[2S] Sir,I Love Your Daughter (Chapter 2/End)

Tittle      : Sir,I Love Your Daughter

Type       : two shoot

Chapter : 2 (end)

Author   : Yulisa Arisagi

Genre    : romance

Rating   : PG 15+

Main cast: Choi Siwon Super Junior a.k.a Choi Siwon

Im Yoona SNSD a.k.a Im Yoona

Other cast : find by your self

 

Yoona membeku seketika saat Siwon menahan pergelangan tangannya,dan menatap kedua bola matanya lekat  “ma..maksudmu?” lagi-lagi yoona berkata secara terbata.

“emphhh…aniy,aniy.. maksudku maukah kau bersama dengan ku menaiki mobil ini,sepertinya kampus mu satu arah dengan kantorku” jawab siwon sembari menunjuk mobil berwarna hitam miliknya dengan kepalanya,sambil berusaha menghapus kegugupannya karena salah bicara kepada yoona tadi.

mata indah yoona tertuju pada pergelangan tangannya,seperti baru meyadari sesuatu hal, apalagi kalau bukan karena tangannya di genggam erat oleh tangan siwon.

Siwon yang mengikuti arah pandang yoona,dengan segera melepaskan tangan yoona dari cengkeraman tangannya. Kenapa ia sampai tidak menyadari hal itu,fikirnya.

Sebelum yoona menjawab pertanyaannya,Siwon segera menghampiri sopir taksi yang sedari tadi menunggu yoona untuk menaiki taksinya,lalu ia mengambil dompet yang berada di belakang saku celananya “mianhae ahjussi,temanku tidak jadi menaiki taksi anda,ini untuk membayar kargo yang berjalan tadi” ujar siwon kepada sang sopir taksi sambil menyodorkan beberapa lembar uang won kepada sopir taksi tersebut.

“gwenchana,baiklah tuan..tapi ini lebih”

jawab sang sopir taksi lalu kembali menyodorkan beberapa lembar uang pemberian siwon. “tak apa,ambilah..” jawab siwon dengan senyumnya,lalu memasukan kembali dompet ke saku celananya dan kembali menghampiri yoona.

“kajja nona Im,aku antar sampai ke kampus mu” ujar siwon mengedikan kepalanya,memberikan isyarat kepada yoona agar yoona segera memasuki mobil miliknya.

Yoona sedikit melongo akan tingkah siwon,tanpa berfikir panjang lagi mengingat ia harus segera tiba di kampusnya,yoona pun mengikuti instruksi siwon untuk segera menaiki mobil nya.

 

Terjadi keheningan setelah mereka berdua berada dalam satu mobil yang sama, gugup? Entahlah… mungkin mereka berdua memang sangat gugup mengingat memang ada rasa ketertarikan satu sama lain dari diri mereka masing-masing,kepada orang yang berada si sebelah mereka pada saat ini.

Siwon terlihat gugup dan agak salah tingkah,ia menggosok-gosok dagunya menggunakan punggung jari telunjuk tangan kanannya,sedangkan tangan kirinyasibuk memutar stir kemudi.

Sementara itu yoona berpura-pura memainkan i-phone miliknya dengan membuka jejaring sosialnya,padahal saat itu ia sedang malas membuka jejaring sosialnya,karena sama sekali tidak ada hal yang penting. tapi…mau bagaimana lagi…hanya itu yang bisa yoona lakukan saat ini,daripada harus berdiam diridan mati gaya karena ada siwon di sebelahnya saat ini.

“ekhem…” siwon berdehem untuk membunuh keheningan yang sudah beberapa menit ini terjadi, iapun melepaskan jari telunjuk yang berada di dagunya,dan astaga….. ada satu pertanyaan penting yang ia lupa tanyakan pada yoona. “kau kuliah di mana nona im?” ya..itu adalah pertanyaan yang siwon lupa tanyakan pada yoona,dan bodohnya yoona pun lupa mengatakannya,mengingat harus di putuskan ke arah mana tujuan mereka saat ini.

Tapi mengapa siwon mengatakan jika tadi kantornya satu arah dengan kampus yoona? -_- Entahlah…..

“HANYANG UNIVERSITY” jawab yoona singkat.

“jinjja? Universitas yang memiliki filsafat ’love in truth and deed’ itu?” tanya siwon dengan nada sumringahnya.

“nde..itu benar” jawab yoona lagi, “sebegitu terkenalnya kah universitas ku itu” jawab yoona lagi dengan nada candaan yang kentara dalam kalimatnya.

Suasana tegang yang terjadi di antara mereka tadi sudah mulai mencair rupanya.

“haha,mungkin…” jawab siwon

“hmm.. bagaimana kau tahu?” tanya yoona lagi

“apa kau suka menonton film nona Im?” tanya siwon balik.

Yoona hanya mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan siwon. “kau tahu aktor LEE BYUNG-HUN? Tanya siwon lagi.

Sejenak yoona terlihat berfikir dan…. “ahhh… aktor lokal yang berhasil menembus perfilman hollywood itu maksudmu?” jawab yoona

“yappp” jawab siwon singkat,sambil terus fokus menyetir melajukan mobilnya membelah jalanan kota seoul.

“lalu?” Tanya yoona heran “apa hubungannya dengan kampus ku?” sambungnya.

Siwon tersenyum memamerkan kedua lesung pipinya,lalu menjawab pertanyaan yoona “apa kau tidak tahu bahwa aktor itu dulu kuliah di universitas yang sama denganmu?” jawab siwon.

“jinjja?” jawab yoona lagi. Siwon hanya menganggukan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan dari yoona.

“apa kau tidak tahu sama sekali akan hal itu?” tanya siwon lagi.

“hmmmhh….. aku tidak terlalu pedui dengan hal-hal seperti itu,walau putra raja sekalipun yang satu universitas denganku,lalu apa hubungannya denganku?” jawab yoona dengan sedikit mempoutkan bibir tipisnya.

“hahaha…kau lucu sekali nona Im” ujar siwon,sekilas ia memandang yoona dengan menoleh ke sampingnya.

“mwo? Apa yang lucu? Tidak ada yang lucu tuan choi…” sergah yoona.

“omona! Apa kantor mu betul-betul searah dengan kampusku?? Tanya yoona frontal mengingat arah kampusnya memang agak sedikit jauh,ia khawatir akan membuat siwon terlambat datang ke kantornya meskipun hari sudah sangat siang seperti ini.

“nde,tenanglah…” jawab siwon. Dan suasana kembali hening.

“oia bagaimana bisa kau menjadi rekan bisnis appaku tuan choi?” Kali ini yoona yang memecahkan keheningan di antara mereka,dengan mengajukan sebuah pertanyaan kepada siwon.

“ah… itu… kenapa kau bertanya seperti itu nona Im?” jawab siwon sambil diiringi tawa kecil dari perkataannya yang malah bertanya balik pada yoona.

“ish…kau ini sangat aneh tuan,aku bertanya kau malah balik bertanya” jawab yoona agak kesal.

“maksudku mengapa kau bertanya hal aneh seperti itu,apa aku terlihat aneh menjadi rekan bisnis appamu nona?” jawab siwon sembari mengulum senyum dari bibir tipisnya itu.

“aniy… setahuku rekan bisnis appaku pasti pria yang rata-rata sebaya dengan appa” jawab yoona, “dan kau…” belum sempat yoona menjawab,siwon memotong perkataannya.

“terlihat muda dan menawan” ujar siwon,lalu ia sedikit tertawa.

Mendengar penuturan siwon,wajah yoona terlihat bersemu merah.

Ya…pernyataan yang siwon lontarkan memang benar adanya,di awal pertemuan mereka tadi yoona memang berpendapat bahwa siwon memang terlihat muda dan menawan,terlebih lagi siwon berhasil membuat jantung yoona berdebar cepat.

“ish….kau sangat percaya diri sekali tuan” jawab yoona berusaha menutupi kenyataan yang sebenarnya.

Kecanggungan diantara mereka berdua pun mulai kembali mencair,tatkala siwon menyambut jawaban yoona dengan tawa,yang pada kenyataannya siwon pun sedang berusaha mengatur detak jantungnya yang memburu,namun sama halnya dengan yoona iapun berusaha menutupi kenyataan yang sebenarnya dengan mengeluarkan guyonan yang membuatnya malu setengah mati di hadapan yoona.

“aku hanya mewakili appaku saja” jawab siwon pada akhirnya. “begitukah?” jawab yoona datar, lalu di sambut anggukan kepala oleh siwon.

yoona sebenarnya masih agak penasaran dengan jawaban siwon,namun apa haknya untuk bertanya lebih lanjut tentang seluk beluk pekerjaan siwon.

 

***

Mobil mewah berwarna hitam metalik itu pun tiba di depan halaman gedung kampus yoona.

‘HANYANG UNIVERSITY’ salah satu universitas swasta terkemuka di kota seoul korea selatan. #asli ini aku browsing dulu nyari universitas buat yoona :p *abaikan.

“oia kau mengambil jurusan apa di sini?” Pertanyaan siwon saat yoona tengah sibuk melepas seatbelt yang menyilang di tubuh rampingnya.

“nde? Ah..aku mengambil jurusan school of bussines” jawab yoona.

“hmm.. rupanya kau mau mengikuti jejak appa mu juga?” ujar siwon dengan nada meledek yang tak serius.

“mungkin…” jawab yoona diiringi senyum menawan di wajah cantiknya, dan hal itu lagi-lagi membuat siwon tak berkutik.

Jantung siwon kembali berdetak cepat,sungguh ia betul-betul terpesona pada kecantikan Im yoona, putri seorang presdir dari perusahaan IM ENTERPRISE yang baru saja resmi akan menjadi investor di perusahaannya.

“gomawo tuan Choi telah mengantarku sampai kesini,aku sungguh merasa sangat merepotkanmu” ujar yoona kepada siwon “sampai jumpa di lain waktu” sambung yoona sembari sedikit membungkukan badannya dan menengok ke arah siwon,senyum manis dari wajah cantiknya belum ia pudarkan.

“ne,cheonma… tak usah sungkan” jawab siwon,lalu ia menggigit bibir bawahnya dan kembali melirik ke arah yoona yang sedang membuka pintu mobilnya. Ingin rasanya siwon menahan yoona untuk tetap berada di dekatnya,namun apa hak nya? Mengenal yoona saja baru beberapa jam ini.

“emmm…chakkaman!” celetuk siwon saat yoona baru keluar dari mobilnya.

Yoona yag mendengar perkataan siwon langsung membuka lebar pintu mobil siwon yang masih ia pegang,dan sedikit mencondongkan kepala dan sebagian tubuhnya ke dalam mobil.

“waeyo tuan choi?” Tanya yoona, lagi-lagi siwon memandang lekat ke arah yoona,tepat pada kedua bola matanya yang bening dan bersinar.

Untuk kesekian kalinya mata indah mereka kembali bertemu…..lalu terjadi keheningan selama beberapa saat,jantung ke duanya lagi-lagi tidak bisa di kendalikan,terus memburu dan memburu.

Namun mereka memiliki pemikiran yang sama,sadar bahwa mereka barulah saling mengenal satu hari ini,bagaimana bisa perasaan yang muncul terlalu berlebihan seperti ini.

“emh… apa kelas mu masih jauh dari sini?” tanya siwon pada akhirnya,menghentikan jeratan dan debaran jantung yang membuncah akibat kedua mata mereka yang saling bertatapan tadi. “kampus mu ini sangat luas,pasti sangat melelahkan berjalan menuju bagian-bagian tempat yang letaknya jauh” sambung siwon,mengingat kampus tempat yoona menimba ilmu ini memang sangat luas,layaknya sebuah komplek perumahan yang memiliki blok-blok tertentu dari ujung hingga ke ujung. #pernah masuk area univ.indonesia ga? Kalo prnah byangin luasnya kya gitu,luasnya hampir se kota bogor -_-*abaikan

“ah.. kelas ku memang jauh,tapi sekarang aku hanya akan menemui beberapa dosen di sini,lagi pula kemungkinan aku sudah tidak akan masuk kelas lagi,karena beberapa pekan ke depan aku sudah menghadapi sidang skripsi”

jawab yoona sambil terus tersenyum berusaha menetralkan debaran jantungnya sama halnya seperti yang siwon lakukan,namun hal itu tentu hanya hati mereka masing-masing yang tahu.

siwon tersenyum mendengar jawaban yoona “begitukah? Ah..bersemangat lah nona calon sarjana” gurau siwon sedikit terkekeh dan tetap memandang yoona.

Kali ini yoona benar-benar akan segera berlalu dari hadapan siwon

yoona hanya menyambut perkataan dan gurauan siwon dengan senyum nya yang terlihat begitu cantik,senyum yang selalu berhasil membuat siwon tak berkutik.

“tentu tuan choi,aku akan berusaha… sekali lagi gomawo sudah mengantarku,dan berhati-hatilah di jalan..anyeong” jawaban yoona di sertai bungkukan tubuhnya,lalu iapun menutup pintu mobil dan akhirnya benar-benar berbalik dan berlalu dari hadapan pria berlesung pipi itu.

Perlahan siwon keluar dari mobilnya,dan terus meluruskan arah pandangnya menatap punggung yoona yang terus beranjak pergi berlalu dari hadapannya,tapi beberapa detik kemudian yoona pun kembali menoleh ke belakang dan tersenyum malu ke arah siwon,siwon pun membalas senyum yeoja cantik itu,sembari melambaikan tangannya meskipun agak terasa sedikit canggung,yoona pun terus tersenyum ke arah siwon lalu sedikit menunduk karena gugup melihat tingkah yang siwon lakukan,hingga ia kembali membalikan badannya dan terus berjalan hingga benar-benar menghilang dari pandangan namja tampan berlesung pipi tersebut.

Siwon menghembuskan nafasnya sambil kembali tersenyum,iapun membalikan badan,kembali memasuki mobilnya dan mulai memacunya meninggalkan area halaman kampus yoona.

 

***

Yoona terus bejalan melenggang memasuki area gedung kampusnya,hingga tak lama ia mendengar teriakan seorang yeoja yang memanggil namanya.

Yoona memutar kepalanya menoleh ke belakang,dan benar saja seorang yeoja berambut pendek sedikit berlari menghampiri dirinya yang berhenti melangkah.

“yak…Im yoona! Hosh..hosh..hosh..jalan mu cepat sekali!” celoteh sang yeoja yang menghampiri yoona tersebut,sambil mencoba mengatur nafasnya yang tersengal-sengal akibat berlari mengejar yoona tadi.

“aigoooo…. sejak kapan kau menyukai pelajaran olahraga sunny-ah? Dan bukankah semenjak kita masuk kuliah pelajaran itu sudah tidak ada?” ledek yoona kepada yeoja di hadapannya yang tak lain adalah sahabat dekatnya yang bernama sunny.

“ish…tidak lucu kau nona rusa,bukankah hanya seekor rusa yang sangat menyukai lari? Manusia dengan paras cantik sepertiku,mana mungkin memiliki hoby yang sama dengan rusa” sembur sunny kepada yoona,karena tak terima dengan ledekan yoona.

Yoona mencibir perkataan sunny,dan tak lama mereka berdua pun meledakan tawa.

Seketika sunny pun menghentikan tawanya,dan mendelik menatap yoona dengan tatapan mengintrogasi.

“yak… lee sunkyu,kenapa tiba-tiba kau menatap ku seperti itu?” tanya yoona karena risih di tatap seperti itu oleh sunny.

“hei nona Im,apakah sekarang kau sudah memiliki namjachingu? Tega sekali kau tidak memberitahu ku” jawab sunny sakratis.

“mwo?! Namjachingu? Apa kau sedang demam?” secara reflek yoona menempelkan punggung tangannya ke dahi sahabat dekatnya itu,menganggap sahabatnya sedang terserang demam karena mengajukan pertanyaan ngawur seperti itu kepada dirinya.

Sunny pun menepis tangan yoona dari dahinya “ish…sudah tertangkap basah,masih tidak mengaku juga! Kau fikir aku tidak melihat saat kalian bertatapan mesra di dalam mobil kekasih mu itu?” sambung sunny “dan sampai saat kau turun,kau sempat-sempatnya mencondongkan kepalamu ke dalam mobil lagi,apa tadi kau dengannya berciuman?”

Seketika yoona membulatkan matanya “yak…lee sunkyu,apa maksudmu??” sergah yoona tidak terima dengan perkataan sahabatnya yang memvonis dirinya secara sepihak. “asal kau tahu saja,aku dan pria tadi tidak memiliki hubungan apapun,dan kau tahu kami pun baru kenal beberapa jam yang lalu,dasar otak mu itu sangat sempit sekali” sambung yoona lagi,lalu menjitak kepala sunny karena otaknya itu sudah berfikir yang tidak-tidak tentang dirinya. Lalu iapun bergegas hendak meninggalkan sunny.

“awwww appo…..” lirih sunny sambil mengelus-elus kepalanya yang baru saja mendapatkan jitakan dari yoona,lalu bergegas menyamai langkahnya dengan sahabat karibnya itu.

“aishh yoong tanganmu itu kuat sekali,sakit sekali yoong kepalaku” ujar sunny sambil terus mengelus-elus kepalanya.

“suruh siapa kau berkata yang tidak-tidak” jawab yoona.

“lalu kalau bukan namjachingu mu,pria tadi itu siapa yoong? Kenapa ia bisa mengantarmu? Dan..maksudmu baru mengenalnya beberapa jam??” tanya sunny dengan seberondong pertanyaan karena dirinya merasa penasaran.

Yoona menghembuskan nafasnya kasar,lalu mencoba menjawab berondongan pertanyaan yang di ajukan sunny satu persatu.

“ceritanya memang agak panjang..tapi dia rekan bisnis appaku,aku mengenalnya di kantor appaku saat aku mengantarkan berkas ke kantor appaku tadi,lalu mengapa aku bisa di antarkan olehnya sampai kesini.. apakah kau lupa tadi aku meneleponmu karena mobilku mogok?”

yoona membalikan tubuhnya dan menghadap sunny,lalu ia menggigit bibir bawahnya dan berdecak kesal,mendelikan matanya ke arah sunny.

“mobilnya melewati tempat di mana mobilku mogok,lalu karena tadi kami bertemu di kantor appaku,otomatis dirinya pasti sedikit mengenali wajahku,hingga saat aku sedang menunggu taksi tadi,ia menghampiriku dan menawarkan tumpangan,lalu apa salah kalau aku yang memang sedang membutuhkan tumpangan untuk cepat-cepat sampai ke sini menerima tawarannya?!”   jawab yoona sedikit berteriak di depan wajah sunny.

Sunny hanya membulatkan mulutnya dan menganggukan sedikit kepalanya mendengar penuturan dari yoona.

“hehe…kau tidak usah emosi seperti itu sahabat ku yang cantik,aku kan hanya ber asumsi..makanya aku langsung meminta penjelasan pada mu” ujar sunny cengengesan karena merasa tidak enak pada sahabat baik nya itu.

“makanya…lain kali jika ingin ber asumsi yang tidak-tidak,kau berfikir dengan jernih lah dahulu!” sahut yoona dengan nada yang masih terdengar kesal.

“emmm… tapi menurut ku,memang tidak ada salah nya yoong kau mulai mencari seseorang untuk di jadikan namjachingu” sahut sunny lagi.”lagi pula pria yang mengantarmu tadi…….” sambung sunny menggantungkan perkataannya “apa kau tidak tertarik padanya yoong?” bisik sunny menggoda di telinga yoona.

Deg….! mendengar perkataan sunny hati yoona kembali berdebar.

Bayangan wajah tampan siwon kembali berkelebat dalam fikirannya,betul,sangat betul apa yang di bisikan sunny di telinganya,seorang Choi siwon telah menarikan  sesuatu yang ada di dalam hati nya,yoona sangat tertarik pada nya,hingga ia sulit mengatur detak jantungnya sendiri jika berada di dekat siwon.

“mwo?” sahut yoona membulatkan matanya,mungkin itu hanya sebagai pengalihan dari debaran jantungnya saat ini.

“ap..apa yang kau katakan sunny-ah..,mana mungkin aku tertarik pada pria yang baru ku kenal satu hari?” jawab yoona menutup-nutupi keadaan yang sebenarnya.

“hem…apa kau tidak tahu dengan istilah love at first sight yoong? Lagi pula apa mata mu tidak melihat jika pria tadi sangatlah tampan?! huaa…aku saja tadi sempat terpesona…walaupun melihatnya dari jarak yang tidak terlalu dekat” celoteh sunny dengan nada yang terkesan sangat bahagia dan mata yang bebinar-binar sambil menempelkan kedua telapak tangan di pipi kanan dan kirinya.

“oia kalo di perhatikan,gestur dan raut wajah pria tadi… agak sedikit mirip dengan mantan kekasih mu yang pengecut itu” ujar sunny lagi pada yoona.

Yoona yang mendengar perkataan sunny menjadi terdiam, benarkah yang di katakan sunny bahwa siwon memang agak sedikit mirip dengan lee minho,pria yang pernah menjalin cinta dengannya selama satu tahun dan pergi meninggalkanya begitu saja dua tahun yang lalu saat pria itu memutuskan meneruskan study nya ke luar negeri tanpa berfikir panjang dan langsung memutuskan jalinan cintanya dengan yoona.

Sunny yang melihat yoona menjadi terdiam merasa dirinya telah salah bicara dan segera membekap mulutnya sendiri.

Tapi yoona telah menepis semua bayang-bayang tentang lee minho sejak lama,memang sulit pada awalnya,tapi ia merasa dirinya lebih berharga dari hanya seorang gadis yang lemah karena di campakan begitu saja oleh kekasihnya yang beralasan tidak akan mampu menjalani hubungan jarak jauh,,bahkan saat pertama kali ia bertatapan mata dengan siwon di kantor ayahnya tadi siang,ia tidak ingat sama sekali tentang pria yang telah menyakiti hatinya beberapa tahun silam itu.

Siwon di mata yoona adalah siwon,seorang pria yang baru ia kenal beberapa jam yang lalu sebagai seorang rekan bisnis appanya,yang tiba-tiba membuat debaran jantungnya bekerja dua kali lebih cepat,debaran yang sama kah saat dirinya pernah jatuh cinta pada lee minho? pria pengecut yang meninggalkannya begitu saja tersebut.

Namun yoona belum bisa memastikan jika semua debaran yang ia rasakan itu di sebut cinta,karena menurutnya itu tidak masuk akal dan terlalu cepat karena ia belum tahu apa-apa sama sekali tentang siwon.

Tapi… kenapa bisa-bisanya sunny membandingkan siwon dengan lee minho,seorang pria yang bahkan nama dan bayangannya saja telah dikubur dalam-dalam oleh yoona.

“mi..mianhae yoong…aku tidak bermaksud menyebut-nyebut namanya lagi” ujar sunny dengan nada yang agak sedikit menyesal.

“gwenchana… sebut saja dia sesuka hatimu,sampai lidahmu pegal sekalipun menyebutkan namanya tidak masalah bagiku,karena pria yang kau sebutkan namanya dan kau bandingkan dengan choi siwon tadi bukanlah siapa-siapa bagi diriku,bahkan nama dan bayangannya saja sudah terbawa oleh terpaan angin” sahut yoona santai dan tanpa beban.

“aigooooo…… tentu saja yoong,sahabat ku yang cantik dan tangguh ini kan terlalu berharga jika di kait-kait kan dengan pria itu lagi,bahkan banyak pria di kampus ini yang berusaha mendekatimu…tapi mengapa tidak ada satupun yang kau lirik yoong?” ujar sunny lagi sambil tersenyum di awal kalimat,dan tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah saat bertanya lagi pada yoona.

Ya… memang di kampusnya yoona termasuk dalam kategori mahasiswi yang cantik dan popular di kalangan namja,namun dari awal ia kuliah di sini hingga saat ini ia akan segera menyandang gelar sarjana termasuk pada saat ia tidak memiliki lagi hubungan dengan mantan kekasihnya lee minho,tidak ada satu pun pria di sini yang menarik di matanya.

“eh yoong chakaman! Choi siwon? Jadi nama pria tampan tadi Choi siwon? Aigoooo nama yang indah ..” ujar sunny dengan senyum merekah di wajahnya.

“namanya sungguh melekat di hati mu yoong,dan kau sungguh terlihat serasi ketika bersamanya tadi” sambung sunny menggoda yoona.

“dan…. mengapa tadi kau lama sekali di dalam mobilnya,apa yang sebenarnya kalian lakukan di dalam sana selain bertatapan mesra?  Apa yang kukatakan di awal benar? Kalian… berciuman?” Sambung sunny lagi terus berusaha menggoda yoona, dan dengan seketika mata yoona membulat.

“aigooo…wajah mu memerah yoong,betul kan kau tertarik padanya? Dan dirinya pun pasti tertarik pada gadis secantik dirimu,sehingga……………. dua orang yang baru saling mengenal dan tertarik satu sama lain,berciuman mesra di dalam mobil”

Celoteh sunny yang berhasil membuat wajah yoona memerah dan berteriak  seketika.

“yak! Lee sun kyu……. jangan berbicara yang macam-macam tentang diriku! urus saja kekasihmu yang menyukai warna pink itu!” teriak yoona dan berlalu meninggalkan sunny.

Sunny terus tertawa dan berusaha mengejar yoona “hahaha…aku kan hanya bercanda yoong,dan kau tidak perlu membawa-bawa sungmin oppa kekasih ku” sahut sunny tertawa lalu mempoutkan bibirnya karena yoona telah mengatai kekasihnya,lalu iapun menyadari sesuatu hal dan reflek berteriak pada yoona yang terus berjalan menyusuri koridor gedung kampusnya

“omona! Yoong…bukankah kita harus menemui Gu songsaenim untuk meng acc bahan sidang!” teriak sunny pada yoona yang terus berjalan di depan mendahuluinya.

“kau fikir sekarang aku akan kemana?! Kau tahu lee sun kyu,gara-gara ocehanmu banyak waktu ku yang terbuang! Awas saja kalau sampai kita terlambat,kau pasti mati!!” teriak yoona pada sunny yang berada di belakang nya.

Sementara sunny yang berada di belakang yoona,terus berusaha mengejar dan menyamai langkahnya dengan langkah yoona.

“yak! Im yoona! Kau sungguh mirip rusa,, langkahmu mu cepat sekali! tunggu aku………..

 

***

Siwon memasuki gedung kantornya dengan wajah yang berseri-seri,beberapa pegawai yang mengenali siwon sebagai putra dari pemilik perusahaan besar ini membungkukan badan memberi hormat kepada siwon. Siwon pun membalas bungkukan badan mereka dengan senyuman maut khasnya,tak sedikit para karyawan wanita berbisik-bisik dan memandang kagum ke arah pria yang menjabat sebagai direktur dari kantor cabang hyundai yang berada di busan tersebut.

Wanita mana yang tidak akan terpesona pada sosok seorang Choi Siwon,seorang pemuda tampan yang kharismatik juga berwibawa.

Siwon terus berjalan menuju lift  untuk segera tiba di lantai atas,tempat dimana ruangan appa nya berada dan dirinya akan menggantikannya untuk sementara waktu sampai appanya tiba dari jepang,dua orang receptionist tersenyum ramah ke arahnya,dan tak lupa membungkukan badan di hadapan siwon yang hendak berjalan menuju lift,siwon pun membalas senyuman ramah mereka.

 

“Calon Presdir muda!!” teriak seseorang saat siwon tiba di lantai atas dan hendak memasuki ruangan appa nya.

“aigoooo…… hyung,kau terlihat semakin pendek” sahut siwon mengejek dengan diiringi tawa saat dirinya telah membalikan badannya dan melihat secara jelas siapa yang memanggilnya tadi.

“yak! Tak tahu kah kau bahwa ini sedang di kantor? Panggil aku direktur lee,dan astaga……mulutmu itu sangat suka sekali mengejek orang,apa kau tak tahu bahwa aku adalah direktur tertampan di kantor pusat ini?”

Sahut pria yang bernama lengkap lee donghae tersebut, ya..sebelum donghae dan siwon bekerja di perusahaan HYUNDAI seperti sekarang ini,mereka berdua memang sudah akrab karena dulu mereka sekolah di SMA yang sama,walaupun donghae satu tahun di atas siwon,lebih tepatnya donghae adalah sunbae siwon waktu di sma dulu,namun mereka sangat dekat dan akrab,hingga pada saat donghae lulus dan meneruskan study S1 nya mereka tetap masih sangat dekat. Begitupun saat siwon lulus dari sma nya dan meneruskan pendidikannya ke bangku kuliah juga,hingga bertahun-tahun berlalu sampai siwon meneruskan study S2 nya ke jepang,ia dan donghae masih menjalin hubungan persahabatan dengan baik,hingga suatu hari saat donghae menyelesaikan study S2 nya,ia melamar pekerjaan di HYUNDAI perusahaan yang tak lain adalah milik keluarga siwon,dan lucunya donghae sama sekali tidak mengetahui hal itu,hingga pada suatu hari ia memberitahu siwon bahwa ia bekerja di HYUNDAI dan karena kinerjanya yang baik,iapun di angkat menjadi direktur. Siwon yang mengetahui hal itu hanya tertawa dan tidak berkata apa-apa,hingga suatu hari donghae mengetahuinya sendiri.

Dan satu tahun kemudian pada saat siwon selesai dengan study S2 nya di jepang,ia langsung di minta sang appa untuk menangani cabang HYUNDAI yang berada di busan,dan menjadi direktur disana karena sang appa ingin siwon bekerja secara mandiri dengan harapan suatu hari siwon pun akan mandiri pula pada saat sang appa menyerahkan HYUNDAI sepenuhnya ke tangan siwon.

 

Siwon hanya tertawa mendengar perkataan donghae “selain tubuhmu semakin pendek,kadar narsismu juga bertambah tuan lee” sahut siwon lagi, dan langsung benar-benar tertawa dan mendapat hadiah dengusan sebal dari donghae.

ini bukan kali pertama mereka bertemu kembali,karena setiap ada meeting yang menggabungkan beberapa cabang HYUNDAI di kantor pusat,donghae dan siwon sudah sering bertemu.

“terus saja tertawa sesukamu tuan Choi,sebelum tertawa di larang!!” jawab donghae masih dengan dengusan sebalnya.

“hahaha direktur lee kau ini sangat sensitif sekali,ayo ikut masuk ke ruanganku..kita bicara banyak di dalam,kau sedang tidak sibuk kan?” ajak siwon pada donghae mengingat hari telah beranjak sore dan sebentar lagi sudah hampir jam pulang kantor jika tidak ada pekerjaan tambahan dan mengharuskan mereka lembur.

Donghae mengangguk dan mengikuti siwon masuk ke dalam ruangan kerja yang bernuansa klasik tersebut. “ini ruangan presdir Choi,bukan ruangan mu!” ujar donghae pada siwon masih dengan sedikit dengusan akibat ejekan siwon pada dirinya tadi.

“biarlah….toh nanti aku akan menempatinya juga” sahut siwon dengan mendelikan matanya sambil tersenyum lucu ke arah donghae.

“aishhh…..jadi bagaimana pertemuanmu dengan presdir dari IM ENTERPRISE tadi? Kalaupun pengajuan permohonan investoring perusahaan ini tidak di terima..kau jangan berkecil hati,masih banyak perusahaan lain yang mau jadi investor disini walaupun tidak sebesar IM ENTERPRISE” ujar donghae lagi pada siwon,dengan maksud membesarkan hati siwon jikalau negosiasi yang telah siwon jalankan dengan pihak calon investor tidak di luluskan.

Siwon memandang datar pada donghae,”begitukah?” tanya siwon terlihat lesu.

“tentu” jawab donghae mantap meyakinkan siwon.

Siwon menghembuskan nafasnya perlahan.. “hmhhh……… sayangnya perusahaan-perusahaan itu tidak akan menjadi investor kita” sahut siwon masih tetap memasang wajah datarnya.

“maksud mu apa siwon-ahh? Kau jangan pesimis seperti itu” sahut donghae juga masih berusaha menghibur siwon.

“karena…..karena…… IM ENTERPRISE lah yang akan menjadi investor kita!!” ujar siwon memasang tampang cool nya.

 

“mwo?? Jinjja? Jinjja? Jinjja?………” donghae terperangah mendengar penuturan siwon,matanya sedikit melotot dan mulutnya sedikit menganga.

“ba…bagaimana bisa?” tanya donghae masih dengan tatapan tidak percayanya.

“yak tuan lee…. kau jangan menganggap remeh diriku!” sahut siwon masih dengan memasang tampang coolnya.

“ya tuhan wonnie….aku sungguh sangat,sangat tidak menyangka….. apakah nyata yang kau katakan?” Tanya donghae lagi tetap dengan tatapan tidak percayanya.

Siwon mengeluarkan sesuatu dari tas kerjanya, beberapa helai kertas yang tersusun rapi di dalam sebuah map berwarna coklat tua, “kau lihat ini!” siwon menyodorkan susunan kertas dalam map berwarna coklat tua itu kepada donghae.

Donghae mengulurkan tangannya untuk mengambil benda itu dari tangan siwon dan segera membukanya,membacanya helai demi helai.

“i…ini…berkas dari IM ENTERPRISE?” tanya donghae lagi masih dengan memasang tampang seperti tadi.

“kau tidak mempercayainya? Aish..hyung,kau ini bodoh sekali..apa kau tidak bisa membaca?” tanya siwon pada donghae dengan tampang pura-pura marah yang tak serius.

“bukan begitu…aku hanya benar-benar tidak menyangka won-ahh,IM ENTERPRISE adalah sebuah perusahaan besar,dan kau bernegosiasi hanya seorang diri,dan..dan…haha…daebak!!” tiba-tiba donghae terlonjak histeris dan menunjukan sikap kegirangan yang berlebihan, iapun segera bangkit dari kursi yang ia duduki lalu menghampiri siwon dan langsung memeluknya.

“ya tuhan won-ahh…presdir choi pasti sangat bangga kepadamu,aku saja yang tadinya di ajukan sebagai kandidat untuk datang kesana sangat ketakutan setengah mati,hingga akhirnya presdir memilihmu dan……ah…aku sangat bangga padamu!” teriak donghae dan makin mempererat pelukannya pada siwon, bagaimana tidak donghae sudah menganggap siwon seperti adiknya sendiri,dan sekarang adiknya itu telah berhasil menarik investor untuk memajukan perusahaan tempat ia bekerja.

“yak! Hyung.. lepaskan aku,jangan bersikap berlebihan seperti ini! Aku kesulitan bernafas!” teriak siwon berusaha melepaskan pelukan donghae yang terasa mencekik di leher jenjangnya.

“hahaha…mianhae..aku terlampau senang!” jawab donghae masih dengan nada sumringahnya lalu segera melonggarkan pelukannya kepada siwon dan langsung melepasnya.

“lalu…bagaimana perasaanmu sendiri won-ahh,apa kau tidak senang hmm..?” ujar donghae,kali ini dengan nada yang terdengar seperti tengah menggoda siwon.

 

“lebih dari itu hyung…” jawab siwon,lalu pandangannya beralih ke atas,memandang langit-langit ruangan kerja mewah yang tengah ia tempati,kedua tangannya ia lipat ke belakang kepala dan bersandar pada senderan kursi kerja yang tengah ia duduki,selanjutnya ia menyunggingkan sebuah senyum yang diiringi dimple manis dari kedua belah pipinya sambil terus memandangi langit-langit berinterior klasik tersebut.

Donghae yang melihatnya menjadi agak heran,mengapa ekspresi yang siwon tunjukan justru malah lebih terlihat seperti ekspresi orang yang tengah jatuh cinta.

“yak! Choi Siwon,mengapa ekspresi mu jadi mengerikan seperti itu..” ujar donghae dan mendelikan mata sipitnya ke arah siwon.

Siwon sama sekali tak menggubris teriakan donghae,ia masih tengah terlihat asyik dengan lamunannya sendiri,masih tetap pada posisinya memandang langit-langit sambil tersenyum-senyum sendiri seperti tengah membayangkan sesuatu hal yang sangat membahagiakan.

“won-ahh!!” sekali lagi donghae berteriak dan tetap tidak di gubris, hingga ia merasa kesal karena merasa di acuhkan dan….. BRAKKKKK! Donghae memukul meja yang berada di depan siwon,dan kontan saja hal itu membuat siwon yang tengah asyik dengan lamunannya terlonjak kaget dan lansung melotot ke arah donghae.

“apa otakmu sedang tidak waras hyung! Mengagetkan orang saja…” teriak siwon,lalu iapun mengelus-elus dadanya yang sangat shock karena di kagetkan oleh donghae tadi.

Donghae yang melihat ekspresi kekagetan siwon akibat ulahnya,seketika meledakan tawa dan langsung terpingkal-pingkal.

“hahhahahahahahahaha…….. seharusnya kau melihat ekspresimu tadi tuan choi,kau sangat..sangat lucu sekali…hahahaha…sungguh,sungguh lucu….! hahaha”

“aish hentikan tawamu….tidak ada yang lucu sama sekali” sahut siwon kesal lalu mendengus dan menatap tajam donghae.

Donghae yang merasa di tatap seperti itu oleh siwon berusaha menghentikan tawanya.

“habis kau tidak menggubrisku,dan malah melamun seperti orang yang tengah kasmaran” sahut donghae sambil berusaha menghentikan sisa-sisa tawa yang keluar dari mulutnya.

Mendengar perkataan yang di lontarkan donghae,siwon pun meredakan kekesalannya dan malah kembali tersenyum,dan kali ini senyumannya mengarah ke arah donghae,sebuah senyuman yang hanya lengkungan tipis dari kedua sudut bibirnya,dan hal itu membuat donghae tambah terheran-heran.

“kau benar hyung” sahut siwon dan hal itu kembali membuat donghae membulatkan matanya.

“mwo? Maksudmu apa won-ahh,kau kasmaran? Pada siapa?” donghae kembali menunjukan keterkejutannya di hadapan siwon,pasalnya ini adalah kesekian kalinya ia di buat shock oleh siwon hari ini.

“kau lihat berkas dalam map coklat itu hyung?” Tanya siwon pada donghae sembari menunjuk sebuah berkas yang tergeletak tak berdaya di atas meja menggunakan dagunya.

“maksudmu berkas dari IM ENTERPRISE yang kau bawa tadi?” Tanya donghae yang terlihat malah semakin heran dengan pertanyaan siwon.

“bukankah kau tengah kasmaran,lalu apa hubungannya dengan berkas itu? Kau ini aneh-aneh saja” sambung donghae tak mengerti.

“seorang bidadari cantik yang membawa berkas itu kepadaku” sahut siwon dan kembali menyunggingkan seulas senyum di wajah tampan nya.

“kau pernah mengalami cinta pada pandangan pertama hyung?” sambung siwon masih tetap mempertahankan senyum menawannya “dan aku rasa… bidadari cantik itu jodoh ku” sambungnya lagi.

Donghae yang mendengar penuturan siwon yang sama sekali belum dapat ia cerna malah tampak terbengong keheranan,dan sedetik kemudian iapun menuntut siwon untuk memberikan penjelasan.

“maksudmu apa wonnie,coba ceritakan padaku dari awal…aku sungguh tak mengerti” tuntut donghae.

“hmmm…ceritanya panjang direktur lee…nanti saja aku jelaskan,dan sekarang ayo kita selesaikan semua pekerjaan, aku lelah ingin segera pulang” gumam siwon pada donghae.

Donghae malah berdecak kesal akan tingkah siwon dan sikapnya yang sangat aneh,dengan bercerita yang tak jelas dan setengah-setengah seperti itu.

“dasar pria aneh” gumam donghae. meskipun ia sangat penasaran dengan kelanjutan apa yang di maksud siwon tadi,tetapi juga ia tidak terlalu mau ambil pusing,hingga akhirnya ia memutuskan untukkembali menuju ruangannya.

***

Yoona keluar dari kamar mandi yang berada di dalam kamarnya dengan handuk putih yang melilit di tubuh rampingnya,lalu ia berjalan menuju lemari pakaiannya yang berada di sudut ruangan, iapun mengambil sebuah t-shirt berwarna putih dan celana jeans berwarna biru tuauntuk di kenakannya,tak lama iapun menghadap ke depan cermin,menyisir rambutnya hingga rapi lalu menggulungnya ke atas dan mengikatnya. Setelah itu iapun mengoleskan bedak secara tipis ke wajah mulusnya,dan sebagai sentuhan akhir ia memoleskan lipgloss berwarna pink ke bibir tipisnya. Penampilannya terlihat cantik dan sempurna walau hanya dengan dandanan sederhana seperti ini.

malam ini yoona akan pergi bersama eommanya mengunjungi butik langganannya untuk mencari gaun yang akan mereka kenakan di pesta pertunangan kakak laki-laki yoona satu-satunya yang bernama Im Seulong.

“sudah siap chagi?” tanya Ny.Im yang tak lain adalah eomma yoona saat yoona tengah menuruni tangga lantai atas rumahnya untuk menuju lantai bawah.

“ne,siap eomma” jawab yoona.

Lalu mereka pun segera berjalan menuju halaman rumah,tempat di mana sang sopir menunggu.

 

Sesampainya di butik,yoona dan eomma nya langsung sibuk memilih-milih gaun yang mereka inginkan. “yang ini bagaimana eomma?” tanya yoona menunjukan sebuah gaun berbahan satin dan berwarna soft pink kepada sang eomma sambil ia tempelkan pada tubuhnya.

“cukup cantik yoong,tapi eomma rasagaun itu kurang tepat untuk di pakai di pesta pertunangan kakakmu karena motif dan warnanya kurang formil dan terlalu sederhana” sahut sang eomma.

“begitukah?” tanya yoona,dan di tanggapi dengan anggukan kepala oleh sang eomma sebagai jawaban.

“baiklah..aku cari yang lain” sahut yoona,dan mereka pun kembali sibuk memilih-milih gaun yang tertata rapi di butik tersebut dengan di temani seorang pramuniaga.

 

“aku lelah Choi Sulli…. tak bisakah acara menemanimu belanja yang tak penting seperti ini di tunda besok saja?”

“aishh…tak bisa oppa,kau tahu kalau malam ini butik ini sedang meluncurkan gaun-gaun terbaik dari perancang ternama dengan harga yang cukup bersahabat? Kalau di tunda sampai besok,akan lain ceritanya…”

suara seorang namja dan yeoja terdengar di dalam butik yang sama dengan yoona,dari nada bicara yang mereka lontarkan, terdengar jika mereka sedang memperdebatkan sesuatu.

“ish…kau ini benar-benar” sahut sang namja lagi.

“yak oppa,kau tega sekali pada sepupumu yang cantik ini,aku kan jarang datang ke seoul seperti ini… dan tentu saja aku pun sangat jarang kan meminta mu mengantarku berbelanja seperti ini?” sahut sang yeoja tidak mau kalah.

“ya..terserah apa maumu..berbelanjalah sesuka hatimu,aku akan menunggu mu sambil duduk di sana saja” ujar sang namja lagi menunjuk sebuah bangku panjang di dalam butik yang memang di khususkan untuk pengunjung butik tersebut,

“dan kau jangan coba-coba memintaku untuk menemanimu berkeliling di butik ini,karena aku sangat lelah gara-gara kau yang tiba-tiba menyeretku untuk mengantarmu datang ke sini sepulang kerja tadi!”

Sambung sang namja lagi.

“baiklah oppa…kau duduk saja yang manis di sana,aku tidak akan lama! Dan kau..tidak lupa membawa kartu kredit kan oppa?,karena kartu kredit ku sedang di sita appa” sahut sang yeoja dengan wajah yang berbinar-binar dan berkata selembut mungkin pada sang namja seperti tengah merayunya,agar kemauannya di turuti.

“mwo? Jadi selain kau menjadikan ku sopir plus assistant pribadimu,kau juga mau merampokku?” sembur sang namja kepada yeoja berambut pendek agak ikal tersebut.

“hehehe…mian oppa,habis mau bagaimana lagi aku sedang benar-benar tidak membawa kartu kredit,dan oppa tidak mau kan kedatangan kita kesini menjadi sia-sia,hehe sudah ya oppa..aku mau berburu pakaian dulu!” celotehnya dan langsung berlalu menghambur ke dalam butik meninggalkan sang namja yang masih nampak terlihat kesal.

“aishhhhh anak itu…awas saja kalau sampai kartu kredit ku over limit gara-gara sifat shopaholic nya yang merugikan!” ujar sang namja menggerutu sendiri,lalu iapun bergegas duduk di sebuah bangku panjang yang sudah ia tunjuk tadi.

 

“eomma…aku ingin mencoba yang ini ya..” yoona menunjukan sebuah gaun malam berwarna peach yang bertali spagheti dan berdada agak rendah,dengan aksen renda di permukaankainnya yang terbuat dari bahan yang tipis dan agak sedikit licin seperti sutra kepada eommanya, gaun itu terlihat mewah dan elegant.

“ne,cobalah chagi…sepertinya gaun itu sangat cocok untuk pesta” sahut sang eomma.

“baiklah eomma,aku akan mencobanya dulu di kamar pas” jawab yoona kepada eomma nya.

“ne,eomma menunggu mu di bangku relaxing place yang di sudut sana itu ya,eomma sudah mulai pegal,nanti kau kesitu saja..jika gaun itu cocok untukmu barulah kita mencari lagi gaun untuk eomma” ujar Ny.Im kepada anak perempuan satu-satu nya itu.

“ne,eomma” sahut yoona dan berlalu menuju kamar pas yang berada di sudut ruangan butik,sementara sang eomma berjalan menuju tempat duduk yang telah ia katakan kepada yoona tadi.

 

Ny.Im duduk di sebuah bangku panjang yang berada di sudut butik dekat pintu masuk yang memang di khususkan untuk pengunjung sebagai tempat untuk menunggu atau sekedar melepas lelah,wanita paruh baya itu pun mulai memposisikan diri senyaman mungkin di bangku tersebut sambil menunggu sang putri yang sedang mencoba sebuah gaun di kamar pas.

Ia menoleh ke sebelahnya menatap seorang namja muda yang juga sedang berduduk santai di bangku tersebut sambil memainkan sebuah tab di tangannya.

Ny.Im merasa agak sedikit aneh karena hanya namja muda itu yang terlihat sebagai pengunjung pria satu-satu nya di butik ini.

Pria yang tengah asyik memainkan tab nya tersebut itupun menatap sekilas Ny.Im yang berada di sebelahnya,lalu ia pun tersenyum ramah dengan menunjukan dimple manis di kedua belah pipinya.

Ny.Im pun membalas senyuman pria muda tersebut “apa kau datang kesini sengaja untuk berbelanja anak muda?” tanya Ny.Im kepada namja muda yang berada di sebelahnya tersebut.

“nde? Ah..aku sedang mengantar adik perempuanku saja nyonya,itu dia!” sahut namja muda nan tampan tersebut sembari menunjuk kearah seorang yeoja muda yang tengah sibuk memilih-milih gaun.

Kalimat yang di lontarkannya sangat lembut dan terdengar ramah dan sangat sopan,senyum menawan tak lepas dari bibir tipisnya.

Mendengar tutur kata pria muda tersebut yang terdengar ramah dan sangat sopan,Ny.Im terlihat begitu terkesan kepada namja muda ini,karena menurutnya zaman sekarang jarang sekali anak muda yang menunjukan sisi hormatnya kepada orang yang lebih tua.

“ Wah…sungguh kau kakak yang sangat perhatian kepada adiknya” sahut Ny.Im.

Pria itupun kembali tersenyum “aku tidak punya pilihan lain nyonya,adikku itu sedikit cerewet” sahut pria muda tampan tersebut masih terdengar ramah dan ada nada guyonan di dalam kalimatnya.

Ny.Im ikut tertawa mendengarnya “justru itu,kau adalah kakak laki-laki yang sangat penyabar dan pengertian pada yeodongsaeng mu” ujar Ny.Im lagi.

Ny.Im terlihat kagum pada namja muda yang duduk di sampingnya ini,selain tutur katanya yang begitu ramah dan sopan,ternyata namja muda ini pun begitu perhatian dan terlihat sangat menyayangi adikperempuannya hingga rela menunggui nya yang tengah sibuk berbelanja.

Namun Ny.Im pun sedikit bingung,pria muda ini terlihat sangat tampan dan berkelas,mengapa ia malah mengantar adik perempuannya untuk berbelanja di butik ini,bukan istri atau kekasihnya seperti yang biasa di lakukan pria-pria mana pun jika mengantar seorang wanita yang sedang berbelanja atau merawat diri di salon,pastilah wanita tersebut adalah pasangannya. Pria muda ini betul-betul terlihat tampan dan berwibawa,sempurna dari ujung kaki hingga ujung rambutnya. Maka dari itu wanita paruh baya ini pun berfikir,bagaimana mungkin pria muda sesempurna ini belum memiliki pasangan. Dan di lihat dari tampilannya yang berkelas,tentulah pria muda ini adalah pria yang mapan.

“terlihat seperti itukah nyonya? Haha..aku rasa tidak” sahut namja muda berlesung pipi itu mencoba merendah atas pujian yang di berikan Ny.Im kepadanya. “dan sebenarnya dia bukan dongsaeng kandungku nyonya,tapi sepupuku” sambung siwon lagi.

“begitukah? Tapi kelihatannya kau menyayanginya seperti adik kandung”

Ny.Im tersenyum simpul,di dalam hatinya ia berpendapat bahwa namja muda ini sangat serasi jika di sandingkan dengan putrinya,hingga ia berandai-andai jika pendamping putrinya kelak akan serupa dengan namja muda yang berada di sampingnya tersebut.

Ny.Im yang mulai penasaran mencoba memberanikan diri bertanya kepada namja muda yang begitu ramah tersebut “anak muda mengapa kau datang kesini hanya mengantar adikmu?” ujar Ny.Im.

“maksud anda?” tanya sang pria muda sedikit heran masih dengan sisi keramahannya.

“anio..biasanya seorang pria muda datang ke tempat seperti ini pasti untuk mengantar istri atau kekasihnya,bukan yeodongsaeng nya” sahut Ny.Im blak-blakan masih dengan senyum ramah dan sisi kelembutan seorang ibu.

Namja muda nan tampan itu pun menjawab pertanyaan wanita paruh baya di sebelahnya masih dengan senyuman khas nya yang terlihat begitu ramah “mungkin jika sudah tiba waktunya nanti,akupun akan seperti mereka nyonya,tapi mungkin sekarang belum saatnya”

Jawab namja tersebut pada Ny.Im,dengan terus diiringi senyum ramah nan menawan yang tak pernah lepas dari bibirnya.

“jadi maksud mu kau belum memiliki istri atau yeoja chingu anak muda?” sahut Ny.Im sedikit tak percaya.“kurang lebih seperti itulah nyonya” jawab pria tampan tersebut.

Meskipun sebetulnya pertanyaan yang di lontarkan wanita paruh baya itu sedikit tidak etis,namun namja tampan itu tidak terlihat risih sama sekali,baginya pertanyaan yang di ajukan oleh siapapun kepada dirinya sebisa mungkin pasti ia jawab walau pertanyaan yang sangat privasi seperti itu,tapi tentunya masih dalam batas pertanyaan yang wajar dan tidak dalam kapasitas yang berlebihan.

Begitu pula dengan Ny.Im,sebetulnya iapun merasa tidak enak bertanya hal pribadi kepada anak muda yang duduk di sebelahnya tersebut,namun karena rasa penasarannya dan rasa terkesan pada anak muda tersebut,Ny.Im pun akhirnya bertanya seperti itu. Mungkin dirinya memiliki maksud,entahlah…..

“benarkah?!” sahut Ny.Im lagi,masih dengan tampang tidak percayanya tadi.

“emmm… anak muda mianhae jika pertanyaan ku kurang sopan,hanya saja aku memiliki seorang putri yang mungkin hanya berbeda beberapa tahun denganmu,dan hingga kini ia belum memiliki kekasih ,sebagai orang tua aku merasa khawatir kepadanya,dan hal itu pula yang pasti di rasakan oleh orang tuamu,jangan ambil hati perkataan ku anak muda,aku bertanya seperti itu hanya sebagai insting orang tua saja” sambung Ny.Im lagi,diri nya betul-betul merasa kurang enak.

“gwenchana nyonya… memang benar kata anda,eomma ku sama dengan anda yang pasti khawatir pada anaknya,bukankah setiap ibu pasti akan seperti itu?” jawab namja tersebut lembut,dan tidak tersinggung sama sekali atas pertanyaan yang di lontarkan oleh wanita paruh baya yang duduk di sebelahnya tersebut.

Ny.Im tersenyum lega dan mengangguk,ia benar-benar sangat terkesan pada anak muda yang betul-betul ramah ini.

“oia nyonya,apa anda berbelanja kesini sama denganku? Menunggui seseorang?” tanya pria muda itu pada Ny.Im.

“aku bersama putri ku yang ku bilang tadi,kami akan membeli gaun untuk pesta pertunangan putraku,dan sekarang putriku sedang mencoba gaun di kamar pas,karena aku sudah mulai tua dan cepat lelah,makanya aku memutuskan untuk beristirahat dahulu dan duduk di sini” jawab Ny.Im sedikit panjang lebar.

Pria itu hanya mengangguk dan tersenyum menanggapi jawaban dari Ny.Im.

Saat mereka terlarut dalam perbincangan,seorang yeoja muda berjalan ke arah Ny.Im dengan mata yang tengah sibuk tertuju pada gaun indah yang tengah ia coba,sambil sesekali tangannya menarik,mencubit-cubit kecil gaun tersebut di rasakan pas atau tidak di tubuh rampingnya,sehingga ia tidak terlalu memperhatikan wanita paruh baya yang akan ia hampiri tersebut.

“eomma,bagaimana dengan yang in…..” ucapan gadis cantik tersebut terpotong ketika menyadari bahwa sang eomma tidak duduk sendiri, melainkan bersama seseorang yang wajahnya sudah tak asing lagi bagi dirinya.

Mendengar ada suara yang tengah menghampiri Ny.Im yang sedang duduk di sebelahnya tersebut,Pria tampan itu pun menenggakan kepalanya ke arah suara, dan seketika matanya terpaku kepada sang pemilik suara yang tak lain tengah bermaksud meminta pendapat pada wanita paruh baya yang tengah duduk di sebelahnya itu.

 

Ia sungguh terpana dan sedikit tidak percaya

Bidadari cantik yang seharian ini memenuhi fikirannya,yang telah berhasil mencuri hatinya dalam waktu hitungan detik,yang sukses membuat jantungnya berdetak abnormal,kini terlihat tengah berdiri anggun di hadapannya,dengan memasang wajah kaget sama seperti dirinya,wanita cantik itu terlihat tengah mengenakan sebuah gaun berwarna peach yang indah,seolah-olah gaun tersebut itu di buat memang untuk gadis cantik tersebut.

Ya…namja tampan yang duduk dan sempat berbincang dengan Ny.Im ini adalah Choi Siwon, pria yang beberapa jam lalu terpaku dan hampir tak berdaya karena melihat keindahan fisik seorang Im Yoona,wanita yang tak lain kini kembali berada di hadapannya,dan ini adalah ke dua kalinya mereka di pertemukan secara tak sengaja dalam kurun waktu satu hari,setelah perkenalan singkat mereka di kantor IM ENTERPRISE milik appa yoona siang tadi.

 

“wah…gaun itu sangat indah sekali chagi…sangat pas dan cocok untukmu” komentar Ny.Im sebelum yoona menyelesaikan kalimatnya tadi.

Namun wanita paruh baya tersebut terlihat sangat terheran-heran melihat tingkah anaknya yang tiba-tiba terdiam layaknya patung,dan keherananya kian berlanjut saat menyadari bahwa sang putri terdiam menatap namja muda yang tadi sempat berbincang-bincang dengan dirinya,dan betapa kaget pula dirinya saat menyadari bahwa namja muda nan tampan tersebut itu pun melakukan hal yang sama dengan putrinya,sama-sama terdiam seperti patung dan mereka saling menatap satu sama lain.

Ny.Im betul-betul kebingungan dengan situasi yang tengah terjadi sekarang ini,ia betul-betul tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada putri dan pria muda yang berada di sampingnya tersebut,hingga akhirnya ia berdehem cukup keras dan hal itu sukses menyadarkan kedua anak muda yang sedari tadi sepertinya berada di dalam alam bawah sadar mereka.

“ekhemmmmmm!” dehem Ny.Im,yang terdengar cukup keras dan memekakan telinga.

Kedua insan itu seketika tersadar, dan adegan saling tatap menatap yang mereka berdua ciptakan tadi seketika terbuyarkan oleh deheman keras dari eomma sang yeoja yang awalnya merasa keheranan dengan tingkah kedua anak muda tersebut.

“a..app..apa kabar nona im?” siwon akhirnya membuka suara, dan akhirnya keduanya terlihat salah tingkah.

Yoona betul-betul bingung dan salah tingkah sama seperti siwon,sejujurnya pertanyaan yang siwon lontarkan terdengar sungguh konyol mengingat mereka baru bertemu dan berpisah kembali sore tadi,bagaimana bisa ia melontarkan sebuah pertanyaan yang bernada seolah-olah mereka sudah terpisah sangat lama dan akhirnya saling bertemu kembali,padahal belum genap dua puluh empat jam mereka saling mengenal satu sama lain.

Yoona hanya tersenyum kaku menanggapi pertanyaan basa-basi yang di lontarkan oleh siwon.

“jadi…kalian berdua saling mengenal?” tanya wanita paruh baya yang sepertinya sedari tadi teracuhkan tersebut.

Yoona menyadari ada suatu hal yang ia lupakan,dan astaga…. ia lupa bahwa kini ia tengah bersama eommanya,dan adegan terpaku yang ia lakukan tadi?? Ya tuhan….bukankah sedari tadi sang eomma memang berada dia antara dirinya dan siwon?

“e..eomma” sahut yoona,dan lagi-lagi ia melupakan suatu hal yang penting bahwa tadinya dirinya bermaksud menanyakan pendapat sang eomma pada gaun yang tengah ia coba saat ini. Namun apakah ia menjadi mendadak tuli tadi? Sehingga ia tidak mendengar respon dan komentar sang eomma.

“eomma… ini… ini tuan choi,emm maksudku choi siwon-ssi… dia rekan bisnis appa” ujar yoona akhirnya,berkata pada sang eomma.

“mianhae.. nyonya jadi yang anda maksud putri anda adalah nona im yoona?” tanya siwon juga pada akhirnya bertanya sekaligus berbicara pada Ny.Im.

Ny.Im menatap putrinya,lalu menatap siwon secara bergantian, wanita paruh baya itu menghembuskan nafas sejenak hingga akhirnya.. “aigoooooooo……kalian berdua memang saling mengenal?” tanya Ny.Im dengan senyum sumringah di wajahnya “putriku jadi kau mengenalnya di kantor appa mu? Sejak kapan?”sambungnya.

“tadi siang eomma” jawab yoona sedikit gugup.

“mwo? Tadi siang?! Tapi mengapa tadi kalian saling menatap seperti sepasang kekasih yang berpisah cukup lama dan bertemu kembali?” sambung Ny.Im sedikit kaget,hal itu sukses membuat siwon dan yoona semakin salah tingkah dan tak tahu harus berbuat apa, lalu Ny.Im pun kembali menghembuskan nafasnya dan beralih menatap siwon dengan di susul senyuman lembut.

“ne,anak muda,dia im yoona putriku yang ku ceritakan tadi,tak ku sangka kalian sudah saling mengenal,walaupun aku tak mengerti kalian baru kenal satu hari ini. Dan tadi yang yoona bilang bahwa kau rekan bisnis suamiku,apa itu benar? Kau dari perusahaan mana?” ujar Ny.Im pada siwon.

“ne,itu benar nyonya, aku dari HYUNDAI” jawab siwon,dengan masih diiiringi senyuman menawannya,sembari berusaha menetralkan kegugupannya.

“HYUNDAI..?” bisik Ny.Im

Ingin rasanya Ny.Im berkata pada putri dan namja muda tampan tersebut bahwa mereka berdua sangat cocok dan sangat sempurna bila menjadi pasangan,terlebih lagi bahwa Ny.Im mengetahui bahwa namja tersebut adalah rekan bisnis suaminya dan berasal dari HYUNDAI perusahaan besar nan tersohor di korea, jika putrinya dan pria muda itu berjodoh dan menikah, dapat di pastikan bahwa masa depan putri dan cucunya kelak akan terjamin.

Namun Ny.Im cepat-cepat menepis fikiran itu,menurutnya itu terlalu dini mengingat yoonwon baru saling mengenal.

“oppa… aku sudah selesai” seorang yeoja muda dengan tampang agak sedikit tomboy menghampiri ketiga orang yang tengah berbincang tersebut.

“wah..ini adik mu nak?” tanya Ny.Im pada siwon,lalu tersenyum ke arah sulli,nama yeoja yang memanggil siwon tersebut.

“ne,nyonya” jawab siwon

Sulli pun membalas senyuman Ny.Im,sebetulnya ia agak heran melihat oppanya yang terlihat berdiri dan berbincang dengan dua orang yang sama sekali tak ia kenal,namun ia berusaha bersikap sopan dan berfikir bahwa mungkin kedua orang tersebut adalah kenalan siwon.

“annyeong haseyo nyonya,naneun choi sulli imnida,sepupu dari siwon oppa” salam sulli kepada Ny.Im,lalu ia menatap kepada seorang yeoja muda yang berdiri tidak jauh dari kakak sepupunya itu “omona! Eonni… kau cantik sekali!” lalu sulli pun memberikan salam juga pada yoona,gadis yang tiba-tiba ia puji cantik itu.

“anyyeong haseyo eonni,apa eonni kekasih dari siwon oppa?” ceplos sulli tak tahu situasi, pertanyaan frontalnya itu kembali menghadirkan suasana salah tingkah yang tercipta di antara yoona dan siwon,tatkala celotehannya itu terus berlanjut

“wah..eonni dan siwon oppa betul-betul terlihat serasi,oppa dan eonni kapan kalian akan menikah? Wah..aku sudah tidak sabar..jika nanti eonni dan oppa ku menikah,dan eonni berhasil di hamili oleh oppaku,aku tidak dapat membayangkan sesempurna apa wajah anak kalian nanti! Eonni tahukan oppa ku ini sangat tampan? Dan eonni..sungguh kau teramat sangat cantik,perpaduan yang sempurna bukan untuk menghasilkan calon keponakanku yang luar biasa tampan atau cantik?” celoteh sulli dengan senyuman cerianya yang betul-betul tidak tahu situasi dan fakta yang sebenarnya tersebut.

Siwon sudah benar-benar mengeluarkan keringat dingin mendengar ocehan asal yang di lontarkan oleh adik sepupunya tersebut,ingin rasanya ia menjitak kepala gadis berambut pendek itu dan menariknya untuk segera pulang,karena telah membuat ia malu setengah mati di hadapan yoona dan eommanya.

Anak? Bagaimana sepupunya ini mengatakan bahwa dirinya dan yoona menghasilkan seorang anak? Tak tahukah ia bahwa itu adalah pernyataan yang sangat konyol dan memalukan? ‘arggghhhhh choi sulliiiiiii….awas kau!!’ teriak siwon dalam hati.

Sementara yoona sudah mengeluarkan semburat merah di wajah cantiknya,ia betul-betul tak berdaya dengan celotehan konyol gadis yang tiba-tiba menghampirinya tersebut. Sungguh ia bingung harus menjawab apa dan menjelaskan bagaimana kepada gadis ini,lidahnya terasa kelu untuk mengeluarkan serangkaian kata-kata,sehingga ia hanya bisa membalas sapaan dari gadis tersebut dengan senyuman kaku,dan pasrah mendengarkan ocehan frontal yang di tujukan kepada dirinya dan siwon tersebut.

Dan Ny.Im pun tak kalah bengong,namun ia malah terlihat menahan tawa mendengar celotehan yang begitu polos keluar dari mulut gadis bermarga choi tersebut,dan malah Ny.Im pun ikut terbawa imajinasi dalam celotehan sulli,membayangkan wajah cucu nya nanti hasil buatan yoona dan siwon (?) karena fisik putrinya dan siwon memang betul-betul sempurna dan serasi.

Siwon yang tidak ingin tingkah konyol sepupunya ini terus berlanjut segera mengambil tindakan.

“sulli-ahh.. bukankah kau harus membayar pakaian yang kau beli itu?” ujar siwon mencoba tegar dan bersabar dengan berkata selembut mungkin pada sully sembari menunjuk polly bag transparan yang di khususkan untuk menyimpan pakaian yang akan di beli untuk selanjutnya di bawa ke kasir dalam butik ini yang tengah di tenteng sulli.

Siwon menyimpan tabletnya di bangku yang ia duduki tadi,Lalu siwon pun mengeluarkan dompet dari saku celananya,dan mengeluarkan kartu kredit yang berada di dalamnya untuk selanjutnya di berikan pada sulli.

“ah..ne,gomawo oppa” dalam sekejap kartu kredit siwon pun telah berpindah tangan,berada dalam genggaman tangan sulli yang sedang tersenyum riang dan tanpa beban.

“baiklah nyonya,eonni aku ke kasir dulu annyeong” ujar sulli dengan wajah tanpa dosa dan senyum cerianya tak sadar bahwa celotehan polosnya tadi menimbulkan efek yang sangat luar biasa. lalu segera bergegas menuju kasir,berlalu dari hadapan mereka bertiga.

Suasana kembali menjadi semakin kaku meskipun sulli kini telah berlalu dari hadapan mereka,terutama bagi yoona dan siwon tentunya.

“mianhae…jeongmal mianhae…“ siwon membuka suara dengan wajah yang memerah karena malu,akibat ucapan asal adik sepupunya tadi.

“adik sepupu ku itu memang memiliki sifat yang aneh seperti itu,sekali lagi mianhae nona Im,Ny.Im,setelah ini aku pasti akan memberitahu kesalah fahaman yang ia lontarkan tadi” sambungnya lagi.

Ny.Im malah tergelak tawa mendengar penuturan kata siwon

“hahaha…adik sepupu mu itu betul-betul lucu dan polos nak” sahut Ny.Im masih terus meledakan tawanya “gwenchana…kau tidak perlu meminta maaf,tadi itu bukanlah masalah besar.bukan salah adikmu jika tiba-tiba dia berkata seperti itu,karena mungkin dia mengira putriku ini memang kekasihmu” sambung Ny.Im lagi.

Sementara yoona yang mendengar sahutan eomma nya seperti itu malah terlihat semakin membeku,ia bingung harus menanggapi permintaan maaf dari siwon seperti apa,karena sungguh hal itu membuatnya serba salah. Ingin rasanya ia melarikan diri mengakhiri suasana canggung dan aneh seperti ini.

Hingga tiba-tiba saat ia menunduk ia teringat gaun yang kini tengah ia kenakan, “omo! Eomma..aku harus mengganti pakaian ku lagi,dan bukankah eomma juga harus mencari gaun untuk eomma?” ujar yoona kepada eommanya,ia sedikit lega karena sekarang ia memiliki alasan yang sangat penting untuk segera berlalu dari hadapan siwon.

 

“oh..betul yoong” sahut Ny.Im “baiklah siwon-ssi aku dan putriku harus melanjutkan acara kami ini,dan..oia,karena kau dan perusahaanmu adalah relasi bisnis suamiku,jadi datanglah pada pesta pertunangan putraku minggu depan. mungkin jika besok-besok kau bertemu suamiku,ia akan secara resmi mengundang keluarga dan perusahaanmu untuk datang ke pesta pertunangan putraku tersebut” ujar Ny.Im kepada siwon dengan senyum lembutnya.

“ne nyonya, aku dan keluargaku pasti datang” jawab siwon tentunya dengan diiringi senyumannya yang teramat manis. Kembali ia menatap yoona,sementara yoona yang menyadari tatapan mata siwon kini tertuju kepadanya,kali ini pura-pura tidak melihat dan mengalihkan pandangannya kearah lain.

“baiklah kalau begitu,sampai jumpa lagi anyyeong” ujar Ny.Im kepada siwon,lalu hendak kembali masuk ke tengah butik.

“nde nyonya,annyeong” jawab siwon sembari membungkukan tubuhnya di hadapan Ny.Im,dan kembali menegakannya lagi.

Siwon terus melirik yoona berharap yoona mengatakan sesuatu padanya sebelum ia berlalu dari hadapannya,meskipun hanya sepatah atau dua patah kata,karena sedari tadi yang terus berinteraksi dengan siwon hanya eomma yoona.

“ba..iklah tuan choi,sampai berjumpa lagi” ujar yoona akhirnya.

“annyeong” sambungnya lagi lalu berbalik pergi mengikuti eommanya yang terlebih dulu berjalan ke dalam butik kembali,tanpa menunggu jawaban dari siwon,karena yoona sangat gugup, betul-betul gugup.

 

Siwon hanya tersenyum tipis,ia benar-benar mati kutu tadi. Dirinya benar-benar merasa kalau yoona mungkin adalah jodohnya,walaupun belum genap dua puluh empat jam ia mengenal yoona. Ia tidak menyangka dapat kembali bertemu dengan bidadari cantik itu yang tengah mengenakan sebuah gaun yang teramat sangat cocok dan begitu cantik di tubuh rampingnya yang akan ia kenakan di pesta pertunangan kakaknya.

Siwon tersenyum dalam hati,jadi ia orang pertama yang melihat yoona mengenakan gaun istimewanya itu,sebelum ia gunakan nanti di pesta pertunangan kakak laki-lakinya,dan di lihat oleh semua orang tentunya.

“yak oppa..mana eonni cantik dan eommanya tadi?” seorang gadis menghampiri siwon dengan menenteng sebuah paper bag berlogo nama butik yang tengah mereka kunjungi saat ini.

Siwon menoleh kepada suara yang memanggilnya itu dan segera memberikan sebuah tatapan mematikan ke arah gadis yang bernama choi sulli tersebut.

“op..op..oppa… mengapa kau menatap ku seram seperti itu?” tanya sulli dengan wajah tanpa dosanya.

“tenang saja oppa,aku hanya membeli sebuah gaun dan satu cardigan,tidak lebih oppa..aku tidak sampai membuat kartu kreditmu over limit,lagi pula barang yang ku beli mendapatkan special price seperti yang ku bilang sebelumnya tadi” ujar sulli lagi.

“ayo pulang…ada yang ingin ku bicarakan padamu!” sahut siwon sedikit ketus,iapun berlalu dari hadapan sulli dan berjalan keluar dari butik ternama tersebut.

“aissshhhh…ada apa dengannya? Apa ia bertengkar dengan kekasihnya tadi? Tapi..tadi kan kekasihnya sedang bersama eommanya? Lalu apa hubungannya denganku sehingga siwon oppa memberikan tatapan seperti ingin menghukum mati diriku?” Gerutu sulli pada dirinya sendiri, lalu iapun melangkahkan kakinya keluar dari butik itu dan mengikuti langkah siwon menuju mobilnya.

 

 

“mwo??! Ja..jadi… eonni cantik tadi bukan kekasihmu oppa?!” seru sulli tiba-tiba saat siwon mengatakan apa yang ingin di bicarakannya pada sulli tadi.

Siwon mengatakan yang sebenarnya kepada sulli dengan kekesalan dan rasa malu yang ia tahan saat di butik tadi.

“bukan hanya itu saja choi sulli,bahkan kami baru kenal tadi siang! Tapi kau malah mengatakan hal yang bukan-bukan tanpa mengetahui duduk permasalahannya terlebih dahulu!” ketus siwon pada adik sepupunya itu.

Sulli terdiam,ia merasa benar-benar mati kutu saat ini di depan oppanya. Ia sadar betul bahwa saat di butik tadi dengan percaya dirinya ia telah berkata suatu hal yang pasti sangat memalukan bagi dua orang yang baru saling mengenal,yang tak lain adalah siwon dan yoona.

Sulli mulai tertunduk “mianhae oppa..jeongmal mianhae,aku tidak tahu kalau kau dan eonni cantik tadi tidak memiliki hubungan apapun bahkan kalian baru saling mengenal” ujar sulli lagi dengan nada sedikit menyesal.

“makanya..jika kau ingin menyimpulkan sesuatu,berfikirlah dahulu! Sungguh kau membuatku malu choi sulli!” ketus siwon lagi,sambil terus fokus menyetir.

“ta..tapi..itu bukan salahku sepenuhnya oppa!” seru sulli tiba-tiba setelah ia menundukan kepalanya tadi.

“mwo?!” sahut siwon

“yak! Salah sendiri tadi kau menatap eonni tadi dengan tatapan penuh cinta layaknya tatapan seorang pria kepada kekasihnya!” lanjut sulli membela diri.

“dan kalian memang sangat terlihat serasi tadi,aku yakin kau memang menyukainya kan oppa?!“ goda sulli pada siwon sembari menahan tawanya.

Wajah siwon terlihat memerah “apa maksudmu choi sulli? Sungguh kau ini memang pandai berkelit dari kesalahanmu tadi! Aku sedang marah padamu,berhenti menggodaku!” ujar siwon lagi.

“aku sedang tidak berkelit dari kesalahanku oppa… yang ku katakan benarkan? Kau tertarik pada eonni cantik tadi?” ujar sulli dengan nada menggoda dan mengedipkan sebelah matanya ke arah siwon.

Kembali siwon menjadi gugup “gadis tengik berhenti menggodaku,atau ku pulangkan kau ke daegu malam ini juga!” ancam siwon pada sulli dengan nada sebalnya.

Sulli malah meledakan tawanya dan terus berusaha menggoda siwon.

***

hari ini siwon sedang berada di ruang meeting IM ENTP. Berkumpul dengan beberapa pejabat dari perusahaannya dan perusahaan IM ENTP. dan tentu saja dengan presdirnya yang tak lain adalah presdir Im juga presdir dari perusahaannya sendiri HYUNDAI yang tak lain adalah presdir Choi appa siwon,beliau telah kembali dari jepang tiga hari yang lalu. Dan pertemuan penting ini sudah di atur dan di persiapkan oleh siwon dari beberapa hari yang lalu,setelah seminggu yang lalu siwon mengadakan negosiasi bisnis dengan presdir Im.

 

Tepuk tangan riuh dari semua jajaran staff dan pejabat dari ke dua perusahaan yang ikut serta dalam acara meeting tersebut terdengar menggema di seluruh penjuru ruangan meeting yang sangat luas dan bernuansa klasik serta terkesan mewah itu setelah presdir dari masing-masing perusahaan ternama di korea tersebut berjabatan tangan mengesahkan kerjasama di antara mereka.

Senyum sumringah tidak lepas dari bibir siwon yang ikut mengadukan kedua telapak tangannya secara keras tersebut,ia sangat bangga bisa turut memajukan perusahaannya dengan mengadakan kerjasama dengan perusahaan IM ENTP.

“chukkae presdir..” ujar siwon pada appanya, ia memanggil appanya sebagai prsedir jika berada dikantor seperti ini, sebagai formalitas dan attitudde baik dalam sebuah lingkup kerja. “gomawo presdir Im” sambung siwon kepada presdir Im secara bergantian setelah ia mengucapkan selamat pada appanya tadi.

Walau bagaimanapun presdir choi sangat bangga kepada anaknya ini,karena ialah penjembatan dari kerjasama yang tengah terjalin antara perusahaan miliknya dan perusahaan IM ENTP. Saat ini.

“putramu adalah seorang direktur yang hebat dan sangat bertanggung jawab presdir choi” ujar tuan Im memuji siwon setelah para peserta meeting tadi membubarkan diri keluar dari ruangan meeting ini dan kembali pada pekerjaanya masing-masing.

Tuan choi tersenyum bangga “haha..mungkin begitu presdir Im,dan memang harus begitu karena ialah putraku satu-satunya,dan tentu saja pewris perusahaan ku satu-satunya” sahut tuan choi.

Siwon hanya tersenyum tipis mendengar dirinya di bicarakan dan di puji oleh orang tuanya dan presdir Im. “presdir choi,presdir Im kalian terlalu berlebihan” sahut siwon merendah dan tetap mempertahankan senyum menawannya itu.

Kedua lelaki paruh baya itu tertawa mendengar kerendahan diri siwon.

“oh ia..ku harap nanti malam kalian tidak ada acara,aku secara resmi mengundang anda presdir dan direktur choi sebagai tamu kehormatan dari HYUNDAI tentunya beserta keluarga,karena nanti malam putraku Im seulong akan bertunangan,seharusnya ia ikut serta dalam meeting tadi,namun ia sedang menyiapkan segala sesuatu untuk pertunangannya nanti malam” ujar presdir Im di tengah perbincangannya dengan tuan choi dan siwon.

“gomawo untuk undangannya presdir,tentu nanti malam kami pasti akan datang” jawab tuan choi sambil tersenyum. Siwon pun mengangguk sambil tersenyum mengamini apa yang appanya katakan,tentu saja tanpa di undang secara resmi seperti itupun dirinya pasti akan datang,karena ia memiliki maksud tertentu.

Ya…setelah seminggu yang lalu ia bertemu dengan seorang gadis cantik di kantor ini,dan melewati moment yang singkat ketika tak sengaja mobil gadis itu mogok hingga berujung dirinya mengantar gadis itu hingga ke kampusnya,dan terakhir kejadian tak terduga saat ia megantar adik sepupunya ke sebuah butik,ia di pertemukan kembali dengan gadis cantik tersebut sedang bersama eommanya,yang waktu itupun memberitahukan perihal undangan pesta pertunangan putra presdir Im ini.

Kini siwon merindukan gadis itu yang tak lain adalah putri dari seorang presdir yang tengah berbincang dengan appanya kini,sudah satu minggu sejak awal pertemuan mereka satu hari penuh itu siwon belum juga melakukan apa-apa untuk mulai mendekatinya,karena siwon di sibukan dan fokus pada perencanaan dan berbagai persiapan meeting penting yang baru saja terlaksana dan selesai hari ini. Namun jangan salah di sela-sela kesibukan nya melakukan persiapan meeting dalam kurun waktu seminggu itu,diam-diam siwon mengetahui semua kegiatan yoona dan selalu memperhatikannya. Saat istirahat makan siang di kantornya,siwon selalu menyempatkan diri mengunjungi kampus yoona secara diam-diam,beruntunglah siwon karena kampus yoona jaraknya tidak terlalu jauh dari kantornya. Ia sampai sangat hafal jadwal kunjungan yoona pada dosen-dosennya untuk meng-acc bahan sidang skripsinya. Siwon hanya sebatas berani memandangi yoona dari jauh,ia belum berani mendekat apalagi bertegur sapa kembali dengan yoona.

Walaupun hanya dapat memandangi dari jarak yang tidak terlalu dekat,namun siwon sangat menikmatinya. Wajah gadis itu selalu sukses membuat hatinya berdesir indah dan berdebar kencang.

Apalagi siwon sangat tahu bahwa gadis itu belum memiliki kekasih,walaupun ia hanya mendengar dari mulut eomma yoona. Namun itu adalah suatu celah dan kesempatan besar untuk siwon,kini tekadnya sangat kuat, malam ini ia harus bisa mendekati gadis cantik itu..memang terlalu aneh dan cepat bila itu di sebut cinta,walau bagaimanapun cinta kilat siwon kepada yoona belum tentu dapat yoona terima dengan cepat. Siwon akan mendekatinya secara perlahan,ia tak mau bila terlalu dini perasaan itu di tunjukan kepada gadis pujaannya itu,justru akan membuat yoona berbalik menjauhinya. #ilfil maksudnya

 

Yoona POV

Hari ini aku tidak ada jadwal untuk bertemu dosen di kampus,baguslah jadi siang ini aku bisa beristirahat..karena nanti malam adalah pesta pertunangan kakak laki-lakiku satu-satunya Im seulong oppa,di sebuah hotel bintang lima di pusat kota. Ya..akhirnya kakaku itu sebentar lagi akan segera menikah,dan hari ini ia akan bertunangan dengan kekasihnya yang bernama Sandara park,mereka sudah berhubungan hampir empat tahun lamanya,oppaku dan dara eonni memang teman satu kampus dulu,setahuku awalnya mereka bersahabat dan tak tahu bagimana ceritanya mereka bisa menjadi sepasang kekasih.

Sungguh aku kagum dengan hubungan mereka,sudah hampir empat tahun lamanya mereka menjalin cinta,dan jarang sekali aku mendengar atau mengetahui mereka bertengkar. Mungkin mereka memang dapat mengatasi masalah sebesar apapun dengan saling memahami dan saling pengertian,hingga hubungan mereka dapat langgeng hingga sekarang ini.

Sungguh berbeda dengan kisah cinta yang pernah aku jalani dulu,dimana ketika aku dapat merasakan kebahagiaan dengan menjalin hubungan dengan orang yang aku cintai bernama Lee minho,namun belum genap satu tahun hubungan kami,ia meninggalkanku begitu saja saat ia berniat mengikuti orang tuanya dan melanjutkan studynya di paris,prancis. Sungguh lucu,aku yang tadinya rela untuk melakukan long distance atau hubungan jarak jauh dengannya,harus mendapatkan rasa sakit dari penolakannya. Ia mengatakan jika ia tidak bisa,dan tidak menutup kemungkinan jika ia berada di sana nanti dapat mengkhianati cintaku jika bertemu dengan wanita lain. Sungguh aku tak mengerti dan semenjak saat itu aku benci kepadanya. Aku berjanji kepada diriku untuk tidak menjadi gadis lemah setelah ia meninggalkanku,aku bersyukur dan menyadari bahwa mungkin ia bukanlah type pria setia,dan ia sama sekali tidak pantas untuk aku tangisi.

Aku memulai membuka lembaran baru dalam hidupku,dan aku sangat bersyukur, aku bukanlah type gadis yang terus berlarut-larut dan terpuruk dalam bayang-bayang masa lalu,aku terus mencoba membuka hatiku kembali meskipun banyak namja di kampusku yang dekat dengan ku dan tak sedikit yang menunjukan perhatian dan rasa tertariknya secara terang-terangan kepadaku,namun aku tidak pernah menganggap mereka lebih dari sekedar teman. Dan perasaanku pun datar-datar saja jika di dekat mereka.

Hingga tiba-tiba perasaan yang datar itu berubah menjadi debaran yang aneh di hatiku,saat satu minggu yang lalu aku di minta appa mengantar berkas pentingnya yang tertinggal di rumah,perasaan datar di hatiku ini tiba-tiba saja berubah seketika saat mataku bertemu dengan sepasang mata indah seorang namja tampan yang tak lain adalah rekan bisnis appaku. Aku tidak mengerti,perasaan aneh apa yang tengah menyeruak di dalam hatiku saat itu. Hingga kami sampai bertemu kembali sebanyak dua kali di hari yang sama,dalam situasi yang tak terduga. dan tentu saja moment-moment kebersamaan kami dalam satu hari itu berhasil membuat hatiku berdegup kencang dan berdebar tak menentu,hingga pertemuan terakhir kami yang terasa begitu canggung di tambah lagi dengan celotehan adik sepupunya yang ketika itu tiba-tiba menghampiri ku dan mengira bahwa aku kekasihnya. Sejujurnya itu sangat lucu,namun entah mengapa pada saat itu lidah ku terasa kaku dan tak bisa mengeluarkan sepatah katapun karena aku terlalu gugup,ya..aku sangat gugup berada di hadapan namja yang ku panggil tuan choi itu,hingga waktu itu aku dapat segera menghindar dan berlalu dari hadapannya.

Namu malam ini aku sangat berharap ia benar-benar datang di acara pertunangan oppaku,aku sangat,sangat berharap. apalagi saat aku mendengarkan cerita eomma ku tentang apa saja yang ia bicarakan dengan tuan choi saat di butik waktu itu,dan hatiku pun terasa berteriak senang saat eomma mengatakan bahwa dirinyan ternyata masih lajang dan tidak memiliki kekasih. Sejujurnya aku tidak mengerti dengan perasaanku ini,namun sekali lagi aku berharap dapat bertemu kembali dengannya malam ini. ‘mungkin aku merindukan wajah tampannya’ bisikku dalam hati.

***

Alunan nada musik klasik nan merduterdengar mengalun indah di sebuah ballroom hotel mewah nan megah yang terletak di pusat kota seoul. di tempat utama ballroom megah tersebut,terlihat sepasang namja dan yeoja tengah bersanding dengan bahagianya. Mereka berdua duduk di sepasang kursi yang diletakan bak kursi raja dan ratu,seperti layaknya pelaminan pada umumnya dengan warna emas sebagai backgroundnya,menambah kesan mewah pada dekorasi tempat yang tengah di tempati pasangan yang bertunangan tersebut. Senyum kebahagiaan tidak pernah lepas dari bibir mereka,tatkala semakin banyaknya tamu undangan yang terus berdatangan memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua.

Tak jauh dari tempat pasangan yang tengah berbahagia tersebut,terlihat seorang gadis cantik yang tengah mengenakan gaun mewah berwarna peach terlihat sedikit gusar dan terus memerhatikan tamu-tamu yang berdatangan dari pintu masuk,ia terus menengok dan menengok,meskipun beberapa sahabat dan teman kampusnya yang ia undang sebagian besar sudah hadir,tetapi tetap saja mereka bukanlah orang yang ia tunggu.

Dari tempat yang ia duduki kini,beberapa sahabatnya yang kini satu tempat bersamanya terlihat nampak kebingungan dengan tingkahnya yang terlihat sedikit aneh.

“yoong ada apa denganmu?” tanya sooyoung sahabat sekaligus teman sekampus yoona namun berbeda jurusan,yang duduk tepat di sebelah yoona bersama kekasihnya yang bernama kim yoongwoon,atau lebih akrab di sapa kangin,yang juga satu kampus dengan yoona.

“mungkin dia sedang menunggu kekasihnya chagi” sahut kangin asal.

Teman-teman yoona yang juga satu tempat duduk dengan mereka terdengar kaget,dan membulatkan mata masing-masing.

“mwo? Jadi kau sudah memiliki kekasih yoong… kenapa kau tidak jujur pada kami dari awal? Aishhh,,, kau ini hanya pemberi harapan palsu padaku yoong!” seloroh kyuhyun yang juga teman dekat yoona di kampus,dan dirinya merupakan salah satu fanboy yoona di kampusnya.

“heh evil.. bukan hanya kau yang patah hati,hatiku juga sangat hancur berkeping-keping!” sahut eunhyuk yang tentunya sahabat yoona juga, memasang wajah sedih yang di buat-buat. Setelah itu sebuah jitakan mendarat mulus di atas kepalanya,yang di hadiahi oleh kekasih eunhyuk yang bernama hyoyeonyang kini tengah duduk bersama mereka dan tepat duduk di samping eunhyuk. “awww…appoyo chagi” ujar eunhyuk meringis kesakitan sambil mengelus-elus kepalanya yang terkena jitakan hyoyeon.

“coba saja mata mu itu terus jelalatan,bukan hanya jitakan yang akan ku berikan tapi..”

“sebuah ciuman kan chagi” potong eunhyuk sebelum hyoyeon selesai dengan kata-katanya. Dan pletakkk….. satu kali lagi hyoyeon mendaratkan punggung jari manisnya secara kasar di atas kepala eunhyuk “dasar yadong!” teriak hyoyeon,dan di sambut tawa oleh yoona dan teman-temannya.

Yoona terus ikut tertawa,hingga ia menyadari bahwa tadi ialah si korban pembicaraan teman-temannya tersebut. “aishhh….kalian tidak tahu apa-apa kenapa tiba-tiba menuduhku memiliki namjachingu?” ujar yoona lalu mempoutkan bibirnya sedikit kesal. Dan teman-temannya pun mulai meredakan tawanya.

“jadi maksudmu kau belum memiliki namjachingu yoong?” seketika wajah kyuhyun berbinar-binar mendengar ucapan yoona.

“ish..kyu..bukankah kau tengah mendekati adik kelas kita yang bernama seohyun itu? Kenapa kau masih terus berusaha mendekati yoona?” tanya sooyoung pada kyuhyun dan di sambut anggukan oleh yoona dan teman-temannya,lalu mereka serempak menatap ke arah kyuhyun.

Kyuhyun pun menggaruk tengkuknya yang tak gatal “emmm… itu…aku hanya menjadikannya cadangan saja,jika yoona benar-benar tak dapat melabuhkan hatinya padaku” sahut kyuhyun,yang langsung mendapat sorakan dari teman-temannya. Yoona pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya,lalu merekapun kembali tertawa.

“dasar evil…mana bisa begitu! Sahut mereka hampir serempak”

“kyu..kau itu sahabatku,dan selamanya akan tetap seperti itu. Kau memang terlihat lebih cocok dengan seohyun” ujar yoona lalu kembali tertawa, dan kyuhyun pun hanya memanyunkan bibirnya.

“oia yoong..kemana sunny? Apakah dia tidak datang?”  Tanya hyoyeon pada yoona karena sedari tadi ia belum melihat kedatangan sunny sahabat mereka.

“umm..dia tidak bisa datang hyo,katanya hari ini ada acara dengan keluarga sungmin oppa” sahut yoona. Hyoyeon pun hanya membulatkan bibirnya sebagai tanda mengerti.

 

Yoona tetap mengedarkan pandangannya sambil mengaduk-aduk jus yang menjadi hidangan minuman di acara pertunangan kakaknya tersebut,sambil terus berbaur dengan candaan dan gelak tawa teman-temannya tersebut. Dia terus menengok ke arah pintu masuk secara diam-diam,ia tidak mau hal itu akan di sadari oleh teman-temannya yang pasti akan langsung menggodanya.

Yoona melihat kedua orang tuanya yang duduk tidak jauh dari tempat kakaknya dan tunangannya menyambut para tamu, ada sebuah hal yang terbersit dalam fikirannya. Lalu iapun memohon izin sebentar kepada teman-temannya untuk menghampiri ke dua orang tuanya.

Yoona berjalan menghampiri kedua orang tuanya,lalu tak lama iapun duduk tepat di samping appanya.

“ada apa chagi?” sambut sang appa ketika putri cantiknya itu tiba-tiba duduk di sampingnya,sementara sang eomma tengah terlihat asyik mengobrol dengan salah seorang tamu.

Yoona sedikit ragu,ia bingung mau merangkai kata seperti apa untuk di jadikan pertanyaan kepada appanya. Sejujurnya ia malu,dan itu pasti akan menjadi pertanyaan besar bagi appanya.

“ummm…. appa… apakah appa…..mengundang tamu dari HYU..N..DAI?” tanya yoona memberanikan diri dengan kata-kata yang begitu terdengar ragu dan terbata-bata.

“Tentu saja chagi” jawab sang appa santai. yoona pun menghela nafas lega,ia bersyukur sang appa menganggap pertanyaan yang ia tanyakan itu sebagai pertanyaan biasa tanpa ada kecurigaan sedikitpun dari appanya.

“nah itu mereka..” ujar sang appa pada yoona,menunjuk dengan tolehan kepalanya beberapa orang yang tengah memberikan selamat kepada kakak yoona Im seulong dan tunangannya. tuan Im pun langsung berdiri dan bersiap menyambut tamu kehormatannya itu.

Yoona terkesiap seketika saat melihat dua orang pria dan wanita paruh baya yang tengah menyalami kakaknya dan tunangannya dan akan segera menghampiri kedua orang tuanya yang kini tepat tengah berada di sampingnya. Bukan kedua orang paruh baya yang yoona yakini sebagai tamu istimewa dari HYUNDAI tersebut yang membuat ia terkesiap, namun tepatnya di belakang mereka.

Seorang pria muda nan tampan bertubuh tinggi dan atletis dengan mengenakan balutan busana andalan khasnya yakni sebuah kemeja yang dilapisi tuxedo hitam yang terlihat begitu cocok di tubuh sempurnanya,tengah berjalan dengan gagahnya mengiringi langkah kedua orang tuanya untuk memenuhi undangan rekan bisnis mereka tersebut. Senyum manis dengan diiringi dimple yang luar biasa menawan tak lepas dari bibir tipisnya ketika ia menyalami dan berbincang hangat dengan kakak yoona yang bernama Im seulong selaku bintang utama dalam acara itu.

Yoona betul-betul gugup sekarang,apalagi ketika melihat pria itu selesai bertegur sapa dengan kakaknya dan tunangannya,lalu mengikuti langkah kedua orang tuanya untuk segera menghampiri kedua orang tua yoona.

“wah…presdir Choi selamat datang! Gomawo telah hadir” sambut tuan Im ketika tuan dan nyonya Choi tengah berjalan menghampirinya.

“cheonma..chukae atas pertunangan putra anda presdir Im,gomawo atas undangannya”

Appanya dan appa siwon tengah bertegur sapa dengan akrabnya,sementara eomma yoona terlihat begitu antusias menyambut kedatangan dua tamu kehormatan tersebut,lalu segera bertegur sapa pula dengan nyonya choi yang tak lain adalah eomma siwon. Mereka terus terlarut dalam perbincangan hangat dengan gelak tawa khas keakraban para pebisnis.

Sementara di belakang mereka masing-masing, putra dan putrinya terlihat bingung harus berbuat apa.

Kini mata yoona dan siwon kembali bertemu,siwon melemparkan senyuman mautnya kearah yoona,dan yoona membalas senyuman siwon dengan senyumannya yang teramat manis,sambil sesekali ia menunduk karena malu. Hati keduanya kembali berdebar kencang, tatkala melihat senyuman mematikan dari masing-masing diri mereka yang baru saling mengenal dan saling merindukan tersebut. ingin rasanya mereka saling menghampiri,namun rasanya kurang tepat karena di tengah-tengah mereka terdapat empat orang paruh baya yang kini tengah berbaur dan bercengkrama dengan akrabnya,yang tak lain adalah orang tua mereka masing-masing.

“siwon-ahh…” panggil tuan choi pada putranya.

Siwon pun segera memalingkan pandangannya dari arah yoona dan menghampiri orang tuanya.

“wah… siwon-ssi,kita bertemu kembali” ujar nyonya Im saat siwon menghampiri mereka.

“putra kalian ini sungguh luar biasa,ialah yang waktu itu bernegosiasi bisnis denganku” ujar tuan Im lagi-lagi memuji siwon. Dan di sambut tawa bahagia oleh kedua orang tuanya. “nyonya Im,anda pernah bertemu dengan putraku sebelumnya?” tanya nyonya Choi yang tak lain adalah eomma siwon pada nyonya Im.

“nde nyonya choi,kami bertemu di butik minggu lalu saat aku sedang bersama putriku” sahut nyonya Im dengan nada sumringahnya. Nyonya Im pun menoleh ke arah kirinya,dan melihat putri cantiknya itu tengah berdiri memandang mereka semua. “omo yoong… ayo kesini!” panggil nyonya Im,dan seketika mereka yang sedang berkumpul itu pun menoleh pada yoona,tak terkecuali siwon yang sedari tadi sudah menyadari keberadaan yoona.

“jadi ini putri kalian?” tanya nyonya Choi saat yoona berjalan menghampiri mereka. Tuan dan nyonya Im pun hanya mengangguk sembari tersenyum menanggapi pertanyaan nyonya Choi yang matanya tertuju pada yoona. “astaga…kau cantik sekali nak” sambungnya.

“siwon-ahh..ayo kesini,ini putri dari keluarga Im” ujar nyonya Choi pada siwon,bermaksud untuk mengenalkan yoona pada siwon.

“aigoo.. nyonya Choi,kau tidak perlu repot-repot memperkenalkan mereka. mereka sudah saling mengenal”  bisik nyonya Im kepada nyonya Choi. “jinjjayo?” jawab nyonya choi dengan wajah sedikit berbinar. Siwon dan yoona yang sebenarnya mendengar perkataan orang tua mereka pura-pura tidak mendengarnya dan saling tersenyum kaku. Dan terdengarlah celotehan nyonya Im menceritakan pertemuannya dengan siwon di butik waktu itu. “aigooo….mereka terlihat serasi sekali”,tedengar bisikan nyonya choi pada nyonya Im dengan nada yang antusias dalam penekananya, karena suara bisikan itu hanya dapat terdengar oleh nyonya Im,yoona dan siwon pun tidak dapat mendengarnya. Lalu kedua wanita paruh baya tersebut itu pun kembali heboh berbincang.

“oia chagi..bukankah kau sudah bertemu dengan direktur Choi ini? Dan appa mengenalkan kalian di kantor waktu itu?” tanya tuan Im pada yoona dan memandang siwon sekilas sembari tersenyum ke arah dua anak muda itu. “begitukah?” tanggap tuan choi,dan kedua orang tua itu langsung larut kembali dalam perbincangan mereka.

Siwon dan yoona sudah benar-benar gerah dengan perbincangan aneh di antara para orang tua ini.kedua orang tua masing-masing dari mereka terlihat asyik dengan perbincangannya,dan tak lama mereka pun menunjuk ke arah pintu masuk, berseru menyambut rekan bisnis lain yang juga datang,dan ke dua pasang orang tua itu segera menghampirinya dan kembali berbaur dengan gelakan yang tedengar antusias sehingga tidak terlalu mempedulikan yoona dan siwon.

Siwon yang merasa ini peluang,segera berjalan mendekat ke arah yoona. Yoona yang menyadari siwon tengah berjalan ke arahnya mulai gugup sekaligus senang,jantungnya mulai berdetak kencang. Walau bagaimanapun yoona memang berharap dapat kembali dekat dengan siwon.

Namun baru beberapa langkah,tiba-tiba ponsel yang berada di saku celana siwon berdering cukup nyaring. Dengan segera siwon pun mengambil ponselnya tersebut,siwon yang menyadari bahwa yoona tengah menunggu dirinya untuk menghampirinya,menunjukan layar ponselnya ke arah yoona dari jauh,memberikan kode bahwa ia harus mengangkat panggilan tersebut dahulu,dan menyuruh yoona untuk menunggu sebentar. Yoona pun hanya mengangguk sambil tersenyum kaku,namun setelah siwon berjalan keluar untuk menerima panggilan ponselnya tersebut,tiba-tiba yoona teringat akan teman-temannya dan berniat kembali ketempat duduknya tadi. Iapun segera berbalik,namun tiba-tiba… bukhhhhh…..! ia menabrak seorang pelayan wanita yang tengah membawa minuman di atas nampan,untung tabrakan itu tidak terlalu keras dan tidak melukai yoona. Namun sialnya ada dua gelas minuman yang tumpah dan mengenai gaun yang tengah yoona kenakan tepat di bagian dada, cairan minuman itu membasahi gaunnya sehingga membuat gaun yoona terlihat tembus pandang pada bagian dadanya,sehingga mau tidak mau bagian tubuhnya itu sedikit terekspos. “mianhae nona,jeongmal mianhae” pelayan tersebut meminta maaf pada yoona sambil berusaha membantu yoona membersihkan gaunnya dengan lap bersih yang ia bawa. “gwenchana..aku juga bersalah tidak melihatmu” sahut yoona. Walau bagaimanapun ia juga menyadari bahwa itu bukan kesalahan sang pelayan sepenuhnya. Yoona pun mengurungkan niatnya untuk kembali bergabung dengan teman-temannya dan segera bergegas menuju toilet. Sesampainya di toilet,ia mulai mencoba membersihkan noda dari minuman tersebut yang menempel di gaunnya,namun semakin ia coba bersihkan bagian gaun tersebut dengan air,semakin terlihat menerawang pula bahan dari gaun tersebut sehingga yoona mulai jengah. Ia menimbang-nimbang apakah ia pulang dulu dan mengganti pakaiannya atau tidak,namun ia berfikir kembali bahwa letak hotel ini cukup jauh dari rumahnya,dan hal itu hanya akan membuang-buang waktu saja dan kemungkinan saat ia kembali,acaranya pasti sudah berakhir. “aisshhh…eotokhaee?” rutuknya. Iapun memutuskan untuk berjalan keluar dari ballroom mencari udara segar dan tempat yang setidaknya tidak terlalu ramai mengingat keadaan pakaiannya saat ini,sambil menunggu bagian gaunnya yang basah tersebut mengering.

Yoona melangkahkan kakinya keluar sambil terus mencoba mengeringkan gaunnya dengan mengipas-ngipaskan tangannya. Ia tidak terlalu memperhatikan keadaan sekitar,hingga sampailah ia di sebuah taman kecil di bagian halaman hotel,di sisi taman tersebut terdapat sebuah air mancur yang indah. Yoona yang sibuk dengan bagian gaunnya tersebut tidak menyadari bahwa ternyata ada seseorang juga yang tengah berada di taman kecil tersebut. Orang itu baru saja menutup pembicaraannya dengan seseorang melalui ponselnya,ia terlihat tengah bersandar pada sisi kolam air mancur kecil tersebut,lalu orang itupun sedikit kaget ketika melihat ada seorang gadis tengah berjalan ke arahnya,seorang gadis yang tentu wajahnya sudah tidak asing bagi dirinya. melihat gadis itu sedang sibuk melakukan sesuatu,iapun memperhatikan kegiatan apa yang sedang gadis itu lakukan, hingga tiba-tiba ia meneguk salivanya kuat-kuat.

Yoona berhenti melangkah,ia menyadari kini dirinya sudah berada di suatu tempat di luar ballroom hotel. Dan seketika matanya membulat menyadari bahwaseorang Choi siwon kini tengah berada di hadapannya,yoona mengikuti arah pandang mata siwon yang kini tertuju pada bagian gaunnya yang sibuk ia bersihkan sedari tadi. ’dan……owch..! bagian itu kan tepat pada bagian?’ yoona pun langsung mencengkram kuat-kuat bagian gaunnya tersebut. ‘omo!? Apa dia melihatnya??’ rutuk yoona dalam hati. Siwon yang menyadari tingkah yoona segera mengalihkan pandangannya. Lagi-lagi siwon pun terlihat sangat gugup dan salah tingkah.  Akhirnya Dengan mengumpulkan keberaniannya,yoona pun menghampiri siwon dan ikut bersandar di samping siwon pada tepian kolam air mancur tersebut. Jantung siwon kembali berdegup kencang,selalu seperti ini jikaia berada di dekat yoona.

Terjadi keheningan sesaat. “kau sengaja kesini mencariku nona Im?” ujar siwon akhirnya memecah keheningan dengan nada yang sedikit menggoda yoona dan ada candaan di dalamnya. “aishhhh… siapa yang mencarimu tuan Choi?” jawab yoona,dalam hati yoona pun merasakan hal yang sama dengan siwon,jantungnya berdegup kencang jika berada di samping namja tampan itu. Tangannya tetap menggenggam kuat bagian dada pada gaunnya tersebut. Siwon menyadari itu “umm..sepertinya kau sedang ada masalah nona” sungguh siwon sangat tahu masalah yoona sekarang,namun ia merasa sangat tidak pantas untuk melakukan hal apapun untuk membantu yoona,karena menurutnya itu sangat privasi bagi wanita. Namun bodohnya siwon malah menyangkut hal tersebut sebagai topik pembicaraan. ‘aisshhh bodoh kau Choi siwon’ rutuk siwon dalam hati. Yoona menggigit bibir bawahnya,lalu menghembuskan nafasnya kasar ‘benarkah tadi ia melihatnya? Sehingga tau masalah apa yang aku hadapi kini’ batin yoona,namun ia berusaha untuk tidak panik “bukan urusanmu tuan Choi!” Sahutnya sedikit ketus. Siwon tertawa mendengar jawaban yoona,lalu iapun melepas tuxedo hitam yang tengah ia kenakan dan segera menyampirkannya ke bahu yeoja cantik yang berada di sampingnya ini. Yoona terkesiap saat merasakan sebuah tuxedo beraroma khas wangi tubuh namja tampan di sebelahnya yang kini tersampir di kedua bahunya yang terbuka. “udara malam seperti ini sangat dingin dan tidak baik untuk kesehatan,apa kau tidak merasa kedinginan?aku saja yang memakai pakaian tertutup sungguh sangat merasa kedinginan! Bagaimana denganmu yang hanya mengenakan selembar gaun tipis dan terbuka seperti itu” ujar siwon sebelum yoona mengeluarkan kata-katanya saat kedua lengan kekar namja berlesung pipi itu menyampirkan tuxedonya di kedua bahu mulus milik yoona. Entah mengapa Yoona jadi terdiam. “umm..cengkram bagian depan tuxedo ku saja untuk menutupi bagian depan gaunmu,mianhae…aku tak bermaksud..”

“gomawo” potong yoona sebelum siwon melanjutkan kata-katanya,iapun menoleh tepat ke hadapan wajah siwon saat mengucapkan kata terima kasih itu. Lagi-lagi kedua mata indah mereka bertemu. suasana kembali menjadi hening, hanya terdengar sayup-sayup suara musik dan keramaian dari dalam ballroom hotel tempat acara pertunangan kakak yoona di gelar dan suara gemericikan air mancur yang kini berada tepat di belakang mereka.

Yoona menatap kedua mata siwon dalam,begitu pula siwon yang begitu memandang lekat tepat pada manik mata indah yoona. Mereka terus memandang dan saling memandang.. hingga tiba-tiba siwon mendekatkan wajahnya ke arah yoona,ia memiringkan kepalanya,menuntun bibir tipisnya untuk bertemu dengan bibir mungil nan menggoda milik yoona. Entah karena terbawa suasana yang begitu sunyi dan romantis,tiba-tiba saja yoona memejamkan kedua bola mata indahnya,memahami apa yang akan siwon lakukan kepada dirinya. Dan.. cuppp! akhirnya kedua bibir tipis mereka berhasil menyatu,siwon terus memperdalam ciumannya,menanti yoona untuk membalas dan menyambut sentuhan bibirnya pada yeoja cantik itu. Dan yoona pun menyadarinya,hingga akhirnya ia membalas ciuman siwon,perlahan ia membuka belahan bibirnya untuk menyambut lidah siwon memasuki area rongga mulutnya. perlahan tapi pasti,lidah mereka saling bertaut di dalam mulut yoona,dan tanpa sadar kedua tangan yoona pun mengalung indah di leher jenjang milik siwon. Siwon pun mengeratkan kedua lengan kekarnya pada pinggang ramping yoona,membunuh jarak di antara mereka. Mereka sama-sama terbuai pada penyatuan bibir yang memabukan itu. Cukup lama mereka dalam posisi seperti itu,hingga tiba-tiba yoona merasa kehabisan nafas dan dengan segera ia mendorong tubuh siwon menjauh darinya.

Dengan terpaksa siwon pun melepas tautan bibir mereka dan mundur beberapa langkah menjauhi yoona dengan wajah yang terlihat kecewa dan nafas yang terengah-engah.

Deruan nafas yoona begitu tersengal-sengal, namun terlihat rona kemerahan di wajah cantiknya. “owch..thats my first kiss..” bisik yoona pada dirinya sendiri sambil memegang bibir tipisnya yang baru saja di lumat siwon,namun samar-samar siwon dapat mendengarnya. Siwon sedikit terkejut,namun di sisi lain ia merasa beruntung karena dirinyalah orang pertama yang berhasil merasakan manisnya bibir seorang Im yoona,yeoja yang amat di sukainya itu dari awal pertemuan mereka. Selain menjadi orang pertama,tentu saja dirinya menginginkan menjadi orang terakhir yang merasakan itu semua. Ia tidak akan pernah rela membagi rasa indah itu pada siapapun,dan kini hatinya bertekad untuk sesegera mungkin menaklukan hati yoona, menjadikan yoona miliknya seutuhnya,meskipun ia baru mengenalnya,meskipun ia tidak tahu apa-apa mengenai dirinya,namun ia yakin bahwa seorang Im yoona adalah  jodoh seorang Choi siwon.

“waeyo?” tanya siwon memandang yoona dengan senyuman menggodanya. Yoona terkejut,rona kemerahan itu terus saja menjalar pada permukaan wajahnya yang teramat cantik. “apa?” sahutnya dingin,ia merasa malu dengan apa yang baru saja ia dan siwon lakukan.

“wae kau melepasnya?” tanya siwon menggoda yoona dengan tetap tidak memudarkan senyuman mautnya tersebut. ‘me..lepas..? mele..pas apa? Aishh… sungguh aku malu…..><’ teriak yoona dalam hati. Yoona hanya tertunduk malu mendengar godaan siwon.

Namun tiba-tiba wajah siwon berubah serius,kembali ia menghampiri yoona dalam jarak dekat.“mianhae.. aku telah lancang” ujar siwonpada yoona dengan raut wajah agak sedikit menyesal. Yoona pun mengangkat kepalanya yang sempat tertunduk malu tadi,lalu kembali ia menatap siwon.

“gwenchana..” sahut yoona sembari memberikan senyuman lembutnya di hadapan siwon,dengan nada yang terdengar tak kalah lembut dengan senyumnya. Siwon terkesiap mendengarnya,sungguh hatinya terus berpacu kencang dengan ini semua. Dan seketika wajahnya kembali cerah. Siwon menggigit bibir bawahnya dan kembali tersenyum “nona Im..bisakah kau memberikan aku kesempatan untuk lebih bisa mendekatkan diri denganmu?” ujar siwon mencoba berbicara to the point pada yoona.

Yoona kembali menatap siwon dalam “maksudmu tuan choi?” tanya yoona.

aku tahu ini konyol dan terlalu cepat,tapi..tapi…” siwon terlihat kembali gugup. “tapi apa tuan choi?” tanya yoona kembali sedikit bingung. “aku tertarik padamu saat pertama kali aku berjumpa denganmu,bahkan sebelum kau menyadari keberadaanku di ruangan appamu waktu itu” sahut siwon lagi.

“dan ketertarikan hatiku semakin bertambah saat aku menatap mata indahmu,kau tahu? Jantungku seakan ingin keluar dari tempatnya saat berhasil menatap manik matamu yang tertuju pada mataku, juga ketika aku melihat senyuman indah pada bibirmu” sambungnya lagi.

yoona terus menatap siwon,mencoba memahami dan meresapi setiap kata demi kata yang keluar dari mulut namja berdimple menawan tersebut. “aku tahu ini seperti lelucon yang sama sekali tidak lucu,bagaimana mungkin seorang pria tiba-tiba memiliki perasaan pada seorang wanita yang baru ia jumpai” lanjutnya. “aku tidak meminta jawaban apapun darimu saat ini nona Im,aku hanya ingin kau memberikan sebuah kesempatan untukku,sebuah kesempatan untuk mendekatimu” ungkap siwon. siwon terus mengungkapkan kalimat-kalimat yang membuat jantung yoona tidak normal.

“satu minggu,ya satu minggu yang lalu kita mengenal satu sama lain secara singkat bukan? Seminggu yang lalu tiga kali berturut-turut kita di pertemukan dalam ketidaksengajaan dalam kurun waktu kurang dari dua puluh empat jam,kau tahu jika dalam waktu sesingkat itu aku sungguh sungguh tertarik padamu? Aku tak dapat mengendalikan hatiku merindukan seorang gadis cantik yang baru aku kenal,dan aku….sungguh tak yakin kau merasakan hal yang sama denganku” lanjut siwon. “aku tidak akan pernah memaksamu membalas perasaanku,apalagi dalam waktu sesingkat ini karena itu tentu sungguh konyol bukan? aku tahu mungkin aku seperti pria bodoh yang memiliki cinta kilat pada seorang wanita,wanita yang bahkan begitu tidak mengenalku. Namun aku mendengar dari eomma mu bahwa saat ini kau tidak sedang menjalin hubungan dengan siapapun,maka dari itu…bisakah kau memberikan kesempatan itu padaku? Kesempatan aku untuk mengisi kekosongan di hatimu meskipun bukan sekarang?” lanjutnya lagi dengan sorot mata yang begitu menunjukan kesungguhan di dalamnya.

Yoona hanya terus diam tak bergeming,ia hanya mampu untuk terus menatap wajah tampan tersebut. “mungkin kau hanya bertemu denganku dalam waktu satu hari seminggu yang lalu itu. Tapi…apakah kau tahu setelah hari itu pun aku..aku terus bisa melihatmu,aku selalu memperhatikanmu..karena setiap hari dalam waktu satu minggu itu..aku selalu mengunjungi kampusmu dan menatapmu dari kejauhan. Dan selama itu pula aku yakin bahwa perasaan ini bukanlah hanya rasa ketertarikan semata,namun aku… aku telah jatuh cinta padamu nona Im!”

perkataan siwon kali ini membuat yoona terperangah, bagaimana bisa? Bagaimana bisa pria itu tiba-tiba jatuh cinta padanya? Sejujurnya yoona.. iapun memiliki perasaan yang sama dengan siwon. tertarik,begitu tertarik pada siwon,dan jantungnya pun memang berdetak abnormal jika berada di dekat namja bermarga Choi tersebut,bahkan sama..sama dengan siwon,jantungnya sudah bekerja berpuluh-puluh kali lebih cepat dari semenjak awal pertemuan mereka di IM ENTERPRISE satu minggu yang lalu. Terlebih saat ia mengetahui dari eommanya bahwa siwon pun tengah tidak menjalin hubungan dengan siapapun sama seperti dirinya.

‘Tapi…apakah memang hal itu yang di sebut cinta? Samakah perasaanya ketika ia jatuh cinta pada Lee minho dulu? Apakah ini memang terlalu cepat?’ Batin dan logikanya memang tengah bergelut saat ini.

Hingga…. ia menemukan satu “jawaban” di dalamnya.

Yoona kembali menatap manik mata siwon,begitu tepat dan dalam. Jantungnya kembali memburu.

“kau memang sungguh tak tahu apa-apa tentang diriku tuan Choi”jawab yoona akhirnya. “dan tentu saja mana mungkin kau tahu soal hatiku!” kini giliran siwon yang terdiam mendengarkan kata-kata yang keluar dari mulut yoona. “kau dan aku memang baru saling mengenal,jadi ku harap kau jangan sok tahu!” yoona berbicara dengan nada sedikit ketus. Siwon terus terdiam,kini wajahnya terlihat sendu.

“mianhae..aku..aku..hanya meminta kau memberikan aku sebuah kesempatan,aku..aku tidak membutuhkan jawaban apapun darimu saat ini” siwon kembali membuka suaranya dengan wajah yang terlihat gusar.

“dan kau fikir aku akan memberikan kesempatan itu tuan Choi?” perkataan yoona kali ini membuat hati siwon terasa ngilu.

“cih..sebuah kesempatan..! sebuah kesempatan apa yang kau maksud? Sebuah kesempatan yang mengharuskan aku menunggumu lebih lama lagi?” lanjut yoona,dan perkataannya ini membuat halis siwon saling bertaut.

“kau itu begitu naif tuan,kau hanya menilai hatiku dari sudut pandangmu saja… apakah kau tidak tahu bahwa aku….bahwa aku….” Yoona kembali sedikit menundukan kepalanya dan menggantungkan kalimatnya. “bahwa kau…?” Tanya siwon sedikit ragu.

Yoona kembali menegakan kepalanya dan menoleh ke arah siwon,kembali menatap tepat pada mata indahnya. “apakah kau tidak pernah mendengar istilah cinta pada pandangan pertama tuan Choi?” ujar yoona,dan kali ini membuat jantung siwon semakin berdebar kencang.

“aku… aku juga menyukaimu tuan choi,aku menyukaimu dari awal kita saling melempar tatapan di ruangan appaku waktu itu,lalu aku semakin menyukaimu ketika kau mengantarku ke kampus itu,dan lalu aku semakinnnn menyukaimu ketika kita bertemu kembali secara tak sengaja di butik waktu itu.” Siwon terperangah mendengar kata-kata yang keluar dari bibir manis yoona.

“seharian itu aku selalu berjumpa denganmu,menatap wajah tampanmu…hingga keesokan hari nya dalam seminggu berlalu itu aku selalu berharap dapat kembali berjumpa denganmu,berharap aku dapat kembali melihat wajahmu walaupun benar yang kau katakan bahwa aku memang tidak tahu apa-apa tentang dirimu,tapi entah mengapa hatiku merasa bahwa aku begitu mengenalmu,dan aku sadar jika saat itu aku tengah merindukanmu..merindukan seorang pria yang berhasil menarik perhatianku di awal perjumpaanku dengannya. Dan aku rasa..hal itu juga dapat di katakan cinta” ujar yoona lagi,dan tiba-tiba wajah siwon terlihat begitu terpana dan tak percaya.

“Itulah isi hatiku yang sebenarnya,jadi kau jangan sok tahu tuan Choi!” sambung yoona sembari mengulum senyum di bibir manisnya.

Siwon tidak dapat berkata apa-apa,seketika wajahnya begitu cerah dan senyuman indah terkembang di bibir tipisnya. “jadi..jadi..kau?” siwon begitu terbata-bata karena ia masih belum bisa mempercayai apa yang baru saja ia dengar.

“jangan pernah berharap aku mau menunggumu lebih lama lagi! Dan..pernyataan cintamu sungguh tak romantis sekali!” ujar yoona lagi dengan wajah yang pura-pura kesal dan sedikit mempoutkan bibirnya.

“jadi…apakah boleh aku menyatakan cintaku sekarang? Tanpa perlu menunggumu mengenalku lebih jauh lagi?” Tanya siwon antusias,dengan senyum sumringah yang begitu melekat di wajah tampannya.

“ish..aku tidak menyuruhmu..itu terserah padamu saja jika kau tidak ingin selama masa pendekatanmu padaku yang akan membuang-buang banyak waktu itu jadi sia-sia karena tidak menutup kemungkinan aku dapat membuka hatiku untuk pria lain” celoteh yoona sambil menyunggingkan sebuah senyum seperti tengah mengejek siwon.

“mwo? Aisshhh….enak saja! Aku yang jatuh cinta setengah mati kepadamu,mengapa jadi kau mau memberikan celah untuk pria lain?” sahut siwon tak terima.

“kan aku sudah bilang.. terserah padamu tuan choi..” gumam yoona lembut dan kembali terlihat rona merah di wajah cantiknya.

Siwon kembali tersenyum bahagia “aku tahu maksudmu nona Im” kembali siwon mendekatkan wajahnya pada yoona.

“k..kau..mau apa tuan Choi?” yoona menjadi gugup ketika siwon kembali mendekap dirinya.

“nona Im Yoona..saranghae,jeongmal saranghae” bisik siwon lembut di telinga yoona. Seketika sekujur tubuh yoona merinding mendengar pernyataan cinta siwon tepat di telinganya.

Yoona menjadi terdiam,ia tak menyangka pernyataan cinta siwon memberikan efek yang begitu luar biasa pada hatinya.

Siwon melepaskan dekapannya pada tubuh yoona dan kembali memandang lekat pada mata gadis cantik itu “selesai…! Sekarang giliranmu untuk menjawabnya” ujar siwon lembut.

Yoona tetap terdiam ia begitu menikmati tatapan dalamnya pada mata indah namja tampan di hadapannya ini.

“nado.. nado saranghae tuan choi” jawab yoona akhirnya.

“jadi sekarang… would you be my girlfriend nona Im?” Tanya siwon seduktif. “aku tidak akan menundanya lagi,aku akan menjadikan mu kekasihku malam ini juga, sebelum kau membuka hatimu untuk….…”

Cuppp! Tiba-tiba yoona mendaratkan bibirnya di permukaan bibir siwon,memotong pembicaraan yang tengah di tuturkan namja tampan berlesung pipi tersebut.

“yes of course…” jawab yoona setelah melepaskan ciuman kilatnya pada bibir siwon.

Siwon tersenyum bahagia “jadi malam ini kita resmi menjadi sepasang kekasih?” ujarnya dengan terus tersenyum meluapkan semua kebahagiaanya.

Yoona mengangguk pelan sambil tersenyum malu.

“ahhh..baiklah…jadi aku boleh meminta lagi?” kali ini siwon tersenyum nakal,bersiap kembali menangkup wajah cantik yoona.

“mwo? Meminta apa?” mata yoona membulat. “yang baru saja kau lakukan tadi chagi..aku menginginkannya lagi” ujar siwon menggoda sambil terus berusaha mendekat pada yoona.

“aishhh..shireo..!” sergah yoona dan reflek ia mendorong dada siwon.

“aku bisa kehabisan nafas! Dan ini sudah malam,acara pertunangan kakaku sebentar lagi berakhir!” ujar yoona sedikit berteriak pada siwon,kemudian ia berjalan meninggalkan siwon,kembali memasuki ballroom hotel tempat acara pertunangan kakaknya di gelar.

Siwon melongo menatap kepergian yoona,dan tak lama iapun sedikit berlari mengikuti langkah yoona memasuki ballroom hotel tersebut. “wait me chagi.. baiklah..aku akan menyatakan cintaku kembali di depan kedua orang tuamu!” ujar siwon sambil tersenyum nakal dan meraih tangan yoona untuk segera di genggamnya. “mwo? Aissshhh..jangan coba-coba membuatku malu!” sahut yoona.

 

***

Beberapa pasang mata yang tengah berada dalam sebuah gelaran pesta pertunangan putra sulung dari keluarga Im tersebut tiba-tiba teralihkan melihat dua sejoli yang kini tengah berjalan masuk ke dalam ballroom tempat acara pesta tersebut tengah di gelar,ballroom mewah tersebut sekarang terlihat sudah mulai lengang,mengingat beberapa saat lagi acara akan segera berakhir.di antara mereka adalah sang mempelai pria dan wanita yang kini tengah menjadi bintang utama dalam acara pertunangan tersebut,lalu ada dua pasangan pria dan wanita paruh baya yang tak lain adalah ke dua orang tua masing-masing dari namja dan yeoja yang kini tengah melangkah dan bergandengan tangan dengan mesranya. Selain itu ada beberapa orang di antara tempat duduk undangan yang matanya juga ikut membulat melihat kemesraan yang di pertontonkan oleh dua orang yang masing-masing bermarga Im dan Choi tersebut,mereka adalah sahabat dari yeoja yang kini tengah menarik perhatian tersebut. Bagaimana tidak menarik perhatian,selain kedua pasangan namja dan yeoja itu terlihat bergandengan tangan dengan mesra,sang yeoja itupun terlihat tengah mengenakan sebuah tuxedo yang tersampir di bahunya,yang dapat di pastikan bahwa tuxedo tersebut adalah tuxedo milik sang namja.

“kalian…?” ujar dua pasang pria dan wanita yang tak lain adalah kedua orang tua mereka secara bersamaan.

“wah…rupanya ada hal yang belum kami ketahui,dan sepertinya akan ada gelaran pesta kembali” ujar seorang namja yang kini tengah bertunangan,yang tak lain adalah namja bernama Im seulong kakak dari yoona,ikut bergabung dengan beberapa orang yang ada di hadapannya sambil menggandeng tunangan nya. “aishhh oppa jangan membuat mereka malu” sahut sang tunangan yang kinipun ikut menghampiri beberapa orang di hadapannya.

Siwon dan yoona tampak tersipu malu. “be..benarkah yang aku lihat ini? Putriku..kau dan siwon-ssi?” ujar Ny.Im tiba-tiba. “ya tuhan..rupanya ada yang tidak kita ketahui tentang putra dan putri kita” sahut Ny.choi dengan senyum sumringah di wajahnya.

Sementara tuan choi dan tuan Im hanya memandang kemesraan mereka dengan wajah yang agak sedikit datar.

Sementara dari kejauhan sahabat-sahabat yoona tetap memandang tak percaya sambil berbisik-bisik dan menerka-nerka dengan apa yang tengah mereka lihat saat ini,di antara mereka ada seorang namja yang terlihat tidak terima dan memasang wajah patah hati. Pria tersebut tak lain adalah cho kyuhyun,sahabat sekaligus fanboy yoona.

Siwon segera berjalan menghampiri mereka semua dengan tetap menggandeng tangan yoona,pertama ke dua orang tuanya. “eomma,appa..inilahyoona,putri dari presdir Im dan Yeoja yang aku cintai. Aku mohon doa restu kalian” semuanya begitu terkejut,bagaimana bisa?? Sementara yoona hanya membungkukan badannya di hadapan orang tua siwon,sembari tersenyum kaku.

Lalu siwon pun menghampiri kedua orang tua yoona terutama tuan Im. “presdir Im,aku mencintai putri anda,aku mohon engkau dapat merestui hubunganku dengan putrimu” ujar siwon sedikit gugup di hadapan tuan Im. Tuan Im terdiam,dan itu membuat siwon terlihat semakin gugup. Karena suasana masih sedikit ramai,acara permohonan restu siwon kepada orang tua yoona pun tidak begitu menjadi pusat perhatian,kecuali bagi orang-orang yang mengenal mereka saja.

Yoona menatap ke sekeliling,ia menatap oppanya dan eommanya seperti meminta bantuan,lalu oppa nya pun hanya memberi kode seolah-olah mengatakan “oppa terserah pada appa saja yoong” begitupun dengan sang eomma.

Di antara mereka terjadi keheningan,terutama bagi siwon dan tuan Im. Tuan Im pun menatap tajam siwon,yang tentu saja hal tersebut membuat nyali siwon menciut. Walau bagaimanapun siwon sangat tahu betul bahwa tuan Im begitu mengetahui dirinya dan yoona baru kenal satu minggu yang lalu,bahkan tuan Im lah yang saling memperkenalkan mereka. Namun siwon ingin membuktikan bahwa cintanya pada putri sang presdir begitu sungguh-sungguh,makanya ia memberanikan diri meminta restu pada sang presdir secara langsung seperti ini.

“beraninya kau….” Presdir Im membuka suara pada akhirnya,dengan nada yang terkesan dingin.

Suasana yang ramai ini jadi begitu mencekam bagi siwon dan yoona.

Nyali siwon kembali menciut,wajahnya pun terlihat memerah karena tegang. Sementara orang-orang terdekat mereka yang kini tengah berada di dekat yoona dan siwon hanya dapat terdiam dan ikut tegang seperti siwon,begitupun dengan kedua orang tua siwon yang hanya dapat melemparkan pandangan was-was pada putranya.

Yoona menunduk,ia sangat tahu perangai ayahnya jika sang ayah tidak menyukai sesuatu,namun ia tetap berusaha bersikap tenang dan mengeratkan genggaman tangannya pada siwon.

 

Tuan Im pun memandang sekilas pada kedua orang tua siwon,lalu beralih kembali menatap siwon “beraninya kau direktur choi.. beraninya kau mendahului rencanaku dan orang tuamu untuk menjodohkan kau dengan putriku” ujar tuan Im.

Dan seketika suasana tegang itu pun berubah menjadi suasana yang penuh dengan kebahagiaan.

Siwon masih sedikit terbengong tak percaya,yoona pun segera menegakan kepalanya dan sedikit mengangakan mulutnya saking terkejut.

Ny.Im dan Ny choi pun tak kuasa menahan tawa mereka “yeobo..tega sekali kau berencana menjodohkan putri kita dengan putra dari keluarga choi tanpa memberitahuku” ujar Ny.Im pada suaminya dengan tetap menyisakan sisa tawa bahagia di wajahnya. “betul sekali Ny.Im,suamiku pun sama teganya dengan suamimu” sahut Ny.Choi.

“haha..tadinya kami hanya berencana saja yeobo,dan setelah itu kami akan memberitahukan kalian,tapi..tak ku sangka direktur muda ini malah mendahului rencana kami” sahut tuan Im sambil menepuk pundak siwon. Penuturannya itu di sambut tawa oleh tuan choi.

“tuan im.. appa? Apakah kalian sudah lama saling mengenal? Dan..negosiasi bisnis itu?” ujar siwon tiba-tiba pada tuan Im dan sang appa.

“kami belum lama saling mengenal,namun kami saling merasa cocok satu sama lain sebagai pebisnis,dan soal negosiasi bisnis itu kau jangan khawatir..kau sungguh-sungguh sudah memenangkannya dengan kemampuanmu,dan tak ku sangka kaupun malah memenangkan hati putri cantikku” sahut tuan Im sambil terkekeh di akhir kalimatnya.

“iya..kau tenang saja putraku” sahut tuan choi dan ikut tertawa bersam tuan Im.

Senyum siwon begitu merekah,iapun kembali menatap yoona “kau dengar sendiri kan chagi,bukan hanya restu mereka yang kita dapatkan..namun tadinya mereka pun akan mempersatukan kita” ujar siwon sambil terus memandang lekat yoona.

Wajah yoona kembali bersemu merah, orang tua mereka hanya tersenyum-senyum melihat tingkah dua pasangan muda tersebut. Sementara sang pasangan yang bertunangan…

“yak,yak!…direktur choi jika kau ingin bermesraan dengan adikku kau lihat-lihat tempat dahulu,tak tahukah yang sedang bertunangan di sini adalah aku dan kekasihku” ujar sang mempelai pria dengan nada guyonan yang kentara dalam kalimatnya. “aishh..oppa sudah ku bilang kau jangan membuat yoona malu” sahut sang mempelai wanita sambil mencubit lengan tunangannya tersebut,lalu mereka semua kembali tertawa.

“baiklah hyung..aku mengerti,aku akan mencari tempat yang lebih privasi dari ini” jawab siwon dengan senyum menggoda pada yoona.

Wajah yoona pun terus mengeluarkan semburat-semburat merah yang semakin membuat wajahnya terlihat cantik.

“dasar anak muda zaman sekarang” sahut orang tua mereka,sambil terus tertawa.

“oia direktur Choi,karena aku sudah merestui hubungan kalian,maka aku mengajukan satu syarat padamu” ujar tuan Im tiba-tiba

“syarat apa presdir Im?” Tanya siwon,wajahnya kembali menunjukan kegugupan.

“kau harus segera melamar putriku setelah ia di wisuda satu bulan lagi”

Jawab tuan Im. Mereka semua kembali terlihat kaget,terutama yoona.

Namun wajah siwon malah berubah memperlihatkan keceriaan “baiklah presdir,itu syarat yang sangat mudah dan menyenangkan” jawab siwon sumringah. Sementara yoona malah menganga tak percaya.

“yeobo..apa itu tidak terlalu cepat? Biarkan yoona dan siwon merasakan masa-masa pacaran dulu” sanggah Ny.Im pada suaminya. “biarkan yeobo,aku dan presdir choi menjodohkan mereka memang bertujuan untuk menikahkan mereka,bukankah begitu presdir choi?” sahut tuan Im,dan tuan choi pun mengangguk senang menjawab pertanyaan tuan Im,dan Ny.Choi pun ikut tersenyum bahagia melihat jawaban dari suaminya.

“ta..tapi appa” kali ini yoona membuka suara. “wae chagi,kau tidak ingin menikah denganku?”Tanya siwon seduktif. “umm.. aishhh..baiklah” jawab yoona akhirnya,wajah cantiknya pun kembali merona merah. Lalu orang tua mereka pun kembali tertawa bersama. #daritadi perasaan ketawa mulu dah -_-

 

***

Malam semakin larut,danpesta pertunangan megah itu pun kini telah berakhir.

Di dalam sebuah sedan mewah terlihat sepasang pria dan wanita saling terdiam. Sang pria sibuk menyetir dengan wajah sumringah menghiasi wajah tampannya,sedangkan sang wanita terlihat tengah salah tingkah dan tersipu malu.

Ya..sepasang pria dan wanita tersebut adalah siwon dan yoona, mereka memutuskan pulang bersama setelah sebelumnya mendapatkan izin dari orang tua mereka masing-masing,dan setelah yoona lolos dari tatapan tajam teman-temannya yang memburunya untuk dimintai penjelasan dengan apa yang mereka lihat. Namun yoona akhirnya benar-benar bisa lolos dengan berjanji akan menceritakan semuanya di kampus.

 

Mereka terus saling terdiam sepanjang perjalanan,hingga tiba-tiba yoona di buat kaget karena siwon menepikan mobilnya secara tiba-tiba di pinggir jalan yang terbilang cukup sepi.

“astaga…kau membuatku kaget tuan Choi!” ujar yoona sedikit berteriak sambil mengelus-elus dadanya karena shock.

Siwon masih terdiam,lalu iapun menoleh ke arah yoona sambil tetap mencengkram kuat stir kemudinya,siwon terus memandang yoona,bukan sekedar menoleh melainkan memandang seduktif pada yeoja cantik tersebut.

“ke..kenapa..kau memandangku seperti itu?” ujar yoona gugup,saat menyadari siwon memandangnya begitu lekat tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

Siwon mulai mendekatkan dirinya pada yoona,dan seketika sekujur tubuh yoona menegang. “kkkk..kau..mau apa tuan choi?” Tanya yoona kembali gugup,karena ia melihat siwon kini semakin dekat dengan dirinya.

“bolehkah aku meminta dua hal padamu?” Tanya siwon yang kini wajahnya sudah mulai dekat dengan wajah yoona. “hal apa?” jawab yoona,mencoba untuk setenang mungkin. Siwon pun mulai menjauhkan dirinya,dan hal itu membuat yoona menghembuskan nafas lega dan kembali membenarkan posisi duduknya setelah tadi ia mencoba mundur.

“yang pertama,bisakah kau berhenti memanggilku dengan sebutan tuan Choi?” Tanya siwon dengan nada pura-pura kesal. “aku saja mulai memanggilmu chagi,seharusnya kaupun memberikan panggilan sayang untukku” ujarnya lagi masih dengan nada seperti tadi. Yoona pun terlihat menahan tawa mendengar penuturan siwon “aishh..kau ini sungguh kekanakan sekali” ujar yoona,”ku kira kau akan meminta apa! Baiklah,karena kau tentu lebih tua dariku,aku akan memanggilmu oppa” sambung yoona lagi. Siwon terlihat menimbang-nimbang dan berfikir “aishh..itu bukanlah panggilan sayang,tapi…tak apalah!” jawab siwon dengan senyuman manjanya.  Iapun kembali menatap yoona “dan satu lagi..” ujar siwon.

“mwo? Ada lagi” ujar yoona sedikit terkejut “aishhh…bukankah tadi aku mengatakan meminta dua hal padamu?” sergah siwon “heh..benarkah?” Tanya yoona lalu iapun tertawa,siwon pun kembali menampakan wajah pura-pura kesalnya di hadapan yoona.

“hehe..baiklah oppa,silahkan katakan apa lagi maumu? Wajahmu sungguh jelek di tekuk seperti itu” sahut yoona lagi,masih dengan sisa-sisa tawa di wajahnya yang teramat cantik.

Wajah siwon pun kembali sumringah “jinjja kau akan mengabulkannya?” Tanya siwon dengan wajah cerianya. Yoona pun mengangguk “ya..selama aku bisa mengabulkannya,kenapa tidak?” sahut yoona lembut.

Siwon menggigit bibir bawahnya lalu kembali menatap yoona “chagi..aku ingin yang tadi..” ujar siwon dengan senyum menggodanya.

“mwo? Menginginkan apa?” Tanya yoona terkejut. “aishhh…yang kita lakukan di taman tadi” ujar siwon lagi sambil mulai kembali mendekatkan wajahnya pada wajah yoona.

“op..oppa..ku kira kau meminta apa,shireo!” ujar yoona dan mulai memundurkan dirinya menjauhi siwon,namun sayangnya tubuhnya telah merapat dengan pintu mobil. “chagi..tidak baik mengingkari janji,kau bilang selama kau bisa mengabulkannya kau akan memenuhinya” bisik siwon mesra ketika wajahnya sudah semakin dekat dengan yoona.

Yoona pun hanya bisa pasrah,namun di dalam hatinya iapun mengiyakan keinginan siwon. Sehingga ketika wajah siwon sudah tidak memiliki jarak lagi dengan wajahnya,iapun dengan segera mengalungkan lengan jenjangnya pada leher siwon. Siwon pun tersenyum menyadari hal yang di lakukan yoona,hingga mereka memulai adegan romantis tersebut penuh dengan kebahagiaan.

 

~THE END~

Anyeong…… aku kembali menyapa lewat ff jaman purba ini  -_-

Bagi yang udah ngerasa ngebaca,ff ini emang udah pernah d post di blog lain,jadi jgn merasa dejavu yaaa ><.

Oia aku mau curhat dikit,jujur sebenernya dengan kabar2 tentang mereka akhir2 ini tunjuk -> yoonwon, itu sangat,sangat mempengaruhi mood nulis aku dan bikin patah hati berat T.T Sebenernya aku udah punya beberapa judul ff yoonwon dan udah beresin chapter lanjutan dari hutang ff2 sebelumnya wlaupun blum kelar semua,tapi karena aku galau berat jadi aku tunda untuk lanjut ngetik atau ngirim untuk di post dan di simpen di lappy,sampe akhirnya lappy aku ikutan galau alias eror sampe harus di install ulang dan berujung data2 ff aku ilang semuaaaa hiks…T.T #nangis meluk siwon. Alhasil aku coba ketik ulang dan lagi2 galau lagi dengan kabar terbaru otp kita itu hingga aku mutusin untuk istirahat sejenak menenangkan fikiran,dan sambil istirahat itu… jadilah aku ngirim ff jadul ini itung2 ngeramein YWK dikitlah hehehehe…..

Jadi intinya mari kita berdoa agar YW cepat bersatu biar aku semangat lagi untuk ngelunasin utang hehehe. Ok lah SAYONARA……….

oia THANKS buat Resty atau Ka Echa yg udah ngepost…..😀

Tinggalkan komentar

92 Komentar

  1. yoonwon forever

     /  November 6, 2015

    aigoo yoonwon so sweet bgt🙂

    Balas
  2. YoongNna

     /  Desember 18, 2015

    So sweet bgt sh siwon and gentel bgt smpe lngsung mnta restu kpda orangtuanya dan jg orangtua yoona untng mreka dpet restu…

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: