[2S] Thank You For Everything (sequel of “Sir,I love Your Daughter”) (Chapter 2A)

thankyou for everything cover

Tittle          : Thank You For Everything (sequel of “Sir,I love Your Daughter”)

Type          : Two Shoot

Chapter    : 2a

Author      : Yulisa Arisagi (twitter acc: @yulisaarisagi)

Genre        : romance,marriage life,etc.

Rating       : PG 15+

Main cast :Super Junior’s Choi Siwon

SNSD’s Im Yoona

Other cast :Super Junior’s Lee Donghae,SNSD’s Tiffany Hwang,etc.

 

Disclaimer: this story pure is mind,sorry if you found unidentified typo(s) and don’t be a silent      reader

 

 

 

 

Special cover by : historyofnana.wordpress.com

Di dalam sebuah café yang terletak tidak jauh dari gedung perkantoran milik HYUNDAI GROUP, terlihat sepasang pria dan wanita terduduk saling berhadapan di salah satu tempat makan yang terletak tepat di sudut ruangan. Pria dan wanita tersebut terlihat canggung satu sama lain,belum ada yang berani membuka pembicaraan di antara mereka.

“bagaimana kabarmu fanny?” akhirnya sang pria memberanikan diri untuk membuka pembicaraan.

“nde?” sang wanita yang di tanya pun hanya mengangkat kedua alisnya lalu tak lama ia tersenyum dan menjawab pertanyaan sang pria “kabarku baik oppa” jawabnya singkat.

Sang pria menghembuskan nafas sesaat,lalu kembali ia menatap wajah cantik wanita di hadapannya. “apakah kau masih mengingat pertanyaan ku waktu itu?”

“nde?” kembali gadis bernama lengkap Tiffany Hwang tersebut menjawab pertanyaan pria di hadapannya dengan raut wajah yang sedikit heran.

 

 

 

Flashback

Tokyo,Japan 4 years ago

 

Seorang pria terlihat tengah berjalan menyusuri koridor sebuah gedung apartement yang terletak di pusat kota Tokyo,sang pria tersebut terus berjalan sambil menyeret sebuah kopor di tangan kanannya,dan tangan kirinya tengah sibuk memegang secarik kertas sambil sesekali kedua bola matanya sibuk menatap nomor kamar yang tertempel di deretan pintu-pintu apartement untuk ia cocokkan dengan nomor yang tercatat dalam secarik kertas tersebut.

“ummm… 62?” gumamnya,sambil menatap nomor yang tertempel dalam sebuah pintu dan kembali menatap secarik kertas yang ia pegang. “ahhh…benar ini apartementnya” ujarnya lagi dengan senyuman yang tesungging di bibirnya.

Tak lama tangannya pun bergerak menekan bel yang tertempel di samping pintu.

Selama sekitar 2 menit ia menekan bel,akhirnya pintu apartement tersebut pun terbuka.

Namun tiba-tiba ia sedikit terlonjak kaget karena yang membuka pintu adalah seorang wanita.

“mworago…!!” dengan reflek pria tampan yang bernama lengkap Lee Donghae tersebut terlonjak setelah seorang wanita tersebut membuka pintu dan menatap ke arahnya.

Wanita yang membukakan pintu tersebut pun sama herannya dengan dirinya “Anata ga watashi o motomete hanshu?” (anda mencari siapa tuan?)ujarnya.

Donghae menelan salivanya,bingung dengan apa yang wanita tersebut ucapkan.

“um… what can you speak english?” jawab Donghae dan malah bertanya balik pada wanita tersebut,sungguh ia tidak pandai dalam berbahasa Jepang,ia hanya mengandalkan kemampuan bahasa Inggrisnya untuk bepergian keluar negeri seperti ini.

Sang wanita yang di tanya pun awalnya sedikit bingung,namun tak lama ia menyunggingkan sebuah senyum yang di iringi oleh senyum matanya.

“are you from Korea?” tanya sang wanita itu kembali. “anyeong haseyo..” sambungnya sambil membungkukan sedikit badannya.

Donghae kembali sedikit kaget,namun sedetik kemudian ia tersenyum dan kembali bertanya pada wanita berparas cantik tersebut.

“yesit istrue, whatyou’realso fromKorea??” jawabnya sembari mengulum senyum.

“ne” jawab wanita cantik tersebut.

Donghae menghembuskan nafasnya sedikit lega.

“hah… syukurlah kau orang Korea juga nona.. aku sungguh tidak fasih dalam berbahasa Jepang” ujar Donghae lagi.

Wanita itupun kembali tersenyum dan tak lama kemudian kembali ia mengingat sesuatu.

“oia tuan.. mianhae.. sebenarnya anda mencari siapa?” ujarnya.

Donghae menepuk keningnya pelan “aigooo jeongmal pabo namja” rutuknya pada dirinya sendiri dengan setengah berbisik agar wanita di hadapannya tidak dapat mendengarnya.

“tuan?” ujar wanita itu kembali,merasa sedikit heran akan tingkah Donghae.

“mianhae nona… apa benar ini apartement milik seorang pria bernama Lee Dongwook? dia hyungku” jawab Donghae.

“Lee Dongwook?” ujar wanita tersebut sembari menautkan halisnya. “ini apartement milikku tuan” sambungnya lagi.

“jinjja? Tapi nomor kamar ini 62 kan?” ujarnya bingung,kembali ia memperhatikan secarik kertas yang baru saja ia keluarkan dari sakunya.

“ne,benar ini appartement bernomor 62” jawab wanita tersebut.

“hah..jinjja?” jawab Donghae sambil kembali memperhatikan tulisan berbahasa inggris pada secarik kertas yang ia pegang,namun sedetik kemudian ia malah memutar-mutar kertas yang sudah terlihat kucal tersebut.

Wanita di hadapanya yang terlihat bingung akan tingkah  dirinya tersebut memberanikan diri untuk ikut menelaah secarik kertas tersebut.

“boleh aku melihatnya tuan?” ujarnya.

“nde?” Tanya Donghae bingung.

Tak mau ambil pusing akhirnya sang wanita merampas paksa secarik kertas tersebut dari tangan Donghae.

 

Wanita tersebut mengerutkan sedikit keningnya saat membaca secarik kertas tersebut,tak lama iapun tersenyum memamerkan keindahan matanya yang ikut tersenyum pula. Lalu ia bergumam “hmm…anda salah membacanya tuan,itu nomor 63 bukan 62”

“nde,jeongmal?” jawab Donghae sambil kembali memperhatikan secarik kertas tersebut.

“ne,lihatlah bagian bawah dari angka 3 tersebut..sepertinya terhapus karena lunturan akibat terkena air.. apa tadi kau kehujanan tuan?” Tanya sang wanita kembali.

“tapi mengapa bentuknya jadi seperti angka 2 begini?’’ gerutu Donghae. “ne,tadi seikit gerimis di luar” sambungnya.

Wanita tersebut kembali tersenyum “dan sudah jelas bukan bahwa appartement ini bukan milik hyung anda tuan?,dan pasti yang sebenarnya adalah itu” ujar sang wanita itu kembali sembari menunjuk sebuah pintu di sebelahnya dengan nomor 63 tertempel di sampingnya. “dan..tadi siapa namanya?”

“Lee Dongwook” jawab Donghae.

“oh..maksudmu Dongwook oppa?” ujar wanita itu lagi.

“mungkin..karena memang itu nama hyung ku” sahut Donghae lagi.

“ne,memang pria di sebelahku ini adalah seorang pria Korea yang bernama Dongwook,tapi aku kurang tahu marganya,kami sering bertegur sapa”  ujar wanita itu lagi.

“ne,aku yakin memang itu hyungku,jeongmal kamsahamnida nona” ujar Donghae lagi. “mian aku telah merepotkan,dan…bolehkah aku tahu siapa namamu?” ujar Donghae sedikit hati-hati.

Kembali wanita cantik tersebut tersenyum“Tiffany Hwang” ujarnya . “tapi nama asli Korea ku adalah Hwang Miyoung” sambungnya lagi.

“Ti-f-fany Hw-ang,Hwa-ng Mi-young” ujar Donghae dengan sedikit mengejanya. “nama yang indah” sambung Donghae lagi dengan diiringi senyuman manisnya.

“tapi panggil saja aku Tiffany,itu jauh lebih baik” Sahut wanita tersebut kembali.

“ne,baiklah…dan kita pasti akan bertemu kembali,sekali lagi terima kasih banyak nona” sambung Donghae lagi dengan sedikit membungkukan tubuhnya.

“ne,cheonma” jawab gadis cantik yang ternyata bernama Tiffany Hwang tersebut.

Tiffany kembali menutup pintu appartementnya,dan saat Donghae membalikan tubuhnya untuk beranjak,tiba-tiba ia teringat sesuatu “aishhh…aku lupa menyebutkan namaku” ujarnya sambil menepuk keningnya. “berkenalan dengan gadis cantik aku sia-siakan begitu saja,tapi tak apalah,waktu 2 bulan di sini akan aku pergunakan sebaik-baiknya” sambungnya dengan sebuah senyuman miring yang mempesona. Tak lama iapun berjalan menuju pintu appartement bernomor 63 yang tadi sempat membuat sedikit huru-hara bagi dirinya tersebut.

~

Sudah hampir 1 setengah bulan Donghae tinggal di appartement kakak laki-laki nya yang menetap di jepang tersebut,ia tinggal di tempat tersebut dalam rangka mengisi liburan semester kuliahnya. Dan selama itu pula ia dekat dengan seorang yeoja cantik  bernama Tiffany Hwang,gadis yang appartementnya sempat ia buat rusuh karena masalah nomor yang salah tertera dalam secarik kertas . Tiffany lah yang menunjukan tempat-tempat dan jalan yang Donghae sama sekali tidak ketahui,karena ini adalah kali pertamanya Donghae berkunjung ke Negara tempat menetap kakaknya karena urusan pekerjaan tersebut,awalnya Donghae sedikit kesulitan mendekati gadis cantik tersebut,namun akhirnya menjadi mudah juga karena mereka sama-sama berasal dari Korea,dan jurus jitu Donghae yang ber-alibi tidak mengetahui jalan dan tempat-tempat di Tokyo sama sekali. Hingga akhirnya Tiffany dengan sukarela meluangkan waktu untuk Donghae hampir setiap hari hanya untuk menemaninya berkeliling. Dan dari situ pula benih-benih cinta mulai tumbuh di hati Donghae,dirinya ternyata memiliki perasaan lebih pada Tiffany. Ia mengagumi sosok Tiffany sebagai sosok gadis cantik yang sangat manis dan ramah,selain itu ia juga terlihat begitu menarik dan mandiri,karena ia hidup di Jepang terpisah jauh dari keluarganya yang tinggal di Korea.

Dan hingga pada suatu hari saat waktu libur Donghae hampir habis,ia mengajak Tiffany makan malam romantis di sebuah restoran,dan di situlah ia mengungkapkan perasaannya pada Tiffany.

Namun Tiffany tidak menjawabnya langsung karena ia masih kaget dan merasa bahwa dirinya dan Donghae baru lah saling mengenal,hingga akhirnya masa libur Donghae habis dan akhirnya iapun harus kembali ke Korea dengan perasaan hampa. Dan hingga saat Donghae kembali mengunjungi kakaknya di Jepang,ia harus menelan kekecewaan yang dalam karena ternyata Tiffany telah pindah dari appartement tersebut.

 

Flashback end

Tiffany menggigit bibir bawahnya ketika Donghae mengungkit hal itu kembali,iapun menunduk dan perlahan kembali menatap Donghae.

“ummm… tentu saja aku masih belum bisa menjawabnya oppa” ia membuka suaranya sedikit ragu.

Donghae hanya tersenyum tipis dengan desahan kecewa yang kentara dari hembusan nafasnya.

“apa kau sudah mempunyai kekasih?”

“aniy”

“lalu?”

“Oppa apa kau tahu bahwa semua butuh proses? Tanya Tiffany tiba-tiba.

“maksudmu?” Tanya Donghae.

Tiffany menghembuskan nafasnya perlahan.

“menumbuhkan perasaan” jawabnya datar. Donghae pun menoleh pada gadis cantik tersebut. “jadi… kau akan memberikan kesempatan untukku?” Tanya Donghae,namun Tiffany tidak menjawab.

“baiklah,kediaman mu ku anggap adalah jawaban YA dari pertanyaan yang ku ajukan”. Ujar Donghae.

 

 

***

Yoona memarkirkan mobilnya di halaman sebuah rumah mewah milik keluarga Im yang tak lain adalah kediamannya sebelum ia menikah.

Perlahan ia berjalan menghampiri pintu utama dan menekan bel beberapa kali,hingga tak lama seorang wanita paruh baya membukakan pintu untuknya.

“oh.. nona muda” ujar wanita paruh baya tersebut sedikit kaget melihat kedatangan Yoona. Yoona pun tersenyum menanggapi ucapan wanita paruh baya tersebut “anyeong ahjumma” ujarnya, lalu iapun masuk melewati sang ahjumma yang terheran-heran melihat kedatangannya sembari menyeret kopor besar tersebut. Selang beberapa detik kemudian Yoona pun menoleh kembali pada ahjumma yang telah bekerja cukup lama dirumah keluarganya tersebut “apa eomma ada di rumah?” ujarnya lagi.

“oh.. nyonya besar sedang ada acara charity,kemungkinan baru akan pulang sore nanti” ujar wanita paruh baya tersebut menjawab pertanyaan Yoona,lalu iapun menghampiri Yoona untuk menggantikannya menyeret kopor besar yang Yoona pegang.

“oh..ne,gomawo ahjumma Kim” jawab Yoona kembali tersenyum saat wanita paruh baya tersebut terlihat mengerti untuk membawa kopor tersebut ke kamarnya,Lalu iapun kembali melangkahkan kakinya di belakang ahjumma Kim untuk menuju kamarnya.

~

 

Yoona mendudukan dirinya di pinggiran ranjang sesaat setelah ahjumma Kim selesai membawakan kopor yang ia bawa ke dalam kamarnya,ia menghela nafasnya dalam-dalam. Kembali,ia mengingat kejadian beberapa saat yang lalu yang sukses membuat hatinya terasa hancur berkeping-keping. Ya..kejadian di mana saat ia bermaksud untuk membawakan makanan untuk suaminya sebagai kejutan sore itu. namun di luar dugaan,justru ternyata dirinyalah yang harus menerima kejutan yang sangat luar biasa dan terasa begitu amat sangat menyakitkan tentu saja.

Perlahan wanita cantik itu merebahkan dirinya di atas ranjang yang dulu sebelum ia menikah memanglah tempatnya untuk melepas lelah.

Kembali lelehan bening itu turun secara perlahan dari kedua sudut mata cantiknya,bayangan perlakuan romantis suaminya yang biasa ia terima dan ia nikmati tiba-tiba terbuyarkan dengan kejadian beberapa saat yang lalu,di mana saat ia melihat dengan mata kepalanya sendiri suami nya yang begitu ia percayai dan tentu saja sangat ia cintai melakukan skinship yang begitu intim dengan seorang yeoja asing.

 

‘sakit’ ya… rasa itulah yang kini tengah Yoona rasakan,seakan banyak jarum tajam yang menembus dalam ulu hatinya. Ia sadar,bahkan sangat sadar bahwa ia telah menikahi seorang pria yang bahkan belum genap 2 bulan ia kenal,namun rasa cinta yang tadinya ia rasa sesaat atau dapat di sebut sebagai keterpesonaan itu malah berlanjut hingga ke jenjang se –serius ini ‘pernikahan’.

Entahlah.. Yoona sungguh tidak mengerti sama sekali,yang ia tahu adalah adanya perasaan cinta yang amat dalam bagi pria yang kini berstatus sebagai suaminya tersebut. Namun kembali ia menyadari bahwa mungkin Siwon hanya berniat mempermainkannya,mempermainkan hatinya.sungguh Yoona merasa bahwa perbuatan Siwon tidak dapat di maafkan.

 

“mengapa kau menikahiku oppa?” ujarnya pelan sembari meringkuk di atas ranjang,memeluk kedua kakinya dengan air mata yang semakin deras membanjiri pipi mulusnya.

“mengapa kau harus menikahiku jika niatmu sedari awal hanya ingin mempermainkan perasaanku? Kau tahu ini sangat sakit? Sakit sekali Choi Siwon…” tangisnya pecah,namun terdengar begitu lirih karena ia memecahkan tangisnya dalam keheningan.

 

Hampir satu jam wanita cantik tersebut berkutat dalam kesedihannya,bergelung dengan air mata yang cukup deras,menangisi kejadian menyakitkan yang telah di lakukan suaminya terhadap hatinya. Perasaan Yoona berkecamuk,ia merasa cintanya yang tulus telah di khianati dengan begitu kejamnya,hingga ia merasa lelah dengan semua ini dan akhirnya ia pun memutuskan untuk mengatupkan kedua kelopak mata indahnya untuk beristirahat,berharap bahwa mimpi buruk ini akan segera berakhir ketika ia tebangun nanti.

 

***

Seorang pria tampan terlihat memarkirkan sebuah mobil di halaman rumah mewahnya secara tergesa,dengan tidak sabar ia mendorong pintu mobilnya untuk sesegera mungkin dapat keluar.

Ia setengah berlari saat ia berhasil memijakan kakinya di halaman rumah yang baru satu bulan ini baru ia tempati bersama istri tercintanya.

Dengan wajah gusar dan sedikit panik,ia mendorong pintu rumahnya dan sesegera mungkin berlari ke lantai dua,tempat di mana kamar utama yang tak lain adalah kamar miliknya dan istrinya berada.

“yeobo….!,yeobo….” Teriaknya beberapa kali dengan bermaksud memanggil sang istri saat dengan segala ketidak sabaran dan rasa khawatir tengah mendominasi hatinya.

“ohw… shitttt….!” Umpatnya sembari menjambak pelan rambut hitamnya dan mengusap kasar wajah tampannya sesaat setelah ia memasuki kamarnya tersebut dan mendapati salah satu pintu lemari pakaiannya terbuka dan memperlihatkan tempat yang biasanya terdapat beberapa pakaian Yoona tergantung dengan rapi telah kosong melompong,terlebih lagi saat ia melirik sisi lemari pakaian besar tersebut yang biasa terdapat kopor pakaian yang biasa mereka gunakan untuk bepergian telah menghilang dari tempatnya,yang sudah dapat Siwon pastikan bahwa hal tersebut menandakan bahwa Yoona telah memutuskan untuk pergi dari rumah mereka.

 

Dengan lemas Siwon mendudukan dirinya di tepian ranjang.

“demi tuhan Yoong.. kau telah salah paham” ujarnya lirih sembari menundukan kepalanya dan kembali menjambak pelan rambutnya.

Selang beberapa detik ia menghembuskan nafasnya dengan sekali tarikan lalu menghembuskannya dengan kasar melalui rongga mulutnya. Ia mengulum bibirnya dan segera bangkit dari posisi duduknya untuk kemudian merogoh ponsel dari saku celananya untuk segera mencoba menghubungi istrinya kembali setelah saat di kantor tadi-selesai meeting ia mencoba menghubungi istrinya namun hasilnya nihil saat hanya suara operator yang menjawabnya,bukan suara indah istrinya dengan nada manja dan penuh cinta seperti biasa yang ia dengar ketika berbicara via ponsel dengan istrinya tersebut.

Dengan sedikit emosi,ingin rasanya Siwon membantingkan ponselnya ketika kembali hanya suara operator yang menandakan bahwa nomor Yoona tidak aktif yang ia dengar melalui gendang telinganya.

 

Kembali ia menghembuskan nafasnya kasar,dan tak lama berselang pikirannya membawanya mengarahkan pada suatu tempat yang dapat ia pastikan bahwa Yoona pasti kini tengah berada disana. Tanpa membuang waktu,iapun segera kembali melangkahkan kedua kaki jenjangnya menuju lantai bawah untuk segera dapat ke tempat yang ia tuju.

 

~~~

Ny.Im turun dari mobil berwarna hitamnya dengan dahi yang sedikit berkerut,ia memperhatikan dengan seksama mobil berwarna silver yang kini terparkir di halaman rumahnya,sudah dapat dipastikan bahwa mobil tersebut adalah mobil putrinya Im Yoona.

“tidak biasanya Yoona berkunjung” ujarnya pelan,lalu wanita paruh baya itupun segera melangkahkan kedua kakinya untuk memasuki rumahnya yang dapat dikatakan cukup mewah tersebut.

 

“ahjumma Kim,apa Yoona datang?” Tanya Ny.Im pada asisten rumah tangganya.

“nde,Ny. Tadi nona muda datang sekitar pukul 4 sore,dan sekarang ia sedang beristirahat di kamarnya” jawab ahjumma Kim.

“apa dia datang hanya seorang diri? Tidak di temani suaminya?”

“nde Ny. Dan….” Jawab ahjumma Kim lagi menggantungkan kalimatnya sedikit ragu.

“dan apa ahjumma?’” Tanya Ny.Im penasaran.

“dan…tadi nona datang dengan membawa kopor besar berisi pakaiannya”

“Mwo??!!”Ny.Im sedikit terkaget dan dengan langkah cepat iapun segera bergegas menuju kamar putrinya.

~~

“eunghhhh….” Yoona melenguh ketika mendengar ketukan cukup keras di balik pintu kamarnya.

‘tok,tok,tok…..’ “Yoong…. Kau di dalam? Tolong buka pintunya nak..”

Yoona mengerjapkan matanya perlahan berusaha mengumpulkan nyawanya yang sepertinya belum terkumpul utuh.

“Yoong… kau mendengar eomma? Buka pintunya Yoong..”

Dengan sedikit lemas,wanita berparas cantik itupun segera bangkit dari ranjangnya. “Yoong…?”

“ne,eomma sebentar….” Sahut Yoona.

‘clek…’ Yoona membukakan pintu untuk sang eomma yang langsung menerobos masuk ke dalam kamarnya.

“astaga…apa yang terjadi padamu nak…?” Ny.Im kembali dikejutkan dengan pemandangan yang berada di depan matanya,bagaimana tidak? Putri satu-satunya tersebut terlihat begitu kacau dengan mata sembab dan rambut indahnya yang terlihat sedikit acak-acakan.

“aniyo eomma,aku tidak apa-apa”ujar Yoona pelan.

“apanya yang tidak apa-apa? Kau terlihat kacau dan tadi ahjumma Kim mengatakan pada eomma bahwa kau datang dengan membawa semua pakaianmu,apa kau kabur dari rumah suamimu? Kau bertengkar dengannya? Tolong katakan apa yang terjadi nak..” ujar Ny.Im dengan suara yang sedikit keras dan menuntut seperti tengah mengintrogasi Yoona.

“itu..”

‘tok,tok,tok….” Suara ketukan di balik pintu menghentikan kalimat yang akan kembali Yoona ucapkan.

“masuk…” teriak Ny.Im

“Ny,ada tuan Siwon di bawah dan ia ingin bertemu dengan nona muda” ujar ahjumma Kim.

“Siwon?” ujar Ny.Im “tolong suruh ia menunggu sebentar” ujar Ny.Im lagi yang di sambut anggukan paham dari ahjumma Kim yang kini telah berlalu dari balik pintu.

Ny.Im kembali menolehkan kepala kearah putrinya sesaat Setelah ahjumma Kim berlalu dari hadapan mereka dengan tatapan yang sarat akan tuntutan.

“kalian bertengkar?” selidik Ny.Im.

Yoona mengigit bibir bawahnya lalu menghembuskan nafas perlahan.

“eomma… aku tidak ingin bertemu dengannya” ujar Yoona lirih.

Ny. Im menghela nafas panjang dan sedikit menggelengkan kepalanya,ia sudah menduga pasti sedang terjadi sesuatu di antara putri dan menantunya.

“katakan pada eomma apa yang terjadi diantara kalian?” sahut Ny.Im dengan nada seperti tadi.

“kalian bukan anak kecil lagi Yoong,jika ada masalah bicarakanlah baik-baik dengan Siwon. Ingatlah pernikahan bukanlah hal main-main” sambung Ny.Im lagi dengan nada penuh penekanan. “sekarang eomma harap kalian dapat berbicara dengan kepala dingin,eomma tidak akan ikut campur” sambung Ny.Im lagi dengan gesture yang mengisyaratkan agar Yoona segera menemui suaminya.

“eomma aku mohon…” Yoona menahan pergelangan tangan ibunya dengan tatapan memohon bahwa ia betul-betul tidak mau menemui suaminya tersebut.

“eomma tidak akan mencampuri urusan rumah tangga kalian,jadi sebaiknya kau langsung menemui suamimu Yoong” kali ini Ny.Im berbicara dengan nada yang mulai melembut.

“setidaknya tidak untuk saat ini eomma… hiks.. tolong beri aku waktu” Yoona mulai terisak yang di sambut helaan nafas panjang dari sang ibu.

 

 

~~

 

Siwon bangun dari duduknya ketika mendengar suara langkah kaki menuruni satu persatu anak tangga menuju ruang tamu kediaman megah keluarga Im,ada gurat kekecewaan ketika ia menyadari bahwa sosok tersebut bukanlah sosok orang yang sangat ia tunggu-tunggu melainkan sosok Ny.Im-ibu mertuanya.

 

 

Ny.Im menghembuskan nafas sesaat sebelum membuka suaranya dan mendudukan diri di hadapan Siwon-menantunya “aku tak tahu dengan apa yang terjadi di antara kalian berdua,namun aku harap seberat apapun masalah yang tengah terjadi di antara kau dan putriku,kalian berdua dapat membicarakannya dengan baik-baik” ujar Ny.Im pada Siwon.

“itulah yang ingin aku lakukan omonim,Yoona telah salah paham padaku” Siwon membuka suaranya. “jadi dapatkah aku menemuinya?” sambung Siwon dengan nada penuh harap.

Kembali Ny.Im menghembuskan nafas beratnya. “hal yang perlu kau ketahui bahwa putriku memiliki karakter yang sedikit keras kepala,aku harap kau sebagai suaminya dapat bersabar dalam menghadapi Yoona” sahut Ny.Im. “aku sudah berusaha membujuknya agar ia mau menemuimu,tapi ia bersikeras pada pendiriannya. Hhh..aku harap kau bisa memberikannya waktu untuk setidaknya menenangkan diri Siwon-ahh…. Aku berjanji akan terus membujuknya agar ia segera mau untuk menemuimu” sambung Ny.Im lagi.

“aku tidak akan menanyakan masalah apa yang sedang terjadi,tapi aku berharap kau tidak mengecewakan putriku. Kembalilah lain hari” tutup Ny.Im yang di sambut guratan kecewa dari wajah tampan Siwon.

 

“omonim,aku bersedia menceritakan semua detail kesalah pahaman antara aku dan Yoona. Tapi tolong bisakah Yoona menemuiku sekarang?aku betul-betul harus menjelaskan saat ini juga” ujar Siwon dengan nada gusarnya.

“Yoona mengatakan ia butuh waktu nak,sebaiknya kau kembali esok atau lusa. Aku berjanji akan terus membujuknya” jawab Ny.Im dengan sedikit mengiba melihat kegusaran yang tersirat dari wajah menantunya tersebut.

“aniy omonim,bisakah aku menemui Yoona di kamarnya?” jawab Siwon lagi.

Ny.Im kembali menghembuskan nafas panjangnya “aku tidak yakin Yoona mau membuka pintu kamarnya atau tidak,tapi mungkin tidak ada salahnya kau mencoba”

Tanpa membuang waktu Siwon langsung bergegas menuju lantai dua tempat kamar Yoona berada,sedikit lancang memang mengingat bahwa ini adalah kediaman mertuanya,namun Siwon tidak memikirkan itu semua,ia yakin bahwa mertuanya akan mengerti dengan keadaannya saat ini.

 

Yoona terkesiap saat mendengar ketukan pintu cukup keras dari balik pintu kamarnya

 

‘tok,tok,tok,tok,tok……….’

 

“Yoong..kumohon tolong buka pintunya sayang….. aku akan menjelaskan semuanya padamu…”

ya… Yoona sangat mengenal suara itu,suara Choi Siwon suaminya.

Untuk kesekian kalinya pintu itu di ketuk dengan sedikit kasar,memaksa Yoona agar segera mau membuka pintu tersebut.

“Yoong…aku mohon Yoong…. Itu semua hanya salah paham,aku yakin kau mendengar suaraku… apapun yang kini tengah kau fikirkan,percayalah bahwa aku sangat mencintaimu… hanya kau satu-satunya wanita yang aku cintai di dunia ini. Percayalah Yoona…” ujar Siwon dengan nada gusarnya yang kentara,bahkan tak sadar sedikit air mata mulai menetes dari mata elangnya.

“aku mohon sayang.. tolong buka pintunya…” hal tersebut terus ia lakukan berulang-ulang hingga ketukan di tangan Siwon mulai melemah,seiring tidak adanya sahutan dari balik pintu yang kembali membuat Siwon putus asa.

Siwon yang mulai melemah hanya dapat menempelkan punggungnya pada pintu yang berdiri kokoh,yang seakan patuh pada penghuni dibaliknya yang tetap tidak mau membukanya.

 

Perlahan tubuhnya merosot dengan tetap menggumamkan kata-kata agar Yoona dapat mau membukakan pintu untuknya.

 

 

Yoona terisak dalam diam,punggungnya menempel dengan punggung Siwon suaminya,namun sayang,pintu kokoh yang tak mau jua ia buka menjadi penghalang ia dan Siwon suaminya tersebut untuk dapat bersentuhan secara langsung.

Ia menutup mulut dengan kedua tangannya,berusaha menghalau suara isakan yang keluar dari mulutnya.

Yoona mendengar,ya… Yoona mendengar semua ucapan suaminya… ingin rasanya ia percaya dan segera berhambur kepelukan suaminya yang selalu ia damba. Namun ‘tidak bisa’ Yoona merasa tidak mampu,pengkhianatan yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri seakan menjadi racun yang terus berusaha mendoktrin otaknya agar tidak dapat dengan mudah percaya dengan penjelasan yang Siwon lakukan.

Fikiran buruknya terus mendomonasi,bisa saja Siwon berkelit dari perselingkuhannya dengan memberikan penjelasan palsu padanya.

 

“mianhae… aku belum bisa percaya padamu” bisik Yoona lirih di tengah tangisan diamnya.

 

-0-

Dentuman musik dari piringan hitam yang tengah di mainkan oleh seorang Disc Joki menggema dalam sebuah ruangan yang minim akan pencahayaan.

Sesosok pria tengah duduk di sebuah kursi di sudut ruangan dengan beberapa botol kosong minuman memabukan yang tergeletak berserakan begitu saja di atas meja di hadapannya.

Pandangan pria tersebut mulai kabur,seiring dengan kesadarannya yang mulai hilang akibat terlalu banyak menenggak minuman berkadar alcohol tinggi tersebut.

Seorang wanita malam (?) dengan make-up cukup tebal dan pakaian minimnya berusaha mendekati pria tersebut dan berusaha menggodanya.

“pria tampan.. apa kau tidak kesepian duduk sendiri disini..? ” ujar wanita tersebut dengan nada seduktif dan mulai terduduk di sebelah sang pria sembari berusaha terus menggoda pria tersebut.

“apa kau kesepian?.. aku bersedia menghangatkanmu malam ini….” Sambung wanita tersebut dengan nada seduktifnya dan mulai berani menyentuh tubuh pria yang mulai mabuk itu.

 

Pria tersebut tersenyum kecut “hukk…. Menjauhlah..huk.. dariku…huk.. aku.. tidak membutuhkanmu” jawabnya,dengan sekali hentakan ia berhasil menyingkirkan tangan nakal wanita tersebut.

“wae? Apa aku kurang cantik..? perlu kau ketahui tuan.. aku bukanlah wanita murahan seperti kebanyakan wanita disini,hanya karena aku terpesona pada ketampananmu,maka malam ini aku bersedia menemanimu” sambung sang wanita yang masih berusaha untuk menggoda pria tersebut.

 

Kembali sang pria tersebut tersenyum kecut dengan mata beratnya “huk..hahaha… secantik apapun dirimu.. huk.. tetap saja kau bukan Im Yoona istriku,huk.. istriku yang sangat cantik… yang kini telah.. huk.. salah paham padaku” racau pria tersebut “tak akan ada lagi wanita secantik dirinya yang mampu menggodaku… huk.. hanya seorang Im Yoona yang mampu menggoda seorang Choi Siwon….!!”Racaunya.

Pria tersebut-Choi Siwon terus meracau tidak jelas,ia selalu berhasil menjauhkan wanita-wanita yang berusaha menggodanya. Iapun terus menggumamkan nama Yoona dalam racauannya yang semakin tidak jelas… pandangannya semakin mengabur ia terus berteriak pada pelayan ketika minuman dalam botolnya mulai habis. “kau tega sekali Yoong…. Aku kacau… hukk…. Tanpamu hidupku kacau…..huk…. “ Siwon terus meracau hingga menjelang dini hari,racauan dan teriakannya menarik perhatian seorang bartender dan beberapa pelayan dalam club malam tersebut. Ia tidak dapat dibiarkan terus menenggak minuman yang mungkin saja dapat membuat kekacauan.

Salah seorang dari mereka berinisiatif untuk menghubungi salah seorang keluarga Siwon,ya.. hal biasa yang dilakukan para pegawai club malam dalam menangani pengunjung yang terlihat kacau seperti Siwon,iapun mengambil ponsel Siwon yang tergeletak diatas meja dan membuka beberapa log panggilan terakhir untuk mempermudah mereka menghubungi rekan atau keluarga Siwon.seorang Pelayan tersebut mendecakan lidahnya saat kontak dengan user name “My Wife” di log panggilan terakhir ternyata sedang tidak aktif.

Hingga akhirnya ia menemukan username dengan nama ‘Donghae Hyung’ di log panggilan terakhir yang kedua,dan tak lama terdengar suara seorang pria dalam panggilan tersebut.

 

“yeobseo….”

 

“…………”

 

“mwo??!!”

 

“…….”

 

“club X? ne,aku segera kesana”

 

 

-0-

 

‘grebb…..’  “apa yang kau lakukan di tempat seperti ini Wonie?” suara berat seorang Lee Donghae terdengar cukup memekakan telinga pria yang tengah asyik menenggak minumannya,dengan sekali tarikan Donghae berhasil merebut sebuah botol champaign yang tengah berada dalam genggaman Siwon,pria tersebut.

 

“nuguya?” ujar Siwon dengan mata yang mengisyaratkan bahwa keadaannya kini telah mabuk berat. “siapa kau berani merebut kesenanganku huk….” Kembali,Siwon pria tersebut terus meracau,bahkan sekarang ia sampai tidak mengenali sosok Donghae.

Donghae menghembuskan nafasnya kasar “aku tak tahu ada apa denganmu Wonie… apa kau memiliki masalah berat hingga seperti ini??!” ujar Donghae sedikit berteriak.

“masalah? Hahahaha…. Huk… kau siapa berani-beraninya menanyakan masalahku? Hah? Huk….” Jawab Siwon sembari tersenyum sisnis dengan kepalanya yang terasa semakin berat.

 

“ck… percuma aku bicara dengan orang mabuk…. Ayo ku antar kau pulang!!” merasa kesabarannya habis, Donghae segera berusaha memapah tubuh Siwon dengan meminta bantuan beberapa orang pelayan pria dalam club tersebut,mengingat postur tubuh Siwon yang jauh lebih besar darinya dan Siwon yang tengah berada di bawah pengaruh minuman yang tidak memungkinkan dirinya berjalan sendiri.

 

Dengan susah payah akhirnya Donghae berhasil memasukan tubuh Siwon kedalam mobilnya di samping pengemudi.

“hahhh…. Aku sungguh tak mengerti ada apa denganmu!!” gerutu Donghae sesaat setelah ia berhasil memapah Siwon,dan melihat keadaan Siwon yang terus meracau dan tertawa tidak jelas (?) ia pun berjalan memutar untuk kemudian memasuki tempat kemudi, namun sesaat sebelum ia menyalakan mesinnya ia teringat sesuatu dan segera merogoh saku celanannya untuk mengambil ponsel miliknya, ia mengutak atik ponsel tersebut untuk mencari nama sebuah kontak,dan ia sedikit terheran ketika ia menghubungi nomor tersebut tenyata tidak aktif,hingga berkali-kali ia cocokan nomor tersebut dengan kontak dengan username ‘My Wife’ di ponsel Siwon,ternyata memang benar-benar nomor tersebut tidak aktif.

 

“ck… apa kau ada masalah dengan istrimu??” ujar Donghae sedikit menggerutu kembali. Hingga tak lama iapun mulai melajukan mobil miliknya tersebut.

~`

Mobil Donghae berhenti di halaman sebuah rumah minimalis yang terlihat cukup mewah,ia turun dari tempatnya dan segera membukakan pintu penumpang di sampingnya untuk menurunkan Siwon yang kini terlihat mulai tenang dari acara mabuknya,sepertinya kesadarannya mulai hilang. Donghae mendesah kesal mengingat kembali tugas beratnya untuk memapah Siwon,dan kali ini parahnya hanya seorang diri.

 

Dengan susah payah (lagi) Donghae berhasil memapah tubuh besar Siwon kembali,ia terheran saat mengetahui pintu dari rumah mewah tersebut tidak di kunci hingga dengan mudahnya ia dapat masuk sembari memapah Siwon yang kembali mulai meracau ‘apa tidak ada seorangpun di rumah ini? bagaimana jka ada perampok masuk?’ batinnya sembari menggelengkan kepala dan mengingat bahkan di rumah mewah tersebut tidak ada seorang pelayan pun,dan mengingat mungkin feelingnya tentang Siwon yang tengah bermasalah dengan istrinya adalah benar.

“arghhh…” Donghae menjatuhkan tubuh besar Siwon di sofa ruang tamu dalam kediaman mewah tersebut.

 

Donghae memijat pelipisnya sesaat setelah iapun menjatuhkan diri di sofa ruang tamu di samping Siwon,pekerjaan beratnya memapah tubuh sahabatnya itu cukup menguras tenaga.

Sementara dilihatnya Siwon yang perlahan mulai tertidur masih dengan sedikit racauannya menyebut-nyebut nama ‘Yoona’ yang ternyata hal tersebut memperkuat dugaanya bahwa memang pria yang telah ia anggap sebagai adiknya tersebut tengah bermasalah dengan istrinya. dan bau alcohol yang cukup menyengat tercium dari mulutnya.

 

“seharusnya kau bercerita padaku jika ada masalah…..bukan dengan bermabuk-mabukan seperti ini!!” sungut Donghae sedikit kesal (ceelahh bang ikan ngajak kuda curhat xD lol :p)

 

“haha… masalah….? Huk.. Seharusnya tidak akan ada masalah jika saja tidak ada wanita bernama Tiffany Hwang datang menemuiku di kantor huk…!”

Tanpa di sangka Siwon ternyata merespon omongan Donghae hingga tiba-tiba membuat ia terbelalak kaget. Otaknya memflashback kejadian tadi siang ketika ia bertemu tanpa sengaja dengan sosok yang di sebut-sebut Siwon sebagai ‘Tiffany Hwang’ wanita yang ia sukai sekaligus yang ia ajak makan siang tadi,dan bodohnya tadi siang iapun lupa menanyakan kemunculan Tiffany dari ruangan Siwon adalah ‘untuk apa??’

 

“mwo?? Tiffany??” ujar Donghe kaget.

 

“kau kau.. mengenalnya Wonie?” sambung Donghae lagi penasaran,namun sayang Siwon tidak kembali merespon karena pria tampan tersebut terlihat mulai menghembuskan nafas teraturnya yang menandakan bahwa pria tersebut kini telah tertidur.

 

“aish… jinjja? Jadi Tiffany ada hubungannya dengan semua ini?”ujar Donghae gusar. “tapi aku masih tak mengerti ada apa sebenarnya?’’

 

“tidurlah yang lelap Wonie,semoga kau lekas sadar” Donghae segera keluar dari rumah Siwon dengan langkah sedikit tergesa,ia melirik arlojinya yang telah menunjukan waktu dinihari. Dan sebelum ia memasuki mobilnya ia kembali merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel.

 

“yeobseo…. Fanny ya..bisakah besok pagi kita bertemu??”

 

 

-0-

 

“mian pagi-pagi seperti ini aku berkunjung ke rumahmu” Donghae membuka suaranya sesaat saat ia telah terduduk di ruang tamu appartement Tiffany.

“gwenchana… memangnya ada keperluan apa oppa datang ke rumahku pagi-pagi seperti ini? Jika oppa mau menanyakan jawabanku waktu itu mianhae aku belum bisa menjawabnya,,” ujar Tiffany pelan menyahuti perkataan Donghae.

Donghae perlahan menarik nafas dalam “ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan itu semua”

Tiffany mengernyitkan sedikit keningnya “lalu?”

 

“ini tentang Siwon,Choi Siwon” ujar Donghae dan sontak membuat Tiffany cukup kaget.

“ap..apa..apa maksud oppa dengan Siwon?” jawab Tiffany dengan terbata.

 

“aku yakin kau mengenal Siwon dengan baik,dan aku ingin kau katakan semuanya dengan jujur tentang ada apa diantara kalian?” sahut Donghae dengan nada penuh penekanan.

Tiffany memalingkan wajahnya dari Donghae “aku rasa oppa tidak memiliki hak untuk menilik dan mengetahui ada apa diantara aku dan Siwon” jawab Tiffany sedikit emosi walaupun nadanya terdengar lembut.

“hah? Tidak memiliki hak??Dia sudah seperti adikku sendiri!” sahut Donghae yang juga mulai terbawa emosi.

 

“lantas apa hubungannya denganku?” sahut Tiffany acuh.

 

“dengar Tiffany Hwang,jika kau menganggap pertanyaanku ini ada hubungannya dengan perasaanku padamu,kau salah besar!!!”

Tiffany menoleh ketika nada emosi dari mulut Donghae kian terdengar di telinganya.

“aku hanya ingin tahu seberapa jauh kau mengenal Siwon,karena apapun yang terjadi di antara kau dan Siwon,ketahuilah bahwa hal tersebut telah merusak rumah tangganya!!!!” Donghae mulai menaikan nada suaranya yang membuat Tiffany terkesiap,dan hal tersebut kontan mengingatkannya akan kejadian kemarin,di mana dengan lancangnya ia telah mencium bibir Siwon yang tanpa ia sangka telah memunculkan kesalah pahaman yang berakibat pertengkaran Siwon dengan istrinya. Rasa bersalah itu mulai menyelinap kedalam hatinya.

 

Tiffany mulai menundukan kepalanya,tak berani menatap mata Donghae yang ia yakin kini tengah memancarkan aura kemarahannya.

“Siwon…. Siwon adalah mantan kekasihku” jawab Tiffany akhirnya yang sontak membuat Donghae terkejut.

Akhirnya Tiffany mulai menceritakan apa hubungann dirinya dengan Siwon,dari mulai kisah awal bagaimana mereka saling mengenal, sama-sama tinggal dan kuliah di Jepang hingga kejadian kemarin yang telah memunculkan kesalah pahaman didalam rumah tangga Siwon dan istrinya. Semua Tiffany ceritakan pada Donghae dengan gamblang tanpa ada hal yang ditutup-tutupi.

 

Donghae terlihat mengangguk-anggukan kepalanya di barengi dengan helaan nafasnya beberapa kali hingga akhirnya Tiffany menyelesaikan penuturannya.

 

“sejujurnya aku menyesal,tidak ada sedikitpun niatku untuk merusak rumah tangganya” ujar Tiffany dengan nada penyesalan.

 

“lantas..apakah kau mencoba memperbaiki hubungan mereka?” Tanya Donghae kemudian.

“aku ingin mencobanya dan akan kembali meminta maaf,namun sepertinya Siwon oppa betul-betul marah terhadapku. dan iapun menjadi sulit di hubungi,Aku tak tahu apalagi yang harus aku lakukan” ujar Tiffany lagi dengan nada seperti menahan tangis.

 

Donghae tersenyum melihat Tiffany,ia lega mengetahui bahwa Tiffany tidak berniat untuk merusak rumah tangga Siwon.

Di raihnya tangan halus Tiffany dan ia genggam dengan lembut “tenanglah..kita akan menuntaskan kesalah pahaman ini”

 

“nde? Bagaimana caranya? Sedangkan Siwon oppa…..”

 

Tanpa sempat Tiffany menyelesaikan kata-katanya,Donghae menyelanya terlebih dahulu.

 

“kita temui Im Yoona istrinya….”

 

***

 

Di tempat berbeda, seorang wanita cantik terlihat tengah meringkuk malas diatas ranjang empuknya. entah mengapa pagi ini ia sangat malas beranjak dari ranjang Queen Size nya tersebut. Ia merasa tubuhnya kehilangan kekuatan pagi ini,entah mungkin dari efek tangisan yang terus menerus ia lakukan sejak kemarin,hingga kepalanya pun terasa begitu berat.

Perlahan ia mulai menggeliat dan menyibakkan selimut tebalnya,ia mencoba duduk dan melihat dirinya dalam pantulan cermin yang berada di depan ranjangnya.

‘kacau’ ya… ia begitu terlihat kacau. kembali ia merenung,betapa sepi paginya kali ini.

Tak ada hangatnya kulit yang ia rasakan bersentuhan langsung dengan kulitnya di atas ranjang pagi ini,hangatnya kulit seorang pria yang begitu ia cintai yang selalu dengan penuh suka cita memeluk tubuh kurusnya. Tak ada lagi wajah tampan yang selau menjadi objek pertamanya ketika ia membuka mata pagi ini,Tak ada lagi bisikan gombal nan romantis yang selalu membuat bulu romanya meremang pagi ini,tak ada lagi rengekan meminta ciuman selamat pagi padanya lagi pagi ini,tak ada lagi………..

 

“ummmm…. Hoekk….. hoekkkk” lamunan wanita tersebut terbuyarkan saat ia merasa ada suatu dorongan dalam perutnya.

dengan reflek ia menutupi mulutnya dengan tangan kanannya,sementara tangan kirinya memegangi perut ratanya yang terasa tengah bergolak saat ini. Dengan setengah berlari ia bergerak menuju wastafel yang berada di sudut kamarnya.

“hoek…. Hoek…” ia menumpahkan semua isi perutnya pada wastafel tersebut,kepalanya kembali terasa berat,hingga keseimbangan tubuhnya mulai limbung. Ia terus memuntahkan isi perutnya sembari memegangi kepalanya walau yang keluar hanya cairan bening berupa saliva yang terasa masam di mulutnya mengingat sejak kemarin dirinya tidak bernafsu untuk memakan apapun. Tenaganya mulai terkuras,hingga akhirnya ia mulai terkulai lemas.

 

“astaga….. Yoona!!”

seorang wanita paruh baya terlihat berteriak panik ketika melihat kondisi putrinya yang hampir terjatuh dengan menahan keseimbangan tubuhnya pada pinggiran wastafel di sudut ruang kamar tersebut. Dengan sigap wanita paruh baya yang tak lain adalah Ny.Im itu merengkuh tubuh wanita cantik bernama Im Yoona tersebut kedalam dekapannya. “gwenchanayo Yoong?” Hingga tak lama iapun kembali berteriak panik memanggil pelayan di rumahnya.

~ ~

 

“gwenchana eomma… aku hanya merasa sedang tidak enak badan” Yoona membuka mulutnya sesaat setelah ia kembali berbaring di ranjangnya,ia berbicara sembari memijat pelan pelipisnya yang masih terasa pusing.

“katakanlah pada eomma Yoong,jika kau ada masalah jangan memendamnya sendiri.. ada masalah apa antara dirimu dengan suamimu?”

Yoona hanya menunduk,tidak berniat merespon pertanyaan sang eomma.

 

Ny.Im kembali menghela nafas berat. “baiklah jika kau belum mau membaginya,dan sebaiknya kau segera makan setelah ini jangan menyiksa dirimu terus menerus. Sore ini appa mu akan pulang dari perjalanan bisnisnya,eomma tidak tahu akan menjawab apa pada appamu jika ia melihat putrinya dalam keadaan seperti ini” ujar Ny.Im lagi.

 

“ne,eomma mianhae….”

 

~

Yoona kembali berlari menuju wastafel yang berada di sudut kamarnya tersebut saat seorang pelayan membawa nampan makanan yang di atasnya terdapat nasi dan sup ayam ginseng, bau ginseng yang cukup menusuk indra penciuman Yoona kembali membuat perutnya terasa bergolak. Dan lagi-lagi hal tersebut menimbulan kepanikan dalam diri Ny.Im.

Dengan penuh kasih sayang wanita paruh baya tersebut mengusap pelan tengkuk Yoona putrinya.

“sebenarnya kau sakit apa nak? Jika hanya masuk angin,seharusnya aroma sup ayam ginseng mampu untuk menghangatkan dan menggugah selera makanmu bukan justru membuatmu mual seperti ini” ujar Ny.Im lagi dengan nada sedikit gusar.

 

“gwenchana eomma.. aku tidak apa-apa”

 

Atau mungkin saja…

“omo! Yoong..apa masa periodemu sudah lewat?” tiba-tiba fikiran Ny.Im teringat akan sesuatu.

“maksud eomma apa?” Tanya Yoona heran ketika rasa mualnya sudah berkurang.

“sayang.. jangan-jangan kau?”

astaga.. Yoona teringat jika bulan ini ia lupa bahwa dirinya belum kedatangan tamu bulanannya.

Hingga tiba-tiba reflek pandangan pasangan ibu dan anak tersebut serentak beralih pada perut datar Yoona.

 

“a.. aniyo…” sergah Yoona gugup saat ia menyadari bahwa ibunya tengah memalingkan pandangan pada perut datarnya.

“a..aku.. aku tidak mungkin…”

“apanya yang tidak mungkin? Chagi..kau wanita yang sudah menikah,wajar jika dalam pernikahan terjadi kehamilan” ujar Ny.Im dengan mata yang berbinar.

“ta..tapi.. aku baru sebulan menikah eomma… jadi itu tidak mungkin”

 

“aish.. semua itu tergantung pada kesuburanmu nak… dan… kemahiran menantuku tentunya” ujar Ny.Im terkekeh geli sedikit menggoda putrinya,dengan bermaksud mengingatkan kembali putrinya akan suaminya tersebut di tengah kesenjangan yang kini ia ketahui tengah terjadi dalam rumah tangga putri dan menantunya itu.

 

“eomma….” Rengek Yoona kesal.

 

“itu tidak mungkin” Yoona bergegas kembali ke ranjangnya,meninggalkan Ny.Im yang masih terkekeh di dekat wastafel.

“ahjumma… tolong bawa makanan ini keluar,aku betul-betul mual mencium baunya” Yoona meminta kepada ahjumma pelayannya tersebut untuk membawa makanan yang menyebabkan ia mual itu keluar sembari menjepit hidungnya dengan telunjuk tangan dan ibu jarinya.

 

“ck… jangan keras kepala Yoong,eomma akan sangat bahagia jika kau memang betul-betul mengandung” Ny.Im kembali berbicara sembari perlahan mendekati ranjang. Lalu tak lama ia melirik jam tangan yang melingkari pergelangan tangannya

“eomma ada janji dengan Ny.Park pagi ini,tidak akan lama mungkin hanya sekitar 2 jam. Eomma akan menyuruh ahjumma Kim membuat makanan yang tidak akan membuat mu mual,tolong di habiskan,dan setelah kepulangan eomma mau tidak mau kau harus ikut eomma ke dokter” wejangan Ny.Im setelah ia kembali berdiri dan mencium kening putri kesayangannya itu sesaat.

“eomma harap firasat eomma tidak meleset…” sambung wanita paruh baya itu lagi sebelum ia berlalu dari pintu kamar Yoona.

 

 

Kembali Yoona termenung diatas ranjangnya sembari menyenderkan punggung dan belakang kepalanya di headboard ranjang tersebut.

 

‘mungkinkah??’ ‘mungkinkah aku memang?’ batin Yoona berprasangka pada hal yang di sebut firasat oleh sang eomma tadi.

Hingga tak lama ia memanggil pelayan rumahnya kembali.

“ahjumma.. bisakah aku meminta tolong?” ujar Yoona saat sang pelayan telah berada di hadapannya.

“ne nona tentu saja,apa yang bisa saya lakukan?”

Yoona menggigit bibir bawahnya sesaat,sedikit ragu. “bisakah ahjumma membelikan aku Test Pack?”

“ne,nona”

 

 

A few minute latter

 

Degup jantung Yoona seakan berdebar hebat,menunggu hasil dari sebuah alat test kehamilan yang tercelup di dalam sebuah gelas kecil yang sengaja ia diamkan selama beberapa saat.

Ia mengulum bibirnya perlahan sembari memejamkan mata dan membukanya kembali berulang-ulang,nafasnya mulai ia atur sedemikian rupa berusaha menghalau semua kegusarannya. Hingga….

“Haaa??!!” Yoona terbelalak kaget saat menatap benda kecil tersebut di tangannya menunjukan dua garis merah yang menandakan hasil positif dari Test Pack tersebut.

 

“aishhhh ini pasti salah” ia mencoba mengetest kembali hasil positif tersebut dengan beberapa buah Test Pack baru,dan ia mulai lemas saat ia melihat bahwa semua hasilnya tetap saja sama.

‘POSITIF’

Yoona betul-betul tidak dapat mengatur ritme jantungnya kali ini,antara rasa bahagia,gusar dan takut menyatu dalam pemikirannya.

Mengapa ia harus takut? Mengapa ia harus gusar? Bukankah seharusnya ia bahagia bahwa kini telah ada satu nyawa titipan tuhan dalam rahimnya??

 

Yoona merasakan tubuhnya kembali lemas, iapun menyenderkan punggungnya di pintu kamar mandi. setetes air mata mulai turun membahasi kedua belah pipi halusnya. perlahan tangannya terulur mengusap perut datarnya.

 

“sayang… kenapa kau harus datang di saat eomma dan appamu dalam keadaan tidak baik??”

 

~TO BE CONTINUE~

Anyeong..😀 karena last chap ada sedikit konten M-nya jadi aku memutuskan untuk mengirim postingannya seabis lebaran,oia maaf  klo d chap ini bnyk moment haefanynya,karena aku sedang berusaha menceritakan keterkaitan yang trjdi antara hae-fany d chap sblumnya. And info chap end akan d proteksi dan hanya akan aku kirim ke blog YWK ini. So.. aku harapkan partisipasinya untuk komen berupa kritik or saran juga J n aku punya list siapa aja reader yg suka ninggalin komen di YWK ato blog YSF,yg rajin kirim komen trima kasih banyak n akan dgn mudah dpt pwnya.

Thx bwt Resty or ka Echa yg udah posting J

See u next time…😀

Tinggalkan komentar

234 Komentar

  1. siibaum

     /  November 16, 2014

    yee yoong eonni hamil ^^

    Balas
  2. Choi Han Ki

     /  November 26, 2014

    Wah tiffany nih ya ganggu aja udah dulu deket ma donghae trus jadi mantan siwon, dan sekarang muncul bikin yoona salah paham dan pergi dari rumah… Semoga yoonwon cepet baikan lah ya apalagi kan yoona juga lagi hamil🙂

    Balas
  3. Yah kalau marah jangan lama2 donk..
    Cepet balikan!!!

    Balas
  4. Keren bangat chingu, makin penasaran deh sama hubungan yoonwon. Minta pw nya chingu ? Gomawo

    Balas
  5. minta pin next chapternya dong chingu

    Balas
  6. Diah

     /  Januari 4, 2015

    Kasihan bangt sma yoona hamil tapi rumah tangganya lagi ada masalah

    Balas
  7. Waaah yoona hamil? Wajib bersama lg tuh yoonwon
    Ceritanya makin keren
    Dr FF sir! I love your daughter aku udah suka moment yoonwon nya dpt ,apalg di sequelnya dpt banget
    Pw ending nya dong eonni…

    Balas
  8. Nur

     /  Februari 21, 2015

    moga – siwon sama yoona cepet kembali bersatu!

    Balas
  9. Dirin panggaliningtyas

     /  Maret 1, 2015

    Yoona eon hamil:-)…
    Tapi keadaan mereka memperihatinkan,ikut sedih jadinya;-(…
    Semoga donghae oppa ama fany eon menepati omongan mereka utk membantu YW bersatu kembali…
    Semoga yoonwon bersatu dan bahagia selamanya:-)…
    Aaammmiiin:-)…
    Ditunggu/Ijin baca next chapternya ne eon GOMAWO FIGHTING Ok:-)..

    Balas
  10. Yoona positif Hamil.. semoga siwon dan yoona baikkan seceparnya

    Balas
  11. choi seul bi

     /  April 1, 2015

    Eonni kpan ff yg ini dilanjutin
    Ak gak sabar nunggu nextnya
    Ditunggu ya eonni

    Balas
  12. wah yoonni hamil, chukaehyeo

    Balas
  13. sdhifakhri

     /  April 23, 2015

    Yoona hamill!!!! Chukae yoong.

    Balas
  14. Dwi Swarnita

     /  Juni 18, 2015

    Cieeee.. ceritanya makin buat gue senyum” gaje thor: v

    Balas
  15. Mudhn dgn yoona hml bs brstu lg sm siwon dn bs memaafkn siwon,bwt tifany mendg sm donghae aj ga usa ganggu hub yoonwon lg.

    Balas
  16. Desiputu16

     /  Oktober 28, 2015

    Yoona hamil?
    Semoga dg khamilan yoona, YW bisa kembali rukun, kasian bayi’nya entar.
    Tiffany kpan minta maaf sma yoona? D’suruh donghae baru mau minta maaf..
    Siwon jngan mabuk dong, entar kebablasan mending ceritain sma donghae msalah’nya…
    Pnasaran sma akhir ceritanya…

    Balas
  17. nytha91

     /  Oktober 29, 2015

    duh yoona keras kepala banget…engga mau denger penjelasannya siwon dulu..siwon jangan mabuk terus dong..ntr bukannya masalanya selesai malah nambah masalah baru..

    Balas
  18. Kasian banget yoona hamil, tapi rumah tangganya lagi ada masalah…
    Tiffany bener2 penganggu, dulu deket sama donghae terus jadi mantannya siwon dan sekarang muncul bikin yoona salah paham..

    Balas
  19. Yes!!wonoppa berhasil trnyata wkwk smoga dgn kehadiran calon bayi mereka jd ga brtngkar lagi🙂 ffmu bgus bgt chinguu keep writing ne ^^

    Balas
  20. YoongNna

     /  Desember 18, 2015

    Kynya yoona hamil niiii mdh2 cpet baikan ma siwon deeehhh kshn mreka berdua kesiksa gto jauh2n

    Balas
  21. park ra chan

     /  Desember 22, 2015

    Wah fany bikin kacau aja….

    Balas
  22. tya

     /  Januari 19, 2016

    aaa yoona hamil semoga aj dng kehamilan yoona bsa memperbaik hubungan ny sma siwon: 😉lanjut onnie fighting

    Balas
  23. Im yuni

     /  Mei 11, 2016

    Kesel banget tu ma fany,,,gangu yoonwon aja,,,kuharap yoona dapt berpikir jernih jgn mengikiti ego nya aja,,,semangat buat siwon utk menjlas kan ksalah pahaman di antara nya dan yoona,,

    Balas
  24. ayana

     /  Juli 5, 2016

    yoona hamil!?!
    tapi dia masih salah paham ama siwon.
    hae ma fany mau nemuan yoona, moga-moga nanti yoona mau nemuin mereka biar salah paham ini cepet kelar. kan kasiahan yoona yang lagi hamil tapi rumah tangganya kacau kayak gini. next…!

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: