[Ficlet] RED

red poster

Author : Dhiah264_  ( meyliana.dhiah@gmail.com )  || Starring by : Choi Siwon, Im Yoon Ah, Tiffany Hwang, Nichkhun Horvejkul, Kim Raya, Oh Sehun || Genre : Romance || Rating : Parents Guide || Length : Ficlet || Disclaimer : Cerita ini murni hasil pemikiran dari author, jika ada kesamaan kejadian itu tanpa kesengajaan pastinya. Don’t be PLAGIATOR, SILENT READER, and sorry if you find typo(s)  || Art by : http://paradiseofmind.wordpress.com

 

 

 

Keempat pemuda-pemudi itu begitu asyik bercengkrama di bawah pohon Sakura yang sedang berguguran itu dengan penerangan yang hanya berupa lampu yang terpasang di jalanan. Sesekali mereka saling melempar kalimat ejekan yang membuat suasana menjadi ramai.

“Aigo, uri Yoong benar-benar tidak rela sebentar lagi akan ditinggal oleh Siwon oppa. Pasti hidupnya akan seperti orang bodoh yang melakukan apa-apa dengan menggit ujung kukunya dan membayangkan wajah Siwon oppa” Nichkhun tertawa mendengar pernyataan dari Tiffany sang kekasih. Ia membenarkan semua ucapan Tiffany dan membuat Yoona merasa bodoh dihadapan sang kekasih—Choi Siwon akibat tak bisa mengelak ucapan Tiffany.

Wajah Yoona begitu merona karena selalu diejek oleh Tiffany, gadis itu benar-benar tidak bisa mengelak karena memang yang diucapkan oleh Tiffany itu benar adanya. “Aku senang jika begitu, mungkin jika dia akhirnya gila aku bisa memanfaatkannya dengan mencari wanita simpanan. Orang gila mana ada yang peduli,kan?” Siwon ikut menggoda Yoona, membuat gadis itu semakin merasa panas pada pipinya.

“Eo?! Apa oppa rela menduakan gadis secantik, seimut dan selucu aku?” Siwon, Nichkhun dan Tiffany tertawa lepas mendengar ucapan dari Yoona. Gadis itu memang benar-benar polos dan lucu, “kau percaya diri sekali Im Yoon Ah. Kau yakin dengan ucapanmu?” Yoona menganggukan kepalanya dan menatap serius Nichkhun sebagai jawaban atas pertanyaan dari pria itu. Siwon mencubit pipi Yoona dan dan mengecup bibir gadisnya itu dengan cepat, membuat Tiffany menepuk kening Siwon.

“Dia masih seorang mahasiswa, jangan kau meracuni otaknya” mereka kembali tersenyum, “aku tahu aku masih mahasiswa dan kalian sudah akan wisuda eonni, tapi bukan berarti kau melarang Siwon oppa menciumku. Lagipula kami sudah hampir setiap hari melakukannya.” Siwon tersenyum puas mendengar jawaban dari Yoona, “kalau begitu aku akan menciummu 3 menit sekali, kau tidak akan melarang,kan?” tanpa mencerna kata-kata dari Siwon Yoona mengangguk, membuat Nichkhun dan Tiffany melotot dan memberikan tatapan membunuh pada Siwon. Beberapa menit kemudian Nichkhun menatap Tiffany dengan senyum evil, “tapi aku juga ingin seperti itu sayang”.

——YoonaSiwon—–

Minuman botol yang dibeli Yoona 15 menit yang lalu itu belum terbuka dan hanya ada di genggaman tangannya, Raya menatap aneh pada sahabatnya itu. “Aku aneh padamu Yoong, kau bilang tadi jika kau sangat haus dan ingin minum tapi setelah aku belikan minum kau tidak membukanya” Yoona malah membalas Raya dengan tatapan aneh pula. “Mwo? Apa kau lupa? Yang biasanya membuka tutup botol kan Siwon oppa, aku ingin menunggunya Raya,”

Mata gadis asli Indonesia itu membulat dengan sempurna, “kau baik-baik saja kan?” Raya menempelkan tangannya pada Yoona namun buru-buru ditepis oleh gadis itu. “Yoong, Siwon oppa sudah lulus. Apalagi yang kau tunggu?” Senyum Yoona pudar dan ia menjadi lesu saat ingat jika Siwon sudah wisuda 3 hari yang lalu. Ia menatap Raya sedih dan menangis di bahu gadis itu, “Huaa, hiks,hiks, aku ingin Siwon oppa. Aku ingin dia membuka minumanku lagi. Hiks,hiks” Yoona melepaskan pelukannya dan menatap botol minuman di genggamannya dengan muka cemberut.

Yoona berteriak saat botol itu diambil dari genggamannya, “Sehun! Kembalikan botol itu SEKARANG !” Sehun tak peduli dengan perintah Yoona. Ia memainkan botol itu, membuat Yoona kembali ke posisinya lagi. “Ambil sajalah minuman itu, aku tidak memerlukan itu” Sehun bingung dengan Yoona, biasanya noona-nya itu tidak akan mau diam sebelum apa yang telah direbut darinya itu kembali.

“Kenapa dia?” Raya menghela napas dan menatap Sehun dengan serius, “dia ingin minuman itu dibuka oleh Siwon oppa”. “Mwo? Dia gila? Hyung kan ada di kantor, apa dia menyuruh hyung untuk ke kampus hanya untuk membuka minuman ini? Kurang kerjaan sekali itu!” Raya memukul pelan kepala Sehun, membuat pria kelahiran 20 tahun yang lalu itu mengaduh dan memegangi kepalanya. “Bukan seperti itu, dia tadi mengira jika Siwon oppa masih ada di kampus ini”.

Sehun hanya mempoutkan bibirnya membentuk huruf ‘O’, ia duduk di samping Yoona. “Noona mau aku membuka botol ini?” Yoona menggeleng dengan cepat, “ayolah noona,. Jangan seperti ini terus, kau kan bisa bertemu hyung setelah jam pelajaran selesai.” Yoona mendongak, kata-kata Sehun memang benar. Buat apa dia bersedih hanya karena tidak bisa bertemu dengan Siwon di kampus? Toh dia masih bisa menemui kekasihnya itu dikantor, di rumah dan di manapun dia inginkan. Yoona menatap Sehun datar, “baiklah. Cepat buka botol itu untukku” Raya dan Sehun sama-sama tersenyum.

Yoona mengambil botol dari tangan Sehun dan meneguknya, ia diam sebentar untuk merasakan minuman itu, ia menatap Raya dan Sehun dengan kecewa dicampur sedih. “Tetap saja rasanya berbeda”.

—–SiwonYoona—–

Yoona memandang lesu kalender di hadapannya, hari ini adalah tanggal 30 Mei dan bertepatan dengan hari ulangtahun dirinya namun ia sama sekali tak bersemangat untuk merayakannya karena Siwon yang tidak dapat hadir diacara perayaan ulangtahunnya yang ke-24 itu. “Percuma saja mengenakan gaun bagus, pesta meriah tapi jika Siwon oppa tidak datang. Pria itu benar-benar sudah keterlaluan,” Yoona mengganti dengan paksa highheels yang ia kenakan dan menggantinya dengan Flat Shoes. Ia segera keluar dari kamarnya karena sebentar lagi acara perayaan ulangtahunnya akan dimulai.

Nyonya dan Tuan Choi tersenyum saat melihat Yoona yang perlahan melangkahkan kakinya melewati anak tangga satu-persatu. Tuan Im juga ikut tersenyum dengan bangga melihat putri bungsunya itu benar-benar tumbuh dengan baik dan menjadi gadis yang semakin cantik.”Lihatlah putri kecil appa, dia benar-benar cantik appa” ucap Yuri dengan tatapan yang terfokus pada sang adik—Yoona.

“Selamat ulangtahun purtri appa, kau tumbuh semakin cantik sayang. Kau membuat appa bangga padamu, semoga kau semakin sukses, selalu sehat dan selalu diberkati oleh Tuhan” Yoona mengangguk dan memeluk Tuan Im, “terimakasih banyak appa, aku tidak akan bisa sampai di titik ini jika bukan karena asuhan appa” Yoona melepaskan pelukannya dari sang ayah dan beralih untuk memeluk Yuri. “Selamat ulangtahun Yoong, Tuhan selalu menyertaimu,” “terimakasih eonni” Yoona melepaskan pelukannya dari Yuri, ia mengalihkan tatapannya pada keluarga Choi yang tengah berdiri di belakang kakaknya, ada Nyonya dan Tuan Choi, ada Jiwon dan…tidak ada Siwon. Yoona tersenyum dan membungkukkan badannya sedikit pada keluarga Choi, setelahnya ia memutuskan untuk segera memulai acara ini.

 

Tiffany dan Nichkhun memeluk Yoona secara bergantian, memberikan ucapan selamat ulangtahun kepada Yoona dan memberikan kado dengan bungkusan berwarna Pink sesuai dengan warna kesukaan Yoona. Yoona mengajak Tiffany dan Nichkhun untuk duduk, “kau tampak lemas sekali Yoona. Apa kau sakit?” Yoona menggeleng lemah, membuat kedua alis Tiffany bertautan. “Bukan, ini semua karena Siwon oppa. Tega sekali dia tidak bisa datang, dia begitu mencintai pekerjaannya itu” bukannya simpati Nichkhun justru tertawa simpul dan membuat Tiffany menyenggol bahunya pelan, “oppa tega sekali mengatakan itu padaku. Dasar jamur,” Nichkhun melotot saat mendapatkan julukan itu dari Yoona.

“Hey, itu milik gadisku!” Yoona hanya memeletkan lidahnya pada Nichkhun—tak peduli. Ia bena-benar seperti tak ada semangatnya sama sekali. “Tenanglah Yoong, Siwon oppa kan bekerja untuk masa depan kalian juga nantinya.” Yoona menoleh pada Tiffany dan hanya mengangguk pasrah.

 

—–YoonWon—–

Yoona menundukan dirinya pada bangku taman yang ada di pekarangan rumahnya, gadis itu malah betah duduk di sana daripada ada di dalam rumah dan ikut berbaur dengan teman-temannya. “Jika tidak ada Siwon oppa benar-benar percuma saja. Dia benar-benar namja yang kejam, tega sekali dia tidak datang dan bahkan tidak mengirimkan pesan apapun untukku. Kekasih macam apa dia?” Yoona menatap bintang-bintang yang ada dilangit dengan menopangkan dagunya pada tangan kirinya. “Siapa bilang percuma?” Yoona menolehkan kepalanya dan cemberut menatap Siwon. Ia mengalihkan pandangannya dari pria itu, “kau marah padaku sayang?”.

Siwon mengambil tempat duduk disebelah Yoona namun gadis itu malah menggeser posisinya menjaga jarak dari Siwon. Tak mau mengalah pada Yoona, Siwon juga terus menggeser posisi duduknya. “Au!” Siwon terkejut saat melihat Yoona terjatuh dari tempat duduk semen itu, “Yoong kau baik-baik saja?” Yoona menatap garang pada Siwon dan mengepalkan tangannya siap meninju pria itu. “Ini semua karena oppa, jika oppa tidak meggeser-geserkan bokong maka aku tidak akan jatuh!” Siwon tergelak mendengar penuturan dari sang kekasih dan hal itu membuat Yoona semakin naik pitam.

“Akh!” Yoona pergi meninggalkan Siwon namun dengan cepat pria itu menariknya, membawanya ke dalam dekapannya dan mencium lembut bibir gadis itu. Awalnya Yoona memang memberontak karena kekesalannya pada Siwon, namun akhirnya ia luluh juga karena Siwon yang terus mendesaknya.

Siwon melepaskan ciumannya saat Yoona mulai menikmatinya, gadis itu mendesah kecewa dan membuat Siwon tertawa, “astaga sayang, kau begitu rindu pada ciumanku?” pipi Yoona merona, membuat Siwon gemas dan mencium Yoona kembali.

“Kau tidak marah padaku lagi,kan? Aku benar-benar minta maaf sayang. Aku benar-benar sibuk hari ini, untung saja appa menyuruh Donghae hyung untuk menggantikanku jadinya aku bisa menemuimu sekarang. Jika tidak mungkin aku tidak bisa kemari,” Yoona mengangguk, tanpa Siwon meminta maaf pun gadis itu sudah pasti akan memaafkannya. “Iya oppa, aku memaafkanmu. Jadi, apa kado untukku?”.

Yoona menadahkan tangannya di depan dagu Siwon dan memasang tampang preman, membuat Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya dan meraih tangan mungil Yoona. “Ikut aku,” senyum Yoona memudar. “Pasti tidak ada kado,” gumam Yoona.

 

Siwon membawa Yoona ke sebuah tempat yang asing—menurutnya. Ia yakin jika ia belum pernah ke sini, tempat ini begitu luas dengan 3 mobil yang terparkir di halaman rumah. “Oppa, ini rumah siapa?” bukannya menjawab pertanyaan Yoona ia malah menutup mata Yoona dengan telapak tangannya, “oppa apa yang kau lakukan?” “kau diam saja dan jangan mengintip”. Yoona mengangguk, ia menuruti peritah Siwon.

Ia menduga bahwa mereka telah sampai karena langkah mereka terhenti, “jangan buka matamu sampai aku memerintahkann untuk membukanya.” Lagi-lagi Yoona hanya mengangguk dan Siwon melepaskan tangannya yang tadinya menutupi mata Yoona. “Sekarang buka matamu,sayang.”

Perlahan Yoona membuka matanya dan ia langsung melongo melihat pemandangan di depannya, tempat terbuka dengan luas 600 meter persegi dengan pagar besi yang dibentuk seperti kubah yang mengelilingi taman itu dan ditanami banyak bunga berwarna-warni yang tertanam begitu rapi dengan tata letak yang begitu pas. Yoona bahkan sudah seperti merasakan ada di surganya dunia, mata Yoona tertuju pada sebuah tangga bercat warna biru di tengah taman, dan pegangan tangga itu di lilit dengan dedaunan yang berbunga. Yonna benar-benar terpikat melihatnya, dari kejauhan Yoona menghitung anak tangga itu,”ada 15 anak tangga” gumamnya dalam hati. Yoona tersenyum saat anak tangga itu berbentuk lebar dan berbeda dari yang lain dan diatasnya ada penutupnya juga, Yoona yakin jika anak tangga yang paling atas itu adalah tempat untuk bersantai.

 

“Ini adalah bagian taman dari rumah tadi. Aku membeli rumah ini beberapa hari yang lalu dan ini adalah rumah yang akan kita tempati saat kita menikah nanti” Yoona terharu, gadis itu memeluk Siwon dengan begitu erat. “Terimakasih oppa, tapi aku tidak membutuhkan semua ini. Yang aku butuhkan hanya oppa yang selalu ada bersamaku”. “Kau dan aku memang tidak membutuhkannya sekarang sayang, tapi kita akan membutuhkan rumah ini saat statusmu berubah menjadi Nyonya Choi,” Siwon tersenyum dan membalas pelukan erat Yoona.

Siwon menggenggam tangan Yoona dan membawa gadis itu menuju tangga, menaiki anak tangga satu persatu dan akhirnya mereka sampai di puncak. Yoona tersenyum saat melihat kue coklat mini lengkap beserta korek api dan lilin ada di sana. Ia menatap Siwon curiga, “menyiapkan ini kau sempat tapi memberiku kabar dengan hanya sekedar mengirim pesan kau tak sempat.” Siwon tersenyum menanggapi kata-kata Yoona, ia mengacak rambut Yoona pelan, menyuruh gadis itu duduk dan ia mulai menyalakan lilin kue itu.

“Maaf sayang kuenya begitu kecil, saat aku mencari kue yang besar para pelayan mengatakan jika sudah tidak ada yang besar lagi. Jadi aku hanya membelikan yang kecil.” Ucap Siwon dengan nada penuh penyesalan. “Tidak apa-apa oppa, ini sudah lebih dari cukup bagiku” Yoona tersenyum tulus, Yoona memang gadis yang sederhana. Siwon benar-benar tidak salah mendapatkan gadis ini, meskipun Siwon kaya ia tidak pernah meminta macam-macam pada Siwon. Hal itulah yang selalu menjadi nilai tambah Yoona di mata Siwon.

Siwon melirik arloji yang terpasang di tangan kirinya, ia sadar ia harus membawa gadisnya itu pulang karena malam sudah hampir larut. Siwon memegangi tangan Yoona menuruni satu-persatu anak tangga, “Aaaa!”

dengan sigap Siwon menangkap pinggang Yoona agar gadis itu tidak terjatuh, jantung Yoona berpacu dengan cepat karena insiden hampir terjatuhnya dia ditambah lagi karena jarak nya dengan Siwon yang begitu dekat. Yoona berdehem dan Siwon membantu Yoona kembali ke posisi normal, Siwon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan membuat Yoona tersenyum manis. Yoona mengecup bibir Siwon, akibatnya gadis itu berjinjit dan menekan pundak Siwon agar ia dapat menggapai bibir Siwon.

Yoona sudah ingin mengakhiri ciumannya jika saja Siwon tidak menahan tengkuknya, Siwon masih ingin ciuman dari Yoona. Dulu saat mereka masih sama-sama kuliah hampir setiap hari mereka berciuman, walaupun hanya sebentar. Tapi sekarang karena kesibukan Siwon yang sudah menjadi CEO muda pengganti ayahnya membuat mereka sama-sama merasakan kerinduan yang begitu mendalam, tak heran bukan jika moment seperti itu dimanfaatkan sangat baik oleh mereka.

Yoona merasakan sebentar lagi akan hujan, pasalnya ia merasa jika kulitnya itu terkena rintikan air. Siwon masih saja belum melepaskan ciumannya, ia bermain dengan lidah Yoona sedangkan Yoona meskipun ia menduga akan hujan namun ia tetap menikmati ciuman dari Siwon.

Dan akhirnya, hujan benar-benar turun. Siwon dan Yoona tertawa bersamaan, mereka saling menatap hingga bibir mereka kembali bertemu. Berciuman di bawah guyuran air hujan, ditaman yang begitu indah, di hari yang sangat spesial bagi Yoona, dan melakukannya di tempat mereka akan hidup selamanya adalah moment paling berharga dalam kisah cinta Yoona dan Siwon, mereka tidak berniat melepaskan ciuman mereka. Mereka justru membuat ciumnan itu semakin intens, biarlah. Biarlah hujan dan bulan yang menjadi saksi bisu duo sejoli ini menciptakan moment romantis di istana milik mereka.

 

~~~~~END~~~~~

 

Hello all, jumpa lagi di ff aku hehehe. Ini Ficlet pertama aku, gmna hasilnya? Bagus gak? Bagus gak? #cerewet. Bagiku ini ff rekor loh karena aku menyelesaikannya dalam waktu 2 jam lebih beberapa menit. Padahal jarang-jarang otak aku bekerja dengan cepat Lmao. Dan sorry banget karena judul ga balance sama cerita wkwkwk. Okelah readers segitu aja dulu curcolnya. Semoga kalian suka sama Ficlet aku yang ini. Jangan lupa tinggalkan jejak karena jadilah pembaca yang baik,oke? And last thanks buat admin yang udh post ff aku ini #hug. See you all #bow

Iklan
Tinggalkan komentar

72 Komentar

  1. andreyani

     /  Agustus 27, 2014

    so sweet,,bikin sequelnya donk

    Balas
  2. Dedewjasmin

     /  Agustus 29, 2014

    Seru bngt menarik!!tapi terlalu pendek.

    Balas
  3. FF nya bgs bgt author
    hanya saja kurang puas bacanya
    dan terlalu kependekan
    coba saja di jadikan {3S}
    pasti seru bgt, dan pengennya di cerita tentang perjalanan cinta mereka dan sampai benar2 menikah dan punya anak
    ya mudah2n saja author bisa mempublisnya, buat author Fighting!!

    Balas
  4. Rusyda

     /  Agustus 31, 2014

    daebak thor, so sweet bgt.

    Balas
  5. Unhibitedly

     /  September 3, 2014

    ceritanya singkat tapi manis,,hoho ditunggu karya ff nya yang lain 😀

    Balas
  6. devira

     /  September 15, 2014

    Aaaaaaa >< so sweet *^.^* . Siwon bener" romantis 🙂 . Lucu kalo ngebayangin tingkah yoonwon yg lagi sama khunfany 😀 . Pokoknya di tunggu ff yg lainnya 🙂

    Balas
  7. Cha'chaicha

     /  Oktober 12, 2014

    Uh so sweet bgt, sequel dong..

    Balas
  8. utycoyumy

     /  November 19, 2014

    so sweet^^ boleh minta sequelnya dong.. 😀
    seru banget ceritanya apalagi pas bagian awalnya yoona polos banget. pokoknya keren

    Balas
  9. waaaah so sweeet bgt eonni 🙂 semoga jd kenyataan deh yaa

    Balas
  10. Bener2 so sweet… Bikin ngiri…

    Balas
  11. Arifa

     /  November 21, 2015

    Daebak thor,, sequel nya ya

    Balas
  12. melani

     /  Februari 24, 2016

    Romantis bgt.. keren ceritanya..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: