[OS] Comeback!!

[OS] COMEBACK!!!!

 

Title               : [OS] COMEBACK!!!!

Author         : Choi LeaMi (Azha)

leaaza9@gmail.com

Cast               : Im Yoon Ah SNSD & Choi Siwon SUJU

Other cast   : Yuri SNSD

Seohyun SNSD

Jessica SNSD

Tn.Im & Ny.Im

Tn.Choi & Ny.Choi

Genre           : Friendship, Sad, Romance, Happy Ending

Raiting           : 15+

 

#HAPPY READING#

 

Author pov:

Pagi ini suasana kota seoul terbilang cukup ramai menginggat sekarang adalah musim panas jadi banyak warga negara asing yang menghabiskan musim panas ini dengan berlibur ke suatu tempat yang indah sehingga suasana di bandara incheon saat ini cukup padat penggunjung baik warga asli korea ataupun turis asing yang baru datang atau pergi untuk berlibur.

Seorang gadis cantik terlihat baru keluar dari pintu kedatangan dari luar negeri. Tampak sangat modis dengan celana jins panjang, kaos putih polos yang kemudian ia tutupi dengan mantel berwarna coklat langsat terlihat sangat cocok di badannya mengingat ia memiliki tubuh yang sangat ideal menurut kaum pria.

Gadis itu nampak binggung, menegokkan kepalanya ke kanan, ke kiri, ke belakang setelah itu ia tersenyum, melihat seorang pria berjas hitam mengangkat kertas dengan tulisan namanya ‘MENUNGGU NONA IM YOONA’ kemudian berlari ke arah pria itu.

“annyeong” ucapnya sambil membungkukan badannya dan tersenyum manis. Dia sangat senang karna dia bisa kembali ke negara tercintanya yang sangat ia rindukan selama ini, limabelas tahun tinggal di paris menempuh pendidikan di sana tinggal bersama sang bibi yang notabennya adalah orang asli paris yang menikah dengan pamannya yang menetap di sana.

“nona Im Yoona?” tanyanya sambil menujuk tepat di wajah Yoona, dia hanya menjawab dengan menganggukan kepala. Pria tadi tersenyum kemudian membungkukan badannya sopan. “selamat datang di korea nona. Kim Sang Wo, nona bisa memangil saya ahjjusi Kim, mohon bantuannya selama nona di korea” lanjutnya. Yoona juga kembali membungkukkan badan formal menggingat orang yang di hadapannya ini usianya jauh di atasnya.

“ohhh ne, apa appa tidak bisa menjemputku” tanya Yoona kepada ahjjusi Kim yang kini menjadi supir barunya menginggat saat ini ia kembali menetap di korea.

“presdir sedang ada meeting di kantor dan saya yang di tugaskan beliau untuk menjemput nona juga mulai saat ini saya menjadi supir pribadi anda selama di korea”

“sungguh appa tidak berubah sama sekali, dimana mobilnya?” ahjjunsi Kim tidak menjawabnya tapi menujuk dengan jari telujuknya ke tempat ia memparkirkan mobil tadi, Yoona berjalan terlebih dulu, betapa kesalnya gadis itu sekarang pada appanya. Terus mengumpat tidak jelas sambil tas slempangannya ia biarkan berayun kedepan kebelakang karna ia berjalan terlalu cepat, kesal menginggat bukan appanya yang menjemputnya ke bandara tapi mengutus orang lain.

 

>>>>>>>>>

 

Suara ketukan pintu kamar baru Yoona terdengar cukup nyaring tapi yang berada di dalam sana sama sekali tidak mendengarnya karna terlalu lelah menginggat perjalanan penerbangan paris ke korea cukup memakan waktu yang panjang.

“Im Yoona buka pintunya, ayo turun changi appa dan eomma datang. Kau tidak merindukan eomma eohh” ucap Ny.Im dengan keras berharap putri sulungnya ini akan mendengarnya.

“eomma pakai ini untuk membukannya” ucap Krystal memberikan kunci cadangan kamar kakaknya. Krystal adalah adik kandung Yoona yang kini masih duduk di bangku sekolah menengah atas terpaut dua tahun dengan Yoona yang kini berumur 18 tahun sedangkan Yoona kemaren baru menginjak usia 20 tahun.

Setelah membukannya dengan kunci yang di beri Krystal pada Ny.Im, kemudian mereka bergegas masuk,

Krystal yang sampai terlebih dulu di depan wajah Yoona.

“eunnie” teriak Krystal tepat di telinga Yoona. Yoona yang mendengar itu kemudian mengeliat dan perlahan membuka matanya. Di lihatnya orang yang pertama adalah wajah Krystal yang sedang menatapnya dengan mata melotot, menegok ke sisi sebelah dapat di lihatnya sang eomma yang sedang tersenyum manis ke arahnya. Bangun dari tidurnya.

“eomma”ucapnya gembira meski dia masih benar-benar mengantuk. Sambil merentangkan tangannya memintak di peluk oleh sang eomma terlihat seperti anak kecil memang tapi eommanya sangat menyukai Yoona yang seperti ini. Ny.Im mendekat ke putri tersayangnya itu dan menerima rentangan tangan Yoona, memeluknya sangat erat Yoona juga membalasnya sangat erat sambil mengoyang-ngoyangkan tubuh eommanya.

“aku sangat merindukan pelukan eomma seperti ini” lanjut Yoona masih setia memeluk eommanya itu dan bersandar di bahu eommanya yang menurutnya sangat nyaman.

“kau akan merasakannya setiap hari mulai sekarang sayang. Ayo bersiaplah, turun ke bawah appa pasti sudah menunggumu” hanya anggukan yang Yoona berikan setelah itu Ny.Im turun dari tempat tidur Yoona dan berjalan keluar pintu kamar Yoona.

“kenapa masih di sini? Sudah sana pergi” usir Yoona pada Krystal sambil menyeretnya keluar kamar kemudian menutup pintu kamarnya karna adiknya itu dari tadi hanya diam sambil melihat barang-barang yang ada di kamarnya.

“eunnie,,, adakah oleh-oleh untukku” ucap Krystal manis. Namun berbeda dengan sang kakak dia malah menyeret adiknya itu keluar kamar dan menutup pintu kamarnya dan tak lupa menguncinya terlebih dulu.

Krystal tidak diam begitu saja dia terus berteriak di depan pintu sambil tangannya sibuk memukul-mukul pintu di hadapannya itu.

“tidak ada, pergilah”

“ahhh,,, dasar pelit”

 

 

Suasana makan malam keluarga besar ini begitu ceria dan hangat menggingat putri sulung dari keluarga ini baru datang dari paris yang membuat suasana menjadi sangat menyenangkan karna dia memiliki sifat yang humoris.

“Yoona, karna kau kembali appa ingin kau tidak hanya bersenang-senang saja di sini, appa sudah memutuskanmu untuk sekolah di INHA kau harus menggambil jurusan bisnis menegement” ucapan sang ayah barusan membuat Yoona sangat kaget hampir saja ia menyemburkan air yang masih di mulutnya yang belum sempat ia telan, tapi buru-buru ia telan air itu.

“bagaimana bisa seperti itu, aku bahkan tidak mengetahui apa-apa tent…” belum sempat ia menyelesaikan kalimat pembelaannya appanya sudah terlebih dulu memotongnya.

“stop Yoona appa tidak ingin mendengarkan penjelasanmu itu”. “tapi aku…”.

”appa ingin kau yang melanjutkan perusahan nantinya, kau putri pertama appa jadi appa harap kau menerimanya. Dan satu lagi di sana juga ada putra Choi Kiho kau mengingatnya. Kau pasti senang kan ada dia di INHA”

Yoona hanya diam memikirkan ucapan appanya, benarkah Choi Siwon yang sangat ia rindukan selama limabelas tahun ini juga kuliah di universitas yang sama dengannya. ‘mungkin ini jalanku untuk brtemu kembali dengannya’. Namja yang sangat ia nanti berteman di waktu kecil membuatnya merasakan perasan lebih dari teman meski dia tidak tahu apakah ini perasaan cinta seorang yeoja ke namja atau hanya sekedar mencintai teman di masa kecilnya saja, bahkan dia dan Siwon hanya bertemu beberapa kali dengan Yoona tapi mereka bisa menjadi sangat dekat.

 

 

[flashback]

Dua anak kecil terlihat sedang bermain di taman depan kolam renang milik keluarga Choi, kedua orang tua mereka sedang berbicara di dalam sana sedangkan putra-putri mereka sedang asik bermain robot-robotan dengan riang. Anak namja masih asik dengan mainannya tapi anak yeojanya hanya memandangi anak namja yang bermain di depannya.

“kenapa mainan oppa hanya robot dan mobil saja, kenapa tidak ada boneka di sini?” tanya anak yeoja kepada anak namja yang lebih tua tiga tahun darinya itu. Siwon mengacak rambut Yoona pelan.

“tentu saja oppa tidak memiliki boneka, aku seorang namja baby” jawab Siwon sambil mencubiti pipi tembem Yoona. Selama ini Siwon selalu memangil Yoona dengan baby bahkan dia tidak pernah bertanya pada eommanya siapa nama aslinya yang ia tahu babynya itu memiliki marga ‘Im’ di depannya tapi Yoona mengetahui nama namja yang ada di hadapanya itu adalah Choi Siwon. Yoona melepaskan tangan Siwon di pipinya kemudian berbalik arah membelakangi Siwon.

“ada apa?” Yoona tak menjawabnya dia masih mengembungkan pipi dan memanyunkan bibirnya terlihat sangat lucu dan manis.“kau marah?” hanya gelengan kepala yang Siwon dapatkan.

“jangan marah ne? Oppa janji jika abojie membelikan mainan untuk oppa, oppa akan memintak abojie membelikan boneka juga untukmu ne?”

“aku tidak marah pada oppa. Aku juga tidak mau boneka sekarang”

“lalu kenapa kau marah?”

“oppa, appa ingin aku bersekolah di paris. Bagaimana?”

“benarkah?? itu sangat keren, kenapa malah sedih? yang oppa tahu dari internet paris itu kota indah kau pasti suka kalau di sana. Jika kau di sana seringlah bermain di menara effel, kau tahu menara effel?” Yoona mengganguk.”menara itu menara paling tinggi di belahan dunia, kau harus naik ke atas dan berfoto di sana, jangan lupa kirimkan padaku ya?” cerita Siwon panjang lebar mengenai paris padahal dia baru berusia delapan tahun tapi pengetahuannnya sudah sangat luas.“aku pasti merindukan oppa” tiba-tiba Yoona memeluk Siwon. Setelah pelukan mereka lepas

“tunggu sebentar ne?” ucap Siwon kemudian berbalik arah berlari kencang ke dalam.

“baby Im untukmu”Siwon memakaikan kalung ke leher kecil Yoona, setelah terpasang Siwon membetulkan kembali rambut Yoona yang sedikit berantakan. “kau pakai ini agar terus mengingatku. Jika saat liburan sekolah aku akan meminta abojie untuk berlibur ke paris nanti kita bermain bersama di sana” Yoona mengganguk. “jangan pernah melepaskannya, kau terlihat cantik dengan kalung ini”.

”iya gomawo oppa”

Setelah itu Yoona mengangkat tangan kirinya, melepas gelang di tangan itu kemudian mengambil tangan Siwon dan memakaikannya.”oppa tidak boleh melupakanku. Aku juga tidak akan pernah melupakan oppa” Siwon tersenyum senang melihat gelang yang kini ada di tangan kanannya, kemudian memeluk Yoona dan mengganguk. “mana mungkin oppa melupakan yeoja secantik kau”

“apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Ny.Choi ketika melihat putranya sedang berpelukan dengan anak rekan bisnis suaminya. Ny.Im, Tn.Im dan Tn.Choi hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum.

“kau sudah tahu bahwa babymu ini akan bersekolah di paris” tanya Ny.Choi ke Siwon sambil berjongkok dan memegan bahu mereka berdua. Mereka berdua mengganguk bersamaan, Ny.Choi tersenyum dan mengelus rambut mereka berdua lembut.

“ayo changi” Ny.Im mengandeng tangan Yoona pergi dari sisi Siwon, mereka masih bergandengan tangan, setelah jarak mereka cukup jauh gandengan tangan Yoona dan Siwon terlepas. Siwon langsung memeluk eommanya sedangkan Yoona melambaikan tanganya. “good bye oppa”

[flashback end]

 

 

>>>>>>>>>>>>>

 

 

Pagi ini senyum mengembang di bibir Yoona tidak pernah lepas di wajahnya yang cantik itu, setelah memikirkannya semalaman akhirnya Yoona memilih untuk memerima tawaran sang appa tapi ini ia lakukan semata-mata hanya ingin dekat kembali dengan pangeran kecilnya dulu. Di dalam mobil juga ia tampak asik bergoyang-goyang sediri.“appa.. apa aku cantik pagi ini?”

Tn.Im melihat ke arah Yoona, mengapai tangannya ke arah kepala putrinya itu dan mengelus puncak kepala putrinya itu. “putri appa yang ini memang paling cantik, terlihat bersemangat sekali” Yoona mengangguk.”appa Siwon oppa tampan tidak? Apa dia masih setampan dulu ya?”.

”kau lihat saja nanti kau juga akan mengetahuinya”.

”appa selalu membuatku penasaran, setidaknya ceritakan padaku ciri-cirinya seperti apa? Aku sangat penasaran. Apa appa ada fotonya”. Tn.Im menggeleng

 

@@@@

“inikah tempatnya? Lumayan, tidak terlaru buruk” gumam Yoona sambil melihat universitas INHA dari balik mobilnya tapi Tn.Im dapat mendengar gumaman Yoona barusan.

“tentu saja, mana mungkin appa memilihkanmu tempat yang buruk” Yoona hanya tersenyum melihatkan gigi putihnya yang bersih dan rata itu di depan appanya. Setelah itu mencium pipi appanya kemudian keluar dari mobil dan melambaikan tangannya appanya dengan tersenyum sangat manis, menurukan tangannya setelah ia tidak melihat lgi mobil appanya.

Berjalan masuk melewati gerbang, ia melihat banyak orang namja sedang bergerumbul dan semua melihat ke arahnya. Dia sedikit malu dan memilih mempercepat langkahnya ‘apa penampilanku aneh? Tidak menurutku’

“permisi, apa aku boleh bergabung” ucap Yoona ketika melihat tiga yeoja sedang duduk manis sambil membaca buku mata kuliahnya. Tiga yeoja itu adalah Jessica, Seohyun, dan Yuri. Mereka semua mendongkakkan kepalanya ke arah Yoona. “ohhh ne duduklah” Yuri sedikit mengeser tempat duduknya ke kiri kemudian menyuruh Yoona duduk diantaranya dan Seohyun. “ne gomawo” ucap Yoona dengan tersenyum.

“namamu?” kini Jessica bertanya ke YoonA. “Im Yoona, kalian?” Yoona melihat satu-satu wajah mereka bertiga. “Jessica” (berjabat tangan) “Seohyun” (berjabat tangan) “Yuri” (berjabat tangan).

”kalian boleh memangilku Yoona, aku terbiasa di pangil seperti itu. Senang berkenalan dengan kalian” Yoona bahkan mengucapkannya dengan tersenyum sangat manis.

“aku juga senang berkenalan denganmu, mengambil mata kuliah apa?” tanya Seohyun. “aku mengambil bisnis menegement” jawaban Yoona kali ini dengan sedikit lesu tidak bersemangat seperti tadi, jika menggingat masalah itu akan membuatnya berubah menjadi bad mood. “memang ada apa? Kau bisa bersamaku, aku juga mengambil jurusan yang sama denganmu”.

”benarkah??” raut wajah Yoona menjadi lebih baik sekarang, Yuri hanya mengangguk. “untunglah aku memiliki teman yang sama denganku”.

“memangnya kenapa?”.

”Sebenarnya aku tidak ingin mengambil mata kuliah itu tapi karna appa memaksaku, terpaksa harus menerimanya” mereka bertiga hanya menggangukan kepala dan berkata ‘ooo’ secara bersamaan.

“apa kalian tahu Siwon oppa” pertanyan Yoona kali ini berbeda dengan tadi, dia kembali tersenyum dan terlihat sangat cantik jika seperti ini.”Choi Siwon maksudmu?” Yuri yang menjawabnya, Yoona mengganguk kemudiam menghadap ke arahnya memegang tangan Yuri sepertinya dia benar-benar penasaran. Yuri melihat ke arah Seohyun dan Jessica tapi mereka hanya mengeleng kepala tanda tidak mengetahui perihal hubungan Siwon dan Yoona.

Yuri menghela nafas sejenak kemudian menjelaskannya.”kau lihat itu namja yang duduk di samping yeoja memakai dress biru itu, itu orangnya” tunjuk yuri ke arah Siwon.

“yang memakai kemeja putih itu kah?” mereka bertiga menjawabnya dengan anggukan kepala. “kau tahu dia adalah pewaris tunggal Hyudai Departemen Store sangat keren kan” Yuri malah melebih-lebihkan ceritannya Yoona yang sudah mengetahui hal itu hanya menanggapinya dengan anggukan saja. “kau sudah mengetahuinya, yoong?”.

”ne, dia adalah temanku tapi itu sudah limabelas tahun lalu. Menurut kalian apa dia akan mengenalku?” mereka bukannya menjawab malah saling memandang satu sama lain, Yoona yang melihat ekspresi wajah mereka menjadi bingung.

“memangnya kenapa apa aneh sekali ya?” dengan kompak mereka mengeleng.

Setelah itu gerombolan geng Siwon berjalan ke arah empat yeoja itu, empat yeoja itu semua melihat ke arah Siwon tapi ekspresi yang di tunjukan Yoona berbeda dengan tiga yeoja yang di sampingnya. Ketika geng Siwon berjalan di depan mereka tiba-tiba Yoona menahan pergelangan tangan Siwon.

“Siwon oppa?” seketika kening Siwon mengkerut menandakan kalau dia binggung kemudian Yoona berdiri langsung memeluk Siwon erat merangkul pinggang Siwon kepalanya ia letakkan di dada itu. Para namja dan yeoja yang melihat kejadian itu melonggo dengan membuka mata dan mulutnya lebar.

Kaget, sudah pasti kaget melihat tiba-tiba seorang wanita yang tak dia kenal [?] memeluknya, ketika Siwon ingin memegang bahu Yoona bermaksud ingin melepaskan pelukan itu tapi Yoona bersuara.

”apa oppa tidak mengenaliku? Jahat sekali jika oppa seperti itu” setelah mendengar itu Siwon langsung melepaskan pelukan itu dengan cukup kasar sehingga membuat tubuh Yoona sedikit oleng untung di belakangnya ada Yuri yang menahan bahunya agar tidak jatuh.

Siwon melihat itu seperti tidak merasa bersalah sama sekali dia malah sibuk mengibaskan pakaiannya dengan kedua tangannya. “kau terlalu kasar padanya, dia itu yeoja” Jessica kini bersuara terlihat kemarahan di matanya.

“apa peduli mu? Huh? Bagaimana jika tiba-tiba ada seseorang yang tak kau kenal memelukmu seperti ini” Jessica hanya diam.

“kau tidak bisa menjawabnyakan”.

”jika tidak mengenalnya setidaknya tidak melakukan hal sekasar itu, jika aku ada di posisimu. Bagaimana bisa seorang Choi Siwon melakukan hal sekasar itu pada seorang yeoja. Kau harus tahu kau itu dilahirkan dari seorang yeoja, apa kau juga melakukan hal sekasar itu pada ibumu sendiri. Huh?” kini Yuri menyahut ucapan pedas Siwon barusan, bahkan geng namja yang bersama Siwon terkikik geli saat melihat ekspresi Siwon yang mati kutu .

Siwon memandang jijik ke empat yeoja di depannya ini, tersenyum meremehkan kearah mereka setelah itu langsung pergi bersama dengan gengnya.

“Yoona, gwencana?” tanya Jessica ketika melihat Yoona masih melihat ke arah Siwon yang sedang berjalan dengan wajah yang datar. “uhhh benarkan dia tidak mengenalku. Dia sungguh jahat, dia mengingari janjinya, dia berubah seratus delapan puluh derajat” ujar Yoona seperti ingin menangis tapi sebelum itu mereka bertiga memegang bahu Yoona dan mencoba menenangkan Yoona. “aigooo… ayo kita bawah ke kantin” suruh Jessica. Merekapun pergi dan meninggalkan jam mata kulia demi untuk menghibur Yoona.

 

“hiks… dia sungguh hiks… hiks…” pecah sudah air mata Yoona ketika melihat Yoona menangis tersendu-sendu Yuri langsung memeluknya, mengusap punggungnya lembut. “jangan pikirkan masalah tadi dia memang seperti itu” saat mendengar penuturan Yuri yang terakhir Yoona melepas pelukannya dan melihat Yuri intens.

“apa setiap hari dia sekasar itu?” Yuri menghapus air mata Yoona kemudian tersenyum

“ya seperti yang kau lihat tadi, dia memang seperti itu yang aku tahu”. Bukannya semakin membaik tapi tangisan Yoona semakin kencang air matanya mengalir dengan deras di permukaannya, mereka bertiga binggung menghadapi Yoona yang menagis seperti ini. Semenjak

 

>>>>>>>>>>>

 

satu hari….

satu minggu….

satu bulan….

tiga bulan….

lima bulan… hubungan Yoona dan Siwon bukannya membaik malah semakin memburuk, saat Yoona berusaha mendekat kearah Siwon, Siwon lebih memilih menghindar, hal itu sedikit membuat nyali Yoona ciut di tambah setiap ada Siwon pasti ada seorang yeoja yang selalu di sampingnya. Pernah terlintas di pikiran Yoona ‘apa mereka sedang berkencan?’ tapi hal itu buru-buru ia buang terlebih dulu dia tidak mau memikirkan hal yang belum pasti kebenarannya.

Ketika berjalan dan berpapasan dengan Siwon, Yoona menujukan senyuman manisnya di depannya tapi Siwon bukannya membalas tapi dia lebih memilih membuang wajahnya dari hadapan Yoona. ‘begitu menjijikannya aku di matamu oppa. Kau bukan lagi oppa yang hangat dan baik, oppa sekarang sangat berbeda’.

“Yoong” tepukan bahu membuat Yoona bangun dari acara melamunnya, saat dilihatnya di belakang dia sdang melihat Yuri. “memikirkanya, berapa kali aku katakan dia sudah berubah. Dia bukan lagi Siwon oppa mu yang memiliki hati seperti angel” yang Yoona lakukan hanya menundukan kepalanya sedih.

 

@@@@

Di saat jam mata kuliahnya sudah berakhir Yoona keluar dari ruang kelasnya tapi di luar malah hujan sangat deras tapi dia membawa payung kecil di tas slempanganya, mengeluarkan payung itu kemudian dia melihat Siwon yang sedang menunggu sendirian di pojokan halaman kampus. Yoona mendekatinya.

“oppa sedang menunggu hujannya reda, sepertinya hujannya tidak akan reda kalau keadaan hujannya seperti ini” Siwon tidak mendengarkannya dia malah sibuk dengan ponsel yang ada di tangannya.

Yoona tidak menyerah begitu saja dia menyerahkan payungnya ke Siwon ketika itu juga Siwon menatap wajah Yoona secara dekat untuk pertama kali. mata mereka bertemu membuat Siwon menyadari sesuatu ‘mata itu sepertinya aku mengenalnya’

“untuk oppa aku tidak terlalu membutuhkannya, sepertinya oppa yang jauh lebih memerlukannya” setelah menyelesaikan kalimatnya Yoona langsung pergi dari hadapan Siwon. Yoona menunggu di tempat awalnya ia berdiri tadi, tak lama kemudian Siwon datang membawa payung pemberian Yoona tadi.

“aku tidak memerlukannya” melemparnya tepat ke Yoona dan langsung berlari melewati hujan yang sangat deras. Yoona mengikuti langkah Siwon membuka payungnya kemudian memegang dengan tangan kirinya ia gunakan untuk membawa payung. Setelah merasa jaraknya sudah tidak terlalu jauh dengan Siwon, Yoona berlari kencang. Menahan lengan besar Siwon.

“bisakah oppa menghargai seseorang yang berusaha baik padamu” ucapan Yoona kali ini sedikit berbeda seperti biasanya dia seperti sdang menahan tangis. Memayungi kepala Siwon menyerahkan ganggannya pada tangan Siwon setelah itu ia berbalik, berjalan menerobos hujan itu dengan air mata yang keluar dari mata indahnya tapi tidak terlalu jelas karna air mata itu bercampur dengan hujan.

“berapa kali ku katakan aku tidak memerlukan bantuanmu” melemparkan payung itu tepat di depan Yoona, Yoona melihat keadaan payung itu kemudian beralih melihat Siwon yang sudah basah kuyup karna terkena air hujan.

“kau orang yang sangat keras kepala”

“apa kau bilang? Siapa kau berani mengatakan hal seperti itu tentang aku. Huh?”

“Im Yoona, namaku Im Yoona. Sangat menyesal pernah mengenalmu limabelas tahun lalu, aku tahu sekarang di matamu aku adalah yeoja babo yang sangat mengidolakan mu di kampus. Seorang yang tiba-tiba muncul di hadapanmu, memelukmu dengan lancang, berbicara seperti kita sudah berteman lama. Benar-benar seorang gadis bodoh kan? Kau pasti mengangap ini hal yang sangat konyol, Sebagai bahan tertawamu dengan gengmu itu. Kau bahkan tidak menepati janjimu padaku yang pernah kau ucapkan padaku sendiri, bersumpah di depanku tidak akan melupakanku. Tapi apa kau mengingkari semuanya. NAMJA PEMBOHONG”langsung meninggalkan Siwon yang sedang berdiri mematung di tempat, memikirkan maksud dari semua kata-kata Yoona yang menurutnya sangat menyakitkan.

Menangis Yoona menagis sangat deras, air matanya terus mengalir di pipi tirusnya. Setelah menggungkapkan kekesalannya pada Siwon selama beberapa bulan terakhir ini membuatnya merasa sedikit lega.

 

@@@

Sesampainya Siwon di rumah dia terlihat basa kuyup di tambah wajahnya kusut dan tidak bersemangat, eommanya yang melihat Siwon seperti itu berdiri dari duduknya dan menghampiri putra tunggalnya itu.

“kenapa basa kuyup seperti ini, Wonnie?” Siwon tidak menjawabnya. “ahjumma tolong ambilkan handuk dan siapkan air hangat di kamar Siwon” suruh Ny.Choi pada ahjumma song yang berdiri tidak jauh dari Siwon dan Ny.Choi.

 

“ini Ny” menyerahkanya pada eomma Siwon mebuka handuk itu kemudian mengosok-ngosokan pada rambut hitam Siwon dengan telaten. “kau itu kenapa? tidak biasanya pulang dengan keadaan basah kuyup seperti ini, wajahmu juga kenapa di tekuk seperti itu? Apa ada yeoja yang menolakmu? Huh?”.

Bukannya menjawab pertanyaan eommanya Siwon justru memilih menurunkan tangan eommanya yang di kepalanya, mengambil handuk di atas kepalanya. “aku memang sedang memikirkan seorang yeoja tapi bukan dia yang menolakku tapi justu itu aku yang menolaknya. Aku binggung sekali memikirkan kalimatnya yang tadi ia ucapkan padaku, aku seperti pernah mengenalnya tapi siapa?”

“itu artinya kau menyukainya wonnie, kenapa menolaknya jika kau selalu memikirkannya”.

“aku bahkan tidak tahu dia dan asal usulnya, aku tidak pernah memikirkannya. Sudahlah aku tidak ingin membahas masalah seperti ini lagi” setelah mengucapkanya Siwon langsung naik ke atas kamarnya kemudian berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Tak lama setelah itu Siwon sudah keluar dari kamar mandi terlihat penampilanya sudah lebih baik dari tadi yang terlihat sedikit berantakan. Berjalan ke arah lemari besarnya memakai pakaian pilihannya di lanjutkan dengan berbaring di atas tempat tidur.

Di atas tempat tidur itu tidak membuat Siwon bisa tidur nyenyak bahkan sampai jam satu malam seperti ini Siwon belum bisa memejamkan matanya sama sekali. Membolak-balikan badanya ke kanan dan ke kiri tengkurap juga terlentang tapi semua usahahanya tidak membuahkan hasil.

Otaknya terus berpikir keras memikirkan ucapan Yoona yang membuatnya binggung “Im Yoona, namaku Im Yoona. Sangat menyesal pernah mengenalmu limabelas tahun lalu, aku tahu sekarang di matamu aku adalah yeoja babo yang sangat mengidolakan mu di kampus. Seorang yang tiba-tiba muncul di hadapanmu, memelukmu dengan lancang, berbicara seperti kita sudah berteman lama. Benar-benar seorang gadis bodoh kan? Kau pasti mengangap ini hal yang sangat konyol, Sebagai bahan tertawamu dengan gengmu itu. Kau bahkan tidak menepati janjimu padaku yang pernah kau ucapkan padaku sendiri, bersumpah di depanku tidak akan melupakanku. Tapi apa kau mengingkari semuanya. NAMJA PEMBOHONG”

“Im Yoona siapa sebenarnya gadis aneh itu? Kenapa aku malah memikirkannya? Bagaimana tidak memikirkannya jika dia mengatakanku namja pembohong? Limabelas tahun lalu? Siapa? Im Yoona, Yoona, Im Yoona, Yoona, Im..” ketika berkali-kali menyebutkan nama Im Yoona ketika itu juga Siwon mulai menemukan sedikit titik terang dari teka-teki mengenai gadis yang menurut Siwon aneh itu.

“Im, Im, Im… benarkah dia baby Im kecilku” gumam Siwon ketika sudah menyadari jika Yoona itu adalah baby Im kecilnya dulu.

 

Pagi-pagi sekali Siwon sudah bangun meski sebenarnya dia masih sangat mengantuk mengingat semalam dia hanya bisa tidur sekitar dua jam saja. Dia sudah bersiap-siap untuk berangkat kuliah, ketika sudah turun dia melihat sang eomma sedang menata sarapan pagi untuk Siwon.

“morning Wonnie, tidak biasanya sudah turun?”

“morning eomma, aku sedikit ada urusan setelah ini” jawab Siwon dengan tenang meski hatinya sedikit gusar saat menyadari sesuatu [?]. sang eomma menjawabnya dengan anggukan saja.

“eomma ada yang ingin aku tanyakan? Eomma pasti mengetahui tentang ini kan?”

“apa yang ingin kau tahu dari eomma?”

“ini mengenai masa kecilku. Siapa nama asli putri ahjussi Im” Ny.Choi hampir tersedak saat mendengar putranya menanyakan hal itu padanya padahal selama hidupnya Siwon tidak pernah menanyakan siapa nama baby Imnya itu.

“maksudmu baby Im mu itu. Kau tidak mengetahui namanya?” Ny.Choi malah berbalik bertanya pada Siwon, Siwon hanya menggeleng sebagai jawabanya bahwa ia tidak mengatahuinya.”Im Yoona, iya namanya Yoona. Bagaimana kabar dia ya di paris sana?”. Setelah mendengar jawaban dari eommanya lantas Siwon langsung berdiri dari duduknya. “lho kenapa?”.

“sepertinya aku harus pergi sekarang, aku pergi eomma”

Setelah itu Siwon langsung pergi dari hadapan eommanya dan melajukan mobilnya ke arah kampus ingin bertemu langsung dengan Yoona, bertatapan mata dengannya sepeti kejadian kemarin. Ingin memperbaiki hubungnya dengan Yoona, meminta maaf padanya meski ia yakini sangat sulit jika memikirkan pelakuannya pada Yoona-baby Imnya selama ini yang sangat dingin dan keterlaluan.

 

Sementara di tempat lain, tepatnya di bandara incheon korea selatan terlihat ada beberapa yeoja dan satu namja di sana. Yeoja itu adalah Yoona yang sedang berpelukan sang eomma kemudian di lanjutkan dengan adiknya Krystal yang ada di sebelahnya. Berjalan ke arah ayahnya memeluknya sangat erat, terlihat sang ayah mengelus putri tersayangnya itu.

“berhati-hatilah di sana, sekarang kau sudah mendapat kepercayaan dari appa kau harus bisa membuktikannya. Appa yakin putri appa pasti bisa”. Tn.Im memberi semangat pada putrinya yang akan kembali ke paris untuk kembali menempuh pendidikan disana mengambil jurusan design pakaian yang menjadi impiannya selama ini tidak ada paksaan lagi Yoona mengambilnya sendiri. Appanya sudah memberikan ijin untuknya mengejar cita-citanya untuk menjadi seorang wanita designer. Meski Yoona merasa sangat sulit meninggalkan korea lagi harus kembali ke sana lagi, tinggal bersama bibi dan pamannya lagi.

“aku akan kembali jika sekolahku sudah selesai. Aku akan berusaha, gomawo untuk semuannya. Yoona menyayangi appa?” melepas pelukan appanya tersenyum sangat manis di depan appanya. Melihat ke teman-temannya yang tadi hanya diam dan memeperhatikannya. Berjalan menghampiri mereka.

“Seohyun” memeluknya dengan erat, Seo membalasnya dan mengusap punggung Yoona lembut. Melepaskannya beralih ke orang di sampingnya. “eunnie” memeluk Jessica juga. ”jangan pernah melupakan kami. Kita akan tetap bertemankan?” melepaskan pelukannya.

“tentu saja kita tetep berteman, aku berjanji setelah aku kembali aku akan menemui kalian semua”

Beralih melihat ke Yuri eunnie “Yoong” Yuri merentangkan tangannya minta di peluk Yoona, Yoona slangsung memeluknya “eunnie… hiks..hiks..” tangisan Yoona semakin pecah saat berpelukan dengan Yuri karna dia yang paling dekat dengannya. Dia selalu curhat tentang kekesalannya terhadap Siwon pada Yuri, Yuri juga selalu menghiburnya.

“eunnie,,, bisakah eunnie berikan ini pada Siwon oppa?”melepas kalung di lehernya memberikannya pada Yuri. Kalung itu adalah kalung pemberian Siwon pada Yoona saat Yoona ingin pergi ke paris dulu. Menurutnya kalung ini sudah tidak pantas ia simpan lagi jika orang yang sudah memberikannya saja sudah melupakannya menganggapnya orang asing.

“sampaikan padanya aku sangat berterima kasih untuk lima bulan yang sangat mengesankan” kalimat itu ia akhiri dengan tersenyum.

“ayo… sudah waktunya” Tn.Im membimbing Yoona segera masuk. Yoona berjalan sendirian untuk masuk ke dalam. Baru berjalan tiga langkah dia berbalik dan melihat orang-orang yang sangat ia sayangi di korea. Melambaikan tangannya dan terus berjalan, saat sudah akan masuk pintu dan akan menghilang dia membalikan badannya kembali membentuk hati dengan tangannya dan melampaikan tangan terakhir dia memberikan mereka kecupan jauh kemudian menghilang di balik pintu bandara.

 

@@@

Sesudah sampai di kampus Siwon terus berlari kencang mencari keberadaan Yoona tapi dia tidak melihat keberadaannya di sana bahkan teman-temannya juga tidak terlihat. Perasaan Siwon sedikit cemas pasalnya dia berlari mengelilingi area kampus belum juga menemukan Yoona orang yang saat ini sangat ia butuhkan, perasaan bersalah dan menyesal juga hawatir tampak jelas di wajah Siwon.

“apa oppa sedang mencari sesuatu?” tanya Victoria teman dekat yeoja Siwon yang selama ini dekat dengannya banyak orang mengira jika dia dan Victoria adalah pasangan kekasih padahal mereka hanyalah teman, wajar banyak orang mengatakan jika mereka sedang kencan karna Siwon yang terkenal dengan namja super dingin dekat dengan satu yeoja yaitu Victoria. Di kampus ini hanya Victoria seorang yang memangil Siwon dengan sebutan ‘oppa’ dan Yoona pastinya, seorang yeoja aneh di mata Siwon.

“akhhh,,,” bukannya menjawabnya Siwon malah meraung sambil mengacak rambutnya frustasi sambil nafasnya sedikit tersengal karna efek berlari mengelilingi kampus ini beberapa kali.

“oppa apa yang terjadi?”Victoria sambil memegang bahu Siwon, terlihat cemas dengan kodisi Siwon yang terlihat aneh.

“apa kau melihat Yoona?” kini Siwon terliaht lebih baik dan mengatur nafasnya agar teratur. Mimik wajah Victoria terlihat bingung dengan pertanyaan Siwon barusan. Mengetahui ekspresi yang Victoria tunjukan. Siwon memperjelas lagi kalimatnya “iya.. Yoona yeoja aneh yang menganggu hidupku? Kau tau dia dimana”

Selesai Siwon mengatakan kalimatnya barusan. Victoria merlihat di depannya tapi jauh dia melihat ada teman-teman Yoona yang baru turun dari mobil.

“aku tidak melihat ada yeoja itu tapi… itu….” tunjuk Victoria ke arah Seohyun, Jessica, dan Yuri. Ketika melihat hanya ada teman-teman Yoona dan Yoona tidak terlihat di antara mereka. Siwon lantas berlari ke arah mereka.

“tunggu” menahan tangan Yuri. “aku tak melihat Yoona di sini? di mana dia?, ada yang ingin aku bicarakan padanya. Yuri, kau Yuri kan? Ku mohon,,, aku ingin bicara padanya?”

Sebelum menjawabnya Yuri menghela nafas panjang dan mengeluarkannya dengan pelan-pelan agar membuat emosinya tidak naik menghadapi namja di depannya ini.

“aku sudah tidak bersamanya lagi saat ini. Maaf” mengeluarkan kalung tadi yang sempat Yoona pesankan agar memberikannya pada Siwon. Siwon menerima kalung itu, melihatnya, benar dugaannya semalam jika Yoona yeoja yang menganggu hidupnya selama ini adalah babynya waktu kecil dulu.

“kau terlambat” ucap Jessica sambil menepuk punggung Siwon pelan mencoba menenangkannya. “Yoona mengucapkan terima kasih untuk lima bulan yang sangat mengesankan baginya” sambung Yuri.

Ketika meraka semua ingin berbalik bermaksud ingin meneruskan jalannya tiba-tiba Siwon menahan lagi lengan Yuri. Membuat mereka berhenti dan membalikan badan kembali.

“katakan dimana dia sekarang?”

“paris… paris adalah tempatnya saat ini”

“bagaimana kalian tidak memberitahuku perihal hal ini?”

“bukankah kau tidak memperdulikannya? Kau bahkan tidak melihatnya ketika dia di depan matamu sendiri. Untuk apa kami memberi tahumu? Bukankah itu aneh”. Setelah mengatakannya Yuri langsung pergi bersama Seohyun dan Jessica meninggalkan Siwon sendirian meratapinya.

Menyesal… jelas yang di rasakan Siwon adalah menyesal yang amat dalam mengetahui orang yang selama ini ia rindukan telah pergi. Mengapa dengan bodohnya ia tak mengetahui sebenarnya? Dan di saat ia sudah mengetahiu semuanya Yoona sudah tidak ada lagi di depan matanya. Tidak ada lagi yang tersenyum sangat manis ketika melihat dia. Tidak ada lagi yang memangilnya ‘oppa-oppa’ yang menurutnya sangat berisik tapi ada rasa berbeda ketika Yoona yang memangilnya seperti itu. Tidak ada lagi orang yang akan datang jika dia memerlukan bantuan. Siwon merindukan semuanya, semuanya yang hampir Yoona lakukan padanya hampir setiap hari selama lima bulan ini, meski menurutnya Yoona sedikit menganggu hidupnya tapi hal itu membuat sedikit warna pada kehidupan Siwon.

 

 

= EMPAT TAHUN KEMUDIAN=

Siwon saat ini sudah menjadi presdir utama di perusahaan ayahnya karna umur Siwon saat ini sudah pantas untuk meneruskannya, meski ayahnya juga masih memegang peran penting di Hyundai tapi tidak seberat dulu semenjak ada putra tunggalnya yang dapat ia andalkan.

“Siwon… besok ada pertemuan dengan presdir Im membahas masalah saham mereka yang akan di tanamkan di perusahaan kita. Abojie percaya padamu, kau harus melakukan yang terbaik” ucap Tn.Choi tiba-tiba membuat Siwon yang sedang fokus ke laptopnya langsung berdiri.

“aku akan melakukan yang terbaik selagi aku mampu. Abojie tenang saja” jawab Siwon dengan enteng karna dia sudah terbiasa melakukan negoisasi dengan teman rekan perusahaan yang ingin berkerja sama dengannya.

“iyaaa.. abojie tahu. Ini akan menjadi sesuatu yang beda di matamu”

“emmm… iya mungkin karna aku akan bernegoseasi dengan ahjunssi Im. Akan menjadi sesuatu yang beda” ucapan Siwon barusan membuat Tn.Choi tersenyum penuh arti mengetahui sepertinya kali ini rencananya akan berhasil.

 

@@@

“appa… eomma… krystal..” ucap seorang gadis berpakaian modis dengan kesal ketika sudah memasuki rumahnya. Dia baru datang dari paris tapi tidak ada satu pun orang yang menjemputnya. Ketika dia berjalan terus memasuki lebih dalam rumahnya sambil menyeret tas kopernya dengan tidak semangat tiba-tiba eommanya muncul di balik pintu.

“Yoongie….” sambil berlari merentangkan tangannya, Yoona juga membanting begitu saja tas kopernya dengan kasar kemudian berlari ke eommanya menerima pelukan hangat eommanya.

“putri eomma…”

Setelah selesai puas berpelukan mereka berdua melepaskan pelukannya saling menatap satu sama lain kemudian tersenyum secara bersamaan. Melihat eommanya yang menagis Yoona lantas menyentuh pipi eommannya, menghapus air mata yang keluar dari dalam mata eommanya. Ny.Im juga demikian menghapus air mata Yoona yang mesih mengenang di pipi putrinya

“istirahatlah kau mungkin lelah. Appa masih pulang nanti malam” ucap Ny.Im sambil membimbing Yoona memasuki kamarnya untuk beristirahat.

 

@@@

Pagi ini terlihat begitu cerah, langit kota seoul terlihat indah berwarna biru laut. Hal itu biasanya di gunakan untuk masyarakat korea untuk berolaraga pagi namun tidak dengan Im Yoona gadis itu masih setia tidur di atas tempat tidur dengan nyamannya padahal ini sudah menujukan pukul 08.00 . Mengetahui jika saat ini sudah cukup siang membuat Ny.Im langsung masuk saja ke kamar anaknya yang tidak di kunci jadi mudah bagi sang eomma untuk membangunkannya.

“Yoongie bangun ayo sudah siang changi…”

“ahhh… eomma ini masih pagi” Yoona tetap tidak mau bangun, dia malah kembali menarik selimutnya ke atas dengan mata yang masih setia tertutup rapat.

“kau itu yeoja Yoona. Bagaimana bisa nanti kau mengurus suamimu? Hah?”

“aku belum mau menikah, eommaaa…”

“tapi namja siapa yang mau pada yeoja pemalas sepertimu?”

“aku bukan pemal….” belum sempat Yoona melanjutkan kalimatnya Ny.Im menyelahnya dengan kalimat yang membuat mata Yoona melebar. “pokoknya kau harus mandi. Berpakaianlah yang rapi mulai saat ini kau berkerja untuk perusahaan”

“hah? Bagaimana bisa seperti itu? Aku tidak mau” kembali membaringkan tubuhnya ke tempat tidur.

“kau itu, eomma sekolahkan jauh-jauh ke paris untuk belajar fashion kesana untuk apa? Apa kau mau berkerja ke perusahaan orang lain sedangkan perusahaan appamu kekurangan para perancang busana?” setelah mendengar kalimat ibunya barusan membuat Yoona mengalah. Menyibak selimutnya hal itu membuat Ny.Im tersenyum senang.

“baiklah-baiklah” langsung berjalan ke arah kamar mandi dengan malas.

“cepatlah appamu sudah menunggu di bawah”

“iyaa.. eomma” sahutnya dari dalam kamar mandi.

Setelah menunggu sekitar tiga puluh menit akhirnya Yoona turun dengan pakaian yang sangat modis membuat Ny.Im dan Tn.Im tersenyum senang melihat putri kebanggannya terlihat begitu angun dan cantik.

“morning eomma, appa… kemana krystal?” tanya Yoona ketika tidak melihat ada krystal di sana.

“apa kau lupa? Ini jam berapa? Tentu saja sudah berangkat kuliah”

“ohhh… minhae appa”

“cepat makan nanti kalian semakin terlambat” sahut Ny.Im langsung memberikan mangkuk nasi ke suami juga putrinya. Yoona dan Tn.Im menerimanya dan langsung memakannya.

 

Sesampinya Yoona di kantor. Dia ingin turun dari mobil tapi appanya menahan tangannya. Yoona terlihat binggung dengan perilaku appanya, mengetahui putrinya terlihat bingung dan membutuhkan penjelasan Tn.Im menyodorkan beberapa map ke Yoona.

“tugas pertamamu adalah melakukan negoseasi untuk penanaman saham di perusahaan presdir Choi” mendengar ada nama Choi di dalam kalimat appanya membuat nyali Yoona menciut.

“maksud appa ahjunssi Choi?” tanya Yoona dan hanya di jawab angukan oleh appanya.

“pakai mobil ini appa masih ada urusan lain. Maaf appa tidak bisa mengantarmu” ketika selesai mengucapkan kalimatnya Tn.Im langsung keluar mobil membuat Yoona kesal setengah mati di dalam sana.

“bagaiman mungkin aku di tugaskan hal seperti ini? Aku ini seorang perancang busana. Tugas macam apa ini?” melemparkan map tadi yang di berikan ayahnya dengan kasar dan berpindah tempat duduk di depan sopir kemudian langsung melajukan mobil ke jalan raya

Sesampainya di depan gedung Hyundai dia menghela nafas panjang. ‘jangan bertemu Choi Siwon. Jangan bertemu Choi Siwon. Jangan bertemu Choi Siwon’ kalimat itu yang terus ia ucapkan di dalam hatinya sambil berjalan ke arah resepsionis. Mengingat saat ini ia belum siap bertemu dengan Siwon.

“apa presdir Choi ada?” tanya Yoona pada pelayan resepsionis di perusahaan ini. Membungkukan kepalanya kemudian menjawabnya “presdir ada di dalam. Maaf apa anda sudah membuat janji?”. Tanya ramah sang pelayan resepsionis itu hal ini membuat Yoona sedikit kagum dengan perusahaan ini.

“ne,,, look feshion”

“anda sudah di tunggu presdir di ruangannya. Lantai 8 nona”

“ohh.. ne gomawo”

Yoona berjalan menuju lift, masuk ke dalamnya, memencet tombol no.8 menunggu beberapa menit kemudian dia sudah sampai di lantai delapan. Yoona melihat sebuah pintu cukup besar dan di depannya tertulis tulisan ‘PRESDIR’. Sebelum memasuki pintu itu Yoona mendapati seorang wanita berdiri tidak jauh darinya, menghampirinya kemudian membungkukan badannya sopan.

“nona sudah di tunggu tuan di dalam”

“ohh.. ne gomawo”Yoona langsung memasuki ruangan presdir utama tersebut. Ketika melihat siapa yang ada di depannya kini, betapa kagetnya dia mengetahui Choi Siwon kini berdiri di depan matanya. Siwon juga terlihat shock melihat Yoona disini. Yoona berusaha setenang mungkin, melihat Siwon yang hanya diam melihat keberadaannya membuat Yoona membungkukan badannya sopan.

“annyeong,,, mohon bantuannya presdir Choi”

“Yoona….” tanpa banyak berpikir tiba-tiba Siwon langsung memeluknya sangat erat. Pelukan yang hangat. Yoona kembali merasakan pelukan ini setelah selama beberapa tahun lalu tidak pernah merasakannya lagi. Ia ingat saat terakhir kali ia berpelukan dengan Siwon adalah saat pertama kali ia bertemu Siwon setelah kembali dari paris dan Siwon tidak mengetahuinya. Bedanya dengan sekarang Siwon yang datang lebih dulu untuk memeluknya.

Pelukan itu sama sekali tidak di balas oleh Yoona. Yoona hanya mampu memejamkan mata merasakan hawa harum bau tubuh Siwon dan mencoba merasakan lebih dalam rasa hangat pelukan Siwon.

Siwon juga merasakan senang yang luar biasa mengetahui yeoja yang selama ini ia tunggu kini ada di pelukannya. Lebih mempererat lagi pelukannya membuat Yoona sedikit kesulitan bernafas.

“presdir maaf, aku sulit bernafas” sambil memegangi lengan dan bahu Siwon yang melilit di tubuhnya berusaha melepaskan pelukan itu.

Setelah Siwon melepaskannya dari tubuhnya. Yoona merapikan rambut dan bajunya yang sedikit berantakan akibat aksi pelukan spontan Siwon.

Kembali membungkukan badan “maaf… apa ini bisa di lanjutkan?” tanpa menjawabnya Siwon justru menarik tangan Yoona ke kursi duduk di sampingnya membuat Yoona sedikit tidak nyaman duduk di sampingnya, tangan Siwon masih setia mengenggam tangan kirinya, perlahan mencoba melepaskan genggaman tangannya kemudian membuka map yang ia bawah menjelaskan sejelas-jelasnya pada Siwon perihal perusahan ayahnya yang hanya berproduksi mengenai feshion item. Bernegoseasi dengan perusahaan Siwon yaitu departemen store terkenal di korea bahkan sudah mencapai pasar asia. Dalam penjelasan Yoona tadi Siwon tidak benar-benar mendengarkannya.

Belum sempat Yoona menjelaskan masalah kelebihan dari perusahaannya Siwon terlebih dulu memotongnya “Yoona.. sudah cukup, tidak perlu melakukan ini aku dan abojie akan menyetujuinya” sudah cukup jerah Siwon melihat Yoona yang kesannya seperti berbasah-basih dengan kalimatnya. Mendengar kalimat Siwon tadi Yoona meletakkan bolpoin dan map tadi di depan Siwon.

“jika anda sudah menyetujuinya anda bisa menandatanganinya di sini” tanpa menunggu lama Siwon langsung membuka bolpoin itu kemudian mengoreskannya pada kertas yang ada di map itu.

Mengetahui Siwon sudah menandatangani berkasnya Yoona berdiri dari duduknya, membungkukan badan ingin pamit “terima kasih atas kerja samanya” melangkah pergi dari hadapan Siwon. Belum sempat ia berjalan tiga langkah Siwon menahan tangannya. Selanjutnya yang di lakukan Siwon adalah memeluk Yoona dari belakang. Meletakkan kepalanya di bahu Yoona.

“tidakkah merindukan ku sama sekali?” Yoona hanya diam membisu. Merasakan Yoona yang hanya diam ketika Siwon memeluknya seperti ini membuat Siwon mempererat lagi pelukannya.

“menunggu mu selama empat tahun ini. Hanya seperti ini balasan mu”.

Lagi-lagi Yoona hanya diam, tidak mau membalas ucapan Siwon yang ia takutkan adalah air matanya akan jatuh saat beradu argumen dengan namja yang bersamanya ini.

Karna kecewa dengan reaksi Yoona, Siwon membalikan tubuh Yoona. Kini posisi mereka menjadi berhadapan.

Tiba-tiba Siwon mencondongkan badannya lebih dekat dengan Yoona. Memegang dagu Yoona kemudian dengan spontan menempelkan bibirnya di bibir Yoona. Kaget dengan ciuman tiba-tiba Siwon ini Yoona langsung mendorong dada Siwon menjauh karna mengetahui hal yang di lakukan Siwon itu salah. “Siwon apa yang kau lakukan?” sambil memegang bibirnya.

Yoona langsung mengambil mapnya yang jatuh karna aksi Siwon tadi yang membuatnya cukup kaget. Setelah itu berjalan keluar tanpa memperdulikan Siwon lagi yang terus memangil namanya berkali-klai.

Siwon berlari mengejar Yoona yang keluar lebih dulu dari ruangannya. Memencet tombol lift berkali-kali berharap agar pintu itu cepat terbuka. Sesudah terbuka Siwon dengan cepat masuk ke dalam, memencet angka 1.

Setelah keluar dari lift dia melihat Yoona dari kejauhan sedang berjalan keluar dengan cepat Siwon mengejarnya. Memegang bahunya, Yoona membalikan badan. Siwon langsung memeluknya.

“Siwon.. lepaskan!!! tidakkah kau lihat para pegawaimu melihat kita”

Setelah mengucapkannya Yoona berlari kencang ke area parkir. Siwon juga masih setia mengejar di belakangnya. Ketika Yoona hendak membuka pintu mobil Siwon sudah sampai di depannya.

“Yoona dengarkan aku dulu”

“apalagi Siwon. Sudahlah!!!” langsung masuk ke dalam mobil mencoba menghindari tatapan mata tajam Siwon. Sesudah masuk Yoona mengunci pintu mobinya membuat Siwon tidak dapat masuk. Tapi Siwon berlari ke sisi kanan mobil, memegang ganggang pintunya, benar saja pintu sebelahnya tidak terkunci. Dengan cepat masuk ke dalam, Yoona melihat Siwon kini sudah di dalam mobilnya hanya menunduk sambil mendekap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Menagis, yang Yoona lakukan adalah menangis.

“Yoona…” sambil memegang tangan Yoona yang ia gunakan untuk menutupi wajah cantiknya yang saat ini sedang menagis. Berusaha melepaskan tangan Yoona yang ada di wajah Yoona. Meyakinkan bahwa Siwon sekarang adalah Siwon yang mencintainya.

“dengarkan aku. Maaf untuk kejadian empat tahun lalu, aku tidak menyadari jika kau adalah putri ahjunssi Im. Kenapa kau tidak mengatakan langsung padaku justru tetep diam membiarkanku seperti orang yang bodoh membiarkanmu begitu saja. Di saat aku sudah mengetahui semuanya kau sudah kembali ke paris” ketika mengatakannya tanpa Siwon sadari air matanya keluar begitu saja.

“apa aku perlu mengatakan sebenarnya padamu? Aku ini hanya seorang yeoja aneh di matamu kan? Ketika aku datang seharusnya kau mengetahuinya jika seorang wanita datang di depan matamu dengan lancang memelukmu… seharusnya kau mengerti jika aku adalah orang yang ada di masa lalumu. Kau bodoh. Namja bodoh” ucapan terakhir Yoona barusan ia lakukan dengan memukul dada Siwon

“maaf Yoona untuk hal itu aku tidak berpikir sama sekali tentang hal itu. Ku mohon maafkan aku .Aku menunggumu selama empat tahun ini sebagai perasaan bersalahku. Setelah kau kembali lagi ke korea ini kah yang hanya aku dapatkan”

“PEMBOHONG”

“aku tidak berbohong padamu. Sungguh!!!!”

“lalu siapa Victoria?” kini ucapan Yoona sedikit melunak, bahkan sangat pelan terdengar seperti gumaman tapi Siwon masih bisa mendengarnya.

“aku dan dia hanya berteman. Sampai sekarang pun masih berteman dan selamanya hanya berteman. Percayalah padaku!!”

“tapi aku tidak percaya padamu”

“apalagi yang harus aku buktikan padamu?”

“kalung dan gelangku” ketika mendengar kalimat Yoona barusan Siwon melongarkan ikatan dasi pada lehernya kemudian membuka dua kancing baju kemejanya di bagian atas setelah itu mengeluarkan benda yang selama empat tahun ini setia di lehernya berlanjut menarik lengan kirinya ke atas, Yoona dapat melihat ada sebuah kalung dan gelang ada di tubuh Siwon. Setelah Yoona pergi Siwon memakai kalungnya dan gelang pemberihan Yoona setiap hari tidak pernah melepasnya ia lakukan itu sebagai bentuk penyesalanya pada Yoona dan menunggunya sampai ia kembali.

“Siwon…” sambil menutup mulutnya dengan tangan kirinya. Sedikit terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini. Kemudian menarik tengkuk Yoona dan memeluknya. Siwon tersenyum dalam pelukan Yoona, membalas pelukannya dengan melingkarkan tangannya pada punggung Siwon.

Tidak puas dengan hanya berpelukan saja. Siwon mendekatkan wajahnya ke Yoona, setelah posisi mereka sudah tinggal beberapa senti saja Yoona memejamkan matanya hal itu membuat Siwon dengan cepat mencium Yoona.

Tanpa mereka sadari dari tadi ayah mereka melihat semua aksi mereka dari dalam mobil yang berada tak jauh dari mobil Yoona. Melihat aksi mereka dari mulai kejar-kejaran kemudian ribut di dalam mobil, berpelukan, kemudian yang terakhir adalah aksi icuman panas mereka.

“lihatlah putramu terlihat sangat agresif”.

Tn.Choi tertawa cekikik melihat dengan mata kepalanya sendiri, putranya melakukan kissing dengan sangat panas pada putri teman rekan bisnisnya.

“rencana kita berjalan dengan sangat baik. Kurasa kita harus segera menikahkan mereka. ”

“iyaaa… benar-benar” terakhir mereka tertawa terbahak-bahak hingga tanpa mereka sadari aksi kissing Yoona dan Siwon harus berakhir ketka ada yang menggangu mereka dengan suara orang sedang tertawa sangat keras.

“appa/abojie” teriak Yoona dan Siwon bersamaan dengan spontal dua ahjunssi ini menghentikan aksi tertawanya.

.

.

.

.

.

.

END!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

 

Haiii… ketemu lagi dengan OS kedua aku maaf jika ini masih sedikit garing. Pasti pada nggak ada yang kenal aku di sini. Ya meskipun jadi author resmi di sini uda setahun yang lalu tapi ini baru postingan kedua aku, jadi mohon maklum aja akunya uda kelas akhir jadi sibuk dengan jam sekolah. OS ini uda kelar tahun lalu Cuma perlu di edit dulu, mumpung ada waktu ya dikerjain aja soalnya uda kelamaan hiatusnya.

Karna ngerasa author yang paling kere ff jadi klo uda waktu aku akan ngepost ff baru ku. Uda jadi beberapa chapter Cuma aku pengen lihat respon kalian dulu di OS aku ini.

Okee… banyak ngomong nii. See you next ff

Komentar sangat di perlukan meski hasilnya nggak sesuai yang kalian inginkan.

Terakhir untuk kakak admin yang baik hati mau ngeposting OS ini beribu makasih buat kak echa/resti. #you’rewelcome maaf lama

 

Tinggalkan komentar

124 Komentar

  1. Ampun dah siwon dia emang keterlaluan dia kasar ampe nangis gitu yoona nya,,
    Itu juga yoona masih belom nyerah dia masih berusaha mendekati siwon walaupun harus kecewa karna siwon nya yang kelewat nyuekin dingin dan sedikit kasar sama dia..
    Siwon baru nunggu 4tahun aja dan dapet sikap yang seperti itu dari yoona udah kecewa terus apa kabar dengan perasaan yoona dia pasti jauh lebih kecewa kan..
    Udah 15 tahun dan malah dapat sikap dingin dari siwon..
    Untung aja kan yoona masih maafin siwon..

    Thor terus bikin ff yoonwon dong udah kehabisan stok ff baru yoonwon nih..

    Balas
  2. Wahahahahaa.. Keren
    .. kerenn..
    Sedihnya menyedihkan, dan scene mereka yg terakhir ini membuatku terbatuk2 krn senengnya.. Apalagi pas para ahjussi2 ketawa2 ngeliat anak2nya mrk yg katanya apa?? Panas? Apa???!!! Hadeuh… Seneng bgt. Mudah2an, mamaku yg di luar kamarku Ga kebingungan dgn aku yg dikamar terbatuk2, hahaha…

    Oh ya, Thor, btw, kn katanya yoona dan Krystal beda 2 tahun, nah, kok pas masa kecilnya yoona dan Siwon yg jadi teman, kok Krystal nya Ga ad?? Mungkin biar jgn ad yg ganggu yoonwon Kali ya.. Hihihi…

    Apa kah bakal ad sequel nya Thor? Klo ad aku tunggu. And, yg pastinya aku menanti karya2mu yg lain, Thor.
    Fighting!!

    Balas
  3. Huhu bagus banget thor ceritanya yaampun scene yoona dilupain sm siwon oppa itu ngena banget… Happy ending pula yeyy❤️

    Balas
  4. Nabila Lailatul Q

     /  Januari 18, 2016

    Lol Siwon awalnya galak banget sama Yoona , pas sadar malah gk bisa ke kontrol haha~~

    Ditunggu karya selanjutnya

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: