[FF] TIMELESS (SANG TERKASIH) – (CHAPTER 2)

TIMELESS 2

TITLE                         : TIMELESS (SANG TERKASIH) │CHAPTER 2

AUTHOR                   : TIKA PINKY (SARTIKA CITRA HIPPY)

CONTACTS               : Facebook (Pinkverz Tika Citra)

Twitter (@TikaPink_507)

Gmail (smantikalove@gmail.com)

WP (tikapinkystory.wordpress.com)

CAST                          : CHOI SIWON & IM YOONA

OTHER CAST           : CHOI WOO HYUK, LEE JOON, SHANNON WILLIAMS, etc

GENRE                      : SAD ROMANCE, ANGST OR SET BY YOUR SELF

RATING                     : +17

COVER                      : DESIGN BY “ROSSE”

Attention (Important) :

Oke, saya datang untuk menyicil ff chapter saya yang hampir setiap hari ditodongin mulu sama readers. Agak terganggu tapi nggak apa-apa. Itu tandanya banyak yang benar-benar menantikan kelanjutan ff nie dan saya bersyukur akan hal itu. Tapi karena rutinitas saya dan kemaren juga sempat drop jadi ff ini sedikit terlambat menyapa #SokSibuk J … Mungkin makin aneh aja nie ff tapi saya berusaha yang terbaik untuk my lovely readers. So, jangan lupa untuk meninggalkan komentar. Baik dan buruknya akan saya terima. Usahakan komentar yang lebih berbobot. Jangan sekedar bilang suka atau nggak aj. Seperti halnya saya yang berusaha menyajikan yang terbaik, setidaknya readers juga bisa memberikan motivasi yang baik untuk saya dalam berkarya. Saya akan benar-benar menyaring yang Good Readers mulai sekarang. Jika saya memutuskan untuk memproteksi kelanjutan ff ini ke depan maka yang hanya benar-benar Good Reader yang loyal ngasih komentar yang akan saya berikan passwordnya. Saya tidak suka dengan Readers yang hanya muncul saat butuh pw aja. So, sama-sama ngasih yang terbaik yah.

Opps, kepanjangan nih cuap-cuapnya. Oke, please enjoy and happy reading … Thanks … ^^

 

This story was adapted from “MV Timeless By Zhang Liyin ft. Xia Junsu”. But not of all. Each sentence in the paragraph purely the result of my imagination. Sorry for Typo if you found it. Don’t be SILENT READER and PLAGIARISM. Please leave your comment after read this story. Enjoy Reading!!!

 

 

Love may often come at wrong time and the wrong people.

But despite the pain, the heart will lead to the right love.

 

 

 

 

Author Pov

Yoona duduk seraya menatap tajam ke arah Siwo. Pria itu sedang menyantap makan siangnya dengan santai. Pria itu bersikap seolah tidak terjadi apa-apa padahal baru beberapa jam yang lalu telah menimbulkan beberapa kekacauan dalam kehidupan Yoona. Membuatnya setuju pada kesepakatan konyol demi menyelamatkan lingkungan tempat tinggalnya, mengumumkan pernikahan yang dengan seenaknya ditentukan pada waktu yang cukup cepat di depan umum sehingga dia menjadi salah satu target santapan para wartawan yang haus akan berita maupun gosip. Dalam waktu 60 menit saja Yoona sudah menjadi salah satu trending topic di internet dan media TV seolah itu menjadi berita utama untuk hari ini. Bagaimana tidak, seorang pengusaha sukses yang selama ini tidak pernah ingin dipublikasikan tampangnya dan selalu berada di balik layar tiba-tiba muncul di muka publik seraya mengumumkan pernikahan yang akan dilaksanakan dua minggu dari sekarang. Dan Yoona, dengan penampilan yang biasa-biasa saja dan memang sangat teramat biasa dengan pakaian yang sangat tak cocok dengan penampilan sang pengusaha terkenal itu menjadi wanita yang akan dinikahinya. Yoona merasa pasti orang-orang akan beranggapan miring padanya. Dia bukanlah anak gadis dari keluarga yang kaya raya, dia juga bukan artis atau model yang sering digosipkan dekat dengan pria itu, dia hanya seorang gadis biasa yang diseret secara paksa oleh pria itu untuk menjadi calon istri.

“Bisakah kau tidak menatapku seperti itu? Aku merasa sangat tidak nyaman jika ditatap seolah aku akan disantap hidup-hidup.” tegur Siwon tanpa mengalihkan perhatiannya dari steak yang sedang disantapnya.

Yoona tertawa sinis. Dia tak menyangka tatapannya cukup bisa mempengaruhi pria arogan seperti Choi Siwon. “Kau bukan makanan yang enak. Tapi kau seorang bajingan yang ingin aku kuliti saat ini.” ujar Yoona sinis.

Siwon mengalihkan pandangannya dan menatap Yoona. Bola matanya yang hitam seolah memerangkap mata Yoona yang saat itu belum juga mengalihkan pandangannya.

“Apa kau ingin menantangku?” ujarnya menanggapi. Yoona bisa melihat bibir pria itu melengkung membuat seulas senyum yang Yoona tahu seperti senyum sinis yang sempat tersungging dibibirnya sendiri beberapa detik yang lalu. Tatapan itu bahkan terasa lebih mengintimidasi.

Yoona mengalihkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang tertutup itu. Dia merasa tak bisa menatap langsung mata Siwon yang tajam dan dia yakin pria itu pasti sedang menertawakannya di dalam hati dan Yoona merutuki tindakannya itu. “Well, aku ingin pulang! Aku tak ingin duduk berlama-lama di sini sementara aku punya kesibukan di tempat lain.”

Siwon mengangkat sebelah alisnya. “Kesibukan apa?” tanyanya ingin tahu.

“Aku harus menjaga Coffe Shop-ku. Shannon akan pergi ke kampus dan aku tak sanggup menyewa pekerja paruh waktu untuk menjaga Coffe Shop milikku. Lagipula aku harus mengecek apa kau benar-benar bisa menepati janjimu. Jadi aku harus pulang. Aku sangat sibuk!” jawab Yoona asal. Dia tahu Siwon telah menepati janjinya. Shannon sudah memberitahunya. Dan sebenarnya hari ini Shannon juga tak ada jadwal kuliah. Yoona hanya merasa perlu mencari alasan agar tak harus berlama-lama bersama Choi Siwon.

Siwon tertawa mengejek yang membuat Yoona kesal. “Aku tak merasa ada yang lucu sehingga bisa kau tertawakan Choi Siwon. Aku ingin pulang.” Ujar Yoona kesal.

Siwon berdehem mencoba menghentikan tawanya tahu bahwa tindakannya itu telah memancing kekesalan Yoona.

“Oh maafkan aku! Aku tidak bermaksud untuk menyinggungmu!” kata Siwon. “Tapi jawabanmu itu bukanlah jawaban yang tepat setelah kau memutuskan untuk dekat denganku. Terlebih kau memutuskan untuk menjadi pendamping hidupku.”

Yoona mengernyitkan keningnya. Merasa tak mengerti kesinambungan antara pernyataan Choi Siwon dengan kesibukannya. “Apa maksudmu?”

Siwon menyandarkan punggungnya ke sofa dan menopangkan kaki kanannya di atas kaki kirinya. Yoona mencoba menyangkal bahwa pria itu memang sangat mempesona dan Yoona yakin pria itu pasti sudah sering membuat para wanita menangis mengemis cinta dan perhatiannya. Tapi itu tidak akan berlaku pada Yoona. Yoona sudah cukup kesal pada pria itu sejak pertemuan pertama mereka.

“Sayang, kau jelas tak sesibuk itu. Kau pasti sudah tahu tentang pembatalan penggusuran itu. Dan jika kau khawatir dengan tokomu, aku sudah mengirim Joon untuk mengatasi hal itu. Dan dia langsung mematuhinya dengan senang hati.” Kata Siwon.

“Oh, aku yakin dia akan mematuhi perintahmu. Aku tak meragukan hal itu mengingat seminggu belakangan ini dia begitu keras membujukku agar menerima kesepakatan gilamu itu.” ujar Yoona sinis. “Yang tidak aku mengerti kenapa kau begitu menginginkan aku? Kenapa aku?” tambahnya ingin tahu.

Siwon tersenyum santai. “Kenapa tidak bisa denganmu?” tanyanya seraya berdiri dari kursinya hanya untuk duduk di sebelah Yoona. Yoona menjadi agak kikuk dibuatnya sehingga dia bergeser menjauh.

“Sayang, katakan padaku alasan kenapa tidak bisa dirimu?” tanya Siwon lagi. Dia menatap Yoona acuh. Seolah itu hanya tindakan yang tak ada pengaruhnya sama sekali. “Bukankah sudah kukatakan kalau aku membutuhkan seorang istri?! Kau datang di saat yang tepat. Dan aku tidak ingin membuang-buang waktuku untuk mencari wanita lain sementara di depanku saat itu ada wanita cantik yang membuatku sangat tertarik. Lagipula kenapa kita harus membahas ini lagi? Kita sudah sepakat untuk menikah. Kau sudah menandatangani surat perjanjiannya.” ujar Siwon seolah mengingatkan Yoona akan persetujuannya.

Sesaat Yoona terpana lalu dia mengalihkan padangannya sambil mendesah kesal.

“Choi Siwon, apa kau selalu semenyebalkan ini?” Yoona kesal. “Ya, kita memang sudah sepakat untuk itu. Kita akan menikah. Tapi saat ini aku belum jadi istrimu. Dan aku tidak menyepakati waktuku yang kau sita secara sepihak saat ini. Menarikku dan menciumku di depan umum lalu menyeretku ke rumahmu, itu keterlaluan. Sebaiknya aku pulang sebelum aku mati kesal karena bersamamu. Sungguh ironis mengingat aku telah menyetujui untuk menikah denganmu. Tapi sebelum menikah aku akan menggunakan waktuku atas kemauanku sendiri.” Yoona berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah pintu.

“Kau tak bisa pergi seperti ini.” Yoona menghentikan langkahnya. “Kembali kesini dan duduk!” nada itu begitu arogan seakan Siwon sedang memerintah Yoona. Yoona berbalik dan melihat Siwon. Dia hendak meneriakkan kekesalannya. Tapi saat itu Siwon juga sedang menatapnya dengan tatapan yang dingin namun sangat mengintimidasi. Entah mengapa Yoona merasa tatapan itu begitu menusuknya.

Siwon berdiri lalu menghampirinya. Lalu sesaat kemudian pria itu tersenyum.

“Maafkan aku.” ucapnya. “Aku hanya tidak suka kalau kau akan pergi dalam keadaan kesal seperti itu. Aku tidak akan membiarkanmu melangkah dengan kesal seperti saat kau meninggalkan ruanganku di kantor waktu itu.”

Yoona mengernyit sama sekali tidak mengerti dengan pria di depannya itu.

Siwon menggamit tangannya. “Aku akan mengantarmu pulang. Mulai saat ini kau tak boleh pergi kemanapun tanpa aku.”

“Kenapa harus seperti itu?”

“Karena kau calon istriku. Dua minggu sebelum pernikahan kita akan berkencan. Dan satu-satunya kesibukanmu selama dua minggu ini hanyalah bersamaku. Sebelum menikah aku benar-benar ingin mendekatkan diriku padamu.”

“Kau tidak bisa melakukan …”

Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Yoona tanpa peringatan sehingga Yoona terdiam.

“Tak ada protes, Sayang! Jika kau melakukannya maka aku akan menciummu lagi.” ujar Siwon dengan seulas senyum di bibirnya. “Dan aku pasti takkan mudah menghentikan ciumanku seperti tadi. Percaya padaku.”

Yoona mendesah kesal. “Kau ternyata seorang pria mesum, Choi Siwon!”

Lagi-lagi bibir Choi Siwon mendarat di atas bibir Yoona. Namun kali ini tidak berhenti di situ, Siwon bahkan memeluk Yoona dan menariknya agar lebih rapat dengannya dan Yoona tak bisa melepaskan diri meski gadis itu mencoba berontak. Setelah beberapa saat Siwon melepaskan ciumannya dengan seulas senyum. “Aku sudah memperingatimu, sayang!” ujarnya seraya melepaskan pelukannya. Namun meski begitu dia masih cukup waspada sehingga dia bisa menangkap telapak tangan Yoona tak mengenai wajahnya saat gadis itu hendak menamparnya.

“Apa kau masih ingin aku cium lagi?” tantangnya dengan senyum yang seakan meremehkan.

Yoona menggigit bibirnya, marah.

“Ayo, kuantar kau pulang!!!” ujar Siwon lagi lalu menggamit Yoona untuk mengantarnya pulang.

 

Yoona benar-benar tidak menyangka kalau dampak dari pengumuman Siwon di kantornya tempo hari itu akan menjadi seheboh ini. Para wartawan dengan cepat menemukan alamatnya dan seperti yang sudah diperkirakan, mereka benar-benar penasaran akan sosok dan kehidupan calon istri Choi Siwon. Hal itu begitu menyebalkan bagi Yoona karena dia merasa kini seperti selalu diawasi oleh berjuta pasang mata. Meski Choi Siwon mengatakan akan menghabiskan waktu selama dua minggu untuk berkencan dengannya tempo hari, namun rupanya berbagai kesibukan pria itu membuatnya tak bisa bertemu dengan Yoona. Dan hal itu sangat membuat Yoona tenang. Jika bukan Joon atau salah satu anak buahnya yang diperintah untuk mengantarkan berbagai macam barang ke rumahnya, mungkin Yoona sudah mengira kalau Choi Siwon sudah membatalkan rencana pernikahan mereka dan melepaskannya. Namun sayangnya orang-orang suruhan Choi Siwon yang datang hampir setiap hari mempertegas rencana pernikahan itu masih berjalan karena barang-barang yang diantar tak lain adalah barang-barang yang pokok dibutuhkan untuk menyongsong pernikahan. Yoona pun harus mengikuti beberapa kegiatan yang sudah dijadwalkan secara sepihak oleh Choi Siwon untuknya. Dan pria itu hanya mengirimkan sms bahwa Yoona mau tak mau harus melakukannya karena itu semacam aktivitas yang wajib dilakukan oleh calon istri seorang Choi Siwon atau jika harus ditekankan Yoona adalah calon istri dari pengusaha muda tersukses di Korea Selatan.

Yoona benar-benar dibuat kewalahan dengan semua kegiatan yang tak pernah menjadi bagian hidupnya itu. Apalagi sekarang dia juga menjadi pusat perhatian dan seperti target empuk para wartawan yang haus akan perkembangan kisah asmara palsunya dengan pangeran bisnis itu.

“Huft … aku pikir aku sudah tidak sanggup lagi untuk melakukan sesuatu saat ini.” kata Yoona seraya menghempaskan tubuhnya ke salah satu kursi yang ada di coffe shop miliknya itu. Yoona melirik arlojinya sekilas dan waktu sudah menunjukkan pukul 21.20 KST. Dia mendesah kesal. “Aku tak pernah mengira hidupku bisa jadi seburuk ini setelah mengenal pria menyebalkan itu. Entah dosa apa yang sudah aku lakukan di masa lalu sehingga aku harus terlibat dengannya di masa sekarang.” rutuk Yoona kesal.

Shannon menghampirinya dan duduk di depannya.

“Eonni, apa semenjengkelkan itu kegiatanmu akhir-akhir ini?”

“Tentu saja!” jawab Yoona. “Tiap hari aku harus mengikuti kegiatan yang selama ini tidak pernah aku bayangkan akan menjadi bagian rutinitas hidupku. Belajar main golf, kursus bahasa asing, belajar manajemen bisnis, dan lain-lain. Sejak aku diumumkan sebagai calon istrinya, aku sudah dibuat kelimpungan dengan berbagai kegiatan yang tidak aku inginkan sejak hari pertama. Dan sudah lebih dari seminggu aku harus melakukan jadwal kegiatan harian aneh darinya. Ini benar-benar menyebalkan!” Yoona mulai menunjukkan kekesalannya. Tapi sesaat kemudian dia kembali murung. “Dan tinggal beberapa hari lagi … aku benar-benar akan …” Yoona hanya mendesah. Tidak tahu harus mengatakan apa lagi mengenai pernikahannya yang tinggal beberapa hari lagi akan dilaksanakan.

“Eonni, kau seharusnya tidak menerima kesepakatan itu jika kau tidak ingin melakukannya. Kau seharusnya bisa menikah dengan …”

Yoona mendesah lemas, “Aku tidak menyukai ide pernikahan ini,” sela Yoona. Dia ragu ingin mendengarkan kelanjutan dari kalimat Shannon itu. “Tapi aku tidak ingin menyesali keputusanku yang menerima tawarannya. Jika aku menyesalinya itu sama artinya dengan aku menyesali mempertahankan tempat tinggalku. Warisan dan kenangan dari keluargaku.”

Shannon merasa sedikit iba dengan apa yang menimpa Yoona. Yoona sudah lebih dari cukup merasa sedih dan kehilangan dalam hidupnya. Sekarang gadis yang sudah dianggapnya seperti saudara itu akan dihadapkan dengan pernikahan yang tidak diinginkannya. Tapi dia juga tahu dia tidak bisa keberatan dengan keputusan yang diambil Yoona. Apapun hasilnya dia hanya berharap kalau kebahagiaan tetap bisa menghampiri Yoona lagi.

“Eonni, apa kau mau aku buatkan Chocolate Milk Shake kesukaanmu?” tawar Shannon buru-buru mengalihkan pembicaraan. Dia tak ingin membuat Yoona makin lelah.

Yoona tersenyum seraya mengangguk pelan. Shannon pun segera ke balik bar dan membuatkan segelas chocolate milk shake untuk Yoona. Tak lama kemudian bel berdenting tanda pintu coffe shop dibuka.

“Selamat da … tang …!!!” sapa Shannon terbata saat dia melihat siapa yang baru saja masuk itu. Dia tidak menyangka bisa melihat pria itu secara langsung seperti ini. Dia melirik ke arah Yoona yang saat itu masih duduk malas di kursi VIP yang terletak di sudut ruangan sambil memejamkan matanya. Rupanya Yoona belum menyadari siapa yang baru saja masuk ke dalam Coffe shop. Baru saja Shannon ingin membuka suara untuk memberitahukan Yoona tapi tamu itu langsung melarang Shannon dengan memberikan isyarat yang begitu jelas.

“Apa ini untuknya?” tanya tamu itu lirih.

“Eoh? … Ya!” jawab Shannon agak kikuk. Sang tamu tersenyum dan mengambil gelas yang berisi Chocolate Milk Shake kemudian berjalan menghampiri Yoona.

Shannon merasa dia harus memberikan Yoona dan tamunya itu waktu berdua saja. Dia pun berjalan menuju pintu dan membalikkan papan open menjadi close. Kemudian naik ke lantai dua yang memang berfungsi seperti rumah untuk mereka. Meski agak ragu, dia tahu Yoona perlu mendekatkan diri dengan orang itu. Orang yang tak lama lagi akan menjadi pendamping hidup Yoona kelak.

***

Yoona merasa suasana di sekitarnya menjadi aneh. Dia tak mendengar suara-suara atau tanda-tanda kalau di ruangan itu masih ada orang lain selain dirinya padahal beberapa saat lalu dia masih mendengar pintu terbuka dan sapaan Shannon saat menyambut pelanggan. Tapi sekarang malah terasa sepi. Shannon pun belum menghampirinya untuk mengantarkan minuman yang ditawarkannya. Apa dia tertidur? Yoona memang merasa matanya sedikit lelah dan berat tapi dia yakin saat ini dia belum tertidur. Dia juga bisa mencium aroma Chocolate Milk Shake tak jauh darinya. Tapi dia sama sekali tak mendengar tanda-tanda Shannon mengantarkan minuman itu. Apa gadis itu sudah mengantarkan minumannya tanpa Yoona sadari? Mungkin saja karena terlalu kelelahan sampai Yoona merasa seperti ini.

“Apa minumanku belum selesai?” tanya Yoona.

“Chocolate Milk Shake??? … Minuman itu sudah ada di depanmu sejak 5 menit yang lalu.”

Yoona seketika membuka matanya dan terlonjak saat menyadari suara pria yang begitu dekat dengannya menjawab pertanyaannya.

Bibir pria itu melengkung menyunggingkan seulas senyum yang sangat menawan tapi malah membuat Yoona jengkel. Hanya satu pria yang bisa membuatnya kesal meski sedang tersenyum. Pria itu tak lain adalah Choi Siwon. Pria itu duduk di sampingnya dan anehnya Yoona tadi tak sempat merasakan kehadiran Siwon.

“Sejak kapan kau ada di sini?” Tanya Yoona. Dia menyapukan pandangannya ke sekeliling ruangan maupun meja bar tapi tak ada orang selain dia dan  pria itu di situ. Bahkan Shannon pun tak terlihat. “Mana Shannon?”

“Aku tak tahu. Aku hanya melihatnya ketika aku masuk tadi dan mengambil minumanmu.” Jawab Siwon acuh. “Dia mungkin tahu harus memberikan waktu pribadi untuk calon pengantin. Bukankah begitu, sayang?” imbuhnya seraya menggoda Yoona dan dia tahu pasti itu membuat Yoona kesal.

Yoona tertawa mengejek. “Sama sekali tidak lucu!” ketusnya. “Ada perlu apa kau ke sini? Jika bukan sesuatu yang penting, sebaiknya kau pergi. Aku baru saja selesai dengan berbagai kegiatan anehku hari ini dan terlalu lelah hanya untuk berbincang denganmu.” sindirnya.

“Sepertinya aku telah membuatmu agak kesusahan dengan kegiatan-kegiatan itu. Maaf terlalu banyak urusan kantor yang harus aku selesaikan sehingga aku tidak bisa menemanimu.” ujar Siwon. Dia mengambi Chocolate Milk Shake yang ada di meja dan menyedot minuman itu seakan minuman itu miliknya. “Kau ingin minum?” tawarnya kemudian seraya menyodorkan gelas itu ke Yoona.

Yoona mendesah kesal. Dia mengambil gelas itu dan meletakkannya kembali di meja.

“Jadi kau mau apa datang ke sini?” tanyanya masih ketus.

Siwon menatapnya lalu tersenyum, “Tentu saja karena aku ingin melihatmu. Kau terlalu sibuk dengan berbagai kegiatan harianmu sampai kau tak punya waktu untuk sekedar menyapaku lewat SNS. Kau juga sepertinya tidak pernah membaca pesan dan tak pernah menjawab panggilanku. Apa kau tidak penasaran dengan keadaanku?”

“Dan karena siapa aku harus mengikuti kegiatan-kegiatan aneh itu?!” sindir Yoona.

“Yah, tapi setidaknya kau tidak perlu mengabaikan panggilan dan SMS dariku.”

“Itu sangat bertentangan dengan harapanku yang menginginkan kau tak akan muncul di depanku lagi.” Balas Yoona penuh perlawanan.

Siwon tertawa dalam hati. Sejak mengenal Yoona, entah kenapa mereka selalu teribat perdebatan di setiap pertemuan mereka. Tapi dia sangat menyukai hal itu. Yoona semakin membuatnya tertarik. Meski awalnya dia merasa penasaran dengan keterkaitan dirinya dengan gadis itu yang terasa kuat bahkan sebelum mereka bertemu, tapi saat ini dia merasa hal itu sudah tidak penting lagi. Dia sangat menikmati tiap pertemuannya dengan Yoona dan dia merasa keputusannya untuk menikahi gadis itu benar-benar adalah keputusan yang tepat.

Yoona sangat tidak nyaman jika Siwon sudah menatapnya seperti itu. Apalagi keheningan selama beberapa saat menambah kecanggungan diantara mereka.

Yoona berdiri, “Kalau tidak keberatan, aku ingin kau pergi sekarang. Besok aku harus melakukan berbagai macam hal yang menyebalkan lagi. Jadi aku perlu beristirahat agar bisa menyiapkan fisikku untuk besok.” ujarnya tanpa memandang Siwon.

Siwon menghela nafas pendek. “Baiklah. Meski sebenarnya aku belum puas tapi karena mengingat aku juga akan menghabiskan seharian waktuku bersamamu jadi tidak masalah jika aku harus pulang sekarang.” kata Siwon seraya berdiri dan kemudian berjalan menuju pintu.

“Tunggu dulu!” cegah Yoona sesaat sebelum Siwon membuka pintu sehingga Siwon pun berhenti. Yoona segera menghampirinya. “Apa maksudmu kau akan seharian menghabiskan waktu bersamaku besok?” tanya Yoona ingin tahu.

Siwon tersenyum. Dia menarik Yoona ke dalam pelukannya dengan gerakan yang mantap dan mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona sehingga hanya tersisa jarak beberapa inchi saja.

“Apa kau lupa?! Besok adalah saatnya kita melakukan fitting baju pengantin. Mungkin hanya butuh waktu satu jam, tapi kau tidak berpikir aku akan menyia-nyiakan kebersamaanku denganmu, bukan?!” suara Siwon sebenarnya tidak terdengar parau atau lirih, bahkan terdengar berat dan maskulin. Tapi entah kenapa suara dan pemiliknya itu sanggup membuat Yoona meremang seakan pria itu memiliki kekuatan magis yang bisa memberikan sensasi penuh godaan pada Yoona.

Yoona segera bergerak melepaskan diri. “Kau tidak perlu memelukku hanya untuk mengatakan hal itu.” protes Yoona tapi dia tidak berani menatap mata Siwon langsung. Dan Siwon senang melihat kecanggungan dari sikap Yoona itu.

“Sampai jumpa besok!” ucap Siwon dan sedetik kemudian sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Yoona. Siwon segera keluar sebelum Yoona sempat melakukan aksi protesnya. Dan Siwon masuk ke mobilnya sambil tertawa. Meninggalkan Yoona yang menggigit bibirnya menahan kekesalannya.

“Ini benar-benar sangat menyenangkan, Joon!” ungkapnya masih dengan tawa yang menghiasi wajahnya saat mobilnya melaju di jalanan kota Seoul.

Joon tersenyum. Tapi kepalan tangannya yang sedang memegang setir mengeras penuh amarah.

***

Gaun pengantin putih dengan hiasan payet berwarna pink menjuntai dengan indah di tubuh mungil Yoona.  Rambutnya yang panjang ditata dan dijepit dengan jepitan berwarna putih Kristal di bagian tengah belakang rambutnya. Yoona terpana dengan pantulan wujudnya sendiri di cermin. Dia merasa seperti seorang putri di sebuah negeri dongeng. Hal ini bagaikan mimpi baginya. Dia tak pernah menyangka bisa terlihat cantik saat mengenakan gaun pengantin.

“Wah, Kau benar-benar sangat cantik. Gaun ini terlihat sangat anggun dan pas di tubuhmu.” puji seorang pria di belakangnya. Yoona membalikkan badannya dan melihat Choi Woo Hyuk sedang berdiri menatapnya dengan rasa kagum.

“Hai calon adik ipar. Lama tidak bertemu.” sapanya. Pria itu tampak tampan dengan mengenakan setelan tuxedo berwarna abu-abu. Senyumnya yang cerah terlihat sangat ramah dan menawan.

“Ahh, Woo Hyuk-ssi. Sedang apa di sini?” tanya Yoona senang karena bisa menemukan teman yang bisa diajak bicara.

“Aku sedang mencari setelan yang pas untuk aku kenakan di acara pernikahanmu, nanti.” jawabnya sambil tersenyum.

“Ahhh …” Yoona mengangguk lemas setiap kali ada orang yang mengingatkannya tentang pernikahan yang tinggal beberapa hari lagi.

“Tampaknya kau tidak begitu senang. Apa ada masalah?”

Yoona buru-buru menggeleng dan tertawa kikuk. “Tidak. Sama sekali tidak ada masalah … aku mungkin hanya terkena sindrom pra-nikah saja.”

Woo Hyuk ikut tertawa, “Aku tak benar-benar menyangka sindrom itu benar-benar ada. Oh ya, mana calon suamimu?” tanya Woo Hyuk kemudian karena sejak tadi dia tidak melihat tanda-tanda kehadiran Siwon.

Yoona mengangkat bahunya petanda dia tidak tahu. “Dia tidak mengatakan apapun untuk menjelaskan ketidakhadirannya di sini. Dia hanya mengirimkan mobil untuk menjemputku. Dan aku pikir itu lebih baik. Dia pria yang kurang menyenangkan dan aku selalu berusaha terhindar darinya. Entah bagaimana aku bisa menghabiskan waktu bersamanya nanti.” ujar Yoona sedikit murung.

“Kenapa aku merasa mendapat kesan kau seperti dipaksa untuk menikah dengannya?”

“Eoh?!” Yoona sedikit terpana. Pertanyaan Woo Hyuk itu terasa punya unsur jebakan yang berbahaya meski Woo Hyuk tetap tersenyum seolah pertanyaannya tadi hanya sebuah candaan saja. Yoona buru-buru menggeleng. “Ach, tidak seperti itu. Tak ada yang bisa memaksaku. Aku memutuskan menikah dengannya atas keinginanku sendiri. Tidak ada yang memaksaku. Aku hanya …”

“Aku paham. Kau tidak perlu menjelaskannya padaku.” sela Woo Hyuk. Dia lalu kembali menatap Yoona sehingga membuat Yoona sedikit kikuk.

“A … ada apa? Kenapa kau memandangku seperti itu?” tanya Yoona.

“Ahh, maaf. Aku hanya terpesona melihatmu memakai gaun ini. Kau benar-benar akan menjadi pengantin yang sangat cantik.” kata Woo Hyuk membuat Yoona sedikit tersipu.

Yoona berdehem, “Hmm, apa kau tidak keberatan mengambil gambarku memakai gaun ini? Aku merasa aku perlu mengabadikan momen ini jika kau …”

“Tentu saja, dengan senang hati.” jawab Woo Hyuk dengan senang hati.

Yoona tersenyum kemudian mengambil tasnya yang ada di meja tamu di depannya. Lalu mengeluarkan ponselnya dan menyerahkannya pada Woo Hyuk.

“Apa sebaiknya kita juga mengambil foto bersama?!” saran Woo Hyuk setelah dia memotret Yoona dalam beberapa pose. Pada saat yang sama seorang wanita yang merupakan salah satu karyawan butik masuk ke dalam ruangan sambil membawa beberapa album foto sampel rancangan butik itu.

“Bisakah Anda mengabadikan beberapa gambar kami?” Woo Hyuk meminta bantuan wanita itu. Wanita itu mengangguk dan Woo Hyuk memberikan ponsel Yoona padanya sekaligus ponselnya. “Tolong diambil dari dua ponsel ini.” Tambahnya sebelum dia menghampiri Yoona yang berdiri kebingungan.

“Woo Hyuk-ssi …”

Woo Hyuk merangkul pinggang Yoona dengan gerakan yang cepat sebelum Yona menyelesaikan kalimatnya. “Aku hanya ingin punya sebuah foto bersama calon pengantin wanita yang cantik.” ujarnya seraya mengedipkan sebelah matanya pada Yoona. Lalu dengan isyaratnya, karyawan itu pun mengabadikan beberapa pose mereka.

“Apa yang sedang kalian lakukan?” hardik sebuah suara tak jauh dari mereka. Di pintu masuk ruangan itu Siwon tengah berdiri sambil menatap dingin ke arah Yoona dan Woo Hyuk. Yoona segera melepaskan diri dari rangkulan Woo Hyuk.

Woo Hyuk dengan sikap santainya tersenyum menghampiri karyawan butik dan mengambil ponselnya juga mengucapkan terima kasih sebelum wanita itu undur diri meninggalkan ruangan itu.

“Aku bertanya apa yang baru saja kalian lakukan?” Siwon mengulangi pertanyaannya karena belum ada yang menjawabnya.

“Ahh,… calon istrimu terlihat sangat cantik dan aku tak bisa menahan diri untuk bisa mengambil gambar bersamanya.” Jawab Woo Hyuk. “Mian.” ungkapnya santai. Dia lalu berjalan hendak keluar ruangan.

“Aku berharap lain kali kau bisa menjauhkan tanganmu darinya. Aku sangat tidak suka jika milikku disentuh orang lain.” kata Siwon dingin saat dia dan Woo Hyuk bersisian.

Woo Hyuk menatapnya lalu kemudian tersenyum, “Maafkan aku, sepupu. Aku dan Yoona berteman jadi tak ada salahnya jika aku punya beberapa foto dengannya saat dia memakai gaun pengantin sebelum dia menikah. Lagipula aku pikir dia belum menjadi milikmu.”

“Aku tidak tahu sejak kapan dan bagaimana kau bisa jadi temannya. Tapi dia adalah calon istriku dan itu sama saja dia adalah milikku. Jadi jaga sikapmu dan menjauh darinya jika kau tidak ingin aku mempersingkat hidupmu, Sepupu.” ujar Siwon dengan nada mengancam. Tatapan matanya yang sinis seakan siap menyiratkan dia bisa membunuh Woo Hyuk saat itu juga. Woo Hyuk bisa merasakan kemarahan dari tatapan Siwon itu. Lalu sesaat kemudian Siwon tersenyum, namun senyuman itu punya makna yang menakutkan bagi Woo Hyuk. “Aku hanya bercanda. Aku hanya ingin kau bisa menjaga tanganmu lain kali dari calon istri sepupumu, ok!” Woo Hyuk hanya bisa tersenyum kaku mendengar kalimat Siwon itu sebelum dia akhirnya pergi menjauh dari bahaya yang dia sangat yakin tersirat dari perkataan Siwon padanya.

Setelah Woo Hyuk meninggalkan ruangan, Siwon segera berjalan menghampiri Yoona dengan langkah yang tegas. Tatapannya masih sedingin es dan setajam pisau yang baru diasah tepat diarahkan pada Yoona yang masih berdiri di tempatnya tadi.

Siwon berhenti tepat di depan Yoona. Kemudian menutup tirai ruang ganti itu dengan rapat. Tapi dia masih belum berkata apapun pada Yoona.

Yoona merasa ada yang aneh dengan tatapan Siwon kali itu padanya. Pria itu menatapnya dari wajahnya hingga kakinya dengan gerakan lambat dan kemudian melakukan hal yang berlawanan seakan menilai penampilan Yoona setiap inchinya selama beberapa saat. Mungkin Siwon tengah salah paham atas apa yang dilihatnya tadi sehingga Yoona merasa perlu menjelaskannya.

“Ini tak seperti yang kau duga. Aku dan Woo Hyuk-ssi hanya …”

KRAAAAKKKK …. !!!!!

Yoona tersentak tak bisa melanjutkan kalimatnya. Mulutnya menganga, matanya membelalak tak percaya dengan apa yang baru saja dilakukan Siwon. Suara sobekan panjang menelan kalimatnya dan menggantikannya dengan keterkejutan.

Belum pulih dari keterkejutannya, Yoona langsung ditarik dengan kuat hingga bersandar di dinding bilik dengan posisi tubuh Siwon yang menghimpitnya dan kedua tangannya terlentang dikunci dengan kuat oleh pegangan tangan Siwon di setiap sisinya.

“Choi Siwon, apa yang hendak kau lakukan?” tanya Yoona marah. Tapi kemarahan Siwon melebihi itu. Bahkan di matanya terlihat pekat seperti telah dirasuki oeh sesuatu yang buruk. Tanpa peringatan Siwon langsung membungkam mulut Yoona dengan mulutnya. Siwon mencoba mengecap setiap sudut bibir Yoona dengan liar. Berbeda dengan ciuman-ciumannya yang sebelumnya, ciuman kali ini terkesan sangat kasar. Dia bahkan menggigit bibir bawah Yoona hingga terbuka agar bisa menyelipkan lidahnya ke dalam mulut Yoona. Mengulum, mengait dan menjelajahi seluruh sisi mulut Yoona dengan sangat liar dan keras.

Yoona berusaha berontak tapi Siwon terlalu kuat. Saat bibir Siwon melepaskan bibirnya, Yoona mengira Siwon telah mengakihiri ciumannya tapi ternyata ciuman itu malah beralih ke lekukan lehernya lalu makin lama semakin menurun hingga ke atas dadanya.

“Yakkk, lepaskan aku! Aku mohon lepaskan aku … !!!” pinta Yoona nyaris menangis. Tapi Siwon tak mengindahkannya. Dia malah kembali mengulum bibir Yoona. Yoona terasa terhimpit. Dia harus melakukan sesuatu untuk menghentikan tindakan Siwon saat ini.

“Accghhh … !!!” ringis Siwon sambil menyentuh bibir bawahnya yang tampak berdarah. Rupanya Yoona menggigit bibir Siwon sebagai upaya untuk melepaskan diri.

Yoona mengangkat tangannya hendak menampar Siwon, namun Siwon mampu menangkap tangannya sebelum mendarat di pipi pria itu. Amarah begitu merasuk ke dalam tubuh Yoona. Rasanya dia ingin membunuh pria di hadapannya saat itu juga. Yoona merasa Siwon seperti baru saja menyiramkan air es ke tubuhnya yang tadi hampir ditelanjangi. Tidak. Siwon memang sudah melecehkannya dengan menyobek gaun pengantin itu dari bagian tali tangannya hingga bagian dadanya. Payudara Yoona bisa terlihat jika saat ini dia tidak menahan gaun itu di atas dadanya.

Bibir Siwon melengkung dan menampakkan senyum terasa sangat menyeramkan yang pernah Yoona lihat sepanjang hidupnya. Senyuman yang juga terkesan melecehkan disaat yang bersamaan.

“Kau benar-benar pria brengsek, Choi Siwon.” Kata Yoona marah. “Apa yang kau pikir sedang kau lakukan?” tanyanya setengah berteriak.

Siwon dengan jelas bisa melihat kemarahan di wajah Yoona. Tapi dia hanya terkekeh pelan.

“Kau tidak perlu berteriak seperti itu, Sayang! Aku hanya ingin mencoba mencicipi apa yang menjadi milikku. Aku tak menyangka dia begitu buas padahal aku baru saja melihat kejinakannya pada orang lain.” ujarnya masih dengan raut wajah yang merendahkan.

Mwo?” Yoona mendesah kesal, “Kau pikir kau siapa berkata searogan itu? Aku bukan barang dan aku bukan milikmu.  Aku juga bukan wanita yang bisa kau perlakukan seperti hewan. Jika kau pernah melakukan hal seperti itu dengan wanita lain bukan berarti kau bisa melakukannya padaku.”

Siwon merasa kesal mendengar perkataan Yoona itu. Dia menyentuh gaun yang dikenakan Yoona dan menariknya dengan sekali hentakan sehingga sobekan di gaun itu bertambah di sisi lainnya.

“Yakkk, Choi Siwon … !!!” jerit Yoona. Dia segera mengumpulkan bagian bawah gaun dan mencoba menutupi bagian atas tubuhnya yang terbuka. Dia menatap Siwon marah. Apa yang dilakukan Siwon benar-benar sudah keterlaluan. “Kau …”

“Jangan memprovokasiku, Sayang!” sela Siwon sebelum Yoona mengatakan apapun. “Aku bisa menelanjangimu di sini jika aku mau. Meski kau berteriak dengan keras takkan ada yang datang mengganggu privasi kita karena mereka tahu kau bersamaku. Meski kau baru akan resmi menjadi istriku 5 hari lagi, tapi sejak aku mengumumkan dirimu sebagai calon istriku kau sudah menjadi milikku. Tak ada pria yang bisa menyentuhmu selain aku. Tak ada yang lebih berhak.” Ujarnya.

“Jika aku melihatmu disentuh oleh pria lain lagi, maka aku tidak akan segan-segan mematahkan tangannya bahkan membunuhnya saat itu juga di depanmu. Karena aku … aku sangat tidak suka jika milikku disentuh oleh orang lain.” tambahnya mengancam. Matanya menatap tajam langsung ke mata Yoona sarat akan adanya bahaya. Jika iblis benar-benar ada, maka Siwon mungkin merupakan penjelmaan dari iblis.

Michinnom.” maki Yoona. Siwon hanya tersenyum seraya melepaskan jasnya dan memakaikannya pada tubuh Yoona.

“Aku hanya ingin menunjukkan kepemilikanku atas dirimu, Sayang. Dan kau … kau takkan bisa melarikan diri dariku.” Kata Siwon lirih. Dia lalu membuka tirai lalu mengambil ponsel Yoona yang terletak di atas meja.

“Sialan!” ujarnya marah saat melihat foto-foto Yoona dan Woo Hyuk tadi. Dia menghapus foto-foto itu dari ponsel Yoona termasuk foto Yoona yang berpose sendiri tadi. “Jika kau ingin difoto mengenakan gaun pengantin maka itu haruslah denganku. Aku tak suka jika ada pria lain yang sudah melihat apalagi menyentuhnya sebelum aku.” ujar Siwon kesal pada Yoona yang masih berdiri mematung di tempatnya.

“Aku terlambat bukan berarti aku menginginkannya dan kau seharusnya bisa menjaga dirimu seperti kau selalu waspada terhadapku.” kata Siwon benar-benar kesal. Dia meletakkan ponsel Yoona kembali ke meja. Saat itu Jessica Jung yang merupakan desainer sekaligus pemilik butik itu memasuki ruangan dan menahan suara terkejutnya saat melihat Yoona yang masih mengenakan gaunnya sambil  mencoba menutupi beberapa bagian atas tubuhnya dengan jas milik Siwon tanpa membiarkan gaun itu merosot.

What the hell is it? What happen, Choi Siwon?” tanyanya ingin tahu.

Siwon menoleh dan tersenyum manis, “Ohh Sica, I’m Sorry. Dia terlalu menggairahkan saat mengenakan gaun itu. Aku tidak bisa menahan diriku.” ucapnya tanpa merasa bersalah. “Bisakah kau membawakan gaun yang lain yang tak kalah cantiknya dengan gaun yang tadi? Kami belum sempat mengambil foto bersama sebelum aku menyerangnya tadi.” tambahnya seolah itu hanya merupakan hal yang biasa terjadi.

Yoona mendesah kesal, “Benar-benar pria tak tahu malu.” batinnya.

Jessica mengangguk.  “Sure. Tapi kau jangan sampai merusaknya lagi. Kau tidak tahu aku sangat bekerja keras untuk menyelesaikan setiap rancanganku. Jadi aku tidak suka jika dirusak apapun alasannya. Mengingat persahabatan kita, aku hanya akan memaafkanmu sekali ini Siwon.”

Siwon mengangguk. “Arasseo. Aku tidak akan melakukannya lagi.” kata Siwon sambil memasang senyum terbaiknya untuk menenangkan sahabat wanitanya itu.

Yoona tidak tahu seperti apa kedekatan diantara Siwon dan Jessica, tapi dia bisa memastikan kalau wanita cantik itu tidak pernah menolak permintaan Siwon. Bahkan ancamannya tadi hanya terdengar seperti gurauan.

“Jessica akan membantumu untuk mendandanimu lagi. Aku akan kembali saat kau sudah siap untuk berfoto bersama.” ujar Siwon seraya berjalan meninggalkan ruangan tanpa menoleh ke arah Yoona.

Yoona melihat pantulan dirinya di cermin. Dia benar-benar tampak sangat menyedihkan. Rambut dan dandanannya sudah berantakan. Bahkan ada beberapa tanda merah di leher dan dadanya yang membuktikan ciuman Siwon yang keras dan liar baru ada di situ. Dia tampak seperti baru saja diperkosa meski kenyataannya tidak seperti itu. Air mata jatuh mengalir dari pelupuk matanya. Tangannya mengepal dengan keras di kedua sisi menahan amarah.

~~~

Siwon meninju setir mobilnya dengan keras. Tapi dia tidak bisa merasakan sakitnya meski saat itu tangannya sudah memerah. Dia benar-benar marah. Dia bahkan bisa membunuh seseorang saat ini juga.

Dia sengaja menyetir mobil sendiri untuk menemui Yoona karena dia ingin punya waktu berdua saja dengan Yoona untuk berkencan hari ini. Dia begitu bersemangat membayangkan betapa menyenangkannya bisa menghabiskan waktu bersama wanita yang sudah menghantui hari-harinya belakangan ini. Tapi dia tak menyangka jika rapat hari ini bisa memakan waktu yang cukup lama dari perhitungannya sehingga membuatnya terlambat untuk menemui Yoona dan malah membuat keadaan jadi buruk seperti ini.

“Tunggu dulu … Ada apa ini? Apa yang terjadi denganku? Kenapa aku merasa aneh seperti ini? … Apa aku sedang cemburu? …. Tidak … Tidak mungkin … Tapi kenapa aku …?”

Batin Siwon berkecamuk tak karuan akan perasaannya. Dia menggeleng mencoba mengenyahkan pikiran tak masuk akal itu. Tapi di satu sisi dia merasa kalau dia benar-benar menyukai Yoona. Dia tidak mungkin akan merasa semarah dan segeram ini jika dia tidak punya perasaan apapun pada Yoona. Dia tidak percaya dirinya begitu mudah merasakan hal seperti ini pada Yoona sedangkan sebelumnya dia tidak pernah mencoba benar-benar terlibat dengan seorang wanita. Meski selama ini dia mencoba menutup diri dari publik tentang statusnya sebagai pengusaha muda tersukses dan selalu menghalau artikel mengenai wujudnya di media, tapi dia bisa mendapatkan teman kencan yang cantik dengan begitu mudah. Tak sulit baginya untuk mendapatkan itu. Bahkan dirinyalah yang didekati. Dan dari semua teman kencannya, dia tidak pernah sekalipun membuat emosinya dan perasaannya terlibat.

Namun kenapa berbeda halnya dengan Yoona? Dia tidak begitu mengenal gadis itu. Sebelum bertemu dengan Yoona dia memang beberapa kali seolah melihat gadis itu dalam mimpinya. Jantungnya terasa melebar tiap kali gadis itu hadir dalam bayangannya. Saat pertemuan mereka yang pertama Siwon juga merasakannya. Sepertinya Yoona benar-benar punya kaitan yang erat dengan sang pemilik jantung sebelumnya yang kini ada di tubuhnya. Karena rasa penasarannya itu Siwon ingin mendekatkan diri dengan Yoona. Beruntung saat itu dia juga tengah dilanda dilema karena didesak oleh para pemegang saham untuk menikah sehingga dia menjebak Yoona agar menerima kesepakatannya. Tapi sekarang rasanya berbeda. Dia sama sekali sudah tidak perduli dan sudah tak ingin tahu apa Yoona memang punya hubungan dengan jantungnya. Perasaan yang saat ini timbul rasanya lebih kuat dari itu dan dari dalam dirinya sendiri. Dia benar-benar menginginkan gadis itu. Logika, emosi, hatinya dan seluruh indera dalam dirinya menginginkan Yoona.

Woo Hyuk … Siwon bertanya-tanya keberadaan pria itu yang tidak hadir saat rapat tadi. Ternyata dia mendapati pria itu sedang memeluk Yoona dengan mesra di depan matanya.

BUKKKKK … !!!

Sekali lagi Siwon meninju setir mobilnya. “Sial … !!!” rutuknya kesal. “Woo Hyuk … Sebenarnya apa yang sedang dia rencanakan?” batinnya geram.

***

Yoona memandang ke luar dari balik jendela kamar hotel yang ditempatinya. Di luar sedang hujan deras. Hanya tampak gemerlapan lampu yang menghiasi kota Seoul. Langit malam yang tampak gelap tanpa bintang dan petir yang bergemuruh beberapa kali bahkan tidak berpengaruh terhadap kota yang sibuk itu. Namun saat ini Yoona malah merasa kesepian.

Yoona menghembuskan nafas berat namun hal itu seperti tak menghilangkan beban yang berat darinya. Dia tak pernah berpikir hari begitu cepat berlalu dan tak pernah membayangkan hari seperti ini bisa datang dengan cepat dalam hidupnya. Dia tersenyum kecut, mengejek hidupnya yang seakan dipermainkan. Tapi oleh apa dan siapa dia pun tak tahu. Dia hanya merasa mungkin dia bukanlah orang yang beruntung.

Suara ketukan di pintu beberapa kali mengalihkan perhatiannya.

“Masuk!” katanya tanpa perlu menanyakan siapa gerangan yang mengetuk pintu. Dia menoleh saat pintu terbuka dan melihat Shannon juga Lee Joon masuk ke dalam President Suite room itu.

“Ahh, kalian … !!!” sapanya sambil tersenyum. “Apa sudah selesai?” tanyanya yang dijawab dengan anggukan Shannon.

“Para tamu yang lain sudah pulang. Mereka semua menanyakanmu.” jawabnya. “Eonni, apa kau baik-baik saja?” tanya Shannon agak cemas karena melihat raut wajah Yoona yang sedikit pucat.

Yoona mengangguk pelan, “Aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit kelelahan karena acara hari ini. Apa kau juga akan pulang?”

“Eo. Joon Oppa akan mengantarku pulang.” jawab Shannon seraya mengangguk.

“Kalau begitu hati-hati di jalan. Aku berharap aku bisa ikut denganmu sekarang. Tapi sepertinya aku harus tinggal lebih lama. Kau tidak apa-apa kan sendirian di rumah? Aku berjanji akan cepat menyusul pulang.” tanyanya justru lebih mengkhawatirkan Shannon yang merupakan teman serumahnya. “Jika kau takut, aku akan ikut bersamamu.” tawarnya kemudian.

Shannon menggeleng, “Kau tidak boleh melakukan itu, Eonni. Kau harus menginap di sini bersama suamimu. Ini malam pengantinmu. Jadi kau tidak bisa meninggalkan suamimu hanya untuk menemaniku tidur di rumah.” kata Shannon mengingatkan Yoona akan statusnya saat ini. Statusnya yang bukan seorang gadis lajang lagi melainkan seorang wanita yang sudah bersuami. Yoona berubah semakin muram mengingat hal itu.

“Shannon benar, Yoong. Kau harus tetap di sini. Suamimu pasti akan marah jika istrinya malah memilih untuk pulang ke rumah bersama teman-temannya di malam pengantin kalian.” Joon ikut menimpali.

“Kalian tahu pernikahan ini hanya …”

“Beristirahatlah, Yoong. Wajahmu terihat sedikit pucat!” sela Joon. “Kau tidak perlu khawatir. Malam ini aku akan menginap di rumahmu untuk menemani Shannon.” ujar Joon mencoba meyakinkan Yoona agar tidak perlu cemas.

“Tapi aku …”

“Eonni, aku pulang dulu.” kata Shannon memotong kalimat Yoona. Dia lalu memeluk Yoona selama beberapa saat. “Selamat atas pernikahanmu, Eonni. Maaf aku baru bisa mengucapkannya sekarang. Aku benar-benar mendo’akan yang terbaik untukmu.” ucap Shannon lirih. Dia melepaskan pelukannya dan segera memberi isyarat pada Joon untuk keluar.

“Aku akan meminta suamimu untuk segera menemuimu.” kata Joon sebelum dia dan Shannon pergi meninggalkan Yoona dengan kesan agak terburu-buru.

Yoona menghempaskan tubuhnya ke sofa panjang yang ada di ruangan itu. Kenyataan dia memang harus menginap di kamar ini sedikit membuatnya gelisah. Kamar yang telah di sediakan dan dihias dengan indah untuk malam pengantinnya.

Ya … Dia telah menikah. Saat ini atau lebih tepatnya sejak beberapa jam yang lalu dia sudah resmi menyandang status sebagai seorang istri dari Choi Siwon. Hari berjalan dengan sangat cepat dan dia benar-benar telah melakukan sumpah setia pernikahan bersama Choi Siwon siang tadi.

Yoona tadinya mengira Choi Siwon akan membatalkan pernikahan mereka. Sejak insiden di butik hari itu, Choi Siwon tak pernah datang menemuinya dan menghubunginya. Pria itu juga tidak mengutus orang-orangnya untuk menjemput Yoona agar mengikuti kegiatan-kegiatan dalam jadwalnya lagi. Tak ada kiriman barang atau apapun yang menandakan pria itu masih ingin berhubungan dengannya. Yoona pun tak mencoba untuk menghubunginya. Bagi Yoona itu mungkin adalah sesuatu yang baik karena dia tidak perlu bersama dengan pria yang telah melecehkannya itu. Tapi pagi tadi Joon menjemputnya dan membawanya langsung ke gereja di mana sudah banyak orang yang tengah menunggu untuk menyaksikan pemberkatan pernikahannya bersama Choi Siwon. Yoona tak menduga ternyata Siwon masih tetap pada keinginannya untuk menikahinya. Pria itu bahkan langsung mendaftarkan pernikahan mereka di catatan sipil dan Yoona pun harus menyandang nama belakang pria itu di namanya. Tapi sikap Siwon padanya terasa begitu dingin. Pria itu tidak bicara padanya. Bahkan setelah mereka tiba di hotel sebelum resepsi dimulai dia tidak pernah menghampiri Yoona. Saat resepsi berlangsung Siwon memang selalu berada di sampingnya tapi pria itu tak mengatakan sepatah kata apapun padanya. Raut wajahnya tampak keras sepanjang waktu terutama saat Woo Hyuk tadi menghampiri mereka untuk memberi ucapan selamat.

Yoona mendesah putus asa. Dia bertanya-tanya apa yang harus dia lakukan untuk menghadapi pria itu sepanjang sisa hidupnya.

***

“Oppa, apa kau pikir Eonni akan baik-baik saja?” tanya Shannon pada Joon memecah kesunyian dalam perjalanan pulang.

“Kenapa kau bertanya seperti itu? Bukankah dia mengatakan kalau dia hanya kelelahan saja? Dia pasti …” Joon balik bertanya.

“Bukan itu maksudku.” Shannon menyela. “Hmm … Eonni,… apa kau pikir dia akan baik-baik saja menikah dengan orang yang tidak dia cintai?” tanya Shannon lagi lebih menjelaskan maksudnya.

Joon diam. Dia juga tidak tahu apa Yoona baik-baik saja mengenai hal itu. Yoona menikah dengan Siwon tanpa cinta. Kalaupun Yoona menyukai Siwon, Joon tidak yakin dengan Siwon. Pria itu memang mempesona namun berbahaya di saat yang bersamaan. Selama ini Joon juga tahu reputasi Siwon yang terkenal suka membuat para gadis patah hati setelah puas bersenang-senang dengan mereka. Siwon juga seorang pria yang kejam dan arogan. Dia bisa melakukan hal yang licik untuk mencapai keinginannya. Lebih dari setahun bekerja sebagai asisten Choi Siwon membuat Joon cukup mengenal watak dan pribadi pria itu. Dan kini Yoona harus hidup bersama pria itu.

Tiba-tiba Joon merasa bersalah pada Yoona. Dia tidak pernah menyangka Siwon akan sangat tertarik pada Yoona sehingga bisa berpikir untuk menawarkan kesepakatan pernikahan. Dia bahkan ikut membujuk Yoona agar menerima tawaran itu meski sebenarnya dia bisa saja untuk lebih meyakinkan Siwon agar mencari wanita lain selain Yoona. Tapi dia mempunyai tujuan yang lebih penting dari itu dan melihat ketertarikan Siwon pada Yoona membuat sedikit keuntungan pada rencananya. Dia merasa bersalah karena dia akan terkesan memanfaatkan Yoona dalam mencapai tujuannya. Tapi dia sangat memerlukan Yoona untuk bisa lebih dekat lagi dengan Siwon dan bisa menguak semuanya. Dia hanya akan membayarnya nanti jika semuanya sudah selesai.

“Oppa … Joon Oppa … !!!” Shannon mencoba menarik perhatiannya kembali.

“Kenapa?” tanyanya seraya tetap fokus menyetir.

“Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku? Apa ada hal lain yang kau pikirkan?” tanya Shannon ingin tahu.

Joon menggeleng, “Tidak ada. Aku sedang tidak memikirkan apa-apa.”

Shannon mengernyit. Dia jelas melihat jika ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiran Joon saat itu. Joon terlihat sangat serius tadi. “Lalu kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?”

Joon bergumam. Dia menatap Shannon sekilas sambil memasang senyum untuk meyakinkan Shannon. “Karena pertanyaanmu memang tidak perlu dijawab.” ujarnya. “Kau tidak perlu khawatir, My Dear. Yoona pasti akan baik-baik saja. Dia bukan wanita yang lemah.”

Shannon mendesah. Sepertinya Joon sedang tidak ingin membahas apapun dengannya. Dia mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Hujan masih tampak mengguyur meski sudah tak sederas tadi sembari dalam hati berharap Yoona akan baik-baik saja. Dia sudah menganggap Yoona seperti kakaknya sendiri dan dia benar-benar tidak menginginkan sesuatu yang buruk akan menimpa hidup Yoona lagi.

Joon melirik Shannon sepintas. Dia tahu Shannon mencemaskan Yoona dan Joon juga merasa bersalah untuk itu.

“Maafkan aku, Yoong. Aku benar-benar minta maaf.” batinnya.

***

Siwon mendapati Yoona sedang berbaring di sofa saat dia masuk ke dalam kamar. Namun Siwon tak memperdulikannya dan berjalan masuk ke dalam bilik tidur tanpa menoleh ke arah Yoona yang menyusulnya.

“Apa semua sudah pergi?” tanya Yoona di belakangnya.

“Hmm!!!” Siwon hanya menjawab dengan gumaman singkat. “Kenapa kau tidak mengganti gaunmu?” tanyanya melihat Yoona yang masih mengenakan gaun pestanya. Dia ternyata tak bisa benar-benar mengabaikan Yoona.

“Aku tidak menemukan sesuatu yang bisa aku pakai untuk mengganti gaun ini. Jadi aku menunggumu untuk mengantarku pulang.”

“Tidak perlu. Aku akan menyuruh anak buahku untuk mengantarkan beberapa potong pakaian untukmu. Malam ini kita akan menginap di sini. Kita akan pulang ke rumah besok pagi setelah sarapan.” Jawab Siwon acuh. Dia berjalan menuju ke lemari dan mengambil sebuah jubah mandi yang ada di situ.

“Hmm, aku rasa kau sedikit salah paham. Aku hanya memintamu untuk mengantarku pulang tapi aku seolah mendapat kesan kalau kau akan tinggal denganku? Kau tahu kan itu tidak mungkin. Aku tinggal bersama Shannon dan kami hanya punya dua kamar tidur.”

Siwon mengangkat sebelah alisnya seraya menatap Yoona.

“Ohh, aku pikir kau yang sedang salah paham, Sayang. Kau tidak lupa kan kalau saat ini kau sudah menikah? Mana mungkin kau masih berpikir untuk tinggal di rumahmu dan terpisah dariku. Itu tidak akan terjadi.” ujar Siwon. “Lagipula aku sudah menyuruh orang untuk memindahkan semua barang-barangmu ke rumahku sehingga kau tidak perlu lagi ke sana. Yang berarti rumahmu saat ini adalah rumahku. Bukan tempat lain.”

“Apa? Kenapa kau melakukan itu? Aku tidak pernah setuju untuk tinggal bersamamu.” balas Yoona. “Aku memutuskan untuk menikah denganmu karena ingin mempertahankan rumahku. Jadi itu sama artinya aku tidak ingin tinggal selain di sana.” Yoona berkata dengan sengit.

Siwon terkekeh pelan, “Kau benar-benar lucu.” ujarnya. “Saat ini kau sudah menjadi seorang wanita yang bersuami. Setelah menikah sebagai seorang istri kau harus ikut tinggal bersama dengan suamimu dalam keadaan apapun di rumahnya. Apa kau tidak tahu beberapa hal dasar kewajiban dari seorang istri?”

“Pernikahan kita bukan pernikahan yang seperti itu. Kita menikah karena …”

“Jangan mengeluh soal pernikahan kita!” hardik Siwon agak keras membuat Yoona sedikit tersentak. “Bagiku pernikahan tetap saja pernikahan apapun awalnya. Dan aku tidak berniat untuk membuat pernikahan ini hanya sekedar kesepakatan saja.”

Yoona menatapnya tak percaya. Dia bersumpah bisa melihat kilatan amarah yang dilihatnya tempo hari saat di butik dari mata Siwon.

Siwon menyentuh keningnya sepintas mencoba meredakan emosinya yang mulai terpancing. Yoona memang selalu bisa mengacaukan emosinya setiap mereka berhadapan.

“Ahh… Aku benar-benar sedang tidak ingin bertengkar denganmu saat ini.” gumamnya. Dia menghembuskan nafas panjang dan menatap Yoona mantap. “Kau tidak akan pulang kemanapun kecuali ke rumahku. Rumahku saat ini menjadi rumah kita. Aku tidak menginginkan tinggal terpisah dari istriku dan sebagai istriku, kau akan selalu berada di sisiku. Aku pastikan padamu takkan pernah ada perpisahan apalagi perceraian di pernikahan kita. Malam ini kita menginap di sini.” ujar Siwon beruntun dengan nada yang sangat tegas. Dia lalu masuk ke kamar mandi tanpa ingin memperpanjang debat diantara mereka.

Siwon meletakkan jubah mandi dan handuk di sampiran yang terletak di samping pintu. Dia membasuh wajahnya dengan air beberapa kali untuk sedikit memberikan kesegaran. Dia mengambil handuk dan mengusap air dari wajahnya saat terdengar suara pintu utama.

Siwon mendesah kesal. “Aisshhh …!!!” Siwon melempar handuknya dengan kesal. Dia keluar dari kamar mandi dan tak melihat keberadaan Yoona. “Ahh, wanita itu benar-benar …” Siwon segera keluar dan dia melihat Yoona yang baru saja masuk ke dalam lift.

“Yakkk, Im Yoona … !!!” panggilnya sambil berteriak. Tapi Yoona tidak mengindahkannya. Wanita itu justru segera menutup pintu lift dan menghilang dari pandangan Siwon. Tanpa berpikir panjang Siwon segera menuju ke tangga darurat untuk mengejar Yoona.

Sesampainya di Lobby dia segera berlari ke pintu keluar namun dia sama sekali tak melihat Yoona. Yoona pasti sudah berhasil meninggalkan hotel sementara dia masih berlari menuruni tangga dari lantai 8 hingga ke Lobby.

“Ahh, sial …!!!” rutuknya kesal. Dia baru saja hendak ingin menyuruh petugas parkir mengambil mobilnya saat tanpa sengaja matanya tertumbuk pada orang-orang yang sedang berkerumun di Lobby.

Siwon mengernyit. Firasatnya menuntunnya untuk menghampiri kerumunan itu untuk melihat lebih dekat. Saat tinggal berjarak kurang lebih 1 meter, dia bisa melihat gaun satin panjang berwarna pink melalui celah diantara kaki orang-orang yang berkerumun itu.

“Yoona!!!” ujarnya mengenali gaun itu. Dia segera menerobos kerumunan itu dan melihat Yoona sedang terkulai tak sadarkan diri.

***

To Be Continued

 

Author said :

Ta daaaaa … chapter 2 done. Segini dulu yah. Sorry telat readers. Terima kasih karena sudah mau bersabar untuk menunggu postingan ff ini. Gimana nih setelah baca chapter ini? Sudah bosan kah? Kecewa? Pasti ff ini makin gaje aja yah. Maklumin yah, saya hanya seorang author amatir yang tidak begitu tahu bagaimana cara menghasilkan karya yang bagus. Saya hanya menyalurkan imajinasi saya lewat cerita yang pasti super duper nggak menarik. Well, meski ff ini makin aneh dimohon dengan sangat untuk tetap meninggalkan komentar setelah baca sebagai reward anda untuk saya. Saya nggak minta yang aneh-aneh kan?! Seperti yang saya katakan di awal, komentar kalian kali ini akan saya sortir untuk pertimbangan jika saya memutuskan untuk memproteksi ff saya. Hanya yang benar-benar Good Reader yang loyal ngasih komentar akan saya kasih passwordnya. So, jangan pelit-pelit dong ngasih komentar. Don’t be silent readers!!! See you … !!!

 

Thank’s buat Echa/Resty yang bersedia memposting ff ini di YWK … ^^

 

Tika Pinky ♥♥♥

 

Tinggalkan komentar

327 Komentar

  1. Siwon genit banget sama Yoona. Tapi gak suka ketika peristiwa menyobek gaun pengantin, siwon kasar banget dan melukai harga diri yoona. Siwon juga overprotectiv. Tuh kan bener ada yg Joon sembunyikan. Itu Yoona kenapa pingsan?

    Balas
  2. yaampun siwon oppa hahaha >< lanjuth thor~

    Balas
  3. Akhirnya yoonwon nikah, semoga next chapternya hubungan yoonwon bisa rukun&romantis ngga berantem mulu, makasih buat author.

    Balas
  4. he’s like a beast but i love him. hehehe
    semoga setelah nikah, ada momen romantisnya, capek juga baca dan bayangin YooWon brantem gitu dan semoga yoona baik-baik saja. dia tidak kecelakaan kan ?

    fighting author …

    Balas
  5. Almira Putri

     /  Januari 24, 2016

    Yoona kenapa tuh ?. Kok tiba tiba jadi pingsan. Wonppa jahat ama sih sampe ngerobek gaun yoona pas fitting baju . Lanjut dong thor

    Balas
  6. via

     /  Januari 24, 2016

    itu yoona knp pungsan?sakirkah dia?trus gmn kehidupan rumah tangga mereka.dan apa rencana joon?bener2 bkin penasaran.

    Balas
  7. songhyeseob

     /  Januari 25, 2016

    Iisshh, sebenernya kalo boleh jujur yaa aku agak kurang suka sama sikapnya siwon disini. Kesannya dia seperti sangat arogan dan semaunya sampe ngerendahin orang lain, ya walopun cuma di cerita sih. Kebawa suasana sih bacanya, jadi yaa gitu deh.. mian author 😄
    Jelas yg jadi korbannya yoona, yah pelakunya antara siwon dan joon? Krnapa joon, ntahlah feeling sih bilang kayaknya joon nyembunyiin sesuatu gitu. Jangan jangan dia mau ngrjahatin siwon?? oh andwee… yoonwon udah nikah nahh gimana ntar kehidupan mereka apalagi yoona gak cinta ke siwon? AAhhh,, penasaran nih author ceritanya gregeettt.

    Balas
  8. Trie

     /  Januari 25, 2016

    yuhuuu…selesai jg.lmyn ngebut nih bacanya hehehe
    ada apa dngn joon???kq kyknya dya g suka ma siwon
    aaahhh…pngn bca next chpternya tp dprotek yaaa…gpp deh q sbar nunggu smpk dksih pw ma authornya🙂

    Balas
  9. nomi hezty

     /  Januari 27, 2016

    Udah pernah baca
    Tapi pengen baca lagi supaya bisa nginget2 lagi cerita ny sebelum lanjut di next chapter nya , tinggal nunggu DM pw nya🙂

    Balas
  10. Swari kartika

     /  Januari 28, 2016

    Knpa tuh sma yoona oennie..yoona oennie msih gg bsa nerim wonppa pdhal aku yakin wonppa cinta beneran sma yoona oennie..
    Aaaaaak bkin frustasi bacanya msih bertanya2..
    Apa yg sbnarnya trjadi.

    Balas
  11. bestaaa

     /  Januari 28, 2016

    nikah juga mereka tapi siwon kok gitu sih agresif kasar lagi ngerii
    -_- but i love them kok hahaa. good job thor! (y)

    Balas
  12. YoongNna

     /  Februari 4, 2016

    Ceritanya bkin greget niii aplgi siwon kdang seenak2nya aja memperlakukan yoona ampun deehh kasar dan overprotektif tp mdh2n nnti siwon bsa lbih lebut ma yoona wlpun skrg yoona msh blm tertarik ma siwon…
    Hhmm blm bca part 1 ja td msh agak bngung niii mklum bru bca ffmu chingu…
    Kayanya joon nyembunyiin sesuatu deehh..
    Ijin baca yaaa part slnjutnya chingu dan salam kenal…

    Balas
  13. fira imnida

     /  Februari 4, 2016

    Nah looooh itu yoona kenapa? Psti bnyk pikiran, jdi sakit kan *soktauamat* itu joon ngerancanain apa yah? Ksian uri oppa di kelilingi sm orang2 yng punya rencanaa licik dibelakangNya huuuuuu…

    Balas
  14. Hwa.,,,,pnasaran bgt siapa sih yg udah ngedonorin jntungnya bwt siwon….??? Siwon itu pnya kepribadian ganda atw gmna sih..?? Kdang dia bsa brsikap sngat manis.,,tpi kdang dia jga bsa brsikap sangat kejam….. Jdi curiga jga sama Joon.,, apa sih yg dia smbunyiin..?? Aish..,, bnar2…. Next aja.,deh thor…

    Balas
  15. Sukaaaaaaaa

    Tpi kurang suka bagian siwon yg ngerobek gaun yoona nyaaa

    Balas
  16. penasaran sebenernya apa yg d sembunyiin joon..
    dan penasaran juga apa yg terjadi sama yoona..
    ahhhh bener deh ffnya seru dan bikin kepo tingkat tinggi..

    Balas
  17. Tara Moritz

     /  Februari 14, 2016

    Siwon,,,,, sebenarnya gimana si perasaan dia ke yoona itu?? Perlakuan dia ke yoona protektif bgt! Kaya dia udh cinta mati ke yoona.. tp dia sendiri masih bingung sm perasaannya?? Apa karna jantung itu punya seung gi??
    Itu si Joon bahaya tuh buat yoonwon.
    Ff ini lumayan panjang dan yg penting isinya berbobot. Berasa kaya nonton drama yoonwon beneran ini.
    Oh iya, aku baca note author, tp aku bukan reader yg dtg cuma buat dapet pw doang.. aku selalu menghargai setiap ff yg aku baca.
    Aku mau minta judul2 ff yg author tulis dong.. yg aku tau cuma love the conqueror doang,, itu karya kamu kan thor??
    Udh ah kepanjangan…
    lanjut baca chap 3..

    Balas
  18. Choi Ilmhy

     /  Februari 19, 2016

    Kerenn….
    sebenarnya aku udah bca sejak lama.. tpi bru ini ada lanjutannya yang baru aku lihat.. makanya aku bca ulang ..
    hehe..
    good job Unnie..
    daebak..

    Balas
  19. Nayoon

     /  Februari 20, 2016

    Akhirnya mereka nikah juga wkwk tapi masih belom akur. apa dah yoona udah nikah masa iya masih mau tinggal dirumahnya ckck. Tapi yoona kenapa pingsan tuh ??
    Izin save ya eon^^

    Balas
  20. Karakter dan kepribadian siwon bener2 pas ya.. Alurnya termasuk cepat tp gak kehilangannya feelnya…kehidupan yoonwon bener menarik…blm lagi di tmbah joon yg misterius.. Lanjut thor…fighting…

    Balas
  21. kusuma subandrio

     /  Februari 25, 2016

    Yoona kenapa ?? Teruas sepertinya joon punya niat jahat deh. Jgn bilag mau nyelakain siwon 😢

    Balas
  22. Ga suka banget sama sikap siwon..apalagi pas sobek gaun pngantin yoona jahat bnget😦
    Wah yoona knp pingsan? Trs ada apa ya sama joon pnasaran.. haha gregetlah ceritanya 👍

    Balas
  23. Siwon peran’a nyebelin,,apa lg kejadian pas di butik *gggrrr kasar bgt😒 kasian ama yoona punya suami pencemburu dan arogan kyk siwon..smg siwon cpat berubah dehh.

    Sbener’a Blm sempat ngbaca chapter 1 nya, krn keburu ketemu duluan ma chapter ini 😁 aq penasaran awal pertemuan YoonWon kyk gmn.^^ dan sebenar’a lg sihh pengen lngsng ngelanjutin baca chapter 3 nya, tpi di kunci pake password so ke chapter 1 nya aja dulu kali yahh mungkin aja lngsng di kirimin PW ma author’a “ngarep 😁😁😁

    Balas
  24. AuliaYW

     /  Juni 18, 2016

    Aku ska sami siwon oppa yg arogan&pncmbruan orgnya..
    Apa yg direncanakan oleh Joon ea ?
    Yoona eon kecelakaan kah or pingsan ?

    Balas
  25. Wonpa kox kasar Banget sih dg yoona. Kasian kan yoonax.
    Y ampun tu yg pingsan siapa.? Yoona kah.?

    Balas
  26. eriika

     /  Juli 10, 2016

    wow setelah menikah yoona dan siwon masih bertengkar . dan kenapa yoona bisa pingsan .ahh makin penasaran sama ceritanya . kenapa aku merasa ada rencana jahat dari joon ya.

    Balas
  27. ayana

     /  Juli 26, 2016

    hadeeh…. siwon kenapa musti searogan dan sekasar itu ma yoona. kan yoona jadi makin nggak suka ma kamu! ya meski karena cemburu tapi nggak gitu juga kali. ah, pusing sama pasangan ini.
    meski pernikahan ini berawal dari perjanjian, aku berharap mereka bisa bahagia. jadi nggak berantem mulu.
    tuch kan bener joon ada maunya kenapa dia deketin siwon. tapi kenapa dia deketin siwon ya?! tapi kalo nggak salah di part 1 ada nyingung ini dikit tapi benarkah ini ada hubungannya ama itu? nggak tahu juga lah!
    trus benarkah orang yang dikerumunin orang itu yoona? kalo ia, dia kenapa? jatuhkah? atau tertabrakkah?

    hadech jadi MP yang kacau, padahal mereka baru nikah, tapi udah ada insiden yang tak menyenangkan. mending langsung baca part selanjutnya dari pada penasaran trus nebak-nebak.

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: