[Ficlet] A Day In The Life : At New Years Eve

A Day In The Life : At New Years Eve

©bianglalala

biangstory.wordpress.com

Casts  : Choi Siwon, Im Yoona, etc  || Genre  : Romance, Drama  || 

Rating  : 17+  ||  Length  : Ficlet

 

Setelah lama tak menyambangi YWK akhirnya saya datang lagi… kkkkk

Ficlet ini adalah before story-nya OS A Day In The Life yg saya post tahun lalu (buseett,,lama bener yaakk) di sini. dan sebelum baca saya kasih peringatan dulu yaa.. isi ff ini sebaiknya jangan ditiru sama readers YWK yang budiman, karena emang sama sekali ngga pantes buat ditiru. Saya bikin ini cuma sebagai pelampiasan kegalauan hubungan yoonwon yg selalu bikin galau. Jadi semata cuma buat hiburan. Sekali lagi, moga2 readers ngga ada yg niru kelakuan mereka yaa,,, sebenernya juga tadinya ini mau saya protek, cuma berhubung lagi males bales2 sms ato wasap jadi ngga jadi deh..yaudah lah yaa… Selamat membaca..

“Ayo turun,” teriak seorang gadis sambil menarik temannya ke hamparan pasir di tepian pantai yang penuh dengan anak muda.

“Fany-ah, kau yakin tidak apa-apa kalau kita kemari? Kudengar harga minuman di tempat ini cukup mahal,” kata gadis lain yang datang bersamanya.

Gadis itu,Tiffany, tertawa kecil. “Tenang saja, Im Yoona. Seorang Oppa akan membayarnya untuk kita.”

“Oppa?”

“Eoh, dia orang Korea.”

“Kau mengenalnya?”

Tiffany mengangguk. “Dia seorang teman oppa-ku yang sedang berlibur di sini. Dia sangat kaya, tak usah khawatir.”

Im Yoona mengangguk-angguk paham dan menuruti permintaan Tiffany. Ia tak peduli siapa yang akan membayar minuman mereka. Ucapan Tiffany sudah cukup menjadi jaminan atas semua yang mereka pesan di klub itu. Malam ini rencananya akan mereka habiskan di klub, sambil menanti terompet tahun baru berbunyi. Yoona dan teman-temannya memang sengaja terbang ke Miami untuk merayakan tahun baru, melarikan diri dari tempat kuliahnya di New York yang membeku karena musim dingin.

Klub itu ada di tepi pantai, dengan hamparan pasir sebagai lantai dansanya. Lampu-lampu hias yang menyala lebih banyak dari biasanya, dan lebih spesial mengingat malam ini adalah perayaan tahun baru. Suara musik dari meja dish jockey di panggung tepi pantai tak pernah berhenti membuat semua yang ada di sana terus bergoyang, termasuk sekelompok gadis yang menari di tengah lantai dansa.

“Kurasa aku harus minum sekarang,” teriak Yoona terengah pada teman-temannya. Memang harus berteriak, atau mereka tak akan mendengarnya.

“Baiklah, kami akan menyusulmu nanti.”

Yoona berjalan melewati sekelompok orang yang setengah mabuk dan bergoyang mengikuti dentuman musik menuju ke meja bartender. Malam ini benar-benar menjadi puncak kegilaannya selama berada di Amerika. Jauh-jauh terbang dari New York hanya untuk merayakan tahun baru dan mencari seorang pria untuk sekedar bersenang-senang. Namun Yoona pikir itu setimpal karena setelah ini ia akan sangat sibuk menghadapi tahun terakhirnya di kampus.

“What do you want, Dear?” tanya seorang bartender berambut pirang ketika Yoona duduk di depannya.

“Something that makes me feels like in heaven?” jawab Yoona dengan setengah menggoda, mempraktekkan ajaran Tiffany beberapa waktu lalu sebelum mereka berangkat ke Miami.

Bartender itu tersenyum penuh arti. Matanya sekilas mengamati tubuh Yoona yang terbungkus little black dress dengan belahan dada yang agak rendah. Jurus menggoda Yoona tampaknya berhasil. “As you wish, Pretty. Just wait a minute. I’ll make something good for you.”

“Sure, I’ll be waiting.” Yoona berusaha menyembunyikan senyumnya. Tanpa bekal pengalaman dengan pria sebelumnya, ia tentu tak menyangka akan dengan mudah bisa menggoda seseorang.

“Welcome to the haeven,” kata si bartender sambil meletakkan sebuah gelas berisi minuman yang baru dibuatnya di depan Yoona. “I can give you my number, just in case you want me to make it later,” bisiknya.

Yoona tertawa mendengarnya. Yah, mungkin bartender ini masuk hitungan. Dia cukup tampan, paling tidak di mata Yoona. Sikapnya juga menyenangkan. Mungkin ia bisa menghabiskan waktu yang menyenangkan dengan pria ini.

Tetapi, tanpa Yoona sadari, sepasang mata telah mengamatinya sejak tadi. Ketika ia masih berada di lantai dansa hingga duduk di depan bartender. Mata legam itu milik seorang pria yang kini duduk dua kursi darinya. Dan ketika seorang wanita yang duduk di antara mereka pergi, si pemilik mata bergeser hingga berada tepat di samping Yoona.

“That thing will never bring you to haeven,” timpalnya sambil menunjuk minuman yang Yoona pegang. “You’ll just get drunk till the morning with swollen face and headache.”

Tangan Yoona yang sedang mengangkat gelas berhenti di udara. Kepalanya menoleh ke samping, dan mendapati seorang pria Asia yang… Oh, Yoona sendiri bingung untuk menjelaskannya. Yang jelas dia sangat tampan. “Really?”

Pria itu mengangguk. “It happen to me yesterday,” katanya disertai senyuman.

Oke. Dia mendapatkan perhatian Yoona sepenuhnya.

“Where are you from?” tanya pria itu.

“Why you curious about that? I don’t even know you,” kata Yoona yang sedang berusaha jual mahal.

“So what do you want to know about me? I’m Siwon Choi, and I’ve been watching for you since the first time I saw you in the dance floor.”

Jadi dia orang Korea? pikir Yoona setelah tahu marga pria itu. Dan mendengar pria itu sudah memperhatikannya sejak tadi sedikit banyak membuat Yoona merasa senang. “Jadi kau orang Korea?” tanya Yoona yang menanggalkan bahasa Inggrisnya. “Sebelum kemari aku tinggal di Korea.”

Choi Siwon tampak sedikit terkejut. “Jinjayo?”

Yoona mengangguk. “Namaku Im Yoona.”

Obrolan mereka lalu berpindah ke bagian pantai yang sepi. Duduk berdampingan di atas pasir menghadap ke pantai dengan memegang sebotol bir di tangan masing-masing. Tak ada hal penting yang mereka bicarakan, hanya seputar Miami dan pantainya yang indah. Yoona memutuskan untuk tak membuka diri pada Siwon. Aturannya memang begitu. Ia dan teman-temannya hanya akan bersenang-senang dengan seorang pria dan kembali menghadapi tumpukan tugas kuliah setelahnya.

Sementara itu, mata Siwon tak bisa lepas lagi dari Yoona. Melihat gadis itu untuk pertama kali di lantai dansa membuat Siwon berdecak kagum. Tubuhnya bagus, dengan kulit putih bersih yang mulus tanpa noda. Wajahnya bahkan lebih cantik beberapa model yang Siwon kenal. Ada sedikit penyesalan mengapa Tuhan beru mempertemukannya dengan Yoona saat ini.

Yoona tahu kalau Siwon sedang memperhatikan tubuhnya. Dan anehnya ia tak merasa keberatan. Dengan sengaja ia justru menekuk kakinya, membuat sebagian gaunnya tersingkap dan memperlihatkan pangkal pahanya. Alkohol mungkin sedikit berperan dalam hal ini, karena Yoona sama sekali tak merasa malu dan justru semakin tertantang untuk melakukan yang lebih dari ini.

“Mengapa kau tidak merayakan tahun baru di New York saja?” tanya Siwon sambil berusaha menahan diri untuk tidak menyentuh Yoona. Tentu saja ia pria normal, yang akan sangat tertarik pada gadis seperti Yoona bahkan jika ia tidak memamerkan kakinya.

“Teman-temanku yang merencanakan ini. Mereka ingin bersenang-senang sebelum menghadapi tahun terakhir di kampus.”

“Bersenang-senang?”

Yoona mengangguk mengiyakan. “Eoh. Kau tahu, mencari seorang pria dan menghabiskan malam dengannya.”

“Kau serius?”

Sebagian besar diri Siwon bersorak mendengarnya. Kejujuran Yoona membuatnya merasa mendapat kesempatan untuk bersama dengan gadis itu. Hei, bukankah dia sendiri yang bilang ingin menghabiskan malam dengan seorang pria? Choi Siwon jelas-jelas merupakan seorang pria.

“Kupikir ini akan menyenangkan, jadi aku mengikuti mereka,” ujar Yoona sebelum kembali menenggak birnya.

Tatapan Siwon terarah ke leher jenjang Yoona yang sedang meneguk bir. Oh, gerakan itu benar-benar membuatnya panas. Ia sudah terbiasa dikelilingi gadis-gadis, tapi kali ini lain. Ada yang berbeda ketika Siwon melihat Yoona. Sesuatu dalam dirinya berdesir hangat ketika gadis itu tersenyum padanya.

“Apa yang kau lakukan di sini?”

Siwon tersentak dari lamunannya. Pandangannya cepat-cepat beralih pada laut yang menghitam agar Yoona tak tahu kalau sejak tadi Siwon tengah mengagumi tubuhnya. “Liburan. Seorang teman mengajakku menghabiskan libur natal dan tahun baru di sini.”

Yoona hanya mengangguk kecil tanpa menyahut. Pandangannya mengikuti Siwon yang masih terpaku ke lautan di depan mereka. Lucu rasanya berduaan dengan orang yang baru ia kenal seperti ini. Tapi Yoona masih enggan untuk mengakhirinya.

“Lalu apa kau sudah menemukan seseorang untuk malam ini?”

Pertanyaan Siwon membuat getaran aneh di dada. Antara terkejut dan gugup, Yoona tak tahu mana yang ia rasa. Menjawab pertanyaan Siwon tadi berarti menjawab ajakan kencan dari pria itu. “Entahlah. Sebenarnya aku tak terlalu memikirkannya. Tapi mungkin akan menyenangkan jika aku menemukannya malam ini.”

Tubuh Siwon yang berada di samping Yoona tiba-tiba mendekat, membuat bibirnya berada persis menempel di telinga Yoona. “Kalau begitu bagaimana denganku? Apa aku masuk ke dalam kriteriamu?” bisiknya pelan.

Bulu kuduk Yoona meremang merasakan hembusan napas hangat Siwon di sekitar telinganya. Godaan-godaan semacam itu sulit Yoona tahan. Tanpa sadar matanya terpejam menikmati kehangatan kecil itu.

Merasa mendapat lampu hijau, Siwon menarik dagu Yoona untuk menatapnya. Semua ketertarikan mereka berasal dari fisik, walau tak bisa dipungkiri keduanya merasa nyaman ketika bercakap-cakap. Tubuhnya yang sudah mulai panas karena alkohol semakin tak bisa menahan gejolak-gejolak aneh yang muncul ketika kulit mereka tak sengaja bersentuhan.

“Habiskan malam ini denganku,” Siwon masih berbisik sambil menatap langsung ke manik cokelat Yoona. Telunjuk kirinya lalu merapikan rambut Yoona yang jatuh ke wajahnya karena angin laut.

Undangan itu terdengar begitu menyenangkan di telinga Yoona. Secara fisik, semua kriteria pria yang ia bicarakan dengan teman-temannya ada pada diri Siwon. Namun Yoona masih ragu. Hidupnya mungkin bebas, tapi ia tak pernah seperti ini sebelumnya.

“Bagaimana?”

Tatapan mereka masih saling mengunci. Siwon yang sudah benar-benar kesulitan menahan keinginannya untuk berkuasa atas diri Yoona. Ia mencondongkan tubunya, hingga mengikis habis jarak di antara mereka. Bibirnnya menyentuh bibir Yoona dan membiarkannya seperti itu selama beberapa detik. Tak ada penolakan dari gadis itu. Siwon semakin berani dan mulai melumat bibir Yoona.

Beberapa saat kemudian Siwon menarik dirinya. Ia menatap Yoona dalam, mencoba membaca apa yang ada di kepala gadis itu hingga membiarkannya mencium bibirnya.

“Kau tidak marah?” tanya Siwon hati-hati.

Yoona yang sebenarnya cukup terkejut mendapat ciuman itu masih diam. Otaknya ingin menolak, tapi tubuhnya sulit untuk digerakkan, bahkan cenderung menginginkannya. Dan entah setan apa yang merasukinya, Yoona justru kini benar-benar ingin melakukan tujuannya datang ke Miami.

“Yoona…”

“Aku ingin marah, tapi rasanya tak bisa…”

Siwon tak menunggu lebih lama lagi untuk kembali mencumbu Yoona. Tangannya bergerak menelusuri pinggang gadis itu dan menariknya masuk ke dalam kungkungannya. Bibir Yoona yang akhirnya mulai bergerak membalas membuat Siwon semakin memperdalam ciumannya. Siwon mulai merasakan jemari Yoona naik menyusuri punggungnya dan berhenti di bagian tengkuk, menekannya seolah tak ingin berhenti.

Kepala Yoona mungkin memang sudah terkontaminasi teman-teman Amerika-nya yang liberal. Tapi ia tak mau munafik. Untuk kali ini saja, Yoona benar-benar ingin menuruti kehendak tubunya.

“Mau ke tempat lain atau tetap di sini?”

Mengerti apa yang Siwon maksud, Yoona tertawa kecil. “Ayo pergi. Kita mungkin akan terserang flu kalau terus di sini.”

Siwon menggenggam tangan Yoona dan memimpin jalan mereka menuju ke hotel tempatnya menginap. Hotel itu persis di belakang mereka, hingga hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai di sana. Tapi bahkan meski begitu Siwon tampaknya enggan untuk melepas genggamannya di tangan Yoona.

“Wahh,” Yoona mendesah kagum saat masuk ke dalam kamar hotel yang Siwon tempati. Dilihat dari ukuran dan interiornya, Yoona bisa menyimpulkan kalau itu adalah salah satu kamar paling mewah di hotel. Desah kagumnya bertambah keras ketika Siwon membuka tirai yang segera menampilkan pemandangan khas Miami di malam hari yang sangat menakjubkan.

“Mau minum lagi?” tawar Siwon sambil mengangkat sebotol wine dengan tangan kanannya.

Yoona yang masih berdiri di depan jendela menoleh lalu menggeleng menolak tawaran itu. Tubuhnya tak bisa menahan banyak alkohol dan ia tak mau sesuatu yang buruk terjadi di luar kesadarannya. Atau paling tidak jika Yoona melakukan sesuatu bersama Siwon, ia masih dalam keadaan sadar.

“Kau tak bisa minum banyak, ya?” tebak Siwon ketika sudah berada di belakang Yoona. Tangan nakalnya meraih pinggang gadis itu dan membawanya ke dalam pelukan.

Napas Yoona terhenti sesaat karena terkejut dengan pelukan Siwon di belakangnya. Ia tahu persis apa yang akan terjadi. Laki-laki dan perempuan di kamar hotel, di malam hari, terpengaruh alkohol, dan saling tertarik. Entah sudah ke berapa kali Yoona berpikir untuk mengakhirinya dan pergi. Tapi lagi-lagi tubuhnya bereaksi sebaliknya. Ia tahu, tubuhnya menginginkan Siwon.

Tangan Siwon membimbing Yoona untuk berbalik menghadapnya. “Ini adalah pertama kalinya aku benar-benar menginginkan seseorang.”

“Jangan menggombal,” sahut Yoona. “Kau pasti sudah mengatakannya pada semua gadis yang kau tiduri.”

“Nope, I didn’t. Aku tak pernah mengatakannya pada siapapun. Mereka yang datang sendiri padaku. Hanya saja kali ini aku ingin kau tahu apa yang kurasakan. Aku mengatakan yang sebenarnya.”

Siwon memang mengatakan yang sebenarnya. Gadis-gadisnya di luar sana tak pernah mendapat perlakuan manis darinya. Mereka sudah cukup senang dengan keberadaannya bersama mereka.

“Bagaimana aku bisa mempercayainya?” seru Yoona geli. Siwon seharusnya cukup pintar untuk tidak mengatakan sesuatu yang tidak bisa ia buktikan.

“Aku tahu kau akan mengatakan itu,” kata Siwon.

“Lalu?”

“Aku takkan melakukan apapun padamu sebelum kau benar-benar mengizinkanku. Kita bisa bicara sepanjang malam atau melakukan apapun yang membuatmu senang.”

Gila! Boleh jadi itu memang hanya pancingan Siwon untuknya. Sekedar basa-basi untuk meyakinkan Yoona agar gadis itu mau tidur dengannya. Tapi nyatanya apa? Yoona benar-benar jatuh ke dalam lingkaran Siwon dan sama sekali tak berniat untuk pergi.

Yoona yang merasakan tubuhnya semakin panas mulai menyentuh Siwon di dadanya. Tangannya perlahan naik ke tengkuk pria itu dan menariknya mendekat, memberikan kecupan kecil di bibir sebagai pertanda.

“I know you want me so bad. I saw the way you look at me at the beach. I don’t think you can hold it,” bisiknya menggoda.

Siwon tertawa mengiyakan. Diangkatnya tubuh Yoona dan gadis itu segera melingkarkan kedua kakinya di pinggang Siwon. “You got me,” katanya sebelum kembali mengulum bibir Yoona. Kakinya perlahan melangkah mendekati tempat tidur besar di tengah ruangan dan menjatuhkan Yoona di sana.

“Eungh…”

Sebuah erangan kecil lolos dari mulut Yoona ketika tubuhnya jatuh di atas benda empuk itu. Tubuhnya terbaring menanti Siwon yang sedang berusaha melepas kancing kemejanya. Persetan dengan semuanya. Yoona hanya ingin memikirkan saat sekarang, bukan besok atau lusa.

Setelah melempar kemejanya, Siwon menindih Yoona. Dengan bertumpu pada lutut dan sikunya, Siwon kembali menjelajah bibir gadis itu. Kadang ciumannya berpindah ke rahang atau bagian leher Yoona dan meninggalkan bercak kemerahan di sana. Telinganya begitu dimanjakan dengan desahan dan erangan yang lolos dari bibir gadis itu.

Siwon harus mengakui, kalau ia tak pernah memiliki keinginan sebesar ini pada seorang gadis. Bukan karena fisiknya, karena Siwon mengenal lebih dari selusin gadis yang bertubuh seksi. Ada hal lain dalam diri Yoona yang menarik Siwon untuk mendekat. Dari cara bicaranya, atau sikapnya yang terbuka namun misterius. Siwon jelas merasakan kalau Yoona tak ingin menunjukkan dirinya yang sebenarnya walau gadis itu begitu jujur dengan keberadaannya di Miami. Entahlah. Namun yang pasti, untuk saat ini, Yoona adalah miliknya.

CUUUTTTTTT

Okay,,, yang mau tau lanjutannya silakan baca kembali OS A Day In The Life di blog ini…hehehe… sebenernya udah agak lama mau bikin ficlet ini, tapi apa daya kalo banyak tugas menanti..huhuhu.. untuk sekuelnya saya belom tau mau dibikin ato engga meski saya juga udah sempet ngetik2 draftnya sedikit. Mohon maaf buat readers yang udah minta sekuel os itu dari dulu. Maaf yaa.. ficlet ini sebagai sedikit bentuk permintaan maaf saya atas utang ff lainnya. Hehehe… sama liat respon readers juga gimana. Kalo pada ngga suka itu draft biar langsung saya delete aja daripada menuh2in memori.hahaha…

Dan kalo pengen baca2 ff lain yg saya bikin bisa berkunjung ke blog pribadi saya di biangstory.wordpress.com *ngiklan dulu lahh..

Buat admin ywk yang cantik2, makasih yaa udah merepotkan diri buat ngepost ff ini.. *bighug

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

169 Komentar

  1. iyin WiChuRi

     /  April 4, 2015

    Udh bca OS nya, tp ĞãЌ bs ngrm komen knp ya thor.

    Msh brharap ada sequel nya. Jjr crta ni keren bget. Syang klo ĞãЌ dtrusin.

    Balas
  2. Keren ceritanya aku suka , bikin sequelnya dong sumpah penasaran sama kelanjutan hubungan mereka .

    Balas
  3. yuliana

     /  April 12, 2015

    Aduh aku udah degdegan eh di cuttt hehehee😀
    Keren thor, sayang banget klu kaga ad sequelnya😀

    Balas
  4. Ditunggu sequelnya… author…

    Balas
  5. andreyani

     /  April 20, 2015

    huuuf hampr aja

    Balas
  6. Susi

     /  April 21, 2015

    Jadi gini awal mereka bertemu,, sempet penasaran awal ketemuannya mereka tuh gimana ko langsung menghabiskan malam bersama,, ternyata begini awal pertemuan mereka….😊

    Balas
  7. wulanda

     /  April 21, 2015

    seru bgt thor! tp gantung! bwtin sequel dong! hrs…,,,,,,,! penasaran bgt akhir y gmn…? mudah2n di pertemukan dgn cara yg romantis!

    Balas
  8. Aaah penasaran sama klanjutan nya ka aku tnggu ff kk yg lain nya

    Balas
  9. Daebak thor yoonanya pgn bgt ma won pa

    Balas
  10. cerita nya gantung ditunggu sequel ff A Day In The Life

    Balas
  11. deery00ng

     /  Mei 8, 2015

    Berharap bakal ada sequelnya lagi unn.pasti seru abissss
    Next ff ditunggu unn jangan lama-lama fighting

    Balas
  12. YoongNna

     /  Mei 11, 2015

    Keren bgt crtanya …
    Gmn nnti hubngn mrka

    Balas
  13. nhonii

     /  Mei 23, 2015

    Ahhh keren kak aku suka ffnyaa^^

    Balas
  14. dias puspita

     /  Juni 2, 2015

    Wooooaaah so hooott,,kereen kereeen..

    Balas
  15. Dwi Swarnita

     /  Juni 19, 2015

    Hufftt dag fig dug bacanya thorr … sedikit tegabg juga :v

    Balas
  16. h_ra307

     /  Juli 4, 2015

    huhu~ yoona liar

    Balas
  17. mywon_407

     /  Juli 20, 2015

    Ceritanya keren banget, bikin sequelnya dong author, kalo perlu buat yg seriesnya yah….

    Balas
  18. jessica sonelf

     /  Agustus 7, 2015

    Annyeong balik lg ke Page ini wkwkwkk
    berharap ada sequel nya hehehe.. *pleaseeee😥
    Good story😄
    Ditunggu kaaa ..:)

    Balas
  19. ya udahan
    udah baca os tapi kurang puas
    gk ada sequelnya cobak kalau ada

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: