihat wajah Yoona yang bersemu.

 

 

“Mwo? Aku tidak gugup. Aku biasa saja.” elak Yoona semakin salah tingkah. “Ahh, Sudahlah! Lupakan saja hal itu. lagi pula ciuman itu tidak berarti bagiku. Jadi anggap saja semua itu tidak pernah terjadi, hmm?” Kata Yoona dengan entengnya.

 

 

“apa kau bilang? Hei, nona Im kau sudah menciumku seenaknya. Dan kau bilang itu tidak ada artinya? Jinjja?” ucap Siwon terdengar kesal.

 

“Kau yang memulainya, jadi kau yang harus bertanggung jawab.” lanjut Siwon dengan ringan.

 

 

“Yak, kau bicara apa? Tanggung jawab? Tanggung jawab apa?” Ujar Yoona tak mengerti.

 

Siwon maju selangkah dan berdiri lebih dekat dengannya.

 

“Kau — harus menikah denganku!” Kata Siwon dengan tatapan teduh.

 

“Micheyosseo?! ! Aku hanya menciummu. bukan berbuat mesum denganmu. Andwe! Sirheo! Enak saja kau mencari kesempatan dalam kesempitan.” Kesal Yoona memalingkan wajahnya.

 

 

Siwon tersenyum menatap ekspresi Yoona yang kesal.

 

“Nde, kau tau. bibirku ini masih suci. Yah, meskipun banyak wanita yang ku kencani. Tapi kau wanita pertama yang menciumku. Jadi kau harus bertanggung jawab” Ujar Siwon dengan santai.

 

 

“Aish, kau gila. Kau benar-benar sudah tidak waras.” ujar Yoona setelah mendengar pernyataan Siwon. “lebih baik aku pergi, daripada aku bersama dirimu. Itu akan membuatku sial!” Lanjut Yoona seraya beranjak pergi dari hadapan Siwon.

 

 

Tapi dengan cepat Siwon menarik tangan Yoona dan Chu~, Siwon mencium bibir Yoona. Kini giliran Yoona yang bergeming karna ciuman memabukkan dari Siwon.

 

 

Siwon mencium lembut bibir Yoona. lalu melumat bibir mungil Yoona dengan lembut. Lidah Siwon juga mendesak dan memaksa mulut Yoona untuk terbuka. Namun bibir Yoona masih mengatup rapat. Sampai akhirnya Siwon menggigit kecil bibir bawah Yoona. dan membuat Yoona mengerang. celah itu pun tak disia-siakan olehnya. Siwon menelusupkan lidahnya pada rongga mulut Yoona. menggoda disetiap bibir Yoona.

 

 

Dalam hatinya dia ingin mengakhiri ciuman ini. Tapi entah kenapa, akal sehatnya menolak akan hal itu. Perlahan Yoona terbawa suasana dan mengatupkan matanya menikmati permainan Siwon. meremas syal Siwon dan membalas setiap lumatan dan kuluman yang diberikan Siwon. bahkan mereka saling berperang lidah dan saling bertukar saliva.

 

 

Yoona tidak tahu? Apa benar jika ini kali pertama dia berciuman? Kalau iya, kenapa Siwon begitu mahir dalam berciuman? Bahkan ciumannya itu sangat memabukan dan membuat dirinya terbuai.

 

 

Setelah lama berciuman dan pasok oksigen di paru-parunya mulai menipis. Yoona mendorong tubuh Siwon dengan nafas tersengal-sengal.

 

“Kau hampir membuatku mati, karna kehabisan nafas.” gerutu Yoona dengan nafas yang mulai teratur.

 

Siwon tersenyum mendengar ucapan Yoona.

 

“Kau menyukainya?” goda Siwon yang langsung membuat pipi Yoona merona.

 

“Aniyo? Aku hanya mengetes dirimu saja. Kau bilang kau tidak pernah berciuman, tapi kau begitu lihai dan mahir saat berciuman. Kau membodohiku yah?” omel Yoona dan berusaha mengelak akan pertanyaan Siwon yang sebenarnya dia sangat terbuai saat Siwon menciumnya.

 

 

“Hei, aku ini pria dewasa. Jadi aku sering melihat hal-hal seperti itu.” jawab Siwon dengan senyum jahilnya.

 

“Kau gila!.” Kata Yoona tak percaya.

 

“Aku memang gila. gila karna dirimu honey. Bayangkan saja, 12 tahun aku menahan semua ini. karna dirimu aku tidak bisa bebas berkencan dengan wanita-wanitaku. Bagaimana aku bisa bersenang-senang dengan mereka jika kau selalu ada dalam pikiranku.” jelas Siwon sambil menatap teduh mata Yoona.

 

 

Lalu Siwon menarik Yoona dalam pelukannya tanpa peduli orang-orang yang melihat kearah mereka.

 

 

“Yak! Apa yang kau lakukan? Lepaskan!” Kata Yoona memukul lengan Siwon. Namun Siwon bergeming.

 

 

“Bagaimana? Kau bersedia menjadi istriku hmm? Ingat, kau harus bertanggung jawab atas ini semua.” ujar Siwon seraya tersenyum jahil yang menunjukan kedua lesung pipinya yang manis.

 

 

Sedangkan Yoona hanya mematung mendengar ucapan Siwon barusan. Apakah ini karma baginya karna ucapannya dulu pada Siwon? Entahlah! Yang pasti dia benar-benar sangat dilema saat ini. Kalau dia menerima permintaannya dia akan kalah? Jika dia menolak, Pria itu akan terus mendesaknya dan mengganggunya. Lalu dia harus berbuat apa? Dia tidak semudah itu menerima Siwon mengingat apa yang dia lakukan dulu padanya tentang surat-surat itu.

 

 

“Aku lelah, aku ingin pulang.” Yoona terlihat lemas dan murung.

 

“Are you okey?” Siwon nampak khawatir melihat perubahan wajah Yoona.

 

“Nan gwenchanayo. Aku lelah, aku ingin pulang.”

 

 

“Baiklah! Kita pulang sekarang.”

 

 

 

*****

Setelah memarkirkan mobil, Siwon dan Yoona langsung turun dan masuk ke dalam rumah dengan diam.

 

 

Ketika mereka masuk ke dalam, mereka mendengar suara gelak tawa disebuah ruang tamu. Sepertinya ada tamu yang datang.

 

“Aboeji, Eomma! Kalian sudah datang?” Sambut Siwon saat melihat kedua orang tuanya sudah tiba di Korea.

 

Seorang wanita paruh baya menoleh dan menatap senang melihat kearah Yoona dan Siwon.

 

“Aigoo! Kalian baru pulang? Kami sudah menunggu kalian sejak tadi.” Kata wanita paruh baya itu yang tak lain adalah Ny. Choi sambil berjalan menghampiri mereka.

 

 

“Kami hanya jalan-jalan eomma. Lalu kenapa eomma tidak menghubungiku. Aku kan bisa menjemput kalian ke bandara.” Ujar Siwon.

 

“Kami memang sengaja tidak memberitahumu. ” Kata Ny Choi pada putranya. Lalu ia beralih menatap kearah Yoona yang hanya menyaksikan mereka dengan diam.

 

 

“Eh, Yoona-ya? Kau terlihat semakin cantik saja. ” kata Ny. Choi memujinya.

 

 

Yoona tersenyum malu. “Kau selalu memujiku Ahjumma.”

 

“Ahh, kemarilah! ada yang ingin kami bicarakan dengan kalian.” Seru Ny. Choi sambil menuntun Yoona dan duduk di sebelahnya lalu diikuti oleh Siwon dari belakang.

 

 

“memangnya ada apa Ahjumma? Sepertinya serius sekali?” Tanya Yoona penasaran.

 

“Biar, Appamu saja yang menjelaskannya padamu nde.”

 

 

Yoona menatap mereka semua dengan mengernyitkan dahinya bingung.

 

“Wae geurae Appa? ” Tanya Yoona sudah tidak sabar. Siwon yang mengetahui soal ini hanya diam saja.

 

“Begini Yoong, seperti yang kau ketahui. Appa dan keluarga Choi sudah lama menjalin persahabatan. Dan Appa pikir akan lebih baik lagi jika persahabatan ini diikat dengan sebuah keluarga. ” Jelas Tuan Im yang membuat Yoona semakin bingung.

 

 

“Apa maksud Appa? Aku tidak mengerti?”

 

“Maksud appa adalah Appa ingin menjodohkanmu dengan Choi Siwon.” Jelas Tuan Im yang membuat Yoona terkejut.

 

 

“Mwo, tapi Appa…?”

 

“Kau tidak boleh menolaknya Yoong. Bukankah kita sudah membuat kesepakatan?” Tuan Im memotong ucapan Yoona yang hendak protes. dan itu membuat Yoona terdiam.

 

 

Appanya benar, dia sudah menyetujui kesepakatan itu. kesepakatan bahwa dia akan menerima pilihan sang appa.

 

 

“Baiklah Appa! terserah kau saja!” Kata Yoona dengan pasrah. Yoona benar-benar tidak memiliki pilihan lain selain menerima dan menuruti keinginan sang Appa.

 

 

Orang tua mereka tersenyum sumringah, begitu pula dengan Siwon yang diam-diam tersenyum penuh kemenangan.

 

“Aku tahu, kau tidak akan bisa menolaknya Deer.” Kata Siwon dalam hati.

 

 

“Ahh, bagus! kalau begitu pernikahannya bulan depan saja, bagaimana?” Ujar Ny Im dengan senang.

 

“MWO!!!” sontak Yoona berteriak terkejut. semuanya menatap kearah Yoona dengan tatapan bertanya. Yoona yang ditatap seperti itu kembali melunak.

 

 

“Maksudku, kenapa secepat itu? Lalu bagaimana dengan kuliah ku? Aku kan belum lulus.” Kata Yoona mencari alasan.

 

“Sesange! Kau tenang saja, kau masih bisa kuliah sampai kau lulus sayang. lagi pula semester depan kau kan sudah wisuda.” kata sang eomma.

 

 

lagi dan lagi Yoona tidak bisa membantah perkataan orang tuanya. dia benar-benar pasrah. Mungkin ini adalah takdirnya untuk menikah dengan orang yang tidak ia cintai. bahkan pria itu merupakan rivalnya sejak kecil.

 

 

“Ya sudah Appa, eomma, Ahjussi dan ahjumma, aku mandi dulu nde.” pamit Yoona dengan ramah. semuanya mengangguk memberi izin.

 

“nde, setelah itu kembalilah! Kita akan makan malam bersama, hmm” Seru Ny Im.

 

 

Yoona mengangguk. Lalu ia berjalan menuju kamarnya. setelah itu tidak berapa lama Siwon pun menyusul Yoona dengan meminta izin untuk kekamarnya untuk berkemas barang-barangnya. Karna orang tuanya sudah datang, jadi dia akan ikut pulang ke rumah orang tuanya.

 

 

“hmm…sepertinya aku juga harus membereskan semua barang-barangku sekarang. ” Kata Siwon.

 

“Aigoo, Won-ah! Kenapa terburu-buru. tinggallah beberapa hari disini. Ahjumma masih ingin kau berada disini.” Ujar Ny Im seakan tak rela bila calon menantunya ini akan pulang ke rumahnya bersama orang tuanya.

 

 

Siwon tersenyum mendengarnya. Dia akan bersenang hati menerima tawaran itu, tapi bagaimana pun juga dia adalah seorang pria. jika dia tetap berada disini, dia tidak yakin bisa menahan dirinya saat melihat Yoona.

 

 

Dan entah kenapa sejak ciuman tadi, membuat libidonya memuncak. Mungkin karena dia merasa bahagia karna rencananya untuk menikahi Yoona akan segera terwujud. Walaupun dia tahu bahwa Yoona tidak mencintainya atau lebih tepatnya belum. Yah mungkin butuh waktu dan perjuangan untuk menyentuh hatinya.

 

 

 

“Aku tidak keberatan eomma, tapi orang tuaku sudah ada disini. Jadi aku harus pulang bersama mereka. Lagi pula besok adalah hari pertama aku memimpin perusahaan Hyundai Corporation.” jelas Siwon.

 

“Ahh, kau benar. Baiklah, tapi kau harus sering-sering datang kemari.” kata Ny Im.

 

“Aigoo, Im Jihyun. kau berlebihan sekali. Tentu saja Siwon akan sering datang kemari untuk menemui calon istrinya, iya kan sayang.” sahut Ny. Choi menggoda Siwon. Siwon tersenyum simpul menanggapi ucapan para orang tua ini.

 

 

“Ahh, kau benar Min Ah! kalau begitu bersiap-siaplah! Setelah itu kita akan makan malam bersama.” sambung Ny Im Jihyun.

 

 

“Baiklah! Aboeji! Eomma! Aku siap-siap dulu.” pamit Siwon pergi setelah mendapat anggukan dari orang tuanya.

 

 

 

 

 

*****

Kini Yoona sedang berendam di dalam bath up untuk merileksasikan tubuh dan pikirannya. dia menenggelamkan seluruh tubuhnya ke dalam air. Seharian ini dia dibuat kesal oleh pria itu. Dan kini dia harus menerima kenyataan bahwa dia akan menikah dengan pria itu. Pria yang tidak ia cintai dan merupakan rivalnya. Yoona berpikir kenapa pria itu tidak menolak perjodohan ini? Dan kenapa dia terlihat santai saat orang tua mereka membicarakan perjodohan itu?

 

 

“Aaarrrggghhh…menyebalkan! Kenapa dia diam saja? Kenapa dia tidak menolaknya? Dasar pria menyebalkan” teriak Yoona saat menyembulkan kepalanya kepermukaan dengan kesal.

 

 

Setelah beberapa menit berendam dan membuatnya kembali fress. Kini ia menyudahi berendamnya dan beralih membersihkan dirinya dibawah shower hangat. Setelah itu dia memakai kimono dan melilitkan handuk di kepalanya. Kemudian dia keluar dari kamar mandi menuju walk in closet. Dan tanpa Yoona sadari, bahwa sepasang mata sedang menatapnya dengan tatapan penuh gairah.

 

 

Saat Yoona hendak membuka pintu walk in closet tiba-tiba orang itu mengejutkannya dengan suara baritonnya.

 

 

“Kau lama sekali honey. apa yang kau lakukan di dalam sana?” Kata pria itu yang tak lain adalah Choi Siwon.

 

 

dia sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Yoona dengan posisi miring dan tangan kiri menopang kepalanya. Sontak Yoona membalikan tubuhnya dan menatap kearah sumber suara tersebut.

 

 

“Yaakk! Neo! Wae ire? Sejak kapan kau ada disini?” teriak Yoona kesal.

 

 

Siwon beranjak dari tempat tidur Yoona dan berjalan mendekatinya dengan tatapan aneh. tatapan se ekor singa jantan yang hendak menerkam mangsanya. Entah kenapa tatapan itu membuat Yoona menciut.

 

“Saat kau masih berada di dalam sana, aku sudah berada disini.”

 

Yoona berjalan mundur selangkah saat Siwon semakin mendekatinya.

 

 

“lalu apa yang kau lakukan disini?” Kata Yoona mash berjalan mundur Dan sampai akhirnya DAMN! tubuhnya tidak dapat digerakkan lagi. Dia sudah terjebak antara pintu walk in closet. sedangkan Siwon masih saja berjalan mendekatinya dan meletakkan tangannya di pintu walk in clos menahan Yoona.

 

 

“Aku kesini untuk menemui calon istriku, apa tidak boleh?” Kata Siwon dengan seringaian jahilnya.

 

 

“Apa semua ini rencanamu? kau membuat orang tuaku menjodohkan kita.” Ucap Yoona penuh curiga.

 

“Aniy, aku tidak melakukan rencana apapun sayang. Mereka sendiri yang sudah memiliki kesepakatan itu sejak dulu.” Kata Siwon santai.

 

 

“Mwo? Kesepakatan? Jadi kau sudah tahu tentang perjodohan ini?” Tanya Yoona bingung.

 

 

“Nde, apa kau tahu? Keluargamu sudah memberiku restu. Lagi pula siapa yang menolak menantu setampan dan sesexy diriku ini.” Ucap Siwon yang mulai menunjukan kenarsisannya.

 

 

“Cih, Jinjja! Selain menyebalkan kau juga memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. mereka memang menerimamu tapi aku tidak.” cetus Yoona sinis.

 

“Tidak apa? tidak menolakku? Aku tahu itu.” goda Siwon dengan senyum yang menurut Yoona sangat menyebalkan. Lalu dengan kesal Yoona menginjak kaki Siwon dengan keras.

 

 

“Aarrggh, Apayo!” erangnya kesakitan.

 

“Rasakan itu! sekarang pergilah dari kamarku. jangan membuatku semakin kesal.” Omel Yoona sambil mendorong Siwon keluar.

 

 

“Aratji! aku akan pergi. Tapi kau harus ingat! Sekarang kau milikku hanya milikku seorang. Jadi tidak ada pria manapun yang boleh mendekatimu. apalagi mantan kekasihmu itu yang ketampanannya yang masih dibawahku, Arasso?.” Ucap Siwon dengan tingkat ke alayannya yang tinggi.

 

 

 

Sebelum pergi, Siwon mengecup pipi Yoona. Sontak saja wajah Yoona memerah atas tingkah Siwon. dan hanya bisa mematung sampai akhirnya Siwon menghilang dari hadapannya.

 

 

 

“Astaga! Namja itu selalu membuat jantungku bedebar tak karuan. Rasanya seakan mau lompat dari tempatnya.” gumam Yoona memegang dadanya tepat di jantungnya yang berdetak begitu cepat.

 

 

“Perasaan apa ini ya tuhan?” kata Yoona dalam hati.

 

 

 

To Be Continue….

 

 

Huft…akhirnya bisa nyelesikan part 3 ini…untuk para reader setiaku gomaweo sudah berkenan membaca dan menanti cerita saya ini. Klo ada yang kurang mohon comment di kolom komentar. Apapun komentar kalian akan saya terima dengan lapang dada. Tapi….harus sopan ya.😊😊😊

 

Tinggalkan komentar

59 Komentar

  1. tiaraputri

     /  Maret 8, 2016

    ternyata perjodohan nya cepet jg kirain lama. yaila gara gara donghae nih yoona sama jessica marahan😪 uda si hae ama sica aja yoona uda ada siwon hmm semoga siwon bisa cepet" nikahin yoona jd penasaran sm kejadian yg dulu yoona lakuin ke siwon ya mungkin kali ya karma hehe.

    Balas
  2. Choi Ilmhy

     /  Maret 9, 2016

    jdi Siwon Oppa akan balik ke New York yaahhh.. akan hilang dong YoonWon momentnya..
    tpi spertinya Yoona udah mulai punya rasa ma Wonpa nhii..
    semoga aja setelah oppa kembali ke new york bru iya akan menyadarinya…
    Wahh.. wah.. bakal seru nhii…,
    Good job
    keep writing..
    fighting!!!

    Balas
  3. tiffany

     /  Maret 9, 2016

    Aaaaaaarrrggghhh romantis bangetttr….buruan nikah deh….

    Balas
  4. YoonAddicts

     /  Maret 9, 2016

    Manis ya kak chapter ini hehe, lah si abang donghae kok labil gitu ya. Siwon disini digambarkan bener* lelaki dewasa ya kak. Hahaha
    Chapter selanjutnya ditunggu kak fighting

    Balas
  5. Mkin seru aja nih critanya…! Lucu bgt ngbyangin tingkah siwon yg kadar kenarsisannya tingkat tinggi… Hmmh.,,kyanya yoong udah mlai suka ni ma Siwon.. Hehehe..,,, brharap mrka cpat nikah…!

    Balas
  6. Kartika Choi

     /  Maret 9, 2016

    Ciee yoonwon dijodohin😀 semangat buat siwon ya biar cepet dapetin hatinya yoona🙂

    Balas
  7. yhanies_Nited

     /  Maret 9, 2016

    Ah, yoong unnie gengsian nih , , , tp nikmatin aja tuh kisseu nya😀
    lagipula Sekarang Wonppa udah Sixpack ko’ ganteng lagi nggak kayak gentong , , ^^

    Balas
  8. nurulpramono

     /  Maret 9, 2016

    Siwon oppajahil bgt wkwkwk
    Knp yoona kok asik mengelak perasaannya sih sm wonppa
    Next chingu

    Balas
  9. deery00ng

     /  Maret 9, 2016

    Semakin seru aja nih unn
    Next chapter nya dtunggu unn n banyakin moment yoonwon couple

    Balas
  10. OOh jadi siwon oppa udah tau dari dulu udah mau dijodohin,ya gak bakal nolak lah dijodhin kan oppa udah suka unnie dari kecil hehehe,makin romantis dan makin seru jalan ceritanya

    Balas
  11. Pratiwi Julianti

     /  Maret 10, 2016

    Semakin seru aja nih…
    next chapter nya dtunggu banget…
    banyakin moment yoonwon mesra2an nya juga thor…😉

    Balas
  12. susi

     /  Maret 11, 2016

    Cieeeee yang udah ciuman.. haha..😄😄
    Siwon seneng banget tuh,,
    Yoona udah mulai ya ga bisa ngontrol jantung nya cieee udah mulai berdetak ga karuan nih,, itu artinya udah mulai tumbuh benih-benih cinta..😊
    Semoga mereka cepet nikah biar cepet resmi dan juga biar yoona nya ga di ganggu lagi sama mantan nya. ☺
    Oke ditunggu kelanjutan nya..😊

    Balas
  13. Seru ceritanya
    Yoona secara tidak langsung udah jatuh hati sama siwon😁😁
    Di tunggu kelanjutannya ya kak

    Balas
  14. nhia

     /  Maret 13, 2016

    itu perasaan cinta yoona, gemes bgt liat siwon ini jahil bgt untung yoona gak jantungan, donghae in jahat bgt udah.spt sica sekarang ditinggalin terus mau balik lg ke yoona aduh kelaut aj deh bang hae, gak sadar apa yg disebelah yoona itu gantengnya gak da tandingan nya ya jelas yoona gak bakal balik lagi ke anda bang. nmasih bagus san siwon kemana mana kale

    Balas
  15. ima

     /  Maret 13, 2016

    Suka sama karakter siwon disini😀

    Balas
  16. Tuhkan jessica nyesel, tp kasihan juga sih jessica sebenarnya. Buat momen yoonwonnya sweet + lucu banget. Dan kayaknya yoona mulai suka nih sama siwon. Buat next chapnya ditunggu banget ya thor.

    Balas
  17. Aiueo

     /  Maret 15, 2016

    Siwon harus berusaha keras Utk meluluhkan hati yoona ><

    Balas
  18. vinareforma

     /  Maret 15, 2016

    bagus thor. .
    next chapter segera hahaha

    Balas
  19. Yeyy yoona ama siwon mau nikahh, next thorr 😂

    Balas
  20. srie noer

     /  Maret 29, 2016

    Perasaan cinta dong yoong!!! Akhirnya dijodohin jg….wonppa kynya dah g tahan deh pengen cepet2 bisa jd suami yoona…..semoga dipart selanjutnya yoonwon dah nikah deh….biar g penasaran……semangat author aq mendukungmu…..

    Balas
  21. mira

     /  April 5, 2016

    Aihh lucu banget… Semoga author bikin yoona sama siwon gak akur sampe nikah biar seruu. Hahaha
    Next chapter thor… Jangan kelamaan^^

    Balas
  22. seru banget walau baru baca, lanjut😊😘

    Balas
  23. Nextttt aq readers bruuu

    Balas
  24. AuliaYW

     /  April 22, 2016

    Cie yoona eon sprti udh mulai ada rsa2 cinta sami wonppa😉

    Balas
  25. Viola donita

     /  Mei 10, 2016

    Wah bakal benci jadi cinta kayanya😂 keren bgt, ditunggu kelanjutannya ya👍

    Balas
  26. deery00ng

     /  Mei 12, 2016

    Aku baca lagi
    Next chapter nya ditunggu unn
    Yoonwon couple saranghaeeeeeee

    Balas
  27. Oh my God, sosweet banget, lanjut eonni jangan lama2 yahh

    Balas
  28. ceritanya makin seru…. next chapter nya jangan lama” donk….

    Balas
  29. lanjut dong ceritanya . . . . seru bgt

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: