[FF] Hate To Say Love (Chapter 7)

hate-to-say-love kissmedeer

Author : Cikha Choi / SimbaDeer307

facebook : Cikha Lee Yoonwonited

Twitter : @SimbaDeer307

Length : Chapter

Rating : PG 15 +

Genre : Romance,Friendship,Comedy,School life.

 

Main Cast :

~ Super Junior Choi Siwon

~ SNSD Im YoonA

~ Super Junior  Lee Donghae

Support Cast :

~ Stella Kim

~ Jessica Jung – SNSD

~ Bae Suzy – Miss A

~ Kwon Yuri – SNSD

~ Kim Jong woon – Super Junior

~ Seolong – 2AM

~ Cho Kyuhyun – Super Junior

~ Lee Taemin – ShiNee

~ Seohyun – SNSD

~ Park Jung Soo – Super Junior

 

Special Artworker Kissmedeer by http://cafeposterart.wordpress.com

 

 

 

Note: Hai…aku balik lagi nih bawa kelanjutan HTSL yang udah lumutan bingits. dan maaf postingnya lama coz lg males ngetik, terus ide yang macet. terus aq juga lagi ngerjain 5 FF Yoonwon terbaru 2015 nanti. semoga kalian suka dech ma klanjutannya dan tidak membosankan ya? terus mudah-mudahan coment di part ini gk kalah banyaknya dengan chapter sebelumnya. maaf jika ada kesalahan / TYPO.

 

gak usah banyak bacot, Yuukk! langsung aja bacanya dan happy Reading. ^ ^

 

#Happy Reading#

Sebelumnya…

 

“emm…ehmm…, sepertinya ada yang sedang kasmaran nih” kata Kyuhyun sambil berdehem. pelatih langsung salting dan gugup.

 

“Ah, kalian ini. ayo!! kita berangkat sekarang.” ajak pelatih dengan wajah malu. mereka pun berjalan ke mobilnya masing-masing.

 

Siwon dan yang lainnya membawa mobilnya sendiri, sedangkan Yoona dan temannya yang lain numpang mobil Suzy bersama guru Park Injung.

 

Saat Yoona dan yang lainnya akan masuk mobil, tiba-tiba seseorang memanggilnya.

 

“Im Yoona, Chakhaman!!” teriak namja tampan berwajah manis sembari berlari kearahnya.

 

Yoona menoleh kearah sumber suara itu. dan ia melihat seseorang sedang berlari kearahnya sambil tersennyum manis padanya. Jessica terkejut saat mengetahui siapa orang yang memanggil Yoona, begitu pula dengan Siwon yang masih berada dibasement kampus dengan tatapan tidak suka.

 

“apa kau akan berangkat kesana? bagaimana kalau kita kesana bersama”. ajak Donghae dengan harap.

 

Yoona seperti sedang berfikir sebenarnya dia ingin berangkat dengan Donghae, tapi ia merasa tak enak hati dengan teman-temannya. hingga akhirnya dia menerima ajakkan Donghae dan akan bilang pada teman-temannya yang lain.

 

“Ah, baiklah. kalau begitu aku bilang teman-temanku dulu nde?” kata Yoona minta izin pada teman-temannya. namun saat Yoona akan membalikkan badannya tiba-tiba Jessica sudah ada dihadapannya.

 

“Ommo! eonni kau mengagetkanku.”kata Yoona terperanjat saat membalikkan badannya dan melihat Jessica ada dihadapannya.

 

“Yoong, Donghae Oppa? kalian saling kenal?” tanya Jessica sambil menatap Yoona dan Donghae bergantian.

 

“iya, dia namja yang aku ceritakan waktu itu?” ujar Yoona mengingatkan Jessica waktu Yoona menceritakan namja yang menghiburnya ditaman waktu itu. lalu Donghae tersenyum manis pada Jessica sambil melambaikan tangannya.

 

“Annyeong Sica-ssi!” sapa Donghae dengan ramah. Sica menyambut dengan senyuman manisnya.

“Annyeong Oppa,” balas Jessica dengan senyum mengembang pula. Yoona mengernyitkan dahinya bingung. nampaknya keduanya juga sudah saling kenal. itu terlihat saat Jessica dan Donghae saling menyapa tanpa ada rasa canggung.

 

“kalian juga sudah saling kenal.” tanya Yoona penasaran.

 

“iya Yoong, aku juga mengenalnya, dia ini tetangga baru ku.” kata Jessica yang membuat Yoona terkejut lagi.

 

“Jeongmal? kenapa bisa kebetulan seperti ini? aku mengenal Donghae oppa dan kalian ternyata tetanggaan. baguslah kalau Eonni sudah mengenalnya.”kata Yoona lalu mereka tertawa bersama.

 

“eonni, aku akan berangkat dengan Donghae oppa. tidak apa-apa kan kalau aku tidak jadi semobil dengan kalian.”tanya Yoona pada Jessica. Jessica yang dari awal sebenarnya menyukai Donghae hanya bisa mengangguk dengan tersenyum tipis.

 

sebenarnya dia tidak rela Donghae dengan Yoona tapi Yoona adalah sahabat terbaiknya. dia terlihat senang sekali saat dengan Donghae. Jessica tidak tega melihat Yoona sedih jika dia tau kalau dia juga menyukainya. Jessica hanya bisa memendam perasaannya.

 

sedangkan Seseorang yang tak jauh dari mereka merasa tidak senang melihat Yoona bersikap manis pada Donghae.

 

Ia pun turun dari mobilnya dan menghampiri Yoona yang berjalan kearah motor Donghae. lalu ia menarik tangan Yoona dan membawanya pergi dari sana. Yoona terkejut dan menghempaskan tangannya.

 

“Yaa!! apa yang kau lakukan, bodoh.” Omel Yoona pada namja itu yang tak lain adalah Siwon. Siwon menatap marah pada Yoona. sedangkan sahabat Yoona hanya menyaksikan sambil menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.

 

“kau ini lupa atau apa? kau ini pesuruhku jadi kau harus berada disampingku. aku ingin kau yang menyetir. kau tau kan kakiku ini masih sakit.”kata Siwon dengan nada dingin.

 

“Kau slalu seperti itu.” keluh Yoona frustasi dengan Siwon. karna ia slalu memakai senjata itu untuk membuatnya tak bisa berkutik.

 

Donghae menghampiri mereka. dan menatap tajam kearah Siwon.

“Yak! Choi Siwon, kau tidak bisa seenaknya saja seperti itu. dia akan pergi denganku, jadi kau pergi saja.”kata Donghae dengan nada sinis sambil menarik Yoona disampingnya. Siwon menatap Donghae dengan mata elangnya yang tajam.

 

“Aniyo, dia akan pergi denganku. justru kau yang harus pergi darinya.”kata Siwon dengan garang lalu menarik Yoona disampingnya. Donghae tersenyum miring.

 

“Kau tak punya hak untuk mengaturnya. biar Yoona saja yang menentukan.”ucap Donghae sinis.

 

Yoona yang dari tadi hanya diam dan menjadi bahan tarik menarik kedua pria didepannya, menjadi kesal dan marah.

 

“Hentikan! kalian ini seperti anak kecil saja. aku ini bukan barang yang bisa ditarik-tarik dan diperebutkan sesuka kalian.”teriak Yoona emosi sambil menatap keduanya bergantian. lalu Yoona pergi meninggalkan keduanya. Siwon menatap Donghae dengan tatapan mematikan.

 

“Urusan kita belum selesai, Lee Donghae.” Seru Siwon dengan nada dingin, kemudian ia pergi untuk menyusul Yoona.

.

.

.

 

“Yak! Im babo! berhenti kau disana!” teriak Siwon yang membuat Yoona harus menghentikan langkahnya. lalu Siwon berjalan mendekatinya.

 

“Kenapa? kenapa kau memilih akan berangkat dengannya? kau ini kan masih pesuruhku. jadi selama itu pula kau harus ada disampingku. kau tau kan apa akibatnya jika kau melanggarnya? aku akan memperpanjang kau menjadi pesuruhku.” ancam Siwon sambil berdiri dihadapannya. Lalu ia memberikan kontak mobilnya di hadapan Yoona.

 

“Kau yang menyetir.” Yoona menatap kearah Siwon dengan sinis.

 

“Aiisshh, jinjja!.” kata Yoona geregetan sambil menyambar kunci yang ada dihadapannya. lalu berjalan menuju mobil Siwon dengan hati dongkol. sedangkan Siwon tersenyum penuh kemenangan.

 

lalu Jessica dan teman-temannya pun berangkat meninggalkan basement kampus. setelah menyaksikan perang ke 3 yang begitu menegangkan. begitu pula dengan Donghae yang kesal melihat Siwon yang berhasil mengacaukan semuanya.

 

 

 

*****

Didalam mobil Yoona hanya terdiam dengan wajah ditekuk, ia masih kesal dengan Siwon. gara-gara dia, ia tak dapat pergi bersama Donghae. Siwon memperhatikan Yoona yang dari tadi diam dengan wajah kesalnya.

 

“sepertinya kau sangat ingin pergi dengan pria itu.”kata Siwon yang tau pikiran Yoona.

 

“Yah…tapi kau mengacaukan semuanya.” ucap Yoona dengan ketus. Siwon bergelak.

“kau menyukai namja seperti itu.” tanya Siwon meledek selera Yoona.

 

“memangnya kenapa? dia bahkan lebih baik darimu yang sangat menyebalkan.”cetus Yoona yang membuat Siwon berhenti meledeknya.

 

“Ya! ya! kau bicara apa? justru aku lebih segalanya dari dia. bahkan gadis-gadis di kampus sangat menyukaiku dan berharap bisa menjadi kekasihku.” kata Siwon menyombongkan diri. Yoona hanya mencibir dan mengolok-olok Siwon.

 

“Cih, sombong sekali. Dasar si Simba Jelek.” ledek Yoona. Siwon langsung merengut saat Yoona mengatainya Seperti itu.

 

“kau bicara apa? kau berani mengataiku seperti itu.”cetus Siwon tak terima.

“memangnya kenapa? aku tidak takut denganmu.” kata Yoona sambil menjulurkan lidahnya dengan sikap menantang.

 

“Aishh kau…” ucap Siwon kesal. dengan masih fokus menyetir Yoona terus mengatainya yang membuat Siwon kesal tak karuan.

 

“Simba Jelek…simba jelek…simba jelek…” ejek Yoona dengan mengetuk-ngetuk setir dengan jemari lentiknya.

 

Siwon yang kesal langsung menyumpal mulut Yoona dengan telapak tangannya. namun bukannya berhenti Yoona malah terus mengejeknya dengan tertawa senang. Siwon membiarkannya dan berbalik menyerang Yoona.

 

“Yah, terus saja kau mengejekku. lihat dirimu? kau sangat berbeda dengan gadis lainnya.” kata Siwon membuat Yoona menghentikan tawanya.

 

“apa maksudmu. “tanya Yoona menatap Siwon sekilas. lalu Siwon menunjukkan senyuman evilnya.

 

“Yah, kau tidak seperti gadis lainnya yang memiliki tubuh Sexy, Lihat saja tubuhmu itu! kurus rata seperti papan. keningmu lebar seperti lapangan golf, tenagamu besar seperti laki-laki, kau juga makan seperti bar-bar dan satu lagi kau sangat galak sekali, mana ada pria yang mau denganmu” kata Siwon dengan tersenyum meledek.

 

Yoona kesal mendengar Siwon yang mendeskripsikannya  seperti itu.

 

“Yaa! beraninya kau mendeskripsikanku seperti itu.” protes Yoona tak terima.

 

“kenapa? memang kenyataannya seperti itu.”

 

“Aish, apa kau cari mati Choi Siwoon?” teriak Yoona mulai mengeluarkan tanduknya. Siwon malah tertawa meledek.

 

Yoona langsung mencubit perut Siwon bertubi-tubi dengan tangan kanannya sedangkan tangan yang satunya memegang setir. Siwon spontan menjerit kesakitan dan menghindar.

 

“Aarrgghh, Appo! apa kau gila hah.”erang Siwon dengan wajah kesakitan. Yoona yang mendengar Siwon menjerit jadi ketawa kesenangan.

 

“Aish kau…hentikan mobilnya.” suruhnya dengan kesal.

“Mwo? untuk apa?” kata Yoona dengan bingung sekaligus takut jika Siwon merencanakan sesuatu.

 

“Sudah jangan banyak bicara, hentikan mobilnya sekarang.”perintahnya dengan datar. tanpa banyak bicara lagi Yoona menghentikan mobilnya ketepi jalan.

 

Yoona menatap Siwon dengan takut.

“kau tidak menyuruhku untuk turun kan?” tanya Yoona dengan khawatir. Siwon mendekatkan tubuhnya kearah Yoona.

 

“apa kau berharap aku seperti itu?” Tanya Siwon lirih menatap Yoona lekat. Yoona menggelengkan kepalanya tanda tidak mau.

 

“Kalau begitu minggir, biar aku saja yang menyetir.” kata Siwon dengan mencondongkan tubuhnya ke tubuh Yoona untuk bertukar posisi. namun Yoona merasa gugup dan jantungnya kembali berdebar melihat Siwon sedekat ini dengannya. Yoona menyembunyikan kegugupannya dengan menahan nafasnya.

 

lalu ia dengan perlahan menggeser tubuhnya kesamping saat Siwon sudah berada ditempat kemudi.

 

saat mereka sudah bertukar posisi, Yoona bernafas lega. kemudian Siwon melajukan mobilnya perlahan.

 

 

 

 

*****

At Cafe

 

Saat mereka semua sudah sampai ditempat tujuan, mereka langsung berjalan masuk menuju meja yang sudah dipesan oleh guru mereka.

 

dengan suka cita mereka langsung memesan beberapa makanan dan juga beberapa minuman.

 

sedangkan Donghae yang menyadari Yoona belum sampai, langsung mengedarkan pandangannya kearah pintu masuk. diam-diam Jessica memperhatikannya.

 

“Apa kau sedang menunggun Yoona, Oppa?” tanya Jessica mengikuti arah pandang Donghae.

 

“hmmm…! kalau begitu aku ke toilet dulu ne.” kata Donghae mengalihkan pandangannya lalu pamit untuk pergi ke toilet. Jessica tersenyum simpul sembari mengangguk. lalu Ia menatap kepergian Donghae dengan tatapan sedih.

 

Lalu Leeteuk juga menyadari jika Siwon dan belum sampai juga, dan dia berniat untuk menghubunginya, namun Yesung menahannya.

 

“jangan, mungkin dia masih dijalan. sudah biarkan saja.” kata Yesung mengambil ponsel Leeteuk.

 

sedangkan disisi lain Donghae tidak sedang ke toilet melainkan diluar Cafe tersebut, dia menelusuri pandangannya kesetiap area Parkir mencari seseorang yang ia tunggu dari tadi.

 

hingga matanya menangkap dua sosok yang tak asing baginya, terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat. raut wajahnya berubah menjadi marah, rahangnya mengeras, dan tangannya mengepal. matanya menatap tajam bagaikan pedang yang siap menghunus musuhnya.

 

 

 

*****

Di tempat parkir area Siwon dan Yoona baru saja tiba di tempat tujuan, mereka jadi telat karna Siwon sengaja memutar jalan sehingga mereka harus berputar dan lebih lama untuk menuju cafe tersebut. Yoona mulai mengomeli Siwon yang ternyata sengaja memperlambat perjalanan mereka.

 

“Aishh! semua ini gara-gara kau. kalau aku tau kau akan berputar jalan aku pasti tidak akan membiarkanmu mengambil kemudinya.”Omel Yoona sambil turun dari mobil. namun Siwon tak menghiraukannya.

 

“pasti mereka semua sudah menunggu kita”kata Yoona lagi.

 

“Kau ini cerewet sekali, terserah aku mau lewat jalan mana saja yang pentingkan sampai tujuan?” kata Siwon santai. Yoona hanya menatap Siwon dan mencibir.

 

Saat Yoona hendak berjalan menuju Cafe tersebut, tiba-tiba saja matanya melihat seorang namja yang sangat ia kenal baru saja keluar dari Cafe itu sambil berbicara diponselnya dan berjalan kearah parkiran,

 

Yoona yang mengetahui siapa orang itu langsung terkejut dan panik. lalu ia menarik lengan Siwon untuk bersembunyi dideretan mobil-mobil.

 

“Yaa! ada apa?”kata Siwon bingung dengan sikap Yoona.

“Aahh, gawat! ini gawat” seru Yoona dengan panic.

“Gawat? gawat kenapa?” tanya Siwon tambah bingung.

 

“Babo! kau lihat namja yang berjalan kearah sinikan? dia itu Oppaku? kalau dia tahu aku ada disini. bisa mati aku, bisa-bisa semua uangku disita olehnya. ” kata Yoona khawatir sambil mengintip disamping mobil orang lain dan menunjuk kearah seolung yang sedang berjalan kearah mereka tepatnya kearah mobilnya berada.

 

“Oh, bagus kalau begitu. aku akan memberitahunya.” kata Siwon sambil bergerak akan keluar dari persembunyiannya. namun dengan cepat Yoona menarik kerah mantelnya sehingga membuat Siwon tersentak kebelakang.

 

“Ya! jangan lakukan! aku mohon.”kata Yoona dengan tatapan memohon. lalu Siwon berfikir sejenak untuk mempertimbangkannya.

 

“Baiklah, aku tidak akan memberitahunya. tapi ada syaratnya.” kata Siwon dengan tersenyum penuh makna.

 

“Syarat? syarat apa?”

“Kau menjadi pesuruhku selama sebulan.” ucap Siwon dengan tersenyum evil.

 

“Mwo? itu tidak mungkin. menjadi pesuruhmu 5 hari saja rasanya seperti di neraka. apalagi sebulan.”ujar Yoona tidak terima.

 

“Ya sudah, aku akan memberitahunya jika kau bersamaku disini.”ucap Siwon menggertak Yoona. Yoona lantas menahan lengan Siwon. Yoona sibuk mikir sejenak lalu menyetujui kemauan Siwon.

 

“baiklah, aku terima.”ucap Yoona dengan lemas. Siwon tersenyum puas.

“benarkah? apa kau tidak membohongiku.” Siwon meyakinkan Yoona.

 

“iya aku janji, aku akan menjadi pesuruhmu selama sebulan.”tegas Yoona. Siwon lalu mengulurkan kelingkingnya. Yoona menatap penuh kekesalan. lalu ia mengaitkan kelingkingya kekelingking Siwon.

 

“Okey, berarti kita Deal.” kata Siwon tersenyum penuh kemenangan.

 

“Kau slalu mengambil kesempatan dalam kesempitan.”cibir Yoona kesal. ia lalu mengintip lagi kearah Oppanya dan ternyata oppanya sudah semakin dekat.

 

Yoona semakin panik saat mengetahui mobil Oppanya ada di sebelahnya. Yoona bahkan merutuki dirinya sendiri karna tidak menyadari mobil Oppanya ada disampingnya.

 

“Ommo! matilah aku! ini mobil Seolung oppa. Yaa! kita harus bagaimana.”pekik Yoona dengan paniknya. Siwon yang melihat Yoona sepanik itu langsung menarik pinggang Yoona dan menghimpitnya didinding. dengan posisi membelakangi Seolung. Siwon menutupi tubuh Yoona dengan tubuh besarnya. seketika Yoona terkejut dengan apa yang dilakukan Siwon, apalagi wajah Yoona hanya beberapa centi saja dengan wajah Siwon, seakan mereka sedang berciuman. orang yang lewat dan melihat mereka pasti menganggap bahwa mereka sedang memang sedang berciuman.

 

“A..aa..apa yang kau lakukan” Bisik Yoona terbata karna gugup.

“ini cara satu-satunya agar kau tidak ketahuan.” jawab Siwon dengan lirih dengan setenang mungkin. menghalau rasa gugup yang menghinggapinya saat ini.

 

Yoona hanya terdiam dan mengikuti ide Siwon ini. saat dirasa Seolung sudah dekat dengan keduanya. Siwon langsung  semakin mempersempit jaraknya pada Yoona dan memiringkan sedikit kepalanya, seakan mereka sedang berciuman.

 

Siwon menatap Yoona lekat begitu pula dengan Yoona. ia merasakan debaran jantungnya semakin cepat. Yoona berharap Siwon tidak mendengar detak jantungnya yang berdetak lebih kencang, begitu pula sebaliknya.

 

Saat Seolung hendak membuka pintu mobilnya Ia dikejutkan dengan mereka yang sedang berciuman ditempat umum, lalu Seolung hanya menggelengkan kepalanya sambil masuk kedalam mobilnya.

 

“Aigoo…kenapa mereka berciuman disini?”ucap Seolung lirih sambil menyalakan mobilnya dan perlahan meninggalkan orang yang sedang berciuman itu sambil meliriknya sekilas.

 

Ia tak menyadari kalau yang ia lihat tadi adalah Yoona adiknya yang sedang bersembunyi dibalik tubuh Siwon. yang ia kira sepasang kekasih yang sedang berciuman. dan di sisi lain Donghae juga melihat mereka berciuman membuatnya cemburu. dengan perasaan terbakar Donghae kembali ketempatnya.

 

Saat mobil Seolung sudah pergi, mereka masih saja saling pandang satu sama lain. hingga beberapa menit kemudian mereka saling melepaskan pelukkan mereka masing-masing dengan perasaan gugup dan salting.

 

“Gomawo/mainhae” ucap Yoona dan Siwon bersamaan. lalu Yoona tertunduk malu, begitu pula dengan Siwon, ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karna malu.

 

“Gomawo kau sudah mau membantuku, meski aku harus jadi pesuruhmu selama sebulan.” kata Yoona sedikit menyindir.

 

“Cheomanayo” jawab Siwon dengan tersenyum menunjukkan lesung pipinya, sehingga membuat jantung Yoona lagi-lagi  berdesir. Siwon yang merasa ditatap seperti itu langsung menegur Yoona.

 

“Hei! aku tau aku ini tampan. tapi bisakah kita pergi sekarang. aku sudah lapar.”ucap Siwon menyadarkan Yoona.

 

“Aish, pecaya diri sekali kau ini.” kata Yoona dengan mengalihkan tatapannya dengan malu.

 

Siwon lalu membalikkan badannya dan berjalan duluan menuju Cafe dengan tersenyum tipis. sedangkan Yoona merutuki dirinya yang sempat terpana dengan Senyuman Siwon. lalu Yoona mengikuti Siwon dari belakang.

 

Saat mereka berdua sampai di ruangan karaoke. Siwon membuka pintu itu dan masuk bersamaan dengan Yoona. semua sahabat Siwon melihatnya heran kecuali Donghae dan teman-teman Yoona. mereka bertanya-tanya kenapa mereka bisa datang bersama. bukannya tadi Siwon berangkat bersama mereka.

 

“Kenapa kalian bisa datang bersama? bukannya tadi kau berada di belakang mobilku Hyung.” Tanya Kyuhyun dengan menatap Siwon curiga.

 

“Dia ini kan pesuruhku, jadi kenapa tidak aku manfaatkan untuk menyetir.” ungkap Siwon.

“Oh, lalu kenapa kalian terlambat. acaranya sudah dimulai.” kata Kyuhyun masih menyelidik Siwon.

 

“mainhae. ini semua karna dia.”kata Yoona angkat bicara sambil menunjuk Siwon penyebab mereka terlambat. Siwon hanya menatap kesal kearah Yoona.

 

“Ya! kenapa kau menyalahkanku, itukan karna kau…” Yoona langsung memotong ucapan Siwon.

 

“itu benarkan? kau yang mengambil jalan memutar dan semakin jauh dari tempat ini.” sahut Yoona dengan cepat sebelum Siwon menceritakan kejadian tadi di area parkir. Siwon menatap Yoona dan mengerti maksud Yoona.

 

“sudahlah! jangan bertengkar. ayo! kita rayakan hari kemanangan kita.” ajak Kyuhyun yang meliat pertikaian kecil antara Yoona dan Siwon.

 

mereka mengambil gelas masing-masing lalu mengangkat soju untuk cheer bersama. sedangkan Donghae yang dari tadi hanya diam langsung mengangkat gelasnya dengan malas.

 

“Cheerrss” sorak mereka semua. lalu mereka melanjutkan acaranya dengan karaoke bersama. Taemin dan Kyuhyun menyanyikan lagu Trap milik Hendry Suju.

 

semuanya ikut menikmati lagu yang dinyanyikan mereka dan Kyuhyun mengajak Yoona untuk maju dan menari bersama. dengan senang hati Yoona ikut bernyanyi dan menari.

 

Yoona juga mengajak Seohyun untuk menari dengannya, sedangkan Siwon terus memperhatikan Yoona sambil tersenyum. entah kenapa Yoona terlihat bersinar dimatanya dan membuatnya berkhayal jika Yoona sedang bernyanyi dan menari dengannya didepan sana. namun lamunan indahnya itu hilang saat Yesung mengagetkannya.

 

“Ya! Choi Siwon! apa kau sudah gila?” Teriak Yesung karna dari tadi ia memanggilnya namun tidak direspon olehnya. karna Siwon tersenyum  sendiri seperti orang gila sambil menatap kearah Yoona.

 

“Aissh, kau menggangguku saja”kata Siwon tanpa beralih menatap Yoona. Yesung mengernyitkan dahinya bingung.

 

“mengganggu, memangnya kau sedang apa?” Tanya Yesung yang bingung dengan ucapan Siwon yang sedang sibuk, namun Siwon tak menghiraukannya.

 

“Neomu Yeppo…”ucap Siwon lirih dengan wajah terpesona. Yesung dibuat bingung dua kali. Yesung mencoba menyentuh kening Siwon dan memastikan suhu badan Siwon. hal itu membuat Siwon menepis tangan Yesung.

 

“Yak! apa yang kau lakukan? ucap Siwon kesal.

“Aku hanya ingin mengecek suhu badanmu. Apa kau masih waras.”

“Tentu saja aku masih waras.” cibir Siwon kesal dengan sikap Yesung.

 

 

 

“Lalu kenapa kau tersenyum seperti orang gila tadi. terus siapa yang kau maksud Cantik?” ungkap Yesung dengan bingung. Siwon lalu tersadar dengan apa yang ia katakan tadi.

 

“Oh itu, bukan apa-apa?” elak Siwon.

 

 

“apa kau sedang memperhatikan Im Yoona?” tebak Yesung mengikuti arah pandang Siwon. Siwon kelabakan dan gugup, ia mencoba mencari alasan yang tepat.

 

“Mwo? Aaish, mana mungkin dia? coba kau lihat? apa yang menarik dari dia”kata Siwon berdalih.

“lalu siapa yang kau maksud Yeppo?”tanya Yesung. dan itu membuat Siwon gugup.

 

“Oh, itu, lagunya. yah lagu yang mereka nyanyikan sangat bagus sekali.” kata Siwon lalu meminum sojunya untuk menghilangkan rasa gugupnya. Yesung menanggapinya dengan senyuman.

 

Saat lagunya sudah selesai Yoona langsung ketempatnya lagi dan sekarang giliran guru Kim dan Park Injung. Semuanya bersorak saat keduanya mulai bernyanyi.

 

diam-diam Kyuhyun menyelipkan secarik kertas kedalam tas Seohyun tanpa Seohyun sadari. begitu pula dengan Jessica, ia merasa kecewa dan sedih karna setiap ia bicara pada Donghae, ia slalu tidak konsen dan slalu menjawab singkat.

 

“Oppa, kau kenapa? dari tadi ku perhatikan kau murung saja.”kata Jessica memastikan. Doonghae menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. lalu ia meminum sojunya kembali.

 

 

 

*****

di dalam sebuah bandara Incheon seorang wanita cantik yang memakai kacamata hitam sedang mencari-cari seseorang, tapi orang yang ia cari belum juga datang. wanita itu mmendesah sambil melihat jam tangannya. ia  baru saja menyelesaikan sekolahnya di paris. dan sekarang ia sangat senang bisa kembali lagi ke korea dan bisa bertemu dengan tunangannya.

 

“Shin Hye-ah” sapa seorag namja sambil tersenyum melambaikan tangannya, lalu menghampiri wanita cantik itu. wanita itu langsung tersenyum saat melihat namja yang ia rindukan berada didepannya.

 

“Oppa, bogoshippo”kata wanita itu memeluk namja tampan itu yang tak lain adalah Seolung. dia baru saja menerima

telepon dari orang tua Shin Hye untuk menjemputnya di bandara karna mereka sedang sibuk.

 

“Nado, bogoshippo”balas Seolung. lalu Shin Hye melepaskan pelukkanya.

 

“kau sendiri Oppa!” kata Shin Hye sambil mencari seseorang.

 

“iya, Abonim sedang sibuk. jadi aku yang menjemputmu kemari.” jelas Seolung.

 

“Oh! baiklah! kajja kita pulang Oppa. aku lelah sekali.”ajak Shin Hye sambil menggelayutkan tangannya ke lengan Seolung dengan manja. Seolung tersenyum lalu membawa koper milik kekasihnya itu.

 

saat di perjalanan Shin Hye memperlihatkan hadiah untuk Yoona pada Seolung.

 

“Oppa, menurutmu ini bagus tidak? ini hadiah untuk Yoona. dia sering memintanya padaku jika aku pulang ke Seoul.” kata Shin Hye memperlihatkan sebuah Gaun yang dirancang oleh disainer ternama di paris.

 

“sangat bagus, seharusnya kau tidak menuruti kemauannya.”

 

“benarkah? tidak apa Oppa, dia kan adikku juga. oh ya aku juga membelikanmu oleh-oleh,”kata Shin Hye sambil mengambil sesuatu didalam tasnya. “Nah, ini untukmu.” lanjutnya dengan memberikan sebuah kotak dan dibungkus kertas.

 

“apa ini? buka dirumah saja nde?”kata Shin Hye dengan tersenyum manis. Seolung mengacak poni Shin Hye gemas.

“kau ini suka sekali membuatku penasaran.”kata Seolung. “okey, akan aku buka nanti.” katanya lagi sambil menyimpan kotak itu.

 

“Oh ya, kau belum makan kan? bagaimana kalau kita makan Siang dulu.”ajak Seulong. Shin Hye mengangguk setuju.

 

 

*****

Yoona merasa kepalanya pusing, dan perutnya terasa mual. padahal dia tidak terlalu banyak minum. tapi kenapa dia mabuk.

 

“kau kenapa Yoong?”tanya Yuri yang melihat perubahan wajah Yoona.

“Ah, Gwenchana eon? aku ke toilet dulu ne?”kata Yoona lalu berjalan sempoyongan menuju toilet.

 

Saat di toilet Yoona langsung memutahkan semuanya, hanya cairan yang ia muntahkan.

 

“Ah, perasaan aku hanya minum sedikit, selebihnya aku minum air putih yang ada di botol.”gumam Yoona mengingaat ia tak terlalu suka minum. kemudian ia keluar dan berjalan kembali ke dalam ruangannya.

 

Siwon diam-diam memperhatikan Yoona yang baru saja masuk. Yoona duduk di samping Donghae yang sedang memainkan ponselnya.

 

“Ah Yoona-ya, apa kau tidak apa-apa. sepertinya kau tidak biasa minum.” kata Donghae mengetahui keadaan Yoona. Yoona mengangguk.

 

“mmm…kepalaku pusing, perasaan aku hanya minum air putih saja, tapi kenapa kepalaku pusing.” ucap Yoona yang setengah mabuk. Donghae tersenyum.

 

“kau bukannya meminum air putih, tapi kau meminum ini Nona Im”kata Donghae menunjukkan segelas minuman alkohol yang persis dengan air putih.

 

“Jeongmal? pantas saja kepalaku pusing.”kata Yoona dengan memukul kepalanya pelan. sedangkan dari jauh Siwon memperhatikan mereka dengan kesal.

 

“apa kau mau ini?” kata Donghae menawarkan sebuah permen lolipop. “untuk mengurangi pusing dikepalamu.”lanjutnya.

 

“memang bisa?” tanya Yoona sambil menerima lolipopnya. Donghae zmengendikkan bahunya.

“Coba saja! siapa tau bisa”ucap Donghae dengan becanda. Yoona tersenyum  menanggapinya. lalu mulai memakan permennya. Donghae memperhatikan wajah Yoona lekat.

 

 

“kau pasti sangat menderita menjadi bulan-bulanan Choi Siwon?” kata Donghae menatap Yoona.

“yah begitulah! dia itu sangat menyebalkan dan slalu membuatku kesal.” kata Yoona sambil menikmati permen lolipop.

 

“lalu kenapa kau tidak menolak kemauannya itu.”

 

“aku sudah menolaknya, tapi dia slalu bisa membuatku tak berkutik.” sanggah Yoona.

 

“Oh, begitu. kasihan sekali.” ucap Donghae dengan pura-pura memasang wajah iba. tapi Yoona malah tersenyum menanggapinya.

 

“hmm…kau benar. tapi disisi lain dia itu sebenarnya orang yang sangat baik.”ucap Yoona saat membayangkan tingkah Siwon yang lembut dan perhatian saat di pantai waktu itu.

“Oh, begitukah”ucap Donghae tersenyum miris. Yoona lalu mengangguk membenarkan.

 

Setelah beberapa Jam mereka bersenang-senang tak terasa waktu sudah malam. semuanya mengakhiri perayaan mereka dan segera pulang. guru Park Injung pulang bersama guru Kim terlebih dahulu. kemudian disusul oleh pasangan Yulsung yang akan melanjutkan kencannya.

 

Donghae menghampiri Yoona yang masih duduk disebelah Jessica. ia mendekatkan diri dihadapan Yoona.

“Yoona…apa kau akan pulang? aku akan mengantarmu.” Yoona yang tampak setengah sadar. menyipitkan matanya Donghae yang berdiri dihadapannya. setelah itu dia hanya tersenyum-senyum tak jelas karna mabuk.

 

Tapi entah bagaimana dengan langkah cepat dia mendorong dada Donghae hingga jatuh tersungkur dilantai. Siwon tidak rela melihat gadis yang ia cintai dekat dengan namja lain.

 

 

“Dia datang bersamaku dan dia hanya akan pulang bersamaku.” tegas Siwon seperti memarahi Donghae.

 

Kyuhyun, Taemin, Leeteuk, Seohyun dan Suzy yang baru saja akan melangkah keluar ruangan. Langsung membantalkan niat mereka untuk pulang dan focus dengan permasalahan yang baru saja terjadi. Donghae berdiri dan tersenyum sinis ke siwon yang menatapnya tajam.

 

“Apa hak mu melarangnya untuk pulang bersamaku.” Tanya Donghae dengan ketus. Siwon terdiam.

 

“apa karna dia adalah pesuruhmu? sehingga dia harus berada disampingmu? Hah! Apa kau menyukainya?” Tanya Donghae semakin bersikap menantang.

 

Orang-orang yang tadi setengah sadar langsung diam membisu menatap pertentangan yang terjadi antara Donghae dan Siwon yang belum mereka pahami apa yang menjadi permasalahan sebenarnya selain Yoona?.

 

Siwon masih terdiam dan tatapannya makin menajam bak mata elang.

“Kau tak bisa menjawabnya!!  Aku Menyukai YoonAh!! apa kau akan melarangnya!!!” Seru Donghe semakin menantang.

 

~Brruukk…!!~

“Aaahhh…!!”

 

Satu tinju yang keras dilayangkan Siwon ke wajah Donghae. Dan dibarengi teriakan YoonA, Jessica, Seohyun dan Suzy yang merasa kaget dengan apa yang dilakukan Siwon.

 

Donghae meringis kesakitan. Tapi nampaknya ia makin tertantang dengan Siwon. Dia lantas berucap. “Aku mencintai YoonAh. Aku ingin dia jadi milikku!”

 

~Brukkk..!!~

 

Satu tinju lagi kini dilayangkan siwon ke wajah Donghae sampai Donghae tersungkur kembali kelantai. YoonAh buru-buru bangun dan mencoba melerai perkelahian antara Donghae dan Siwon. Siwon Nampak marah sekali walau ia tidak berucap sepatah katapun. Bagaimana ia tidak marah? Selama ini dia tahu kalau Donghae menyukai YoonAh dari awal. dan mungkin jika sebelum ia menyadari perasaannya terhadap YoonAh mungkin dia tidak akan semarah ini ketika Donghae bicara terang-terangan dihadapannya seperti tadi. Tapi kini keadaan berbeda, Dia menyukai YoonAh dan bahkan Mencintainya!

 

Siwon hampir saja ingin meninju  Donghae lagi yang mencoba berdiri. Tapi Yoona buru-buru berdiri melindungi Donghae dan berhadapan dengan Siwon.

 

“Hentikan!” teriak Yoona dan segera menyadarkan Siwon.

 

Siwon menurunkan tangannya yang sudah terangkat. Siwon terdiam dan menatap YoonAh dalam-dalam.

 

“Kau tidak boleh melakukannya.” Omel Yoona.

“lagi pula ada apa denganmu.” Tanya Yoona tak mengerti dengan sikap Siwon. Siwon masih terdiam lalu membuang pandanganna dari Yoona. kemudian ia mengela nafas beratnya.

 

“Aku akan menunggumu diluar.” kata Siwon dengan dingin. lalu dengan seenaknya ia melangkah keluar dari ruangan karaoke tersebut. Yoona dan yang lainnya dibuatnya melongo dengan sikap aneh Siwon.

 

“Hyung!” panggil Kyuhyun. tapi ia tak menghiraukannya dan terus berjalan.

 

Yoona menolehkan pandangannya pada orang-orang yang menontonnya. Yoona hanya mengendikkan bahunya tidak tahu harus melakukan apa. lalu Yoona membantu Donghae untuk berdiri.

 

“Yoona aku…” ucap Donghae tapi dengan cepat Yoona memotongnya.

 

“Maafkan Aku dan Siwon. Aku harus menyusulnya sekarang.” ucap Yoona sedikit merendahkan kepalanya lalu pergi menyusul Siwon.

 

Donghae terdiam dan menatap sedih ke Yoona, yang kini juga berjalan keluar ruangan itu dan bahkan ia berlari untuk menyusul Siwon.

 

“Gwenchanyo Oppa?” Tanya Jessica yang nampak khawatir dengan Donghae.

 

“Tidak,aku baik-baik saja.” ucap Donghae sambil mengelap sedikit darah yang keluar dari sudut bibirnya.

 

Kyuhyun berjalan mendekati Donghae dan menatap Donghae dengan senyum meremehkan.

 

“Donghae-ssi, Kau bilang kau menyukai YoonAh?” Tanya Kyuhyun. Donghae menatap Kyuhyun dengan heran tidak mengerti. Kyuhyun menepuk kedua bahu Donghae.

 

“Berhentilah menyukainya, berhentilah mendekatinya“

“Apa maksudmu? Apa kau juga menyukainya?” Tanya Donghae yang Nampak bingung.

 

“Bukan aku. Tapi orang yang sudah memukulmu!” Kyuhyun pun melempar senyum ke Donghae lalu setelah itu dia berjalan menjauhi Donghae.

 

“Mari kita pulang! Nampaknya malam ini sangat seru dan menegangkan!” ucap Kyuhyun dan ia benar-benar keluar dari ruangan karaoke itu. Leeteuk dan Taemin buru-buru mengikutinya dan mencari tahu kebingungan akan sikap Kyuhyun tadi. sedangkan Seohyun dan Suzy sudah keluar saat Yoona keluar tadi. yang tersisa hanya Jessica yang menatap sedih Donghae. Donghae merasa emosi soal kejadian tadi.ia menendang sofa dengan penuh emosi dan kesal. Jessica tak berani mendekatinya dan memilih pergi meninggalkan Donghae sendiri.

 

 

 

 

*****

Yoona menghampiri Siwon yang sedang berada di dalam mobil sambil memainkan ponselnya. Yoona memandang Siwon dari luar dengan tatapan aneh, tadi dia terlihat begitu menakutkan dan sekarang dia terlihat tenang, seakan tidak terjadi apa-apa. Yoona juga tidak mengerti kenapa Siwon bisa bersikap kasar seperti itu dan semarah itu pada Donghae. karna tadi keadaannya juga setengah sadar, sehingga dia kurang mengeri apa penyebab kedua lelaki itu marah dan yang ia tahu hanya mengenai dirinya saja.

 

tapi Dia juga tidak yakin Siwon semarah itu pada Donghae hanya karna Donghae menyukainya. Yoona benar-benar dibuat penasaran. lalu Yoona segera masuk ke dalam mobil. Siwon yang menyadari kedatangan Yoona langsung menyimpan ponselnya.

 

kemudian ia mulai menstater mobilnya dan melaju meninggalkan area Cafe tersebut. Siwon tak menyadari dari tadi Yoona memperhatikannya yang bersikap tenang seperti itu, bahkan dia dengan asyik menyalakan CD mobilnya dan bersiul menirukan lagu yang sedang diputar.

 

“Waeyo? kenapa kau memandangku seperti itu.” Tanya Siwon dengan tenang. Yoona mengerutkan keningnya, kenapa Pria ini nampak tenang sekarag? padahal tadi dia terlihat menakutkan. lantas Yoona mematikan musiknya dan memandang Siwon dengan seksama.

 

“Ada apa denganmu?” bukannya menjawab ucapan Siwon, Yoona malah balik bertanya.

“Aku? tidak ada apa-apa.” jawab Siwon dengan santainya.

 

“Tapi kenapa kau bersikap seperti itu terhadap Donghae Oppa.” Tanya Yoona lagi. Siwon terdiam sesaat, lalau ia menjawab.

“Karna dia menyukaimu!”

 

Yoona yang mendengarnya membelalakkan matanya terkejut. lalu apa haknya Siwon marah pada Donghae sampai seperti itu. kalau penyebabnya karna Donghae menyukainya?

 

“Lalu kenapa kau harus marah?”

 

Siwon yang mendengar pernyataan Yoona langsung menghentikan mobilnya dengan mengerem mendadak, sehingga membuat Yoona terpental kedepan dan belakang.

 

“Aaiisshh, Aauuww.” erang Yoona.

“kenapa berhenti mendadak.” lanjutnya sambil mengusap-usap kepalanya. Siwon tak peduli dengan keluhan Yoona. ia malah mengomeli Yoona.

 

“Kau tidak menyadarinya atau apa?” Tanya Siwon dengan nada sedikit kesal. karna Yoona terus bertanya tapi tidak juga memahami perasaannya.

 

“Kau ini kenapa? Aku memang tidak mengerti sama sekali. kenapa kau marah karna Donghae Oppa menyukaiku. Aku saja tidak marah padanya karna dia menyukaiku.”

 

“Aiiishh, Kau benar-benar Im Babo? Im Yoona bodoh?” ucap Siwon dengan sinis.

 

setelah mengatai Yoona, Ia turun dari mobilnya mencari angin untuk meredam kekesalannya karna loading Yoona yang sangat lambat.

 

“Apa KAU bilang. aku bodoh? lalu kau apa? Simba yang memiliki otak udang. Dasar idiot.” teriak Yoona memaki Yoona dengan mengikutinya turun dari mobil menuju sungai han. lalu keduanya saling menatap dengan tatapan mautnya.

 

“Aku sungguh tidak mengerti dengan sikapmu yang berubah-ubah dan susah di tebak. kadang kau menjadi menyebalkan dan nanti kau berubah menjadi orang yang lembut dan bersikap manis. sebenarnya apa mau mu? aku sudah lelah menghadapi sifatmu itu. Kau slalu bersikap kas…Emmmph”

 

ucapan Yoona yang memaki Siwon tiba-tiba terputus karna secara mendadak Siwon menarik pinggang Yoona dengan cepat lalu mencium bibir Yoona.

 

Yoona terpaku tak dapat berbuat apa-apa. seakan waktu diantara mereka berhenti berputar. mata Yoona yang masih terbelalak hanya mampu menatap mata Siwon yang terpejam dengan jarak yang sangat dekat. jantungnya kembali berdetak lebih cepat, seakan jatungnya akan melompat dari tempatnya, darahnya berdesir bagaikan sengatan listrik, sarafnya seakan tidak bekerja, seharusnya Ia mendorong tubuh Siwon. namun apalah daya ia hanya bisa terdiam mematung. entah apa yang sedang Ia pikirkan? yang pasti sarafnya benar-bebar tidak berfungsi dengan baik.

 

Yoona dapat merasakan sesuatu yang aneh dibibirnya. merasakan bibir Siwon dengan lembut mengulum bibirnya secara perlahan tanpa ia membalas sedikit pun, dan memberikan kesan basah dibibirnya. bahkan ia terlalu terkejut untuk menikmati permainan yang diberikan padanya.

 

setelah cukup lama, Siwon melepaskan ciumannya. ia masih memeluk pinggang Yoona dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya menangkup pipi kiri Yoona dengan wajah lebih dekat. Siwon menatap manik mata Yoona yang masih tidak mampu berkedip. Siwon tersenyum memandangnya. Senyuman itu Nampak ada suatu kelegahan yang akhirnya dapat ia keluarkan.

 

“Aku mencintaimu!”

 

“Mwo?” kata Yoona tak percaya.

“AKU MENCINTAIMU IM YOON AH” ulang Siwon lalu ia kembali mencium bibir Yoona. Yoona kini sudah tidak terkejut lagi seperti tadi. tapi ia malah marah-marah dan memukuli dada Siwon bertubi-tubi karna Siwon sudah menciumnya seenaknya. Siwon melepaskan ciumannya lagi.

 

“Ya! kenapa kau memukuliku?.” protes Siwon

 

“Huuaaahhh!” tiba-tiba Yoona menangis dengan kerasnya seperti anak kecil dan membuat Siwon menjadi panik.

 

“Hai! kenapa kau menangis?” Tanya Siwon dengan khawatir.

 

Yoona masih terus menangis sambil menatap kesal Siwon.

“Huuaahh…aku sangat kesal denganmu. lagi-lagi kau mencuri ciumanku dengan cara yang tidak romantis.” dasar Simba si otak udang.”

 

Siwon terperangah tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Yoona padanya. Ah..dia ingat! dulu waktu pertama bertemu dengan Yoona ia mencium Yoona di lorong kampus. waktu insiden Yoona mengatainya dan ia tak sudah tidak bisa menahan kesabarannya dan langsung membungkam mulut Yoona dengan menciumnya.

 

“Mainhae! Jeongmal mainhae…” ucap Siwon dengan wajah memelas. Yoona menatap Siwon dengan kesal, ia lalu semerta-merta memukuli Siwon lagi dengan tas bahunya.

 

“”Yaa!! dasar nappeun namja, dulu kau mengambil first kiss ku, lalu sekarang kau bilang cinta dengan cara yang tidak romantis. padahal aku menginginkan seseorang menyatakan cinta dengan sangat romantis seperti di drama-drama. tapi kau menghancurkan harapanku.” Omel Yoona masih membabi buta memukuli Siwon tanpa ampun.

 

“Ya!! Ya! Ya…aku minta maaf, ampun. aku mohon.” ucap Siwon sambil membuat perlindungan dengan tangannya. setelah puas membuly Siwon, Yoona langsung mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karna emosi memukuli Siwon sambil menatapnya.

 

“Apa kau sudah tidak marah.” ucap Siwon memastikan. “lalu bagaimana? kau juga menyukaikukan?” Tanya Siwon dengan tingkat kepercayaan dirinya yang tinggi dan khoyol.

 

Yoona memicingkan matanya tajam menatap Siwon.

“bagaimana aku bisa suka denganmu, jika kau hampir setiap hari membuatku kesal.”

 

“Yaa…ayolah! kau pasti juga mencintaiku, iya kan?” ucap Siwon bernegoisasi dengan Yoona.

 

“Aiissh, mana ada orang menyatakan cinta memaksa seperti itu. Aneh sekali kau ini…” ucap Yoona lalu melangkahkan kakinya hendak meninggalkan Siwon. tapi dengan cepat Siwon menahan lengan Yoona.

 

“Aku ingin kau menjadi kekasih, kalau tidak…”

“Kalau tidak apa?” dengan cepat Yoona memotong ucapan Siwon dengan galak. lalu Siwon menatap kearah tas bahu Yoona yang ada ditangannya. Siwon menyeringai, lalu dengan cepat ia merebut tas Yoona dan mencari ponsel Yoona.

 

“Yaa! kau mau apa dengan ponselku?”pekik Yoona terkejut saat Siwon memencet sesuatu diponselnya.

 

“Aku akan bilang pada Oppamu, jika kau sedang berada di Cafe dan mabuk sekarang.” Siwon mengancam Yoona dengan berpura-pura hendak menelpon Seolung. dengan panik Yoona merebut ponselnya namun Siwon menghindarinya. Ia masih berpura-pura seakan sedang menunggu Seulong untuk mengangkat telepon.

 

“Okey! Okey! aku mau.?” ujar Yoona akhirnya. lalu Siwon tersenyum dan menutup panggilannya.

“Mau apa?” tanya Siwon memastikan.

“Aa..aku…aku mau jadi Yeojachingumu,” ujar Yoona dengan nada terbata dan gugup. Siwon tersenyum mendengarnya. “tapi jangan harap aku akan suka denganmu.” kata Yoona melanjutkan perkataannya.

 

“Okey, tidak masalah. saat ini kau memang tidak menyukaiku. tapi aku akan membuatmu untuk menyukaiku.” jawab Siwon dengan lembut. sehingga membuat Yoona merinding mendengarnya.

 

“Aahh, satu lagi kau harus merahasiakan hubungan kita dari semua orang, eotthokae?”

 

“Mwo, kenapa begitu? termasuk pada Donghae, Kyuhyun, dan yang lainnya?apa kau gila? bahkan ini rencanaku untuk memberitahu pada mereka semua. agar mereka tahu dan iri jika kita pacaran.” Protes Siwon, Yoona langsung mendelikkan matanya kearah Siwon.

 

“Jeoseumnida!!” Siwon pun akhirnya pasrah dengan kemauan Yoona. Yoona tersenyum senang lalu ia melangkahkan kakinya menuju mobil Siwon.

 

 

 

****

“Suzy-ah hentikan mobilnya. aku turun disini saja.” kata Seohyun menyuruh Suzy untuk menghentikan mobilnya.

 

“Ada apa? rumahmu kan masih jauh?” ucap Jessica bingung.

“Aku ingat! kalau Appa menyuruhku untuk mampir ke apotek.”

 

“Ahjussi sakit lagi?” Tanya keduanya dengan khawatir.

“Ah, Aniyo. dia tadi bilang kalau persedian obat asmhanya sudah habis.” ucap Seohyun dengan cepat.

 

“Oh, begitu. Syukurlah kalau dia baik-baik saja.” ucap Jessica.

 

“Kalau begitu aku akan menunggumu….”

“Tidak usah!” kata Seohyun memotong ucapan Suzy dengan cepat. keduanya menatap Seohyun dengan tatapan aneh. “maksudku, kalian pulang duluan saja. aku bisa naik taksi, lagi pula di apotek pasti sangat ramai.” jelas Seohyun dengan tenang.

 

“Oh, baiklah kalau kau tidak mau kami menunggumu. kalau begitu kita pulang dulu nde, bye?” sahut Suzy lalu menjalankan mobilnya kembali.

“hati-hati, sampai bertemu besok.”kata Seohyun sambil melambaikan tangannya. saat mobil Suzy sudah jauh Seohyun langsung berjalan menuju sebuah Cafe, Yah! dia berbohong. dia tidak ke apotik melainkan kerja paruh waktu di Cafe tersebut. dia tidak mau teman-temannya mengetahui keadaannya yang swbenarnya.

 

Yah…sejak usaha orang tuanya terancam bangkrut, Seohyun berusaha untuk membantu Appanya dengan tidak membebani Appanya dengan biaya kuliahnya. bahkan Appanya pun tidak mengetahuinya.

 

 

#FLASHBACK#

Saat Seohyun pulang dari rumah Kyuhyun untuk tugas mandarinnya, ia mendengar perbincangan Appanya di telephon dengan seseorang, jika perusahaannya terjadi kecurangan dan menyebabkan perusahaan keramik milik Appa Seohyun terancam bangkrut. Seohyun mendekati ruang kerja Appanya, Ia melihat Appanya yang sedang duduk sambil termenung. Seohyun tidak tega melihat Appanya terpuruk seperti itu. Seohyun memasuki ruangan itu dengan sedih.

 

“A..appa,” sapa Seohyun dengan suara bergetar menahan tangis. Appa Seohyun berdiri menghampirinya.

“Gwenchana, Chagi. Appa akan mengatasi semuanya kau tak perlu sedih. semuanya akan baik-baik saja.”kata Appa Seohyun mencoba menjelaskan yang baru saja anaknya dengar.

 

“Aku mengerti Appa! aku tau kau membangun semua itu dari awal. Kau bekerja keras hanya untuk membahagiakanku. tapi aku tidak butuh semuanya appa, aku hanya ingin Appa tetap berada disisiku. semenjak Eomma pergi, Appa yang slalu merawatku. Appa bekerja membanting tulang untukku, jadi aku tidak peduli jika nanti kita akan jatuh miskin, asalkan Appa slalu berada disisiku.” ungkap Seohyun sambil beruraian air mata. selama ini ia selalu mendapatkan apa yang ia inginkan. tapi dia tidak mau kehilangan orang yang sangat berarti untuknya. Appa Seohyun langsung memeluk putrinya dengan sayang.

 

“Appa janji, appa akan slalu ada untukmu. maafkan Appa jika selama ini Appa terlalu sibuk dan tidak sempat meluangkan waktuku untukmu. tapi itu semua Appa lakukan karna Appa tidak mau melihatmu menderita sayang. kau tenang saja, Aku akan mengatasi semua masalah ini.” Kata Appa Seohyun menenangkan anaknya. Seohyun mengangguk penuh haru.

 

FLASHBACK END

 

karna itulah Seohyun memutuskan untuk bekerja, dan menyembunyikannya dari teman-temannya dan juga Appanya.

 

 

 

 

*****

Siwon menghentikan mobilnya tepat didepan rumah Yoona, Ia hendak membangunkan Yoona yang tertidur tapi ia mengurungkannya. lantas ia memandangi wajah polos Yoona yang sedang tertidur pulas. Ia menyingkirkan anak rambut Yoona yang menutupi sebagian wajah cantiknya. lalu Siwon tersenyum jahil melihat wajah Yoona yang tertidur seperti bayi. dengan usil Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona sehingga menyisakan jarak hanya sepuluh centi saja. namun tiba-tiba Yoona melenguh dan membuka matanya. dengan sikap salah tingkah Siwon langsung menjauhkan wajahnya.

 

“Eung, kita sudah sampai ya? kenapa kau tidak membangunkanku.” ucap Yoona sambil menguap.

“Kau terlihat pulas sekali. jadi aku tak tega membangunkanmu.” jawab Siwon dengan sikap setenang mungkin.

 

“Ya sudah, kalau begitu sampai jumpa besok.” ucap Yoona dengan nada mengantuk. tapi Siwon menahannya dan mendekatkan tubuhnya ke arah Yoona. Yoona yang merasa matanya ngantuk menjadi terbuka lebar mengetahui jaraknya hanya sepuluh centi saja dengan wajah Siwon.

 

Yoona merasa jantungnya kembali berdebar, ia tidak tahu kenapa hatinya sering berdebar jika bersama Siwon. sedangkan dengan yang lainnya biasa saja, Apa dia memiliki penyakit aneh? pikir Yoona dengan polosnya. bahkan dengan Lee Seung Gi mantan kekasihnya pun tak pernah ia merasakan debaran seperti yang ia rasakan saat ini.

 

Yoona lantas memejamkan matanya saat wajah Siwon semakin dekat, bahkan hembusan nafasnya pun dapat ia rasakan. Siwon tersenyum jahil menatap wajah Yoona.

 

“Klik” Siwon melepaskan seat belt Yoona yang tidak dilepas.

“Kau lupa melepas seat belt yang kau gunakan. ” kata Siwon masih menatap wajah Yoona yang terpejam.

 

mmendengar hal itu Yoona langsung membuka matanya dengan perlahan dan tatapannya bertemu dengan mata hitam teduh Siwon.

 

“Kenapa kau menutup matamu? Apa kau kira aku akan menciummu lagi.” ujar Siwon masih dengan senyuman menggoda. Yoona yang merasa malu dan kesal karna Siwon mempermainkannya, ia langsung mendorong dada bidang Siwon dengan kasar.

 

“Kau slalu menyebalkan?” cibir Yoona sambil turun dari mobilnya dan menutup pintu mobilnya dengan kasar dan berlalu tanpa mengucapkan kata apapun.

 

 

“Selamat malam, Semoga mimpi indah.” Teriak Siwon yang masih didengar oleh Yoona. setelah Yoona masuk rumahnya, barulah Siwon meninggalkan pekarangan rumah Yoona. dan bersamaan dengan kepergian Siwon, mobil Seolung pun tiba dirumahnya dan tanpa mereka sadari mobil mereka saling berpapasan.

 

dikamar, Yoona berusaha menenagkan hatinya yang tak karuan karna Siwon. ia mencoba mencari tahu tentang perasaannya dengan bergulat dengan hati dan pikirannya kalau perasaan ini bukan cinta melainkan karna ia sedang mabuk, rasa terkejut atau memang tubuhnya kurang fit sehingga jantungnya berdebar seperti ini. tidak mau ambil pusing memikirkannya Yoona memilih berendam dibathupnya, namun tetap saja Siwon, Siwon dan hanya Siwon dikepalanya.

 

“Aaarrgghh, kenapa harus dia yang ada dipikiranku saat ini. Astaga…aku benar-benar sedang mabuk.” teriak Yoona frustasi akan bayangan Siwon.

 

Yoona menyudahi berendamnya dan ia segera memakai baju piyamanya. kemudian ia keluar dari kamar mandi dan betapa terkejutnya ia melihat Siwon berada dikamarnya dan duduk disofa dekat tempat tidurnya sambil tersenyum manis.

 

“Kyaaa!! ini tidak mungkin.” pekik Yoona sambil memukul kepalanya frustasi. Seollung yang mendengar jeritan  Yoona langsung menghampiri kamar Yoona.

 

“Yoong, ada apa? kau tidak baik-baik saja lan? apa sesuaru terjadi denganmu.” sahut Seulong khawatir sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Yoona dengan panik.

 

“Gwenchana Oppa, aku hanya mengalami datang bulan.  datang bulanku datang lebih cepat dari biasanya.” bohong Yoona.

 

“Aish, aku kira kau kenapa-napa, ternyata hanya masalah itu? kau membuat khawatir orang saja.” Ucap Seulong sambil berlalu pergi dari kamar Yoona. sedangkan Yoona masih saja gelisa dan susah untuk tidur.

 

lalu Yoona bangkit dari tidurnya dan mengambil ponselnya yang ada dinakas tempat tidur. Ia menghubungi ke empat sahabatnya, untuk curhat pada mereka. namun hanya nomer hp Seohyun saja yang tidak bisa dihubungi.

 

“Yeobeoseyo.” ucap mereka bertiga berbarengan.

“ada apa? kenapa malam-malam begini kau menelfon kami semua.” ucap Yuri dengan suara parau karna bangun dari tidurnya.

 

“Eonni tolong aku, aku tidak bisa tidur karna memikirkannya. dia sangat mengganggu pikiranku saat ini.. bahkan jantungku ini merasa deg-degan jika berada didekatnya. apa jangan-jangan aku memiliki penyakit Syndrhome jantung.” cerita Yoona mengebu-gebu  sehingga membuat ketiga sahabatnya ini tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Yoona. Yoona yang di tertawakan menjadi kesal dan cemberut.

 

“kenapa kalian tertawa, memangnya ada yang lucu.” ucap Yoona dengan sedih. ketiganya lalu menghentikan tawanya.

 

“kau ini lucu sekali, kau inikan pernah berpacaran. kenapa hal seperti itu saja kau tak tahu.” jelas Yuri disela tawanya. Yoona mengerutkan dahhinya bingung.

 

“Apa hubungannya dengan pernah berpacaran dengan perasaanku sekarang.” ucap Yoona tak mengerti.

“Tentu saja ada hubungannya. Saat kau berpacaran dengan mantan kekasihmu yang dulu, apa yang kau rasakan?” Tanya Yuri mulai memberi pengarahan.

 

Yoona berlagak sedang berfikir sesaat lalu menjawab.

“maksudmu, merasakan apa?” kata Yoona dengan bodohnya.

 

 

“Gubrak!!” ketiga temannya itu langsung terjatuh mengetahui kebodohan Yoona akan cinta.

“Kau ini pura-pura bodoh atau apa? tentu saja perasaanmu saat bersamanya. apa kau merasakan senang, bosan, deg-degan, tersipu dan lain sebagainya.” Omel Suzy dengan gemas.

 

“Ooohh!! yang aku rasakan selama berpacaran dengan Seunggi Oppa. aku merasa biasa saja.” jawab Yoona mengingat hubungannya dengan Seunggi.

 

“Apa kau yakin. perasaan yang lainnya seperti kau merasa deg-degan bila kau berdekatan dengannya. dan perasaan bahagia saat dengannya.” jelas Jessica.

 

“tidak, mana sempat aku merasa senang dan nyaman, jika dia slalu tidak memperhatikanku saat kita kencan, dan dia malah asyik sendiri dengan teman-temannya. aku hanya merasakannya hari ini. dan itu membuatku frustasi memikirkannya.” jelas Yoona yang mengingat waktu kencan dengan Seunggi. yang setiap mereka kencan Seunggi slalu membawa teman-temannya dan malah ia sering dicuekkin saat kencan karna dia asyik sendiri dengan teman-temannya.

 

“berarti dia tidak pernah mencintaimu Yoong, lalu kenapa kau bersedih waktu dia memutuskanmu.” ungkap Yuri.

 

“Yaa!! eonni! siapa sih yang tidak sedih bila di putusin. tentu saja aku sedih. apalagi dia tidak memikirkan perasaanku sama sekali. dan dia memilih pergi karna keinginannya itu, dia juga menyuruhku untuk mencari penggantinya. apa hal seperti itu tak menyakitkan, padahal aku berusaha mempertahankannya.” Jelas Yoona dengan sedih mengingat perpisahannya dengan Seunggi.

 

“Arrasi, itu bukan salahmu. tapi kekasihmu itu yang tak menghargai cinta. Cintamu dengannya hanya didasari nafsu, dan cinta yang didasari dengan nafsu semata maka cinta itu akan hancur pada akhirnya, tapi jika kau mencintai seseorang dengan hati, maka cinta itu akan berakhir indah.” tutur Yuri dengan bijaknya. Yoona terdiam mencerna perkataan Yuri tadi.

 

“Lalu apa kalian tau perasaan apa yang kurasakan saat ini.”kata Yoona dengan polosnya.

“CINTA” kata Yuri, Jessica dan Suzy bersamaan. Yoona terperangah karna ketiganya dengan kompak mengatakan Cinta dengan suara tegas.

 

“Astaga!! kalian kompak sekali.”

 

“Yoona! dengarkan aku! Cinta itu bukan apa yang dipikirkan oleh akal tapi cinta adalah apa yang dirasakan oleh hati. jika kau merasakan itu kau pasti mengerti. karna cinta sendiri sangat sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata dan logika. jadi kau cari sendiri arti perasaanmu itu cinta atau bukan, karna yang bisa merasakannya itu hanya kau.” ucap Yuri membenarkan akan cinta yang dialami Yoona sebelumnya. Yoona terdiam mencerna perkataan Yuri. mungkin teman-temannya benar. slama ini ia mencintai dia hanya karna keinginan. keinginan untuk menjadi miliknya karna dia lebih segalanya dikampusnya yang dulu dan tidak dari hati.

 

“memangnya siapa namja itu.” Tanya Jessica penuh selidik. Yoona yang ditanya seperti itu langsung salah tingkah.

“Ah, itu…hmmm…itu..dia…mmm…aahhkk itu rahasia, kalian tak boleh tau. ” ucap Yoona dengan gelagapan dan salah tingkah.

 

Yoona tidak bisa mengatakan yang sebenarnya siapa namja yang sudah membuatnya seperti ini adalah Choi Siwon.bisa-bisa mereka meledekinya dan menggodanya. lagi pula dia juga belum yakin kalau perasaan ini cinta.

 

“OoAaahh…sudah dulu ya Chingudeul. aku sudah ngantuk, sampai bertemu besok pagi. bye.” ucap Yoona segera mengakhiri teleponnya. sedangkan Yuri dan Suzy mencibir karna Yoona tak memberi tahu siapa namja itu. sedangkan Jessica memasang wajah sedih sambil menatap kamar Donghae karna dia mengira namja itu pasti Lee Donghae karna melihat kedekatan Yoona dengan Donghae.

 

 

 

 

~****~

“Selamat Pagi Oppa” sapa Yoona dengan wajah suntuk karna semalam dia tidak bisa tidur memikirkan ucapan teman-temannya.

 

“Pagi!”balas Seulong sambil menatap adiknya yang terlihat suram.

“Hei! kau kenapa? kenapa wajahmu masam begitu.” Goda Seulong.

 

“Oppa! apa kau pernah merasakan cinta?” Tanya Yoona dengan cemberut karna masih gak yakin dengan perasaannya. Seulong yang sedang minum air putih langsung tersedak mendengar pertanyaan Yoona.

 

“kenapa kau pagi-pagi gini bertanya tentang cinta? ” ucap Seulong menatap adiknya lekat.

“Tidak, aku hanya ingin tahu saja.” elak Yoona dengan senyum yang gak jelas. sebelum bicara Seulong menarik nafas berat.

 

“Cinta? semua orang pasti merasakan cinta. Cinta itu bisa membuat jantungmu berdebar sangat kencang saat kau dengannya, dan kau akan merasa rindu jika dia tidak ada disampingmu. Cinta itu selalu datang tak terduga Yoong, Kau bisa jatuh cinta pada orang yang tak terduga, pada waktu yg tak terduga pula.” Jelas Seulong dengan membayangkan sosok wanita yang ia cintai Park Shin Hye. Yoona termenung mendengar penjelasan kakaknya.

 

“memangnya kau sedang jatuh cinta.” selidik Seulong dengan tatapan aneh.

“Ah, hahah tentu saja tidak,”jawab Yoona singkat.

 

“Lalu kenapa kau bertanya tentang cinta.” kata Seolung tak percaya.

 

“Ooh itu, aku punya tugas kuliah tentang Cinta dan mencari tahu arti Cinta sesungguhnya.” ujar Yoona mengelak dari pertanyaan Oppanya yang seakan mengintimidasinya.

 

“bukannya kau pernah berpacaran dengan mantanmu itu. kenapa kau tidak tau apa itu cinta.”

 

“kata siapa aku tak tahu, tentu saja aku tahu. aku hanya mengetesmu saja.”elak Yoona lalu memakan rotinya.

 

“Ahh, Kau ini. kau tidak tau, Oppamu ini sangat pintar jika urusan Cinta mencinta.” kata Seulong menyombongkan dirin. Yoona mencibir mendengarnya.

 

“Oh ya nanti Sore Eomma dan appa pulang. apa kau mau ikut menjemput mereka.” ucap Seulong mengingatkan Yoona.

 

“benarkah? Tentu saja! aku sudah sangat merindukan mereka berdua.” ucap Yoona dengan gembira.

“baiklah, nanti aku akan menjemputmu dikampus bersama Shin Hye.

 

“Mwo? Shin Hye Eonni sudah ada di Korea? sejak kapan? kenapa kau tak memberitahuku.?”

 

“Buat apa aku harus memberitahumu. nanti yang ada kau menggangguku dengannya.”

 

Disaat mereka sedang asyik bicara. terdengar suara derapan langkah kaki seseorang. seorang gadis cantik dan anggun memasukki ruang makan tersebut dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya. gadis itu menyapa Adik kakak yang sedang beradu mulut. entah apa yang mereka bicarakan.

 

“Annyeonghaseo…” sapanya dengan rama. mereka berdua menoleh kesumber suara itu, dan Yoona terlihat terkejut dengan wanita yang ada di depannya.

 

“Ommona! Eonni…Shin Hye Eonni! ternyata kau benar sudah kembali.” ujar Yoona dengan tatapan tak percaya melihat Park Shin Hye sambik berjalan menghampirinya. Shin Hye masih menunjukkan senyum manisnya.

 

“Nde, ini aku. apa kabar? lama tak bertemu.” sahut Shin Hye dengan lembut.

“Aku baik, Waah… lihat! Kau sangat berubah Eonni.” Yoona mengagumi penampilan Shin Hye yang feminin dan anggun.

 

“Hei, sudah. jangan menatapnya seperti itu! kau membuatnya malu. Kajja! kemari Chagi, kita sarapan bersama.” ajak Seulong sambil menyingkirkan Yoona yang menghalangi Shin Hye dengan lengannya dan menarik Shin Hye ke meja makan. Yoona langsung memanyunkan bibirnya kesal.

 

“Oppa, aku kan masih banyak hal yang ingin aku tanyakan padanya. tentang paris, sekolahnya dan lain-lain.” Omel Yoona dengan berjalan ke tempat duduknya tadi.

 

“Nanti saja, kau harus berangkat kuliah sekarang.”

“baiklah, tapi aku boleh menggunakan mobilku kan?” tanya Yoona dengan senang.

 

“Shireo,.!” jawab Seulong dengan cepat. Shin Hye tersenyum geli sambil menggelengkan kepalanya melihat kakak beradik ini dari dulu slalu bertengkar dan saling menggoda.

 

“Aissh, menyebalkan. selama Eomma tidak ada kau slalu membuatku kesal dengan semua peraturanmu. Awas saja kalau mereka datang. aku akan mendapatkan fasilitasku lagi.” kata Yoona sambil menjulurkan lidahnya dan pergi.

 

“Dasar nenek rusa jelek.” gumam Seulong.

 

“kalian dari dulu tak pernah berubah ya.” ujar Shin Hye dengan senyumnya.

“Itu karna dia yang mulai duluan.” ucap Seulong dengan menatap Shin Hye lekat.

“Itu karna kau slalu menggodanya.” bela Shin Hye.

 

“Jadi kau membelanya daripada aku. kau slalu begitu” ucap Seulong dengan pura-pura cemberut.

 

Shin Hye menyadari jika calon suaminya ini sedang cemburu. Shin Hye lalu beranjak dari duduknya kemudian melingkarkan tangannya kepundak Seulong dari belakang.

 

“Apa kau cemburu dengannya karna aku slalu membelanya.”

“Tidak, aku tidaak cemburu. hanya saja Yoona slalu merebut perhatianmu dariku. Aku rasa kita harus secepatnya menikah.” sahut Seolung dengan senyum.

 

“Aku kira kau beneran cemburu.” Seulong tersenyum menanggapinya.

“Kemarilah!” Seulong lalu menuntun Shin Hye dan menariknya untuk duduk dipangkuannya. Shin Hye melingkarkan lengannya dileher Seulong.

 

“Aku rasa kita harus mempercepat pernilahan kita, sayang. agar kita bisa secepatnya bersama dan Yoona tidak seenaknya menyabotase dirimu dariku.” ucap Seulong lembut.

 

“Ahh, bilang saja jika kau ingin mempercepat pernikahan kita, kenapa kau harus beralasan atas Yoona.” ucap Shin Hye yang mengetahui maksud Seulong.

 

“Nde, bagaimana kau mau tidak.” ShinHye berpura-pura seakan ia sedang berfikir. padahal dalam hatinya mengatakan iya.

 

“Aku rasa aku tidak bisa…” Seulong merasa kecewa mendengar hal itu.

 

“Waeyo?”

 

“Aku belum selesai bicara, Aku tidak bisa untuk mengatakan tidak Oppa” ujar ShinHye membuat wajah Seulong berubah menjadi senang.

 

“Jeongmal?” Shin Hye mengangguk dengan tersenyum. “kalau begitu aku akan bicara pada orang tua kita, untuk mempercepat pernikahan kita.” Seulong melanjutkan ucapannya. kemudian keduanya saling tersenyum penuh bahagia, dan akhirnya mereka salinng mendekatkan wajah mereka satu sama lain, saat jarak antara mereka sudah dekat keduanya memiringkan kepala dan bibir keduanya saling menempel. mereka berciuman dengan mesra dan penuh cinta.

 

 

 

 

* * * * Hate To Say Love * * * *

Yoona sedang berjalan menuju Halte bus yang tak jauh dari rumahnya. Yoona merasa kesal dengan Oppanya itu, sejak kedua orang tuanya pergi ke jepang selama kurang lebih seminggu, Oppanya yang menggantikan mereka untuk menjaganya. dan selama seminggu pula Seulong memberi peraturan pada Yoona selama Appa dan Eommanya berada di Jepang. dengan peraturan yang dibuat Seulong, Yoona tidak diperbolehkan untuk membawa mobil sendiri karna selama orang tuanya pergi Yoona dilarang pergi kemana-mana, lalu kartu kreditnya pun dipegang oleh Oppanya. dia dilarang Shopping dan ke Salon untuk sementara karna Oppanya tidak mau jika Yoona menggunakan kesempatan selama orang tua mereka pergi. maka dari itu Yoona merasa kesal dan terbebani karna dia tidak bisa melakukan apapun selama keduanya pergi. dan dia juga hanya diberi uang saku pas selama ini. sehingga dia sering nebeng Suzy saat ke kampus.

 

Dan hari ini mau tak mau harus naik bus, karna uangnya tak cukup jika harus naik taksi. Yoona merasa Oppanya sengaja mengerjainya selama orang tuanya pergi.

 

“Awas! kau Oppa. aku akan membalasnya.” gerutu Yoona dengan wajah di tekuk. dan tanpa Yoona sadari. ternyata sedang Siwon sedang berdiri di tengah orang banyak sambil memandangi wajahnya yang sedang kesal di sudut halte tersebut. ketika bus yang dia tunggu telah tiba, semua orang dengan segera berebut untuk masuk, sehingga membuat Yoona kesulitan untuk naik. badannya yang kecil ini slalu terpontang panting ketika hendak naik. Yoona jadi tambah kesal karna orang-orang slalu mendorongnya sehingga membuat penampilannya menjadi berantakkan.

 

Yoona bernafas berat, dalam hatinya ia menyalahkan Oppanya yang membuatnya harus seperti ini selama ia tak membawa mobil. Akhirnya Yoona pun berhasil naik dan langsung duduk saat ia melihat sebuah bangku kosong di hadapannya. tak lama kemudian Siwon juga menaiki bus itu dan duduk di kursi yang masih kosong di hadapan  Yoona. seketika Yoona kaget melihat Siwon ada disini sambil tersenyum padanya.

 

“Yak! sedang apa kau disini?” tanya Yoona dengan heran dan bingung. karna ia tak menyangka orang seperti Siwon sudi untuk naik bus.

“memang kenapa? apa aku tidak boleh naik bus?” ucap Siwon dengan cuek.

“bukan begitu! Aku merasa aneh, jika kau naik bus. kau kan slalu membawa mobil mewahmu itu.” kata Yoona dengan tersenyum mengejek.

 

“Aku lakukan itu karna dirimu? aku rela naik bus setiap hari, asalkan bersamamu.” kata Siwon sembari menunjukkan senyuman mautnya. Yoona tersipu mendengarnya, namun ia cepat-cepat menutupinya. entah kenapa hatinya merasa senang saat Siwon bicara seperti itu.

 

“Rayuan macam apa itu? tidak bermutu sama sekali. kau pasti bilang seperti itu pada wanita lain.” ejek Yoona meremehkan.

 

“Tapi…kau suka kan?” goda Siwon dengan memainkan alis tebalnya.

“Cih, Aku tidak akan mudah termakan oleh rayuanmu itu Choi Siwon.” ucap Yoona. lagi-lagi Yoona mengelak akan perasaannya.

 

lalu Yoona mengalihkan pandangannya dari Siwon ke penumpang yang lainnya, Yoona merasa kasihan saat matanya melihat seorang ibu-ibu yang berpegangan di Handle Grip sambil menggendong anaknya yang berusia 3 tahun di samping tempat duduk Siwon. Yoona lalu menyenggol kaki Siwon dengan kakinya memberi isyarat.

 

“Mworago?” ucap Siwon tak mengerti maksud Yoona. Yoona mencondongkan badannya dan berbisik.

 

“Kau minggirlah! biarkan Ahjumma itu duduk disitu.”

“Shireo, ini kan tempatku dan aku duluan yang menempatinya.” ucap Siwon tidak mau, Yoona menatapnya kesal. Sifat jeleknya mulai keluar, tidak mau mengalah pada orang lain.

 

“Aiish, kau memang tak bisa berubah. kalau kau tidak mau, biar aku saja yang melakukannya.” Omel Yoona pada Siwon. Siwon terdiam memperhatikan Yoona yang menawarkan duduknya pada Ahjumma itu dengan ramah. Siwon tersenyum melihat sikap Yoona yang slalu ramah dan sopan pada orang lain.

 

“Ahjumma, Adik kecil ini pasti capek harus berdiri terus. kalau begitu biarkan dia duduk disini.” ucap Yoona dengan santun.

“Lalu kau bagaimana?” kata Ahjumma itu tak enak hati.

“Saya akan berdiri, lagi pula tempat tujuan tidak jauh.” kata Yoona tersenyum ramah. Ahjumma itu langsung mendudukkan anaknya dibangku Yoona dan ia berdiri disamping anaknya.

 

Siwon yang melihat kebaikkan Yoona yang rela berdiri demi orang lain juga ikut memberi tempat duduknya pada ibu anak itu.

 

“Ah, Ahjumma duduklah disini. biar saya yang berdiri.” kata Siwon dengan tulus. Ahjumma itu tersenyum lalu duduk di tempatnya.

 

“Khamsahabnida…” kata Ahjumma itu. Siwon mengangguk sambari tersenyum. Siwon lalu tersenyum kearah Yoona yang ada dihadapannya.

 

“kalau menolong orang itu harus tulus, jangan semata-mata karna aku.”

“Aku tahu itu, tapi kau yang mampu membuatku seperti ini. jadi aku berharap kau tetap bersamaku.” kata Siwon terdengar seperti bisikan. Yoona merinding mendengar ucapannya.

 

“Apa kalian sepasang kekasih?” tanya Ahjumma itu tiba-tiba.

“Kami…” Yoona hendak menjawabnya namun Siwon memotongnya.

“Nde. kami memang sepasang kekasih, iya kan Chagi?.” ucap Siwon dengan tersenyum ramah. sedangkan Yoona tidak bisa menjawab apapun selain mengatakan IYA.

“Kalian benar-benar sangat serasi. semoga kalian langgeng sampai nikah nanti. kalau bisa sampai jadi kakek dan nenek.” ujar Ahjumma itu dengan tersenyum menggoda.

 

“Ya, khamsahabnida.” ucap Siwon.

 

Yoona hanya terdiam mendengar percakapan antara Siwon dan Ahjumma itu. dan tiba-tiba bus itu seperti mengerem mendadak karna menghindari sesuatu. sehingga membuat Yoona terpental kedepan dan dengan reflek tangannya melingkar dibahu Siwon. pandangan keduanya saling bertemu dan akhirnya Yoona melepaskan tangannya dari bahu Siwon.

 

“Gwenchana?” kata Siwon dengan tenang. Yoona mengangguk malu.

“Aku tidak apa-apa?”

 

Siwon lalu bertanya pada penumpang lain apa yang terjadi.

“Ada apa? kenapa tiba-tiba berhenti.”

“Entahlah! sepertinya ada kecelakaan di depan.” ujar penumpang berbadan besar itu. Tak lama bus yang ditumpangi Yoona dan Siwon berjalan pelan-pelan karna ada kecelakaan.

 

 

~***~

Siwon Pov

 

Saat aku melintasi halte Bus, aku tak sengaja melihatnya yang sedang berjalan menuju halte itu dengan wajah kesal. lalu aku menghentikan mobilku dan hendak menghampirinya.

 

“Hyung, kau mau kemana?” teriak Taemin menghentikan langkahku.

“Aku ada urusan sebentar, jadi kau kekampus duluan saja.” perintahku padanya, lalu aku berlari menuju halte tersebut.

 

“Aneh sekali, kenapa dia tidak membawa mobilnya dan menyuruhku membawanya. entahlah?” gumam Taemin dengan bingung melihatku pergi begitu saja.

 

Saat aku sampai dihalte itu, aku berdiri ditengah-tengah orang yang sedang menunggu Bus, dia ternyata tidak menyadari kehadiranku. Aku tersenyum simpul melihat wajah Yoona yang cemberut. entah karena apa?

 

Ketika bus yang mereka tunggu sudah datang, Yoona langsung nyerobot naik, tapi langkahnya slalu didahului atau diserobot oleh orang-orang yang hendak ingin masuk duluan. Aku tertawa geli melihat Yoona yang sebal dan penampilannya yang acak-acakan.

 

Ia pun naik disaat sudah agak renggang, dan ia pun mencari-cari tempat duduk yang masih kosong. hingga akhirnya ia mendapatkan tempat duduk yang satu-satunya yang kosong. aku pun juga segera mendudukkan bokongku di bangku yang masih kosong itu.

 

Aku melihat Ia sangat terkejut dengan kehadiranku disini, karna sebelumnya aku tak pernah naik bus sama sekali. dan ini yang pertama karna gadis yang sekarang menjadi kekasihku.

 

“Yak! sedang apa kau disini?” katanya dengan terkejut dan heran.

 

“Memang kenapa? apa aku tidak boleh naik bus?” ucapku dengan cuek.

 

“Ah,bukan begitu! Aku merasa aneh saja, jika kau naik bus. kau kan slalu membawa mobil mewahmu itu.” katanya dengan tersenyum mengejekku.

 

Yah! memang benar yang ia katakan. sejak kecil aku terbiasa hidup mewah. kemana-mana naik mobil mewah.lagi pula menurutku naik kendaraan umum itu kotor dan banyak debu dan lain-lain. tapi hari ini demi gadis yang ku cintai, aku rela melakukannya.

 

“Aku lakukan itu karna dirimu? aku rela naik bus setiap hari kekampus, asalkan kau bersamaku.” kataku semari menunjukkan senyum terbaikku. Aku lihat ia menertawakanku.

 

“Rayuan macam apa itu? tidak bermutu sama sekali. kau pasti bilang seperti itu pada wanita lain.” cetusnya dengan tersenyum meremehkan.

 

apa? dia bilang rayuan? astaga! kenapa dia slalu seperti itu. Aku pun tersenyum jahil, aku berniat untuk menggodanya.

 

“Tapi…kau suka kan?” godaku dengan memainkan alis tebalnya. Aku melihat mukanya berubah.

“Cih, aku tidak akan mudah termakan oleh rayuanmu itu Choi Siwon.” sanggahnya lalu mengalihkan pandangannya dariku.

 

Pov Siwon End

 

 

~****~

Author Pov

 

“Stella, kau pasti takkan percaya dengan apa yang aku lihat tadi.” kata wanita bertubuh tingga dan berambut pendek.

“Soo, apa yang kau katakan? memangnya apa yang apa yang kau lihat? apa kau mendapatkan barang yang BiG Sale.” ujar Stella penasaran dengan apa yang di lihatnya sehingga membuatnya heboh seperti itu.

 

“Bukan! ini bahkan lebih menggemparkan dari Big Sale.”

“Memangnya apa? cepat katakan!” Seru Stella dengan wajah penasaran.

 

“Kau tahu, tadi aku melihat Yoona dan Siwon berangkat kekampus bersama, dan mereka naik Bus.” jelas Sooyoung.

 

“Mwo? itu tidak mungkin, Siwon Oppa tidak mungkin mau naik bus kekampus.” kata Stella tidak percaya.

“Stella, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri di Halte. pasti mereka mempunyai hubungan.” Seru Sooyoung meyakinkan Stella.

 

“Yah, hanya hubungan sebagai pesuruh buat Siwon oppa.” Stella masih bersikap tenanf padahal didalam hati. hatinya memanas dan ingin menjambak rambut Yoona.

 

“Tidak mungkin, mereka terlihat sangat dekat dan mesra.” Sooyoung membenarkan kesimpulan Stella yang menurutnya salah.

“Kalau memang benar mereka pacaran, aku tidak akan tinggal diam. Aku akan membuat hubungan mereka hancur.” Cetus Stella dengan tersenyum penuh kelicikan.

 

 

 

TO BE CONTINUE…

 

 

 

Endnote : Maaf ya jika terlambat ngepost FF ini, jujur aku mulai males ngetik padahal jalan cerita begitu lancar #kebiasaan. terus aku juga lagi buat kelanjutan dari Sorry, ILU yang sebenarnya OS jadi 2Shoot. tapi tak apalah akan aku buat kelanjutannya. terus bagi yang pengen baca HTSL part 5 yang di proteck kalian bisa minta di Nomer Simpatiku 082233966097. aku harap jalan ceritanya masih nyambung ya? hehehe. gomawo atas kritik dan sarannya, sekian terima kasih.

 

Buat echa dan resty terima kasih udah mau ngepost FF aku. ^ ^

Iklan
Tinggalkan komentar

142 Komentar

  1. Rostina fince manalu

     /  Juli 24, 2015

    ahaha stella cemburu😄
    Next eon, fight

    Balas
  2. z

     /  Juli 26, 2015

    Daebakk!! Bgs author! Semangatt

    Balas
  3. rita octaria

     /  Juli 26, 2015

    lucu dengan tingkh siwon malu2 kucing.. tpi sneng stdaknya mreka sbnernya salg suka

    Balas
  4. anggre debora

     /  Juli 27, 2015

    Benci sama stella …pengen aku jambak aja tuh org

    Balas
  5. aq ga suka sama stella. suka ganggu kebahagiaan orang

    Balas
  6. ceritanya seru

    Balas
  7. donghae itu musuh siwon?jessica kasian
    yoona jatuh cinta hahhaha

    Balas
  8. nouish 94

     /  Juli 31, 2015

    haduh ni orang kpan akurnya sih.. tpi siwon udh ngungkapin perasaannya ..tinggal yoona yg blom mnyadari perasaan ke siwon.. semoga stella dan donghae ga ngehancurin hubungan mereka.. next eon psti lbih seru lgi..

    Balas
  9. enow

     /  Agustus 16, 2015

    lagi cari tau sia yg mau di jodohin sam siwon

    Balas
  10. menarikk eon, suka juga sama ceritanya. stella mulai gempar! haha next chap read….>>

    Balas
  11. Dwi Sivi Fatmawati

     /  September 6, 2015

    Aku seneng akhirnya mereka berdua bsa pacaran..m tpi aku sedikit gk suka krna yoona blum mau ngakuin hehehe
    Teus aku gk suka sma stela klo mau hancurin hubjngan mereka berdua….
    Semoga mereka langgeng…
    Dan omong2 soal rencara perjodohan yg akan di rencanain sma ortu mereka semoga sukses ☺😊

    Balas
  12. rini h.

     /  September 10, 2015

    Wah yoowon dah pacaran deh pi yoong msih gengsi gtu ya utk mengakui perasaanx ntu lalu apa yg akan stella ntu lakukan utk menghancurkan hubungan yoowon ya?

    Balas
  13. menegangkan ,tapi puas sama ceritanya cukup panjang

    Balas
  14. maaf yah thor cuma mau tanya ini bukanya sama persis kayak yang chapter 6 yah, cuma pendapat aja yah thor jangan di masukin hati, agak kurang puas aja soalnya sama persis kayak di chapter 6 , dan seharusnya yang flasback yang kayak gini yang chapternya di pass aja hehe

    oh yah thor mau minta passnya chapter 8 dimana yah soalnya di sms gabisa, kayaknya ada yang salah sama nomernya aku udh line tapi ga ada respont, mohon bantuanya yah thor

    Balas
  15. jenjeje

     /  Oktober 27, 2015

    yaaaaakkk
    pnghrum ruagn tak trima
    mom mha dad pcrn
    mati ajha loch sana 😃 *sok jaht*
    aiigooo
    mom udh mulai cinta mha dad
    tpi msh gengsi buat
    ngakuinx 😁
    smg nnti yg mw d jdhkn
    mha dad itu mom
    #amin

    Balas
  16. Riskaa

     /  Desember 4, 2015

    Hhm, akhirny mereka jadian juga 🙂 tapi hati2 ya yoonwon ada donghae dan stella yang bakalan siap nyakitin kalian..

    Balas
  17. paris

     /  Desember 4, 2015

    Ada aca pengacau di hubungan yoona siwon 😦 stella plis deh jangan ganggu mereka 🙂

    Balas
  18. arum

     /  Desember 21, 2015

    ceritanya seru dan selalu bikin penasaran

    Balas
  19. Almira Putri

     /  Januari 28, 2016

    Udah baca 2 kali ga bosen” . Lupa udah komen belum setelah baca 2X 😀
    Seru seru and seru
    Fight thor . Next chap 😀

    Balas
  20. Noh kan jd sama2 suka haha,jd pnsrn sama slnjtny^^

    Balas
  21. AuliaYW/Aulia Araby/Choi Lilia

     /  Juni 19, 2016

    YoonWon ska bngts ngejek 1sami laenz..
    Ye siwon oppa ngungkapin law dia cinta sami yoona eonni..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: