Best Mistake! part 1

CYMERA_20150730_172241

Best Mistake! part 1

 

Choi Siwon | Im Yoona | Tiffany Hwang

Genre  : Sad, Drama & Romance | Lenght : 3S | Rating: PG-15+

Summary:

‘Kebahagian tersembunyi di balik sebuah kejujuran. Karna sebuah kebohongan adalah awal kebencian itu muncul. Berawal dari sebuah kesalahan, tetapi sungguh bersamamu adalah sebuah kesalahan terbaik dalam hidup-ku’

 

Choi Leami storyline~

 

 

#HAPPY READING#

.

.

.

“Eomma… Aku masih tak percaya dengan semua ini?”

Wanita yang sendari tadi hanya diam melamun kini bangkit dan mendekat, seraya memeluk Yoona.

semua ini seakan seperti mimpi bagi-nya. Hari ini terjadi juga, hari dimana dia akan meninggalkan tempat yang begitu bersejarah dalam perjalanan hidupnya.

Dia seakan masih tak percaya dia akan meninggalkan tempat ini, tempat dimana dia mendapatkan seluruh kasih sayang yang lama tak ia dapatkan dari kedua orang tuan-nya.

Yoona ingin seraya bangun dari mimpinya dan mengakhiri semua. Tapi itu tak bisa dilakukannya karna ini semua sungguhan, bukan hanya sekedar bunga tidur seperti yang dia harapkan.

“Kau akan bahagia bersama-nya, percayalah. Eomma yakin itu” ucap wanita itu tulus dengan begitu yakin.

Dia tetaplah wanita dewasa yang begitu merasa kehilangan begitu salah satu putri angkat-nya akan meninggalkan tempat ini.

Wanita paruh baya yang di panggilnya eomma itu begitu menyayangi Yoona, meski bukan ibu biologis dari Yoona dia sudah menggangap Yoona seperti putri-nya sendiri.

Hidup bertahun-tahun dengan Yoona membuatnya merasa berat untuk melepaskannya.

Yoona bukan lagi gadis manis-nya seperti sedia kala. Tapi Yoona akan memiliki jalan hidup sendiri, jalan lebih panjang bersama suaminya.

Hidup bahagia bersama suaminya adalah harapan terbesarnya.

Memiliki keluarga yang begitu harmonis dan semoga Tuhan segerah menitipkan malakikat kecil di keluarga kecil ini. Itu adalah doa wanita itu untuk Yoona.

Dia berharap tuhan jesus mengabulkan semua permohonan-nya.

Putri-nya itu pantas untuk bahagia, setelah berapa sulit jalan hidup yang dijalani Yoona setelah kehilangan seluruh keluarga-nya.

Dia masih ingat betul kejadian sepuluh tahun silam saat gadis itu menangis begitu kencang dengan tubuh penuh dengan darah yang kotor. Gadis itu datang memeluknya dan memangil-nya Eomma.

Tepat saat Yoona mengalami kecelakaan di Busan sepuluh tahun lalu. Yang merengut kedua orang tuanya juga kakak perempuan yang dimilikinya.

Membuatnya hidup sebatang karah.

Tapi dia bersyukur ada orang yang berbaik hati membawahnya kemari, Menolongnya, mengurus dan begitu menyayanginya.

Meski hanya tinggal di sebuah panti milik sebuah yayasan gereja tak jauh dari tempatnya tinggal, yang letaknya di Seoul dan mengharuskannya untuk pindah kesana.

Meski kala itu dia masih cukup belia untuk mengerti keadaannya.

Dulu Yoona gadis manis yang begitu cengeng dan manja. Yang kini sudah tumbuh menjadi wanita dewasa yang resmi menjadi seorang istri dari keluarga terpandang._

“Ne.. Aku berharap juga begitu” jawab Yoona sendu

Tetes-tetes air mata itu tak dapat Yoona sembunyikan lagi. Lelehan matanya begitu deras, padahal dirinya juga tak menginginkannya.

Dia tidak mu terlihat begitu cengeng.

“Kenapa kau menangis?” meraih wajah Yoona dan menghapus air mata yang masih mengalir pada pipi Yoona. “Sekeras apapun kau menyangkal semua itu akan tetap sama. Kau sudah menikah, kau bukan lagi seorang gadis, sekarang kau wanita bersuami. Kaulah wanita terbaik yang dipilih Ny.Choi untuk putra-nya”

Benarkah ia akan menjadi wanita terbaik untuk Siwon.

Jujur Yoona sendiri tak bisa berpikir seperti apa rumah tangganya nanti, meski baru semalam dia resmi menikah dengan Siwon. Pria itu begitu dingin pada-nya.

Pria itu seakan tak menginginkannya. Dan hal itu membuat Yoona sulit.

Jika Eomma-nya begitu yakin ia akan bahagia tapi tidak dengan diri-nya. Membayangkan Siwon- suaminya semalam seperti apa.

Pria itu begitu membenci dengan pernikahan ini. Siwon tak pernah menginginkan pernikahan ini terjadi, pernikahan yang membawah kehancuran dalam hidup-nya.

Jangankan untuk bicara. Hanya untuk memandang-nya saja pria itu seakan tak mau.

Sebegitu hina-nya kah dirinya.

Yoona tahu, wanita itu cukup tau diri.

Dia hanya seorang wanita biasa yang tiba-tiba di paksa menikah oleh wanita yang memiliki deligasi terbesar dipanti tempatnya tinggal.

Yoona tak bisa menolak, mengingat wanita paruh payah itu memilki pengaruh besar dalam hidup-nya selama tinggal dipanti.

Choi Jang Mi- nama wanita paruh baya itu. Wanita itu begitu mencintai Yoona sejak awal pertemuan mereka beberapa tahun belakang.

Sejak awal Jang Mi memang selalu mengatakan akan menikahkan putra-nya dengan Yoona. Awalnya Yoona hanya mengirah wanita itu bergurau, tapi suatu hari wanita itu membawah-nya ke depan Siwon dan memperkenalkannya sebagai calon istri pilihan-nya.

Sejak saat itulah dia merasa Siwon begitu membencinya. Tapi pria itu tak bisa menolak permintaan dari sang ibu.

“Kenapa melamun…. Pergilah Suamimu pasti sudah menunggu lama”

Yoona menyeret copernya keluar di dampingi wanita yang di panggilnya eomma tadi.

Siwon keluar dari mobil begitu melihat Yoona disana.

Seraya mengambil beberapa koper yang dibawah Yoona dan memasukannya kedalam bagasi mobil.

“Nak Siwon jagalah Yoona dengan baik” nasihat wanita itu pada Siwon.

“Nde ahjumma”

“Baiklah kita akan segera pergi. Jaga diri Eomma, aku akan sering kemari untuk mengunjungi kalian. Aku janji”

“Ya, Eomma akan jaga diri Eomma. Begitupun dengan-mu, makanlah dengan teratur. Pintu ini akan selalu terbuka lebar untukmu”

Mereka berdua berpelukan, meski Yoona tak dapat menahan lelehan matanya yang masih saja keluar.

Kemudian Yoona masuk kedalam mobil dan pergi dari sana.

.

.

.

“Apa lagi yang ingin Oppa katakan” ucap Tiffany tanpa basa-basi begitu pria yang ditunggunya datang.

“Setidaknya biarkan aku untuk duduk lebih dulu”

“Maaf.. Duduklah”

Selanjutnya Siwon menarik kursi dan duduk dihadapan Tiffany.

“Angkat wajah-mu” perintah pria itu tegas. “Kau tak mendengarku, ku bilang angkat wajah-mu, Fanny” lanjutnya begitu Tiffany tak kunjung mengindahkan perkataannya.

“Orang-orang sedang mengawasi kita?”

“Lalu apa masalahnya?”

“Ini tempat umum, orang-orang mungkin mengenal-mu”

“Baiklah kita pergi dari sini”

Langsung saja Siwon mengandeng Tiffany keluar dari cafe itu.

***

Choi Siwon- orang mana yang tak mengenalnya. Pria tersukses di korea dengan usianya yang masih relatif muda.

Meski perusahaan yang dipimpinnya sekarang warisan dari sang ayah. Tapi Hyundai bisa berkembang begitu pesat di bawah pimpinan Siwon, anak cabang Hyundai bahkan ada di setiap kota di seluruh Korea.

Kehilangan seorang ayah di usianya yang masih muda membuatnya harus mengantikan sang ayah sebagai CEO.

Di usianya yang baru menginjak 20 tahun Siwon harus mengalami hal yang begitu rumit dalam hidupnya.

Setelah kehilangan sang ayah, ibunya yang masih begitu tak terima dengan kepergian sang suami, belum lagi perusahan yang ditinggalkan dalam kondisi yang kurang baik, itulah yang membuatnya bertekat untuk melanjutkan bisnis sang ayah dengan kemampuan yang dimilikinya kala itu.

Siwon harus pontang-panting, antara membangi waktunya untuk sang ibu, juga waktu untuk perusahaaan, meski ada beberapa orang yang masih dapat dipercayanya. Tapi tak membuatnya menyerahkan semuanya pada mereka.

Yang membuatnya begitu kalam kala itu adalah kondisi psikis ibu-nya.

Saat ayahnya pergi ibunya begitu terpukul, bahkan ibunya berencana untuk menyusul sang ayah. Saat-saat itu adalah saat tersulit dalam hidup mereka.

Dialah satu-satunya tumpuhan hidup bagi sang ibu. Terlahir seorang diri tanpa saudara disampingnya membuat mereka begitu sulit.

Itulah alasan mengapa dia tak bisa untuk berkata ‘tidak’ pada sang ibu.

Seperti saat itu, dia tak bisa menolak ketika ibunya datang padanya dengan mata yang berbinar, membawah seorang gadis yang dipilihnya sebagai istri. Padahal kala itu Siwon memiliki seorang kekasih yang masih sangat dicintainya.

***

Siwon membimbing Tiffany untuk segera masuk kedalam mobil.

Dia sengaja membawah Tiffany pergi dari sana, Siwon harusnya menemui Tiffany jauh dari lokasi perusahaannya. Karnanya banyak orang mengawasi mereka begitu ia mengandeng seorang wanita berbeda dengan orang yang dinikahinya kemarin.

“Aku sudah mengatakannya, disini banyak orang yang mengawasi kita”

protes wanita yang sendari tadi di gandeng-nya begitu mereka berdua memasuki mobil.

Siwon tak menangapi keluhan Tiffany, pria itu hanya fokus pada kemudinya.

Setelah menempuh waktu beberapa menit mereka turun disebuah taman kota. Karna sekarang musim semi membuat pemandangan pada taman itu terlihat lebih indah.

Bunga bermekaran dimana-mana.

Tapi tidak untuk kedua insan manusia ini. sejak berada di taman ini mereka hanya sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing

Dalam kesunyian seperti ini membuat Tiffany merasa tak nyaman. Dia berinisatif untuk memulai pembicaraan lebih dulu.

“Apa yang ingin Oppa katakan?”

Tiffany harus menunggu beberapa menit, tapi tak kunjung ada jawaban dari Siwon.

“Jika Oppa masih mengatakan hal yang sama_” Tiffany sedikit menjeda kalimatnya untuk mengambil nafas, sebelum melanjutkannya kembali “Maka jawabannya tetap sama. Tidak, aku tidak mau melakukannya”

“Kenapa? Apa kau tidak mencintai-ku lagi” ucap Siwon begitu senduh. Lagi-lagi Tiffany menolaknya.

“Aku tak bisa melanjutkan hubungan terlarang ini… Aku begitu takut”

“Kenapa tidak. Aku janji akan segera menceraikannya, kau hanya perlu percaya dan menunggu-ku. Setidaknya beri aku sedikit waktu lebih lama”

“Tapi kapan?”

Air matanya tak dapat lagi dicegah. Menjalani hubungan yang begitu rumit dengan Siwon membuat kehidupannya dirundung rasa takut dan gelisah.

Apalagi saat Siwon datang menjelaskan padanya bahwa Eomma-nya mengingginkan wanita lain yang menjadi istrinya.

Saat itu Tiffany tak bisa berbuat apa-apa. Karna sejak awal pertemuan mereka ibu Siwon terkesan begitu membencinya.

Wanita paruh baya itu bahkan menolak jika Siwon mengajaknya untuk bertemu dengan Tiffany.

“Ku bilang beri aku sedikit waktu lagi, aku berjanji. Aku hanya butuh waktu untuk meyakinkan Eomma”

“Itulah yang aku takutkan, ibu-mu. Dia mungkin saja_” belum sempat Tiffany melanjutkan kalimat terakhir-nya Siwon mendekat dan merengkuh-nya.

Dia takut ibu Siwon melakukan hal-hal buruk padanya begitu mengetahui hubungan terlarang mereka.

“Tak ada yang perlu kau takuti, aku akan selalu ada untuk-mu” ucap Siwon begitu yakin.

.

.

.

Siwon mencium aroma sedap begitu pria itu masuk kedalam rumah mereka. Ternyata Yoona- istrinya sedang sibuk memasak disana.

“Oppa kau sudah datang” seraya melepas celmeknya dan berjalan ke sisi Siwon.

Tapi pria itu justru menjauh dan memilih berjalan kedalam kamar mereka.

“Aku sudah mengisi bathup-nya dengan air hangat, segeralah mandi. Aku akan menunggu Oppa untuk makan malam, aku juga sudah memasak makanan kesukaan Oppa” mengikuti Siwon kedalam kamar untuk menyampaikannya.

Tapi Yoona tak kunjung beranjak setelahnya.

“Kau masih disini, pergilah. Aku harus mandi. Setelahnya aku akan turun”

“Baiklah”

Kemudian Yoona keluar dari sana dan melanjutkan kegiatan memasaknya.

Sejak pindah kemari Yoona selalu menyibukan diri dengan berbagai kegiatan rumah tangga seperti pada umumnya.

Yoona bersyukur ibu mertuanya begitu mengerti dirinya, Jang Mi sengaja menyiapkan taman kecil dekat kolam renang untuk Yoona, yang mungkin merasa bosan jika dirumah sendirian.

Setiap pagi dan sore hari Yoona selalu memasak untuk suami-nya meski terkadang Siwon tak memakannya dengan alasan sudah makan diluar.

Dan hasilnya, ia akan membagikannya pada para pekerja di rumah-nya. Mereka sangat senang saat Yoona hadir disana, wanita itu begitu baik pada semua orang.

Tapi kali ini Yoona bersyukur, Siwon tak menolak saat Yoona mengajaknya makan malam bersama.

Siwon yang sudah turun dari tangga langsung duduk pada kursi meja makannya. Yoona tersenyum melihatnya.

Langsung saja Yoona melayani Siwon. Mengambil mangkuk nasi Siwon dan mengisinya dengan berbagai masakan yang mengugah selerah didepannya.

Yoona tak bisa menyembunyikan kegembiraannya begitu Siwon memakan lahap masakannya.

Sepertinya pria itu begitu lapar, atau dia memang menyukai masakan istri-nya.

Wanita itu sendari tadi tak bisa berhenti tersenyum.

Meski setelahnya Siwon langsung masuk pada kamar dan meninggalkannya tanpa sepatah katapun.

Yoona tak mempermasalahkannya.

Dia sudah sangat senang saat Siwon mau memakan masakannya, apalagi tadi dia menghabiskannya.

Setelah menyelesaikan semuanya, dari mulai membereskan meja hingga mencuci piring dengan segera Yoona menyusul Siwon memasuki kamar.

Begitu masuk dapat Yoona lihat pria itu- suaminya, masih saja berkutat pada labtob-nya.

Dia memakluminya Siwon adalah pria yang sibuk.

Hingga Yoona memutuskan untuk berbaring lebih dulu.

“Oppa istirahatlah… Kau mungkin lelah” Yoona mengucapkannya dengan begitu lembut berharap suami-nya menurutinya.

Namun tak ada jawaban dari Siwon. Dan itu membuat Yoona harus memaksakan senyum masamnya.

“Kalau sudah selesai segeralah tidur. Aku akan tidur lebih dulu” ucapnya, seraya mencari posisi yang nyaman dan segera tidur.

Meski sejak resmi menikah mereka tidur di ranjang, tapi mereka hanya sekedar tidur bersama. Tidak ada aktifitas lain diatasnya selain hanya tidur.

Bukan-nya Yoona menginginkan hal lebih, setidaknya Siwon mau memandangnya ketika tidur. Tapi pria itu justru selalu memungungi-nya.

.

.

.

Pagi-pagi sekali Tiffany mendapat sebuah pesan dari Siwon. Dimana isinya pria itu mengajaknya bertemu.

Jarang-jarang Siwon menghubunginya pagi buta seperti sekarang.

Tiffany sangat malas bertemu dengan pria itu, bahkan Tiffany sekarang mulai menjaga jarak dengan mantan kekasihnya itu.

Dia takut ada berbagai rumor tentang hubungannya dengan Siwon, dan tentunya imbasnya akan ke Hyundai. Itu sungguh membuatnya takut.

Tiffany adalah seorang model, awal pertemuannya dengan Siwon adalah saat dia menjadi salah satu brand ambasador sebuah product kecantikan di Hyundai.

Karna pekerjaan itu melibatkan Siwon secara langsung membuat keduanya menjadi dekat, dan akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan lebih serius.

Tiffany memang wanita yang cantik pantas jika Siwon tertarik padanya, tapi harusnya dia melupakannya saat dia sudah memiliki wanita lain disisi-nya.

Bukan malah mengejarnya untuk kembali. Itu membuat Tiffany begitu cemas dan gelisah.

Tapi dia merasa tenang saat mengetahui istri Siwon begitu cantik dan bisa mengurus Siwon dengan baik. Harusnya pria itu mulai mendekatkan diri pada istrinya.

Tapi yang membuatnya khawatir adalah ketika Siwon masih saja nekat menemui-nya dan mengajaknya untuk menjalin hubungan kembali.

Dia cukup tau diri, Tiffany tak mungkin merusak rumah tangga orang lain.

Dia bersumpah, tuhan tak akan tidur. Dia percaya tuhan bisa saja memberinya karma yang begitu menyakitkan saat dia benar-benar melakukannya,

Dan dengan cara menghilang sedikit demi sedikit dari kehidupan Siwon adalah cara terbaik yang dipilihnya. Meski seluruhnya dia masih tak bisa untuk menghidar, seperti sekarang Siwon mengirim pesan yang mengatakan akan segera menemuinya.

.

.

.

“Kau yakin dengan yang kau ucapkan?”

“Ya..” jawab Siwon yakin.

“Bagaimana bisa seperti itu? Kau tahu itu menyakiti hati istri-mu, Siwon” Tiffany tak habis fikir dengan rencana yang baru saja Siwon katakan.

Entah sudah berapa kali Tiffany memijat pada pelipisnya yang terasa berdenyut.

“Lalu bagaimana dengan-mu? Jangan bohong hati-mu juga mersakan sakit kan saat aku menikah dengan-nya”

Tentu saja, dia merasa sakit saat kekasihnya harus menikah dengan wanita lain. Tapi sungguh dia tak menginginkan hal ini terjadi, dia tak ingin Siwon kembali padanya dan mengemis untuk menunggu-nya.

Itu salah, Tiffany mengetahui apa yang dilakukan Siwon saat ini salah.

“Tapi aku cukup tau diri…”

“Jangan pikirkan apapun itu. Cukup pikirkan pekerjaan-mu dan makanlah dengan teratur, aku merasa kau semakin terlihat kurus. Aku akan pergi, dan jangan lupa untuk nanti siang”

Sebelum benar-benar beranjak Siwon mengecup puncak rambut Tiffany, hal sekecil itu saja tak pernah dilakukannya pada istri-nya. Yang justru dilakukannya pada orang lain.

Setelah Siwon mengatakan akan segera menemuai Tiffany, pagi-pagi sekali pria itu sudah di depan pintu apartemen rumahnya dengan membawah beberapa bungkusan yang isinya setumpuk topoki dan kimchi.

Siwon mengatakan Tiffany semakin kurus karna itulah dia sengaja datang membawah makanan.

.

.

.

Yoona merasa sangat senang saat Siwon baru saja menghubunginya.

Suaminya meninginkan Yoona untuk datang di sebuah lestoran yang tak dia mengerti.

Dia meminta bantuan pada salah satu sopir rumah mereka. Dengan segera mereka mengantar Yoona ditempat yang dimaksud, yang lokasinya memang cukup jauh dari tempat tinggalnya.

Butuh waktu sekitar empat puluh menit untuk sampai disana.

Yoona langsung turun begitu sampai dan mengatakan pada supir-nya untuk menunggu.

“Nde nyonya bisa masuk sekarang, Tn.Choi pasti sudah menunggu anda”

Supir itu tak bisa untuk tak tersenyum melihat Yoona begitu bahagia.

Penampilan Yoona memang masih terlihat biasa saja, tapi setidaknya wanita itu berpenamilan rapi sekarang. Dia tak mau membuat Siwon malu dengan penampilannya yang terbilang biasa bahkan terkesan sederhana untuk istri seorang presdir.

Wanita itu terlalu sederhana untuk Siwon, seorang yang tergolong perfectionis di setiap penampilannya.

Yoona tak bisa menyembunyikan senyumannya begitu kakinya melangkah masuk kedalam.

Namun senyuman itu harus luntur begitu melihat Siwon duduk tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang. Suaminya duduk di sisi seorang wanita cantik yang tak dikenalnya.

Meski wanita itu terlihat sedikit tak nyaman dengan perlakuan yang Siwon berikan.

“Yoona-ssi duduklah” ucap wanita itu berusaha mengakrabkan diri dengannya.

Entah sangupkah dia melihat pemandangan didepannya kini.

Siwon bahkan merasa tak bersalah sama sekali saat ini, dengan sengaja memperlihatkan perhatiannya dengan wanita itu.

Matanya tak bisa bohong. Siwon terlihat begitu menginginkan wanita di sampingnya itu.

Meski akhirnya Yoona harus mendudukan diri di depan kedua orang itu.

“Apa yang ingin Oppa sampaikan?” setelah cukup lama diam, Yoona akhirnya bersuara.

Dia sudah muak dengan mereka berdua. Dia ingin segera pergi dari sana.

“Dia Tiffany- kekasihku”

Yoona merasa tercekat pada pangkal tenggorokannya begitu mendengar apa yang baru saja Siwon ucapkan.

Demi tuhan, katakan ini hanya mimipi…

Kenapa dia memiliki suami yang sama sekali tak memiliki hati. Siwon begitu tega melakukan ini padanya.

Setidaknya pahamilah perasaannya. Dia tetaplah wanita biasa yang bisa merasakan rasa sakit saat suaminya dengan yakin mengatakan menjalin hubungan gelap dengan wanita lain.

Apa pria itu tak berfikir apa yang baru saja diucapkannya.

“Kau harus tau aku dan dia masih melanjutkan hubungan ini, ku harap kau mengerti_”

“Oppa…” Tiffany sengaja mencegah Siwon untuk melanjutkan kalimatnya. Istri-nya terlihat begitu terluka. Dia masih lurus menatap mereka meski matanya kini terlihat sudah berair.

“Apa ini yang Oppa inginkan?” ucapnya dengan bibir gemetar yang begitu ketara.

“Ya..”

“Baiklah… Lakukan apa yang ingin Oppa lakukan” entah kenapa kata itu yang keluar dari bibirnya, padahal dalam lubuk hatinya dia tak menginginkannya.

“Yoona-ssi maaf” Tiffany bersuara yang membuat Yoona tak bisa membendung air matanya yang kini menetes.

“Aku mengerti…” jawab Yoona dewasa.

Harusnya dia menyadarinya sejak awal, mana mungkin saat itu Siwon tak memiliki kekasih.

Pria yang tampan dan mapan, wanita mana yang tak menginginkannya.

Begitu bodoh dia sampai tak berfikir kesana dan menginginkan Siwon selalu di sisinya. Salahkah jika dia berfikir egois seperti itu, demi tuhan Siwon itu suami-nya. Dia juga menginginkan Siwon menjaga dan melindunginya.

“Jangan sampai Eomma mengetahui hal ini”

“Jadi Oppa meminta-ku untuk tidak mengatakannya pada Eomma. Ya aku akan melakukannya… Dan jika tak ada hal lain lagi yang di bicarakan, aku akan pergi”

Yoona segera pergi setelah mengatakannya.

Hatinya begitu hancur, Siwon mematahkan hatinya hingga berkeping-keping.

.

.

.

To be countinue….

Segini dulu ya first chapter-nya, ala-ala pemanasan. Karna ngetik di hp jadi maaf klo banyak typo. Jangan pada protes karna disini Yoona dibuat sengsara, namanya juga imajinasi *kwkwkw…

Capek ya ngingetin terus, ini chapter lho bisa part berapa aja nanti di protek jadi jangan pada kelabakan nanti begitu aku minta admin buat nge’protect’. Jadi mulai dari sekarang siapin ID kalian buat persiapan *hahaha…

Terakhir makasihhhhh banyak buat admin- kak echa/ kak resty yang mau nampung ff-ku…

Tinggalkan komentar

135 Komentar

  1. Terlalu serius ngbaca’a G sadar udah TBC aja😁

    Baru part awal udah bikin nysesek! feel’a dapet bgt jd kebawa perasaan ngebaca’a.. smg next part’a yoona deket ma rekan kerja siwon dan dia memberikan perhatian lbh ke yoona di depan siwon, biar siwon tau rasa. Masa punya istri cantik di sia2in.😡

    Balas
  2. Deery00ng

     /  April 13, 2016

    Baru juga chapter awal tapi udah nyesek aja
    next chapternya ditunggu unN

    Balas
  3. AuliaYW

     /  April 22, 2016

    Wonppa tega bnr mi yoona eon :3 nyesek

    Balas
  4. Viola donita

     /  Mei 10, 2016

    Part pertama aja udah nyesek bgt, tapi suka bgt sama cerita yg kaya gini. Ditunggu lanjutannya secepatnya ya👍👌

    Balas
  5. alyssa

     /  Mei 15, 2016

    Kerennnn… feelnya dapet…
    Sungguh teganya kau siwon… melakukan itu pd yoona… next chapternya yg cepet thor… semangat.

    Balas
  6. adistasdp

     /  Mei 24, 2016

    Gila gilaaaa nyesegggg bacanyaa siwon gapunya hati bat;’

    Balas
  7. hyo hee

     /  Juni 1, 2016

    👍👍👍👍👍 bagus part awalnya.. like it

    Balas
  8. Baby choi

     /  Juni 17, 2016

    Lg asyik bca eh ternyata tbc , lnjut thor prnasaran bgt sma ceritanya

    Balas
  9. AuliaYW

     /  Juni 30, 2016

    Is is is Siwon oppa kOx gtu bngt jahat -_- ngax mkir prsaan Yoona eonni..Yoona eonni orgnya baex & sbr lawpun Siwon oppa sprti itu & trang2an membritahu bhwa Tiffany adlh kekasihnya..

    Balas
  10. CokelatBiru

     /  Juli 6, 2016

    Tega bgt sih siwon,,, kan kasian yoona….
    Jd baper…

    Balas
  11. rinie l

     /  Juli 31, 2016

    Uhhh….begitu teganya siwon mengancurkan hati yoona…yg baca aja nyesek…moga aja siwon menyesal bgt coz buat yoona menderita…next thor…gomawo n fighting…

    Balas
  12. cho haena

     /  Agustus 1, 2016

    Padahal baru chapter awal tapi udah dibikin nyesek, apalagi kedepannya udah ikutan potek dah hati.. padahal tiffany baik tapi siwonnya kenapa jahat bgy ya..

    Ditunggu Kelanjutannya thor

    Balas
  13. greget banget unnie baru juga chap 1 😂

    Balas
  14. Siwon jahat tiffany mau lagi ngikutin siwon yg begitu

    Balas
  15. Siwon oppa, tega nian dikau kepada istrimu :'((
    Part awal nya dibikin nyesek beginih T__T ingatlah oppa, karma does exist!!!

    Saking asiknya baca sampe gak sadar, ehh udah nongol aja tuh tbc nya.. :((((((

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: