[2S] Become In Love

2015-02-04 00.06.01

Im Yoona & Choi Siwon ‘s Story

By Uchie

~•~

Darah perlahan menetes dari kepalanya. Pandangannya kabur, tapi masih bisa melihat sosok perempuan yang baru saja memasuki paksa ruangan itu. Telinganya berusaha menangkap apa yang sedang pria-pria disekelilingnya ucapkan. Namun tidak satupun yang jelas terdengar olehnya, hanya riuh seperti angin dan ia lelah. Ia tidak lagi kuasa mengangkat kepalanya. Perlahan ia menutup mata, berharap semua rasa sakit di sekujur tubuhnya berkurang.

~~

“Siapa gadis cantik ini? Hei Sukjong lihat siapa yang datang.” Pria kurus tinggi itu mendelik nakal ke arah gadis yang tiba-tiba saja masuk tanpa diundang. Seorang pria yang tadinya tertidur, mendengar namanya dipanggil dengan malas membuka matanya.

“Gadis?” Pria itu melirik sekilas kearah pria yang tangannya terikat diatas kepala dengan wajah babak belur sebelum beralih menatap gadis yang sedari tadi berdiri mematung dengan tatapan terpaku pada pria disudut ruangan itu.

“Hei Nona, apa Kau kekasih bajingan ini?” Gadis itu tidak menjawab, tapi secepat kilat berlari ke arah pria yang terikat. Ia mengeluarkan pistol dari saku celananya.

“Lepaskan dia sekarang!!” Teriak si gadis. Ia marah, sedih dan tidak berdaya dalam waktu bersamaan. Tapi ia masih mempunyai kekuatan. Bisa saja ia muntah saat ini melihat pria disampingnya dengan darah yang mengucur dibeberapa bagian tubuhnya. Tapi ia tidak akan pingsan, setidaknya untuk saat ini.

“Kami tidak akan melepasnya Nona sebelum ia membubuhkan tanda tangannya, jadi bisakah anda keluar sekarang? Kami janji tidak akan membunuhnya dengan catatan, ia bersedia melakukan apa yang kami minta.”

“Siapa yang menyuruh kalian! Ini gudang milik ayahku!” Suara si gadis gemetar.

“Tidak mungkin.” Sukjong tertawa meremehkan. “Anda tidak mungkin putri tuan Im, ia kaya raya dan tentu saja putrinya tidak akan berpenampilan seperti ini.” Ia berkata dengan mata mengejek, “Jongsung, Yoonjae! Cepat bawa gadis ini keluar!”

Door!

Dalam satu tembakan, salah seorang dari pria tersebut mengerang, memegangi kakinya. “Sialan!” Belum sempat Sukjong melangkah, gadis itu mengeluarkan satu tembakan lagi dan itu tepat mengenai bahunya.

“Jangan mendekat!” Teriaknya. “Kau, bantu aku menurunkannya dan membawanya ke mobil. Kalau tidak, nasibmu akan sama dengan dua temanmu itu.” Satu pria yang tersisa tak berkutik, melihat bagaimana teman-temannya menahan kesakitan. Ia mengangguk. Dan dengan isyarat dari si gadis ia mendekat. Membuka ikatan si pria lalu membopongnya keluar menuju mobil yang terparkir didepan bangunan itu. Gadis itu, tetap mengawasinya dengan pistol yang siaga ditangan. “Apa… Apa dia masih hidup?” Nada kekhawatiran jelas terdengar dari suaranya. Si pria mengangguk cepat-cepat, takut dengan arahan senjata api didepannya.

Setelah melihat hasil kerja pria itu, si gadis mendekat. “Terimakasih atas bantuanmu, terserah Kau mau percaya atau tidak. Aku ini memang Im Yoona.” Gadis itu meninggalkan si pria memasuki mobilnya, lalu melesat pergi tanpa menoleh lagi kebelakang.

~~

“Jangan tutup dulu! Aku bersamanya. Aku mohon, datanglah ke rumahnya sekarang, dia perlu bantuanmu.” Yoona meletakkan ponselnya sambil melirik pria dibangku belakang melalui cermin didepannya. Bukankah ini yang ia harapkan? Kenapa hatinya terasa sakit melihatnya? Yoona menghirup napas panjang lalu kemudian menambah kecepatan agar segera sampai ke tempat tujuannya.

Tidak disangka ternyata Youngwon, orang yang ia telepon tadi telah berdiri didepan pekarangan rumah tersebut.

“Apa yang terjadi padanya? Mana dia??”

Yoona tidak mengindahkan pertanyaan pria itu, ia langsung membuka pintu belakang mobil lalu mengisyaratkan Youngwon untuk melihatnya. “Ya Tuhan!! Apa yang terjadi Yoona?” Pria itu cepat-cepat membopong tubuh penuh luka tersebut kedalam rumah. “Kau sudah memeriksanya kan? Dia masih hidupkan?”

“Aku…” Yoona tidak tahu harus berkata apa.

“Cepat ambil kain kasa dan alkohol, kita harus membersihkan luka-luka ini sebelum terjadi infeksi dan melihat seberapa serius lukanya.” Yoona berlari mencari dimana letak kotak P3K.

“Yoona! Kita harus membawanya ke rumah sakit!”

Teriakan Youngwon menyebabkan kotak P3K ditangannya terlepas. Ia menatap nanar pria yang tergeletak di atas sofa itu. Apa Youngwon telah berkata kalau orang itu telah mati? Air mata yang yang dari tadi ia tahan perlahan mengalir. Ia terisak.

“Yoona! Bukan waktunya menangis! Siwon masih hidup, tapi ia perlu secepatnya mendapat penanganan khusus.” Youngwon kembali membopong tubuh kekar itu, tapi sekarang menuju mobilnya. Yoona menghapus air matanya lalu mengikuti Youngwon. Ia duduk dengan kepala Siwon berada dipangkuannya.

Wajah tampan itu kini sudah penuh dengan luka lebam dan darah. Darah kering menyelimuti rambut hitamnya. Brengsek! Apa yang mereka pikirkan berbuat sebrutal ini? Yoona mengusap rambut Siwon lembut. Berdoa semoga pria ini tidak kenapa-napa.

~~

Yoona berjalan mondar-mandir didepan ruang operasi. Sudah tiga jam ia seperti itu. Minuman yang diberikan Youngwon sama sekali tidak ia sentuh. Youngwon yang duduk telah mencoba menenangkannya, tapi ucapan Youngwon dianggap angin lalu oleh Yoona. Sampai akhirnya Youngwon tidak tahan lagi dengan sikap gadis keras kepala itu.

“Duduklah! Aku pusing melihatmu!!” Youngwon menarik tangan Yoona lalu memaksanya duduk disebelahnya. Yoona melepas cengkraman tangan Joowon lalu mulai terisak.

“Apa yang Kau tangisi? Kau bahkan dulu mengancam untuk membunuhnya.” Kalimat pedas Youngwon membuat tangisan Yoona makin menjadi. “Yak! Berhentilah bersikap pura-pura peduli. Kau lupa apa, kalau Kau berkali-kali mengatakan membencinya, mengutuknya karena menculikmu. Mengancam akan membunuhnya saat ia memaksa menikahimu walau pernikahan itu tetap saja terjadi!”

“Iya! Aku membencinya, aku ingin sekali melihatnya menderita, perlahan-lahan membunuhnya. Tapi….” Yoona memukul pelan dadanya tak sanggup melanjutkan ucapannya.

Suara pintu terbuka membuat keduanya berdiri. Yoona menghapus airmatanya. Ia perlu mendengar bagaimana kondisi Siwon saat ini.

“Bagaimana operasinya Dok?”

“Operasi berjalan lancar, peluru yang tertancap dibahunya sudah kami keluarkan. Keretakan tulang rusuknya, perlu pemulihan beberapa bulan. Dan luka-luka disekujur tubuhnya tidak benar-benar serius. Kita hanya perlu menunggu ia siuman, untuk melihat kondisinya lebih jauh.”

“Apakah ia akan bisa beraktifitas seperti sedia kala?”

“Tentu! Keretakan tulang paling cepat memerlukan waktu empat bulan pemulihan dan untuk luka-luka lainnya lebih cepat dari itu.”

Setelah merasa cukup memberikan penjelasan, sang dokter meninggalkan mereka.

“Ia baik-baik saja,”gumam Yoona dan telinga Youngwon jelas mendengarnya.

~~

Yoona berjalan memasuki rumah dan langsung menuju ruang kerja ayahnya. Tanpa mengetuk terlebih dahulu Yoona membuka pintu hingga membuat ayahnya sedikit terkejut dengan kedatangannya.

“Yoon, Kau pulang?” Ayahnya berdiri lalu membuka tangannya, “Ayah merindukanmu. Kemarilah.” Yoona diam ditempat, sama sekali tidak ada minat menuju pelukan sang ayah. Sadar Yoona tidak tertarik dengan tawaran pelukannya, ayahnya pun menjatuhkan tangannya. “Ada apa Sayang? Kau tidak merindukan Ayah?”

Tentu saja, tapi ia kesini bukan untuk itu. “Kenapa Ayah melakukannya?”

“Apa maksudmu?”

“Sekarang Ayah pura-pura tidak tahu? Aku yakin orang suruhan Ayah sudah melaporkannya kepada Ayah.”

Pria paruh baya itu menghirup cerutunya lalu kembali menatap putri kesayangannya, “Ia menyanderamu Yoon,”

“Tapi dia sudah melepaskanku.”

“Ya! Tapi dengan perkebunan kita jatuh ketangannya! Dan Ayah tidak akan menyerahkan tempat yang sangat berharga bagi kita, terutama bagimu Nak, ketangan bajingan itu dengan cuma-cuma.” Ayahnya menghela napas. “Seharusnya Kau senang, ia mendapatkan balasan karena telah menyakitimu, membekapmu berbulan-bulan demi perkebunan itu. Andai ia tahu kalau perkebunan itu milikmu….”

Apa? Perkebunan itu miliknya?

Yoona jatuh tersungkur, menyadari fakta yang baru saja ia dapatkan. Ia tertawa, menyadari kebodohannya selama ini, lalu tanpa sadar berubah jadi tangisan.

“Yoona…”

“Biarkan ia memilikinya Ayah….”

“Apa maksudmu?”

“Ia telah memilikinya melalui aku….” Ucapan Yoona yang terdengar seperti bisikan itu membuat ayahnya terkejut.

“Brengsek! Aku akan membunuhnya!”

“Jangan Ayah! Kumohon.”

“Kenapa Yoona?! Kenapa??!!” Ayahnya mengguncang tubuhnya, seperti ingin menyadarkan putri kesayangannya.

“Aku tak tahu, aku lelah, aku tak sanggup lagi Ayah…..” Yoona melepas tangan Ayahnya dari lengannya, lalu berdiri lunglai. Hatinya, dan tubuhnya benar-benar lelah. Yang ia butuhkan sekarang adalah tidur. “Kumohon, sudahi sampai disini….” Bisik Yoona. Ayahnya masih berjongkok, menatap nanar punggung putri kesayangannya yang perlahan hilang dibalik pintu.

~~

Siwon menatap hamparan perkebunan yang hampir enam bulan ini dikelolanya. Puas? Tentu saja! Karena inilah impiannya. Memiliki perkebunan yang dahulu dimiliki Kakeknya. Tapi karena adanya sengketa lahan dan perkebunan itupun di ambil paksa oleh teman kakeknya lalu menjualnya tanpa memikirkan rasa persahabatan.

Dan ia tidak menyangka kepada kakek Yoona lah orang itu menjualnya. Ia telah mengenal Yoona sebelumnya, dan ia menyukainya. Gadis cantik nan arogan tapi berhati baik itu telah mencuri perhatiannya. Tapi saat ia tahu bahwa ayah gadis itulah yang sekarang memiliki perkebunan itu, saat itu juga ia berusaha membunuh perasaan yang baru saja tumbuh dihatinya.

Saat permintaannya untuk membeli kembali perkebunan itu ditolak mentah-mentah ia mencari jalan lain. Dengan modal kenekatan dan beberapa orang suruhan, Siwon menculik Yoona. Menyekapnya demi perkebunan turun-temurun leluhurnya.

Dalam masa-masa itu. Siwon tidak memungkiri kalau rasa ketertarikannya kepada Yoona ternyata masih ada dan semakin kuat dari hari-kehari saat ia selalu bersama Yoona. Gadis itu membencinya, tentu saja. Seperti apapun ia menjelaskan alasan ia berbuat itupun, Yoona tidak pernah ingin mendengarnya. Tapi ia tidak menyesalinya, karena ia telah mencapai impiannya.

Satu-satunya yang ia sesali adalah memaksa Yoona menikah dengannya. Saat itu ia benar-benar menginginkan gadis itu. Otaknya masih waras, karena satu-satunya cara memiliki gadis itu adalah dengan menikahinya. Dengan ancaman Siwon yang akan menyuruh orang suruhannya untuk pergi membunuh ayahnya, Yoona yang saat itu ketakutan terpaksa menuruti keinginan Siwon.

Siwon mengusap wajahnya. Enam bulan…. Bagaimana kabar gadis itu sekarang?

“Hei!” Siwon berbalik mendapati Youngwon sudah berada dibelakangnya.

“Kapan Kau masuk?”

“Sudah sejak tadi hingga bisa melihat wajah galaumu itu.”

“Galau? Kau bercanda!”

“Mau aku ambilkan sebuah cermin? Kau bisa melihatnya sendiri.”

“Sudahlah! Sekarang laporkan perkembangannya. Apa tuan Jung setuju berinvestasi diperkebunan kita?”

Youngwon memberikan sebuah amplop kepada Siwon. “Apa ini?” Siwon membukanya lalu melihat beberapa foto dengan seksama. Ia menatap Youngwon marah. “Apa maksudmu?”

“Dia berada di Jepang.”

“Aku tidak menanyakan itu!”

“Aku tahu Kau masih memikirkannya. Tapi Kau menolak mengakuinya. Apa yang aku ceritakan itu kebenaran Siwon. Ia sangat cemas dengan kondisimu saat itu. Ia menungguimu sampai dokter benar-benar berkata bahwa Kau akan baik-baik saja.”

“Itu mustahil. Ia sangat membenciku, kau tahu itu.”

“Ia memang membencimu, tapi dia yang telah menyelamatkanmu.”

“Bukannya Kau yang menyelamatkanku?”

“Ya Tuhan…. Dia yang menyelamatkanmu Siwon. Dia yang mengeluarkanmu dari sanderaan orang suruhan ayahnya. Ia meneleponku untuk memeriksa kondisimu saat itu. Dan Ia menangis saat menungguimu yang sedang menjalani operasi.” Youngwon mengeluarkan sesuatu dari sakunya, “dan ia menitipkan ini kepadaku.”

Itu senjata api miliknya! Siwon mengusap wajah dengan kedua tangannya. Youngwon selalu mencoba menceritakan kebenaran kepadanya selama ini, tapi ia selalu menolak mendengarkan.

“Kenapa ia melakukannya?” Siwon butuh jawaban itu. Ia yakin seratus persen kalau Yoona sangat membencinya dan kapanpun ada kesempatan pasti Yoona akan membunuhnya. Tapi kenapa disaat ia mempunyai kesempatan itu, ia tidak melakukannya?

“Tanyakan sendiri kepadanya.”

~~

Yoona merapatkan jaket disekeliling tubuhnya. Angin musin gugur menjadi lebih dingin akhir-akhir ini, pertanda musim dingin akan segera datang. Yoona berusaha dengan hati-hati mempercepat langkahnya menuju rumah yang ia tinggali. Ia tidak tahan lagi dengan angin dingin yang berhembus. Ia harap secepatnya bisa berada dikamarnya yang hangat lalu beristirahat tanpa ada gangguan.

Yoona memasuki sebuah rumah bergaya tradisional jepang itu secepat yang ia bisa. Ia melepas sepatunya lalu menggantinya dengan sendal rumah. “Soo! Aku pulang!” Orang yang dimaksud Yoona pun muncul sambil tergopoh-gopoh menghampirinya. Yoona mengernyitkan dahinya menyadari ada yang aneh dari sikap sahabatnya itu. “Ada apa?”

“Yoon…. Uhm… Itu, ada seseorang mencarimu.”

“Siapa?”

“Sebaiknya Kau temui sendiri di ruang tamu.” Ruang tamu dirumah itu memiliki tempat sendiri, terpisah dari tempat ia berdiri saat ini. Yoona yang penasaran kemudian melangkah menuju ruang tamu, ia menggeser pintu agar terbuka.

“Lama tidak bertemu.” Yoona menahan napas mendengar suara itu. Siwon, berdiri lalu berjalan mendekat. Mata yang tadinya menatap wajah Yoona beralih ke perut wanita itu. Yoona yang menyadarinya langsung mengeratkan jaket yang ia pakai.

Tanpa menjawab Yoona meninggalkan Siwon, ia memanggil Sooyoung lalu memintanya untuk mengusir pria itu. Yoona memasuki kamarnya, menutupnya lalu beranjak menuju tempat tidur.

Pria itu baik-baik saja. Luka diwajahnya tidak lagi terlihat. Ya Tuhan ada apa dengan perasaannya? Ia merindukannya…. Rindu mendengar suaranya, rindu melihat wajahnya, rindu pelukan dan sentuhannya. Tiba-tiba ia menangis, dan ia tidak mengerti kenapa ia menangis…..

~~

“Aku akan kembali lagi besok, mungkin ia shock dengan kedatanganku.” Siwon pamit kepada Sooyoung yang mengantarkannya sampai didepan pintu. “Sampaikan salamku kepadanya.” Sooyoung mengangguk. Ia menutup pagar setelah melihat Siwon menghilang dipersimpangan jalan. “Dia tidak seburuk yang Yoona katakan…” Gumam Sooyoung.

Setelah menenangkan diri dan berlanjut dengan tidur siang, Yoona mendengar pintu kamarnya diketuk. Sooyoung menampakkan diri setelah menggeser pintu itu terbuka. “Boleh aku masuk?” Yoona mengangguk sambil bangun menyandarkan tubuhnya dikepala tempat tidur. Sooyoung mendudukkan dirinya disamping Yoona, sedikit berdecak melihat penampilan sahabatnya itu. “Aku sangka ia pria jelek gemuk dengan mata sangar yang akan menakuti orang-orang.”

“Jangan dibahas.”

Seperti tidak mendengarkan, Sooyoung melanjutkan, “dia tampan malah sangat tampan. Tutur katanya sopan, sikapnya juga baik. Dan ditambah bonus tubuh yang bagus. Tidak ada alasan membenci pria seperti itu.”

“Soo….”

“Yoong, Kau tidak bisa terus bersembunyi. Ia masih sah sebagai suamimu dan ia ayah dari bayi yang Kau kandung.”

Yoona terbelalak, “apa ia menanyakan tentang itu?” Sooyoung menggeleng, karena memang Siwon tidak menanyakan tentang apapun.

“Besok ia bilang akan kesini lagi. Mungkin ia setiap hari akan kesini sampai Kau mau bicara dengannya. Jadi sebaiknya beri ia kesempatan bicara denganmu. Mungkin ini awal yang bagus untuk hubungan kalian.” Yoona membisu, mencerna kata-kata Sooyoung. ‘Awal hubungan yang penuh kebencian mana mungkin akan berakhir baik.’ Pikir Yoona.

“Mandilah, aku menunggumu di ruang makan.” Sooyoung beranjak meninggalkan Yoona dengan pikiran yang penuh tentang Siwon. Kalau ia menemuinya, apa yang akan ia katakan? Bagaimana harusnya ia bersikap?

~~

Siwon memasuki kamar hotelnya dengan wajah penuh senyuman. Youngwon yang tadinya akan keluar pun mengurungkan niatnya. Ia penasaran dengan pertemuan Yoona dan Siwon.

“Bagaimana? Kau bertemu dengannya?” Sebuah anggukan diberikan Siwon, “lalu?”

Siwon menghirup napas dalam-dalam, “dia semakin cantik dari terakhir aku melihatnya dan sepertinya sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah.”

“Benarkah? Apa Kau yakin itu anakmu?”

“Sialan Kau! Tentu saja aku yakin. Dia tidak mungkin berhubungan dengan pria lain disaat ia masih berstatus istri ku,” dan lagi melihat perutnya sebesar itu ia yakin itu anaknya.

Youngwon terkekeh, “baiklah, aku minta maaf. Lalu apa yang kalian bicarakan?”

“Tidak ada.” Siwon mengusap rambutnya frustasi, “ia langsung meninggalkanku segera setelah melihatku.”

“Sayang sekali.”

“Tapi besok aku akan kembali kesana. Ia tidak akan bisa selamanya menghindariku.”

~~

Siwon tidak menyangka Yoona bersedia menemuinya keesokan harinya. Sekarang ia sedang menunggu kedatangan wanita itu. Siwon berdiri melihat keluar jendela. Tidak lama ia mendengar pintu bergeser. Yoona menampakkan dirinya , dibalut sweater kebesaran yang berwarna krem dan bawahan rok berwarna senada diatas mata kaki.

“Aku harap ini akan menjadi pertemuan terakhir kita.”

Siwon memicingkan matanya lalu beralih menatap perut Yoona. “Aku rasa tidak. Aku punya kewajiban disini.”

“Aku tidak butuh tanggungjawabmu. Segera aku akan mengurus perceraian kita.”

Mendengar kata cerai, entah kenapa darah Siwon seakan mendidih. Tapi ia masih berusaha menenangkan dirinya. Mengambil langkah mendekati Yoona sehingga mau tidak mau gadis itu mundur hingga punggungnya menyentuh dinding. Jarak mereka hanya beberapa inci, Yoona tak sanggup melihat wajah Siwon sedekat itu, ia memalingkan wajahnya.

“Cerai? Kenapa tidak dari dulu Kau menceraikan ku?” Napas Siwon menyentuh pipinya. “Kenapa euh??”

Yoona tidak berkutik, ia tidak tahu harus menjawab apa.

“Oh, dan yang lebih mencengangkan lagi kenapa Kau tidak membunuhku disaat itu atau menyuruh orang-orang itu membunuhku.” Siwon semakin menyudutkan Yoona. “Kenapa Kau menolongku?”

Yoona mendorong dada Siwon hingga pria itu mundur beberapa langkah.

“Benar! Seharusnya aku membunuhmu saat itu. Kesalahan terbesarku adalah menolongmu!” Yoona tersenyum sinis, “Kau telah mendapatkan perkebunan itu, sekarang Kau puas kan? Merampasnya melalui diriku? Kau benar-benar seorang pecundang.”

“Merampasnya melalui dirimu? Apa maksudmu?”

“Kau tidak perlu menyembunyikan niat kotormu itu. Kau menikahiku hanya untuk memiliki perkebunan itu, aku sudah tahu skenario yang lain yang Kau buat. Kau tahu kalau tanah itu atas namaku jadi Kau memaksa menikah denganku dan secara otomatis tanah itu menjadi milikmu. Jadi kalaupun Kau tidak mendapatkannya dari hasil menyandera ku, Kau tetap akan memilikinya lewat diriku.”

Siwon mengusap wajahnya. Tidak menyangka Yoona berpikir seperti itu tentang dirinya. Ia menatap wanita dihadapannya ini dengan seksama. Wajah penuh amarah tapi juga menyiratkan luka disana.

“Kau salah, aku menikahimu bukan karena perkebunan itu. Dan percayalah, aku telah membayar dengan harga pantas perkebunan itu kepada ayahmu. Tapi ia menolak menjualnya. Aku tidak punya cara lain selain menjadikanmu tawanan.” Siwon melangkah mendekati Yoona, ia meraih dagu Yoona. Mau tak mau Yoona menatapnya, mata mereka terkunci satu sama lain. “Aku menikahimu karena….”

“Stop! Aku tak mau mendengarnya!” Yoona berjalan menjauh, “pembicaraan kita cukup sampai disini. Kau sudah mendapatkan keinginanmu jadi biarkan aku hidup dengan tenang. Setelah bayi ini lahir aku akan langsung mengurus perceraian kita.”

“Terserah! Lakukan apapun yang Kau mau. Tapi sampai bayi ini lahir aku akan tetap menemuimu dan menjagamu.” Dan begitu saja, pria itu kemudian keluar tanpa menunggu reaksi Yoona. Siwon marah, tentu saja! Kenapa diotak wanita itu hanya ada kata cerai? Kalau memang itu yang sangat diinginkan wanita itu ia akan mengabulkannya. Yang ia pikirkan sekarang adalah janin yang ada dirahim Yoona, anaknya.

~~

Yoona kembali ke kamarnya dengan perasaan tak menentu. Saat Siwon bilang akan menjaganya entah mengapa perasaan hangat hinggap di hatinya. Tapi kemudian ia sadar kalau Siwon melakukannya karena anak yang ia kandung sekarang. Dan kembali ia harus menerima kenyataan itu. Ia tergelak sendiri, memikirkan betapa bodohnya ia mengharapkan sesuatu dari pria itu. Ingat Yoona, Kau membencinya dan Kau hanya diperalat olehnya, ucap Yoona kepada dirinya sendiri.

Ketika ia merasakan tendangan dari dalam perutnya Yoona tahu kalau ia tidak sendirian. Ia punya sesuatu untuk ia perjuangkan. Dari kalimat Siwon tadi bukan tidak mungkin kalau pria itu akan mengambil bayinya saat lahir nanti. Ia tidak akan membiarkan itu terjadi, tidak akan pernah….

~~

Yoona tidak menyangka, Sooyoung tega berbuat ini kepadanya sampai ia berada didalam mobil ini dengan Siwon yang entah dari mana mendapatkan kendaraan pribadi, mungkin ia menyewanya. Ia akan mengunjungi dokter kandungannya hari ini dan Siwon entah sejak kapan sudah berdiri disamping sebuah mobil saat ia keluar pagar tadi. Ia akan mencekik Sooyoung saat pulang nanti.

“Jangan cemberut begitu, aku tidak mau anakku nantinya suka cemberut.” Anaknya? Yoona merasa aneh mendengar seorang pria melontarkan kalimat tersebut kepadanya. Dari awal ia dinyatakan hamilpun, ia sudah menanamkan dalam dirinya kalau ia akan menjadi single parent, anak ini kelak hanya punya dirinya sebagai orang tua.

Yoona bergerak tak nyaman, tidak tahu harus berkomentar apa.

“Aku ingin tahu apa Kau sudah memeriksa jenis kelaminnya?”

“Belum, dan aku memang tidak ingin mengetahuinya sampai bayi ini lahir.” Siwon mengangguk tanda setuju.

“Sudah menyiapkan nama?”

Yoona menggeleng, “belum.” Siwon tanpa melepas pandangannya dari jalan hanya mengangguk.

Dan dalam sisa perjalanan itu mereka tidak lagi bersuara, masing-masing sibuk dengan pikiran mereka sendiri.

~~

Mereka berdua duduk menunggu giliran setelah Siwon mendaftarkan nama Yoona kebagian pendaftaran pasien dengan bekal nama dokter yang sudah Yoona beritahu sebelumnya. Harus menunggu tiga antrian lagi agar Yoona bisa masuk memeriksakan kandungannya. Dan itu terlalu lama mengingat perutnya sudah minta diisi lagi. Kenapa ia bisa kelupaan membawa persediaan makanan ringan didalam tas tangannya padahal ia tahu sejak mengetahui dirinya hamil perutnya tidak akan pernah bisa menahan makanan lebih dari tiga jam karena setelah itu ia akan merasa lapar lagi. Apa ia pergi saja sebentar membeli makanan, lalu kembali lagi kesini?

“Aku keluar sebentar, Kau tunggu disini.” Baru saja Yoona akan mengatakan hal yang sama, tapi Siwon sudah berjalan meninggalkannya. Kalau ia juga pergi dan melewatkan gilirannya, tentu saja orang lain akan didahulukan dan ia harus mengambil nomor antrian lagi. Kalau saja Siwon yang menunggu disini, ia bisa meminta perawat mendahulukan pasien lain dulu jika ia terlambat kembali. Dengan begini terpaksa ia harus menahan rasa laparnya.

Sepuluh menit kemudian, Siwon kembali. Dan Yoona tidak dapat berkata apa-apa saat Siwon menyerahkan bungkusan makanan kepada dirinya. “Makanlah.” Yoona menerimanya lalu membuka bungkusan itu. Seporsi spaghetti dengan saus daging kesukaannya. “Aku hanya mengetahui kalau Kau menyukai makanan itu, makanan lainnya aku tidak tahu. Jadi aku hanya membeli itu.” Siwon mengeluarkan garpu dari plastiknya lalu menyerahkannya kepada Yoona. “Kalau Kau menginginkan makanan lain, aku akan carikan. Masih ada dua antrian lagi kan?”

Yoona mengangguk, lalu berusaha menahan suaranya agar tidak serak, ia berkata, “tolong belikan aku minuman, air mineral.” Siwon mengangguk lalu kembali berjalan meninggalkan Yoona. Yoona membuka plastik yang menutupi makanannya lalu menyuapnya segera. Tanpa bisa ia tahan, air matanya mengalir disela-sela suapannya. Ia tersentuh dengan perhatian Siwon? Atau memang ia yang kelewat sensitif? Ia buru-buru menghapus air matanya, takut Siwon akan melihatnya.

~~

“Im Yoona…”

Yoona berdiri lalu diikuti Siwon, Yoona berbalik, “aku akan sendirian ke dalam.”

“Tapi Yoona….” Yoona berjalan masuk lalu menutup pintu tepat didepan Siwon. Siwon hanya bisa menghela napas pasrah, kesempatannya untuk melihat langsung calon bayinya harus ditunda. Ia kembali mendudukkan dirinya di atas kursi, dan menunggu Yoona sampai selesai bertemu dokternya.

Yoona yang telah membuka kancing pakaian bagian perutnya lalu berbaring dibantu oleh perawat sang dokter. “Apa yang diluar tadi ayah dari bayi ini Nona?” Yoona hanya tersenyum menanggapi. Tak lama kemudian dokterpun muncul.

“Yoona! Kenapa Kau tidak meneleponku dulu! Dan bukannya jadwal periksamu seminggu lagi?” Cecar Fany, dokter kandungan Yoona sekaligus teman baiknya dan Sooyoung di bangku kuliah dulu. Bedanya ditengah jalan ia beralih ke jurusan kedokteran sedangkan Yoona dan Sooyoung lebih memilih design interior sebagai minat mereka berdua dan otomatis kebersamaan mereka dan Fany tidak berlangsung lama tapi mereka tetap saling berkomunikasi walau beda kampus.

“Aku harus jawab yang mana dulu?”

“Aish! Terserah Kau saja!” Fany mengambil alat USG dari tangan perawat lalu mengolesnya dengan cairan kental sebelum akhirnya menempelkannya diatas perut Yoona.

“Tepat diantara dada dan perutku, kemarin terasa sakit seperti ditusuk sesuatu.” Keluh Yoona.

Fany mengangguk lalu menjalankan si alat kesebelah kiri perut Yoona. Bunyi detak jantung terdengar menggema di ruangan tersebut. Karena ini alat USG 4D maka Yoona bisa melihat dengan jelas wajah bayi yang dikandungnya.

“Detak jantungnya bagus, pertumbuhannya juga bagus. Kau bisa lihat dilayar monitor organ tubuhnya hampir mendekati sempurna. Apa masih tidak ingin mengetahui jenis kelaminnya?”

“Sudah aku bilangkan…” Fany terkekeh lalu menyerahkan alat tersebut kepada perawat kemudian membantu Yoona menghapus cairan yang mengenai perutnya. Mereka berjalan beriringan menuju meja dokter.

“Sakit yang Kau rasakan itu sudah biasa terjadi di trimester akhir kehamilan. Karena rongga rahim membesar jadi mendesak ke tulang dada, makanya terasa sakit. Saranku kalau mau bangun, cobalah miring kekiri dulu lalu bangun perlahan. Jangan langsung bangun saat tidur melentang karena tulang akan semakin ditekan.” Yoona mengangguk mengerti, “aku akan menambah vitaminmu supaya cukup untuk pemeriksaan dua minggu lagi.”

“Dua minggu?”

“Iya, kehamilanmu sudah memasuki 34 minggu Yoon, jadi jadwal kontrolmu sekarang dua minggu sekali.” Fany menyerahkan resep vitamin kepada Yoona. “Ayo biar aku antar kedepan.”

“Ah, tidak perlu Fany, aku bisa sendiri kok.”

“Tidak-tidak! Aish! Kenapa Si tukang makan itu tidak menemanimu? Kalau bertemu nanti akan ku ceramahi dia.”

“Soo sedang banyak kerjaan dan Kau tidak perlu mengantarku, aku bisa sendiri.” Alih-alih mendengarkan Yoona, Fany malah menarik tangan Yoona menuju pintu keluar ruangannya. Saat pintu terbuka, Siwon langsung berdiri tapi kemudian mematung ditempatnya.

“Siwon?”

“Fany?”

Yoona yang berdiri dibelakang Fany terlihat heran dengan keterkejutan kedua orang didepannya. Deheman perawatpun kemudian mengembalikan kesadaran Fany.

“Dok, pasien selanjutnya?”

“Oh iya, tunggu sebentar.” Fany berbalik menatap Yoona, “Yoon, Siwon?” Anggukan Yoona membuat Fany terdiam namun sedetik kemudian senyumannya kembali. “Aku harus masuk lagi, kalau ada apa-apa telepon aku ya.” Fany memeluk Yoona sekilas lalu kembali memasuki ruang prakteknya.

~~

Setelah menebus vitamin yang diresepkan Fany, Yoona berjalan melewati mobil Siwon yang terparkir dihalaman rumah sakit. Ia merasa seharusnya dari awal ia tidak menerima tumpangan dari pria itu. Melihat keterkejutan Siwon bertemu dengan Fany dan sebaliknya, ia merasa ada yang salah, ia merasa berada diposisi yang salah.

Yoona merasakan tangannya genggaman ditangannya. Siwon, pria itu memandangnya heran. “Kau mau kemana? Mobil ada disana.”

“Aku akan pulang sendiri.” Yoona merasa Siwon makin menggenggam erat tangannya.

“Kau tetap akan ikut denganku nyonya keras kepala.” Siwon menarik Yoona lalu memaksanya masuk kedalam mobil.

“Kalian tampak sangat saling mengenal.” Tanya Yoona tanpa melihat kearah Siwon.

“Oh jadi ini alasanmu menjadi seperti ini lagi? Biar kujelaskan, kami memang punya hubungan, tapi itu sudah lama sekali berlalu.”

“Tapi sepertinya itu belum berakhir.” Yoona jadi merasa kesal kepada dirinya sendiri, kenapa dia seperti ini? Kenapa ia membahas hal ini dengan Siwon. “Aku mau pulang sendiri!” Yoona membuka pintu mobil cepat, sebelum Siwon bisa mencegahnya. Ia menyetop taksi yang kebetulan lewat lalu meninggalkan Siwon yang hanya bisa menatap kepergiannya.

Yoona menghela napas, memikirkan hanya dalam waktu tiga jam terakhir ini hatinya terasa dibolak-balik. Sikap perhatian Siwon yang membuat hatinya menghangat. Tapi kemudian tanpa disangka-sangka teman baiknya ternyata adalah masa lalu Siwon.

Ia ingat Fany dulu memang pernah bercerita tentang kekasihnya saat masa SMA di Korea dulu sebelum akhirnya pindah ke Jepang. Ia selalu membanding-bandingkan kekasihnya itu dengan pria-pria Jepang yang berusaha mendekatinya. Dan tidak ada seorangpun yang bisa menggantikan tempat pria itu dihatinya. Dan melihat ekspresi wajah Fany tadi, ia yakin kalau pria itu adalah Siwon. Yoona tertawa miris, menggumamkan betapa sempitnya dunia ini.

»» Bersambung dibagian ke 2 ««

 

Assalamu’alaikum cantik, annyeong….. Masih inget diriku??? Hampir setahun gak nongol disini, sumpah kangen banget ma readers disini dan yang pasti juga kangen bikin cerita YW. Akhirnya nyempat2in disela2 kesibukan yang amat sangat….

Ini cerita terinspirasi dari salah satu novel HisRom yang pernah aku baca jadi ada beberapa bagian yang agak-agak mirip tapi secara keseluruhan jalan ceritanya sih beda….

Jangan lupa tinggalin jejak kalian, itung-itung ngingetin diriku siapa aja readers setia di YWK. Oiya, part 2 mungkin akan di PW dan lebih mengutamakan yang minta di twitter ma WA , SMS dibales kalau lagi ada pulsa aja ya (author kere) T_T

 

Thanks to Echa&Resty udah nyempatin posting cerita absurd ini, love u girls :* , maap kata penutupnya terlalu panjang u,u

Tinggalkan komentar

323 Komentar

  1. Penasaran! Awal cerita mereka ketemu tuh gimana?
    Terus yoona juga kan gatau kalau awalnya kebun itu punya keluarga siwon, dan kok bisa yah siwon tega nyandra yoona eonni..
    Ayodong yoona, percaya sm siwon saat ini kan dia udah mulai peduli

    Balas
  2. Penasaran sama pertemuan awal mereka sampe akhirnya menikah..
    Ceritanya bagus tapi masih banyak misteri yg belum terungkap jadi penasaran chapter yg selanjutnya..

    Balas
  3. penasaran bgt kelanjutan nyaaa >///< chapter 1 nya aja udh serame ini apalagi kelanjutannyaa

    Balas
  4. Ceritanya bagus tapi masih banyak misteri yg belum ke ungkap jd penasaran ma kelanjutannya

    Balas
  5. Beiby co

     /  Agustus 6, 2015

    Aku penasaran bgt crita nya.. byk misteri…pengen tw klnjutanya…

    Balas
  6. sahla1234

     /  Agustus 25, 2015

    Lah q kira yoonwon dijodohin tp trnyata di pakaa sm wonppa ya
    Mereka baikan dong itu yoon udh cemburu cembury gt heh
    Good story eon fighting

    Balas
  7. yoong407

     /  September 13, 2015

    banyak misteri nihh huhu makin seruuu, pingin liat kelanjutannya dehhh
    ditungguuu unnie

    Balas
  8. Amirah

     /  September 22, 2015

    Kerennnn eonni ,,,,,,,,, jadi kepo kelanjutanx

    Balas
  9. nytha91

     /  September 24, 2015

    Duh yoona…jangan jahat” sama siwon dong…thor ceritanya lanjutin sampe anak mereka lahir dong…

    Balas
  10. Desiputu16

     /  September 29, 2015

    Q pnasaran dg cerita ini, siwon sbenarnya masih cinta ga sma yoona?
    Jangan smpai yoonwon berpisah lg, semoga dg adanya anak yoonwon dpt bersatu….
    Q penasaran dg part 2 nya, ini smpai part 2 ya?

    Balas
  11. Syilma307

     /  Oktober 27, 2015

    Annyeong eonnie maaf telat coment dan kayak nya aku baru deh baca karya eonnie yg satu ini izin baca nya .
    story nya keren complicated banget bikin yg baca jadi gereget disini karakter yoong eonnie agak sedikit egois dia itu terlihat masih cinta sama wonppa sampai cemburu gitu ayo dong wonppa kejar yoona dan dapatkan hati nya kasian yoona eonnie lagi hamil butuh sosok seorang suami bikin yoonwon balikan lagi dong gak tega kalau sampai mereka pisah penasaran banget sama kelanjutan nya..

    Balas
  12. Desiputu16

     /  Oktober 27, 2015

    Siwon menyukai yoona kan?
    Mereka saling mencintai kan, lalu apa siwon sdh melupakan fanny? Jngan smpai siwon balkan lg sma fanny, siwon sma yoona aja ya???
    Hehe maksa q,,,,
    hai author slam kenal q ijin baca ff mu ya????
    Ini sudah keluar chapter 2 nya?

    Balas
  13. penasaran kelanjutannya

    Balas
  14. raratya19

     /  Januari 20, 2016

    Thor, ini ada before storynya kah? Kayakny aku dulu pernah baca ceritanya dan sequel ny ini ._. Klo belum bikin before storynya ya thoe hhe ceritanya keren

    Balas
  15. Keren!! Ini cerita part 1??? Kok mbingungin ya?? Gk ada perkenalan tokoh dulu… tapi langsung ke konflik
    Pnasaran kak klo mau minta pw gmna??

    Balas
  16. Keren!! Ini cerita part 1??? Kok mbingungin ya?? Gk ada perkenalan tokoh dulu… tapi langsung ke konflik
    Pnasaran kak klo mau minta pw gmna?? Kasih tau nama fb nya kak

    Balas
  17. Efxye

     /  Juni 13, 2016

    Bagus nih

    Balas
  18. AuliaYW

     /  Juni 17, 2016

    YoonWon udh nikah toh ? kirain blm..
    Ye yoona eon lg hamil ankny siwon oppa..
    Yoona eon cmbru nhe..

    Balas
  19. rinie l

     /  Juni 18, 2016

    Yoona ternyata cemburu nich….next thor….gomawo n fighting

    Balas
  20. Penasaran awal pertemuan YoonWon! Kok Yoona’a udah hamil aje😁 di tunggu thor kelanjutan’a ^^”

    Balas
  21. ayana

     /  Juli 26, 2016

    karena kesalahpahaman, ya kesalahpahaman.
    huft~ karna itu hubungan yw jadi rumit dan berantakan.
    penasaran ma chap 2 nya. moga di chap 2 semua permasalahan dan kesalahpahaman mereka bisa teratasi. trus happy end deh!

    Balas
  22. lasmae

     /  Agustus 11, 2016

    Mereka dah nikah…. oh semoga gax salh paham teus baikan deh…
    dan semoga danya fany gax bikin ribut deh…

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: