[3S] Saranghae Oppa (Chapter 1)

saranghae-oppa-for-simbadeer307-by-springsabila

(3S) Saranghae Oppa ~ Chapter 1

Author : Cikha Choi/SimbaDeer307

Twitter : @Simbadeer307

  1. : Cikha Lee Yoonwonited

Length : 3Shoot

Rating : PG 15

Genre : Romance, Family, Perjodohan.

 

Main Cast :

~ Super Junior ~ Choi Siwon

~ SNSD ~ Im Yoon Ah

Support Cast :

~ SNSD ~ Kwon Yuri

~ Super Junior ~ Kim Jongwon

~ Lee Sung Gi ~ Aktrees

~ EXO M  ~  Xi Luhan

~ Miss A  ~  Bae Suzy

~ Family’s Im

~ Family’s Choi  ect.

 

Cover by Springsabila @ http://cafeposterart.wordpress.com

 

 

Annyeong! Aq datang dengan 3Shoot, Mumpung ide lancar buat bikin FF jadi aku tuangkan isi kepalaku dan jadilah FF ini terjadi. Yah! Meskipun Ff lainnya belum rampung semuanya, tapi lahan perlahan akan aq selesaikan.. Aku harap kalian menyukainya dan Tinggalin jejak. Kalau tidak part selanjutnya akan aku protek.

 

Dilarang keras mengcopas maupun bashing dan maaf TYPO….

 

 

#HAPPY READING#

 

»»»» Saranghae Oppa Part 1 ««««

Musim dingin dan liburan panjang telah tiba, bahkan salju-salju pun penuh menyelimuti seluruh kota dikawasan korea, sebagian salju juga menutupi pepohonan dan juga atap rumah. meski suhu dibawah 0 derajat, tapi itu tak menyurutkan semangat semua warga Seoul untuk menyambut hari natal dan tahun baru.

 

semua orang dengan suka cita menghiasi pohon natal mereka. bahkan ada yang bersenang-senang dengan membuat boneka dari salju. tapi beda bagi wanita cantik bermata indah dan bening bak bola krystal. Yah! gadis itu bernama Im yoonAh. Ia menyambut hari natalnya dengan tidur dikasur king sizenya atau bermalas-malasan dirumah. tidak ada yang istimewah dihari natalnya kali ini, karna ia baru saja putus cinta dengan pacarnya Ok Taecyeon.

 

Tiba-tiba terdengar teriakkan seorang wanita cantik yang sedang kesal melihatnya masih tertidur.

 

“Yak, Yoona! kau masih saja enak-enakkan tidur. sedangkan aku harus menyiapkan semuanya sendirian.” Teriak wanita cantik berkulit putih seperti susu itu sembari berkacak pinggang disisi tempat tidur.

 

“Heeii! Im Yoona ireonaaa…! kau harus membantuku untuk menghias pohon natal dan membereskan rumah. Kau tau semua pelayan disini sedang cuti liburan.” Kata wanita cantik berkulit putih itu sambil menarik selimut tebal Yoona.

 

“eungg, eonni! kau berisik sekali!” Lenguhnya sambil menutupi telinganya dengan bantal.

 

“Aish, anak ini benar-benar.” dengus wanita cantik itu dengan kesal melihat tingkah adiknya.

 

“Kajja! palliwa Ireona!.” paksa gadis itu lagi dengan menggelitiki kaki Yoona. sontak saja Yoona pun kegelian dan langsung terbangun.

 

”Yak! Eun Hye eonni kau mengganggu acara tidurku saja. hari ini aku tidak mau kemana-mana. aku ingin tidur seharian ini. lagi pula aku masih mengantuk.” Kata Yoon Ah hendak kembali tidur lagi, tapi gadis cantik berkulit susu tadi yang bernama Eun Hye langsung menahannya dan menariknya untuk bangkit.

 

“Yaak!! kau ini. dasar rusa pemalas. cepat bangun dan segera mandi.” Omelnya dengan mendorong YoonAh kekamar mandi.

 

“Eonnie, aku masih ngantuk. kenapa tidak menyuruh pelayan lainnya saja untuk menghias pohon natalnya.” Seru YoonAh dengan malas.

 

“Kenapa kita harus menyuruh orang, kau kan sangat terampil dalam menghias pohon. biasanya kau yang paling semangat jika natal tiba dan slalu menghias pohon natal.” Ujar Eun Hye sambil berkacak pinggang.

 

“Sudah sana cepat mandi! Eomma menunggumu dibawah.” lanjut Eun Hye sambil berjalan meninggalkan kamar Yoona.

 

Yoona hanya mendesah melihat kepergian eonninya. lalu dengan malas ia berjalan menuju kekamar mandi.

 

 

 

Pov Yoona

 

Aku benar-benar tidak bersemangat untuk menyambut natal hari ini karna aku baru saja putus dengan namjachinguku seminggu yang lalu.

 

 

 

#Flashback On#

 

Pada waktu itu aku ingin mengajaknya untuk makan siang bersama, namun ia mengaku tidak bisa karna sedang mengantar Eommanya ke rumah sakit untuk chek up. Aku pun mengerti dan aku mengajak sahabatku saja  untuk pergi makan dan hunting bareng di sebuah departemen store terkenal di korea.

 

Tapi saat kami sedang berada di resto tak sengaja sahabatku melihat namjachingu sedang asyik bermesraan dengan wanita lain yang tak lain musuhku sendiri. saat itu hatiku merasa sakit dan hancur berkeping-keping melihatnya.

 

apalagi dia telah membohongiku selama ini. dengan rasa sakit hati dan penuh kebencian aku menghampiri meja mereka sambil membawa juss Strowberryku dan.

 

“BYUUURRR” aku menyiramkan minumanku tepat diwajahnya. aku melihat ia nampak kesal dan terkejut melihatku berada disini.

 

“YoonAh, aku bisa…” dengan cepat Aku memotong ucapan Taecyeon Oppa.

 

“Cukup! aku tidak perlu penjelasan apapun darimu. aku sudah lihat semuanya. kau benar-benar brengsek Oppa.” Ucapku penuh emosi.

 

“Hari ini kita putus.” lanjutku dengan cepat dan tegas. Pria itu tersenyum seperti melecehkanku.

 

“Oh Baiklah, jika itu maumu. lagi pula aku juga sudah bosan denganmu dan aku juga sudah ada penggantimu yang lebih baik darimu.” ucap Taecyeon Oppa dengan merangkul bahu wanita itu. Aku menatapnya dengan penuh amarah.

 

“Kau! kau sungguh keterlaluan Oppa. jadi selama ini kau berkencan dengannya? dan slama ini hubungan kita…” Kataku tak sanggup meneruskan ucapanku karna merasakan sakit yang sangat amat dalam. dia mengangguk dengan tersenyum.

 

“Nde, kau benar. Aku tidak pernah suka denganmu.” tukasnya yang membuat hati ini semakin sakit.

 

“Kau dengar itu kan Im Yoona? dia lebih memilih diriku ketimbang dirimu.” sahut Suzy yang selama ini menjadi Rivalku dikampus. Aku sudah tidak tahan dengan rasa sakit ini. Aku tidak akan pernah memaafkan mereka berdua.

 

“PLaakk” dengan keras aku menampar wajahnya untuk rasa sakit yang telah ditorehkan pada hatiku. dia menatapku dengab marah.

 

“itu tidak sebanding dengan apa yang tlah kau lakukan padaku Oppa.” kataku sinis penuh kebencian, lalu aku pun pergi meninggalkan keduanya.

 

Flashback Off

 

 

 

Sungguh sakit jika aku harus mengingat hal itu. aku akan membalas perlakuan mereka berdua. lihat saja nanti! kataku dalam hati. tiba-tiba Eun hye Eonni mengagetkanku.

 

“Ternyata kau sedang melamun, apa kau sedang memikirkan pria brengsek itu..” ucap Eun Hye eonni dengan kesal. Aku menggelengkan kepala.

 

“Buat apa aku harus memikirkan pria yang tidak pernah mencintaiku. itu hanya akan membuang waktu dan pikiranku saja.” Ucapku dengan kesal. “yah! hari ini aku akan melupakan segalanya tentangnya.” Kata hatiku.

 

“Ah, bagus kau tak perlu membuang air matamu hanya untuk namja itu. Sekarang Kajja! kita sambut hari natal dengan  hati gembira. kau harus move on, tunjukkan pada mereka kalau kau baik-baik saja.” kata Eonniku memberi motivasi. aku pun tersenyum senang.

 

“Kau benar eonni, Ayo! Kita sambut natal dengan gembira.”

 

“Semangaaatt…” ucap kami berdua penuh keceriaan.

 

 

Pov Yoona End

 

 

 

 

~****~

Di Tempat lain dibuah ruangan bertuliskan Direktur Utama terdapat seseorang pria paruh baya sedang berbicara diponselnya. Ia terlihat senang dan penuh canda tawa dengan lawan bicaranya.

 

“Jadi kau tidak bisa datang sekarang?” Tanya pria baruh baya bernama Im Jaewon.

“Nde, Aku menyuruh Siwon untuk berangkat lebih dulu. karna aku sendiri masih ada urusan yang belum aku selesaikan. Kami akan datang saat menjelang pernikahan Taeyeon lalu kita akan membicarakan pernikahan anak kita berdua.” Ungkap lawan bicaranya Choi Kangta yang tak lain sahabat lamanya.

 

“Ohh begitu, baiklah. Akan aku tunggu kedatanganmu.”

 

Disaat keduanya asyik mrngobrol tiba-tiba asistennya masuk dan memberikan sebuah berkas. Keduanya pun mengakhiri pembicaraan mereka ditelfon. Lalu ia beralih keasistentnya untuk menyiapkan semua keperluan untuk meeting hari ini.

 

Setelah Asistennya keluar, Im Jaewon menghubungi Istrinya untuk menyambut kedatangan calon menantu mereka dibandara nanti Sore.

 

 

 

 

~*****~

 

Di sebuah bandara international Incheon Yoona sedang menunggu seseorang di pintu kedatangan sambil membawa spanduk. Ia sangat kesal, karena eommanya menyuruhnya kebandara untuk menjemput namja yang sangat ia benci sejak kecil. dan bilang kalau Taeyeon sedang sibuk.

 

Yoona celingukkan kekiri kanan untuk mencari sosok namja yang ia cari. Sudah setengah jam ia berdiri disini untuk menunggunya.

 

 

 

FLASHBACK ON

 

“Yoong! hari ini kau tidak sibuk kan?” Tanya Eommanya. Yoona menggelengkan kepalanya saat ia tengah membantu eonninya merangkai pohon natal.

 

“Baguslah kalau begitu.” Ucap Eomma Yoona dengan tersenyum senang. Yoona mengerutkan keningnya heran.

 

“Memangnya ada apa eomma?”

 

“Kau masih ingat dengan Choi Siwon kan?” Tanya Eomma dengan basa-basi. Yoona mengangguk.

 

“Tentu saja, namja gendut yang sudah menghancurkan bola kristalku.” kata Yoona dengan kesal mengingat kejadian masa kecilnya dulu.

 

“Aigoo!! kau masih mengingat hal itu Yoong? kejadian itu kan sudah lama sekali. Itu kan hanya sebuah bola kristal.” Sahut Eun Hye menasehatinya.

 

“Tetap saja, dia itu pengganggu yang telah merusak bola kristalku.” Sungutnya dengan kesal.

 

“Aahh, sudah hentikan! sekarang kau jemput dia dibandara. dia baru saja menyelesaikan pendidikannya di New York dan dia akan pulang ke Korea.” tutur Eomma Yoona yang membuat Yoona terkejut.

 

“Mwo? jadi dia akan menetap di Korea?” Pekik Yoona, sang eomma hanya mengangguk.

 

“Ahh, ini berita yang sangat buruk.” Ujar Yoona yang sepertinya tidak senang dengan kepulangannya.

 

“Aish, kau ini. Cepat pergi! dia akan tiba pukul  2 Siang.” Suruh sang Eomma memaksa Yoona.

 

“Eomma! kenapa harus aku. Taeyeon Eonni kemana? dia kan Noonanya.” Protes Yoona keberatan.

 

“Dia sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya. jadi kau saja yang menjemputnya. Dan Aku akan menyiapkan makanan special untuknya. Palliwa pergi sana?” Ucap Eommanya dengan tersenyum  penuh kegembiraan.

 

“Tapi…eomma…” rengek Yoona pada eommanya.

 

“Tidak ada tapi-tapian, kau harus menjemputnya, Sekarang.” kata Eommanya sambil menekankan kata “Sekarang” kemudian berlalu meninggalkannya. Yoona bernafas dengan berat.

 

“Kenapa harus aku,” keluh Yoona pada Eonninya. eonninya hanya mengendikkan bahunya tak mau tahu.

 

“Sudahlah! sana pergi. apa kau tak penasaran dengannya yang sekarang. aku dengar dia yang sekarang sangat tampan, apa tak ingin bertemu dengannya setelah kurang lebih 15 tahun tak bertemu.” ucap Eun Hye menggoda Yoona.

 

“Aish, itu tidak mungkin. dia pasti tak jauh beda dengan Siwon kecil dulu. gendut dan berkaca mata.” ungkap Yoona dengan tersenyum sendiri sambil  membayangkan postur tubuh Siwon saat ini.

 

“Ya sudah, aku berangkat dulu nde.” kata Yoona sambil pergi meninggalkan rumahnya.

 

“Titipkan salamku untuknya ya…” Teriak Eun Hye pada Yoona yang sudah berlalu.

 

 

FLASHBACK OFF

 

 

 

“Aahh, menyebalkan sekali. mana dia? kenapa belum keluar juga.” gerutu Yoona mulai kesal.

 

hingga tak lama kemudian muncullah dua orang pria yang keluar dari pintu kedatangan, salah satu namja berwajah tampan berpostur atletik dengan senyum menawan dan yang satunya lagi bertubuh besar.

 

Saat bersamaan itulah Yoona melihat namja berbadan besar itu sedang celingukkan seperti mencari seseorang. Yoona yang meyakini bahwa namja bertubuh besar itu adalah Choi Siwon langsung menghampirinya.

 

“Yak! kemana saja kau. aku sudah menunggumu lama sekali.” Kata Yoona langsung memarahi namja bertubuh besar itu. Namja itu nampak bingung.

 

“Maaf…” ucap namja berbadan besar itu hendak protes tapi Yoona segera memotongnya.

 

“Kau tau aku sudah menunggumu setengah jam yang lalu, seenaknya saja kau bilang maaf.” cerocos Yoona tanpa memberi kesempatan si gendut itu untuk bicara. sedangkan namja tampan yang tak jauh dari mereka hanya tersenyum geli melihat tingkah Yoona.

 

“Seharusnya kau datang tepat waktu, dan tidak membuang-buang waktuku. Dasar kau kuda Nil. Hehehe…lihatlah dirimu? Badanmu semakin gendut saja, Apa kau tak pernah olahraga?.” ucap Yoona dengan menatap namja gemuk itu dengan tatapan mengejek. sang namja gemuk itu semakin kesal dan tidak tahan saat Yoona mengatainya seperti itu.

 

“Yak! Agassi kau ini sebenarnya siapa, huh? tiba-tiba saja datang dan memarahiku seperti itu.” Ucap pria itu dengan wajah garangnya. Yoona bergidik ngeri melihat kemarahannya. Tapi ia tidak merasa takut sama sekali.

 

“Yak! Choi Siwon! Jangan pura-pura tidak mengenaliku. Aku Im Yoona, bodoh.” Omel Yoona kesal karna pria ini tidak mengakui jika dia adalah Choi Siwon. Pria itu semakin dibuat bingung oleh Yoona.

 

“Choi Siwon?Nuguya? Aku bukan Choi Siwon! Aku Lee Shindong dan aku tidak mengenalmu.” Jelas pria gemuk itu dengan kesal.

 

mendengarkan pernyataan namja itu membuatnya malu setengah mati. dengan tersenyum tak jelas ia membungkukkan tubuhnya meminta maaf atas kesalahannya.

 

“Hehehe…maafkan aku tuan, sepertinya aku salah orang. aku kira kau temanku yang barusaja tiba dari New York.” ucap Yoona sambil membungkukkan badannya berkali-kali. namja gemuk itu hanya menggerutu tak jelas sambil berlalu dari hadapan Yoona.

 

Saat pria itu sudah pergi, Yoona bernafas lega karna namja itu sudah menghilang. Lalu Ia mendesah kesal sambil menghentak-hentakkan kakinya karna kesal dan malu sudah salah mengenali orang.

 

namun tiba-tiba namja tampan itu berjalan menghampiri Yoona yang sedang frustasi karna malu. Dan berdiri tepat dibelakang Yoona.

 

“Hi! lama tidak bertemu.” Sapa namja tampan itu dengan ramah. Yoona menolehkan kepalanya kebelakang. Namja itu tersenyum manis pada Yoona.

 

“Nuguseyo?” Kata Yoona menatap namja yang tidak ia kenal. Ia merasa tidak asing dengan senyuman itu.

 

“Kau benar-benar tidak mengingatku.” Kata namja tampan berpostur tinggi.

“Maaf Agassi aku tidak mengenalmu.” Ucap Yoona dengan sopan.

 

“Dasar Simba nakal,Aku membencimu, aku tidak mau melihatmu lagi?” Ucap namja tampan berlesung pipit itu menirukan ucapan Yoona waktu kecil.

 

Yoona terkejut mendengar kata-kata itu, itu ucapannya yang pernah ia lontarkan pada Siwon dan menjadikan akhir pertemuannya dengan Siwon.

 

“Haahh! KAU…” Ucap Yoona dengan terkejut tak percaya. sedangkan namja itu tersenyum melihat ekspresi wajah Yoona.

 

 

~****~

POV SIWON

 

Aku barusaja lending di Seoul, tempat tanah kelahiranku. Aku merasa senang bisa kembali lagi ke Korea setelah kurang lebih 15 tahun aku meninggalkan Korea. Aku sangat merindukannya gadis yang membuatku tak bisa melupakannya dan slalu memikirkannya hingga saat ini. Apalagi saat orangg tua ku dan orang tuanya sepakat untuk menjodohkanku dengannya. aku sangat senang dan bahagia sekali.

 

Taeyeon Noona yang tinggal di Korea selama 2 tahun dan sering bertemu dengan Yoona juga sering mengirimkan Foto Yoona melalui Email. meskipun aku tak pernah bertemu dengannya tapi aku slalu memandangi fotonya yang dikirimkan Noona padaku. dia tumbuh menjadi wanita dewasa dan cantik sekarang.

 

Aku tersenyum saat mengingat kenangan kami bersama saat natal, waktu itu usiaku masih 12 tahun aku sering mengganggunya dan membuatnya menangis. apalagi saat aku merebut dan menghancurkan bola kristalnya.

 

 

 

FLASHBACK ON

 

Saat liburan musim dingin Yoona dan keluarganya slalu menghabiskan malam natal bersama keluargaku yang sudah lama menjadi sahabat kedua orang tua Yoona. selain menjadi sahabat sejak mereka masih kuliah ternyata kedua keluarganya juga bekerja sama membangun sebuah bisnis. sehingga kami sudah seperti keluarga sendiri.

 

Saat mereka telah tiba dirumahku, aku berlari menyambut mereka lebih tepatnya menghampiri Yoona, lalu disusul oleh kedua orang tuaku menyambut hangat oleh mereka semua. seperti biasa kami slalu menghabiskan malam natal dengan BBQ di taman rumahku yang sangat luas dan indah. suasana rumah yang diselimuti canda tawa kami berempat.

 

Taeyeon dan EunHye noona sedang asyik membantu menghias pohon natal bersama Appa dan juga Ahjussi Im Jaewon. dan Eommaku memanggang BBQ bersama Ahjumma Im. sedangkan Aku dan Yoona sedang asyik main ayunan bersama. Aku mengayun Yoona dengan pelan penuh canda tawa. sehingga aku ingin menaiki Ayunan itu lagi.

 

“Hei! Gantian. Aku juga ingin naik.” Seruku pada Yoona.

“Tidak mau. aku masih ingin naik. kau kan sudah sering menaikinya.” jawab Yoona dengan wajah cerianya yang sangat senang menaiki ayunan.

 

“Nde, tapi sekarang ini aku juga ingin menaikinya. Ayo! turunlah” ujarku tak mau mengalah sambil menghentikan ayunannya. Yoona menatapku kesal.

 

“Aniyo Oppa. Aku masih ingin menaikinya. lebih baik kau bermain mobil-mobilanmu saja.” ucap Yoona menyuruhku untuk main mobil-mobilan.

 

“Shireo! aku bosan memainkannya.” balasku terus memaksa Yoona untuk turun. Yoona hanya diam tak memperdulikan ucapanku dan tetap duduk diatas ayunan. Aku yang meliat Yoona tak mau turun pun tersenyum jahil. aku akan membuatnya turun, dengan cepat aku mengayun ayunannya dengan begitu kencang. Yoona yang kaget pun langsung berteriak histeris sambil tertawa.

 

“Aaaaa…aaa…aaa.” teriak Yoona dengan tertawa senang.

“Wooaa…aa..ini sangat seru. lebih kencang lagi Oppa.” teriak Yoona dengan histeris. semua orang menatap kearah kami dengan tersenyum. sedangkan aku kesal karna tak berhasil membuatnya takut.

 

“Wonnie, jangan kencang-kencang nanti Yoona jatuh.” ujar Eommanya yang meneriakinya dari jauh. melihat Yoona tak mau turun juga akhirnya aku pergi meninggalkannya.

 

“Oppa kau mau kemana?” sahut Yoona meneriakiku yang pergi meninggalkannya. namun aku tak menggubris teriakkannya.

“kenapa dengannya? apa dia marah karna ayunan ini.” gumamnya yang melihat kepergianku.

 

Setelah berjam-jam kami bermain-main, kini saatnya kami membuka hadiah yang telah diberikan oleh santaclaus tadi. dengan wajah gembira Taeyeon Noona, Eun Hye noona, Yoona dan Aku membuka hadiah milik kita masing-masing. kedua orang tua kami tersenyum melihat aksi kami semua yang begitu senang membuka hadiah.

 

“Waaahh… ini sangat keren.” Seruku yang kesenangan mendapatkan mobil-mobilan keluaran terbaru.

“Wooow… aku juga mendapatkan boneka barbie yang sangat cantik.” Seru Eun Hye noona sambil memainkan boneka tersebut.

” Aku juga mendapatkan boneka barbie juga.” Sahut Taeyeon noona yang memang tak mau kalah dengan Eun Hye noona. sehingga apapun yang dimiliki Eun hye noona dia juga harus mendapatkannya. Aku melirik kearah Yoona yang sedang sibuk membuka bungkusan kadonya.

 

“Kau mendapatkan kado apa Deer.” Tanyaku yang penasaran dengan hadiah milik Yoona. saat ia membuka kotak kadonya, ia sangat senang melihat kado yang slama ini ia inginkan. sebuah benda berbentuk bulat yang di dalamnya ada sebuah miniatur rumah yang diselimuti salju.

 

“Woooww…ini sangat cantik. lihat ini eonni, oppa! aku mendapatkan bola kristal cantik ini.” ucap Yoona penuh keceriaan sambil menunjukkan bola kristal di hadapan kami bertiga.

 

“Kyeopta…” kata Taeyeon noona dan Eun Hye Noona. sedangkan Aku dengan jahil langsung merebut bola kristal itu dari tangan Yoona. Yoona amat terkejut saat bola kristalnya aku ambil.

 

“Hei! kembalikan… itu punyaku Oppa. kau tidak bisa seperti itu… ” Teriak Yoona sambik berlari mengejar ku.

 

“Siwon-ah kembalikan, itu milik Yoona. kau tidak boleh seperti itu, kau kan sudah mendapatkan mainanmu sendiri.” Tutur Eommaku menghentikan aksiku. tapi aku tetap berlari dengan membawa bola kristal itu.

 

“Tidak eomma, aku juga ingin memilikinya.” kataku terus berlari menghindari dari kejaran Yoona.

 

Saat aku berlari tak sengaja kakiku tersandung mainanku sehingga membuatku terjungkal dan membuat bola kristal itu terlempar dan pecah berkeping-keping. Yoona menatap bola kristal yang sudah pecah dengan tatapan sedih. sedangkan Aku menatap Yoona dengan rasa bersalah.

 

“Oppa, kau sudah membuat bola kristalku hancur. kau benar-benar menyebalkan. aku sangat membencimu.” kata Yoona memarahiku dengan menangis. lalu ia berlari menuju taman dengan menangis.

 

Kedua orang tuaku menatapku dengan marah, Apalagi Eommaku langsung memarahiku dan memukulku.

 

“Lihat perbuatanmu itu, kau sudah membuat Yoona menangis lagi. kau ini namja, seharusnya kau mengalah dengannya. bukannya mengganggu Yoona dan menjahilinya.” Omel Eommaku sambil memukuli bokongku.

 

“Maafkan aku eomma, Aku menyesal.” Kataku meringis kesakitan. Ahjumma Jiyeon menghampiriku dan memelukku.

 

“Hentikan! Boa, dia kan tidak sengaja melakukannya.” Bela Ahjumma Jiyeon.

 

“Tidak sengaja apanya? aku sudah memperingatkannya tadi, tapi dia tetap mengganggu Yoona.” Ucap Eomma kesal.

 

kini Appaku dan Appa Yoona menghampiriku. Aku langsung beralih memeluk Appaku dan takut eomma akan memukuliku lagi.

 

“Appa, eomma jahat. Eomma tidak sayang lagi padaku.” rengekku mengadu pada Appa sambil memeluk Appa dan tak berani menatap eommaku yang sedang marah. Appa berlutut mensejajarkan tubuhnya denganku.

 

“Choi Siwon? Jagoab Appa, dengarkan Appa nde! Kau pernah bilangkan pada Appa kalau kau ingin menikahi Yoona kelak, agar kau bisa melidunginya, tapi kenapa kau malah membuatnya bersedih. kau taukan hari ini hari terakhirmu bertemu dengan Yoona.” Kata Appa dengan lembut. Aku meengangguk mengiyakan.

 

“Jadi kau harus minta maaf padanya.” lanjut Appa memelukku. Aku hanya mengangguk dan  kemudian berlari menyusulnya di taman.

 

Saat aku berada ditaman, aku melihatnya sedang duduk di ayunan sambil menangis. Aku mencoba memberanikan diriku untuk mendekatinya dab bicara dengannya.

 

“Mainhaeyo, maafkan aku sudah membuatmu…” belum sempat aku selesai bicara dia sudah memotong ucapanku.

 

“Dasar Simba nakal, Aku benci denganmu, aku tidak mau bertemu denganmu lagi.” katanya dengan menangis lalu ia berlari masuk kedalam dan mengajak orang tuanya untuk pulang. sedangkan Aku menatap kepergiannya dengan rasa menyesal dan sedih.

 

FLASHBACK OFF

 

 

Aku tersenyum sedih mengingat kejadian waktu itu, karna ulahku dia membenciku. apa saat ini dia juga masih membenciku. sejak malam itu aku tidak menemuinya untuk yang terakhir kalinya untuk mengucapkan selamat tinggal padanya saat aku berangkat ke Amerika. Aku tak berani untuk menemuinya lagi setelah kejadian malam itu.

 

Saat Aku keluar dari ruang keberangkatan menuju ruang kedatangan, tak sengaja aku sempat melihatnya celingukkan sambil membawa spanduk bertuliskan “Welcome to Korea Choi Siwon”. Aku tersenyum membacanya. saat aku turun dari pesawat, Ahjumma Jiyeon menelponku kalau mereka tidak dapat menjemputku dibandara, sehingga Yoona yang akan menjemputku. Aku sangat senang sekali jika dia yang menjemputku.

 

Tapi Saat aku akan menghampirinya, tiba-tiba saja ia berjalan kearahku dan malah melewatiku. Aku berfikir dia pasti tak mengenaliku. Jelas saja, ternyata dia menghampiri seorang pria bertubuh besar dan memarahinya.

 

“Yak! kemana saja kau. aku sudah menunggumu lama sekali.” Katanya langsung memarahi namja bertubuh besar itu.

 

“Maaf…” ucap namja berbadan besar itu seperti hendak bicara namun Yoona tidak memberikan kesempatan untuk pria berbadan gemuk itu.

 

“Kau tau aku sudah menunggumu setengah jam yang lalu, dan kau seenaknya saja bilang maaf.” cerocos Yoona tanpa memberi kesempatan pria itu bicara, setiap dia akan bicara Yoona slalu memotongnya. Aku tersenyum geli melihat sikap Yoona.

 

“Seharusnya kau datang tepat waktu, dan tidak membuang-buang waktuku. Dasar kau kuda Nil. Hehehe…lihatlah dirimu? Badanmu semakin gendut saja, Apa kau tak pernah olahraga?” ucap Yoona dengan menatap mengejek. sang namja gemuk itu semakin kesal dan marah saat Yoona mengatainya seperti itu. Aku yang menjadi penonton hanya bisa tertawa geli. Namja gemuk itu marah karna tersinggung.

 

“Yak! Agasi kau ini sebenarnya siapa? tiba-tiba datang memarahiku seperti itu.” Ucap pria itu dengan kesal.

 

“Yak! Choi Siwon! Jangan pura-pura tidak mengenaliku. Aku Im Yoona, bodoh.” Omel Yoona kesal karna pria ini tidak mengenalinya. Pria itu dibuat bingung oleh Yoona.

 

“Choi Siwon Nuguya? Aku bukan Choi Siwon! Aku Lee Shindong dan aku tidak mengenalmu.” Jelas pria gemuk itu dengan emosi. Aku lihat dia begitu terkejut dan malu saat disadari dia sudah salah orang. dia tersenyum gak jelas sambil meminta maaf atas ulahnya.

 

Aku masih terus tersenyum geli melihat kebodohan Im Yoona yang khonyol itu, Ia pasti mengira kalau itu diriku. Yah! aku akui waktu kecil badanku memang begitu besar, namun dengan usahaku slama ini yang sering ngegym. Aku bisa mendapatkan tubuh yang seperti ini.

 

Aku berjalan mengampirinya yang hanya beberapa langkah saja dari tempatnya berdiri saat ini yang memunggungiku.

 

“Hi! lama tidak bertemu.” Sapaku dengan lembut. dia menyipitkan matanya bingung.

 

“Nuguseyo?” Kata Yoona menatap namja yang tidak ia kenal. Ia merasa tidak asing dengan senyuman itu.

 

“Kau benar-benar tidak mengingatku.” Kataku memastikannya.

 

“Maaf Agassi aku tidak mengenalmu.” Ucapnya dengan sopan. Aku pun mengingatkannya dengan perkataannya yang terakhirkali ia lontarkan kepadaku.

 

“Dasar Simba nakal,Aku membencimu, aku tidak mau melihatmu lagi?” Ucapku menirukan suaranya waktu kecil.

 

Aku lihat dia begitu terkejut mendengarnya.

 

 

“Haahh! KAU…” Ucapnya tak percaya. Aku tersenyum manis padanya.

“Kau mengingatku…apa kabar?” Kataku sambil menjulurkan tanganku. Tapi  sepertinya dia tidak meresponnya, dia masih terdiam menatapku.

 

 

 

SIWON POV END

 

 

 

AUTHOR POV

 

Yoona sungguh tidak percaya kalau namja dihadapannya adalah Choi Siwon, namja gendut yang ia benci selama ini.

 

“Waeyo? Apa kau terpesona dengan diriku saat ini.” Ujar Siwon yang menyadarkan Yoona dari keterkejutannya.

“Ck, kau sungguh tak berubah. Tingkat kenarsisanmu sangat tinggi.” Cetus Yoona dengan nada jutek.

 

“Kau pasti mengira, aku ini masih gendut seperti dulu.” Ucap Siwon dengan nada lirih yang membuat Yoona menatapnya intens.

“Jadi kau tadi melihatnya…” Tanya Yoona memastikan. Siwon mengangguk dan membuat Yoona jadi malu dihadapannya.

 

“Astaga! ini benar-benar memalukan. ini semua gara-gara dirimu.” Keluh Yoona yang menyalahkan Siwon yang membuatnya harus menjemputnya.

“Kenapa kau menyalahkanku?” Protes Siwon.

 

“Yah! kalau kau tidak kembali pasti kejadian memalukan ini takkan terjadi.” Omel Yoona lalu berjalan duluan menuju mobilnya. Siwon mengekori Yoona dari belakang.

 

Saat sampai di mobil, Siwon memasukkan kopernya dibagasi mobil Yoona. lalu ia masuk kedalam mobil.

” Kajja! kita berangkat. Aku sangat merindukan masakkan Ahjumma Jiyeon.” Ucap Siwon dengan semangat. sedangkan Yoona mencibir tak jelas.

 

.

.

.

Di jalan Siwon terus menatap sekelilingnya dengan kagum, semua tampak sama seperti dulu. hanya saja beberapa bangunan yang asing baginya. dengan gayanya yang Cool Siwon menikmati lagu yang sedang di putar sambil melihat-lihat sekelilingnya dengan atap mobil yang terbuka. Yoona sesekali melirik Siwon yang sedang asyik menikmati pemandangan. tiba-tiba sebuah cupit atau malaikat muncul mengganggu pikirannya.

 

“Lihatlah! Im Yoona. Dia benar-benar berubah, sangat tampan seperti pangeran.” suara malaikat cinta.

“Ah, Apa yang kau pikirkan Im Yoona. Kau tidak boleh terpesona olehnya. sadarlah Im Yoona dia itu yang sudah membuatmu kesal.” Hasut malaikat bertanduk.

 

“Itu kan masa lalu, sekarang dia kembali hanya untukmu.” kata malaikat cinta.

“Tidak, lihatlah! dia seperti playboy.” Kata Malaikat bertanduk saat Siwon tersenyum manis pada gadis yang berjalan di traffic lalu lintas pejalan kaki sambil melambaikan tangannya saat melewati mobil mereka.

 

“Hentiiiikkaann!” teriak Yoona frustasi mendengar kedua malaikat/cupit yang meributkan tentang Choi Siwon. Lantas semua pejalan kaki yang melewati mobilnya menatapnya aneh. begitu pula dengan Siwon.

 

“Hei! Kau ini kenapa?” Tanya Siwon tidak mengerti. lantas Yoona menatap kearah Siwon dengan tajam.

“Kau! Turun dari mobilku. Sekarang!” perintah Yoona dengan kesal.

 

“Tapi…kau ini kenapa?” Tanya Siwon lagi tak mengerti.

“Aku bilang turun.” bentak Yoona galak. Siwon pasrah dan akhirnya turun dari mobilnya.

 

“Terus aku pulangnya bagaimana?” Kata Siwon dengan nada memelas.

“Itu bukan urusanku. kau punya uang kan?” Tanya Yoona. Siwon mengangguk mengiyakan.

 

“Lalu kenapa?” jawab Siwon dengan polosnya.

“Pabo! tentu saja kau pulang naik taxi.” ucap Yoona ketus dan melajukan mobilnya saat lampu mulau berwarna hijau.

“Hei! Im Yoona… kau tidak boleh meninggalkanku disini sendirian. aku tidak tau jalan pulang. ” Teriak Siwon sambil berlari mengejar mobil Yoona yang melesat pergi. nafasnya tersengal-sengal karna mengejar mobil Yoona.

 

“Hoss..hoss…hoss…Ahh, bagaimana ini?” Desah Siwon frustasi, Ia celingukkan mencari seseorang untuk membantunya menuju alamat yang di tuju. hingga matanya melihat sebuah Taxi melintas kearahnya. lalu ia tersenyum dan menghentikannya. Ia masuk kedalam taxi itu dan mencoba menelpon Noonanya dan meminta Alamat rumah Yoona.

 

“Ah…nde baiklah noona.”

“……………………….”

“Nde, tapi dia menurunkanku disini.”

“………………………..”

“Nde, Kau tak usah khawatir Noona. baiklah noona sampai nanti.” Ucap Siwon mengakhiri percakapannya dengan Noonanya. lalu Siwon menunjukkan alamat yang ia dapatkan dari Taeyeon pada sang spir. Ia tersenyum penuh makna.

 

 

 

~******~

Yoona berjalan memasuki rumahnya sambil bersenandung karna sudah berhasil mengerjainya.

 

“Pasti saat ini dia sedang kebingungan, karna tidak bisa pulang.” Gumam Yoona dengan tersenyum. Lalu sedetik kemudian ia menghentikan langkahnya.

 

“Tapi kalau dia benar-benar menyasar bagaimana? Dia kan sudah lama tak berada di Korea.” Yoona sedang bergelut dengan pikirannya dengan perasaan khawatir. Lama ia memikirkan Siwon yang sendirian dijalan. Hingga ia menepis semua pikiran itu.

 

“Ah, biarkan saja. Siapa suruh dia tebar pesona di depan gadis ABG tadi.” Gerutu Yoona tak suka. Lalu ia langsung memasukki rumahnya dengan santai. Masalah eommanya ia akan memikirkan alasannya nanti. Tapi saat ia memasuki ruang tamu ia dibuat terkejut dengan orang yang ada dihadapannya yang sedang bercanda bersama eomma dan Eun Hye eonni. Wajahnya melongo tak percaya.

 

“Ini tidak mungkin, bagaimana bisa ia sampai rumah.” Batin Yoona masih menatap Siwon tak percaya. Sedangkan Siwon tersenyum kearahnya.

 

“Aigoo! Kenapa bisa kau berselingan dengannya. Kan sudah ku bilang untuk menunjukkan spanduknya.” Seru Ny. Jiyeon menatap Yoona.

“Nde eomma. Aku sudah menunjukkannya. aku juga sudah menunggunya lama sekali, jadi aku memilih pulang karna aku kira dia pasti sudah pulang duluan. Mungkin kita beda tempat.” Jelas Yoona bohong.

 

Lalu Yoona menatap Siwon dan Siwon tersenyum manis kearahnya. Yoona tak mengerti kenapa Siwon bercerita bohong seperti itu, kalau mereka berdua berselingan. Padahal dia sudah menyuruhnya untuk turun dan meninggalkannya sendirian di jalan.

 

“Oh, ya sudah kalau begitu. istirahatlah! Kau pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh.” Ucap Ny. Jiyeon pada calon menantunya.

 

“Yoong, kau antar Siwon ke kamarnya nde?.” Suruh Ny. Jiyeon. Yoona mengangguk mengiyakan.

 

“khamsanida, Ahjumma.” ucap Siwon dengan lembut dan sopan. Lalu Ny. Jiyeon dan Eunhye pun pergi dari ruangan tersebut. Tinggal hanya Siwon dan Yoona yang masih terdiam. Yoona menatap dingin Siwon sekilas lalu berjalan sambil mengajak Siwon menuju kamarnya.

 

“Kajja!” ucap Yoona singkat. Siwon menatap punggung Yoona yang berjalan mendahuluinya dengan tersenyum sedih.

 

“Sikapmu begitu dingin padaku, apa kau masih membenciku.” batin Siwon sambil berjalan dibelakang Yoona.

 

“ini kamarmu, jika kau butuh sesuatu, kau bisa memanggil pelayan disini.” Ujar Yoona saat sampai didepan pintu. Lalu Yoona melangkah pergi, saat Yoona akan berjalan melewatinya. Siwon lalu menahannya dengan ucapannya.

 

“Apa kau masih marah padaku?”

 

Yoona terdiam sejenak, lalu berkata.

“Aniy,” Katanya dengan Singkat dan terdengar datar, lalu ia berlalu dari hadapan Siwon. Siwon menatap nanar kepergian Yoona.

.

.

.

 

Siwon tersenyum menatap kamar ini, yang tak asing baginya. “Masih sama seperti dulu, tidak ada yang beruah” gumam Siwon.

 

Ia ingat, setiap orang tuanya ke luar negeri untuk bisnis ia dan Noonanya slalu dititipkan pada kedua orang tua Yoona, begitu pula sebaliknya. Dan di kamar ini dia slalu tidur bersama Yoona setiap dia menginap, dan kamarnya bersama Eunhye di tiduri oleh Taeyeon dan Eunhye sendiri.

 

Setiap akan tidur Yoona dan Siwon slalu ribut karna berebut guling yang digunakan Yoona. Mengingat hal itu membuat Siwon tersenyum geli. Ia menyadari kalau slama ini ia memang suka sekali mengganggunya bahkan menggoda Yoona waktu kecil. Bahkan ia juga sudah menyukai Yoona sejak kecil.

 

Siwon merebahkan tubuhnya di atas kasur king size, lalu ia memeluk guling yang berada didekatnya.

“Aku tau kau masih marah padaku dan membenciku.” Gumam Siwon lirih sambil memeluk guling erat dan ia mulai memejamkan matanya.

 

 

 

 

~****~

Matahari mulai kembali keperaduannya, Kini keluarga Im sedang bersantap malam bersama. Tuan Im yang baru saja pulang menghampiri mereka semua.

 

“Eh, mana Choi Siwon, apa dia sudah tiba?” Tanya Tuan Im Jaewon sambil mengedarkan pandangannya diseluruh ruangan.

“Sudah, sekarang dia masih ada dikamarnya.” balas Ny. Jiyeon sambil menata beberapa makanan.

“Oh” jawab Tn. Im Jaewon singkat.

 

Lalu tak berapa lama, Siwon turun menghampiri semuanya.

“Annyeonghaseo, Ahjussi!” Sapa Siwon dengan ramah.

“Ah, Siwon-ah duduklah!” balas Tn. Jaewon dengan tersenyum ramah. Siwon pun duduk berhadapan dengan Yoona yang sepertinya enggan menatap Siwon. Lalu Ny. Jiyeon mengambilkan makanan untuk Siwon.

 

“Terima Kasih.” ucap Siwon menerima piring yang sudah berisi makanan. Ny. Jiyeon menanggipi dengan tersenyum.

 

“Aku dengar kau akan memimpin Hyundai Group, apa itu benar?.” Tanya Tn. Jaewon sambil mengunyah makanannya.

 

“Nde, Appa mempercayakanku untuk memimpin Hyundai Departement Store yang ada di Korea.”

 

“Oh bagus kalau begitu. Berarti kau akan menetap disini.” Ucap tuan Im dengan gembira.

 

“Oh ya Dear, besok kau tidak ada acarakan? ajaklah Siwon jalan-jalan untuk melihat-lihat Kota Seoul. Dia pasti tak ingat jalan-jalan disini Selama ia tinggal di Amerika.” Ujar Tuan Im pada Yoona. Siwon menatap kearah Yoona, sepertinya Yoona tidak suka kehadiran Siwon disini. Sehingga dia membalas tatapan Siwon dengan tatapan dingin. Lalu Yoona menaruh supitnya dimeja.

 

“Kenapa harus aku. Kenapa tidak EunHye eonni atau Taeyeon eonni saja.” Cetus Yoona dengan kesal karna dari tadi slalu dia yang disuruh.

 

“Ah, Aku tidak bisa. Besok aku ada janji dengan Yeochun Oppa.” Ungkap EunHye langsung menyambar perkataan Yoona dengan cepat.

 

“Taeyeon juga pasti sibuk dengan persiapan pernikahannya yang kurang tiga hari lagi.” Ny. Jiyeon menambahkan. Yoona semakin sebal dengan eomma dan eonninya. Kenapa dari tadi mereka selalu menyudutkannya.

 

“Tidak usah Ahjussi, sepertinya Yoona sibuk. aku bisa jalan-jalan sendiri besok.” sahut Siwon yang mengerti keadaan Yoona.

 

“Eomma dengarkan? Dia bisa jalan-jalan sendiri. Lagipula Dia juga tau jalan rumah ini kan? Jadi mana mungkin dia tersesat” Seru Yoona dengan santai.

 

“Tapi Dear, tetap saja dia belum tahu…” belum sempat Ny. Jiyeon selesai bicara Yoona langsung nyelonong pergi begitu saja tanpa memperdulikan ucapan Eommanya.

 

“Yak! Im Yoona… Eomma belum selesai bicara.” Ny. Jiyeon meneriaki Yoona, namun Yoona tak menghiraukannya.

 

 

“Aish, anak itu. Padahal aku akan memberitahunya tentang perjodohan ini.” keluh Ny. Jiyeon melihat tingkah Yoona.

 

“hmm…Ahjumma lebih baik jangan memberitahunya dulu. Sepertinya Yoona masih marah padaku.” Ujar Siwon dengan tersenyum miris.

 

“Hei! Jangan menyerah! Bukannya dari dulu kau ingin menikahi putriku Im Yoona.” Ujar Tn. Jaewon mengingat masa kecil Siwon. Siwon tersenyum mendengarnya.

 

“Kau benar Ahjussi, Aku akan berusaha dan membuat Yoona menerimaku kembali.” Kata Siwon kembali semangat. Mereka semua tersenyum mendengarnya.

 

 

 

~*****~

Yoona berlari menuju taman yang tak jauh dari rumahnya, Ia tak peduli dengan suhu dingin dan salju yang turun mengenai kulitnya. Ia begitu kesal dengan semua orang dirumah, ia berpikir kenapa semua orang selalu membela namja itu?

 

Saat sampai ditaman Yoona langsung mendudukkan tubuhnya di sebuah Ayunan dan menatap langit.

 

“Oh Tuhan Waeyo? Kenapa dia kembali lagi. Bahkan aku sudah melupakannya. Gumam Yoona kesal sembari menitihkan air mata.

 

 

Tiba-tiba Seseorang menghampirinya dan menyampirkan mantel tebal pada Yoona. Yoona terkejut dan buru-buru menghapus air matanya. Kemudian ia menoleh kearah orang itu.

 

“Mau apa kau ke sini?” Ucap Yoona ketus.

 

“Aku hanya mengantarkan mantelmu. Kau melupakan mantelmu tadi.” Ucap Siwon dengan lembut. Lalu ia juga mendudukkan bokongnya di ayunan tepat sebelah Yoona dengan posisi berlawanan. Sedangkan Yoona terlihat acuh dan cuek pada Siwon.

 

 

Siwon menatap Yoona sesaat lalu ia mendesah.

“Aahh, Aku tau kau masih marah padaku atas kejadian waktu itu.” Siwon memulai bicara memecahkan keheningan diantara mereka. Tapi Yoona tak bergeming.

 

“Tapi…kejadian itu kan sudah lama sekali. Kenapa kau masih membenciku sampai saat ini. Itu kan hanya masalah sepele.” Lanjutnya sambil menatap Yoona. Yoona bergeming dan langsung menatap Siwon tajam.

 

“Sepele katamu? Bagiku itu bukan masalah sepele. Kau sudah berbuat kesalahan besar Oppa. Apa kau tau itu?” Ucap Yoona dengan kesal yang tak tertahankan. Lantas Siwon bangkit dari Ayunannya, kemudian ia menghampirinya dan berjongkok dihadapan Yoona.

 

“Mainhaeyo…! Jeongmal mainhaeyo” Ucap Siwon menatap dalam manik mata Yoona. Yoona tak bisa menahan perasaannya, matanya mulai berkaca-kaca saat menatap Siwon sedekat ini.

 

“Apa kau tau? Aku begitu membencimu. Bukan hanya kau memecahkan bola kristalku waktu itu. tapi kau juga benar-benar tak menemuiku. Bahkan kau tidak mengucapkan kata maaf ataupun selamat tinggal padaku. Seharusnya kau menemuiku sebelum kau pergi ke New York. Meskipun aku marah padamu tapi kau harus menemuiku untuk yang terakhir kalinya. Bahkan kau tidak pernah mengabariku, hanya EunHye eonni saja yang kau kirim E-mail. Aku sangat membencimu Oppa, sangat membencimu.” Ungkap Yoona dengan memukuli Siwon disertai beruraian air mata. Siwon terdiam memandang wajah sedih Yoona. Ia merasa bersalah pada Yoona.

 

“Mainhae, Jeongmal mainhaeyo? Aku telah pergi tanpa mengucapkan apapun padamu. Dan tidak pernah mengabarimu sama sekali. Aku mengira itu akan percuma, karna kau tidak akan pernah membalas pesanku, Iyakan?” Jelas Siwon dengan sedih pula. Yoona beranjak dari duduknya dan mendorong Siwon hingga Siwon terduduk.

 

“Kau tau darimana kalau aku tidak akan membalasnya. Asal kau tau Oppa, selama ini aku menunggu pesanmu, aku slalu mengecek E-mailku setiap hari. Tapi kau tidak pernah memberiku kabar. Dan slalu EunHye eonni saja yang kau kirimkan.” kata Yoona dengan menatap Siwon sinis.

 

“Yah, memang Aku slalu mengiriminya E-mail. Tapi aku juga slalu menanyakan kabarmu pada Eunhye noona.” Kata Siwon

 

“Ck, pembohong. Jelas-jelas kau slalu menggoda Eun Hye eonni di E-mail.” Cibir Yoona dengan lirih. Namun masih bisa di  dengar oleh Siwon.

 

“Mwo? Kau bilang apa tadi?” Tanya Siwon memastikan.

“Apa? Aku tidak bicara apa-apa? Sudahlah! minggir aku mau pulang.” Cetus Yoona dengan judes kemudian ia menabrak lengan Siwon saat ia berjalan meninggalkan Siwon.

 

Siwon menoleh kearah Yoona dan menghentikan langkahnya.

 

“Chakkaman! Apa kau memaafkanku?” Tanya Siwon dengan harap. Yoona juga menolehkan kepalanya kearah Siwon.

 

“Memaafkanmu? Tidak semudah itu, kau sudah membuatku marah dan Kesal.”

“Lalu apa yang harus aku lakukan supata kau mau memaafkanku.” Tanya Siwon.

 

“Tidak ada yang bisa kau lakukan. Ahh, Aku akan memaafkanmu jika kau bisa membuatku tersenyum. Tapi itu tidak mungkin terjadi karna aku sangat membencimu.” Lanjutnya dengan dingin lalu pergi meninggalkan Siwon dengan kesal.

 

Siwon memandang kepergian Yoona dengan sedih.

 

“Aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan hatimu lagi. Aku akan membuatmu tersenyum lagi padaku.” Suara hati Siwon.

 

 

~*****~

Keesokkan paginya di keluarga Im, Ny. Jiyeon dan EunHye berada di dapur sedang membuat beberapa makanan dihari natal ini dengan dibantu para pelayan-pelayannya yang tersisa. Siwon yang turun dari tangga tersenyum melihat mereka semua dan menyapanya.

 

“Selamat pagi Ahjumma, noona! Waah kalian sedang apa?” Tanya Siwon saat ia didapur hendak minum.

 

“Pagi Won-ah.” balas Ny. Jiyeon dengan ramah.

 

“Ah, Kau sudah bangun Wonnie! Kami sedang membuat Kimchi dan beberapa makanan. Apa kau mau mencobanya?” Kata Eun Hye menawari kimchi buatannya. Siwon mengangguk senang, lalu dengan senang hati Eun Hye menyuapkannya pada Siwon.

 

“Eotthokae? Enak tidak.” Tanya Eun Hye memastikan raut wajah Siwon yang sedang merasakan rasanya.

“Heemm…ini sangat enak sekali Noona.” Puji Siwon sambil mengunyah.

 

“Eh, benarkah?” Seru EunHye dengan senang. Siwon mengangguk mengiyakan sambil mengambil beberapa kimchi ditangannya.

 

“Wah, Syukurlah? Yeochun Oppa pasti suka.” Ucap EunHye kegirangan.

 

“Geunde! Kau mau kemana? Penampilanmu sudah rapi sekali.” Tanya EunHye penasaran.

“Ah, Aku ingin jalan-jalan sebentar sambil mencari Apartemant disekitar sini.” Ujar Siwon dengan terus memakan kimchi diwadah.

 

“Kenapa kau tidak pulang dirumahmu yang besar itu.” Celoteh Eun Hye sambil terus mengaduk-aduk Kimchi yang sudah dibumbui.

 

“Rumah itu terlalu besar buatku noona, apa lagi kalau sendiri. Aku lebih suka tinggal di Apartment. Dan hari ini aku akan mencari Apartement” Ucap Siwon.

 

“Oh begitu, sayang sekali rumah seperti istana itu Tidak ada yang menempati.”

 

“Kalau kau mau, kau boleh menempatinya noona” Ujar Siwon dengan di sambut senang oleh Eunhye.

“Jeongmal?” Ucap Eunhye dengan ekspresi senang.

 

“Hmm…asal kau mau menjadi istriku.” ucap Siwon dengan nada menggoda.

“Aish, kau ini.” desis Eunhye sambil menjejalkan kimchi dimulut Siwon. Lalu mereka tersenyum,

 

Disisi lain Yoona hendak menghampiri mereka untuk pamit tapi ia mengurungkannya saat mendengar percakapan antara Siwon dan eonninya, mendengar hal itu Yoona merasa kesal, Ia langsung pergi begitu saja tanpa berpamitan pada Eommanya.

 

“Eh, Yoong kau mau kemana?” Sapa Ny. Jiyeon menegur Yoona yang berjalan melaluinya begitu saja. Yoona menghentikan langkahnya sejenak.

 

“Aku mau ke Festival Es Sancheoneo bersama Tiffany eonni, Yuri dan Yesung Oppa. aku ingin menghabiskan liburanku bersama mereka.” Ujar Yoona dengan datar.

 

“Ah, kalau begitu ajaklah Choi Siwon pergi bersamamu, kenalkan dia pada teman-temanmu itu.” Kata Ny. Jiyeon sambil melirik kearah Siwon.

 

“Eomma…tapi aku…” belum selesai bicara Ny. Jiyeon menyela ucapannya.

 

“Ahh, sudah sana pergilah, ajak dia pergi.” Kata Ny. Jiyeon sambil mendorong mereka berdua untuk pergi bersama.

 

“Ttta..tapi eomma.” rengek Yoona keberatan jika harus mengajak Siwon.

 

“Tidak ada tapi-tapian, kau harus mengajaknya pergi. Lagipula dia juga ingin melihatnya, Iya kan Wonnie.” tukas Ny. Jiyeon pada Yoona sambil tersenyum manis kearah Siwon. Siwon menanggapinya dengan mengangguk dan tersenyum. Akhirnya Yoona pasrah sambil mengerucutkan bibirnya kesal.

 

“Okey! Dia boleh ikut denganku. Tapi kau tidak boleh menggangguku jika sampai disana?” Ucap Yoona dengan jengkel menatap Siwon.

“Hmm…aku janji tidak akan mengganggumu.” Sahut Siwon dengan tersenyum senang.

 

“Baiklah! Kajja pergi!” Ajak Yoona sambil berjalan mendahului Siwon. Setelah itu Siwon berpamitan pada Ny. Jiyeon kemudian berjalan menyusul Yoona.

 

“Eommanim, Kami pergi dulu.” pamit Siwon sambil rendahkan sedikit badannya.

“Nde, berhati-hatilah? Dan Selamat bersenang-senang.” Balas Ny. Jiyeon dengan hati gembira.

 

Eun hye menghampiri Eommanya yang sedang tersenyum sendiri saat melihat mereka pergi. Dan saat Ny. Jiyeon hendak membalikkan badannya ia dikagetkan dengan kedatangan Eunhye dibelakangnya.

 

“Astaga! Kau ini mengagetkanku saja.” Pekik Ny. Jiyeon dengan memegangi dadanya.

 

“Eomma! Apa tidak apa-apa jika mereka pergi bersama?” Tanya Eunhye dengan menatap punggung mereka berdua.

 

“Tidak apa-apa. Ini waktu yang tepat untuk mereka berkencan. Yah! Meskipun secara tidak langsung. Tapi aku yakin, mereka pasti akan baikkan.” Kata Ny. Jiyeon dengan semangat.

 

Saat sampai didepan rumah, Yoona terus berjalan melewati mobilnya. Siwon yang melihat Yoona melalui mobilnya langsung memanggilnya.

 

“Hei! Apa kau tidak membawa mobil?” Ucap Siwon yang menghentikan langkah Yoona. Yoona menoleh kebelakang dan menatap Siwon dengan sinis.

 

“Aku sedang malas untuk menyetir, jadi kita berangkat naik bus saja.”

“Mwo! Naik Bus?” Ucap Siwon dengan terkejut.

 

“Nde, memangnya kenapa?” Balas Yoona dengan heran saat melihat ekspresi Siwon.

 

“Apakah tidak lebih baik kita menggunakan mobil saja. Kau tau kan didalam bus itu sangat gerah, panas dan berdesak-desakkan.” Ujar Siwon sambil membayangkannya, karna seumur hidupnya ia tidak pernah sesekali menaiki bus.

 

Menurutnya naik bus itu sangat membosankan  panas dan harus berdesak-desakkan dengan penumpang yang lainnya. Makanya sejak kecil dia slalu menaiki mobil pribadi dari pada harus naik bus.

 

“Ahh kau ini, manja sekali. Kalau kau tidak mau, ya sudah! Lebih baik kau tidak usah ikut denganku.” Cetus Yoona sambil hendak berjalan.

 

“Tunggu!” teriak Siwon mencegah langkah Yoona.

“Yaa! Apa lagi? Aku sudah tidak ada waktu untuk meladenimu.” bentak Yoona dengan kesal.

 

“Aku, aku ikut denganmu.” Ucap Siwon dengan ragu. Yoona menatap Siwon dengan dalam.

“haahh! Apa kau yakin? Kau kan tidak suka naik bus. Lagipula kau juga tidak pernah naik bus sebelumnya.” Tanya Yoona memastikan, pasalnya ia tahu jika Siwon tidak suka jika naik bus.

 

“Tentu saja! Wae? Apa kau kira aku tidak pernah menaikinya?” Yoona terdiam mendengarkan ucapan Siwon selanjutnya.

 

“Kau tenang saja, aku pernah menaikinya waktu di New York.” Lanjut Siwon dengan bohong. Bohong!Yah! Kenyataannya dia memang belum pernah sekalipun menaikinya. Dia hanya merasa gengsi jika Yoona mengetahuinya dan semakin meledekinya.

 

“Ooh begitu! Baiklah, kau boleh ikut denganku.” Kata Yoona lalu melangkah pergi. Dalam hatinya Yoona merutuki dirinya yang sudah gagal membuat Siwon agar tidak ikut dengannya.

 

 

 

*****

“Di mana Yoona? kenapa belum datang juga?” Keluh Yuri pada sang kekasihnya.

“Mungkin ia masih di jalan.” Sahut Pria bernama Yesung tak lain kekasih Yuri.

 

“Aku kasihan dengan Yoona, dia baru saja putus dengan Ok Taecyeon, Namja itu dengan terang-terangan berselingkuh didepan Yoona.” Cerita Yuri dengan sedih, karna dia tahu sendiri kejadian itu.

 

“Lalu bagaimana dengan Yoona? Apa dia baik-baik saja?” Tanya Tiffany khawatir.

“Yah, dia sangat sedih sekali. Makanya aku mengajaknya kesini untuk menghiburnya.” Tukas Yuri.

 

“Wah! Kalau mereka sudah putus, berarti aku masih punya kesempatan untuk mendekatinya.” Sahut namja berwajah baby face bernama Luhan dengan ceria.

 

“PLETAK…” Yesung memukul kepala Luhan.

 

“Yaak! Kenapa kau memukul kepalaku.” Ucap Luhan kesal sambil mengusap-usap kepalanya.

 

“Jangan terlalu berharap. Nanti kau bisa patah hati lagi seperti yang sudah-sudah.” Ujar Yesung mengingatkan Luhan yang slalu saja kalah cepat dengan namja lainnya.

 

“Tidak akan Hyung, Aku yakin! Kali ini aku akan mendapatkan cintanya.” Ujar Luhan dengan semangat yang berapi-api.

 

“Hahaha…nanti juga kau akan kalah cepat lagi dengan namja lain?” Ucap Yuri tertawa meledek.

“Dan kau akan patah hati untuk yang kesekian kalinya.” Kata Tiffany menambahkan dengan meledeknya juga.

 

“Aish, kenapa kalian meledekku. Seharusnya kalian mennyuport dan membantuku untuk mendapatkan Yoona. Bukannya meledekiku.” Cibir Luhan menatap ketiga temannya itu tertawa meremehkan.

“Kenapa kami harus membantumu, kau usahalah sendiri.” Ujar Yuri disela tertawanya. Lalu ketiganya langsung pergi menuju Festival Mountain Trout Ice untuk memancing diatas es dan bermain salju disana.

 

“Ahh, kalian benar-benar tidak setia kawan.” Kata Luhan dengan memasang wajah pura-pura sedih. Tapi ketiga sahabatnya tidak memperdulikannya.

 

“Ahh, mereka benar-benar tidak bisa diandalkan.” Gumannya sambil menatap mereka yang pergi meninggalkannya. “Haii! Tunggu aku.” Teriak Luhan sambil berlari mengejar mereka bertiga.

 

.

.

.

.

 

Tidak lama kemudian Yoona dan Siwon pun akhirnya sampai di Hwacheon, Gangwon-do tempat Festival Mountain Trout Ice itu diadakan. Siwon terkagum-kagum dengan kemeriahan di desa ini. Festival Yang tidak pernah ada di New York. Apalagi Salah satu program yang paling populer di Festival Mountain Trout Ice ini adalah memancing ikan diatas es.

 

Bahkan banyak sekali pengunjung yang datang kesini hanya untuk memancing, bermain Ski, ataupun menerbangkan layang-layang dan membangun boneka salju.

 

“Waahh! Amazing! Disini begitu ramai. Bahkan di Amerika saja tidak ada hal seperti ini.” Ujar Siwon dengan rasa kagum.

 

“Tentu saja!” Respon Yoona dengan bangga, lalu ia mengesarkan pandanganya karna mencari teman-temannya. Yoona tersenyum Saat ia melihat teman-temannya yang sedang asyik memancing.

 

“Ahh, itu mereka. Ayo kita kesana?” Ajak Yoona tanpa sadar menggenggam dan menarik tangan Siwon menuju sahabatnya berada. Siwon sedikit terenyuh saat Yoona menarik tangannya dan kemudian ia berusaha bersikap biasa kembali.

 

“Hai! Mainhae aku datang terlambat.” Sapa Yoona saat sampai dihadapan ke empat temannya dengan masih menggandeng tangan Siwon.

 

“Gwenchana? Kami juga baru saja tiba.” Balas Yuri sambil memandangi namja yang ada disamping Yoona.

 

“Siapa dia? kekasih barumu nde? Waahh! cepat sekali kau mendapatkan pengganti Taecyeon.” Tanya Yuri dengan tersenyum menggoda. Yoona sedikit bingung dengan ucapan Yuri, tapi saat beberapa detik kemudian ia baru menyadari maksud Yuri dan langsung melepaskan tangan Siwon dengan gugup.

 

“Ahh, bu..bukan. Dia…dia ini…” Ucap Yoona terbata-bata karna gugup untuk menjelaskannya. Tiba-tiba saja Yuri menyela ucapannya.

 

“Wah! Yoona sudah mendapatkan kekasih baru, sepertinya akan ada yang patah hati lagi nih.” Sahut Yuri sambil menatap menggoda kearah Luhan yang tampaknya tidak suka dengan kehadiran Siwon.

 

“Ah, Aniyo. itu tidak benar Eonni. dia bukan kekasihku, tapi dia ini teman kecilku. Dia barusaja pulang dari New York kemarin.” Jelas Yoona sebelum semuanya salah paham. Luhan yang mendengarnya kembali tersenyum kembali. Lalu Siwon pun memperkenalkan dirinya pada teman-teman Yoona.

 

“Hallo! Aku Choi Siwon. Nice to meet You All?” Sapa Siwon memperkenalkan dirinya dengan ramah. Mereka menyambutnya dengan senang kecuali Luhan. Dia terlihat dingin dengan Siwon.

 

“Hai! Siwon-ssi, Aku Tiffany. Aku tidak tahu kalau Yoona punya teman setampan dirimu. Apa aku boleh meminta nomer handphonemu. Kita bisa menjadi temankan?” Kata Tiffany dengan gayanya yang centil. Yuri dan Yoona terperangah melihat aksi Tiffany.

 

“Tentu saja!” Balas Siwon sambil tersenyum manis menunjukkan kedua lesung pipinya yang manis, lalu ia menerima Ponsel Tiffany lalu memasukkan nomernya didalamnya dan mengembalikannya pada Tiffany. Tiffany nampak senang bisa mendapatkan nomor ponsel namja setampan Choi Siwon.

 

“Terima Kasih, apa aku boleg memanggilmu Oppa.” Ucap Tiffany.

 

“Hmm…tentu saja boleh.” Mereka berdua kemudian tersenyum manis satu sama lain. Yoona merasa hatinya memanas melihat Siwon slalu tebar pesona seperti itu. Apalagi dihadapan Tiffany sahabatnya sendiri.

 

 

To Be Continue….

 

 

Note : Fuuhh! #Lap keringet. Apa ya yang terjadi selanjutnya antara Yoona, Siwon, dan Tiffany? Akankah persahabatan mereka akan hancur hanya masalah CINTA? Nantikan kelanjutannya hanya di YWK? #lebay ala-ala Feny Rose. Aku harap kalian dengan FF ini. Dan maupun suka atau gak suka kalian harus ninggalin jejak nde, Meskipun itu pujian, kritik dan saran itu sangat membantu bagi saaya. Untuk HTSL 8 segera di publish dan rencananya akan aku protek deh. Coz masih bnyak Silent rider.

 

Buat Echa dan Resty terima kasih udah mau ngepost FF ku ini. ^^

 

 

 

Tinggalkan komentar

173 Komentar

  1. Haha Yoong2 udah jujur aja kalau kamu suka Siwonkan? Hayo jujur hayoo :p
    Ihh bikin sepet aja tuh Ahjumma Fany -_-
    Yoong! Kamu harus pertahanin Siwon, okey? :*
    Aku tunggu chapter selanjutnya, eonni..
    Fighting!

    Balas
  2. Riissa Icca

     /  Februari 9, 2015

    Ditunggu chapter selanjutnya😉

    Balas
  3. fira imnida

     /  Februari 13, 2015

    wakwaw, si rusa sudah mulai cemburu dengan mba fanny sama simba :V
    Next and Fighting eonni ^^

    Balas
  4. siska primadani

     /  Februari 13, 2015

    Kayaknya ceritanya seru….
    Tapi thor flashbacknya terlalu banyak. Tapi aku tetep suka, kasian wonpa yg merasa menyesal dan memelas maaf dari yoona. Aku rasa yoona cemburu liat wonpa dekat dengan fanny. Itu berarti yoona suka dgn wonpa. Artinya yoona juga mencintai wonpa. Aku harap fanny nggak jadi org ketiga diantara mereka berdua.

    Balas
  5. semoga perjodohannya berjalan dengan lancar . aku rasa yoona suka juga sama wonppa tapi gengsi mau bilang , dan aku harap fany gak jadi penghalang hubungan mereka

    Balas
  6. Mieyoon

     /  Maret 8, 2015

    Daebak.. Siwon cinta masa kecil yoona.. Semoga di kehidupan nyata mereka benaran pacaran aminnn

    Balas
  7. yuli

     /  Maret 19, 2015

    perjodohanya semoga lancar ya siwon oppa dan yoona

    Balas
  8. Zhahra

     /  Maret 23, 2015

    Daebak unni….
    Yoona unni sok” an gag mau ma wonpa padahal ngarep banget tuuh…
    Kpan chap 2 di publish unn…
    Gag sabar niih

    Balas
  9. Rostina fince manalu

     /  Maret 29, 2015

    Lanjut eon , fight!

    Balas
  10. choi seul bi

     /  April 1, 2015

    Eonni kalo suka ma oppanya ngomg donk
    Nnti siwon oppanya sama aku lhooo #plaaak
    Ditunggu chapter selanjutnya author ^_^

    Balas
  11. Reblogged this on ♥ History Simba Deer ♥ and commented:
    [3S] Saranghae Oppa by SimbaDeer307

    Balas
  12. Aduh….Wonpa ini ya….kelakuan blm berubah….ganjen ama cewek….langsung aja kasih nmr telepon
    Katanya pengen yoona kembali
    Please update soon ya chika
    Jgn lama lama
    Tq

    Balas
  13. marsiah

     /  April 7, 2015

    Yoona cemburu,udala blang aja klo suka sama siwon oppa.nex thor

    Balas
  14. mywon_407

     /  April 19, 2015

    Ffnya bagus, mending yoona cepat2 maafin siwon oppa deh nanti d ambil ma tiffany loh…
    Semoga perjodohannya berjalan lancar jdi yoonwon bisa bersatu…
    di tunggu next chapternya secepatnya author…

    Balas
  15. ceritanya seru banget..ngakak pas yoona salah orang dan keliatan sok akrab– liat Siwon sama yoona kayak ngeliat kucing sama anjing -_- sebenarnya yoona cemburu kan ngeliat siwon deket deket sama cewek lain kayak eun hye atau fany tapi dia belum menyadarinya.. semoga siwon bisa ngebuat yoona tersenyum kembali dan gak benci ke siwon..

    Balas
  16. Bgs ff nya thor.yg smgt buat ff ya thor

    Balas
  17. Lanjut min🙂

    Balas
  18. ria

     /  Oktober 3, 2015

    Cinta lama blm kelar ya,
    Tp kok malu2 kucing
    Hahahaha

    Balas
  19. jenjeje

     /  Oktober 30, 2015

    jiaaahhhh 😁
    mom kyax cmbru nhe yeeehh
    seru crtax eon😉
    pnsran dgn slnjtx
    cpt donk d publis chap brktx

    Balas
  20. Yeonta

     /  Januari 2, 2016

    Keren banget

    Balas
  21. Almira Putri

     /  Januari 26, 2016

    Yoona jujur aja deh ga usah pake mengibgat masa lalu itu😀 lagian siwon kan udah minta maaf
    Cerita nya seru dan lucu
    Berharap suapya chapter selanjutnnya gaada masalah ama yoonwon dan mereka bisa baikkan😀🙂
    Next chap thor
    Fighthing😀

    Balas
  22. ayana

     /  Juli 15, 2016

    yoona sebenernya udah mulai suka ma siwon, bukan yoona emang udah suka ma siwon. dari percakapan yoona ma siwon yang di ayunan udah keliatan kalo yoona itu suka ma siwon. cuma dia masih marah aja ma siwon. moga cepet baikan.

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: