[OS] Thinking Out Loud (Special Yoona Birthday)

Title                 : Thinking Out Loud (Special Yoona Birthday)

Author             : Choi Leami a.k.a Azha

(leaaza9@gmail.com)

Cast                 : Choi Siwon & Im Yoona

Genre              : Romance

Lenght             : Oneshot

Inspiration by  : Ed Sheeran – Thinking Out Loud (di anjurkan buat dengerin juga lagunya, biar lebih berasa romantisnya ni lagu.)

 

‘Lupakan Yoona.. Ayo lupakan Choi Siwon, Yoona. Untuk saat ini nikmati waktu mu bersama para member lain. Bukan ‘kah ini hari specialmu.. Ayo Im Yoona, bisakah kau melupakan kekasihmu yang menyebalkan itu. Buakan ‘kah dia mengatakan permintaan maaf nya padamu tapi tetap saja rasanya benar-benar menyebalkan. Setidaknya katakan selamat ulang tahun dengan manis atau menyanyikan lagu selamat ulang tahun yang biasa orang nyanyikan, tapi apa ini? setelah mengatakannya dia mematikan sambungan telephone nya secara sepihak tanpa memberinya kesempatan untuk bicara, bukan kan itu sangat menyebalkan’

 

Yoona.. Ayo tiup lilinnya” perintah Yuri padanya, karna sendari tadi Yoona hanya melamun sambil memutar-mutar ponselnya.

Yeoja itu bahkan terlihat kesal tentu saja tersirat jelas di wajah cantiknya itu. Dengan bibir yang sedikit manyun dan pipi yang mengembung terlihat sangat mengemaskan.

Memasang senyum yang di paksakan kemudian memejamkan matanya sejenak tentusaja untuk make a wish

‘Tuhan.. tolong lindungi aku. Aku berharap kau juga melindungi orang-orang yang menyayangiku dengan tulus. Jagalah dia(Siwon) untuk ku, meskipun aku saat ini kesal padanya tapi aku benar-benar tulus berdoa untuknya. Ini memang sedikit sulit tapi aku harap suatu saat nanti semua orang menerimaa kami (Yoonwon), mencintai kami, dan menjaga kami’

Setelah itu meniup lilinnya seperti yang Yuri perintahkan. Semua member bertepuk tangan setelahnya.

“jangan kesal seperti itu, Yoong.. Aku tahu kau pasti kesal karna Siwon oppa ‘kan ?

Lihat ini..” melihatkan ponselnya pada Yoona. Pesan, sebuah pesan yang dapat Yoona tangkap dengan ekor matanya.

 

From: Siwon Oppa

Soo.. beritahu pada Yoona aku benar-benar sibuk sekarang, maaf untuk tidak ikut merayakannya bersama kalian’

 

Tertera di sana pesan itu di kirim Siwon sekitar satu menit yang lalu.

Apa ini? Siwon bahkan sempat hanya untuk mengirim pesan pada Sooyoung sedang kan padanya satu pesan pun tak ada.

Siwon menghubunginya sekitar satu jam yang lalu, pesan yang ia kirim tentang ketidak ‘terima’an nya pada Siwon pun tak ada jawaban apapun. Tapi apa ini? Siwon mengirim pesan pada Sooyoung. Apa dia sengaja melakukannya?

Choi Siwon… aku benar-benar kesal sekarang.

 

“Tapi dia bahkan tak membalas pesan yang ku kirim padanya, Eunnie”. Yoona merengek manja pada Sooyoung karna Yoona tahu betul hanya Sooyounglah yang lebih mengenal dengan baik kekasihnya dibandingkan para member yang lain, meskipun Yoona lebih sering bercerita pada Yuri tentang hubungannya dengan Siwon.

“Bukan ‘kah tadi dia mengatakan di sana (pesan) kalau dia sedang Sibuk?”

“hemm…” mengganguk mengerti.

Kalau saja Siwon saat ini ada di depannya pasti Yoona sudah memukul kepalanya. Yoona tau dia sibuk tapi setidaknya temui saja Yoona dulu, bukan ‘kah pria itu di korea?

Di lihatnya ponsel yang di tangan kanannya, berharap Siwon akan membalas pesan nya atau mungkin menghubunginya untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama -‘mungkin’. Ahh, tapi itu tidak mungkin Siwon lakukan, pria itu terlewat sibuk.

Dia mengatakan akan menjalan hidupnya lebih seimbang, TAPI… Apa ini ?

Bukan ‘nya Yoona tidak mengerti posisi Siwon atau gimana? Tapi ini sudah lebih dari seminggu mereka tidak bertemu. Yoona benar- benar merindukannya, apa Siwon juga tak merindukan ‘nya? Sesibuk apa sihh pria itu?

“Choi Siwon, bogoshipoyo….” gumamnya tanpa mengeluarkan suara tapi pada bibirnya dengan jelas mengucapkannya.

.

.

.

 

‘Yoong.. Yakinlah di sini aku juga merindukanmu, sayang. Tapi maaf aku sedikit membuatmu kesal, kau mengatakan padaku bahwa aku terlalu kaku *huh baiklah aku akan membuatmu terkesima atau mungkin tergila-gila padaku, sayangggg’

 

Siwon kini sedang santai di apartemen pribadinya. Pria itu terfokus pada sebuah ponsel di tangannya, dengan aktif dan lincahnya jari-jemarinya menari di layar ponsel tersebut.

Pria itu bahkan tak berhenti tersenyum saat menerima sebuah pesan yang baru saja masuk.

 

From: Sooyoung

Oppa.. Kurasa Yoona benar-benar kesal padamu,

 

Membaca pesan tersebut justru membuat Siwon terkikik geli bayangkan saja ekspresi Yoona saat ini pasti sangat mengemaskan. Siwon benar-benar merindukannya, merindukan senyum ‘nya, cemberut ‘nya, dan tentu saja sikap merajuknya yang begitu manja.

Rasanya ingin mempercepat waktu dan menghabiskan waktu bersama dengannya. Merengkuhnya kedalam pelukannya yang hangat, mengecup dahi ‘nya yang indah, mencium bibirnya yang mungil tapi rasanya sungguh manis.

Siwon menggeleng begitu pikiran kotor itu bersarang pada kepala tampannya. Bagaimana bisa Siwon berpikir hal-hal seperti itu harusnya pria itu berpikir lebih keras untuk menyiapkan kejutan untuk Yeojanya.

“Bagus.. semua berjalan sesuai rencana” gumam Siwon pelan. Yang di katakan ‘nya saat itu juga ditulisnya di ponselnya untuk membalas pesan dari Sooyoung.

Ya tentu saja Siwon meminta Sooyoung melakukan ini semua, bahkan Sooyoung seperti seorang mata-mata bodoh. Siwon yang memaksanya melakukan hal tersebut, pria itu menghubungi setiap saat untuk mengetahui kondisi Yoona selama Yoona tak ada di depan mata’nya.

Buka kali ini saja Siwon meminta bantuan pada Sooyoung. Setiap saat, ya setiap saat Siwon selalu memohon pada Sooyoung untuk melakukan rencana-rencana’nya agar berjalan seperti yang di harapkan’nya. Seperti saat ini juga, apa boleh buat Sooyoung tak bisa menolak Oppa’nya itu terlebih juga untuk kesenangan dongsaeng’nya.

“Selanjutnya, mengubungi Choi Jiwon” gumamnya

Keluar dari aplikasi pesan dan selanjutnya menghubungi adiknya, untukmelanjutkan rencana selanjutnya.

Dia tahu Jiwon pasti berhasil melakukan’nya. Siwon terlalu sering memancing Yoona dengan jalan pintas Jiwon yang ia gunakan sebagai umpan.

“Kau hubungi Yoona sekarang..”

aku sedang menyetir sekarang, Oppa. Lagipula aku sudah menghubunginya tadi. Dan dia tidak bisa bertemu sekarang.”

“Wae? Bukan’kah hari ini dia libur? Pada dia mengatakan merayakan ulang tahunnya bersama seorang pria misalnya” Siwon mengatakannya terlalu cepat dan tanpa jeda.

“Mungkin.. Dia mengatakan baru bisa bertemu nanti jam enam sore”

begitu Jiwon mengucapkanya, Siwon langsung berdiri dari duduk santai’nya. Kini pria itu terlihat gunda, terlihat jelas sekali, mondar-mandir tak jelas dengan berkacak pinggang kesal.

Ternyata bukan Yoona saja yang kesal saat ini tapi pria itu juga sama kesal’nya

“Kenapa tak menanyakan dengan jelas padanya? Mau pergi kemana?… Hubungi dia kembali, katakan kau nanti malam tak ada waktu”. Perintahnya seenak’nya

“Kurasa aku tak berhak menayakan hal terlalu privasi pada’nya, Oppa? Kenapa bukan Oppa saja yang mengubungi’nya sendiri, bukan ‘kah Oppa lebih berhak. Kau selalu melibatkan ku diantara hubungan kalian”

“Mwo? Kau baru saja mengatakan hal privasi, kau tau dia itu kekasih Oppa. Tapi, apa kau diam saja melihat’nya pergi bersama pria lain” Siwon terlihat marah dan geram terdengar jelas dari suara’nya yang masih Jiwon dengar dengan jelas.”Dan ya.. Dia marah pada oppa. Cepat hubungi dia kembali, Jiwon”

Siwon berteriak ketika mengatakan kalimat’nya yang terakhir.

Tapi, apa ini? suara di sebrang sana justru terdengar suara tawa lepas dari Jiwon.

“Haha.. Jangan terlalu berlebihan “ dengan Sisa tawa’nya Jiwon mengatakannya. ” Dia pulang merayakan ulang tahun bersama keluarganya” Sambung’nya kemudian. “So.. tunggu saja nanti malam, aku sedang sibuk jangan mengganguku? Aku tutup”

 

Di lihatnya ponselnya, alat yang dimana baru saja mengeluarka suara adik’nya yang membuatnya kesal. Jika tau Yoona pulang kenapa tidak memberitahunya ejak awal. Setidak’nya perasaan’nya lebih tenang.

.

.

.

 

“Appa, aku harus segera pergi?”. Pamit Yoona pada sang ayah yang kini berdiri di ambang pintu, tentu saja untuk mengantarnya pergi.

“Ne.. Berhati-hatilah, jangan memaksa pulang kemari jika nanti terlaru larut” Nasehat Tn.Im pada putri bungsunya itu.

“Arraseo.. jangan hawatir”. Tersenyum manis, tak lupa mencium pipi kanan Appa’nya sebelum melangkah pergi.

Sesampai’nya di dalam mobil Yoona membuka kaca mobil’nya dan melambai pada sang ayah. “Aku tidak akan lama. Aku akan menginap, Appa tunggu Yoona?”

Sesudah mengatakan’nya Yoona menaikan kembali kaca mobil’nya dan melesat pergi menjauhi perkarangan rumah’nya.

 

Menempuh perjalan sekitar sepuluh menit, jarak rumah dan apartemen Siwon memang tak terlalu jauh dan itu membuat Yoona dengan mudah menyetir sendirian. Tapi jika Siwon mengetahui hal ini pasti pria itu marah-marah tak jelas pada’nya. Dia pria tapi dia gemar sekali mengomel seperti Yeoja.

Ngomong-ngomong tentang Siwon, pria itu belum juga menghubungi’nya tapi Yoona terlihat tak mempermasalahkannya sekarang.

Ya tentu saja karna orang yang akan ia temui adalah wujud pria itu tapi versi yeoja. Tentu Yoona tak mau menampakan wajah kesal’nya pada calon adik ipar’nya, meski hatinya masih gunda dan dirinya masih kesal setengah mati pada kakak satu-satu’nya dari Jiwon itu.

 

Meski hanya bertemu dengan Jiwon tapi Yoona berpenamilan sangat anggun, dengan dress selutut berwarna kuning pastel dengan lengan panjang dan flat shoes yang terlihat santai tapi tak lupa kesan cantik dan manis melekat disana.

Begitu sampai di lobi, Yoona mengeluarkan ponselnya pada tas slempang yang berwarna hitam, yang ia kenakan juga saat ini.

Mengirim pesan singkat pada Jiwon

Jiwon, aku sudah di loby. Kau sudah di sana?

*Aku sedang di supermarket, ya di supermaket. Di dekat sana, eunnie tunggu sebantar. Tidak masalah kan?

Baiklah.. Berapa lama lagi kau pulang? Mungkin aku akan ke kedai kopi sebentar

“Oppa… ku mohon, berhentilah menelfon ku” kesal Jiwon ketika ponsel’nya berbunyi dan terlihat ID Siwon disana.

Lebih memilih mematikan’nya dan melanjutkan mengetik pesan balasan untuk Yonna.

*Tak perlu, sebentar lagi. Ahh… aku sudah di kasir sekarang, nanti aku akan mampir membeli kopi untuk Eunnie lebih dulu. Sepuluh menit lagi aku sampai. Eunnie, masuk saja dulu. Apanya yang di kasir, yang benar saja. Kenyataanya Jiwon sedang memandikan anjing Oppa’nya *kwkwk..   “Oppa.. aku tak pernah mengitung berapa jasa yang harus kau bayar untuk kepintaran ku ini?”

ahh.. Begitu, baiklah... Begitu menerima pesan balasan dari Yoona. Jiwon sampai terkikik membayangkan bagaimana acara mereka (YoonWon) nanti. Benar yang di katakan Yoona, Oppa’nya itu terlalu kaku. Yang dia bisa di lakukan’nya hanya mengatur, menyuruh, melarang ini itu.

.

.

.

Begitu sampai di apartemen Siwon. Tak lupa melepas lebih dulu sepatu’nya dan menggantinya dengan sandal rumah.

Terang

Itu adalah kesan pertama ketika Yoona memasuki’nya.’ Mungkin Jiwon sudah kemari lebih dulu tadi’ pikirnya.

Dengan santai’nya Yoona duduk di sofa di ruang tamu. Gadis itu sibuk mengetik pesan pada ponselnya. Begitu ada suara-tanda sebuah pesan masuk, dilihatnya pesan tersebut Yoona tersenyum saat membaca’nya. Bukan’kah Yoona tadi mengatakan seharian ini Siwon tidak mengubungi’nya. Ya dan mungkin Siwon saat ini menghubungi’nya dan membuat’nya merona dengan jurus mengoda’nya

Tapi, tidak… Siwon bahkan saat ini berdiri didepan saklar lampu apartemen’nya dan lihat pria itu tak membawa ponsel.

Lalu dengan Siapa yoona bertukar pesan barusan?

“Ahhh…” teriak Yoona kencang saat tiba-tiba seluruh lampu di sana padam.

Namun Yoona merasakan ada sebuah lengan melingkar di sekitar pinggang’nya.

“Siapa kau?” teriak’nya histeris. Dalam keadaan gelap gulita seperti ini siapa yang tidak merasa takut terlebih di apartemen sebesar ini sendirian. Yoona memukul’nya sehingga membuat lengan itu terlepas dari pinggang’nya.

Tapi tidak itu saja Yoona meraba-raba benda di sekitar’nya. Dan ahh.. dia mendapatkan bantal sofa.

“Apa itu tadi.. Choi Siwon Oppa tolong aku?” gumam’nya. Tangan’nya ia layangkan beberapa kali ke udara, bermaksud memukul mahluk aneh tersebut. Tapi tak ada, sekali lagi melakukannya tapi tetap sama. Tak ada apa-apa di sana.

Siwon kini berdiri di belakang’nya dia bahkan masih mendengar kalimat terakhir yang Yoona katakan. Meski sederhana tapi itu sungguh berarti untuknya, bagaimana tidak yeoja itu menyebut namanya di saat keadaan genting seperti ini. Betapa bahagia’nya Siwon ketika mendengar’nya.

Kembali, kini Siwon meraih pinggang Yoona dan memeluk’nya lebih erat dan semakin erat, bahkan kini kepala’nya ia letakan di bahu Yoona. Siwon dapat merasakan Tubuh Yoona menegang saat itu juga.

Di hembuskannya nafas’nya di sekitar leher Yoona, sengaja membuatnya semakin bergetar ketakutan.

Dan lihat lah betapa tegang’nya Yoona saat ini. Siwon kini mulai mengecupi leher indah Yoona meski terhalang oleh beberapa helai rambut Yoona yang ia biarkan tergerai.

Tapi Yoona belum juga menyadari bahwa yang memeluknya saat ini adalah kekasih’nya. Bahkan Yoona berpikir yang tidak-tidak. Mungkin ada sebuah hantu, ahh ya.. Mungkin saja bukan’kah apartemen ini jarang Siwon tempati, jadi tidak heran jika hal-hal seperti ini mungkin saja terjadi. Tapi, kenapa hal seperti ini terjadi disaat dia sendirian di tempat seluas ini. Yoona bahkan sudah hampir menangis dibuatnya.

Belum juga menyadari’nya membuat Siwon geram. Dengan pelan melepaskan pelukan posesif’nya. Meraih bahu Yoona dan membalikan tubuh Yoona, berputar kini menghadap’nya. Tapi hanya gelap yang dapat ia tangkap dengan mata’nya. Karna keadaan lampu yang masih padam.

“Aku mencintaimu” ucap Siwon pelan dengan bibir’nya yang hampir menempel pada telinga Yoona.

Mata Yoona melebar dengan sempurana.

‘Ya tuhan.. Apa hantu ini menyerupai Siwon? Ya dia tau itu suara Siwon? tapi apa mungkin ada hantu yang seperti itu? Ya mungkin saja’pikir Yoona sempit. Dia sama sekali tidak bisa melihat sesuatu disekitarnya. Tapi, dia merasa ada seseorang didepannya.

Apa Yoona belum menyadari bahwa hantu yang dikiranya tadi adalah kekasihnya-Siwon?

Setelah mengucapkan kalimat cintanya tadi Siwon mengecup dalam pipi kiri Yoona. Sengaja melakukanya lebih lama untuk menyadarkan Yoona.

Aroma sabun menguar dari badan hantu itu. Dan bau sabun itu persis seperti milik Siwon. Yaaa sebelum Yoona kemari, Siwon menyempatkan untuk mandi lebih dulu. Jadi wajar jika yang Yoona cium saat ini adalah wangi sabun.

‘Apa mungkin hantu juga memiliki bau seperti ini? tapi bukan’kah hantu itu berbau wangi bunga. Tapi ini bau sabun’

Yoona memberanikan diri untuk menggangkat tangan’nya. Menampar dada Siwon, tapi tidak terlalu keras hanya untuk memastikan saja.

Dan yang ia dapat ialah keras dan berbentuk. Yaaa Tuhan… Yoona dapat merasakan itu sebuah dada namja, tentu saja Yoona mengenali’nya jika dada itu juga yang selalu ia jadikan alas untuk bersandar.

Bagus, sepertinya Yoona mulai mengenali Siwon.

Sesaat Siwon tersentak saat sebuah kepala menubruk dada’nya, tentu saja itu kepala Yoona. Bukan kepala hantu yang seperti Yoona fikirkan tadi.

“Sudah mengenaliku” kalimat itu akhirnya keluar dari mulut Siwon. Setidaknya membuat Yoona lega jika pria yang di peluk’nya kini bukan sebuah hantu yang menyerupai kekasih’nya.

Tak menjawab’nya, tapi Siwon merasakan kepala Yoona bergerak mengganguk di dadanya. Bahkan setelah itu Siwon merasakan tamparan lagi pada dada’nya bahkan kali ini lebih keras dari sebelum’nya.

Tapi pria itu justru tersenyum simpul seperti tidak keberatan jika Yoona melakukannya.

Siwon semakin mendekatkan tubuh Yoona, merapatkan lebih erat pelukan’nya. Yoona bahkan mulai membalas dengan ikut melingkarkan lengan’nya pada pinggang tegap Siwon.

Satu menit.. Dua menit.. Tiga menit.. Lima menit.. Sampai tujuh menit, barulah mereka melepaskan pelukan’nya ketika sebuah bunyi ponsel dari saku Siwon berbunyi. Meski Siwon terlihat engan untuk melepaskan Yoona, tapi suara bising dari ponsel’nya benar-benar menggangu.

Meski menerima panggilan itu tapi Siwon tak membiarkan Yoona beranjak untuk melepaskan pelukannya. Tangan Yoona yang hendak turun dari pinggang’nya dengan cepat Siwon menahan dengan tangan’nya yang lain. Otomatis tangan Yoona masih setia melingkar di pinggang kokoh Siwon, setelahnya kembali meletakan kepala Yoona didadanya sehingga membuat mereka kembali berpelukan dengan Siwon yang menerima telfon dari adiknya.

Siwon senang Yoona tak menolaknya meski Siwon yakin gadis itu pasti teramat kesal padanya sekarang , setelah apa yang baru saja pria itu lakuakan untuk menakut-nakuti Yoona.

“Kenapa menelfon?… Tidak, justru karna panggilanmu semuanya GAGAL… Aku tahu, kau pasti sengaja melakukan’nya… Jangan menelfon lagi”

Siwon memutus panggilan adik’nya lebih dulu.

Ponsel’nya yang masih menyala menyebabkan keadaan yang awalnya gelap kini terlihat remang-remang, karna sebekas cahaya berasal dari ponsel Siwon.

Tapi entah apa yang Siwon pikirkan. Dengan keadaan cahaya yang minim ini justru membuat wajah Yoona bersinar (lebay)

Cantikkk…

Yoona benar-benar cantik.

Dengan pelan Siwon mulai mendekatkan wajah’nya pada Yoona. Dekat, Semakin dekat dan….

CHU~

Meski diawal hanya sebuah bibir yang saling menempel tapi bukan Siwon namanya kalau bukan dia yang dominan saat melakukan’nya. Di lumatnya lembut bibir bawah Yoona, pelan namun berirama.

Berciuman dengan keadaan gelap gulita ini cukup menyenakan untuk Siwon. Baru beberapa kali lumatan Yoona sudah mendorong dada’nya menjauh. “Wae?” tanya’nya tak terima. Secepat itu ciuman mereka terlepas padahal biasa’nya mereka melakukannya hampir sepuluh menit (what?)

Biasanya Siwon akan melepaskan’nya saat dirasa sudah cukup dan melihat bibir Yoona yang bengkak dengan air liur di sekitar bibir’nya, setelah itu mengusapnya lembut dengan ibu jari’nya. Sungguh namja yang manis.

Tapi saat ini bibir Yoona hanya basah karna ciuman mereka hanya berlangsung sekitar beberapa detik saja.

“Nyalakan lampu’nya? Berapa lama lagi Oppa membiarkan aku hanya melihat warna hitam, seperti ini” umpat’nya kesal.

“Ayolah sayangg.. Aku bahkan mampu melihatmu di kegelapan seperti ini”

“Jangan membual.. Ini benar-benar gelap, Oppa”

“Aku sungguh-sungguh bisa melihatmu dalam keadaan seperti ini, sayangg”

Yoona menghempaskan tangan Siwon yang masih setia memeluk’nya posesif. “Ahh..” Yoona kaget ketika kaki’nya tesandung kaki sofa dan bokongnya dengan mulus terduduk cantik di sana.

Siwon bahkan sampai tertawa memekik mengetahui’nya.

“Cepat nyalakan lampu’nya”

“Baiklah…” setelah’nya berjalan untuk menyalakan saklar lampu, tapi Siwon tak dapat melihat karna itu dia berinisyatif mengabil ponselnya untuk menerangi jalan’nya. Tapi Siwon tak menyadari ada kaki Yoona di sana dan jadilah… Tubuhnya yang tak seimbang dengan cantiknya pria gagah itu tersungkur di lantai, di bawah kaki Yoona.

Melihat’nya Yoona tak dapat menahan tawanya.

Bahkan saat keadaan sudah terang pun Yoona masih belum juga meredahkan tawanya. Tapi entah mengapa hal itu membuat Siwon justru tersenyum senang.

“Kenapa kau juga tersenyum? Aku seperti ini karna, Oppa. Adaikan tadi keadaan’nya seperti ini (terang) pasti tadi terlihat sangat lucu” kembali tertawa terbahak-bahak.

“Tentu saja aku sangat senang melihatmu tertawa lepas seperti ini. Rasanya sudah terlalu lama aku tak melihatmu seperti ini.. Kau terlihat semakin cantik” menjeda kalimatnya. Mengelus pipi Yoona lembut kemudian naik keatas ke arah poni cantik Yoona. Menyibaknya, setelahnya menempelkan bibirnya di sana, tepat di dahi Yoona yang indah.

Dengan spontan Yoona menghentikan tawa’nya. Cukup lama Siwon menempelkan bibirnya disana.

“Ponimu sekarang terlihat lebih panjang” kalimat pertama yang Siwon ucapkan ketika bibirnya sudah menjauh dari dahi Yoona.

“Hemm..” sambil merapikan kembali poninya.

“Biarkan itu panjang.. Jangan di potong!”

“Wae?Orang-orang bilang aku lebih manis dengan poni” umpat Yoona tak terima.

“itulah.. Aku terlihat lebih tua kalau bediri di sampingmu dengan poni bodoh itu”

“Mwo?”. Memutar matanya kesal. “jadi selama ini Oppa tidak suka dengan penampilanku?”

“Emmm” jawab Siwon enteng.

“Waeyo? Lalu, bagaimana dengan oppa? Berhentilah menumbuhkan jamban mu, aku tidak menyukai’nya” sungut Yoona tak terima.

Siapa suruh merawat jamban seperti itu. Bukan’kah itu yang membuatnya terlihat lebih tua dari usianya saat ini.

“Mwo?”

“Oppa terlihat seperti ahjussi dengan jamban hitam seperti itu?” Yoona bahkan mengatakannya dengan bahunya yang di angkat, menujukan ekspresi jijik pada Siwon.

Siwon justru terlihat bangga dengan jamban yang dimilikinya.

“Biarkan.. Seperti ini terlihat lebih lelaki”ucapnya bangga.

Yoona bangkit dari duduk manis’nya. Berjalan ke kamar mandi dan Siwon hanya mengawasi dengan ekor mata’nya.

 

Di dalam kamar mandi Yoona hanya membasuh wajah’nya agar terlihat lebih segar. Entah mengapa badan’nya berkeringat karna acara supres yang dilakuakan Siwon tadi. Lampu mati membuat’nya tidak bisa bernafas.

Namun tiba-tiba ‘Dumn’ lampu kembali mati.

“Ahhhhh…”jerit Yoona.

“Siwonnn, kenapa kau lakukan ini lagi” teriaknya kemudian.

Sedangkan Siwon di luar kamarmandi terlihat binggung. Memang apalagi yang dilakukannya, dia bahkan tak melakukan apa-apa. Siwon mengetuk pintu disana. “Yoona, waeyo?”

“Nyalakan lampunya? AKU TIDAK BISA MELIHAT?”

“Aku tidak melakukan apapun” belanya, memang karna Siwon tak melakukan apaun. Lihatlah, bahkan lampu di luar kamar mandi masih menyala. “Mungkin lampu disana padam, tunggu sebentar”

Kini Siwon mencari-cari dimana ia meletakan kunci duplikat’nya. Sampai mengobrak-ngabrik seluruh isi laci di sekitarnya. Dan akhir’nya mendapatkannya, dengan cepat memutar knop pintu begitu kunci sudah masuk disana.

.

.

.

.

Satu jam kemudian keduanya kini berkutat pada bahan-bahan dapur yang ada di depannya masing-masing. Siwon sedang sibuk pada bahan tepung terigu, mentega, telur dan lainya. Sedangkan Yoona memotong sayuran dengan tlaten.

sebenarnya mereka berdua sedang memasak untuk acara ulang tahun Yoona yang ke-25 . Siwon bertugas membuat pancake sedangakan Yoona memasak sup rumput laut.

“Kalau tau seperti ini aku akan membeli kue saja tadi” keluhnya dengan tangannya mengaduk adonan tanpa bersemangat.

“Ohh.. seperti itu, ini hukuman karna Oppa sudah berani mengerjaiku tadi”

“Kau bilang Kue saat acara ulang tahun itu tidak terlalu penting. Tapi, lihat ini… Kau memaksaku untuk membuat kue. Buakankah kau tahu aku ini tidak terlalu pintar membuat adonan seperti ini?”

Siwon terus mengomel pada Yoona meski tangannya terus membolak-balikan adonan. Menurut Yoona Siwon terlihat lucu dan mengemaskan jika mengomel tanpa henti seperti sekarang ini.

“Tiba-tiba aku ingin sekali memasak. Jadi tidak masalahkan, Oppa?” tersenyum manis kearah Siwon. Apa boleh buat kalau sudah seperti ini, sudah jelas siapa pemenangnya. Siwon memang begitu luluh jika Yoona sudah seperti sekarang ini, tersenyum manis dengan memperlihatkan aegyo andalanya.

“Ohh.. tentu saja itu tak masalah, Sayangggg…” ketika mengatakan kalimatnya yang terakhir Siwon sengaja menyentuh pipi Yoona, bukan menyentuh lebih tepatnya mengelusnya. Dengan tangan yang penuh dengan tepung sehingga membuat pipi Yoona kini putih terkenah butiran tepung halus itu.

“Oppa….”

Akhirnya kejadian seperti inilah yang terjadi, dimana mereka berperang tepung membuat tubuh keduanya menjadi kotor.

 

Sampai di tahap terakhir dimana Siwon memasukan adonan tadi kedalam loyang dan memanggangnya di dalam oven. Sembari menunggu Kue yang mereka buat tadi ‘set’ Siwon mengambil handuk didalam kamarnya dan melemparkannya pada Yoona.

“Aku tidak akan mandi, Oppa”

“Tapi lihatlah… tubuhmu, bahkan kotor seperti itu” masih bersikukuh memaksa Yoona untuk mandi.

“Tidak masalah, apa Oppa mau aku sakit mandi malam-malam seperti ini?”

“Baiklah.. Aku tidak memaksamu untuk mandi karna Choi Siwon akan sangat hawatir jika kekasihnya sakit karna dirinya. Seperti itu kan?”

“Ahh.. Kau tahu juga tentang hal itu, selain tampan Choi Siwon juga sangat manis. Oppa memang yang terbaik”

Entalah hanya masalah seperti itu saja kadang-kadang Siwon bisa menjadi sangat berlebihan terlebih ini menyangkut orang yang dia sayang. Yoona juga sangat pintar merayu jadi apa boleh buat Siwon pasti yang akan mengalah. jika tidak seperti itu Yoona akan marah padanya, Siwon bahkan sampai binggung mengahadapi gadisnya itu.

Jika Yoona sudah benar-benar marah semua panggilan ataupun pesan yang Siwon kirim pasti tak ada jawaban darinya.

Meskipun seperti itu Siwon sangat mengerti Yoona. Begitupula sebaliknya, Yoona akan sangat takut jika Siwon sudah marah. Pria itu begitu tegas dan mungkin terlalu posesif jika Yoona melakukan suatu hal yang tak Siwon sukai. Menurut Yoona Siwon sangat menakutkan jika sudah marah, bukan hanya Yoona yang mengatakan hal tersebut adiknya juga mengatakan hal yang serupa.

 

Keduanya saling berpelukan disana. Dengan kondisi pakaian mereka yang sama-sama kotor. Yoona tersenyum senang ketika berada di pelukan Siwon, seakan semua kekesalanya pada Pria itu hilang seketika berganti dengan senyum bahagia. Dia benar-benar menikmati momment berdua dengan Siwon seperti ini.

Seminggu tak bertemu membuat keduanya dilanda rasa rindu yang teramat dalam. Keduanya begitu baik dalam memanfaatkan waktu bersama seperti ini, menggingat keduanya sama-sama sibuk.

“Ganti saja pakaianmu.. Jangan membantah untuk ini!” meskipun sedikit memerintah tapi Siwon mengatakannya dengan lembut.

“Aku tidak yakin ada pakaian wanita disini”

“Jangan banyak alasan. Disini masih ada beberapa pakaianku”

“Selalu seperti ini”

Dengan sedikit kesal Yoona berjalan kedalam kamar Siwon, mencari pakain yang cocok dengannya. Meskipun Yoona tahu semua pakaian Siwon sudah pasti tidak akan cocok untuk ia kenakan. Dilihat dari ukurannya saja sudah terlihat, bagaimana bentuk tubuh Siwon yang besar dan berotot itu di bandingkan dengannya yang kurus seperti ini.

Yoona membuka seluruh isi lemari pakaian Siwon. sungguh pakaiannya tidak ada yang menarik untuknya. Yoona hanya menemukan celana trening yang besar, uhh jangan sampai Yoona memakainya itu pasti terlihat aneh.

Yoona masih mau memakai kaos Siwon. tapi, untuk celana mungkin tidak. Bisa-bisa Siwon akan menertawainya nanti.

Akhirnya Yoona memilih sebuah kaos abu-abu santai dengan lengan panjang.

Setelah memakainya Yoona berdiri didepan cermin besar disana.

“Tidak terlalu buruk” gumamnya. Memutar beberapa kali disana. Kaos itu cukup besar sehingga Yoona tidak memerlukan bawahan untuk ia kenakan. Seperti ini pun Yoona masih terlihat sangat cantik.

“Oppa..” riangnya begitu membuka pintu.

Siwon yang saat itu sedang duduk santai didepan televisi dengan meminum segelas jus jeruk yang ada ditangannya. Meski bukan kali pertama Siwon melihat penampilan Yoona yang seperti ini tapi entah mengapa setiap itu juga tiba-tiba jantungnya akan berdetak kencang.

Demi tuhan, Siwon tak bisa berbohong Yoona sangat cantik dan sexy jika seperti ini. kakinya yang jenjang itu terlihat begitu jelas, seluit gadis itu juga tergambar begitu indah disana.

Entah sengaja atau bukan Yoona mengikat rambutnya lebih keatas dengan sedikit berantakan membuatnya terlihat semakin sexy dan garang mungkin.

“Tidaka ada yang cocok untuk ku.. Aku pakai ini tidak masalahkan, Oppa?” gadis itu lebih mendekat kearah Siwon.

Siwon bahkan tak lepas memandang Yoona.

Sedikit demi sedikit Yoona melangkah mendekat pada Siwon, begitu sudah di depan sofa Yoona segera mendudukan dirinya disana disamping Siwon.

“Emmm… Asalkan hanya padaku kau seperti ini” pria itu seperti sengaja menekan kalimatnya untuk memperingatkan Yoona.

“Memang apa yang Oppa pikirkan tentangku. Apa aku gadis yang buruk? seperti itu?” Siwon tidak menjawabnya, dia justru menghabiskan seluruh jus jeruknya setelah habis barulah gelas kaca tadi diletakkannya di meja yang ada didepannya.

“Jadi selama ini itu yang Oppa pikirkan tentangku? Kalau bukan karna terpaksa aku juga tidak kau memakainya. Bukankah tadi Oppa yang memangsaku? Kenapa sekarnang Oppa menyalahkanku? Ini tidak adil”

“Kenapa kau banyak sekali bicara. Siapa juga yang menyalahkanmu? Ada apa denganmu hari ini? kau sedikit sensitif” Siwon dengan tenang mengatakannya. Siwon sangat menyukai Yoona yang banyak mengomel seperti ini, mungkin karna lama tidak bertemu jadi dia merindukan suara merdu Yoona yang keluar jika sedang mengomel.

Pria itu menempelkan bibirnya pada pipi kanan Yoona.

“Apa kau?.. menciumku” Yoona mengatakannya sedikit sinis tapi Siwon tahu Yoona melakukannya untuk menutupi rasa malunya. Tergambar jelas pada wajahnya jika Yoona menikmati jika Siwon manis seperti ini. pipinya yang meronah seperti itu mana bisa ia tutupi.

“Galak sekali.. “

“Oppa yang memulainya tadi”

Akhirnya keduanya menghabiskan waktu kali ini dengan menonton tv bersama sambil menunggu kue mereka ‘set’.

Entah sejak kapan Siwon sudah terlihat rapi pakaian pria itu juga sudah ganti dengan pakaian bersih. Tidak ada lagi noda tepung diwajahnya yang tampan itu.

Yoona bersandar pada dada Siwon sedangkan kedua tangannya melingkar begitu indahnya pada pinggang Siwon. “Kapan Oppa ganti pakaian?”

“Ohh itu, sejak tadi. Kau lama sekali didalam tadi”

“Aku kan binggung harus pakai apa?”

“Bukankah Im Yoona memang seperti itu?”

“Ihhhh… Oppaa..”

 

Setelah menunggu kurang lebih tiga puluh menit, akhirnya keduanya kembali bersama berkutat di area dapur. Yoona memakai sarung tangan dengan hati-hati mengeluarkan roti dari dalam oven.

Tapi begitu sudah keluar dari sana tawa Yoona langsung meledak begitu mengetahui rupa dari roti yang di buat Siwon. roti itu bantet-sama sekali tidak mengembang.

Siwon ikut tertawa begitu melihat hasilnya. Yoona sedikit mencicipinya.

“Bagaimana?” tanya Siwon antusias

“Aaaahhhh…” Yoona memerintahkan Siwon untuk membuka mulutnya. Dengan senang hati Siwon melakukannya.

“Sayang sekali padahal rasanya enak kenapa tidak mengembang” komentarnya begitu selesai mencicipinya. “Lalu bagaimana dengan sup’nya”

“Oppa meragukan masakanku ya?”

“Aku tidak mengatakannya? Kau sediri yang bilang seperti itu?”

“Sama saja itu artinya Oppa meragukan masakanku?”

“Sudahlah sayangggg.. Bagaimanapun rasanya aku akan memakannya nanti”

 

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Dimana mereka berdua duduk saling berhadapan dengan meja yang memisahkan jarang keduanya. Dimana diatas meja itu terdapat makanan yang mereka buat tadi. Dari mulai Sup rumput laut, nasi, kue, dan minuman jus jeruk, air putih, juga soju di tata sedemikin indah oleh Yoona.

“Waktunya makan..” Yoona bersiap untuk mengambil sumpit dan akan memasukan nasi kedalam mulutnya, tapi sebelum itu terjadi Siwon lebih dulu mencegahnya.

Yoona jadi binggung ada apa dengan Siwon. Yoona sudah akan membantah tapi Yoona menggurungkannya begitu melihat mata Siwon. terpancar keseriusan disana.

Apa yang terjadi dengan pria itu?

Siwon mengabil gitarnya- lebih tepatnya gitar pemberian Yoona, dan mulai memainkannya dengan begitu fasih. Dengan serius Siwon mulai memetik gitar itu sesuai kunci lagu yang dia mainkan. Siwon mulai menyayikan lagu milik Ed Sheeran dengan begitu baik. Pria itu begitu hafal lagu dan nada kunci gitarnya.

(aku saranin buat puter juga lagunya ya? Biar lebih feel gitu. Lagu ini romantis sekali soalnya)

When your legs don’t work like they used to before

Saat kakiku tak lagi berfungsi seperti biasanya

And I can’t sweep you off of your feet

Dan aku tak bisa membuatmu jatuh cinta

Will your mouth still remember the taste of my love

Akankah mulutmu masih ingat rasa cintaku

Will your eyes still smile from your cheeks

Akankah matamu masih tersenyum dari pipimu

 

Darlin’ I will

Kasih, aku akan

Be lovin’ you

Mencintaimu

Till we’re seventy

Hingga usia kita tujuh puluh

Baby my heart

Kasih, hatiku

Could still fall as hard

Masih bisa jatuh sama kerasnya

At twenty three

Seperti saat usaiku dua puluh tiga

 

I’m thinking bout how

Aku sedang berpikir tentang bagaimana

People fall in love in mysterious ways

Orang-orang jatuh cinta dengan cara yang misterius

Maybe it’s all part of a plan

Mungkin semua ini bagian dari rencana

Me I fall in love with you every single day

Aku jatuh cinta padamu setiap hari

I just wanna tell you I am

Aku hanya ingin memberitahumu begitulah adanya

 

So honey now

Maka sayang, sekarang….

Take me into your lovin’ arms

Rengkulah aku ke dalam pelukan hangat mu

Kiss me under the light of a thousand stars

Cium aku di bawah cahaya ribuan bintang

Place your head on my baeting heart

Sandarkan kepalamu di dadaku yang berdegup kencang

I’m thinking out loud

Kuungkap isi pikiranku

Maybe we found love right where we are

Mungkin kita tlah temukan cinta di tempat kita berada

When my hairs all but gone and my memory fades

Saat rambut di kepalaku habis dan ingatanku memudar

And the crowds don’t remember my name

Dan orang-orang tak ingat namaku

When my hands don’t play the strings the same way (mmm)

Saat tanganku tak bisa memainkan gitar dengan cara yang sama

I know you will still love me the same

Aku tahu kau kan tetap mencintaiku dengan cara yang sama

Cause honey your soul

Karna sayang, jiwamu…

Can never grow old

Takkan pernah menua

It’s evergreen

Selalu muda

Baby your smile forever in my mind in memory

Sayang, senyummu selamanya di benakku dalam kenangan

I’m thinking bout how

Aku sedang berpikir tentang bagaimana

People fall in love in mysterious ways

Orang-orang jatuh cinta dengan cara yang misterius

Maybe just touch of a hand

Mungkin hanya sentuhan tangan

I’ll continue making the same mistakes

Aku kan terus lakukan kesalahan yang sama

Hoping that you’ll understand

Berharap kau kan mengerti

That baby now (ooooh)

Karna itu sayang, sekarang….

Take me into your lovin’ arms

Rengkulah aku ke dalam pelukan hangat mu

Kiss me under the light of a thousand stars

Cium aku di bawah cahaya ribuan bintang

Place your head on my baeting heart

Sandarkan kepalamu di dadaku yang berdegup kencang

I’m thinking out loud

Kuungkap isi pikiranku

Maybe we found love right where we are (ohh ohh)

Mungkin kita tlah temukan cinta di tempat kita berada

(la la la la la la la la la la)

 

Baby now

Sayang sekarang…

Take me into your lovin’ arms

Rengkulah aku ke dalam pelukan hangat mu

Kiss me under the light of a thousand stars

Cium aku di bawah cahaya ribuan bintang

Place your head on my baeting heart

Sandarkan kepalamu di dadaku yang berdegup kencang

I’m thinking out loud

Kuungkap isi pikiranku

Maybe we found love right where we are

Mungkin kita tlah temukan cinta di tempat kita berada

We found love right where we are

Kita tlah temukan cinta di tempat kita berada

And we found love right where we are

Dan kita tlah temukan cinta di tempat kita berada

 

 

Sesudah menyayikannya dilihatnya Yoona disana. Gadis itu menangis terharu, Yoona tak kuasa menahan air matanya sejak Siwon mulai menyanyi.

Demi apapun Siwon tidak pernah seromantis seperti sekarang ini.

Yoona masih setia membungkam mulutnya sejak tadi. Dia masih tidak percaya Siwon menyanyi untuknya. Pria itu menyanyikan lagu yang begitu membuat Yoona terharu hingga tak kuasa untuk menahan air matanya yang terus saja mengalir.

“Siwon Oppa…” Gumamnya pelan.

Siwon merasa begitu puas dengan rencananya kali ini. tapi tak ada niatan sedikitpun bagi Siwon membuat kekasihnya menangis sampai sesengukan seperti itu.

Yoona mulai mendekat, berjalan dengan membungkap wajahnya. Disana Siwon seperti menunggu kehadirannya. Pria itu tersenyum begitu manis begitu Yoona sudah ada didepannnya.

“Oppaaa” tiba-tiba Yoona memeluk Siwon erat tak tanggung-tanggung gadis itu duduk di pangkuan Siwon, karna pria itu masih belum juga beranjak dari duduknya.

“Wae? Kau menangis?” Siwon masih bertanya padahal pria itu sudah tahu sudah sejak awal Yoona menanggis dibuatnya.

Yoona semakin mengeratkan tangannya pada leher kekasihnya. Sedangkan Siwon mulai membalas pelukan Yoona dengan melingkarkan kedua tangannya pada pinggang wanita yang sangat dicintainya itu.

Tapi Yoona masih belum juga berhenti menangis membuat Siwon sedikit hawatir.

“Gadisku benar-benar cenggeng” menenangkan Yoona dengan cara yang biasa Siwon lakukan. Mengusap punggung Yoona lembut hingga membuat gadis itu nyaman dan berhenti menangis.

Siwon mulai menangkat tubuh Yoona untuk menjauh tapi dengan posisi Yoona yang masih ada di pangkuannya.

“Kalau cara ini membuatmu menangis, harusnya aku tidak melakukannya dan merencanakan kejutan yang lain”

Yoona menggeleng menolak apa yang baru saja Siwon ucapkan.

“Kalau begitu berhentilah menangis. Ku mohon, Yoona? mengusap pada kedua pipi Yoona yang lembab karna air mata Yoona yang terus saja keluar.

Mengganguk….

“Terimah kasihhh.. Oppa sudah ada dalam kehidupanku”

“Yaa tentu saja.. Kau gadisku yang paling aku cintai. Apa jadinya aku tanpa dirimu, Yoong? Aku benar-benar berterimah kasih padamu karna mau menerima ku kembali?”

“Apa yang Oppa katakan? Tentu saja aku mau menerima Oppa”

“Sudah… Jangan membicarakan hal itu lagi”

 

>>>>

 

Karna ini sudah cukup larut akhirnya Yoona memilih untuk menginap disini bersama Siwon. meski awalnya semua ini bukan kemauan Yoona, tentu saja Siwon- siapa lagi yang melarangnya untuk pulang kalau bukan pria itu.

Yoona merasa itu bukan ide yang buruk jadi ia menerima dengan senang hari paksaan Siwon itu, terlebih ini adalah momment langkah mereka menghabiskan waktu berdua selama ini di saat hari ulang tahun Yoona.

Mereka kini sama-sama berbaring di atas ranjang besar didalam kamar Siwon.

Siwon meraih tubuh Yoona untuk mendekat padanya.

“Jangan macam-macam?”

“Memang apa yang kau pikirkan? Kau pikir aku akan menidurimu, begitu?”

“yaaa.. Mungkin saja begitu”

“Astaga, kau tidak percaya padaku?”

Bibir Yoona boleh menyangkalnya tapi hatinya tidak. Batinnya membutuhkan pelukan Siwon. lihatlah tangan Yoona bahkan memeluk Siwon posesif.

Rasanya sudah lama sekali mereka tidak bermalam bersama seperti sekarang. Semua ini karna Siwon- pria itu begitu kelewatan Sibuk. Meski begitu Siwon tak pernah melupakan untuk menghubungi Yoona setiap harinya. Dan itulah yang membuat Yoona tak bisa berpaling ke pria lain selain Siwon.

Yoona sengaja memejamkan matanya, merasakan lebih dalam pelukan Siwon yang begitu hangat ini.

“Mendapat hadiah apa dari Eomma?” tanya Siwon dan itu membuat mata Yoona yang tadi terpejam kini kembali terbuka.

“Ohhh itu… Eommonim menggirimkan beberapa pakaian hangat. Jiwon juga menggirimkan sepatu padaku tadi pagi”

“Mau hadiah apa dariku?”

“Tidak.. Cukup waktu Oppa yang selalu ada untukku itu saja lebih dari cukup”semakin mengeratkan pelukannya.

“Kau benar-benar gadis Choi Siwon. Yakin tidak mau? Katakan padaku apa yang kau inginkan. Sesuatu yang benar-benar kau inginkan akhir-akhir ini, misalnya?”

“Tidak ada.. Aku tidak mengginginkan apapun sekarang, Oppa?”

“Yakinnn?..”

“Hemmm… Berhentilah bicara aku ngantuk”

Siwon mengeluarkan sesuatu pada saku celananya. Dan memamerkannya pada Yoona. tapi karna Yoona yang masih memejamkan mata maka otomatis Yoona belum mengetahui apa hadiah dari Siwon untuknya kali ini.

“Heyyy.. Buka matamu, sayangggg”

“Oppa kan sudaaa…” Yoona langsung menghentikan ucapannya begitu melihat apa yang baru saja Siwon perlihatkan padanya. Sebuah benda dari besi mungkin, benda kecil dengan gantungan boneka rilakuma yang kecil dan menggemaskan.

“Apa ini?” tanya Yoona polos.

“menurutmu ini apa?”tanya Siwon balik.

“Kunci.. Kunci apa ini?”

Siwon memperlihatkan merek kunci itu. “Apa kau perlu menjelaskannya?”

Yoona melihat dengan seksama benda itu. Disana tertulis dengan jelas merek salah satu mobil sport mahal yang Yoona ketahui.

“Kau pasti tahukan artinya apa?”

“Oppa, memberikanku mobil?” pekik Yoona keras.

 

.

.

.

.

.

.

ENDD….

 

Telat bangetkan ceritanya ini? awalnya mau selesain pas hari ultah Yoona padahal aku buat kerangkannya itu awal tahun ini lho, untung ide masih ngalir. Tapi apa boleh buat aku lagi malas nulis jadi bisanya kelarin sekarang *kwkw..

Sorry for typo.. See you next ff ya? Klo kalian responnya bagus aku bakal kirim cepet ff baru ku. Tapi, klo sayanya lagi ngak males ya? Karna kalau uda kumpul sama temen ku duhh lupa diri *hehe..

Oke.. terakhir, makasih buat admin yang baik hati mau ngeposting…

Tinggalkan komentar

50 Komentar

  1. sifatmi

     /  Oktober 16, 2015

    Uwaaa yg dapattt hadiahhh mobilll syukanyaa kekkekke

    Balas
  2. rara

     /  Oktober 16, 2015

    sweet banget deh ceritanya..
    pengen juga dong dapet mobil nya hihi

    Balas
  3. rinie l

     /  Oktober 18, 2015

    So sweeeeeeeeet bgt dech….q sangka critanya msh panjang….eh ternyata end…d tunggu karyanya lg…..fighting

    Balas
  4. Uuuh so Sweet!!! Bener2 moment yang membahagiakan!!! Ya Allah satukanlah kedua insan (YoonWon) dalam ikatan suci pernikahan! Amiiin

    Balas
  5. Keren banget dapet hadiah mobil, aku kira bakalan dikasih cincin. Ceritanya keren!!!

    Balas
  6. h.ra307

     /  Oktober 25, 2015

    Bgus eon . romantis😀
    Tapi ending’a agak gantung

    Balas
  7. Zhahra

     /  Oktober 25, 2015

    Kenapa yang ini so sweet banget..
    Daddy aku bangga padamu..:D
    yoona unnie sampe nangis g2..
    Yoonwon saranghae…

    Balas
  8. Lellah

     /  Oktober 30, 2015

    Ooh soo sweet!!!!!! Romantis ala” admin yoonwon yg melegenda kekek owh aku tersentuh ini keren

    Balas
  9. vika

     /  Oktober 31, 2015

    nice story

    Balas
  10. azzryia noer hayyati

     /  Oktober 31, 2015

    awww…sweeett bgt biar pun g pashari ultah yoona tetep aja sweeett bgt, tp sayang aq baru sempet baca sekarang maklum g punya kuota hehehe …….semangat ya chingu bikin ff yg bagus lg ya…..

    Balas
  11. Paris

     /  November 1, 2015

    Ah sweet banget momen2 yoona sama siwonnyaaa suka banget chingu ☺☺☺ wow daebak siwon ngasih mobil sama yoona sebagai hadiah ulang tahunnyaaa 😲 siwon oppa emang keren🙂 di tunggu karya2 selanjutnyaaa chingu tetep semangat 💪

    Balas
  12. bikin seqeulny…dong, thor!!!

    Balas
  13. cerita bagus…
    tp kyrang puas.. andai ada lnjutannya..

    Balas
  14. Bagussbgt eoon sumpah siwonn oppa cie jd sweet sm yoona.. Diigitarin sampe yoona teharu nangis wkwk dibeliin mobil sport terbaru omg yaampun padahal yoona ga ngode dan ga minta emg sip bgtlah yoonwon❤️

    Balas
  15. siska marsela

     /  November 30, 2015

    Salam kenal kak ak bleh minta password nya the affair yg part 3 kak?soalnya nanggung bgt klo dlanjutin bacanya..ak juga udh koment di part 1 2 kok….please..jebal…gomawo

    Balas
  16. Pearl21

     /  Desember 4, 2015

    sweet bgt demi!!!❤❤❤ aaaa yoonwon… banyak2kin cerita kaya gini yaaa min…ckckckck ❤

    Balas
  17. fira imnida

     /  Januari 16, 2016

    Baillah enak yah ulang tahun dihadian mobil sport -_- gua juga mau kl bgtu :V
    Berharap di kehidupan yang asli mereka kek bgini :3

    Balas
  18. Nabila Lailatul Q

     /  Januari 18, 2016

    Sweet bgt ><

    Dapet mobil lagi. 😆

    Ditunggu karya selanjutnya author

    Balas
  19. sekar paramitha

     /  Februari 6, 2016

    duh siwon oppa si orkayyy lgsg ngasih hadiah mobil aja. aduh yoonwon emg romantis bgt deh daebakkk

    Balas
  20. sdhifakhri

     /  Mei 21, 2016

    So sweet. Kirain mau dikasih cincin or kalung sama siwon, eh ternyata dikasih mobil. 😆😆

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: