[3S] Vampire

[sequel-1/3]-Vampire.

||Cast||

|| Im Yoona. Choi siwon. Kriss Wu||

|| Other Cast||

||  Byun Baekhyun and EXO||

|| a story by Windy Fitri||

||genre||

||Misteri. Romance. Action. Sad||

||@Windy_imet||

||Bagian 1||

 

Tuk tuk tuk..

Suara pintu ketukan terdengar di sebuah penginapan. Didalam sana seorang wanita bertubuh gendut memakai 3 buah rollan di rambutnya tengah menonton acara televisi seraya tangannya mengipas ngipas wajahnya.Wanita tua itu menghentikan aktifitasnya, terdengar suara ketukan pintu dari luar sana, ia melirik jam yang menempel di dinding, wanita tua itu merenyitkan dahinya.

“Sudah pukul 12 malam tapi siapa yang bertamu malam-malam seperti ini?” gumamnya bingung.

Tuk Tuk Tuk.

Suara ketukan pintu itu kembali terdengar,sejenak ia menghela nafas.

“Iss.. benar-benar mengganggu.” protes wanita tua itu. Dengan segera ia pun bangkit.

Tuk Tuk Tuk.

Kembali wanita tua itu mendengus. Dengan segera ia memakai sandalnya dan berjalan kearah pintu masuk  “Yakk Yakk. Tunggu sebentar.”  Sungut kesal wanita tua itu.

Wanita tua itu membukakan pintu. Terlihat seorang pria jangkung memakai pakaian serba hitam dan topi yang menutupi setengah wajahnya. Pria itu menunduk.

Wanita tua itu merenyitkan dahinya, ia mencoba melihat wajah dari pria jangkung itu, tapi sayang. Ia sungguh tak mengenali pria itu.

“Maaf anda siapa ya?” Tanya wanita Tua itu. Pria jangkung itu membuka topi nya, menegakan kepalanya dan menatap wanita tua itu, kini terlihatlah sosok menyeramkan dengan taring dan bola mata merah menyala.

Seketika raut wajah wanita tua itu menjadi ketakutan, kipas yang di genggamnya terjatuh kelantai. Siwon, pria itu menyeringai dengan taring tajam yang menyeramkan. Wanita tua itu bergetar ia tak sanggup mengatakan apapun, sosok yang kini ada di hadapannya berhasil membuatnya speechless. Celaka

“Kematian mu kini telah datang.” Dengan gerakan begitu cepat. Siwon menancapkan taringnya  di leher wanita tua itu ,menghisap darah segar yang mengalir dalam tubuh wanita itu.

GLEKKK..

Siwon mendorong wanita tua itu hingga tergeletak di atas lantai, di malam bulan purnama ini ia telah kembali berhasil menghabisi nyawa seseorang.

Siwon menyeringai, mulut dan taringnya di penuhi bercak darah.

gambar pertama

 

 

**

Nunna. Sebenarnya kau kenapa? Akhir-akhir ini jika ku perhatikan. Kau lebih sering menyendiri dan diam. Kau juga tidak mau keluar rumah. Nunna, apa kau ada masalah? Ceritakan padaku?” Baekhyun bertanya pada sang Nunna. Tetapi yang di Tanya masih bungkam dalam diamnya.

Yoona terlihat buruk. Ia masih bersembunyi dalam selimut tebal.

“sudah Nunna katakana. Nunna tidak apa-apa. Kau seharusnya cepat berangkat. Ini sudah pukul 06.30 . Nanti kau terlambat bodoh.”

“Nunna kau benar-benar aneh. Sudah 3 hari ini. Kau seperti bukan Yoona Nunna yang dulu. Baiklah kalau begitu aku berangkat. Jaga diri baik-baik dirumah.” Baekhyun pun segera melangkah pergi. tak lupa ia menutup pintu dengan rapat.

Yoona mengibaskan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Ia bangkit dan berjalan menuju pintu keluar. Kemudian dengan cepat ia mengunci pintu itu dan mencabut kunci tersebut.

Dengan langkah terburu-buru gadis itu bergegas menuju dapur. ia membuka sebuah kardus yang ia simpan di sebuah sudut. kucing. Ya seekor kucing yang ia letakan di dalam sebuah kardus. Dengan tanpa rasa jijik Yoona mengangkat kucing tersebut dan dengan ganasnya membuka mulutnya lebar-lebar hingga terlihat dua taring tajam yang bersiap mengoyak apapun. Dengan tanpa rasa ampun Yoona menancapkan taring itu pada bagian perut kucing. Hingga membuat darah kucing itu keluar bahkan menyiprat pada permukaan wajahnya. Yoona terus saja menghisap darah kucing tersebut. Kucing itu terus meronta dalam genggaman Yoona, tapi apa daya. Sepertinya nyawa kucing itu sudah di ambang kematian. Tidak. Maksudku kucing itu telah mati.

Yoona melemparkan mayat kucing kedalam sebuah kardus. Ia segera menuju kamar mandi dan membersihkan mulut dan wajahnya dari bercakan darah. Yoona menatap dirinya dalam sebuah cermin. Taring itu kemudian menghilang. Yoona bernafas lega. Setidaknya ia mampu mengatasi laparnya dengan tidak membunuh manusia. Ya mungkin itu lebih baik. Dari pada ia harus menghisap darah manusia.

 

Yoong, satu yang perlu kau ingat. kau itu hanya vampire biasa, kau akan terbakar jika berlama-lama keluar di siang hari. Bahkan kau bisa saja musnah. Tapi dengan kalung ini setidaknya kau bisa untuk keluar di siang hari. Sekalipun tidak lama. “

 

Yoona menghela nafas. Ia memegang kalung mirdivla yang berhias bulan sabit yang melingkar di lehernya mengusapnya lembut Secara perlahan. Terlihat kalung itu mengeluarkan sebuah cahaya.

 

 

Baekhyun berjalan menuju sebuah supermarket. Pria itu masih memakai baju seragam sekolah, dan sekarang jam sudah menunjukan pukul 15.00. Baekhyun pun memasuki supermarket tersebut, ia berjalan menuju deretan mie instan, pria itu mengambil sekitar 6 bungkus mie instan. setelah merasa cukup. Baekhyun berjalan  menuju kasir.

Baekhyun meletakan belanjaannya di meja kasir, dan tanpa harus menunggu lama akhirya pelayan penjaga kasir memporoses belanjaan milik Baekhyun

Penjaga kasir itu memberikan satu kantung plastic berisi belanjaan kepada baekhyun, dengan senang hati pria itu mengambilnya. Baekhyun menundukan kepalanya sejenak, dan beberapa detik kemudian ia segera pergi dari supermarket tersebut.

Baekhyun berjalan dengan santai, Pria itu menyusuri jalan tanpa memperdulikan apapun, keadaan jalan kini terlihat sepi, pria itu memasuki sebuah gang yang tak terlalu besar. Di ujung sana tepatnya di bawah lampu jalan seorang pria tengah berdiri dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya. Pria itu Choi Siwon tersenyum kearah Baekhyun,

“Hyung.” Gumam Baekhyun. Siwon tersenyum dan melambai-lambaikan tangannya, dengan segera baekhyun pun berlari menuju siwon.

“Siwon Hyung. Sedang apa hyung disini?”  Tanya Baekhyun.

“aku ingin mengunjungi rumahmu. Tapi aku takut. Hehehe.” Jelas Siwon yang membuat pria imut itu tertawa.

Baekhyun tertawa keras. Bagaimana mungkin sosok siwon yang macho takut mengunjungi rumahnya “ Hahaha. Hyung kau bercanda bukan? Hahaha” siwon pun terkekeh.

“Hahaha. Tidak, tadi aku hanya bercanda. Oya, apa yang kau bawa?” Tanya siwon melirik sebuah kantong belanjaan.

“Ini mie. Aku membelinya di supermarket. Oya. Hyung ada  yang ingin kutanyakan padamu?”

“Eoh, Apa itu?”

“Mengenai Yoona Nunna, sebenarnya apa hyung tau masalah yang kini tengah di hadapi Yoona Nunna?” Siwon terdiam lama. Baekhyun menunggu jawaban siwon. Hingga akhirnya ia menepuk pundak siwon.

“Hyung.-“

“Eoh. Apa tadi?” Siwon bertanya kembali. Kini mereka pun berjalan santai menuju penginapan. Lebih tepatnya mengobrol sambil berjalan.

“Iiisss, aku hanya bertanya. Apa kau tahu masalah yang kini tengah Yoona Nunna hadapi? Karena jika ku perhatikan Yoona nunna terlihat aneh. Tidak seperti biasanya.” Jelas baekhyun.

“Maaf Baekhyun. Aku tidak tahu. Tapi aku akan berusaha berbicara padanya.”

“Benarkah? Aihh. Gomawo hyung gomawo.”

 

**

 

Tuk tuk tuk..

Baekhyun mengetuk pintu rumahnya. “ Kenapa pintu rumah terkunci. Kemana Yoona Nunna. “ gumam baekhyun.

“sepertinya Yoona tidak ada di dalam?”  Tanya siwon.

“Pasti Nunna tertidur. Ya, sudah ku duga seperti itu. Baiklah Hyung apa kau tidak apa-apa jika harus menunggu bersamaku disini?” Siwon tersenyum dan mengangguk mengiyakan.

Tak lama kemudian di ujung sana sosok wanita berlari menuju Siwon dan baekhyun.

“Yoona Nunna. “

Yoona segera memasukan kunci tersebut kedalam pintu dan memutarnya hingga membuat pintu itu terbuka lebar. Baekhyun merasa aneh dengan tingkah Yoona. Sementara siwon sepertinya iya mengetahuinya. Yoona berlari masuk kedalamnya di susul dengan Baekhyun dan Siwon.

“ Nunna apa yang terjadi? Kau kenapa? Astaga. Kulitmu kenapa merah-merah? Nunna apa alergi mu kumat? “

“aku tidak apa-apa baekhyun. Hanya saja tadi sinar matahari begitu panas. Sampai sampai kulitku sedikit terbakar.”

“Aneh. Nunna ini seperti vampire saja. Itu loh yang sering muncul di TV”

Aku memang vampire’

“Ah, yasudahlah. Kalau begitu aku mau mandi dulu.“ dengan gesit pria imut itu menaiki anak tangga. Dan kini tinggalah Siwon dan Yoona.

Lama tak ada sedikitpun suara. Yang ada hanyalah keheningan dari keduanya.

“sudah ku katakan padamu, kalung itu tidak bisa membantumu untuk bertahan lama di siang hari. Dia memiliki batas. Berapa lama kau pergi tadi?” Tanya siwon.

Yoona menatap siwon dengan tapan tajamnya. “ Kurasa itu bukanlah urusanmu.” Cetus Yoona.

“Terserah. itu urusanku. Kau harus sadar, bahwa kau bukanlah lagi manusia Yoong. Kau itu sama sepertiku.”

“Menurutmu? Siapa yang membuatku menjadi seperti ini?”

Siwon telak, ia terdiam untuk beberapa saat. Sedangkan gadis itu masih menatapnya tajam.

“kau tahu? Menjadi seorang vampire membuatku tersiksa. Setiap bulan purnama aku selalu kelaparan. Dan haus akan darah manusia. Lalu apa kau tahu? Malam tadi. Aku hampir menghabisi nyawa adiku sendiri. Bukankah itu gila siwon!”

“Kecilkan suaramu itu, kau tidak mau kan adikmu mengetahui bahwa kau adalah seorang vampire?” Siwon  sedikit menunduk. Dan berbicarara seperti berbisik kepada Yoona. Yoona menghela nafas.

“jangan pernah muncul di hadapanku lagi!” Yoona bangkit bergegas berjalan menuju kamarnya.

 

***

Penguasa malam akan segera tiba. Pintu-pintu kematian akan terbuka lebar.

Tinggal beberapa hari lagi. Dunia akan menjadi gelap.

Dan mereka akan kalah.                                            

 

 

“Kriss. Ku perintahkan padamu. Segara kau bawa lelaki pilihanku itu. 10 hari lagi bulan purnama akan segera datang. Lelaki itu, harus bisa kau dapatkan sebelum 10 Hari. Bangsa serigala harus menjadi penguasa. Kau mengerti!” Kriss mengangguk tegas.

“Aku mengerti.” Kriss pun segera pergi dari bangunan tua itu. Lebih tepatnya sebuah bangunan tua yang terletak di tengah-tengah hutan.

 

***

Malam yang sunyi. Hembusan angin  malam yang begitu dingin. Mengeringi setiap langkah seorang gadis yang bermarga Im itu. Yoona gadis itu berjalan menyusuri sebuah taman yang kini benar benar sepi. Di ujung sana. Seorang lelaki tua berjalan sempoyongan dengan sebuah botol bir di tangan kanannya. Yoona memperhatikannya dari kejauhan. Lelaki tu itu meneguk bir nya. Matanya mendelik kea rah Yoona. Dan seketika laki-laki tua itu tertawa .

Yoona tal memperdulikannya. Gadis itu terus saja berjalan. Hingga kemudian dengan berani dan gaya mabuknya lelaki itu menghalangi langkah Yoona. Yoona mendengus sebal.

“Aku ingin lewat, jadi menyingkirlah dariku Tuan.” Yoona hendak menerobos. Tapi dengan lancang laki-laki itu memegang tangan Yoona. Lantas gadis itu tak hanya diam. Ia memberontak.

“Lepaskan aku Tuan. Aku bukan wanita seperti pa yang kau pikirkan. Jadi sekarang juga tolong lepaskan tanganmu itu.” Yoona memberontak. Tapi ternyata genggaman lelaki tua itu aga kencang.

“Hahaha. Sudahlah, lebih baik kau temani aku mala mini. Huk..Hukk.”  sekali lagi pria tua itu benar benar berbuat lancang. Ia menarik paksa tangan Yoona. Hingga membuat gadis itu emosi. Dan membuat gadis itu marah hingga kedua taring itu muncul seketika. Matanya merah menyala. Yoona benar-benar marah. Pria tua itu belum melihatnya ia sibuk minum dan menarik tangan Yoona dari belakang.

“Kau benar-benar keras kepala tuan. Dan sekarang kau harus terima akibatnya. “ pria tua itu menoleh, matanya sayu. Tapi ketika melihat kedua taring itu, mata nya terbuka lebar. Dan tanpa ampun Yoona menancapkan kedua taringnya di leher itu. Lelaki tua itu ternganga dan merasa kesakitan. Dan GLEEKK. DEATH.

Yoona melepaskan tubuh pria tua itu dari genggamannya. Sisa-sisa darah itu membekas di mulut Yoona. Lelaki tua itu kini tak berdaya. Ia tergeletak di atas aspal yang dingin. Yoona menahan nafasnya. Entah apa yang terjadi padanya. Ia menutup kedua mulutnya. Kemudian ia menatap tangan nya. Bercak-bercak darah itu kini memenuhi tangannya. Gadis itu menggelengkan kepalanya. Seolah-olah ia tak percaya dengan apa yang ia lakukan. Ia telah merobohkan prinsipnya untuk tidak meminum darah manusia. Tapi kini. Ia melanggarnya. Yoona segara berlari dari tempat itu. Tapi tiba-tiba saja sebuah tangan menahannya. Yoona menoleh, ternyata Siwon. Siwon bungkam. Ia melirik seorang mayat yang kini tergeletak di aspal. Ia sudah menduga ini pasti perbuatan Yoona.

“Gwenchana?” tangan Yoona bergetar hebat. Kini taring itu tak lagi terlihat. Tapi sisa sisa darah itu masih membekas di mulutnya. Siwon mengerti akan apa yang Yoona rasakan. Tubuh Yoona bergetar hebat, dan sekarang ia menangis secara perlahan, siwon dengan cepat memeluk erat gadis itu. Mendekaapnya begitu erat dan mengusap lebut punggung gadis itu.

“Mianhae.” Guman siwon di telinga Yoona. Gadis itu membalas memeluk siwon. Ia terisak dalam dekapan sang pria.

 

***

 

Plaakk..

Satu tamparan berhasil melesat di pipi tirus kriss. Kriss pun memegang pipinya. Ia tak melawan. Karena ia tahu,  ini akan terjadi. Jika ia belum menemukan lelaki pilihan itu.

“Dasar bodoh!. seharusnya kau segera menemukan pria itu. Tinggal delapan hari lagi. ingat itu kriss!” lelaki tua berjubah hitam dengan dasi kupu kupu itu terlihat begitu murka.

“Maafkan aku, Tolong berikan aku kesempatan. Dan aku akan membawa lelaki itu ke hadapanmu.”

“Baiklah aku beri waktu kau selama enam hari, jika dalam enam hari kau belum menemukannya. Maka kau akan ku musnahkan. Camkan itu kriss!” Kriss bungkam. Ia kemudian menunduk dan sekejap mata ia pergi.

***

Sepi. Kesunyian malam dan semilir angin menjadi sebuah pelengkap di malam hari. Dua insan yang kini tengah berdiri di tepi Sungai Han. Mereka termenung dan bungkam dalam sunyi. Keduanya masih belum mengatakan apapun. Keduanya sibuk dalam pikiranya masing-masing. Entah apa yang mereka pikirkan.

Siwon tidak bisa terus menerus diam. Ia harus mencairkan suasana. Ya, itu harus.

“Mianhae. Karena ku, kau menjadi seperti ini. aku tidak berpikir panjang. Kurasa semua akan baik-baik saja. Tapi ternyata pemikiranku salah besar.Yoong, mianhae.aku menyesal.”

“sekalipun kau meminta maaf padaku beribu-ribu kali, apa itu akan membuatku kembali menjadi manusia? Tidak kan? Kurasa aku tidak membutuhkan maaf darimu itu, jadi lebih baik kau simpan saja permohonan maaf mu itu.”

Yoona melangkah pergi. meninggalkan siwon yang masih mematung di tempat.

“Yoong.” Langkah Yoona terhenti.

Kini siwon ada di hadapan Yoona, entah sejak kapan. Yang pasti itu begitu cepat. Tangan kekar itu memegang pundak Yoona.

“Aku ingin kau yang dulu, kembalilah Yoong, kembalilah. Kumohon. Maafkan aku.” Yoona melepaskan genggaman tangan siwon di pundaknya.

“Aku harus pulang. “ Yoona berjalan cepat menjauh dari siwon.

Tapi tak disangka Siwon mengejarnya, siwon menarik tangan yoona dan mendekapnya begitu erat. Cukup lama. Dan membuat keduanya merasa damai.

“Apa yang harus kulakukan Yoong” siwon semakin mempererat pelukannya. Gadis itu hanya diam.

 

**Vampire**

 

Baekhyun menaiki sepedanya, seperti biasa ia harus pergi berangkat sekolah.pria imut itu mulai mengayuh sepedahnya. Dengan tenang ia mengayuh sepedah itu. Hingga di ujung sana. Seorang pria hendak menyebrang jalan. Baekhyun mencoba untuk mengerem sepedanya. Tapi sepertinya ini adalah hari tersialnya. Remnya blong. Gawat.

“Agashi menyingkirlah..” baekhyun berteriak, pria itu menoleh dan segera menyingkir. Tapi malangnya sepeda yang di naiki baekhyun bablas hingga membentur semak semak.

Blugg..

“Awww,  punggungku..” Baekhyun merintih.

Kriss. Pria itu merenyitkan dahinya. Ia berjalan menghampiri baekhyun.

“kau tidak apa-apa?” kriss mengulurkan tangannya. Baekhyun dengan tampang polosnya menatap kriss bingung dan menerima uluran tangan kriss.

Terlihat di pundak baekhyun seperti ada sebuah sinar yang berhasil membuat pandangan kriss teralihkan.

“apa itu di pundakmu?”

“eoh?”

“Ya, itu dipundakmu apa itu?” Tanya kriss memastikan.

“Itu bukan apa-apa. Maaf aku harus segera pergi. aghasi maafkan aku. Hampir saja aku menabrakmu. Annyeong” baekhyun menunduk, dan berjalan sambil mendorong sepedanya.

Kriss menahan baekhyun, ia berlari mengejar Baekhyun. “Tunggu.!” Seru kriss. Hingga membuat baekhyun menghentikan langkahnya.

Baekhyun menatap kriss begitu aneh “ Ada apa lagi?”

Tanpa ijin dan dengan cepat kriss merobek baju bagian pundaak baekhyun. Dan terlihalah sebuah tanda yang membuat kriss tersenyum lebar. Seketika tanda itu mengeluarkan sinar.

Tanda tu sama persis seperti tanda yang ada di lengan kanan kriss.

“Yak! Apa yang anda lakukan! Lancang sekali berani-beraninya merobek baju seragamku. Dasar aneh!” sungut baekhyun.

Kris tersenyum kecut. Ia menatap baekhyun dengan tatapan setan.

“Yak. Apa kau gila!”

Kriss tak memperdulikannya, dengan gerakan cepat kriss sudah menghilang dari hadapan Baekhyun. Baekhyun ternganga.

“Mwo?  Cepat sekali?” baekhyun ternganga, ia mencubit pipinya dengan keras “ Aww. Iisshh” baekhyun merintih. Ternyata ini bukan mimpi. Ini realistis.

.

 

Sebentar lagi. tinggal beberapa saat lagi. dan kami akan menang.

Dia akan segera bangkit. Segera.

 

 

“Dia telah ku temukan. Lelaki bernama Byun Baekhyun. Memiliki tanda itu.”

Zhou mi terlihat senang, lelaki itu berbalik dengan seringaiannya hingga menampakan taring di kedua sudut bibirnya, ia mengibaskan Jubahnya, dan membenarkan sedikit dasi kupu-kupunya.

“Bawa dia kehadapanku. Kau mengerti!” Kriss mengangguk mengerti.

Terlihat wajah kriss begitu ragu. Sepertinya ada yng ingin lelaki itu sampaikan, Zhou Mi mendelik “ apa yang kau pikirkan? Katakana kriss?”

Kriss sedikit ragu. “ kenapa harus lelaki itu, bukankah aku juga memiliki tanda yang sama seperti apa yg ia miliki Tuan?”

Zhou Mi mengerti maksud pertanyaaan Kriss, lalu ia tertawa “ Hahaha~ Kriss, kau akan ”mengetahuinya nanti.” Kriss tak menjawab, ia hanya menundukan kepalanya. Sebenarnya lelaki itu masih ingin menannyakannya. Tapi ia tahu betul seperti apa Zhou Mi, jadi mungkin jawaban yang di lontarkan Zhou mi. cukup.

“Xi luhan.” Seru Zhou Mi memanggil pria bernama -Luhan-

Derap langkah seseorang dari atas tangga, membuat pandangan kriss teralihkan. Terlihat seorang pria berambut pirang dengan baju berwarna hitam dengan celana jeans hitam turun dari tangga. Pria itu menyeringai, menampakan kedua taringnya.

“Luhan, kau bantu kriss untuk menangkap pria pilihanku itu. “ perintah zhou mi. luhan mengangguk.

“Pergi, dan tangkap pria itu. Lalu kalian bawa kehadapanku!” lanjut Zhou mi.

“Baik Tuan.”

 

**Vampire**

 Malam itu adalah bulan purnama. Dimana para monster berkeliaran untuk mencari mangsa.

Bocah kecil itu berjalan mundur, ketika dirinya di jegat oleh sosok pria bertaring. Tubuhnya bergetar begitu hebat. Matanya bulai basah.

“To-tolong A-aku.” gadis kecil itu terus berjalan mundur. Sosok di hadapannya begitu menyeramkan. Gadis itu menangis sesegukan. Tiba tiba saja punggung gadis itu terbentur tembok.

“kau mau kemana gadis manis?” monster bertaring itu menyeringai.

“Jangan mendekat! Hiks Hiks..” gadis kecil itu terus menangis, tubuhnya terperosot. Ia menunduk.

monster bertaring itu menarik kerah baju gadis kecil itu, hingga perlahan demi perlahan. Tubuh gadis itu terangkat. Gadis itu merasa sesak. Monster bertaring itu membuka mulutnya lebar lebar.

“Hentikan!” monster bertaring itu menghentikan aktifitasnya. Ia menoleh, membiarkan tubuh gadis itu terjatuh. Nafas gadis itu tersengal-sengal. Rupanya tuhan masih melindunginya.

Seorang bocah laki-laki berumur 7 Tahun itu membawa sebuah balok.

monster itu menatapnya, menyeringgai begitu mengerikan. “Siapa kau? Apa kau ingin mati?”

“Paman monster tidak perlu tahu siapa aku. Yang pasti rasakan ini” bocah laki-laki, atau lebih tepatnya –Baekhyun Kecil-. Dengan berani ia melemparkan balok pada monster itu.

Dengan mudahnya monster bertaring itu menangkap balok tersebut, lalu ia patahkan dengan mudah. Monster itu menghampiri baekhyun, baekhyun kecil berjalan mundur, ia menelan salivanya, rasa takut mulai menyelimutinya, tubuhnya bergetar hebat. Nafasnya memburu.

“Ja-Jangan mendekat” kata Baekhyun kecil dengan suara paraunya.

“Kenapa? Bukankah kau tadi begitu berani? Kenpa sekarang kau takut anak manis? “ monster bertaring itu menarik kerah baju baekhyun. Baekhyun sedikit kesulitan untuk bernafas. Keringat dingin mulai tmengucur.

“Si-siapa bilang aku ta-takut” jawab baekhyun, baekhyun benar-benar gugup.

Tangan monster itu terangkat, terlihat cahaya berwarna biru keluar dari tangannya. Ia menurunkan baekhyun, dan membalikan tubuh baekhyun.

BLUG..

“AAAKKK..!” Baekhyun berteriak keras, ia merintih kesakitan, saat monster itu menempelkan tangannya pada pundak baekhyun. Baekhyun terus saja berteriak kesakitan. Energy berwarna biru tua keluar dari dalam tubuhnya. gadis kecil itu tak berani, ia hanya bersembunyi di balik tembok. Menyaksikan sebuah peristiwa yang begitu menyeramkan. Gadis kecil itu menangis, menutup mulutnya. Agar monster itu tak mendengar isakan tangisnya.

“Mianhaeyo. Hiks hiks hiks” Gumam gadis kecil itu di balik sebuah tembok.

Monster bertaring itu melepaskan tangannya, nafas baekhyun tersengal-sengal, ia masih merasakan sakit di bagian pundaknya. Baju yang di kenakan baekhyun robek di bagian pundaknya. Monster itu tertawa puas, ketika melihat tanda hitam di pundak itu memancarkan sinar berwarna biru.

Baekhyun memegang pundaknya. Ia kesakitan. Sangat sakit.

“Kita akan bertemu kembali Hahaha” monster itu tertawa seperti ia telah menang. Dengan gerakan cepat. Monster tua itu pergi dan hilang entah kemana, gadis kecil itu menghampiri baekhyun kecil.

“Gwwenchana?”

Baekhyun tak menjawab, ia terus saja meringis kesakitan. “ Biar kubantu.” Gadis kecil itu membantu baekhyun untuk berdiri. 

 

Baekhyun membuka matanya, nafasnya tersengal-sengal “Mimpi itu lagi” gumamnya.

Baekhyunpun bangkit dari tempat tidurnya, ia membuka kaos yang di pakainya lalu melemparnya ke sembarang arah, baekhyun berjalan menuju kaca. Terlihat sebuah tanda hitam di pundaknya, seketika tanda hitam itu memancarkan cahaya berwarna biru.

gambar 2

“sebenarnya, apa maksudnya?” pertanyaaan itu kembali muncul, setelah sekian lama baekhyun mencoba untuk melupakannya. Tapi akhir-akhir ini ia kembali teringat akan masa lalunya.

 

** Vampire**

Tuk tuk tuk.

Siwon mengetuk pintu penginapan Yoona. Lama ia menunggu. Hingga seorang gadis membukakan pintu untuknya.

Siwon tersenyum manis hingga menampakan kedua lesung pipitnya. Yoona menatapnya datar, dengan santai ia bersandar pada pintu dengan melipat kedua tangannya di dada.

“Ada apa?”

Siwon memutar kedua bola matanya.dan tanpa permisi ia masuk kedalamnya.

Yoona menghela nafas. “pagi-pagi seperti ini, untuk apa kau datang?” cetus Yoona.

“Kenapa? Apa aku tidak boleh? Bukankah setiap pagi aku sudah biasa datang kesini?” ungkap siwon dengan polossnya. Yoona mendengus.

“baiklah aku mengalah.”

“Oya, dimana Baekhyun? Aku membawakannya sarapan.” Yoona meilirik kantong plastic putih yang di bawa siwon.

“apa itu bubur yang setiap hari kau bawa? Kenapa hanya satu?”

“apa vampire ingin memakan bubur juga?” siwon berbisik. Yoona mendengus, hingga membuat poninya sedikit mengapung.

“Hyung. Kau datang” baekhyun mengintip dari tangga.

“kemarilah, aku membawakan sarapan pagi untukmu.” Dengan cepat baekhyun menuruni anak tangga.

“Wah, kau benar-benar calon kaka iparku yang baik hyung. “ Yoona, mendelik kearah baekhyun. Baekhyun terkekeh.

“Bukankah itu akan menjadi nyata. Hehehe.” Siwon tak menanggapinya, tetapi ia merasa senang dengan apa yang di katakan baekhyun.

“Hyung, Kenapa hanya satu?  Bukankah biasanya kau membawa dua? Apa uangmu tidak cukup untuk membeli 2 porsi?”

Siwon melotot “Yak. Bukanya uangku tidak cukup, hanya saja Nunna mu memesan agar tidak membawakanna bubur lagi.”

Baekhyun enggaruk tekuknya “Aku tadi hanya bercanda Hyung. Kau tidak perlu marah seperti itu hehehe.” Baekhyun terkekeh bodoh, dan siwon hanya menggelengkan kepalanya.

Dengan semangat baekhyun melahap bubur yang di berikan siwon. Tapi seketika ia menghentkan makannya. Ia merasa pundaknya terasa begitu panas. Baekhyun memegang pundaknya. Siwon melihat aneh pada baekhyun, begitupun dengan Yoona.

“Kau kenapa?” Tanya sang kaka –Im Yoona-.

“Pundaku.” Baekhyun merintih, dengan segera siwon menarik kaos di bagian punggung baekhyun. Siwon tersentak. Mendapati sebuah tanda yang ada di pundak baekhyun. Yoona terlihat bertanya-tanya.

“Ada apa ?” Tanya Yoona. Siwon tak bergeming. Ia masih terdiam

‘tanda itu’  Gumamnya.

“Siwon-ah, ada yang kau lihat? “ siwon masih tak menjawab. Dengan cepat Yoona menarik kaos baekhyun, terlihat sebuah tanda hitam berkilau memancarkan cahaya biru.

“sejak kapan kau memiliki tanda itu?” Baekhyun merintih kesakitan, bibirnya kelu untuk berbicara.

“Memangnya tanda apa itu?” Tanya Yoona. Siwon terdiam menatap tanda yang ada di pundak baekhyun.

“kita harus menjaganya, nyawanya terancam.”

Siwon bangkit, ia bergegas pergi. “Aku akan kembali.” Yoona masih terlihat bingung. Ia mengikuti siwon sampai pintu keluar.

“Siwon Tunggu.”  Siwon berbalik.

“sebenarnya ada apa? Ada apa dengan tanda itu?”

“Nyawa baekhyun sedang terancam. Dan sekarang aku harus memikirkan bagaimana cara untuk menyembunyikan keberadaan baekhyun dari bangsa serigala. Kau tahu? Mereka mengincar adikmu. Karena tanda di bahu itu. Kita harus segera melakukan tindakan Yoong.”

“sungguh. Aku benar-benar tidak mengerti. Nyawa baekhyun akan terancam? Dan, bangsa serigala?”
“Aku akan kembali Yoong”

Dengan sekejap siwon sudah melesat pergi. Yoona mendengus sebal ketika lelaki itu pergi tanpa pamit- lagi dan lagi-

 

***

“paman, aku mohon bantu aku untuk mencegah rencana dari bangsa serigala.”

“Apa maksudmu?”

“mereka akan membangkitkan penguasa kegelapan. Dan tentu itu membahayakan bangsa vampire. Paman aku mohon bantu aku.”

“Mereka akan melakukan itu?”

“Ya, paman mereka akan menjadikan baekhyun sebagai sasaran mereka.”’

“Baekhyun? Siapa dia?”

“dia adalah adik dari seorang gadis yang kucintai.  Paman aku mohon, selamatkan dia. Dan tentu pasti akan menyelamatkan bangsa vampire bukan?”

Lelaki tua bertaring itu terlihat berpikir, ia mendudukan dirinya di atas sebuah kursi goyang.

“Bawa lelaki bernama baekhyun itu.”

 

 

To be continued.

Mohon maaf atas keterlambatan ff sequel dari vampire. Maaf banget ya. Maaf banget. Ngomong-ngomong. Otak saya mampet nulis ff kaya beginian. Astagfirullah.

Jadi saya mau buka lowongan deh #cielah.

Saya udh mentok banget dan butuh bantuan dari salah satu readers yang pandai baut ff kaya beginian. Ya intinya saya mau ajak duet lah. Gimana? Minat? Syaratnya ya bisa buat ff kaya begini. Dan gak jutek terus bisa di ajak kerja sama. Minat ? sms ke 083819818817.

JANGAN LUPA RCL OK J

Untuk admin maksih banget udh sempetin posting ff ini. semoga sukses selalu. J

Tinggalkan komentar

129 Komentar

  1. wuaaa,next donggg

    Balas
  2. liza faiza

     /  Juli 11, 2014

    prolog nya udah di pernah di publish blom? Soal nya aku berasa pernah bca prolog nya di . . .
    Ku pkir yg jdi vampire thu cma siwon, tau nya yoona juga . . . . Alur nya brasa ngebut #bner gx ?
    Tpi utk feel dapet kok . . .
    Tdi diri mu blang btuh partner ya ? Tpi maaf aku gx bsa . . . Bkin2 fanfic sh iya, tpi klo cerita nya tentang fiksi msh blom brani! Awal bca aja aku dah gx bsa nebak gmana next nya . . .
    So, ma’af ya . . .🙂
    di tnggu next part . . .
    Gomawo

    Balas
  3. kadek ayu septiani

     /  Juli 14, 2014

    bnyak bnget konfliknya,penasaran knpa yoonwon jd vampir

    Balas
  4. Shanty Im ^^

     /  Juli 30, 2014

    Wahh bagus kok thor🙂. Tapi alurnya sedikit kecepatan, ne?🙂
    Lanjutt yah thor, aku tunggu🙂
    Fighting !!

    Let’s Share Happy Virus of Yoonwon & Yoona❤

    Balas
  5. silvie

     /  Agustus 10, 2014

    sebenernya itu tanda apa yaah, dan knp baekhyun punya? penasaran nih thor

    Balas
  6. ewiek

     /  Januari 19, 2015

    bagus dan bikin penasaran……….tapi disini Yoonwon Kok bisa jadi vampire……belum di jelasin……ditunggu part selanjutnyaaa…..

    Balas
  7. Nur

     /  Februari 24, 2015

    wuaaa,gak sabar nugu kelanjutan ceritanya !!

    Balas
  8. h_ra307

     /  Juli 4, 2015

    vampire?klo baca judul.a aq kira ada luhan klo gk kris………gk inget klo luhan ma kris itu wolf🙂

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: