[Ficlet] Love Story

Love Story

 

Author : Dhiah264_ ( meyliana.dhiah@gmail.com )  || Starring by : Choi Siwon, Im Yoon Ah,  || Genre : Romance || Rating : Parents Guidance || Type : Ficlet || Length : 3000+ words || Disclaimer : The story is pure mine. Inspirate from the movie that I watched. Don’t be PLAGIARISM, SILENT READER, and sorry if you find typo(s)  ||

Dan mungkin setelah ff ini saya hanya akan posting ff di http://paradiseofmind.wordpress.com itu ada wp pribadi saya. Makasih buad admin and readers sekalian :^)

 

 
Matahari hangat dan angin semilir mampu membuat yeoja yang satu ini lebih menarik selimutnya untuk menutupi seluruh permukaan tubuhnya. Tak peduli dengan waktu atau bahkan keadaan. Seorang namja yang sedang berdecak pinggang melihat tingkah gadis itu, membuatnya menghela napas panjang dan menggeleng-gelengkan kepala tak habis pikir. Bagaimana ada seorang gadis yang tidur hingga seperti ini? Changmin yakin, jika ada Tsunami Yoona pasti tidak akan terbangun. Ck! Perlahan mulai tampak kekesalan dari pria itu. Ia sudah menunggu Yoona untuk bangun sejak 20 menit yang lalu.
Namja itu menghela nafas. ” Im Yoona ! ” teriaknya, Yoona membuka selimutnya dan mendapati Changmin menatapnya garang, “untuk memanggil seorang Im Yoona tidak perlu berteriak” Changmin semakin kesal, ia menarik selimut Yoona dan membuat gadis itu memekik. “Yak! Dasar namja gila, pantas saja kau tidak laku” mata pria itu melotot, tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan gadis di hadapannya ini.

“Mwo? Apa kau bilang?” Yoona memberikan tatapan menantangnya, “mengaku sajalah oppa, kau memang tidak laku.” Changmin hanya mampu mengelus dadanya, sabar akan kelakukan gadis itu. “Cepat mandi atau aku tidak akan mau mengantarmu ke kampus” Yoona segera beranjak dari kasur kesayangannya itu setelah mendapat ultimatum dari pria itu.

“Dasar tidak laku!” teriaknya lagi. Membuat Changmin ingin sekali menyumbat mulut gadis itu dengan apa saja.
Sikap Yoona begitu berkebalikan 180 derajat dengan Choi Siwon, pria itu bahkan sudah rapi dan siap untuk berangkat ke kantor. Siwon naik ke atas menuju kamar Sooyoung, gadis itu belum juga terjaga dari tidur panjangnya, Siwon sebenarnya tidak tega membangunkan sang adik. Namun ia harus membuat Sooyoung disiplin terhadap semua hal, Siwon mendekat dan mulai membangunkan Sooyoung dengan lembut. Ia menepuk-nepuk bahu Sooyoung namun tidak ada respon dari gadis itu, “Soo-ah, kau tidak berangkat kuliah?” masih tidak ada respon. Siwon melirik jam tangan yang ada di pergelangan tangannya, ia mulai kesal pada adiknya ini.

Jika saja tadi malam Sooyoung tidak meminta dirinya untuk mengantarnya ke kampus hari ini mungkin dia sudah berangkat sedari tadi. “Yak! Choi Sooyoung bangunlah!!” Siwon terkejut saat kepalanya itu terkena lemparan bantal dari Sooyoung. Ia balas melemparkan bantal itu, “Soo-ah, jika kau tak bangun aku akan pergi sekarang juga. Aku akan membiarkanmu jalan kaki menuju kampus. Rasakan itu,” saat Siwon sudah akan keluar dari kamarnya barulah gadis itu terbangun. Ia menatap Siwon dengan memincingkan matanya sebelah.

“Oppa-ku yang begitu baik dan tampan, jangan tinggalkan aku,ne?” Siwon mendengus kesal. “Cepatlah mandi,” Sooyoung mengangguk, “arraseo”.

 

Yoona segera turun ke meja makan setelah bersiap-siap. Di meja itu telah ada Tuan dan Nyonya Im serta Changmin—tentunya. Ia menatap Changmin dengan jutek dan memilih duduk bersebrangan dengan pria itu. “Yoona, biar oppa saja yang menyiapkan sarapan untukmu” Yoona menatap Changmin dengan curiga, “kau akan meracuniku?” Tuan dan Nyonya Im tertawa dan menggelengkan kepala karena tatapan polos Yoona. “Mana mungkin aku merancuni Cinderella, kau mau selai apa?” Yoona mulai tertarik dengan tawaran Changmin, terbukti karena ia menatap pria itu dengan antusias. “Stroberi,” Changmin mulai menganggukkan kepalanya, ia melirik Yoona yang tengah berkutat pada iPhone kesayangannya itu. Tuan Im menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Changmin.

“Deer, ini milikmu” Yoona mengambil roti pemberian dari Changmin dengan senang hati, ia segela melahap roti itu. Ia berusaha mencerna sebentar rasa roti itu, “eomma, apa eomma mengganti selainya? Kenapa rasanya begitu….” Yoona berlari menuju westafel dan memuntahkan roti yang ia makan. Ia membuang roti itu ke tong sampah dan langsung berlari ke meja makan, meneguk habis susu vanillanya dengan tiga kali tegukan. “Kenapa pedas sekali?”

Yoona menatap curiga Changmin yang duduk dengan ekspresi seperti menahan tawa. “Yoona, itu adalah saos. Bukan selai stroberi,” tawa pria itu meledak sudah, puas mengerjai Yoona. “Astaga, pria ini benar-benar keterlaluan. Kita putus,” Changmin melotot.

“Sejak kapan kita jadian?” Yoona mencium pipi Nyonya dan Tuan Im lalu pergi meninggalkan meja makan tanpa menjawab pertanyaan dari Changmin. “Gadis aneh!” ucap Changmin sembari bangkit dari tempat duduknya dan pergi menyusul Yoona. Tuan Im lagi-lagi hanya menggelengkan kepalanya.

Siwon dan Sooyoung baru saja sampai di Kyunghee University diikuti dengan Yoona. Gadis itu keluar drari mobil dan menutup pintunya dengan keras, membuat Changmin berteriak pada Yoona, “Yoona! Kenapa kau memperlakukan mobilku seenaknya?” keluh Changmin. Ia mengelus-elus mobil sport putih kesayangangannya itu layaknya seorang kekasih.

Sooyoung menoleh ke arah Yoona dan Changmin saat mendengar suara dentuman keras, ia tersenyum pada mereka. Ia  menyenggol bahu Siwon, membuat Siwon tak mengerti untuk beberapa saat hingga akhirnya Sooyoung menunjuk ke arah Yoona dengan dagunya.

“Itu Yoona oppa. Im Yoon Ah,” Siwon memukul kepala adiknya itu dengan pelan. “Aku sudah tahu,” ucap Siwon asal. “Kau harus ekstra untuk mendapatkannya, pria mempesona seperti Changmin dan Donghae oppa saja tidak bisa memikatnya.” Ucap Sooyoung seakan meremehkan Siwon atau lebih tepatnya membuat nyali sang kakak menciut.

“Jadi dengan kata lain aku tidak mempesona?” Sooyoung menggelengkan kepalanya lemah dengan mimik mengejek pada pria itu. Siwon langsung lesu dibilang seperti itu oleh Sooyoung. “Kau jahat sekali Soo,” Sooyoung tersenyum puas. “Ingat oppa, kau harus bekerja ekstra untuk ini. Mungkin melebihi pekerjaanmu, dia tidak akan mengejarmu layakya yeoja-yeoja lain yang melakukan itu padamu. Dia berbeda, kau ingat itu oke?” Siwon benar-benar tak habis pikir dengan Sooyoung, Siwon jadi merasa aneh. Dia atau Sooyoung-kah yang lebih tua?

Sooyoung mencubit pelan tangan Siwon—kesal. Bukan kesal karena sang kakak melainkan karena kedekatan Changmin dengan Yoona yang membuat dirinya panas seketika. Siwon mengaduh dan menatap sang adik tak percaya, “menyebalkan sekali dia oppa. Kenapa dia harus sedekat itu dengan Changmin oppa?” Siwon hanya mampu memberikan tatapan kasihannya pada Sooyoung atau lebih tepatnya tatapan mengejek sebagai pembalasan pada gadis itu.

Sooyoung kembali mencubit Siwon saat Changmin dan Yoona berjalan ke arah keduanya, “annyeong Sooyoung eonni” ucap Yoona dengan tak lupa senyum di wajahnya. Sooyoung tersenyum dan membalas sapaan Yoona. Ia melihat ke arah tangan Changmin yang merangkul Yoona, “eonni, siapa namja ini?” Sooyoung tersenyum dan memperkenalkan Siwon pada Yoona. “Kenalkan Yoona, dia Siwon oppa dan Siwon oppa, dia Im Yoon Ah” Siwon mengulurkan tangannya dan dibalas pula oleh Yoona. Changmin berdehem, “aku Shim Changmin. Senang berkenalan denganmu Siwon-ssi”.

“Em Siwon-ssi, aku harus memanggilmu apa?” Tanya Yoona dengan polos. “Siwon oppa, panggil aku Siwon oppa saja” jantung Yoona berdegup kencang, ia juga merasakan seperti ada sesuatu yang meledak dalam pertunya.  “Baiklah Siwon oppa,” Changmin merangkul Yoona lebih kuat membuat gadis itu melotot padanya. Changmin mengedipkan matanya pada Yoona, membuat gadis itu tersenyum simpul mengerti akan maksud Changmin. “Ahh, aku rasa aku mulai lapar. Oppa bagaimana jika kita ke kantin sekarang?” ucap Yoona manja, pria itu mengangguk dan menggandeng tangan Yoona, “baiklah deer, ayo pergi!”.

Sooyoung menatap kesal keduanya, “pagi-pagi sudah membuat mood-ku rusak. Ck!” Sooyoung berjalan meninggalkan Siwon tanpa pamit. Membuat Siwon menatap sang adik dengan kesal, bagaimana mungkin gadis itu meninggalkannya sendiri layaknya orang bodoh? “Tidak sopan”. desisnya.

Yoona terburu-buru menuju kelas Changmin saat pelajaran telah usai, gadis itu mengedarkan pandangannya mencari sosok Changmin. “Oppa,” Yoona tersenyum dan berjalan menghampiri Changmin. Membuat semua pria iri padanya, “dia bersama Yoona” “aku rasa mereka berkencan” samar-sama mereka mendengar suara orang-orang membicarakan mereka namun keduanya mengabaikannya. “Oppa, appa ingin bertemu dengan kita. Ayo pergi,” Yoona menarik tangan Changmin, membuat semua pria semakin iri.
“Sebenarnya kita akan ke mana, Yoong? Aku ingin menemui Sooyoung hari ini” Yoona menghentikan langkahnya, gadis cantik itu melepaskan tangan Changmin yang sedari tadi ia genggam. “Baiklah, Sooyoung ada dalam kelasnya. Aku akan mengatakan pada appa jika oppa sudah ada janji lain. Appa pasti akan mengerti.” Ucap Yoona segera meninggalkan Changmin tanpa mengatakan apa-apa lagi. “Aku heran dengan gadis itu, kenapa dia suka sekali melakukan hal-hal diluar dugaan?” gumamnya. Ia menggelengkan kepalanya dan segera menuju kelas Sooyoung.

 

“Yoona, disini sayang!” Yoona tersenyum dan berlari kecil menghampiri sang ayah. Ia membungkukkan badannya 90 derajat kepada orang yang asing untuknya ini. Yoona yakin itu adalah teman ayahnya. Hanya saja ia belum pernah mengenal mereka, “maafkan appa, Changin oppa tidak bisa ikut. Dia sedang ada janji dengan temannya” Tuan Im mengangguk mengerti. Yoona duduk bersebrangan dengan seorang pria yang tengah menundukkan kepalanya. Saat pria itu mendogak, hampir saja Yoona akan terjengkang ke belakang, “Siwon…oppa?” Siwon tersenyum manis menatap Yoona. Yoona menatap ke arah sang ayah, mencoba untuk meminta penjelasan tentang keadaan saat ini.

“Sebenarnya tujuan keluarga Choi untuk menemui kita adalah mereka ingin melamarmu untuk dijadikan sebagai istri Siwon sayang. Kau tidak keberatan,kan?” Yoona melongo tak percaya dengan ucapan sang ayah. “Melamar? Apa ini perjodohan?” Tuan Im menggeleng.

“Bukan seperti itu Yoong, Siwon sudah lama menyukaimu sejak ia datang ke kantor appa dan melihat foto mu di meja appa” Siwon mengangguk dan menatap Yona serius. “Bagaimana bisa, secepat ini?” Yoona masih tak percaya. Ia benar-benar menghindari pernikahan diusia muda, jika itu terjadi pasti itu adalah suatu mimpi buruk baginya. “Ini terlalu cepat untukku appa, paman dan bibi. Aku rasa aku perlu mengenal Siwon oppa lebih jauh lagi. Tidak keberatan,kan?” ucap Yoona ragu. Tuan Choi tersenyum, “tentu saja Yoona. Kami tidak mempermasalahkan soal itu,” Yoona berterimakasih keluarga Choi karena bisa mengerti keinginannya.

“Apakah benar tidak apa-apa?” ucap Tuan Im tak enak. Siwon mengangguk dengan ramah, “tidak masalah paman. Yoona benar, aku juga harus lebih dekat dengan gadis ini” ucap Siwon. Yoona tersenyum pada Siwon, gadis itu malah bingung terhadap dirinya sendiri pasalnya ia merasakan jantungnya kembali berdetak abnormal saat dirinya menatap Siwon yang tengah tersenyum.

Yoona tersenyum saat Siwon membukakan pintu mobil untuk dirinya, “terimakasih sudah mengantarku pulang oppa.” Yoona membungkuk rendah pada Siwon dan masuk ke dalam rumah. “Yoona, selamat malam” sekali lagi Yoona tersenyum sebelum akhirnya ia membuka pintu rumah dan benar-benar menghilang dari pandangan Siwon. “Dia benar-benar cantik,” gumamnya. Siwon mendongakkan kepalanya menatap langit, “oh bulan, aku menyukainya”.

 

Setelah kejadian di mana Siwon mengantar Yoona pulang keduanya semakin dekat, Yoona dan Siwon sering melakukan liburan akhir pekan bersama-sama. Mengajak Yoona berkencan, makan malam bersama bahkan menemani Yoona membeli barang-barang yang ia mau, gadis itu senang berbelanja. Sebagai seorang wanita Yoona wajib melakukannya, “Yoona kau mau pergi bersamaku?” Yoona mengangguk menerima ajakan dari Changmin. Hari ini Siwon tidak bisa mengantarnya ke kampus, pria itu sudah 3 hari berada di China untuk menyelesaikan bisnisnya, “Sooyoung tidak akan marah,kan?”. Changmin mengedikan bahunya dan menarik tangan Yoona halus, “sudahlah ayo berangkat. Bisa-bisa kita akan terlambat”.

Yoona mengedarkan matanya, ia melihat apakah Sooyoung sudah datang atau belum. Gadis itu takut Sooyoung akan salah paham melihat kedekatannya dengan Changmin. “Sudahlah deer. Kau tidak perlu terlalu serius seperti itu, Sooyoung pasti tidak akan marah.” Mata Yoona membulat sempurna, “seenaknya oppa mengatakan seperti itu? Kau belum membertitahu apa-apa pada eonni!” teriaknya. Ia segera bergegas dari sana, memutuskan untuk meninggalkan Changmin sebelum akhirnya gadis itu benar-benar melihat mereka. “Kau harus segera memberitahunya oppa, jika tidak aku bisa mati” teriak Yoona.
Menghentikan langkah, Donghae lantas mengintip keberadaan Yoona. Ia mengikuti Yoona sedari tadi, mulai dari pulang kuliah, membeli baju hingga makan siang. “Yoona!” hampir saja Yoona akan melemparkan sendoknya pada Donghae. Ia menatap kesal ke arah Donghae dan menghela napas kasar. “Oppa keterlaluan sekali,” Donghae tersenyum, ia duduk berhadapan dengan Yoona dan menarik jus stroberi milik Yoona. Gadis itu membiarkannya, ia sedang malas untuk mengomel kali ini.

“Oh ya Yoong, kau benar-benar menolakku?” Yoona mengangguk dengan yakin. “Kau tega sekali menolak pria seperti aku Yoong,” ucap Donghae dengan begitu percaya diri dan membuat Yoona tergelak. “Lagipula kemarin kau sudah menggoda Jessica eonni, aku takut pada gadis itu akan mengamuk oppa” ucap Yoona pura-pura takut. Donghae mengacak rambut Yoona, “enak sekali kau mengatai yeoja-ku.”

Yoona menatap Donghae curiga, “yeoja-ku? Kau sudah berkencan dengannya?” Donghae mengangguk antusias. “Ck! Dasar ikan mokpo, jika begitu kenapa kau masih menggodaku?” Donghae tersenyum pada Yoona, “aku cuma bercanda rusa” ucapnya. Yoona mengerucutkan bibirnya kesal pada Donghae, “jangan memanggilku seperti itu di depan umum. Setidaknya jika kau ingin memanggilku dengan nama itu kau harus menggunakan bahasa inggris. Itu akan lebih baik, “ Donghae memincingkan sebelah matanya. “Apa bedanya?”
“Jelas berbeda, jika kau menggunakan bahasa Inggris itu terdengar seperti sayang” Donghae dan Yoona sama-sama tertawa.

Yoona terkejut saat mendapati Siwon berdiri di hadapannya ssat ini. Ekspresi wajahnya seperti orang yang sedang tertangkap basah tengah berselingkuh dari kekasihnya. “Oppa, kapan kembali?”. Siwon menatap tajam ke arah Donghae dan Yoona. “Aku bisa menjelaskannya oppa, percayalah” Yoona segera bangkit dari tempat duduknya disusul dengan Donghae saat Siwon pergi meninggalkan mereka dengan tatapan yang menyiratkan kekecewaan. “Maafkan aku Yoong” Yoona menggeleng, “ini bukan salahmu oppa. Dia hanya salah paham”.

 

Berkali-kali Yoona mencoba untuk menghubungi ponsel milik Siwon namun sama sekali tidak ada jawaban dari pria itu, Yoona bahkan sudah hampir menyerah untuk mencoba menjelaskan semuanya pada Siwon. “Kau kenapa Yoong?” Yoona mendongakkan kepalanya menatap sedih ke arah Changmin. “Yoong, kau baik-baik saja,kan? Kenapa kau kelihatan begitu kacau hah?” Changmin mendudukkan dirinya di tepi ranjang Yoona. “Lihatlah, kau seperti tidak tidur semalaman” Yoona mengangguk membenarkan ucapan Changmin. “Siwon oppa marah padaku oppa, dia melihatku bersama Donghae oppa kemarin lusa. Setelah itu aku tidak bisa lagi menghubunginya, ia begitu cemburu sekali” Changmin diam sebentar. “Sooyoung tidak mengatakan apapun padaku” Yoona menggeleng.

“Mungkin dia tidak pulang ke rumah orangtuanya,” Changmin mengangguk mengerti, ia mengacak sayang puncak kepala Yoona. “Bersabarlah,dia pasti akan mengerti” ucap Changmin berusaha menenangkan Yoona.

 

Senyum Yoona merekah seketika saat mendengar kabar jika Siwon datang ke rumahnya pagi ini, ia tengah menunggu Yoona di ruang tamu. Yoona mematut dirinya di cermin, ia lantas segera turun ke bawah untuk menemui Siwon. “Apa oppa sudah lama menunggu?” Siwon menggeleng dan tersenyum pada Yoona seperti tidak ada sesuatu masalah kecilpun yang terjadi diantara mereka. “Aku minta maaf sudah meninggalkanmu begitu saja, Yoona. Aku seperti seorang anak kecil saat itu,” Yoona tersenyum dan mengangguk. “Tidak masalah oppa, mungkin saja aku juga salah.” Suasana disekitar mereka tiba-tiba canggung dan tidak ada yang bersuara setelah itu.

 

Siwon mengajak Yoona untuk ke Namsan Tower, Siwon mengaku pada Yoona jika ia sudah lama sekali tidak ke sana. Siwon terakhir ke sana saat ia duduk di semester 4, saat itu umurnya baru menginjak umur 20 tahun dan sekarang umurnya sudah memasuki usia ke-24. Siwon menggenggam tangan Yoona, membuat jantung gadis itu kembali berdetak dengan tak wajar. Yoona berusaha mengatur napasnya dengan baik, “apa bisnis oppa di China sudah selesai?” Siwon menggeleng pelan. “Belum sempurna Yoong, aku harus berangkat ke China besok pagi untuk benar-benar menyelesaikannya. Tidak masalah,kan?” Yoona mengangguk. Ia mengerti dengan pekerjaan Siwon, meskipun saat ini ia sudah merasa dirinya terikat dengan Siwon sehingga ada bagian dari dalam dirinya yang selalu ingin bersama Siwon namun tetap saja ia tidak bisa bertindak egois. Dia akan mengahancurkan Siwon dan keluarganya jika ia melakukan hal itu. Siwon mulai mengajak Yoona menjelajahi kawasan Namsan tersebut, dari mulai kereta gantung, restoran berputar, pagar gembok cinta hingga menuju museum Teddy Bear.

Yoona benar-benar dimanjakan oleh Siwon hari ini, mereka memutuskkan untuk pergi menuju kawasan Myeongdong. Mengajak gadis itu untuk memilih semua barang yang ia inginkan, Yoona menatap Siwon tak percaya. “Oppa serius?” ucapnya memastikan. Siwon mengangguk, membuat Yoona begitu antusias. Yoona menarik tangan Siwon dan mulai berburu pakaian branded kesukaannya. Yoona semakin antusias saat dia datang tepat saat diselenggarakannya festival tahunan, Yoona baru sadar jika ini sudah bulan April dan sebentar lagi ia akan menyambut datangnya musim kesukaannya, di mana langit begitu cerah dengan bunga-bunga yang bermekaran di mana-mana—musim semi.

Yoona menarik tangan Siwon, membuat pria itu tersenyum senang melihat sang gadis yang begitu terlihat bahagia. Yoona mengambil kamera yang ada ditasnya dan mulai mengarahkan lensa kamera pada beberapa orang yang sedang menari. Yoona begitu antusias sehingga hal itu membuat Siwon semakin senang melihat senyum yang selalu merekah di bibir tipis Yoona. Siwon menarik tangan Yoona lembut, menjauhkan gadis itu dari keramaian. “Yoona, saatnya kita pulang. Ini sudah hampir larut” ucap Yoona mengerti.

 

Hari ini Yoona berangkat ke kampus bersama Changmin, ia begitu lelah semalaman berjalan-jalan dengan Siwon. Bahkan ia sampai tidak ikut mengantarkan Siwon ke bandara karena terlalu lelah. “Eonni” gumam Yoona. Sooyoung tersenyum, “kau tenang saja Yoona. Changmin oppa sudah mengatakannya padaku. Lagipula aku tidak mungkin cemburu pada calon kakak iparku sendiri” Yoona tersipu malu. Ia memukul bahu Changmin pelan, “maaf aku sudah bekerja sama untuk membuat eonni cemburu. Ini semua karena permintaan namja gila ini” ucap Yoona. Sooyoung hanya mengangguk, Changmin tidak habis pikir dengan Yoona. Bagaimana mungkin gadis ini tega menjelek-jelekannya di hadapan sang kekasih? Keterlaluan! Yoona bersyukur jika Changmin sudah menceritakan semua pada gadis satu ini. Yoona khawatir Sooyoung akan salah paham akan hubungannya dengan Changmin karena kedekatannya dengan pria itu selama ini. Padahal dia dan Changmin hanya seorang sahabat dekat sedari kecil. Lagipula selama ini Changmin selalu menganggap Yoona adalah adiknya. “Ayo masuk,” ajak Sooyoung.

 

Yoona mengerutkan keningnya saat menerima kiriman paket dari seseorang, ia membuka paket itu dan terpesona pada gaun berwarna pink soft yang ada di dalam kotak itu. Yoona mengambil secarik kertas yang ada di atas gaun itu,

Yoona,

Aku menunggumu malam ini pukul 7 di Café  biasa.

Yoona tersenyum, ia sudah bisa menebaik siapa yang mengirim gaun itu padanya. Yoona segera bergegas untuk bersiap-siap karena tidak ingin membuat Siwon menunggu lama.

Yoona menghentikan langkahnya, “apa café ini sudah tutup?” gumamnya. Ia sama sekali tidak melihat pengunjung ada di sana, tapi dia merasa aneh. Suasana di café ini lebih romantis daripada biasanya. Taburan bunga mawar di sepanjang jalan menuju pintu masuk hingga lilin-lilin yang tersusun rapi membentuk silmbol hati. Banyak pula terdapat balon berwarna-warni di lantai café itu. Warna-warni café itu begitu balance dengan gaun pink soft yang Yoona kenakan. Yoona terpesona, langkah kakinya menuntunnya untuk masuk ke dalam café tersebut. Senyum Yoona semakin mengembang saat lagu Complete dari Girlband kesukaannya—SNSD diputar. Perlahan kakinya mulai melangkah menuju tempat duduk yang ada di tengah ruangan itu. Yoona menatap sekeliling, “apa Siwon yang menyiapkannya untukku?”

Para pelayan mulai menyajikan makanan di meja Yoona, gadis itu tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Jika memang Siwon yang menyiapkannya, ia ingin segera melihat wajah pria itu. 2 hari tidak bertemu dengannya membuat Yoona rindu akan sosok pria itu. Yoona menikmati alunan musik dan mulai meneguk sedikit jus stroberi kesukaannya saat ia benar-benar merasa tenggorokannya begitu kering. Yoona benar-benar tidak sabar ingin bertemu dengan Siwon.

Yoona mulai merasa tidak nyaman saat jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Ia sudah menunggu Siwon selama hampir satu jam tapi pria itu belum juga muncul. Yoona mengecek ponsel di dompet selempangnya. Siwon tidak mengerimkan pesan atau bahkan menelepon dirinya, apa yang sebenarnya terjadi dengan pria itu.

Senyum Yoona benar-benar lenyap, rasanya sudah tidak ada harapan lagi untuk menunggu Siwon. Pria itu sudah keterlaluan dengannya, ia sudah menunggu Siwon selama 2 jam 45 menit tapi pria itu masih juga belum muncul. Yoona memutuskan untuk keluar dari café dengan wajah lesu,

Yoona terkesiap saat tangannya digenggam oleh seseorang—Choi Siwon. Ia memandang Siwon dengan kecewa, kenapa pria ini baru muncul? Yoona mencoba untuk melepaskan tangannya dari Siwon.

“Yoona maafkan aku, aku ada rapat dadakan setelah tiba dari China tadi. Aku sudah pulang sejak pukul 3 sore tapi kemudian aku harus rapat dengan pihak Lotte” Yoona diam, tidak mendengarkan penjelasan dari Siwon.

“Oppa tidak berniat mempermainkan aku,kan? Setidaknya oppa mengirim pesan padaku. Kenapa oppa membuatku tersenyum seperti orang gila saat aku masuk ke dalam café ini jika pada akhirnya oppa benar-benar menjatuhkan aku? Aku sudah menunggumu selama 2 jam 45 menit. Oppa tidak memikirkan perasaanku? Aku begitu berharap ini akan menjadi momen paling indah dalam hidupku. Aku sudah menghayal seperti itu, tapi aku harus menghapus khayalan itu dengan bersih sekarang” Siwon mematung, memang semua ini salahnya tidak mengabari keterlambatannya pada Yoona. “Aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini jika posisiku berada di bawah pekerjaanmu” Yoona pergi meninggalkan Siwon. Gadis itu menangis, ia melepas heels yang ia kenakan dan menghentikan taksi.

Siwon masih diam membisu, rencananya hari ini untuk melamar Yoona gagal seketika. Ia tidak bisa menarik kembali Yoona ke café ini, Yoona sudah menghilang dari pandangannya. Ia sangat benci menunggu tapi ia membuat seorang gadis menunggunya begitu lama. Siwon merutuki dirinua sendiri, kenapa ia begitu bodoh sekarang? Ia menatap cincin putih yang sedari tadi ia genggam, ia memukul kepalanya sendiri. Siwon mengangkat tangan kananya, bersiap melemparkan cincin itu ke dalam kolam.

GREP~~

Siwon terkejut saat merasakan tubuhnya dipeluk oleh seseorang dari belakang. Ia dapat merasakan bau harum dan tangan halus orang yang memeluknya itu, ia membalikan tubuhnya dan berkeca-kaca saat melihat gadis itu tersenyum polos pada dirinya. Yoona tersenyum, gadis itu kembali pada Siwon. Siwon mengecup bibir gadis itu lembut dan halus, tidak ingin menyakiti gadis itu. Ini adalah ciuman pertama mereka dan Siwon ingin meninggalkan kesan manis pada ciuman mereka, Siwon mengecup lembut bibir Yoona dan melumat bibir gadis itu pelan. Ia merapatkan tubuhnya pada gadis itu untuk membuat ciuman mereka terasa begitu intens, “Im Yoona, menikahlah denganku”.

^The End^

Huaa,, T.T apa ficlet ini begitu gaje? Kurang memuaskan? Aduh maaf yang kalau feel nya ga dapat lagi. I’m just an amateur😦 meskipun begitu aku selalu berharap kalian meninggalkan jejak dan tidak menjadi pembaca gelap ff saya.. Buat admin thanks udh post ff aku lagi #hug

And all,,see you in my others fanfict yaa.

Tinggalkan komentar

65 Komentar

  1. Seeu cuman terlalu cepet.

    Balas
  2. Daebakk….keren thor,cuma ceritanya agak kecepatan….klo di buat squel pasti lbh keren….

    Balas
  3. sequel dong thor yahh hehe

    Balas
  4. Hulda Maknae

     /  Maret 3, 2015

    Yoona udah jatuh ama pesona siwon…makanya ngak ninggalin siwon begitu aja…nice…

    Balas
  5. Aigoo… so sweet…
    sempet deg deg an waktu Siwon ngirain Yoona selingkuh sama Fishy*eh*
    Kirain YoonWon bakalan jauh jauhan.
    Tapi kecepetan thor

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: