[FF] Touch My Heart ~ Flashback (Chapter 2)

touch my heart ~ Yoonwon

[FF] Touch My Heart ~ Flashback (Chapter 2)

 

S i m b a d e e r 3 0 7 p r e s e n t s

Touch My Heart ‖ Length: Chaptered ‖ Rating: General

Genre : Romance ‖ Comedy ‖ Family

Starring: 최시원 ‖ 임윤아

Cover by Xoloveyoonwon

 

A/N : This story pure my imagination. Don’t Copas and Plagiatrism…maaf jika ada Typo…soalnya lagi males ngedit.

 

#Happy Reading#

 

——————————————————

 

“Mwo? Kau bilang apa tadi, kita pernah bertemu lagi? Kapan? Dan dimana?” Yoona bertanya dengan bingung.

 

“Ahh, ani. Maksudku sekarang kan kita sudah bertemu. Lagi pula aku kan ada di belakangmu tadi.” Ucap Siwon terlihat gugup saat menjawab pertanyaan Yoona. Dia tidak mungkin bilang pada Yoona bahwa mereka pernah bertemu dua tahun yang lalu. Dan untungnya dia bisa mencari alasan.

 

 

“Aish, moleugess-eoyo! baboya!” Bentak Yoona kesal.

 

“Lalu bagaimana kau bisa mengenaliku.” Tanya Yoona dengan datar.

 

“Ahh, itu Mudah sekali. Siapa yang tidak mengenali gadis yang memiliki dahi selebar lapangan golf, mata yang bulat dan tubuhmu yang kurus kerempeng seperti papan luncur ini.” Ucap Siwon sambil menatap Yoona dengan nada mengejek.

 

“Museun soriya?? Seenaknya saja kau mendeskripsikanku seperti itu. Geureohke, dirimu itu siapa eoh? dasar kau kuda tidak tahu diri.” Protes Yoona kesal sambil memukul-mukul lengan Siwon dan melepas setir dari genggamannya.

 

“Yak! Yak! Fokus pada kemudimu. Kau ingin kita mati bersama, eoh?” Bentak Siwon sambil menyilangkan tangannya untuk melindunginya dari pukulan Yoona.

 

“Aish, aku juga tidak mau mati dengan namja menyebalkan sepertimu.” Cibir Yoona kembali fokus dengan kemudinya. Lalu mereka saling membuang muka.

 

Sesaat suasana menjadi hening, dan Siwon melempar pandangannya kearah luar jendela. Ia lebih memilih menikmati pemandangan sore hari dari pada menatap gadis galak itu. semua tampak sama seperti dulu. hanya beberapa bangunan saja yang asing terpampang megah dihadapannya.

 

Dan banyak para pegawai berlalu lalang untuk pulang atau sekedar menikmati pemandangan di sore hari meskipun salju turun. Siwon menikmati ke indahan Seoul sambil mendengarkan musik sambil sesekali menggerakkan kepalanya dan bersiul mengikuti irama lagu.

 

Yoona melirik Siwon dengan ekor matanya. Ia masih tidak percaya jika namja yang ada dihadapannya ini adalah Choi Siwon, namja yang merupakan rival masa kecilnya dulu. Namja yang bertubuh gemuk dan suka mengganggu dirinya. Sungguh dia Benar-benar berubah 180 derajat dengan yang dulu. Apa benar dia Choi Siwon?

 

Dan ketika Yoona melihat traffic lamp menyalah merah, Yoona langsung menghentikan mobilnya dan dia diam-diam kembali memperhatikan Siwon. Mulai dari alis tebalnya, hidung mancungnya bak pahatan patung Yunani, kemudian bibir tipisnya yang sedang bersenandung.

 

Namun tiba-tiba seseorang yang sangat mirip dengannya muncul mengagetkannya dari belakang.

 

“Dia sangat tampan bukan?.” Kata gadis yang mirip dengannya.

 

“Eomeona! Kk…kau siapa?” Pekik Yoona dengan kaget saat dia melihat bayangan dirinya sendiri berada dibelakangnya melalui kaca spion.

 

“Aku? Aku adalah pikiranmu? Didalam pikiranmu kau memiliki dua pemikiran. Hatimu mengatakan jika dia sangat tampan dan kau tertarik dengannya. tapi egomu begitu besar sehingga pikiranmu menolak akan hal itu.” Jelas bayangan Yoona.

 

“Aish, Jinjja? Kau ini sok tau sekali. Aku sama sekali tidak tertarik dengannya. Aku hanya heran bagaimana bisa dia berubah se drastis itu?” Ucap Yoona lirih agar tidak di dengar oleh Siwon.

 

“Itu karna cinta?” Jawab baangannya dengabmn santai.

 

“Mwo? Cinta?” Yoona mengulangi ucapan bayangannya itu.

 

“Nde, karena dia menyukaimu sejaj dulu, kenapa kau tidak menyadarinya eoh?” Seru bayangannya itu dengan santai.

 

“Neo Jangnan?  Maldo andwae! Lagi pula aku membencinya dan kita juga sering bertengkar, mana mungkin dia menyukaiku. Neo Micheyosseo?!Sudah sana pergi.” Ucap Yoona lalu mengusir bayangannya itu.

 

“Kau terlalu takut untuk mengakuinya kalau kau sangat merindukannya Im Yoona. iya kan?” Bayangannya itu tidak mau pergi dan dia malah menggoda dirinya yang membuat Yoona menatapnya kesal.

 

“Aish, Cukup! Berhentilah mengganggu diriku!.” Bentak Yoona sambil menatap tajam kearah bayangannya. Namun Siwon merasa kaget dan bingung saat Yoona membentak kearahnya.

 

“Mwo? Kau bilang apa tadi?” Tanya Siwon tidak mengerti.

 

“Ah, Ani. Aku tidak mengatakan apa-apa?” Elak Yoona mulai kesal.

 

“Benarkah?” Siwon meyakinkan

 

“Ne!” Cetus Yoona lagi.

 

“Lihat! Kau terlihat gugup.” Goda bayangannya lagi.

 

“Aish, aku bilang pergi dari sini.” Teriak Yoona menahan marah pada bayangannya yang dari tadi mengganggu dirinya. Dan membuat siwon menoleh dan menatapnya aneh.

 

“Kau kenapa? Kau baik-baik saja kan?” Ucap Siwon sambil menyentuh kening Yoona. Dengan kesal Yoona menepis tangan Siwon dan menatapnya sinis.

 

“Aish, Kau membuatku pusing. Sekarang Turun dari mobilku. Kau pulang naik taxi saja. Aku masih ada urusan.!” Titah Yoona dengan nada dingin.

 

“Mwo?  Wae geurae?? ” Siwon nampak bingung.

 

“Sudah jangan banyak tanya. Aku bilang turun ya turun.” bentak Yoona sambil mendorong Siwon untuk keluar.

 

“Baiklah-baiklah. tt….tapi kau sungguh tidak apa-apa kan?” Ucap Siwon bingung dengan sikap Yoona yang aneh.

 

“nan gwenchanayo?” Ucap Yoona ketus sambil melajukan mobilnya saat melihat lampu kembali berwarna hijau.

 

“Yaa! Im Yoona… tunggu. Kau tidak bisa meninggalkanku seperti ini? Aku lupa alamat rumahmu.” Teriak Siwon sambil mengejar mobil Yoona.

 

Namun Yoona tidak menghiraukan teriakkannya dan terus mempercepat laju mobilnya. Siwon tersengal-sengal ketika mengejar mobil Yoona.

 

“Hoss..hoss…hoss…Ahh, ada apa dengan dirinya. Kenapa dia menyuruhku turun disini, dasar gadis aneh.” Ucap Siwon sambil berkacak pinggang menatap kepergian mobil Yoona yang sudah menghilang.

 

“Aish, dasar gadis aneh. Ini pasti akal-akalan dia saja untuk mengerjaiku. Okey, nona Im kita lihat saja nanti.” Gerutu Siwon dengan nafas tersengal-sengal di selingi seringaiannya.

 

~******~

 

Di sisi lain Yoona melajukan mobilnya menuju Apartement sahabatnya. Ia merasa kesal dengan dirinya sendiri. Bisa-bisanya Ia berteriak sekencang itu di depan Choi Siwon. Namja itu pasti mengira kalau dirinya ini tidak waras.

 

“Aish, itu semua gara-gara bayangan sialan itu. Di terus-terusan menggangguku.” Gerutu Yoona dengan kesal.

 

Saat ia sampai pada basement Apartement, Yoona langsung memarkirkan mobilnya disana dan berjalan menuju Apartemen sahabatnya. Setelah Yoona menekan intercom dan sang pemilik rumah membukakan pintunya, Yoona langsung menerobos masuk begitu saja dengan mengomel.

 

“Aish, aku benar-benar kesal. kenapa pria itu harus datang di kehidupanku dan mengganggu pikiranku? ” Omel Yoona sambil melempar tas selempangnya di atas kasur. Lalu dia merebahkan tubuhnya di kasur pula.

 

Seorang wanita cantik yang memiliki kulit blackpearl menatapnya bingung sambil mengikutinya dari belakang.

 

“Wae geurae Yoong? Kau terlihat kesal.” Tanya wanita cantik itu.

 

“Nde, eonni. Aku kesal dengan diriku sendiri dan namja menyebalkan itu.” Ucap Yoona bangkit dari berbaringnya.

 

“Dengan si ikan itu lagi? Memangnya apa lagi yang dia lakukan?” Wanita itu duduk di sebelah Yoona.

 

“Bukan, dia lebih menyebalkan dari si ikan itu.” Cetus Yoona kesal mengingat namja itu.

 

“Eoh, Nuguya?” Timpal gadis yang bernama Yuri.

 

“Dia namja yang menjadi Rivalku dulu eonni. Namja yang pernah ku ceritakan padamu waktu itu. Dia sudah kembali dari Amerika dan kini dia mengusik kehidupanku lagi. Bukankah itu sangat menyebalkan.” Seru Yoona sambil meremas boneka Anggry bird milik Yuri.

 

“Oh, namja yang kau ceritakan waktu itu?”

 

“Yah, siapa lagi. hari ini dia telah membuatku malu setengah mati.” Ucap Yoona

 

“Membuatmu malu? Memangnya apa yang dia perbuat? Ceritakan padaku Yoong.” Ucap Yuri dengan semangatnya.

 

Lalu Yoona menceritakan semua kejadian saat dia dibandara dan salah mengenali orang.

 

“Jeongmal? Sungguh Aku tidak bisa membayangkan wajahmu saat itu Yoong. Wajahmu pasti sangat lucu.” Ucap Yuri tak bisa menahan tawanya.

 

“Yaak! Eonni. Berhenti menertawakanku.” Omel Yoona sambil mempoutkan bibirnya.

 

“Baiklah! Baiklah! Lalu setelah itu apa yang terjadi?” Ucap Yuri menghentikan sisa tawanya.

 

“Aniyo, opsoyo? ” Ucap Yoona dengan senewen.

 

“Mwo? Tidak ada? Tadi kau bilang dia membuatmu malu dua kali. Memangnya yang kedua apa?” Tanya Yuri penasaran.

 

“Itu…hmm…ahh bukan apa-apa? sudahlah pokoknya dia itu sangat menyebalkan.” Kata Yoona yang tidak bisa menceritakan hal memalukan yang kedua itu. Bisa-bisa Yuri akan menertawakan kebodohannya itu.

 

“Lalu Apa dia tampan? Aku yakin dia pasti tampan dan memiliki tubuh bagus seperti Atlet, iya kan?” Tebak Yuri sambil membayangkan namja itu.

 

“Tsk, Tampan? Ani! Dia sama sekali tidak tampan. Dia sangat menyebalkan.” Jelas Yoona mengelak deskripsi Yuri tentang Siwon.

 

“Lalu kenapa kau ada disini? Bukankah kau harus menemaninya.” Tanya Yuri

 

“Aku sengaja meninggalkannya di jalan. Karna aku kesal dengannya, gara-gara dia aku seperti….” Yoona menghentikan ucapannya. Iya tidak mungkin menceritakan kebodohannya pada Yuri. Bisa-bisa dia akan menertawakannya.

 

“Seperti apa Yoong?” Tanya Yuri penasaran.

 

“Ani! Gwenchana! Ya sudah, Aku pulang dulu ne? aku ingin memastikan namja itu sampai rumah atau tidak.” Ucap Yoona sambil beranjak dari atas tempat tidur.

 

“Oh Geuraeyo! Oh ya Besok kau jadi ikut ke Festival itu kan?” Tanya Yuri.

 

“hmm…mullonimnida. lagi pula aku tidak mau melihat namja itu di rumah terus-terusan.” Kata Yoona dengan gembira.

 

“Baiklah, aku pulang dulu ne? Naeil bwa! ” Ucap Yoona sambil berlalu meninggalkan apartemen Yuri.

 

“Chalgayo!” Teriak Yuri yang masih bisa di dengar oleh Yoona.

 

“Aish, anak itu ada-ada saja.” gumam Yuri ketika Yoona sudah menghilang dari hadapannya.

 

 

Saat Yoona sampai di rumah. Yoona nampak takut dan ragu untuk masuk ke rumah. Yoona merasa was-was. Berbagai pertanyaan berkecamuk di dalam pikirannya. Bagaimana kalau keluarganya menanyakan namja itu? Dan bagaimana pula ia harus menjelaskan semuanya pada keluarganya? Lalu bagaimana dengan namja itu? Bahkan dia juga sudah mencarinya kemana-mana setelah pulang dari rumah Yuri dan ia tidak melihatnya. Yoona benar-benar bingung memikirkannya.

 

“Ahh, Bagaimana ini? Eomma pasti marah kalau aku tidak menjemput namja menyebalkan itu?” Ucap Yoona panik sambil berjalan mondar -mandir di depan pintu rumahnya.

 

Yoona pun memberanikan diri untuk masuk kedalam rumah, namun saat ia masuk, ia berpapasan dengan Eommanya. Wajah Yoona nampak was-was.

 

“Yoong, kau darimana saja. Dari tadi Kami menunggumu.” Ucap sang eomma dengan wajah senang. Yoona merasa bingung dengan sikap eommanya yang bersikap biasa saja.

 

“Menungguku?” Ucap Yoona heran.

 

“Ne, kajja masuklah! Lihat siapa yang datang?” Ajak Ny. Im sambil menarik tangan Yoona. Yoona nampak bingung dengan sikap eommanya yang biasa saja.

 

Saat di ruang tamu nampak semua keluarga telah berkumpul, termasuk namja yang telah Yoona tinggalkan tadi sore. Yoona merasa kaget, kenapa namja itu sudah berada dirumahnya.

 

“K…kau…” Ucap Yoona dengan gugup. Siwon tersenyum sambil melambaikan tangannya

 

“Iya Yoong, dia Choi Siwon. Bagaimana dia semakin tampan kan?” Ucap Ny. Im dengan senang.

 

“Tidak, biasa saja.” Cibir Yoona lirih.

 

“Kau darimana saja. kenapa baru pulang? Bukankah eommamu menyuruhmu untuk menjemputnya.” Sahut Tn Im dari belakang.

 

Yoona nampak salah tingkah dan gugup. Dia bingung harus bicara apa? Tapi Dia tidak mungkin bilang kalau dirinyalah yang telah meninggalkan Siwon di jalan. Bisa-bisa Appanya ini akan memarahinya.

 

“Ahh, tadi…aku…aku…” Yoona terbata karna merasa gugup.

 

“Ahh, mungkin kami berbeda tempat, sehingga kami berselisihan. lagi pula kami juga sudah lama tidak bertemu, bukan begitu Im Yoona?” Jelas Siwon dengan bohong dan Yoona menyipitkan matanya mendengar kebohongan Siwon. Yoona heran kenapa dia tidak bicara yang sebenarnya.

 

“Ahh, i…iya Appa. Tadi aku sudah menunggunya lama sekali, tapi aku tidak menumakannya.” Ujar Yoona ikut berbohong.

 

“Oh, begitu. Iya memang kalian tidak pernah bertemu. Saat kita ke Amerika tahun lalu, Kalian juga tidak bertemu.” Kata Tn Im. Siwon tersenyum mendengarnya.

 

“Eomma, Lauren sudah tidur?” Tanya Yoona.

 

“Sudah, dia tidur di kamar Seulgi.” jawab sang eomma. tanpa bertanya lagi Yoona nyelonong pergi begitu saja.

 

“Yoong, kau mau kemana?” Tanya tuan Im menghentikan langkah Yoona.

 

“Aku lelah, aku mau tidur Appa.”

 

“Ah, kebetulan sekali. kau antar Siwon ke kamarnya juga. Sementara ini dia akan tinggal disini sampai besok lusa. Kau harus ingat Siwon adalah tamu kita.” tutur tuan Im pada Yoona.

 

“Nde. Baiklah Ayo! Aku akan menunjukkan kamarmu.” Ucap Yoona sambil berjalan menaiki tangga.

 

 

Saat mereka sampai di atas, Yoona langsung menunjukkan kamar yang akan di tempati oleh Siwon.

 

“Ini kamarmu, jika kau memerlukan sesuatu kau bisa minta tolong pada pelayan disini.” Ucap Yoona dengan ketus, lalu ia beranjak pergi. Namun Siwon menahan tangannya dan memelintirnya kebelakang sehingga tubuh Yoona menempel pada dada bidang Siwon.

 

Mata mereka saling bertemu dengan jarak yang sangat dekat.

 

“Yak! lepaskan! Kau menyakitiku.” Ucap Yoona kesal sambil mencoba melepaskan cengkraman tangan Siwon dibalik tubuhnya.

 

“Melepaskanmu? Tssk, Tidak semudah itu. Dan….sejak tadi sikapmu selalu dingin padaku. kau juga sengaja menurunkanku dijalan tanpa alasan. Kau mau mempermainkanku, eoh?.” Jelas Siwon dengan tatapan jahilnya.

 

“Ne, kau benar. aku sejak awal memang tidak suka kau kembali ke korea. Seharusnya kau tetap saja tinggal di Amerika.” Cetus Yoona sesinis mungkin.

 

“Begitukah! Tapi aku kembali karna ingin menagih janjimu. Kau masih ingatkan?” Ucap Siwon sambil tersenyum jahil.

 

“Mwo? Apa yang kau katakan? Janji! Janji apa? Aku tidak pernah mempunyai janji apapun denganmu.” Omel Yoona dengan kesal.

 

“Oh benarkah? coba kau ingat-ingat lagi honey!” Perintah Siwon sambil menyunggingkan senyum jahilnya yang membuat Yoona mengingat akan masa kecilnya dulu.

 

Flashback On

 

15 tahun yang lalu saat Yoona berusia 8 tahun dan Siwon 12 tahun.

 

Saat itu keluarga Yoona datang kerumah Keluarga Choi untuk merayakan hari natal bersama. Mereka menghabiskan hari natal dengan pergi ke gereja bersama, setelah itu mereka mempersiapkan sebuah pesta kecil ditaman belakang rumah Choi. Disana para orang tua sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Sedangkan Yoona sibuk bermain boneka terbarunya sendirian. Sedangkan Siwon bermain sepak bola bersama Seolung, kakak dari Im Yoona.

 

Namun saat dia menendang bola itu, Tidak sengaja bola itu bergulir kearah Yoona dan menghancurkan boneka dan rumah-rumahan yang Yoona buat.

 

Hal itu membuat Yoona kesal dan marah.

 

“Yak! Choi Siwoonn, kau sengaja merusak mainanku huh?” Omel Yoona dengan kesal.

 

“Aku tidak sengaja melakukannya, iya kan Seulong-ah?” Kata Siwon membela diri.

 

“Iya Yoongie, dia tidak sengaja menendang bola itu kearahmu.” Seolung mencoba menengahi mereka berdua.

 

“Aish, menyebalkan. Oppa selalu membela manusia karet itu.” Ucap Yoona kesal sambil mengerucutkan bibirnya lucu.

 

“Bukan seperti itu saeng, Siwon memang tidak sengaja melakukannya.” Ucap Seolung menghampiri adiknya itu.

 

“Aish, kau juga sama seperti dia Oppa. Sama-sama menyebalkan. Kau ini Kakakku tapi kau selalu membelanya.” Cetus Yoona marah. setelah itu pergi meninggalkan mereka berdua.

 

“Hah, kau lihat kelakuan adikmu itu kan? Sangat menyebalkan. Berkali-kali meminta maaf padanya. Tapi dia tidak pernah menganggapku. ” Keluh Siwon sebal dengan sikap Yoona yang super duper cuek dan dingin.

 

“Sudah jangan diambil hati. Dia memang seperti itu. ” Ucap Seolung meredam kekesalan Siwon.

 

Saat Siwon dan Seolung asyik bermain, tiba-tiba Ny Choi memanggil mereka untuk makan.

 

“Siwon-ah, Seolung-ah, Ayo cepat kemari! Makanannya sudah siap.” Teriak Eomma Siwon.

 

“Ne, eomma. I’m Coming!” Teriak Siwon dengan gembira.

 

“Hei Seolung-ah, kau dengar itu. Makanan sudah siap, aku sudah tidak sabar untuk memakannya. Kajja kita kesana?” Ujar Siwon dengan gembira sambil membayangkan makanan yang ada di meja.

 

“Aish, kau ini. Di otakmu itu hanya makanan saja. Lihat perutmu saja sudah seperti gentong.” Ejek Seolung menggelengkan kepala.

 

“Ah aku tidak peduli. Yang penting aku bisa makan sepuasnya.” Ucap Siwon sambil berlari menghampiri meja makan. Lalu diikuti Seolung dari belakang.

 

Siwon memakan makanannya dengan rakus, ia begitu bersemangat saat melihat masakan yang ada dihadapannya. Ingin rasanya dia menghabiskan semua makanan yang ada dimeja.

 

“Aish, kau rakus sekali.” Ejek Yoona sambil menatapnya jijik.

 

Siwon meletakkan mangkok yang sudah habis ke meja.

 

“hmm…mashita, eomma aku mau lagi.” Ucap Siwon sambil menyerahkan mangkoknya pada sang eomma.

 

“Aigoo, Kau sudah makan 5 mangkok sup iga sapi dan sekarang kau mau nambah lagi. Perutmu itu benar-benar seperti karet ya?” Ejek Yoona tidak percaya.

 

“hmm…sayang, supnya sudah habis.” Kata Ny. Choi yang membuat Siwon kecewa.

 

Siwon menatap Seolung dan Yoona yang masih makan makanannya. Siwon melihat bulgogi milik Yoona sambil menelan air liurnya.

 

“hmm…hei Yoona, apa aku boleh mencicipi bulgogi milikmu? Sepertinya enak sekali.” Ucap Siwon lirih pada Yoona.

 

Yoona menatap kearah Siwon.

 

“Kau mau?” Tanya Yoona dan Siwon mengangguk.

 

“baiklah! Aku akan membaginya denganmu. Mana piringmu.” Ucap Yoona tersenyum penuh rencana.

 

“Benarkah?” Ucap Siwon dengan senang.

 

“Nde tentu!”

 

Siwon memberikan piringnya dihadapan Yoona.

 

“Nah, Ini untukmu.” Yoona memberikan sepotong daging pada piring Siwon.

 

“Jangan banyak-banyak ya, nanti badanmu itu semakin gendut.” Ejek Yoona dengan tertawa. Siwon menatap Yoona kesal karena sudah mempermainkannya.

 

“Hei! Kau mengerjaiku ya?” Kata Siwon kesal.

 

“hahaha…kalau iya, kau mau apa?” Tantang Yoona dengan senyum jahilnya. Siwon mendengus kesal.

 

“Aish, lihat saja! Aku akan membalasmu.” Kata Siwon dalam hati.

 

“Hei, lihat itu! Santaclause datang!” Ujar Siwon sambil menunjuk kearah samping.

 

Sontak Yoona dan Seolung menoleh, dan kesempatan bagi dirinya untuk menukar piring Yoona dengan piring miliknya. Lalu dia memakannya.

 

“Yak! Kau membohongiku…” Ucap Yoona dengan kesal. Namun saat ia menoleh, ia mendapati Siwon memakan makanannya.

 

“Yak! Dasar manusia karet. Kau mengambil makananku.” Omel Yoona kesal.

 

“hahaha…Siapa suruh kau mengerjaiku. Bulgogi ini jadi milikku sekarang.” Tawa Siwon sambil menjulurkan lidahnya.

 

“Aish, kau ini sudah gendut. Jangan buat dirimu semakin gendut seperti gajah.” Ejek Yoona.

 

“Aku tidak peduli, yang penting aku bisa memakan daging ini. Lagi pula aku kan masih dalam masa pertumbuhan.” Seru Siwon dengan menikmati bulgogi itu.

 

“Kau memang manusia karet. Kalau kau seperti itu bagaimana ada gadis yang mau menjadi kekasihmu nanti, sedangkan badanmu saja sebesar gajah.” Ejek Yoona dengan tersenyum meremehkan.

 

“Biarkan saja, aku tidak peduli. Kalau tidak ada gadis yang mau menjadi Yeojachingu ku maka kau yang akan menjadi kekasihku nanti.” Ujar Siwon asal sambil melahap makanannya.

 

“Mwo? Itu tidak akan terjadi. Aku tidak akan mau menjadi kekasihmu apa lagi sampai menikah denganmu. Kau bukan tipeku.” Ucap Yoona dengan sikap sombongnya.

 

“Benarkah? Kita lihat saja nanti. Ku pasti kan kau akan menjadi kekasihku.” Siwon mengucap sesumbar itu dengan hati sungguh-sungguh.

 

“Hai! Kau lihat dirimu itu! tubuhku sangat kecil sedangkan kau sangat besar seperti gajah, jika kau ingin menikahiku kau harus menguruskan lemak yang ada ditubuhmu itu. Tapi itu tidak akan mungkin terjadi.” Cetus Yoona mengelak akan perkataan Siwon yang tidak akan mungkin pernah terjadi.

 

“Yah, terus saja kau mengejekku. Aku yakin suatu saat nanti kau akan menjadi kekasihku. Kau akan jatuh cinta padaku.” Ucap Siwon dengan sungguh-sungguh.

 

“Tsk, maldo andwe! Kau bukanlah tipeku. Aku yakin aku juga akan menemukan pangeran yang sangat tampan seperti di dongeng-dongeng.” Ucap Yoona lagi dengan mengejek Siwon.

 

Siwon nampak marah dan kesal dengan perkataan Yoona yang telah meremehkannya. Yoona benar-benar berubah. Tidak sehangat sebelumnya. Dia juga heran. Ada apa dengan sikap Yoona?

 

“Oh baiklah. Kita lihat saja nanti! jika aku berhasil menguruskan badanku. Maka kau harus menikah denganku. Iya kan Ahjeossi?” Kata Siwon marah sambil menatap kearah tuan Im. Tuan Im tersenyum dan menghampiri Siwon.

 

“Aigoo, kalian ini masih kecil. Tapi bicara kalian seperti orang dewasa saja. Memangnya kau tahu menikah itu apa ehm?” Ucap Tuan Im menyamai tubuh Siwon.

 

“Tentu saja aku mengerti Ahjeossi. Seperti Appa dan eomma. Dan juga seperti Imo Min Ah dan Minwo Samchon. Dan kita memasangkan cincin pada pasangan kita dan menciumnya di depan banyak orang. Iya kan Ahjussi.” Jelas Siwon yang telah memahami hal itu saat di pernikahan Samchon dan Imonya.

 

“Aigoo, siapa yang memberi tahumu hal itu.”

 

“Tidak ada. Aku melihatnya saat pernikahan Samchon Min wo.” Ucap Siwon dengan polosnya.

 

“Baiklah, kau boleh menikahi putri Ahjussi, tapi kau harus menguruskan badanmu itu ya.” Bisik tuan Im pada Siwon.

 

“Aish, Appa.” Rajuk Yoona yang masih mendengar ucapan sang appa.

 

“Kau lihat itu! dia marah padaku, tapi kau tidak usah khawatir. Kau sudah mendapatkan restu dariku.” Bisik tuan Im lagi yang kini Yoona tidak bisa mendengarnya.

 

“Appaa, apa yang kalian bicarakan!” Rengek Yoona dengan mempoutkan bibirnya.

 

Flashback Off

 

“Aaish, bagaimana ini? Itu kan aku hanya asal bicara saja. Tidak sungguhan. Tapi namja menyebalkan ini menanggapinya dengan serius.” Kata hati Yoona.

 

“Waktu itu… aku hanya asal bicara saja. Lagi pula kita kan masih anak-anak. Tapi kenapa kau menanggapinya serius.” Ucap Yoona dengan terbata.

 

“Benarkah? Tapi tetap saja kau mengucapkannya dan aku sudah membuktikannya padamu. Aku masih ingat bagaimana kau mengejekku waktu itu.” Ucap Siwon panjang lebar

 

“Lalu kau ingin balas dendam padaku?” Cetus Yoona.

 

“hmm…kau pintar sekali. Aku memang akan membalasmu. Jadi Kau bersiap-siaplah.” Ucap Siwon dengan senyum smirk evil dan kemudian dia melepaskan cekalannya pada tangan Yoona, lalu masuk kedalam kamarnya dengan senyum kemenangan.

 

“Eoh, memangnya kau itu siapa? Beraninya kau mengancamku. Kau pikir aku takut denganmu. Daaar namja menyebalkan.” teriak Yoona setelah Siwon pergi dari hadapannya.

 

Sementara di sisi lain Siwon berjalan menuju ranjang dan menghempaskan tubuhnya diatas kasur king size itu. Ia tersenyum melihat raut wajah Yoona yang nampak kesal pada dirinya.

 

Balas Dendam? Tentu saja dia akan membalas Yoona. Tapi bukan berarti ia akan melukai perasaannya. Dia akan membalas Yoona dengan menyentuh hati Yoona. Dia ingin membuat Yoona jatuh dalam pesonanya, Jatuh kepelukannya dan Menjadikan Yoona benar-benar miliknya hanya miliknya seorang.

 

Saat ini mungkin Yoona tidak tertarik dengannya atau lebih tepatnya belum. Tapi dia akan menakhlukan dan memenangkan hati Yoona. Siwon mengeluarkan foto yang dia ambil saat Yoona berada di Amerika.

 

“Im Yoona, kau adalah alasan bagiku untuk mencintaimu. Karna Aku menginginkanmu lebih dari apapun, hanya kamu!”

 

*****

Yoona Pov :

 

Hari ini adalah hari akhir pekan jadi aku bisa membebaskan diriku dari namja menyebalkan itu. Namja itu telah membuatku tidak bisa tidur semalam karena memikirkan hal apa yang akan dia lakukan padaku? berbagai pikiran hinggap di kepalaku. Balas dendam? apa yang dia rencanakan? Aku harus berhati-hati jika berdekatan dengannya. Dia bisa saja melakukan sesuatu yang tidak aku ketahui.

 

Daripada aku pusing memikirkan hal itu lebih baik aku turun. karena perutku sudah sangat lapar karna sejak kemarin aku belum makan apapun.

 

Saat aku berjalan menuju meja makan, Aku melihat semua orang sudah berada di sana termasuk pria menyebalkan itu.

 

“Pagi Appa! Eomma! ” sapaku sambil menarik kursi dan mendudukinya. Lalu mengambil selembar roti dan mengolesinya dengan selai strowberry kesukaanku. Aku memakannya tanpa memperdulikan dia yang menatapku.

 

Aku hanya bisa merutuki dirinya itu di dalam hatiku. Apa yang sedang ia pikirkan? Kenapa dia menatapku seperti itu? Dengan tatapan seakan mengunci diriku.

 

“Eonni, kau rapi sekali. kau mau kemana? ” Tanya Seulgi.

 

Aku menelan rotiku setelah itu meminum susu sebelum menjawab pertanyaan Seulgi.

 

“Aku akan pergi ke festival musim dingin bersama teman-temanku saeng. ”

 

“Aku ikut ya eonni!” Serunya dengan tatapan memohon.

 

“Tidak boleh. Kau pergilah dengan teman-temanmu sendiri. ” tolakku dengan nada sedikit tegas. Aku lihat dia mempoutkan bibirnya kecewa.

 

Bukannya kenapa-kenapa? Aku takut dia akan mengganggu acaraku dengan mulutnya yang cerewet itu. Bisa-bisa aku pusing karna kecerewetannya itu.

 

“Kalau begitu kau ajak Siwon juga kesana! Dia sudah lama tidak jalan-jalan ke korea.” Seru Appa yang barusaja hadir dimeja makan.

 

“Mwo? Tapi Appa… ” Aku hendak akan protes tapi Appa memotongnya.

 

“Tidak ada alasan. Lagipula Siwon ini tamu kita. Jadi kau harus menemaninya jalan-jalan. ” Tukas Appa tegas.

 

Pria ini memang sudah membuat orang tuaku luluh dengannya. Tapi jangan harap dia bisa meluluhkan hatiku. Aku ingin lihat seberapa dia menyentuh hatiku? Karna aku bukanlah seorang wanita yang mudah membuka hatiku pada lawan jenis. Apalagi aku pernah merasakan sakit hati karna cinta dan itu pun masih membekas sampai saat ini.

 

“Baiklah Appa. Aku akan mengajaknya. ” Ucapku dengan sinis. Lalu berjalan menuju mobilku berada.

 

Namun saat aku diambang pintu. Lauren datang dan memanggilku. Sontak aku berhenti dan menoleh kearahnya.

 

“Aunty! ” teriaknya dengan riang.

 

Aku tersenyum melihatnya saat dia berlari kearahku. Dia adalah keponakan kesayanganku. Dia sudah ku anggap seperti putriku sendiri. sejak lahir aku yang mengurusnya. Dan banyak orang yang beranggapan kalau Lauren adalah anakku setiap aku pergi dengannya.

 

Aku selalu dibuat speclees dengan ucapan mereka! Menikah saja belum. Apalagi punya anak! Tapi aku tidak masalah mereka menganggap seperti itu. Karna aku sangat menyayanginya. Sungguh dia sangat lucu dan menggemaskan sekali. tapi dia juga sangat jahil. Aku sering sekali dibuatnya tak berdaya karna kejahilannya itu. Mungkin sifat jahilnya itu meniru dariku.

 

Aku merentangkan tanganku padanya dan menggendongnya.

 

“Aunty! Kemarin Aunty kemana? Aunty kan sudah janji akan mengantarku untuk les balet. Ini kan hari pertamaku mengikuti les balet. ” Ucap Lauren dengan wajah polosnya.

 

“maafkan aunty sayang. Kemarin Aunty sibuk. Jadi tidak bisa mengantarkanmu. Tapi kan ada Seulgi Aunty dan Halmoni. ” Tutur Yoona dengan kasih sayang.

 

“Nde, tapi aku maunya sama Aunty. Lalu sekarang kau mau kemana Aunty? Aku ingin main bersama Aunty sekarang. Aku bosan bermain bersama Halmoni dan Seulgi Aunty. Mereka tidak asyik. ” Jelasnya dengan wajah lucunya itu.

 

“Hei Lauren! Kau bilang apa? Seulgi Aunty sudah menuruti kemauanmu. Kenapa kau bilang Aunty tidak asyik. Aish dasar kau ini. ” Sahut Seulgi yang mendengar ucapan Lauren.

 

Aku tersenyum mendengar kekesalan Seulgi. Akhir-akhir ini aku memang Sibuk. Sibuk larut dengan kesedihanku karna pengkhianatan itu. Bahkan aku Menghabiskan malam natal di club bersama sahabatku dan melupakan Lauren. Kalau dipikir-pikir bodohnya diriku ini yang selalu memikirkannya?

 

Aku pun menurunkan Lauren dari gendonganku dan berlutut didepannya. Membelai rambut panjangnya dengan lembut.

 

“Maafkan Aunty sayang, Aunty memang sibuk kemarin. Tapi kau tenang saja, sebagai gantinya aku akan mengajakmu jalan-jalan ke everland theme park bagaimana? ” Kataku mencoba membujuknya agar tidak sedih karna oppaku sudah menyerahkan Lauren padaku sebelum dia pergi ke Jepang.

 

“Jeongmal? Aunty janji? ” Lauren menunjukkan kelingking kecilnya. Aku tersenyum lalu mengaitkan kelingkingku padanya.

 

Lalu kini Lauren menatap kearah Siwon yang dari tadi hanya menjadi penonton antara bibi dan keponakannya.

 

“Paman! Paman siapa? ” Tanya Lauren.

 

Pria itu tersenyum lalu mendekati Lauren dan menyamakan tubuhnya dengan Lauren.

 

“Paman adalah teman Appamu. ”

“Teman Appa? Aku baru tahu Appa punya teman setampan Paman. Apa paman sudah memiliki kekasih? ” Tanya Lauren dengan wajah yang sangat lucu.

 

Semua orang bergelak mendengar kelucuan Lauren. Bagaimana bisa anak sepolos dia bicara seperti itu? Siapa yang mengajarkannya? Astaga! Sejak kapan anak ini mulai menjadi genit seperti ini?

 

“Ahh kau ini lucu sekali. Aku tidak memiliki kekasih sayang. Memangnya siapa yang mau menjadi kekasih Paman? ” Kata pria menyebalkan itu sambil menatap kearahku.

Apa yang ia pikirkan? Apa aku akan mau menjadi kekasihmu.

 

“Benarkah? Paman sangat tampan tapi paman tidak memiliki kekasih. ”

 

“itu karna tidak ada wanita yang mau dengannya. Makanya dia tidak memiliki kekasih. ” Aku menimpal perkataan Lauren dengan jengkel.

 

“Kalau begitu paman mau jadi kekasihku? ” Kata Lauren yang membuat semua tertawa.

 

Anak ini benar-benar? Bagaimana dia bisa mengucapkan hal itu. Ahh, aku bisa gila. Kenapa anak-anak sekarang mengerti tentang cinta?

 

“Aigoo! Lauren! Kau ini masih kecil. Ah, Ya sudah Aunty pergi dulu nde. Ingat jangan nakal nde?.” tuturku pada Lauren lalu mencium keningnya sebelum pergi.

 

 

 

  • °°°• Touch My Heart •°°°•

Author Pov :

 

Disepanjang perjalanan mereka hanya terdiam. Tidak ada percakapan di antara mereka. Yoona fokus menyetir, sedangkan Siwon sibuk menatap Yoona lebih tepatnya mengagumi makhluk tuhan yang paling indah dihadapannya ini.

 

“Apa? Kenapa kau melihatku seperti itu?” Yoona memecahkan keheningan karna ia merasa risih ditatap seperti lukisan yang sedang dipajang.

 

“Aku hanya mengagumi keindahan yang ada dihadapanku. Sayangkan jika di sia-siakan. ” Siwon tersenyum jahil.

 

“Berhentilah menatapku seperti itu! Kau bisa melihat ke luar jendela untuk mencuci matamu itu.” ketus Yoona sinis.

 

“Tidak ada pemandangan yang lebih indah daripada dirimu honey. ” Ucap Siwon mulai menggoda.

 

“Aish,  sejak kapan namaku berubah menjadi honey, oeh? Namaku Im Yoona kau masih ingatkan?  Im Yoon Ah” Ucap Yoona kesal dan penuh penekanan. Siwon bergelak.

 

“Aku tau honey. Itu hanya nama panggilan sayangku padamu. Karna kau sangat manis seperti madu. ” Ujar Siwon sambil mengerlingkan sebelah matanya dengan senyum yang menggoda. dalam hati Yoona hanya mengumpat kesal.

 

“Oh ya honey,  kau begitu sangat menyayangi Lauren. Pasti semua pria akan merasa senang bila memiliki istri sepertimu. Kau Beda seperti wanita lainnya yang hanya mengurus dirinya sendiri daripada harus mengurus seorang anak. Aku berharap kau juga akan menyayangi anak-anak kita kelak. ”

 

“Kau bilang apa?  Anak kita? Jangan berharap! Siapa yang sudi mempunyai anak darimu.” wajah Yoona memerah menahan marah mendengar ucapan Siwon.

 

“sekarang berhentilah bicara atau aku akan menurunkanmu disini” Ancam Yoona dengan ketus.

 

“Kau ini galak sekali ya… Tapi aku menyukainya. Kau terlihat manis jika sedang marah. ” Pria itu tak berhentinya menggoda Yoona dan membuat Yoona kesal.

 

 

 

  • °°°•

 

Setelah tiga jam menempuh perjalanan ke Seoul menuju Gangwon. Akhirnya mereka sampai ke Hwacheon Sancheoneo Ice Festival. tempat yang paling diminati oleh banyak pengunjung. Dimana ikan-ikan sancheoneo, ikan sejenis ikan trout berkembang biak dengan baik disini. Bahkan Festival ini juga menampilkan beberapa atraksi terutama memancing ikan sancheoneo dengan cara melubangi lapisan es yang menutupi sungai. Bahkan yang paling menantang adalah saat menangkap ikan di dalam kolam menggunakan tangan kosong dengan memakai kaos dan celana pendek. Dan pastinya itu sangat seru untuk mencobanya.

 

“waah! ramai sekali. Aku tidak pernah melihat festival seperti ini. ” Siwon nampak kagum melihat keramaian di festival ini.

 

“Tentu saja. Mana ada festival seperti ini di Amerika? ” kata Yoona sambil mencari keberadaan teman-temannya.

 

“Ahh,  itu mereka. Hai eonni!” teriak Yoona sambil melambaikan tangannya. Lalu Yoona berjalan menghampiri mereka dan diikuti Siwon dari belakang.

 

“Maaf aku telat. ” tanya Yoona.

 

“Gwenchana, Kita juga baru datang. Iya kan Oppa” jawab Yuri yang sedang bergandengan dengan kekasihnya Lee Joongwon.

 

“Nde. ” ucapnya singkat.

 

“Oh Luhan! Kau juga ikut? ” Ujar Yoona saat melihat Luhan berada dibelakang antara mereka bertiga.

 

“Ah,  iya noona!  Aku bosan dirumah. Jadi aku ikut Tiffany Noona kesini. ” Kata pria berwajah baby face itu yang merupakan sepupu dari Tiffany. dia merupakan teman sekelas Seulgi. Dan dia juga sering bermain kerumah untuk menemui Seulgi.

 

“Oh ya Yoong. Namja tampan yang bersamamu ini siapa? Kekasih barumu ya? ” Seru Tiffany penasaran.

 

“Aish,  bukan. Dia itu… ”

 

“Calon suami Yoona. ” Siwon memotong ucapan Yoona sambil mengulurkan tangannya.

 

Mata Yoona membesar dengan mulut terbuka. Dia terlihat terkejut mendengar perkataan Siwon.

 

“Calon suami? Jinjja? Apa dia gila? Tadi dia bilang ingin memiliki anak dariku. Sekarang dia mengaku calon suamiku. Tsskk!” Yoona mengumpat dengan kesal.

 

Mereka menjabat tangan Siwon dengan ramah.

 

“Wooahh, aku tidak menyangka. Kau secepat itu mendapatkan pengganti si ikan itu. Kalian benar-benar serasi. ” Kata Yuri menyukai pilihan Yoona.

 

Saat Yoona akan protes, Siwon memeluk bahu Yoona dengan posesif. Yoona kesal saat melihat tangan Siwon memeluknya seakan dia itu miliknya.

 

“benarkah? ” Kata Siwon dengan senyumnya yang menawan.

 

“Iya itu benar. Kalian memang sangat cocok. ” timpal Tiffany.

 

“Eonni, dia itu bu… ”

 

“bagaimana kalau kita mancing sekarang. Sepertinya sangat seru! “Siwon sengaja memotong perkataan Yoona.

 

“Ah iya kau benar Siwon-ssi, memancing di sini memang sangat menyenangkan. Apalagi kalau kau suka tantangan. Kau bisa memancing di dalam kolam yang dingin dengan tangan kosong dan hanya memakai kaos dan celana pendek saja. Dan hadiahnya juga sangat menarik. ” Jelas Yesung panjang lebar.

 

“Oh benarkah? ”

“Nde itu benar. dan kau tidak akan mampu melakukannya. Karna itu sangat dingin. ” Kata Yoona dengan nada menyindir.

 

“Kau menantangku honey? Aku akan melakukannya. Jika aku memenangkan lomba itu. Kau harus menuruti semua keinginanku, bagaimana? ” Siwon mengambil kesempatan ini untuk bisa mendekati Yoona. Meskipun dia sendiri tidak yakin bisa melakukannya.

 

Yoona nampak berpikir sejenak sebelum dia menyetujuinya. Yoona sangat yakin jika pria itu tidak akan bisa melakukannya. Mengingat suhu saat ini dibawah 0 derajat celcius. Apalagi hanya memakai T-shirt dan celana pendek.

 

“Baiklah! Tapi kalau kau yang kalah, kau harus berhenti menggangguku. ” ucap Yoona.

 

“Okey, deal! ” Ucap Siwon sambil mengulurkan tangannya.

“Deal! ” balas Yoona.

 

Lalu kini mereka semua berada di mana kolam ikan itu berada. Dan Siwon mulai melepas mantel hangat dan sepatunya. Siwon dapat merasakan hawa dingin disekujur tubuhnya, tapi sebisa mungkin menghalau rasa dingin itu.

 

“Kau sudah siap? Sekarang masuklah dan bersiaplah untuk kalah. ” Seru Yoona dengan sinis.

 

Siwon hanya tersenyum penuh misteri dan ia mulai masuk ke dalam kolam itu. menangkap ikan dengan tangan kosong bersama lima puluh peserta lainnya. Dan mereka harus menangkap ikan maksimal tiga ekor.

 

Satu persatu pesera gugur dalam perlombaan ini karna tidak kuatnya dingin yang menusuk kulit mereka. kini hanya menyisakan dua puluh orang peserta yang bertahan dalam perlombaan itu. dan dia berhasil menangkap dua ekor ikan trout.

 

Walaupun sulit untuk menangkapnya Siwon tetap bersemangat menangkap ikan itu sampai akhir.

 

Sedangkan Yoona selalu berdoa agar Siwon gagal dalam perlombaan itu dan dia bisa terbebas darinya. Namun Yoona merasa khawatir saat melihat satu persatu peserta itu gagal dan peluang untuk Siwon menang semakin besar. Dan hingga pada detik-detik terakhir Siwon mampu mengalahkan semua peserta dengan berhasil menangkap tiga ekor ikan trout.

 

Siwon menghampiri Yoona dengan bibir yang membiru dan tubuh yang menggigil.

 

“Aku berhasil melakukannya. Kau harus menepati janjimu. ” Siwon menatap Yoona penuh arti. Namun Yoona membalas tatapan itu dengan kesal. Lalu Yoona pergi begitu saja.

 

Saat Yoona melangkah beberapa langkah. Tiba-tiba pertahanan Siwon runtuh. Tubuhnya terkulai lemas di atas salju yang dingin.

 

“Siwon-ssi? ” pekik Yuri dan semua teman-taman Yoona.

 

Yoona yang mendengar pekikan itu menoleh kebelakang dan terkejut saat melihat Siwon tergeletak di atas salju. Lalu ia berlari menghampirinya.

 

“eonni dia kenapa? ” tanya Yoona sedikit khawatir.

 

“Aku tidak tahu Yoong. Saat kau pergi dia langsung pingsan. ” ucap Yuri.

 

“dia hanya pingsan. Kau tidak usah khawatir. ” jawab Yesung notabandnya adalah seorang dokter.

 

“kalau begitu Kita bawa dia ke mobil saja hyung. ” Ujar Luhan.

 

“nde, kau benar Luhan,  kau bisa membantuku. ” Yesung meminta bantuan Luhan untuk memapah Siwon ke dalam mobil Yoona.

 

Yesung mencoba membangunkan Siwon dan menghangat tubuhnya. Dan tidak berapa lama Siwon pun tersadar dari pingsannya.

 

“Kau tidak apa-apa Siwon-ssi?” tanya Yesung.

 

“Gwenchana. Kau tidak usah khawatir. ”

 

“Aish,  kau ini! Kenapa kau selalu membuat orang khawatir? Kalau kau tidak bisa melakukannya, kau bisa mengatakannya langsung. Tidak usah memaksa dirimu untuk melakukannya. ” omel Yoona dengan kesal.

 

“Hei Yoong!  Bukankah kau yang dari tadi khawatir. Kenapa kau sekarang memarahinya? ” Seru Tiffany yang merasa aneh dengan sikap Yoona.

 

“eonni, aku tidak khawatir. Aku hanya takut jika orang tuaku mengetahuinya. maka mereka akan menyalahkanku. ” Kata Yoona membenarkan.

 

“kalau begitu kau ajak dia pulang,  kasihan,  dia pasti butuh istirahat. ” kata Yuri menasehati.

 

“Ahh,  baiklah. Kalau begitu aku pulang dulu nde? Bye! ” Ucap Yoona berpamitan pada semua sahabatnya. Lalu Yoona melajukan mobilnya perlahan meninggalkan kawasan Gangwon-do.

 

 

 

  • °°°•

 

“Hentikan mobilnya? ” perintah Siwon pada Yoona.

 

“Mwo? Tapi kau kan—”

 

“Aku tidak apa-apa honey. Sekarang hentikan mobilnya.” potong Siwon.

 

Yoona pun menepikan mobilnya di jembatan sungai han. Lalu Siwon turun dari mobil dan bergerak menuju kemudi dan membuka pintu mobil Yoona.

 

“Ayo turun! ”

 

“Mwo?”

 

“Maksudku, biar aku saja yang menyetir.”

 

“Tapi…” Yoona hendak protes namun Siwon menyelanya.

 

“Tidak ada tapi-tapian. Ayo cepat turun.”

 

Dengan terpaksa Yoona turun sambil mencibir tak jelas. mereka berpindah posisi dan kini Siwon yang mengambil alih kemudinya. Lalu Siwon membanting stir dan berbalik arah.

 

“Yak, apa yang kau lakukan? Kenapa kau berputar arah?” bentak Yoona terkejut.

 

“Kita pergi kencan. sayangkan kalau pulang. Aku sudah menunggu moment seperti ini.”

 

“Mwo? Kencan katamu? Tssk, aku tidak mau. Sekarang putar balik dan kita pulang.”

 

“Tidak honey, kau masih ingatkan tentang kesepakatan kita tadi? Kau akan menuruti semua kemauanku.” Ucap Siwon melirik kearah Yoona dengan senyum penuh kemenangan. Yoona hanya terdiam sambil berdesis kesal.

 

“Lalu kau mau membawaku kemana?” cetus Yoona.

 

“Nanti kau akan tau sendiri.” tukas Siwon masih fokus mengemudi.

 

tidak berapa lama Siwon pun sampai pada tujuannya. Yoona mengernyitkan dahinya saat mengetahui tempat yang dia datangi.

 

“Namsan Tower?” tanya Yoona.

 

“nde, kita kencan disini saja. Kajja!” Ucap Siwon sambil menggenggam jemari Yoona.

 

Yoona bergeming menatap tangan Siwon yang menggenggam erat tangannya.

 

Siwon mengajak Yoona menuju N Seoul Tower dengan menggunakan cable car. tidak ada percakapan di antara mereka.  mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Entah kenapa suasana menjadi canggung. mereka juga tidak tahu harus memulai pembicaraan darimana. Yoona hanya melempar pandangannya keluar dan menikmati keindahan kota Seoul di malam hari.

 

“Yoong.” panggil Siwon.

 

“Waeyo?” kata Yoona dingin tanpa menoleh pada Siwon.

 

“Sudah 15 tahun tidak bertemu, tapi sikapmu selalu dingin padaku. Memangnya apa salahku sehingga kau begitu membenciku.” Tanya Siwon yang sangat penasaran kenapa Yoona membencinya.

 

Yoona beralih menatap Siwon dengan datar. “itu karna kau sangat menyebalkan? ” Cetus Yoona dengan sinis.

 

“memang aku ini sangat menyebalkan. Tapi tidakkah kau ingat kita pernah menjadi teman baik. Tapi sikapmu berubah ketika Jonghyun pindah ke Jerman.”

 

“Aish, bahkan sampai sekarang pun kau tidak menyadari apa kesalahanmu? ”

 

“Mwo? Kau jangan membuatku bingung. Sungguh katakan padaku apa yang terjadi.” Siwon menatap Yoona dengan lembut.

 

“jadi kau belum mengetahuinya? ” kata Yoona datar. Siwon menggeleng pelan.

 

Dia sungguh tidak tahu penyebab kenapa Yoona sangat membencinya. Sampai-sampai dia tidak mau menerimanya lagi sebagai teman. Bahkan ketika hari natal pun dia selalu bersikap acuh tak acuh pada Siwon.

 

“baiklah, aku akan mengatakannya padamu.” hening sejenak. “Aku tahu bahwa kau adalah seorang pembohong besar. Kau kan yang membalas semua surat yang ku berikan untuk Jonghyun oppa?” Kata Yoona dengan sakartis.

 

“Kau tahu tentang itu?” Kata Siwon terlihat gugup dan kaget. dalam pikirannya dia bertanya-tanya? Bagaimana, kapan, dan dimana dia bisa tahu semuanya? Padahal dia yakin da tidak pernah mengatakan apapun waktu itu.

 

“Nde, kenapa? Kau bingung kenapa aku bisa mengetahuinya?” cetus Yoona sinis.

 

Siwon terdiam, ia ingin mendengar penjelasan Yoona selanjutnya.

 

“Dan satu hal lagi yang aku ketahui. dia tidak pernah membalas satu surat pun dariku. Tapi kau selalu meyakinkan diriku jika dia menyukaiku.  Kau telah mempermalukanku di depan semua anak-anak. Jadi jangan harap aku akan memaafkanmu, kau ingat itu Choi Siwon” jelas Yoona dengan tatapan marah dan kesal. Namun bukannya merasa bersalah Siwon malah bergelak mendengarnya. Yoona menautkan alisnya heran.

 

“hahaha, jadi karna itu kau marah padaku sampai saat ini? Astaga Aku kira aku melakukan kesalahan besar. Ternyata hanya karna itu.” kata Siwon dengan santainya.

 

“Apa maksudmu hanya karna itu? Jelas saja itu adalah kesalahan terbesarmu. Kau tahu aku menyukainya dan kau malah membohongiku dengan memberiku harapan palsu.” omel Yoona dengan amarah yang tadinya tertahan di dada kini naik ke ubun-ubun.

 

Bersamaan dengan itu cable car yang mereka tumpangi sampai pada Namsan tower. Yoona lantas turun dan meninggalkan Siwon begitu saja.

 

Dalam hati Siwon tersenyum senang, karna tahu apa yang membuat Yoona marah padanya. Jadi hanya karna cinta monyetnya di masa kecil dulu. Siwon menyusul Yoona dan menyamai langkahnya.

 

“Okey, aku akui aku salah. Tapi Sejak kapan kau mengetahui semuanya?” tanya Siwon penasaran. Yoona menghentikan langkahnya dan menatap galak kearah Siwon.

 

“Sejak dia akan pergi ke Jerman. waktu itu aku datang ke kelasnya dan hendak memberinya hadiah kenang-kenangan padanya. ”

 

Flashback

 

Saat itu Yoona merasa sangat bahagia saat menerima lembaran surat berwarna merah jambu yang berada dibawah meja bangkunya. Ia senang membaca isi surat tersebut dengan seuntai puisi sederhana. Namun menyentuh hatinya.

 

Sepulang sekolah Yoona langsung bergegas kekamarnya dan kembali membuka email miliknya dan mencari Choi Prince. Dia tuliskan di emailnya bahwa dia sangat suka dengan puisinya. mereka juga sering chatting melalui massager.

 

“Oppa? Aku sangat senang jika kau juga menyukaiku. tapi kenapa setiap kita bertemu sikapmu selalu biasa saja padaku? Apa kau malu?” ketik Yoona dan mengirimkannya pada Jonghyun yang tak lain adalah akun milik Siwon.

 

“Ah, tidak Deer. Aku hanya belum siap jika semuanya tahu.”

 

“Ah begitu. Oh ya puisi oppa bagus sekali aku suka. Aku tidak menyangka kalau oppa sangat pandai membuat puisi.”

 

“Kau selalu memuji. Itu karna aku memang sangat menyukaimu, makanya aku bisa membuat puisi itu.”

 

“hmm, Oppa kau tahu. Awalnya aku sangat takut saat aku menulis surat untukmu. Tapi aku merasa senang saat Siwon bilang padaku jika Oppa juga menyukai.” Yoona menunggu balasan dari Jonghyun alias Siwon.

 

1 menit…

2 menit…

5 menit…

 

Pesan itu baru diterima oleh Yoona. Yoona tersenyum dan membacanya.

 

“Nde, oh ya Yoona. Besok aku akan pindah ke Jerman, orang tuaku baru saja memberitahuku. “

 

“Mwo? Ke Jerman? Apa itu jauh?”

 

“Nde, sangat jauh. Tapi kau tidak usah khawatir. Aku tidak akan melupakanmu. nanti jika kita sudah dewasa, aku akan pulang menemuimu.” Siwon lagi-lagi berbohong.

 

Saat membaca pesan itu Yoona menjadi sedih dan tidak membalas massanger dari Siwon yang berpura-pura menjadi Jonghyun.

 

Pada keesokan harinya tanpa memberitahu pada Jonghyun, dia menemuinya ke dalam kelasnya sambil membawa kado kenang-kenangan padanya. dan mengungkapkan semua perasaannya pada Jonghyun.

 

“Oppa, aku tahu ini sangat sederhana, tapi aku harap kau memyukainya, itu adalah hadiah kenang-kenangan dariku.” Yoona menyerahkan sebuah kado kecil kepada Jonghyun.

 

Jonghyun tersenyum menerimanya.

 

“Gomawo Yoong, kau baik sekali.” Ucap Jonghyun.

 

“Kau tidak ingin membukanya?” tanya Yoona antusias.

 

“Baiklah! Aku akan membukanya” Jonghyun membuka kado pemberian Yoona dan isinya adalah sebuah gelang bertuliskan I Love You. Membuat Jonghyun mengernyitkan dahinya tak mengerti.

 

“Apa maksudnya ini? Kau tidak salah memberikannya padaku?” kata Jonghyun bingung.

 

“tidak oppa, itu untukmu. Apa kau lupa? Kau kan yang membalas semua suratku. Dan kau juga bilang bahwa kau juga menyukaiku. Kita juga sering berchatting melalui email dan massanger.” jelas Yoona.

 

“Mwo? Aku tidak pernah menerima surat darimu apalagi menerima email.” ucap Jonghyun yang membuat Yoona sedih.

 

“Apa? Lalu siapa yang membalas suratku? Bukankah kau pemilik nama Choi Prince?” tanya Yoona.

 

“Bukan, mungkin akun milik sepupuku Choi Siwon. yah, memang dia sudah menyampaikan suratmu padaku. Tapi aku sudah bilang padanya juga kalau aku tidak menyukaimu. ” ujar Jonghyun. hati Yoona semakin sedih mendengarnya sekaligus marah. Marah bukan karna penolakan Jonghyun, tetapi marah karna Siwon telah membohongi perasaannya.

 

Lantas Yoona pun berlari meninggalkan kelas Jonghyun menuju kelasnya. tidak berapa lama Siwon dan Seolung pun tiba di kelas tanpa mengetahui apapun yang terjadi.

 

Flashback End

 

“Mainhaeyo, Yoong? Aku tahu aku salah. tapi aku melakukan itu semua karna aku tidak ingin melihatmu sedih.   Kau begitu senang saat menerima surat dari Jonghyun yang sebenarnya itu adalah tulisanku. Aku tidak tega jika aku harus menghilangkan senyum yang terukir diwajahmu.” jelas Siwon panjang lebar.

 

“Tapi itu sama saja bukan? Aku menerima kenyataan pahit. Jika dia tidak pernah membalas perasaanku. bahkan kau membuatku malu di depan teman-teman kelasnya.”

 

 

Hening.

 

“Kau tau, aku tidak bisa melupakan hal itu. Bagaimana kau bisa melakukan itu padaku eoh? Apa kau tidak pernah memikirkan perasaanku saat itu? Jika kau mengatakan yang sebenarnya padaku, mungkin aku tidak akan sesakit itu.  Dasar kau nampeun namja? ” Yoona menatap Siwon marah dan  menyerang Siwon. Yoona memukul dan menendang Siwon bertubi-tubi, sehingga membuat Siwon mengaduh sembari berusaha menangkis pukulan Yoona dengan tangannya.

 

“Yaakk! Yoona, hentikan! Aku tahu aku salah. Aku minta maaf.” Kata Siwon sambil menghindari pukulan Yoona yang barbar.

 

“Tidak akan, aku tidak akan memaafkanmu. Dasar kau namja bodoh! Otak burung!” maki Yoona kesal.

 

Namun saat Yoona memukuli Siwon, tak sengaja dia melihat sosok yang sangat dia kenal. Seorang yang telah menorehkan luka dihatinya. Seketika Yoona memelankan pukulannya dan menatap nanar sepasang kekasih itu. Entah kenapa matanya tiba-tiba memanas. Dan buliran kristal itu pun tanpa sadar jatuh dari pertahanannya.

 

Siwon menatap Yoona bingung.

 

“Waeyo?” tanya Siwon saat melihat raut wajahYoona yang berubah murung.

 

Siwon mengikuti arah pandang Yoona. Dan Siwon paham apa yang dirasakan Yoona. Entah kenapa Siwon juga merasa sakit melihat wanita pujaannya ini menangis hanya karna namja sialan itu. Perlahan Siwon menarik Yoona kedalam pelukannya.

 

“Menangislah jika itu membuatmu merasa tenang?” Ucap Siwon menenangkan Yoona. Yoona menangis sejadi-jadinya hingga semua orang yang lewat menatap Siwon dengan tatapan aneh. Siwon tersenyum paksa pada mereka yang menatapnya.

 

SSRROOOTT!!! Yoona menyisikan ingusnya pada mantel Siwon. tak berapa lama isakan itu pun berhenti.

 

“Gwenchana?” tanya Siwon lembut

 

“Nan Gwenchanayo. Aku lapar aku ingin makan tteokbokki.” kata Yoona sambil berjalan menuju pedagang kaki lima yang berada dipinggiran Nasan Tower. Siwon berdesis saat menatap mantel dan syalnya yang basah karna air mata beserta ingus Yoona. Lalu ia menyusul Yoona.

 

To Be Continue…

 

Hufft, nyambung gak sih ceritanya? Maaf ya jika ada yang kurang berkesan. Mohon kritik dan sarannya. Oh ya follow my Watty aq ya @SimbaDeer307…dan baca beberapa ff aq disana.

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

40 Komentar

  1. susi

     /  Maret 10, 2016

    Oh yaampun ternyata siwon segitu sukanya pada yoona..😊
    Dari kecil bahkan sampe saat ini perasaan nya ga berkurang sama sekali malah kayanya bertambah besar..☺
    TErnyata alesan yoona segitu kessel nya sama siwon karna alasan itu ya,, haha😄😄 pantesan aja yoona kessel banget siwon juga sih iseng pake acara beles surat yoona segala,, iya sih niatnya baik ga mau liat yoona kecewa tapi malah bikin yoona malu saat dia bertemu langsung sama jonghyun yang emang ga tau apapun tentang surat itu..
    Tapi kan itu cuma masa lalu yoong lupain dong dan liat gimana perasaan siwon yang sesungguhnya ke yoona..
    Moga setelah ini yoona yoona ga terlalu kessel lagi ya sama siwon..
    Pengen deh segera ada momen-moment sweet nya mereka..
    Tapi kalo yoona nya masih dingin gitu kaya nya bakal sulit..😔
    Ff ini dirombak ya tapi jadi lebih bagus..👍👍

    Balas
  2. siska21

     /  Maret 12, 2016

    Yak yoona jorok bener , aa choi siwon lucu hobby nya godain anak orang,semangat ya thor nulis tak tunggu kelanjutannya,

    Balas
  3. Ya ampun yoona marahnya lama banget. Masa dari kecil sampai dewasa masih kesel aja ke siwon. Tapi nanti baikan ya, kan siwon sudah minta maaf. Ffnya makin seru di chap ini.

    Balas
  4. Aiueo

     /  Maret 15, 2016

    Semoga yoong bisa Mulai suka sma siwon ><

    Balas
  5. srie noer

     /  Maret 16, 2016

    Ooohh jd itu alasan yoona benci ke siwon oppa…to klo diliat dr gerak-gerik yoona dy sbnernya suka kan ma wonppa….lucu liat kelakuan yoona…..itu yg diliat yoona jgn2 hae oppa ma sica ya???? Lanjuuuuttt

    Balas
  6. Owh,,, alasan nya itu

    Balas
  7. srie noer

     /  Maret 29, 2016

    Ihh yoona jorok ngelap ingus sembarangan….hehehe ooooohh jd itu alasan yoona benci ma siwon oppa….g sabar baca lanjutannya kira2 yoona jadian g ya ma siwon oppa?????

    Balas
  8. Aku suka ini, seru, bikin ngakak😊

    Balas
  9. AuliaYW

     /  April 22, 2016

    Cie wonppa trnyta dri dlu udh ska sami yoona eonni, wonppa baex bngts smpe2 ngbhongi yoona eon :3

    Balas
  10. Nyambung banget eonni, aku sangay suka, lanjut…

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: