[2S] SOMETHING SPECIAL (1/2)

[2S] SOMETHING SPECIAL (1/2)

 something-special-ravikha

Author : Ravikha (@Ravikha_Pikha) || Title : Something Special
Main Cast : Im Yoon Ah || Choi Siwon
Other Cast : Jessica || Donghae || Tiffany ||  Nickhun , etc
|| Rating : PG – 17 || Genre : Romance, Family, Marriage Life

 

disclaimer: jalan cerita murni dan asli pemikiran saya. Jika ada kesamaan dalam cerita itu benar-benar tidak sengaja. Disini saya hanya meminjam beberapa nama artis untuk melengkapi cerita.

Note : Typo bertebaran dimana-mana

Yoona POV

Janji suci pernikahan sudah terucap sejak tiga bulan yang lalu, tapi sampai sekarang kita masih sibuk dengan urusan masing-masing. Aku sibuk mengurusi butikku yang akan mengadakan fashion show hasil rancanganku, begitu pun dengan Siwon Oppa, suamiku. Kesibukan dia bahkan lebih padat karena dia adalah seorang Presdir di salah satu perusahaan terbesar di Korea Selatan.

“Yoongie-ya, aku berangkat duluan ya,” kata Siwon Oppa mengagetkanku.

“Oh, Oppa tak sarapan dulu?” tanyaku padanya.

“Aku sarapan di kantor saja,” jawabnya sambil melihat jam yang terpasang ditangan kirinya.

Aku mengamati suamiku dari atas sampai ke bawah. Kemeja dan jas itu sangat cocok ditubuh atletisnya. Aku tak habis pikir padanya, meskipun dia orang yang sangat sibuk tapi dia tetap menjaga tubuh juga penampilannya. Kuakui dia memang tampan apalagi saat dia tersenyum. Senyuman yang mampu meluluhkan hati para wanita diluar sana.

“Apakah aku terlihat semakin tampan Nyonya Choi?” Tanya suamiku yang membuyarkan lamunanku.

“Ne?” tanyaku heran. Aigoo, kadar narsis suamiku bertambah.

“Aku tahu aku semakin tampan tapi kau tenang saja sayang, aku tak akan berpaling darimu,” katanya yang membuatku mengerutkan kening dalam.

“Aish Oppa, sudahlah cepat berangkat,” usirku.

Aku segera mendorong tubuhnya keluar dari pintu apartement kami. “Aigoo chagi, apa kau tak mau berlama-lama dengan suamimu ini? Aku benar-benar merindukanmu Yoong,” gombalnya.

“aku tak mempan dengan rayuanmu, Oppa. Sudah cepat berangkat sana. Pastikan kau bekerja dengan baik dan satu lagi jangan tebar pesona dengan karyawanmu,” ancamku.

Setelah aku bicara seperti itu, Siwon Oppa langsung berbalik menghadapku. Matanya menatap tajam mataku. Dia memajukan wajahnya pada wajahku dan aku berusaha untuk menghindarinya tapi belum sempat aku menjauhkan wajahku dari wajahnya, kecupan singkat dibibirku sudah diberikan olehnya. Aku hanya bisa tertegun tak menyangka jika dia akan memberikanku sebuah kecupan.

“Love you deer,” bisik suamiku yang setelah itu dia langsung pergi meninggalkanku.

“YA Choi Siwon… apa yang baru saja kau lakukan, hah?” teriakku kesal saat aku sudah tersadar dari kekagetanku tadi.

*******

Aku melangkahkan kakiku menuju apartementku. Badanku sangat lelah sekali. Pekerjaan hari ini bukan hanya menguras tenagaku saja tapi juga pikiranku. Sebagai seorang designer aku harus memikirkan desaign baju apalagi yang akan ku buat agar menjadi trend nantinya. Aku bersyukur suamiku tak melarang aku bekerja. Tapi didalam hati ini ada rasa bersalah muncul karena harusnya aku focus kepada suamiku saja tanpa membaginya dengan pekerjaan. Tapi aku juga tak sanggup jika aku harus berhenti menjadi seorang designer karena inilah mimpiku.

Setelah sampai didepan pintu apartement, kumasukkan password supaya aku bisa masuk kedalam. Setelah pintu terbuka, aku melepas sepatu dan kuganti dengan sandal rumah. Aku langsung menuju dapur untuk menyiapkan makan malam. Meskipun lelah tapi aku harus memasak karena Siwon Oppa akan pulang cepat hari ini jadi kita berdua bisa makan malam dirumah.

Semua bahan yang akan kumasak sudah dikeluarkan dari kulkas. Aku memotong daging dan sayur. Rencananya aku akan memasak tumis daging kesukaan Siwon Oppa. Asap langsung mengepul ketika aku memasukkan bawang putih cincang halus dan juga daging yang telah ku potong. Kini bau amis daging sapi itu berubah menjadi bau sedap yang sangat mengunggah selera.

“Yoong,”

Tiba-tiba sebuah tangan memelukku dari belakang sambil membisikkan kata ditelinga yang membuatku tegang. Dari aroma tubuhnya sudah bisa dipastikan jika itu adalah Choi Siwon, suamiku. Aku segera berbalik untuk menghadapnya.

“Ish, Oppa mengagetkan saja. Kau mau jantungku berhenti berdetak karena dirimu,” omelku.

Dia hanya tersenyum saat aku mengomelinya. Tak tahukah dia dengan sikapnya itu membuatku makin kesal. Aku yang kesal langsung beralih untuk melanjutkan masakanku. Setelah tumisan daging itu matang, aku segera memindahkannya kedalam piring saji dan setelah itu kuletakkan dimeja. Semua makanan sudah tersedia dimeja makan. Aku tersenyum puas.

“kau sangat cantik jika sedang tersenyum seperti itu Yoong,” kata suamiku.

“Kenapa Oppa masih disini. Cepat mandi sana,” kataku. Aku tak tahu jika dari tadi dia masih berada di dapur bersamaku. Aku kira tadi dia mandi, batinku.

“aku mau makan dulu saja,” katanya yang langsung duduk dikursi.

“terserahmu sajalah Oppa,” kataku yang juga langsung mendudukkan diriku.

Kami makan dengan tenang dan lahap. Mungkin bisa dihitung dengan jari kita berdua bisa makan malam bersama. Kesibukan kami yang terlampau padat membuat kami jarang makan bersama. Aku sangat senang sekali dengan makan malam kali ini.

“bagaimana pekerjaanmu, Yoong?” Tanya Siwon Oppa tiba-tiba.

“Baik,” jawabku singkat.

“Wae? Apa kau marah pada Oppa?” tanya Siwon Oppa.

“Anni,” kataku yang masih sibuk dengan makananku.

“Lalu kenapa kau bersikap seperti ini, hm?” tanyanya lagi.

“Aku hanya lelah saja Oppa. Tak usah pikirkan aku,” kataku. Siwon Oppa langsung menghentikan makannya.

“Maksudmu apa? Kau itu istriku jelas jika aku memikirkanmu,” katanya kesal.

“Kenapa kau membentakku, Oppa?” kataku dengan nada tinggi. Emosiku pun terpancing saat dia berkata dengan nada yang seperti itu.

“Siapa yang membentakmu Yoong,” katanya sedikit menurunkan nada suaranya.

“Sudahlah Oppa, aku tak mau bertengkar denganmu,” kataku yang langsung bangkit meninggalkan meja makan menuju kamar. Kututup pintu kamar dengan keras. Aku tak tahu kenapa acara makan malam yang jarang aku lakukan dengannya malah hancur berantakan.

Aku membenamkan wajahku dibantal. Rasanya ingin menangis tapi entah kenapa air mata ini tak bisa keluar. Ku dengar pintu kamar terbuka. Aku tahu jika Siwon Oppa masuk ke dalam kamar. Aku semakin membenamkan wajahku dibantal.

“Yoong, mianhae…,” katanya sambil mengelus rambut panjangku.

“Oppa tak bermaksud seperti itu tadi. Maafkan Oppa ya,” katanya lagi tapi aku tak bergeming sekali pun. Aku masih kesal padanya.

“Ayolah Yoong, jangan merajuk seperti ini. Rasanya baru kali ini kau marah seperti ini. Kenapa tingkahmu seperti anak kecil sih?” tanyanya tapi tak ku pedulikan.

“apa maksudnya tadi? Aku seperti anak kecil?” pikirku.

“ayolah sayang, jangan seperti ini. Apa kau mau Oppa membelikanmu permen lollipop? Oppa akan membelikannya untukmu tapi berhentilah merajuk sayang,” katanya yang masih tetap setia mengelus pelan rambutku tapi aku sama sekali tak bergeming meskipun aku suka dia bersikap seperti ini.

“Padahal aku punya sesuatu yang spesial untukmu tapi sepertinya kau tak mau,” katanya pelan tapi aku masih bisa mendengarnya.

“Tunggu, apa katanya tadi. Sesuatu yang spesial? Apa itu hadiah?” batinku.

Kurasakan Siwon Oppa akan pergi tapi sebelum dia benar-benar pergi aku langsung memegang lengannya. “Oppa, chakkaman,” panggilku.

“Wae?” tanyanya.

“Oppa, tadi kau bilang kalau kau punya sesuatu untukku? Apa itu? Cepat katakan?” tanyaku bertubi-tubi.

“Hmhm, sebenarrya aku ingin memberikanmu tiket tapi rasanya kau tak mau pergi jadi sebaiknya…,” kata Suamiku yang tak melanjutkan kata katanya.

“Tunggu Oppa? Tiket?” tanyaku lagi.

“Ne, tiket bulan madu untuk kita berdua. Sejak menikah kita belum pergi bulan madu kan, jadi kupikir kita akan pergi, tapi sepertinya kau tidak mau pergi jadi aku akan membatalkannya.” katanya lagi sambil menatapku dalam.

“Kemana kita akan pergi?” tanyaku.

“Bali,” jawabnya singkat.

“Bali??? Kita akan ke Bali Oppa, jinjja? Kau serius kita akan ke Bali, Oppa?” tanyaku yang masih tak percaya. Kulihat Siwon Oppa menganggukkan kepalanya. Hatiku senang sekali mendengarnya. Akhirnya aku bisa pergi ke Bali juga. Pulau yang ingin aku kunjungi selama ini. Aku langsung memeluk suamiku erat dan dia pun membalas pelukanku.

*******

At Pulau Bali

 

Akhirnya aku dan suamiku sampai juga di Pulau Bali. Pulau yang ingin aku kunjungi saat aku pergi bulan madu dan akhirnya aku disini sekarang. Gomawo untuk Choi Siwon. Tak henti-hentinya aku menyunggingkan senyumku. Rasa bahagia dan senang yang kurasakan tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Aku hanya bisa berterima kasih kepada suamiku.

“Oppa gomawo. Jeongmal Gomawo,” ucapku kepada Siwon Oppa sambil mengeratkan tanganku pada lengannya.

“hmhm,” gumamnya dengan senyum yang masih menempel diwajah tampannya.

Perjalanan dari bandara menuju hotel hanya memakan waktu sekitar 30 menit. Setelah sampai di hotel dan Siwon Oppa mengurus semua dengan resepsionis, kami berdua langsung menuju ke kamar yang diantarkan seorang bell boy yang membantu membawa dan membukakan kamar kami.

“Thank you very much,” ucap Siwon Oppa kepada bell boy.

“You are welcome Sir. Hope you enjoy and call our staff  if you have a problem,” ucap si bell boy kepada kami dan tersenyum ramah kepadaku. Aku membalas senyuman yang diberikan tadi dan segera masuk ke dalam kamar.

“Ya! Apa yang baru saja kau lakukan tadi?” kata Siwon Oppa kesal.

“wae?” tanyaku balik yang tak mengerti kenapa dia jadi kesal seperti ini padahal tadi baik-baik saja.

“Jangan tunjukkan senyumanmu untuk orang lain selain aku,” jawabnya yang masih memandang tajam kedua mataku.

“Ish, kekanakan sekali,” gerutuku. Aku langsung meninggalkannnya dan melihat kamar yang kami tempati.

Kamar ini sangat luas. Luasnya hampir sama seperti kamar Siwon Oppa di rumah keluarga Choi. Terdapat sebuah ranjang king size ditengah ruangan dengan taburan bunga mawar diatasnya. Neoumu yeoppoe. Di kedua sisi sampingnya terdapat meja kecil dan juga lampu meja dengan motif yang sangat lucu dan menarik. Di ruangan ini terdapat sebuah sofa yang didepannya terdapat sebuah LCD yang berukuran cukup besar. Aku berjalan menuju kamar mandi yang juga sangat luas, disana terdapat sebuah bath up yang ukurannya cukup besar juga. Aigoo, apa ini semua disiapkan oleh suamiku. Daebak.

“sudah selesai melihat kamar ini Nyonya Choi?” tanya suamiku yang sudah berbaring diranjang.

“hmhm,” gumamku. Aku segera menjatuhkan tubuhku ke ranjang dan tepat disampingnya. Aku sangat lelah sekali tapi cukup puas dengan apa yang siwon Oppa siapkan untukku.

“Apa kau suka chagiya?” tanyanya.

“Sangat suka Oppa. Gomawo sudah memberikan ini semua untukku Oppa,” jawabku tulus.

“tapi ini tidak gratis, sayang…,” katanya yang sudah berada diatas tubuhku. Aku yang tak menyangka dia akan melakukan ini pun hanya diam tak tau berbuat apa.

“A..ap..apa maksudmu Oppa?” tanyaku gugup.

“kau harus membayar ini semua dengan sangat mahal Yoong,” katanya dengan senyum yang tak bisa ku artikan.

“tapi Oppa, gajimu lebih besar dariku, mungkin aku tak bisa membayar ini semua dengan…,”

Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku ketika kurasakan bibirnya sudah menempel dibibirku. Aku yang masih kaget dengan apa yang Siwon lakukan hanya membulatkan mata tak percaya. Siwon Oppa menciumku semakin dalam dan aku pun mulai membalas ciumannya. Aku yakin jika ini tidak akan berakhir hanya sebatas ciuman saja.

*******

“eungh…”

Kenapa badanku rasanya pegal sekali. Aku merasa sedikit sesak dan kesulitan untk bernapas. Kubuka mata secara perlahan untuk menyesuaikan cahaya matahari yang masuk dari celah tirai yang menutupi jendela kamar hotel.

“akhkh…”

Aku membuka mataku sepenuhnya dan mengerjapkannya berkali-kali. Mencoba bangun dari tidur yang sangat nyenyak. Aku melihat ke bawah selimutku, hmhm… Ternyata kami melakukannya semalam. Kulirik Siwon Oppa yang masih tertidur dengan tangan yang masih memelukku erat dibawah selimut kami. Kulihat jam yang terletak diatas meja kecil samping tempat tidur, jam 9. Aigoo…

“Oppa, ireona…” kataku menepuk pipinya pelan. Tapi dia tidak bergerak sama sekali.

“Oppa…,” panggilku lagi tapi dia sama sekali tak ada tanda sedikit pun untuk bangun.

“Oppa kau masih hidupkan? Palli ireona! Ini sudah siang, aku mau jalan-jalan ke Pantai…,” kataku lagi dengan nada agak keras..

Aku terus saja mengguncang tubuh kekarnya agar dia segera sadar dan membuka matanya. Tapi mata itu masih terpejam sempurna. Apa dia sangat kelelahan?, pikirku.

Aku segera menyingkirkan tangan kekarnya yang sedari tadi memelukku. Setelah tangannya berpindah tempat, aku bangun dari tidurku dengan mengambil kemeja Siwon Oppa yang ada dilantai. Ku tutupi tubuhku mennggunakan kemeja miliknya. Aku segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang terasa lengket.

Setelah selesai mandi aku keluar dengan jubah mandi warna putih dan juga handuk yang menggulung rambutku. Masih berdiri didepan pintu kamar mandi, aku memandanginya yang masih belum bangun juga dari tidurnya. Wajahnya ketika tidur itu benar-benar polos dan masih tetap tampan. Mau sampai kapan dia tidur?

Aku membuka gulungan handuk di rambutku dan membiarkan rambut basahku tergerai. Aku meletakkan handuk tadi disofa. Kulangkahkan kakiku mendekat ke arahnya kemudian membungkukkan badanku tepat diatasnya.

“Oppa… Ireona,” kataku mencoba untuk membangunkannya. Aish….

“Choi Siwon cepat bangun, eoh…,” teriakku keras tapi tak juga diresponnya. Kesabaranku mulai habis.

“Terserah kau saja Oppa. Jangan salahkan aku kalau nanti malam kau tak bisa menyentuhku,” ancamku.

Aku bangkit dari posisiku. Berdiri tegak dan siap untuk melangkahkan kakiku untuk menjauhinya. Tapi tiba-tiba dia bangkit dari posisinya dan menarik tanganku sekuat tenaga. Karena kehilangan keseimbangan, akhirnya aku jatuh tepat diatas tubuhnya.

“Mau kemana deer, huh?”

Dia berbicara tepat didepan wajahku. Suara khas orang bangun tidur mengalun indah masuk kedalam telingaku. Membuat jantungku tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya. “Aku mau ke pantai, cepat lepaskan aku Choi Siwon,” kataku yang mencoba untuk menghilangkan kegugupanku.

“Kau bilang apa? Choi Siwon? Kau memanggil suamimu hanya dengan sebutan itu,” katanya.

“Apa ada yang salah. Namamu benar Choi Siwon kan?” tanyaku menantangnya. Dipikir aku takut dengannya.

“Ya Choi Yoona, kau tidak sopan sekali. Aku akan menghukummu,” ancamnya.

“Aku tak takut dengan an…,”

Cup…

“Ya Oppa…,” teriakku.

“Morning kiss deer,” ucapnya tanpa dosa.

Aku segera sadar dari keterkejutanku karena dia yang menciumku tiba-tiba. Segera saja kupukuli dadanya. Dia menangkap tanganku dan menatap mataku tajam.

Cup…

“Hmhm… Manis,” ucapnya.

“Ya Oppa,” sungutku. Aku segera bangkit dari tubuhnya. “kau akan menciumku sampai berapa kali lagi, huh? Apa yang kemarin malam tidak cukup. Coba Oppa lihat leherku,” omelku sambil memperlihatkan tanda merah dileherku. Dia hanya tersenyum mendengar omelanku.

“Sudahlah deer, lagipula kau juga sangat menikmatinya kurasa,” katanya sambil berlalu melewatiku menuju kamar mandi.

“Mworago???”.  Apa yang dikatakannya tadi. Aigoo, lama-lama aku bisa gila menghadapi tingkah suamiku.

Setelah berdebat dengan suamiku dan sekarang dia sedang mandi, aku segera mengganti jubah mandiku dengan kaos putih dan rok selutut berwarna biru muda. Aku sangat suka dengan rok ini karena rok ini pemberian dari ibu mertuaku. Meskipun aku seorang designer tapi terkadang baju yang aku pakai tidak menunjukkan kalau aku adalah seorang designer. Aku memoleskan bedak tipis ke wajahku dan menyisir rambutku. Aku sengaja membiarkan rambutku terurai karena cuaca diluar sedang tidak panas.

FOTO

Setelah merapikan diriku, aku bangkit menuju lemari pakaian untuk menyiapkan baju suamiku. Kupilihkan kaos berwarna biru dengan celana pendek selutut. Sepertinya tak masalah jika berpakain santai seperti ini karena ini bukan di kantor jadi dia tidak usah bergaya rapi seperti biasanya.

 

*******

Siwon POV

Aku membasuh tubuhku di bawah shower. Bibirku tak berhenti tersenyum jika mengingat kejadian semalam dan juga pagi ini. Jujur aku sangat menikmati waktu berdua seperti ini dengan istriku. Rasanya baru kali ini aku merasakan waktu yang begitu banyak untuk istriku. Sejak menikah kami memang belum punya banyak waktu untuk berdua. Aku dengan kesibukanku sendiri dan dia dengan butiknya. Sungguh pasangan yang malang. Seringkali aku iri dengan kedua sahabatku yang bisa meluangkan waktu liburan bersama istri mereka. Dan kali ini, aku benar-benar ingin menikmati waktu berdua dengan istriku.

Aku menyiapkan bulan madu ke Bali ini bukan tanpa alasan. Aku sudah menyiapkan semuanya sejak satu bulan yang lalu. Aku tahu jika istriku sangat ingin honeymoon di Pulau Bali. Aku tahu dari ibu mertuaku. Setelah aku browsing tentang Pulau yang terletak di Indonesia ini, ternyata Pulau ini benar-benar menawan. Jadi aku mempersiapkan ini semua untuk istriku. Ini adalah hadiah untuknya karena bersedia menjadi istri seorang Choi Siwon.

Setelah selesai mandi, aku keluar dengan hanya melilitkan handukku dipinggang. Kulihat dia sedang asyik dengan  tablet-nya. Selalu seperti ini. Jika dia sudah memegang tablet kesayangannya itu, pasti aku dilupakan begitu saja.

“Ehm…”

Deheman kerasku membuat dia terlonjak kaget. “Kau mengagetkanku, Oppa,” katanya tanpa menoleh padaku.

“Apa yang kau lakukan?” tanyaku menghampirinya.

“hanya mengecek desainku saja,” jawabnya.

“aku sudah bilang padamu kan kalau kita disini untuk liburan bukan untuk bekerja,” kataku kesal.

“Aku hanya… Omo…,” katanya terbata. Setelah melihatku sesaat dia segera mengalihkan pandanganya.

“Wae?” tanyaku bingung.

“Oppa… apa yang kau lakukan. Cepat pakai bajumu. Kenapa kau masih seperti itu,” katanya tanpa memandangku. Ah.. aku baru tahu apa yang membuatnya seperti itu.

“okay, aku akan ganti baju disini,” kataku cuek sambil berjalan menuju ranjang yang diatasnya terletak baju yang sudah disiapkan Yoona.

“Ya Oppa! Ganti baju dikamar mandi sana jangan disini…” teriaknya.

“Memangnya kenapa? Tak ada yang salah jika aku ganti baju disini, Yoong. Kita suami istri. Lagi pula kau juga sudah melihatku telanjang. So…” godaku.

“Aish Jinjja. Oppa benar-benar keras kepala. Ya sudah kalau begitu aku yang keluar. Aku tunggu didepan. Jadi cepat ganti baju dan cepat keluar dari kamar,” katanya yang langsung membuka pintu kamar hotel dan keluar dari kamar kami.

Hahaha… aku suka sekali menggoda dia.

*******

Yoona POV

Aku keluar dari kamar hotel tempat kami menginap. Aku tak menyangka dia punya otak yadong seperti itu. Bisa-bisanya dia melakukan itu tadi. Aku tau kalau kita sudah menikah dan sudah melakukan itu tapi apa dia tak malu melakukan itu. Kekanakan sekali. Moodku langsung berubah jelek gara-gara dia. Huft… helaku.

Sekitar 10 menit aku menunggu didepan kamar kami, kulihat pintu terbuka. Dia keluar dengan senyumnya yang menjengkelkan itu. “kajja…,” ajaknya yang langsung menggandeng tanganku. Aku hanya diam saja tak menanggapi atau pun membalas senyumannya. Kita  berdua menaiki lift untuk turun ke lobby. Setelah sampai di lobby, kita sudah ditunggu oleh tour guide yang akan memandu kita.

Setelah memasuki mobil yang sudah disediakan, tour guide menjelaskan kalau hari ini kita akan berwisata di daerah Kintamani dan perjalanan kita kali ini dinamakan Kintamani Tour. Aku sangat mengagumi pemandangan yang terhampar didepan mataku saat perjalanan. Aku dan Siwon Oppa hanya diam menikmati pemandangan tanpa ada obrolan sama sekali didalam mobil. Tapi dia tak pernah sekali pun melepas tanganku.

Kurang lebih satu jam perjalanan yang kita tempuh, kita sampai di sebuah desa yang bernama Desa Bulan. Kita akan menonton Tari Barong. Tour guide itu menjelaskan Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tariancini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing dimulutnya.

Aku melihat Siwon Oppa yang sedang mengabadikan Tarian itu dengan kameranya. Aku tau jika salah satu hobinya adalah photografi. Sekilas aku melihat dia tersenyum melihat hasil jepretannya. Saat mata kami bertemu aku segera mengalihkan pandanganku. Dia melanjutkan lagi acara memotretnya.

FOTO

Aku sangat menikmati pertunjukkan Tari Barong ini. Tarian ini juga mengandung unsur komedi yang membuat semua orang yang menonton tertawa. Pada babak pembukaan misalnya, tokoh kera yang mendampingi Barong membuat gerakan-gerakan lucu atau menggigit telinga lawan mainnya. Aku pun ikut tertawa bersama penonton yang lain.

Setelah hampir dua jam menonton pertunjukkan Tari Barong itu, kita melanjutkan perjalanan ke tempat wisata selanjutnya yang letaknya tak jauh dari tempat ini. Kita mengunjungi pusat kerajinan emas dan perak yang ada di Desa Celuk. Aku berjalan sendirian meninggalkan Siwon Oppa yang ada dibelakangku. Aku sangat antusias sekali untuk melihat kerajinan ini. Ada cincin, gelang, kalung, anting-anting, bross maupun jenis perhiasaan yang lain. Ada juga barang cenderamata dari emas maupun perak seperti patung, sendok, , garpu dan perlatan lainnya. Dan aku baru tahu kalau hasil produksi mereka merupakan komoditi ekspor.

Harga yang ditawarkan pun tidak terlalu mahal menurutku. Tergantung dari jenis kerajinannya dan juga tingkat kesulitan pengerjaannya. Tak lupa aku juga memfoto beberapa  perhiasaan yang menurutku menarik. Aku akan menunjukkannya pada Jessica Eonni. Kita berdua sangat suka dengan accesoris yang terlihat unik.

“Apa kau mau membeli itu, Yoong?” tanya Siwon Oppa yang sudah ada dibelakangku.

“Hmhm.. Chakkaman Oppa…,” jawabku. Aku mengambil sepasang anting  yang menarik perhatianku. Bentuknya yang terlihat simple membuatku tertarik.

FOTO

“apa  kau mau?” tanya Siwon Oppa. Aku segera menganggukkan kepalaku menyetujuinya. Siwon Oppa segera melakukan transaksi dengan penjual itu.

“apa mau dipakai sekarang, Yoong?” tanya Siwon Oppa lagi.

“Anni Oppa. Dibungkus saja,” jawabku.

Kita berdua segera keluar dari toko itu untuk melanjutkan perjalanan. “gomawo Oppa,” kataku sambil mencium pipi kanannya. Dia hanya membalas dengan senyumannya yang membuat semua wanita meleleh kurasa.

Perjalanan selanjutnya adalah Danau Batur. Kita berdua masuk ke dalam mobil yang mengantarkan kami dari tadi pagi. Tour guide yang bernama Mr. Wayan menjelaskan tentang keindahan Danau itu. Kita bisa menikmati pemandangan itu dengan makan siang nanti.

“Finally…,” gerutuku.

“Wae?” tanya Siwon Oppa. Ternyata gerutuanku tadi didengar oleh Siwon Oppa.

“Finally, I can lunch. You know Oppa, I’m very very hungry,” jawabku.

Karena perkataanku tadi membuat Suami dan juga Mr. Wayan terkikik geli.

“Ya! Berhenti melakukan itu,” kataku kesal.

Yoona POV End

*******

Siwon POV

Aku terkikik geli mendengar ucapan istriku. Apa dia tidak sadar kalau dia sudah menjadi seorang istri. Tingkahnya masih saja seperti anak kecil jika dia sedang kelaparan. Aku heran dengan dia, tiap kali kita berdua makan pasti dia akan memsan lebih dari satu porsi tapi tetap saja dia tidak bisa gemuk. Yeoja ini benar membuatku sudah gila.

Akhirnya kita sampai di sebuah restoran yang langsung berhadapan dengan pemandangan yang sangat indah. Kawasan Kintamani ini benar-benar sangat indah. Sudah lama rasanya aku tak merasakan hawa pegunungan dengan suasana yang begitu tenang. Aku memang belum pernah ke tempat ini tapi aku akan kembali lagi kesini untuk menikamati pemandangan disini.

Mr. Wayan tadi menjelaskan jika Kintamani adalah salah satu objek wisata di Bali yang memiliki udara pegunungan berhawa sejuk dengan panorama gunung dan juga Danau yang begitu indah. Dan aku juga baru tahu kalau gunung ini masih aktif. Aku segera mengambil kameraku dan memotret pemandangan yang ada dihadapanku sekarang.

Neomu yeoppoeta…

“Oppa, kajja kita makan,” panggil istriku. Aku segera menghampirinya karena makanan yang kami pesan tadi sudah tersaji di meja.

Kami menikmati makan siang dengan santai. Meskipun awalnya rasa dari makanan agak aneh tapi lama kelamaan rasanya menjadi sangat enak. Yoona pun tidak berkeomentar apapun tentang makanannya. Aku sangat senang melihatnya makan dengan lahap tanpa memperdulikan apakah dia sedang diet atau tidak. Aku suka yeoja ini. Yeoja yang telah membuat hatiku tidak akan bisa berpindah ke yeoja yang lain. Meskipun terkadang dia suka ceroboh tapi aku suka semua hal yang ada pada dirinya. Saranghae Choi Yoona…

“Kenapa Oppa melihatku seperti itu,” katanya dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“anni, hanya saja kau kelihatan cantik hari ini,” jawabku tanpa mengalihkan pandanganku.

“Hanya hari ini saja aku cantik?” tanyanya lagi.

“Mungkin,” jawabku singkat.

“Ya! “ teriaknya.

“Wae? Kenapa berteriak seperti itu, kau tak tahu jika semua orang sedang memandang kita sekarang,” kataku agak kesal.

“terserahmu sajalah Oppa,” kata Yoona yang langsung berdiri dari duduknya dan keluar dari restoran.

Aku segera mengambil uang beberapa lembar dan menaruhnya diatas meja. Aish… Yeoja itu…

Aku segera mengikutinya dari belakang. Ternyata dia langsung masuk ke dalam mobil. Aku pun mengikutinya masuk. Didalam mobil Mr. Wayan yang sedang beristirahat pun kaget saat mengetahui kami sudah berada didalam mobil.

“apa sudah selesai Tuan, Nyonya?” tanyanya bingung.

“sudah Mr. Wayan. Sebaiknya kita kembali ke hotel saja,” kataku pada Mr. Wayan.

“Sebelum itu antarkan saya ke Pantai Kuta dulu pak,” kata Yoona menyela.

“okay Nyonya,” jawab Mr. Wayan.

“Jangan Mister. Kita kembali ke hotel saja,” kataku. Sebaiknya kita tak pergi kemana-mana jika dia masih marah seperti ini. Lagi pula apa dia tidak capek dari tadi berkeliling dan sekarang sudah hampir jam empat sore.

“Oppa…” kata istriku.

Aku mengabaikan permintaannya kali ini karena jadwal kita untuk besok mengunjungi tempat wisata yang lainnya sangat banyak dan lusa kita juga sudah harus kembali ke Hotel. Lagi pula hotel tempat kami menginap juga menghadap ke Pantai jadi kenapa dia harus pergi ke Pantai yang letaknya lumayan jauh dari hotel tempat kami menginap.

Aku tahu dia menggurutu kesal. Aku hanya ingin dia beristirahat. Aku melirik dia sekilas. Dia mengeluarkan tablet kesayangannya dan mulai sibuk sendiri dengan tabletnya. Mungkin dia sedang mengabari Jessica atau Tiffany jika dia sedang marah padaku. Istriku itu berteman dekat dengan Tiffany dan Jessica. Mereka berdua juga sudah menikah dan mereka menikah dengan kedua sahabat baikku, Nickhun dan Donghae.

Sudahlah nanti juga baik sendiri, batinku.

Suasana perjalanan kembali ke hotel sangat tidak enak. Kita berdua tenggelam dengan pikiran dan kegiatan masing-masing tanpa ada suara yang terdengar. Mr. Wayan tadi juga sempat mencairkan suasana dengan menjelaskan beberapa tempat yang akan kita kunjungi besok tapi karena kita berdua tidak menanggapi dengan antusias, alhasil Mr. Wayan pun akhirnya diam.

Setelah kita sampai di hotel, Yoona langsung masuk sedangkan aku masih terlibat obrolan dengan Mr. Wayan untuk rencana esok hari. Ku sudahi obrolanku dengan Mr. Wayan dan aku masuk ke hotel. Istriku benar-benar sedang marah rupanya. Dia bahkan tak menungguku untuk masuk bersama ke kamar.

Saat aku sampai dikoridor lantai 7 tempat kamar kami berada, aku melihat Yoona masih ada diluar. Aku berjalan perlahan mendekatinya. “kenapa kau tak masuk?” tanyaku.

“Kunci kamarnya kan ada padamu, Oppa. Dan kenapa kau lama sekali. Apa yang kau bicarakan dengan Mr. Wayan? Apa kau tak tahu aku sudah lama menunggumu?” katanya kesal.

Aku segera membuka kamar kami. Tak kusangka kalau marahnya istriku ini sangat menyakitkan telinga.

“Mianhae deer,” kataku.

“aku sangat kesal padamu Oppa,” kata Yoona sambil melihat keluar jendela. Dibukanya gorden dan jendela lalu dia keluar menuju balkon kamar.

“Oppa tahu kalau Oppa salah, Yoong. Mianhae.. Jeongmal mianhae,” ucapku penuh sesal meskipun ada rasa tak ikhlas mengucapkannya.

Dia hanya menghela nafasnya kasar. Dia tak menjawab permintaan maafku tadi. Aku masih berdiri dibelakangnya. Memandangi rambutnya yang berantakan karena tertiup oleh angin. Aku segera melangkahkan kakiku untuk mendekat padanya. Segera saja kupeluk dia dari belakang. Aku meletakkan daguku pada bahunya.

“Sorry deer,” bisikku.

“hmhm,” gumamnya.

“apa kau tak mau memaafkan suamimu ini?” tanyaku yang masih betah dengan posisi seperti ini. Aku sangat suka memeluknya dari belakang. Yoona hanya diam saja.

“Mianhae sayang, aku tak bermaksud seperti itu. Bukan hanya hari ini saja kau terlihat cantik tapi dimataku setiap hari kau terlihat menawan. Tak akan ada yang bisa menggantikanmu deer,” bujukku yang masih betah dengan posisi seperti ini.

“Gotjimal,” gumamnya.

“Oppa tak bohong Yoong. Jika oppa bohong kenapa Oppa membawamu bulan madu ke tempat yang kau sukai. Semua ini Oppa lakukan hanya untukmu. Oppa tahu kalau kesibukan Oppa membuat kita tak bisa merasakan moment romantis seperti ini maka dari itu Oppa membawamu kesini,” lanjutku.

“berarti setelah ini Oppa akan sibuk lagi dan akan meninggalkanku sendirian. Oppa akan menggantikanku dengan pekerjaan begitu. Kalau begitu kenapa Oppa dulu menikahiku? Kenapa tidak menikah dengan pekerjaan saja,” gerutunya.

Kenapa dia malah membahas ini. Aku semakin bingung dengan sikapnya kali ini. Ada apa dengannya hari ini?

Siwon POV End

*******

 

 

Yoona POV

“berarti setelah ini Oppa akan sibuk lagi dan akan meninggalkanku sendirian. Oppa akan menggantikanku dengan pekerjaan begitu. Kalau begitu kenapa Oppa dulu menikahiku? Kenapa tidak dengan pekerjaan saja,” gerutuku.

Sebenarnya aku tak benar-benar marah dengan Siwon Oppa. Hanya saja aku ingin sedikit memberinya pelajaran. Siapa suruh menggodaku seperti itu.

“ayolah Yoong. Jangan seperti ini. Oppa akan melakukan apapun supaya kau mau memaafkan Oppa. Jebal jangan buat Oppa bingung seperti ini,” kata Siwon Oppa.

Aku melepaskan pelukannya dan berbalik untuk bisa menatap wajahnya. Pasti sangat lucu. Dan setelah bisa melihat wajahnya itu aku sebenarnya ingin tertawa tapi aku berusaha menahan tawaku.

“serius Oppa akan melakukan apa pun?” tanyaku meyakinkan.

“hum… anything for you Deer,” jawabnya pelan.

“Okay kalau begitu. Aku akan memberitahumu setelah kita berdua pulang ke Korea,” kataku senang.

Aku sudah tahu jika dia akan melakukan apapun untukku. Tapi untuk permintaanku ini, aku yakin kita akan beradu argumen lagi bahkan bisa saja kita berdua akan bertengkar seperti yang sudah pernah terjadi.

“sebenarnya apa yang kau inginkan. Kenapa tidak sekarang saja?” tanyanya lagi.

“Anni. Aku akan mengatakannya nanti. Oppa sudah berjanji padaku jadi jangan sampai kau menyesal dan merubah keputusanmu,” kataku.

“Asal kau tidak meminta orang itu jadi partnermu,” katanya dengan menatap mataku tajam.

Aku hanya mengangkat bahuku sedikit. Sebenarnya itu yang aku mau oppa, batinku.

Yoona POV End

*******

Siwon POV

Aku mendudukkan diriku di sofa yang ada dalam kamar kami saat Yoona masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Aku memikirkan apa yang akan Yoona minta saat aku menyanggupi untuk melakukan dan memberikan apapun yang akan dia minta asal dia tak merajuk lagi. Jujur aku khawatir apa yang akan dia minta nanti. Kenapa dia harus menunda permintaannya itu? kenapa tidak sekarang saja? Apa sih sebenarnya yang dia minta?

“Aish jinjja,” gerutuku. Saat aku berkutat dengan pikiranku, tiba-tiba Iphone Yoona yang tergeletak begitu saja diranjang berdering. Aku segera mengambil Iphone itu. Jessica…. itu adalah nama yang tertera dilayar Iphone milik istriku.

Aku berjalan kearah kamar mandi dan mengetuk pintunya. “Chagiya, apa kau sudah selesai? Ada telepon dari Jessica,” kataku agak sedikit keras.

“angkat saja Oppa,” teriak istriku dari dalam kamar mandi. Aku pun segera mengangkat telepon itu.

“yeobseyo,” jawabku.

“Yeobseyo Oppa,” kata Jessica yang langsung mengenali suaraku.

“ada apa Jess?” tanyaku to the point pada Jessica.

“Oppa, Yoongie eodiga?” tanyanya. Bagaimana sih dia, aku yang tanya kenapa dia balik tanya, batinku.

“Dia sedang mandi Jess. Wae? Apa ada masalah dengan butik?” cecarku.

“Anni, tak ada masalah dengan butik kok. Oh ya Oppa, kapan kalian akan pulang? Sudah banyak yang harus dikerjakan Yoona. Kau tau kan Oppa kalau Yoona akan mengadakan fashion show jadi dia harus menyelesaikan semuanya dan dia juga ada pesanan gaun pesta dari pelanggan luar negeri jadi dia harus mengerjakan itu semua. Oppa tak akan membawa Yoona kemana-mana lagi kan setelah dari Bali. Oppa akan langsung pulangkan nanti?” cerocosnya.

“Aigoo Jess, kau itu cerewet sekali sih. Kami baru datang kemarin dan sekarang kau meminta kami untuk segera pulang. Apa kau tau ini acara bulan madu yang sudah lama kami nantikan. Jadi, kalau pun kami akan lama disini itu urusan kami. Kau itu seperti belum menikah dan bulan madu saja. Dan satu lagi, aku akan mengulur waktu bulan maduku,” jawabku kesal. Dia pikir dia siapa.

“tapi Oppa, kau tau kan kalau Yoona adalah salah satu designer yang terkenal sekarang. Semua hasil rancangannya disukai semua orang. Dan kau juga tau kan kalau mimpinya itu adalah menjadi seorang designer?” katanya tak mau kalah denganku.

“aku tahu itu Jess. Aku tau semua mimpi dan apa yang diinginkan oleh istriku. Tapi kau juga tau kan kalau aku suaminya, aku berhak atas apapun yang sedang dikerjakan oleh istriku. Jika aku melarangnya untuk bekerja dia juga tak akan membantahnya,” kataku dengan nada yang agak keras.

“Jangan coba-coba kau melarangnya Choi Siwon. Kau itu hanya suami Yoona. Lagi pula Yoona tak akan setuju dengan usulmu itu,” kata Jessica lagi. Dasar yeoja aneh. Ya ampun kenapa Donghae Hyung punya istri seperti ini sih.

“Terserahmu saja…,” kataku akhirnya. Kalau aku terus menanggapi semua ucapannya, bisa-bisa aku gila.

“Ya Oppa, aku belum..,”

Tut…tut…tut…

Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, aku langsung mematikan teleponnya. Dia pikir aku tak bisa menyuruh Yoona berhenti dari pekerjaannya. Meskipun Yoona tidak bekerja, aku masih bisa menghidupinya. Aku punya pekerjaan yang mapan yang bisa menghidupi keluarga kecilku. Meskipun aku bekerja di perusahaan milik keluarga tapi sebelum aku menjadi seorang Presdir seperti sekarang aku juga memulainya dari bawah. Bukan langsung mendapatkan jabatan seperti yang sekarang.

Aku masih berkutat dengan pikiranku ketika Yoona keluar dari kamar mandi. “Oppa kau tak mandi?” tanya Yoona yang duduk disebelahku sambil mengeringkan rambutnya yang basah.

“ne,” jawabku singkat. Aku langsung bangkit dari dudukku dan berjalan masuk ke kamar mandi. Aku tak terlalu memperhatikan Yoona karena mood-ku berada pada level bawah akibat pertengkaran dengan Jessica tadi.

Siwon POV End

*******

Yoona POV

Ada apa sebenarnya dengan dia? Gumamku.

Aku segera mengambil Iphone-ku yang tergeletak di ranjang. Ku periksa ponselku itu. “Ah benar, aku harus menghubungi Sica Eonni.” kupencet nomor telepon Sica Eonni. Tak lama kemudian terdengar suaranya yang nyaring itu.

“Ya Oppa, kenapa kau mematikan teleponnya. Aku belum selesai bicara,” katanya.

“Eonni, ini aku,” jawabku. Ada apa sebenarnya dengan mereka berdua. Apa yang tadi dibicarakan? Batinku.

“Oh Yoong, kau rupanya. Kukira Siwon Oppa,”

“Ada apa Eooni? Sepertinya kau sangat kesal pada suamiku,” tanyaku.

“suamimu itu benar-benar… Kau tau tadi dia bilang kalau dia berhak untuk melarangmu bekerja. Apa dia tak tahu kalau kau berjuang dengan keras untuk sampai diposisi sekarang,” gerutunya.

“Mwo? Kau bilang Siwon Oppa akan melarangku? Memangnya kenapa? Aku masih bisa membagi waktuku untuk keluargaku dan untuk butik? Kenapa tiba-tiba dia bicara seperti itu?” tanyaku beruntun.

“Molla… Suami kita benar-benar payah Yoong. Tadi Donghae Oppa juga bilang padaku kalau dia berhak untuk melarangku bekerja. Apa karena mereka bersahabat baik makanya mereka kompak bilang begitu,” kata Sica Eonni kesal.

“Jinjja… Donghae Oppa juga bilang begitu,” kataku kaget.

“Ne. Setelah ini aku akan menelepon Tiffany apakah Nickhun Oppa juga bicara seperti suami kita,” kata Sica Eonni.

Belum sempat aku menjawab Sica Eonni, Siwon Oppa sudah keluar dari kamar mandi. Dia melirikku sekilas lalu berjalan menuju lemari pakaian.

“Eonni, sudah dulu ya. Nanti ku telpon lagi,” kataku mencoba untuk mengakhiri perbincangan dengan Sica Eonni.

“kau sudah selesai mandi, Oppa?” tanyaku pada Siwon Oppa.

“Hmm..,” gumamnya. Aku yang sudah tau kalau moodnya buruk. Aku berjalan menghampirinya dan memeluknya dari belakang.

“Oppa…,” panggilku sambil menghirup aroma tubuhnya. Seperti biasanya, aku selalu suka dengan wangi tubuhnya yang seakan menjadi candu untukku terus didekatnya. “Hm..,” gumamnya.

“Oppa,” panggilku lagi yang masih memeluknya erat.

“Waeyo?” tanyanya.

“Ani, hanya saja aku sangat merindukanmu,” jawabku yang masih memeluk tubuhya.

“Apa kau sedang merayuku Nyonya Choi?” tanyanya. Dia melepaskan pelukanku dan memutar tubuhnya untuk bisa berhadapan dengan wajahku.

“Naega? Aku merayumu? Yang benar saja,” kataku sambil membuang wajahku kesamping. Jujur, aku masih sangat malu jika dia menatapku seperti ini meskipun kami sudah lama menjadi pasangan.

“Aigoo. Lihatlah wajahmu merah seperti tomat. Hahaha…” katanya mengejek. Aku langsung memukul lengannya pelan. “Oppa…”

“hahaha…,” tawanya makin keras.

“OPPA…,” kataku keras.

“Mianhae sayang,” katanya sambil mengecup pipiku.

“Oppa, tadi Sica Eonni…,”

“Aku tak mau membahas Ice princess itu. Sekarang cepat ganti bajumu kita akan makan malam,” putusnya yang langsung berlalu meninggalkanku.

“Tapi Oppa, aku hanya ingin…,”

“Im Yoona…,” katanya agak keras. Aku tahu kalau dia sudah memanggil namaku dengan margaku sendiri berarti dia sedang tak ingin dibantah. “Arraseo Oppa,” jawabku. Aku segera bergegas menuju lemari pakaian untuk mengganti bajuku. Aku melihat Siwon Oppa mengambil setelan jas untuknya.

“Memangnya kita akan makan malam dimana Oppa? Kenapa harus berpakaian formal seperti itu?” tanyaku penasaran. Dia melihatku sekilas dengan tatapan tajamnya. Aku hanya bisa mengalikan pandanganku tak berani menatapnya. Aigoo, sebenarnya apa yang dibicarakannya dengan Sica Eonni tadi sampai membuat suamiku menakutkan seperti sekarang, batinku.

“kau pakai gaun ini saja. Aku akan ganti dikamar mandi,” katanya sambil menyerahkan gaun yang dipilihnya tadi padaku. Sebelum aku membalas ucapannya, dia sudah berlalu masuk kedalam kamar mandi.

Aku melihat gaun yang dipilihkannya untukku. Aku memang hanya membawa tiga gaun saja tapi entah kenapa pilihannya jatuh pada gaun merah selutut. Cantik memang. Aku ingat, gaun ini adalah gaun pertama yang didesaign oleh Fanny Eonni. Dia memberikan gaun ini padaku karena lebih cocok untukku kata dia. Sederhana memang tapi terlihat mewah dan cantik.

Aku segera mengganti baju santaiku dengan gaun yang dipilihkan Siwon Oppa tadi. Setelah aku mengenakannya, kulihat diriku dikaca, Yeoppoeta. Aku memuji diriku sendiri. Aku segera memoles wajahku dengan make up yang sederhana saja. Aku tak suka make up yang terlalu menor. Selesai dengan wajahku, aku segera merapikan rambutku. Ku cepol rambutku keatas, setelah itu kupakaikan bando sebagi accesoris. Kulihat diriku dicermin sekilas. Kurasa seperti ini saja. Aku sudah terlihat cantik. Hehe…

Tak lama kemudian, Siwon Oppa keluar dari kamar mandi. Kulihat dia dari atas sampai ke bawah. Tampan, hanya itu yang bisa kuucapkan sekarang. “Wae?” tanyanya. Aku hanya menggelengkan kepalaku.

“Sudah siap?” tanyanya lagi. Aku menganggukkan kepalaku.

“Kajja,” ajaknya. Dia langsung menggandeng tanganku untuk segera pergi.

*******

Pukul delapan malam, kami berdua tiba di depan pintu masuk yang bertuliskan The Opera Beach Club. Seorang pelayan menjemput kami dengan senyum ramah. Pelayan itu mengulurkan tangannya kepada ku dan aku pun menerima uluran tangan itu. Sepanjang perjalanan menuju meja, aku tak henti mengagumi keanggunan desain bangunan ini. Perpaduan cahaya terang bulan dan pantulan pencahayaan ruang menjadikan kawasan ini terlihat begitu memikat dan tidak meninggalkan kesan romantic. Setelah sampai dimeja yang sudah dipesan, pelayan itu mempersilahkan aku duduk. Setelah duduk, aku baru menyadari kalau Siwon Oppa tak ada.

“Aish eotthoke… kemana perginya Siwon Oppa?” gumamku. Aku mengedarkan pandanganku untuk mencari suamiku tapi tak terlihat juga. Ketika akan bertanya pada si pelayan tadi ternyata pelayan itu juga sudah menghilang. “Aigoo. Na eotthoke?” gusarku.

Samar-samar terdengar dentingan piano mengalun lembut dan suara seseorang yang sangat ku kenal.

Her eyes, her eyes

Make thestars look like they’re shining

Her hair, her hair

Falls perfectly without her trying

She’s so beautiful

And I tell her everyday

 

Aku pun menoleh ke sumber suara tersebut dan kulihat dengan jelas jika suamiku lah yang berada dibalik piano itu.

I know, I know

When I compliment her she won’t believe me

And it’s so, it’s so

Sad to think that she don’t see what I see

But everytime she asks me “Do I look okay”

I say

 

When I see your face

There’s not a thing that I would change

‘Cause you’re amazing

Just the way you are

And when you smile

The whole world stops and stares for a while

‘Cause girl you’re amazing

Just the way you are

 

Lagu itu adalah lagu favoritku. Rasanya aku ingin menangis tapi air mata ini tak bisa keluar dan tak bisa ku sembunyikan senyumku. Aku benar-benar bahagia diperlakukan seperti ini oleh suamiku. Setelah menyelesaikan lagu yang dia nyanyikan kemudian dia berdiri dan menatap wajahku dengan senyum manisnya.

“This song for you, my wife…,” katanya dengan senyum yang makin merekah sempurna.

Tepukan tangan dari pengunjung lainnya terdengar. Siwon Oppa membungkukkan badannya sambil  berucap terima kasih. Setelah itu dia berjalan menghampiriku. Aku sudah tak bisa menahan air mataku. Air mata ini meluncur begitu saja. Bukan karena sedih tapi aku benar-benar terharu dan sangat bahagia. Setelah dia sampai didepanku, aku segera memeluknya erat.

“Gomawo Oppa,” bisikku. Siwon Oppa membalas pelukanku semakin erat. Cukup lama kami berpelukan dan akhirnya aku yang melepaskan duluan karena perutku yang sudah mulai lapar.

“Oppa bisakah kita mulai acara makannya? Perutku sudah lapar,” kataku dengan suara  menggoda.

“Aigoo. Kau itu memang tak bisa diajak romantis sedikit. Dasar Rusa,” gerutu suamiku. Aku hanya menunjukkan senyumku padanya karena memang perutku sangat lapar.

Tak menunggu waktu yang lama, makanan yang dipesan pun tiba. Aku memandang takjub makanan yang tersaji didepan mataku. Ada banyak makanan yang tersaji tapi hanya satu yang ku kenal nama makanannya yaitu sate lilit, makanan yang aku makan tadi siang. Aku sangat ingin mencobanya. Tanpa menunggu Siwon Oppa menyuruhku, aku langsung memakan makananku dengan lahap. Tak ku pedulikan lagi Siwon Oppa yang ada di depanku. Yang ada dipikiranku saat ini hanya makan.

 

Yoona POV End

 

*******

Siwon POV

Setelah selesai dengan acara makan malam tadi, aku mengajak Yoona berjalan di Pantai  dengan bertelanjang kaki. Meskipun tidak bisa menikmati birunya laut tapi disini kita bisa melihat bintang-bintang bertebaran dilangit. Cuaca yang cerah membuat bintang terlihat semakin jelas. Aku sangat menikmati moment seperti ini karena kita jarang jalan berdua. Senyum yang terus menghiasi wajah cantik Yoona membuatku semakin cinta kepada istriku. Meskipun kami sudah cukup lama saling mengenal satu sama lain, tetap saja ketika berada didekatnya jantung ini terus berdegup kencang.

“Oppa, bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu?” tanyanya yang masih bergelayut manja dilenganku.

“Kau mau tanya apa, chagiya?” jawabku yang terus berjalan menyusuri pantai.

“Emm sebenarnya tadi Oppa bicara apa saja pada Sica Eonni?” tanya istriku dengan nada suara yang terdengar ragu. Aku menghentikan langkahku lalu menatapnya. Ku lihat mata indah itu ingin segera meminta jawaban dariku. Aku menghela napas sejenak lalu mendudukkan diriku di Pasir pantai tanpa alas apapun dan setelahnya aku hanya memandang lurus kedepan. Topik yang sebenarnya aku hindari dari tadi.

“Oppa, kenapa diam saja,” kata Yoona yang ikut duduk disebelahku.

“Tadi Sica Eonni bilang padaku bahwa kau bisa saja menyuruhku berhenti menjadi desaigner karena kau suamiku. Apa itu benar Oppa?” tanyanya lagi karena aku belum mengatakan apapun. Aku menghela nafas untuk yang kedua kalinya.

“Hm… Aku memang bicara seperti itu tadi. Memangnya kenapa? Apa ada yang salah dengan ucapan Oppa?” tanyaku tanpa menatapnya.

“Anni, Oppa tidak salah. Aku jadi teringat pesan Eomma sebelum aku menikah dengan Oppa. Eomma bilang jika aku sudah menikah dengan Oppa, aku harus menghormati dan menuruti semua yang Oppa putuskan. Meskipun itu berat untukku tapi aku harus menerimanya dan aku percaya jika keputusan Oppa pasti yang terbaik untukku,” jelasnya panjang lebar.

Aku langsung menatap wajahnya. Dibalik sifatnya yang kadang kekanakan, ternyata dia bisa menjadi seseorang dengan pemikiran yang dewasa. Aku tak menyangka jika istriku ini sekarang menjadi wanita yang luar biasa.

“Gomawo,” kataku sambil mencium keningnya.

“Tapi Oppa, apakah kau memang benar tak mengijinkan aku untuk bekerja lagi? Lalu bagaimana dengan butikku? Siapa yang akan mengurusnya?” tanyanya bertubi-tubi.

“YA Choi Yoona…,” kataku kesal. Cih… Ternyata dia masih sama saja. Aku segera berdiri dan beranjak pergi dari sana. Mood-ku yang tadinya sudah baik sekarang jadi buruk lagi. Selalu seperti ini jika kita membahas tentang pekerjaannya. Apa dia tak tahu kalau aku membutuhkan dirinya untuk bisa mengurus ku sepenuhnya tanpa membagi waktunya dengan butik yang didirikan dengan kedua sahabatnya itu.

“Oppa… Eodiga?” teriaknya sambil berlari kecil untuk menyamakan langkahnya dengan ku. Aku terus berjalan cepat tanpa mempedulikannya. Jinjja…

“Oppa…gidaryo…,”

“Ya! Choi Siwon…”

 

TBC

 

Annyeong readers… diriku kembali membawa ff baru dan itu menandakan kalau hutang saya makin banyak. Aku akan berusaha untuk menyelesaikan semuanya tapi ga janji bakal tepat waktu disebabkan oleh beberapa hal. Semoga kalian semua suka dengan FF ini dan jangan lupa buat comment… okay…

Untuk para readers, mau ngucapin mohon maaf lahir batin ya JJJ

Buat Echa, makasih ya (you’re welcome)

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

146 Komentar

  1. YoonWon Daebak !!!
    Honeymoon_nya sweet banget, aigoo wonppa kalo lagi nunjukin sisi romantisnya bikin saiia envy masa Lol😮
    Ditunggu kelanjutannya eonn ^^

    Balas
  2. nita malik

     /  September 4, 2014

    sweet banget mereka.. suka ff yang beginian gak terlalu banyak konfliknya, authornya jago bnget bikin penasaran jd gak sabar nunggu kelanjutannya. cepet di publish ya eon🙂

    Balas
  3. Hahaha lucu bnget ini pasangan asli keke~
    Yoonwon bener” kekanakan sekali😀 slalu ribut mulu.
    Mereka bisa berantem, beromantis ria & bersenang2 dlm wktu yg bersamaan, jd gemes sendiri bacanya apalagi sifat mrka yg sama2 suka ngambek🙂

    Balas
  4. Unhibitedly

     /  September 6, 2014

    lucu kalo liat yoonwon bertengkar, pasti kayak anak kecil,,wkwkwkwk jadi penasaran tentang permintaan apa yang bakal diajukan yoona ke siwon,,,hoho ternyata siwon bisa romantis juga >,<,, moga aja di next chapternya makin banyak moment romantis antara yoonwon,, ditunggu kelanjutan ceritanya segera😀

    Balas
  5. lanjuttttt kaaa makin keren hahaha

    Balas
  6. aat yoonwon

     /  September 7, 2014

    Koq malah maen ngambek2an

    Balas
  7. tri3_permadi407

     /  September 8, 2014

    Pasangan yg aneh brantem aja trus mskpun da romantisx jd gregetan sndiri aq liatx😦

    Balas
  8. devira

     /  September 11, 2014

    😀 lucu, bener” lucu ini pasangan haha. Mood nya selalu berubah” mereka berdua . Kadang senang, marah, bahkan romantis =)) . Di tunggu kelanjutan ceritanya ^^ seru🙂

    Balas
  9. puspa

     /  September 14, 2014

    haha mereka bnr2 lucu😀
    bntr baikan, bntr lagi mrhan
    ditunggu chptr slnjtnya….

    Balas
  10. aza

     /  September 15, 2014

    mommentnya tu lho aduhhhh sweet banget. suka banget genrenya yang merried life kayak gini ringan tapi daebakkkkkk… berharap setelah pulang honeymoon yoona hamil. nggak sabar ada little choi *ngarep
    cepet di post ya next chapnya. *heheheh…

    Balas
  11. silvie

     /  September 17, 2014

    heuh dasar yoonwon dikit”marahan. ada” aja

    Balas
  12. chukkae karena kamu dah mulai nulis lagi….sebenarx q masih nunggu bay proposal.. dari awal baca kok nemu dua orang ney yang kerjaannya berantem mulu.nikah z berantem mulu, gimana pacarannya? pi kok bisa nikah gitu..? di tunggu kelanjutannya..:)

    Balas
  13. andreyani

     /  September 19, 2014

    waduuh bertengkar lagi,,,.payah.next next

    Balas
  14. So sweet
    Chapter ini seru bgt
    Mereka berdua suka menggoda
    Semoga setelah honeymoon ini Yoona hamil
    Can`t wait for the next chapter
    Happy ending for yoonwon

    Balas
  15. rara

     /  Oktober 1, 2014

    Sweet bgt yoonwon🙂
    Daebak..

    Balas
  16. mayang

     /  Oktober 1, 2014

    kereeeeeennnn bgt…..jd bygin klo lagi honeymoon…..sos weeeeeet………
    yg ke 2 ud ad blm thor……g sbr….,

    Balas
  17. utycoyumy

     /  November 11, 2014

    aigo.. yoonwon disini lucu banget. sweet banget sih momentnya ^^ ditunggu kelanjutannya..

    Balas
  18. bee

     /  November 20, 2014

    Bikinnnn envyyy😦

    Balas
  19. Yaaa ampun siwonnya ngambek … Smoga honeymoon mreka bisa membuahkan hasil dan siwon tetep ngijinin yoona untuk kerjaa . :p

    Balas
  20. siska primadani

     /  Desember 1, 2014

    Romantis…. tpi yoonwon nya banyak uring-uringan. Tpi ttp seru kok.

    Balas
  21. salsabil nabila

     /  Desember 6, 2014

    So swett, next

    Balas
  22. nytha91

     /  September 25, 2015

    Duh sica bikin runyam aja deh…ditunggu kelanjutannya thor…

    Balas
  23. aigooo oppa siwon marah wkwkwk
    keren banget thor crtanya egk sabar nughin cpther brkutnya , pasti lbih seruh lagi

    Balas
  24. park ra chan

     /  Desember 27, 2015

    Di tunggu chapter selanjut nya ya….
    Daebak….seru crita nya

    Balas
  25. si tyaak

     /  Januari 22, 2016

    Lanjut yaa

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: