[FF] 4: 한번 더 기회 (One More Chance)

one more chance poster

g e e  p r e s e n t s

한번 더 기회 ‖ Length: Chaptered ‖ Rating: General

Genre

 Romance ‖ Friendship ‖ Sad

Starring

시원 ‖ 임윤아

Disclaimer

Please don’t do plagiarism

―ONE MORE CHANCE―

● 한번 더 기회 

“Cinta dan kesetiaan diuji ketika jarak dan waktu memisahkan kita”
“Terkadang kita baru menyadari betapa berharganya seseorang ketika dia telah menghilang”

제4휘

episode 4

    Yoona benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang baru saja ia lihat. Siapa yang tidak akan marah saat kekasihnya berada dengan seorang wanita di dalam sebuah apartemen. Pikiran Yoona mulai melampau jauh dan ia langsung berbalik untuk kembali menuju lift.

Melihat Yoona yang mulai pergi, Siwon langsung keluar dari apartemennya dan mengejar wanita itu―tanpa peduli dengan penampilannya sekarang.

“Im Yoona, tunggu disana”, teriak Siwon mencoba menahan Yoona.

Sementara Yoona berusaha tak peduli dengan teriakan Siwon, ia diam di depan lift setelah menekan tombol turun untuk kembali menuju lantai dasar.

“Kau harus dengarkan dulu penjelasanku, aku tahu kau sedang salah paham padaku sekarang”, Siwon memegang pergelangan tangan Yoona dengan sangat erat, bahkan setelah gadis itu memekik kesakitan, Siwon tak juga enggan untuk melepaskan genggaman tangannya.

Hasilnya Yoona hanya bisa memanfaatkan tangan yang lain untuk menampar pipi Siwon dengan keras. Matanya memerah dan bibir tipisnya bergetar. Gadis itu menangis, walau Siwon tahu Yoona sedang berusaha untuk menahan air matanya.

Melihat keadaan wanita itu membuat hati Siwon terasa tersayat. Dulu mungkin sempat terpikirkan olehnya untuk berpisah dari Yoona―tapi tidak dengan cara seperti ini.

Siwon meraih tubuh Yoona berniat untuk memeluknya, tapi dengan sigap Yoona menolak hal itu mentah-mentah. Ia menahan dada Siwon dengan kedua tangannya.

“Biarkan aku memelukmu sebentar saja”, ucap Siwon masih berusaha mendekap tubuh Yoona, tetapi lagi-lagi Yoona tak menginginkan hal itu.

“JANGAN SENTUH AKU!”.

Kali ini Yoona sudah tak dapat lagi menahan amarahnya. Ini pertama kalinya Siwon mendengar Yoona berteriak seperti itu. Ia tahu Yoona sedang marah besar padanya.

“Kumohon jangan seperti ini. Kau bisa menamparku lagi atau memukulku jika itu yang kau inginkan”, ucap Siwon dengan wajah sendunya―berharap Yoona bersikap lebih tenang.

“Yang aku inginkan adalah tidak melihat wajahmu. Jangan mengejarku lagi dan biarkan aku pergi”, dengan nada tegas wanita itu masuk kedalam lift dan membuang wajah dari Siwon yang berdiri tepat di depannya―pria itu mendadak tak dapat melakukan apa-apa, karena ia takut akan salah bersikap dan malah semakin menyakiti wanita itu.

Kemarin malam Siwon menghadiri sebuah pesta pernikahan putri dari Top Manager perusahaan bersama dengan Liuwen di sebuah hotel mewah. Sepanjang acara, Liuwen selalu merangkul lengan Siwon seolah ia adalah pasangannya malam itu. Bahkan mereka sempat berdansa bersama―membuat orang-orang yang melihatnya mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih.

Ayah Liuwen tentu turut datang menghadiri acara tadi malam dan ia juga melihat putrinya yang begitu bahagia bersama dengan Siwon.

“Tuan, apa mungkin Anda akan berbesan dengan orang Korea?”, ucap salah satu koleganya―bermaksud untuk sedikit bercanda.

Sementara Ayah Liuwen hanya tersenyum.

Seperti tadi ketika berangkat, Liuwen di jemput oleh Siwon, setelah acara berakhirpun Liuwen pulang diantar Siwon.

Hanya saja yang menjadi perbedaan dari malam-malam biasanya, kali ini Liuwen meminta untuk pulang ke apartemen Siwon dan bermalam disana.

“Apartemenku kecil dan mungkin kau tidak akan betah, Liuwen”, ucap Siwon. Walau sejujurnya bukan itu alasan yang sebenarnya. Ia tak akan bisa nyaman jika Liuwen berada di dalam apartemennya.

“Aku tidak peduli, Siwon. Jangan menolak permintaanku karena aku tidak suka”, ucap Liuwen mulai merajuk seperti biasanya.

Malam itu jadilah Liuwen bermalam di apartemen Siwon. Ketika berhadapan dengan Liuwen, Siwon memang selalu menjadi pria yang tunduk terhadap wanita itu―dalam keadaan apapun. Kecuali jika untuk diminta untuk tidur bersama.

“Kau akan kemana?”, Liuwen yang sudah merebahkan diri di atas tempat tidur Siwon bertanya heran karena pria itu malah berjalan keluar kamar.

“Aku… akan tidur diluar”.

“Kenapa jadi di luar?”, wanita itu mengubah posisinya menjadi duduk sambil memasang wajah kesal. “Siwon, aku kesini karena ingin terus dekat denganmu. Dan―kenapa kau malah akan tidur di luar? Kau adalah pria dewasa, untuk macam hal seperti ini saja masa kau tidak tahu apa yang seharusnya kau lakukan?”.

“Tunggu, Liuwen… apa maksudmu?”, ini yang akan Siwon takutkan, Liuwen meminta yang lebih darinya.

“Jangan berpura-pura tidak mengerti, Siwon”.

“Ya, aku memang mengerti apa maksud perkataanmu. Tapi apa maksudmu menyuruhku untuk melakukan itu? Kau ingin kita tidur bersama? Liuwen, apa seperti ini tingkahmu terhadap lelaki lain? Kau adalah seorang wanita, seharusnya kau bisa menjaga martabatmu”, kali ini Siwon memberanikan diri untuk bisa melawan dan bahkan menasihatinya.

Liuwen terdiam sebentar, ini pertama kalinya ia melihat Siwon terlihat marah dan berbicara dengan nada yang tinggi padanya.

Perlahan Liuwen turun dari tempat tidur―berjalan menghampiri Siwon kemudian ia melingkarkan tangannya di pinggang pria itu―memeluknya begitu erat.

“Siwon, kau selalu sempurna dimataku. Ini pertama kalinya ada seorang laki-laki yang bereaksi sepertimu. Mungkin jika lelaki di luar sana tidak akan berpikir dua kali, atau pun menolak―apalagi jika ditawari”, ucapnya pelan sambil tersenyum miris―miris mengingat kenyataan bahwa ia tidak pernah menemukan pria yang benar-benar mencintainya. Dan tujuan Liuwen sekarang adalah membuat pria dalam pelukannya ini jatuh cinta padanya dan menjadi miliknya.

“Liuwen sepertinya kau salah paham. Sebenarnya aku…”.

“Aku tidak ingin mendengarnya. Aku hanya ingin terus dalam pelukanmu seperti ini. Kumohon jangan katakan apapun, Siwon. Jangan katakan apapun”, ucap Liuwen sambil mengeratkan pelukannya. Liuwen menahan Siwon untuk tidak melanjutkan kata-katanya karena ia tidak ingin mendengar pengakuan langsung dari Siwon bahwa dia telah memiliki kekasih. Bagaimanapun caranya Liuwen tidak akan pernah membiarkan Siwon bersama dengan wanita lain.

Malam itu Siwon mengalami kesulitan tidur. Sudah beberapa kali ia menekan tombol remote TV untuk memindahkan channel, tetapi TV pun tak membantunya sama sekali untuk bisa tidur. Beberapa kali ia mengubah posisinya di sofa ruang tengah untuk mencari posisi tidur yang nyaman―tapi ternyata hal itu juga tak berpengaruh.

Saat itu Liuwen mungkin sudah tertidur dengan nyenyak di kamarnya. Pria itu menghela nafas sambil memandang langit-langit. Banyak hal yang berputar-putar dalam pikirannya sekarang ini.

Liuwen sepertinya sudah semakin menyukai Siwon, dan kali ini Siwon merasa harus memulai untuk mengambil sikap. Malam itu ia merenung bagaimana caranya untuk menyampaikan kenyataan sebenarnya tentang status dirinya. Ia harus mengatakan secepatnya.

Malam itu juga Siwon mendadak jadi teringat pada Yoona. Im Yoona. Gadis itu begitu terasa dalam pikirannya. Ia menjadi tak enak hati dan berharap tak ada yang terjadi pada wanita itu.

‘Mungkin perasaan ini karena aku sudah terlalu banyak melakukan kesalahan padamu, Yoong’, batinnya sampai akhirnya pria itu memejamkan mata.

Inilah jawaban dari kegelisahan Siwon tadi malam. Tanpa disangka Yoona datang menemuinya di China. Yang ia sesalkan adalah Yoona harus menyaksikan Liuwen yang berada di apartemennya dalam keadaan yang―jika orang yang melihatnya pasti akan berpikir bahwa Siwon telah melakukan sesuatu tadi malam bersama wanita itu.

Kegelisahan Siwon semakin bertambah dan kali ini ia benar-benar dibuat kebingungan harus bertindak bagaimana.

•●•

Setelah melihat wajah wanita itu lewat layar interkom, Liuwen benar-benar naik pitam. Nekad sekali wanita itu datang ke China, ucapnya membatin. Melihat wajahnya melalui foto saja ia benar-benar marah, apalagi ketika melihatnya secara langsung.

Untuk itu ia puas sekali telah membuat wanita itu menangis dan meninggalkan Siwon. Ia berharap Yoona akan terus bersikap seperti itu dan benar-benar meninggalkan Siwon untuk selamanya.

Tetapi hal itu tidak berarti bahwa urusan Liuwen telah selesai. Buktinya Siwon malah tak memperdulikan keberadannya, dengan tergesa pria itu cepat-cepat berganti pakaian dan bergegas pergi.

“Siwon, kau akan kemana?”.

Siwon benar-benar mengacuhkannya. Pria itu malah sibuk mencari kunci mobil.

“Choi Siwon, tetap disini. Kau tidak akan bisa pergi kemana-mana”.

Siwon baru sadar bahwa kunci mobil yang sedang ia cari berada dalam genggaman tangan Liuwen.

“Berikan padaku”, kata Siwon tak banyak berbasa-basi.

Tetapi Liuwen malah menggeleng dan menyembunyikan kunci itu di belakang tubuhnya. “Tidak Siwon, sudah ku katakan kau tidak boleh pergi”.

“Sebelum kesabaranku habis, cepat berikan padaku”, Siwon terlihat sangat marah sampai lehernya terlihat memerah.

“Ini mobil milik perusahaan, kau tidak akan bisa menyalahgunakannya dengan sembarangan”, timpal Liuwen dengan ketus.

Siwon menghela nafasnya dengan berlebihan. Ia langsung keluar dan tak peduli jika harus pergi tanpa mobil sialan itu sekalipun.

•●•

“Yoona-ssi, kita sudah mendapatkan kamarnya”, ucap Yi Feng sambil memegang kunci kamar hotel.

Yoona hanya mengangguk pelan dan mengikuti langkah Yi Feng dengan seorang pelayan hotel yang akan mengantarkan mereka ke kamar Yoona. Dalam hati Yoona merasa ingin tertawa, tadinya ia tak akan sampai menyewa kamar hotel seperti ini.

Benar-benar tak pernah sekalipun terlintas dalam pikirannya bahwa ini semua akan terjadi. Choi Siwon, pria yang sangat ia cintai itu telah mengkhianatinya. Ia merasa penantian, kepercayaan, dan pengorbanan yang telah ia berikan pada pria itu hanyalah sia-sia.

“Yi Feng, untuk hari ini aku hanya ingin berada disini sendiri, jadi kau boleh pergi sekarang”, ucap Yoona sesampainya mereka di kamar.

“Anda yakin akan baik-baik saja?”, sejujurnya Yi Feng sangat mengkhawatirkan wanita itu, apalagi tadi ia berada di tempat kejadian langsung, melihat sebuah perselingkuhan yang sering kali ia temui hanya dalam sebuah drama.

“Ya”, jawab Yoona dengan sengaja tak banyak berbasa basi. Ia tahu tatapan pria itu menyiratkan sebuah rasa kasihan padanya dan itu membuat Yoona semakin sakit.

Sementara Yi Feng tanpa adanya pilihan lain hanya bisa mengabulkan permintaan Yoona.

“Kalau begitu saya akan pergi sekarang. Jika ada apa-apa jangan sungkan untuk menghubungi saya”.

Yi Feng keluar dari kamar hotel Yoona. perasaannya menjadi serba salah, di satu sisi ia sangat mengkhawatirkan wanita itu dan tidak tega untuk pergi meninggalkannya sendirian, tetapi di sisi lain ia juga sadar bahwa ia bukanlah siapa-siapa, Yi Feng takut nantinya malah akan dianggap sebagai percampur urusan orang lain.

Tak lama dari kepergiannya, ponsel Yi Feng berdering. Ia melihat layar ponselnya dan nomor asing yang muncul.

“Halo”.

“Kenapa kau tidak membalas pesanku?”, kata seorang pria di sebrang sana.

Yi Feng mengerutkan dahinya. “Maaf, aku berbicara dengan siapa?”.

“Beritahu aku dimana kalian sekarang?”.

Yi Feng bergumam dalam hati, jangan-jangan pria ini adalah kekasih Yoona. Ia baru ingat bahwa sebelum menyusul Yoona pergi, pria itu menahannya untuk meminta nomor teleponnya.

“Halo? Apa kau mendengarku? Dimana kalian sekarang?”.

“Sebenarnya aku benar-benar tidak rela untuk memberi tahumu, tetapi wanita itu sedang sendirian sekarang. Cepatlah susul dia dan segera selesaikan urusan kalian. Alamatnya akan ku kirimkan lewat pesan”.

•●•

 

Yoona keluar dari arah kamar mandi dan berjalan menuju tempat tidur. Ia duduk disana dan terdiam. Untuk hari ini ia berniat tidak akan pergi kemana-mana. Dan masalah esok akan menjadi urusan esok hari.

Ia melengguh sambil merebahkan diri di atas tempat tidurnya―kembali dalam diam. Perlahan air matanya turun melewati hidung, pipinya dan berakhir pada daun telinganya. Ia menangis lagi, apalagi mengingat bahwa hanya ada dirinya disana, membuat ia leluasa untuk menangis dengan suara jeritan sekalipun tanpa ada yang akan mendengar.

“Bodoh, Im Yoona, kau benar-benar bodoh”, runtuknya sambil memukul-mukul dadanya.

Dalam tangisannya Yoona terus-terusan menyalahi diri sendiri dengan malah datang ke China sendirian. Walau di sisi lain ia sangat bersyukur dapat mengetahui keberanaran ini―kebenaran pahit yang memang harus ia hadapi.

Yoona merasa bahwa 6 tahun ini mereka bersama, tak lantas membuat keduanya saling mengenal satu sama lain. Buktinya Yoona baru menyadari bahwa Siwon ternyata tak benar-benar mencintainya. Ya, pria itu tidak benar mencintainya. Karena jika memang iya, seharusnya pria itu akan menjaga komitmen mereka dulu untuk tetap saling mencintai dan menjaga kesetiaan walau itu terhalang oleh jarak dan waktu yang memisahkan sekalipun.

Dada Yoona terasa semakin sesak dan itu sudah cukup membuatnya lelah. Kali ini hanya terdengar suara segukgukkan dari sisa tangisnya, perlahan matanya mulai terpejam dan ia merasa sangat perlu untuk beristirahat tanpa memikirkan pria yang telah membuatnya menangis.

Tak sampai ia tertidur lelap, suara ketukan pintu membuat Yoona mengerjapkan matanya karena terkejut. Tanpa berpikir―ia langsung turun dari tempat tidur dan menyeret-nyeret kakinya menuju pintu sambil memegang pundaknya yang terasa pegal.

Ia pikir yang mengetuk pintu adalah seorang pelayan hotel, tetapi ternyata Siwon lah yang berada di balik pintu sana. Yoona menahan nafasnya, melihat wajah pria itu ia merasakan dadanya serasa dicabik-cabik seperti tadi. Bagaimana pria itu bisa mengetahui ia berada disana?

Yi Feng, satu-satunya orang yang mengetahui keberadaannya adalah dia. Seharusnya Yoona menyuruhnya untuk tak mengatakan kepada siapa-siapa dimana ia sekarang―khususnya pada Siwon.

Yoona hendak menutup pintu kembali, tetapi Siwon menahannya dan malah memasukkan diri ke dalam membuat Yoona mundur satu langkah menjauhinya.

Melihat Yoona yang benar-benar menghindari untuk melakukan kontak tubuh dengannya membuat hati Siwon juga terasa sakit. Sepertinya Siwon terlihat sangat hina dan kotor di mata wanita itu.

Tetapi hati Siwon lebih sakit lagi saat melihat wanita yang―mungkin masih sangat ia sayangi itu terlihat begitu menyedihkan. Matanya membengkak dan wajahnya terlihat sangat pucat.

“Untuk apa kau datang kemari?”, tanya Yoona sambil menjaga jarak dengannya.

“Kita harus bicara, Yoong”, jawab Siwon dengan wajah memelas, berharap Yoona akan lebih lunak terhadapnya dan memberikannya kesempatan untuk berbicara.

“Baik”, setengah mati Yoona berusaha untuk bersikap tegar di depan pria itu. Ia mendudukan diri di sisi tempat tidur dan menatap Siwon dengan tatapan tajam. “Lagipula aku juga tidak ingin kedatanganku kesini sia-sia. Apa dia adalah wanita barumu?”.

“Dia bukan wanitaku”.

“Dan―sudah berapa kali kalian tidur bersama? Atau jangan-jangan kalian memang tinggal bersama selama ini?”.

“Kenapa kau berkata begitu?”.

“Semua kemungkinan bisa saja terjadi”, kali ini Yoona tidak ingin bersikap menjadi wanita yang lemah.

Siwon memegang kepalanya frustasi dan ia mulai berjongkok lalu memegang kedua tangan Yoona. “Dia adalah Liuwen…”.

“Aku bahkan tak memintamu untuk memberitahukan namanya”, Yoona berinterupsi dengan nada kesal.

“Ya―ya, untuk sekarang aku mohon dengarkan dulu aku berbicara”, Siwon benar-benar tak tahu harus memulainya dari mana. Genggamannya semakin erat pada tangan Yoona dan jempolnya bergerak-gerak untuk mengelus-elus punggung tangan dingin itu.

“Dia adalah putri atasanku. Aku dikenalkan padanya sejak hari pertama aku masuk kerja disini. Aku berani bersumpah bahwa aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya. Hanya sebatas rekan kerja dan tidak lebih”.

“Lalu mengapa ia bisa ada di apartemenmu? Bahkan dengan melihatnya tadi, aku tak percaya bahwa wanita itu adalah seorang wanita kantoran”.

“Semalam kami menghadiri acara pernikahan putri dari Top Manager perusahaan dan kami pulang bersama”, melihat Yoona yang sudah siap memotong, Siwon langsung melanjutkan lagi, “Tapi sungguh ini pertama kalinya dia meminta untuk bermalam di apartemenku dan―lagipula semalam kami tidak melakukan apa-apa Yoona, kau harus percaya”.

Mendengar penjelasan itu membuat mata Yoona memanas lagi, “Alasan apa yang mendasarimu mengijinkannya tidur di tempat tidurmu?”.

“Yoona, dia anak boss ku. Aku tidak berani menolaknya. Aku sempat tak mengindahkan permintaannya tetapi ia terus memaksa. Dan kau harus tahu, kami tidak tidur bersama. Dia memang tidur di tempat tidurku, tetapi aku tidur di luar”.

Mendengar penjelasan singkat itu membuat Yoona kebingungan, apa ia harus benar-benar percaya pada perkataan Siwon atau tidak. Tetapi walaupun memang benar, seharusnya Siwon tak membiarkan wanita lain memasuki ruang pribadinya. Menurut Yoona ini sudah kelewat batas.

“Apapun itu, sepertinya hubungan kalian memang sudah sangat dekat, kan?”.

“Ya, kami dekat sebagai teman dan rekan kerja saja”.

“Aku kira oppa terlalu sibuk disini sampai tak bisa mendapatkan teman secantik dia”.

“Yoona…”.

“Kau bahkan tak punya waktu untuk memberikanku kabar walau hanya sekali dalam satu minggu”.

“Masalah itu, ponselku hilang dan…”, Siwon merogoh saku celananya dan mengambil sebuah ponsel berwarna hitam dari sana. “Aku membeli yang baru sehingga aku sedikit kesulitan untuk menghubungimu, atau bahkan keluargaku karena disini aku tak menyimpan nomor kontak kalian”.

Yoona hanya menghela nafasnya sambil memejamkan mata. Ia menjadi semakin ragu pada setiap hal yang Siwon katakan. Ia merasa alasan-alasan Siwon tadi terlalu di ada-ada, tak ada ketegasan pasti pada sikap pria itu.

Perlahan Yoona melepaskan genggaman tangan Siwon dari tangannya. “Pergilah, aku ingin beristirahat”, ucapnya sambil memalingkan wajah dari Siwon dan merangkak ke atas tempat tidur.

“Aku akan tetap disini”.

Yoona menghela nafasnya lagi, ia sudah lelah untuk terus berdebat dengannya. “Terserah kau saja”, katanya sambil menarik selimutnya sampai sebatas dada dan tidur dengan posisi membelakangi Siwon.

Beberapa saat yang lalu Siwon baru kembali dari apartemennya untuk membawa laptop dan berniat akan melanjutkan pekerjaannya di kamar hotel Yoona. Ia melihat wanita itu masih tertidur dengan sangat pulas. Siwon bernafas lega karena ia takut saat ia kembali Yoona sudah tidak ada disana.

Kemudian Siwon berjalan dengan langkah pelan, tak ingin sampai mengganggu tidurnya.

Setelah meletakkan tas laptopnya di sofa, ia kembali memandang tubuh Yoona dan entah apa yang ia pikirkan sampai membuatnya naik keatas tempat tidur. Ia ikut merebahkan diri dan memandang wajah polos Yoona dengan alunan nafasnya yang teratur dan halus.

Perlahan tangannya mengusap-usap kepala Yoona dan menyampirkan rambut hitam wanita itu ke belakang telinganya.

Siwon menelan ludahnya. Sekarang ini ia benar-benar sedang dilanda ketakutan yang luar biasa.

Tanpa meminta ijin, Siwon segera merengkuh tubuh Yoona kedalam pelukannya―sangat protektif. Entah mengapa perasaannya semakin kalut dan tak enak hati. Dengan Yoona berada dalam pelukannya, ia menjadi merasa sedikit lebih baik.

Ia mencium puncak kepala Yoona dengan sangat dalam―seperti tak berniat untuk melepaskannya walaupun sebentar saja.

Siwon akui ia sangat merindukan wanita ini. Siwon semakin tersadar bahwa tak ada wanita lain selain Yoona yang ia cintai, tetapi perasaan itulah yang membuatnya semakin ketakutan sekarang. Ia takut bahwa wanita ini akan pergi meninggalkannya.

“Tolong tetaplah bersamaku”, bisik Siwon sangat pelan sambil terus mengihirup aroma rambut Yoona.

Dalam keadaan sadar tak sadar, Yoona merasakan tubuhnya dalam posisi nyaman sekali. Ia semakin mendekatkan kepalanya pada dada bidang itu―masih dengan mata yang terpejam.

Saat itu Yoona hampir saja terjaga, tetapi saat Siwon semakin mengeratkan pelukannya dan mengelus-elus kepala hingga punggungnya dengan sangat lembut membuat Yoona tertidur kembali.

•●•

 

Jika kemarin Siwon meminta ijin pada atasannya untuk tidak masuk kantor karena ingin menemani Yoona, lain cerita dengan hari ini. Ia meminta ijin pada Yoona untuk pergi bekerja sampai sore nanti karena ia bermaksud untuk melanjutkan pekerjaannya di kamar hotel Yoona, seperti malam sebelumnya.

Ya, setelah kemarin Yoona memergoki langsung keberadaan Liuwen di apartemennya, Yoona bersikeras untuk tak ingin memasuki apartemen itu dan lebih memilih untuk tetap tinggal di hotel.

“Gwaenchana, lagipula ada Yi Feng yang menemaniku jalan-jalan hari ini”, ucap Yoona.

Sementara Siwon sudah cukup mempercayai Yi Feng, pria itu mudah untuk diajak kerja sama sehingga ia tidak akan merasa khawatir untuk meninggalkan Yoona dengan pria itu.

Sudah dua jam yang lalu Siwon meninggalkan Yoona sendirian di kamar hotelnya. Sampai akhirnya orang yang ia tunggu-tunggu sejak tadi akhirnya tiba. Dengan nafas tak beraturan, Yi Feng memasuki kamar Yoona.

“Maafkan saya, Yoona-ssi. Saya benar-benar terlambat, ya?”, katanya terlihat menyesal sambil menggaruk-garuk bawah kepalanya.

Melihat itu Yoona hanya tertawa kecil, “Tidak apa-apa Yi Feng”.

“Ah, saya merasa lega―sekarang bahkan kau tertawa. Apa semuanya sudah baik-baik saja?”.

Yoona hanya menganggukkan kepala. Sebenarnya ia pun ragu untuk menjawab ‘iya’ karena kenyataannya ia merasa masalahnya belum benar-benar terselesaikan.

“Jadi, kemana kau akan membawaku hari ini?”, tanya Yoona mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

“Saya akan membawamu keberbagai tempat jika kau bersedia”.

Yoona merasa tertantang menerima tawaran itu. Sehingga tanpa berpikir ulang ia akan menyanggupi kemana saja Yi Feng akan membawanya.

Pertama, mereka mendatangi sebuah taman hiburan di sudut tenggara Sifang Bride, Beijing Happy Valley yang memiliki taman seperti Disneyland di daratan Tiongkok. Satu persatu taman hiburan disana mereka jajaki, mulai dari liar Frojd, Atlantis, Aegean Harbor, Lost Maya, Shangri-La dan Ant Kingdom, tak ada satupun yang terlewatkan.

Tak sampai disana, saat menjelang malam Yi Feng juga mengajak Yoona untuk pergi ke wilayah Danau Houhai mengingat disana banyak sekali cafe dengan konsep bar street yang selalu ramai apalagi pada malam hari. Disana mereka memutuskan untuk melepas lelah dan beristirahat untuk mengisi perut dahulu sebelum kembali ke hotel.

“Ini adalah tempat tongkrongan anak-anak muda Beijing, sangat cocok dengan kita, kan?”, ungkap Yi Feng dan mereka tergelak bersama mengingat bahwa keduanya sudah hampir menuju kepala tiga dan mungkin bukan masanya lagi untuk dikatakan sebagai ‘anak muda’.

“Ya, kau benar-benar mengerti seleraku, Fengfeng”.

Yi Feng mengerutkan dahinya dan merasa sedikit asing dengan panggilan itu, “Fengfeng?”.

“Lidahku mengalami kesulitan setiap kali memanggil namamu, Fengfeng jauh lebih mudah untukku. Kau merasa keberatan dengan panggilan itu?”.

“Oh, tidak. Tentu saja tidak”, jawab Yi Feng sambil tertawa dan sepertinya pria itu menyukainya.

Mereka sudah hampir menyelesaikan makan mereka. Baru saja berniat akan meninggalkan tempat itu, seseorang tiba-tiba duduk di samping Yoona.

Yoona dan Yi Feng langsung menatap kearahnya dengan tatapan bingung sekaligus kaget. Wanita itu adalah wanita yang Yoona temui di apartemen Siwon kemarin, kenapa dia bisa ada disini?”.

“You’re Im Yoona, right?”, tanya wanita itu dengan gaya duduknya yang sangat arogan.

“Yes, I am”, balas Yoona dengan penuh ketegasan.

“Well, I wanna talk to you about something, miss Im”.

“Sorry, I don’t have time for it. We have to go now”, Yoona mulai bangkit dari duduknya, diikuti Yi Feng.

Tetapi tak lama dari itu Liuwen langsung berbicara dengan nada yang lebih keras dari sebelumnya―benar-benar penuh ambisi.

“Siapapun kau pria yang bersama wanita jalang ini, tolong katakan padanya bahwa aku dan Siwon memiliki hubungan yang spesial. Kedatangannya telah meresahkan hubungan kami dan aku ingin wanita ini segera pergi meninggalkan kehidupan lelaki ku”, Liuwen merebut ponsel Yi Feng dari genggamannya. Yi Feng sempat berusaha untuk merebutnya kembali, tetapi ia sendiri juga penasaran apa yang sebenarnya akan ia lakukan dengan ponselnya. “Kau bisa menunjukkan itu kepada wanita ini”, Liuwen meletakkan ponsel Yi Feng di atas meja dengan cukup keras dan membuat Yoona maupun Yi Feng menjadi terkesiap.

Tanpa mengatakan sepatah katapun, Liuwen langsung melenggang pergi meninggalkan keduanya.

Yoona menatap ponsel Yi Feng yang masih menyala lalu mengambilnya. Itu adalah SNS Liuwen. Hal yang menyesakkan dadanya adalah dalam SNS wanita itu banyak sekali foto-foto kebersamaan Liuwen dengan Siwon. Sangat mesra. Inikah maksud hubungan sebatas teman dan rekan kerja yang Siwon maksudkan?

“Aku tahu dia mengatakan sesuatu untukku, apa yang dia katakan?”, Yoona merasa bahwa ia harus tahu semuanya karena paling tidak ia tak berada dalam ketidak pastian seperti sekarang. Semuanya harus benar-benar jelas dan terselesaikan sekarang.

Yi Feng menelan ludahnya, ia tahu jika ia berterus terang, pasti akan lebih menyakiti perasaan Yoona dengan perkataan kasar wanita itu.

“Dia mengatakan…”.

To Be Continued

투 비 컨티뉴드

chapter ini emang kurang greget, tapi ya…. beginilah hasilnya..

Tadinya mau update lagi chapter 5 nya, tapi weekend entar aja ya.. hhe..

jalan lupa meninggalkan komentarnya..^^

Tinggalkan komentar

142 Komentar

  1. hanna lee

     /  Februari 28, 2016

    aduhhhh liuwen asem bener dah minta si dampratttttt jirrr esmosi bgt awkwwkwk
    next part please segera di post eonn bikjn woonpa keluar dr kerjanya dong biar ga ketemu nenek sihir lagiii hih

    Balas
  2. acha

     /  Maret 3, 2016

    Thor chap 5 kpn update ?? Udh pnsrn tingkt dewa sma ni FF + kgn bener ma uri yoonwon.
    Ditunggu ya ffnya, jgn lma2 !😀

    Balas
  3. ifachan

     /  Maret 5, 2016

    kaya rubah banget tu si liuwen.
    sebeell… poor yoona

    Balas
  4. fiony andam

     /  Maret 8, 2016

    Waaaaaaa…baru nemu ff ini dan ini seruu bangeeetttt.langsung ngejar dari part 1 sampe 4 hohohooooo..sumpah kesel banget sama siwon gategaaassss…udah yoona balik aja ke korea deh keseeeellll..liu wen juga gatau dirii ihhhh.part 5 ditunggguuuuuu

    Balas
  5. makin seru ajah nie ceritanya

    Balas
  6. Xi luhan

     /  Maret 13, 2016

    in authornya ngilang kemana sih? ktanya mau dilnjutin udah lumutan tau nunggunya

    Balas
  7. Aiueo

     /  Maret 14, 2016

    Hmm semakin rumit sma hubungan mrka

    Balas
  8. apriliana aulia

     /  Maret 21, 2016

    Sebel dengan peran liuwen disini pengen saya cekik tu orang ,,, keren thor! Lanjjuuuutkan,,,,,

    Balas
  9. Nited Yuliana

     /  Maret 24, 2016

    Oh, kapan ini lanjut lagi? Udh lama nih nunggu’in ny..

    Balas
  10. kapan nih kelanjutan ceritanya di lanjutin udah lama banget nih nunggunya

    Balas
  11. Lnjut dong part 5 nya penasaran

    Balas
  12. Hanna

     /  April 10, 2016

    Thor lanjutin udah gak sabar nihh🙂

    Balas
  13. Bersukur siwon ma tante g bobok manja di dalam apartemen😁

    Di tunggu part selanjut’a thor😉

    Balas
  14. AuliaYW

     /  April 22, 2016

    Dsar tu yeoja ji2k gue sami ntu yeoja idiiiih..
    Next2 chap-5

    Balas
  15. kapan nih di update chapter 5 udah lama banget nungguinya ayo dong udah penasaran bangetbsama kelanjutan ceritanya

    Balas
  16. Ra_YoonAddict

     /  Mei 6, 2016

    Tuh kan Yoona marah. Ya iyalah dia pasti kecewa sama Siwon. Lagian dia juga kaya php sama Yoona. Ya walaupun Siwon udah menunjukkan sedikit rasa penyesalan. Menurutku terlalu gampang kalau Yoona udah langsung baik sama Siwon. Enak banget Siwon. Beri dia pelajaran yang setimpal. Next chapter, please update soon. Can’t wait for it.

    Balas
  17. Kalo bisa buat wonppa cemburu thor liat ada cowok lain yg suka sama yoona dan buat wonpa semenderita mungkin untuk mendapatkan maaf dari yoona biar dia ngerasaain gimana perasaan yoona

    Balas
  18. Nited Yuliana

     /  Mei 17, 2016

    Ini belum ada mau lanjutkah? Udh 3bulan nih..

    Ayo dong thor lanjuuutttt, udh kepo nih sama lanjutannya. SEMANGAAAAATTTTTT yaa thor \=D/

    Balas
  19. Lanjutin dong penasaran banget

    Balas
  20. lnjutin dong thor pnsaran mahh klanjutan.yy .. udahh lama bnget nihh nungguin klnjutan.Y

    Balas
  21. Lanjutannya manaa ? Penasaran beet hehehe

    Balas
  22. yoonwonitedappler

     /  Juni 18, 2016

    Mommy knp gak langsung plang ke Korea aja?
    Kalau aku jd mommy udh mles liat wajahnya siwon.
    Iiiissh si nenek lampir pen gue kecuburin dah ke sungai ciliwung.
    lanjuuuuuuut

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: