[2S] Thank You For Everything (sequel of “Sir,I love Your Daughter”)

thankyou for everything cover

Tittle          : Thank You For Everything (sequel of “Sir,I love Your Daughter”)

Type          : Two Shoot

Chapter    : 1

Author      : Yulisa .A (twitter acc: @yulisaarisagi)

Genre        : romance,marriage life,etc.

Rating       : PG 17

Main cast : Choi Siwon Super Junior a.k.a Choi Siwon

Im Yoona SNSD a.k.a Im Yoona

Other cast : find by your self

Special cover by : @nananaci_hv ( http://historyofnana.wordpress.com/ )

Disclaimer : this story pure is mind,sorry If you found unidentified typo(s) and don’t be a silent reader.

 

 

Yoona memasuki sebuah mobil berwarna hitam yang terparkir di halaman kampus nya,dengan diiringi langkah kedua orang paruh baya yang teramat ia cintai dalam hidupnya yang tak lain adalah kedua orang tuanya. Ia masih terlihat cantik dengan bekas dandanan istimewanya hari ini,berbagai atribut dan seragam wajib seseorang yang baru melewati moment  ‘graduation’nya setelah empat tahun menimba ilmu di universitas dan berhasil menyandang gelar sarjana strata 1 termasuk toga baru saja ia tanggalkan beberapa saat yang lalu,kini ia telah menggantinya dengan sebuah dress cantik di atas lutut berwarna biru muda.

Ia menduduki kursi mobil tepat di sisi jendela sebelah kanan,sang ayah duduk di kursi penumpang yang berada di depan tepat di samping pengemudi yang tak lain adalah sopir Kim,sopir pribadi keluarga mereka. sedangkan sang ibu duduk tepat di sebelah kirinya. Setelah ia masuk ke dalam mobil dan dirasa posisi duduknya sudah cukup nyaman,lantas iapun menolehkan kepalanya tepat ke sebelah kanan setelah mobil itu melaju secara perlahan,menatap aneka pemandangan yang tersaji melalui kaca mobil yang transparan tersebut.

‘hiruk pikuk jalanan kota seoul di senja hari’ ya..itulah kata yang tepat untuk di sematkan pada pemandangan yang kini tengah tersaji di hadapan yeoja bermarga Im tersebut. Yoona pun terlarut dalam bayangannya sendiri,sembari terus menikmati pemandangan di sebelah kanannya yang bisa terbilang cukup membuat penat karena mengingat ini adalah jam pulang kantor yang otomatis membuat jalanan sedikit padat dan macet,di sertai lampu-lampu mobil yang mulai menyala dan cukup menyilaukan mata. Otaknya pun mulai mem-flashback kejadian-kejadian beberapa jam yang lalu. Di mulai dari pagi hari tadi,di mana ketika ia sangat antusias dan begitu bersemangat menyambut hari ini,hari yang cukup bersejarah dalam hidupnya. di mana ia akan segera melepas statusnya sebagai mahasiswi tingkat akhir dalam menempuh pendidikannya,dan menggantinya dengan gelar sarjana strata 1 dari jurusan school of businnes yang ia pilih. Ia tersenyum mengingat hal itu,lalu kembali ia terlarut dalam bayangan di mana ketika ia dan teman-temannya melalui moment yang cukup mendebarkan,detik-detik pengesahan mereka sebagai seorang sarjana, dan ketika ia di umumkan sebagai salah satu mahasiswi terbaik dari jurusan yang ia pilih dengan IP yang cukup memuaskan,kembali ia tersenyum mengingat hal tersebut,hal yang membuat kedua orang tua yang kini tengah berada di sampingnya merasa cukup bangga pada putrinya tersebut. Lalu iapun kembali membayangkan moment-moment kebersamaan nya dengan para teman dan sahabat-sahabat dekatnya tadi. dimana ketika akhirnya mereka bisa melempar ‘toga’ sebuah benda sakral berwujud topi yang wajib di kenakan di kepala oleh seorang wisudawan ke udara secara bersama-sama. dengan diiringi tawa dan tangis bahagia juga ucapan-ucapan saling memberikan selamat satu sama lain dan berbagai kalimat haru yang mereka ucapkan. Lalu ketika orang-orang terpenting dalam hidupnya tentu termasuk kedua orang tuanya, datang untuk memberikan suport dan ucapan selamat atas keberhasilannya menempuh pendidikan selama 4 tahun ini,seperti sang kakak dan tunangannya yang datang secara langsung dan memberikan ucapan selamat pada Yoona  walaupun Yoona tahu mereka sangat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. hingga paman,bibi dan sepupu-sepupunya pun bahkan menyempatkan diri untuk datang ke acara wisudanya.

Yoona terus tersenyum membayangkan hal-hal tersebut,namun senyumannya itu berubah seketika menjadi ekspresi kepiluan dan rasa kecewa yang membuncah di dadanya,mengingat sebuah hal yang dirinya anggap telah menghancurkan dan merusak mood baik di hari kelulusannya.

‘di mana pria itu?’ pria yang sudah lebih dari sebulan ini mengisi kekosongan di seluruh penjuru hatinya ,pria yang telah mencuri ciuman pertamanya,dan pria yang telah resmi menjadi kekasihnya. Ya..pria itu..pria bernama lengkap Choi Siwon!  Yoona mengatupkan mata dan menghembuskan nafas beratnya,terasa sesak pada ulu hatinya,pikirannya pun kembali menerawang pada kejadian 5 hari yang lalu.

 

Flashback

“I love you more than anything else in this world..” bisikan namja berlesung pipi dan bertubuh atletis di telinga Yoona terasa begitu menggelitik dan membuat bulu kuduknya meremang,tatkala pelukan hangat dan possesive yang melingkari pinggang rampingnya turut di sertakan dalam bisikan yang terasa manis tersebut.

“jangan coba-coba menggombali ku oppa” sahut Yoona. Siwon,namja tersebut tersenyum mendengar sahutan dari gadisnya,sahutan yang bertolak belakang dengan kata-kata cinta yang baru saja ia luncurkan dari bibir tipisnya. Ia semakin mempererat pelukannya,lalu tak lama iapun membalikan tubuh gadisnya itu agar mereka saling berhadapan. “you not trust me?” siwon kembali bergumam sambil terus menyunggingkan senyum,kali ini senyumannya lebih terlihat seperti seringaian menggoda,sembari memberikan tatapan dalam pada manik mata kekasih cantiknya itu. “untuk apa aku percaya padamu? Kau memang gombal tuan Choi!” sahut Yoona lagi. Sejujurnya Yoona merasa bahagia di perlakukan seperti itu oleh Siwon,tentu karena dirinya pun begitu mencintai namja di hadapannya ini. Namun entah mengapa ia lebih senang menyanggah semua perkataan dan sikap manis yang di tunjukan kekasihnya itu,tapi tentu saja semua sanggahan itu tak serius.

Kini Siwon malah tedengar terkekeh melihat tingkah gadisnya yang menggemaskan itu. “terserah apa yang kau katakan nona Im… pokoknya yang aku tahu kau sangat mencintai pria tampan yang kau sebut gombal ini” sahut Siwon dengan seringaiannya dan makin mempersempit jarak di antara mereka. “now.. i wanna kiss u!” kembali siwon berujar tetap dengan seringaian nakalnya. “mwo? Aishhhh…namja pervert!” Yoona mencoba merenggangkan pelukan erat Siwon. “tidak akan aku lepas sampai kau memberikannya” Siwon semakin mengunci gerak tubuh Yoona. “bukankah kita sudah sering melakukannya eoh? Kenapa sikapmu selalu menggemaskan terlebih dahulu seperti ini? Kau sengaja ingin menggodaku?” Siwon semakin gencar menggoda kekasihnya itu. “yak! Apa maksudmu?” Yoona menengadah menatap wajah Siwon. “ini maksudku…” dengan gerak cepat Siwon pun melumat bibir yeoja yang teramat ia cintai tersebut. Yoona sedikit terkejut,namun sedetik kemudian iapun mulai menikmati ciuman kekasihnya itu. Cukup lama..dan selalu Yoona yang terlebih dahulu melepas tautan bibir mereka. Siwon yang selalu menyadari hal itu hanya tersenyum menatap Yoona,dan terlihatlah wajah Yoona yang mulai mengeluarkan rona merah.

“chagi..ada yang ingin aku katakan padamu” Siwon kembali membuka pembicaraan.

“apa oppa?” jawab Yoona. “umm…besok pagi aku harus segera kembali ke Busan” jawabnya.

Yoona sedikit terkejut,terlihat raut kesedihan di wajahnya. ‘secepat inikah ia harus kembali ke Busan?’ batin Yoona. Walau bagaimanapun ia sangat tahu bahwa Siwon adalah penanggung jawab atas perusahaan keluarganya yang berada di Busan.

“lalu oppa?” tanya Yoona datar.

“hanya itu?” Siwon balik bertanya pada Yoona. Yoona menoleh,heran akan pertanyaan Siwon.

“kau hanya bertanya ‘lalu’? kau tidak sedih atau berusaha mencegah kepergianku?” Siwon meneruskan kata-katanya setelah melihat Yoona menoleh kepadanya,ia berujar dengan nada canda yang terdengar dari kalimat yang ia ucapkan.

Yoona menghembuskan nafas “lalu aku harus bagaimana oppa? Tanpa perlu aku sebutkan tentu kau sudah tahu isi hatiku kepadamu” Yoona berkata secara pelan “apa yang bisa aku lakukan untuk mencegah kepergianmu? Tentu itu sudah menjadi tanggung jawabmu oppa” kembali Yoona berkata sambil memaksakan seulas senyum di wajah cantiknya,sebuah senyum yang justru terlihat aneh,karena senyuman tersebut di lukiskan di atas wajah yang jelas memperlihatkan raut kesedihan.

Siwon menatap lekat Yoona,senyuman menawan tersungging dari bibir tipisnya. “aku tidak akan lama chagi…kurang lebih satu minggu,aniy..empat  atau lima hari aku akan segera kembali” jawab Siwon sembari menyentuh pipi Yoona dengan kedua tangannya. Yoona pun menjadi heran,karena ia menyangka Siwon akan kembali tinggal di busan. “jinjjayo oppa? Oppa tidak akan kembali menetap di sana?” tanyanya antusias. “aku akan mengusahakannya chagi…tapi dapat kupastikan bahwa kurang dari seminggu aku akan segera kembali,kembali mendekapmu”.

Yoona tersenyum medengar jawaban Siwon,kembali mereka saling berpelukan erat.

“oppa..”

“hmmm…wae chagi?”

“5 hari lagi adalah hari wisuda ku,aku ingin oppa mendampingiku”

“nde? Ah..aku ingat..tentu aku pasti akan mendampingi calon istriku di hari kelulusannya”

Yoona merenggangkan pelukan mereka,dan kembali menengadah menatap Siwon “yakso?”

“of course sayang…” siwon kembali tersenyum “aku akan selalu ada untukmu,karena aku begitu mencintaimu”

Yoona tersenyum mendengar jawaban Siwon,dan memegang erat janji kekasih nya itu. Iapun kembali menenggelamkan wajahnya pada dada bidang siwon.

 

Flashback end

 

“pembohong…..” Yoona meringis dalam lamunannya,namun ringisannya itu dapat di dengar oleh sang eomma yang duduk tepat di sebelahnya.

Sang eomma menoleh dan menghembuskan nafasnya,memahami apa yang tengah di fikirkan putrinya saat ini. “Yoong” ujarnya.

Merasa sang eomma memanggil namanya Yoona pun menoleh “ne,wae eomma?” jawabnya.

“eomma harap kau bisa bersikap dewasa sayang… kau tentu mengerti dengan resiko pekerjaan Siwon” ujar sang eomma lagi. Ny.Im sangat mengerti dan menyadari bahwa putrinya itu sangat kecewa bahwa Siwon,calon menantunya tak dapat hadir dalam acara kelulusannya. Namun di sisi lain Ny.Im pun sadar betul bahwa calon menantunya tersebut tidak bisa di salahkan sepenuhnya karena tak bisa hadir karena tuntutan pekerjaanya itu,sebagai istri dari seorang pemilik perusahaan Ny.Im sangat tahu betul bahwa bussinesman seperti suaminya dan Siwon pastilah memiliki fase kesibukan yang sangat tinggi,di tambah lagi ia mendengar dari Ny.Choi yang tak lain ibu dari Siwon,bahwa cabang perusahaan mereka yang berada di busan tengah membutuhkan penanganan serius selama beberapa hari dari Siwon selaku direktur utamanya.

Yoona hanya tersenyum masam mendengar perkataan eommanya.

“bahkan dia tidak menghubungiku sama sekali eomma” Yoona menjawab perkataan sang eomma dengan ekspresi datar.

Ny.Im tersenyum dan segera menggenggam tangan putri cantiknya itu dengan lembut. “eomma yakin Siwon memiliki alasan atas itu semua sayang” ujar wanita paruh baya tersebut mencoba menenangkan putrinya,ia melirik sang suami yang duduk di kursi penumpang bagian depan yang ternyata tengah sibuk menerima panggilan dari rekan bisnisnya.

Yoona hanya memberikan seulas senyum yang sedikit kaku saat kembali mendengar perkataan sang eomma.

~

 

Yoona menghempaskan tubuh di atas ranjang empuk miliknya ketika ia tiba dikamarnya sesaat saat ia tiba di rumah. Ia melirik jam yang menempel manis di dinding kamarnya. ‘Pukul 18.07 KST’  kembali ia menghembuskan nafas beratnya,iapun melirik iPhone putih miliknya yang memang sedari tadi ia genggam,ia menatap selca dirinya bersama seorang pria tampan yang tak lain adalah kekasihnya,dua buah dimple terlihat sangat manis menghiasi kedua belah pipinya,karena dalam selca tersebut mereka berdua terlihat tengah menampakan senyum bahagia. Yoona kembali meringis dan mengumpat saat menatap layar iPhone nya tersebut. “dasar pria menyebalkan,tak punya perasaan,pembohong!” umpatan-umpatan kekesalan dalam hatinya itu terus saja ia keluarkan dari mulutnya. “apa aku yang harus menghubungimu duluan? Itu sungguh tak adil! Tidak,tidak akan pernah!” ia menggerutu sendiri sambil terus memandangi layar iPhonenya tersebut. Rasa kesal,gusar,dan merasa di bohongi,tapi tak lupa rasa rindu yang begitu dalam kepada kekasihnya tersebut bercampur aduk menjadi satu,membuat Yoona ingin menangis. “kau pria tak berperasaan!!” kembali Yoona merasa geram dengan tangisan tertahan di pelupuk matanya,akhirnya ia sedikit terisak “tapi entah mengapa aku begitu mencintaimu Choi Siwon?!” ujarnya lagi dengan suara yang terdengar parau.

Akhirnya iapun membantingkan iPhone nya ke ranjang,tepat di sisi kepalanya. Kecewa,itulah perasaan Yoona sekarang. Ia ingat komunikasi terakhirnya dengan Siwon adalah 2 hari yang lalu melalui telephon, 2 hari sebelum hari wisudanya,dan Siwon berjanji akan berusaha agar secepat mungkin kembali ke Seoul menghadiri wisuda kekasihnya. Namun kenyataannya setelah hari itu mereka tidak berkomunikasi kembali,Siwon tidak pernah menghubungi Yoona lagi,sedangkan Yoona merasa gengsi jika harus menghubungi Siwon duluan. Sebetulnya sempat beberapa kali terbersit dalam fikirannya untuk menghubungi Siwon duluan,namun Yoona selalu berfikir bahwa seharusnya pria lah yang memulai,apalagi mengingat bahwa Siwon telah mengingkari janjinya. Sedikit egois memang,namun itulah Yoona.

Sejujurnya ada rasa khawatir yang menghinggapi dirinya,ia begitu mengkhawatirkan Siwon kekasihnya,takut jika sesuatu terjadi pada sang kekasih seperti sakit misalnya,sehingga pemikiran itu mendorong agar Yoona sesegera mungkin menghubungi Siwon. Namun sekali lagi rasa gengsi dan janji palsu dari kekasihnya tersebut membuat saraf motoriknya mengatakan TIDAK untuk menghubungi Siwon. Akhirnya karena rasa lelah akibat serangkaian acara sakral yang harus ia lewati di hari kelulusannya tadi, ditambah rasa gundah yang tengah kini ia rasakan,iapun memutuskan untuk memejamkan matanya.

Baru beberapa saat Yoona memejamkan kedua mata indahnya,tiba-tiba iPhonenya berdering menandakan ada panggilan masuk untuknya. Ia pun terhenyak,dengan segera jari-jari lentiknya meraih IPhone yang terletak di sisi kepalanya tersebut. Kali ini ia sangat yakin bahwa itu adalah panggilan dari…….. “nugu?” Yoona sedikit kecewa saat menatap layar i-phone putihnya,nomor panggilan masuk itu sama sekali tidak ia kenal,namun ia berfikiran bahwa itu tetaplah panggilan dari Siwon kekasihnya dengan menggunakan nomor lain,ia menarik nafasnya dalam-dalam sebelum akhirnya menekan tombol touch berwarna hijau. “yeobseo..” Yoona membuka pembicaraan,namun sedetik kemudian ia merasa terkejut karena suara di sebrang sananya adalah suara seorang wanita.

“yeobseo…Yoona-ya?” jawab panggilan tersebut yang membuat Yoona terkejut.

‘suara ini…’ batin Yoona.

“chukae sayang atas kelulusanmu” sambung sang suara yang Yoona rasa begitu familiar di telinganya. Ya…suara seorang wanita paruh baya yang sudah tidak asing di telinga Yoona. Namun Yoona masih sedikit ragu “nde? Ahjumma Choi,apa ini anda?” Yoona memastikan dengan bertanya pada si penelfon. “aigoo…apa kau tidak mengenali suaraku sayang? Dan…ya tuhan…aku sudah mengatakan bahwa kau tidak boleh memanggilku dengan sebutan ahjumma,panggil aku eommonim. Karena kau adalah calon menantuku” sahut suara wanita paruh baya tersebut. Dan akhirnya sekarang Yoona sangat yakin bahwa sang penelfon adalah Ny.Choi yang tak lain adalah eomma dari Choi Siwon kekasihnya.

Yoona tersenyum “ah..mianhae ahju..eh maksudku eommonim,gomawoyo atas ucapannya” sahut Yoona.

Dan di sebrang sana pun Ny.Choi tengah menampakan seulas senyum “mianhae sayang,tadi eommonim dan aboji tidak bisa datang ke acara wisudamu,hari ini kami ada urusan yang tidak bisa di tinggalkan” jawab Ny.Choi lagi.

“gwenchana eommonim,aku mengerti…” sahut Yoona lagi.

“oia ,apa malam ini kau ada acara?”

Yoona terlihat berfikir “umm..sepertinya tidak ada,memangnya ada apa eommonim?” tanya Yoona.

“ah..syukurlah… malam ini pukul 08.00 PM kau harus datang ke restoran tempat di mana keluarga kita makan bersama waktu itu,kami ingin sedikit merayakan kelulusanmu. apa kau ingat tempatnya chagi?”

Yoona berfikir sejenak,hingga akhirnya ia menjawab “ne,eommonim aku ingat,dan apa aku harus membawa serta appa dan eomma?”

“baguslah.. oh..aniyo..kau datanglah sendiri saja sayang,tidak usah mengganggu waktu istirahat kedua orang tuamu. oia apa kau lelah sayang? Eommonim akan menyuruh sopir di sini untuk menjemputmu” sahut Ny.Choi lagi.

“oh..begitukah? ne,eommonim. Dan..tidak eommonim,aku tidak lelah..dan tidak usah mengirimkan sopir untukku,aku akan membawa mobil sendiri” jawab Yoona.

“ah..tidak sayang,eommonim akan tetap mengirimkan sopir. Kau jangan membawa mobil sendiri”

“emh..tapi eommonim”

“tidak apa-apa ,sekarang kau bersiap-siap saja ya..dandan lah yang cantik,pukul 07.40 PM sopir Cha akan menjemputmu,eotthe?” ujar Ny.Choi lagi.

“baiklah…” jawab yoona akhirnya. Dan setelah beberapa kalimat terakhir yang mereka ucapkan,akhirnya panggilan tersebut berakhir.

Sebetulnya Yoona masih bingung mengapa tiba-tiba Ny.Choi menyuruhnya untuk datang ke sebuah restoran mewah yang waktu itu keluarganya dan keluarga Siwon kunjungi. ’merayakan kelulusannya,sepenting itukah? Dan tanpa Siwon?’ lalu….mengapa tadi eomma Siwon tidak menyinggung-nyinggung soal kabar Siwon sedikitpun,dan entah mengapa tadi Yoona tidak menanyakan kabar Siwon pada eommanya,sejujurnya ia merasa penasaran apakah Siwon yang sudah 2  hari ini lost contact dengannya menghubungi orang tua nya atau tidak? Namun Yoona hanya kembali menghela nafasnya,dan memutuskan akan menanyakan kabar siwon pada eommanya saat mereka bertemu nanti. Akhirnya gadis cantik itupun segera turun dari ranjangnya,dan segera mengambil handuk dari dalam lemari, lalu iapun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap.

~

“Eomma.. appa… aku mau keluar sebentar” Yoona meminta izin kepada kedua orang tuanya sebelum ia pergi ke tempat yang sudah eomma Siwon janjikan tadi.

Ia terlihat mengenakan sebuah mini dress ketat di atas lutut berwarna hitam pekat dengan sedikit motif taburan bunga berwarna silver di permukaan dress,dan berlengan pendek yang begitu pas di tubuh rampingnya. Rambut ikal panjang berwarna kecoklatannya ia gerai bebas menjuntai melewati bahunya.

“kau mau kemana chagi?” Tanya sang appa.

“umm…aku ada janji dengan eomma Siwon oppa appa” jawab Yoona sedikit malu-malu.

“kau ada janji dengan Ny.Choi sayang?” Tanya eomma Yoona lembut.

“ne,eomma…”

‘Tin,tin…’ suara klakson mobil sopir pribadi keluarga Siwon terdengar dari halaman depan rumah keluarga Im.

“ah…sopir keluarga Siwon oppa sudah menjemputku” ujar Yoona. “appa,eomma..aku pergi dulu” sambungnya lagi setelah sebelumnya mengecup singkat pipi kedua orang tuanya.

“ne chagi,hati-hati di jalan. Sampaikan salam appa dan eomma untuk keluarga Choi” jawab sang appa.

“ne appa” jawab Yoona dan langsung bergegas keluar menuju halaman rumahnya.

 

***

 

Yoona tiba di halaman sebuah restoran cukup ternama di kawasan kota Seoul,gadis cantik itu turun dari mobil mewah berwarna hitam milik keluarga Choi tersebut. Setelah ia turun,sang sopir pun kembali melajukan mobilnya menuju parking area.

Perlahan ia melangkahkan kedua kaki jenjangnya untuk memasuki area restoran,selangkah demi selangkah. Namun ada beberapa hal janggal yang ia tangkap sejak ia menapakan kakinya di halaman restoran tadi. Gadis cantik tersebut terlihat sedikit mengerutkan keningnya. “apa aku salah tempat?” gumamnya pelan pada dirinya sendiri. ‘sepi’ ya…hal tersebut itu lah yang membuat dirinya cukup bingung dengan semua ini,namun ia kembali melangkahkan kaki-kakinya untuk terus sampai ke dalam restoran tersebut. Semakin ia melangkah,semakin berkerut pula keningnya,tempat itu begitu sepi…bahkan suara langkahnya terdengar begitu nyaring yang di akibatkan oleh hak stilleto coklat yang kini tengah ia kenakan beradu dengan lantai marmer restoran mewah tersebut.

Hingga ia sampai di dalam,dan semakin berlipat-lipat pula kebingungannya ketika ia mendapati ruangan yang seharusnya padat akan pengunjung yang tengah menikmati makan malam itu terlihat kosong tanpa ada seorang manusia pun di salah satu kursi-kursi dan meja-meja makan yang terletak begitu rapi dengan sistematis penyusunan sedemikian rupa tersebut.

“ya tuhan..apa mungkin aku salah tempat?” ujarnya. “tapi aku sangat yakin ini tempatnya” ujarnya lagi pada dirinya sendiri dengan nada yang terdengar sedikit cemas,”lalu mana keluarga Siwon oppa?” tak lama ia pun segera merogoh tas tangan ‘Prada’ yang mengait di sikunya,mencari i-phonne miliknya. Beberapa detik kemudian gadis cantik itupun mulai memainkan jari-jari lentiknya di atas touch screen i-phone nya tersebut,mencoba menghubungi nomor yang menghubunginya tadi yang tak lain adalah nomor milik Ny.Choi eomma Siwon. Namun sungguh sial,nomor tersebut justru tak aktif. “omo! Ada apa ini?” Yoona mulai merasa sedikit panik,iapun bergegas kembali menuju pintu keluar,bermaksud untuk menemui Sopir Cha,sopir keluarga siwon yang menjemputnya tadi. Namun baru beberapa langkah ia meninggalkan ruangan tersebut,tiba-tiba saja lampu-lampu yang berada di dalam restoran itu padam seketika,dan reflek membuat Yoona menjerit ketakutan. Tak ada sisa-sisa penerangan sedikitpun. Yoona mengendalikan dirinya setenang mungkin,dengan tangan agak bergetar iapun kembali menyentuhkan jari-jari cantiknya pada layar i-phone nya. Ia mencoba menghubungi Siwon kekasihnya,namun…nihil..ternyata nomor namja nya tersebut pun tak aktif. Ingin rasanya Yoona menangis dalam situasi seperti ini,di tambah ia mengingat Siwon kekasihnya tersebut yang seolah hilang tanpa jejak.  Ia hampir putus asa ketika ia berfikir jika ia menghubungi orang tua atau oppa nya pasti akan menimbulkan kepanikan yang tak terhingga pada keluarganya itu. Yoona takut akan kegelapan. Hingga ia memutuskan untuk perlahan-lahan mencapai pintu tempat ia masuk tadi dengan penerangan seadanya yang berasal dari i-phone miliknya. Berbagai fikiran-fikiran aneh sekaligus membingungkan berkecamuk di otaknya. ‘apa maksud dari semua ini?’

Hingga belum sempat ia melangkah mencapai tempat yang ia tuju,tiba-tiba kembali ia di kejutkan dengan sorotan sebuah lampu lighting yang berasal dari belakang tempat ia berdiri dan tertuju pada suatu objek yang tiba-tiba muncul dari arah pintu masuk.

 

Sesosok bayangan pria tertangkap oleh cahaya lampu tersebut. Yoona terpaku di tempatnya,kakinya terasa lemas untuk di gerakan. Namun semakin jelas,semakin jelas sorotan lampu tersebut menampakan sosok pria tersebut, dan tiba-tiba lampu tersebut kembali padam memudarkan rasa penasaran akan siapa sosok pria tersebut,dan ruangan kembali gelap gulita. Yoona kembali terlonjak kaget,kakinya masih lemas untuk kembali di gerakan.

Namun beberapa detik kemudian Yoona menangkap secercah cahaya yang berasal dari sisi-sisi lantai ruangan tempat ia berdiri,ruangan yang berbentuk lurus seperti koridor tersebut. koridor pendek yang menghubungkan antara  ruangan utama restoran dengan pintu masuk. Secercah cahaya tersebut kemudian berkembang,semakin menyambung,menyala secara berkala seperti susunan domino yang tengah berjatuhan,menerangi lantai tersebut dari mulai lantai tempat Yoona berdiri hingga mencapai lantai tempat pintu masuk dan tempat sosok pria misterius itu kini tengah berdiri. Dan saat Yoona tengah terpaku dalam kekagetannya memandangi cahaya-cahaya lampu yang bergerak perlahan menuju pria tersebut,tiba-tiba suara denting piano terdengar berdenting dalam ruangan tersebut,terdengar cukup nyaring dan…….indah. nada yang mengalun memperdengarkan nada lagu…???

Yoona terkesiap saat menyadari nada tersebut adalah sebuah lagu yang menyangkut pada suatu hal,suatu hal yang pernah berkelebat dalam fikirannya sebelumnya. Dan iapun semakin terpaku dan membeku tatkala dentingan nada piano tersebut di iringi suara dari  namja yang kini sosoknya semakin terlihat jelas saat cercahan-cercahan cahaya lampu seperti domino tadi mencapai ambang pintu tempat sosok namja tersebut berdiri.

 

 

 

 

It’s a beautiful night,

We’re looking for something dumb to do.

Hey baby,

I think i wanna marry you.

Is it the look in your eyes,

Or is this dancing juice?

Who cares baby,

I think i wanna marry you

 

Sesosok pria tampan berperawakan tinggi dan memiliki kesan manly berdiri tegap di ambang pintu,kedalaman kedua lesung pipinya begitu terlihat ketika dengan tenangnya ia membawakan lagu yang seirama dengan nada dentingan piano. Lagu “Marry You” milik Bruno Mars , lagu itu berubah dari nada yang terkesan ceria dan energik, menjadi seperti balad song yang begitu indah dan romantis ketika sang pria tampan tersebut menyanyikannya secara perlahan seirama dengan nada dentingan piano yang sangat lembut.

 

Yoona terpaku seketika,tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Ia tetap diam membeku,begitu terkesima hingga tidak mampu berbuat apa-apa.

 

Well i know this little chapel on the boulevard

We can go……

No one will know…

Come on girl.

Who cares if we’re trashed got a pocket full of

Cash we can blow…..

Shots of patron…

And it’s on..girl…

 

Perlahan.. pria tampan yang terlihat mengenakan tuxedo berwarna hitam tersebut berjalan menghampiri gadis cantik yang masih terpaku di tempatnya. Ia berjalan secara lurus mengikuti garis lampu yang menyala seperti domino tadi. Selangkah demi selangkah ia melangkahkan kedua kaki jenjangnya menuju gadis cantik tersebut yang kini tengah  memandangnya dalam diam.

Semakin ia mendekat,semakin terlihat jelas wajah gadis cantik yang begitu ia rindukan tersebut.

 

Yoona tetap terpaku,ia beradu pandang dengan pria yang perlahan berjalan ke arahnya tersebut. Sungguh ia tahu siapa sosok pria itu sekarang. Ia menatap begitu lekat dan sedikit tajam pada pria tersebut,deruan nafasnya terlihat naik turun dengan cepat seperti tengah menahan suatu hal yang membuncah di dadanya. Perlahan..bulir-bulir kristal bening meluncur mulus keluar dari sudut-sudut mata indahnya,hingga akhirnya ia terisak dalam keterpakuannya. ia tetap memandang tajam pada pria tersebut yang perlahan menghentikan aksi menyanyinya ketika sudah hampir dekat dengan dirinya.

 

Hingga akhirnya sang pria tersebut kini tepat berada di hadapan wajahnya.

Dentingan piano itupun kini berheti, ‘hening’ mereka saling menatap dalam satu sama lain.

Sosok pria itu ‘Choi Siwon’ kini memandang lekat wajah cantik yang kini tepat berada di hadapannya.

“chagi…” ia membuka suara.

Gadis yang ia gumamkan itu tak menyahut sama sekali,ia tetap memandang Siwon dengan isakan yang tertahan di pelupuk matanya.

Siwon mengerti akan arti isakan tersebut,ia tahu itu bukanlah isakan yang berasal dari tangisan kebahagiaan karena lagu yang tentu semua orang tahu bahwa lagu tersebut adalah lagu lamaran seorang pria kepada wanita untuk mengajaknya menikah,yang baru saja ia bawakan tadi. Ia sadar akan kesalahannya,dan ia yakin Yoona menangis karena itu.

Siwon semakin mendekatkan dirinya pada Yoona,tangannya terangkat menyentuh kedua pipi mulus milik gadisnya itu,menyentuh secara lembut menghapus sisa-sisa air mata yang meluncur dengan bebasnya pada wajah cantik itu.

“chagi-ya…uljimma…mianhae…jeongmal mianhae”

Tanpa di sangka,dengan cepat Yoona pun menepis lengan Siwon yang berada di wajahnya.

“jangan sentuh aku oppa!”

Siwon menghela nafas,ia sudah memperkirakan hal ini sebelumnya. Dan ia sudah mempersiapkan diri untuk tidak sedikitpun terbawa emosi akan sikap Yoona yang pasti akan marah besar kepada dirinya.

Ia tersenyum “kau begitu merindukanku eoh? Hingga begitu marah padaku yang terlambat menemuimu” Siwon menggoda Yoona,lebih baik ia mengalihkan suasana yang begitu tidak mengenakan ini dengan candaan yang selau ia gencarkan pada kekasihnya tersebut.

“aku sedang tidak ingin bercanda oppa,tidak bisakah kau menghargaiku dengan serius tanpa embel-embel tingkah konyolmu itu? Apa menurutmu aku ini lelucon?!”

Yoona mengucapkan kalimat tersebut dengan sedikit berteriak di hadapan wajah Siwon,hingga tangisannya kembali pecah.

o..ow… sepertinya godaan Siwon kali ini tidak berada dalam waktu yang tepat.

“kau tahu oppa…hari ini…hari ini…hiks,hiks….”

Yoona tidak sanggup melanjutkan kata-katanya,entah mengapa ia kembali menangis.

“your Graduation chagi… I know..mianhae..” Siwon berkata secara pelan dan raut wajahnya menunjukan sirat penyesalan,iapun sedikit menunduk.

“chagi..izinkan aku menebus semua kesalahanku” Siwon mengangkat kepalanya dan secara tiba-tiba ia berlutut di hadapan Yoona. Lalu iapaun mengeluarkan sesuatu dari saku tuxedonya.

“jadilah ibu dari anak-anakku,sayang…”

Siwon berkata secara reflek saat berhasil mengeluarkan sebuah benda dari saku tuxedo hitamnya,sebuah kotak kecil berbahan beludru halus dan berwarna merah. Kotak kecil itu ia buka saat ia mengucapkan kata-kata tadi,dan dari dalamnya menampakan sebuah benda berbentuk bulat yang terlihat memancarkan sinar. Benda tersebut tak lain adalah sebuah cincin bertahtakan ukiran berlian yang memukau.

“kau tentu sudah tahu apa maksud aku menyanyikan lagu tadi” Siwon kembali menampakan sebuah senyum yang begitu menawan,senyuman yang selalu menenangkan hati Yoona ketika menatap nya.

“Im Yoona.. will you marry me?” ia menengadahkan kepalanya ke atas,menatap lekat manik mata kekasihnya itu. Suaranya sedikit berbisik dan raut wajahnya menunjukan keseriusan dan penuh cinta.

 

Yoona terhenyak,dari awal memang ia sudah tahu dari sejak awal dentingan piano itu menggema dalam penjuru ruangan ini,mendengar nada dan lagu yang Siwon nyanyikan tadi. namun Seperti mimpi ketika Siwon menyatakan lamarannya secara langsung seperti ini. Rasa marah dan dongkol karena Siwon telah mengingkari janji kepada dirinya perlahan memudar. Ia tak munafik,ia begitu merindukan sosok ini dan tentu saja mencintainya sepenuh hati. Seharusnya ia tak egois,Siwon pasti memiliki alasan mengapa ia sampai tak datang ke acara wisudanya hari ini seperti yang tadi eomma Yoona katakan. Ia terus bergelut dalam pemikirannya dan memandang aksi lamaran kekasihnya itu dalam kebisuan.

Siwon berdehem.. perlahan ia mengambil cincin tersebut dari dalam kotaknya. Masih dalam posisi berlutut,ia segera meraih tangan Yoona. Mengusap jemari-jemari lentiknya,lalu menciumnya..hingga perlahan ia hendak memasukan benda berbentuk bulat itu ke jari manis Yoona.

 

Don’t say no,no,no,no,no

Just say yeah,yeah,yeah,yeah,yeah

 

Siwon melanjutkan nyanyiannya tadi sambil perlahan-lahan memasukan cincin itu ke jari manis gadisnya, Im Yoona. Namun kali ini tanpa dentingan piano seperti tadi,Siwon tetap menyanyikannya secara balad.  Dan suasana yang sangat hening itupun membuat nyanyian Siwon terkesan lebih romantis.

 

And well go,go,go.go,go

If you ready,like i’m ready….

 

Siwon kembali menatap Yoona lekat,dan di akhir nyanyiannya itu ia mengedipkan sebelah matanya ke arah Yoona.

“apa aku harus menyelesaikan semua bait lagunya chagi? Sampai kau memberikan jawaban” Siwon kembali tersenyum,aksi goda menggodanya kini mulai di lancarkan kembali pada kekasihnya itu. “dan aku tidak menerima jawaban selain kata ‘YA’” sambungnya lagi.

“mwo? Mana bisa begitu?” jawab Yoona.

Siwon mengulum senyum bahagia,ternyata kekasihnya sudah mulai kembali seperti semula dengan merespon kekagetan lucu seperti biasanya ketika ia tengah melancarkan aksi perkataan atau pernyataan konyolnya.

“sebagai seorang sarjana,aku yakin kau pasti paham dan mengerti dengan bahasa inggris,yah…setidak-tidaknya bahasa inggris dasar. Jadi tentu kau mengerti kan dengan arti kata ‘DONT SAY NO’ dan… ‘JUST SAY YEAH” ujar Siwon lagi.

“aishhh…itu namanya pemaksaan” sahut Yoona tak terima.

Suasana kembali hening,Yoona yang sedikit protes tadi kembali terdiam melihat wajah Siwon yang kembali menunjukan keseriusan.

“Im Yoona… will you marry me?” Siwon kembali mengulang pernyataannya tadi.

“izinkan aku menebus semua kesalahanku padamu,aku berjanji akan membahagiakanmu sampai maut yang memisahkan kita”  Siwon masih dalam posisi berlutut berada di bawah Yoona.

Yoona tertegun,entah kenapa pernyataan Siwon yang ini membuat ia begitu yakin,ia dapat menangkap semua itu dari sorot mata namja tampan tersebut.

Yoona menghela nafas dan mengatupkan matanya sejenak “Yes I Will”

Siwon tersenyum dan segera bangun dari posisi berlututnya tadi “aku sudah tahu jawabanmu” ujarnya sedikit jahil. Segera ia merengkuh gadis cantik itu ke dalam pelukannya.

Yoona sedikit jengkel,namun tak dapat di pungkiri ia begitu bahagia,sangat bahagia.

Siwon melepaskan pelukan mereka,lalu menatap kembali wajah Yoona dengan penuh cinta. “Saranghaeyo” ujarnya lembut. “nado saranghaeyo oppa” jawab Yoona.

Siwon pun mulai memiringkan kepalanya,mendekatkan wajahnya pada Yoona. Yoona tersenyum dan mulai memejamkan matanya. Tangan indahnya terkait di leher Siwon. Mereka berdua menyalurkan perasaan rindu yang tertahan karena hampir seminggu tak bertemu itu. Sebuah ciuman hangat yang juga menghangatkan hati mereka masing-masing.

 

 

“sudah tidak marah padaku?” Siwon bergumam masih dalam pelukannya pada Yoona.

Yoona menggeleng sambil tersenyum.

“hah… thanks chagi..dan tidak marah pada eomma ku kan?” Siwon sedikit terkekeh di tengah kalimatnya.

Seketika Yoona mengerucutkan bibirnya. “jadi eomma mu bersekongkol dengan dirimu? Kejutanmu sungguh tak lucu,kau tahukan aku takut akan kegelapan?” Yoona berkata dengan nada yang sedikit jengkel.

“mianhae chagi….aku tak bermaksud menakutimu” ujar Siwon. “sejujurnya eomma ku tak tahu apa-apa,lebih tepatnya aku memperalatnya” lanjutnya lagi masih dengan kekehan jahilnya.

“kau tahu chagi,dari Busan aku berusaha secepat mungkin untuk tiba di Seoul,tentu untuk menepati janji ku mendampingimu dalam acara wisudamu hari ini. Namun di luar kuasa ku,aku malah baru tiba di Seoul sore tadi” sambungnya lagi masih dalam posisi memeluk pinggang Yoona dan menatap wajah cantiknya.

“aku tahu karena keterlambatanku kau pasti akan marah besar,dan soal aku tak pernah menghubungimu dua hari ini… tadinya aku ingin memberikan kejutan akan kedatanganku secara tiba-tiba di hari wisudamu,dan tentu saja dengan melamarmu juga di kampusmu. Tapi justru semua gagal total,hingga aku yang tiba di rumah dengan hampir putus asa memiliki ide briliant ini,dan sengaja aku mengajak bersekongkol eomma ku yang masih berada di incheon” Siwon tertawa lepas.

Yoona mendengus “aishhhh….” iapun memukul pelan dada Siwon.

“lagu yang tadi kau nyanyikan…apa akan kau nyanyikan juga ketika melamarku di kampus?”

“tentu saja”

“hah…syukurlah”

“maksudmu?”

“syukurlah kau tidak jadi melamarku di kampus”

“mwo? Kenapa?”

Yoona megulum senyum kemudian berbisik di telinga Siwon “suara mu fals oppa” ujarnya terkikik.

“yak! Apa yang kau katakan… semua gadis pasti akan menjerit histeris melihat dan mendengarkan aku menyanyi lagu tadi” ujar Siwon tak terima.

Kini giliran Yoona yang tertawa lepas,mengeluarkan alligator laughnya.Siwon terdiam menatap kekasihnya yang tengah tertawa dalam pelukannya tersebut.

“tertawalah hingga kau puas Nyonya Choi,eugh.. sekarang kita pulang untuk mempersiapkan pernikahan terindah kita” ujar Siwon yang langsung mengangkat tubuh Yoona ala bridal style.

“yak..yak.. Choi Siwon apa yang kau lakukan,turunkan aku!!!” jerit Yoona masih dalam gelakan tawanya.

 

***

Semua terasa begitu cepat dan semua terkesan begitu instant,cinta yang terajut tak lebih dari satu setengah bulan itu tak sedikitpun menyurutkan langkah seorang namja tampan bernama lengkap Choi Siwon untuk meminang Im Yoona kekasihnya. seperti yang di ketahui, cinta Siwon pada Yoona adalah cinta ‘kilat’ yang muncul sejak berseminya cinta pada pandangan pertama yang di alami keduanya,bahkan rencana kedua appa mereka untuk menjodohkan mereka di salip begitu saja oleh tindakan frontal Siwon yang menyatakan cinta secara terang-terangan kepada Yoona,dan bahkan langsung di depan kedua orang tuanya.

Dan di sinilah sekarang ia berdiri,di altar sebuah gereja yang terletak masih di kota Seoul. Ia berdiri dengan gagahnya mengenakan pakaian lengkap khas pengantin pria. Dengan balutan tuxedo berwarna putih dengan celana yang berwarna senada,setangkai kecil mawar merah terselip di pocket kemejanya. Raut wajah yang memperlihatkan kegugupan tak dapat di sembunyikan dari wajah tampannya,di samping kirinya berdiri sosok Lee Donghae sahabat yang sudah ia anggap sebagai hyungnya selaku pendamping pengantin pria.

Sementara itu…

“Yoong..bersiap-siaplah chagi,sebentar lagi kau harus segera menuju altar” ucapan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik begitu lembut terdengar mengingatkan putrinya yang saat ini masih terduduk di depan meja rias pengantinnya.

Gadis cantik itu terlihat sedikit gusar,ia terlihat mengenakan sebuah gaun pengantin berwarna putih yang bagian atasnya hanya sebatas dada dengan permukaan bawah gaun yang berbentuk bubble dan menjuntai kebawah hingga hampir menutupi telapak kakinya.

Sama halnya dengan Siwon,yeoja ini Im Yoona,di usianya yang masih terbilang muda belum genap 24 tahun,Dengan mantap ia berani menerima pinangan dari seorang Choi Siwon,namja yang begitu ia cintai walau dalam kurun waktu yang begitu cepat,yang usianya 4 tahun lebiah tua di atas dirinya. Bahkan ia rela menunda rencana melanjutkan study S2 nya dan menanggalkan marga Im yang dari sejak lahir ke dunia ini ia sandang berganti menjadi marga Choi demi memenuhi kemantapan hatinya untuk menjadi seorang istri dari namja tampan tersebut.

“aku gugup eomma” ujarnya pelan.

Ny.Im pun menghampiri putrinya “itu hal biasa sayang..setelah kau sudah sampai di atas altar bersama Siwon,semuanya akan baik-baik saja” ujarnya lembut sambil menyentuh kedua pipi putri cantiknya itu secara perlahan karena sebuah tiara kini menutupi sebagian wajahnya.

“gomawo eomma,saranghaeyo” mata Yoona mulai berkaca-kaca. Status sebagai istri Siwon yang sebentar lagi akan di sandangnya seakan mengingatkannya bahwa ia bukanlah sang putri kecil eommanya lagi.

“nado saranghaeyo chagi,jadilah istri dan ibu yang baik untuk Siwon dan anak-anak kalian kelak” ujar Ny.Im yang kini ikut terharu akan ucapan putri kesayangannya itu.

Yoona mengangguk dan segera memeluk tubuh wanita yang begitu ia cintai dalam hidupnya tersebut.

“Yoong palli.. saatnya pengantin wanita menuju altar,abboji sudah menunggu!” teriakan kecil seorang gadis bernama Sandara Park yang tak lain adalah calon kakak ipar Yoona membuyarkan percakapan dan adegan mengharukan antara ibu dan anak tersebut.

Yoona mengangguk dan segera berdiri “eomma doakan aku ne,” sekali lagi ia merengkuh tubuh wanita paruh baya itu.

“ne,chagi…doa eomma selalu bersamamu” jawab Ny.Im.

 

 

Lagu pengiring pernikahan terdengar mengalun lembut dan indah di seluruh penjuru ruang gereja,sesosok wanita cantik muncul dari balik  pintu utama gereja berlatar warna putih tersebut, di sampingnya terlihat seorang pria paruh baya yang menuntun lembut lengan kiri sang wanita cantik dengan lengan kanannya. Di belakangnya berdiri seorang gadis muda berambut agak pendek,mengenakan gaun yang berwarna senada dengan gaun yang dikenakan Yoona. Gadis itu bernama Choi Sulli,sepupu dari Siwon yang hari ini di daulat sebagai pendamping pengantin wanita.

 

Mereka berjalan secara perlahan,seirama dengan alunan simphony indah lagu pengiring pernikahan. Raut kegugupan tak terelakan dari diri Yoona,ia menarik dan menghembuskan nafas secara perlahan berkali-kali. Sang appa yang menyadari putrinya sangat gugup itu segera mengusap lembut permukaan punggung tangan sang putri dengan ibu jarinya. “just relax chagi,everything gonna be ok” bisik sang appa lembut. Yoona sedikit menoleh dan tersenyum kecil “gomawoyo appa” mereka terus berjalan menuju altar dengan begitu perlahan. semua mata kini tertuju pada Yoona,karena sang pengantin wanita tersebut terlihat begitu memukau bak bidadari yang jatuh dari surga. *lagu coboy senior kaleeeeee eh salah,junior xD

 

Siwon menahan nafasnya ketika melihat gadis pujaannya itu perlahan berjalan menuju altar tempat ia berdiri sekarang, ia tak dapat berkedip barang sedetik pun menatap Yoona yang terlihat luar biasa begitu cantik dengan gaun pengantinnya. Ini memang kali pertama ia melihat Yoona memakai gaun pengantin tersebut,karena sebelumnya Yoona memang merahasiakan gaun istimewanya itu pada Siwon. Siwon meneguk salivanya berkali-kali,tak dapat menghindari semua rasa yang tercampur aduk menatap senyuman cantik Yoona yang terlihat samar di balik tiara putih yang gadisnya itu tengah kenakan. Ia terlihat sangat,sangat,sangat cantik walau raut kegugupan terpatri jelas di wajahnya.

“hey Choi Siwon.. jangan menampakan wajah mesum seperti itu ketika menatap calon istrimu” bisik Donghae sambil menyenggol pelan bahu Siwon,berusaha menyadarkan tatapan Siwon yang terlihat begitu seduktif ketika menatap Yoona yang kini tengah berjalan ke arahnya. Seperti di bangunkan dari mimpi indahnya,Siwon kemudian sedikit menoleh pada Donghae “apa maksudmu hyung?,aku tak mengerti” jawab Siwon sembari sedikit mengulum senyum dari bibir tipisnya. pura-pura tidak mengerti akan arah pembicaraan yang di lontarkan Donghae sambil berbisik juga, dan kembali intens menatap Yoona yang kini semakin mendekat menuju ke arahnya.

“cih.. aku tahu kini dalam hatimu kau sedang berdoa agar hari segera berganti menjadi malam” cibir Donghae lagi.

~~

“aku serahkan putriku kepadamu,jaga dan cintailah ia dengan segenap hatimu” ucapan Tn.Im saat ia mengulurkan tangan Yoona,putrinya untuk di berikan pada Siwon selaku calon suaminya.

“ne,aku berjanji untuk itu aboji” Siwon menerima telapak tangan Yoona yang kini berada di atas punggung tangannya. Perlahan ia menuntun lembut tangan yeoja yang teramat ia cintai itu untuk menghadap seorang pendeta yang akan mengesahkan ikrar suci mereka sebagai sepasang suami istri.

“saudara Choi Siwon, bersediakah kau menerima Im Yoona sebagai istrimu,menerima dalam keadaan suka maupun duka,sehat maupun sakit,menjadi suami dan ayah yang baik bagi istri dan anak-anak yang akan di titipkan tuhan kelak hingga maut yang memisahkan kalian?”

Dengan lantang Siwon menjawab “ne,aku bersedia!”

“saudari Im Yoona,bersediakah kau menerima Choi Siwon sebagai suamimu,menerima dalam keadaan suka maupun duka,sehat maupun sakit,menjadi istri dan ibu yang baik bagi suami dan anak-anak yang akan di titipkan tuhan kelak hingga maut yang memisahkan kalian?”

Yoona terlihat begitu gugup,sebentar ia memejamkan matanya,menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan. Membuat Siwon yang kini tengah berdiri di sampingnya gusar dan sedikit sport jantung.

“ne,aku bersedia” jawab Yoona akhirnya,yang diiringi hembusan nafas lega dari Siwon.

“di hadapan tuhan dan jemaat yang agung,kini aku sahkan kalian berdua sebagai sepasang suami istri” ujar sang pendeta,sambil mengangkat tangannya,memercikan sedikit air suci ke arah YOONWON yang kini telah di sahkan sebagai sepasang suami istri.

“untuk kedua mempelai,di persilahkan untuk saling bertukar cincin” ucap sang pendeta lagi.

Donghae selaku pendamping pengantin pria dan bertugas sebagai pemegang cincin,dengan sigap memberikan kotak beludru merah itu ke tangan Siwon.

Siwon memasukan benda berbentuk bulat itu ke jari manis Yoona dan begitupun sebaliknya.

Setelah acara pertukaran cincin selesai,

“kedua mempelai di perkenankan untuk berciuman” sambung sang pendeta lagi.

Siwon tersenyum senang,saat yang ia nantikan kini telah tiba. Walau ia harus melakukannya di hadapan para undangan yang tak sedikit,namun ia nampak tak peduli sama sekali. Terbukti,tanpa ragu kini ia mendekatkan wajahnya ke arah wajah Yoona.

lain halnya dengan Yoona,yeoja cantik itu terlihat mengeluarkan rona merah di wajahnya. Ia merasa gugup bercampur malu karena harus berciuman dengan Siwon dihadapan banyak orang. Kegugupannya semakin menjadi-jadi saat mendapati wajah Siwon yang kini semakin dekat dengan wajah cantiknya. Memang tentu saja ini bukan kali pertama untuk mereka,namun harus melakukannya dihadapan banyak orang seperti ini,tentu saja membuat Yoona malu.

Wajah tampan Siwon semakin mendekat dan mendekat,dan perlahan tangannya bergerak membuka renda tiara yang Yoona kenakan.  Yoona yang begitu gugup hanya dapat pasrah dan segera memejamkan matanya. Hingga saat kedua bibir tipis mereka bertemu, sorakan riuh dari para undangan yang hadir terdengar menggema di seluruh penjuru ruangan gereja. Senyuman bahagia terlihat jelas dari dua pasang pria dan wanita paruh baya yang tak lain adalah kedua orang tua dari masing-masing mempelai. Mereka bahagia,akhirnya putra-putri mereka telah mendapat kebahagiaannya,menikah dengan orang yang mereka cintai.

Donghae yang berdiri di belakang Siwon terlihat begitu serius memperhatikan secara dekat adegan yang tersaji di hadapannya,ia menggeleng-gelengkan kepalanya sembari mengulum senyum menyadari bahwa sudah cukup lama kedua pasangan tersebut dalam posisi seperti itu. Ia sudah merasa maklum dengan tingkah namdongsaengnya itu. Sama halnya dengan Choi Sulli yang kini berdiri tepat di belakang Yoona,ia sengaja menutup matanya saat melihat adegan romantis oppa nya tersebut. Ia menutup mata sambil sesekali mengintip dan tak lama terkikik jahil menatap oppanya.

~~

“kyaaaaa… chukae Yoong,aku tak menyangka bahkan kau rela menunda study S2 mu demi menerima pinangan dari suami tampanmu..!!” teriak Lee Sunkyu,atau lebih akrab di sapa Sunny. Sahabat dekat Yoona semenjak SMA,hingga kuliah. Gadis itu memeluk Yoona erat,dan tak lama mendapat senggolan dan tatapan mematikan dari Lee Sungmin kekasihnya saat mengucapkan kalimat terakhir itu. Yoona tertawa melihat tingkah kedua pasangan itu.

“gomawo Sunny-ahh.. semoga kau bisa segera menyusul” ujar Yoona sambil tersenyum tulus.

Semua keluarga,sahabat,dan kerabat dekat dari Yoona maupun Siwon turut hadir dalam acar resepsi pernikahan mereka yang kini di gelar di sebuah aula gedung mewah yang di sulap menjadi sedemikian rupa.Semua turut bahagia menyaksikan kebahagiaan pasangan ini.

Yoona tidak dapat menyembunyikan rasa harunya ketika sahabat-sahabat terdekatnya memeluknya dengan memberikan doa tulus dan ucapan selamat. Tak terkecuali seorang Cho Kyuhyun,sahabat dekat sekaligus ‘ex fanboy Yoona’,karena sekarang ia terlihat tengah menggandeng mesra seorang yeoja bernama Seohyun hobae mereka.

Kedua orang tua mereka tentu saja,oppa dan calon kakak ipar Yoona memberikan doa tulus juga pada mereka. Gelakan tawapun tak terelakkan saat oppa Yoona yang tak lain bernama Im Seoulong mengeluarkan guyonannya yang merasa terlangkahi jauh oleh tindakan cepat Siwon yang langsung menikahi adiknya. Hingga akhirnya membuat tawa dari mereka semua pecah. Tak ketinggalan Donghae dan Sulli beserta keluarga mereka tentunya. Mereka semua terlarut dalam kebahagiaan yang dirasakan oleh Yoona dan Siwon.

 

***

 

Jarum jam telah menunjukan pukul 00.05 KST. Gelaran pesta pernikahan putra dari keluarga Choi dan putri dari keluarga Im itu telah berakhir sekitar 1 jam yang lalu.

Kini sepasang pengantin baru itu terlihat berada di sebuah kamar hotel yang lokasinya tidak jauh dari tempat acara resepsi tadi. Semua keluarga mereka sudah pulang ke kediaman masing-masing tak lama setelah acara berakhir.

‘Gugup dan jantung terasa berdebar tak karuan’ itulah hal yang di rasakan kedua pasangan ini sejak pertama menginjakan kaki di kamar hotel.

“Yoong…” Siwon membuka pembicaraan,suaranya begitu terdengar jelas dalam suasana kamar yang begitu hening ini.

sepasang pengantin baru itu tengah terduduk di tepian ranjang,masih dengan pakaian lengkap mereka tadi. Mereka duduk agak berjauhan,entah mengapa di antara mereka malah terjadi kecanggungan yang luar biasa.

Berkali-kali Siwon mengusap tengkuknya sendiri,berusaha menghalau kegugupan yang mendera dirinya saat ini. Dirinya sudah sering memeluk dan mencium Yoona,bahkan saat di altar tadi ia mencium istrinya itu dengan begitu agresif tanpa mempedulikan keadaan sekitar. tapi entah mengapa detik ini rasanya menyentuh tangan Yoona pun seakan membuat jantungnya akan meledak.

“ne,wae oppa?” Yoona menjawab dengan kepala yang sedikit menunduk,ia tengah menyembunyikan rona merah yang kini tengah menjalar di wajah cantiknya.

Siwon semakin gugup mendengar sahutan dari Yoona. Perlahan ia menggeser posisi duduknya agar semakin dekat dengan istrinya itu.

“umm… apakah kkaauuu….?“ ‘aishhh ada apa dengan dirimu Choi Siwon..’ rutuk Siwon dalam hati.

Yoona yang mendengar ucapan Siwon yang terasa menggantung segera berdiri dari posisi duduknya. “oppa aku mau mandi dulu,aku sangat lelah jadi aku mau menyegarkan tubuhku dulu” iapun segera bergegas menuju kamar mandi,dengan detakan jantung yang sudah tidak karuan. ia sedikit mengangkat bagian bawah gaunnya yang terasa menyulitkan langkah kakinya itu,dan segera memasuki kamar mandi tersebut.

Siwon terpaku di tempat,setelah tersadar ia pun menjatuhkan tubuh besarnya itu ke ranjang. “aigoooo Choi Siwon…kau begitu pabo,mengapa dirimu yang biasanya agresif malah menjadi kaku seperti ini?” ujar Siwon merutuk pada dirinya sendiri. ‘Yoona telah sah menjadi istrimu… jadi segera lakukanlah kewajiban kalian’  batin Siwon kemudian, ia tersenyum evil dan melirik ke arah pintu kamar mandi yang tertutup. ‘oh god,Yoona sedang mandi’ fikiran dan batinnya mulai melanglang buana,tak lama iapun mulai menampilkan evil smirk.

 

YOONA POV

Aku tak tahu harus berbuat apa dan bersikap bagaimana saat ini,sungguh rasanya jantungku seakan mau melompat dari tempatnya.

Setelah acara pemberkatan pernikahan dan di susul resepsi tadi,akhirnya semua ritual yang harus aku jalani untuk menjadi istri dari seorang Choi Siwon itupun berakhir. Hingga keluargaku dan keluarga Siwon oppa berpamitan untuk pulang. Rasanya sungguh aneh dan kaku,malam ini aku sudah tidak tidur lagi di kamarku,melainkan di sinilah aku kini… di sebuah kamar bersama suamiku,aku sungguh canggung dan malu. Sebagai wanita yang sudah dewasa tentu aku tahu apa yang akan terjadi setelah sepasang pria dan wanita sah sebagai suami istri,dan di tambah lagi dengan candaan dan tingkah konyol keluargaku dan keluarga Siwon oppa yang mengatakan agar kami sesegera mungkin memberikan cucu untuk mereka. Sungguh rasanya aku ingin pingsan saat ini juga.

Kami terduduk di tepian ranjang,dan entah mengapa kini aku mendapati diri Siwon oppa sedikit berbeda dari biasanya. Ia yang selalu bersikap seenaknya tapi tetap lembut kepadaku kini malah terkesan seperti orang yang baru mengenalku,mungkin karena atmosfir kecanggungan terlalu mendominasi di ruangan ini. Aku menggigit bibir bawahku,bingung dengan apa yang harus kukatan,hingga tiba-tiba Siwon oppa membuka suaranya dan mulai memanggil namaku. Nada suaranya begitu terdengar berbeda,aku tahu kini ia sedang gugup sama seperti diriku. Ia hendak mengatakan sesuatu,namun sebelum ia selesai dengan kata-katanya, dengan reflek aku bangun dari posisi dudukku dan entah mendapat fikiran darimana aku memutuskan untuk segera mandi. Hah..mandi di tengah malam,yang benar saja?

Aku memasuki kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhku,setelah selesai aku baru mengingat sesuatu. “omona..! aku lupa membawa pakaian ganti” karena rasa gugup yang begitu melemaskan seluruh persendianku,sehinngga aku lupa untuk membawa pakaian ganti. Ck..betul-betul pabo!

Karena tak ada pilihan lain akhirnya akupun mengambil selembar handuk yang tersusun rapi di dalam sebuah lemari kaca kecil dalam kamar mandi ini,karena tidak mungkin aku kembali memakai gaun pengantin tadi.

 

YOONA POV END

 

‘Cklekkk…’ pintu kamar mandi terbuka,menandakan bahwa orang yang berada di dalamnya  kini sudah keluar.

Siwon yang telah selesai dengan fikiran-fikiran anehnya dan kini terlihat bangkit dari ranjang tersebut segera mengalihkan perhatiannya pada pintu yang terbuka. “Yoong…kau sudahsel…..” ucapan Siwon terpotong saat ia kini menatap Yoona yang baru saja keluar dari kamar mandi.

Ia tak berkedip sedikitpun,melihat istrinya yang terlihat dengan santainya keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju lemari pakaian tempat koper mereka di simpan untuk mengambil piyama tidurnya. Bagaimana tidak,Yoona terlihat begitu mempesona kini di matanya,oh tuhan..bukan hanya mempesona,tapi lebih tepatnya begitu menggoda. Dengan hanya berbalut handuk dan rambut setengah basah yang tergerai indah. Siwon meneguk salivanya begitu kuat,entah perasaan apa yang kini tengah menghinggapinya. Entah mengapa kakinya yang tadinya hendak ia langkahkan menuju kamar mandi tiba-tiba saja terhenti sebelum sampai tujuan,dan malah berhenti tepat di belakang tubuh Yoona yang kini tengah sibuk memilah pakaian tidurnya.

Yoona masih belum menyadari bahwa kini suaminya telah berada di belakangnya,ia tengah sibuk memilih pakaian tidur yang akan ia kenakan,sebelum kembali menghampiri suaminya itu.

Tiba-tiba saja ia terkesiap saat menyadari bahwa kini ada sepasang tangan yang melingkari pinggang rampingnya,dan tiba-tiba menenggelamkan kepala di bahunya.

Yoona kaget,tapi tentu ia sudah tahu siapa pemilik tangan dan kepala ini. Namun rasa gugup yang begitu kuat kembali menyeruak dari dalam dirinya.

“op..oppa…”

Siwon tersenyum mendengar suara Yoona yang terdengar terbata.

“chagi…kau begitu cantik dan wangi…” Siwon mulai mengarahkan kepalanya ke tengkuk Yoona,menghirup wangi tubuh istrinya itu.

Tubuh Yoona meremang,kegiatan memilah pakaian untuk ia kenakan itupun terhenti seketika. Ia betul-betul membeku di tempat.

Sementara suaminya semakin dalam membekap dirinya dan mulai menciumi leher jenjangnya,tanpa sadar iapun mengeluarkan desahan pelan.

Secara perlahan Siwon pun membalikan tubuh Yoona,dan tanpa ragu mencium bibir istrinya itu,semakin dalam dan semakin dalam… hingga Yoona pun kini mulai terlena,iapun segera mengalungkan kedua lengannya di leher jenjang sang suami. Dan dengan tiba-tiba Siwon pun mengangkat tubuh Yoona menuju ranjang.

Di baringkannya tubuh ramping istrinya itu di atas ranjang,sesaat Siwon pun menatap wajah cantik Yoona. Di dapatinya kini Yoona tengah tersenyum lembut ke arahnya,dan iapun membalas senyuman itu tak kalah lembutnya. Perlahan kembali ia mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona,dan berbisik tepat di telinga gadis cantik itu “kita lakukan malam ini sayang….. apa kau siap??”

Siwon bertanya lembut tepat di telinga istrinya itu.

Yoona mengangguk perlahan sambil tersenyum malu,rona merah begitu terlihat jelas dari wajahnya yang teramat cantik.

“ne,oppa..i’m youre mine” jawabnya dengan berbisik juga.

Siwon tersenyum bahagia mendengarnya,perlahan tangannya bergerak ke atas nakas untuk mematikan lampu tidur. Iapun membuka kancing kemeja yang ia kenakan satu persatu,hingga tak lama tangan nakalnya berhasil menarik handuk yang melilit di tubuh Yoona. #STOPPPPPPPPPP………!!!! di SKIP aja ya :p author masih polos soalnya xD *pletakkk

~~~

Pagi yang hangat menyapa kota Seoul hari ini, di dalam sebuah kamar hotel berbintang 5 sepasang suami istri terlihat masih betah dalam alam mimpi mereka. Mereka saling memeluk satu sama lain,di balik selimut tebal yang menutupi tubuh mereka.

Perlahan Yoona,yang tak lain istri dari namja yang kini masih tengah terlelap dalam tidurnya tersebut, Meggeliat pelan dalam pelukan hangat sang suami. ia pun mengerjapkan matanya menatap ke balik gorden jendela yang terlihat memancarkan sedikit sinar,menandakan bahwa sang mentari telah terbit dari singgah sananya. Iapun memutar kepalanya,menoleh ke arah sang suami yang saat ini masih tak bergeming dalam tidurnya. Sebuah senyum tersungging dari bibir tipisnya,menatap wajah polos seorang Choi Siwon suaminya,yang tetap belum terjaga dari tidurnya.

Dengan sangat hati-hati ia melepaskan pelukan tangan suaminya yang berada di atas perutnya agar sang suami tidak terusik. iapun mulai beranjak dari ranjang masih dengan mengeratkan sebagian selimut untuk menutupi tubuh polosnya,dan perlahan meraih handuk yang ia kenakan tadi malam yang kini terhambur di atas lantai. Pipinya pun kembali bersemu merah mengingat hal yang telah ia dan Siwon lakukan tadi malam.

Kembali ia menolehkan kepalanya ke arah Siwon yang masih tetap belum terjaga dari tidurnya,di elusnya perlahan dahi suaminya itu hingga puncak kepala dan rambut hitamnya,sambil terus menyunggingkan sebuah senyum penuh cinta.

Yoona pun menghela nafas dan mulai bangkit dari ranjang hendak memakai handuknya kembali,sebelum sebuah suara sedikit mengagetkannya “hanya itu?” ternyata Siwon sudah mulai terjaga dari tidur nyenyaknya. Yoona pun mengernyit heran,dan kembali menoleh pada Siwon “maksudmu?” tanya Yoona.

“hanya mengusap kening dan puncak kepalaku? Tak ada morning kiss untukku?” lanjut Siwon dengan senyuman nakalnya,walau dengan wajah yang terlihat masih setengah sadar.

“aishhh…. kau kembali pada sifat aslimu tuan Choi..”

Siwon terkekeh mendengar ucapan istrinya itu “tapi kau menyukainya kan Ny.Choi? thanks for last night…. apa kau ingin mengulanginya lagi??” jawabnya dengan nada menggoda. Perlahan iapun mulai bangkit dan mendekat pada Yoona.

“mwo? Aishhhh…dasar namja mesum!”

Dengan sigap Yoona beranjak dari ranjang dan segera berjalan cepat menuju kamar mandi,sembari mengeratkan lilitan handuk di tubuhnya. tak lama iapun segera menutup pintu dan menguncinya sebelum Siwon melakukan hal-hal aneh yang di sebabkan oleh sifat pervertnya yang mulai akut saat ini.

Siwon melepaskan tawanya seketika,melihat tingkah istrinya yang begitu menggemaskan.

“yak! Choi Yoona…apa kau tidak mengajak suamimu untuk masuk ke dalam!” teriak Siwon masih dengan kekehan jahilnya.

Yoona tidak menjawab,yang terdengar kini hanya suara gemericikan air dari dalam kamar mandi.

Siwon menghembuskan nafasnya setelah puas tertawa karena berhasil menggoda istrinya itu,kembali ia menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Merapatkan selimut pada tubuh polosnya,dan menutupi wajahnya dengan bantal. Mencoba melanjutkan acara tidur paginya dan merelaxkan otot-ototnya yang terasa lelah sambil menunggu Yoona keluar dari kamar mandi. Hingga tiba-tiba ia mendengar suara jeritan dari dalam kamar mandi

“Kyaaaaaaaaaaaaaaa….Choi Siwon..mengapa tubuhku penuh bercak merah seperti ini??!!!”

 

***

Tak terasa sudah satu bulan Yoona dan Siwon menjalani rumah tangga mereka,semua terasa baik-baik saja dan membahagiakan bagi keduanya. Kini mereka berdua tinggal di sebuah rumah mewah tapi minimalis yang di beli Siwon sejak sebelum mereka menikah,di kawasan yang tidak terlalu jauh dari kediaman kedua orang tua mereka. 3 minggu yang lalu mereka baru saja pulang dari acara bulan madu di pulau Jeju,alasan mereka memilih pulau Jeju adalah karena dalam seumur hidupnya Yoona baru 1 kali mengunjungi pulau itu,dirinya sudah terlalu sering bepergian keluar negeri dengan keluarganya,padahal dulu Yoona menjadikan pulau Bali Indonesia sebagai cita-cita destinasi Bulan madunya,namun ia urungkan karena ia tidak mau membuat suaminya terlalu lelah dengan perjalanan yang cukup jauh mengingat Siwon memiliki segudang tugas di kantornya,dan beberapa bulan yang lalu Yoona pun sempat mengunjungi Bali bersama teman-temannya. Dan menyadari dirinya sangat jarang sekali menikmati keindahan pulau di negaranya sendiri,maka ia jadikan moment bulan madunya untuk memanjakan diri di pulau Jeju.Kini mereka melakukan rutinitas seperti biasa, Siwon sudah resmi membantu appanya mengurusi HYUNDAIpusat,dan cabang Busan telah di percayakan kepada orang lain mengingat kini Siwon telah menikah,dan harus menetap di Seoul. Tak jauh beda dengan istrinya, Yoona. setelah memutuskan untuk menunda study masternya hingga tahun depan,ia memutuskan untuk membantu appa dan oppa nya mengurusi perusahaan keluarga mereka IM ENTERPRISE. Awalnya Siwon menentang keinginan Yoona,karena ia rasa cukup ialah yang mencari nafkah,dan ia rasa semua itu lebih dari cukup. Namun dengan jurus jitunya Yoona berhasil meluluhkan tentangan suaminya itu dengan beralasan bahwa ia hanya iseng mengisi waktu bekerja di perusahaaan appanya bukan untuk ikut memenuhi kebutuhan hidup mereka,lagipula ia akan merasa mati bosan jika hanya berdiam diri di rumah. Hingga akhirnya alasannya itu di terima oleh Siwon,dengan catatan ia tidak boleh terlalu lelah dan terlalu tenggelam dalam pekerjaannya.

~~~

Hari ini Yoona sengaja pulang cepat,mengingat Siwon yang mengatakan bahwa ia akan lembur hingga nanti malam karena akan ada pertemuan bisnis penting dengan client perusahaannya dari Thailand. Dirinya tersenyum sesampainya di rumah,ia telah memikirkan beberapa rencana untuk membuat kejutan kecil untuk suaminya. Membuat beberapa makanan istimewa untuk Siwon terlintas di fikirannya. Ia membuka bagasi belakang mobilnya,mengeluarkan bahan-bahan makanan yang sengaja ia beli di supermarket sepulang dari kantor tadi. Bahan-bahan makanan itu akan ia sulap menjadi makanan yang sederhana namun istimewa untuk suaminya. Ia mulai melangkahkan kakinya menuju dapur,memakai celemek dan memulai aksi masak memasaknya,dengan cekatan ia meramu semua bahan mentah tadi menjadi makanan matang yang menggugah selera. Hampir 40 menit berlalu,dan aksinya kini mulai berhenti karena semua masakannya sudah jadi. Yoona memang menyukai masak sejak remaja,meskipun hasil masakannya tidak terlalu enak seperti hasil masakan ibunya,namun hasil masakannya tidak pernah mengecewakan bahkan suaminya pun sangat menyukai hasil masakannya,sehingga tak pernah absen untuk selalu makan di rumah. Setelah semua selesai,Yoona memasukan hasil masakannya ke dalam kotak makanan yang sudah ia siapkan untuk dibawa ke kantor suaminya. Setelah semua rapi,iapun bergegas menuju lantai atas tempat kamarnya dan Siwon berada untuk bersiap-siap.

***

Seorang wanita cantik terlihat berjalan melenggang memasuki sebuah gedung pencakar langit nan mewah,gedung tersebut tak lain dan tak bukan adalah gedung HYUNDAI GROUP. Wanita itu berjalan menuju receptionist,ia terlihat sedikit berbincang dengan sang receptionist selama beberapa saat,hingga akhirnya ia beranjak memasuki lift dan berhenti di sebuah lantai. Perlahan ia melangkahkan kakinya menuju sebuah ruangan yang di depannya terdapat sebuah meja sekertaris,lalu wanita itupun menghampiri sang sekertaris. “bisakah saya menemui direktur Choi?” ujarnya.

“maaf dengan siapa saya berbicara? Dan ada keperluan apa?” tanya sang sekertaris.

“saya temannya,ada hal yang sangat penting yang harus saya bicarakan dengannya. Saya janji hanya sebentar” jawab sang wanita.

“baiklah,sajangnim ada di dalam. Tapi saya hanya memberikan anda waktu kurang lebih 20 menit,karena sebentar lagi beliau ada rapat penting” ujar sang sekertaris lagi,mengizinkan sang wanita untuk menemui direkturnya.

“ah..baiklah saya tak akan lama. Gomawo” ujar sang wanita lagi tersenyum sambil menunjukan mata tersenyum indahnya.

 

Suara ketukan pintu terdengar dari balik pintu ruangan seorang direktur Choi Siwon,dirinya yang kini tengah sibuk menanda tangani beberapa file penting hanya berteriak kecil menginstruksikan agar si pengetuk pintu segera masuk.

Dan tiba-tiba Kegiatannya terhenti saat menyadari siapa yang masuk ke ruangannya tersebut.

“Tiffany…..” ujarnya sedikit terkejut.

“oppa…” ujar seorang wanita yang ternyata bernama Tiffany itu,dengan suara yang sedikit lirih.

“untuk apa kau datang kesini?” tanya Siwon sedikit dingin.

“jeongmal bogoshippo oppa….” sahutnya tiba-tiba dan berjalan menghampiri Siwon yang kini tengah berdiri.

Gadis cantik itu berjalan perlahan mendekati Siwon “aku…aku..masih mencintaimu oppa”

“mwo??” Siwon membelalakan matanya. “kita sudah tidak memiliki hubungan apapun fanny-ahh.. setelah kau lebih memilih bersama Tan Hangeng sunbae. Lagipula sudah ku katakan jauh sebelum kita pernah menjalin hubungan bahwa aku tidak memiliki perasaan apapun kepadamu” jawab Siwon.

“tapi oppa..sebetulnya aku tidak berselingkuh dengan Hangeng oppa,kau hanya salah paham,berulang kali sudah ku jelaskan,tapi kau malah memilih untuk pulang ke Korea setelah hari kelulusan kita” sahut Tiffany.

Siwon menghela nafasnya sejenak “apapun yang terjadi fanny-ahh..tolong lupakan semuanya,dari awal aku hanya menganggap kau sebagai dongsaengku karena kita sama-sama berasal dari korea saat kita kuliah di jepang,namun kau terus memaksaku untuk menerima cintamu,sehingga… maaf jika aku harus mengatakan ini,aku tidak merasa sakit hati saat aku menyangka kau berselingkuh dengan Hangeng hyung dan hal itu malah membuat hatiku lega” jawab Siwon lagi,semua yang ia katakan terdengar blak-blakan.

Tiffany yang mendengar semua pernyataan Siwon yang begitu terkesan menyakiti hatinya,perlahan mulai menitikan air matanya.

“tak bisakah kau memberiku satu kesempatan lagi oppa…tolong bukalah hatimu untukku” lirih gadis cantik pemilik eyesmille itu.

“mianhae fanny-ahh… ada satu hal yang harus kau ketahui” Siwon mengangkat tangan kirinya,menampakan punggung tangannya yang terdapat kilauan benda berbentuk bulat di jari manisnya di hadapan wajah Tiffany.

“aku telah menikah” sambungnya.

Tiffany tak kuasa menelan kekecewaannya,air mata semakin meluncur deras di pelupuk matanya. Betapa terkejutnya dirinya mendapati kenyataan bahwa kini orang yang ia cintai telah menikah dengan orang lain. Namun ia harus kuat,dan ia merasa harus tegar mencoba menerima semua ini. Hingga perlahan ia menghentikan tangisnya.

“jinjja oppa? Chukae…” ujarnya akhirnya. “mianhae…aku tidak tahu jika kau sudah menikah” sahutnya lagi.

“gwenchana fanny-ahh…uljimma…aku yakin kau akan menemukan pria yang seribu kali lebih baik dariku,mianhae aku tidak mengundangmu ke pernikahanku,karena aku kira kau masih menetap di jepang” Siwon tersenyum lega menyadari kini Tiffany menghentikan tangisnya.

“ne,oppa..maaf aku terlalu memaksakan kehendakku. Kini aku akan belajar merelakanmu” jawab Tiffany lagi sambil menampakan seulas senyum,yang diikuti senyum matanya.

“dan siapa wanita beruntung itu oppa?” tanya Tiffany pada Siwon.

Siwon tersenyum manis yang menampakan kedua lesung pipinya yang mempesona. “maksudmu istriku?”

“aigooo… lalu siapa lagi oppa?” jawab Tiffany dengan sedikit kesal dan mempoutkan bibirnya.

Siwon kembali tersenyum,selalu seperti ini jika mengingat istrinya. “namanya Yoona,Im Yoona. Dia seorang wanita yang berhasil membuatku jatuh cinta sejak pertama kali melihatnya” jawab Siwon dengan ekspresi bahagianya. Tiffany yang mendengarnya hanya terdiam,terselip rasa perih di hatinya,namun ia sadar bahwa namja di hadapannya ini sudah tidak mungkin ia milikki lagi,dan sudah ia putuskan untuk merelakannya.

Tiffany menghela nafas mendengar penuturan Siwon “begitukah? Lain kali bisakah kau memperkenalkannya padaku?” jawab Tiffany. “ne,tentu saja..aku akan memperkenalkannya padamu. Karena kau adalah dongsaengku” jawab Siwon dengan senyuman manis khasnya.

“ah,ne baiklah oppa..aku harus segera pulang ke apartementku. Aku sekarang telah menetap di sini oppa”

“benarkah? Baiklah…selamat datang di korea fany…” ujar Siwon dengan guyonannya.

Tiffany tertawa kecil mendengarnya “baiklah oppa,aku pulang dulu sampai berjumpa lagi” Tiffany hendak membalikan tubuhnya untuk pulang,namun sedetik kemudian ia kembali berbalik menghadap Siwon “oppa..bisakah kau mengizinkanku untuk memelukmu terakhir kalinya?” ujar Tiffany.

“mwo?” heran Siwon. “aku ingin memelukmu oppa,sebagai sahabat tentunya. bolehkah?” ujar Tiffany lagi meminta izin.

Siwon tersenyum lalu tak lama ia merentangkan kedua tangannya “ne,kemarilah yeodongsaengku” jawab Siwon,dan tak lama Tiffany pun menghambur ke dalam pelukan Siwon. Ia memeluk Siwon cukup erat,namun tiba-tiba ia berjinjit dan wajahnya menghampiri wajah Siwon “untuk memastikan bahwa aku kini telah merelakanmu oppa” tanpa di duga tiba-tiba saja ia mencium bibir Siwon. Siwon terkejut dengan perlakuan Tiffany dan langsung membulatkan matanya.

 

“anyeong haseyo..apakah direktur Choi ada di dalam?”

“ah..bukankah anda istri Choi sajang? Nado anyeong Ny.Choi..”

“ne,apakah suamiku berada di tempat?”

“ne,direktur ada di dalam.. silahkan langsung masuk Ny.tapi di dalam sedang ada seorang tamu”

“begitukah? Kalau begitu aku menunggu di sini saja”

“aniy Ny. Itu bukan tamu bisnis melainkan teman Choi sajangnim,sebaiknya Ny. Menunggu di ruangannya saja”

“ah..baiklah,gomawo”

Yoona melangkahkan kakinya menghampiri pintu berwarna coklat yang tak lain adalah pintu tempat ruang kerja suaminya. seulas senyuman indah terlukis di wajah cantiknya,ia sengaja datang tanpa memberitahu suaminya terlebih dahulu karena bermaksud untuk memberikan kejutan,tangannya terlihat tengah menjinjing sebuah kotak makanan. Dengan perlahan ia memutar knop pintu berwarna coklat tersebut.

‘brakkkkk…………..’

Yoona tertegun melihat pemandangan menyakitkan yang kini terpampang nyata di hadapannya. Spontan ia menjatuhkan kotak makanan yang tadinya akan ia berikan kepada suaminya. kenyataan yang ia lihat kini justru berbeda.. seakan ribuan bilah pisau belati menusuk jantungnya saat ini. Dengan mata kepalanya sendiri kini ia melihat Choi Siwon suaminya sedang berciuman mesra dengan seorang wanita yang sama sekali tidak di kenalnya. Oh tuhan..bahkan usia pernikahan mereka baru seumur jagung. Perlahan bulir-bulir kristal bening mulai turun membasahi kedua pipinya.

Siwon yang masih kaget dengan perlakuan Tiffany seketika membulatkan matanya,dan tiba-tiba ia begitu tersentak saat menyadari ada seseorang yang memasuki ruangannya juga suara benda membentur lantai yang cukup nyaring di telinganya. Dengan reflek ia menghentikan perlakuan kurang sopan Tiffany dan melepaskan tautan yang secara tiba-tiba itu. Dan betapa terkejutnya ia saat mendapati seseorang yang kini berdiri di ambang pintu tengah berdiri terpaku dengan lemparan sorot mata yang menunjukan rasa sakit yang luar biasa ke arahnya.

“yeobo….” dengan gerak cepat Siwon berjalan menghampiri Yoona yang kini masih berdiri mematung di ambang pintu dengan deraian air mata yang berjatuhan di pipi tirusnya. “yeobo..ini..ini.. tidak seperti yang kau lihat”

“jangan mendekat Choi Siwon…” Yoona membuka suaranya.

Siwon tidak mengindahkan kata yang keluar dari mulut Yoona,ia terus melangkahkan kakinya untuk menghampiri istrinya.

“ku bilang jangan mendekat!!!!” Yoona berteriak seiring dengan air matanya yang semakin deras berjatuhan.

Tiffany yang menyaksikan kejadian itu hanya diam mematung,dari wajahnya Nampak ia terlihat shock.

Langkah Siwon terhenti. “Yoong aku mohon dengarkan penjelasanku” Siwon tercekat,rasa sakit menyeruak dalam hatinya melihat linangan air mata yang keluar dari mata indah istrinya.

Tanpa berkata-kata lagi,Yoona segera berlari keluar dari ruangan Siwon.

“Yoong..aku mohon..!” Siwon hendak beranjak mengejar Yoona yang telah salah paham padanya,namun tiba-tiba sekertarisnya masuk ke ruangannya.

“sajangnim,waktu rapat telah tiba..” ujar sekertaris yang bermarga park tersebut.

“tolong di cancel saja…” jawab Siwon dengan nada gusar dan paniknya,iapun hendak kembali melangkahkan kakinya.

“tidak bisa sajangnim,rapat ini telah di rencanakan dari 1 bulan yang lalu dan malam ini juga Mr.Ruth akan kembali ke Thailand,ia hanya memiliki waktu hari ini saja” sambung sang sekertaris mengingatkan Siwon.

Siwon menghembuskan nafas dan sedikit menundukan kepalanya,ia terlihat bimbang dalam menentukan apa yang harus ia pilih saat ini. Istri yang begitu ia cintai telah salah paham padanya,dan ia ingin sesegera mungkin meluruskan semua kesalah pahaman ini. Namun di sisi lain ia memilki tanggung jawab besar pada perusahaannya.

“baiklah…siapkan semua file ku” jawab Siwon akhirnya. Ia memutuskan untuk segera menghadiri rapat,dan ia berfikir mungkin Yoona butuh waktu untuk menenangkan dirinya dulu. Dan setelah rapat selesai ia akan segera menemui istrinya itu.

“oppa..mianhae…” Tiffany membuka suaranya setelah sekertaris Siwon keluar ruangan. Raut wajahnya menunjukan penyesalan.

“pulanglah Fanny-ahh..semua telah terjadi,tidak ada gunanya kau meminta maaf” jawab Siwon dengan nada yang terdengar dingin kembali.

Tiffany mulai terisak “jeongmal mianhae oppa.. gara-gara aku istrimu jadi salah paham”

“sudah ku bilang tidak ada gunanya meminta maaf,cepat pulanglah..aku harus segera menghadiri rapat” Siwon segera pergi meninggalkan Tiffany yang masih terisak di dalam ruangannya. Gadis cantik itu sungguh menyesal,walaupun cintanya bertepuk sebelah tangan pada Siwon namun ia tidak ingin memiliki hubungan yang renggang sebagai sahabat dengan mantan namja chingunya itu.

Dengan sisa-sisa air mata yang membasahi pipinya,Tiffany keluar dari ruangan Siwon.

Dari arah berlawanan terlihat seorang pria tampan mengenakan stelan tuxedo berwarna abu-abu dan celana berwarna senada,hendak berjalan menuju ruangan Siwon. Langkah pria tampan itu terhenti saat ia menyadari bahwa ada seorang gadis cantik yang baru saja keluar dari ruangan orang yang memiliki jabatan yang sama dengannya namun berbeda divisi tersebut. Pria itu terus memperhatikan gadis yang terlihat menampakan wajah sendu tersebut,dan sedetik kemudian tiba-tiba ia sedikit terkejut.

“bukankah..kau.. Tiffany-ssi?”

Gadis itu mendongakan wajahnya,lalu iapun sama terkejutnya dengan sang pria “oppa..Donghae oppa…” ujarnya dengan nada yang terdengar sedikit tidak percaya.

Mereka berdua saling menatap satu sama lain “kk..kapan kau kembali ke korea?” Donghae kembali berkata dengan nada yang terdengar sedikit ragu. “belum lama ini oppa..” jawab Tiffany. “apakah sekarang kau ada waktu? Bisakah kita makan siang sekarang? Ada banyak hal yang ingin aku katakan dan tanyakan padamu..” ujar Donghae masih dengan nada keraguannya.  “ne,oppa” jawab gadis pemilik eyesmille tersebut menyetujui ajakan Donghae.

***

Yoona terisak hebat dalam lamunannya,sungguh ia tidak mempercayai apa yang baru saja ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. “kau pembohong Choi Siwon.. kau telah mengkhianatiku..” ia terus terisak,tangannya mengepal di dadanya,berusaha menghalau rasa sakit yang kini tengah membuncah dalam hatinya. Sedetik ia menghentikan tangisnya,seperti menyadari suatu hal lalu ia bergumam pada dirinya sendiri masih dengan isakan yang tertahan “Im Yoona..apa yang telah kau lakukan? Ada apa dengan dirimu? K..kk..kau..telah menyerahkan semuanya pada pria yang tidak kau kenal sama sekali?” ujarnya dengan nada yang terdengar bergetar. ”Iya..bukankah kau betul-betul tidak mengenalnya dari awal? Mengapa dengan bodohnya kau mau menerima cinta omong kosongnya? Mengapa dengan bodohnya kau terperosok pada pesonanya? Bahkan sekarang kau telah menerimanya sebagi suamimu.. Oh tuhan..aku tidak mengetahui apapun tentang dirinya,mengapa aku baru menyadarinya.. mengapa kau begitu bodoh Im Yoona…? Mengapaaaaaaaaaaaa???!!!” Yoona sudah kehilangan kendali,seiring dengan teriakannya tangannya berhasil mengacak-acak semua benda yang berada diatas meja riasnya. Dengan deraian air mata yang semakin sulit dikendalikan dan meluncur bebas di pipi mulusnya,ia bangkit menuju lemari pakaiannya. Bergegas mengambil kopernya,dan memasukan pakaian-pakaiannya tersebut ke dalam koper. “dengan kepergianku kau akan lebih bebas untuk berselingkuh dengan wanita itu oppa,cih..bahkan tidak ada niat sedikitpun darimu untuk mengejarku tadi” Yoona bergumam pada dirinya sendiri masih dalam isakan tangisnya. dan setelah selesai memasukan semua barang-barangnya,iapun segera bergegas pergi untuk menuju ke rumah orang tuanya.

 

TO BE CONTINUE

 

 

HUEHEHE… tidak ada kata2 yang mau aku ucapkan selain “terima kasih syudah membaca” J yang udah pernah baca di blog temen aku kalo mau baca,baca lagi aja gpp wkwkwk. Aku tahu ni cerita absurd n membosankan bgt -___- tapi lumayankan buat di baca? /ehh ._. Chap end fix di protect,so… uda tahu kan syaratnya apa kalo mw pw-nya? ;D *kedip2.

Ok next aku mau lanjut Because Of Love dulu… cawwww

Thx buat Resty ato Ka Echa yang udah ngepost 😀 GBU……..

Tinggalkan komentar

181 Komentar

  1. ayana

     /  Juli 5, 2016

    hadech yuoona salah paham sama siwon. kasian siwpn kan kalo gini. ini semua gara-gara tiffany. kalo aja fany nggak pake nyium siwon nggak gini kan jadinya. sebellllll………
    mending baca part selanjutnya!

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: