[OS] Spring of Hope

[OS] Spring of Hope

 

<div style=”text-align:center;”> Cikha Choi

||

Present

 

||Tittle : [OS] Spring of Hope||Genre : Romance||Length : OneShoot ||Ratting : G ||Main Cast : Im YoonA (SNSD) | Choi Siwon (SUJU) ||Support Cast : Park Jiyeon (T-ara) | Tiffany Hwang (GG) | Choi Sooyoung (GG) ||Twitter : @SimbaDeer307||My Blog : <a href=”http://historyofsimbadeer.wordpress.com>History Simba Deer</a>||</div>

 

Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi belakang namun apabila ada kesamaan di dunia nyata berarti hanya kebetulan semata. Penulis hanya memakai nama castnya saja sebagai bahan cerita, jadi keseluruhan cast yang ada disini milik penulis. Maaf kalau karakternya Castnya aku buat beda dari karakter aslinya. Ini semata – mata hanya untuk isi cerita saja. Tapi kalau di dunia kenyataan Castnya milik keluarganya dan agencynya.

Bagi yang ingin mendapatkan PW HTSL chapter 8 kunjungi blogku <a href=”https://historyofsimbadeer.wordpress.com/password-request/”>Disini</a&gt;

 

~Happy Reading~

 

Hari ini matahari menyapa kota Seoul dengan hangat sinarnya. Kicauan burung bernyanyi bersautan dengan indahnya. Semua orang menyambut musim semi ini dengan gembira. Begitu pula dengan gadis berparas cantik bernama Lim Yoona. Ia sudah siap dengan pakaian formalnya untuk berangkat ke kantor. Sebelum ia turun kebawah, sekali lagi Dia memandangi bayangan dirinya di cermin.

 

“ckck, Lim Yoona. Kau ini sangat cantik dan Pintar! Tapi kenapa sampai hari ini kau masih sendiri, lihatlah! Tiffany eonni dan Seohyun, mereka saja sudah mempunyai namjachingu.” Kata gadis itu kepada dirinya sendiri di cermin.

 

“Yoona! kenapa lama sekali? temanmu sudah menunggumu” teriak eomma Yoona. Yoona langsung tersadar dan

kembali merapikan sedikit bajunya lalu turun ke bawah. Dia menghampiri eommanya yang sedang menyiapkan sarapan buat kami semua.

 

“Aigoo! Eomma…kenapa harus berteriak. Suruh saja Tiffany eonni untuk masuk kekamarku.” Kata Yoona pada eommanya yang sedang menyiapkan sarapan.

 

“Dia bukan Tiffany eonni, dia seorang pria” Kata gadis cantik yang mengenakan seragam SMA. Yoona mengernyitkan dahinya bingung.

 

“Mwo? Namja? Nuguya?” Tanya Yoona dengan bingung.

“Nde, dia seorang namja. Dia sangat tampan dan tinggi! Katanya dia temanmu. Kalau tidak salah namanya…hmm…Choi…Choi Siwon. Iya namanya Choi Siwon.” Kata Eomma Yoona sambil mengingat-ingat nama namja itu.Yoona terkesiap kaget mendengar ucapan eommanya.

 

“Mwo? Aish, yang benar saja. Eomma yakin dia Choi Siwon.” Kata Yoona dengan wajah terkejutnya. Eomma Yoona hanya mengangguk sambil melihat ekspresi anaknya.

 

“Waeyo? Apa dia namjachingumu? Waahh, akhirnya kau punya namjachingu juga eonni.” girang gadis berseragam sekolah SMA.

 

“Yak! Diam kau Soo jung-ah! Pelankan suaramu! Dia itu bukan namjachinguku. Jangan sembarangan bicara kau ini.” Kata Yoona sambil menutup mulut Soo jung yang terdengar sangat keras. Takut jika Siwon mendengarnya.

 

“Tapi dia namja yang kau sukai itu kan?” Kata gadis berseragam ang bernama Lim Soo Jung dengan senyuman menggoda.

 

“Diamlah! Eomma aku berangkat kerja dulu nde.” Kata Yoona sambil berlari menuju tamu.

 

Saat diruang tamu Yoona mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, tapi ia tidak melihatnya ada disini.

“Eung, eodiga?” gumam Yoona menatap sekeliling ruang tamu. Lalu ia berjalan keluar dan benar saja, dia sedang berdiri sambil menerima telpon dari seseorang. Yah dia adalah Choi Siwon.

 

“Tumben sekali dia datang ke rumahku tanpa membuat janji atau kirim pesan terlebih dahulu. Bisanya juga tidak pernah menjemputku dan berangkat ke kantor bersama.” Pikir Yoona saat dia berada diambang pintu.

 

“Oppa! Tumben kau kemari? Ada apa? Kenapa kau tiba-tiba datang kerumahku? Bukannya kita akan bertemu langsung di tempat pemotretan?” Tanya Yoona dengan heran.

 

“Tiffany ada urusan sebentar. jadi dia minta tolong kepadaku untuk menjemputmu agar kau tidak sendirian saat pergi ke kantor. Kenapa? Apa aku tidak boleh datang kerumahmu, eoh.” ucap Siwon dengan senyum yang membuat jantung Yoona berdegup dua kali lebih cepat.

 

“Ahh, Aniy Bukan begitu. A…aku…” Katanya dengan terbata, lalu Siwon memotonf ucapannya.

 

“Ya Sudah! Kajja! Nanti kita bisa terlambat.” ajak Siwon sambil berjalan menuju mobilnya. Yoona mengangguk lalu mengikuti Siwon dari belakang.

 

Di sepanjang perjalanan mereka tidak terlalu banyak bicara, mereka asyik dengan pikiran mereka masing-masing. Yoona menatap keluar jendela memandang indahnya musim semi yang diiringi rontoknya bunga cherry disetiap jalan yang mereka lewati. Siwon melirik Yoona dengan ekor matanya.

 

“Bunga sakura yang indah, bukan begitu?” Ucap Siwon memecah keheningan dengan senyum yang mengembang disudut bibirnya. Yoona mengalihakan pandangannya kearah Siwon.

 

“Ah, Nde. Musim semi memang sangat indah” Balas Yoona dengan tersenyum simpul. Lalu ia kembali menatap keluar jendela.

 

“maka dari itu aku sangat menyukai musim semi.” timpal Yoona dengan gembira. Siwon menghentikan mobilnya saat lampu traffic berubah merah.

 

“Kau menyukai musim semi?” Tanya Siwon sambil menatap Yoona lekat. Ditatap seperti itu, membuat jantungnya kembali berdetak lebih kencang dan wajahnya terasa panas.

 

“Nd…nde, Waegurae? Ada yang salah?” Kata Yoona dengan gugup. Lampu kembali berwarna hijau, Siwon perlahan menjalankan mobilnya.

 

“Mengapa kau tidak pernah mengatakannya padaku, padahal aku ini juga temanmu kan?” kata Siwon dengan nada kecewa lalu memalingkan wajahnya dariku. Yoona hanya tertawa kecil.

 

“Kau sendiri tak pernah menanyakannya padaku.” Kata Yoona sambil mengerucutkan bibirnya.

“Ah, benar juga. ” Kata Siwon pendek.

 

“Ahh, Pabo! Kenapa aku sebodoh itu ya.” gumam Siwon merutuki kebodohannya.

 

Tidak berapa lama mereka pun sampai di lokasi pemotretan, kali ini Yoona dan Siwon di tugaskan bersama dalam mencari referensi untuk majalah bulan depan. Yah! Mereka berdua bekerja disebuah majalah ternama dikorea. Dan Tiffany adalah salah satu teman baik Siwon meski beda profesi.

 

Yoona kini sudah berada di sebuah ruangan untuk acaranya yang akan mewawancarai seorang pengusaha sukses, dan Siwon bertugas sebagai memotret jalannya wawancara. Setelah usai wawancara Siwon dan Yoona langsung kembali ke kantor untuk menyerahkan dokumennya pada manager Lee.

 

“Ahh, Akhirnya selesai juga. Semoga Ny. Lee menyukainya.” Ucap Yoona sambil menatap map yang ada ditangannya.

 

“Hmm…semoga saja.” Jawab Siwon sembari mengacak poni Yoona lembut.

 

Yoona terenyuh dengan perlakuan Siwon barusan, lalu Yoona tersenyum kaku sambil merapikan poninya.

 

.

.

.

.

.

.

 

Setelah menemui manager Lee, Yoona dan Siwon kembali ke tempat kerjanya. Tiffany dan Seohyun langsung menyerangnya dengan beribu pertanyaan yang membuatnya pusing untuk menjawabnya.

 

“Yoong, bagaimana? Wawancaranya lancarkan? Terus apa ada sesuatu yang terjadi antara kalian?” Tanya Tiffany dengan antusias. Bukannya menjawab, Yoona malah menatap tajam kearah Tiffany.

 

“Yaak! Eonni, Mengapa kau menyuruh Siwon Oppa untuk menjemputku tadi?” tanya Yoona pada Tiffany dengan kesal.

“Kenapa kau marah?” Kata Tiffany dengan heran. “Apa Siwon tak mengatakan alasannya padamu?” lanjut Tiffany. Yoona tidak bermaksud marah pada Tiffany. Hanya saja ia merasa gugup jika berada di dekat Siwon.

 

“Nde, dia mengatakannya. Tapi, seharuskan kau tidak menyuruhnya untuk menjemputku. kau tau sendiri bukan bagaimana perasaanku padanya. Apa kau sengaja melakukannya.” jawabku dengan nada pelan karena tidak ingin rahasia ini terbongkar. Tiffany tersenyum menanggapinya.

 

“Mainhae Yoong, aku tidak bermaksud seperti itu. aku hanya tidak mau kau berangkat sendirian, aku mengkhawatirkanmu.” kata Tiffany dengan wajah penuh penyesalan. Yoona mengerti maksud baik Tiffany yang sangat mengkhawatirkannya. Yoona lalu memeluk sahabatnya.

 

“Sudahlah, jangan merasa bersalah seperti itu, aku malah berterima kasih padamu eonni.” kata Yoona dengan senyum yang lebar, Tiffany menatap Yoona lalu mereka tersenyum bersama.

 

 

 

*****

Hari menunjukkan pukul 16.30 KST, beberapa karyawan di kantor mulai membereskan semua dokumennya dan bersiap untuk pulang. begitu pula dengan Yoona, ia membereskan semua dokumen pentingnya dan bergegas untuk pulang.

 

“Eonni, hari ini kan musim semi. Bagaimana kalau kita mampir minum teh di kafe sambil menikmati bunga sakura yang berguguran. Pasti sangat menyenangkan, Kau setuju kan Seo?” Kata Yoona dengan cerianya.

 

“Mainhae Yoong, aku tidak bisa. Hari ini orang tua ku sedang pergi, jadi aku harus pulang cepat untuk menjaga adikku.” Kata Sooyoung dengan tak enak hati.

 

“Aku juga tidak bisa, Nickhun Oppa sudah menjemputku.” Sahut Tiffany tak enak hati.

“Oh, begitu. Baiklah lain waktu saja kalau begitu.” Kata Yoona dengan pengertian.

 

Lalu mereka berjalan menuju lobby bersama, saat di lobby Tiffany langsung menghampiri kekasihnya.

 

“Yoona, Soo! Aku pulang dulu nde.” pamit Tiffany. Yoona dan Sooyoung melambaikan tangannya.

 

“hati-hati di jalan?” Ucap Yoona. Setelah mobil yang di tumpangi Tiffany tak tampak, Sooyoung juga pamit pulang duluan.

 

“Kau benar tidak mau pulang bersamaku?” Tanya Sooyoung menawari sebuah tumpangan.

“Hmm…aku ingin jalan-jalan sebentar.”

 

“Baiklah, aku pulang dulu nde. Bye!” Pamit Sooyoung sambil melambaikan tangannya.

 

Setelah Sooyoung pergi, Yoona melangkahkan kakinya menyusuri jalan setapak diiringi bunga sakura yang indah. Setelah setengah jam berjalan menikmati indahnya musim semi, Yoona pun mendudukkan tubuhnya disebuah bangku taman tepat dibawah pohon sakura. Taman yang selalu ia kunjungi setiap malam, sore, atau di hari minggu. Taman ini tempat favorit Yoona. Yoona tersenyum saat melihat sepasang kekasih yang sedang menikmati musim semi dengan gembira.

 

Tiba-tiba sebuah suara mengagetkannya.

 

“Kau disini juga?” tanya seseorang yang kini sudah duduk di samping Yoona.

 

“Oppa! Kenapa kau ada disini?” Tanya Yoona setengah kaget.

“Tssk, Tentu saja menikmati bunga sakura dan mencari udara segar.” Jawab Siwon sambil menebar senyum.

 

“Kau sendiri?” Tanya Siwon sambil menatap Yoona.

“Hmmm…” Angguk Yoona.

 

“Kau menyukai musim semi bukan?” tanya Siwon lagi.

 

“Ya” jawab Yoona singkat

“Lalu apa alasanmu menyukai musim semi?”

 

“Karena musim semi adalah musim yang indah untuk menyatakan perasaan, dan harapanku selalu sama pada saat musim semi harapan itu adalah Semoga orang yang ku cintai atau orang yang mencintaiku menyatakan perasaannya di bawah pohon sakura ini, oh betapa indah dan romantisnya menyatakan cinta dihujani oleh bunga sakura yang berjatuhan. Dan menikmati indahnya musim semi bersama kekasih” ucap Yoona panjang lebar. Siwon tersenyum simpul mendengarnya. tanpa disadari Yoona telah memberi tau harapannya pada orang yang ia sukai. Saat ia menyadari ucapkan ia langsung merutuki dirinya sendiri di dalam hati.

 

“Ahh, Pabo! Kenapa aku menceritakannya padanya.” rutuk Yoona sambil memalingkan wajahnya kearah lain.

 

“Oh ya, kau kan sudah tau harapanku. Sekarang giliranmu memberitahuku, apa harapanmu dimusim semi ini.!” Tanya Yoona setelah beberapa detik berkutat dengan pikirannya.

 

“Apa ya?” Jawabnya sambil berfikir.

“Yang pasti dimusim semi ini aku akan menyatakan perasaanku pada seorang gadis yang selama ini telah mencuri hatiku. Aku juga tidak tahu apa dia menyukaiku atau tidak.” Kata Siwon menatap lurus kedepan sambil tersenyum malu.

 

Yoona yang mendengar ucapan Siwon langsung sedih mendengarnya. Ternyata Siwon telah menyukai gadis lain dan ia akan mengungkapkan perasaannya pada gadis itu.

 

“Pasti gadis itu sangat cantik, sehingga membuatmu jatuh hati padanya.” Tanya Yoona berusaha menahan sedih.

 

“yah kau benar! Dia sangat cantik, cantik sekali. Sayangnya dia tidak pernah menyadari perasaanku padanya.” Kata Siwon masih dengan senyumannya.

 

“Kalau boleh tau siapa gadis itu? Apa dia bekerja disini juga?” Tanya Yoona yang mulai penasaran dengan siapa gadis yang beeuntung mendapatkan hati Siwon. Siwon lalu menatap kearah Yoona. dengan sekuat hati Yoona menyembunyikan kekecewaannya.

 

“Nde, dia bekerja di sini, satu kerjaan denganku.” Kata Siwon dengan tersenyum tipis.

 

Hancur! Itulah yang dirasakan oleh Yoona. Hancur harapannya bisa memiliki Siwon. Sungguh sakit rasanya mengetahui Siwon menyukai gadis lain teman satu kerjanya. Ini pertama kalinya ia menyukai seseorang dan pertama kalinya pula ia merasa kekecewaan. Jadi seperti ini perasaan mereka (para namja) yang pernah ia tolak. Kecewa dan sakit hati. Yoona sekuat hati menahan perasaannya.

 

“semoga kau berhasil Oppa.” Kata Yoona memberi semangat sambil memaksakan senyum.

“Ahh, Mainhae. Aku harus pergi sekarang.” Ucap Yoona sambil menatap alroji di tangannya.

 

“Oh, biarkan aku mengantarmu pulang” kata Siwon menawari pulang bersama.

“Ahh, tidak usah. Aku bisa pulang sendiri. Kalau begitu aku pulang dulu nde, bye!” Tolak Yoona lalu ia berjalan meninggalkan Siwon yang masih berdiri sambil tersenyum penuh makna saat menatap ke pergiannya.

 

.

.

.

 

Didalam bus Yoona menangis mengingat perkataan Siwon tadi. Perkataan itu seakan melunturkan semua harapannya selama ini. Air matanya terus mengalir disaat ia mengingat kenangan bersama Siwon. Otaknya seakan berputar kembali disaat ia pertama kali bertemu dengan Siwon hingga akhirnya ia terpesona olehnya.

 

“Seharusnya kau sadar diri, siapa dirimu Lim Yoona? Kau hanya gadis biasa. Sedangkan dia begitu sempurna bagimu.” Kata Yoona pada dirinya sendiri yang begitu mudah terpesona oleh Choi Siwon.

 

“Mulai sekarang aku akan membuang jauh perasaanku padanya. Yah! Kau harus bisa melupakannya.” Ucapnya memberi semangat pada dirinya sendiri. Saat itu juga air matanya kembali pecah.

 

 

 

 

*****

Keesokkan harinya Yoona berangkat kerja dengan tidak semangat. Di kantor pun ia hanya diam saja, tidak terlihat seperi biasanya yang selalu ceria, cerewet dan suka menjahili semua karyawan. Kedua sahabatnya menatapnya dengan bingung, tidak seperti biasanya Yoona seperti ini.

 

“Yoong kau baik-baik saja? Apa kau ada masalah?” Tanya Tiffany khawatir.

“Gwenchana eonni, aku hanya sedikit kurang enak badan. Aku ketoilet dulu nde?” kata Yoona sambil tersenyum simpul.

 

Saat di toilet ia berpapasan dengan Siwon, tapi ia berpura-pura tidak melihatnya dan terus berjalan melewatinya. Siwon menatap kepergian Yoona dengan aneh.

 

“Ada apa dengannya? Aneh sekali. Bahkan dia tidak menyapaku?” Gumam Siwon menatap kearah Yoona berjalan. Tiba-tiba Jiyeon mengagetkannya.

 

“Aigoo, Oppa. kau sedang apa berdiri disitu? Ayo cepat selesaikan ini semua. Hari ini makalahnya harus selesai.” Omel Jiyeon yang sibuk menyusun artikel yang akan diberikan pada pencetak majalah.

 

“Ah nde!” Siwon lalu melanjutkan pekerjaannya.

 

 

 

___

 

Saat jam menunjukkan pukul 12 siang, semua karyawan Meninggalkan pekerjaannya dan pergi untuk makan siang. Siwon berjalan menuju taman dengan senyum yang terus tersungging dibibirnya sambil membawa bingkisan berwarna pink. Ia hendak menyatakan cinta pada seseorang yang ia sukai, sehingga ia mendudukkan dirinya dibangku taman sejenak sambil latihan mengungkapkan kata-kata romantis. Namun kegiatannya terhenti ketika Park Jiyeon menghampirinya.

 

Jiyeon tersenyum penuh arti, Dengan sebuah bingkisan berwarna pink yang berada disamping Siwon. menambah rasa percaya diri Jiyeon untuk mengungkapkan perasaannya pada Siwon. Yah! Gadis cantik bernama Jiyeon menyukai Siwon sejak dulu. Apa lagi sikap Siwon yang selalu baik padanya, Yang ia kira Siwon menyukainya.

 

“Oppa! Kebetulan sekali kau disini.?” Katanya basa basi.

“ada apa Jiyeon-ah?” Kata Siwon dengan ramah.

 

“hmmm…apakah aku boleh mengatakan sesuatu?” Tanya Jiyeon dengan malu-malu.

“Tentu saja boleh.” Jawab Siwon sambil beranjak dari tempat duduknya dan kini mereka berdiri berhadapan.

 

“Hmm…Oppa selama ini kau sangat baik padaku. Kau selalu membantuku dan kau selalu ada untukku. Dan aku sangat nyaman jika bersama oppa. Maka dari itu aku…aku…ingin Oppa mau menjadi namjachinguku. Aku menyukaimu. Apa Oppa juga menyukaiku.” Jelas Jiyeon dengan menatap mata Siwon penuh harap.

 

Siwon terdiam sejenak, memang ini bukan pertama kalinya dia ditembak seorang wanita tapi, rasanya untuk menolak Jiyeon harus menyusun kata-kata yang benar-benar bagus agar dia tidak salah paham dan tidak sakit hati. Karena Jiyeon adalah tipe wanita yang sangat mudah sakit hati dan pendendam.

 

“Maafkan aku Jiyeon-ah! aku sudah menganggapmu sebagai adik bagiku.” Jelas Siwon dengan lembut. “tapi sepertinya kau salah paham dengan sikapku padamu. Aku tidak bisa menerima cintamu. tapi kita masih bisa menjadi teman seperti biasanya bukan?”lanjutnya dengan berbesar hati.

 

Jiyeon tersenyum pahit lalu ia mengambil bingkisan pink itu.

 

“ini? Apakah ini untuk orang yang kau sukai?” Tanya Jiyeon dengan nada yang sangat rendah, namun masih bisa didengar oleh Siwon. Siwon hanya mengangguk.

 

“Siapa orang yang kau cintai itu?” Tanya Jiyeon lagi.

 

Kali ini Siwon ragu ingin menjawabnya, dia takut jika Jiyoen akan melakukan sesuatu yang tidak-tidak pada orang yang dicintainya itu atau bahkan menyakitinya. Siwon tidak ingin itu terjadi. Jiyeon tersenyum simpul.

 

“Aku tidak akan menyakitinya” kata Jiyeon seakan tau isi pikiran Siwon.

 

“Yo…Yoona, Lim Yoona”

 

saat itu juga Jiyeon langsung tersenyum lebar dan terlihat sangat

bahagia saat mendengar nama itu, Siwon menatap Jiyeon dengan tatapan aneh.

 

“Yoona adalah gadis yang baik, kau beruntung mendapatkannya dan aku sangat menyetujuinya, bahkan sangat sejutu jika kau menjadi sepasang kekasih dengan Lim Yoona. Kau tenang saja Oppa, aku akan membantumu untuk menyatakan cintamu padanya” Kata Jiyeon dengan senang hati meskipun hatinya sebenarnya sakit. Tapi demi Siwon ia rela melepaskannya. Siwon seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.

 

“Benarkah?”

“Tentu saja, tapi apakah kau mau memenuhi permintaanku yang satu ini?”

 

“Apa?”

“Memelukmu” Pinta Jiyeon dengan perasaan sedih. Siwon hanya mengangguk dan membiarkan Jiyeon memeluknya dan Siwon membalas pelukan Jiyeon itu. Tanpa mereka sadari sedari tadi seseorang melihatnya dari kejauhan, mungkin gadis itu tidak mendengar Pa yang mereka bicarakan, tapi ia menangis saat melihat mereka berdua berpelukkan.

 

 

 

 

*****

Yoona merasa tidak selera makan, semua ini karna ia masih memikirkan Siwon, Karna dia ia seperti ini. Andai ia bisa menghapusnya. Ia akan menghapus ingatannya tentang Siwon.

 

“Yoongie, kau tidak memesan makanan? kau mau makan apa? Spagetti, jjangmyeon atau Sup” Kata Tiffany sambil memilih-milih menu makanan. Namun Yoona malah asyik dengan pikirannya sendiri. Merasa tidak direspon oleh Yoona, Tiffany beralih menatapnya.

 

“Aigoo! Yoongie. Aku bicara dari tadi, tapi kau tidak menanggapinya.” Omel Tiffany yang melihat Yoona melamun dan tidak menjawab pertanyaannya. Yoona pun tersadar dari laminannya.

 

“Ahh,mainhae. Eonni makanlah dulu. Aku tidak lapar.” Ucap Yoona dengan memaksa senyumnya. Ia tidak mau membuat kedua temannya khawatir.

 

“Kau kenapa Yoong? Ku perhatikan sejak tadi pagi kau murung terus. Apa ada sesuatu yang telah terjadi.” Tanya Sooyoung menggenggam tangan Yoona.

“Gwenchana eon, kalian tak usah khawatirkan aku. Aku balik duluan nde, masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan.” Kata Yoona dengan memaksakan senyum. Lalu beranjak keluar dari Cafe.

 

“Ya! Lim Yoona. Makanlah dulu!” Kata Tiffany sedikit berteriak. Namun tidak dihiraukan oleh Yoona. Ia butuh waktu sendiri saat ini.

 

“Ah anak itu, pasti ada yang ia sembunyikan dari kita.” Kata Tiffany dengan khawatir menatap kepergian Yoona.

“Iya, aku juga merasa seperti itu. Tidak seperti biasanya dia seperti ini.” Seru Sooyoung.

 

 

 

Yoona melangkahkan kakinya menuju taman belakang kantor. ia ingin sendirian mencari udara segar untuk menenangkan pikirannya. Seperti biasa Yoona berjalan menyusuri taman sambil menikmati angin yang berhembus. Ia berjalan dengan pandangan kosong, entah apa yang sedang ia pikirkan?

 

Saat ia menikmati pemandangan, tiba-tiba sesuatu membuatnya menghentikan langkahnya. Yah! Disana seseorang wanita cantik bernama Park Jiyeon sedang berdiri berhadapan dengan Choi Siwon. Yoona tidak dapat mendengar dengan jelas apa yang sedang mereka bicarakan. Karna posisi Yoona yang lumayan jauh dari tempat mereka berdiri sekarang. Walaupun sama-sama berada di taman belakang kantor.

 

Disana terlihat Jiyeon yang sedang membawa sebuah bingkisan berwarna pink langsung memeluk Siwon dengan erat. Siwon tersenyum bahagia dalam pelukkan Jiyeon sambil membalas pelukkannya. Yoona langsung terkesiap sambil menutup mulutnya dengan kelima jemari tangannya.

 

“Jadi dia yang dimaksud Siwon Oppa, kemarin.” Kata Yoona dengan lirih. Harapannya benar-benar pupus beriringan dengan bunga sakura yang berguguran.

 

“Paboya!… Pabo…Pabo…! aku ini memang bodoh mengapa aku terus berharap yang tidak akan pernah mungkin terjadi padaku. Harapan itu! harapan musim semi yang sangat aku impikan saat ini, kini hancur lebur tanpa sisa. kepingannnya pun sudah tidak ada.” Katanya merutuki dirinya sendiri. Tanpa terasa air matanya menetes.

 

tiba-tiba seseorang merangkulku dari belakang.

 

“Eonni” kata Yoona dengan kaget saat Tiffany dan Sooyoung sudah berada di sampingnya dan memandangnya dengan senyuman yang selalu menjadi penyemangat bagi Yoona.

 

“sejak kapan eonni disini? Bukannya eonni sedang makan siang?” Tanya Yoona sambil menghapus air matanya.

“Kami sangat khawatir denganmu Yoong, kau bersikap aneh. Tidak seperti Yoona yang ku kenal yang selalu ceria.” Kata Sooyoung.

 

“iya, itu benar Yoong. Makanya kami menyusulmu kemari.” Sahut Tiffany sambil merangkul Yoona.

“Oh ya, Kau tidak akan menghapuskan harapan musim semimu begitu saja bukan? pasti ada seseorang yang mencintaimu dengan tulus dan menyatakan perasaannya di musim semi seperti harapanmu” ucap Tiffany bijak sambil masih memelukku erat.

 

“Kau yakin akan hal itu eonni?” Tanya Yoona dengan ragu. Tiffany melepaskan pelukkannya dan menatap Yoona dengan pasti.

 

“Tentu saja, bukankah setiap orang itu sudah dituliskan jodohnya semenjak dia berada di kandungan”

“Ahh, Kau benar eonni.” kata Yoona sambil mengusap air matanya. “Eonni, kau memang yang terbaik.” lanjutnya sambil memeluk kedua temannya dan kemudian mereka pergi meninggalkan taman itu dengan ceria.

 

 

 

 

 

*****

 

Malam ini Yoona tidak bisa tidur, mengingat kejadian tadi siang di taman. Ia berfikir bahwa Jiyeon benar-benar sangat beruntung mendapatkan Siwon. Yoona menatap fotonya di ponselnya.

 

“Ya tuhan jika dia bukan jodohku ku mohon hapus semua tentangnya. Jika dia jodohku maka dekatkanlah ia padaku.” Doanya mulai menitihkan beningan kristal di matanya.

 

Yoona beranjak dari tempat tidurku dan berjalan menuju ke balkon kamarnya. Ia menatap langit yang penuh dengan bintang sembari mengingat kembali saat pertemuan pertamanya dengan Siwon dan akhirnya mereka bisa menjadi teman dekat. Yoona menangis mengingat hal itu.

 

“Pip…pip…pip…” tiba-tiba Terdengar suara ponsel berbunyi tanda pesan masuk. Dengan tak bersemangat Yoona meraih ponselnya di atas kasur. Yoona membelalakan matanya saat melihat nama pengirimnya di ponsel Yoona.

 

“Siwon Oppa” desisnya dengan terkejut. Yoona mulai membuka pesan teksnya dan membaca isi pesan tersebut.

 

From : My Prince

 

Datanglah ke taman biasa, ada sesuatu yang harus aku beritahu kepadamu. Ini sangat penting, jadi jangan sampai kau tidak datang ya…

 

Itulah isi pesan yang ia kirimkan pada Yoona. Aku menimang-nimang ponselnya sambil berfikir. Ia merasa sangat bingung sekarang, haruskah ia datang atau mengabaikannya. Ia pun menghubungi Tiffany dan Sooyoung.

 

“Yeobseo Yoong?” Kata mereka bersamaan.

” Eonni-ya? Bagaimana ini? Siwon Oppa mengajakku untuk bertemu. Aku harus bagaimana eonni?” Tanya Yoona dengan gelisah.

 

“Kau harus datang Yoong. bagaimanapun Siwon Oppa adalah sahabatmu, apapun resikonya kau harus terima.” Kata Tiffany eonni memberinya semangat. Begitu pula dengan Sooyoung.

 

“Baiklah eonni, aku akan menemuinya. Apapun yang terjadi aku harus terima.” Kata Yoona dengan tegas.

“Fighting.” Ucap mereka berdua dengan kompak. Lalu mereka mengakhiri percakapan.

 

Yoona pun mengambil jaket rajutnya dan mengenakannya. Ia menuruni anak tangga dengan sedikit berlari.

 

“Eomma, aku keluar sebentar nde.” pamit Yoona dengan berteriak.

“Kau mau kemana Yoong, jangan pulang terlalu malam.” Teriak sang eomma yang melihat Yoona keluar dengan buru-buru. Yoona mendengar ucapan ibunya namun ia mengindahkannya.

 

“Ah anak itu, selalu saja seperti itu.” keluh sang eomma.

“Biarkan saja eomma, mungkin ia menemui kekasihnya.” Kata Soojung adik Yoona sambil makan snack.

 

 

 

 

Yoona memandang sekelilingnya untuk mencari sosok yang ia cari. Disana Yoona melihat Siwon yang tersenyum manis sambil melambai-lambaikan tangannya pada Yoona, seakan memberitahu keberadaannya. Yoona pun menghampirinya dan berdiri dihadapannya. Ia pasti akan memberitahu kabar bahagia bahwa ia dan Jiyeon sudah jadian? Pikir Yoona. Ia memaksakan senyuman kecil yang hambar.

 

“Ada apa oppa mengajakku kemari.” Tanya Yoona nada suara yang datar.

“Yoong, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.” Kata Siwon menatap Yoona dengan serius. Yoona juga menatap Siwon dengan lekat. Ia merasa ada yang aneh mengapa Siwon ingin memberitahukan kabar jadiannya dengan Jiyeon sampai seserius ini? tanyanya pada dirinya sendiri.

 

“Mwoya?” Kata Yoona dengan nada sebiasa mungkin.

“Aku…” ucap Siwon berhenti sejenak berusaha mengumpulkan kekuatan untuk mengatakannya.

“Aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu” Lanjut Siwon dengan sangat lancar dan dia sukses menbuat Yoona kaget sehingga membuat jantungnya seakan mau copot dari tempatnya. Yoona tidak langsung menjawabnya, Ia takut ini hanya mimpi di malam musim semi, Ia takut salah dengar.

 

“Lim Yoona! Apa kau bersedia menjadi Yeojachinguku.” Kata Siwon mengulanginya lagi. Kali ini Yoona merasa ribuan kembang api meletup diatas kepalanya. “Aku sangat yakin kalau semua ini bukan mimpi dan ini sungguh nyata. Bahkan ribuan kembang api masih terus meledak diatas kepalaku.” kata hatinya.

 

Yoona hanya mengangguk karna, tak mampu mengucapkan sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Tapi bagaimana dengan Jiyeon bukankah mereka pacaran? Pikir Yoona. Siwon memberikan bingkisan berwarna pink

itu kepada Yoona dan sebuah boneka rilakuma berukuran sedang yang lucu.

 

“Oh ya, bukankah kau jadian dengan Park Jiyeon.?” Tanya Yoona penuh selidik.

“Jiyeon? Jadian dengan Park Jiyeon? Jika aku jadian dengannya mana mungkin aku menyatakan cintaku padamu.” Kata Siwon dengan tertawa geli.

 

“Lalu kejadian tadi siang ditaman itu…?” Kata Yoona menggantung.

“Jadi kau melihatnya, hmm?” Tanya Siwon, Yoona mengangguk. Siwon tersenyum lalu ia menceritakan kejadian sebenarnya. Yoona percaya lalu ia memeluk Siwon dengan erat.

 

“Aku juga menyukaimu Oppa” Kata Yoona dengan perasaan bahagia. Siwon melepaskan pelukkannya dan menatap kedalam manik Yoona.

 

“Gomawo, sudah mau menerima cintaku.” kata Siwon dengan lembut. Lalu dengan perlahan Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona. Hembusan nafasnya menerpa lembut kulit Yoona. Dengan hati berbunga-bunga dan berdebar Yoona menunggu Siwon mengecupnya. Saat jarak antara mereka hanya beberapa senti saja tiba-tiba sebuah suara membuat Yoona harus menjauhkan wajahnya dari Siwon.

 

“Wah, senangnya bisa melihat kalian bahagia.” Kata Sooyoung dengan gembira.

“Aku juga sangat bahagia melihatnya, bukan begitu Tiffany-ssi?” Kata Jiyeon yang berada di belakang Yoona bersama Tiffany dan Sooyoung.

 

“kalian! Kenapa bisa ada disini?” Tanya Yoona dengan bingung.

“Aish, mereka muncul disaat tidak tepat.” gumam Siwon yang frustasi karna moment romantisnya hancur karna ulah mereka bertiga.

 

“Hah, Kau bicara apa Oppa?” Tanya Yoona yang mendengar keluhan Siwon.

“Ah, Aniyo. Bukankah sudah ku bilang, Jiyeon membantuku menyiapkan ini semua, aku bisa menyatakan cinta selancar ini itu karna dia. Aku hampir sepanjang sore latihan menyatakan cinta padamu.” Kata Siwon, Yoona jadi terharu dengan mereka semua.

 

“Iya Yoong, kami semua sangat senang melihat kalian bahagia” kata Tiffaby dengan senyuman bahagiannya. lalu ketiga gadis itu saling tertawa dan berpelukkan.

 

<b>Narasi Yoona</b> : <i>Malam ini adalah malam yang sangat bahagia bagiku. dimana di malam ini malam musim semi seseorang yang ku cintai dan ternyata dia mencintaiku juga menyatakan cintanya di bawah pohon sakura yang indah dan romantis. Tuhan terimah kasih akhirnya harapan musim semiku yang ku idam-idamkan terwujud juga.</i>

 

 

 

<b>T H E E N D</b>

 

 

 

Fuuhh…akhirnya selesai juga, maaf jika hasilnya sangat sangat tidak bagus dan gaje, maaf juga kalo ada typo dan kata yang kurang dimengerti. Aku harap kalian menyukainya dan jangan lupa Read Commen and Like ^^. Sampai jumpa di FF ku lainnya chingu.

 

 

Untuk Echa dan Resty thanks udah mau post ff abal-abalku ini. ^^

 

Thanks GBU

 

 

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

36 Komentar

  1. Mudah YoonAddict sone

     /  Agustus 20, 2015

    Aq kra jiyeon bkal jd pnghambt hubngn YoonWon,tp trnya mlh ngbntu siwon. . . . . . . . .

    Pdhal ending’y dh r0mantis bnget tuh . .tp dganggu a5 tiffany,sooyoung,jiyeon. . . .xixixi

    keren deh crta’a . . . Dtunggu krya” slnjut’y

    Balas
  2. KapaN yah yoonwon real ??hahhahaha pengen banget dengar aslinya yoona ama siwon , sampe yoona putus kemarin perayaannya 1 minggu, lnjut ff ny thor

    Balas
  3. Keren banget OS nya. Numpang promo ya http://www.ermail.com/klik/XH5eYmE=

    Balas
  4. andri

     /  September 4, 2015

    Keren nice

    Balas
  5. yhanies_Nited

     /  Oktober 13, 2015

    🙂
    kirain si jiyeon bakal ngerusuhin yoonwon , , hehee , , ternyata dugaanku meleset

    Balas
  6. Wahhh.. Musim semi.. Yah, aku baca nya pas musim2 penuh asap (???) Hehehehe…

    CIE, yg salah paham, ktny mau lupain wonppa, ehh ternyata dia yg dicintai. Hahaha. Klo aku jdi dia mah bakal marah2in wonppa. (Emang bisa?!?!) Hahaha

    Di tunggu sequelny armtau karya2mu yg lain Thor… Fighting!!

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: