[2S] Sorry, I Love You ~ Because I’m Still Love You

cikha-choi-sorry-i-love-you by haruru98

Main Cast: Im YoonA – Choi Siwon – Choi Sooyoung ||Support Cast: Kwon Yuri – Park Yunho ||Genre: Romance, Sad || Length: OneShoot || Rating: PG 17 || Twitter: @SimbaDeer307

Thanks for atrwoker: Haruru98 To <a href=”http://cafeposterart.wordpress.com”>Cafe PosterArt</a>

oOo

Kita akan merasakan kehilangan, ketika orang itu pergi meninggalkan kita

Disebuah lapangan basket terdapat seorang namja tampan bertubuh jangkung barusaja selesai latihan basket bersama teman-temannya dan semua temannya selalu memujinya.

“waahh!! Wonnie permainanmu sangat keren tadi. aku yakin!! pertandingan bulan depan kita pasti menang.” ucap Kangin. Siwon hanya tersenyum sambil menyeka keringatnya dengan handuk saat menanggapi ucapan Kangin.

“Oh…ya apa kau dan Yoona ada masalah? aku perhatikan kau sudah tidak pernah menjemputnya dan mengajaknya kemari.” kata Yunho penasaran.

“Aniy, hubungan kami baik-baik saja. dia sedang sibuk makanya dia tidak bisa menemaniku disini.” kata Siwon dengan tersenyum.

“Ah, begitu.” kata Yunho sambil mengangguk. lalu Kangin dan Yunho bersiap-siap pulang sedangkan Siwon masih saja duduk sambil memandangi botol air minumnya. entah apa yang sedang ia pikirkan?

” Siwon!! kau tidak pulang” kata Kangin menyadarkan Siwon dari lamunannya.

“Ah, ne sebentar lagi. aku masih ingin disini. kalian duluan saja!” kata Siwon.

“Oh…baiklah! kalau begitu kami duluan!” kata Yunho.

“Nde…”kata Siwon seraya mengangguk kecil lalu ia meminum air minumnya. lalu ia menyampirkan tas punggungnya dibahu sambil berjalan keluar dari club basketnya.

“Krucuuuk…krucuuuk.” Siwon menghentikan langkahnya karna perutnya berbunyi.

“Ah, Laparnya. dari tadi pagi aku belum sarapan…lebih baik aku cari makan dulu ” pikir Siwon. lalu melanjutkan jalannya kembali.

“Drrtt… Drrrt…” Sebuah pesan teks masuk ke ponselnya. lalu Ia meraih handphonenya yang berada disaku celananya.

from : My Deer

“Oppa, apa kau sudah makan? Makanlah, nanti kau sakit ^^

Siwon membalas pesan teks dari Yoona dengan sedikit malas.

To : My Deer

Sudah, jangan khawatir

Send

lalu Siwon memasukan handphonenya ke dalam saku celananya, lalu menaiki motor sportnya. Entah kenapa ia malah menjadi kesal karena pesan teks dari Yoona. Bukankah harusnya ia senang? Bukankah ia yang menginginkan perhatian seperti itu?

Drrrtt…. Drrrtt….” Handphonenya kembali bergetar menandakan ada pesan teks masuk. Siwon menggertakan giginya karena kesal.

“Aish, Sekarang apa lagi??!! ” pikirnya kesal sambil mengambil handphonenya dengan kasar.

from : Sooyoungie

“Siwon Oppa… Kau sudah makan? Ayo cepat makan, nanti kau sakit ^^

Senyum Siwon merekah saat melihat nama pengirimnya. Ia membalas pesan teks itu dengan

penuh kegembiraan.

To : Sooyoungie

“Ahh, Sooyoung… Aku baru saja akan makan. Terima kasih sudah memperhatikanku^^ Kau sudah makan?

 

Send

“Aneh…” pikir Siwon sambil meletakan handphonenya ke sakunya dan masih menunggu balasan dari Sooyoung.

Mengapa dua buah pesan teks yang bernada sama bisa menimbulkan kesan yang berbeda di hatinya? Perhatikan saja balasan yang ia kirim pada masing-masing pesan teks.Yang pertama ia membalasnya dengan kebohongan, dan yang g kedua ia balas dengan jujur. Padahal pesan yang pertama dikirimkan oleh pacarnya,

sedangkan yang kedua…entahlah???

“Drrt… Drrrtt….” Sebuah pesan teks datang lagi dari Sooyoung.

From : Sooyoungie

“Aku belum makan, Oppa. Aku sedang cari tempat makan.

Siwon tersenyum senang. Ialu dengan cepat ia membalas pesan itu.

To : Sooyoungie

Kebetulan aku sedang di luar. Kau di mana? How about having lunch together, right now?

 

send

“Drrtt…Ddrrtt…”tidak berapa lama balasan dari Sooyoung pun datang. Siwon tersenyum membacanya.

From : Sooyoungie

“My pleasure, Oppa^^ Aku sedang ada di daerah pertokoan. Kau bisa ke sini? Nanti kuberi tahu tempatnya…”

“YES!!” kata Siwon senang lalu Siwon berjalan menuju tempat parkir dengan bersemangat. Kekesalannya langsung sirna karena janji makan siang dengan Sooyoung.

***

Yoona sedang duduk disebuah salah satu meja makan di sebuah departement store. ia baru saja mengirim pesan untuk kekasihnya.

From : My Lovely Simba

“Sudah, jangan khawatir…”

Yoona membaca pesan teks yang dikirimkan oleh Siwon dengan perasaan aneh, akhir-akhir ini sikap Siwon semakin dingin. Tapi Sudahlah, Mungkin ini hanya perasaannya saja. Ia harap Siwon memang sudah makan. Yoona benar-benar khawatir jika kekasihnya itu akan sakit karena terlalu sibuk dengan turnamen basket yang akan ia hadapi sebulan lagi itu. lalu Yoona pun mulai memilih milih menu makanan.

“Yoona-ah! Annyeong!!” tiba-tiba seseorang menyapanya. Ia menoleh dan mendapati seorang

yeoja sedang menatapnya dengan senyum sumringah.

“Sooyoung eonni?! Annyeong!!” Yoona dan Sooyoung langsung berpelukan dengan hebohnya. Beberapa orang

yang memperhatikan tingkah mereka tersenyum geli.

“Sedang apa kau di sini?” tanya Yoona.

“Aku sedang berbelanja, Yoong…” jawab Sooyoung sambil mengacungkan tas-tas belanjanya.

“Waah, kenapa bisa kebetulan begini! Kau dengan siapa eonni?” tanya Yoona tertarik.

“aku sendirian? kau?”

“Yahh, seperti yang kau lihat eunni.” kata Yoona sambil nyengir. “Kau sudah makan siang eonni?” tanya Yoona,Sooyoung menggelengkan kepalanya.

“Kalau begitu gabung saja denganku,” kata Yoona menawarkan sebuah kursi kosong di mejanya.

“Ahh, kau tahu saja kalau aku sedang lapar Yoong…” kata Sooyoung tersenyum jahil. Mereka berdua lalu tertawa bersama.

Sudah lama rasanya Yoona tidak bertemu dengan Sooyoung. Mereka berdua adalah senior dan junior di SMA mereka dulu. Saat itu Sooyoung ada di satu tingkat di atas Yoona dan mereka tergabung dalam dance club di sekolah mereka.

Satu hal yang menjadi perekat keakraban mereka adalah, kesukaan makan mereka yang gila-gilaan. Yoona belum pernah mendapatkan teman makan yang dapat mengimbangi pola makannya kecuali Sooyoung.

Dan sejak itu mereka sering sekali pergi keluar bersama untuk hunting makanan enak dan akhirnya menjadi akrab. Sayangnya, sejak Sooyoung lulus dan kuliah, mereka jadi jarang bertemu.

“Kau mau pesan apa?” tanya Yoona sambil memperhatikan daftar menu.

“Euungg, bagaimana kalau nanti saja? Aku sedang menunggu temanku. Dia boleh kan, bergabung di sini?” tanya Sooyoung sambil mengetik sesuatu di handphonenya.

“Sure …” kata Yoona sambil tersenyum.

“Kita pesan makanan kecil dulu saja. kau mau apa?” tanya Yoona namun Sooyoung sepertinya terlihat asyik sekali dengan handphonenya hingga Ia tidak sadar jika Yoona bertanya padanya?

“Eonni?” panggil Yoona

“Ya?!” Sooyoung terlonjak, terlihat kaget.

“Aigoo… Asyik sekali. Kau sedang SMS-an degan siapa, eon?” Sooyoung hanya tersenyum tersipu. lalu Yoona menatapnya jahil.

“Kau sedang SMS-an dengan temanmu yang akan ke sini, ya?” tebak Yoona.

“Hah?” kaget Sooyoung, “Bagaimana kau bisa tahu Yoong?”

“Ahahaha, kau ini selalu gampang ditebak eonni… Dan temanmu itu, pasti seorang

namja… Benarkan eonni?”

“Ah,kau benar…” gumam Sooyoung kaget.

“Siapa dia? Teman spesialmu?” tanya Yoona lagi. Sooyoung tersenyum malu.

“Dia orang yang aku suka, Yoong…” ujar Sooyoung dengan malu.

“Ahh, arraseo…” Yoona mengangguk- anggukan kepalanya. “Dia tampan tidak, eonni?”

“Yoona…Memangnya itu penting, ya?” kata Sooyoung sambil mengernyitkan dahinya.

“Tentu saja penting!” kata Yoona sambil menatap Sooyoung jail.

“Ahaha, Kau ini… dari dulu tidak berubah…” kata Sooyoung tertawa.

“Ya… Jawab saja eonni…”

“Ya, dia tampan. Tampaaaaan sekali,” ujar Sooyoung setelah terdiam beberapa saat,

“Tapi yang lebih penting, dia baiiiiiik sekali. Dan satu hal yang membuat aku merasa dia istimewa…” kata Sooyoung membuat penasaran Yoona.

“Apa? Apa?” tanya Yoona bersemangat.

“Dia memintaku untuk mengingatkannya jika waktu makan tiba. Dia seorang atlet, Yoong. Dan jadwal latihannya benar-benar padat. Makanya dia sering lupa makan siang… Barusan ini, aku mengingatkannya makan dan dia malah menawariku makan bersama…” cerita Sooyoung dengan semangat.

“Aahhh, Jinchayoo…? Itu manis sekali…” kata Yoona tertawa. Sooyoung tersenyum malu.

“Kalian kenal di mana?” tanya Yoona lagi.

“Dia temannya Changmin Oppa,” ujar Sooyoung seraya meminum air putihnya. Changmin adalah kakak laki-laki Sooyoung.

“Hey, kudengar Kau sudah punya kekasih, benarkah itu?” Sooyoung mengalihkan pembicaraan mereka. Yoona tersenyum kecil lalu Ia mengangguk.

“Waah, ternyata yeoja tomboy sepertimu bisa punya pacar juga… Ahaha, jangan-jangan pacarmu seorang preman, ne?” ledek Sooyoung.

“Ya, ya, ya!! Jangan sembarangan, Choi Sooyoung!” kata Yoona memukul pelan bahu Sooyoung, membuat gadis itu terkikik.

“Dia juga seorang atlet, kau tahu? Atlet basket.”

“Wah, sama dong dengan temanku itu?”

“Yaa… Dan dia juga sangat tampan…” kata Yoona dengan senyuman jahil.

“Huuu…. Aku tidak percaya…” kata Sooyoung.

“Drrtt… Drrttt…” tiba-tiba ponsel Sooyoung bergetar lagi tanda ada pesan teks masuk, lalu ia membaca SMS itu.

“Ah, Yoona Temanku sebentar lagi datang,” ujar Sooyoung.

“Oh, ya?” kata Yoona sambil mengambil tasnya. “kalau begitu, Aku ke toilet dulu, nde. Supaya nanti tidak bolak-balik ke belakang jika sedang makan…” Sooyoung mengangguk sambil mengetikan SMS balasan untuk temannya itu.

****

Tak jauh dari tempat Sooyoung duduk seorang pria sedang berjalan kearahnya dengan tersenyum manis.

“Sooyoung!” kata namja tampan itu dengan lembut. Sooyoung yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh kearah namja tersebut.

“Oppa…” Sooyoung tersenyum manis saat melihat Siwon menyapanya. entah kenapa Dada Siwon berdegup melihat senyuman itu. lalu ia berjalan mendekati Sooyoung.

“Duduklah, Oppa…”titah Sooyoung dengan lembut.

“Terimakasih. Kau sudah lama?” kata Siwon sambil menarik sebuah kursi di sebelah kanan Sooyoung.

“Hmm, tidak juga,” cetus Sooyoung sambil mengangkat bahunya.

“Belum pesan makanan?” tanya Siwon saat melihat diatas meja belum ada makanan sama sekali.

“Kami sengaja menunggumu Oppa…” ujar Sooyoung.

“Oh iya. Kau bersama temanmu, kan? Dia kemana?” Siwon celingukkan mencari teman Sooyoung.

“Ah, dia Sedang ke toilet. Tidak apa-apa, kan, kalau kita makan bertiga? Dia menawariku duduk bersamanya tadi. Lagipula sudah sangat sulit mencari tempat duduk lain di jam makan siang seperti ini.”ujar Sooyoung.

“Ah, gwaenchana…” Siwon tersenyum sambil mengangguk.

tidak jauh dari tempatnya Sooyoung menangkap lambaian Yoona yang baru keluar dari toilet tepat di belakang Siwon. Yoona tampak tersenyum jahil sambil menunjuk-nunjuk ke arah Siwon. sedangkan Sooyoung menahan tawanya sambil meletakkan telunjuknya ke depan mulutnya. Yoona tertawa kecil melihat Sooyoung salah tingkah.

Siwon melihat gerakan Sooyoung dengan heran.

“Sooyoung-ssi, ada apa?” tanya Siwon.

“Ah, anni, Oppa… Tidak ada apa-apa…” Sooyoung tersenyum gugup. lantas Siwon menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya ia sewaktu melihat Yoona sedang berjalan ke arahnya.

****

Yoona memperhatikan raut muka Sooyoung yang terlihat riang. Ia sedang asyik mengobrol dengan laki-laki di depannya, yang duduk di kursinya tadi. Itu pasti temannya, pikir Yoona dengan senyum terkembang.

Sooyoung terlihat senang sekali, ia pasti benar-benar menyukai namja itu. sedangkan Yoona melambaikan tangannya ke arah Sooyoung. Dengan jahil ia menunjuk-nunjuk punggung namja di depan Sooyoung itu dengan ekspresi menggoda. sedangkan Sooyoung terlihat menahan tawa sambil mengisyaratkannya supaya diam.

Ia kemudian mengobrol lagi dengan namja itu dengan ekspresi wajah grogi. Yoona terkikik geli melihat Sooyoung yang salah tingkah.

Yoona semakin penasaran seperti apa namja yang membuat Sooyoung jatuh cinta dengannya. lalu Yoona mempercepat langkahnya dan Saat ia sudah dekat dengan mejanya, tiba-tiba namja itu menolehkan kepalanya ke belakang.

DEG!!

Tidak…ini tidak mungkin, Ia pasti salah lihat. Tidak mungkin namja yang duduk di depan Sooyoung itu Siwon! Tidak mungkin…Yoona berusaha menyangkalnya dengan apa yang ia lihat sekarang ini.

“Yoo… Yoona…?” Siwon tak kalah kagetnya dengan Yoona.

“Oppa…” ucap Yoona refleks menutup mulutnya sendiri yang terbuka lebar karena kaget.

“Oppa, Yoong, kalian sudah saling kenal?” tanya Sooyoung dengan wajah berseri.

Siwon dan Yoona tidak mempedulikan pertanyaan Sooyoung. Mereka saling memandang dengan ekspresi terkejut.

“Oppa, Yoona… Kalian kenapa?” tanya Sooyoung ragu karena menyadari kakunya keadaan Siwon dan Yoona.

“Eonni… Diakah namja yang kau ceritakan tadi?” tanya Yoona dengan bibir bergetar.

“Iya, Yoong Dia Siwon Oppa. Kau mengenalnya?” tanya Yoona. Hening sejenak. Kemudian Yoona tersenyum getir.

Tiba-tiba Yoona mengerti mengapa sikap Siwon berubah menjadi dingin. kenapa ia dan Siwon jarang sekali tidak bertemu dan Siwon tidak pernah meneleponnya sekalipun. dan Mengapa ia tidak pernah mengirim sms duluan pada Yoona belakangan ini. karna Siwon sudah melupakannya dan sudah memiliki penggantinya…hati Yoona terasa sakit namun ia berusaha menahannya agar tidak menangis didepan mereka.

“Ya. Aku mengenalnya,” ucap Yoona berusaha tersenyum dihadapan Sooyoung.

“Yoong… Aku…” Siwon terlihat salah tingkah dan tak tau bicara apa.

“Eung, Eonni. Aku baru saja menerima telepon di toilet tadi. Kakakku minta ditemani pergi, jadi aku harus pergi sekarang,” ujar Yoona sambil membenahi barangnya dan tidak mempedulikan Siwon.

“Eh, Yoongie…? Waeyeo?” kata Sooyoung.nampaknya Ia sangat bingung melihat tingkah Yoona yang terburu-buru.

“Gwaenchayo, jangan pedulikan aku. Kalian makanlah berdua. Aku duluan, nde…” kata Yoona tersenyum pada Yoona dan Siwon sebelum beranjak pergi, “Selamat bersenang-senang…” ujar Yoona lalu pergi meninggalkan mereka berdua. namun Siwon berlari mengejar Yoona tanpa ia perdulikan panggilan Sooyoung.

“Yoona…Chakhaman!!” teriak Siwon sambil berlari mengejar Yoona. Yoona yang melihat Siwon mengejarnya terlihat semakin kebingungan namun ia tidak tahu harus bertindak apa dan akhirnya ia semakin mempercepat langkahnya.

“Yoona,!” Siwon dengan sigap menggapai lengan Yoona.

“Ah, Siwon-ssi. Annyeong haseyo,” ucap Yoona sambil membungkuk formal.

“Yoona, please …” Siwon terlihat gelisah dengan sikap Yoona barusan.

“Ini tidak seperti yang kau lihat…” ucap Siwon.

“Oh, ya? Memang apa yang kulihat?”

“Aku tidak ada apa-apa dengan Sooyoung….”

“Apalagi denganku, …” ucap Yoona dengan tersenyum getir.

“Deer, please… Jangan marah…” ucap Siwon dengan gelisah.

“Oppa…” kata Yoona menyela perkataan Siwon dengan lembut, “Aku tidak berhak menghalangimu untuk mencari yang lebih baik. Mungkin aku tidak bisa membuatmu bahagia, maka dari itu kau memilih Sooyoung eonni. Aku mengerti…” ucap Yoona dengan lapang dada.

“Yoongie…” lirih Siwon.

“Sshh, Oppa…” Sooyoung tersenyum tipis. “Sungguh, aku tidak apa-apa. Jaga Sooyoung eonni baik-baik. Ia gadis yang sangat baik…” ucap Yoona lalu melangkah pergi.

“Yoona!” Siwon mencoba memanggil Yoona dan mengejarnya. Namun tiba-tiba Yoona menghilang di tengah kerumunan orang banyak.

“ARGGHH! SIAL!” teriak Siwon frustasi sambil meninju tembok disampingnya. Membuat semua orang menoleh heran padanya, Tapi ia tidak peduli.

Di tengah kegalauannya ini, orang lain tidak penting untuknya. Dari kejauhan, Sooyoung mulai mengerti permasalahan mereka berdua.

****

Yoona memasuki kamarnya Dengan langkah gontai, ia berjalan menuju tempat tidurnya. Dibaringkannya tubuhnya yang kini seolah tak bertenaga. Ia menyelimuti tubuhnya rapat-rapat. Di depan Siwon, ia berusaha tampak tabah dan bijak. Ia berusaha menerima pengkhianatan pacarnya itu dengan hati lapang.

Tetapi Di saat ia sudah sendirian seperti ini, air matanya mulai berjatuhan. Ya, ia patah hati. Yoona tidak pernah tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang disakiti sebelumnya.

Dan sekarang, ia mengerti Ternyata begini rasanya sakit, Sakit karena dicampakkan orang yang kita sayang. Sakit karena dikhianati orang yang kita cintai.

Masih bisa terdengar di telinga Yoona, suara

Siwon yang menyatakan cintanya padanya lebih dari setahun yang lalu.

“Saranghae… Jongmalro saranghaeyo… Would you be mine?

Terbayang olehnya kehangatan tubuh Siwon yang dengan spontan memeluknya saat ia

mengangguk, tanda menerima cintanya.

“nareur deo saranghage mandeulji mothan, nae jalmosijyo

(It’s my mistake for not making you love me more)

naega deo saranghaeseo mandeureobeorin, nae jalmosijyo

(It’s my mistake for loving you more than you love me)

nae maeummankeum narreur deo, saranghage haji mot haesseotdeon geoyeotjyo nae jalmosijyo

(It’s my mistake for not making you love me as much as I wanted you to.)

 

Lagu itu buatan Yuri. Yoona sudah sering mendengar lagu itu dinyanyikan Yuri, namun baru kali ini ia mengerti sungguh-sungguh apa makna lagu itu. Dan… Air matanya pun bergulir di pipinya.

****

Siwon melempar handphonenya diatas kasur dengan kasar saat ia berkali-kali menghubungi Yoona, namun tidak diangkat oleh gadis itu. dengan sekali hentakkan Siwon membanting tubuhnya dikasur menindih handphone di punggungnya. Siwon sedang berkutat dengan dirinya sendiri.

kenapa ia merasa gelisah dan takut saat Yoona meninggalkannya, bukankah itu yang ia inginkan selama beberapa hari ini? bukankah ia sudah mempunyai penggantinya.

Choi Sooyoung, ya! gadis cantik bertubuh tinggi itu, adik temannya. ia telah jatuh cinta pada pandamgan pertama saat melihatnya. Jatuh cinta? benarkah? lalu ia mengingat kembali pertemuannya dengan Sooyoung beberapa minggu yang lalu.

apa ia sedang jenuh waktu itu hingga memilih Sooyoung sebagai pelarian sementaranya? apa mungkin ia memang sedang bosan dengan Yoona. Apa alasannya? Entah apa yang salah dengan gadis itu sampai ia merasa jenuh. Apa mungkin karena tubuhnya tak sebagus Sooyoung? Atau karena keningnya yang lebar? Atau kebiasaannya yang suka makan banyak tanpa peduli mukanya belepotan saat ia makan tokpoki kesukaannya? Atau karena…

“AARRGH!!” Siwon frustasi memikirkan semua ini. Ia sendiri tak tahu kenapa ia jadi jenuh dengan Yoona! Padahal, dulu ia tidak pernah mempermasalahkan kebiasaan makan Yoona yang barbar atau keningnya yang lebar seperti lapangan golf. Bukankah justru itu yang membuatnya tertarik padanya? Karena ia berbeda? Karena ia tidak sama seperti gadis lain yang mengejar-ngejarnya hanya karena ia tampan dan kaya?

Ya, Im Yoona berbeda, Gadis itu suka padanya dengan tulus. Ia Tidak pernah mengganggunya dengan segala macam rutinitas shopping untuk acara kencan mereka seperti yang dilakukan pacarnya yang dulu-dulu. Tidak

pernah meminta macam-macam darinya dan tidak banyak menuntut. Tidak pernah menutupi sifat aslinya dan apa adanya. Dan yang jelas, gadis itu mencintainya dengan sepenuh hati,Dan sekarang gadis itu meninggalkannya.

****

Yoona sedang duduk ditepi tempat tidurnya sambil memandangi foto dirinya dengan Siwon waktu ia sedang berlibur dipulau Nami, difoto itu Siwon sedang memeluknya dengan mesra. Yoona mengelus bingkai foto itu dengan sedih.

Seketika Semua kenangannya bersama Siwon terasa berputar kembali di dalam kepalanya. Ketika ia dan Siwon pertama kali bertemu, waktu itu Siwon dikejar oleh seseorang dan dia dengan tiba-tiba menarik sepada Yoona dan menyuruhnya untuk naik. lalu saat mereka pergi memancing bersama, ketika Siwon mengajaknya ke sebuah Cafe dan ternyata disana tidak ada seseorang sama sekali dan didalamnya tertata sangat indah dan romantis. lalu ia menyatakan cintanya dicafe itu.

lalu ketika Siwon memgajaknya ke pulau milik keluarganya dan memberikannya kalung bergandul hati dan ada inisial Yoonwon yang artinya nama mereka berdua sebagai hadiah unisversery yang pertama mereka. dan ketika Siwon pagi-pagi slalu ada di apartementnya untuk numpang sarapan dan lalu mengganggunya masak semua itu terasa sangat indah namun semuanya berubah.

Yoona memejamkan matanya erat, baginya semua itu hanya tinggal kenangan manis bersamanya. dia sangat terluka dengan pengkhianatan Siwon padanya. meskipun ia mencoba menabahkan dirinya, tapi akhirnya ia menangis juga. semalaman ia menangis karna Siwon dan ia juga sengaja mematikan ponselnya agar tidak ada yang mengganggunya, bahkan sahabatnya Yuri belum tahu tentang semua ini karna ia ingin sendiri, mengobati luka dihatinya.

“Yoongie”

gedoran dan teriakkan keras didepan apartementnya mengagetkannya. Yoona tersentak lalu bangun dari tidurnya. Yoona beranjak ke pintu apartementnya lalu mengintipnya di intercorm, terlihat Siwon berdiru didepan pintu apartemennya.

Yoona menutup mulutnya untuk menahan pekikkan kagetnya.

“Siwon?”

“Deer buka pintunya, kumohon” teriak Siwon sambil menggedor pintu.

Yoona tercekat, nafasnya tertahan. ia tidak mau bertemu dengan Siwon. Tidak sekarang, ia tidak akan bisa melepaskan Siwon jika begini. ia tidak akan bisa menahan hatinya. Sesakit apa pun Siwon

menyakitinya, entah mengapa Yoona merasa ia akan tetap sulit melepasnya. karna ia sudah terlanjur mencintai pria itu begitu dalam.

“Deer aku tahu kau didalam…ku mohon buka pintunya.” pinta Siwon memohon. Yoona menggelengkan kepalanya dan terisak pelan.

“Yoongie…kumohon. aku sangat mencintaimu… biarkan aku menjelaskan semuanya padamu.”

“aku juga mencintaimu Oppa, tapi aku tidak maukau sakiti” kata hati Yoona, ia merasakan matanya memanas dan cairan hangat mengalir di pipinya lagi.

“tidak ada yang perlu kau jelaskan lagi, semuanya sudah jelas.” kata Yoona sambil terisak dibalik pintu apartemennya.

“Yoongie, kumohon buka pintunya. izinkan aku meminta maaf darimu…” kata Siwon semakin gigih setelah mendengar suara Yoona.

“Pulanglah, Oppa kita sudah berakhir” ujar Yoona.

“Tidak Yoong!! Jebalyo…”kata Siwon merendahkan suaranya. “kumohon…Yoong.” suara Siwon tercekat, seolah menahan tangisnya sendiri.

Lalu Yoona menyeka air matanya “Yah! sekali ini, sekali ini saja dan untuk terakhir kalinya.” pikir Yoona lalu membuka pintu itu sambil menahan tangisnya. saat pintu terbuka Siwon langsung menarik Yoona dan memeluknya.

“Deer” Siwon memeluk Yoona erat, tidak memberikan Yoona kesempatan untuk melepaskan pelukkannya. Yoona tak bergeming, ia tidak menolak bahkan membalas pelukkan Siwon.

“Yoong, kumohon maafkan aku. aku memang salah. aku tidak bisa menjelaskannya padamu. aku hanya bisa meminta maaf dan aku berharap kau mau memaafkanku…” ucap Siwon setelah melepaskan pelukkannya pada Yoona.

“Mollaso” Yoona menggelengkan kepala.

“Kumohon, aku masih mencintaimu.” Siwon menggenggam tangan Yoona.

“Aku sudah memaafkanmu, Oppa. tapi kita tidak bisa kembali lagi seperti dulu. apa kau tak kasian dengan Sooyoung eunni.” Tanya Yoona.

“Yoong, percayalah aku tidak pernah mencintai Sooyoung, aku…” kata Siwon kehabisan kata-kata.

“Oppa…” Yoona menyela. “sudahlah!! kita tidak mungkin bersama lagi, dan aku tidak mau melukai hati Sooyoung eunni. dia sangat menyukaimu, Oppa. Jadi kumohon…tinggalkan aku…” kata Yoona sambil menahan air matanya yang akan keluar.

“Aniy, aku tidak mau Yoong. aku masih mencintaimu…kumohon Yoong!!” ucap Siwon menggelengkan kepalanya dengan tatapan memohon.

Yoona sudah tidak tahan lagi, ia takut pertahanannya akan runtuh dan semakin tidak bisa melepaskan Siwon. ia bersumpah dalam hatinya ia masih mencintai namja dihadapannya, namun ia masih sulit untuk menerimanya kembali.

Yoona menengadah sambil memejamkan matanya sebelum ia berbicara lagi.

“tidak Oppa…aku tidak bisa kembali padamu, aku sudah tidak mencintaimu lagi. jadi pergilah!!.” ucap Yoona dengan menitihkan air mata lalu ia masuk keapartemennya, namun dengan sigap Siwon menarik Yoona dan menghimpitnya ditembok dekat pintu. Yoona terkejut dan gugup dengan sikap Siwon yang sedekat ini.

“Aniy, aku tidak percaya kalau kau tidak mencintaiku lagi. tatap mataku dan katakan jika kau tak mencintaiku.” Siwon tak percaya jika Yoona sudah tak mencintainya lagi.

“O..opp..pa!! apa yang kau lakukan? lepaskan aku!!” Yoona mencoba melepaskan dirinya dari Siwon namun tidak bisa.

“tidak Yoong, aku tidak akan melepaskanmu sampai kau mengucapkannya.” Siwon semakin menghimpit Yoona yang berusaha melepaskan diri.

“sudah ku katakan padamu, aku sudah tidak mencintaimu lagi, dan cinta itu sudah hilang bersamaan dengan luka yang kau goreskan padaku. jadi, jebal Oppa!! pergilah…” jerit Yoona sambil meronta berusaha melepaskan diri dari himpitan Siwon.

“Aniy, sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkanmu. jadi kumohon jangan menyuruhku untuk meninggalkanmu, kumohon…”ucap Siwon teriak di akhir kalimatnya karna Yoona terus berontak dan tidak mendengarkan ucapannya. Yoona menghentikan aksi berontaknya lalu menatap Siwon dengan linangan air mata yang sudah membasahi wajah cantiknya.

“Lalu bagaimana dengan Sooyoung eunni? apa kau juga tidak memikirkan perasaannya? sudah cukup kau melukai hatiku Oppa. jadi, kumohon padamu jangan kau sakiti Sooyoung eunni, dia gadis yang baik!!” ucap Yoona terisak sambil menundukkan kepalanya. Siwon hanya terdiam kehabisan kata-kata. sebenarnya ia juga bersalah dengan Sooyoung.

“sudahlah Oppa, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.”Yoona menerobos hendak pergi namun Siwon menahannya lalu menciumnya dengan kasar.

Yoona berusaha menolak dan melepaskan ciumannya dengan mendorong dan memukul punggung Siwon, namun semuanya sia-sia tenaga Siwon lebih besar darinya. Yoona pasrah dan kini ia merasakan ciuman Siwon berubah lembut tak sekasar tadi. ciuman yang telah lama tak ia rasakan sebelum kejadian yang kemarin, saat ia dan Siwon tak bertemu untuk waktu yang sangat lama. bahkan ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika ia sangat merindukan Siwon. dan ciuman Siwon ini seolah mengobati kerinduannya.

Siwon melepaskan ciumannya masih sambil menangkup wajah Yoona. ia menatap Yoona dengan pandangan memohon.

“Deer!! Jeballyo!! kita harus kembali bersama, aku tidak bisa hidup tanpamu…”

Yoona hampir saja luluh dengan tatapan memohon Siwon, namun ia mengeraskan hatinya. Yoona melepaskan tangan Siwon dari wajahnya. lalu Siwon menggenggam tangan Yoona erat seolah tidak mau melepaskannya.

“Oppa!!” Yoona menatap Siwon dengan memaksakan sebuah senyuman. “keputusanku tetap sama.”ucap Yoona lalu masuk kedalam apartemennya lalu menangis tersedu-sedu dibalik pintu apartemen. Siwon hanya memandang nanar pintu yang ditutup oleh Yoona.

*****

Yoona tak henti-hentinya menangis sambil menutupi seluruh badannya, tidak ada yang bisa menghentikan Yoona menangisi keputusannya sendiri saat ia meninggalkan Siwon. Ia tidak menyesal dengan keputusannya, tapi dia tidak bisa menahan dirinya yang sudah terlalu mencintai Siwon.

“Tok…tok…” terdengar suara ketukkan pintu.

“Yoongie!! apa kau didalam?” suata Yuri dari luar yang mengetuk pintu membuat Yoona menahan tangisnya.

“Nde, eonni! ada apa?” kata Yoona dengan suara bergetar.

“kau tidak apa-apa? sejak kemarin ku dengar kau menangis terus, apa kau punya masalah?” suara Yuri terdengar khawatir.

“Gwenchana eonni?” kata Yoona memaksakan suaranya terdengar kuat.

“Jeongmal?” tanya Yuri lagi. Yoona tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menangis lagi.

“Yoongie! Gwenchanayo? Ah, jangan membuatku takut! bukalah pintunya!” Yuri terlihat bingung. Yoona mrlangkah lemas menuju pintu, saat pintu terbuka Yoona langsung menghambur memeluk Yuri.

“Yoong, kau kenapa? tenanglah!!” kata Yuri sambil mengelus-elus punggung Yoona. Yoona masih dengan menangis.

“eonni, dia selingkuh.” isak Yoona.

“Nuguya? Siwon?” kata Yuri sambil melepaskan pelukkannya. Yoona mengangguk lemah, dan Yuri membelalakkan matanya lalu mengomel pelan.

“Sudahlah Yoong, kau pasti bisa melupakannya? masih banyak namja yang lebih baik darinya.”kata Yuri menghibur.

“Tapi… aku masih mencintainya. eonni…kenapa dia harus menyakitiku.” Yoona kembali menangis dan itu membuat Yuri merasa kasihan dan bingung harus melakukan apa.

****

Disebuah Club malam Siwon sedang minum dengan salah satu temannya, Siwon benar-benar sangat berantakkan karna perpisahannya dengan Yoona. Ia minum sampai mabuk, hingga Yunho temannya hanya bisa memandang iba padanya.

“Kau tau Yunho, aku begitu bodoh tlah menyakiti wanita yang kucintai. dan sekarang dia meninggalkanku” ucap Siwon dengan wajah sedih sambil menatap minumannya. “aku memang namja bodoh, aku memang tak pantas untuknya.” ucap Siwon sambil tersenyum kecut lalu menenggak minumannya digelas. Yunho baru tahu jika hubungannya dengan Yoona tidak baik akhir-akhir ini. Siwon lalu menuangkan minuman kedalam gelasnya lagi namun botolnya kosong. Siwon meminta sebotol soju lagi pada seorang bartender, namun Yunho menahannya dan mengambil soju dari tangan bartender. Siwon menoleh dan menatap tajam.

“berikan itu padaku” pinta Siwon.

“Aniy, kau sudah banyak minum. ayo aku antar kau pulang!” kata Yunho sambil menarik lengan Siwon. namun Siwon menghempaskan tangan Yunho.

“aku tidak mau, aku masih ingin disini. kalau kau mau pulang! pulanglah!” Siwon mengambil botol soju itu dengan kasar lalu meminumnya. Yunho menjadi kesal dengan sikap Siwon yang keras kepala.

“aku bilang hentikan!! sampai kapan kau seperti ini eoh? kalau kau masih mencintainya, seharusnya kau berusaha untuk mendapatkannya kembali.” ucap Yunho kesal dengan sikap Siwon yang tidak berbuat apa-apa, lalu ia pergi meninggalkannya sendiri. Siwon menatap kepergian Yunho dan ucapan Yunho padanya tadi masih terdengar jelas ditelinganya.

****

Yoona melangkah dwngan cepat menuju area parkir apartemennya. ia baru saja menerima telepon jika Siwon sedang mabuk berat.

Flasback On

Saat Yunho meninggalkan Siwon sendirian, diam-diam ia menghubungi Yoona dan menyuruhnya kemari untuk membujuk Siwon untuk tidak minum lagi.

“Yeobseo” Yoona mengangkat telponnya dengan lemas.

“Yeobseo Yoong! maaf mengganggumu malam-malam begini.” ucap Yunho tak enak hati.

“Ah Yunho Oppa? ada apa Oppa menelponku malam-malam seperti ini.” kata Yoona dengan suara parau karna habis menangis seharian ini.

“hmm…apa kau bisa datang kemari? Siwon mabuk dan dia tidak mau berhenti minum.”

“lalu kenapa Oppa menelponku? aku sudah tidak ada hubungan dengannya lagi.” Yoona berusaha tidak peduli dengan Siwon.

“tapi Yoona, dia tidak mau menghentikannya. kau taukan Siwon tidak bisa minum terlalu banyak. aku takut dia akan…”

“sms alamatnya! aku akan kesana sekarang” Yoona menyela ucapan Yunho lalu menutup telponnya dengan sepihak.

Flashback Off

Yoona tidak bisa mengacuhkan Siwon dan bersikap tidak perduli padanya, meskipun ia berusaha untuk tidak memperdulikannya. Ia sangat khawatir dengan Siwon karna ia tahu Siwon punya gangguan pencernaan dan tidak boleh minum alkohol terlalu banyak.

Sesampainya di Club malam, Yoona menghampiri Siwon dengan berlari pelan. ia mencari keberadaan Siwon hingga pandangannya bertemu sosok namja yang ia kenal. Yoona menghampiri mereka.

“Hentikan!! apa yang kau lakukan?” bentak Yoona sambil mengambil botol yang ada ditangan Siwon.

“Yoong” lirih Siwon, awalnya Siwon terkejut dengan kedatangan Yoona namun sesetik kemudian ia bersikap dingin.

“sedang apa kau disini?” Kata Siwon sambil mengambil botol ditangan Yoona, namun Yoona menyingkirkan botol itu sambil menatap Siwon kesal.

“apa kau lupa dengan penyakitmu? kau tidak boleh terlalu banyak minum, itu akan membuat maagmu kambuh? apa kau ingin masuk rumah sakit eoh?” Omel Yoona.

“aku tidak peduli! jika itu akan membuatmu kembali padaku, aku tidak peduli dengan penyakitku.” kata Siwon menatap Yoona. Yoona yang ditatap seperti itu merasakan jantungnya berdegup dengan kencang.

“Cih, kekanak kanakkan sekali.” cibir Yoona lirih. “Oppa bisa kau bawa dia ke mobilku biar aku saja yang mengantarnya pulang dan Oppa membawa mobil Siwon Oppa.” kata Yoona pada Yunho. Yunho mengangguk.

“ayo!” tuntun Yunho sambil memapah Siwon.

“tapi aku masih ingin minum.” kata Siwon masih bertahan namun Yunho memaksanya dan Yoona mengikuti dari belakang.

****

Yoona memapah tubuh besar Siwon menuju Apartemen Siwon. dari tadi Siwon mengucapkan “Aku mencintaimu” dan membuat Yoona tidak tega melihat Siwon seperti ini. saat sampai di Apartemen Siwon, Yoona memasukkan password, dan pintu itu terbuka. Yoona memapah Siwon kekamarnya lalu merebahkannya diatas tempat tidur, lalu melepaskan jaket dan alas kakinya dan menyelimutinya. lalu Yoona duduk dipinggir kasur sambil memandang Siwon lekat.

“aku tahu ini sangat berat bagiku, jujur! aku juga masih mencintaimu Oppa.” kata Yoona dengan sedih lalu beranjak dari sana.

tiba-tiba Siwon menggenggam tangan Yoona yang sudah siap untuk pergi dari ruangan itu.

“kajima…Yoong” kata Siwon lirih.

mendengarnya Yoona menarik nafas dengan berat dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Siwon.

“Mainhae Oppa! aku harus pergi.” tegas Yoona sambil melepaskan tangannya lalu berjalan pelan menuju pintu sambil menangis. namun tak disangka Siwon yang sedang mabuk berat dan tak mungkin jika ia menangkapnya kini terbangun lalu menariknya sehingga terjatuh diatas kasur lalu menindihnya dan itu membuat Yoona kaget.

“Oppa, tolong lepaskan aku, jebalyo…” kata Yoona dengan suara parau karna ia menangis.

“Tidak, kali ini aku tidak akan melepaskanmu Deer, aku tidak bisa hidup tanpamu.” Siwon membelai wajah Yoona dan mengusap air matanya. sedetik kemudian Siwon mendekatkan wajahnya dan mencium bibir mungil Yoona lembut tanpa menuntut. melumat bibir Yoona dengan lembut membuat Yoona dengan tak sengaja melingkarkan tangannya dileher Siwon membalas ciuman nikmat Siwon. Lama mereka melakukan itu sampai Yoona tersadar dan langsung mendorong tubuh kekar Siwon.

“Aku harus pergi sebelum aku luluh dan menginginkannya…” suara hati Yoona.

Tapi tangan kekar Siwon menarik tangannya lagi hingga Yoona terjatuh lagi di ranjang. Siwon kembali menerjang Yoona dengan ciuman panasnya. Ciuman Siwon semakin bertubi-tubi dibibir Yoona, membuat gadis itu sedikit kualahan dan sulit bernafas. Siwon pun meringankan ciumannya agar Yoona bisa sedikit bernafas. Yoona pun membuka sedikit mulutnya memberi celah lidah Siwon untuk masuk kedalam. dan Siwon tidak menyia – nyiakan kesempatan ini, lidah Siwon menerobos rongga mulut Yoona, Yoona membalas ciuman lembut Siwon. dan kini mereka berperang lidah dan bertukar saliva. Yoona mendorong dada Siwon dan menatap Siwon seolah berkata “Jangan” saat tangan kekar Siwon mulai membuka kancing bajunya. Meteka saling menatap seolah meteka bicara melalui kotak mata. Hingga akhirnya Yoona mendorong tubuh Siwon hingga ia terhempas disampingnya

“Aku harus pergi Oppa” Yoona berlari keluar dan meninggalkan Siwon sendiri di apartemennya. Siwon hanya menatap sedih kepergian Yoona.

Siwon berdiri dan melangkah menuju kamar mandi lalu membasuh mukanya yang berantakan. Ia menatap tajam bayangannya dicermin.

“kenapa? Kenapa kau melakukan ini semua Choi Siwon? Kenapa kau menyakitinya huh?” tutur Siwon pada dirinya sendiri penuh emosi.

“Aaarrgghh, kau benar-benar brengsek…” teriak Siwon dengan marah sambil memukul bayangannya yang ada dikaca. Darah segar keluar dari tangan Siwon, rasa sakitnya tak sebanding dengan rasa sakit dihatinya yang telah membuat Yoona meninggalkannya.

“Tuhan… Kenapa aku baru merasa kehilangan, disaat dia pergi meninggalkanku?” kata hati Siwon sambil menangis menyesel.

*****

Sinar mentari krmbali menampakkan sinarnya dan masuk dicelah-celah kamar Yoona, sehingga membuat Yoona mengerjap-ngerjapkan matanya dan saat nyawanya terkumpul ia mulai membuka matanya lalu Ia bangkit dari ranjangnya kemudian berjalan menuju jendela dan membukanya. dia memejamkan matanya saat semilir angin menerpanya dan menghirup udara yang masuk. Yah! Sekarang adalah hari pertama memasuki musim gugur yang cerah ini.

Yoona mengembangkan senyumnya saat melihat sekumpulan anak kecil yang sedang bermain dengan riang. Ia jadi teringat sebuah kenangannya saat berkencan disebuah taman dimusim gugur bersama Siwon. disana ada beberapa anak kecil yang sedang bermain bola dan bola itu bergulir kearah mereka, dan Siwon pun dengan senang hati mengambil bola itu dan ikut bermain bersama.

Flashback

Dimusim gugur pertama Siwon mengajak Yoona ketaman disana mereka melihat anak kecil yang sedang asyik bermain bola dan tak sengaja bola itu terlempar kearah mereka dan mengenai kepala Siwon. Lantas Siwon mengambil bola itu dan salah satu anak kecil dari mereka menghampiri Yoona dan Siwon.

“Maaf kami tidak sengaja..! ” kata seorang anak kecil laki-laki dengan wajah takut. Siwon menghampiri anak itu.

“Gwenchana? Boleh aku ikut bermain dengan kalian.” Siwon mengacak rambut anak itu.

“tentu saja…kajja hyung!!” ajak anak kecil itu dengan senang. Yoona pun tersenyum saat melihat Siwon dengan akrabnya bermain dengan anak-anak itu. Siwon lalu menatap Yoona dan menghampirinya.

“kenapa kau hanya menatap kami bermain saja? Ayo ikutlah!!” ajak Siwon sambil menarik tangan Yoona. Mereka pun bermain bersama dengan gembira. Setelah beberapa lama bermain dengan mereka semua Yoona dan Siwon menyudahinya dan berpamitan pada anak-anak itu untuk pulang.

“Aah… Menyenangkan sekali bermain bersama mereka.” kata Yoona sambil mendudukkan tubuhnya dibangku panjang taman itu.

“hmm…sangat menyenangkan! Kelak Jika kita menikah, aku ingin mempunyai anak laki-laki agar aku bisa bermain dengannya. Pasti rumah kita akan ramai dengan suara mereka.” kata Siwon menatap Yoona lekat dan membuat pipi Yoona merah karna perkataan Siwon.

“percaya diri sekali! Memangnya siapa yang akan menikah denganmu Oppa?”

“Yaa!! Tentu saja kau?”

“Oppa! Namaku Im Yoona ” protes Yoona.

“kenapa? Kelak jika kita menikah, namamu akan berubah menjadi Ny. Choi.” kata Siwon sambi mendekatkan wajahnya kewajah Yoona.

“kalau aku tidak mau, kau mau apa?” goda Yoona.

“kalau kau tidak mau aku akan memaksamu sampai kau mau menikah denganku.” jawab Siwon ringan sambil yersenyum.

“cih, itu namanya pemaksaan” cibir Yoona.

“ahh, apa kau ingin menikah denganku sekarang, hmm? Kata Siwon menggoda.

“Aniyo”kata Yoona dengan gugup. “tidak apa? Tidak menolak?” kata Siwon menatap Yoona dengan nakal. Seketika pipi Yoona merona dan memalingkan wajahnya menyemvunyikan semburan merah dipipinya.

“Ahh sudah jangan menggodaku! Kajja kita pulang saja.” Yoona beranjak dari duduknya lalu melangkah pergi. Siwon mengikutinya dengan masih menggodanya.

Flasback End

Yoona menggelengkan kepalanya cepat dan berusaha tidak memikirkan Siwon lagi. Namun pikiranya tetap melayang ke Siwon.

Tidak, aku harus bisa melupakan Siwon Oppa! Bagaimana aku bisa memulai hidup baru kalau aku tidak bisa

melupakan bayangannya?” pikirnya.

Lalu Ia menghembuskan napasnya lalu menggigit bibir bawahnya, menahan tangis yang bisa keluar kapan saja. Dan sekuat apapun ia menahannya, dua sungai tetap saja terbentuk di pipinya itu.

“wae? Kenapa aku begitu mencintainya?”lirih Yoona menghapus air matanya buru-buru, “Kenapa kau begitu sulit dilupakan…?”

“Yoongie” sapaan Yuri membuat dirinya tersentak dari lamunannya. Yoona buru-buru menghapus air matanya dan menolehkan kepalanya kearah gadis itu.

“eonni! Kau membuatku kaget.” kata Yoona lalu menatap lagi kearah taman. Yuri berjalan menghampiri Yoona.

“kau tak kuliah hari ini?” tanya Yuri menatap Yoona.

“tidak eonni, aku tidak mau bertemu dengannya.”

“Ah, Arassi” angguk Yuri mengerti dengan keadaan Yoona saat ini.

*****

Yuri menemui Siwon dikampusnya, ia bertanya kepada mahasiswa lain untuk memberitahu keberadaan Siwon. Saat Yuri sampai ditempat dimana Siwon dan teman-temannya berada, Ia langsung mengambil bola basket cadangan yang tak jauh dari tempatnya berdiri lalu melemparnya kearah Siwon yang sedang duduk termenung disalah satu bangku. dan lemparan Yuri tepat mengenai kepala Siwon. Siwon yang kesakitan langsung marah.

“Yaa!! Siapa yang sudah melempar bola ini di kepalaku?” teriak Siwon kesal, semua temannya menatap Siwon dan menggelengkan kepala. Ia masih galau dengan perpisahannya dengan Yoona. Sehingga sedikit temperamen.

“bukan kami, dari tadi kami hanya bermain.” kata salah satu teamnya.

“Lalu siapa yang melakukannya huh.” bentak Siwon, dan Yuri sudah berdiri dibelakang Siwon.

“Aku yang sudah melemparnya.” kata Yuri dengan Sinis.

“Siapa kau? Beraninya kau melempariku dengan bola.” bentak Siwon pada Yuri yang tiba-tiba datang dan melemparinya dengan bola basket.

“Aku Kwon Yuri, teman Yoona yang tinggal disebelah apartemennya.” Siwon tertegun dan terdiam

“Yoona! Mana dia?” tanya Siwon sambil mencari sosok Yoona

“cih, dia tidak masuk hari ini karna dia tidak mau bertemu denganmu Pria bodoh.” cercah Yuri dengan kesal.

“Yaa!! Jangan panggil aku pria bodoh.”ujar Siwon dengan kesal, tapi suaranya tidak sekeras tadi.

“Yaah, kau memang pria bodoh, pria terbodoh yang pernah aku temui karna kau telah menyakiti hati temanku.”omel Yuri pada Siwon.

****

Yoona berjalan menyusuri sungai han dengan melamun, ia masih kepikiran dengan ucapan Sooyoung tadi. Yah! ia baru saja bertemu dengan Sooyoung karna Sooyoung bilang ingin mengatakan sesuatu pada Yoona. Hingga tidak ada alasan untuk Yoona menolak ajakkannya, jadi ia menerima ajakkan Sooyoung.

Yoona tidak pernah merasa dendan pada Sooyoung. Kakak kelasnya itu tidak bersalah. Ia tidak tahu apa-apa tentang hubungannya dengan Siwon. Justru Yoona merasa kasihan padanya. Sooyoung menjadi korban di antara mereka berdua. Yah, walaupun Yoona juga merasa menjadi korban.

Flasback

“Maaf menunggu,” Sooyoung mendudukan dirinya dibangku depan Yoona.

“Sudah lama?”

“aku juga baru datang eonni” jawab Yoona dengan tersenyum tipis. Mereka berbasa-basi sebentar sebelum akhirnya Yoona menanyakan maksud Sooyoung memanggilnya.

“Ada apa eonni mengajakku bertemu di sini,?” tanya Yoona. Sooyoung tersenyum padanya.

“Yoong, aku mengajakmu kemari, aku ingin minta maaf padamu. Semua ini karna aku? Gara-gara aku hubunganmu dengan Siwon Oppa jadi berantakkan.” tutur Sooyoung dengan rasa bersalah.

“Aniy, ini semua bukan salahmu, eonni.”

” Yoong, maukah kau mempertahankan hubunganmu dengan Siwon Oppa? Aku tahu dia memang salah, tapi ia sama sekali tidak mencintaiku. Hanya kau yang ia cintai. Dia sangat berantakan semenjak kalian putus…” kata Sooyoung menggenggam tangan Yoona.

“Lalu bagaimana dengan perasaanmu, eonni?” Sooyoung tersenyum getir,

”Siwon Oppa tidak mencintaiku seperti ia mencintaimu, Yoong. Dia hanya menganggapku seperti adiknya. Ini ia sadari setelah kalian berpisah.” Yoona terdiam sejenak.

“Kami mencoba untuk bersama setelah kejadian itu, tapi ternyata hatinya tidak pernah ada padaku.”

“Aku minta maaf untuk itu, Eonni…” kata Yoona sambil menundukkan kepalanya.

“Yoong, apa kau gila?! Aku yang merasa bersalah padamu! Aku merusak hubungan kalian!”

“sudah kukatakan ini Bukan salahmu eonni, jadi kau tak usah merasa bersalah padaku” ucap Yoona tersenyum kecil.

“Terlepas dari salahku atau bukan, aku tetap ingin kalian bersama…” kata Sooyoung, Yoona terdiam.

“Yoona, Jeball!!… Maafkan Siwon Oppa…” kata Sooyoung memohon.

“Eonni, aku tidak yakin…”

“Yoona, kutanya kau, apa kau senang berpisah dengannya?” tanya Sooyoung agak kesal. Yoona terdiam seribu bahasa ia sama sekali tidak menginginkan perpisahan ini.

Flasback End

Yoona mengingat semua percakapan itu dengan hati gelisah. Apa ia senang berpisah dengan Siwon? Ia bisa dengan yakin mengatakan tidak. Tapi Pikirannya yang selalu melayang pada Siwon, perasaan sedih yang terus mengukungnya… Ia sama sekali tidak senang dengan perasaannya ini…Tapi apa ia yakin bisa memaafkan dan kembali pada Siwon? Entahlah? Pikirnya.

*****

Matahari bersinar begitu cerah. Kicauan burung terdengar merdu. Dan kopi yang dibuat Yoona menimbulkan wangi yang menggugah indra penciuman, membuat siapa saja jadi bersemangat. Pagi yang tenang. Seharusnya begitu.

Tapi tidak dengan Yoona yang merasakan hal itu. Seperti ada yang mengganjal di hatinya. Ia mengaduk kopi di cangkirnya dengan ogah-ogahan.

“Ada apa sih denganku?” Yoona mendorong cangkir kopinya dengan sedikit kesal, “Kenapa perasaanku tidak enak begini?” lalu Ia beranjak dari duduknya.

“Lebih baik aku berjalan-jalan ke luar, ” Yoona mengambil cardigannya dan berjalan ke luar kamarnya.

Diluar kamar ia berpapasan dengan Yuri.

“eh, Yoongie.”

“Yuri eonni” sapanya dengan tersenyum.

“Kau mau kemana? Aku baru saja mau mengajakmu pergi. Antarkan aku kesupermaket sebelah ne,” ajak Yuri.

“Boleh. Aku tadinya mau jalan-jalan saja, kok.” kata Yoona

Di jalan ia dan Yuri asyik mengobrol. Karena sama-sama belum sarapan, mereka akhirnya memutuskan untuk membeli makanan jadi dan makan di taman karena cuacanya cukup hangat.

“Soo, kau masih belum memaafkan Siwon?” tanya Yuri hati-hati.

Tangan Yoona yang akan menyuapkan sesendok nasi goreng dimulut berhenti ketika Yuri bertanya seperti itu. Ia lalu meletakkan lagi sendoknya ke dalam kotak makanannya.

“aku Sudah memaafkannya…” Yoona menjawab dengan pelan.

“Lalu? Kau tidak memutuskan untuk kembali padanya?” Tanya Yuri lagi.

Yoona terdiam cukup lama sebelum menjawab, “Aku tidak yakin, Eonni…” kata Yoona menunduk lemah. Yuri menatapnya, “Kau masih mencintainya, kan?” Yoona menatap Yuri, ia tersenyum lalu menggeleng,

“Aku tidak tahu…” Yuri menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan Yoona.

“Makananmu sudah habis,Eonni? Kajja kita pulang?” ajak Yoona sambil membereskan bekas makan mereka.

“Aku haus, Yoong. Bagaimana kalau kita beli kopi dulu di Coffee Shop di depan sana?” Yuri merenggangkan badannya dan menguap.

“Okey,” sahut Yoona mengangguk. Mereka berjalan beriringan menuju Coffee Shop di depan taman itu.

“Kau mau apa?” tanya Yuri.

“Aku ingin Jus Strowberry saja, aku sudah minum kopi tadi di rumah,” ujar Sooyoung berbohong. Ia memang sudah membuat kopi, tapi belum meminumnya. Tapi hatinya yang sejak tadi tidak tenang juga sepertinya tidak akan bertambah baik jika ia meminum kopi yang mengandung kafein. Yang ada ia malah tambah pusing.

“Oke, Chakkaman” Yuri memesan segelas Strowberry juice dan Americano untuknya sendiri.

Yoona mengedarkan pandangannya pada Coffee Shop yang cukup ramai itu. Matanya membelalak ketika Ia melihat seseorang yang tak asing baginya sedang duduk di sana bersama seorang gadis. Mereka terlihat sedang asyik becanda.

Tiba-tiba dada Yoona terasa sesak. Ia mencoba menahan air matanya agar tidak tumpah. Namun air mata itu keluar juga.

“Yoong, kau mau pakai es atau tidak?” tanya Yuri tanpa menoleh padanya. merasa Tidak ada jawaban dari Yoona, Yuri lantas menoleh kearah Yoona dan terkejut ketika mendapatkan Yoona sedang memandangi sesuatu dengan wajah yang begitu emosional.

“Soo, are you OK? ” Yuri menepuk bahu Yoona lembut. Yoona menoleh kaget. Ia memaksakan senyumnya dan mengangguk pelan. Tapi matanya seolah kembali tertarik pada sosok yang membuatnya begitu kaget tadi. Yuri mengikuti pandangannya.

“Ommo!! Siwon?” desisnya kaget.

“Eonni, ayo kita pergi dari sini!” ajak Yoona buru-buru.

“Tapi… minuman kita…” kata Yuri menunjuk kearah minuman yang akan ia pesan.

“Tidak jadi saja!” kata Yoona lalu berlari meninggalkan Yuri yang masih terbengong- bengong di counter take-away Coffee Shop itu.

*****

Yoona berlari menuju taman dan mendudukkannya dibangku salah satu taman tersebut. Yoona tidak bisa menahan air matanya saat melihat Siwon bersama wanita lain. Ia masih sangat…sangat mencintainya.

“Kenapa… dadaku terasa begitu sesak dan sakit…, Bukankah aku sudah memutuskan untuk melupakannya? Bukankah lelaki itu sudah sangat menyakiti hatimu Im Yoona?” kata Yoona lirih pada dirinya Sendiri sambil terisak.

“Soo?” Yuri menyentuh bahu Yoona. Kau tidak apa-apa?” Yuri menatap Yoona iba. Yoona menghapus air matanya dengan punggung tangannya sambil mengangguk.

“Aku baik-baik saja.” kata Yoona tersenyum simpul. Bohong, Ia tidak merasa baik-baik saja! Ia merasa hancur karena mendapati Siwon yang ternyata sudah melupakannya dan mendapatkan penggantinya.

Yuri mendudukkan dirinya disebelah Yoona dan menatap Yoona serius.

“Yoong, tadi kau melihat Siwon, kan?” tanya Yuri. Yoona mengangguk sambil terdiam membisu.

“lalu bagaimana perasaanmu saat melihatnya?” tanya Yuri lagi.

“biasa saja.” jawab Yoona, lagi dan lagi dia berbohong.

“Jangan bohong padaku, Yoong?” kata Yuri sambil menatapnya serius. “tatap aku dan katakan jika kau tidak sakit hati melihat Siwon dan gadis itu.”

Yoona menganggkat wajahnya lalu menatap Yuri. Dengan segera ia menangis tersedu, Yuri tau jawabannya lalu ia langsung memeluk sahabatnya itu.

“Kau masih mencintainya, kan?” tanya Yuri lagi. Yoona mengangguk dalam tangisnya dipelukkan Yuri. Yuri melepaskan pelukkannya dan menatap lembut Yoona.

“kalau begitu jangan kau bohongi perasaanmu lagi.” kata Yuri menasehati Yoona.

“tidak ada gunanya lagi, eonni? Dia sudah melupakanku! Apa kau tidak lihat tadi dia bersama gadis lain?” jelas Yoona dengan nada begitu pahit.

“Deer”

Suara maskulin yang tiba-tiba muncul membuat Yoona menghentikan tangisnya dan menoleh kearah sumber suara tersebut. Yoona membelalakkan matanya terkejut saat melihat sosok yang sejak tadi mengganggu pikirannya yang tiba-tiba saja muncul.

“Oppa!! Sejak kapan kau ada disini?” tanya Yoona yang masih terkejut.

“sudah dari tadi” Yoona terdiam sejenak. “jadi kau mendengar…” ucapan Yoona terputus.

“yah, aku mendengarkan semuanya.” Siwon memotong perkataan Yoona.

“wae? Apa kau kira aku semudah itu melupakanmu, Im Yoona?” kata Siwon dengan ekspresi marah dan sedih. “apa kau tau, betapa sulit aku menghapus bayangan wajahmu setiap aku sedang melakukan apapun?”lanjutnya dengan menatap lekat wajah Yoona.

“Oppa…” Yoona tidak bisa berkata-kata.

Diam-diam Yuri melangkah pergi meninggalkan mereka berdua, ia merasa tugasnya sudah selesai dan membiarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri.

“Kau tahu, aku hampir gila karena tidak bisa melupakanmu?” tanya Siwon lagi, “Aku tidak bisa tidak mencoba meneleponmu, datang ke apartemenmu, atau mencarimu di kampus setiap hari!” jelas Siwon.

Yoona menggigit bibir bawahnya menahan tangisnya yang mulai pecah. Kali ini ia membiarkan Siwon bicara mengeluarkan isi hatinya. Siwon melangkah mendekati Yoona.

“Aku tidak akan melupakanmu, Im Yoona, apalagi mencari penggantimu semudah itu.”

“lalu siapa gadis tadi” kata Yoona dengan ketus. Ia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya.

“Dia Hwang Mi Young. kekasih Hangeng Hyung. Hangeng Hyung akan berulang tahun dan Hwang Miyoung akan membuat kejutan untuknya dan dia meminta bantuan padaku.” jelas Siwon.

Yoona terdiam sambil menggigit bibirnya. Ia merasa malu karna ia sudah salah menduga. Dan sekarang ia bingung dengan apa yang akan ia lakukan sekarang.

“Deer.” Siwon mengangkat dagu Yoona agar ia menatapnya. Seketika jantung Yoona berdebar saat menatap Siwon.

“kau masih mencintaiku, kan?” tanya Siwon dengan tatapan teduhnya. Yoona langsung mengalihkan pandangannya, tidak mau menatap Siwon.

“tatap mataku Deer!!” Siwon memaksanya. Namun Yoona mengacuhkan ucapannya. Hingga akhirnya Siwon menangkup wajah Yoona lembut. Dan memaksa wajah cantiknya untuk memandanginya.

“katakan padaku jika kau memang sudah tidak mencintaiku…” ucap Siwon lembut.

Yoona menatap Siwon dengan tatapan lembutnya. Ia tidak bisa membohongi perasaannya sendiri. Ia memang masih sangat mencintai pria itu. Bagaimana mungkin ia bisa menyangkal hal itu?

“Deer-ah” ucapnya dengan tatapan lembutnya.

Yoona melepaskan tangan Siwon dari wajahnya lalu ia bergerak maju dan mencium bibir Siwon singkat.

“Yoongie.” Siwon terlihat sangat kaget. Yoona tersipu malu.

“apa masih perlu kau menanyakan hal itu, Oppa? Kau tahu aku tidak akan pernah bisa berhenti mencintaimu, sampai kapan pun…” ucap Yoona dengan nada malu. Siwon tersenyum mendengarnya dan menarik gadisnya kedalam dekapannya.

“Aku minta maaf untuk semuanya, Deer? Aku berjanji tidak akan menyakitimu dan membuatmu menangis lagi karna aku…! Sorry, I Love You, because i’m still love You…!!! Yoona melepaskan pelukkannya.

“Sssttt…” Yoona mendesis sambil menempelkan telunjuknya dibibir Siwon.

“lupakan itu oppa…!! Aku mohon jangan dibahas lagi, ne.” lanjutnya.

“jadi kau sudah memaafkanku.?” tanya Siwon. Yoona mengangguk sambil tersipu. Siwon tersenyum senang.

“jadi kita kembali lagi seperti dulu.” tanya Siwon lagi.

“apa hal itu masih perlu ditanyakan.” sahut Yoona sambil mengerucutkan bibirnya.

Siwon tertawa bahagia, dan bertingkah seperti orang mendapatkan lotre sambil menggendong Yoona dan memutar-mutarkannya. Keduanya tertawa bersama.

“Yoongie” kata Siwon setelah menurunkan Yoona.

“Ne”

“Aku berjanji akan selalu mencintaimu, menyayangimu, menjagamu sampai kapanpun. Aku tidak akan menyakitimu lagi. Tidak akan pernah mengkhianatimu. Karena aku baru sadar kalau hatiku tidak akan pernah bisa melupakanmu. Tidak akan,” Siwon menatap matanya dengan serius.

Yoona tersenyum lalu mengangkat jari kelingkingnya dan mengajak Siwon untuk pinky swear yang sering ia lakukan dulu.

“Yakso”

“Dengan sepenuh hatiku,” Siwon mengaitkan kelingkingnya pada kelingking Yoona. Mereka terkekeh melihat jari kelingking mereka yang saling bertautan itu.

“Oh ya…aku punya sesuatu untukmu.” kata Siwon melepaskan tautan jarinya kemudian merogoh saku mantelnya untuk mengambil sesuatu. Sebuah kotak beludru. Siwon membuka kotak itu dan menunjukkan isinya pada Yoona. Yoona terperangah melihat isi tersebut. Sebuah cincin emas putih berhiaskan berlian kecil yang sangat indah. Yoona menatap Siwon penuh tanda tanya.

“Yoona!! Aku ingin melihatmu di setiap saat sebelum aku memejamkan dan saat aku pertama membuka mataku. Aku ingin melihatmu ada di dapur rumahku, membuatkan kita berdua sarapan yang enak setiap paginya. Aku ingin kau memberikan kecupanmu untukku, setiap pagi sebelum aku berangkat kerja. Aku ingin melihatmu menggendong anak-anakku, di sisa usiaku nanti,” Siwon berhenti sebentar lalu melanjutkan, “Would you marry me?”

Yoona masih kaget dengan apa yang dikatakan Siwon barusan, lidahnya terasa kelu dan matanya sudah berkaca-kaca. Ia hanya bisa mengangguk sambil menahan air matanya.

Lantas Siwon langsung memeluknya dan Yoona sudah tidak bisa menahannya air matanya. Ia pun menangis didalam hangatnya pelukkan Siwon. Lama mereka berpelukkan Siwon melepaskannya dan menatap Yoona lembut.

“Uljima Yoong” ucap Siwon dan menghapus air mata Yoona dengan ibu jarinya.

Siwon segera mengambil cincin itu dan perlahan ia menyematkan dijari manis tangan kanan Yoona. Yang kelak akan berpindah dijari manis tangan kiri gadis itu. Disaat mereka sudah mengucapkan Wedding vow diatas altar nanti. Siwon tersenyum membayangkan hal itu.

“Kau janji akan mencintaiku, Oppa” kata Yoona saat cincin itu melekat dijarinya.

“Aniyo.” Siwon memggelengkan kepalanya. sedangkan Yoona menatap Siwon sambil mengernyitkan dahinya.

“Kurasa nanti aku akan mencintai gadis lain. Ia mirip denganmu, hanya saja ia jauh lebih muda. Dan nanti ia akan memanggilmu… ‘Eomma’…” kata Siwon sambil tersenyum jahil pada Yoona yang wajahnya berubah jadi merona.

“Yaa!! Choi Siwon!!” teriak Yoona sambil mencubit perut sixpack Siwon. Sedangkan Siwon tertawa melihat wajah Yoona yang malu-malu sambil menghindari cubitan dari Yoona.

“Yaa!! Appo!! Hentikan Ny. Choi.” ucap Siwon ditengah ia dibully Yoona. Tapi Yoona malah mengindahkannya dan dengan senang hati membully Siwon.

Lantas Siwon menahan kedua tangan Yoona yang terus memukulnya dan kemudian mencium bibir Yoona dengan lembut, Yoona membelalakkan matanya terkejut, namun sedetik kemudian ia menikmati ciuman yang diberikan Siwon. dengan perlahan Siwon melumat, mengulum dan menyesapnya dengan lembut. dengan perlahan pula Yoona memejamkan matanya dan membalas ciuman Siwon sepenuh hati.

kini tangan Siwon yang satunya berpindah ditengkuk Yoona untuk memperdalam ciumannya. Bagi Siwon mencium Yoona tidak pernah semanis dan menenangkan seperti ini. Yoona membuka sedikit mulutnya untuk memberi celah lidah Siwon masuk kedalam. Siwon tidak menyia kesempatan itu, lidahnya langsung menerobos rongga mulut Yoona. Dan akhirnya mereka saling berperang lidah dan bertukar saliva.

Yoona tak tau entah kemana perasaan tidak tenang yang menggelayuti hatinya tadi pagi? Mungkin ia selalu membutuhkan Siwon, untuk membuat perasaannya selalu tenang. Setelah cukup lama berciuman, Yoona pun mendorong dada Siwon untuk mengakhiri ciumannya karna hampir kehabisan nafas.

“Aaiish, aku hampir mati karna ciumanmu, Oppa”? Kata Yoona memukul pelan dada bidang Siwon dengan dahi mereka yang saling menempel. Siwon terkekeh dengan ucapan Yoona. Lalu Yoona menatap cincin yang sudah terpasang dijarinya.

“cincinya sangat cantik, gomawo Oppa!” ucap Yoona tanpa mengalihkan pandangannya pada cincinnya.

“lebih cantik dirimu Yoongie.” bisik Siwon lembut yang membuat pipi Yoona merona. “berhenti menggodaku, Oppaa!” ucap Yoona menutupi wajahnya karna malu. Siwon tersenyum lalu menyentuh tangan Yoona yang menutupi wajahnya dan menatapnya penuh cinta.

“Aku mencintaimu Deer!!, aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti yang dulu padamu lagi. Kau percaya padaku, kan?” tanya Siwon dengan mata teduhnya. Yoona mengangguk. Siwon tersenyum lalu memeluk Yoona lagi dan lebih erat.

Sedangkan disisi lain tak jauh dari mereka Yuri tersenyum bahagia menyaksikan mereka telah kembali lagi. Tidak sia-sia dia mengajak Siwon dari Coffee Shop ke taman mengikuti Yoona, dan menyuruhnya untuk menunggunya dipohon dekat Yoona duduk sekarang sampai ia berhasil meyakinkan Yoona bahwa ia masih mencintai Siwon.

“Hei, kalian harus berterima kasih padaku.” tiba-tiba Yuri muncul membuat mereka melepaskan pelukkannya.

“eonni, ternyata kau masih disitu.” kaget Yoona karna ia pikir Yuri sudah kembali di apartementnya saat Siwon datang. Yuri mengangguk.

“jadi kau melihat semuanya, termasik saat kami…” Yoona menggantungkan ucapannya.

“yah, aku melihatnya. Ahh…kalian begitu mesra dan membuatku iri.” sahut Yuri sambil tersenyum menggoda kearah Yoona.

“Yaak!! Eonni ini pasti kerjaanmu. Kau kan yang membawa Siwon Oppa kemari.” tanya Yoona menatap Yuri dengan ekspresi kesal sekaligus senang. Yuri tertawa kecil.

“Chagi-ah, jangan memarahinya. kita harus berterima kasih pada Yuri,” kata Siwon ikut tertawa. “kalau tidak ada dia, bagaimana dengan nasib hubungan kita, mungkin kita tidak akan kembali lagi seperti ini.”

Yoona mendesah kecil lalu tertawa.

“benar sekali, makanya kau jangan lupa mentraktirku apapun yang aku mau selama sebulan ini…”kata Yuri sambil mengedipkan matanya.

“MWO??” Jerit Yoona terkejut. “Yaaak!! Eonni kau memerasku.” ujar Yoona sambil mengejar Yuri yang berlari dibelakang Siwon sambil tertawa.

*****

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

98 Komentar

  1. Sweet bgt critany,yoonwon emang slalu romantis…

    Balas
  2. tiara putri

     /  Desember 17, 2014

    Waww kirain bakalan sad😦 tapi ternyata happy ending😀 wahh romance jugaa😉 ah beharap itu real:D
    Alurnyaa baguss;)

    Balas
  3. andreyani

     /  Desember 27, 2014

    ternyata happy ending senangnya,lanjut donk bikin sequelnya.

    Balas
  4. yuliana

     /  Desember 28, 2014

    Awal2 mewek kesininya sweet banget . Berharap mereka real
    Kereeeenn thor😉

    Balas
  5. Aku jadi ikutan nangis,waktu Yoona ngebayangin masa masa lalunya. Kirain sad ending. Aku juga sebenernya kasihan sama Sooyoung Eonni. Tapi gak apa apa,demi kebersamaan YoonWon.
    Kekekeke

    Balas
  6. Mieyoon

     /  Maret 8, 2015

    PaLing suka sma cerita ini.. Aku baca smpe berkali2.. Skaaa sekali

    Balas
  7. mywon_407

     /  Maret 18, 2015

    Happy ending ternyata…
    Awal2 ceritanya bkin mewek pas yoona tau siwon selingkuh…
    Jadi ngerasain sakit hatinya yoona…
    Tpi untunglah mereka balikan lgi…
    Ffnya keren…
    Author Semangat trus nulis ffnya…
    Fighting…

    Balas
  8. bagus..
    akhirnya happy ending….

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: