[FF] 3: 한번 더 기회 (One More Chance)

one more chance poster

g e e  p r e s e n t s

한번 더 기회 ‖ Length: Chaptered ‖ Rating: General

Genre

 Romance ‖ Friendship ‖ Sad

Starring

시원 ‖ 임윤아

Disclaimer

Please don’t do plagiarism

―ONE MORE CHANCE―

● 한번 더 기회 

“Cinta dan kesetiaan diuji ketika jarak dan waktu memisahkan kita”
“Terkadang kita baru menyadari betapa berharganya seseorang ketika dia telah menghilang”

제3휘

episode 3

   Siang itu―di dalam ruangannya―Siwon tengah melakukan video call dengan seseorang.
    
    “Ginyeomil chukkahae, oppa”, ucap seorang wanita di sebrang sana sambil meniupkan terompet mini yang sering menjadi mainan murid-muridnya. Pipi wanita itu terlihat memerah karena ia tahu ia sedang melakukan hal yang sangat kekanakkan di depan kekasihnya itu.
    
    Begitupun dengan Siwon, ia langsung terkikik geli melihat Yoona di layar ponselnya. “Eo, happy anniversary”.
    
    “Sedih sekali hanya bisa merayakannya dengan cara seperti ini”, ucap Yoona sambil melengguh.
    
    Sementara itu Siwon hanya memandangi kekasihnya itu tanpa berkata apa-apa lagi.

    
    “Oppa, kenapa diam?”.
    
    “Ani”, katanya sambil menggelengkan kepala. “Aku merindukanmu”.
    
    Yoona mendengus, walaupun sambil menahan senyumnya. “Kalau begitu cepatlah kembali”.
    
    “Aku berjanji akan kembali”, katanya dengan ekspresi sendu. Yoona merasa Siwon sedang memikirkan sesuatu dan membuatnya sedikit khawatir.
    
    “Oppa, apa kau benar baik-baik saja? Kau terlihat berbeda”.
    
    “Kapan kau akan mengunjungiku?”, tanpa menjawab pertanyaan Yoona, ia malah bertanya balik.
    
    Yoona menggigit bibir bawahnya. “Liburan musim panas ini aku tidak bisa libur. Mianhae”, ucapnya menyesal sambil menggosokkan kedua telapak tangannya.
    
    ‘Im songsaengnim’.
    
    Saat seseorang memanggilnya, dengan refleks Yoona langsung mengalihkan perhatiannya. ‘Ne? Ada apa Jung songsaengnim?’.
    
    ‘Kepala Sekolah menunggu mu di ruangannya’.
    
    ‘Arasseoyo. Gomapseumnida songsaengnim’.
    
    Samar-samar, Siwon dapat mendengar percakapan itu.
    
    Yoona kembali menatap layar ponselnya. “Oppa, aku harus menemui Kepala Sekolah dulu”.
    
    “Ya sudah, pergilah”.
    
    “Telepon aku lagi jika oppa sempat, ya. Annyeong”. Yoona mulai melambaikan tangan dan hampir memutuskan sambungan video call mereka.
    
    “Chakkaman”.
    
    Tapi itu tidak terjadi karena Siwon menahannya.
    
    “Ada apa, oppa?”, tanya Yoona sambil menaikkan alisnya.
    
    Siwon tak langsung menjawab dan terdiam untuk beberapa saat. Yoona mungkin butuh menghela nafasnya beberapa kali untuk menunggu kekasihnya itu berbicara.
    
    “I love you”.
    
    Dada Yoona terhenyak rasanya mendengar kalimat itu.
    
    “I love you too”.
    
    
    Saat keluar dari ruang kepala sekolah, senyum Yoona langsung merekah lebar. Saking senangnya ia sudah ingin meloncat saat itu juga jika ia tidak ingat banyak murid-murid atau rekan sesama guru disana.
    
    “Ada apa dengan anda, guru Im? Kelihatannya sangat bahagia”, tanya Taecyeon dengan pakaian olah raganya.
    
    “Mungkin aku lebih dari penggambaran kata bahagia saja, guru Baek”, jawab Yoona masih dengan senyum lebar di wajahnya.
    
    “Bolehkah aku tahu alasan apa yang membuat anda jadi seperti ini?”.
    
    “Minggu depan kita sudah memasuki liburan musim panas, bukan? Anda juga harusnya bahagia guru Baek”.
    
    Di mata Taecyeon, hari ini wanita itu terlihat ceria sekali. Senyuman itu―baru kali ini Taecyeon melihatnya.
    
    “Berbahagialah, guru Baek. Yeay”, Yoona mengepalkan kedua tangannya dan sekali lagi membuat Taecyeon harus menahan nafasnya karena―jantungnya berdegub sangat kencang sekarang.
    
    “Eo, ya… aku bahagia”, jawab Taecyeon mencoba meniru senyum lebar Yoona, tapi hasilnya malah terlihat sangat aneh dan itu membuat Yoona tertawa.
    
    Merasa telah berhasil mencairkan suasana, akhirnya Taecyeon mulai berani untuk mengajak Yoona pergi makan bersama.
    
    “Maaf, guru Baek. Sepertinya saya akan makan di rumah saja”.
    
    “Anda akan pulang sekarang?”, tanya Taecyeon lebih hati-hati.
    
    “Ya”, jawab Yoona dibarengi anggukkan kepala.
    
    “Kalau begitu kita pulang bersama saja?”.
    
    “Aniyo, tidak usah. Sudah ada yang menjemput saya di depan. Dan―lagipula saya sudah terlalu sering merepotkan anda”.
    
    Sudah ada yang menjemput? Siapa? Apa kekasihnya?
    
    Pertanyaan-pertanyaan itu mulai bermunculan di kepala Taecyeon.
    
    “Ya sudah, kalau begitu―hati-hati di jalan, guru Im”.
    
    “Eo, saya pergi duluan, guru Baek. Jangan lupa untuk berbahagia”, katanya lagi sambil melambaikan tangan lalu berlari kecil meninggalkan Taecyeon.
    
    Taecyeon memandang kepergian Yoona sambil menghela nafasnya kasar, “Bagaimana bisa aku berbahagia jika kau baru saja membuatku patah hati”, gumam pria itu pelan.
    
    
    “Chagiyaaaa”, teriak Yoona saat melihat orang yang tengah menunggunya di atas kap mobil.
    
    Kwon Yuri―dengan tangan menyilang di dada menoleh padanya. “Kau bilang tidak akan lama”, ketusnya dengan wajah kesal.
    
    “Tadi aku menemui Kepala Sekolah dulu. Ayolah, jangan mematuk wajahmu seperti itu. Aku sudah lapar dan ingin segera sampai di rumah”, ucap Yoona sambil menyeret sahabatnya itu ke dalam mobil.
    
    “Tunggu dulu”, Yuri memicingkan mata kearah Yoona, “Ada apa dengan wajah mengerikanmu itu”.
    
    Yoona hanya mengulum senyumnya, sengaja ingin membuat Yuri semakin penasaran. “Aku akan menceritakannya nanti. Sudahlah, cepat masuk!”.
    
    
    “Jadi, apa kau sudah ingin mengatakannya sekarang, nona?”, ucap Yuri sambil membagi fokusnya dengan menyetir.
    
    “Yul”, lagi-lagi Yoona mengulum senyum misteriusnya dan itu benar-benar membuat Yuri menjadi jengkel.
    
    “Im Yoona, aku serius. Kau jangan membuatku penasaran seperti ini! Ada apa?”, saking kesalnya Yuri sampai tak sadar bahwa ia telah berteriak pada sahabatnya itu.
    
    “Ya ampun dasar si suara stereo”, ucap Yoona sambil menutup kedua telinganya. “Kepala sekolah memberikanku libur selama tiga minggu…”.
    
    “Hanya itu? Oh, ayolah, setiap liburan musim panas bukankah kau selalu mendapatkan libur?”.
    
    Yoona berdesis, “Aku belum selesai bicara, Kwon Yuri”.
    
    “Lalu apa?”.
    
    “Saat liburan itu aku ingin pergi ke China, Yul”.
    
    Ketika itu juga Yuri langsung menginjak rem nya dan membuat keduanya hampir tertarik kedepan dan Yuri bisa saja menubruk stir atau Yoona pada dashboard mobil jika saja tidak ada sabuk pengaman disana.
    
    “Ya Tuhan. Apa yang kau lakukan? Kau tahu kau hampir saja membuat kita celaka”.
    
    Sementara Yuri tak peduli sedikitpun dengan omelan itu, yang ia pedulikan hanyalah kata-kata Yoona sebelumnya.
    
    “Mwoya? Ke China? Kau akan menyusul kekasihmu kesana? SENDIRIAN?”.
    
    Yoona menghela nafasnya mendengar pertanyaan yang beruntun itu. “Ya, memangnya kenapa?”.
    
    “Astaga Yoona. Jangan nekat seperti itu”.
    
    “Aku tidak nekat, ini memang sudah aku rencanakan dari jauh-jauh hari. Lagipula apa salahnya aku mengunjungi kekasihku disaat aku bisa. Yuri, kau tak pernah melakukan hubungan jarak jauh jadi tak mungkin tahu apa yang aku rasakan sekarang. Aku sangat merindukannya dan ingin bertemu dengannya, paling tidak memastikan ia dalam keadaan baik-baik saja―itu sudah cukup membuatku tenang”.
    
    
    Yuri menatap sahabatnya itu dengan tatapan cemas sekaligus marah. Lalu ia mendesah, “Dia bukan anak kecil lagi Im Yoona. Dia sudah dewasa dan pasti bisa menjaga dirinya. Dan kenapa hanya kau saja yang selalu mengkhawatirkannya, apa disana dia juga seperti itu padamu?”.
    
    Ucapan Yuri barusan sedikit menyakiti perasaan Yoona, Yoona benar-benar tak terima dengan penuduhan itu. Tadi siang Siwon menghubunginya dan mengatakan bahwa ia merindukannya. Yoona yakin pria itu juga merasakan apa yang dia rasakan sekarang.
    
    “Kenapa kau berkata seperti itu, Yul”.
    
    “Ah, sudahlah, aku kadang kesal sendiri setiap memberitahumu”.
    
    Yuri menancap gas kembali dan berusaha tak memperdulikan masalah tadi.
    
    Sementara Yoona hanya merasa bahwa Yuri tak berpihak padanya. Ia ingin sahabatnya itu menguatkannya, bukannya malah menyakitinya seperti ini.

    
•●•

 

    Seharian itu Siwon kelabakan mencari ponselnya yang entah hilang kemana. Seingatnya, setelah melakukan video call dengan Yoona tadi, ia memasukkan ponselnya ke dalam saku tuxedo nya. Mana mungkin sekarang sudah tidak ada disana, dan dimanapun.
    
    “Kau masih belum juga menemukannya?”, tanya Liuwen yang datang dari arah pintu ruangannya.
    
    “Belum, Liuwen”, jawab Siwon tanpa menatapnya sebelum akhirnya ia benar-benar menyerah dan berakhir dengan duduk di kursi kerjanya.
    
    “Kita bisa membeli yang baru, Siwon. Jangan terlalu panik seperti itu”.
    
    Liuwen mungkin mudah mengatakannya, tetapi banyak data-data penting dan juga file lain yang belum sempat di back up disana.
    
    
    Liuwen masuk ke dalam ruangannya kemudian merogoh saku dress nya dan mengambil sebuah ponsel berwarna hitam dari sana. Mata Liuwen terbelalak dan ia langsung naik pitam saat melihat gambar-gambar Siwon dengan seorang wanita di galeri ponsel itu.
    
    Siang tadi―Liuwen diam-diam mendengarkan percakapan Siwon dengan seseorang dari ponselnya. Dari kesemua kata-kata yang mereka bicarakan, hanya kata ‘I Love You’ saja yang dapat wanita itu mengerti. Maka dari itu saat Siwon sempat meninggalkan ruangannya sebentar tanpa memakai tuxedonya, Liuwen diam-diam masuk ke dalam ruangan Siwon untuk mengambil ponsel pria itu.
    
    Awalnya Liuwen hanya ingin mencari tahu saja sebenarnya dengan siapa Siwon berbicara. Tapi gambar-gambar romantis yang muncul di depan mata nya sekarang membuatnya benar-benar marah.
    
    Jadi ternyata Siwon telah memiliki kekasih?
    
    Kemarahan Liuwen sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Dengan gerakan sengaja, ia langsung membanting ponsel Siwon keatas lantai dengan cukup keras.
    
    
    Sampai sekarang Siwon tak mengetahui dimana keberadaan ponselnya sebenarnya. Ia juga tak tahu bahwa Liuwen telah mengambilnya dan telah merusaknya sampai tak berbentuk lagi. Yang jelas setelah itu Liuwen langsung mengajak Siwon untuk membeli ponsel baru.
    
    Ponsel yang sampai sekarang masih belum terlalu sering dipakai olehnya. Karena jangankan untuk membuka beberapa media sosial atau yang lainnya, yang ada ponsel itu selalu digunakan hanya untuk kepentingan pekerjaan saja.
    
    Dan―lagipula akhir-akhir ini ia merasa bahwa pekerjaannya menambah tiga kali lipat. Sekarang ia sudah tak memiliki banyak waktu luang seperti sebelumnya. Seperti weekend sebelumnya juga, Liuwen pasti selalu memintanya untuk bertemu.
    
    Ia sempat terpikir untuk berusaha menghubungi salah satu keluarganya ataupun Yoona, karena ia tahu mereka akan sangat khawatir jika Siwon menjadi sulit dihubungi seperti sekarang.
    
    Tetapi pikiran lainnya mengatakan, mungkin tak masalah jika ia memutuskan kontak sementara dengan mereka. Mereka juga pasti akan mengerti. Ia ingin lebih berkonsentrasi saja pada pekerjaannya yang sekarang ini terasa semakin padat.
    
    Walaupun tanpa sadar itu telah membuat Siwon semakin lupa dengan orang-orang di Korea, termasuk kekasihnya. Jika dulu ia selalu teringatkan pada Yoona setiap bersama dengan Liuwen, kali ini tidak begitu lagi.
    
    Usaha Liuwen untuk menjauhkan Siwon dari Yoona ataupun keluarga Siwon sepertinya mulai berhasil dan itu membuatnya semakin lega. Liuwen berjanji jikapun diperlukan, Liuwen akan menawarkan sesuatu yang sangat luar biasa pada Siwon sehingga setelah kontraknya selama satu tahun ini berakhir, pria itu akan tetap menetap di China dan hidup bersamanya.

    
•●•

 

    Sudah kesekian malam, Yoona selalu mengalami susah tidur. Pikirannya kalang kabut setelah beberapa minggu ini kekasihnya sulit dihubungi ataupun tak pernah lagi memberinya kabar. Yang membuat ini menjadi hal yang tak biasa adalah, nomor Siwon dalam keadaan tidak aktif.
    
    Keesokkan harinya, Yoona memutuskan untuk bertemu dengan rekan kerja Siwon yang juga ia kenal―Kimbum.
    
    “Maaf, Yoona-ssi, aku datang terlambat”, ucap Kimbum sambil menenteng tas kerjanya.
    
    “Tidak apa-apa, Kimbum-ssi. Aku sudah senang kau mau datang”, jawab Yoona.
    
    “Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?”.
    
    “Ini tentang kekasihku. Kimbum-ssi, apa sampai sekarang kau dan Siwon oppa masih saling berkomunikasi?”.
    
    
    “Ya, terkadang kami saling mengirimkan pesan. Tapi tidak terlalu sering dan sepertinya itu juga sudah cukup lama, memangnya kenapa?”.
    
    “Beberapa minggu ini Siwon oppa sulit dihubungi. Biasanya ini memang sering terjadi, tetapi tidak selama ini. Ponselnya juga selalu tidak aktif sepanjang hari”.
    
    Kimbum dapat melihat raut wajah yang sangat cemas dari Yoona.
    
    “Dan―minggu depan aku berencana untuk pergi ke China, Kimbum-ssi”.
    
    Kimbum agak kaget mendengar penuturan paling terakhir itu. “Ne?”.
    
    “Ya, untuk itu aku ingin meminta bantuanmu. Kau mungkin bisa memberitahukanku alamat perusahaan Siwon oppa disana, atau mungkin alamat tempat tinggalnya juga. Paling tidak, walaupun aku tak bisa menghubungi Siwon oppa langsung, kami bisa bertemu disana”.
    
    Kimbum tentu tidak akan keberatan untuk mengabulkan permintaan Yoona yang satu itu. Bahkan dengan senang hati. Tetapi dari sana ia langsung berpikir, apa Siwon benar-benar ingin memutuskan wanita itu? Kimbum sendiri merasakan tak mudah menemukan wanita yang benar-benar tulus mencintainya seperti yang di lakukan Yoona untuk Siwon.

    
•●•

 

    Setelah melakukan perjalanan kurang lebih tiga setengah jam, akhirnya Yoona sampai di bandara Guangzhou. Sambil menenteng tas kecil dan menarik koper besarnya, matanya berputar untuk menemukan seseorang. Seseorang yang telah memiliki janji dengannya sejak Yoona masih berada di Korea.
    
    “Apa anda, Im Yoona?”, tanya seorang pria yang sejak tadi terlihat memperhatikan Yoona sejak keluarnya Yoona dari pintu kedatangan penumpang.
    
    Dengan wajah masih agak pucat karena mungkin ia sedikit mengalami jet lag, Yoona menunjuk pria itu sambil berpikir untuk mengingat namanya. “Li.. Yi Feng?”.
    
    “Ne, itu nama saya”, katanya berbicara dalam bahasa Korea tetapi masih belum menghilangkan logat mandarinnya.
    
    Yoona bernafas lega karena ia kira akan mengalami kesulitan untuk menemukan Tour Guide nya itu. “Senang bertemu dengan anda, Yi Feng”.
    
    “Senang bertemu dengan anda juga, Miss Im”, balas Yi Feng seramah mungkin. “Untuk memulai destination kita hari ini, mungkin sebaiknya jika kita sarapan dulu, bagaimana?”.
    
    “Sepertinya kau Tour Guide yang sangat mengerti client mu, ya?”, ucap Yoona dan keduanya langsung tergelak.
    
    
    “Jadi, tujuan anda datang ke China ingin mengujungi apa, Miss Im?”, tanya Yi Feng saat keduanya telah berada di salah satu fast food bandara.
    
    “Tunggu sebentar”, Yoona membuka memo dari ponselnya kemudian menunjukkannya kepada Yi Feng. Itu berisikan alamat perusahaan dan juga tempat tinggal Siwon selama di China. “Apa kau tahu tempat itu?”.
    
    Yi Feng membaca sebentar apa isi memo tersebut dan kemudian mengangguk-anggukkan kepalanya. Yoona yakin pria itu mengetahuinya. “Anda tidak usah meragukan saya, Miss Im. Jadi sesuai rencana anda sebelumnya, apa kita langsung saja menemui kekasih anda?”.
    
    Yoona menganggukkan kepalanya. “Ya, dan―akan lebih baik jika kita langsung ke apartemen dia saja. Ini masih pagi jadi aku harap dia belum berangkat ke kantor”.
    
    “Baiklah, saya mengerti”.

    
•●•

 

    “Iya, appa. Aku baru saja sampai. Sekarang sedang menuju apartemen Siwon oppa.. Ya, sudah sampai di gedungnya, sekarang sedang mencari ruangannya saja… Appa tidak usah khawatir seperti itu, lagipula aku di temani tour guide disini…”.
    
    Yoona berjalan mengitari lorong apartemen diikuti Yi Feng yang sedang menarik koper nya di belakang.
    
    “Ya, appa. Tidak usah khawatir… Hmm, appa juga jaga kesehatan… Gomawo, saranghae appa”.
    
    Kemudian Yoona melepaskan ponsel dari telinganya.
    
    “Miss Im, ini tempatnya”, Yi Feng sudah berada di depan pintu bernomorkan 703 dan Yoona menghampiri pria itu.
    
    Saat berdiri di depan pintu itu, perasaan Yoona benar-benar campur aduk. Antara ingin segera bertemu dengan Siwon, sekaligus mencemaskan keadaan pria itu sekarang. Yang ia harapkan hanya kekasihnya dalam keadaan baik-baik saja. Dan yang terpenting apartemen itu benar-benar apartemen Siwon. Ia sudah sangat kelelahan setelah melakukan penerbangan dan ingin segera beristirahat.

    Perlahan ia mulai menekan bel apartemen itu. Suara bel pertama tak juga membuat sang empunya membukakan pintu, Yoona pun kembali menekan bel untuk kedua kali.
    
    “Apa dia masih tertidur”, gumam Yoona pelan dan menekan bel untuk ketiga kalinya.
    
    Sampai akhirnya terdengar suara ‘bip’ yang menandakan orang yang berada di dalam telah membuakan pintu.
    
    Yoona langsung bernafas lega sambil menyunggingkan senyum ketika kemudian pintu terbuka perlahan.
    
    Namun senyuman itu mulai hilang saat orang yang membukakan pintu adalah seorang wanita. Yoona bahkan sampai memekik pelan saat melihat wanita itu dalam keadaan menggunakan pakaian tidur yang sangat pendek sehingga memperlihatkan belahan dada dan paha mulusnya yang jenjang.
    
    Yoona saja yang sama-sama seorang perempuan sampai dibuat seperti itu, apalagi Yi Feng. Pria itu sampai menarik nafasnya dalam-dalam. Apakah hari ini ia bertemu dengan seorang model Victoria Secret?
    
    “Yi Feng, apa kita salah masuk apartemen?”, bisik Yoona kearah Yi Feng. Ia berjalan mundur karena merasa lebih baik Yi Feng saja yang menangani ini mengingat keterbatasan Yoona dalam berbahasa mandarin.
    
    Yi Feng dan wanita itu terlihat mulai bercakap-cakap dalam bahasa yang sama sekali tak Yoona mengerti dan tak tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Mungkin karena kegaduhan itu juga, seorang pria terlihat menghampiri mereka.
    
    “Siapa yang datang?”, tanya pria dengan bahasa mandarin yang sangat fasih.
    
    Detak jantung Yoona terasa berhenti saat itu juga saat melihat wajah pria yang sama-sama masih dengan pakaian tidurnya. Pria itu mungkin belum menyadari keberadaan Yoona sehingga ia terus berjalan mendekati awang pintu. Tetapi akhirnya lututnya terasa bergetar dan langkah kakinya langsung berhenti saat itu juga saat matanya bertemu dengan mata milik seseorang yang sudah tak asing dalam hidupnya. Apa ia masih bermimpi?
    
    Wajah Yoona memanas begitupun dengan matanya yang berubah memerah. Dengan begitu mudahnya air matanya mulai menetes satu demi satu. Tenggorokkannya terasa tercekat dan pikirannya mulai melayang.
    
    “Oppa”, ucapnya lirih yang bahkan tak sampai terdengar jelas karena ia merasa lehernya sedang dicekik sekarang.

To Be Continued

투 비 컨티뉴드

Gimana episode 3 nya? apa udah cukup bikin kalian nambah kesel? haha jujur aja baru kali ini bikin FF yang nerima komenan2 pedes dari readers xD

apalagi kalo udah ngata2in orang ketiganya..

Tetep lanjut ga? haha

tadinya pengen publish lanjutannya minggu ini, tapi besok sampe minggu ada  acara jadi paling senin atau selasa depan deh..

ayo dong yang komen kok sedikit sih😥 sedih deh..

tapi ini ff emang punya dosis tinggi sih, aku aja bikinnya gak rela banget xD

kasih saran atau tanggapannya ya^^

 

Tinggalkan komentar

129 Komentar

  1. Yoonadeer

     /  Februari 10, 2016

    Siwon jahat banget
    Ih liuwen genit banget sih
    Yoona jauh2 ke china mala diginiin
    Semoga siwon sadar dan kembali ke yoona

    Balas
  2. Sakit hati pasti yoona eonni..
    Bener deh kesel banget sama Si tante hmm…😡😡
    Siwon oppa juga…kok gitu sih tega banget😓😔
    Lanjut baca ya thor 😃 biar gk penasaran

    Balas
  3. oh ma god , itu sumpah nyesek banget kalo jadi yoona nya . ngapain kagi tu cewe ada di apartemen nya siwon

    Balas
  4. dhea im

     /  Februari 11, 2016

    siwon jahat bgt sihhh liuwen juga jadi cewek genit bgt, mana pake baju tidur di apartemen siwon lgi aakhhhhh sumpah #%#$#$@#$ tu cewek
    kasian yoona udah jauh” ke cina dapet hadiah tak terduga

    Balas
  5. pmita2804

     /  Februari 12, 2016

    Oh em ji..
    Panas dingin bacanya..
    Tp btw jg kecepetan ini..kurang panjang hehehe..
    Yg pasti masih tetep ga suka sama siwon karna nyuekin yoona..apalagi ditambahai sama si nona itu..
    Aduh non authornya jangan buat emosi reafer donk hahahahaha..
    Suguhin yg romantis dikiit aja..
    Bentar lg kan jg hari kasih sayang xixixixi..

    Balas
  6. vika

     /  Februari 13, 2016

    so sad……

    Balas
  7. Moddy Ikah

     /  Februari 14, 2016

    Dasar rubah licik.. #grgrgr Rasanya pengen bejek2 tuh orang..
    Yoona yg sabar ya ;( Biarin nanti Siwon yg mengemis- ngemis minta maaf..

    Balas
  8. Fira

     /  Februari 14, 2016

    tuhhh kan kehadiran liuwen meberikan dampat sangattt sangattt sangatttt negatif buat wonnpa
    udah tiba2 masuk ke hub orang,rusakin hp orang ehh nnt apalagi nih??ahh bkin geregetan klo bisa juga skrng aku susul tuh wonnpa ke cina biar bisa bawa liuwen ke indonesia,wkwkwkwwk

    jgan ampe pngorbanan yoona unni ampe nyusul wonppa ke cina akhirnya sia2

    pkoknya kudu happy ending yah eonnn,,plisssssss

    gomawo
    fighting!!!

    Balas
  9. Swari kartika

     /  Februari 16, 2016

    Omg ke gap.. kasian yoona oennie udh jauh2 ke china.. aaaaaaaakkk kesel bacanyaaaa..

    Balas
  10. Kimy

     /  Februari 16, 2016

    Akhirnya terjadi juga, kasian yoona. Siwon gampang banget kegodanya -_- Malu jg sama yi feng hehe

    Balas
  11. sekar paramitha

     /  Februari 16, 2016

    Ngeselin eyyy. Duh siwon oppa dudul juga sih ah mau aja kemakan hasutan tuh tante. Oh my. Rasain yoona eonnie ngga mau maafin nanti nyesel seumur hidup oppa ishh..

    Maaf eon lagi emosi aku bacanya

    Balas
  12. Vi2n nurul

     /  Februari 18, 2016

    Sumpah qw pengen bgt cekik tuch nenek sihir,,
    Wonppa kau benar2 nyebelin, gmna bz dia ngelupain Yoong dan berpaling pd cew sialan itu.
    Ahhhh pengen peluk Yoong dan nenangin dia,,
    Part nie paling nyebelin pokoknya!!!

    Balas
  13. dias puspita

     /  Februari 18, 2016

    Pingin nangis…. siwon jahat banget
    Yoongie jangan beri kesempatan,,,ihh kezeeell
    Lanjut next chapter..

    Balas
  14. wiwin

     /  Februari 18, 2016

    Siwooooooon ya”ampun kau laki2 brengsek Oppa..apa yg kau lakukan..oh ya ampun ketahuilah aku emosi skarang..

    Balas
  15. atus choi

     /  Februari 18, 2016

    Seru, seru abis. Bikin penasaran banget… Siwon kecantol juga, kasian Yoona.

    Balas
  16. deery00ng

     /  Februari 18, 2016

    Huhuhu
    Berasa pengen ngumpetin liuwen
    Semoga wonppa nanti sadar n nyesel

    Balas
  17. Choi Ilmhy

     /  Februari 19, 2016

    kurang panjang…
    maaih pengen baca.. eh.. udah sampai..
    dasar shi wanita genit..
    Siwon Oppa jahat banget..

    Balas
  18. Atikah YoonWonited

     /  Februari 22, 2016

    kasian yoong eon psti shock bnget pdahal dah sneng bnget dapat libur bisa mngunjungi wonppa eh d kecewakan pdahal dah jauh2 datang tpi lbih cepet trbongkar lbih baik tpi kok bisa sich th tante da d apartemen wonppa mreka ngapain? smiga trjdi apa2 di antara mreka nyebelin bnget th tante2 bkin kesel aja😦

    Balas
  19. Kusuma Subandrio

     /  Februari 22, 2016

    Jangan bilang mereka aneh2 d apartement. Gmna kalo jadi Yoona 😭😭😭😭😭

    Balas
  20. hanna lee

     /  Februari 28, 2016

    aaaaaaaa siwonnnn jahattt liuwen minta di golokk aaaaaaa baperr pliss yaampun kasian bgt yoona duhhh please nect part nya jangan galau pgn liat yw romantis2an bukan liuwennnnn -_-

    Balas
  21. ifachan

     /  Maret 5, 2016

    yoona kadian banget.😦
    kesetiaannya di balas kaya gitu sama siwon.

    Balas
  22. kalau sudah cinta, apaa aja dilakuin dengan tulus ya … salut deh

    Balas
  23. Aiueo

     /  Maret 14, 2016

    Jujur c Lebih kesel sma siwon karna d sni siwon ga bisa ambil sikap yg tegas…

    Balas
  24. Sakit hati psti,dasar wnita iblis siwon jhat amet sih

    Balas
  25. Sumpah ini nyesek bgt,,yoona jauh2 terbang ke china krn saking kangen dan khawatir’a ama siwon ehh pass sampai di sna malah di suguhin dngn kejadian kyk gtu😭😭 siwon tega👊 pengen siwon ngerasain sakit seperti yg yoona rasain skrng! bahkan lebiihhh😠 thor plzz🙏🙏

    Apa yoona masih bsa maafin siwon di saat dia melihat kejadian kyk gtu dngn mata kepala’a sendiri?? Kebaperan lg.

    Balas
  26. fanny

     /  April 15, 2016

    Kok ikut nyess yak waktu baca nya😭
    Smpe kapan bakal sad mulu😭
    Gk tauu musti komen gmna lagi😭
    Cepet publish chapter lainnya biar gk makin penasaran😭

    Balas
  27. AuliaYW

     /  April 22, 2016

    Yoona eonz psti nysek bngts liat wonppa sami tu cwe genit

    Balas
  28. Ra_YoonAddict

     /  Mei 6, 2016

    Gila gila gila… bener2 Gila tuh Siwon. Ya ampun aku yakin Yoona pasti kecewa banget. Aku kira waktu awal itu hubungan mereka bakal baik. Ternyata apa?? Apa Siwon udah mulai melupakan Yoona?? Sumpah. Buat dia menyesal please..

    Balas
  29. yoonwonitedappler

     /  Juni 18, 2016

    Dan tiba-tiba gie bener2 pengen nendang siwon.
    Sikapnya breng*** banget.
    Daripada Mommy digituin mending ngomong aja kalo udh jenuh. Gak ush gantungin mommy. Kalo jelaskan Mommy gak ush nunggu lu terus.
    Huuuaaaahh kzl kzl kzl pokonya ke siwon.
    Apalagi si nenek lampir.
    Itu scene terakhir pasti bkin Mommy shock banget. Jangan pingsan ya mommy.

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: