[OS’s Project YoonWonited Anniv.] Love in Autumn

love in autumn1

[OS] Love In Autumn

 

Tittle: Love In Autumn ‖Author : Cikha Choi ‖Length : One Shots ‖Genre : Romance ‖Rating : General ‖ Main cast : Choi Siwon, Im Yoona ‖Support cast : Jessica Jung, Lee Donghae, Choi Sulli ‖ Disclaimer : This story is mine instead of the plot and characteristics, but the casts are belong to themselves and god. Please don’t do plagiarism or bash anything from the story and sorry for undetected typo (s).

 

# Happy Reading #

 

Hari ini hari pertama memasuki musim gugur, sungguh pemandangan yang sangat indah, jatuhan daun sakura yang cukup indah menghiasi jalan jalan di kota seoul, ku buka jendela apartemen untuk merasakan semilir angin sejuk yang menghujam tubuh, banyak anak anak bermain dengan riang merasakan musim gugur yang indah ini.

 

“aitakatta, aitakatta, aitakatta” bunyi benda kecil disampingku.

“hallo, good morning! Ada perlu apa Hae -ah?”tanyaku membuka pembicaraan.

 

“won-ah apa hari ini kau sibuk ”tanyanya

“aniy, wae? ”jawabku.

 

” aku ingin mengajakmu ke gyongju? ajaknya

” untuk apa kesana, aku malas keluar? ”

 

“ayolah, sejak kau pulang dari Amerika kita tak penah keluar bersama, kau selalu sibuk dengan pekerjaanmu itu, apa kau tak bosan eoh menghabiskan waktumu dengan berkas-berkasmu itu, siapa tau ada wanita yang tertarik denganmu ” balasnya mencoba membujukku dan aku hanya tersenyum menanggapi ucapannya.

 

“ya! apa katamu, kau pikir aku ini tak laku eoh! banyak wanita di luar sana yang mengejarku,hanya saja aku tak tertarik dengan mereka ” jawabku sedikit kesal, dan donghae malah menertawakanku.

 

” memang benarkan selama ini kau tak laku, buktinya kau sampai sekarang belum punya pasangan juga, sudahlah ikut saja, pasti menyenangkan, apalagi inikan musim gugur pertama pasti sangat seru!” katanya.

 

“oke, tapi jemput aku ya di depan apartementku, aku lagi malas bawa mobil!”

 

“oke, sekarang kau bersiap siaplah! Nanti aku datang jam 9.30 oke! Bye”

~ tut ~

donghae memutuskan sambungan teleponnya dengan sepihak.

” aish, dasar ikan mokpo ” cibirku

 

aku berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap siap dan tak butuh waktu lama aku selesai, aku mrmandang diriku di cermin, aku tersenyum puas dengan penampilanku. ” kau benar benar tampan choi siwon ” pujiku pada diriku sendiri dengan tersenyum puas. tiba-tiba terdengar suara ponselku berdering, tanda panggilan masuk.

” ya hae-ah ada apa ?” kataku dengan merapikan tatanan rambutku.

 

” wonnie aku sudah sampai sekarang aku ada di basement apartmentmu ”

” ah, baiklah aku akan kesana” kataku langsung mematikan ponselku. aku bergegas berjalan menuju basement.

 

“aish kau lama sekali, Kajja!” ajak donghae menaiki mobil sportnnya.

 

— Di gyongju —

aku melihat pemandangan di sekitarku, begitu indah dan menyejukan. sudah lama aku tak datang kemari. aku sangat merindukan korea,meskipun di amerika juga ada musim gugur tapi tak tetap saja berbeda dengan di korea.

 

“kyeopta, ini sangat indah” gumamku.

“hmm…tempat ini memang indah dan romantis, mungkan saja di sini ada wanita cantik yang masih single”ujarnya dengan melihat kiri kanan.

“aahh kau ini, pikiranmu cuma wanita,wanita dan wanita…saja!”desahku

“hahaha, iya… iya! Eh Won-ah kita ke sana nde” ajaknya menunjuk ke salah satu pohon terbesar di sana.

 

“kau saja yang kesana, aku mau lihat lihat pemandangan ditempat sini dulu”

 

“ya sudah aku pergi dulu ya, siapa tau aku dapat kenalan wanita cantik!”dia berlalu meninggalkanku dengan melambaikan tangannya keatas.aku hanya mencibir.

 

Akupun menyisiri jalan setapak yang tidak terlalu kecil, tapi indah, banyak pohon di sekitar yang daunnya mulai menguning dan berjatuhan indah. dan sesekali aku memotretnya dengan kameraku yang sengaja aku bawa dari rumah.

 

“brukkk” aku menabrak seseorang karena saking asiknya melihat daun yang berjatuhan dan juga memotret pemandangan yang aku lihat.

 

“joesonghabnida! (maaf)” ucapku gugup.

 

“gwenchana!” balasnya sambil tersenyum. Aku langsung merapihkan bukunya yang terjatuh di jalan tersebut.

 

“aigoo, kenapa bisa begini!” ucapku tak sadar.

“dugg!”Kepalaku tak sengaja berbenturan dengan kepalanya. dia meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya.

 

“im sorry!”kataku dengan canggung,

“it’s okey! ” aku bangkit berdiri bersamaan dengannya, entah mengapa saat melihatnya jantungku berdebar, belum penah aku merasakan debaran seperti ini, senyumnya begitu manis.

 

” hai, are you oke!” katanya menyadarkanku dari lamunanku yang terus menatapnya sambil melambaikan tangannya di depan wajahku. mungkin dia merasa risih karna aku menatapnya terus.

 

” ahh…nde, ini bukunya, sekali lagi maafkan aku” kataku sambil memberikan bukunya yang terjatuh tadi.

” khamsahabnida ” aku hanya tersenyum, entah kenapa aku ingin mengenalnya dan tau namanya.

“kau sendirian, mana kekasihmu” kataku canggung dengan menoleh kesemua arah mencari seseorang jika dia tak sendirian.

 

” aku tak punya kekasih, aku kesini bersama sahabatku, dia sedang jalan-jalan di sana ” katanya dengan menunjukkan dimana temannya berada.aku menatap kertas berukuran besar dan terdapat lukisan bunga sakura yang berguguran dengan indah.

” lukisannya sangat indah, kau seorang pelukis ” tanyaku penasaran.

 

” aniy, aku hanya hobby melukis saja ”

” oh, aku kira kau pelukis, lukisanmu indah kenapa tak kau bawa ke galery lukisan, siapa tau ada yang tertarik dengan lukisanmu itu” saranku padanya.

 

” sebenarnya aku ingin, tapi aku masih ragu, karna lukisan disana bagus semua” jelasnya.

 

” kau juga seorang fotografi ” tanyanya

” sebenarnya aku juga bukan seorang fotografi, tapi aku sangat menyukai dunia fotografi”

 

di tengah-tengah perbincanganku dengannya tiba-tiba saja terdengar suara yang memanggil namanya, kami pun menoleh kesumber suara tersebut.

 

” Yoona ” teriak seorang wanita cantik yang berkulit putih susu dengan melambaikan tangannya.

” ne tunggu sebentar” teriaknya pada sahabatnya tadi. lalu ia menatap ku kembali.

 

” mainhae aku harus pergi sekarang, temanku sudah menungguku ” katanya dengan membungkukan badannya lalu dia melangkah pergi.saat dia pergi aku baru sadar kalau aku melupakan sesuatu dan itu membuatku berteriak memanggilnya.

 

” Nona ileum-i nugu-yo?” panggilku tapi dia tak mendengarnya dan dia semakin jauh.aku mendesah dan lalu tersenyum.

” oh tuhan, kenapa jantung ini bergetar saat melihat snyumnya” gumamku dengan memegangi dadaku yang terasa sesak. saat aku akan melangkah pergi tak sengaja aku melihat sebuah dompet jatuh tak jauh dari tempatku berdiri, aku ambil dompetnya dan ku buka, aku tersenyum saat mengetahui foto di Kartu pengenalnya itu ternyata dirinya dan dompet ini miliknya yang terjatuh tadi.

 

” aku simpan saja, besok akan aku kembalikan padanya ” kataku kemudian pergi meninggalkan tempat itu.

 

°°°Love In Autumn °°°

~Keesokan Harinya~

aku memberhentikan mobilku di depan sebuah universitas terkenal di korea, aku keluar dari mobil dan melepas kacamataku dan menatap disekitarku mencari sosok yang aku cari tapu tak ketemu. aku pun memuruskan untuk masuk kekampus itu dan menanyakannya pada orang lain, tapi saat aku masuk aku melihat semua wanita menatapku terpesona “yah memang tak bisa di pungkiri kalau ketampananku ini begitu mempesona sehingga membuat semua wanita mengagumiku “batinku dalam hti. aku bertanya pada salah satu mahasiswa disana mereka malah mengerumunin diriku. tiba-tiba saja seorang wanita cantik yang aku cari cari dari tadi datang ditengah kerumunan orang-orang yang mengepungku.

 

” kau kan pria kemarin di tamankan? kenapa kau ada disini?” tanyanya heran dengan menunjuk diriku. aku berjalan mendekatinya.

” nde, kau Yoona kan? aku kesini hanya ingin mengembalikan ini,! ini punyamukan?” aku mengeluarkan dompet berwarna biru laut dan memberikannya padanya. dia mengernyitkan dahinya mungkin dia kaget saat aku mengetahui namanya.

 

” iya ini punyaku, kenapa ini bisa ada padamu, pantas saja aku mencarinya kemana mana tak ketemu, ternyata ada di kamu ”

 

” aku tak sengaja menemukannya di taman kemarin, mungkin dompetmu terjatuh saat kita bertabrakkan kemarin dan di dompet itu ada kartu namamu ”

” Oh! khamsahabnida ” katanya dengan menerima dompetnya.

 

” cheonmanayo ” kataku dengan tersenyum

“ya sudah kalau begitu aku pergi dulu nde” kataku canggung, dia mengangguk dan aku melangkah pergi.

 

” chakkaman agassi ” dia memanggilku dan membuat langkahku terhenti, aku membalikan tubuhku menghadap dirinya.

 

” nde,?” dia terdiam sejenak kemudian ia bersuara lagi.

 

” sekali lagi terima kasih kau telah menemukan dompetku dan mengembalikannya.” aku mengangguk menanggapinya.

 

” oh ya aku belum tau namamu, namamu siapa? ” tanyanya

” namaku Siwon, Choi Siwon?” jawabku dengan tersenyum kemudian aku membalikan tubuhku dan melangkah pergi.

 

°°°Love In Autumn °°°

 

~ Super market ~

aku sedang melihat catatan kecil yang ada di tanganku, melihat apa saja yang akan aku beli untuk persediaan di apartmenku. aku mulai mencari apa saja yang aku butuhkan. saat aku akan mengambil beberapa botol minuman tiba-tiba tanganku bersentuhan dengan tangan seseorang yang juga mengambil botol minuman yang aku pegang. aku menoleh kearah sampingku. aku terkejut melihatnya, aku masih terus menatapnya dan kemudian tersadar

 

” ah mainhae, aku tak bermaksud…”

” gwenchana ” dia memotong ucapanku dengan tersenyum ramah.

” ini untukmu saja ” kataku dengan menyerahkan botol minuman yang kami pegang tadi.

” jinjja, apa tak apa-apa?” katanya sungkan.

 

” tentu,ambillah! aku sudah mendapatkannya ” aku memberikan minuman itu padanya dan dia menerimanya.

 

” terima kasih ”

 

hening, tak ada pembicaraan diantara kita, kita berdua masih merasa canggung satu sama lain, hingga aku mencoba memecah keheningan dan kecanggungan antara kita berdua.

 

” kau ”

” kau ” kataku bersamaan dengannya dan kemudian kita tertawa malu.

 

” kau dulu saja ” kataku menyuruhnya bicara duluan.

 

” ani, kau dulu saja ” jawabnya

” baiklah, kau sendirian ” tanyaku. dia menganggukan kepala

” hmm…kalau kau?”

” aku juga sendirian, ” aku menatap keranjang dorongnya begitu banyak bahan yang ia beli.

” sepertinya kau sedang ada pesta ya,? banyak sekali barang yang kau beli.” candaku.

 

” ah iya, hanya pesta kecil-kecilan untuk merayakan kemenangan adikku ” jawabnya dengan melihat barang bawaanya.

” oh ya aku kekasir dulu ne ” aku menganggukkan kepala.dan dia mulai berjalan menuju kasir. beberapa saat kemudian aku menuju ke kasir tapi saat aku sampai di kasir aku melihat Yoona yang kelihatannya sedang kebingungan mrncari sesuatu.

 

” wae” tanyaku padanya.

” sepertinya dompetku ketinggalan dirumah ”

 

” kalau begitu biar saya saja yang membayarnya ” kataku pada sang kasir dengan menyerahkan kartu kredit.

” mainhae aku merepotkanmu siwon-ssi, tapi aku janji nanti aku kembalikan.” katanya

 

” tak masalah, oh ya kau tinggal dimana?” tanyaku

 

” aku tinggal di sebrang sana, kalau kau dimana? ”

” aku juga tinggal disana ”

 

” jinjja, tapi aku tak pernah melihatmu” katanya terkejut aku hanya mengangguk.

” ini tuan barang anda” kata sang kasir menengahi obrolan antara kami.

” gomawo,” kamipun keluar dari supermarket dan berjalan bersama, karna arah rumah kami searah.

 

” apartmentmu dilantai berapa?” tanyaku memecah keheningan.

” di lantai 9 nomer 304 kalau kau?”

” wah kenapa bisa kebetulan gini ya, aku juga lantai 9 nomer 307″ kataku

” jeongmal, kenapa bisa kebetulan begini ya, ternyata kita tetanggaan ” ucapnya dengan tersenyum.

 

tak terasa kami sudah tiba di apartmen, dia menawarkanku untuk gabung dengannya bersama teman-temannya untuk merayakan pesta kecil-kecilan adiknya.

 

” kau yakin tak mau ikut bersama kami, mereka pasti senang jika ada tetangga baru sepertimu” dia meyakinkanku agar aku bisa bergabung dengan mereka, sebenarnya sih aku ingin tapi sayangnya aku tak bisa karna aku banyak pekerjaan kantor yang harus aku kerjakan.

 

” maaf aku tak bisa, karna aku banyak sekali pekerjaan, lain kali saja kalau ada waktu, kalau begitu aku pulang dulu ya”

” ah baiklah, tapi tunggu sebentar aku akan mengambilkan uangnya karna kau sudah meminjamiku uang tadi ” katanya sambil akan masuk kedalam namun dengan cepat aku menahan pergelangan tangannya. dia menatapku lalu beralih menatap pergelangannya yang aku pegang. dengan tak enak hati aku melepaskan tangannya.

 

” maafkan aku, ” kataku gugup dia hanya menganggug.

” kau tak perlu menggantinya yoona -ssi, karna alu ikhlas membantumu, ya sudah kalau begitu aku pulang ne,selamat malam” sambungku kemudian berlalu pergi.

 

” tapi siwon-ssi aku berhutang denganmu ” katanya sedikit berteriak. sebelum aku masuk ke dalam aparmenku yang hanya berjarak beberapa langkah saja, aku menoleh kearahnya.

 

” kau tak perlu membayarnya, asalkan kau mau jadi temanku ” kataku dengan tersenyum, kulihat dia juga tersenyum padaku.

” tentu saja aku mau jadi temanmu, ”

” benarkah, kalau begitu sekarang kita teman ” aku menunjukkan jari kelingkingku.dia tersenyum geli. mungkin dia pikir seperti anak kecil saja.

 

” ya baiklah, kita teman ” katanya dengan menunjukan jari kelingkingnya, seolah – olah jari kita menyatu.

 

sejak itulah hubungan kita semakin dekat satu sama lain. dan aku merasa nyaman dengannya. sudah 2 bulan kita bersama-sama dan itu membuat jantungku tak menentu jika bersamanya. sepertinya aku mulai mencintainya ah tidak tidak lebih tepatnya aku mencintainya sejak pertama bertemu. ingin aku mengatakan cinta oadanya tapi aku tak berani melakukannya karna setiap jumpa dengannya aku merasa gugup. dan entah mengapa saat ini aku memberanikan diriku untuk mengungkapkan semua perasaanku padanya. aku mengajaknya bertemu di sebuah taman dekat kota dan aku sudah mempersiapkan semuanya.

 

~ In Taman~

aku menunggu seseorang sambil melihat jam yang ada di tanganku, dan sesekali menatap kearah sekelilingku. tapi dia belum datang juga. dan beberapa menit kemudian dia datang menghampiriku duduk di sebelahku.

 

” Oppa ada apa kau mengajakku ketemuan?, kau tau aku masih ada kuliah dan kau menghubungiku, katanya kau ingin bicara penting denganku memangnya apa yang ingin kau bicarakan” omelnya dengan yang slalu membuatku ingin tertawa, dia selalu seperti ini tapi aku menyukainya.

 

” ya! kenapa kau malah tertawa eoh ” sepertinya dia lagi kesal denganku.

” aku merindukanmu yoong ” godaku dengan menatapnya intens. aku melihat semburat merah di pipinya sungguh aku menyukainya.

 

” aish oppa jangan menggodaku, ayo cepat katakan apa yang ingin kau bicarakan ” katanya dengan mencubit lenganku.

 

” Oke, oke tapi berhentilah mencubitku, sakit tau” kataku dengan mengusap usap lenganku yang terasa panas.

 

” baiklah, sekarang bicaralah! ” dia menghentikan aksinya.

 

aku harus memulai pembicaraan ini dari mana tapi aku berusaha mengatur detak jantungku yang mulai tak karuan, menghilangkan rasa gugup bila bersamanya.

 

” begini yoong, sebenarnya… hmm…sebenarnya aku…” kataku terbata -bata terlalu gugupnya aku dan dia menautkan alisnya ingin tau kata selanjutnya dariku. aku terdiam cukup lama. hingga aku bersuara kembali.

 

” sebenarnya aku…”

“sebenarnya aku ” katanya mengulangi perkataanku.aku benar – benar gugup.

 

” sebenarnya aku sudah lama meny…” kataku terputus saat suara ponselku berbunyi, aku merogoh sakuku dan melihat siapa yang menelponnya. saat aku mengetahui siapa penelfonnya aku meminta yoona untuk menunggunya ssebentar.

 

” yoona kau tunggu sebentar ne, aku angkat telfon dulu ” dia menganggukan kepalanya. dan aku sedikit menjauh darinya.

 

” yeobseo ” kataku di sebrang sana.

 

” oppa, kau dimana kenapa lama sekali, aku menunggumu begitu lama ” cerocos wanita di sebrang sana. aku baru ingat kalau hari ini adikku pulang dari berlibur.

 

” Ommo! oppa lupa saeng, maafkan oppa ne

 

“………….”

 

” ne, baiklah oppa akan kesana sekarang ”

 

“……………….”

 

” arasso, aku tau itu cerewet sekali kau ini ” kataku sedikit kesal ~ Tuutt ~ lalu aku mematikan ponselku. aku nenghampiri yoona dan berpamitan dengannya tentang mengungkapkan perasaanku mungkin lain kali saja, karna aku masih ragu mengatakannya.

 

” yoona maafkan aku, aku harus pergi. aku harus menjemput seseorang di bandara, soal pembicaraan tadi, kita bahas besok saja ne ” dia hanya mengangguk.

 

” ya sudah, sana pergi, ” katanya

” kau tak apa-apakan balik sendiri ”

” yah, sudah pergi sana ” katanya seperti nada kecewa. aku pun pergi meninggalkannya.

 

~ Bandara Incheon ~

terdengar suara yang mrmanggilku, aku menoleh keselilingku dan ku dapati seirang gadis remaja berjalan menghampiriku.

 

” Oppaa ” teriaknya langsung memelukku.

 

” oppa kenapa lama sekali, kau tau aku menunggumu begitu lama, memangnya apa yang kau lakukan hingga kau lupa menjemputku eoh? ”

 

” mainhae sulli-ah oppa sangat sibuk, bagaimana liburanmu di rumah halmoni, menyenangkan? ”

” hmm.. tentu sangat menyenangkan sekali ” sanggahnya dengan gembira.

 

” kau harus kesana bersama kekasihmu oppa, halmoni sangat ingin bertemu kau dengan kekasihmu, tapi sampai sekarang kau masih tak laku juga, kau payah oppa ” ledeknya

 

” hai, hai siapa yang tak laku eoh? hanya saja aku belum menemukan seseorang yang cocok, yah walaupun sekarang ada seorang gadis yang telah mencuri hatiku ” kataku tak terima.

 

” benarkah, siapa orangnya oppa, kasih tau aku ”

” aish,sudahlah kajja kita pulang ” dengusku lalu merangkul pundaknya dan menyeretnya untuk jalan.

” ya! oppa lepaskan aku bisa jalan sendiri ” teriaknya,aku pun mengantarnya pulang kerumah eomma, karna ia dari tadi ingin pukang ke apartmentku saja, tapi aku tak mengijinkannya karna dia itu tukang onar, bisa bisa apartmentku berantakkan karna ulahnya.

 

~ At Home ~

” eomma aku pulang ” teriaknya sambil berlari menghampiri eommaku.

 

” sulli-ah kau sudah pulang, bagaimana liburanmu? ”

” menyenangkan eomma ”

 

” eomma aku bolehkan tinggal bersama oppa ” dia mencoba merayu eomma.

” kau bilang saja pada oppamu apa boleh? kalau eomma tersera oppamu ” kata eomma

 

” ayolah oppa ijinkan aku tinggal bersamamu ne, please” katanya dengan memohon.

” ah aniyo, bisa bisa apartmenku berantakan dan aku lagi yang harus membereskannya ” aku tetap kekeh dengan keputusanku

 

” aku janji akan membersihkan semua apartmentmu, bagaimana? ayolah oppa aku bosan disini tak bisa bebas kalau denganmu aku bisa melakukan apapun.”

 

” cih, kau ini pintar sekali, baiklah kau boleh tinggal bersamaku, tapi kau harus membersihkan apartmentku sampai rapi ” kataku dengan senyuman smirk evil.

” oke, kau memang yang terbaik oppa ” dia memelukku erat sehingga membuatku sulit bernafas.

 

” ya! kau mau mebunuhku eoh ” teriakku kesal.

” hehehe, maaf oppa, aku terlalu senang ” katanya dengan meringis.

 

~ At Apartment ~

 

” oppa, kenapa kau tak ungkapkan padanya oppa, kau benar – benar payah ” kata dengan duduk santai sambil memakan camilan yang ada di tangannya.

 

” aku kemarin juga akan mengungkapkannya, tapi rencanaku gagal karna kau tiba- tiba menelfonku ” kataku dengan duduk disampingnya.

 

” lalu kapan kau akan mengungkapkan cintamu lagi oppa ” katanya sambil meminum jus yang aku buatkan tadi.

 

” nado molla, aku mencari waktu yang tepat untuk menyatakan semuanya dan ada kesan romantis pastinya ” kataku dengan tersenyum membayangkan kesan romantis apa yang akan aku tunjukan padanya. tanganku meraba mengambil cemilan yang ada di tangan sulli tapi aku tak mendapatkan apa-apa. aku pun menatap kearah sulli.

 

” ya! sulli-ah kenapa snecknya kau habiskan, aish kau ini keterlaluan.di tinggal sebentar saja makananku habis semuanya ” aku mendengus kesal karna dia menghabiskan 2 sneck sekaligus. dia malah cengar cengir gak jelas.

 

” hehehe, mainhae oppa, abiss ini enak sekali ”

 

sejak sulli disini camilan yang aku beli habis semua dimakannya. aku menatapnya dengan tatapan mautku, aku yakin dia pasti ketakutan, terlihat jelas dari raut mukanya.

 

” Ooo…sepertinya aku sudah membuat si kuda marah, ” gumamnya yang masih bisa ku dengar dengan memasang aling – aling langkah seribu.

 

” ya! mau kemana kau eoh, kau telah menghabiskan semua makananku, bahkan aku belum memakannya ” bentakku dengan berkacak pinggang yang membuat di menghentikan langkahnya.

 

” hehehe, oppa kau jangan marah ne, aku akan menggantinya kau tenang saja ” katanya dengan takut – takut menatapku. aku masih menatapnya lalu mengejarnya.

 

” kyaa oppa ampun, ku mohon lepaskan aku, oppa hentikan…oppaa berhenti menggelitikiku ” ucapnya minta ampun dengan tertawa menahan geli.

 

” rasakan, salahmu sendiri kau menghabiskan semua makananku ” aku terus menggelitikinya dengan tertawa puas.

 

saat aku bercanda dengan adikku tiba-tiba saja terdengar suara barang terjatuh, saat aku menatap keasal suara, aku terkejut saat melihat yoona berdiri tak jauh dari tempatku berada. kemudian dengan mata berkaca-kaca dia berlari keluar apartmentku, aku pun baru sadar kalau aku sedang memeluk sulli yang siapa saja biea menganggap kami seperti sepasang kekasih. aku melepaskan pelukanku pada sulli dan mengejarnya yang sudah salah paham denganku.

 

saat sampai di lift aku menahan lengannya dan menariknya menatapku, aku melihatnya sedang menitihkan air mata, dan dia tak menatapku sama sekali. dia hanya menundukkan kepalanya.

 

” yoona, ini semua tidak seperti yang kau pikirkan ”

” tidak seperti yang ku fikirkan, memangnya apa yang ku fikirkan, antara kitakan tak ada apa-apa selain teman ” katanya datar lalu menghempaskan tanganku dan pergi meninggalkanku. aku termenung dengan apa yang ia ucapkan tadi, teman ternyata dia menganggapnya teman. aku pun berjalan kembali ke apartmentku tanpa semangat.

 

” oppa, apa wanita tadi wanita yang kau sukai ” tanya sulli tak enak hati. aku hanya menganggukkan kepala dengan lesu.

 

” lalu kenapa kau kembali oppa, seharusnya kau jelaskan semuanya padanya, kau tak bisa lihat tadi di cemburu denganku oppa ” sulli menyemangatiku untuk menyusulnya.

 

” percuma saja sulli-ah dia tidak menyukaiku, dan hubungan kita hanya sekedar teman ” kataku patah semangat.

 

” babo! kalau kau mencintainya kau harus mengejarnya bukannya kau patah semangat seperti ini, kau kan belum mencobanya, setidaknya kau telah memperjuangkannya. ” katanya sedikit kesal padaku. aku terdiam mencoba mencerna apa yang di katakan sulli tadi memang ada benarnya. aku belum mencobanya dan bilang padanya kalau aku mencitainya. tanpa membuanf waktu aku bangkit dan berlari mencariya. aku tak peduli dia menolakku yang penting aku sydah mengungkapkan perasaanku padanya. aku mencoba mencarinya di taman dekat apartment ini, dan dugaanku benar dia sedang duduk disebuah ayunan sambil menatap langit. aku menghampirinya dan duduk di ayunan di sebelahnya.

 

” malam ini sangat indah bukan ” tanyaku sambil memandang langit yang penuh dengan bintang. aku tau dia pasti terkejut dengan kedatanganku.

 

” mau apa kau kesini, kenapa kau tak bersama gadis ABG itu, cih ternyata pria sepertimu suka dengan gadis SMA ” katanya dingin

 

” apa kau sedang cemburu ” godaku dengan menatapnya nakal.

” mwo! aku cemburu dengan anak SMA itu, cih tidak mungkin, buat apa aku cemburu denganmu ” katanya sinis dengan berdiri dari duduknya dan menghadapku. aku hanya tersenyum melihat tingkahnya. saat dia akan melangkah pergi aku menahan pergelangan tangannya.

 

” kau ini kenapa yoong? kenapa kau jadi sinis seperti ini padaku, kalau kau tak cemburu seharusnya kau tak bersikap seperti ini padaku ” bentakku mulai kesal karna sikapnya yang berubah dingin padaku sejak kejadian tadi sore. dia menatapku dengan tatapan yang sulitku artikan.

 

” yah memang aku cemburu, aku cemburu kau dengannya, karna aku menyukaimu, apa kau puas sekarang eoh, cih bodohnya aku ini. bisa – bisanya aku suka dengan namja yang tak menyukaiku.” teriaknya dengan menangis. aku tercengang dengan apa yang dikatakan tadi. apa dia menyukaiku apa aku tak salah dengar batinku. dalam hatiku pun aku bahagia dan merasa berbunga-bunga karna cintaku tak bertepuk sebelah tangan.

 

” Mwo! jadi slama ini kau menyukaiku, dan slama ini pula kita sama-sama suka, tapi tak ada antara kita yang berani mengatakannya.

” apa maksudmu oppa? ” dia mengerutkan keningnya bingung.

 

” yoona kau tau siapa gadis yang bersamaku tadi ” tanyaku yang hanya dijawab dengan wajah datarnya.

 

” aku tak ingin tahu siapa gadis itu, jadi kau tak perlu tak enak hati padaku, karna aku tak peduli lagi ” katanya ketus kemudian dia melangkah pergi.

 

” dia adikku, dia yang sering aku ceritakan padamu ” aku lihat dia menghentikan langkahnya tanpa menoleh padaku.

 

” dia baru saja pulang dari liburannya, makanya saat ditaman kemarin aku pergi begitu saja karna aku menjemputnya di bandara, kau ingat waktu itu aku ingin bicara hal penting denganmu. kau tau hal penting itu apa? kataku menjelaskan kesalah pahaman ini. dia hanya terdiam dengan posisinya membelakangiku tanpa menatapku. aku berjalan mendekatinya dan memutar tubuhnya untuk menatapku.

 

” waktu itu aku ingin mengatakan bahwa aku sebenarnya menyukaimu, lebih tepatnya aku mencintaimu sejak pertama kita bertemu, tapi aku tak punya keberanian untuk mengatakannya padamu, kalau kau tak percaya kau bisa katakan ini pada adikku ” kataku menatap matanya lekat dengan memegang kedua tangannya.

 

” yoona saranghae, kau maukan jadi kekasihku ” kataku sungguh-sungguh dengan memegang jemari tangannya.

 

” nado saranghae,” katanya lalu memelukku, aku membalas pelukannya dan mencium puncak kepalanya dengan sayang.

 

” oppa, maafkan aku telah…” katanya terputus saat aku menempelkan jari telunjkku di bibirnya.

” kau tak perlu minta maaf, kalau bukan karna ini semua kita kan menjadi seperti sekarang ini kan ” kataku lembut, dia mengangguk dan tersenyum.

 

aku mendekatkan wajahku ke wajahnya, menuntun bibirku untuk mencium bibirnya, yoona memejamkan matanya dan ikut memiringkan kepalanya, saat bibir kami akan bertemu tiba-tiba Sulli berada di samping sambik duduk dia ayunan, entah sejak kapan dia sudah ada disini yang mengejutkan kami sehingga membuat kami menjauhkan wajah kita dan yoona terlihat kaget dan malu.

 

” Aigoo, kalian berdua romantis sekali ” kata sulli dengan nada menggoda.

 

” ya! sulli sejak kapan kau ada disini eoh ” bentakku

 

” sejak kau menyatakan cintamu pada yoona eonni ” katanya dengan menatap kearah yoona yang sedang tersipu malu.

” eonni ku harap kau bahagia bersama oppaku yang payah ini, aku juga seneng eonni menjadi kekasih oppaku yang tak laku – laku ini ” kata sulli terus menggodaku

 

” yak! sulli kau bicara apa eoh, kau ingin menjatuhkanku di depan yoona, itu tidak bisa karna dia mencintaiku, benar begitukan chagi ” kataku tak terima dikatakan payah dan tak laku. yoona hanya tersenyum mendengar pertengkaran kecil kita berdua.

 

” nde, aku juga senang bisa bertemu denganmu sulli, oh ya maafkan aku telah bersangka buruk padamu ”

 

” gwenchana eonni ” katanya lalu mereka tertawa bersama.

 

~ ke esokkan harinya ~

 

aku dan yoona sedang kencan bersama di sebuah taman yang penuh dengan daun yang sedang berguguran, kami duduk berdua di sebuah bangku yang panjang dengan aku tidur berada di atas pangkuannya.

 

” deer ”

” hmm. . .”

 

” kau tau musim gugur ini musim terindah yang pernah aku alami, dimana daun-daun sakura berguguran tapi tidak dengan cintaku ” kataku dengan menatapnya lekat.

 

” aku juga seperti itu oppa, ”

aku menatapnya dalam dan ku tarik tengkuknya.ku dekatkan wajahku kewajahnya. tak ingin membuang waktu aku langsung mengecup bibirnya. aku mencium bibirnya lembut dan penuh cinta, dia juga membalasnya dengan tempo yang pelan. bibir kami saling bertautan di bawah pohon sakura yang sedang berguguran dengan indah.

 

terima kasih tuhan Ini adalah musim gugur pertamaku dan yang paling terindah, dimana daun daun sakura berguguran tetapi cintaku padanya tak pernah gugur hingga saat ini dia yang menjadi pendampingku.

 

 

~ THE END ~

 

hohoho bagaimana garing banget ya ff nya,  aku hanya ingin meramaikan hari anyversary yoonwonday saja. semoga kalian suka deh. jangan lupa komentnya ya meskipun ff nya tak menarik atau jelek. untuk menghargai karya aku yang abal abal ini. sekali lagi jangan jadi Silent Reader.

 

buat admin resty dan echa gomawo.

Iklan
Tinggalkan komentar

81 Komentar

  1. ceritanya lumayan menghibur meski awal bacanya datar aja.ditunggu karya lainnya ya author

    Balas
  2. DeAnanda

     /  April 1, 2014

    tingkah laku Sulli bikin ketawa. Akhirnya YoonWon bersatu.. 🙂

    Balas
  3. Merisa Hermina putri

     /  April 1, 2014

    Baguss kokkkk ceritanya

    Balas
  4. Kimy

     /  April 2, 2014

    Hahaha ceritanya ringan, suka😉

    Balas
  5. Bagus kok untuk permulaan , untuk typo masih terselip selip dikit kalo ini diedit ulang terus ditata lagi makin bagus thorr tapi keren kok ceritanya alurnya juga baguss . Yang penting happy end aja deh aku suka jadinya , aku tunggu karyamu selanjutnya . Keep writing thor .

    Balas
  6. Kim Eun Kyo

     /  April 2, 2014

    Ahhhh daebakkkk sukaaa bangettttt

    Balas
  7. ellya

     /  April 2, 2014

    Bgus critax.. sulli bkin hub yoonwon jdi lucu..

    Balas
  8. Romantis,, adeuh itu sulli ada2 ªĴª,, seruuuu…….masi ªϑª typo na chingu,,, but good job,,, dtggu ff na yg lain…fighting (ง’̀⌣’́)ง

    Balas
  9. DaebakKk . .
    Keren unN,SEQUEL.x dtnggu !!!
    Yo0nw0n jjang 🙂

    Balas
  10. lin

     /  April 5, 2014

    So romantic thor..

    Balas
  11. KaRenYS4ever

     /  April 6, 2014

    YoonWon nya romantis bnget..
    Tadi mrka mau kisseu tp g jd krn tiba2 Sulli muncul ddpn mrka..
    Sulli kyak hantu aja munculnya tiba2..ckck..
    Next ff dtunggu scepatnya ya eon..

    Gomawo^^v

    Balas
  12. andreyani

     /  April 9, 2014

    Awal awalnya sih bagus,tp agak kebelakangnya agak gimana gitu.

    Balas
  13. rinabere

     /  April 10, 2014

    bgs bgt
    q kasih nilai 80

    Balas
  14. rinabere

     /  April 10, 2014

    bgs bgt nih Os Projec ke-2 yg q baca

    q kasih nilai 80

    Balas
  15. rinabere

     /  April 10, 2014

    bgs bgt nih Os Projec ke-2 yg q baca

    Balas
  16. any

     /  Mei 19, 2014

    Ceritanya ringan. Bagus buat jam istarahatku…

    Balas
  17. Dede

     /  Juni 9, 2014

    Lumayan seru.tapi krng dapet ceritanya?

    Balas
  18. sulli selalu jadi penghubung yoonwon..keke

    Balas
  19. Mia

     /  Juli 10, 2014

    Ha ha ha lucu juga sih

    Balas
  20. diladiladila

     /  Agustus 30, 2014

    Critanya kren author, di tunggu sequelnya 😀

    Balas
  21. melani

     /  April 30, 2016

    Ohh romantis bgt ceritanya..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: