[FF] 1: 한번 더 기회 (One More Chance)

one more chance poster

g e e  p r e s e n t s

한번 더 기회 ‖ Length: Chaptered ‖ Rating: General

Genre

 Romance ‖ Friendship ‖ Sad

Starring

시원 ‖ 임윤아

Disclaimer

Please don’t do plagiarism

―ONE MORE CHANCE―

● 한번 더 기회 

“Cinta dan kesetiaan diuji ketika jarak dan waktu memisahkan kita”
“Terkadang kita baru menyadari betapa berharganya seseorang ketika dia telah menghilang”

제1휘

episode 1
“Aku akan ke China”, Siwon menoleh pada seorang wanita dihadapannya, tanpa mengeluarkan ekspresi yang berlebihan. Seakan ingin langsung mengatakan inti pembicaraan.

“Ke China?”, tanya wanita itu masih terlihat santai setelah memotong daging di piringnya. “Dari perusahaan?”.
Siwon hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

“Aku tidak pernah ke China. Apa masih ada kursi kosong untukku, oppa? Aku juga ingin berlibur denganmu”, candanya.

“Aku ke China bukan untuk berlibur. Perekrutan dari perusahaan yang cukup mendadak”.
Yoona baru tersadar bahwa kekasihnya tengah mengajaknya berbicara serius saat itu. Air muka Yoona―wanita yang kebetulan adalah tunangannya itu mulai berubah. “Oh, untuk berapa lama?”.

“Satu tahun”.

Kali ini mata Yoona terbelalak dan nafasnya tertarik seketika. Satu tahun? Apa dia tidak salah mendengar?

Yoona tertawa, “Kau sedang bercanda? Keumanhae!”.

“Aku serius”, ada sedikit penekanan yang tegas pada kalimatnya dan membuat Yoona semakin tak enak hati. “Aku mendapatkan promosi untuk menjadi delegasi di cabang China dari perusahaanku, untuk satu tahun, atau mungkin lebih dari satu tahun”.

“Tapi ini terlalu mendadak dan satu tahun bukanlah waktu yang sebentar”.

“Aku tahu. Tapi harus bagaimana lagi”, kata Siwon seakan ia pun tak memiliki pilihan lain.

Yoona mendesah sebentar dan sedikit tersenyum, senyuman yang lebih kentara dengan perasaan menahan kecewa. “Ya, itu memang bagus. Akhirnya oppa mendapatkan promosi”, ucapnya dengan nada berat dan mendadak tercekat. Tapi masih ada satu pertanyaan yang mengganjal di tenggorokannya dan sangat mengganggu pikirannya sejak tadi. “Geundae, bagaimana dengan rencana pernikahan kita? Kita bahkan sudah membicarakan tentang hal ini dengan keluarga kita”.

“Hanya bersabar untuk satu tahun apa tidak bisa? Lagipula aku pergi bukan untuk berlibur atau bersenang-senang”.

Keduanya tak saling menatap satu sama lain. Sama-sama membungkam mulut dan tenggelam dalam pikiran masing-masing.

“Aku tahu ini memang pilihan berat untukmu. Maaf telah membawamu pada keadaan yang sulit seperti ini. Dari dulu aku sangat menginginkan kesempatan itu, dan sepertinya akan sulit jika aku harus menyia-nyiakan kesempatan yang belum tentu datang dua kali”.
Yoona menghela nafas pelan, “Jika aku tidak ijinkan oppa untuk pergi, kau tetap harus pergi, kan? Kalau begini harus bagaimana lagi”.

“Kau sungguh tidak apa-apa?”.

Yoona tersenyum getir, “Bagaimana bisa oppa katakan aku baik-baik saja jika aku akan ditinggalkan selama satu tahun oleh kekasihku”.

Siwon ikut tersenyum untuk mencairkan suasana, “Kau harus belajar untuk hidup tak bergantung padaku, Im Yoona”.

“Choi Siwon, apa itu tidak terbalik? Seharusnya aku yang mengatakan itu”, balas Yoona sedikit tak terima dengan penuduhan itu. Tak lama ia mendesah sambil meletakan garpu dan pisau diatas piring, “Ah, kau membuat nafsu makanku menjadi hilang”, katanya sambil cemberut.

“Jangan begitu”, Siwon mengambil garpu dan menusukkan satu potong daging dari piring Yoona, “Kau harus makan yang banyak”, katanya sambil menyodorkan daging itu kearah mulut Yoona.

Yoona memakannya―masih dengan wajah cemberut, walau dihatinya ia sangat bahagia mendapatkan perhatian itu dari kekasihnya yang akhir-akhir ini selalu disibukkan dengan pekerjaan kantornya dan menyebabkan mereka sulit bertemu walau itu di akhir pekan sekalipun. Yoona akui ia sangat merindukan momen seperti ini, dimana lelakinya memperlakukannya dengan hangat, tidak malah mencuekinya karena alasan pekerjaan yang menumpuk. Yah, walaupun pria itu kembali hangat ketika ia malah akan segera pergi jauh untuk waktu yang lama.

“Selama satu tahun penuh aku akan berada di China, Yoong. Dan itu artinya kita tak akan bisa melangsungkan pernikahan kita dalam waktu dekat ini. Lalu bagaimana bisa aku menjelaskan kepada ayahmu dan… apa kau benar-benar sanggup melakukan hubungan jarak jauh?”.

“Untuk masalah appa, dia pasti mengerti. Seperti yang kau katakan, oppa kesana bukan untuk bersenang-senang, kan? Tetapi bekerja. Dan mengapa oppa berkata begitu? Jangan-jangan oppa sendiri yang tidak sanggup melakukannya?”.

Siwon tampak terkesiap karena tuduhan itu. “Apa? Tentu saja sanggup, malah aku yang mengkhawatirkanmu, kau kan benar-benar tidak bisa jika harus jauh-jauh dariku sebentar saja”.

“Seharusnya oppa merasa tenang, karena itu artinya aku tak bisa berpaling kepada pria lain selain padamu. Dan lagipula kita masih bisa menjaga komunikasi lewat benda ini, kan”, katanya sambil memegang ponsel berwarna rose pink nya. “Oppa…”.

Siwon hanya mengerutkan keningnya sambil memandang bola mata jernih milik kekasihnya itu.

“Selama disana kau jangan berbuat yang macam-macam. Selalu setia dan ingat padaku”.

Siwon menggenggam tangan Yoona dengan kedua tangannya, mereka saling berpandangan cukup lama.

“Jaga kesehatanmu, ya”, ucap Siwon yang cukup membuat hati Yoona semakin terhenyak dan tak merelakan pria ini untuk pergi.

•●•

Wae? Tak biasanya kau datang malam-malam seperti ini?”, tanya Kimbum setelah membukakan pintu apartemennya. Sementara lawan bicaranya malah berjalan masuk begitu saja tanpa menghiraukan sang empunya.

Ya! Choi Siwon”, teriak Kimbum merasa tak terima dan segera menyusul pria itu ke dalam. “Kelihatannya ada yang sedikit tidak beres. Ada apa?”.

Siwon melemparkan tubuhnya kearah sofa sambil memegang kepala dengan kedua tangannya dan memejamkan mata, tampak frustasi. “Bisa kau ambilkan minum? Tenggorokanku terasa kering”, ucapnya sedikit parau.

Kimbum mendengus, sudah datang tanpa diundang, meminta sesuatu dengan seenaknya pula. Benar-benar tidak tahu diri, geramnya dalam hati.

Walau sedikit tidak rela, pada akhirnya Kimbum tetap memberikan sebotol softdrink yang diambilnya dari lemari es untuk rekan kerjanya itu.

Siwon menangkap dengan sigap botol yang dilempar Kimbum kearahnya, mengubah posisi tidurnya menjadi duduk kemudian segera meneguk softdrink itu.

“Jika kau kesini hanya ingin meminta minum, kau bisa keluar dan meninggalkan apartemenku sekarang juga”, ucap Kimbum dengan ketus.

“Kimbum-ah, bisakah aku saja yang menggantikanmu untuk pergi ke China?”.

Langkah Kimbum terhenti saat ia bergegas menuju kamarnya dan menoleh pada Siwon dengan terkejut. Beberapa hari yang lalu, dengan tiba-tiba perusahaan memang memutuskan untuk menjadikannya sebagai delegasi ke perusahaan cabang China selama satu tahun. Tetapi yang tak ia mengerti―disaat semua orang sangat tidak menginginkan promosi itu mengapa Siwon malah menawarkan diri untuk mengantikannya?

Jinjjayo? Apa kau tidak salah bicara?”, kali ini Kimbum menghampiri Siwon dan menatapnya dengan tajam.

Siwon berdesis lalu mendongakkan kepala, balik menatap kearah Kimbum. “Jeongmal jinjja”, jawab Siwon penuh keyakinan.

“Ya, kenapa tak kau katakan sejak kemarin? Apa kau tahu, aku hampir gila memikirkan nasibku berada di China selama satu tahun nanti”. Kimbum terlihat sangat senang, bahkan hanya membayangkannya saja. Padahal sejak kemarin ia sudah dijerat oleh rasa galau yang luar biasa karena berita perekrutan dirinya pada proyek yang sangat tiba-tiba itu. “Kalau begitu besok aku akan mengatakannya pada Kim Bujangnim. Sisanya kau yang menghubunginya untuk mengurusi persyaratannya, ya?”, ucap Kimbum dengan semangat. “Woah, uri Siwonnie, kau lumayan menguntungkan juga ternyata”, kali ini pria itu merangkul Siwon.

Geumanhae!”, kata Siwon dingin sambil melepaskan tangan Kimbum dari pundaknya.
Sementara Kimbum hanya berdesis. “Kau sangat ingin pergi ke China, ya? Atau mungkin belum pernah kesana? Kasihan sekali”.

“Terserah apa yang ingin kau katakan, lagipula mana peduli kau pada alasanku melakukan ini, kan?”.

“Ya, ya, kau benar. Aku sama sekali tak peduli”. Kimbum mulai kelihatan kesal menanggapinya.

Siwon meneguk kembali softdrink dalam genggamannya.

“Oh, ya, bukannya tahun ini kau dan Yoona akan menikah?”.

Siwon menoleh pada Kimbum sesaat, lalu hanya mendesah berat.

“Ck.. aku tak percaya kau ternyata benar-benar nekat melakukan ini”, dengan hanya melihat ekspresi Siwon, sepertinya Kimbum sudah dapat mengambil kesimpulan dari apa yang tengah dipikirkan sahabatnya itu.

“Aku hanya merasa masih membutuhkan waktu untuk berpikir sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius. Atau memang sekarang ini aku merasa semakin jenuh dengan hubungan ini”.

“Kurasa kau bukan sedang jenuh, tapi lebih tepatnya kau belum siap untuk menikah, kan?”.

Lagi-lagi Siwon tak membuka mulut untuk memberikan jawaban apalagi membantah.
“Kalian memang tidak cocok bersama. Yoona begitu dewasa yang bukan hanya memikirkan kesenangan, tetapi kepastian untuk masa depan. Dia benar-benar kekasih yang sangat lembut dan juga perhatian, jelas terlalu bagus untukmu”.

Memang benar, selama ini Yoona lah yang paling sering datang ke kantor hanya untuk mengantarkan makan siang untuk Siwon, atau datang ke apartemennya untuk membereskan tempat tinggal pria yang amat sangat cuek soal beres-beres itu. Yoona memang sangat memperhatikan segala hal mengenai Siwon. Tapi ternyata itulah yang membuat Siwon malah seringkali berpikiran untuk menjauhinya. Mungkin karena merasa terlalu diatur atau karena hubungan mereka yang sudah terjalin cukup lama sehingga Siwon akhirnya menemui titik kebosanan terhadap hubungan mereka. Apalagi setelah Yoona mulai mempertanyakan soal pernikahan, Siwon semakin ingin segera melarikan diri dari keadaan itu. Ia memang belum siap, dan masih ingin merasakan kebebasan sebagai pria lajang. Maka dari itu ia sampai membohongi Yoona dengan mengaku bahwa ialah yang mendapat promosi untuk menjadi delegasi ke China. Dan sekarang ia bahkan sampai berpikiran untuk…

“Apa seharusnya aku memutuskannya saja?”.

“Kau gila!”, gertak Kimbum.

“Lalu aku harus bagaimana? Aku kira saat ia tahu aku akan pergi ke China dia akan marah padaku, atau aku akan lebih senang jika dia memutuskanku saat itu. Tetapi ternyata sebaliknya, ia bahkan berkata akan menungguku. Aku benar-benar sudah kehilangan akal untuk bisa lari darinya”.

“Jangan memutuskan sesuatu terlalu buru-buru. Ingatlah, kalian telah berpacaran bukan hanya satu atau dua tahun saja, tetapi hampir 6 tahun. Itu bukan waktu yang singkat dan aku yakin selama itu kalian telah mengenal satu sama lain lebih jauh. Jika kau merasa jenuh sekarang ini, itu mungkin tantangan dalam hubungan kalian”.

“Aku tahu. Tapi kau mungkin tidak mengerti saat perasaan sayang kita pada seseorang telah berubah atau semakin memudar. Sama seperti yang aku rasakan sekarang. Aku hanya tidak ingin membohongi perasaanku sendiri, dan juga menyakitinya semakin jauh. Selama kita belum melangkah lebih jauh, bukankah mengakhirinya sekarang jauh lebih baik?”.

“Menasehati kepala batu super kerasmu itu memang sulit. Baiklah, aku hanya akan mengatakan―ambilah keputusan yang menurutmu paling baik. Tetapi lebih baik pikirkanlah dulu, satu tahun di China nanti jadikan momentum untuk mencari tahu bagaimana sebenarnya perasaanmu padanya. Jangan sampai kau menyesal suatu saat nanti”.

Pepatah dari Kimbum itu membuat Siwon berpikir. Memang tak ada yang salah dari ucapan temannya itu. Dan―lagipula Siwon tidak akan tega untuk memutuskan Yoona lebih dulu. Biarkan saja semuanya berjalan seperti biasa dan menunggu Yoona pun merasakan hal yang sama dengannya.

•●•

Pagi itu Siwon terbangun dari tidurnya saat mendengar suara bising dari arah dapur apartemennya. Tidak segera bergegas bangun, pria itu malah menutup telingannya menggunakan bantal yang ia lipat diantara kepalanya.

“Oppa, apa kau tidak akan bangun?”, terdengar suara wanita dari arah pintu kamarnya. Siwon memang mendengar, tetapi ia terlalu malas untuk menyahuti. Langkah wanita itu semakin mendekat pada tempat tidur Siwon. Ia duduk di samping tempat tidur dan menggerak-gerakkan tubuh Siwon dengan pelan. “Oppa, ini sudah pukul tujuh, jika kau tidak bangun kau akan ketinggalan pesawat”.

Siwon mendesah dengan malas, masih membenamkan wajah dalam bantalnya. “Arasseo”.

“Yasudah, cepatlah bangun. Aku akan menyiapkan sarapan”, katanya dan berjalan keluar kamar. Tetapi sebelum menutup pintu kembali, ia berkata lagi, “Abeonim dan eomonim sebentar lagi akan segera tiba. Jangan mengulur waktumu, oppa. Ireona”, katanya dan menutup pintu kamar.

Sementara itu Siwon akhirnya beranjak dari tempat tidur dengan wajah kusut dan rambut yang berantakan. “Cerewet sekali!”, gerutunya sambil berjalan menuju kamar mandi.

Dua puluh menit berlalu, akhirnya Siwon keluar dari kamarnya dengan setelan yang sudah rapi dengan kemeja berwarna navy yang dilipat sampai sikut dan celana hitam panjang. Di ruang tengah ternyata sudah ada ibu dan ayahnya dari Busan, mereka sedang sarapan ditemani Yoona yang telah menyiapkan semuanya.

“Mandimu lama sekali, nak”, ucap nyonya Choi selepas melihat Siwon. “Kemarilah, eomma ingin sarapan bersamamu sebelum kau pergi”, katanya lagi sambil merentangkan tangannya, mengisyaratkan agar Siwon menghampirinya.

Nyonya Choi menarik tangan Siwon dan menyuruhnya untuk duduk tepat disampingnya. “Cobalah, Yoona membuat waffle yang sangat enak”.

Siwon sudah tahu waffle buatan Yoona memang enak, hampir setiap hari Yoona membuatkannya untuknya.

Hari ini nyonya dan tuan Choi memang sengaja datang ke Seoul untuk mengantarkan putranya ke bandara. Memikirkan satu tahun tak akan bertemu dengan putranya, membuat nyonya Choi tak ingin jauh-jauh barang sedikitpun dari putra satu-satunya itu.

Begitupun Yoona. Rasanya berat mengantarkan sang kekasih untuk pergi jauh dari tanah Seoul. Inginnya menghabiskan waktu lebih lama lagi dengan Siwon, apalagi ia harus kecewa saat kemarin yang seharusnya menjadi waktu berduaan mereka malah terganggu karena Siwon tak bisa pergi akibat masih ada berkas yang harus dilengkapi untuk keperluannya ke China.

“Jaga diri baik-baik, nak. Segera selesaikan urusanmu disana dan kembali ke Korea dengan selamat. Eomma mencintaimu”, nyonya Choi memeluk putranya itu dengan sangat erat. Menciumi pipi kanan, pipi kiri, dan keningnya secara berturut-turut. “Baik-baiklah disana, ya?”.

Ne, eomma juga jaga kesehatan”. Dan kini Siwon beralih pada ayahnya yang terlihat diam daritadi. “Abeoji, aku pergi”.

“Ya, berhati-hatilah”, katanya tak terlalu banyak meninggalkan pesan seperti sang ibu. Mereka berpelukan singkat.

Lalu Siwon menghampiri Yoona dan membawanya dalam dekapannya. “Aku pergi, ya”.

“Uhm. Jangan terlalu lelah bekerja dan tetap perhatikan kesehatanmu”.

“Ne, ara”.

“Saranghae”.

“Nado”.

Keduanya saling melepaskan pelukan mereka. Saat itu Siwon merasakan tangan Yoona memasuki saku jaketnya. Ia memasuki sesuatu disana. Beberapa bungkus permen dengan warna yang berbeda-beda. Melihatnya Siwon hanya menghela nafasnya, ia sudah terbiasa diberi permen seperti itu oleh kekasihnya.

“Selama aku tak mengawasimu disana, oppa jangan pernah berani-berani untuk merokok, ya? Aku memasukkan satu kaleng permen lagi di koper mu”, katanya sambil tertawa pelan. Wanita itu memang cukup keras untuk menjauhkan Siwon dari rokok, menurutnya digantikan oleh permen akan lebih baik. “Hati-hati dan jangan lupa untuk menghubungiku saat sudah sampai disana”, sambungnya lalu mencium pipi Siwon, dan kali ini dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Jangan menangis, bodoh”, bisiknya sambil memegang kepala Yoona.

Yoona mengulum bibirnya, berusaha keras menahan airmatanya agar tak jatuh.
Siwon terdiam dan tersenyum tipis. Sampai akhirnya ia harus benar-benar masuk kedalam pintu keberangkatan ketika beberapa menit lagi pesawat akan segera take-off.

Saat itu lah menjadi peristiwa terberat bagi Yoona, melepas kepergian sang kekasih. Melihat punggung tegap yang semakin tertelan dari pandangannya itu membuatnya cukup terpukul.

Cepatlah kembali, oppa.

•●•

 3 bulan kemudian

“Guru Im, annyeonghigaseyo”, beberapa anak menundukkan badan mereka lalu melambaikan tangan kearah Yoona ketika mereka keluar dari kelas.

“Ne, hati-hati di jalan”, balas Yoona sambil melambaikan tangannya mengiringi kepergian mereka yang didampingi orang tua masing-masing.

“Guru Im, apa Anda melihat Junho?”, tanya salah satu orang tua murid.

“Junho masih di dalam kelas. Sebentar, akan saya panggilkan”, ucapnya lalu memasuki kelas dan memanggil seorang anak yang masih membereskan barang-barangnya ke dalam tas. “Junho, ibumu sudah ada di luar”.

 “Ne, saem”, jawabnya pelan.

Yoona kembali keluar dan menghampiri Ibu Junho. “Dia masih membereskan barang-barangnya”, jelasnya.

“Ah, baiklah. Tadi saya ada urusan mendadak di kantor sehingga sedikit terlambat untuk menjemput. Tapi ternyata kelas baru bubar. Tak biasanya saem, biasanya pukul dua mereka sudah pulang”.

Ye, hari ini memang ada pemeriksaan kesehatan dan Junho tampaknya tidak takut dengan jarum suntik, ya? Dia menjadi siswa pertama yang berani maju kedepan untuk disuntik disaat banyak anak yang mulai menangis ingin pulang”, ucap Yoona terkikik geli mengingat kejadian heboh tadi.

“Junho memang tak berbeda jauh dengan saya”, canda Ibu Junho mencairkan suasana, dan keduanya tertawa bersama.

“Guru Im, apa Anda tidak kelabakan mengurusi anak-anak seorang diri di dalam kelas? Dulu saya sangat tidak menginginkan menjadi guru sekolah dasar karena membayangkannya saja sudah membuatku pusing kepalang”.

“Kerepotan mungkin sudah hal biasa. Tetapi pada dasarnya saya memang menyukai anak kecil, Junho eomma”.

“Ah, kau benar-benar mengagumkan. Guru Baek sangat beruntung bisa mendapatkan hati Anda”.

Kening Yoona berkerut saat mendengar nama Guru Baek disebutkan. “Maksud Anda, Junho eomma?”.

“Anda kekasih Guru Baek, kan?”.

Guru Baek atau Baek Taecyeon adalah guru olah raga di sekolah itu. Ia acap kali memang selalu mengajak Yoona pulang bersama sehingga para orang tua murid atau guru yang lain sering kali mengira bahwa mereka adalah pasangan kekasih. Padahal kenyataannya tidak. Taecyeon lah yang selalu mengejar-ngejar Yoona.

Aniyo, Junho eomma. Dia bukan kekasih saya”.

Ah, geurae? Saya kira kalian berpacaran”.

Junho akhirnya keluar dari kelas dan berlari memeluk pinggang ibunya.
Aniyo”, sanggah Yoona.

Ibu Junho menganggangguk-anggukkan kepalanya. “Kalau begitu saya bisa mengenalkan Anda pada adik saya. Dia seorang dokter dan sepertinya kalian akan menjadi pasangan yang serasi”, katanya dengan antusias mempromosikan adiknya.

Yoona tertawa seketika sambil menutup mulut dengan genggaman tangannya. “Wah, seorang dokter, ya? Terimakasih, Junho eomma karena sudah memperhatikan saya. Hanya saja saya sudah memiliki kekasih”.

“Benarkah? Saya kira Anda masih single. Tapi memang tidak mungkin, ya? Pria mana yang akan membiarkan wanita cantik sepertimu untuk dibiarkan sendiri. Saya yakin kekasihmu pasti sangat tampan”.

Yoona hanya terdiam dan tersipu malu. Pria yang lebih tampan dari kekasihnya mungkin memang banyak, tapi baginya dialah yang terbaik.

Ah, Yoona jadi semakin merindukan Siwon. Apa yang sedang dia lakukan sekarang?

“Nomor yang Anda tuju sedang berada di luar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi”, Yoona memberenggut saat lagi-lagi hanya terdengar suara operator. Pada waktu senggang saja sulit dihubungi, apalagi saat waktu kerja seperti sekarang.

Akhirnya Yoona harus puas dengan hanya meninggalkan pesan, itupun terkadang baru akan dibalas keesokkan harinya.

Apa oppa baik-baik saja? jika sudah pulang bekerja, hubungi aku, ya? Aku merindukanmu. Saranghae💕

To Be Continued

투 비 컨티뉴드

Maaf ya, dateng2 bukannya ngelanjutin hutang FF malah bawa yang lain. sebenernya ini ff udah cukup lama ada di laptop. Karna alasan sayang dibuang mendingan di posting aja kan?

kritik dan sarannya sangat di tunggu..

Tinggalkan komentar

106 Komentar

  1. yaampun jahatnya siwon..
    yoona bisa jdi kecantol sama kibum tw taecyeon klo kya gni. apa siwon di cina jg jga diri?

    Balas
  2. sekar paramitha

     /  Februari 16, 2016

    Hati” siwon oppa nanti nyesel sendiri loh

    Balas
  3. Vi2n nurul

     /  Februari 18, 2016

    Wach Wonppa benar2,, punya cew cantik, baik dan perhatian spt Yoong msh merasa bosan dan mlh ingin ninggalin dia,, emang cew yg spt ap yg d pengen Wonppa. Jgn2 dia selingkuh dr Yoong waktu d China, kasihan khan Yoong dia sllu setia meskipun banyak cow yg menginginkan dia ke ceweknya.
    Jgn pernah bermain api Wonppa nanti kau akn ikut terbakar,kau akn sgt menyesal nanti kalo kau sampai ninggalin Yoong.

    Balas
  4. wiwin

     /  Februari 18, 2016

    Lagi2 siwon menjadi lelaki jahat….

    Balas
  5. deery00ng

     /  Februari 18, 2016

    Baca lagi ni ff
    Tetep aja greget feelnya
    Izin baca next chapter unn

    Balas
  6. atus choi

     /  Februari 18, 2016

    Kesan pertama lumayan seru. Kayaknya selanjutnya bakal lebih seru nih…

    Balas
  7. Choi Ilmhy

     /  Februari 19, 2016

    Apa Siwon oppa akan nyakitin Yoona..
    pdahal Yoona cinta ma Oppa..
    apa Siwon akan jdi penjhatnya disni..
    nnti bkal nyesel lho Oppa…
    Bkal nyesek nhi..
    Good job

    Balas
  8. Kusuma Subandrio

     /  Februari 22, 2016

    Aduh awalnya bikin sedih. Kasian Yoona 😢 awas nyesel loh klo Yoona udah gak perhatian lagi..hihi

    Balas
  9. hanna lee

     /  Februari 27, 2016

    waww ceritanya menarikbgt, kok wonppa jahat sih yaampun jangan sampe cuma grgr bosen lgsg putus, pokoknya yoona harus ttp nunggu siwon hihihi
    nextpart ijin bacaa eon

    Balas
  10. ow karakter nya cuek2 ngeselin ya si daddy
    hihihihi

    Balas
  11. Aiueo

     /  Maret 14, 2016

    Hmm.. Kasian sma yoona.. Cmn dy aj yg perhatiin sma siwon tapi siwon sendiri ga perhatian sma dy..
    Hubungan yg rumit 😦

    Balas
  12. Ish siwon tega amet,ksian yoona

    Balas
  13. Siwon emang cwek kyk gmn yg km mau? Yoona itu udah paket lengkap looh, di ambil org baru tau rasa.

    Balas
  14. AuliaYW

     /  April 22, 2016

    Tega bngts wonppa, psti nnti wonppa bkalan nysel sndri.

    Balas
  15. Ra_YoonAddict

     /  Mei 5, 2016

    Ohhh… jadi Siwon ke China untuk menghindari Yoona. Karena udah mulai pudar rasa cintanya ke Yoona dan karena udah bosen sama hubungannya. Ya ampun tega banget sih.. padahal kan Yoona baik banget sama Siwon. Jangan2 nanti di China si Siwon selingkuh lagi… hmmm semoga hatinya Yoona kuat ya.

    Balas
  16. yoonwonitedappler

     /  Juni 18, 2016

    Waaah ff YoonWon baru 🎉🎉
    Eh Siwon daddy nyebelin banget sih, kasian mommy.
    Jenuh dalam suatu hubungan itu biasa daddy. Sabar napa.
    Kzl kzl kzl….

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: