[FF] Journey of Love (Chapter 10)

journey-of-love-poster

Nitahyunmichoi Present

||

Journey of Love

….

Main Cast: Choi Si Won, Im YoonA, Choi Sooyoung, Lee Jong Hyun

Support Cast: Kim Myungsoo, Jung Soo Jung, Choi Minho,etc

Genre: Drama, Family, Romance, Sad || Length: Chapter || Rating: General

Blog: http://nitayoonwonfanfiction.wordpress.com|| Twitter: @nitnitaan – @NitaRahayu22

Disclaimer: Cerita dalam FF ini terinspirasi dari drama-drama Korea yang pernah saya tonton, namun selebihnya, alur serta karakter tokoh adalah murni hasil imajinasi saya sendiri.

Special Art by:KKEZZGW

oOo

Journey of Love – Chapter 10

oOo

Mobil Audi warna putih berhenti tepat didepan sebuah hotel bintang lima, orang yang berada didalam mobil tersebut adalah Choi Siwon dan Im Yoona. Seperti rencana Siwon sebelumnya, jika ia akan mengejutkan semua orang dengan membawa Yoona ke acara makan malam keluarga. Ini merupakan cara terbaik untuk memperkenalkan Yoona pada keluarganya, sekaligus Sooyoung dan Ibunya. Tawaran yang luar biasa, dan tentunya tak dapat Yoona elak. Ini adalah kesempatan emasnya untuk memasuki keluarga Siwon dan membuktikan kepada Ibu kandungnya bahwa ia bisa bangkit dari kesulitan hidup yang selama ini ia jalani.

Siwon memegang tangan Yoona, memberi dukungan agar wanita itu mampu melewati tembok besar yang kokoh berdiri tepat dihadapannya. Siwon tahu Yoona sedikit gugup, namun ia menyakinkan jika semua akan berjalan sesuai dengan rencana “Semua akan berjalan lancar, percayalah” ucap Siwon. Yoona mengangguk lalu tersenyum.

oOo

Santapan makan malam yang di masak koki berpengalaman handal itu masih belum tersentuh tangan, semua orang masih menunggu kedatangan Siwon yang tak kunjung menampakan dirinya. Nyonya Lee – ibunda Siwon gusar dan was-was. Takut, jika putra kandungnya itu akan kembali berbuat hal gila lagi yang akan mempermalukan harga dirinya.

Sooyoung juga sudah terlihat kesal, bahkan beberapa kali gadis itu mengecek ponsel pintarnya. Sesekali menghubungi Siwon bahkan mengirim pesan singkat padanya. Namun nihil, pria itu sama sekali tak merespon.

“Hyung!” kesunyian diruang kedap suara itu teralihkan ketika Myungsoo bersuara. Menyambut kedatangan seseorang yang ditunggu-tunggu.Perhatian semua orang kini tertuju pada pintu yang terbuka. Siwon muncul dengan senyum tipis.

“Kau datang, duduklah kita sudah menunggu mu terlalu lama” sambut Nyonya Lee tersenyum lega.

“Josonghamnida, saya datang terlambat” ujar Siwon membungkuk.

“Sudahlah, ayo cepat duduk. Mereka semua sudah lama menunggu mu” ujar Tuan Lee. Siwon hanya tersenyum kecut, merasa aneh mendengar kata-kata manis yang diucapkan sang ayah tiri.

“Sebentar, aku mengundang seorang tamu ” ucap Siwon membuat semua orang nampak terkejut. Tak terkecuali dengan Jong Hyun yang sudah menatap tajam mata Siwon.

“Tunggu sebentar” lanjut Siwon kembali keluar untuk memperkenalkan tamu yang ia maksud kepada keluarganya.

“Eomma, nuguya?” tanya si bungsu Myungsoo tampak bingung. Nyonya Lee hanya menghela nafas kasar, merasa jika putra kandungnya itu akan kembali berulah lagi.

Suara derap kaki entah kenapa membuat Nyonya Choi ketar-ketir. Perasaan tak enak juga muncul menyergap dirinya. Bahkan jari-jarinya mengatup memperlihatkan urat-urat nadinya yang hijau, sebagai tanda jika ia tengah merasa gugup luar biasa.

Sepatu high heels berwarna merah muda memasuki ruangan VVIP itu.Terkejut, semua orang sangat terkejut. Ketika sang tamu yang Siwon maksud menampakan dirinya dengan sebuah senyum diwajahnya. Seakan baru pertama kali bertemu, wanita itu nampak tenang bahkan memperkenalkan dirinya secara sopan.

“Annyeong haseyo, Im Yoona Imnida. Senang bertemu kembali”

Ujarnya membungkuk sopan kemudian tersenyum cantik, membuat gelas yang digenggang Nyonya Choi terjatuh seketika.

“Im Yoona, kau” nafas Nyonya Choi tertahan, tenggorokannya terasa tercekat sebuah benda. Membuat ucapannya tertahan di ujung lidah.

Tamu kejutan – Im Yoona hanya tersenyum tenang melihat reaksi kaget semua orang diruang VVIP tersebut. Dia sama sekali tak menghiraukan tatapan membunuh Sooyoung maupun Nyonya Lee bahkan Jong Hyun sekalipun yang tak mempercayai jika wanita yang dia amat cintai muncul tiba-tiba dengan Siwon – kakak tirinya.

Untuk beberapa saat terjadi keheningan, semua orang masih belum dapat membaca sebenarnya apa yang terajadi. Namun yang jelas, atmosfer panas sudah sangat kentara terasa diruangan berdekorasi mewah itu.

“Choi Siwon, apa yang kau lakukan?” akhirnya Nyonya Lee buka suara setelah bungkam seribu bahasa karena terkejut setengah mati.

“Josonghaeyo, seharusnya aku mengatakan akan mengundang kekasih ku ke acara makam malam ini” jawab Siwon tenang, tak ada sedikitpun rasa gentar dihatinya untuk mundur dari peperangan yang sudah dimulai ini.

“Siwon-ssi!” Sooyoung bergumam tak percaya mendengar penuturan calon suaminya itu.

“Choi Siwon, apa yang kau katakan? Kekasih? Apa kau tidak sadar siapa yang sedang duduk didepan mu? Dia adalah tunangan mu, dan kalian akan segera menikah” Tuan Lee angkat bicara karena ikut tak percaya dengan kejutan yang Siwon berikan.

“Abojie, ku rasa ini tak ada urusannya dengan mu—“

“Hentikan!” ucapan Siwon terpotong oleh suara Jong Hyun yang mulai marah. Siwon pun beralih menatap adik tirinya itu dengan tenang.

“Dongsaeng, ini juga tak ada urusannya dengan mu” ujar Siwon tersenyum sok tulus pada Jong Hyun.

Nyonya Lee menggebrak meja menghentikan percikan api perdebatan yang semakin memanas. Kemudian dia menghampiri Siwon dan menyeretnya keluar ruangan tanpa sepatah kata mu.

Sementara itu, Yoona masih berdiri dengan tenang seperti tak terjadi apa-apa.

“Yoona-ssi, apa yang sedang kau lakukan disini?” tanya Sooyoung tajam.

“Choi Siwon mengundang ku untuk ikut bergabung” jawab Yoona tenang dan tetap tersenyum yang entah kenapa membuat Sooyoung benar-benar ingin sekali menampar wajah so baik seorang Im Yoona.

“Kau benar-benar bermuka tebal Im Yoona” sindir Sooyoung tajam yang ditanggapi senyum separuh Yoona.

Merasa sudah tidak tahan, Jong Hyun akhirnya mengambil tindakan, bangkit dari duduknya lalu ikutan menyeret Yoona agar meninggalkan ruangan secara paksa. Yoona meronta, mencoba melepaskan. Namun apa daya tenaga Jong Hyun lebih kuat darinya.

“ADA APA DENGAN MU? KENAPA KAU ADA DI SINI?” tanya Jong Hyun marah kemudian melepaskan cengkramannya dari lengan Yoona yang tampak memerah. Kini mereka sudah berada ditempat yang jauh dari keramaian.

Yoona menatapnya, namun kali ini dengan tatapan yang sangat berbeda – dingin dan tidak sehangat dulu. Yoona menunduk, belum siap bertengkar hebat dan menerima amukan Jong Hyun padanya

“IM YOONA , ADA APA DENGAN MU? KENAPA KAU JADI SEPERTI INI?” lagi, Jong Hyun bertanya dengan nada marah. Tapi Yoona masih bungkam seribu bahasa.

“IM YOONA! JAWAB AKU!” bentak Jong Hyun sudah berada diambang batas kesabarannya.NamunYoona masih bungkam bahkan sama sekali tak menatap Jong Hyun.

“Cepat jawab aku, kenapa kau jadi seperti ini? Apa terjadi sesuatu? Katakanlah, kau tidak mungkin melakuan ini tanpa ada alasannya” Jong Hyun mencengkram kuat bahu Yoona meminta penjelasan dari wanita yang dicintainya itu. Jong Hyun tak mau jika terus diperlakukan seperti ini, dia juga punya perasaan dan tentu saja tak terima dengan perlakuan Yoona padanya.

“Kau terlambat” akhirnya Yoona buka suara setelah cukup lama bungkam.

“Mwo?”

“Kenapa tak dari dulu kau bertanya seperti itu?” tanya Yooona tajam, menatap mata Jong Hyun dingin.

“Im Yoona, apa yang terjadi dengan mu?”

“Aku ingin berubah” jawab Yoona sekali lagi dengan nada yang dingin sama seperti tatapan matanya saat ini.

“Aku yakin, kau punya alasan kuat kenapa kau ingin sekali berubah. Cepat katakan pada ku, apa alasan mu?” Jong Hyun terus memaksa Yoona menjelaskan kondisi yang sesungguhnya terjadi. Karena dia belum puas dengan jawaban Yoona dan merasa ada hal yang disembunyikan.

“Haruskah ku katakan alasan sebenarnya?” tanya Yoona. Jong Hyun mengangguk kedua tangannya semakin kuat mencengkram bahu Yoona. Matanya menatap Yoona, memohon agar wanita itu segera menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Bibir Yoona kaku, sulit untuk menjelaskan semuanya pada Jong Hyun. Sulit untuk mengutarakan kondisi yang tengah ia alami saat ini. Yoona tak mau semakin mempersulit Jong Hyun, sudah lebih dari cukup pria itu menderita karena dirinya. Yoona tidak mau menambah beban lagi karena masalahnya.

“Minggir” ucap Yoona dingin melepaskan tangan Jong Hyun dari bahunya dan berlalu pergi. Namun Jong Hyun tak tinggal diam. Dia menghalangi jalan Yoona

“Apa semua ini karena uang? Berapa yang telah Hyung ku berikan pada mu?”

Pertanyaan tak diprediksi dari Jong Hyun membuat Yoona membeku, saat itu juga mata wanita itu memerah menahan air mata serta sesaknya dada. Memang benar semua yang Yoona lakukan adalah demi uang, namun jauh dari itu ia ingin balas dendam atas perbuatan kejam ibu kandungnya. Dan tentunya alasan itu tak dapat Yoona utarakan pada Jong Hyun.

“Apa ini yang kau maksud berubah? Aku benar-benar tidak menyangka kau seperti ini” lanjut Jong Hyun terus membuat Yoona merasa terpojok dan terhina oleh kata-katanya.

“Uang? Apa segila itu kau pada uang?” lagi Jong Hyun bertanya. Seperti akalnya sudah benar-benar hilang sehingga pertanyaan dan tuduhan-tuduhan tak berdasar ia lontarkan begitu saja pada Yoona. Tanpa berpikir apakah wanita itu akan sakit hati atau tidak.

“Berapa uang yang kau inginkan? Sepuluh juta, lima puluh juta, satu milyar? Dan apa yang telah kau berikan pada Hyung ku? Harga diri mu?”

Tak bisa ditahan air mata Yoona mengalir begitu saja, rentetan pertanyaan Jong Hyun sungguh menyayat hatinya. Memang Jong Hyun tak salah, menduga sampai seperti itu. Namun Yoona tak menyangka pertanyaan itu akan diucapkan oleh pria yang ia cintai. Sekuat tenaga Yoona menahan air matanya, namun apa daya linangan air mata itu terus mengalir tanpa henti.

“Dugaan mu tak salah, aku melakukan semua ini karena uang, dan aku memilih kakak mu karena dia akan memberikan apa saja untuk ku” jawab Yoona dengan menahan tangisannya.

“Maka dari itu, ayo kita hentikan semua ini. Kita akhiri semua ini”

Jong Hyun terdiam, kedua tangannya lemas dan melepaskan cengkramannya dari Yoona.

“Aniya!!! Kau tak seperti ini Im Yoona, kau tak seperti ini. Kau bohong, kau mengatakan semua ini karena kau ingin aku membenci mu, benarkan?” elak Jong Hyun tak percaya begitu saja. Padahal yang ia harapkan Yoona tidak berkata seperti ini.

“Aniya, inilah aku yang sebenarnya. Jadi tak ada alasan bagi mu untuk mencintai ku lagi, hubungan kita sudah selesai dan jangan ganggu aku lagi”

Yoona kemudian pergi meninggalkan Jong Hyun yang hancur serta tak percaya, sebuah tamparan keras baru saja menghantam hati dan perasaan pria tampan itu. Wanita yang selama ini ia amat cintai, kini berubah seperti orang lain yang tak ia kenal. Dan sia-sia sudahlah harapannya untuk kembali merebut hati seorang Im Yoona, karena buktinya kini wanita itu sudah mengukuhkan dirinya untuk benar-benar pergi.

oOo

PLAK!

Tamparan keras dilayangkan Nyonya Lee pada Siwon, sebuah amarah yang meluap dan tak dapat dikendalikan membuatnya kalap berbuat seperti itu pada putranya kandungnya sendiri.

“Micheosseo?”ujar Nyonya dengan tatapan marah pada putra kandungnya itu.

“Benar, aku sudah gila!!” jawab Siwon tanpa pertimbangan yang langsung mendapat tamparan keras lagi dipipi yang sama.

“Kau benar-benar sudah gila!! Kemana akal sehat mu? Apa kau sadar, kau baru saja mempermalukan ku. Kau mempermalukan ku didepan keluarga calon istri mu” ujar Nyonya Lee berapi-api.

“Sudah ku bilang berapa kali, aku tak mau menikahi Sooyoung. Sekeras apa pun Eomma memaksa ku, aku tak akan menikahinya” jawab Siwon tetap pada pendirian kuatnya.

“Apa kau mencinta gadis bernama Im Yoona itu?”

“Iya, aku mencintainya dan aku akan menikahinya” jawab Siwon masih tak bergeming sama sekali dengan sikapnya. Nyonya Lee menatapnya marah, sudah tak tahu lagi bagaimana melampiaskan amarahnya lagi.

“Seharusnya dari awal ku singkirkan wanita itu” ujar Nyonya Lee membuat Siwon kini berpaling menatap Ibunya.

“Eomma!! Jangan pernah menyentuhnya sedikit pun” ucap Siwonmemberikan sebuah peringatan. Nyonya Lee tersenyum sinis “Jika kau tak bisa meninggalkan wanita itu, biarkan aku yang menyingkirkannya” balas Nyonya Lee penuh ancaman kemudian berlalu meninggalkan Siwon yang membeku.

oOo

Makam malam yang semula dirancang sedemikian rupa agar menjadi sebuah acara yang kekeluargaan, kini luluh lantah karena kejadian yang dibuat oleh Choi Siwon. Bahkan kini diruang VVIP tersebut, semua anggota keluarga Siwon sudah meninggalkan tempat. Yang tersisa hanya Sooyoung dan Nyonya Choi.

Sooyoung melamun menatap hidangan dimeja yang telah dingin. Kedua tangannya mengepal sempurna, menahan luapan emosinya yang membara. Harapannya untuk menjadi pendamping Siwon sepertinya harus ia kubur dalam-dalam, karena buktinya malam ini Siwon memperkenalkan wanita lain sebagai kekasihnya.

“Eomma, bagaimana ini? Aku tak mungkin kalah dari wanita itu” ujar Sooyoung seperti bergumam pelan karena dirinya merasa lelah meskipun untuk berbicara.

“Sebaiknya kita bicarakan nanti dengan Tuan Lee dan Nyonya Lee” Nyonya Choi berusaha menenangkan putrinya, meskipun sebenarnya dia lebihkhwatir bahkan ketakutan bila dibandingan dengan Sooyoung.

“Tidak, bagaimana pun juga. Aku harus mendapatkan Siwon, sekalipun itu harus menyingkirkan Im Yoona” ujar Sooyoung bertekad. Nyonya Choi bungkam, dan langsung berdiri dari tempat duduknya.

“Tunggu sebentar, Eomma ke kamar kecil dulu” Nyonya Choi pergi meninggalkan Sooyoung untuk menutupi ketakutan yang sangat kentara terlihat diwajahnya.

Tiba dikamar kecil, tanpa sengaja Nyonya Choi berpapasan dengan Yoona. Anak dan Ibu itu berhenti dan saling pandang satu sama lain. Yoona mengambil tindakan lebih dulu menghampiri Nyonya Choi.

“Anda pasti terkejut karena aku berada disini” ujar Yoona tersenyum separuh yang menampakan keliciknnya didepan Ibu kandungnya.

“Lakukan saja sesuka hati mu, tapi jangan harap kau bisa merebut Siwon dari putri ku” balas Nyonya Choi tak kalah tajam. Yoona hanya meresponnya dengan senyum kecil.

“Siwon sudah terpikat dengan ku, ini membuat ku semakin sulit untuk melepaskan pria itu”

“Im Yoona, Kau!”

“Nyonya Choi, jika anda menghalangi jalan ku. Jangan salahkan aku jika ku ungkap identitas mu yang sebenarnya” ujar Yoona mengancam sekaligus mengingatkan lagi Nyonya Choi.

“Jika kau melakukan semua ini karena ingin membalas perbuatan ku, lupakan. Aku bisa memberi mu kehidupan yang layak, berapa uang yang kau inginkan?”

“Anda ingin bernego dengan ku?” Yoona terus mempermainkan Nyonya Choi dengan pertanyaan-pertanyaan dan senyum kecil yang memancing kemarahan Nyonya Choi.

“Nyonya Choi, ini bukan hanya masalah uang saja, tapi juga masalah kedudukan. Aku ingin seperti Ibu ku, yang meninggalkan suami dan anaknya demi mengejar seorang pria kaya. Aku ingin seperti dia” ucap Yoona tajam bahkan membuat Nyonya Choi terkejut mendengar penuturannya. Setelah itu Yoona pergi dengan senyum kemenangan mengambang diwajahnya.

“Im Yoona, kau benar-benar keterlaluan”

oOo

Mobil yang Siwon kemudikan meluncur dijalan lengan kota Seoul, baik Yoona maupun Siwon sama-sama diam dengan pikiran mereka masing-masing. Setelah menghancurkan acara makam malam, mereka berdua pergi meninggalkan hotel dengan cerita masing-masing. Kejadian ini memang sudah mereka duga, jadi mereka tak terlalu kecewa dengan hasil rencana mereka.

Setelah menempuh perjalanan waktu sekitar dua puluh menit, tibalah mobil Siwon ditepi sungai han. Siwon diam sejenak kemudian membuka pintu mobil dan keluar, membiarkan Yoona sendiri didalam mobil yang masih melamun.

Siwon menghela nafas berat, terpaan angin yang dingin seakan tak berarti apa-apa untuk dirinya yang saat ini tengah risau. Memikirkan berbagai masalah pelik dalam hidupnya yang semakin hari semakin bertambah. Siwon menyadari, balas dendam tak semudah membalikan telapak tangan. Banyak rintangan dan tentunya halauan dari orang-orang sekitar yang tak menyukai caranya, Siwon sendiri sebanarnya sangat lelah. Selama iniia menghabiskan hidup dengan memikirkan cara bagaimana membuka kedok sang Ayah tiri, meskipun belum mendapatkan petunjuk tentang apa pun Siwon tetap yakin jika suatu saat kebusukan Ayah tirinya itu akan terungkap.

Siwon selalu ingin berhenti dan memilih mundur dari peperangan keluarga ini, namun ketika mengingat wajah sang Ayah, Siwon selalu kembali bertekad dan berusaha bangun lagi untuk melanjutkan misi balas dendamnya.

“Siwon-ssi, apa kau akan percaya jika seseorang berubah dalam waktu sekejap karena alasan uang?” Siwon tersadar dari renungannya, lalu menolah ke sisi kiri dimana Yoona sudah berada disampingnya.

“Apa maksud mu?”

“Kenapa, kita harus hidup seperti ini? Kenapa kita harus menjalani hidup serakah seperti ini?” Yoona kembali bersuara. Namun matanya lurus menatap damainya sungai han yang sesekali bergerak karena tertiup hembusan angin malam.

“Aku juga lelah, tapi kita tidak bisa mengalah sekarang. Aku yakin suatu saat, semua ini akan berakhir”

“Akhir seperti apa yang kau inginkan?” kini Yoona berbalik menatap Siwon. Siwon juga berbalik, mata mereka bertemu, sorot mata keduanya sama. Lelah, dan nampak berkaca-kaca. Siwon tersenyum tipis, tangannya terulur kemudian menyentuh kepala Yoona secara perlahan.

“Sebuah akhir yang bisa membuat ku tersenyum bahagia. Aku ingin kembali disaat aku hidup bersama ayah ku. Tapi, jika itu tak bisa maka aku ingin hidup bersama dengan seseorang yang ku cintai. Itulah akhir yang ku inginkan”

Yoona terhenyak, matanya ikut berair seiring melihat Siwon meneteskan air mata. Kembali lagi untuk kesekian kalinya Yoona melihat sisi rapuh Siwon, sisi dimana yang sebelumnya tak pernah ia tunjukan dihadapan semua orang maupun keluarganya. Hanya kepada Yoona-lah Siwon seperti ini, dan itu membuat Yoona menjadi tak enak hati karena merasa selama ini tidak pernah memikirkan betapa sulitnya kehidupan Choi Siwon.

Tangan Yoona bergerak, mengusap air mata di pipi Siwon. Meski awalnya ragu, namun ia dapat melakukannya dan membuat Siwon menatapnya sedikit terkejut.

“A—aku juga ingin seperti itu” ucap Yoona sedikit ragu namun ia dapat menuntaskan kalimatnya.

“Siwon-ssi, aku lelah. Ayo kita pulang” ujar Yoona. Siwon tersenyum mengangguk. Kemudian menggenggam tangan Yoona.

“Kajja”

oOo

Nyonya Choi tiba di rumah Yoona, rumah atap sederhana itu tampak sepi. Nampaknya penghuni rumah sudah meninggalkan tempat. Nyonya Choi berdiri terpaku menatap rumah sederhana itu, sekelebat bayangan muncul ketika dulu dirinya juga menempati rumah seperti ini ketika di Busan. Nyonya Choi menggelengkan kepalanya, tak mau jika harus kembali ke rumah kumuh seperti ini. Baginya, semua yang terjadi di Busan adalah mimpi buruk yang tak harus dikenang dalam hidupnya.

Setelah beberapa saat terdiam, Nyonya Choi memutuskan pergi. Namun langkahnya terhenti ketika terdengar suara pintu terbuka. Nyonya Choi menoleh dan terkejut setengah mati ketika melihat seorang pria berpenampilan sederhana dan rambut yang mulai memutih baru saja keluar dari dalam rumah itu.

Pria itu juga tak kalah terkejut melihat sosok perempuan yang telah menyakiti hati dan membuat hidupnya hancur seperti ini. Pertemuan antara suami-istri yang telah berpisah selama sebelas tahun lamanya itu masih meninggalkan luka, terutama dihati sang suami. Apalagi sekarang melihat kondisi “Istrinya” yang telah berubah membuat perasaan sakit hati serta marah bercampur menjadi satu.

Di sebuah cafe, Tuan Im duduk berhadapan dengan Nyonya Choi. Sebuah pemandangan yang terasa aneh jika dilihat, dan sebuah pertemuan yang tak menyenangkan jika dirasakan. Nyonya Choi yang mengajak “suaminya” itu untuk berbincang sebentar, masih belum berbicara. Entah perasaan apa yang dirasakan wanita yang tega meninggalkan suami serta putrinya itu, yang jelas Tuan Im sudah sangat membenci perempuan yang memberinya seorang putri itu.

“Lama tidak bertemu” akhirnya Tuan Im memulai pembicaraan setelah cukup lama dirinya bungkam.

“Dari mana kau tahu rumah ku?” tanya Tuan Im langsung, sepertinya dia sudah tidak tahan duduk berlama-lama dengan “Istrinya” itu.

“Aku sudah dua kali datang ke rumah mu” jawab Nyonya Choi dingin.

“Ada apa? Bukankah kau pernah bilang, tak akan lagi menampakan diri mu dihadapan ku maupun putri ku”

“Selama sebelas tahun aku melakukan semua itu, tapi semuanya berubah setelah putri mu mengusik kehidupan ku”

Tuan Im terdiam, kaget mendengar pernyataan Nyonya Choi. Dalam hati ia bertanya, apa mungkin Yoona sudah bertemu dengan Ibunya.

“Apa maksud mu?”

“Putri mu, Im Yoona mengusik kehidupan ku dan putri ku Sooyoung. Aku tidak bisa tinggal diam”

“Putri mu? Sooyoung?” tanya Tuan Im tak percaya.

“Jadi, kau lebih membela putri tiri mu dari pada putri kandung mu sendiri?”

“Sejak aku meninggalkan rumah, aku sudah tak menganggap kalian sebagai keluarga ku. Dan aku sudah menghapus semua masa lalu ku, dulu aku tidak pernah menikah dan dulu aku tidak pernah mempunyai seorang putri”

Tuan Im menahan rasa sesaak didadanya mendengar pernyataan kejam dari seorang wanita yang dulu sangat ia cintai. Namun sekarang, teganya dia berkata seperti itu. Membuat hatinya kembali hancur untuk kesekian kalinya.

“Apa harta sudah membuat mu lupa semuanya? Walau bagaimana pun juga, dulu kau seorang wanita miskin. Tinggal ditempat kumuh, dan dihina semua orang. Dan dulu kau juga pernah menikah. Menjadi istri ku selama 15 tahun, kau juga memiliki seorang putri. Apa kau benar-benar melupakan semua itu?” Mata sendu Tuan Im nampak berkaca-kaca ketika mengatakan hal itu.

“Aku sudah tidak lagi mengingatnya!” jawab Nyonya Choi menatap Tuan Im yang sedih melihat perubahan besar pada dirinya.

Nyonya Choi mengeluarkan dua tumpuk uang yang dibungkus amplop warna putih kemudian menaruhnya didepan Tuan Im.

“Pergilah! Pergilah ke Amerika! Pergi bersama putri mu itu, dan jangan pernah lagi menampakan diri dihadapan ku. Dan katakan pada putri mu jangan ganggu kehidupan ku, jangan usik kehidupan ku dan jangan pernah mencoba melawan ku”

“Istri ku”lirih Tuan Im tampak pedih, hatinya sungguh sakit menerima penghinaan seperti ini. Harga dirinya merasa telah terhina oleh dua tumpuk amplop berisi uang.

“Sekalipun aku dan putri ku tidak punya apa-apa, tapi kami masih punya harga diri. Kami tak butuh uang sebanyak ini, ambilah” ujar Tuan Im menolak.

“Apa uang ini masih belum cukup? Baiklah, apa yang kau inginkan? Mobil? Rumah? Atau pekerjaan?”

Tuan Im mengepalkan kedua tangannya, hatinya sakit seperti diiris sembilu tajam mendengar perkataan wanita yang masih berstatus sebagai istri sahnya itu. Tak hanya itu, Tuan Im juga marah dan tidak terima dengan perlakukan istrinya itu padanya.

“Apa yang kau inginkan? Dan kenapa kau menatap ku seperti itu?” tanya Nyonya Choi menyilangkan kedua tangannya didepan dada.

“Sampai aku mati, aku tak akan sudi menerima satu sen pun dari mu. Aku lebih baik tinggal di rumah kumuh dari pada harus tinggal dirumah seperti istana tapi hasil menjilat seseorang, aku lebih baik kelaparan dari pada harus kenyang dengan uang hasil menjilat seseorang. Dan aku lebih baik menderita, dari pada harus hidup bahagia tapi terus dikejar masa lalu yang kelam”

Nyonya Choi tertegun, penuturan suaminya itu seperti petir yang menyambarnya. Matanya menatap Tuan Im dengan marah. Namun apa yang dikatakan Tuan Im ada benarnya juga, dan sepertinya Nyonya Choi mengakui akan hal itu. Meski terhalang oleh egonya yang luar biasa.

“Terima kasih kau mau menemui pria seperti ku, dan terima kasih kau telah menyadarkan ku jika uang ternyata tak bisa membeli kebahagiaan. Karena aku, sudah sangat bahagia hidup bersama putri ku”

Tuan Im bangkit dari duduknya dengan hati yang terisi luka, sakit sampai pria itu meneteskan air mata. Sebuah penghinaan yang membuatnya tak dapat menahan lagi air mata meski ia adalah seorang pria. Tuan Im pun pergi meninggalkan Nyonya Choi yang diam membisu karena perkataannya.

Nyonya Choi mengambil dua tumpuk uang tersebut kemudia bangkit dari duduknya, saat itulah terdengar suara dentuman keras disebrang jalan cafe. Teriakan para pengguna jalan membuat Nyonya Choi yang baru saja keluar dari cafe terdiam. Nyonya Choi membeku, kemudian membalikan kepalanya.

“Suami ku”

Darah merah segar mengucur dari kepala Tuan Im yang terkapar dijalan beraspal hitam, orang-orang mulai berkerumun sementara sang pengendara mobil yang menabrak Tuan Im melarikan diri begitu saja.

“Cepat telpon 119” seru seorang pria yang melihat kondisi Tuan Im sangat parah.

Tiba-tiba Nyonya Choi masuk kedalam kerumunan tersebut, seketika itu juga tubuhnya lemas dan langsung duduk di samping Tuan Im yang bersimbah darah.

“Kenapa? Kenapa ini bisa terjadi. Sadarlah, ku mohon sadarlah. Aku belum minta maaf pada mu, ku mohon sadarlah. Bukan seperti ini yang ku mau” tangisan Nyonya Choi pecah ketika menyadari jika Tuan Im sudah menghembuskan nafas dipangkuannya. Bahkan air mata pria itu belum kering sama sekali diatas kedua pipinya, namun ajal sudah menjemputnya ketika hatinya merasakan sakit luar biasa.

“Mianhae, jeongmal mianhae. Suami ku!!!!!”

Tangisan Nyonya Choi perlahan mulai tenggelam seiring terdengarnya suara sirine ambulance yang semakin mendekat.

oOo

Yoona berlari dilorong rumah sakit dengan derai air mata dipipinya. Setelah mendapat kabar dari rumah sakit bahwa Ayahnya mengalami kecelakaan Yoona segera bergegas ditemani Siwon. Perasaannya tak dapat digambarkan, apalagi Yoona tak percaya padahal tadi pagi ia berbicara dengan Ayahnya ditelpon dan semuanya masih baik-baik saja. Namun sepertinya percakapan tadi pagi akan menjadi percakapan terakhir kalinya.

Yoona menghentikan langkah kakinya melihat Nyonya Choi – Ibunya duduk dibangku tunggu. Pakaian mewahnya terdapat bercak noda merah, dan itu membuat Yoona marah.

Tak lama Dokter dari ruang pemeriksaan keluar, Yoona segera menghampiri dengan perasaan was-was.

“Dokter, apa yang terjadi…apa yang terjadi dengan ayahnya ku” tubuh Yoona bergetar hebat ketika bertanya itu, seakan takut jawaban Dokter tak seperti yang ia inginkan.

“Dokter, cepat katakan apa yang terjadi dengan Ayah ku? Diabaik-baik saja kan?” Yoona menguncang bahu Dokter itu karena masih belum menjawab pertanyaannya.

Dokter itu menatap Yoona iba, rasanya tak tega jika harus mengatakan hal yang sebenarnya.

“Aku sudah membersihkan luka ayah mu, tapi aku tak bisa menyelamatkannya. Ayah mu, meninggal ditempat kejadian”

Seketika tangan Yoona lepas dari bahu Dokter itu, tatapan matanya tampak kosong penuh ketidakpercayaan. Tubuhnya melemah dan hamir roboh jika saja Siwon tak sigap menangkapnya.

“Aniya, aniya, ANIYA!!!! AYAH KU MASIH HIDUP, DIA PASTI MASIH HIDUP! ANIYA!!!” tangisan Yoona pecah saat itu juga, meraung keras menumpahkan semua air matanya. Siwon merangkulnya, memberinya sedikit kekuatan meski ia tahu ini tak akan membuat Yoona merasa tenang.

“Aniya, aniya…Appa……… Siwon-ssi, katakan jika ayah ku baik-baik saja” Yoona meronta dalam pelukan Siwon, memukul-memukul dada pria itu melampiaskan kehancuran hatinya. Siwon tak bergeming, dia juga tak tahu harus bagaimana lagi. Karena Siwon mengerti seperti apa perasaan Yoona saat ini. Siwon memeluk Yoona lebih erat, membiarkan kekasinya itu melumpahkan semua tangisannnya dipelukannya.

Sementara itu, perlahan Nyonya Choi juga ikut roboh. Kakinya tak dapat menahan beban tubuhnya yang tiba-tiba terasa berat. Kepalanya juga terasa pening, Nyonya Choi kembali mendudukan dirinya dengan perlahan kemudian buliran-buliran air mata dipipinya deras mengucur seiring dengan kerasanya raungan Yoona.

“Tidak…ini bukan karena aku. Aku tidak melakukan apa-apa. Kenapa? Kenapa dia harus pergi untuk selamanya” ujar Nyonya Choi diiring dengan linangan air matanya.

oOo

Rumah duka mulai terlihat ramai oleh para pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir sebelum Tuan Im disemayangkan. Yoona hanya seorang diri berdiri didekat peti sang Ayahanda, wajahnya yang pucat tertunduk lemah. Sudah tak ada lagi air mata dipipinya, Yoona berusaha tegar melepas Ayahnya dipanggil Sang Pencipta meski berat untuk ia lakukan.

Siwon meletakan sekuntum bunga diatas peti, menatap photo Tuan Im yang tengah tersenyum hangat. Tak bisa dipungkiri hati Siwon juga ikut terluka, bagaimana tidak selama ini ia sudah menganggap Tuan Im sebagai ayahnya sendiri bahkan Siwon merasa rindunya kepada sang Ayah terobati dengan kehadiran Tuan Im yang ramah.

“Aboniem, istirahatlah dengan tenang. Aku janji akan menjaga Yoona, aku janji akan membahagiakannya” Bisik hati Siwon tulus.

Siwon kemudian menghampiri Yoona, membungkuk pada wanita itu sebagai ucapan bela sungkawa.

“Gomawo, Siwon-ssi” ucap Yoona pelan.

“Nde, aku mengerti perasaan mu” ujar Siwon menepuk-nepuk bahu Yoona.

Satu persatu para pelayat datang dan pergi, dan dengan setia Siwon berdiri diambang pintu menyambut kedatangan para pelayat. Sampai pada akhirnya ia harus berhadapan dengan Jong Hyun yang baru saja tiba.

“Masuklah” ujar Siwon singkat, Jong Hyun juga tak mau berdebat dengan kakak tirinya itu apalgi dalam kondisi seperti ini. Jadi dia memutuskan untuk masuk dan membiarkan Siwon.

Sampai diruang duka Jong Hyun terhenti, ketika melihat Yoona yang hanya seorang diri didekat peti jenazah tak ada keluarga lain maupun sanak saudara yang menemaninya. Jong Hyun mengerti betapa sakit dan terlukanya Yoona saat ini ditinggal ayah yang selama ini sangat Yoona sayangi dan hormati.

“Jong Hyun-ssi, kenapa kau berdiri disini. Masuklah” Jong Hyun sedikit terkejut. Rupanya Gyuri menyadarkan lamunannya.

“Oh, nde? Apa kau sudah masuk kedalam?”

“Nde, aku sedang membantu menyidangkan makanan pada para pelayat. Kau masuklah, jangan hanya berdiam seperti ini” titah Gyuri. Jong Hyu mengangguk dan menuruti perintahnya.

Dengan ragu Jong Hyun mulai melangkahkan kakinya mendekati peti jenazah, semakin dekat semakin ia rasakan kesedihan yang amat mendalam. Sampai akhirnya Jong Hyun tiba didepan peti jenazah, memberikan penghormatan terakhir kemudian meletakan bunga.

“Abonim, istirahatlah dengan tenang. Aku yakin, kau akan berada ditempat yang indah. Selamat jalan, dan maafkan aku” Jong Hyun tertunduk menyembunyikan air matanya yang tak kuasa lagi untuk bersembunyi.

Setelah itu Jong Hyun mendekati Yoona “Yoona-yaa, aku tahu ini berat bagi mu. Tapi percayalah, ayah mu akan beristirahat dengan tenang”

“Nde, terima kasih sudah datang” jawab Yoona lalu kembali tertunduk. Jong Hyun mengangkat tangannya berniat ingin menyentuh bahu Yoona, namun entah bisikan dari mana tiba-tiba ia mengurungkannya dan lebih memilih untuk pergi.

Rumah duka telah sepi, kini hanya menyisakan Yoona sendiri. Wanita itu duduk lemah didekat peti jenazah. Tatapan matanya hampa, kosong dan seperti tak punya lagi semangat hidup. Buliran-buliran bening mulai menetes dari kedua matanya, ketika merasakan sesaknya lagi di dada. Yoona membisu, tak tahu harus bagaimana. Kehilangan sosok ayah yang begitu mendadak membuatnya belum siap menghadapi kehidupan yang kejam.

Dalam kesunyian itu, Nyonya Choi akhirnya muncul. Lengkap dengan pakaian serba hitam, wanita yang masih berstatus sebagai istri sah Tuan Im itu dengan ragu menghampiri peti jenazah, dan ketika Yoona menyadari kehadiran sosok Ibu kandungnya seketika itu juga mata sayunya nampak menajam, memperlihatkan kemarahan dalam dirinya.

Selesai memberikan penghormatan Nyonya Choi menghampiri Yoona, Yoona segera berdiri dan masih menatap Ibu kandungnya itu dengan tatapan yang sama.

“Kau masih punya muka untuk menampakan diri didepan peti jenazah ayah ku?” Yoona bertanya dengan sekuat tenaga menahan emosinya.

Nyonya Choi diam, karena merasa yang dikatakan Yoona tidak salah sama sekali.

“Sebelas tahun kau menyakitinya, mencampakannya dan pergi dengan pria kaya. Apa kau masih punya muka untuk melakuan hal seperti ini?” lagi Yoona bertanya. Kini nada suara meninggi.

“Im Yoona, aku benar-benar tulus ingin melihat ayah mu untuk terakhir kalinya—“

“Hentikan! Aku tidak mau mendengar omong kosong mu. Dan kenapa kau berada ditempat kejadian? Apa kau merencanakan semua ini, karena kau marah pada ku? ”

Nyonya Choi terkejut mendengar tuduhan Yoona yang benar-benar menyudutkannya “Im Yoona, meskipun aku membenci mu aku tak mungkin melakukan itu. Kejadiannya begitu cepat dan aku tidak menyangka Ayah mu akan tertabrak” elak Nyonya Choi memberikan penjelasan. Namun Yoona tak mudah percaya begitu saja.

“Kalau begitu, kenapa bukan kau saja yang mati?”

“Im Yoona!”

Suasana tegang pun tak dapat terelakan, amarah Yoona yang sudah tak dapat ditahan lagi membuatnya sudah benar-benar tak menganggap Nyonya Choi sebagai Ibu kandungnya lagi. Mungkin saja persetan bagi Yoona jika sampai ia berdosa, mengatakan hal itu pada Ibu yang melahirkannya.

“Aku bersumpah, akan membayar rasa sakit hati Ayah ku. Dan aku bersumpah, akan mengembalikan mu ketempat asal mu. I-bu” Yoona menuntaskan kalimatnya itu dengan uraian air matasetelah kata “Ibu” ia ucapkan. Sebuah kata yang mungkin untuk terakhir kalinya Yoona ucapkan untuk Nyonya Choi. Yoona kemudian pergi meninggalkan Nyonya Choi yang masih tertegun karena terkejut mendengar peringatan Yoona.

oOo

Yoona terbaring dilantai, hanya beralaskan tempat tidur yang selalu digunakan Tuan Im untuk beristirahat melepas lelah dimalam hari. Sejak upacara pemakaman usai, Yoona kembali menyendiri. Bahkan tak jarang sesekali tanpa sadar Yoona kembali menangis.

Siwon menghampirinya. Duduk disamping Yoona yang membelakanginya. Membelai kepala wanita itu dengan sepenuh hati. Dalam diamnya Yoona kembali menitika air mata, rasa kehilangan yang terlalu dalam membuat dirinya tak bisa menerima kepergian ayahnya begitu saja. Apalagi, kepergiannya begitu cepat dan mendadak sehingga membuat Yoona jelas semakin terpukul.

“Gwanchana….gwaenchana….” Ujar Siwon pelan ketika tanganya mengusap pelan kepala Yoona.

“Uljjima….uljjima…” lagi Siwon berujar mencoba menguatakan. Setidaknya membuat Yoona merasa tenang dan tidak terus menangis.

Untuk beberapa saat hanya seperti itu, sampai akhirnya Siwon berhenti dan berniat akan pergi. Karena dia berpikir lebih baik membiarkan Yoona sendiri untuk saat ini. Siwon melangkahkan kakinya namun dia terhenti diambang pintu karena suara Yoona memanggilnya. “

“Kajima…kajima Siwon-ssi” dengan suara lirihnya Yoona bersuara membauat Siwon berbalik dan menampakan senyum separuh diwajahnya.

Malam itu tampak sunyi, dua insan manusia yang sama-sama terbaring ditempat tidur sibuk dengan pikirannya masing-masing. Siwon bahkan membelakangi Yoona, memberikan punggung kekarnya yang berbalut kemeja warna putih. Sedangkan Yoona berbaring seperti biasa, namun matanya masih setia menatap gelapnya langit-langit kamar.

“Siwon-ssi” panggil Yoona pelan. Membuat pria yang dipanggil itu langsung membuka matanya.

“Wae?”

“Ayo..kita pergi” ujar Yoona. Membuat Siwon sedikit terkejut.

“Apa maksud mu?” tanya Siwon masih belum membalikan tubuhnya.

“Ayo kita pergi, ayo kita lari dari kehidupan ini. Pergi ke suatu tempat dan hanya ada kita berdua, kita menikah disana dan hidup bahagia bersama anak-anak kita” terdengar suara Yoona serak diakhir kalimatnya menandakan jika ia kembali menitikan air matanya lagi.

Siwon menarik nafas pelan “Baiklah, ayo kita pergi kesuatu tempat dan menikah disana. Kita bangun keluarga kecil kita dengan penuh kebagiaan” jawab Siwon yang dibalas pelukan hangat dari Yoona.

“Saat ini aku hanya mempunya diri mu, dan mungkin untuk selamanya aku hanya akan mempunyai diri mu.Aku akan memegang janji mu” ujar Yoona semakin mengeratkan pelukannya dan menempelkan wajahnya di punggung Siwon. Merasakan hangatnya tubuh pria itu.

Siwon mengangguk kemudian menggenggam erat tangan Yoona yang melingkar dipinggangnya.

“Aku berjanji”

oOo

“Soojung!!!”

Gadis itu menoleh katika sebuah suara menganggil namanya. Seketika itu juga aura wajahnya berubah dan terlihat tak suka melihat pria itu.

“Wae?” tanya Soojung ketus ketika Minho sudah menghampirinya.

Dengan sebuah senyum miring Minho berujar “Aku mau minta maaf atas kejadian kemarin, tapi percayalah aku tidak melakukan apa pun pada Myungsoo”

Soojung membuang wajahnya, tak sudi mendengar penjelas dan permintaan maaf dari Minho.

Minho kembali tersenyum “Baiklah, sepertinya kau sudah salah paham. Kalau begitu sebagai permintaan maaf aku akan menunggu mu di Namsan Tower” ujar Minho dan sukses membuat Soojung beralih.

“Namsan Tower?” Soojung mengerutkan keningnya bingung.

“Ada sesuatu yang akan ku tunjukan pada mu, datanglah malam ini pukul 8” lanjut Minho tersenyum kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Soojung yang masih dalam kebingungan.

“Mwoya? Aku belum memaafkannya sama sekali” gerutu Soojung sebal tapi tak bisa ia sembunyikan sebuah senyum kecil terpatri diwajah cantiknya.

“Namsan Tower? Pukul 8 malam? Kita lihat apa yang akan terjadi disana” ucap Myungsoo tersenyum licik setelah menguping pembicaraan Minho dan Soojung.

oOo

Siwon melangkahkan kakinya tanpa ragu, meski aura peperangan antara dirinya dengan sang Ibunda maupun Jong Hyun belum mereda tapi Siwon tak merasa takut untuk menampakan wajahnya dirumah setelah selama beberapa hari menghilang karena tinggal dikediaman Yoona.

Kedatangan Siwon yang tiba-tiba itu tentu saja membuat sedikit kegaduhan dikediaman Nyonya Lee, apalagi setelah Siwon memberikan selembar kertas undangan pernikahannya dengan Yoona.

“Undangan ini special untuk keluarga ku, aku hanya membuatnya satu. Ku harap kalian datang dan melihat ku mengucapkan sumpah didepan pendeta besok” ujar Siwon tanpa basa-basi lagi membuat Nyonya Lee dan Tuan Lee saling berpandangan tak percaya.

“Choi Siwon!!! Kau benar-benar sudah gila! Jadi selama beberapa hari kau menghilang bahkan tidak datang keperusahaan karena mempersiapkan pernikahan bodoh ini?” tanya Nyonya Lee mengambil undangan pernikahan berdesain mewah itu kemudian merobeknya didepan Siwon.

Siwon hanya tersenyum acuh, karena sudah dia prediksi jika ibunya akan bersikap seperti itu.

“Lalu aku harus bagaimana? Aku mencintainya” jawab Siwon benar-benar tak takut menghadapi kemurkaan Ibunya.

“Baiklah, jika itu memang yang kau inginkan. Menikahlah dengannya, tapi jangan salahkan aku jika ku hapus nama mu dalam daftar keluarga ini!” kode keras dilayangkan Nyonya Lee sebagai ancaman agar Siwon membatalkan rencana gilanya untuk menikah.

“Silahkan saja, lakukan sesuka hati mu. Tapi jangan salahkan aku juga, jika saham perusahaan ku jual. Apa Ibu lupa, ayah sudah mewariskan semuanya pada ku termasuk saham perusahaan. Dan sebentar lagi……” Siwon menggantung kalimatnya dan matanya beralih menatap Tuan Lee.

“Kursi Presdir akan kuambil alih” lanjut Siwon tersenyum licik. Tuan Lee menatapnya marah, karena ia mengerti apa yang Siwon maksudkan.

“Dan setelah aku menjadi Presdir, akan ku habisi lalat-lalat yang menggangu perusahaan. Akan ku kembalikan pada tempat mereka semula, tempat kotor dan bau”

Siwon tersenyum penuh ambisi menatap Tuan Lee. Gong peperangan yang sesungguhnya akan segera terjadi, karena Siwon yakin Ayah tirinya itu tidak akan duduk manis saja ketika dirinya merasa akan segera digoncang sebuah masalah.

“Jam sepuluh pagi, datanglah ke Gereja yang dulu selalu ku datangi bersama Ayah” pungkas Siwon kemudian pergi dengan senyum kemenangan diwajahnya.

“Kau tak akan bisa melawan ku Choi Siwon, cepat atau lambat kau yang akan ku tendang dari perusahaan bahkan dari dunia ini” bisik hati Tuan Lee.

oOo

Hari itu pun tiba, hari dimana sejarah akan mencatat perjalanan cinta yang penuh liku dari dua insan manusia. Sebuah pernikahan suci, yang tidak hanya dilandasi cinta tapi juga dendam dan rasa sakit hati. Meskipun menikah bukankah akhir, tapi setidaknya dengan pernikahan ini dua insa manusia itu akan semakin berbagi dalam keadaan apapun tanpa harus takut dan memendam semuanya sendiri.

Siwon berdiri dengan tegap didepan altar, tubuhnya berbalik menatap bangku jemaat yang kosong tak ada sama sekali tamu undangan ataupun keluarga yang akan melihatnya mengucapkan janji suci pernikahan dihadapan Tuhan. Siwon tersenyum miris, pernikahan yang selalu ia impikan selama ini ternyata hanya khayalan tabu dan sepertinya tak akan pernah ia rasakan. Tapi, Siwon bersyukur setidaknya ia menikah dengan wanita yang benar-benar dicintainya.

“Kapan calon istri mu tiba?” lamunan Siwon buyar ketika suara seorang pria paruh baya – pendeta menyadarkannya.

“Ku rasa dia sedang dijalan” jawab Siwon tersenyum.

Pendeta itu mengangguk “Baiklah”

Siwon menghela nafas, kemudian matanya tertuju pada dua pintu yang searah dengannya. Harap-harap cemas ia menanti kedatangan Yoona yang sebenarnya sudah telat 30 menit. Dan pikiran serta asumsi-asumsi buruk tentu tak dapat terelakan lagi, namun dengan cepat Siwon menepisnya dan mencoba berpikir positif.

“Kau pasti akan datang”

Di luar gereja ternyata Yoona sudah ada, wanita itu sudah berdiri didepan pintu yang masih tertutup rapat. Gaun pengantin membalut tubuh kurusnya, memperlihatkan punggung indahnya yang terekspos karena rambut cokelatnya ia sanggul.

Entah apa yang tengah dipikirkan wanita itu, sudah 30 menit ia hanya mematung didepan pintu gereja seorang diri. Gugupkah dia? Atau dia mendadak berubah pikiran untuk pergi dari pernikahan ini dan mengecewakan Siwon – pria yang tulus mencintainya dengan sepuh hati.

Sebenarnya wajar saja Yoona nampak bimbang, karena selama dengan Siwon dia sama sekali tak tahu seperti apakah perasaannya pada pria itu. Yoona juga bingung, perasaan yang bergejolak dalam hatinya itu apakah sebuah cinta? Atau….hanya perasaan ibasaja melihat kebaikan Siwon padanya. Bahkan kata-kata cinta pun tak pernah Yoona ucapkan pada Siwon. Karena memang pada awalnya dirinya hanya menjadikan Siwon sebagai jalan baginya untuk balas dendam. Namun Yoona tak menyangka jika pada malam itu ia mengajak Siwon menikah bahkan pergi ke suatu tempat.

Yoona menarik nafas, tangannya perlahan terangkat menuju gagang pintu.

“Yoona!!!”

Suara itu bagai magnet, menghentikan tangan Yoona yang baru akan membuka pintu. Tubuh Yoona bergetar hebat. Hatinya yang mulai goyah semakin kacau saat Jong Hyun tiba-tiba hadir di waktu yang tepat. Yoona tidak tahu harus berbuat apa, tak mungkin ia langsung berbalik dan menghampiri Jong Hyun begitu saja tanpa memikirkan Siwon yang tengah menunggunya.

Sementara itu Jong Hyun nampak terpukul, melihat Yoona yang akan segera menjadi milik kakak tirinya.

“Kajjima….kajjima…Yoona-yaa. Mianhae, mianhaeyo….” ucap Jong Hyun memohon agar Yoona membatalkan pernikahannya.

“Apa kau tidak tahu aku sangat mencintai mu, aku mencintai mu lebih dari Siwon. Yoona-yaa, jangan seperti ini. Ayo kita bicara baik-baik, ayo kita bersama lagi” lanjut Jong Hyun dan mulai berjalan menghampiri Yoona.

Dengan sekuat tenaga Yoona menahan air matanya, bahkan sebagai pertahanan kedua tangannya pun memegang erat gagang pintu.

“Yoona-yaa, jebal…kajjima….” Jong Hyun semakin mendekat dan itu semakin membuat Yoona tak tahu harus bagaimana.

Sementara didalam gereja, Siwon semakin gusar. Pikirannya sudah semakin kacau, karena Yoona juga tak kunjung datang. Siwon pun berniat, akan pergi mencari Yoona, namun baru saja ia melangkahkan kakinya pintu pun terbuka. Dan Yoona muncul dibalik pintu besar itu dengan senyum cantiknya, membuat Siwon tersenyum lega akhirnya rasa cemas didalam hatinya sirna sudah.

Tak seperti pengantin wanita pada umumnya yang berjalan diapit oleh tangan Ayahnya, Yoona berjalan seorang diri menghampiri Siwon dengan sebuket bunga ditangannya. Senyum pun ia kembangkan meski sebanarnya Yoona tak kuasa ingin menangis. Statusnya sebentar lagi akan berubah, dan mungkin Yoona akan menghadapi masalah yang lebih pelik lagi setelah ini.

“Mianhae” ucap Yoona ketika Siwon mengulurkan tangan menyambutnya.

“Gwanchana” jawab Siwon tersenyum.

Yoona kembali tersenyum dan menyambut uluran tangan Siwon. Kini keduanya berdiri dialtar, menghadap pendeta yang membacakan doa-doa pernikahan untuk mempelai pengantin itu. Suasana gereja yang sunyi sepi membuat mereka khusu memanjatkan doa. Sampai tiba saatnya, mereka akan mengucapkan janji suci pernikahan.

Siwon dan Yoona berhadapan, keduanya sama-sama menarik nafas kecil kemudin tersenyum.

“Aku Choi Siwon, bersedia menjadi suami bagi Im Yoona. Aku berjanji akan membahagiakannya, akan mencintainya, akan menjadi suami terbaik baginya. Dan aku berjanji akan berada dalam keadan suka maupun duka bersamanya. Selamanya kita akan selalu bersama dan saling mencintai” dengan mantap Siwon mengucapkan janjinya tanpa terbata, dengan harapan Yoona pun akan begitu juga.

“Aku Im Yoona, bersedia menjadi istri Choi Siwon dan menerimanya sebagai suami ku. Aku berjanji akan membahagiakannya, akan mencintainya, akan menjadi istri yang terbaik untuknya. Dan aku berjanji akan berada dalam keadaan suka maupun duka bersamanya. Selamanya kita akan selalu bersama dan saling mencintai” tanpa sadar Yoona menitikan air matanya setelah janji pernikahan ia ucapkan dengan lantangnya. Siwon pun menyematkan sebuah cincin putih dijari manis Yoona kemudian mencium hangat punggung tangan Yoona.

“Gomawo” ujar Siwon tak dapat menyembuyikan kebahagiaannya.

“Saranghae” lanjut Siwon kemudian mendaratkan sebuah ciuman mesra dibibir pink Yoona. Melumatnya dengan penuh perasaan cinta. Sebuah moment yang tidak akan pernah terlupakan dihari bersejarahnya ini. Dengan mata yang mengatup sempurna, air mata Yoona terus mengalir. Perasaan campur aduk dalam hatinya membuatnya menangis.

Pintu gereja yang sedikit terbuka itu sepertinya sudah cukup bagi Jong Hyun untuk menyaksikan semuanya. Hatinya remuk sudah, hancur berkeping-keping. Harapannya sudah luluh lantah diterjang ganasnya ombak kekuatan cinta. Jong Hyun sudah kalah karena Yoona lebih memilih masuk kedalam gereja dari pada harus lari dengannya. Perlahan dan dengan berat Jong Hyun pun pergi, tak sanggup melihat kakak tirinya dan wanita yang dicintainya berciuman mesra setelah janji pernikahan mereka ucapakan.

“Aku kalah, aku kalah….”

oOo

Malam itu tak ada pesta resepsi atau pertemuan keluarga seperti pernikahan pada umumnya, setelah Siwon dan Yoona mengucapkan janji suci pernikahan Siwon membawa Yoona ke apartementnya. Namun sama, tak ada yang berbeda. Keduanya justru sama-sama diam meski berada dalam satu ruangan yang sama. Tak berinteraksi sama sekali, sejak tadi Siwon hanya duduk di kursi yang menghadap jendela. Hanya wine kesukaannya yang menemaninya dalam diam. Matanya juga menatap lurus menatap kerlap-kerlip lampu kota Seoul yang nampak indah. Begitu pun dengan Yoona, wanita yang sudah resmi menyandang marga Choi didepan namanya itu hanya berbaring ditempat tidur namun sejak tadi matanya sama sekali tak terpejam.

Siwon akhirnya beranjak dari duduknya, menyimpan gelas krystal berisi wine berwarna merah disebuah meja. Matanya beralih pada Yoona yang masih setia dengan lamunannya.

“Tidurlah. Hari ini kau pasti sangat lelah” ujar Siwon membuat Yoona beralih menatapnya. Yoona melihat Siwon yang berjalan menuju lemari pakaian.

Siwon membuka ikatan dasi yang membuatnya terasa pengap, membuka kancing lengan kemeja kiri dan kanannya lalu beralih pada kancing atas dan seterusnya. Tangan Siwon terhentikan ketika sebuah lengan kecil memeluknya dari belakang. Dapat Siwon rasakan sebuah kepala bersandar pada punggungnya yang masih berbalut kemeja.

“Mianhae…mianhae…Siwon-ssi” ucap Yoona pelan. Tentu saja Siwon tak mengerti apa maksud ucapan istrinya itu.

“Apa maksud mu? Kau tidak berbuat kesalahan” ucap Siwon tersenyum. Yoona semakin mengeratkan pelukannya, tak mungkin jika ia harus mengatakan yang sebanarnya pada Siwon. Yaitu tentang kedatangan Jong Hyun dan meminta dirinya untuk pergi meninggalkan Siwon.

“Seharusnya aku yang meminta maaf, aku tidak bisa memberikan pernikahan yang mewah untuk mu. Aku tidak bisa membuat semua orang memuji mu cantik pada saat menggunakan gaun pengantin dan aku tidak bisa membuat semua orang mengucapkan selamat pada mu. Aku juga tak bisa mengadakan pesta perniakahan, maafkan aku” ucap Siwon terlihat jika pria itu benar-benar menyesal dan merasa bersalah.

Yoona melepaskan pelukannya dan memaksa Siwon untuk berbalik padanya. Sebuah senyum Yoona sunggingkan, tangannya pun kini beralih menyetuh wajah mulus Siwon.

Siwon menatapnya dengan tatapan bingung “Wae?” tanya Siwon. Yoona tak menjawab, justru kini tangannya beralih menyentuh dada Siwon yang sudah tak tertutupi oleh kemaja lagi. Mata Yoona sedikit membulat, terkejut melihat sebuah luka bekas jahitan didada kiri Siwon. Dengan tatapan bingung dan penuh tanya Yoona meminta Siwon menjawab kenapa bekas jahitan itu bisa ada didada kirinya.

“Luka ini saat aku berusia 17 tahun, saat itu hidup ku benar-benar kacau karena aku prustasi mencari kebanaran kematian ayahku” jawab Siwon menjelaskan. Yoona kembali beralih lagi pada luka tersebut.

“Pasti sakit, pasti ini sakit. Apa jantung mu baik-baik saja” tanya Yoona menetap Siwon. Siwon menyentuh tangan Yoona, meletakannya tangan istrinya itu didada kirinya.

“Jantung ku masih berdetak, dan ini karena mu” ujar Siwon kemudian mendekatkan wajahnya pada Yoona. Nafas mereka memburu, seiring dengan detak jantung Yoona yang juga berdetak cepat. Siwon kembali melumat bibir Yoona, semakin bergairah ketika Yoona ternyata tak segan membalasnya.

Ciuman mesra itu Siwon akhiri untuk mengambil nafas, meskipun jarak mereka masih sangat dekat. Perlahan tangan Yoona beralih menyentuh pipi Siwon, matanya menatap dalam pria itu.

“Saranghae, jeongmal saranghae Siwon-ssi”

Siwon tertegun. Kata cinta pertama yang Yoona ucapkan padanya membuatnya sedikit terkesiap.

Siwon akhirya tersenyum samar “Aku akan memegang ucapan mu” ujar Siwon yang dibalas Yoona oleh anggukan kecil.

Kemeja yang masih menempel pada tubuh Siwon ia lepaskan dan terjatuh kelantai. Kemudian kembali ia melumat habis bibir Yoona kali bukan hanya dengan cinta tapi juga gairah yang bergejolak dalam hatinya Kedua tangan Siwon beralih pada pinggang Yoona, menarik tubuh istrinya dalam pelukannya. Membuat tubuh mereka berdekatan tak ada jarak. Ciuman itu semakin membara ketika tangan Yoona mengalung sempurna dileher Siwon, membuat keduanya semakin leluasa untuk berbagai kecupan.

Siwon menguasai irama permainan, bahkan sesekali ia memiringkan posisi kepalanya ke sisi lain agar dapat merasakan semua bagian manisnya bibir sang istri. Ciuman itu semakin membara ketika Yoona memberi celah untuk Siwon, membuka sedikit mulutnya untuk berbagi saliva didalamnya. Lidah Siwon mulai bergelirya, ketika Yoona membalas sentuhan-sentuhannya. Membakar gairahnya malam ini untuk berbuat lebih jauh lagi terhadap wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu.

Malam yang akan mereka nikmati bersama untuk pertama kalinaya sebagai sepasang suami dan istri. Sebuah pengungkapan cinta yang memang sebelumnya pernah terjadi, namun hanya sepihak. Tapi kali ini mereka berdua sudah saling mencintai, jadi dengan suka hati akan menyerahkan semuanya tanpa akan ada penyesalan dikemudian hari.

 

 

 

To Be Countinued

Akhirnya beres juga chapter 10 ini, setelah melalui perjalanan yang luar biasa xD

Seperti biasa tinggalkan jejak yah, berikan komentar kalian mau itu saran, kritikan ataupun pujian silahkan. Dan sebelumnya saya mau minta maaf kepada para readers yang menunggu ff ini sampai lumutan alias jamuran. Maklum saya pelajar kelas XII jadi….yah itu prepare buat Ujian Nasional harus lebih ekstra. Maaf juga buat admin YWK kak echa dan juga resty ^^ sebagai author saya begitu lelet T__T

Oke tinggalkan jejak yah, sampai jumpa dicahpter selanjutnya yang Insa Allah, mungkin….Mungkin akan saya Proteksi karena suatu hal LoL.

Caw…sampai jumpa!! Annyeong…..!!!

Iklan
Tinggalkan komentar

419 Komentar

  1. Sari

     /  Februari 8, 2015

    Lanjut thor
    pnasran sama lanjutan.a

    Balas
  2. Novi

     /  Februari 8, 2015

    Ceritanya bener2 dalemmmmm….
    Lanjut thor…
    Gag sabar….
    Jgn lama2 yaa… ^^

    Balas
  3. yeonta

     /  Februari 9, 2015

    Keren banget

    Balas
  4. yoonwon emang cocok.
    keduanya sama2 punya luka dan menurutkku bisa berbagi untuk meringankan sedikit luka dihari mereka.
    yoonwon happy wedding

    Balas
  5. huff
    akhirnya nikah juga

    Balas
  6. Wow…FFnya bagus banget…eon lanjutnya jangan lama lama yah..

    Balas
  7. lanjutannya mana?
    udah lama nunggu nich.jangan lamaa2 dong udah penasaran.oh ya author aq udah sms minta pw yang chap 8 kok belum dblez sih? blez dong lewat email jga boleh . ini emailku miacolucci938@yahoo.co.id

    Balas
  8. oh iya sampe lupa.id commentku mia/miacolucci938. aq jga ga tau kalo lagi comment kadang munculnya nama mia kadang miacolucci938.tapi orangnya sama kok….

    Balas
  9. ysed

     /  Maret 23, 2015

    rela begadang demi baca ini. dan nangis sejadi*nya wkt ayah yoona meninggal 😦
    sedih bgt

    Balas
  10. oh sedih akhirnya yoonwoon bisa bersama dan bisa
    next chapter unnie

    Balas
  11. next unnie
    daebak Ff nya unnie next yah

    Balas
  12. heh akhirnya di tunggu chapter selanjutnya unnie daebak Ff nya pokoknya nya gak ada yang ngalahin deh

    Balas
  13. Rizkaamiliyal _

     /  April 5, 2015

    wah. . . daebak ,
    nggak nyangka ternyata yoonwon bersatu di pelaminan 🙂
    bikin momen yonnwon yg banyak ya oen , ditunggu chap 11nya jangan lama-lama ya hehehe ^maksa :p

    Balas
  14. Susi

     /  April 19, 2015

    😥 ga nyangka klo yoona bakal menyatakan cinta nya pada siwon, ku kira yoona masih benci sama siwon dan belum bisa untuk mencintainya,,,

    Tadinya aku kira yoona bakalan berubah pikiran dan pergi sama jong hyun tapi ternyata aku salah… :’)

    Pernikahan yang mengharukan walaumereka hanya berdua tanpa ada tamu yang menghadiri… :’)

    Balas
  15. Daebak ceritany next lol

    Balas
  16. Klw bc ni ff sdh bnget liat pnderitaan yoonwon tpi sneng akhr’a yoonwon nikah kpn nie nex chptr’a?saeng konflik’a jgn ky sinetron qt y.

    Balas
  17. sedih eeee menunggu lanjutan ff ini… kapan dilanjutkan ya,,,

    Balas
  18. mywon_407

     /  Mei 19, 2015

    Akhirnya yoonwon nikah jga, agak takut jga pas jonghyun muncul dan ngajak yoona pergi, kirain yoona bakalan ninggalin siwon…
    Yoona beneran udah cinta sma siwon atau karna kasian aja sih, kok tba2 bget yoona ngakuin perasaannya…
    Kasian yoona hrus kehilangan appanya tpi untunglah ada siwon yg selalu setia d sampingnya…
    Semoga next chapnya siwon bsa nemuin appanya n ngebongkar kejahatan tn.lee…

    Balas
  19. tiffany

     /  Juni 27, 2015

    Next part please…

    Balas
  20. kangen…..

    Balas
  21. Akhr’y . .mrk menikah jg . .stlh bnyk mlwti likaliku khdpan *heh?
    Akhr’y mrk brsatu. .
    Dan akhr’y yoona bnr2 mncintai siwon. . . .
    Qu hrap kdpn’a khdpan yoonwon akn bhagia, .tdk ada hlngan2 lagi . . . ,

    bnr2 daebak lh crita’a thor . . .bnr2 menguras esm0si. .jhahaha

    dtunggu lanjtan’y =>jgn lama” yeth . .

    Oh y. .aq mnt pw yg part 8 d0nk ,thor . . . .inbok d fb q (mudah yoonaddict sone ) . .
    Jeball 😉

    Balas
  22. Atun rayz

     /  Desember 13, 2015

    Wah daebak……bacanya ampe nangis,tp kok aku masih ragu ya ama pengungkapan cinta yoona diakan bilangnya pas lagi berduka,semoga aja siwon bukan untuk pelampiasan aja,aminnn…..fighting thor….

    Balas
  23. Dag dig dug akhirnya mereka menikah jga walaupun blm mngungkapkan rahasia2 masalalu yg kelamm penasaran bgtt lnjut ya thor^^

    Balas
  24. lanjut. udah 1 tahun aku menunggu kelanjutannya tapi ngak ada. galau

    Balas
  25. seneng akhirnya yoonwon nikh trus yoona udah bisa mencintai siwon. cepet dilanjut dong chingu udah gax sbar pngen baca kelanjutannya

    Balas
  26. yoonwonitedappler

     /  Juni 18, 2016

    Aaaa so sweeet banget.
    Bener-bener perjuangan cinta Mommy dan Daddy di uji.
    Ny. Choi gila iiii
    Knpa Tn. Im kudu meninggal?? Kasian mommy.
    Iii si myungsoo kagak ada bedanya sama ayahnya. Picik.
    Itu nikah beneran? Tanpa ada tamu undangan? Sabar ya uri YoonWon.
    Akhirnya Mommy ngungkapin cintanya juga.

    Balas
  27. Akhirnya yoona sadar juga kalo dia juga mencintai siwon semofa mereka bisa saling melengkapi satu sama lain

    Balas
  28. jeun meli

     /  November 9, 2016

    ooh romantisnya,

    Balas
  29. yulia

     /  Maret 24, 2017

    Apakah ff ini tidak dilanjutkan lagi ? sudah lama sekali saya menunggu lanjutn ff ini tpi tak kunjung hadir dri kelanjutan nya, harap sekali ff ini ada lanjutan lagi.

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: