[FF] Because Of Love “Before Story of My Sunshine” (Chapter 2)

 

request-to-yulsa-arisagi-because-of-love

Yang belum baca after storynya ini linknya :

https://yoonwonitedkingdomstory.wordpress.com/2014/01/30/drabble-my-sunshine/

link chap 1 :

https://yoonwonitedkingdomstory.wordpress.com/2014/02/22/because-of-love-before-story-of-my-sunshine/

 

 

Tittle             : Because Of Love “Before Story of My Sunshine”

Author           :  Yulisa Arisagi

Twitter : @yulisaarisagi

FB         : Yulisa Arisagi

Genre           : Romance,Angst,Drama, Marriage Life (maybe), Etc.

Length           : Chapter

Chapter         : 2

Rating           : PG 15+

Main Cast   :  Super Junior’s Choi Siwon

Snsd’s Im Yoona

Other Cast  : 2PM’s Nickhun Horvejkul, After School UEE (Kim Yoo Jin),etc.

Special Art By :  @leemidah_89 ( http://yulhae4ever.wordpress.com/ )

 

 

Disclaimer      : this story pure of my imagination,sory if you found unidentifiedtypo(s) and don’t be a sillent reader.

 

Summary        : Ketika manusia sudah sangat yakin dengan pilihan hatinya,namun pada akhirnya tetap tuhanlah yang berhak menentukan kepada siapa cinta itu akan berlabuh…..

 

 

 

~BECAUSE OF LOVE~

 

 

 

 

 

Siwon POV

 

Seperti pagi-pagi biasanya,aku beserta kedua orang tuaku duduk tenang di ruang makan, Kami menikmati makan pagi dalam suasana yang selalu di selimuti oleh keheningan.

“apa hubunganmu dengan Yoona mulai berjalan baik Siwon-ah..?” appa ku membuka suaranya,lebih tepatnya meluncurkan sebuah pertanyaan padaku yang sesungguhnya kurang aku sukai. “ne” jawabku singkat ,Dan sejujurnya jawaban yang aku lontarkan merupakan suatu kebohongan,bagaimana dapat di simpulkan bahwa hubungan ku dengan gadis bernama Im Yoona itu berjalan baik,bahkan saling berkomunikasi lagi pun tidak setelah aku mengantarkannya ke rumahnya malam itu.

 

Kulihat appa menganggukan kepalanya tanda ia memahami jawabanku,sembari mulutnya bergerak yang kutahu bahwa saat ini ia tengah mengunyah makanannya.

“perlakukan ia dengan baik,walau aku tahu kau masih harus beradaptasi dengan kehadirannya dalam hidupmu,ku harap kau tidak mengecewakan kami sebagai orang tua” sambungnya lagi yang membuat hatiku semakin kesal saja.

‘kesal’ tentu saja aku sangat kesal. Bagaimana tidak? Seolah tidak ada topik pembicaraan lain di rumah ini,dari semenjak pertemuan keluargaku dengan keluarga Im beberapa hari yang lalu,appa selalu memberikanku wejangan-wejangan yang seharusnya beliau tahu bahwa aku sudah mengerti dengan apa yang seharusnya aku lakukan tentang hal itu,tanpa perlu ia mencecoki ku dengan pernyataannya. Walau sebagian kata-kata yang di sampaikan beliau memang ada benarnya dan perlu ku ingat,karena dalam setiap peringatan yang beliau lontarkan hal itu adalah benar,ya.. ‘benar’ aku memang harus beradaptasi dengan putri dari keluarga Im itu,memperlakukan nya dengan baik? Akan ku coba..

dan berusaha untuk ‘tidak mengecewakan orang tua’???

Dalam konteks ini aku dapat menyimpulkan bahwa hal yang di maksud appa ku tersebut adalah mereka berharap seiring dengan berjalannya waktu aku dan gadis itu dapat menerima ‘pernikahan’ yang sudah di depan mata ini dan hidup bahagia selamanya bak cerita di dongeng-dongeng.

But..itu IMPOSSIBLE!! Sudah ku putuskan bahwa hanya ada seorang gadis di hatiku bernama Kim Yoo jin,dan lagi pula aku sudah memiliki kesepakatan secara tidak langsung dengan gadis itu. Kesepakatan yang bahkan gadis itupun sangat menyetujuinya.

 

Siwon POV end

 

 

“baiklah aku berangkat” Siwon memundurkan kursi makannya tanda ia selesai dengan sarapannya. Siwon sengaja menghabiskan makannya lebih cepat agar ia dapat segera berlalu dari hadapan ayahnya yang pasti akan terus membahas hal-hal yang tidak ia suka. Siwon takut jika mungkin saja emosinya dapat tiba-tiba terpancing hingga menimbulkan pertengkaran antara ia dan ayahnya seperti tempo hari. Walau kini ia sudah dapat menerima keputusan perjodohan yang menjadi penyebab pertengkaran ia dan ayahnya waktu itu,yang tentu saja keputusan tersebut ia terima dengan terpaksa karena ancaman dari ayahnya.

 

“oia Siwon ahh.. apa malam ini kau bisa pulang lebih cepat?” Tuan Choi kembali membuka suaranya saat Siwon mulai beranjak dari ruang makan.

“jika tidak ada urusan mendadak mungkin bisa saja appa,memangnya ada apa?” Tanya Siwon setelah ia menghentikan langkahnya.

“nanti malam eomma dan Ny.Im akan mengantar Yoona ke butik langganan kami untuk fitting beberapa baju”  Ny.Choi menyahuti pertanyaan yang Siwon ajukan kepada ayahnya tadi.

Siwon mendesah kesal mendengar jawaban dari ibunya. “bukankah kalian hanya akan ke butik wanita? Ck..aku rasa tidak ada manfaatnya aku ikut”

“eomma belum selesai bicara Siwon,jangan menyela dulu” sahut Ny.Choi yang membuat Siwon menghembuskan nafas berlebihan.

“setelahnya kita akan ke Bridal untuk fitting baju pengantin kau dan Yoona” sambung Ny.Choi dengan nada sedikit keras.

“ne,kami sudah mulai mengurus semua keperluan pernikahan kalian” sahut sang appa yang kemudian terlihat meraih cangkir kopinya dan menyesapnya.

Siwon mendesah pasrah “ne,terserah pada kalian saja. Percuma saja kan aku membantah? Toh aku tidak memiliki hak untuk mengajukan banding.” gerutu Siwon sembari melanjutkan langkahnya untuk segera pergi ke kantor.

 

 

****

 

“tara….. lihatlah ini Yoong” seorang gadis cantik berambut panjang lurus memamerkan punggung jari-jari tangannya ke hadapan sahabatnya. Ia memamerkan sebuah cincin berwarna perak dengan kilauan berlian indah bertaburan di atas cicin tersebut.

 

“astaga Yul… cincinmu indah sekali! Darimana kau mendapatkannya?” sahut sahabatnya tersebut dengan tatapan kagum.

“ummm.. menurutmu darimana? Apa kau dapat menebaknya?” sahut gadis tersebut.

“apa kau mencurinya dari kotak perhiasan eommamu??” ujar sahabatnya lagi dengan nada menggoda dan terlihat menahan tawa.

“yak! Im Yoona… mengapa kau berbicara sembarangan!! Enak saja..apa kau tidak bisa membedakan tampilan sebuah cincin!” gerutu wanita tersebut kesal.

“hahaha aku hanya bercanda Yul… memangnya kau dapat darimana cincin itu? Setahuku kau bukanlah type wanita yang gemar memakai perhiasan” ujar wanita yang di ketahui bernama Im Yoona tesebut.

“kau tahu jika….” Ujar gadis tadi menggantungkan kalimatnya. “jika apa?” Tanya Yoona penasaran.

“jika.. Jong Woon oppa telah melamarku Yoong!!” sahut wanita tersebut dengan nada antusias.

“what?? Jinjja?? Kau tidak bercanda kan Kwon Yuri?” Tanya  Yoona sedikit kaget.

“ne”

“chukae Yul.. aku turut bahagia” ujar Yoona lagi sembari merentangkan tangannya,yang langsung saja membuat sahabatnya yang bernama lengkap Kwon Yuri tersebut masuk kedalam pelukannya.

“gomawo Yoong…”

“dan kapan rencana pernikahannya?” Tanya Yoona sembari menyeruput Jus Strawberry kesukaannya. Kini dua gadis cantik tersebut memang tengah menghabiskan jam makan siang mereka di dalam sebuah café yang terletak di depan gedung kantor tempat mereka bekerja yang tak lain adalah milik ayah dari Im Yoona salah satu gadis tersebut.

“sekitar dua bulan lagi Yoong” jawab Yuri dengan mata yang berbinar.

 

“oia.. lalu bagaimana hubunganmu dengan Nickhun Yoong?”

 

 

‘Deg….!!’

 

Seperti tersambar petir Yoona langsung kaget mendengar pertanyaan dari sahabat baiknya tersebut.

“molla” jawab Yoona datar,sembari mengaduk-aduk Jus yang tengah ia minum menggunakan sedotan.

“tidak tahu bagaimana?” jawab Yuri penasaran.

Yoona menghentikan kegiatan mengaduk-aduk Jusnya, gadis cantik itu menghembuskan nafasnya perlahan dan tak lama tatapannya pun berubah datar.

 

Yuri yang menyadari perubahan sikap sahabatnya tersebut itupun langsung merasa heran.

“Yoong..wae geurae? Kau ada masalah dengan Nickhun?” tanya Yuri sedikit hati-hati.

Yoona menggelengkan kepalanya pelan. “lalu?” sambung Yuri lagi masih dengan tatapan penasarannya.

 

“apa aku belum pernah bercerita padamu Yul??” sahut Yoona hingga tak lama ia menundukan kepalanya.

Sejenak Yuri terdiam,ia ingat jika Yoona selalu berbagi kisah dan masalahnya apapun itu termasuk hubungannya dengan Nickhun kekasihnya. Yuri menyadari betapa rumitnya kisah cinta Yoona dengan Nickhun yang Yuri tahu di tentang keras oleh ayah Yoona.Ia jadi sedikit menyesal karena telah bertanya seperti itu pada sahabatnya tersebut.

 

“mianhae Yoong jika pertanyaanku malah membuatmu sedih..” ujar Yuri dengan nada menyesal. “aku tahu pasti sangat berat bagimu menjalani hubungan dengan Nickhun di atas tentangan Sajangnim Im..” sambung Yuri lagi,hingga tak lama Yuri terenyuh saat melihat sahabat baiknya tersebut mulai meneteskan air matanya.

“Yoong..percayalah bahwa suatu saat sajangnim akan merestui hubunganmu dengan Nickhun.. uljimma Yoong..” ujar Yuri lagi dengan nada sedih sembari mengusap punggung Yoona pelan.

 

 

“Yul… aku rasa aku lupa menceritakan padamu jika ada masalah yang lebih pelik yang harus aku hadapi lebih dari itu semua” ujar Yoona di sela isak tangisnya.

 

“maksudmu?” Tanya Yuri penuh tanda Tanya.

 

“aku.. aku di jodohkan..” jawab Yoona parau.

“mwo? Mak..maksudmu apa Yoong?’

 

Yoona mulai menceritakan semuanya kepada Yuri,dari mulai awal bagaimana ia bisa di jodohkan dengan seorang pria yang sama sekali tidak ia kenal bernama Choi Siwon,tentang penyakit appanya yang telah menjadi tekanan baginya hingga mau tidak mau ia harus menyetujui perjodohannya dengan putra dari keluarga Choi tersebut,hingga rencana pernikahannya yang hanya tinggal menghitung hari.

Semua Yoona ceritakan secara mendetail kepada sahabat baiknya tersebut dengan deraian air mata yang terus menganak sungai di pipi halusnya.

 

“eotokhae Yul? Aku tak tahu lagi apa yang harus aku lakukan… hiks..”

Yoona mengakhiri ceritanya dengan sebuah kalimat yang cukup membuat hati miris.Bagaimana tidak? Ia terpaksa harus menerima sebuah pernikahan yang mau tidak mau harus ia jalani. Semua orang tahu bahwa pernikahan bukanlah hal main-main,dan tentunya setiap orang pasti berharap akan menjalaninya sekali seumur hidup bersama orang yang mereka cintai.

Yuri memandang pilu sahabat yang sudah ia anggap seperti saudara kandungnya tersebut,baru saja ia berbagi kabar bahagianya kepada Yoona…. Kini kabar yang datang dari Yoona justru berbanding terbalik dengan kebahagiaan yang baru saja Yuri rasakan melingkupi hatinya.

Bagaimana mungkin Yuri dapat terus terlarut dalam euphoria kebahagiaan karena baru saja di lamar kekasihnya,sedangkan Yoona sahabat baiknya harus menanggung derita seperti ini. Yuri jadi merasa seperti seorang sahabat yang egois,walau masalah Yoona sama sekali tidak ada hubungannya dengan dirinya.

 

Yuri memeluk Yoona semakin erat,bingung dengan apa yang harus ia lakukan. “menangislah Yoong..menangislah jika itu dapat mengurangi kesedihanmu,yakinlah bahwa tuhan pasti telah merencanakan sesuatu yang indah bagi hidupmu” Yuri ikut meneteskan air matanya di tengah tangis Yoona yang semakin pilu,ia mengelus punggung Yoona dengan lembut. kedua sahabat itu sampai tidak mempedulikan tatapan para pengunjung café yang terarah pada mereka berdua.

 

 

***

Hari telah beranjak sore,para karyawan dari perusahaan Im corp. itu mulai bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing. Tak terkecuali dengan kasak-kusuk yang terjadi di ruangan Yoona,ya.. memang betul bahwa gadis itu adalah putri dari Ceo perusahaan besar tersebut,namun jika di kantor seperti ini statusnya tetaplah sama seperti karyawan lain yang menduduki jabatan masing-masing. Yoona menjabat sebagai seorang manager perencanaan yang di tugaskan untuk membantu presdir langsung yang tak lain adalah ayahnya sendiri.

‘tok,tok,tok’ suara ketukan pintu terdengar ketika ia tengah sibuk membereskan barang-barangnya untuk bersiap pulang.

‘masuk’ sahut Yoona.

“manager Im.. presdir memanggil anda untuk segera ke ruangannya” ujar seorang wanita yang baru saja mengetuk pintu ruangannya tadi.

 

“oh.. ne” jawab Yoona.

 

~

 

“masuklah….” Teriakan seorang pria paruh baya terdengar dari balik pintu ruangan yang akan Yoona masuki. Dengan langkah pelan gadis cantik tersebut mulai memasuki ruangan appanya yang tak lain adalah presdir dari perusahaan tersebut.

“bagaimana kabar putri appa hari ini?”Tn.Im membuka suaranya saat Yoona berjalan mendekatinya dan duduk di sampingnya.

“baik Presdir” jawab Yoona sembari tersenyum lembut.

“aigoo jam kantor sudah berakhir Yoong.. sebegitu formalnyakah kau pada appamu?” ujar Tn.Im sembari terkekeh yang di sambut tawa khas dari Yoona.

“memangnya ada apa appa memanggilku kesini?” Tanya Yoona.

“aniy.. appa hanya ingin pulang bersama putri appa saja” jawab Tn.Im sembari mengacak pelan rambut putri kesayangannya tersebut.

“hanya itu? Aishh ku kira ada apa…” sungut Yoona manja.

Tn.Im menatap Yoona lekat,ada rasa bersalah yang menyelinap di hatinya. Bagaimana mungkin ia tega memaksakan kehendaknya untuk menikahkan putrinya tersebut dengan putra dari sahabatnya,sementara ia tahu putrinya tersebut telah memiliki seseorang yang telah ia cintai. Namun sekali lagi ia menetapkan hatinya agar tidak goyah,ia begitu teramat mencintai putrinya lebih dari apapun. Ia tidak akan menyerahkan hidup putrinya begitu saja ke tangan yang tidak tepat.

“appa.. gwenchanayo? Mengapa jadi melamun..?” Tanya Yoona heran saat mendapati appanya terdiam sesaat.

“maafkan appa Yoong… appa sungguh mencintai putri-putri appa lebih dari apapun di dunia ini”  Yoona sedikit kaget saat tiba-tiba pandangan Tn.Im berubah sendu dengan menggenggam tangannya cukup erat.

“maksud appa?” Tanya Yoona.

“sudahlah lupakan.. kajja kita pulang,eomma mu pasti sudah menunggu,appa berencana pulang cepat hari ini” ujar Tn.Im yang langsung beranjak dari kursinya sembari menarik tangan Yoona pelan untuk mengikuti langkahnya.

 

 

‘aku tahu appa… aku tahu apa yang kau maksudkan….Aku juga begitu amat sangat mencintaimu… hanya demimu appa,hanya demimu aku rela menjalani semua ini’ batin Yoona lirih.

 

 

****

 

Yoona dan Tn.Im turun dari mobil tepat di halaman rumah megah mereka setelah sang sopir membukakan pintu untuk keduanya.

Pasangan ayah dan anak tersebut perlahan melangkah menuju pintu utama rumah megah tersebut sembari berbincang ringan yang sesekali di selingi gelak tawa dan rengekan manja Yoona pada ayahnya,Yoona kini telah kembali terlihat manja pada ayahnya setelah sempat terjadi ketegangan di antara mereka beberapa waktu yang lalu.

“Halaboji… (haraboji),Imo……!!” suara teriakan anak kecil perempuan terdengar cukup melengking saat Yoona dan Tn.Im telah masuk ke dalam rumahnya.

 

“aigo… Mauren-ahh…” reflek Tn.Im merentangkan kedua tangannya dan sedikit membungkukan tubuh senjanya untuk menyambut cucu perempuan satu-satunya yang bernama Mauren tersebut untuk masuk ke dalam pelukannya.

“Bogoshippo halaboji…” celoteh anak kecil tersebut sembari melayangkan satu kecupan manis di pipi kakeknya tersebut.

“aigo… Mauren-ahh..jadi kau hanya rindu dan memeluk Haraboji saja? Pada Imo tidak?”Yoona mengerucutkan bibirnya bermaksud menggoda keponakan kecilnya itu dengan pura-pura cemburu pada ayahnya.

 

Gadis kecil tersebut lantas melepaskan pelukannya pada sang kakek dan menggapaikan kedua tangannya sedikit ke atas bermaksud untuk memeluk Yoona sang Imo.

“Miss u Imo….” Celotehnya saat Yoona telah mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh gadis kecil bernama lengkap Shim Mauren tesebut.

“miss u too dear….” Jawab Yoona sembari melayangkan kecupan bertubi-tubi pada pipi chubby keponakannya itu.

Tn.Im pun sedikit terkekeh menyaksikan moment tersebut.

“di mana Mommy dan Daddy mu sayang?” Tanya Yoona.

“sedang belsama halmeoni.. kajja Imo,aku akan belmain dengan saeng…” ujar gadis kecil tersebut sembari lengan kecilnya menarik tangan Yoona untuk mengikutinya,dengan di iringi langkah Tn.Im dari belakang.

“saeng??” gumam Yoona heran.

 

“kami pulang….!” Suara serentak Yoona dan Tn.Im sukses membuat tiga orang yang tengah berbincang dengan asyiknya sontak menolehkan kepala kearah mereka.

“Yoong,appa…”

“eonni… Changmin oppa”

Yoona segera menghambur kepelukan seorang wanita cantik yang tak lain adalah kakak kandungnya.

“bogoshippo eonni….” Yoona memeluk tubuh sang kakak erat yang di sambut senyuman dari tiga orang dewasa di samping mereka.

“nado Yoong.. awww” Yoona sedikit terkejut saat mendengar ringisan sang kakak dan reflek melepas pelukan eratnya tersebut.

“wae geurae eonni?”

“aish.. Yoong kau menekan calon keponakanmu..” ujar sang kakak sembari mengelus pelan  perutnya yang terlihat mulai membesar.

“mwo? Eonni..kau sedang hamil?” ujar Yoona sedikit terkejut.

 

“ne..”

“aigoo… Qiannie-ahh..kau akan memberikan satu cucu lagi untuk kami?” ujar Tn.Im.

“ne appa.. bogoshippo” jawab putrinya yang bernama Im Qiannie tesebut sembari kemudian memeluk sang appa.

 

“berapa usia kandungannya? Kenapa tidak mengabari jika ada kabar bahagia lagi?” Tanya Tn.Im kemudian.

“usianya baru 2 bulan aboji.. tadinya kami memang akan mengabari,tapi Qian bersikeras akan memberitahukannya langsung sebagai kejutan” ujar Shim Changmin suami Qiannie.

“kau ini…!” ujar Tn.Im sembari menyentil pelan dahi putri tertuanya tersebut,yang di sambut tawa oleh orang-orang di sekitarnya.

“yeobo.. tumben sekali kau sudah pulang..?” Tanya Ny.Im pada suaminya.

“apa tidak boleh aku pulang cepat yeobo?” ujar Tn.Im dengan nada guyonannya yang lagi-lagi mengundang tawa.

“mungkin appa mempunyai firasat bahwa putri kesayangannya akan datang sehingga ia pulang lebih cepat” celoteh Qiannie dengan diiringi tawa pelan.

 

“Mommy….” Rengekan manja tedengar dari mulut kecil Shim Mauren,putri Qiannie dan Changmin karena merasa di acuhkan oleh orang-orang dewasa di sekelilingnya tesebut.

“oh.. chagi waeyo?”ujar Qiannie sembari mengusap pelan kepala putri kecilnya tersebut.

“whenmy dongsaeng willcome mom.. ? Iwant to playwith him” rengeknya lagi.

“aigoo…. Dongsaeng mu masih sangat kecil chagi… kau harus bersabar selama beberapa bulan ke depan” ujar sang Mommy.

“ I want to playwith himnowmom,pleaseeee…” tiba-tiba suara Mauren semakin keras,sepertinya gadis kecil tesebut akan menangis,yang kemudian membuat kedua orang tua,kakek-nenek,dan Imo nya sedikit kewalahan.Hingga tidak lama tangisan gadis kecil bermarga Shim tersebut semakin kencang.

“MaurenShim,pleasebehave yourself…..it’snot agood attitudedear,Do not be awhinychild” ujar Changmin sang Daddy sembari mengangkat Mauren ke dalam gendongannya dan berusaha menenangkan putrinya yang baru berusia 4 tahun itu.

“aigoo cucu haraboji kenapa jadi cengeng seperti ini?” sambung Tn Im yang di sambut senyuman Yoona dan Ny.Im

“dia sedang manja… biarkan saja appa…” ujar Qiannie sedikit mempoutkan bibirnya.

“dia sangat mirip kau sewaktu kecil sangat cengeng” sambung Ny.Im yang di sambut tawa cekikikan dari Yoona dan Tn.Im.

“haha,bukankah eonni jauh lebih cengeng dari Mauren, eomma?” celoteh Yoona yang membuat Qiannie mengerucutkan bibirnya. “aishh Yoong… aku hidup lebih dulu darimu,kau jangan sok tahu” sergah Qiannie tak terima.

“ish.. aku tahu eonni memang cengeng” sambung Yoona tak mau kalah

 

“haha.. sudah-sudah kalian ini.. lebih baik sekarang kita ke ruang makan,kajja” lerai Ny.Im pada kedua putrinya tersebut.

 

~

“Yoong.. malam ini kita akan ke Bridal untuk memilih gaun pengantin untukmu bersama Siwon dan Ny.Choi” Ny.Im membuka pembicaraan saat kini mereka tengah berada di ruang makan. Yoona yang mendengar itu hanya memaksakan seulas senyuman,ia tak tahu lagi harus bersikap bagaimana selain menuruti semua yang telah diatur oleh kedua orang tuanya. Sudah tidak ada lagi kesempatan untuk mengajukan banding atau penolakan,jadi Yoona hanya bisa pasrah mengikuti hal yang ia anggap sebagai permainan dan sandiwaranya itu.

Sesaat mata sang kakak tertuju padanya,sorotan dari pandangannya itu terlihat iba pada sang adik. Yoona yang menyadari hal itu hanya kembali tersenyum terpaksa pada kakaknya.

Sementara tuan Im terlihat tengah mengunyah makanannya dengan tenang,tanpa berniat membuka suaranya karena ia tidak ingin membuat putrinya merasa di tekan dengan keinginannya ini.

“ne,eomma” jawab Yoona sekedarnya. Sesaat suasana makan keluarga tersebut terasa canggung.

“ekhem… bagaimana dengan bisnis perusahaanmu di Jepang Changmin-ahh?” Tn.Im mengalihkan pembicaraan untuk mencairkan suasana dengan bertanya pada menantunya.

“semuanya baik-baik saja aboji,setelah semua urusan selesai bahkan kami berniat pindah kembali ke Korea” sahut Changmin.

“ne,appa sejujurnya aku ingin cucu kedua appa ini bisa lahir di Korea” timpal Qiannie sembari mengelus pelan perutnya.

“ne,baguslah.. appa harap juga begitu. Walau bagaimanapun tinggal di negeri sendiri jauh lebih baik di banding tinggal di negara orang” sahut Tn.Im yang di sambut anggukan oleh Qiannie dan Changmin.

“ne Qian.. eomma berharap kau bisa melahirkan anak kedua kalian disini agar eomma bisa ikut merawat cucu eomma setelah sebelumnya Mauren harus terpisah jauh dari kami saat ia lahir” timpal Ny.Im.

“ne eomma semoga saja” jawab Qiannie yang diiringi anggukan kepala dari suaminya.

Yoona tersenyum sedikit miris melihat pemandangan bahagia keluarga kecil kakaknya,dalam hati ia bergumam betapa beruntungnya sang kakak dapat menikah dan membangun keluarga kecil yang bahagia bersama pria yang di cintainya. Sungguh bertolak belakang dengan kisah yang harus ia jalani sekarang bukan?

 

 

~~~

Siwon mendesah jengkel dalam ruangannya,beberapa kali ia mencoba menghubungi ponsel kekasihnya hasilnya selalu nihil karena lagi-lagi suara operator menyebalkan yang kembali harus ia dengar. “kemana kau Yoojin-ahh.. aku betul-betul harus bicara padamu” ujar Siwon dengan nada frustasinya.

“ck.. percuma sudah…” ujarnya kesal sembari menghempaskan ponsel tak berdosanya ke tepi meja kerja di hadapannya. Ia menyenderkan belakang kepala dan punggung kokohnya ke senderan kursi kerjanya sembari terus mengumpat kesal.

Kembali ia mengingat pesan eomma dan appanya tadi pagi bahwa malam ini ia harus melakukan fitting baju pengantin bersama ‘calon istrinya’ aniy.. lebih tepatnya ‘calon istri terpaksanya itu’

Siwon memiliki kekhawatiran tersendiri,bagaimanapun pernikahannya dengan gadis putri dari rekan bisnis appanya tersebut sudah di depan mata dan hingga detik ini, Yoojin kekasihnya belum mengetahuinya sama sekali dan ia berniat menemui kekasihnya tersebut secepat mungkin untuk menjelaskan semuanya karena ia tidak ingin sampai terjadi adanya kesalahpahaman diantara ia dan kekasihnya itu di kemudian hari. Namun di saat ia berniat untuk menghubunginya,nomornya malah tidak dapat dihubungi sama sekali.

Selang beberapa detik ponsel Siwon berdering menandakan ada panggilan masuk untuknya,dengan cekatan ia segera bangkit meraih ponselnya yang tergeletak diatas meja tersebut dan lagi-lagi ia mendesah kecewa karena ID name yang tertera di layar ponselnya adalah milik sang Ibu.

“yeobseo..” dengan malas Siwon mengangkat panggilan tersebut.

“yak! Choi Siwon kau tidak sadar ini sudah jam berapa? Kau tidak berniat melarikan diri atau sengaja melupakan janjimu tadi pagi kan?” cerocos sang eomma saat Siwon telah menempelkan ponsel pada daun telinganya.

”ck.. janji yang mana eomma?” sahut Siwon acuh.

“apa? Jadi kau lupa bahwa malam ini kau harus fitting baju pengantin bersama Yoona?” cecar Ny.Choi lagi.

Siwon menghembuskan nafas kasarnya “mianhae.. aku sedang sibuk eomma” sergah Siwon berusaha menghindar.

“Siwon… eomma tidak mau tahu,cancel semua urusan pekerjaanmu malam ini saja. Apakah kau begitu menyepelekan hal sepenting ini?? Eomma sudah melakukan janji dengan designer juga Ny.Im dan Yoona. Pokonya eomma tidak mau tahu,kau jemput Ny.Im dan Yoona di rumahnya sekarang juga. Eomma akan menyusul dengan sopir Kim,kita bertemu disana!”

‘klik..’ sambungan pun terputus secara sepihak,menyisakan Siwon yang terlihat terbengong dengan mulut lebarnya. “tapi eomma.. yeobseo..yeobseo!” ujarnya dengan nada tak terima karena sang eomma memutuskan panggilannya begitu saja. “aishhhh… betapa menyebalkannya semua ini!!” umpatnya lagi dengan ekspresi kesal.

 

 

 

***

Yoona mematut dirinya didepan cermin, seperti apa yang telah dikatakan sang eomma tadi sore di ruang makan,bahwa malam ini ia akan melakukan fitting baju untuk pernikahannya bersama Siwon beberapa hari lagi.

Sebuah dress biru muda di atas lutut dengan potongan lengan pendek membalut tubuh rampingnya,di sertai sepasang heels sederhana berwarna senada yang membalut kedua kaki jenjangnya nampak begitu cantik ia kenakan. Rambut ikal indahnya ia biarkan terurai apa adanya,tak lupa bubuhan make up tipis terlihat begitu mempercantik wajah ayu alaminya. Kembali ia menghadap cermin dengan tersenyum miris,menertawakan takdir yang harus ia jalani saat ini.

Perlahan ia mendudukan dirinya di tepian ranjang yang menghadap langsung pada cermin besar tempat riasnya tersebut.

‘Bodoh’ Yoona merasa dirinya bodoh. Lihatlah.. bak boneka yang dengan mudahnya bisa di permainkan,dengan sukarela ia mau menjalani semua ini. Ia terus menatap pantulan dirinya di dalam cermin. “Im Yoona bodoh..” ujarnya pada pantulan dirinya dalam cermin besar tersebut sembari kembali tersenyum pahit.

“Yoong… kau sudah selesai nak? Sebentar lagi ada yang akan menjemput kita… eomma menunggumu di bawah…” teriakan Ny.Im dari balik pintu kamar Yoona membuyarkan lamunannya.

“ne,eomma..sebentar lagi” jawab Yoona dengan sedikit berteriak.

 

“baiklah Im Yoona,sandiwara telah di mulai..hanya  lakukan dengan baik dan segera selesaikan” ujarnya kembali pada bayangan dirinya dan ia segera berlalu dari kamarnya.

 

~

 

“aigoooo… Siwon-ah kenapa jadi kau yang perlu repot menjemput kami kesini?” celotehan Ny.Im saat Siwon baru saja memarkirkan mobil mewahnya tepat di halaman kediaman megah keluarga Im.

“gwenchana Nyonya,tadi eomma yang menyuruhku kesini,kebetulan urusanku di kantor baru saja selesai” jawab Siwon sembari tersenyum palsu. Dalam hatinya sesungguhnya ia cukup kesal.

“ck..kami jadi merepotkan,dan jangan panggil aku dengan sebutan Ny. Lagi,panggil saja seperti Yoona memanggilku” ujar Ny.Im sembari tersenyum tulus. “ya sudah kau masuklah dulu,aku masih menunggu Yoona. Sebentar lagi mungkin ia selesai”  sambungnya.

Siwon mengangguk dan hanya kembali tersenyum menjawab ocehan Ny.Im sembari mengikuti langkah wanita paruh baya tersebut menuju ruang tamu.

 

“eomma.. aku sudah selesai” Yoona menuruni tangga rumahnya satu persatu dan berjalan pelan menuju ruang tamu.

Namun Gadis cantik itu sedikit terkejut ketika yang ia temukan bukanlah sang eomma  melainkan ‘sang calon suami’ tengah duduk di sofa ruang tamunya.

Sesaat pandangan mereka bertemu,di lihatnya kini Siwon tengah duduk terpaku sembari menatap dirinya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Pun sama halnya dengan dirinya,entah mengapa iapun malah berdiri kaku tak bergeming,bak manekin di sebuah etalase toko pakaian.

Mereka sama-sama terdiam,entah apa yang tengah ada dalam fikiran mereka. hingga kekakuan mereka di kejutkan dengan suara seorang wanita paruh baya.

“Yoong.. kau sudah selesai sayang?”

Siwon sedikit menggelengkan kepalanya sembari mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menetralisir kekagetannya,sedangkan Yoona yang juga terkejut hanya mengulaskan senyum kaku. “ne.eomma” jawabnya sedikit canggung.

Siwon melihat sekilas arloji yang berada di pergelangan tangannya. “bisa kita pergi sekarang? Eomma sudah menunggu di sana” ujarnya sembari tersenyum pada Ny.Im dan berusaha menghindari kontak mata lagi dengan calon istrinya itu. Entah kenapa saat matanya bersitatap dengan Yoona,Siwon merasakan ada yang tidak beres dengan jantungnya.

“ne,kajja.. tapi baru saja aku selesai membuatkanmu minum Siwon-ah” ujar Ny.Im.

“gwenchana,tadi aku sudah minum di kantor” jawab Siwon.

“ya sudah,kajja Yoong..” ujar Ny.Im,namun sebelumnya ia memanggil pembantu rumah tangganya.

“ahjumma.. katakan pada Qian dan Changmin aku dan Yoona pergi” pesan Ny.Im pada ahjumma pelayan rumahnya,untuk di sampaikan pada putri dan menantunya,sementara sang suami belum pulang dari kantornya.

“ne,Nyonya”

 

*****

 

“aigooo Ny.Choi… seharusnya kau tak perlu repot-repot menyuruh Siwon untuk menjemput kami” ungkapan pertama Ny.Im saat ia telah tiba di tempat yang telah ia dan sang calon besannya janjikan dengan anak-anak mereka.

“aishhh gwenchana.. Siwon sedang tidak terlalu sibuk di kantornya,maka dari itu sengaja aku menyuruhnya untuk menjemput calon istri dan mertuanya. Bukankah begitu Siwon-ahh?” ujar Ny.Choi sembari melirikan mata kearah putranya tersebut sembari memberikan isyarat agar sang anak mengatakan ‘ya’.

Siwon yang menyadari sang ibu memberikan sinyal seperti itu lantas menganggukan kepalanya sembari tersenyum kaku.

“Yoona-ya… ayo kita masuk sayang,kau dapat mencoba gaunmu terlebih dahulu,designer Hwang sudah menunggu di dalam.. setelah itu baru giliran Siwon untuk mencocokan busana pengantin dengan tubuh besarnya itu” ujar Ny.Choi dengan nada jenaka menggoda sang putra,yang justru di tanggapi gerutuan kesal dari Siwon putranya tersebut.

“kajja Ny.Im..”

 

~

“wah… calon menantu anda sangat cantik sekali Nyonya… betapa beruntungnya anda memiliki calon menatu secantik ini”

“ne,aku sangat beruntung dapat bermenantukan gadis secantik dia.. tapi yang lebih beruntung adalah putraku yang dapat memperistrinya”

Celotehan sang ‘calon mertua’ dan seorang designer yang kini tengah mengukur ukuran tubuhnya sukses memunculkan semburat merah yang cukup kentara di wajah cantik Yoona,yang mana celotehan tersebutpun memndapat sambutan gelakkan tawa dari sang ibu.

“ah.. dan yang lebih beruntung tentu adalah anda Nyonya yang telah melahirkan putri secantik nona Im” sambung sang designer bermarga Hwang tersebut kepada Ny.Im.

“haha.. anda bisa saja,tapi aku memang beruntung memiliki putri seperti Yoona” jawab Ny.Im sumringah.

Yoona Nampak terlihat kikuk,bagaimana mungkin ketiga orang dewasa di hadapannya ini menjadikan dirinya sebagai topic pembicaraan.. sungguh hal yang tidak penting,fikirnya.

“eomma… sudahlah.. aku malu di bicarakan seperti itu…” rengek Yoona sedikit manja yang di sambut gelakan tawa oleh ketiga orang di hadapannya tersebut.

 

“aigooo… calon menantuku sungguh manis sekali jika sedang merajuk seperi itu..” ujar Ny.Choi yang kembali menggoda calon menatunya tersebut. Yang kembali sukses membuat pipi Yoona bersemu merah.

 

“apakah anda memiliki kriteria khusus untuk gaun pengantin anda nona Im? Saya sudah memiliki beberapa gaun pengantin jadi yang sesuai dengan ukuran tubuh anda dengan berbagai type dan model,atau saya bisa mendesign gaun baru sesuai keinginan anda nona?” ujar wanita muda yang tak lain adalah seorang designer yang tadi mengukur ukuran tubuh Yoona.

 

“eothe Yoona-ya? Kau akan langsung fitting gaun pengantin yang sudah jadi,atau kau memiliki konsep gaun pernikahan impianmu sendiri sayang? Agar nona Hwang dapat segera membuatkannya.” Tanya Ny.Choi menambahkan.

“emm… aku rasa aku hanya ingin memakai gaun yang simple saja” jawab Yoona. “jadi.. aku memutuskan untuk segera fitting gaun yang telah jadi saja” sambungnya dengan nada pelan.

Sungguh bertolak belakang dengan hatinya, dulu Yoona memiliki angan-angan dapat menikah dengan pria yang ia cintai dan mencintainya,tentu sesungguhnya ia memiliki impian dapat mengenakan gaun impiannya di hari pernikahannya kelak. Sebuah gaun yang ingin sekali ia terlibat dalam perancangannya,namun sayang.. semua pemaksaan ini terasa membuat semua konsep pernikahan impiannya kandas sudah. Yang ada dalam fikirannya kini hanya agar dapat menyelesaikan semua ini dengan cepat,tak masalah ia menggunakan gaun apapun,asalkan semua segera dapat ia lalui.

 

“baiklah.. kajja ikut saya” ujar sang designer mengajak Yoona masuk kedalam sebuah ruangan.

 

~

Siwon bergerak gelisah dalam ruangan tunggu Bridal kenamaan di kota Seoul tersebut,ia duduk,kemudian berdiri kembali,kemudian duduk dan bergerak-gerak tak tenang dengan perasaan cukup kesal. Bagaimana tidak? Sudah hampir 1 jam pria tampan tersebut menunggui ketiga wanita yang sedari tadi seperti tengah menguji kesabarannya.

“aishhh… sedang apa mereka di dalam?” gerutunya kesal hingga tak lama kemudian  ia melihat kedua sosok wanita paruh baya yang langsung menghampirinya.

 

“apa kau sudah menunggu lama nak?” ujar wanita paruh baya cantik yang tak lain adalah ibunya.

Siwon hanya diam sedikit salah tingkah sembari menahan kedongkolan hatinya,jika saja ia hanya berdua dengan sang ibu,mungkin saja ia akan meledak-ledak dalam emosinya. Sudah jadi rahasia umum bahwa Choi Siwon,putra tertua di keluarga Choi tersebut sangat membenci yang namanya ‘menunggu”. Namun sayang seorang wanita paruh baya lagi,yang tak lain adalah calon mertuanya tengah berada diantara mereka hingga tidak memungkinkan ia terlarut dalam emosinya.

 

“silahkan perlihatkan gaun pilihan anda nona Im…. “ suara seorang wanita disertai senyuman dari balik ruangan reflek mengalihkan perhatian Siwon dan kedua wanita paruh baya di sampingnya.

Dari ruangan tersebut munculah seorang  gadis cantik mengenakan gaun pengantin berbahan tule dengan potongan setengah lutut, gaun tersebut cukup panjang menjuntai sedikit ke atas lantai,namun memiliki aksen potongan di bagian bawah lutut yang mengekspos kaki kiri yang jenjang nan mulus milik Yoona. Bagian atas gaun tersebut hanya berpotongan sedada,sehingga lagi-lagi mengekspos bagian dada atas dan bahu mulus gadis cantik bermarga Im tersebut. Rambut Yoona yang kini tengah di gulung ke atas semakin memancarkan kecantikan alaminya.

Hingga kecantikannya tersebut membuat terpukau ketiga orang yang tengah menungguinya itu.

“Yoong.. kau cantik sekali nak” komentar sang ibu yang melihat penampilan putrinya dengan gaun pengantin pilihannya tersebut.

“astaga… Ny.Im.. apa putrimu adalah jelmaan seorang dewi?” sambung Ny.Choi menambahkan.

Sementara Siwon yang notabene adalah ‘sang calon pengantin pria’ kembali terlihat bodoh dengan tubuhnya yang entah kenapa terlihat membeku,sungguh tidak dapat di pungkiri bahwa ‘calon istrinya tersebut sungguh cantik memukau.

 

“eotokhae Siwon-ahh? Bukankah calon istrimu sangat cantik?” ujar Ny.Choi antusias

“betulkan Siwon? Siwon-ahh” Ny.Choi yang merasa tidak mendapat tanggapan dari mulut anaknya lantas menolehkan kepala kearah anaknya tersebut,ia sedikit kaget kemudian sedikit menahan tawa melihat tingkah anaknya yang malah terdiam seperti patung tersebut.

“aishhhh…. Ternyata ada yang tepesona pada kecantikan calon istrinya” gelak Ny.Choi

Yang seketika membuyarkan kediaman Siwon yang kemudian menggaruk tengkuknya malu.

 

“nona Im mengatakan ia meyukai gaun yang simple,maka pilihanya jatuh pada gaun ini.. apakah kalian semua sependapat dengannya?” ujar wanita yang di ketahui bermarga Hwang tersebut,menanyakan pendapat kepada Siwon dan wanita-wanita paruh baya di hadapannya tentang gaun yang di pilih Yoona.

“ne,setuju!” ujar ketiga orang tersebut hampir bersamaan. Yang di sambut tawa terkikik dari sang designer dan senyuman malu dari Yoona.

“Yoona sungguh pintar memilih gaun yang cocok untuknya.. bukankah begitu calon besan?” komentar Ny.Choi saat Yoona akan kembali memasuki ruangan untuk melepaskan kembali gaunnya.

“ne,itu benar” jawab Ny.Im.

 

“sebentar lagi giliran anda Tn.Choi untuk fitting tuxedo sesuai keinginan anda… bersiaplah!”

 

 

***

Hari mulai beranjak malam saat keempat orang berbeda usia itu keluar dari Bridal yang cukup ternama di kota Seoul tersebut.

“Ny.Im… maukah anda pulang bersama ku? Aku masih ingin mengobrol banyak dengan calon besanku selama perjalanan pulang” ujar Ny.Choi yang kini telah menjejakan kakinya di lobby Bridal bersama Ny.im,Siwon dan Yoona.

“benarkah? Apa tidak merepotkan? Aku sudah menghubungi sopir keluargaku tidak perlu repot-repot” jawab Ny.Im.

“aniy.. sama sekali tidak.. aku sungguh senang dapat mengantarmu dan apakah kau mengizinkan jika calon menantuku yang cantik di antar pulang oleh calon suaminya?” ujar Ny.Choi lagi.

Perkataan wanita paruh baya tersebut kembali membuat kericuhan di hati Yoona dan Siwon,mengapa kejadian seperti di restoran waktu itu harus terulang kembali? Fikir mereka,yang waktu itu di paksa oleh para orang tua mereka untuk pulang bersama.

“ah.. soal itu tentu saja tak apa menurutku,asal tidak merepotkan Siwon” jawab Ny.Im kemudian.

“aishh tentu saja tidak” jawab Ny.Choi seenaknya.

“Yoona-ya…aku akan mengajak ibumu pulang bersama,kau pulang bersama Siwon ya” ujar Ny.Choi yang kembali membuat Yoona tidak enak seperti tempo hari. “Siwon-ahh jaga calon istrimu,antarkan ia dengan selamat sampai rumahnya” sambung wanita paruh baya itu lagi yang kini di sambut anggukan oleh putranya tersebut.

“Yoong.. eomma pulang duluan,kau dan Siwon berhati-hatilah di jalan” tambah Ny.Im sebelum masing-masing dari mereka memutuskan untuk berpisah ke parking area menuju mobil masing-masing.

 

 

~~

 

Lagi,suasana diantara dua orang yang beberapa hari lagi akan resmi menjadi sepasang suami istri itu terlihat canggung dan kaku. Sepertinya aura dingin diantara mereka memang belum dapat di hilangkan.

“setelah ini aku akan mencari tempat untuk makan” Siwon membuka pembicaraan lebih dulu saat mereka baru saja selesai memasang seatbelt.

 

“ne,kau turunkan saja aku di depan.. aku akan mencari taksi” jawab Yoona dingin. Siwon menghela nafas dalam,heran dengan tingkah gadis di sampingnya ini yang gemar berbicara tak ramah kepada dirinya,sedangkan jika di depan keluarganya,gadis itu masih dapat menampilkan aura keramahannya walau hanya sekedar tersenyum palsu.

Siwon yang sedang malas berdebat dengan Yoona seperti tempo hari,berusaha untuk mengontrol emosinya dengan tidak ikut berbicara ketus seperti Yoona.

“bisakah kau temani aku?” ujar Siwon yang malah membuat Yoona menoleh ke arahnya.

“kau makan saja sendiri,aku sedang tidak lapar dan aku ingin segera pulang” jawab Yoona yang kembali meluruskan arah tatapannya,namun kali ini suaranya terdengar cukup lembut.

“aku tidak memaksamu untuk ikut makan,tapi setidaknya bisakah kau menemaniku? Jujur saja aku belum mengisi perutku sejak sore karena eomma memaksaku untuk datang ke Bridal tadi” jawab Siwon.

“kau bisa makan sendiri kan Siwon-ssi? Apa hubungannya makan dengan di temani?” ujar Yoona lagi,sejujurnya gadis itu entah mengapa jadi merasa sedikit bersalah. Mengapa pria itu begitu bodoh rela mengosongkan perutnya? Fikir Yoona.

 

“emmm.. itu… kau.. kau lihat sendiri kan penampilanku Yoona-ssi…? Aku memakai pakaian kerja lengkap” jawab Siwon yang membuat Yoona sedikit mengerutkan keningnya heran.

 

“akan sangat tidak pantas jika pria berpakaian formal sepertiku makan sendiri di restoran pada jam di luar kantor seperti ini,entah mengapa aku merasa jadi pria yang di campakan kekasihnya sehingga makan sendirian seperti itu” jawab Siwon yang justru kalimatnya tersebut terdengar konyol di telinga Yoona,dan hampir saja membuat Yoona tergelak. Namun tentu saja ia masih dapat mengendalikannya dan kembali berpose arogan di hadapan calon suaminya itu.

“ck.. alasanmu sungguh konyol sekali,aku bilang tidak mau ya tidak mau… aku lelah dan ingin segera beristirahat” jawab Yoona sok acuh.

Siwon hanya mendesah pasrah “arasseo.. aku antar kau pulang” jawab Siwon lemah,sepertinya pria tersebut memang betul-betul tengah kelaparan.

“tidak usah.. turunkan aku di sini saja” sergah Yoona.

“ck.. bagaimana menurut pendapat orangtuaku dan orangtuamu jika aku menurunkan ‘calon istriku’ di tengah jalan?”

Jawab Siwon masih dengan nada lemahnya.

Yoona sedikit membulatkan matanya mendengar perkataan Siwon yang menekankan kata ‘calon istri’  dalam kalimatnya.

Yoona mendengus “lalu bagaimana bisa kau menunda waktu makanmu lagi… tidak baik melewatkan waktu jam makanmu begitu saja”

“tak apa,aku makan di rumah saja” jawab Siwon lagi masih dengan nada lemahnya.

Yoona menarik nafas,ia akan merasa bersalah tentunya ketika tiba-tiba nanti akan mendengar Siwon terkena gangguan lambung atau semacamnya jika pria tersebut terlalu lama menunda jam makannya tersebut seperti ini,apalagi hal tersebut disebabkan karena dirinya. Walaupun ia tak habis fikir dengan alasan aneh pria tersebut.

 

“baiklah..aku temani kau makan” ujar Yoona akhirnya.

“kau serius??” Tanya Siwon memastikan sembari menoleh kepada Yoona.

“ne… aku tidak mau di salahkan jika nanti kau terkena gangguan lambung atau sejenisnya karena menunda waktu makanmu dengan alasan konyolmu itu!” jawab Yoona yang justru membuat Siwon tertawa.

“haha.. gomawo,dan lagi aku hanya meminta di temani makankan bukan hal yang aneh-aneh?” ujar Siwon lagi mencoba mencairkan suasana.

“maksudmu apa?” Tanya Yoona.

“hal-hal yang biasa selalu di minta pria dari calon istrinya” jawab Siwon dengan nada guyonannya dan justru membuat Yoona kaget.

“mwo?”

“wae? Apa aku salah bicara?” ujar Siwon dengan senyuman mautnya.. yang tak lama justru senyuman tersebut kian memudar,sadar dengan apa yang baru saja ia katakan.

“eh.. a.. aniy.. lupakan saja.. aku hanya bercanda” ujar Siwon kaku.

“ish.. dasar!”

Pria dan wanita itupun sejenak kembali menjaga jarak diantara mereka,Yoona menolehkan kepalanya kearah kanan pada jendela mobil,sementara Siwon kembali focus menyetir.

Mereka yang sama-sama saling membuang muka itupun tak sadar mengulaskan senyum di bibir mereka masing-masing.

Senyuman yang hanya di ketahui oleh diri masing-masing,dan kembali menghadirkan aura canggung yang kentara diantara mereka.

Entahlah.. sejenak mereka malah lupa dengan cobaan berat yang sudah menanti di depan mata mereka,beberapa hari lagi mereka akan terjalin dalam sebuah ikatan yang seharusnya mereka jalani dengan kekasih hati masing-masing.

 

 

 

~To Be Continue~

Anyeong….😀 masikah pada ingat dengan ff ini? I know ni ff membosankan dan bahasanya kerasa kaku di sana-sini.. dan bolehkah aku bertanya apakah ff ini layak di lanjut atau tidak? Semua tergantung pendapat saudara2 (?) sekalian. Sblumnya aku minta maaf bgt karna selalu lelet dalam hal posting-memposting ff, termasuk ff ini yang malahan udah di tagih dari beberapa bln yg lalu sma reader lwt twitter,tpi mlh bru skrg aku pnya wktu bwt lanjt. Mianhae.. jeongmal mianhae ><. aku akuin aku memang pnya ckup utang sama reader sekalian,harap mklum ya.. sbgai mahasiswa #ceelah. aku tentu punya tgas yang cukup menyita waktu,d tambah kmaren2 abis UTS dan UAS,skli lgi aku sungguh minta maaf. Oia bgaimana part ini menurt kalian? Aku btuh saran dan kritik spaya ff ini dpt trus brlanjut,dan aku mklumin bagi reader yg lupa ama jaln crita sblmnya qo -_- wkwk,dan.. sprtinya aku gakan bikin ff ini ber chap2 ckup pnjang kaya sinet (?) wkwk karena aku ga berbakat jadi penulis scenario sinetron (?)

Ok deh see u next time,jgn bosan untk slalu menanti kehadiranku ya…😀 dan BIG THX bwt Resty or Ka Echa yg udah postin lagiii😀

Selamat menunggu wkt berbuka buat nited yang menjalankannya… see u dadah bye bye…😀

Tinggalkan komentar

166 Komentar

  1. Jangan lama2 thour di next nya.. Sumpah ne FF sgt keren . Paling suka bc ff yg di awali dg perjodohan diakhiri dg cinta.

    Balas
  2. tiffany

     /  Agustus 18, 2014

    Iiihhh gemeeeesss bacanya..siapa sih yg menolak kecantikan yoona..tak ada yg bisa..daebak..next chap kapan ini??aku sudah tdak sabar..hehe..cinta akan datang karena terbiasa..

    Balas
  3. silvie

     /  Agustus 25, 2014

    ciee yoonwon udah mulai saling suka niiiiiyy

    Balas
  4. Thor keren..kpn nie d’lanju udh nunggu lama..

    Balas
  5. Klo menurut aku kurang puas bacanya Chingu, hbs aku masih penasaran dengan cerita mantan Yoona dan Si Won. Karena msh blom di ceritakan, aku berharap ada benih2 cinta antara Yoonwon.
    Buat Author semangat terus buat lanjuti FF ini, dan kalau bisa jangan lama2 di publis ya. Banyak bgt ne pembaca setia yg menunggu kelanjutannya

    Balas
  6. Unhibitedly

     /  September 3, 2014

    siwon udah dua kali terpesona dengan penampilan yoona,,,hoho kayaknya siwon sudah mulai suka ma yoona, tapi yoona masih bersikap cuek ke siwon >< makin penasaran ma kelanjutannya,, ditunggu next chapternya segera😀

    Balas
  7. Next thor. Penasaran bangett.. Gak tahan(?) nunggu konflik yang sesungguhnya keluar..
    Fighting! ^^

    Balas
  8. Choi Han Ki

     /  November 27, 2014

    Sepertinya dah mulai ada rasa nih haahahaha… Di tunggu next chapnya ?

    Balas
  9. amalia an

     /  Januari 11, 2015

    Ksian jg yoonwon yg dipaksa menikah…..
    Smga aja mereka bsa hidup bahagia nntix.
    Next ditunggu….

    Balas
  10. Thor kok gk update lg

    Balas
  11. tiffany

     /  Februari 5, 2015

    Setiap baca pasti jd kayak orang gila..senyum2 sendiri.hahahahah. please update please

    Balas
  12. katanya ga suka tapi siwon oppa selalu terpesona tiap liat yoona….

    Balas
  13. dias puspita

     /  Oktober 3, 2015

    Hah..tbc? Msi ada kelanjutannya??

    Balas
  14. Wuahh mungkin yoonwon udah ada rasa rasa hehe..

    Balas
  15. ambarwati

     /  Juni 13, 2016

    Crtnya fokus sam yoonwon aja. Krng greget soalnya blum ada konflik batin antara yoona dan siwon dn pada pasangan masing masing. Tpi good job min

    Balas
  16. Spertinya siwon udah mulai terpesona…kapan nih si yoona terpesona…aigoo lucu deh…next

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: