[OS’s Project YoonWonited Anniv.] Officially Missing You

Officially Missing You

Starting by Siwon Choi and Yoona Im

Genre: Romance, Sad  || Rating: 15+ || Lenght: One Shoot|| Other cast: You can find them || Inspirated by: Tamia- Officially Missing You- ,some film, story and book that i have read ||

Written by : Yoon Ri Choi

*****

 

Bola itu terlempar saat tangan namja itu terangkat ke udara. Sebelah tangannya yang memegang raket bersenar hijau itu terangkat, dan melayangkan sebuah servis kepada lawan yang berada di hadapannya.

Dug

Suara pantulan bola yang menyentuh tanah, membuat lamunan yeoja cantik itu teralihkan. Ia memutar kepalanya dan mendapati seseorang tengah memukul sebuah boal tenis.

 “Yaa! Siwon-ah. Kau terlalu keras memukul bolanya! Aku tak bisa menggapainya, pabo!”

Namja pemukul bola itu, Siwon, dengan refleks memberikan sebuah cengiran manisnya. “Mungkin, Hyung saja yang tidak bisa bermain tenis. Hehe.”

Namja yang dipanggil oleh Siwon ‘hyung’ itu seketika tersenyum malu. Ia memang tak terlalu bisa bermain tenis. “Sini, biar aku ajarkan, Hyung.”

Kangin, namja itu, tersenyum ketika Siwon telah memposisikan dirinya untuk mengajarinya.

“Nah, kau harus meletakkan kedua kakimu seperti ini.”

Siwon memberi contoh kepada namja itu. “Lalu, posisi tanganmu saat memegang raket harus seperti ini.” Kangin mulai mengikuti namja berlesung pipi itu.

“Tapi rileks saja. Lalu angkat raketnya keatas..”

Kangin kembali mengikuti gerakan Siwon. “Dan ayunkan dengan tenang.” Tangan kekar Siwon mengayun seiring dengan tangan Kangin juga.

Yeoja itu tersenyum melihat kesabaran Siwon membimbing namja yang terlihat berumur lebih tua darinya itu. Ia diam-diam mengambil gambar kedua namja itu. Dan sebuah senyum tersungging indah di bibir tipisnya.

Melihat tampannya, Siwon, namjachingunya.

*****

Oppa! Lihatlah kemari!”

Yoona, mengangkat kameranya saat Siwon berhasil mendapatkan strike dari umpan pancingnya. Tetapi, namja yang dipanggilnya itu seakan tak peduli dengan panggilan itu. Ia malah terlihat asyik dengan pancingnya.

“Yuhuuu…” Siwon tertawa tatkala ia berhasil mengangkap seekor ikan walaupun ukuran ikan itu lebih kecil daripada yang ia harapkan. Bibirnya sedikit mengerucut. “Wuuu~”

Yoona seketika terpesona melihat begitu leluasanya namjachingunya itu tertawa.  Kedua belah bibir tipisnya yang terangkat. Dengan mata bulatnya yang sedikit menyipit, dan tak lupa, sepasang lesung pipi mungil yang timbul di wajahnya yang tampan.

Siwon kembali tersenyum tatkala merasakan sesuatu yang menyelimuti kepalanya yang tertutupi oleh topi coklatnya. Sebuah jaring ikan seakan mengangkap kepalanya. Ia tertawa geli saat menyadari bahwa Kangin, Hyung jahilnya yang sengaja melakukan itu.

Dan tanpa sadar, sebuah lengkungan cantik terlukis dibibir pink Yoona. “Kau tampan, Oppa.”

*****

Dua insan itu terlihat berjalan-jalan di pantai pasir yang putih. Masih dia pantai yang sama. Mereka seperti tengah berjalan ke pinggir jalan dimana terdapat beberapa kios disana.

Oppa akan melatakkan ini dulu, lalu kita bisa berjalan-jalan.”, ucap Siwon dengan riangnya sambil sebelah tangannya yang masih membawa beberapa peralatan pancingnya.

Yoona balas tersenyum manis dan mengangguk. “Ne. Jangan lama-lama, eoh?”

Ne, yeojachinguku yang cantik.”

Cup~

Pipi Yoona memerah seketika ketika merasakan lembut bibi namjachingunya menyentuh pipi putihnya. Dan ia tersadar ketika mendengar suara tawa yang sangat khas ditelinganya.

Dan benar saja, namja berkaos biru itu telah berlari meninggalkannya.

Yaa!! Choi Siwoonn..!!”

*****

Siwon telah meletakkan seluruh peralatannya. Dan tanpa sengaja, ia melihat sebuah jaring ikan yang digunakan Kangin tadi, sedang menganggur ditempatnya.

Dan dengan konyolnya, ia mengambil jaring itu dan meletakkannya sejajar dengan wajahnya yang tampan. Membuat Yoona yang berdiri tak jauh darinya mengeluarkan suara tawanya.

Siwon tampak sedikit malu. Yoona lalu mengambil kameranya yang berada disaku dress yang dia pakai. Dan mengarahkannya pada namja itu. Dan ia pun telah mendapatkan foto tampan namjachingunya.

*****

“Hei, chagi-ya, bukankah aku terlihat keren dengan papan selancar ini?”

Terlihat Siwon yang sedang berjalan menuju ke bibir pantai dengan membawa sebuah papan selancar. Menuju ke tempat dimana Yoona berada.

Ia melihat dengan riangnya, Yoona bermain dengan air asin di pantai sore itu. Siwon tersenyum kecil dan kembali melangkahkan kakinya lebih dekat dengan yeoja-nya.

Eoh? Oppa, darimana kau mendapatkan papan itu?”, tanya Yoona.

“Ini, aku mendapatkannya di kios tadi. Lihatlah, aku terlihat keren kan, dengan papan ini?”, jawab Siwon sambil mengangkat papan itu dengan posisi berdiri. Ia lalu memerkan senyum cool-nya pada Yoona.

“Ya, kau memang terlihat keren, tapi apa kau bisa memainkannya?”, tantang Yoona dengan sedikit menaikkan dagunya. Memberi kesan arogan.

Eoh? Kau menantang ku? Aku sangat ahli dalam memainkan benda ini. Kau mau lihat.”

Yoona mengangguk kecil sambil menahan tawanya melihat ekspresi tak terima yang dipasang oleh kekasihnya.

“Baiklah, kau lihat, ya..”

Setelah mengucapkan kalimatnya, tanpa menunggu jawaban Yoon lagi, Siwon segera berjalan ke bibir pantai. Ia lalu melihat-lihat kondisi laut dengan ombak yang tenang. Dan begitu kakinya menyentuh air laut itu..

“Brrr… Air lautnya dingin sekali. Aku tidak bisa berselancar disini. Kapan-kapan saja ya..”. Siwon lali memberikan senyum manisnya begitu melihat yeojanya itu mencibir.

Ia lalu meletakkan papannya begitu saja diatas pasir. Dan merangkul bahu Yoona lembut. “Lagipula, niatku kemari kan untuk bersenang-senang denganmu.”, bisik Siwon lembut.

Seketika, Yoona merasakan darah naik ke wajahnya,. Dan tentu saja membuat pipi putihnya merona malu. Begitu cantik.

Siwon tersenyum geli lalu mengarahkan kamera yang telah disisapkannya kearah Yoona.

“Ayo chagi, berposelah.”

Yoona tersenyum malu. “Untuk apa? Oppa sudah cukup banyak memiliki fotoku.”, tolaknya.

“Ayolah.. kita belum memiliki foto dipantai ini.” Siwon terus merajuk.

“Ayolah, sayang..”

Yoona tersenyum malu dan dengan perlahan mulai merentangkau kedua tangannya dan sedikit memiringkan kepalanya lalu mulai memasang senyum memikatnya.

Siwon juga tersenyum manis, lalu mulai membidik wajah cantik kekasihnya.

KLIK

Terlihat kedua insan itu sangat menikmati moment mereka. Siwon berjalan kearah Yoona dan memperlihatkan hasil jepretannya.

“Lihat!Kau tampak lebih cantik bila aku yang memfotomu.”

Pipi Yoona seketika langsung memerah. “Ishh.. Oppa! Berhenti menggodaku!” Ia memukul dada bidang namja itu pelan. Dan langsung disambut oleh tawa khas namja berlesung pipi itu.

Ahh.. Chagiya..”

Tangan kekar namja itu melingkari tubuh ramping yeoja cantik itu. Membawanya kedalam dekapan hangatnya. Merasakan tulus kasih dan cintanya.

Yoona merasakan hangat menjalari tubuhnya. Rasa hangat yang mengantarkannya dalam sebuah kenyamanan yang begitu indah. Perlahan ia juga membalas melingkarkan tangannya ke pinggang Siwon. Membenamkan kepalanya ke buaian hangat dada pria itu. Menghirup aroma manly yang terasa sangat lembut. Begitu disukainya,

“Aku mencintaimu..”

Bisikan lembut namja itu menimbulkan debaran halus pada hatinya. Debaran yang muncul tanpa dapat terkendali olehnya. Ia juga dapat merasakan lembut bibir pria itu menyentuh puncak kepalanya. Ia tersenyum. Ia sangat suka bila seperti ini.

Berada berlama-alam dengan namja yang sangat dicintainya.  “Aku juga mencintaimu, Oppa..”

Siwon tersenyum lembut. Ia sedikit melonggarkan pelukan mereka. Dan sedikit menundukkan kepalanya.

Yoona kini dapat merasakan hembusan hangat nafas namja-nya. Kening dan hidung mereka kini telah bersentuhan. “Aku mencintaimu, Im Yoona..”

Degup jantung yeoja itu kini berpacu lebih cepat. Debaran halus nan lembut. Berselimut sebuah kenyamanna. Dan sebuah sentuhan lembut di bibirnya membuat matanya terpejam secara perlahan.

Bibir mereka kini bertemu. Menempel satu sama lain. Siwon perlahan melumat bibirnya. Menimbulkan kesan lembut dalam ciuman itu. Yoona pun juga membalas ciuman kekasihnya.

Tangannya tergerak secara perlahan melingkari leher namja itu. Menekannya lembut kepalanya menginginkan namja itu memperdalam ciumannya. Tangannya juga tak jarang sedikit menarik rambut namja itu.

Merasa cukup, Siwon mulai menjauhkan kepalanya membuat kening dan hidung mereka kembali bertemu.

Perlahan mata elang namja itu mulai terbuka. Siwon memandang wajahyeoja cantik yang masih memejamkan mata indahnya. Menikmati pemandangan indah yeoja yang dicintainya.

Wajah dengan mata indah yang tengah tertutup. Wajah cantik dengan hidung mancungnya. Wajah cantik dengan pipi yang merona merah. Wajah cantik dengan bibir pink yang terlihat sedikit memerah akibat perbuatannya.

Mata indah itu terbuka perlahan. Pancaran bening dan tulusnya. Membuat Siwon betah berlama-lma meskipun harus mengabiskan sisa hidupnya dengan menatap mata itu.

Ia tersenyum manis. Memperlihatkan kedua lubang kecil yang membuat wajahtampannya kian mempesona. Sepasang kekasih yang sempurna.

“Oppa, ayo kita berjalan-jalan lagi.”, lirih Yoona.

Sebenarnya ajakan Yoona hanya sebagai cara agar jarak mereka tak sedekat ini. Jarak seperti ini hanya membuat jantungnya ingin keluar dari tempatnya.

Siwon mencium kening Yoona lembut sebelum mengamit jari-jari lentik yeoja itu. “Ayo..”

Mereka kembali berjalan-jalan dengan kaki telanjangnya di atas pasir pantai putih yang lembut. Mengukir banyak jejak kaki. Yoona lalu sedikit berlari kearah ombak yang tenang dihadapannya. Dan ia lalu mendudukkan tubuhnya diatas pasir.

“Oppa..” Ia memanggil kekasihnya dengan memainkan jari telunjukknya seakan memberi isyarat-kemari-.

Siwon dibuat kembali menarik kedua sudut bibrnya. Ia lalu ikut mendudukkan dirinya disamping yeoja itu dan mengacak lembut surai hitam kecoklatan yeojanya. “Kau ini..”

Yoona hanya balas tersenyum dan melukiskan sebuah lambang –love- di pasir pantai itu.

Ia lalu menyandarkan kepalanya dibahu milik Siwon dan menutup matanya. Menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya.

“Aku mencintai Oppa..”

*****

Kaki yeoja itu seketika melemas. Ia seakan tak dapat menopang kembali tubuhnya. Dengan berat ia mendudukkan dirinya di tangga yang akan membawanya sampai ke kamarnya. Wajahnya sudah terlihat kacau.

Mata bulat nan beningnya terlihat sedikit memerah. Berkali ia mengerjapkan matanya, menghalau cairan bening yang siap tumpah darinya. Hingga kristal bening itu lolos. Menitikkan cairan penuh kesedihan.

Di lubuk hatinya, rasa menyesal muncul perlahan. Begitu ingin, ia kembali memutar waktu. Kembali ke dua minggu yang lalu. Sangti menginginkannya.

Hingga ia tak tahan lagi.

Ia menumpahkan tangisnya. Menutup wajah sedihnya dengan telapak tangannya. Meruntuki kebodohannya.

*****

Namja itu berdiri terpatung. Rasa kesal itu sedikit demi sedikit mulai menghilang dan berganti dengan rasa menyesal.

Baru saja ia mengeluarkan sebagian amarahnya. Tak tahan dengan sang kekasih yang terus sibuk dengan pekerjaannya. Merasa terabaikan bahkan dihari bersejarah mereka.

Bukannya mendapat kencan romantis ataupun kecupan mesra, justru sebuah keretakan dalam sebuah hubungan yang didapatnya. Sebuah pertengkaran.

Terputar ingatannya tentang banyak moment manis mereka yang telah berlalu. Dimana mereka banyak mengabiskan waktu bersama. Menjalani hari dengan penuh cinta, hanya mereka berdua,  Ia dan Yoona.

Siwon mengusap wajahnya perlahan. Merasakan sebuah beban hidup yang amat sangat tak disukainya. Ia menghembus dan mengeluarkan nafansya beberapa kali. Berharap mendapat kelegaan ataupun mungkin sebuah jawaban dari beban masalahnya.

*****

Hari itu Siwon kembali melakukan rutinitasnya. Bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan yang cukup terkenal di Seoul. Dan naasnya –bagi Siwon- gedung kantornya itu juga merupakan gedung kantor dimana kekasihnya –yang dianggapnya yeoja paling keras kepala- itu bekerja.

Dan Siwon menjadi bingung sendiri mengingat peristiwa beberapa hari yang lalu saat pertengkaran antara dirinya dan Yoona terjadi.

Saat berjalan di lobby kantornya, tanpa sengaja ia bertemu dengan yeoja itu. Yeoja yang selali berada dipikirannya beberapa hari terakhir ini.

Wajah cantik yeoja itu terlihat datar dan tak bersemangat. ‘Apa ia tidak apa-apa?’, batin Siwon. Namun segera ia tepis prasangka itu dan melewati Yoona dengan ekspresi datarnya.

Yoona melihat Siwon yang dengan santainya berjalan melewatinya dengan membuang muka. Hatinya terasa sangat sakit. Bagaikan disayat sebuah pisau yang tajam, terasa perih.

Ia tahu, namja itu marah karenanya. Ia tahu ini kesalahannya. Terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan mengabaikan kekasihnya. Bahkan dihari Anniversary mereka. Ingin rasanya ia menangis. Namun sepertinya ia cukup tahu, dimana dirinya sekarang berada.

*****

Jam makan siang. Banyak para pegawai peerusahaan yang tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk beristirahat dan sekedar mengisi perut mereka.

Tak ketinggalan pula, Siwon dan Tae Joon yang terlihat sedang menghabiskan waktu di cafe kantor mereka. Tapi, perasaan Tae Joon yang peka, mencium sebuah keganjilan pada Siwon dengan kekasihnya.

Pasalnya, dua insan yang biasanya tak sungkan mengumbar kemesraan itu kini malah duduk dengan meja yang sangat berjauhan. Perlahan, ia menggeser sedikit kursi makannya dan mendekatkan tubuhnya pada tubuh kekar Siwon.

“Kau bertengkar dengan Yoona?”, bisiknya.

Siwon menghela nafasnya panjang. “Hanya kesalah pahaman.”. jawabnya singkat.

“Kuharap kalian dapat menyelesaikan masalah kalian dengan baik dan secepatnya.”

Siwon hanya mampu tertunduk mendengar nasihat temannya. Sebenarnya, ia juga sangat ingin meminta maaf pada yeoja itu, namun ego-nya terlampau besar dan sulit untuk mengalahkannya.

Ia terlihat mencur-curi pandang kearah Yoona. Ia dapat melihat wajah tak bersemangat Yoona yang kini duduk bersama teman-temannya.

‘Dalam keadaan seperti ini kau tetap cantik, Yoona.’

Lama Siwon terus memandangi yeoja manis itu. Merasa diperhatikan, Yoona menoleh dan mendapati tatapan Siwon yang mengarah padanya.

Buru-buru, Siwon mengalihkan pandangannya. Yoona pun secara refleks ikut menundukkan kapalanya.

‘Sampai kapan aku dan Siwon Oppa akan terus seperti ini? Aku merindukanmu, Oppa’

*****

Tae Joon kini telah berdiri di depan pintu ruangan kerja Siwon. Ia mengambuskan nafasnya berkali-kali dan berkali-kali pula ia menariknya.

Dengan perlahan, ia mulai mengangkat tangannya dan mengetuk pintu kayu itu.

Tok Tok

“Masuklah.”

Sebuah suara sahutan dari dalam sana membuat Tae Joon membuka pintu itu dan melangkah masuk ke dalam.

“Oh? Tae Joon-ah? Ada apa?”

“Bisa kau ikut aku sebentar?”

Dahi Siwon mengernyit heran dengan permintaan temannya yang tak biasa ini.

*****

Yaa! Kau tak bilang jika kau akan menarik-narik tanganku seperti ini.”

Siwon terus saja mengomel terhadap Tae Joon.

Ya! Kim Tae Joon!”

Tae Joon sedikit menolehkan kepalanya namun ia tak menghentikan langkah kakinya.

“Aku sudah mengatakan padamu jika kau harus segera menyelesaikan masalahmu dengan Yoona, kenapa sampai berhari-hari kulihat kalian tak ada perkembangan sama sekali?”, jawab Tae Joon sedikit marah. Dan tentu saja, membuat Siwon tak dapat berkomentar sepatah katapun.

Tae Joon membawa Siwon ke sebuah rsetoran tak jauh dari kantor tempat mereka bekerja dan ketika mereka membuka pintu, mereka langsung disuguhkan dengan pemandangan yang bagi Siwon sangat menyedihkan.

Kekasihnya telah duduk sendiri disana dengan ditemani oleh dua buah mangkuk makanan yang jelas tak diketahui Siwon apa isinya.

“Selesaikan masalah kalian baik-baik.”

Tanpa basa-basi, Te Joon meninggalkan Siwon yang masih berdiri kaku.  Dengan berat hati, ia melangkahkan kakinya sedikit demi sedikit dan membawanya tepat didepan meja yang sudah dipesan oleh Yoona.

Yoona mengangkat kepalanya saat namja itu mulai mendudukkan dirinya.

“Ada apa?”

Nada bicara Siwon yang terlewat dingin membuat perasaan bersalah Yoona kembali muncul.

“Aku minta maaf atas kelakuanku beberapa hari yang lalu. Aku akui aku bersalah. Maafkan aku.”

Mendengar permintaan maaf dari Yoona, ego-nya menjadi muncul kembali. “Dengan mudahnya kau meminta maaf?”

Yoona cukup terkejut dengan jawaban Siwon yang dirasanya terlalu frontal.

“Apa kau tahu, saat itu, dimana seharusnya kita melewatinya dengan kebahagiaan, aku telah menyiapkan segala rencana untukmu.”

Air mata Yoona menetes tak terkendali saat mendengar namja yang dicintainya meluapkan rasa kekecewaan padanya.

“Kau tau Yoona, saat itu aku akan melamarmu!”

Kesedihan Yoona meluap seketika. Rasa menyesal itu kian menjalar. Seharusnya ia tak berada di kantos saat itu. Seharusnya ia lebih memilih Siwon saat itu. Seharusnya ia meningglakan berkas-berkasnya saat itu.

“Kau tahu, jujur aku merasa kecewa padamu. Berhari-hari kita tak dapat meluangkan waktu bersama. Bahkan dihari itu. Memang sebenarnya aku ragu, aku akan melakukannya saat itu atau tidak.” Siwon tersenyum miris diakhir kalimatnya.

Dan Yoona tak menyangka, setetes cairan bening terjatuh dari pelupuk mata namja itu. Begitu menyadari, Siwon dengan cepat menghapus sisa air mata itu dengan kasar.

Yoona mengamit lengan namja itu. “Maafkan aku. Aku tau aku bodoh. Maafkan aku. Memang semua ini salahku, Oppa.”

Merasa tak tahan, Siwon memutuskan untuk berdiri dari tempatnya. Namun tangan Yoona masih betah untuk mengamit lengannya.

Oppa, maaf.. maafkan aku.” Kini isak tangis yeoja itu terdengar. Memenuhi ulu hati Siwon dengan perasaan sesak dan sakit.

Ia mengangkat sebelah tangannya yang terdapat sebuah jam yang melingkar disana. “Maaf, aku harus kembali bekerja.”

Siwon sudah akau beranjak namun ia masih merasakan genggaman erat Yoona padanya. Dengan paksa, ia mengarik kembali lengannya. “Maaf.”

Dan dengan kelimat terakhirnya, ia meninggalkan Yoona dengan perasaan sedih, kecewa, dan menyesalnya.

Ia keluar dari tempat itu dengan perasaan bersalah di dadanya.

“Maafkan aku, Yoona.”

*****

Siwon terus saja membolak-balikkan tubuhnya diatas ranjang. Merasakan insomnia yang mungkin dikarenakan oleh perasaan bersalahnya.

Ada bagian kecil di hatinya yang mengatakan bahwa ia keterlaluan. Yeoja itu sudah mengakui kesalahannya dan sudah meminta maaf padanya.

Ia terus berguling-guling dengan resah. Ia mengambil ponselnya yang tergeletak manis di atas nakas. ‘Bagaimana kalau aku menghubunginya?’

Siwon terlarut dalama fikirannya.”Ah tidak. Ia pasti sudah tidur.”

Tangannya kembali tergerak mengembalikan benda berwarna hitam itu. “Besok saja, aku akan menemuinya.”

*****

”Mwo?  Yoona pulang lebih awal?”

Seohyun yang masih duduk didepan komputernya mengangguk. “Ne, dia bilang dia merasa tidak enak badan.”

Siwon mengangguk mengerti. “Baiklah, Seohyun-ssi, terima kasih.”

Sesaat setelah berlalunya namja itu, Seohyun diam-diam mencibir dan tersenyum. “Dasar! Sudah kuduga ia akan merindukan Yoona.”

*****

Siwon masih saja berlari mengitari gedung perkantorannya. Seohyun mengatakan bahwa Yoona barusaja meninggalkan kantor. Mungkin saja Yoona masih berada disekitar sini.

Di lain tempat, seorang yeoja duduk di bangku taman itu dengan tatapan kosong. Sebuah syal melingkar dilehernya. Dan sesekali, ujung syal itu menari dimainkan angin.

Masih teringat jelas kemarahan Siwon kemarin. Begitu menyayat ulu hatinya. Air mata itu kembali tumpah. Namun, tangannya terasa kaku walaupun ingin menyekanya saja.

Tanpa ia sadari, ia mendengar suara deru halus sebuah mobil yang diperkirakannya tak jauh dari tempatnya berada.

Dan benar saja, seakan seperti sebuah magnet yang mencari sebelah kutubnya, mobil Siwon sedang berkeliaran di sekitar taman itu. Mata elang namja itu bergerilya menemukan sosok yang dicarinya.

Dan saat mata tajam namja itu menemukan sosok yeoja yang tengah duduk sambil menatapnya, kakinya dengan refekls langsung menginjak pedal rem mobilnya.

Ia membuka pintu mobilnya dan berjalan dengan cukup cepat kearah Yoona. Yoona yang melihat itu juga bangkit dari duduknya. “Siwon Oppa..”

Tanpa banyak bicara, Yoona langsung menghambur kepelukan namja itu. Memeluk erat tubuhnya dan menyandarkan kepalanya dapa lekukan bahu tegap miliknya. “Maafkan aku. Aku mencintamu, Oppa.”

Isak tangisnya berubah menjadi tangis bahagia. Namja yang sangat dicintainya telah kembali ke dekapannya.

Siwon  pun juga membalas pelukan kekasihnya. Ia berkali-kali menciumi puncak keplaa Yoona dan sesekali mengusap rambut panjangnya lembut. “Oppa juga minta maaf, Oppa terlalu egois.”

Cukup lama mereka berpelukan, menyalurkan kerinduan yang tertahan selama beberapa minggu ini. Menghirup dengan leluasa wangi tubuh dari masing-masing yang sangat dirindukan.

Yoona perlahan melepaskan pelukan mereka. Ia tersenyum manis. “Maafkan aku Oppa.”

Siwon segera membelai lembut surai kecolkatan milik Yoona. “Kurasa kau terlalu banyak meminta maaf chagi-ya..”

Yoona tersenyum malu dan dengan berani, ia berjinjit dan..

CHUU

Siwon tersenyum senang mendapat sebuah kecupan singkat dibibirnya. “Aku mau menikah dengan Oppa.” Wajah Yoona sudah lebih memerah daripada sebuah tomat segar.

Mwo? Apa? Apa aku tak salah dengar?”

Yoona mengerjapkan matanya beberapa kali. “Kapan Oppa bilang Oppa ingin menikah denganmu?”

Jawaban Siwon yang terlewat santai membuat Yoona melebarkan mata bulatnya. “Mwo? Bukankah Oppa bilang waktu di restoran waktu itu Oppa akan melamarku?”

Siwon malah memasang wajah pura-pura tidak tahu. “Jinjja? Kapan ya?”

Ia meletakkan tangannya didepan wajahnya memberi tampang berfikir.

Oppaa! Kau ini! Kenapa suka sekali menggodaku?” Yoona merajuk sambil sesekali memukuli dada bidang namja itu.

Siwon hanya tertawa-tawa dan dengan cepat menarik tubuh Yoona masuk kembali kepelukannya. Memberikan sebuah kehangatan disana.”Saranghae. menikahlah denganku..””

Yoona tersenyum kecil. “Nado, I do..

Siwon memeluk Yoona sangat erat mewakili perasaan cintanya pada yeoja ini yang begitu teramat dalam.

 

The End

Annyeong haseyoo~ ^^ Naneun Choi Yoon Ri imnida.. Bangapseumnida.. ^^ #bungkukin badan

Gimana Os nya? GJ kan? Kependekan kah? Absurd kah? Maaf ya, maklumlah ini pertamakalinya saya mengirim ff dan peluncuran ff pertama saya dalam rangka mengikuti project ff di YoonWonited Kingdom kita tercintaaa~~  😀

Akhir kata [?] saya mohon yang sudah baca di RCL yaa~ Khamsahamnidaa.. (^^)/

Iklan
Tinggalkan komentar

180 Komentar

  1. self075

     /  April 4, 2014

    kece badai ff nyaa

    Balas
  2. kang cocoya

     /  April 4, 2014

    keceeeee…ffnya bener2 keceee…

    Balas
  3. Nono

     /  April 4, 2014

    yoonwon bersatu 😀

    Balas
  4. saya0

     /  April 4, 2014

    siwon oppa romantis amaattt…

    Balas
  5. Secret -,-

     /  April 4, 2014

    yoonwon akhirnya nikah…
    semoga terjadi di kehidupan nyata TT

    Balas
  6. Master Bee

     /  April 4, 2014

    Romantis bangeett

    Balas
  7. Anak10

     /  April 4, 2014

    keren,daebak,good

    Balas
  8. omomo96

     /  April 4, 2014

    neomu2 joahaeyoo*ala gumiho

    Balas
  9. Mihoguh

     /  April 4, 2014

    yoona sedih, siwon juga, tapi akhirnya bersatu 😀

    Balas
  10. Zeezee

     /  April 4, 2014

    ceilahh…siwon oppa ngambek 😄

    Balas
  11. Mizava

     /  April 4, 2014

    Too romantic :’D

    Balas
  12. Bastian

     /  April 4, 2014

    YA !! Author bikin greget gara gara mbikin ff ini 🙂

    Balas
  13. perfectbaek

     /  April 5, 2014

    feel nya dapet kok eon. tapi ada typo tapi gapapa kok eon, ff nya good

    Balas
  14. Noona Yeppo

     /  April 5, 2014

    good fanfict, noona 😀

    Balas
  15. Gentle Mashii^

     /  April 5, 2014

    seruu.. kereenn.

    Balas
  16. KaRenYS4ever

     /  April 6, 2014

    Apapun itu..
    Itu adalah pertengkaran paling lama yg trjd gra2 hal kecil..ckck
    Untunglah mrka kmbali brbaikan..
    Next ff dtunggu ya eon..

    Gomawo^^v

    Balas
  17. liz_yw

     /  April 9, 2014

    Ceritanya kereenn 😉 Yoonwon romantis banget ihh >.<

    Balas
  18. hanna lee

     /  April 10, 2014

    Waaaa kerenn ffnya yoonwon itu memang selalu romantis walaupun awalnya banyak masalah! Sequel dong hihihi

    Balas
  19. andreyani

     /  April 10, 2014

    Bagus gilaaaa,,dibuat sequelnya donk

    Balas
  20. Sweet…
    Ending yg manis dan berakhir bahagia. .
    Aku suka

    Balas
  21. Choi Ilmhy

     /  April 20, 2014

    Yeeee,,,
    Akhirnya berakhir dgn bahagiaaAa,,,
    Good job

    Balas
  22. Aulia Araby

     /  April 22, 2014

    Horeeee mrka mnikah moga aj d khidupan NYATA mrka jg MENIKAH &HIDUP BHAGIA SLMA2 x 🙂

    Balas
  23. any

     /  Mei 19, 2014

    Aku sukaaaa….bikin aku senyum2 malu sendiri pas yoona bilang”aku mau menikah dwnganmu oppa”padahal siwon blm bilang apa2. Hehehe

    Balas
  24. Kesalahpahaman dalam suatu hubungan itu memeng biasa. Dan akhirnya yoonwon bisa mengatasinya.. Seneng baca kalo yg happy end… Bkin yang lbih cetar ya.. Ditunggu

    Balas
  25. seneng bget baca fanfic yoonwon yg happy ending…lega gitu, wlaupun masih banyak salah paham

    Balas
  26. Aaaaah .. akhirx YoonWon brstu .. krain tdie bkalan Sad ending .. v untg dech .. YOONWON JJANG

    Balas
  27. walaupun sempet salah paham, akhirnya yoonwon bisa baikan juga dan akan menikah,,, ceritanya bagus dan berasa feel nya 😀

    Balas
  28. Yeay..! Akhirnya mereka nikah 🙂 Semoga aja terjadi beneran pernikahannya YoonWon 😀

    Balas
  29. utycoyumy

     /  April 15, 2015

    yoonwon sweet banget walau ada kesalahpahaman yg menerpa mereka tapi mereka tetap bersatu.kya!! keren pokoknya keren banget deh 😀

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: