[2S] Endless Love (Chapter 1)

Author : Dhiah264_ ( meyliana.dhiah@gmail.com ) || Starring by : Choi Siwon, Im Yoon Ah, Tiffany Hwang, etc || Genre : Romance, Sad, Marriage Life || Rating : PG-17 || Type : Twoshoot || Length : 7000+ words || Blog : http://paradiseofmind.wordpress.com || Disclaimer : Cerita ini murni hasil pemikiran dari author, baik itu kata, ide dan keseluruhan. Jika terdapat kesamaan kejadian maka itu hanyalah sebuah kebetulan semata. Don’t be PLAGIARISM, SILENT READER, and sorry if you find typo(s) ||

————————————————————————

Dengan perlahan Siwon naik menuju ranjang, ia melingkarkan tangannya pada pinggang kecil istrinya dan mulai nakal pada wanitanya itu. “Sayang,” Siwon mengecup tengkuk wanita itu, membuat wanitanya terjaga dari tidur lelapnya. Pasangan yang baru menikah 2 hari yang lalu itu tengah menikmati bulan madu mereka di Jepang.

“Aku membangunkanmu,ya?” Siwon melayangkan pertanyaan bodoh pada Yoona. Ia mengelus pipi Yoona dan mengecup bibir wanita itu singkat. “Kau masih lelah?” kali ini pertanyaan Siwon berhasil membuat pipi wanita itu merona merah. Ia memukul bahu sang suami dan bersembunyi dibalik dada bidangnya. “Sudahlah oppa,” gumamnya.
Siwon melirik Yoona yang memejamkan matanya di pelukannya, wanita itu sepertinya sangat nyaman ada di pelukan hangat Siwon. “Bisakah aku tidur lagi oppa?” Siwon mengangguk, ia mengecup kening Yoona dan ikut memejamkan matanya bersama wanita itu.

Siwon tersenyum manis menatap Yoona, gadis itu baru terbangun setelah tadi mereka memutuskan untuk kembali tidur. Siwon menghampiri Yoona dan mencium bibir gadis itu lembut, “kau manis sayang” wajah Yoona kembali bersemu. Ia segera duduk di meja makan untuk menghindari tatapan Siwon. Yoona menatap makanan yang ada di hadapannya dengan sumringah.

“Oppa membuatkan semua ini untukku?” Siwon mengangguk, ia melingkarkan tangannya di leher Yoona dan mencium bibir tipisnya. “Tidak ada hal lain yang aku persiapkan jika bukan untukmu sayang” ucap Siwon sembari mengedipkan sebelah matanya pada Yoona.

Siwon tersenyum senang melihat wajah Yoona yang selalu bersemu, maka dari itu dia selalu senang jika menggoda Yoona. Siwon duduk bersebrangan dengan Yoona dan menopangkan dagunya pada tangan kanannya. Ia memperhatikan Yoona, mata pria itu tak pernah menatap selain wanita itu, membuat Yoona terus merasa salah tingkah karena ulahnya.

“Dear, apakah semalam itu sakit?” Siwon kembali menggoda Yoona saat istrinya itu sudah menyelesaikan makannya. Yoona menatap Siwon tak percaya, suaminya ini benar-benar sangat berniat untuk menggodanya. “Tidak tahu” jawab Yoona asal, Siwon mendengus tak puas dengan jawab yang terlontar dari mulut Yoona. “Kita bisa mencobanya lagi kan nanti malam? Kau begitu terlihat bersemangat semalam, bahkan jika aku boleh jujur aku begitu terkejut saat kau memuatku kewalahan,” goda Siwon. Yoona tidak bergeming dan hanya menatap Siwon dengan polos, membuat pria itu gemas dan ingin melumat habis bibir istrinya itu.

“Hentikan menatapku seperti itu sayang,” Siwon berdiri dan menghampiri Yoona.

Yoona terkesiap saat Siwon mendaratkan ciumannya, ia memejamkan matanya menikmati sentuhan dari pria yang dicintainya itu. Yoona merespon ciuman Siwon dengan ikut melumat bibir pria itu. Tangan halusnya itu kini mengalung indah di leher Siwon, “apa yang akan kita lakukan setelah ini sayang?” mata Yoona berbinar mendengar pertanyaan dari Siwon.
“Bagaimana jika kita berenang bersama di kolam air panas? Aku akan menyuruh karyawan hotel untuk mengganti air kolam renang kita dengan air hangat sayang. Tapi sebelum itu kita bisa pergi untuk berjalan-jalan dulu” tawar Siwon. Yoona menegerucutkan bibirnya gemas, ia kesal pada pria itu. Untuk apa Siwon bertanya pada dirinya jika akhirnya Siwon-lah yang akhirnya selalu mengusulkan ide.

Yoona berikir sebentar, “kau tidak berniat untuk melirik wanita lain saat berjalan-jalan kan,oppa?” Siwon tertawa, ia mencubit pipi sang istri dan kembali mencium bibirnya. “Kau menggemaskan yeobo”.

Siwon terus saja menggandeng tangan Yoona, menunjukan jika wanita yang bersama dengannya itu adalah miliknya dan tidak ada oranglain selain dirinya yang bisa menyentuh wanita itu. Yoona tersenyum dan sesekali menyenderkan bahunya pada lengan kekar Siwon, Yoona dan Siwon berniat akan menngunjungi banyak tempat di Jepang. Menghabiskan masa bulan madu mereka sebelum akhirnya mereka harus kembali menjalankan rutinitas mereka seperti biasanya.

Hari ini mereka berencana untuk pergi ke Ueno Park, tempat itu adalah salah satu wisata popular yang ada di Jepang di mana para pengunjung bisa melakukan hanami yaitu piknik sambil melihat bunga sakura yang bergururan.

Biasanya tempat ini ramai saat bulan Maret hingga Mei. Yoona memang sengaja mendesak Siwon untuk bulan madu di Jepang, wanita itu begitu menyukai bunga sakura. “Aku juga mencintaimu oppa” ucap Yoona. Ia menyenderkan kepalanya pada bahu kekar Siwon sedangkan tangan pria itu merangkul erat pinggangnya. Yoona tersenyum sembari memandangi bunga Sakura yang berguguran di sekelilingnya. Yoona merasa semakin berbunga-bunga saat Siwon mengeratkan pelukannya.

Yoona melepaskan pelukan mereka sebentar karena merasa beberapa pengunjung tengah menatap ke arah mereka. Yoona menautkan kedua alisnya saat melihat Siwon tersenyum. “Mereka orang Perancis sayang” Yoona hanya mengangguk mengerti. Wanita itu menyipitkan matanya saat pengunjung itu berbicara pada Siwon, ia tidak mengerti bahasa Perancis, “apa yang mereka bicarakan tentang kita oppa?” Tanya Yoona halus. Siwon mengecup bibir Yoona sekali lagi, tak peduli di mana mereka berada saat ini.

“Mereka mengatakan jika kita begitu romantis sayang,” Siwon kembali mencium Yoona dan mendekap dengan erat wanita yang selalu dianggapnya gadis kecil itu. Ia ingin melindungi gadis kecil miliknya, mendekapnya dengan erat di manapun, kapanpun dan saat dalam situasi apapun. Itu janjinya, janji yang akan selalu ia coba untuk ingat dan ia tepati. Siwon melumat bibir Yoona, mulai mengajak Yoona untuk ‘bermain’, Siwon benar-benar ingin menunjukan sikap romantis mereka kepada semua orang yang ada di dunia ini.

Siwon kembali mengajak Yoona menuju penginapan saat karyawan hotel sudah memberitahukan bahwa mereka telah selesai mengganti air di kolam renang kamar penginapan mereka. Yoona menatapnya tak percaya, Siwon benar-benar serius dengan ini? “Kenapa? Aku ingin melakukannya bersamamu sayang” Yoona menelan salivanya susah payah melihat Siwon menatapnya aneh. Ia begitu lelah saat ini, tapi Siwon. Ah! Pria itu selalu berbuat seenaknya,
Yoona menerima uluran tangan Siwon dan masuk ke dalam kolam renang itu bersama. Ia memeluk Siwon dengan terpaksa. Terpaksa, karena dirinya sama sekali tidak bisa berenang. Yoona selalu membenci olahraga yang satu ini, dia selalu payah dalam bidang ini.

Oh Tuhan… kenapa dia harus menyutujui usulan dari Siwon? Dia selalu tidak bisa menolak pria yang satu ini.

Siwon menahan tawa, senyumnya begitu menyiratkan penuh kemenangan. Ia perlahan melepaskan tangan Yoona yang menggenggamnya begitu erat dan hal itu sontak saja membuat Yoona memekik. “Oppa!” Yoona menarik kembali tangan Siwon dan beralih memeluk pria itu. Siwon menyembunyikan senyum sumringahnya dari Yoona,

“hey dear, kita hanya akan berendam disini. Kau tidak perlu takut seperti itu” goda Siwon. Jika saja mereka tidak ada dalam kolam renang Yoona tak akan memeluk Siwon seerat ini. Belum lagi penerangan di kola ini begitu minim sehingga tampak tidak jelas, “awas kau Choi Siwon” desisnya yang masih dapat didengar oleh Siwon. Pria itu tersenyum nakal dan mencium bibir Yoona namun ditepis oleh gadis itu. Siwon tidak ingin menyerah begitu saja, pelukan erat Yoona membuat dirinya akhirnya menang dan dapat mencium istrinya itu dengan sesuka hatinya. “Kita akan melakukannya sayang” ucap Siwon dengan memberi kode pada Yoona jika pria itu sudah siap untuk membenamkan ‘taringnya’ pada wanita itu.

Tangan kekar itu mengelus pipi halus Yoona dengan lembut, tangannya menelusuri lekukan wajah Yoona dengan teliti. Sempurna. Siwon mulai mencium kening Yoona, mata, hidung hingga beralih pada bibir tipis gadis kecil miliknya itu. Ia menggigit pelan bibir wanita itu, Siwon tersenyum saat Yoona membuka bibirnya perlahan. Ia tahu Yoona sudah terbangun sekarang, tapi wanita itu begitu enggan untuk membuka kedua matanya. “Bangunlah sayang, kita akan berangkat menuju Hokkaido satu jam lagi” ucap Siwon lembut. Kedua bola mata Yoona perlahan terbuka, ia tersenyum karena saat dia membuka kedua matanya ada pemandangan indah yang selalu ia lihat—Siwon. Dia selalu berharap Tuhan akan melindungi rumah tangga mereka, dan membiarkan momen seperti ini terjadi setiap saat.

Yoona memeluk Siwon dengan manja dan menjatuhkan kepalanya di dada polos Siwon, belum mau beranjak dari tempat tidur mereka. “Sebentar lagi oppa, sebentar saja” Siwon mengangguk, ia tidak dapat menolak permintaan dari wanita itu. Ia mencium pucuk kepala Yoona dan mengelus bahu polos Yoona yang tak tertutup kain. “Aku mencintaimu Yoona. Sangat mencintaimu,” Yoona menganggkat kepalanya sebentar dari beralih menatap Siwon. Ia mencium bibir pria itu dalam.
“Aku lebih mencintaimu, Choi Siwon”.

Yoona menatap pria yang tengah menggendongnya itu dengan tatapan yang begitu terpesona akan ketempanan sang suami. Yoona tidak ingin momen-momen seperti ini akan berlalu begitu saja, dia selalu ingin diperlakukan dengan manja oleh Siwon. Dia ingin bibir tipisnya itu dikecup oleh sang suami setiap saat, ia ingin Siwon mendekapnya setiap waktu dan selalu melindunginya serta menenangkannya dengan tatapan teduh darinya. Siwon menurunkan Yoona dan mencium bibir gadis itu—kilat. Ia beranjak menuju halaman belakang tempat mereka menginap dan diikuti oleh Yoona.

Ini seperti mimpi bagi mereka, berada di tempat dengan hamparan tanaman penuh warna-warni seperti ini.

“Aku tak percaya tempat ini bisa lebih bagus dari Jeonju,oppa” ucap Yoona. Siwon menyetujui ucapan dari sang istri. “Kau benar sayang, ini seperti hanya ada di dunia khayalan padahal ini benar-benar begitu nyata. Kau benar-benar tidak salah memilih tempat” puji Siwon, ia merangkul Yoona, mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan mengambil foto mereka dengan latar halaman yang penuh dengan bunga yang berwarna-warni. Saat ini Siwon dan Yoona tengah berada di Biei-Hokkaido, Jepang. Ini adalah kunjungan kedua mereka sekaligus tempat terakhir yang mereka kunjungi dalam rangka bulan madu mereka.

“Kita sudah begitu banyak mengambil gambar oppa,” keluh Yoona. Siwon mencium bibir wanitanya itu, “tidak masalah selama itu bersamamu sayang, ini akan menjadi kenangan terindah dalam hidup kita dan aku akan terus melakukan yang terbaik untukmu. Aku janji,” Yoona tersenyum tulus dan memeluk Siwon dengan erat. Cinta mereka berdua, begitu besar satu sama lain. Mereka dapat merasakan itu dari dalam diri mereka masing-masing.
Siwon menutup pintu halaman belakang dan beranjak menuju kamar mereka, menggedong Yoona ala bridal style dan membawa gadis itu dalam dekapan hangatnya. Menciptakan momen-momen romantis bersama wanita itu, ia ingin membuat setiap waktu bersama wanita itu terasa begitu sempurna sehingga ia benar-benar tak bisa bernafas lagi.

Yoona membantingkan tubuhnya sendiri pada sofa milik mereka, ia lega karena dirinya dan Siwon sudah sampai di Seoul dengan selamat. Ada perasaan sedih juga dalam dirinya, karena itu artinya dia akan sering ditinggal Siwon bekerja daripada menghabiskan waktu dengannya. Siwon ikut mendudukkan dirinya di sofa dan menarik pinggang wanita itu. Ia mengedipkan sebelah matanya pada Yoona dan dengan gerakan cepat mencium bibir gadis itu.
“Berhentilah bersedih, meskipun aku akan banyak menghabiskan waktu dikantor tapi aku akan berusaha membuat momen kita selalu indah Yoona. Aku akan terus membuatmu tersenyum saat bersamaku, aku berjanji akan selalu bisa kau gunakan untuk bersandar. Arraseo?” Yoona tersipu malu, Siwon seperti dapat membaca pikirannya saja. Ia menganggukkan kepalanya dan memeluk Siwon dengan begitu erat seakan-akan dia benar-benar tak ingin jauh dari Siwon satu senti pun.

Yoona dengan telaten memasangkan dasi untuk Siwon, membuat pria itu tersenyum menatap sang istri dengan penuh kebanggaan karena bisa memiliki Yoona. Ia tidak akan menyia-nyiakan gadis itu, tidak akan pernah. Siwon mengikuti Yoona dari belakang, ia segera bergegas menuju meja makan dan menatap dengan ‘wah’ hidangan yang ada di hadapannya itu, karena sang istri yang memasakan semua makanan kesukaan dirinya, “ini pasti enak sekali sayang. Aku akan mencobanya, aku sudah tidak sabar” Yoona merasa senang melihat antusias Siwon, wanita itu duduk di sebelahnya dan menunggu respon dari Siwon yang mencicipi masakan buatannya.

“Sayang, ini sungguh enak. Aku tidak membohongimu” Yoona tersenyum, ia percaya pada pria itu karena ia bisa membuktikannya dari tatapan Siwon.

“Aku senang jika oppa menyukainya,” Yoona mengambil piring dan nasi untuk Siwon. Pria itu mengambil lauknya sendiri, ia tersenyum manis mendapat perhatian dari sang istri. “Terimakasih sayang”.

Yoona menautkan kedua alisnya saat Siwon tidak jadi memasukan makanan itu ke dalam mulutnya, “ada apa oppa?” tanyanya bingung. Siwon tersenyum misterius lalu menggelengkan kepalanya, membuat wanita itu benar-benar curiga pada Siwon. Ia begitu yakin jika pria itu menyembunyikan sesuatu tapi sudahlah, Yoona tak mau ambil pusing dengan itu. Siwon mengulum senyum diam-diam sembari menatap wanita yang sedang asyik menyantap makanannya itu.

Siwon memegang pergelangan tangan Yoona, menahan gadis itu untuk tetap di dekatnya sekarang. Siwon memegang Yoona dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk memegang segelas susu milik Yoona. Ia mengisyaratkan Yoona untuk meminum susu itu, membuat wanita itu bingung dengan tingkah laku Siwon. Yoona akhirnya meminum susu yang ada digenggaman Siwon itu, Siwon tersenyum puas. Ia mencium bibir gadis itu dan membersihkan bercak susu di bibir Yoona. Membuat pipi gadis itu memanas, Yoona akhirnya memejamkan matanya menerima ciuman manis dari Siwon. “Kau semakin terasa manis dengan tambahan susu itu,sayang” pria itu kembali menggodanya, membuat dirinya tersipu malu. Siwon membawa Yoona ke dalam dekapannya, membiarkan gadis itu mendengar detak jantungnya.
Siwon mengecup kening lalu bibir tipis istrinya itu,

“aku berangkat ke kantor sayang. Jika kau bosan dan ingin menemui aku datang saja ke kantor, tapi sebelum itu kau harus memastikan aku ada di kantor sebelum kau datang. Aku tidak ingin membuatmu menungguku, arraseo?” Yoona menurut dan mengangguk mengerti, Siwon mengecup bibir Yoona sekali lagi lalu masuk ke dalam mobil. Ia membuka kaca mobilnya dan tersenyum pada Yoona, menyuruh Yoona untuk masuk ke dalam rumah hingga akhirnya wanita itu sudah tidak tampak barulah ia menjalankan mobilnya.

^^OoOoOo^^

Gadis itu mengaduh saat bahunya disenggol oleh seseorang dan mengakibatkan buku yang ia bawa itu terjantuh, Anna berdecak kesal lalu mengambil bukunya itu. Anna menatap jengkel Minwoo saat pria itu memegang bukunya, “kau sengaja membuat bukuku jatuh lalu untuk apa kau membantuku untuk mengambilnya?” Anna menatap galak pada pria itu namun diacuhkan oleh Minwoo, ia mengambil tangan kanan Anna dan menyerahkan buku gadis itu.

Minwoo mengulum senyum pada gadis itu, “bukankah kau yang sengaja menjatuhkan buku itu agar bisa melihatku lebih lama?” mata Anna melotot mendengar Minwoo mengatakan hal itu, ia semakin kesal manatap pria itu karena melihat begitu percaya dirinya pria dihadapannya itu, “Kau benar-benar berniat mencari gara-gara denganku, No Minwoo!” Anna memukulkan buku yang ada ditangannya itu ke kepala Minwoo, membuat pria itu memegangi kepala meskipun tidak terlalu sakit. “Yah! Lihatlah gadis ini, dia benar-benar mencari kesempatan untuk menyentuhku” keluh Minwoo—pura-pura. Sekali lagi Anna memukul kepala Minwoo lebih keras dan pergi meninggalkan tempat itu. Tempat yang selalu ada Minwoo dan teman-temannya, itu adalah zona terlarang bagi Anna, meskipun begitu jalan itu adalah jalan satu-satunya menuju kelasnya. Membuatnya mau tak mau harus melewati zona terlarang dan bertemu dengan pria itu setiap harinya.

Sung Jong menepuk bahu Minwoo, “kau terlalu membuatnya membencimu. Kau aka semakin sulit mendapatkannya jika seperti itu” Minwoo mengangguk mengerti. Meskipun begitu pria itu sangat senang membuat Anna kesal padanya, tujuannya adalah agar Anna selalu mengingatnya meskipun ia harus terpaksa melakukannya dengan cara seperti ini sampai dirinya berani untuk mengungkapkan perasaannya pada gadis itu. Minwoo sudah lama menyimpan rasa pada Anna, dia mencintai gadis itu sejak mereka pertama kali bertemu. Minwoo awalnya mendekati Anna dengan cara baik-baik namun gadis itu selalu mengacuhkannya dan tak pernah mengucapkan sepatah katapun pada dirinya, membuatnya memutar otak dan mulai bertindak aneh pada gadis itu agar ia selalu bisa berkomunikasi dengan Anna.

Anna menghentikan langkah kakinya dan memilih masuk kembali ke dalam kampus saat melihat Minwoo ada di luar pagar bersandar pada mobilnya, melihat hal itu Minwoo mengejar Anna dan menarik pergelangan tangan gadis itu. Anna menatap tangan Minwoo yang tengah mencengramnya, “bisakah kau melepaskannya?” Minwoo menggelgn, membuat Anna diam dan hanya menarik napasnya panjang lalu menghembuskannya dengan kasar.

“Aku akan melepaskannya jika kau sudah mendengarkan aku” Anna menatap pria itutak percaya. “Berhentilah menggodaku No Minwoo,” pinta Anna. Minwoo menggeleng, ia tidak sedang ingin menggoda Anna. Dia sedang berusaha serius terhadap gadis itu.

Minwoo menarik napas, “Anna, sebenarnya aku menyimpan rasa kepadamu. Aku sudah lama menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu, aku bingung bagaimana aku harus memulai untuk berkomunikasi denganmu, aku putus asa saat berkali-kali kau selalu mengacuhkanku. Maka dari itu aku memutuskan untuk menggodamu agar aku bisa berbicara denganmu” Sung Jong dan Taemin menghampiri Minwoo dan berdiri di samping gadis itu. Mereka menunggu respon dari gadis itu, Anna terdiam sebentar. Ia menatap Minwoo dengan serius.

Tiba-tiba Minwoo tertawa, membuat Anna dan juga teman-temannya menatapnya aneh. “Kau kenapa?” Tanya Anna halus, Minwoo semakin tertawa.

“Lihatlah, sudah dengan ungkapan seperti itu saja gadis ini bisa terdiam dan berubah menjadi ‘jinak’.” Minwoo tertawa, membuat Anna melayangkan tangannya pada pipi mulus pria itu. Minwoo memegangi pipinya yang terasa perih, “jika kau memang berniat mempermainkanku bukan seperti ini caranya No Minwoo!!” teriaknya. Ia segera pergi meninggalkan pria itu dengan kekesalan hingga membuat dirinya ingin menangis.

Sung Jong dan Taemin tak mengerti dengan sahabatnya itu, “apa yang kau lakukan Minwoo? Kau membuat gadis itu malah semakin marah padamu” Minwoo memegangi pipinya yang masih terasa perih. “Aku hanya takut jika dia akan menolakku, hyung. Aku akan malu dan harga diriku akan jatuh karena itu” Taemin mendesah kecewa pada sahabatnya itu.

“Tapi kau akan semakin jauh dengannya jika seperti ini. Kali ini kurasa kau sudah kelewatan Minwoo, singkirkanlah harga dirimu itu sesekali saat bersama Anna. Ah! Sudahlah lebih baik kita pulang”. Taemin mendahului Minwoo dan diikuti oleh Sung Jong.

^^oOoOoO^^

Siwon mengendap-endap masuk ke dalam rumah, ia melepas sepatunya itu dan menggantinya dengan sandal rumah, ia mengintip ke arah dapur dan tersenyum saat mendapati Yoona ada di sana. Ia meletakkan tasnya pada sofa ruang tamu dan berjalan mendekati wanita itu, Siwon dapat merasakan ekspresi terkejut Yoona saat dirinya memeluk sang istri. Yoona memukul tangan Siwon karena membuatnya terkejut, hampir saja dia akan berteriak jika saja ia tidak mengenali aroma parfum Siwon.

“Makanan special apa yang kau buat hari ini, sayang?” Tanya Siwon yang masih betah memeluk Yoona dan menyenderkan kepalanya pada pundak sang istri.

Yoona membalikan tubuhnya, membuat wajahnya begitu dekat dengan wajah Siwon. “Aku membuat Lebanese Cuisine oppa, aku mencoba membuatnya setelah menonton acara televisi tadi.” Siwon mengerutkan keningnya karena merasa asing mendengar nama masakan yang dibuat oleh Yoona, seakan mengerti Yoona akhirnya menjelaskan pada Siwon. “Ini makanan khas dari Lebanon,oppa. Makanan ini merupakan campuran dari dip, acar dan salad. Aku juga menaruh potongan roti dan memberi banyak buah-buahan kesukaan oppa. Selain itu aku juga menambahkan seafood,” Yoona menarik Siwon untuk melihat hasil masakannya.

Yoona diam sebentar melihat ekspressi yang ditimbulkan oleh Siwon, “tapi jika oppa tidak mau aku juga membuatkan masakan lain untuk kita. Oppa tenang saja,” ucap Yoona. Siwon menggeleng, ia mencium bibir Yoona sekilas dan menyuruh gadis itu untuk duduk setelah itu barulah ia yang duduk bersebrangan dengan wanita itu. “Aku akan mencobanya, masakan istriku pasti sangat enak” Siwonn mulai mengambil menu yang bernama Lebanese Cuisine itu dan menaruhnya di piring miliknya. Ia tersenyum pada Yoona sebelum memasukan makanan itu,

“Kau memang begitu pintar dalam hal memasak sayang. Kau berhasil dengan baik memasak menu ini” Siwon menyuapkan sesendok untuk Yoona dan ikut tersenyum. Siwon mengambilkan makanan untuk Yoona, setelah itu ia kembali menyuapkan sendok demi sendok ke dalam mulutnya sendiri.

Siwon meneguk air putihnya dan beranjak untuk membantu Yoona mencuci piring bekas makan malam mereka. “Biar aku saja oppa, aku sudah wajib melakukan ini”.

“Aku juga wajib untuk membantumu, jangan menolakku” Yoona hanya mengangguk dan akhirnua membiarkan Siwon membantu dirinya.

Siwon bersender di depan kulkas, menghalangi Yoona yang akan membuka kulkas untuk memasukan air yang tadi ia ambil, “kenapa?” tanyanya tak mengerti. Siwon mengambil alih botol di genggaman Yoona dan meletakannya dengan cepat ke dalam kulkas. Ia berbalik dan mencengkram pundak Yoona namun secara halus,ia tidak ingin wanita itu tersakiti karena ulahnya.

Ia membalikkan posisi Yoona hingga punggung wanita itulah yang bersender pada pintu kulkas, Yoona dapat dengan jelas merasakan hembusan napas Siwon yang menerpa permukaan wajahnya. Yoona mulai gugup saat pria itu mulai mendekatkan wajahnya, “jangan bergerak Yoona” gumam Siwon halus. Yoona menganguk dan mulai memejamkan matanya saat sesuatu yang lembut menyentuh permukaan bibirnya. Ia mengalungkan kedua tangannya pada leher Siwon dan mulai menikmati ciuman dari pria itu. Mereka saling melumat satu sama lain dengan lidah mereka yang saling bertautan. Siwon menarik Yoona dan menggendong wanitanya itu ke atas menaiki tangga memasuki kamar.

Siwon menelusuri keberadaan Yoona dengan jemarinya namun tak dapat ditemukan, pria itu akhirnya membuka mata dan mendapati jika sang wanita memang sudah tidak ada di ranjang. Siwon tersenyum mengingat kejadian semalam, ia lantas menjatuhkan kepalanya pada bantal dan memejamkan kembali matanya.
“Kau belum bangun, oppa?” samar-samar Siwon mendengar suara Yoona namun dirinya itu enggan membuka mata. Siwon dapat merasakan jemari halus Yoona yang memegang kedua pipinya, “oppa?” panggilnya lagi. Siwon menggenggam tangan wanita itu dan mencium bibirnya cepat.

Yoona tersenyum dan segera menyuruh Siwon untuk bergegas mandi, namun pria itu masih betah diam dan malah menarik Yoona agar naik ke atas kasur. Siwon menidurkan kepalanya pada paha Yoona, membuat wanita itu mengulum senyum karena kelakukan manja Siwon. “Kau masih seperti anak kecil saja, oppa” Yoona terkekeh dan menundukkan kepalanya, mencium bibir Siwon singkat. “Ayo bangunlah, kau harus ke kantor hari ini. Ini belum akhir pekan oppa” ucap Yoona dengan halus. Siwon akhirnya menyerah dan lantas segera bangkit menuju kamar mandi.

Seperti biasa Yoona selalu membuatkan Siwon menu sarapan pagi kesukaannya—waffle dam espresso, namun bukan Yoona namanya jika ia membuat espresso untuk Siwon. Dirinya hanya membuatkan waffle dan mengganti espresso dengan susu vanilla. Awalanya Siwon memang sungguh tidak terbiasa, namun sekarang dia jadi menikmatinya. Meskipun Siwon nampak begitu serius menikmati menu paginya namun sesekali pria itu memggoda Yoona dan membuat senyum wanitanya itu merekah. Bagi Siwon senyum Yoona adalah pelengkap sarapan pagi bagi dirinya, jika dia tidak melihat senyum Yoona di meja makan ia belum sama sekali merasa kenyang. Siwon terkadang berpikir bahwa ia sudah gila karena Yoona, semua yang ada dalam diri Yoona adalah candu baginya.

Siwon mencium kening dan bibir Yoona seperti biasanya sebelum akhirnya ia berangkat ke kantor, “hari ini mungkin aku akan lembur sayang, jadi kau tidak usah memasak makanan untukku. Paham?” Yoona mengangguk, dia selalu ingin menjadi istri yang baik untuk pria itu. Menurut padanya, dan tidak ingin membuat Siwon kecewa.
“Baiklah, jangan lupa jaga pola makan oppa” Yoona merapikan dasi Siwon dan segera menyuruh pria itu untuk berangkat ke kantor.

“Ya! Dasar namja gila!” Yoona kembali keluar rumah saat mendengar teriakan seseorang, ia mendapati seorang gadis yang tak lain adalah tetangganya itu memukuli seorang pria muda dnegan buku-buku tebalnya. “Beraninya sekali kau selalu menggangguku No Minwoo.” Yoona memutuskan untuk segera bergegas menghampiri mereka sebelum gadis itu benar-benar menyakitinya. “Hei, ada apa ini?”

Anna menyingkirkan tangannya yang akan memukul Minwoo kembali, ia menatap Yoona dengan tatapan penuh tanya pasalnya ia belum melihat Yoona sebelum ini, “nuguseyo?”

“aku Im Yoon Ah, aku tetangga barumu yang tinggal di rumah itu” Yoona menunjuk rumah mewah yang dihuninya bersama Siwon. Anna mengangguk mengerti, “baiklah Yoona eonni, aku Anna Kim. Maaf eonni, aku harus menyelesaikan urusanku terlebih dahulu” ucap Anna yang tentunya membuat Yoona tidak mengerti. Anna kembali memukul Minwoo dengan buku tebalnya, “hentikan Anna, hentikan! Aku hanya bercanda” Anna tidak mau mengambil pusing mendengar kalimat pembelaan atau apalah yang keluar dari mulut pria itu. Ini bukan pertama kalinya Miinwoo membuat dirinya jengkel dan naik pitam.

Yoona memegangi tangan Anna, berusaha menghentikan tindakan anarkis yang dilakukan oleh gadis itu. “Kau bisa membuatnya terluka jika seperti itu, sudahlah lebih baik kau hentikan saja.” Anna menatap Yoona tak percaya, “hentikan eonni bilang? Pria ini sudah membuatku terkejut dengan tiba-tiba berdiri di depan pintu rumahku saat aku membuka pintu. Dia membuatku terkejut eonni, bagaimana jika nanti aku terkena serangan jantung dan meninggal di tempat dengan seketika?” Minwoo diam tidak berniat untuk membela dirinya, kali ini ia memang benar-benar sudah keterlaluan.
“Kau melakukannya seakan kau tidak melakukan apa-apa padaku kemarin. Dasar tidak punya perasaan!” Yoona menghela napasnya panjang, ia menatap Minwoo yang hanya diam sambil memegangi kepalanya. “Kau tidak apa-apa,kan?” Minwoo mengangguk.

“Apa kalian tahu jika aku pernah mengalami hal semacam ini sewaktu aku masih SMA? Aku bertindak seperti ini dengan pria yang saat ini menjadi suamiku. Kami bertengkar setiap hari setelah aku tidak sengaja melempar kaleng minuman padanya, awalnya aku sudah menganggap semua masalah kami beres saat aku sudah bersedi mengganti rugi tapi ternyata pria itu terus menghantuiku dengan tingkah konyolnya yang membuatku marah setiap hari” ucap Yoona. Gadis itu mengingat kembali bagaimana dulu ia dan Siwon yang sudah seperti tikus dan kucing.

“Aku tahu sebenarnya kalian tidak ingin seperti ini, jauhkan rasa egois kalian masing-masing. Tidak ada gunanya terus membanggakan diri jika pada akhirnya hidupmu tidak bahagia. Kalian harus bisa saling memaafkan satu sama lain, tidak perduli siapa yang lebih dulu mencari masalah kalian harus tetap menjadi orang yang bisa meminta maaf dan memaafkan. Hidup ini bukan hanya kita sendiri di dunia ini, kalian mengerti?” Anna mengangguk paham, Yoona tersenyum dan akhirnya meninggalkan mereka berdua sendiri. Yoona memiliki firasat jika pria itu mencintai gadis bernama Anna itu.
Anna dan Minwoo sama-sama menatap kepergian Yoona, tatapan mereka bertemu namun keduanya justru kembali mengalihkan tatapannya masing-masing. Yoona mengintip dari jauh, ia menggelengkan kepalanya saat Minwoo pergi meninggalkan Anna tanpa mengucapkan kata-kata apapun. “Pria yang terlalu gengsian,” gumamnya.

Gadis cantik itu meneguk air putih yang ada di hadapannya setelah dirinya menghabiskan menu makan siang, ia menatap sekeliling café, ia terdiam sesaat. Merasa seperti menemukan sebuah objek yang begitu berharga di sana, tatapannya berubah dan terfokus pada sesosok pria yang duduk di ruangan sudut café bersama seorang wanita. Tiffany—gadis itu mengulum senyum dan berjalan mendekat, ia duduk di meja sebelah tempat duduk pria yang di lihatnya tadi. Ia memasang pendengarannya dengan jelas, bermaksud untuk menguping percakapan mereka. “Aku sudah mengubungi pihak pengelola sajangnim, mereka mengatakan jika pimpinan mereka akan datang sore ini dan baru besok pagi bisa melakukan rapat. Apa kita membatalkannya saja?” Tiffany melihat pria itu menggeleng,

“kalau memang dia bisa melakukan rapat besok hari maka kita akan melakukannya besok hari, aku tidak mau membatalkan kontrak dengan mereka karena mereka cukup berperan besar bagi perkembangan perusahaan kita. Kau cek saja kegiatan yang bisa aku lakukan hari ini, aku sudah bilang pada Yoona jika aku lembur hari ini” wanita yang duduk di sebelahnya itu mengangguk. Tiffany tersenyum saat hubungan keduanya itu hanya sebatas bos dan sekretaris saja. Tapi tunggu, siapa Yoona? Tiffany memukul kepalanya sendiri, “aku tidak mau mengambil pusing soal itu” gumamnya.

Tiffany terus memperhatikan Siwon, ia terpesona dengan pria itu. Wajahnya yang tampan, senyum yang menawan, postur tubuh yang tegap dengan rahang yang keras. Pria itu benar-benar sempurna, “Presdir Choi, ku rasa kita harus segera ke kantor. Rapat akan di mulai sebentar lagi,” Tiffany mendesah kecewa saat Siwon beserta Min Jung pergi meninggalkan café, namun gadis itu juga tersenyum karena setidaknya dia tahu jika marga pria itu adalah Choi dan ia yakin jika perusahaannya pasti tidak jauh dari café tersebut.

Tiffany melangkahkan kakinya dengan hati berbunga-bunga saat memasuki rumah, gadis itu bahkan mengacuhkan sang ibu yang sedang duduk membaca majalah di sofa. “Kau tidak melihat eomma?” Tiffany menghentikan langkahnya, ia tersadar dan segera berhembur ke pelukan Nyonya Hwang. “Eomma aku sungguh senang hari ini” wanita paruh baya itu sepertinya sudah tahu penyebab apa yang membuat putrinya itu terlalu senang hingga mengacuhkan keberadaannya melihat dari gelagat Tiffany.

“Kau sedang jatuh cinta?”

That’s true !!

Tiffany mengangguk dengan begitu semangat dan kembali memeluk sang ibu, “dia begitu tampan eomma. Sangat tampan sekali, aku belum bertemu dengan pria yang bisa membuatku bahagia seperti sekarang ini.” Nyonya Hwang ikut tersenyum mendengar pernyataan dari gadis itu, ia membelai rambut Tiffany dengan penuh kasih sayang. “Siapa namanya?” wajah Tiffany berubah menjadi muram. Ia menggelengkan kepalanya, “aku hanya tahu jika ia bermarga Choi eomma. Aku belum tahu nama lengkapnya” Nyonya Hwang terdiam sebentar, memikirkan sesuatu.

“Bermarga Choi?” ucap wanita tua itu datar. Tiffany lagi-lagi mengangguk, “aku akan berusaha mencari tahu namanya, berkenalan dengannya, dan mengajaknya berkencan eomma” Tiffany mencium pipi sang Ibu dan pergi menaiki tangga menuju kamarnya sambil bersenandung kecil.
Nyonya Hwang masih diam di tempatnya, ia menatap Tiffany yang sudah dapat dijangkau oleh mata lagi. Ia memikirkan sesuatu, meskipun ia masih ragu dengan pikirannya itu.

Kegelapan sudah menyelimuti kota Seoul, lampu jalanan mulai hidup meskipun tidak mampu membuat kota itu secerah saat sang surya masih terbit. Siwon masih berkutat pada tumpukan berkas-berkas yang berantakan di meja kerjanya, sesekali ia menyesap kopi yang dibuatkan oleh Min Jung beberapa saat yang lalu. “Apa suamimu tidak keberatan jika aku meminjammu untuk lembur malam ini?” tanya Siwon dengan tatapan yang masih terfokus pada berkas-berkas itu. Min Jung tertawa sebentar, “aku sudah mengatakan pada suamiku soal ini sajangnim. Kebetulan ia juga sedang keluar kota dan lusa baru kembali, jadi tidak masalah” Siwon menganggukan kepalanya tanpa menatap wanita itu.

“Aku terkadang berpikir kenapa kau begitu betah bekerja bersama denganku meskipun suamimu itu memiliki perusahaan sendiri” ucap Siwon. Kali ini pria itu menghentikan aktifitasnya dan menunggu jawaban dari wanita yang sudah selama 4 tahun ini menjadi sekretarisnya. “Jika aku sekantor dengannya aku akan merasa bosan karena setiap hari harus bertemu dengannya sajangnim, di rumah, di kantor. Jika hal itu terjadi maka aku tidak yakin kami akan tetap romantis,” ucapnya menjelaskan. Siwon membenarkan perkataan wanita itu.

“Kau benar Min Jung, maka dari itu aku selalu merindukan Yoona”. Min Jung dan Siwon sama-sama menoleh ke arah pintu, di sana berdiri Yoona yang memakai dress selutut dan juga jaket yang menutupi tubuh bagian atasnya. “Yoona?” Yoona tersenyum dan melangkah maju. Ia mendudukkan dirinya pada sofa di ruangan Siwon.
Bukannya menjawab pertanyaan dari sang suami Yoona justru menyapa Min Jung, “eonni juga belum pulang?” Min Jung menggeleng. “Aku menemani sajangnim Yoona-ya” Yoona mengangguk dan menoleh pada Siwon yang tengah menatap dirinya. “Oppa tidak suka aku datang kemari?” Siwon menggelengkan kepalanya cepat,

“tentu saja aku suka hanya saja tidak baik kau ke mari. Aku takut kau akan sakit karena keluar larut malam. Tapi dengan siapa kau kemari? Kau tidak membawa mobil sendiri,kan?” Yoona menggeleng, ia menjelaskan pada Siwon jika ia tahu resiko jika ia membawa mobil sendiri, maka dari itu ia memutuskan untuk menyuruh supir pribadi ayahnya untuk mengantarnya ke kantor Siwon. Siwon tersenyum lega, ia menutup berkas yang tadi ia buka dan berjalan menghampiri wanitanya itu.

“Aku takut aku tidak bisa menyelesaikan berkas itu dengan baik karena keberadaanmu, kau benar-benar mengangguku Yoona. Aku merasa kau seperi penyihir cantik yang berhasil mengacaukan pikiranku seketika hanya dengan menatapmu satu detik.” Min Jung terkekeh mendengar ucapan sang atasan, ia memilih untuk menyelesaikan tugasnya daripada harus melihat bos dan istrinya itu bermesraan, ia takut menggangu keduanya.

Siwon melingkarkan tangannya pada pinggang mungil Yoona dan mencium bibir gadis itu singkat, “aku merindukanmu sayang. Aku benar-benar tidak bisa fokus karena terus memikirkan dirimu” Yoona tersipu malu mendengar ucapan gombal dari sang suami, meskipun begitu ia sangat menyukai hal itu. Siwon menidurkan kepalanya pada paha Yoona, menaruh tangan Yoona agar membelai lembut rambutnya. Yoona melakukannya, tangannya ia gerakan menelusupi setiap inci rambut Siwon sedangkan pria itu memejamkan matanya menghirup aroma wangi tubuh wanita itu. Min Jung melirik sekilas duo sejoli itu, ia iri melihat pemandangan di hadapannya ini. Min Jung menggigit ujung kukunya, “omona, aku ingin seperti itu” gumamnya. Yoona melirik Min Jung, membisikan sesuatu pada Siwon hingga pada akhirnya pria itu mendudukkan dirinya dengan baik. “Kau tunggu di sini sebentar sayang”.

Siwon bangkit dari duduknya dan kembali lagi berjalan ke arah meja kerjanya, dia membuka beberapa kertas, membacanya lalu menandatangani berkas itu. Siwon memisahkan berkas-berkas yang menurutnya harus direvisi ulang, Siwon melirik jam dinding yang ada di depannya. Sudah pukul 11.17 KST dan itu artinya sebentar lagi akan berganti hari. Siwon memandang Min Jung yang masih berkutat pada layar komputernya, “aku rasa hari ini sudah cukup kita bekerja. Sebaiknya kita lanjutkan saja besok, berkas yang akan kita gunakan sudah ku baca dan kutandatangini sedangkan sebagiannya lagi besok aku serahkan padamu. Kau bisa pulang sekarang Min Jung” Min Jung tersenyum dan berterimakasih kepada atasannya itu. Mereka keluar dari ruangan itu bersama,
“sebaiknya kau ikut bersama kami eonni, ku rasa rumah kita searah, kan?” Min Jung mengangguk tapi wanita itu membungkukkan badannya membuat Yoona tak mengerti. “Nde, tapi saya rasa tidak masalah jika pulang sendiri” Siwon menggeleng.

“Kau harus ikut bersama kami Min Jung, aku tidak ingin terjadi apa-apa pada dirimu. Bisa-bisa suamimu itu akan membunuhku,” Siwon terkekeh. “Aku akan mengantarmu pulang, lagipula jam segini akan sulit mencari kendaraan umum. Ini adalah perintah jadi kau harus melaksanakannya.” tambah Siwon. Yoona mengangguk, “baiklah jika seperti itu. Apa boleh buat?” Siwon dan Yoona saling menatap dan tersenyum bersamaan.

Siwon menoleh pada wanita yang tengah terlelap dalam dunianya saat ini, ia tersenyum menatap wajah damai Yoona yang sedang terlelap. Siwon keluar dari mobil dan membuka pintu Yoona, ia berniat menggendong wanita itu namun gerakan Siwon sepertinya telah menggangu tidurnya. Yoona menatap Siwon dengan mata yang masih setengah tertutp, “apa kita sudah sampai?” tanyanya lemah. Siwon mengangguk, ia menahan Yoona yang akan bangkit untuk keluar dari mobil.
Dengan gerakan cepat Siwon menggendong wanita itu, dia hanya menyuruh wanita itu untuk menutup pintu mobil dan memguncinya. Yoona mengalungkan tangannya pada leher Siwon sedangkan tatapannya itu terfokus pada wajah tampan pria itu, ia menenggelamkan kepalanya itu pada dada bidang Siwon dan bermaksud untuk melanjutkan tidurnya kembali.
Siwon membaringkan Yoona di ranjang dengan begitu hati-hati supaya wanita itu tidak terbangun lagi, ia melepas heels yang Yoona kenakan dan menyelimuti sang istri. Mengecup kening sang istri ia lantas bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Siwon terdiam sebentar, ia membuka korden jendela kamarnya dan melihat langit Seoul yang begitu gelap. Siwon menutup kordennya saat hujan telah jatuh ke bumi, ia bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Siwon benar-benar ekstra hati-hati agar tidak membuat Yoona terjaga, dengan perlahan ia menaiki kasur dan menarik selimut yang juga Yoona kenakan. Siwon menurunkan suhu kamar mereka dan kembali menatap wajah damai Yoona, menyentuh pipi halusnya dan mencubit pelan hidung wanita itu. Ia mencium bibir Yoona dan menarik wanita itu ke dalam dekapannya, berbagi kehangatan satu sama lain. Tanpa Siwon ketahui, wanita itu mengulum senyumnya dan membalas pelukan hangat Siwon sebelum akhirnya ia benar-benar kembali ke alam mimpi.

Yoona membuka matanya dan mendapati Siwon yang sudah tiada lagi di ranjang, ia melirik jam yang ada di meja riasnya. Astaga! Siwon pasti sudah berangkat ke kantor. Runtuknya. Yoona menguncir rambutnya asal dan memakai sendal rumah, ia terkejut saat menatap jendela rumahnya yang sedikit tertempel salju. “Ternyata benar-benar sudah musim salju” gumamnya. Ia sedikit lesu karena selama beberapa pekan ia tidak akan bisa merasakan sinar matahari. Yoona beranjak menuju dapur, tatapannya langsung teralihkan saat melihat secarik kertas yang tertempel di pintu kulkas.

Aku berangkat lebih awal hari ini, sayang.
Aku sudah menyiapkan sarapan pagi untukmu,
jangan khawatir sayang,
ciuman pagiku sudah aku berikan sewaktu kau tertidur..
ㅅㅏ 해 Choi Yoona :*

Yoona tersenyum mambaca surat dari Siwon, ia segera beranjak menuju meja makan dan mendapati bubur dengan campuran daging sapi kesukaannya sudah bertengger di atas meja dan siap untuk di lahap. Yoona mendudukkan dirinya dan mulai menyendokkan makanan tersebut. Wanita itu menyingkirkan menu sarapannya itu dan menatapnya aneh. “Kenapa aku merasa makanan itu begitu memuakkan?” Yoona menatap bubur buatan Siwon dengan tatapan tak percaya. Biasanya ia selalu antusias dengan makanan buatan sang suami yang satu itu.
Yoona meneguk segelas air putih dan berjalan menuju westafel karena merasa perutnya itu bergejolak dan sama sekali tidak nyaman.

Huekkkk—-

Yoona terkejut saat ada yang menepuk-nepuk punggungnya, ia menoleh dengan terkejut ketika mendapati sang ibu mertua tengah menatapnya dengan khawatir. “Ottokhe?” Yoona mengangguk yakin tapi ia kemudian berbalik dan memuntahkan makanan yang ia makan tadi. Yoona hanya memakan satu sendok bubur dan selebihnya air putih, jadi tidak heran jika yang ia kaluarkan hanya berupa cairan saja.

“Kau baik-baik saja,Yoong?” Tanya Nyonya Choi sembari menuntun Yoona untuk duduk di kursi meja makan. Ia memijit tengkuk Yoona, berharap keadaan wanita itu akan membaik. “Aku hanya merasa masuk angin eomma, aku memakan masakan bubur buatan Siwon oppa lalu merasa mual.” Nyonya Choi mengambil bubur yang ia duga dimakan Yoona tadi lalu mencicipnya.

Wanita paruh baya itu menautkan kedua alisnya, “ini enak sayang. Tidak ada yang salah menurut eomma” Yoona mengangguk, ia juga yakin dengan hal itu. Yoona memijit pelan pelipisnya yang terasa berdenyut, “eomma akan mengubungi Siwon dan menyuruhnya pulang untuk mengantarmu ke rumah sakit. Kau perlu periksa ke dokter, Yoong” Yoona menahan tangan Nyonya Choi yang sudah memegang ponsel.

“Siwon oppa terlalu banyak kerjaan eomma, aku tidak mau menambah beban untuknya. Aku akan meminta Anna untuk menemaniku” ucap Yoona lembut.
“Anna? Eomma belum pernah mendengar nama itu.”

“Dia tetanggaku eomma, dia gadis yang baik hati. Meskipun aku belum terlalu dekat dengan gadis itu tapi aku yakin dia pasti akan bersedia menemani aku” Nyonya Choi menyerah dan mengiyakan ucapan dari Yoona. Wanita tua itu masih menatap Yoona dengan wajah yang jelas nampak khawatir. Ia beruntung berkunjung hari ini, jika tidak mungkin dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada menantu kesayangannya itu.

——————————————

Anna menghentikan langkah kakinya untuk masuk ke dalam rumah saat melihat Yoona yag berjalan ke arahnya, “apa kabar Anna?” sapa Yoona dengan begitu ramahnya. Wanita itu mengeratkan pakaian hangatnya karena masih merasa dingin, bahkan saat berbicara ia seperti mengeluarkan asap dari dalam mulutnya. Begitu dingin.
“Aku baik-baik saja eonni, kau nampak kurang sehat hari ini” Anna memperhatikan wajah Yoona yang sedikit pucat. “Aku merasa tidak baik hari ini, bisakah kau membantuku untuk mengantarku ke rumah sakit?” Anna mengangguk dan bersedia untuk membantunya.

“Kau bisa membawa mobil,kan?” Anna menggeleng, membuat Yoona bingung. Ia ingin sekali membawa mobil tapi jika Siwon tahu dirinya menggendarai mobil dengan keadaan yang tidak baik-baik saja Siwon pasti akan marah padanya. Yoona tersenyum saat melihat Minwoo melintas, dengan segera wanita itu berteriak menyuruh Minwoo untuk berhenti. Entah ini kebetulan atau tidak tapi yang jelas Yoona membutuhkan Minwoo untuk mengantarnya menuju rumah sakit.

Minwoo melirik Anna yang berdiri di samping Yoona, “ada apa noona?” Yoona menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dari pria itu, Minwoo berbicara pada dirinya tapi matanya menatap Anna dengan serius. Yoona berdehem sebentar dan mengulum senyum, “bisakah kau mengantarku ke rumah sakit? Aku merasa kurang baik hari ini, akan sangat berbahaya jika aku membawa mobil ke sana apalagi dalam keadaan jalanan yang bersalju seperti ini,” Minwoo langsung mempersilahkan Yoona untuk masuk ke dalam mobilnya, sedangkan Anna, gadis itu masih mematung di tempat.

“Anna, ikutlah denganku. Aku tidak enak jika harus pergi berdua dengan Minwoo. Siwon oppa bisa marah padaku jika ia melihatku bersama pria asing. Tolonglah,” Anna terkekeh saat Yoona mengeluarkan aegyo andalannya. “ckck, kau sudah cukup umur tapi masih saja mengeluarkan aegyo untuk membujuk orang eonnie.” Anna segera masuk ke dalam mobil Minwoo tanpa menatap sang pemilik mobil. Ia membating pintu mobil pria itu, membuat Minwoo melotot sempurna.

“Oh astaga! Mobilku..” Minwoo menatap galak Anna melalui cermin mobilnya dan pria itu juga mendapat tatapan balasan yang sama galaknya dari gadis itu, membuat Yoona tertawa dan mencolek pipi Anna—bermaksud menggoda gadis itu.

Hari ini Siwon melihat secara langsung roda perdagangan di perusahannya—Hyundai Department Store, ia mengelilingi tempat itu bersama Min Jung. Wanita itu begitu setia sebagai sekretaris Siwon, membuat keduanya merasa nyaman dan saling membutuhkan sebagai partner kerja. Siwon mengajak Min Jung untuk masuk ke dalam butik pakaian wanita, membuat Min Jung tersenyum mengerti. “Kau begitu perhatian sekali terhadap Yoona, sajangnim. Pasti dia begitu senang memiliki suami seperti anda” Siwon mengulum senyum, dia membayangkan wajah gadis itu membuat dirinya tiba-tiba saja rindu dengan wanita itu. Rindu dengan senyumannya, wajah damainya, pelukan hangatnya dan bibir tipisnya.

“Min Jung, bantu aku memilih baju untuk Yoona” Min Jung mengangguk dan mulai membantu atasannya itu untuk memilihkan baju yang cocok bagi Yoona. Siwon memperlihatkan gaun berwarna biru dongker sepaha pada Min Jung. Gaun itu begitu sederhana, tidak ada aksesoris ataupun pernak-pernik yang menghiasi gaun tersebut. “Aku jatuh cinta dengan gaun ini, aku sudah membayangkan bagaimana wanitaku itu jika menggunakan baju ini” Min Jung mengangkat kedua jempolnya pada Siwon. “Anda memiliki selera yang bagus sajangnim.” puji Min Jung,
“tapi aku merasa ada yang kurang” Min Jung berpikir sebentar. Ia menarik Siwon ke deretan topi-topi. Min Jung mengambil topi berwarna cream yang dihiasi dengan tali berwarna hitam.

“Ku rasa ini adalah pelengkapnya,” Siwon mengambil topi yang ada di tangan Min Jung.

“Kau benar Min Jung” ucapnya kemudian. Ia segera menuju kasir dan berniat untuk membayar gaun itu tapi justru sang pemilik butik itu menahan Siwon. “Ambil saja gaun itu sajangnim. Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan anda” ucap wanita yang sudah terlihat kerutan di keningnya.
“Aku tidak ingin gaun untuk Yoona ini aku dapatkan secara cuma-cuma Nyonya, dia adalah orang yang sangat spesial dalam kehidupanku jadi biarkan aku membayarnya” ucap Siwon dengan nada yang sedikit memaksa. Min Jung beruntung memiliki bos seperti Siwon, benar-benar penuh kharisma. “Tolong sekalian bungkuskan dengan kertas kado,” imbuh Siwon kemudian.

Sedari tadi Siwon dan Min Jung terus diawasi oleh Tiffany, gadis itu selalu meperhatikan gerak-gerak Siwon. Dia sudah tahu cukup banyak tentang Siwon, mengenai perusahaan Siwon bahkan dia sudah tahu nama lengkap pria itu. Dan lebihnya, dia tahu kediaman Siwon. Gadis itu benar-benar sudah seperti fans fanatik Siwon. “Aigo, dia benar-benar membuatku seperti perempuan penguntit” desisnya.

Setibanya di rumah Nyonya Hwang menarik tangan Tiffany, membuat gadis itu menatap bingung kepadanya. “Eomma, ada apa?” Nyonya Hwang mengajak Tiffany untuk duduk di sofa, wanita tua itu menarik napasnya dalam dan menatap ragu ke arah Tiffany.

“Eomma tidak setuju kau bersama pria bermarga Choi itu Fany-ah” Tiffany tidak bersedih, ia menganggap bahwa ibunya hanya bercanda saja. “Eomma tenang saja, aku sudah mengetahui nama lengkapnya. Dia bernama Choi Siwon eomma, dia adalah CEO muda dari Hyundai Departement Store” Nyonya Hwang mendengar penjelasan Tiffany dengan wajah datar. Wanita tua itu menatap sang putri dengan begitu serius, “jauhi Choi Siwon Fany-ah. Dia tidak baik untukmu. Eomma serius dengan ucapan eomma” kali ini ia yakin jika Nyonya Hwang tidak bercanda, ia menatap wanita paruh baya itu tak percaya.

“Aku baru merasakan jatuh cinta dan sekarang eomma melarangku? Aku yang menjalani semua ini eomma, aku yang menentukannya. Terserah apa perintah eomma, larangan atau apalah itu. Aku tetap akan berusaha untuk dekat dengannya ! Eomma tidak bisa memaksaku, andaikan appa masih hidup aku yakin beliau pasti akan menyetujui pilihanku, lagipula apa yang salah dengannya? Eomma bahkan belum pernah bertemu dengannya tapi dengan gampangnya menyimpulkan hal buruk tentang pria itu. Kenapa eomma membuatku seperti seorang robot yang bisa eomma kendalikan?”

Tiffany memutar bola matanya menghindari tatapan ibunya, dia tidak mengerti dengan jalan pikiran wanita paruh baya itu. Seorang ibu pastinya akan mendukung hal apapun asalkan itu baik dan membuat putrinya bahagia,kan? Tapi apa yang baru saja dilakukan oleh wanita tua itu? Selama ini Tiffany selalu menuruti perintahnya untuk tidak berpacaran sebelum cukup umur, ibunya itu selalu mengatakan jika ia akan memiliki waktu yag tepat untuk hal yang satu itu. Tiffany mengiyakan segalanya, bahkan ia begitu sabar menghadapi sang ibu saat pada akhirnya beberapa bulan yang lalu setelah kepulangannya dari tanah kelahirannya di San Francisco pasca menyelesaikan gelar sarjananya sang ibu mendesaknya untuk segera mencari pendamping hidup Tapi mengapa sekarang ibunya itu malah menyuruhnya untuk mundur saat ia merasa harus maju? Ia merasa bodoh karena hal yang satu itu.

Nyonya Hwang bangkit dan menatap tajam ke arah gadis itu, “tidak ada kata ‘andaikan’ Tiffany! Tidak ada yang salah dengannya,tapi kau belum tahu bagaimana status pria itu. Siwon sudah….”

Tiffany menyela ibunya itu dengan cepat “status? Sekalipun dia memiliki kekasih maka aku akan merebutnya eomma” Tiffany segera meninggalkan ruang tamu yang sudah terasa panas itu, dia menutup telinganya. Tak mau mendengar ucapan Nyonya Hwang lagi.

Nyonya Hwang kembali duduk di sofa, ia harus memikirkan cara agar gadis itu tidak masuk ke dalam kehidupan Siwon lebih jauh lagi. Dia takut putri tunggalnya itu akan kecewa saat mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, gadis itu pasti akan sangat terluka jika mengetahui Siwon telah memiliki seorang istri. Pikirannya meneriakan untuk membantu Tiffany tetapi hatinya tidak berpihak pada siapa-siapa.

Ia merenung untuk sesaat, wanita tua itu menghela napas panjang, ia merasa kekurangan asupan oksigen saat ini. “Maafkan aku, Im Yoona”. Ucapnya datar.

To Be Continue~~~

weh weh,, kali ini aku membawakan ff dengan genre marriage life nih. Gmna hayo? ga dapat feelnya,ya? wajar sih mungkin, sudah aku katakan sebelumnya jika aku itu cuma amateur yang hanya mengerjakannya dengan hobi aku. jadi kalo jelek wajar saja sih, meskipun begitu kalian harus tetap meninggalkan komentar di part ini. Jika tidak? aku pastikan kalian tidak akan mendapatkan pw di part selanjutnya/Ending wkokokoko #tawaevilbarengkyu

Thank udh post ff aku lagi admin J

Tinggalkan komentar

131 Komentar

  1. waduh bahaya ada PHO rupanya
    smoga siwon gg berpaling😀

    Balas
  2. Wow! Moment’nya so sweet banget! >_<
    dan yoona hamil.? Wahh daebakkk
    aku tau, siwon tak akan berpaling dari yoona- fany-ah wkwkwk…
    Dia kan udah mendapatkan semua info dari CSW, apa disana tidak tertera bahwa dia sudah menikah? T-T
    Aku bingung, kenapa ibunya fany meminta maaf pada yoona? O.o
    next deh…

    Balas
  3. tri3_permadi407

     /  November 20, 2014

    Wow yoonwon romantis abizzzzz suka bgt^^
    Konflik mulai muncul nich moga2 rmh tangga yoonwon baek2 aja, fany cari namja laen donk masak mo ngrebut suami org ckckck!
    Anna n minwoo lucu bgt hahahah ayo udah jadian sana jng jaim n gengsi donkk
    Next ditunggu dhyiah ^^

    Balas
  4. slalu tiffany yg jd org k3ny, kren crta ny.

    Balas
  5. Anne

     /  November 30, 2014

    seru ffnya fell nya dpt
    Next,,

    Balas
  6. amalia an

     /  Desember 1, 2014

    Bagus crtax…yoonwon moment bener2 romantis. Berharap tifany tdk m’ganggu hub. Yoonwon

    Balas
  7. awalnya, jalan ceritanya agak bingungin sih. soalnya kurang pake tada POV apa jedanya gitu kak. tapi ceritanya baguss. dan udah agak paham sama alurnya

    Balas
  8. jgan sampe fanny ngancurin kbhagian yoonwon oeni,,

    Balas
  9. galih 412

     /  Desember 8, 2014

    Dulu udh prnah bc skarng bc lagi soalny d ywk kgk ada yg baru…..
    Disni yw romantis bgt jgn smpe deh s tif mau ngehncurin rumah tangga yw
    Next chapnya d blog authorny y mnta pwnya dong thor …..please

    Balas
  10. sebenernya udah baca udah comment juga, tpi baca lagi soalnya tak ade ff baru in here, gppa dah soalnya ceritanya bagus tapi miss juga sama ff yoonwon soalnya udah jarang binggo ff yoonwon nye

    Balas
  11. swari kartika

     /  Januari 20, 2015

    Smoga akhirnya happy ending ya thor jgn sad ending… tiffany ganggu aj nih.

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: