[OS] Finally, I find you (sequel Honesty of Heart)

[OS] Finally, I find you (sequel Honesty of Heart)

 

Annyeong yeorobeun…I’m back!!!

Aku bawain sequel dari os kemarin niii…karena banyak yang kecewa ‘n ngambek gara-gara sad ending, jadi dengan penuh kekuatan luar dalam *mulai lebay* author bikinin sequelnya,,mudah-mudahan memuaskan yaaah… ^ ^

buat yang minta sequelnya diwajibkan RCL yaaa…*yang lain juga,harus!*

Oia yang belom baca ff sebelumnya atau pengin baca ulang ini aku kasih linknya (admin mohon bantuannya…gamsahamnida) :

http://www.yoonwonitedkingdomstory.wordpress.com/2014/02/14/os-honesty-of-heart/

 

Author             : Choi Ji Hyun a.k.a Alfiah                             Type                : Oneshoot Sequel

Genre              : Romance, sad, friendship, etc…                   Rating             : General

Main cast         : Choi Siwon (SuJu), Im Yoon Ah (SNSD)

Other cast        : Lee Seung Gi, Park Shin Hye, etc

                                                                         

 

Akhirnya aku menemukanmu

Saat hati ini mulai merapuh

Akhirnya aku menemukanmu

Saat raga ini ingin berlabuh

Kuberharap engkaulah

Jawaban segala risau hatiku

Dan biarkan diriku

Mencintaimu hingga ujung usiaku

Jika nanti kusanding dirimu

Miliki aku dengan segala kelemahanku

Dan bila nanti engkau disampingku

Jangan pernah letih tuk mencintaiku

 

SIWON POV

3 tahun sudah aku menjadi mahasiswa di Busan University, selama itu pula kembali aku harus memendam rasa sakit hati dan kecewaku terhadap cinta tak terbalasku. Dia, Im Yoona masih bertahan dalam pelukan Seung gi, berbahagia di sisinya selama 2 tahun lebih. Sedangkan aku harus selalu bersusah payah menata kembali hati yang diremukkan oleh takdir yang mengikatku. Dikala ia sedang bergembira dengan kehadiran Seung gi disampingnya, aku sendiri di sudut ini bersembunyi dibalik tirai dan menampakkan senyum palsu yang susah payah aku ciptakan. Aku tidak mau merenggut kebahagiaan orang-orang yang kusayangi, tidak mungkin aku melepas topeng ini dan berkata pada dunia apa yang aku rasakan. Tidak! Aku tidak mungkin berlaku egois seperti itu, apalah arti meraih apa yang aku mau sedangkan ada seseorang yang perasaannya teriris perih melihatku bahagia? Aku bukanlah tipikal orang yang sanggup melihat orang lain bersedih karena diriku. Lebih baik aku yang merasakan sakit itu daripada orang terdekatku yang mendapatkan akibatnya. Untuk itu aku berupaya mencari kebahagiaan lain agar aku tak terbelenggu dengan perasaan ini, agar orang-orang yang kusayang tidak ikut merasakan perih yang aku simpan selama ini.

Pagi yang cerah menyelimuti kota Busan, gundukan salju semakin mencair digantikan bunga-bunga yang mulai bermekaran disana-sini. Semerbak wangi bunga berhembus menyelimuti sudut-sudut musim semi menggantikan angin utara yang selalu membawa aroma kutub yang dingin. Di pagi buta awal musim ini saat keluargaku masih terlelap tidur bergelung dalam selimut hangat, aku sedang sibuk belajar dan mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian yang akan berlangsung pukul 9 nanti. Bukan! Bukan ujian semester atau ujian akhir melainkan ujian masuk beasiswa dual degree yang kebetulan sedang diadakan di kampusku. Terdengar aneh memang mengetahui bahwa aku Choi Siwon anak seorang konglomerat mati-matian berburu beasiswa dengan belajar di pagi buta melawan angin dingin yang masih menyelimuti awal musim semi ini. Mungkin aku terlihat bodoh, untuk apa aku bersusah payah mendapatkan beasiswa agar bisa berkuliah diluar negeri dan mendapatkan 2 gelar sekaligus sedangkan orangtuaku masih mampu membiayai dana kuliahku dan hidupku selama diluar negeri? Bukannya aku meragukan kemampuan kedua orangtuaku, hanya saja aku ingin berusaha mendapatkan apa yang aku mau dengan usahaku sendiri. Itu adalah alasan yang akan aku berikan jika ada seseorang yang bertanya tentang ambisiku mengikuti ujian ini. Tapi sejujurnya, aku hanya mengalihkan pusat pikiranku agar aku tidak terus-menerus terbelenggu dengan masalah cinta sepihak ini dengan menyibukkan diri belajar dan belajar. Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, aku ini hanyalah manusia biasa yang takkan mampu menahan beban berat yang selalu bernaung dalam hidupku, aku berusaha mencari kebahagiaan lain agar tidak terus memikirkan perasaanku terhadap Yoona. Dan mungkin ini adalah kesempatanku, oleh karena itu aku berusaha dengan sepenuh hati mengikuti ujian ini berharap namaku berada dalam daftar calon penerima beasiswa dual degree tersebut. Dan mengapa aku memilih beasiswa di luar negeri bukannya di Korea tempatku berasal? Alasan yang tepat adalah mungkin untuk menghindari Yoona dan Seung gi, maksudku untuk menghindari konflik yang terjadi pada diriku atas apa yang telah terjadi selama ini. Dengan sedikit memberi waktu untuk hubungan mereka dan membenahi kembali diriku sendiri. Semoga saja usahaku ini tidak sia-sia dan semoga ini pilihan yang terbaik untukku maupun mereka.

 

“Annyeong appa, annyeong eomma” sapaku pada appa dan eomma yang berada di ruang makan sembari berjalan menghampiri mereka, appa yang sedang duduk membaca surat kabar pagi ini dan eomma yang sibuk menyiapkan sarapan dibantu Kim ahjumma yang merupakan salah satu pembantu di rumah kami.

“Annyeong sayang, duduklah eomma sudah menyiapkan sarapan untukmu juga” balas ibuku lalu menunjuk tempat disamping appaku, akupun duduk dan siap untuk menyantap makan pagiku.

“Siwon-ah, kau sungguh-sungguh akan mengikuti beasiswa luar negeri itu?” tanya appaku setelah ia melipat surat kabarnya dan menatapku.

“Nde appa, aku ingin kuliah diluar negeri dengan usahaku sendiri, lagipula selama ini nilai-nilai matakuliahku cukup memuaskan oleh karena itu aku ingin mencoba beasiswa ini.” jawabku meyakinkannya

“Seharusnya kau tidak perlu bersusah payah seperti ini, appa masih sanggup membiayai kuliahmu. Kau tahu itu kan?” tanyanya kembali, sejujurnya appa memang tidak setuju atas keputusanku mengikuti jalur beasiswa ini.

“Appamu benar Siwon-ah, sebenarnya eomma juga kurang setuju atas tindakanmu kali ini. Akhir-akhir ini kau selalu sibuk belajar hingga kau jarang bertemu Seung gi dan Yoona, apa kalian sedang ada masalah?” tambah eomma menanggapi perkataan appa dan mengawali pembicaraan pagi ini. ‘tujuanku melakukan ini memang untuk itu eomma’ batinku,

“Kami baik-baik saja eomma, hanya saja aku ingin melakukan sesuatu yang belum pernah aku lakukan sebelumnya, dan aku rasa ini waktu yang tepat untuk menghasilkan sesuatu dengan usahaku sendiri” ujarku meyakinkan kedua orangtuaku, mereka berpikir sejenak lalu eomma kembali berkata,

“Baiklah terserah kau saja, lalu mengapa kau tidak memilih beasiswa dual degree di Busan saja melainkan memilih beasiswa di London? Jika kau tetap kuliah di Busan University, sembari kuliah S2 kau juga akan bisa menjalankan perusahaan milik appa, bagaimana?” kembali eomma tidak setuju dengan tindakanku ini, sepertinya aku harus kembali meyakinkan mereka terlebih eomma yang mulai tidak menyetujui keputusanku ini. Jika aku tidak melakukan ini mustahil untukku pergi ke luar negeri dalam waktu dekat ini, kalaupun aku mengikuti kemauan appa untuk mengandalkannya mewujudkan keinginanku tidak mungkin dalam waktu dekat aku bisa pergi.

“Aku memilih kuliah di luar negeri juga karena untuk kebaikanku dan perusahaan eomma, kudengar kualitas pendidikan di kampus London lebih baik dibandingkan di Korea, oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas diri dan mampu meningkatkan kemajuan perusahaan yang appa miliki aku akan berusaha sekuat tenaga mencari pendidikan yang terbaik” ujarku mencoba menjelaskan, ‘pandai sekali kau beralasan Siwon’ batinku.

“Appa setuju dengan keputusanmu, tetapi jika kau butuh sesuatu katakan saja pada appa” kata appaku akhirnya setuju. Belum sempat aku menghembuskan nafas lega karena ucapan persetejuan appa, eommaku kembali protes.

“Hajiman…” ujar eomma mencoba mengelak dari keputusan appa

“Sudahlah yeobo, jika ini memang kemauan Siwon kita turuti saja. Toh, dia tahu apa yang terbaik untuknya” kata appa memotong pembicaraan eomma, ‘sepertinya aku sudah mendapatkan lampu hijau’ pikirku

“Geurae, terserah kau saja. Lakukan apa maumu Won-ah” ujar eomma padaku, akhirnya ia mengalah setelah mencoba menghalangi keputusanku. Akupun tersenyum lebar mendengar persetujuan dari kedua orangtuaku.

“Gamsahamnida eomma, appa. Aku pasti tidak akan mengecewakan kalian” jeda sejenak, aku melihat sekilas arloji yang terpasang di tanganku “Baiklah sekarang waktu untukku berangkat” ujarku kembali lalu beranjak berdiri,

“Bukankah ujian akan dilaksanakan satu jam lagi?” tanya eomma,

“Aku akan ke perpustakaan dulu untuk belajar lagi, eomma appa aku pergi” pamitku lalu berjalan keluar.

“Semoga sukses!” teriak eommaku, aku hanya membalasnya dengan lambaian tangan disertai senyuman.

 

AUTHOR POV

“Aku juga harus segera pergi, sebentar lagi akan ada meeting dengan klien” ujar appa Siwon kepada istrinya,

“Kau juga akan pergi? Baiklah berhati-hatilah di jalan” balas eomma Siwon, dan tinggallah ia sendiri di meja makan. Tak lama setelah Siwon dan appanya pergi datanglah Seung gi ke ruang makan dan duduk disamping eommanya.

“Pagi eomma” sapa Seung gi kepada eomma angkatnya,

“Pagi juga sayang” jawabnya,

“Hyung dimana? Biasanya dia sudah terlihat bahkan sebelum sarapan disiapkan” ujar Seung gi dengan canda khasnya,

“Dia sudah berangkat ke kampus, baru saja dia pergi” ujar eommanya

“Jinjjayo? Bukankah hari ini tidak ada kelas? Untuk apa dia pergi ke kampus” heran Seung gi mendengar kelakuan hyung pagi ini, dia belum mengetahui perihal keputusan Siwon mengikuti beasiswa dual degree.

“Siwon belum memberitahumu?” tanya eommanya

“Memberitahu apa? Memangnya Siwon hyung kenapa?” tanya Seung gi dengan raut penasaran

“Dia akan mengikuti ujian beasiswa dual degree pagi ini, selama ini dia selalu sibuk mempersiapkan diri untuk ujian itu. Kau belum diberitahu olehnya?” tanya eomma kembali, dia ikut penasaran mengapa selama ini Siwon belum memberitahu dongsaengnya

“Mworago?! Beasiswa?! Sejak kapan dia melakukannya?” sontak Seung gi kaget mendengar penuturan eomma tentang hyungnya itu.

“Jadi Siwon belum memberitahumu bahwa ia akan mengikuti ujian masuk beasiswa? Dan eomma dengar ia mendaftar beasiswa untuk kampus di London” jelas eomma kembali

“Mwo?! London?! Bukankah itu jauh sekali dari Korea? Aiish…mengapa masalah serius seperti ini dia tidak mengatakannya padaku, bahkan aku tidak tahu jika selama ini dia sibuk belajar. Pantas saja akhir-akhir ini hyung sulit diajak keluar bersama” sekali lagi Seung gi kaget dengan apa yang ia dengar dari eommanya, jelas ia seperti itu karena Seung gi merasa sebagai seorang adik satu-satunya seharusnya ia sudah diberitahu terlebih dahulu oleh Siwon.

“Mungkin Siwon menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya, eomma juga tidak tahu apa maksud Siwon untuk tidak memberitahumu terlebih dahulu. Bukankah kalian selama ini sangat dekat? Eomma pikir kau sudah tahu lebih dulu tentang hal ini” balas eomma ikut penasaran.

“Entahlah eomma, aku juga tidak tahu apa yang dipikirkannya kali ini” ujar Seung gi akhirnya,

“Sebaiknya nanti kau tanyakan saja langsung pada Siwon perihal ini” ujar eomma menyarankan

“Aku juga berpikir seperti itu, nanti setelah ia pulang aku akan langsung menanyakannya” balas Seung gi, kembali mereka melanjutkan santap pagi mereka diisi dengan percakapan dari mereka berdua.

 

SIWON POV

Aroma semerbak wangi bunga musim semi di taman kampus membuat siapa saja merasa nyaman termasuk diriku. Sekarang aku sedang duduk disalah satu bangku taman menikmati semilir angin setelah dipusingkan menghadapi tes ujian masuk beasiswa yang sedang aku ikuti. Duduk menyendiri menikmati pesona alam setidaknya mampu menghilangkan sejenak berbagai masalah yang akhir-akhir ini aku hadapi,

“Tinggal besok dan lusa, lalu aku akan menunggu dengan was-was hasil tesnya” gumamku. Terdengar langkah kaki pelan yang sedang mendekatiku, kutengokkan kepala dan terlihatlah sesosok malaikat hatiku yang membuatku terombang ambing dalam pusara cinta, Im Yoona. dia tersenyum manis lalu duduk disampingku,

“Kulihat dari jauh kau menikmati sekali kesendirianmu disini oppa” ujarnya ramah,

“Geurae, rasanya benar-benar tenang karena hari ini tidak begitu banyak mahasiswa yang datang ke taman” jawabku,

“Bagaimana kabarmu oppa?” tanyanya memandangku,

“Aku baik” jawabku, “Kau sendiri, bagaimana hubunganmu dengan Seung gi?” ada perasaan aneh saat aku menanyakan hal ini, mungkin perasaanku terhadapnya masih berbekas sampai detik ini.

“Kami baik-baik saja” jawabnya diiringi senyum. Entahlah apa maksud dibalik senyumannya itu, rasanya ada sesuatu dibaliknya bukan hanya sekedar senyum bahagia tapi aku tak tahu apa itu. Kembali kami memandang jauh kedepan menciptakan kebisuan diantara kami, terlebih diriku yang tak tahu mengapa masih harus menata ulang hatiku yang selalu bergejolak. Kemudian ia bersuara memecah keheningan,

“Kau benar oppa, disini sangat tenang. Aku rasa duduk disini dapat menghilangkan masalah yang sedang dihadapi setidaknya untuk sejenak” ujarnya padaku tanpa memandangku, aku beralih menatapnya dan bertanya-tanya dalam hati ‘Apakah ia memiliki masalah? Tentang apa? Dengan siapa? Bisakah aku mengulurkan tanganku untuk meringankannya?’ sungguh aku ingin tahu itu semua tapi aku tidak berani menanyakannya langsung. Kami kembali terdiam, hanya semilir angin yang setia berhembus diantara sela-sela dedaunan.

“Apa yang baru saja oppa lakukan di kampus? Sepertinya akhir-akhir ini sibuk sekali” tanyanya, Aku berpikir sejenak mencari-cari alasan untuk pertanyaannya kali ini.

“Aku…baru saja dari perpustakaan, untuk…menyelesaikan beberapa tugas yang Jang seongsaem berikan” jawabku sedikit kikuk,

“Benarkah? Sepertinya tugas kali ini sulit sekali hingga kita jarang bertemu” ujarnya, sepertinya ia percaya apa yang baru saja aku ucapkan.

“Nde…sepertinya memang begitu” balasku, aku tak tahu kebohongan apalagi yang haru aku katakan padanya, aku hanya tidak ingin dia mengetahui rencanaku untuk pergi belajar ke London.

“Oppa, kau masih ingat saat pertama kali kita bertemu? Dulu sekali saat aku baru pindah disamping rumahmu” ujarnya mencoba membuka kembali memori masa kecil kami.

“Tentu saja aku masih ingat” jeda sejenak, ‘aku takkan mungkin melupakannya’

“Saat itu kau berusaha membantu appamu yang sedang memindahkan barang-barang dari mobil kedalam rumah. Waktu itu kau masih sangat kecil tapi sudah berlagak membawa barang-barang yang berat, karena beratnya melebihi berat tubuhmu maka kau pun terjatuh dan semua isi kotak yang kau bawa berhamburan jatuh ke tanah” ujarku sambil menerawang jauh mengingat-ingat memori dulu.

“Dan saat itu kau yang sedang bersepeda tidak sengaja melihatku kesusahan seperti itu, bukannya menolong tetapi tertawa terbahak-bahak hingga kaupun hilang keseimbangan dan jatuh dari sepedamu” ujarnya, ‘ternyata ia masih ingat betul Yoong’ pikirku.

“Melihatku jatuh kau juga tertawa puas, bukannya menolongku. Lagi pula saat itu aku memang sengaja menjatuhkan diri agar kau tidak merasa sedih sendirian” balasku diiringi tawa ringan dan alasan konyol.

“Benarkah? Tapi tetap saja yang terlihat adalah oppa memang jatuh karena menertawaiku” ujarnya kembali, kami tertawa bersama mengenang memori masa kecil kami dimasa silam. Rasanya baru kemarin aku mengalami kejadian itu, memori itu masih tergambar jelas dalam ingatanku bahkan sulit sekali untukku menghapusnya. Sungguh menyenangkan sekali kami bisa tertawa lepas seperti ini mengenang kenakalan kami diwaktu dulu, hanya berdua antara aku dan Yoona.

 

AUTHOR POV

Langit sore mulai menampakkan sang mega, warna lembayung kembali menghiasi angkasa raya disertai suara kepakkan sayap-sayap burung yang mulai berkawan pulang. Matahari telah tertidur diperaduannya digantiakan rembulan dan bintang yang mewarnai pekatnya langit malam. Lampu-lampu disetiap rumah dan jalanan mulai berpendar menerangi bumi, menciptakan suasana malam yang terang benderang.

Disudut sebuah kamar terlihat Siwon sedang duduk disisi tempat tidurnya sembari membaca sebuah novel, sepertinya ia sangat menikmati kegiatannya terlihat dari raut wajahnya yang menampakkan keseriusan. Saat Siwon sedang asyik-asyiknya membaca datanglah Seung gi disertai senyum cerianya,

“Hyung…!” panggilnya ketika memasuki kamar Siwon.

“Eoh…” balas Siwon sekenanya, matanya masih fokus membaca buku yang dipegangnya sedangkan Seung gi duduk di dekat kakaknya.

“Buku apa yang sedang kau baca?” tanya Seung gi basa-basi, kepalanya bergerak mendekati Siwon mencoba melihat buku apa yang sedang kakaknya baca.

“Winnetou miliknya Karl May” balas Siwon, ia dongakkan kepala mengalihkan pandangannya pada Seung gi dan balik bertanya ”Ada apa kau kemari?”

“Hyung, aku ingin menanyakan sesuatu” ujar Seung gi mengawali,

“Tentang apa?” balasnya, masih menatap Seung gi dengan buku yang ada di tangannya.

“Apa benar kau sedang mengikuti tes ujian masuk beasiswa luar negeri?” tanya Seung gi langsung. Siwon berdehem pelan dan mengalihkan pandangan pada buku yang masih dipegangnya untuk sedikit mengulur waktu.

“Nde” jawabnya singkat,

“Jadi kau berencana akan meninggalkan kami semua?” tanya Seung gi lagi,

“Bukan meninggalkan, hanya pergi untuk sementara. Lagi pula belum tentu aku bisa pergi karena kudengar banyak peserta yang ikut serta dalam ujian itu” ralat Siwon,

“Tapi tetap saja kau akan pergi jauh dari kami, London itu bukan tempat yang bisa dikunjungi hanya dalam waktu satu atau dua jam hyung” rajuk Seung gi

“Arra, geundae wae?” jawab Siwon berlagak bodoh.

“Aiissh…kau ini menyebalkan sekali, hyung!” kembali Seung gi merajuk, kali ini dengan mengambil paksa buku yang dipegang Siwon.

“Waeyo?” ujar Siwon pura-pura kesal, kali ini ia menatap Seung gi

“Apa tidak cukup puas kau belajar di Korea? Mengapa harus jauh-jauh pergi ke London?” tanya Seung gi sedikit kesal,

“Tidak juga, hanya saja aku ingin merasakan bagaimana rasanya belajar di negara orang” jawab Siwon beralasan,  “Kenapa kau sepertinya tidak setuju jika aku pergi?”

“Geunyang…aku belum bisa untuk tinggal jauh darimu hyung, kau tahu kan selama ini aku sangat mengandalkanmu dalam banyak hal?” ujar Seung gi dengan nada sedikit merengek,

“Kekanak-kanakan sekali, sudah sepantasnya kau belajar mandiri Seung gi-ya. Kau ini bukan anak kecil lagi” ujar Siwon bijak, bak seorang ayah yang sedang menasehati anaknya.

“Arraseo, aku juga tahu seharusnya aku tidak boleh melarangmu seperti ini. Hanya saja jika kau pergi maka tidak ada lagi tempatku untuk bermanja, hehehe…” kata Seung gi di akhiri senyum kudanya, melihat kelakuan adiknya itu Siwon hanya bisa tersenyum dan menggeleng pelan seolah mengatakan ‘ada-ada saja tingkahnya’.

“Geundae, bagaimana dengan Yoona? bukankan kalian berteman sejak kecil, menurutku ia juga harus tahu rencanamu untuk belajar di luar negeri” ujar Seung gi. Mimik wajah Siwon seketika berubah, tak terbaca apa yang dipikirkannya sekarang mendengar Seung gi menanyakan hal itu. Siwon kembali mengambil buku yang tadi direbut Seung gi berpura-pura kembali membaca padahal mencoba menutupi ekspresi wajahnya sekarang.

“Eopsseo, mungkin nanti aku akan memberitahunya” jawab Siwon sekenanya,

“Wae? Apa harus aku yang memberitahunya? Baiklah aku akan menghubunginya sekarang” ujar Seung gi lalu merogoh saku celananya untuk mengambil iphonenya, saat ia akan menekan tombol panggil tiba-tiba tangan Siwon menghentikannya dan berkata,

“Andwe! biar nanti aku saja yang memberitahunya” ujar Siwon, Seung gi yang tidak tahu apa maksud kakaknya itu hanya menurut saja.

“Arra, aku tidak memaksa” jawabnya paham,

“Tapi untuk hal ini kau harus setuju denganku hyung” lanjutnya lagi, dari wajahnya sepertinya Seung gi memiliki sebuah rencana untuk kakaknya,

“Apa itu?” tanya Siwon penasaran.

“Jika kau berhasil mendapatkan beasiswa itu dan akan terbang ke London, maka aku akan mengadakan pesta perpisahan kecil-kecilan. Hanya berempat antara aku, hyung, Yoona dan juga Shin Hye, bagaimana?” tanya Seung gi dengan mata berbinar, ‘apalagi yang akan anak ini perbuat, mengapa harus ada Yoona’ batin Siwon.

“Ayolah hyung, kali ini kau harus mau. Aku sudah berhenti memintamu untuk tetap tinggal jadi sebagai gantinya kau harus menuruti kemauanku” pinta Seung gi sedikit memaksa,

“Arraseo, aku turuti kemauanmu” jawab Siwon akhirnya pasrah, tentu saja ia akan menuruti kemauan Seung gi karena Siwon selalu kesulitan untuk menentang kemauan adiknya itu.

“Lalu kapan pengumumannya?” tanya Seung gi,

“Sekitar 2 minggu lagi” jawab Siwon,

“Kalau begitu 1 hari sebelum keberangkatanmu datanglah ke toko roti milik Shin hye pukul 2 siang, kita akan merayakannya disana. Aku akan berangkat bersama Yoona, tenang saja sesuai permintaanmu aku tak akan memberitahunya sampai kau sendiri yang mengatakannya” ujarnya panjang lebar. Siwon berpikir sejenak seolah meninmbang-nimbang permintaan Seung gi, tak lama ia berkata,

“Arra, aku setuju” jawab Siwon, Seung gi tersenyum senang mendapati kakaknya kembali menuruti kemauannya.

 

2 weeks later…

“Hyung…! Hyung…!!” teriak Seung gi seraya berlari di koridor menuju kelas dimana Siwon berada, sesampainya di pintu kelas ia memanggil kakaknya lagi mencari dimana kakaknya,

“Hyung!” panggilnya,

“Waeyo?” jawab Siwon sembari merapikan mejanya,

“Pengumumannya sudah keluar, pengumuman beasiswa yang kau ikuti sudah keluar!” ujar Seung gi senang,

“Jinjja?!” tanya Siwon memastikan dengan raut wajah sumringah,

“Nde, temanku bilang pengumumannya sudah di pasang di papan pengumuman dekat kantor Dekan, kajja hyung kita kesana” ujar Seung gi semangat, Siwon bergegas merapikan tasnya lalu berrjalan mendekati Seung gi, Seung gi meraih lengan Siwon mencoba menarik-nariknya.

“Palli…palli…palli” ujar Seung gi menarik kakaknya agar berjalan lebih cepat, Siwon yang ditarik-tarik seperti itu oleh adiknya hanya tersenyum senang kembali melihat tingkah adiknya yang sedikit kekanak-kanakan.

Ketika mereka sedang berjalan melintasi taman kampus tiba-tiba seseorang memanggil mereka,

“Siwon oppa! Seung gi oppa!” panggil Yoona yang saat itu sedang duduk di taman tidak jauh dari mereka berjalan.

 

YOONA POV

Saat ini aku sedang membaca buku di taman kampus, sekedar mengisi waktu luang sambil menunggu kelas berikutnya yang akan berlangsung setengah jam lagi. Ketika aku sedang mengalihkan pandanganku untuk memandang sekeliling tiba-tiba aku melihat Siwon dan Seung gi oppa berjalan bersama tidak jauh dari tempatku duduk, spontan aku memangggil mereka berdua.

“Siwon oppa! Seung gi oppa!” teriakku, merekapun menoleh kearahku. Aku tersenyum lalu berdiri dan berjalan menghampiri mereka.

“Kalian akan kemana?” tanyaku menatap mereka satu persatu berharap jawaban dari salah satunya,

“Ah…kami akan melihat pengumuman beasiswa di dekat kantor Dekan, wae?” jawab Seung gi oppa, ‘beasiswa?’ batinku.

“Beasiswa? Siapa diantara kalian yang mengikutinya?” tanyaku penasaran,

“Tentu saja Siwon hyung” kata Seung gi oppa semangat, ‘mwo?!’ aku cukup kaget mendengarnya, kupasang raut keheranan seolah ingin mendapat jawaban kepastian.

“Kau belum tahu?” tanya Seung gi oppa, dari wajahnya kulihat dia juga heran denganku. Aku hanya menggelengkan kepala sebagai jawabannya,

“Hyung, sampai detik ini kau belum memberitahunya?” walaupun dengan nada berbisik tapi aku masih mendengar apa yang Seung gi oppa katakan kepada Siwon oppa,

“Aku berencana akan memberitahunya setelah ini” jawab Siwon oppa,

“Kau ini selalu saja beralasan, seharusnya waktu itu aku langsung memberitahunya” ujar Seung gi oppa,

“Itu benar, aku akan memberitahunya setelah ini” sangkal Siwon oppa, ‘Apa-apaan mereka ini? Memberitahukan tentang apa?’

“Ya! aku masih disini, Im Yoona belum menghilang” ujarku melambaikan tangan kearah mereka mencoba menyela percakapan mereka, aku masih ingin mendapat kejelasan dari mereka dan juga aku tidak mau dianggap patung yang hanya mendengar mereka berbicara.

“Ah…ye…” kata Seung gi gelagapan lalu menyikut lengan kakaknya, “Hyung!”

“Yang dikatakan Seung gi benar, aku sedang mengikuti beasiswa luar negeri yang diadakan kampus kita, dan saat ini kami akan melihat pengumuman siapa saja yang lolos seleksi” ujar Siwon oppa menjelaskan padaku, ‘mwo?!’ sungguh aku masih kaget atas semua yang mereka ucapkan,

“Lu…luar negeri?” kali ini apa lagi yang akan mereka katakan,

“Nde, kudengar yang lolos seleksi akan belajar di salah satu kampus di London” tambah Siwon oppa yang tentu saja membuatku semakin kaget, sebelum aku melontarkan kata-kata atas kekagetanku Seung gi oppa berkata,

“Chagi-ya, sebelum kau semakin kaget mendengar penuturan kami lebih baik kau ikut dengan kami melihat hasil pengumumannya, aku sudah tidak sabar apakah hyung lolos tes atau tidak” ujar Seung gi oppa mencoba menenangkanku, “Kajja hyung” Seung gi oppa mendorong Siwon oppa agar melanjutkan perjalanan mereka.

“Aku akan menjelaskannya lagi nanti padamu Yoona-ya. Sekarang kita lihat pengumuman dulu” ajak Siwon oppa padaku, apa boleh buat aku ikuti mereka saja daripada aku semakin shock mendengar berita ini.

Kuikuti langkah mereka dari belakang, sesampainya di depan kantor Dekan, Seung gi dan Siwon langsung mencari-cari pengumumannya. Ternyata sudah ada beberapa anak yang berdiri didekat papan pengumuman yang kurang lebih tujuannya sama dengan kami, melihat hasil pengumuman beasiswa.

“Seung gi-ya, ini pengumumannya!” kudengar Siwon oppa memanggil Seung gi oppa, kami langsung mendekat ke tempat Siwon oppa dan mengarahkan pandangan kami dimana posisi telunjuk Siwon oppa berada, Siwon oppa berjalan mundur memberi tempat pada kami agar lebih leluasa melihatnya,

“Hyung! Kau berhasil, kau lolos seleksi!” teriak Seung gi oppa, “Chagi-ya lihatlah, hyung berhasil!” ujar Seung gi oppa padaku, aku yang berada dibelakangnya langsung memfokuskan mataku pada pengumuman tersebut, kulihat nama Siwon oppa tertera diantara beberapa mahasiswa yang lolos tes. Bibirku langsung menyunggingkan senyum sumringah melihat hasil pengumumannya,

“Oppa, kau berhasil!” ujarku pada Siwon oppa, dia tersenyum senang.

“Chukkae! Geundae sebentar lagi kau akan terbang ke London dan menjadi mahasiswa disana, waaahhh….kau beruntung sekali hyung!” ujar Seung gi oppa begitu bersemangat,

“Geurae, kau benar” jawab Siwon oppa, ‘Chakkaman, terbang ke London? Sebentar lagi? Ah…aku lupa tadi Siwon oppa sudah memberitahukannya padaku. Tapi, kenapa tiba-tiba perasaan tidak enak menyelimutiku? Kenapa aku merasa sedih? Im Yoona ada apa denganmu?’ batinku.

“Ya! chagi-ya, kenapa kau diam saja, kau tidak mau mengucapkan selamat pada hyung-ku?” ujar Seung gi oppa membuyarkan lamunanku.

“Ah…nde, Chukkae oppa, aku ikut bahagia melihat keberhasilanmu” ucapku pada Siwon oppa,

“Gomawo Yoona-ya” balasnya tersenyum, aku ikut tersenyum melihatnya seperti itu.

“Hyung, lalu kapan kau akan berangkat ke London?” tanya Seung gi oppa,

“Satu minggu dari sekarang, untuk sementara aku diminta menyiapkan beberapa dokumen yang diperlukan, itu tertulis didalam pengumuan” jawab Siwon oppa lalu kembali menunjuk pengumumannya untuk membuktikan kata-katanya tadi, Seung gi oppa dan aku langsung melihat pengumumannya lagi lalu berkata pada kami.

“Geurae, kalau begitu sabtu ini kita adakan pestanya, chagi-ya kau juga harus datang ne?” kata Seung gi oppa,

“Pesta, pesta apa?” aku kembali bertanya-tanya, kali ini apalagi kejutan yang akan mereka ucapkan.

“Pesta perpisahan untuk Siwon oppa, ah…aku lupa kau belum sepenuhnya tahu tentang ini. Kalau begitu bagaimana jika kita makan siang bersama, aku akan menjelaskan lebih detail padamu” ajak Seung gi oppa padaku,

“Aku tidak bisa, sebentar lagi aku ada kelas jadi kalian berdua saja yang pergi, mianhe” ujarku menolak permintaan Seung gi oppa. Jika sebentar lagi tidak ada kelas aku pasti akan ikut mereka berdua, aku masih butuh kejelasan dari Siwon oppa.

“Biasanya Siwon hyung yang akan menolak jika kumpul bertiga, tapi kali ini kau juga ikut-ikutan. Geurae, kalau begitu nanti malam aku akan menghubungimu” Ada benarnya juga apa yang Seung gi oppa katakan, seolah kami memang tidak lagi diberi kesempatan untuk berkumpul bertiga lagi.

“Mianhe oppa, tapi aku janji akan datang saat pesta perpisahan nanti” jawabku menyesal,

“Gwaenchana, ” balas Siwon oppa singkat diiringi senyum khasnya, entah mengapa aku merasa merindukan senyuman itu.

“Kami pergi, annyeong” pamit Seung gi oppa padaku disusul Siwon oppa, aku menganggukkan kepala dan mengucapkan salam yang sama. Merekapun pergi meninggalkanku yang masih setia memandangi mereka dari jauh, ani lebih tepatnya menatap punggung Siwon oppa. Aku tak tahu apa yang sedang terjadi padaku, sejak kami jarang bertemu atau berbicara terkadang aku merindukannya. Terlebih saat mendengar bahwa ia sebentar lagi akan pergi ke London, aku merasa semakin kehilangan dirinya. Mungkin, aku merindukan sosoknya sebagai oppa, entahlah aku tak yakin akan hal itu.

“Ah…apa yang sedang kau pikirkan Im Yoona, ingat kau sudah punya Seung gi oppa” gumamku sambil menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal. Kemudian berlalu pergi menuju gedung fakultasku.

 

AUTHOR POV

6 days later…at Shin Hye’s baker’s shop

Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang kurang, namun Seung gi dan Yoona sudah berada di toko Shin Hye dan duduk di salah satu meja pengunjung yang letaknya tidak jauh dari jendela. Tempat dimana Siwon dan Seung gi biasa duduk apabila mampir ke toko roti Shin Hye. Sebelumnya Seung gi sudah memberitahu Shin Hye bahwa sebentar lagi dia ingin Shin Hye ikut bersama mereka untuk mengadakan pesta kecil-kecilan yang sudah Seung gi rencanakan, Seung gi juga sudah meminta izin kepada orangtua Shin Hye agar dia boleh absen dari segala rutinitasnya membantu orangtuanya. Sayangnya Seung gi tidak tahu bahwa Shin Hye belum mengetahui perihal Siwon, sekali lagi dia merasa heran pada kakaknya mengapa tidak mengabari tentang kepergiaannya pada teman terdekatnya itu.

“Pesta perpisahan untuk Siwon? Memangnya dia akan pergi kemana?” tanya Shin Hye penasaran, ada raut wajah sedih yang terselip diantara rasa penasarannya.

“Kau juga belum tahu? Aiissh…bagaimana orang itu, mengapa ia tidak memberitahunya juga” gumam Seung gi, “Begini saja, untuk lebih jelasnya nanti kau tanyakan langsung padanya” ujar Seung gi akhirnya pada Shin Hye, mungkin ia mulai sedikit bosan dengan sikap kakaknya yang tidak menjelaskan tentang dirinya dan harus selalu Seung gi yang menjelaskan. Terlihat raut kecewa di wajah Shin Hye, ia semakin penasaran karena Seung gi tidak langsung memberitahunya. Akhirnya ia duduk bersama Seung gi dan Yoona sambil harap-harap cemas menunggu kedatangan Siwon yang kali ini paling telat datang diantara mereka.

Tak menunggu waktu lama terdengar bel pada pintu masuk berdering menandakan ada seseorang yang masuk yang tidak lain adalah Siwon, matanya langsung tertuju pada meja dimana Seung gi, Yoona dan Shin Hye duduk.

“Hyung! yeogi!” ujar Seung gi sambil melambaikan tangan pada Siwon dan dibalas lambaian tangan pula oleh Siwon. Mendapati mereka sudah menunggunya iapun tersenyum ramah dan berjalan mendekati mereka lalu duduk di kursi di samping Shin Hye.

“Mianhe aku terlambat, tadi aku harus ke kampus terlebih dahulu untuk menyerahkan berkas-berkas yang kurang” ujar Siwon menjelaskan dengan nada menyesal.

“Gwaenchana hyung. Geurae, kalau begitu kita mulai saja pesta perpisahannya, aku sudah memesan banyak makanan untuk kita semua” kata Seung gi dengan wajah cerianya.

“Chakkaman, sebelum itu aku ingin bertanya sesuatu pada Siwon. Kau bilang aku harus menanyakannya langsung pada Siwon kan?” ujar Shin Hye pada Seung gi, Seung gi hanya mengangguk paham maksud perkataan Shin Hye barusan.

“Memangnya kau ingin menanyakan apa?” tanya Siwon penasaran,

“Ya hyung! kau ini pura-pura bodoh atau memang tidak tahu? Kau juga belum memberitahu Shin Hye perihal beasiswamu kan?” balas Seung gi dengan nada sedikit tinggi.

“Oppa, jangan berkata seperti itu. Bagaimanapun dia adalah hyung-mu” ujar Yoona menengahkan, Seung gi membalas dengan ekspresi kesal yang ditahan sedangkan Siwon hanya tersenyum melihat tingkah adiknya itu. Semua kembali diam dan menatap Shin Hye menunggu dia berbicara.

“Siwon-ah, apa benar sebentar lagi kau akan pergi?” tanya Shin Hye dengan hati-hati, ‘Tolong jangan katakana hal yang membuatku sedih Siwon-ah’ batinnya

“Nde, aku mengikuti ujian masuk beasiswa luar negeri dan ternyata aku lolos seleksi. Besok aku akan berangkat ke London, mianhe baru memberitahumu sekarang” jelas Siwon menyesal, terlihat mata Shin Hye berkaca-kaca.

“Mwo?! Kau…kau serius? Lalu bagaimana dengan kuliahmu di Korea? Masih ada satu tahun lagi kan? Kau pasti bercanda Siwon-ah” ujar Shin Hye tidak percaya, dia benar-benar tidak mau mempercayai apa yang Siwon katakan barusan. ‘Aku tidak bisa mempercayai semua ini’ batin Shin Hye

“Aku serius Shin Hye-ya. Aku mengambil beasiswa dual degree, jadi sambil aku kuliah di London aku juga bisa menyelesaikan sisa mata kuliahku di Busan university, mianhe ” sekali lagi Siwon menyesal karena terlambat memberitahu Shin Hye, ‘Mianhe Shin Hye-ya, sebenarnya aku tidak mau melibatkanmu dalam masalahku’ sesal Siwon dalam hati.

“Kojimal. Tidak adakah kata selain mianhe yang bisa kau ucapkan, eoh?” balas Shin Hye. Perasaaan marah, sedih, kecewa bercampur menjadi satu dalam benark Shin Hye.

“Oppa, sepertinya kita tidak seharusnya disini. Sebaiknya kita menyingkir sebentar untuk memberi mereka waktu” bisik Yoona pada Seung gi, Seung gi mengangguk paham lalu berkata pada Siwon dan Shin Hye.

“Sepertinya kalian perlu waktu untuk membicarakan masalah ini berdua, kami akan pergi dulu sebentar. Kalian silakan bicara lebih leluasa” pamit Seung gi lalu berjalan keluar diikuti Yoona, lalu mereka duduk di meja yang ada diluar.

 

“Aku jadi berpikir sepertinya Shin Hye menaruh perasaan pada hyung, itu terlihat dari raut wajahnya selama pembicaraan tadi” ujar Seung gi setelah mereka duduk.

“Geurae, kau benar oppa. Aku sudah mengetahuinya sejak awal, karena aku juga yeoja seperti dia” jawab Yoona menatap Shin Hye dan Siwon yang ada di dalam, ‘Aku sudah mengetahuinya saat kali pertama bertemu dengan Shin Hye eonni kala itu. Terlihat dari sorot matanya kepada Siwon oppa, tatapannya berbeda saat ia menatap orang lain, tatapan itu khusus diberikan kepada Siwon oppa, tatapan antara seorang yeoja kepada namja. Dan…entah mengapa setiap aku mengingat hal itu aku merasa cemburu’ batin Yoona, matanya tak lepas memandang mereka. Ani, mungkin lebih tepatnya tak lepas dari Siwon.

“Chagi-ya” panggil Seung gi pelan, yang membuyarkan lamunan Yoona, “Waegurae?” tanya Seung gi yang heran karena Yoona menatap mereka cukup lama.

“Ah…aniyo oppa” jawab Yoona diakhiri senyuman,

 

Kita kembali lagi ke dalam, menengok Siwon dan Shin Hye yang masih bersitegang. Terlihat wajah Shin Hye yang sudah memerah memendam perasaannya yang tidak menentu, sedangkan Siwon tetap diam dengan raut wajahnya penuh penyesalan.

“Kali ini kau sudah keterlaluan Siwon-ah, tidak tahukah kau bahwa selama ini aku juga menyukaimu? Tidak bisakah kau memandangku sekali saja?” pinta Shin Hye, air matanya mulai menetes ke pipinya.

“Jeongmal mianhe aku selalu melibatkanmu dalam permasalahanku” jawab Siwon pendek, yang sekali lagi membuat Shin Hye semakin kesal.

“Kau! Aku masih bisa terima saat kau menyukai orang lain bukannya aku, aku masih terima saat kau bersedih karena cinta sepihakmu kepada Yoona. Karena walaupun begitu aku masih bisa melihatmu dan duduk bersamamu, tidakkah kau memahami perasaanku? Haruskah kau pergi dan membiarkanku seperti ini, eoh?” kali ini bulir-bulir air mata sudah jatuh membasahi pipi Shin Hye, tapi secepat kilat ia menghapusnya karena ia tidak mau memperlihatkan tangisan kepada Siwon. Sedangkan Siwon semakin membisu mendengar ucapan Shin Hye, ia tidak tahu lagi harus berkata apa karena ia tidak mau semakin menyakiti Shin Hye. Sebenarnya akhir-akhir ini dia sudah tahu bahwa Shin Hye memang menyukainya, tetapi hati Siwon tetaplah milik Yoona dan ia sangat menyesal selalu memberi harapan kosong pada Shin Hye yang sudah dianggapnya sahabat.

“Mianhe” hanya itu kata yang terlontar dari mulut Siwon, itu artinya Siwon bermaksud mengakhiri semuanya dan selesai sampai disini. ‘Kau kuat Shin Hye-ya, kau pasti mampu melaluinya tanpa aku. Dan kumohon carilah orang yang lebih baik dariku, orang yang tidak bisa memberikan apa yang kau pinta’ ucap Siwon dalam hati. Saat ia mengatakan hal itu tatapannya memandang mata Shin Hye dalam, seolah-olah ia berbicara kepada Shin Hye melalui hatinya. Cukup lama mereka terdiam menata perasaan masing-masing, sampai akhirnya Shin Hye menghembuskan nafasnya dengan berat dan tersenyum seraya berkata,

“Geurae, bagaimanapun aku tidak akan bisa menahanmu untuk tetap tinggal. Dari awal aku memang sudah kalah dalam hal memenangkan hatimu. Sebenarnya akupun sudah tahu hal seperti ini akan terjadi, oleh karena itu jauh-jauh hari aku sudah mempersiapkan hatiku untuk ini semua. Walau suatu hari nanti aku akan menyesal, tapi setidaknya aku sudah mencoba mempertahankanmu sampai akhir” ujar Shin Hye tenang, dia memanipulasi dirinya didepan Siwon agar Siwon melihatnya sebagai yeoja yang tegar. Siwon tersenyum melihat Shin Hye sudah kembali menjadi sahabatnya yang dewasa.

“Gomawo untuk semuanya, bagiku kau tetaplah sahabatku yang paling baik” ujar Siwon, Shin Hye kembali tersenyum mendengar ucapan Siwon. Senyum bahagia yang ia coba tampilkan tapi tetap saja ada sebersit kesedihan didalamnya.

“Sebaiknya sekarang kita panggil mereka untuk kembali dan merayakan pesta perpisahanmu yang tertunda” ujar Shin Hye mengakhiri topik pembicaraan mereka.

“Nde,” jawab Siwon singkat lalu berpaling melihat Seung gi dan Yoona yang sedari tadi berada diluar sambil melambaikan tangan seolah mengatakan bahwa kami sudah selesai. Seung gi ikut melambaikan tangan dan Yoona yang membalasnya dengan senyuman. Mereka kembali masuk dan berkumpul melanjutkan agenda yang sempat tertunda.

 

SEUNG GI POV

Sudah 1 bulan Siwon hyung pergi ke London, aku tak menyangka aku begitu merindukan sosoknya sehingga membawaku melangkah menuju kamar pribadi milik Siwon hyung. Ku nyalakan lampu kamarnya lalu berjalan menuju meja belajarnya dan duduk di kursinya. Aku mulai menyapu setiap sudut ruangannya, begitu rapih dan bersih, persis seperti pemiliknya.

“Hyung, kau harus hidup dengan baik disana. Saat kau pulang nanti kau harus menjadi orang yang lebih baik, arrachi?” ujarku pada foto Siwon hyung yang terpajang di meja belajarnya. Tidak jauh dari foto itu aku melihat buku bersampul coklat yang menarik perhatianku.

“Buku apa ini? Sepertinya ini buku harian milik hyung” aku sedikit ingat, waktu itu hyung sedang serius menulis sesuatu di buku ini, dan saat aku menghampirinya dan kutanya apa isinya dia hanya bilang ini rahasia pribadi dan dia langsung menutupnya dan menyimpan buku ini.

“Sepertinya tidak apa jika ku buka sedikit” pikirku. Perlahan aku mulai membuka covernya, di halaman pertama ada foto hyung dan Yoona saat mereka masih kecil, aku tersenyum tipis melihat foto mereka yang masih imut-imut.

“Ya! kenapa dia tidak memasang fotoku juga” ujarku pura-pura kesal, kulanjutkan melihat ke halaman selanjutnya. Awalnya aku merasa biasa saja membaca tulisannya, tetapi semakin aku membuka lembaran buku itu dan membaca tulisan disetiap halamannya aku semakin kaget, sungguh aku tidak percaya apa sudah aku baca. Inilah isi hati Siwon hyung selama ini, kenapa selama ini dia tidak pernah menampakkannya didepan umum? Bodohnya aku tidak menyadari sedikitpun apa yang ia rasakan.

“Kau sungguh keterlaluan hyung! Kenapa kau membiarkan aku melakukan semua ini” kembali ku berbicara pada fotonya, namun kali ini dengan wajah sedih dan penyesalan. Aku mulai merenungi setiap untaian kalimat yang ia tuliskan di buku itu, kupikir akan lebih baik jika aku melakukan sesuatu.

“Kau harus melakukannya Seung gi-ya” ujarku pada diri sendiri.

 

AUTHOR POV

Angin berhembus di sela-sela dedaunan, membisikkan kepada rindang pepohonan betapa cerahnya matahari siang itu. Terlihat Seung gi sedang duduk di teras rumah milik Yoona, tak lama datanglah sang kekasih dengan membawa nampan berisi dua gelas jus dan beberapa cemilan.

“Mianhe oppa kau jadi menunggu lama, ini aku bawakan beberapa makanan kecil” ujar Yoona sambil meletakkan isi nampan ke atas meja lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Seung gi.

“Gwaenchana” jeda sejenak untuk meminum jusnya, “Orangtuamu, kemana mereka?” tanya Seung gi.

“Ah…mereka sedang keluar kota untuk beberapa hari” jawab Yoona

“Pantas saja rumahmu terlihat sepi, apa kau tidak takut tinggal sendirian?” balas Seung gi paham diakhiri dengan pertanyaan yang agak menakut-nakuti.

“Aku tidak sendiri dirumah oppa, masih ada ahjumma yang menemaniku” jawab Yoona pura-pura kesal. Seung gi yang melihat ekspresi Yoona jadi tertawa dibuatnya, ‘Aku pasti akan merindukan saat-saat ini’ batin Seung gi.

“Oppa, tadi kau bilang ada sesuatu yang ingin kau bicarakan denganku, apa itu?” ujar Yoona menghentikan tawa Seung gi.

“Ehm…” Seung gi berdehem pelan, lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah buku bersampul coklat ia letakkan di depan Yoona,

“Ige mwoya?” tanya Yoona menatap Seung gi bingung lalu mengambil buku itu,

“Buka saja” jawab Seung gi singkat, Yoona yang semakin penasaran langsung membuka buku itu. Di halaman pertama ia melihat foto dirinya dan Siwon saat masih kecil. Sebelum Yoona membuka halaman selanjutnya ia menatap Seung gi seolah bertanya-tanya apa maksudnya ini, Seung gi hanya tersenyum membalas tatapan Yoona yang maksudnya agar Yoona melanjutkan membuka halaman buku itu.

Ia kembali, dewi surgaku telah kembali ke duniaku. Siang itu Tuhan telah memberikan kemurahannya karena mempertemukanku kembali dengannya. Ah…senang sekali rasanya dapat melihatnya kembali, memandang senyum indahnya, mendengar tawa riangnya yang menggema di gendang telingaku. Aku merindukanmu, Im Yoona.

22.08.10

Semakin hari perasaan ini semakin berkembang, aku semakin mengagumimu dalam diam. Setiap malam aku selalu memikirkanmu, tak sabar rasanya untuk bertemu denganmu kembali esok hari. Sejujurnya aku tak berani mengungkapkannya kepadamu, namun aku tak ingin berlarut dalam kerinduan yang semakin membelengguku. Secepatnya ingin kukatakan kepadamu seluruh isi hatiku. Aku mencintaimu, Im Yoona.

05.10.10

Takdir sedang mempermainkanku! Disaat aku ingin mengungkapkan segalanya ia mulai mengekangku dengan satu alasan yang membuatku bisu. Mengapa harus dia? Mengapa dia juga mencintaimu-Im Yoona? apa yang harus aku lakukan jika hal ini datang padaku bagai sebuah badai yang keras. Ingin aku berteriak, memanggil namamu dengan segenap hatiku dan mengatakan bahwa akulah yang pertama kali bertemu denganmu, akulah yang selama ini menyimpan perasaan kepadamu. Bahwa akulah yang setia menunggumu dalam bayang-bayang yang kaupun tidak mengetahuinya.

07.12.10

Berhentilah berbicara, aku membenci diriku sendiri yang tak mampu berkata jujur pada dunia. Aku membenci takdir ini tapi aku tak dapat berbuat apa-apa. Sejujurnya aku tak rela saat ia memintaku untuk menjodohkan dia denganmu. Aku begitu bodoh dan pengecut, dengan mudahnya aku turuti semua apa yang ia mau dan membuang jauh perasaanku padamu. Im Yoona, tolong katakan bahwa semua yang kulakukan ini adalah benar.

18.01.11

Pada akhirnya, akulah yang mengalah. Ini mungkin menjadi takdir untukku yang akan terbuang jauh seperti sebuah hujan yang turun untuk sesaat. Kisahku, berakhir sampai disini. Dia begitu bahagia saat kau menerimanya kedalam pelukanmu, dia terlalu bahagia karena telah memilikimu hingga tak tahu bahwa hatiku telah pecah berkeping-keping. Namun dari pecahan itu, aku mencoba untuk tetap tegar dan membingkai senyum dalam wajahku. Mencoba memberikan senyum terbaikku untukmu dan dirinya. Walau begitu, selamanya, hatiku tetap untukmu-Im Yoona

15.02.11

Aku akhirnya menyiapkan hatiku untuk pergi. Aku mencoba untuk berbohong dan menyembunyikan semua ini. Luka ini aku simpan jauh dan aku tenggelamkan kedalam dasar samudra, berharap luka itu takkan muncul lagi ke permukaan dan menggoyahkan senyumku. Aku telah sakit karena sebuah cinta, arti dari air mata ini yang sampai kapanpun kau takkan pernah tahu. Jangan berusaha keras untuk kembali mendekat padaku, karena aku sendiri yang akan pergi. Dan pada akhir perjalanan ini, aku membiarkanmu untuk takkan pernah tahu bahwa aku selalu mengharapkanmu datang dalam rengkuhanku.

17.03.11

Lembar perlembar ia buka, setiap tulisan tangan itu ia baca dengan hati-hati. semakin ia membuka lembaran buku itu, bulir-bulir air mata semakin deras mengalir di wajahnya. Yoona tak sanggup lagi membaca tulisan itu, matanya sudah di penuhi kristal bening. Wajahnya menjadi sembab, hidungnya memerah karena menahan tangis. Ia tak tahu bahwa selama ini Choi Siwon menaruh perasaan padanya begitu mendalam, melebihi perasaannya pada Siwon.

‘Ternyata pemikiranku benar, bahwa selama ini Yoona juga mencintai hyung’ batin Seung gi, ia setia memandangi Yoona saat ia mulai membuka buku itu sampai sekarang saat Yoona meneteskan air mata.

“Sepertinya aku harus pergi, aku akan membiarkanmu sendiri dulu baru setelahnya kita akan bicara lagi” ujar Seung gi menghentikan sejenak tangis Yoona, Yoona menghentikan langkah Seung gi saat ia akan beranjak untuk pergi. Seung gi sedikit kaget dan menatap pergelangan tangannya yang dipegang Yoona.

“Mianhe…oppa” terdengar suara Im Yoona di sela isak tangisnya. Seung gi tersenyum lalu berkata,

“Gwaenchana, kau butuh waktu untuk sendiri” jawab Seung gi lalu melepaskan genggaman tangan Yoona dan berlalu pergi. Saat ia sudah di depan pintu gerbang rumah Yoona, sekali lagi ia menatap Yoona dari jauh. Ia tersenyum, namun senyuman itu bukan senyum kebahagiaan, melainkan senyum miris karena telah menyakiti dua hati orang yang ia sayangi dan sedih karena takdir yang begitu asyik mempermainkan mereka. Kemudian ia melangkah pergi, membiarkan Yoona sendirian menangis sepuasnya mengeluarkan isi hatinya selama ini.

 

2 years later…

Seorang namja baru saja keluar dari pesawat, dengan setelan jas yang rapi dan menawan serta koper hitamnya yang ia bawa semakin membuatnya terlihat menarik perhatian. Dia adalah Choi Siwon yang baru saja menamatkan kuliahnya diluar negeri dan mendapatkan predikat cum laude. Ia berjalan menuju pintu keluar, dan disana sudah ada Seung gi-adiknya yang setia menunggu kedatangannya.

“Hyung!” panggil Seung gi saat melihat kakaknya, ia melambaikan tangan kepada Siwon dan dibalas dengan senyuman oleh Siwon.

“Sudah lama menunggu? Mianhe tadi pesawatnya telat beberapa menit” ujar Siwon saat ia sudah berada di depan Seung gi.

“Ani, sejujurnya aku juga datang terlambat” jawab Seung gi diiringi senyum cerianya.

“Hyung…!” teriak Seung gi lalu berjalan mendekat dan memeluk Siwon, “Aku merindukanmu” lanjutnya, Siwon tersenyum geli dan membalas pelukan adiknya.

“Aku juga merindukanmu Seung gi-ya” ujarnya menepuk-nepuk bahu Seung gi, “Selama aku pergi kau tidak merepotkan appa dan eomma kan?” lanjut Siwon dengan nada jahilnya, Seung gi melepas pelukannya dan menatap kakaknya,

“Tentu saja tidak hyung, orang yang ingin selalu aku ganggu hanya hyung saja” jawabnya disertai tawa. Siwon terkekeh melihat kelakuan adiknya itu, dia cukup bahagia dapat kembali melihat tingkah adiknya yang selalu membuatnya senang.

“Ah ye aku hampir lupa, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu” kepala Seung gi mendekat ke telinga Siwon dan berbisik, “Seseorang yang sangat merindukanmu” lanjutnya, Siwon menatap Seung gi heran.

“Nugu?” tanya Siwon penasaran, Seung gi hanya tersenyum penuh arti lalu meminta kakaknya untuk segera masuk ke mobil. Ternyata Seung gi membawa Siwon yang masih bertanya-tanya ke sebuah taman yang cukup sepi kala itu. Seung gi segera turun dari mobil diikuti Siwon, ia berjalan mendekati kakaknya lalu menunjuk seseorang yang sedang duduk di bangku taman dengan posisi membelakangi mereka.

“Disana” ujar Seung gi, seolah berkata bahwa orang itu yang sangat merindukan kakaknya. Siwon menatap Seung gi seolah ingin penjelasan lebih lanjut, tetapi Seung gi hanya tersenyum dan meminta kakaknya lekas menemui orang itu.

“Cepatlah kau kesana, dia sudah menunggumu daritadi” ujar Seung gi sambil mendorong-dorong kakaknya. Kemudian Siwon berjalan perlahan namun baru tiga langkah dia berbalik memandang Seung gi,

“Kau tidak ikut?” tanyanya,

“Ani, kau saja” ujarnya, “Pergilah” lanjutnya. Siwon yang masih bingung menurut saja apa yang dikatakan adiknya.

“Sepertinya tugasku sudah selesai” ujar Seung gi pada diri sendiri saat Siwon sudah menjauh, “Semoga kalian bahagia” ujarnya lalu mengusap air mata yang hampir menetes ke pipinya, kemudian ia berjalan masuk ke mobil dan pulang.

Siwon terus berjalan menghampiri orang itu, tak berapa lama ia telah sampai tepat disamping orang itu. Siwon memandang orang itu dengan seksama, ia tak percaya bahwa orang itu sekarang berada di hadapannya.

“Yoona, Im Yoona!” panggilnya, orang itu mengangkat kepalanya dan berdiri menatap Siwon.

“Oppa” balas Yoona disertai senyum manisnya.

“Kau, mengapa kau bisa disini?” tanya Siwon, raut wajahnya tak lepas dari rasa terkejutnya.

“Tentu saja aku menunggumu oppa, memangnya apa lagi?” jawabnya,

“Menunggu…ku?” ujar Siwon terbata-bata, “Jadi orang yang sangat merindukanku adalah kau?” tanyanya lagi. Yoona mengangguk menandakan bahwa yang dikatakan Siwon adalah benar. Mata Siwon berbinar senang,

“Geundae kenapa Seung gi tidak mau mengantarku? Bukankah kalian berpacaran, seharusnya ia ikut bersamaku agar bertemu denganmu juga” ujar Siwon bingung, ia masih bertanya-tanya apa sebenarnya terjadi.

“Kami sudah memutuskan hubungan kami sebagai sepasang kekasih, sekarang aku dan dia hanya berteman” jelas Yoona, Siwon yang mendengarnya tentu kaget atas pernyataan Yoona.

“Wae? Apa ada masalah diantara kalian? Seharunya selesaikan dulu baik-baik masalahnya, tidak dengan memutuskan hubungan kalian seperti ini” ujar Siwon, ia sama sekali tidak tahu apa masalahnya tetapi mencoba menasehati kedua dongsaengnya itu.

“Selama ini kami baik-baik saja oppa” jeda sejenak, “Permasalahannya ada disini” lanjut Yoona lalu menunjukkan buku bersampul coklat, yang tidak lain adalah buku harian milik Siwon. Siwon kaget melihat bukunya sudah ada di tangan Yoona, ia mulai berpikiran yang aneh-aneh.

“Ige…” ujar Siwon menatap bukunya dan Yoona secara bergantian.

“Aku sudah mengetahui semuanya oppa, begitu juga dengan Seung gi oppa” balas Yoona, Siwon semakin kaget mendengarnya, ‘Apa yang sebenarnya telah terjadi’ begitu pikirnya.

“Seung gi? Tidak! Ini tidak boleh terjadi, aku harus mengatakannya pada Seung gi bahwa itu adalah kebohongan” ujar Siwon lalu mencoba beranjak pergi namun lengannya ditahan oleh Yoona.

“Geumanhe! Tolong hentikan semua kepura-puraan ini oppa. Berhentilah membohongi diri sendiri, sekarang saatnya kau untuk berkata jujur” ujar Yoona dengan nada sedikit memelas, matanya sudah berkaca-kaca.

“Tapi semua ini tidak benar Yoona-ya, ini tidak boleh terjadi. Aku harus cepat memberitahu Seung gi semua kekeliruan ini” sangkal Siwon, kembali ia mencoba beranjak namun lagi-lagi Yoona menahannya. Siwon terdiam, memandang pergelangan tangannya yang di tahan Yoona.

“Seung gi oppa yang memintaku melakukan ini semua” ujar Yoona, Siwon tertegun mendengar ucapan Yoona. “Seung gi oppa yang menyerah atas diriku, ia sangat merasa bersalah padamu karena sudah mengambilku darimu. Oleh karena itu kumohon oppa jangan pergi menemuinya, itu akan semakin membuatnya semakin bersalah dan melukai hatinya” lanjutnya dengan raut yang hampir menangis, Siwon menatap Yoona tak percaya.

“Tapi bukankah kalian saling mencintai?” tanya Siwon. Yoona menggeleng pelan, ia berusaha menahan air mata yang hampir keluar.

“Awalnya aku pikir aku mencintainya, begitupun dengannya. Tapi setelah kami mengetahui bagaimana perasaanmu padaku dan memikirkan perasaan kami masing-masing, kami mulai berpikir bahwa perasaan kami bukanlah cinta. Melainkan hanya sebatas rasa suka, aku merasa nyaman dengannya karena ia begitu baik dan menyenangkan, sedangkan ia sebatas mengagumiku. Seung gi oppa bilang, rasa sayangnya kepadaku tidak bisa dibandingkan dengan rasa cintamu padaku karena itu terlalu berbeda jauh. Dia merasa sangat terpukul karena sudah membuat hyung yang disayanginya terluka, oleh karena itu dia bermaksud menjodohkanmu denganku teman masa kecil yang sangat kau cintai” jelas Yoona panjang lebar. Siwon terdiam mencoba mencerna kata-kata Yoona barusan. Mereka terdiam sejenak, menata hati dan pikiran masing-masing.

“Kau sudah mengetahui perasaanku padamu, lalu bagaimana denganmu? Apa kau menerima semua rencana Seung gi?” kali ini Siwon memberanikan diri untuk menanyakannya secara langsung.

“Pabo, apa kau masih belum mengerti oppa? Untuk apa aku jauh-jauh datang kesini dan menunggumu sendirian? Tentu saja aku juga mencintaimu oppa. Orang yang selama ini aku cintai bukan Seung gi oppa, tapi dirimu! Aku baru menyadarinya saat kau pergi” jawab Yoona. Air matanya menetes ke wajahnya, air mata bahagia karena bisa mengungkapkan apa yang ia rasa kepada orang yang sangat mencintainya. Dan pastinya jawaban itu membuat Siwon melayang bahagia.

“Ji…jinjjayo?” tanya Siwon memastikan, Yoona mengangguk mengiyakan.

“Em…nado saranghae oppa” jawabnya lagi. Tanpa menunggu lama Siwon langsung membawa Yoona kedalam pelukannya.

“Gomawo Yoona-ya, aku berjanji akan selalu melindungimu” ujar Siwon begitu senangnya,

“Aku akan memegang janjimu oppa” jawabnya disertai senyum bahagia.

 

EPILOG

From : Siwon oppa❤

            Chagi-ya, datanglah ke taman dekat stasiun malam ini.

            Jangan lupa pukul 8 malam di taman, aku menunggumu!

“Apa-apaan ini, setelah beberapa hari tidak bertemu dia memintaku untuk datang ke taman? Memangnya ada apa?” ujar Yoona setelah menerima pesan singkat dari kekasihnya itu. “Arra, aku akan menurutimu tuan Choi” ujarnya lagi.

Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Sesuai perintah Siwon, Yoona datang ke taman yang sudah diberitahu Siwon. Aneh sekali, biasanya banyak orang yang akan mengunjungi tempat ini sekedar duduk atau berlalu lalang. Dan juga kondisinya yang cukup gelap tidak seterang biasanya.

“Ada yang aneh, apa benar ini tempatnya?” Yoona bertanya-tanya sendiri, lalu dia mencoba menghubungi Siwon melalui iphonenya.

“Tidak tersambung, ada apa ini?” tanyanya lagi, ia bingung karena disana sangat sepi ditambah udara yang semakin dingin. Karena ia tidak suka menunggu terlalu lama maka Yoona memutuskan untuk berjalan memasuki taman itu lebih dekat. Tiba-tiba beberapa lampu taman yang sudah diatur ulang menyala membuat suasananya menjadi lebih terang. Yoona menjadi kaget karena tiba-tiba lampu menyala dengan sendirinya, dia lebih kaget lagi melihat pemandangan di depannya. Taman itu telah disulap menjadi taman seribu bunga, ada ratusan bahkan ribuan bunga warna-warni yang menghiasi taman yang tidak terlalu luas itu. Pohon-pohon dibuat menyala-nyala dengan lampu-lampu kecil berwarna-warni yang mengelilinginya. Juga terdapat lilin-lilin kecil yang berpendar lembut berjejer rapi di sepanjang jalan setapak yang Yoona lewati. Sungguh sangat romantis dan indah.

“Wah….indahnya” gumam Yoona tanpa sadar. Diujung jalan, tepatnya di tengah-tengah taman ia melihat sebuah piano besar yang terpajang dengan begitu elegan, dan dikursinya sudah ada seseorang yang duduk disana memakai kemeja hitam yang membuatnya semakin tampan. Perlahan orang itu mulai memainkan jarinya untuk menyentuh tuts piano dan menyanyikan sebuah lagu.

Time stands still (Waktu berhenti berputar)

Beauty in all she is (Segala tentangnya begitu indah)

I will be brave (Aku akan berani)

I will not let anything take away (Takkan kubiarkan segalanya berlalu begitu saja)

What’s standing in front of me (Apa yang menghalangi di depanku)

Every breath (Setiap tarikan nafas)

Every hour has come to this (Setiap jam telah sampai disini)

One step closer (Selangkah lebih dekat)

I have died everyday waiting for you (Setiap hari aku telah sekarat karena mencintaimu)

Darling don’t be afraid (Kasih janganlah takut)

I have loved you for a thousand years (Aku telah mencintaimu selama ribuan tahun)

I’ll love you for a thousand more (Aku akan mencintaimu ribuan tahun lagi)

And all along I believed I would find you (Dan selama itu aku yakin aku akan menemukanmu)

Tie has brought your heart to me (Waktu telah membawa hatimu padaku)

I have loved you for a thousand years (Aku telah mencintaimu selama ribuan tahun)

I’ll love you for a thousand more (Aku akan mencintaimu ribuan tahun lagi)

Piano itu telah berhenti mengalun, lelaki itu usai menyanyikan lagu untuk Yoona. Sedangkan Yoona sendiri menangis haru mendapati semua ini ditambah dengan lagu yang baru saja lelaki itu mainkan. Ia menutup mulutnya dan menangis penuh bahagia. Lelaki itu berdiri dari duduknya dan tersenyum memandangi Yoona.

“Akhirnya kau datang, aku sudah lama menunggumu, Yoona-ya” ujarnya. Tangis Yoona semakin pecah, tanpa berpikir panjang Yoona berlari menghampiri lelaki itu yang tak lain adalah Siwon, lalu memeluknya dengan sangat erat seolah ia tak ingin kehilangannya. Siwonpun membalas pelukan Yoona dengan hangat,

“Semua ini sangat indah oppa, aku sangat menyukainya” ujar Yoona didalam pelukan Siwon.

“Syukurlah, aku sengaja memberikan kejutan ini untukmu” balas Siwon, Yoona melepaskan pelukannya dan menatap Siwon.

“Benarkah? Tapi…bukankah ulangtahunku masih lama?” tanyanya.

“Memangnya setiap kejutan hanya diberikan saat ulang tahun saja? kejutan itu tergantung pada orang yang akan memberinya” jawab Siwon balik memandang Yoona, Yoona mengangguk paham mengerti ucapan Siwon.

“Sebaiknya kita makan malam dulu, kau pasti belum makan kan?” ujar Siwon,

“Boleh, aku sudah sangat lapar karena tadi menunggumu” jawab Yoona disertai senyuman. Mereka lalu berjalan menuju meja makan yang tentunya sudah disiapkan oleh Siwon sebelumnya. Makan malam yang sangat romantis mereka lalui, ditengah bunga-bunga yang bermekaran disertai lilin-lilin kecil, selain itu langit malam yang bersahabat yang menampakkan lukisan indahnya berupa rembulan sebagai ikon utamanya dan bintang-bintang yang melengkapinya bagai intan yang bertaburan.

“Aku sangat kenyang, gomawo oppa aku menikmati semua ini” ujar Yoona saat mereka sudah selesai makan malam.

“Ini belum semuanya Yoong, masih ada satu hal lagi yang ingin kutunjukkan padamu” balas Siwon, perlahan ia berdiri dan menghampiri Yoona yang masih duduk di kursinya lalu mengajak Yoona untuk berdiri berhadapan dengannya.

“Kau tahu kan aku sudah sangat lama menunggumu kembali? Sebagai pembalasannya kau harus menanggung semuanya karena sudah membuatku menunggu lama” ujar Siwon. Yoona menatap Siwon bingung sekaligus tak percaya.

“Mulai sekarang, setiap pagi aku akan menghukummu dengan ciumanku. Memberikan apapun yang kau mau kecuali perpisahan. Aku juga tidak akan menduakanmu. Aku berjanji tidak akan membuatmu menangis sedih karenaku. Aku akan menjadikanmu seseorang yang paling bahagia di dunia ini” ujar Siwon, lalu ia berjongkok di depan Yoona dengan kaki kanan sebagai tumpuannya lalu mengeluarkan kotak berwarna merah dari dalam sakunya dan membuka kotak itu di depan Yoona yang ternyata berisi cincin berlian.

“Itu semua hukumanmu, apa kau sanggup menerimanya Yoong? Aku secara resmi melamarmu” ujar Siwon mengakhiri ucapannya. Tangis Yoona pecah, ia benar-benar sangat bahagia karena Siwon tidak hanya memberi kejutan padanya tetapi juga melamarnya.

“Kau benar-benar pandai membuat wanita jatuh hati oppa” ujar Yoona disela-sela tangisannya. Siwon tersenyum sumringah lalu memakaikan cincin berlian itu di jari manis Yoona. Setelah itu ia berdiri berhadapan dengan Yoona.

“Mulai sekarang kau tidak bisa lari kemanapun, Yoong” ujar Siwon diakhiri senyum diikuti Yoona. Perlahan tangan kanan Siwon menyentuh pipi sebelah kanan Yoona, wajah mereka mendekat, bibir mereka bertemu, Siwon mencium bibir Yoona lembut. Tak sampai disitu, Siwon mulai mengulum bibir bagian bawah Yoona dengan pelan, meresapi cintanya melalui manisnya ciuman itu. Tangan kiri Siwon mulai terangkat menyentuh pinggang Yoona agar lebih mendekat padanya, Yoona juga ikut memeluk Siwon dengan menaruh kedua tangannya di punggung Siwon. Ciuman beralih pada bibir bagian atas Yoona, menyesapnya dengan lembut. Yoona membalas ciuman itu dengan ikut membuka sedikit mulutnya agar Siwon dapat lebih leluasa menciumi bibirnya itu. Bergantian terus seperti itu, mereka berciuman di tengah semilir angin yang berhembus, menyatukan dua hati yang selama ini berlayar. Hingga kini mereka telah menemukan separuh jiwanya didalam diri pasangannya dan akan selamanya seperti ini.

FINISH

 

Hoi…hooiii…hooooooiiiiiiiiiiiii…… *apa sih berisik banget author* #plak

Gimana…gimana…gimana? Sesuai harapan kan ceritanya?? Aduhh mian jadinya panjang begini, ngga cape bacanya kan? Ngga tau kenapa jadi panjang begini ffnya, mengalir begitu aja diluar kendali ini. Hehehe…Endingnya udah cukup so sweet kan? Author sendiri waktu nulis juga ngerasa gimana gitu…*ceileee* Oke deh pokoknya author udah bekerja keras bikin sequel ini jadi buat para readers wajib RCL yooo…WAAAAJIIIBBB!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! *busyet! Banyak amat tuh tanda serunya*

Tinggalkan komentar

106 Komentar

  1. DaebakKk🙂
    bener” puas ma hasil.x n ff nie juga panjang bgt🙂
    suka ma karakter seunggi opPa dsini . .
    Next sequel dtnggu unN🙂
    YOONWON JJANG . .

    Balas
  2. andreyani

     /  Maret 30, 2014

    alhamdulilah,, akhirnya mereka bersama.

    Balas
  3. SHP

     /  Maret 30, 2014

    udah ada sequel toh? aku baru tau :3 penantianku akan sequel udah terjawab, trus penantianku akan yoonwon kapan akan terjawab? setidaknya penantian untuk yoong unnie agar jomblo kembali :v semoga ga lama lagi deh😥

    sebenernya feelllnyyaaaa… lbh dapet yg sad sebelumnya, tp kalo tanpa sequel ttp aja nggak apdol.. jadi ff ini ttp daebak!🙂

    Balas
  4. Horeeee..
    Happy ending..:)
    Good..good..good..
    ᵗʰᵃᶰᵏ ᵧₒᵤ ⌣̈ author..

    Balas
  5. DAEBAK! ff ini benar2 DAEBAK!!! ceritanya bagus banget thor,kata2 nya♥,feel nya dapat sampai aku nangis bacanya :’) ditunggu karya ff mu yang lain thor :)) fighting^^

    Balas
  6. KaRenYS4ever

     /  April 6, 2014

    Eonnie..aku sampai nangis baca diary nya Siwon..sedih bnget.. T.T
    Tp stidaknya akhirnya YoonWon brsatu jg..smoga dkenyataan jg mrka akan brsatu kmbali..klo perlu smoga Tuhan satukan YoonWon dlm pernikahan..Amin..
    Bagus bnget ffnya eon..aku dpt feelnya jg..
    Next ff dtunggu ya eon..

    Gomawo^^v

    Balas
  7. kerennnn (y)
    author fill.a dpet bgt …
    tapi aku penasaran seung gi sama shin hye gemna yaaa ??

    Balas
  8. Choi Ilmhy

     /  April 20, 2014

    Happy Ending ,,,

    Balas
  9. zubaidah

     /  April 25, 2014

    Wah.. So sweet bgt.. Akhirnya,, penantian siwon oppa berbuah manis juga.. Aku jadi senyum2 sendiri bacanya,, andaikan memang ada dikehidupan mereka yang nyata pasti seneng bgt deh.. ( Ngarep) buat author gomawo udah sempetin bikin sequelnya,, sumpah aku puas bgt bacanya.. Next ff selanjutnya..

    Balas
  10. any

     /  Mei 8, 2014

    Akhirnya yoonwon bersatu setelah pisah2an.hehehe

    Balas
  11. Dede

     /  Juni 8, 2014

    Seru sangan menarik.tapi knph ceritnya engga smpe mereka menikah?

    Balas
  12. yeayyyy akhirnya yoonwon happy ending..keke

    Balas
  13. Mia

     /  Juli 11, 2014

    Hore akhirxa yoonwon bersatu hore

    Balas
  14. Rasanya puas bgt
    aku pikir tadi wonppa gk bakal
    jadian sama Yoona, tapi aku suka sifat mengalahnya wonppa tapi setelah semuanya tau dari Diary wonppa akhirnya Seung Gi yg gantian mengalah.
    So sweet………
    Yoonwon bersatu

    Balas
  15. dibc berulang2 ttp gk ngebosenin :*❤

    Balas
  16. Akhirnya yoonwon bersatu juga, bikin sequel sampe mereka.nikah n punya anak dong..
    Di tungg ff yg lainnya..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: