[Drabble] Goodbye

goodbye cover

Tittle : Goodbye

Genre : Sad, Hurt

Type : Drabble

Length : 966 words

Rating : Teen

Cast :

–          Im Yoon Ah

–          Choi Siwon

Support Cast :

–          Kwon Yuri

–          Nam Gyuri

Disclameir :

This story pure is mine. I just borrow the cast of the family

But happy reading readers~

Don’t be silent readers !

.

.

.

.

Semilir angin yang menyapa tubuhnya pagi ini diabaikan begitu saja. Semenjak sampai disekolahnya, gadis ini hanya berdiam diri saja. Entah apa yang dipikirannya. Mata cokelatnya terus memandang kebawah, kearah dedaunan yang tengah bergoyang ria. Tadi pagi sebenarnya dia tidak ingin pergi kesekolah tapi dia sendiri yang harus mengubur keinginannya sendiri karena suatu hal yang melibatkan dirinya.

“Hai” arah pandangnya berubah, dari dedaunan itu menjadi ke sosok pria yang berstatus kekasihnya. Seukir senyuman dibuatnya sedikit terpaksa. “Kenapa lama sekali ?” Siwon, kekasihnya tertawa kecil mendengar penuturan kecil yang menyerupai suara anak kecil dari Yoona.

Yoona merapatkan jaket yang sengaja dipakainya guna menghangatkan tubuhnya. Sebenarnya ingin sekali langsung berbicara kepada intinya saja tapi dia harus menunggu waktu yang tepat untuk saat ini.

“Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan ?” Siwon bertanya penuh keheranan karena dia tidak merespon pertanyaannya sedikitpun. Sebentar lagi bel  masuk akan berbunyi jadi dia tidak ingin gadisnya memperlambat waktu mereka. “Yoong-ya” Dia melirik sedikit kearah Siwon kemudian berfokus kembali ke dedaunan itu.

“Sehabis pulang sekolah temui aku dicafé terdekat dari sekolah, ya ?” Tanpa menunggu jawaban dari lelaki itu, dia berjalan meninggalkan Siwon yang masih ditempatnya dengan penuh tanda tanya.

“Ada apa dengannya ?”

“Apa dia…… ?”

Bel pulang telah berbunyi beberapa detik yang lalu menyebabkan kericuhan yang ditimbulkan oleh banyak siswa. Salah satu dari mereka, tengah berjalan lesu kearah pintu kelasnya untuk keluar lalu menemui kekasihnya yang tadi ditemui pagi hari ditaman. Masih dengan raut muka yang sama, dia berjalan sedikit cepat menghindari tatapan tajam dari mantan-mantan kekasihnya itu.

Yoona-ya” Salah satu temannya berteriak memanggilnya membuat langkah kakinya berhenti. Temannya mengatur nafas didepannya karena aksi larinya. “Kau tidak ingin pulang bersama ?” Setelah mengatur nafasnya berulang-ulang, akhirnya kalimat itu keluar juga dari bibir manisnya. Yuri terlihat sedih saat temannya memberikan kode dengan cara menggelengkan kepalanya, yang artinya dia menolak. Dia meninggalkan Yoona dengan muka sebalnya.

Im Yoon Ah berjalan keluar gerbang sekolahnya menuju café yang tidak jauh dari tempat berdirinya. Setelah masuk, dia memilih tempat duduk yang berada disudut kanan dekat jendela, tempat biasa jika dia sedang jenuh. Tiba-tiba pintu berbunyi setelah dirinya mendudukan diri, menandakan seseorang telah masuk ke café itu.

“Hai” Orang itu duduk dihadapannya lalu meletakkan gitar yang dibawanya dibawah meja. Yoona langsung memanggil pelayan untuk memesan minuman untuk dirinya dan orang yang didepannya. “Apa yang ingin dibicarakan ?” Yoona mengacuhkan pertanyaan yang diberikan orang yang didepannya. Menunggu minuman itu datang lalu baru akan menyampaikan maksudnya.

Sebenarnya Yoona sudah muak melihat wajah pria yang ada dihadapannya. Tapi dia harus menahannya minimal sampai minumannya datang. “Aku ingin bicara penting” Tiba-tiba dia menggeluarkan suaranya dan menambahkannya “Tapi setelah minuman datang”.

“Kenapa harus menunggu minuman ?” Disaat pertanyaan itu keluar, pesanan mereka juga datang. Mereka meminum setengah cappuccinonya lalu menyisakannya sedikit. “Minumannya sudah ada, jadi apa yang ingin dibicarakan Yoong” Masih saja wajahnya menghadap jendela, menghindari tatapan yang diberikan Siwon.

“Aku ingin kita…” Yoona menjeda sedikit kalimatnya kemudian menatap mata cokelat milik kekasihnya.

“Kita ?” Siwon sebenarnya sudah mengetahui yang akan terjadi selanjutnya karena perselingkuhan yang dilakukannya dibelakang Yoona sudah diketahui oleh orang tersebut. “Aku ingin kita putus” Kalimat itu keluar sedikit terbata-bata yang diakhiri bening-bening yang dikeluarkan dirinya sendiri. Sebenarnya itu bukan karena tatapan yang diberikan oleh mantan-mantan kekasihnya terhadap dirinya tapi karena sebuah kesalahan besar yang dibuat Siwon sendiri.

Siwon mengangguk mengerti, sebenarnya dia masih mencintai Yoona tapi dia juga mencintai selingkuhannya. Dia tidak bisa memilih diantaranya. Keduanya sama-sama orang yang dicintainya. Yoona atau Gyuri ?

“Kau sudah mengetahui semuanya ?” Dia mengangguk kecil kemudian menghapus air matanya kasar. “Maafkan aku” Siwon menggapai tangannya lalu menggenggamnya berharap mendapat maaf dari kekasihnya walaupun  kesempatan untuk mereka kembali sangat kecil.

“Terlambat” Dia menarik kembali tangannya dan beranjak bangun. Tapi tangan orang itu menghambat kepergiannya. “Bagaimana kalau kita mengulang semuanya ?” Rasanya sekarang dia ingin muntah saat itu juga. Kata-kata yang memuakkan baginya. Dia bilang apa tadi ? Mengulang semuanya ? Semuanya sudah berantakan akibat dirinya sendiri. Tapi apa yang diucapkannya tadi ? Apakah Yoona mengalami kerusakan pada telinganya ?

Cih, bukannya kau lebih memilih Nam Gyuri dibandingkan aku ?”

“Aku memilihmu, aku akan memutuskannya setelah ini. Kita bisa mengulang semuanya dari awal Yoong-ya” Lagi, dia rasanya ingin benar-benar muntah detik ini juga. Tapi kata-kata yang diucapkannya sungguh jujur. Setelah memikirkannya kembali, dia merasa  bahwa Yoona lebih baik dari pada Gyuri.

“Bodoh. Choi Siwon bodoh”

“Semuanya sudah terlambat” Suaranya terdengar sangat tajam tapi terselip nada lirih didalamnya. Yoona tidak mungkin akan masuk kedalam lubang yang sama, kan?

“Jangan jadikan dia target selanjutnya Siwon-ssi, bahagiakan dia” Katanya sambil memalingkan wajahnya, takut orang itu melihatnya dirinya tengah menangis kecil  ( lagi ). Dia menahan keras agar isakannya itu tidak keluar.

“Dan sampai jumpa” Setelah menyelesaikan kalimat terakhir itu, Yoona melepas tangan yang ada dipergelangan tangannya kemudian mencium sekilas bibir pria itu. Anggap saja itu adalah ciuman perpisahan mereka. Kemudian meninggalkan orang itu yang masih tercengang. Sebenarnya ini sangat berat baginya tapi mau apa lagi ? Semuanya sudah benar-benar  berantakan. Akan membutuhkan waktu lama untuk merapihkannya kembali. Begitu perumpaannya, kan?

.

.

.

.

.

 

Though I that must be heartaches here but let it be

Than others who feel it, right?

Love does not have to have, right?

If we are predestined, we’ll meet again, right?

And goodbye

END

a/n : Annyeong haseo……

Perkenalkan aku author baru disini >hihi<

Maaf ya kalo terkesan kecepetan atau kependekan

Maaf juga ya kalo jelek ‘_’ karena saya author amatiran

Please comment, readers

Gomawo buat admin resty atau admin echa yang udah mau ngeupload ff absurd ini >< :*

Tinggalkan komentar

106 Komentar

  1. ayu

     /  September 25, 2014

    ya pisah . sequel dong

    Balas
  2. Terlalu pendek nih kak tp kan author baru jadiiii maklum deh,
    Fighting ya buat karya selanjutnya^^

    Balas
  3. Susi

     /  April 3, 2015

    Woww 😱 singkat bangeeettt

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: