[FF] Because Of Love “Before Story of My Sunshine”

request-to-yulsa-arisagi-because-of-love

Ass wr wb #buset deh kek mo pidato -_-

Reader yang budiman… (?) iam kambek memenuhi janji untuk membawakan before story dari drabble akoh yang bertittle “My Sunshine” masi inget kan? Masi inget kan? B) *Reader: ENGGAAAA!!! -_-

Terserahlah ya mo inget apa ga,yang penting ni epep udah saya tepatin untuk di publish.. dan tumben cepet bgt kan?? xD

Dan terserah kalian mo nganggep ni epep ancur lebur ato porak poranda,yang jelas abis baca wajib,kudu,harus (?) untuk di coment n like……

GAMAU TAUUUU!!!! -_- #pemaksaandotkom ><

Okay deh….. cukup cuap2nya…

HAPPY READING……. ^^

Tittle             : Because Of Love “Before Story of My Sunshine”

Author           :  Yulisa Arisagi

Twitter : @yulisaarisagi

FB         : Yulisa Arisagi

Genre            : Romance, Drama, Marriage Life, Etc.

Length           : Chapter

Chapter         : 1

Rating            : PG 15+

Main Cast      :  Super Junior’s Choi Siwon

Snsd’s Im Yoona

Other Cast      : 2PM’s Nickhun Horvejkul, After School’s UEE

Special Art By :  @leemidah_89

Disclaimer      : this story pure of my imagination,sory if you found typo everywhere and please leave a coment after you read this story and don’t be a plagiarism.

Summary        : Ketika manusia sudah sangat yakin dengan pilihan hatinya,namun pada akhirnya tetap tuhanlah yang berhak menentukan kepada siapa cinta itu berlabuh…..

~BECAUSE OF LOVE~

Di dalam sebuah café yang terletak di depan sebuah gedung perkantoran,terlihat seorang pria dan seorang gadis tengah duduk saling berhadap-hadapan.

Di atas meja yang tepat berada di hadapan mereka terdapat dua buah cangkir cappuccino yang terlihat masih mengepulkan asap pertanda bahwa cappuccino tersebut baru saja di antarkan oleh seorang pelayan ke hadapan mereka.

Dari balik jendela kaca yang tepat berada di samping mereka,terlihat guyuran air yang tumpah begitu saja dari langit yang cukup deras. Membuat café yang cukup padat pengunjung tersebut terasa hangat.

Sang gadis memandang datar cangkir yang berada di hadapannya,buku-buku jarinya memutih mencengkram kuat  ujung dress yang tengah ia kenakan,tak lama tatapannya beralih pada pria di hadapannya,pandangannya pada pria tersebut begitu nanar dan kentara dengan rasa pilu pada sorot matanya.

“jadi oppa menyerah?” sang gadis membuka suaranya setelah sebelumnya sang pria lah yang berbicara,ia menarik nafas dan menghembuskannya perlahan sebelum mengeluarkan kalimat tersebut dari mulutnya.

“aniy.. Yoong” jawab sang pria yang berada di hadapan gadis tersebut,ia terlihat sedikit menundukan kepalanya,sorot matanya menatap ke bawah,memandang dengan pandangan kosong.

“lalu?” sambung gadis itu lagi.

“Yoong,dengarkan aku” ujar sang pria kembali.

“cukup oppa,seharusnya kau yang mendengarkan aku….” Potong sang gadis.

“aku tahu mungkin bagimu waktu dua tahun bukanlah waktu yang lama” sambungnya.

“namun bagiku itu bukanlah waktu yang singkat,aku mencoba terus bertahan dengan hubungan ini,menggantungkan sebuah harapan besar bahwa hubungan ini akan terus bertahan… tapi kenapa sekarang oppa menyerah?” gadis tersebut menutup kalimatnya dengan linangan air mata yang telah menggenang di pelupuk mata indahnya.

“aku tidak menyerah Yoong…” jawab sang pria kembali.

“lantas apa? Ini semua karena appa ku kan? Kau berniat meninggalkanku karena perkataan appa ku kan? Sudah ku bilang kita akan menghadapi ini semua bersama..hiks..bukan dengan cara seperti ini” sahut sang gadis kembali menitikan air matanya.

“Yoong..aku hanya kembali ke Negara asalku,dan aku akan kembali padamu dan juga membuktikan pada appa mu bahwa aku…”

“jadi benar ini semua karena appa ku?” ujar sang gadis dengan tatapan yang sedikit tajam pada pria tersebut.

Pria tersebut menghembuskan nafasnya kasar,mulai jengah dengan perkataan sang gadis yang berstatus sebagai kekasihnya tersebut.

“Yoong..aku memiliki masa depan bagus disana,ya.. aku akui memang bahwa sedikit banyak setiap perkataan appamu adalah alasannya” ujar sang pria kemudian,menyerah dengan perkataan sang gadis yang telah memojokannya.

“Seperti kau tahu,di sini aku hanyalah seorang karyawan biasa dari perusahaan kecil,dan aku sungguh menyadari betapa tidak pantasnya aku berhubungan denganmu yang pada kenyataannya adalah putri dari seorang Ceo perusahaan besar dan berpengaruh di Negara ini “ sambungnya.

Sang gadis tersenyum sinis menanggapinya “hhh..sudah ku duga bahwa perkataan appaku adalah alasannya”

“Yoong..kau tahu,di Thailand ada perusahaan milik keluargaku yang telah di rebut oleh orang yang tidak berhak memilikinya. Jika aku dan keluargaku yang lain berhasil merebut perusahaan itu kembali,dapat di pastikan bahwa kehidupanku akan lebih baik Yoong,bukan hanya lebih baik.. itu dapat dijadikan sebagai pembuktian pada appa mu bahwa aku bukanlah pria pecundang seperti yang ia katakan” ujarnya kembali.

“sedikit ataupun banyak,kau menyangkalnya atau tidak… tetap kau pergi karena masalah status social kita” gadis itu kembali tersenyum sinis sembari berusaha menahan air matanya yang siap meluncur.

”dan sampai kapan kau harus pergi oppa..?” sahut sang gadis lagi dengan suara paraunya,pandangannya begitu datar pada pria tersebut.

“soal itu… aku belum tahu Yoong..”

Gadis itu kembali menitikan air matanya ,setelah beberapa saat ia mencoba menahannya,tetap saja tanpa di komando air mata itu tetap meluncur dari mata indahnya.

tak lama setelahnya ia memaksakan seulas senyum kepada pria dihadapannya tersebut sembari berusaha menghapus air mata yang telah meluncur bebas di pipi halusnya.

“aku akan menunggu oppa…” ujarnya sambil mengangkat  bahunya secara perlahan dan menghembuskan nafasnya,diiringi dengan senyum yang sedikit di paksakan namun terlihat begitu manis.

“Yoong.. aku tidak akan menggantungkanmu” sahut sang pria kemudian,dari sorot matanya terlihat ada kepiluan yang tersirat.

Senyum yang telah mengembang dari bibir gadis tersebut tiba-tiba memudar secara perlahan.

“maksud oppa?” Tanyanya sedikit ragu,entah kenapa jantungnya tiba-tiba berdebar,ia memiliki firasat lain dari kalimat yang di luncurkan oleh pria tersebut.

“Yoong… aku belum tahu kapan aku akan kembali.. dan.. dan.. jika selama penantianmu menungguku kau menemukan pria yang berhasil mengalihkan perasaanmu padaku apalagi jika sampai kau mencintainya,kau boleh melepasku Yoong” ujarnya kembali,jujur dalam hatinya sebetulnya ia tak sanggup mengatakannya..namun itulah keputusan yang harus pria itu ambil. Ia tak ingin memberikan harapan yang mungkin saja terkesan semu itu pada gadis yang masih berstatus sebagai kekasihnya tersebut.

Gadis yang di ketahui bernama Yoona tersebut terperangah mendengar kalimat yang baru saja ia dengar dari pria dihadapannya,sungguh ia tak menyangka apa yang telah di katakan oleh pria yang tentu saja ia cintai tersebut.

Dirinya yang sudah mulai berusaha untuk tersenyum dan menerima keadaan tersebut kembali mulai meneteskan buliran Kristal bening dari pelupuk matanya,kembali ia menghembuskan nafasnya secara kasar di sela tangisnya.

“itu sama saja oppa menyerah… dan itu artinya oppa juga berniat melepasku.. tak ku sangka oppa berfikir sepicik itu..!!” Yoona sudah tak sanggup menahan emosinya,dalam isakan tangisnya tersebut,ia sedikit meninggikan suaranya. Membuat beberapa pengunjung café yang berada tidak jauh dari meja tersebut berada,menoleh kearah mereka.

“Yoong,tenanglah… percayalah padaku aku sungguh mencintaimu.. dan akupun percaya kau sangat mencintaiku.. aku hanya ingin memberikan kebebasan padamu,aku tidak ingin kau…”

“itu sama saja oppa meragukan cintaku…” potong Yoona.

“Yoong… aku mohon mengertilah…” ujar pria tersebut kembali dengan nada yang terdengar sedikit putus asa.

“oppa percayalah padaku… aku sangat,sangat mencintaimu..” ujar Yoona kembali,suaranya mulai melembut namun isakan yang terdengar dari mulut manisnya belum juga dapat berhenti.

“ne,Yoong.. saranghae.. jeongmal saranghae… aku sungguh percaya padamu… uljimanayo… aku sungguh tak sanggup melihatmu terus menangis seperti ini” ujar pria tersebut sembari menjulurkan tangannya,menghapus buliran air mata yang meluncur di pipi gadis yang ia cintai tersebut.

“sampai kapanpun aku akan menunggumu oppa… kembalilah untukku…”

***

Sementara di tempat lain,tak jauh berbeda… terlihat sepasang pria dan seorang gadis tengah berdiri bersampingan,namun suasana diantara mereka terasa sangat romantis.

“bagaimana? Kau suka?”

“ne,oppa..aku sungguh menyukainya.. ini kejutan yang luar biasa”

Seorang Pria bertubuh tinggi dan berperawakan atletis terlihat tengah memberikan kejutan pada gadis pujaannya yang berdiri di sampingnya, sang gadis yang ia beri kejutan tersebut tampak tersenyum sumringah… tak lama pria tersebut meraih pinggang sang gadis untuk berjalan kearah meja yang telah ia persiapkan,meja yang menjadi objek kejutan tersebut.

Di atas meja yang terletak di pinggir pantai dengan deburan ombak yang indah tersebut terdapat beberapa makanan mewah yang cukup menggugah selera,tak lupa dengan dua buah gelas Kristal dan satu botol champaign di sisi piring makanan tersebut.

Di tengah meja terdapat beberapa buah lilin cantik yang menambah kesan suasana romantic di antara mereka.

“oppa… ini benar-benar sungguh romantis.. jeongmal gomawo oppa” sang gadis membuka suaranya sesaat setelah mereka berdua menduduki tempat makan tersebut dengan seulas senyum manis yang menghiasi wajah cantiknya.

Pria yang duduk di hadapan gadis itupun tersenyum,menampakan dua buah lesung pipinya yang teramat menawan. Di tatapnya wajah gadis di hadapannya dan di genggamnya tangan gadis tersebut dengan lembut. “aku senang kau menyukainya Yoo jin ah… apapun akan ku lakukan untuk membahagiakan mu,jeongmal saranghae….. “ ujarnya lalu tak lama iapun mencium tangan halus yang ia genggam tersebut.

“nado oppa….”

Mereka berduapun menikmati makan malam yang terasa sangat indah tersebut.

Setelah selesai dengan makan malam romantisnya,mereka berduapun memutuskan untuk duduk di tepian pantai,hembusan angin senja perlahan menerpa wajah dan menerbangkan anak rambut mereka.

“Siwon oppa” sang gadis membuka suara.

“ne,wae Yoo Jin ah…?” sahut sang pria bernama Siwon tersebut.

“kapan kau akan mengenalkanku pada kedua orang tuamu?..” rengek sang gadis manja.

Sejenak pria itu terdiam,pikirannya mulai melayang pada bayangan orang tuanya,terutama sang ayah. Entah bagaimana ceritanya sang ayah selalu tidak menyukai setiap gadis yang ia kencani.

Dan ketika ia berniat serius dengan hubungannya dengan gadis yang tengah ia kencani,sang ayah selalu tidak menyukainya. Seperti cenayang,ayah Siwon dapat menebak bahwa gadis yang Siwon kencani hanya memiliki satu alasan untuk mengencani Siwon dan menikahinya yaitu ‘mengincar harta’

Siwon sangat jengah dengan sikap ayahnya tersebut,walaupun ia sadari memang setiap ia mengencani gadis-gadis di luar sana,sang gadis selalu meminta ini itu padanya namun Siwon merasa hal itu wajar-wajar saja. Pun sama halnya dengan gadis di sampingnya yang berstatus sebagai kekasihnya ini,ia tak segan selalu meminta Siwon untuk membelikan ia sesuatu jika ia sedang menginginkan suatu barang. Dan kini Siwon yakin dengan pilihannya terhadap gadis tersebut,dan merasa permintaan ini itu kekasihnya tersebut adalah hal wajar. Bukankah permintaan terhadap kekasih adalah hal yang wajar? Fikirnya. Namun sekali lagi dia sudah sangat berantisipasi,mengenalkan kekasihnya yang bernama Yoo Jin tersebut kepada orang Tuanya di waktu sekarang,bukanlah hal yang tepat.

Ia harus berhasil meyakinkan orang tuanya terutama ayahnya bahwa Yoo Jin bukanlah termasuk gadis yang selalu ayahnya perkirakan.

“oppa….” Sang gadis kembali merengek,merasa pertanyaannya tidak di tanggapi oleh pria di sampingnya.

“oppa… mengapa kau jadi melamun??” rengeknya sekali lagi,kali ini dengan nada suara yang sedikit meninggi,dan hal itu sukses membuyarkan lamunan Siwon.

“ah.. ne,ne.. mianhae” jawabnya sedikit terkekeh.

Gadis itu sedikit merengut “apa yang kau fikirkan oppa? Bahkan kau tidak menjawab pertanyaanku” ujarnya sebal.

Sang pria perlahan menghentikan kekehannya,tak lama ia mengusap tengkuknya “mmm.. Yoo Jin ah.. soal itu kau tenang saja,nanti aku pasti mengenalkanmu kepada kedua orang tuaku” jawabnya sedikit ragu.

“tapi kapan oppa? Kau selalu menjawab dengan nanti,nanti,dan nanti…..” sahut gadis tersebut lagi dengan nada kesalnya.

“kau tenang saja chagi.. bila saatnya sudah tepat,aku pasti akan membawamu kehadapan orang tuaku.bukankah terlalu cepat jika sekarang-sekarang hmm?” jawab Siwon berusaha menenangkan Yoo Jin.

Yoo Jin menghembuskan nafasnya,dan perlahan menganggukan kepalanya. “baiklah oppa… tapi kau harus berjanji,dan jangan coba-coba membohongiku!”

“ne, I promise… sekarang sebaiknya kita pulang,hari sudah beranjak malam. Kajja”

Gadis bernama lengkap Kim Yoo Jin itupun bangkit dari duduknya untuk menyambut ajakan kekasihnya untuk pulang.

Dan mereka berduapun berjalan beriringan menuju mobil Siwon,meninggalkan pantai dengan deburan ombak indah tersebut.

*~*

Hujan lebat yang mengguyur kota Seoul sejak tadi sore sudah mulai mereda,hanya tersisa rintik-rintik kecil air dan dinginnya hembusan angin yang cukup menggigit.

Di trotoar yang letaknya sangat dekat dengan taman di pusat Kota, seorang gadis cantik berambut ikal sebahu terlihat tengah berjalan secara perlahan.

Hak Stiletto berwarna merah yang tengah ia kenakan di kedua kakinya terdengar mengadu dengan trotoar yang terbuat dari beton tersebut. Entah kemana tujuannya, namun yang jelas pulang ke rumah bukanlah tujuan utamanya sekarang.

dan tiba-tiba instingnya mengatakan bahwa ia harus mampir ke taman yang terletak hanya beberapa meter dari tempatnya berpijak saat ini. Ia membelokan laju arah nya untuk sampai di taman yang ia tuju itu,pandangan matanya begitu kosong dan fikirannya mulai melayang.

Taman itu Nampak begitu lengang,hanya ada beberapa remaja yang tengah duduk di bangku-bangku yang tersedia tempat untuk berteduh di dalam taman tersebut.

Namun gadis itu memilih untuk duduk di sebuah bangku santai berukuran panjang,dan tentu saja bangku itu basah karena tidak ada payung besar untuk berteduh,seperti bangku yang di duduki oleh beberapa remaja yang ia lihat. Namun ia Nampak tak peduli dan tetap duduk di bangku tersebut.

Gadis itu Im Yoona,Fikirannya kembali melayang pada kejadian sore tadi,di mana kekasihnya yang bernama Nickhun memintanya untuk bertemu di sebuah café yang letaknya tidak jauh dari perusahaan ayahnya sekaligus tempat ia bekerja.

Awalnya ia tidak memiliki firasat apapun tentang pertemuannya dengan sang kekasih sore tadi,namun di luar dugaannya,pria yang ia cintai tersebut meminta izin untuk meninggalkannya sementara waktu untuk kembali ke negaranya Thailand.

Ya… pria bernama lengkap Nickhun Buck Horvejkul yang berstatus sebagai kekasihnya tersebut adalah warga Negara Thailand keturunan Korea yang menetap dan bekerja di Korea.

Yoona tidak merasa keberatan jika Nickhun hanya ingin pulang ke negaranya untuk sementara waktu,tapi alasan sang kekasih pergi sungguh sangat sulit untuk ia terima, bagaimana tidak.. Nickhun mengatakan bahwa ia menetap di Thailand dalam kurun waktu yang belum dapat di tentukan,dan alasan kepergiannya adalah untuk memperbaiki hidupnya yang ia anggap tidak sepadan dengan Yoona.

Yoona selalu bersikeras bahwa hal itu tidak usah di permasalahkan,namun tentu saja keluarga Yoona tidak semudah itu untuk menerima pria yang di cintai oleh gadis bungsu di keluarga mereka tersebut. Ya… batu sandungan dalam hubungan Yoona dan Nickhun memang cukup besar. Ayah Yoona menentang keras hubungan mereka!!

Bahkan Tn.Im yang tak lain adalah ayah Yoona mencap pria yang di cintai putrinya tersebut dengan sebutan ‘pria asing yang tidak berguna’ dan itu sungguh sangat menyakitkan bagi gadis cantik tersebut.

Awalnya Yoona dan Nickhun mencoba mengawali hubungan mereka secara sembunyi-sembunyi,namun jangan sebut Tn.Im sebagi Ceo salah satu perusahaan terbesar di Korea jika ia tidak mengetahui dengan siapa putrinya tengah berkencan. Karena dengan uang yang ia miliki ia dapat melakukan apa saja termasuk mengulik hubungan asmara anak-anaknya.

Dan pada saat itupun Yoona yang baru menjalani hubungan dengan Nickhun selama beberapa bulan langsung di ketahui oleh ayahnya, sebenarnya bukan masalah besar jika putri bungsunya itu tengah menjalin hubungan dengan seorang pria,jika saja pria yang di kencani oleh sang putri bukanlah karyawan biasa di perusahaan kecil jauh dengan perusahaan yang ia miliki seperti Nickhun,namun begitulah hidup.. kadang status sosial memang harus menjadi krikil tajam dalam perjalanan suatu hubungan.

Yoona POV

Aku terduduk di sebuah bangku taman yang berada di pusat kota,ya.. setelah pulang bekerja dan bertemu dengan Nickhun oppa di café tadi sore aku memutuskan untuk tidak langsung pulang. ‘pulang’ ya kata itu bukanlah hal yang ingin ku lakukan untuk saat ini.

Aku termenung dengan tatapan kosong,sungguh aku tidak mengerti dengan semua ini. Hubungan ku dengan seorang pria yang sangat aku cintai di tentang keras oleh orang tuaku,terutama oleh ayahku.

Selama beberapa bulan aku menjalani hubungan dengan Nickhun oppa semua terasa baik-baik saja,hingga suatu hari ayahku mengetahuinya dan merusak segalanya.

Ayahku begitu menentang keras hubungan ini,dengan sebab apalagi jika bukan tentang ‘status sosial’ dua suku kata yang cukup memuakkan bagiku.

Sejujurnya menurutku Nickhun oppa bukanlah pria yang memiliki segala keterbatasan,ia cukup mapan dan mandiri untuk ukuran pria seusianya. Ia memang warga Negara asing yang tinggal di negaraku ini dan berusaha untuk hidup mandiri. Aku mengaguminya sejak awal pertemuan kami secara tidak sengaja dua tahun lalu,dan aku mencintainya.

Namun sekali lagi,itu semua tidak akan pernah dengan mudah di terima oleh ayahku. Karena Nickhun oppa bukanlah pria bangsawan atau seorang anak yang terlahir dari keluarga Chaebol yang memiliki puluhan anak perusahaan yang banyak seperti kriteria menantu ideal yang selalu di elu-elukan oleh ayahku.

Namun aku tetap bersikukuh dengan hubungan ini,bagiku hati dan perasaan tidak dapat di nilai dengan materi. Aku tetap bertahan dengan hubungan ku dengan Nickhun oppa,walaupun sikap ayahku menjadi dingin kepadaku,walaupun ayahku selalu dengan berbagai cara berusaha untuk memisahkan kami,aku tetap tak peduli…..

Hingga akhirnya keputusan Nickhun oppa tadi sore sedikit menggoyahkan ketetapan hatiku ini,bagaimana tidak.. dari sorot matanya ia terlihat sudah mulai merasa lelah dengan hubungan ini,dan tentu saja merasa jengah dengan sikap ayahku yang selalu merendahkannya.

Hingga ia membuat keputusan yang cukup sulit bagiku,ia memutuskan untuk memperbaiki hidupnya dan sekali lagi untuk menekel semua citra buruk yang melekat pada dirinya di mata ayahku. Ya… aku sangat tahu ia memutuskan pergi karena ayahku…

Dan kini aku sangat bingung dan tak tahu harus berbuat apa,apalagi mendengar perkataannya yang ‘tidak ingin menggantungkanku’ ya… kata itu seolah kata yang menyatakan keraguan cintaku terhadapnya. Sungguh aku sangat sakit… walaupun aku berusaha untuk menahan sekuat tenaga.

Dan kini setelah ia pergi dengan membawa sejuta harapan ku di pundaknya,aku mulai takut… aku sangat takut….

Bagaimana nasib hubungan kami selanjutnya?,bagaimana aku dapat sumber kekuatan dalam menghadapi sikap ayahku jika bukan dari dirinya jika ia harus meninggalkanku seperti ini? Sungguh aku sangat takut…..

Tak terasa lelehan bening itu kini mulai kembali turun dari sudut-sudut mataku, seiring dengan rintik hujan yang mulai turun kembali dan mulai membesar mengguyur sekujur tubuhku yang masih duduk termenung dan meratapi nasibku di bangku taman ini.

Namun sekali lagi aku tak peduli.. aku tak peduli sederas apapun hujan mengguyur tubuhku,yang aku inginkan adalah hadirnya secercah kebahagiaan yang datang menghampiriku.. atau ingatanku yang menghilang dan dapat melupakan semua kenyataan pahit ini.

Aku mendongakan kepalaku,menengadah menatap langit mendung yang tengah menumpahkan air cukup deras. Guyuran hujan itu sukses membuat mataku mengerjap beberapa kali,dan terasa perih ketika rintikan air tawar itu jatuh langsung ke dalam bola mataku.

‘sungguh… aku tak mengerti dengan skenariomu dalam drama hidupku tuhan…’

~~~

Sepasang pria dan wanita paruh baya tengah terduduk santai di sofa ruang keluarga rumah mewah mereka,pria dan wanita paruh baya tersebut tengah menikmati secangkir teh hijau panas sembari berbincang-bincang hangat.

“apa kau yakin Yeobo?”

Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan anggun di usianya yang sudah mencapai kepala lima tersebut membuka suaranya,menanggapi pernyataan suaminya,nampak mereka terlihat tengah terlibat perbincangan serius .

Sang pria paruh baya yang tak lain adalah suaminya tersebut menyesap teh hangatnya sesaat,lalu kembali meletakan cangkir teh tersebut ke atas pisin yang berada di meja  di hadapannya.

“ne,aku tidak main-main Yeobo…,aku tidak akan pernah main-main untuk kebahagiaan dan masa depan putri kita”

Flashback

“jadi gadis itu bernama Kim Yoo Jin? Tolong kau selidiki latar belakang gadis itu… aku tidak ingin kecolongan lagi!”

Klik..!!

“hah… putraku itu sungguh benar-benar membuat kesabaranku habis”

Dua orang pria paruh baya ‘Choi Kiho’ dan ‘Im Youngmin’ tengah melakukan pertemuan business secara privat.

Ya.. kedua orang yang mulai lanjut usia ini memiliki kesamaan,yaitu sama-sama memiliki perusahaan besar yang sangat berpengaruh di Korea,bahkan hingga ke Asia.

Dan siapa sangka di tengah kesamaan mereka yang sama-sama sebagai pengusaha dan Ceo perusahaan tersukses,dulu mereka adalah sahabat baik. Hingga mereka di pertemukan kembali bertahun-tahun kemudian setelah mengetahui identitas masing-masing yang tentu saja di ketahui dari perusahaan terbesar mereka.

Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menjalin kerjasama yang baik antar perusahaan ,dengan tujuan tentu saja demi keuntungan bersama.

Di tengah perbincangan serius dua pria paruh baya ini terdengar suara deringan ponsel milik presdir Choi,hingga akhirnya membuat jeda diantara perbincangan mereka. Setelah Presdir Choi selesai menerima panggilan tersebut,terlihat raut wajah pria tersebut nampak berubah seperti tengah menahan amarah.

Hal tersebut membuat Presdir Im terlihat menautkan sedikit halisnya, sebagai orang yang telah mengenal lama Presdir Choi akhirnya Presdir Im pun memutuskan untuk bertanya sebelum melanjutkan perbincangan business mereka tadi.

“wae geurae Presdir Choi?”

Pria yang di sebut Presdir Choi tersebut kembali mendudukan dirinya di kursi kerja yang tepat berada di hadapan Presdir Im, ia sedikit menghembuskan nafasnya lalu melirik ke arah Presdir Im.

“aku rasa perbincangan bussiness kita sudah lebih dari cukup,jadi kita akhiri saja sampai di sini dulu. Jadi kau tidak usah lagi memanggilku seformal itu Youngmin yang…”

Sahut Presdir Choi dengan nada guyonan dalam kalimatnya,lalu ia sedikit terkekeh.

“haha… kau benar-benar tidak berubah kiho… selama hampir 30 tahun kita tidak bertemu,sifat konyolmu itu masih saja terus kau pertahankan” jawab Presdir Im dengan guyonan kembali.

“ne,aku rasa itu karakter yang tentu saja perlu aku pertahankan” sahut Presdir Choi lagi tetap dengan nada candaannya. Lalu tak lama ia tediam.

Presdir Choi kembali menghembuskan nafasnya, lalu ia kembali bergumam.

“aku memiliki seorang putra,dan ia adalah putra sulungku yang sangat aku andalkan”

Presdir Im mulai serius mendengarkan apa yang di bicarakan oleh presdir Choi.

“aku akui kemampuan putraku sangat berpengaruh pada kemajuan Hyundai corp hingga dapat kembali melahirkan beberapa anak cabang seperti saat ini, namun aku sungguh tak menyukai kehidupan pribadinya”

Ujar Presdir Choi yang ternyata bercerita tentang kehidupan keluarganya.

“waeyo?”

Tanya Presdir Im.

“di usianya yang belum menginjak kepala tiga,aku rasa putra sulungku itu sudah dapat di katakan sukses. Dan kesuksesannya itu acap kali di manfaatkan oleh gadis-gadis muda yang ia kencani.”

Jawab Presdir Choi.

Presdir Im manggut-manggut mendengarkan penuturan sahabat lamanya itu.

“sebagai orang tua aku menginginkan yang terbaik untuk anak-anakku,aku tidak ingin mereka di manfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab yang mengatas namakan cinta untuk mengeruk keuntungan pribadi mereka. Sungguh…rasanya sulit sekali untuk mengatur putraku menemukan calon pendamping hidup yang tepat.”

Sambung presdir Choi lagi

“sebagai orang tua,tentu kau sangat mengerti akan hal itu bukan?” tanya Presdir Choi kemudian pada Presdir Im.

Presdir Im terlihat tengah menyunggingkan seulas senyum yang terukir di wajahnya yang mulai sedikit keriput.

“aku sungguh tak mengerti Kiho-ahh…” tanggap Presdir Im.

“maksudmu?” tanya Presdir Choi sedikit tak mengerti.

Presdir Im kembali menyunggingkan seulas senyum dengan sedikit menggelangkan kepalanya.

“ternyata kau memiliki permsalahan keluarga yang sama denganku”

Jawab Presdir Im.

“mwo? Apa kau memiliki seorang putra yang bermasalah dalam memilih pasangan seperti putraku?” tanya Presdir Choi.

“hahh… ku rasa kita perlu saling mengenalkan anggota keluarga kita masing-masing,puluhan tahun tak bertemu ternyata tak ku sadari anggota keluarga kita belum saling mengenal” sahut Presdir Im.

“ne,kau benar..” jawab Presdir Choi. “jadi apa putramu sama dengan putraku?” tanya Presdir Choi kemudian.

“aniy.. aku tidak memiliki seorang putra,melainkan seorang putri”

Jawab Presdir Im.

Mendengar kata ‘putri’ Presdir Choi terlihat sangat tertarik dengan kalimat lanjutan yang akan di lontarkan Presdir Im.

“berapa usianya?” tanya presdir Choi.

“24 tahun,putriku masih sangat muda dan berparas cantik. Dia adalah putri kesayanganku.. namun 2 tahun belakangan aku mengetahui bahwa ia memiliki hubungan dengan seorang pemuda yang tak jelas asal-usul dan masa depannya”

Jawab Presdir Im.

“lalu?” tanya Presdir Choi lagi.

“kasus yang sama dengan putramu,aku rasa pemuda yang tengah di kencani putriku mungkin saja memiliki motif terselubung untuk mengeruk keuntungan pribadi”

Sahut Presdir Im lagi.

“usia putrimu lebih muda 4 tahun dari usia putraku,mereka sama-sama masih muda dan tentu berpendidikan tinggi,sama-sama memiliki karir yang cemerlang meskipun di bawah naungan perusahaan kita sebagai orang tua mereka. Dan seharusnya mereka memiliki masa depan yang cemerlang pula,termasuk dalam memilih calon pasangan hidup”

Presdir Choi menatap lurus ke arah pria paruh baya yang tak lain adalah sahabat lama sekaligus rekan bussinesnya tersebut sembari memperlihatkan seulas senyum penuh makna.

“aku rasa aku sudah menemukan calon pasangan hidup yang tepat untuk putraku Youngmin-ahh” sambung Presdir Choi.

Presdir Im yang mengerti akan arah pembicaraan sahabat nya tersebut,membalas dengan antusias “ne,aku rasa aku juga telah menemukan calon pasangan hidup yang tepat untuk putriku. Dan tentu saja hal ini semakin mempererat hubungan Bussiness antar perusahaan kita”

Ujarnya.

“tinggal kita atur kapan pertemuan yang tepat” sahut Presdir Choi kemudian,lalu tak lama kedua pria paruh baya tersebut terdengar meledakan tawa,dan melanjutkan perbincangan mereka. Merasa telah menemukan solusi yang tepat untuk masalah keluarga tentang putra dan putri mereka.

(asli ini 2 kakek rumpi banget-,-)

*abaikan

Flashback end

“Hari rabu esok aku dan Kiho sudah sepakat untuk melakukan pertemuan antar keluarga kita”

Pria paruh baya yang di ketahui bernama Im Youngmin tersebut,melanjutkan ceritanya kepada sang istri tentang rencananya untuk mempertemukan dan menjodohkan Im Yoona putrinya dengan Choi Siwon,putra dari sahabat lama sekaligus rekan bussinesnya Choi Kiho.

Ny.Im terlihat menghembuskan nafasnya.

“aku berharap putri kita dapat menerima semua ini Yeobo” ujar Ny.Im dengan sedikit nada kekhawatiran.

Ny.Im begitu mencintai putrinya,ia tak ingin putri kesayangannya itu tersakiti dan sulit menerima perjodohan ini.

“mau tidak mau Yoona harus menerima perjodohan ini Yeobo, kau tahu mungkin saja usiaku sudah tidak lama lagi. sudah jadi kewajibanku sebagai orang tua untuk menyerahkan putri kita ke tangan yang tepat,aku tidak akan membiarkan putriku hidup susah dengan pemuda pilihannya itu.” Ujar Tuan Im kemudian,yang di sambut anggukan pelan oleh istrinya.

Yoona memasuki area rumah mewah milik orang tuanya secara perlahan,ia melangkah dengan sedikit keengganan yang menghinggapi hatinya.

Sekujur tubuhnya sedikit menggigil,dan seluruh pakainnya basah total akibat aksi hujan-hujanan yang ia lakukan di taman kota tadi. Ia memencet bel rumahnya ketika sampai di ambang pintu,hingga tak lama seorang pelayan wanita berusia 40 tahunan membukakan pintu untuknya.

Dengan langkah gontai ia memasuki rumahnya,ia berjalan perlahan menuju tangga untuk mencapai lantai 2 tempat kamarnya berada.

Ketika baru saja ia melangkahkan kaki ke anak tangga yang pertama,tiba-tiba saja ia di kejutkan oleh suara seorang pria paruh baya yang tak lain adalah ayahnya.

“darimana saja kau Yoong?”

Yoona terkesiap mendengar suara ayahnya yang terkesan dingin tersebut,ia memejamkan matanya sejenak,menggigit kecil bibir bawahnya,dan menghembuskan nafasnya perlahan masih dalam posisi memunggungi ayahnya yang berada di belakangnya.

“darimana lagi? Tentu saja aku habis bekerja appa”

Jawabnya dengan jantung yang berdebar.

Tuan Im tersenyum sinis “hh.. benarkah??” tanyanya dengan nada yang sedikit memojokan.

Yoona kembali memejamkan matanya sesaat dan menghembuskan nafas berat,berdebat dengan ayahnya seperti ini sudah seperti hal lumrah baginya semenjak hubungannya dengan Nickhun di ketahui ayahnya 2 tahun belakangan ini.

“sekertaris Geum mengatakan padaku bahwa kau sudah meninggalkan kantor dari jam 5 sore tadi,dan justru kau terlihat betah berbincang dengan pemuda miskin itu di café depan kantor!!”

Tiba-tiba suara tuan Im meninggi,dan sontak saja hal itu membuat Yoona kaget. Lalu Yoona pun membalikan tubuhnya,menghadap ke arah ayahnya yang kini tengah bergelung dalam emosinya.

“sudah puluhan bahkan ratusan kali aku memperingatkanmu untuk menjauhi pemuda itu,mengapa kau lebih memilih membangkang Im Yoona??!” emosi tuan Im kian tersulut,ia menatap tajam ke arah Yoona,hingga reflek Yoona menundukan kepalanya,tak berani menantang nyalang kemarahan ayahnya.

Percuma saja ia membantah,ayahnya tidak mungkin menerima dengan mudah semua pembelaanya tehadap hubungannya dengan Nickhun seperti yang sudah-sudah.

Pun begitupula dengan dirinya,Yoona tidak mungkin menerima dengan mudah tentangan ayahnya untuk mengakhiri hubungannya dengan Nickhun. Perlahan ia meneteskan air matanya,sungguh sakit ketika ia harus selalu bertengkar dengan ayahnya seperti ini,dulu ia adalah putri kesayangan ayahnya,paling dekat dengan ayahnya,hingga hubungannya dengan pria pilihannya merusak semua itu.

Dengan sekuat tenaga Yoona membuka suara “aku tahu appa tidak akan mungkin menerima pembelaanku,jadi aku hanya dapat berkata ‘maaf’ ” ujar Yoona dengan nada sedikit bergetar.

Nafas tuan Im memburu, “aku tidak membutuhkan kata maafmu,yang aku inginkan Im Yoona putriku menjauhi pria tak berguna itu!!”

Sahut tuan Im lagi.

Mendengar suara keributan yang berasal dari tangga,Ny.Im pun segera menghampiri sumber suara keributan yang tak lain berasal dari suara suaminya dan putrinya tersebut.

“Yeobo.. waeyo? Ini sudah malam,mengapa kau berteriak seperti itu?”

Tanya Ny.Im.

“kau tanyakan saja pada putrimu ini…” sahut tuan Im masih dengan emosi yang melekat pada nada suaranya di sertai tatapan tajamnya pada Yoona.

“Yoong,waeyo?” Tanya Ny.Im pada putrinya

“aniyo.. eomma,appa.. aku lelah aku mau istirahat dulu” Yoona hendak membalikan tubuhnya,ia sudah tidak tahan lagi dengan situasi ini.

Sebelum akhirnya tuan Im kembali membuka suaranya.

“aku telah menemukan calon suami yang tepat untukmu Im Yoona,persiapkanlah dirimu hari rabu esok”

Perkataan tuan Im tersebut tentu saja sangat membuat Yoona kaget bukan kepalang,hingga ia menghentikan langkahnya. Ia berharap pendengarannya tengah bermasalah saat ini.

“ap.. apa maksud appa dengan calon suami?” Tanya Yoona dengan wajah keterkejutan dan nada suara yang tedengar panik.

Yoona pun menoleh ke arah ibunya,seperti tengah di buru untuk mendengar penjelasan.

Dan Ny.Im pun hanya dapat menunduk sekilas,tak tahu harus berbuat apa.

“aku telah menjodohkanmu dengan putra dari keluarga Choi,pemilik Hyundai Corp”

Jawab tuan Im.

Mulut Yoona menganga,menyesali pendengarannya yang ia rasa masih normal dan kenyataan bahwa sang ayah benar-benar akan menjodohkannya dengan seseorang.

“ap..appa… apa maksud appa dengan semua ini?? Appa berbohong padaku kan? Appa mengatakan akan menjodohkanku agar aku berpisah dengan Nickhun oppa yang appa pandang dengan sebelah mata itu?!”

jantung Yoona begitu berdebar menanti jawaban ayahnya, dengan harapan bahwa sang ayah menyatakan bahwa semua ini adalah kebohongan.

“apa aku pernah membohongimu putriku?” jawab tuan Im.

“tidak ada penolakan dan kau harus mau menerimanya,pria pilihanku adalah putra dari kolegaku sendiri. Aku akan mempercayakan masa depan putriku padanya. Demi tuhan aku tak akan membiarkanmu hidup susah putriku” sambung tuan Im lagi,nada suaranya kini mulai melembut,tidak terlalu emosi seperti tadi.

Namun kali ini Yoona yang mulai tersulut emosinya hingga akhirnya ia berani berteriak di hadapan ayahnya.

“mengapa appa begitu kejam?! Mengapa appa selalu mengukur kebahagiaan dengan uang? Apa appa berfikir kebahagiaan dapat di beli? Aku ini putrimu appa!! Aku ini putrimu!!!”

Yoona berteriak cukup lantang,di iiringi dengan deraian air mata yang sudah tak dapat di bendung.

“lagi pula aku tak mengenal pria yang akan di jodohkan denganku itu,apa appa dapat menjamin bahwa pria itu 100% sama dengan apa yang appa inginkan?? Apa karena hanya dia kaya sehingga appa dengan mudahnya menyimpulkan bahwa dia yang terbaik untukku?!” sambungnya dengan emosi yang masih menyala.

“justru karena kau adalah putriku Im Yoona! Aku menginginkan yang terbaik untuk masa depanmu!!! Tidak ada penolakan,segera akhiri hubunganmu dengan pemuda miskin itu!” sergah tuan Im dengan nada penuh ancaman.

Ny.Im hanya diam mematung,memandang pilu pada perdebatan yang terjadi di antara anak dan suaminya itu. Ya.. ia sungguh mencintai putrinya,dan tak ingin putrinya tersakiti dengan rencana perjodohan yang di ajukan suaminya untuk putrinya,namun ia pun tak berdaya menentang keinginan sang suami,yang memang benar ini adalah demi kebaikan masa depan anaknya.

“tidak,kali ini aku tidak akan mendengarkanmu appa… tidak! Jangan pernah berharap aku akan melakukannya. Ini semua sungguh konyol. Tidak tidak akan pernah!!”

Yoona kembali berteriak,seakan sudah tidak peduli dengan apapun. Lantas ia berlari menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya,meninggalkan ke dua orang tuanya yang masih berdiri di tepian tangga pada rumah mewah tersebut.

“kau tidak dapat menolaknya Im Yoona!!!!!!” tuan Im berteriak seiring dengan emosinya yang terus tersulut akibat sikap penolakan putrinya.

“aku tak peduli! Sungguh aku tak peduli!”

Hingga akhirnya saat Yoona sudah hampir mencapai anak tangga yang terakhir untuk menuju kamarnya…..

“arghhhhhhh…………”

suara erangan tuan Im di sertai dengan suara sesuatu yang membentur lantai mengejutkan Yoona, secara reflek Yoona membalikan tubuhnya dan ia melihat ke bawah. Dan ia begitu terkejut mendapati pemandangan  ayahnya terkapar di lantai dingin sembari memegangi dadanya, di sertai teriakan panik dari ibunya yang berusaha menopang tubuh suaminya tersebut.

“Yeobo… Yeobo…. Kau kenapa?? Oh tuhan..

Ny.Im berteriak dengan histerisnya,hingga akhirnya ia kembali berteriak meminta pertolongan.

Yoona yang menyaksikan adegan tersebut dengan tergesa segera berlari menuruni anak tangga dengan panik,dalam beberapa detik entah kenapa memori-memori masa kecil dan remajanya terputar kembali di otaknya. Bayangan ketika dirinya begitu sangat dekat dengan ayahnya.

“kau putri kecil appa” , “putri appa yang cantik akan selalu menjadi kebanggan appa” ,”appa akan selalu memberikan yang terbaik untukmu”

Perkataan-perkataan manis ayahnya tiba-tiba terngiang di telinganya,hingga dengan kepanikan dan air mata ketakutan ia terus berlari menuruni tangga tersebut dengan langkah cukup lebar.

Rasa takut kehilangan ayahnya menyeruak menguasai seluruh hatinya,di sertai rasa bersalah bahwa penyebab semua ini adalah dirinya,ia bersumpah tidak akan memaafkan dirinya jika sampai terjadi sesuatu yang buruk pada ayahnya.

Hingga sampai saat ia tiba di hadapan sang ayah tanpa di sadarinya ia memeluk sang ayah,dan berteriak panik di sertai tangisan yang cukup histeris.

“appa… kau kenapa? Appa… bangunlah…. Mianhae appa… aku betul-betul menyesal… aku berjanji aku akan menerima perjodohan ini…. Aku berjanji appa… appa.. ku mohon bangunlah… aku menerima perjodohan ini,aku menerimanya.. ku mohon appa bukalah matamu….!”

Yoona terus berteriak dan menangis,hingga tak lama beberapa pelayan pria menghampiri mereka dan segera membopong tubuh tuan Im menuju kamarnya.

Yoona langsung merogoh tas sandang yang berada di bahunya untuk mencari ponsel miliknya saat sang ayah telah di pindahkan ke kamarnya, dengan tangan yang masih bergetar ia segera membuka kontak untuk menghubungi dokter keluarganya.

~~~

Tuan Im terbaring lemah di atas ranjangnya,seorang dokter berjas putih terlihat tengah memeriksa kondisi pria paruh baya tersebut dengan seksama.

Sementara Yoona dan Ny.Im berdiri dengan gelisah di sisi ranjang yang di tiduri Tuan Im,raut wajah mereka begitu menyiratkan rasa kekhawatiran. Terlebih saat mereka melihat pria yang mereka cintai tersebut sampai jatuh tak sadarkan diri.

Dokter yang sedari tadi memeriksa keadaan Tuan Im melepaskan stetoskop yang mengait pada kedua lubang telinganya,nampaknya ia telah selesai memeriksa kondisi Tuan Im.

“bagaimana keadaan suami saya uisa?” Ny.Im membuka suaranya,lalu sejenak sang dokter menghembuskan nafasnya.

“kondisi jantung Tuan Im tidak dalam keadaan baik-baik saja,dari gejala yang terlihat bahwa beliau merasakan nyeri pada jantungnya dan dari hasil pemeriksaan yang saya lakukan,kemungkinan Tuan Im menderita penyakit jantung koroner”

Seperti tersambar petir,Yoona dan Ny.Im menganga mendengar perkataan dari dokter tersebut.

“jantung koroner? Bisakah anda menjelaskan lebih jelas lagi uisa?” Tanya Yoona dengan nada kekhawatiran yang begitu kentara dalam kalimatnya.

Dokter tersebut sedikit menghembuskan nafasnya kemudian iapun menjelaskan

“jantung koroner adalah penyakit jantung yang di sebabkan oleh terhalangnya aliran darah di pembuluh arteri koroner yang menyuplai oksigen dan nutrisi untuk menggerakan jantung. penyakit ini menyebabkan penyempitan pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke otot jantung,apabila penyempitan ini semakin parah,Maka bisa saja terjadi serangan jantung”

“se..serangan jantung?” Ny.Im tergagap tak percaya, “bu..bukankah serangan jantung dapat menyebabkan kematian pada seseorang…?”

“ya… kebanyakan orang yang mengalami serangan jantung akan langsung kolaps,namun semua tergantung pada riwayat dan kondisi kesehatan si penderita.” Jawab sang dokter.

“apa penyakit ini dapat di sembuhkan uisa?” Tanya Yoona kemudian.

“seperti kita ketahui bahwa tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan penyakit jantung”

Yoona termenung,ya..memang betul tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan penyakit jantung,ia sadar betul akan hal itu. Lalu bagaimana dengan nasib ayahnya? Tangisan tertahan mulai menggenang di pelupuk matanya.

“namun penyakit tersebut dapat di atasi” sambung sang dokter dengan diiringi tolehan serentak Yoona dan Ny.Im kearah dokter tersebut.

“ya..penyakit ini dapat diatasi dengan perubahan pola hidup. Pola hidup sehat,dan rajin mengkonsumsi obat penurun kolesterol dengan teratur saya rasa itu adalah solusi yang tepat. hal tersebut akan membuat kondisi penderita terus berangsur membaik dan kemungkinan akan dapat  membuat keadaan jantung kembali stabil.Ah.. dan satu lagi,faktor tekanan dan fikiran juga sangat mempengaruhi kondisi penderita,saya sarankan agar Tuan Im tidak terlalu memikirkan hal-hal berat yang dapat memicu stress hingga memperburuk kondisi jantungnya. Dan hindari hal-hal yang yang membuatnya shock atau kaget, memang kekagetan seorang penderita penyakit jantung hingga menimbulkan serangan jantung adalah mitos. Namun alangkah baiknya jika hal tersebut sangat di perhatikan,karena faktor-faktor yang saya jelaskkan tadi juga berkaitan dengan hal tersebut”  jelas sang dokter dengan serius.

Ny.Im dan Yoona pun dapat sedikit bernafas lega,karena masih ada harapan untuk penyembuhan orang yang mereka cintai tersebut.

Merekapun serentak mengangguk paham.

“dalam beberapa menit Tuan Im akan kembali siuman,saya harap keluarga dapat bekerjasama dengan baik dalam hal ini. Saya akan menuliskan beberapa resep,dan minggu depan saya sarankan untuk memulai chekup rutin di Rumah Sakit besar”

Sambung sang dokter.

Yoona dan Ny.Im pun mengangguk paham.

“ne,kamsahamnida uisa”

Dokter berkacamata tersebut itupun keluar dari kamar Tuan Im.

Selepas dokter itu pergi,Ny.Im pun mendekati ranjang tempat suaminya berbaring. Dengan penuh kasih sayang perlahan ia mengusap dahi suaminya sembari mengecek suhu tubuhnya.

Yoona memandang haru kepada kedua orang tuanya tersebut.

“eomma tahu ini sangat tidak adil bagimu sayang…. Eomma merasa egois dengan semua ini”

Ny.Im bergumam

“namun eomma harap kau bisa menerima semua ini dengan baik …. Lakukanlah semua ini nak,demi appamu”

Tiba-tiba wanita paruh baya itu meneteskan air matanya,tidak mengerti dengan semua keadaan ini. Suaminya terbujur lemah seperti ini pasti juga disebabkan oleh kekukuhan suaminya tersebut untuk menjodohkan putrinya dengan pria pilihannya. Namun di sisi lain ia juga memikirkan perasaan putrinya.

“eomma yakin… appamu menginginkan yang terbaik untukmu,tidak semata-mata ia hanya menjodohkanmu sayang ” sambung Ny.Im.

Yoona yang mengerti dengan arah pembicaraan Ny.Im menganggukan kepalanya perlahan,tak sadar air mata kembali menetes di kedua pipi halusnya.

Sambil menyeka air matanya ia pun mendekat ke ranjang tempat ayahnya berbaring,dan memandang lekat ayahnya tersebut dengan rasa sakit yang menyelubungi hatinya.

“ne eomma,aku akan melakukannya… aku akan melakukannya demi appa”

Kembali,setetes air mata kesedihan itu jatuh di pipinya.

~~~

Suasana pagi yang hangat nampak terlihat di kediaman keluarga Choi,di ruang makan yang cukup mewah terlihat sepasang pria dan wanita paruh baya juga seorang pria muda tengah menikmati sarapan paginya dengan tenang.

Suasana sarapan mereka cukup hening hanya terdengar dentingan suara pisau dan garpu yang mengadu dengan piring yang terdengar dalam ruang makan keluarga yang cukup besar tersebut.

Hingga akhirnya suara berat pria paruh baya yang tak lain adalah kepala keluarga di antara mereka tersebut memecah keheningan.

“ku dengar kemarin kau tidak kembali ke kantor setelah makan siang Siwon-yang..”

Siwon,pria muda yang namanya di sebutkan oleh ayahnya tadi sejenak menghentikan kegiatan makannya,iapun menatapkan mata pada ayahnya.

“oh… kemarin… itu aku… ada urusan mendadak appa” jawabnya dengan nada yang terbata-bata.

“jinjja? Heuh… setahuku semua proyek bulan ini sudah selesai” sahut sang appa dengan nada merendahkan.

Siwon terdiam,rasanya ia mulai kehilangan selera makannya saat ini.

“Yeobo… aku rasa di saat sedang makan seperti ini bukanlah waktu yang tepat untuk membicarakan pekerjaan”

Ny.Choi membuka suara,berusaha menengahi pembicaraan antara ayah dan anak tersebut.

Siwon menghela nafas “aku rasa aku sudah selesai,aku pergi ke kantor dulu sebelum terlambat” ujarnya sambil perlahan memundurkan kursi makan yang ia duduki untuk beranjak berdiri.

“kau belum menjawab pertanyaanku Choi Siwon….,dan apakah aku pernah mengajarimu untuk bertindak tidak sopan seperti ini? Meninggalkan orang tuamu yang belum selesai dengan makanannya?!!”

Tanpa di duga Tuan Choi pun meninggikan suaranya.

Sontak saja hal tersebut membuat istrinya yang tengah sibuk dengan sarapannya terlonjak kaget,Hingga membuat Siwon terpaku di tempatnya.

Kembali Tuan Choi membuka suara dengan nada yang sama tinggi “jawab pertanyaanku.. kemana saja kemarin siang kau Choi Siwon?!”

Siwon yang merasa sudah kehabisan kesabaran akhirnya pun membuka suaranya,dengan berani ia menatap tajam mata ayahnya,

“aku rasa kemanapun aku pergi itu bukan urusanmu appa..!! aku bukan anak kecil lagi yang harus wajib kau ketahui dimana keberadaannya selama 24 jam!!” pria tampan tersebut berkata dengan nada tinggi tak mau kalah dengan nada kemarahan yang terlontar dari mulut ayahnya.

Ny.Choi ternganga menyaksikan adu mulut antara putra dan suaminya tersebut.

“berani kau membentak ayahmu sendiri?!” Tuan Choi mulai berdiri dari kursinya.

Nafas Siwon memburu,ia berusaha mengontrol emosinya. Sementara Ny.Choi mulai menghampiri tubuh suaminya berusaha menenangkan dan menghindari hal-hal yang tidak di inginkan terjadi.

“Yeobo… tenangkanlah dirimu” ujar Ny.Choi,lalu wanita paruh baya tersebut itupun menatap ke arah Siwon. “Siwon-ahh…. Tidak baik kau berteriak seperti itu pada appamu nak. Sebenarnya ada apa dengan kalian?”

Siwon mulai bangkit dan mulai beranjak melangkah meninggalkan emosi ayahnya. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat ia mendengar perkataan ayahnya lagi.

“besok malam akan ku pertemukan kau dengan calon istrimu,jadi jagalah sikap mu mulai saat ini Choi Siwon”

Mendengar hal tersebut,reflek ia menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya kembali ke hadapan orang tuanya.

“apa maksud apa dengan calon istri?” Siwon berkata dengan menggertakan giginya,berusaha menahan emosinya yang siap meledak kembali.

“tentu saja calon istri yang tepat untukmu,aku sudah mengatur perjodohan untukmu dengan putri dari kolegaku” jawab Tuan Choi dengan entengnya.

Siwon tersenyum sinis “oh..jadi apa akan membuat hal konyol? Heuhh… aku tidak akan menerimanya. Aku sudah memiliki calon istriku sendiri” jawab Siwon dengan tetap mempertahankan senyum sinisnya.

“kau fikir aku akan merestui hubunganmu dengan wanita tak jelas yang selalu memanfaatkan kekayaanmu? Oh.. jangan harap itu akan terjadi” sahut Tuan Choi tak kalah sinis.

Sementara Ny.Choi hanya mampu mengehela nafas berat,tak habis fikir dengan pertengkaran tak terduga antara anak dan suaminya seperti ini.

“terserah jika appa mau melakukan hal apa pun,dan asal appa tahu bahwa kekasihku saat ini bukanlah wanita tak jelas seperti yang appa sebutkan tadi. Aku mencintainya,dan aku akan segera menikahinya.”

Ujar Siwon kembali, iapun mulai kembali membalikan tubuhnya untuk beranjak meninggalkan pertengkaran dengan sang ayah yang sama sekali tak ia harapkan ini.

“lakukan saja jika kau berani Choi Siwon!! Maka namamu sebagai pewaris utama Hyundai akan aku balik namakan atas nama adikmu Choi Minho!!!” teriak Tuan Choi,pria paruh baya tersebut sudah benar-benar tak mampu membendung emosinya.

Lagi! Teriakan Tuan Choi kembali mampu untuk menghentikan langkah Siwon, ‘membalikan nama pewaris utama dengan nama Minho?’

Kembali Siwon membalikan tubuhnya dan menatap tepat pada mata ayahnya.

“aku bekerja siang dan malam untuk membantu membangun dan memajukan Hyundai,dan sekarang dengan mudahnya appa akan membalik namakan pewaris utama atas nama Minho yang jelas-jelas belum tahu apa-apa dan masih kuliah di Amerika? Apa appa tidak menyadari dan menghargai jerih payahku selama ini??”

Siwon berkata dengan pelan,namun nada penuh emosi terdengar begitu kental di dalamnya.

Tuan Choi menghela nafas,mulai berusaha mengontrol emosinya.

“justru karena jerih payah mu selama ini yang berhasil ikut memajukan Hyundai,sehingga aku menginginkan kau meninggalkan wanita-wanita tak jelas yang sewaktu-waktu bisa menghabiskan dan menghancurkan kerja kerasmu selama ini”

sahut Tuan Choi,suaranya pun kini mulai melembut.

Siwon menghirup udara sedalam mungkin,tak habis fikir dengan jalan fikiran ayahnya.

Kini ayahnya telah memberikan dua pilihan yang sulit baginya. Memang ia sudah hafal tabiat ayahnya yang tidak akan merestui hubungannya dengan wanita manapun pilihannya. Namun apa ini? Di jodohkan? Ini sungguh hal konyol bagi Siwon. Telebih dengan ancaman ayahnya yang berniat membalik namakan hak waris utamanya. Sungguh Siwon tidak siap jika harus merelakan semua jerih payahnya selama ini,pengabdiannya selama 4 tahun di Hyundai dan tak dapat di pungkiri jerih payahnya tersebut telah membuat Hyundai semakin berkembang pesat seperti saat ini. Sungguh ia tak akan bisa jika hal tersebut sampai terjadi. Bukan karena apa-apa,namun kecintaannya pada perusahaan tersebut sudah mendarah daging,meskipun namanya akan di gantikan oleh nama adik kandungnya sendiri.

“pilihan ada di tanganmu Choi Siwon!!” sambung Tuan Choi,dengan nada penuh ancaman.

~~~

Pertemuan dua keluarga konglomerat Korea bermarga ‘Choi’ dan ‘Im’ terjadi di sebuah restoran mewah yang terletak di pusat kota Seoul, restoran tersebut tampak lengang tentu saja,karena dua keluarga tersebut tak mau ada pengunjung lain yang mengganggu privasi mereka saat mengadakan pertemuan keluarga yang sangat penting seperti ini.

Nampak keluarga Choi sudah terlebih dahulu tiba di lokasi,mereka terdiri dari tiga anggota keluarga yang tentu saja di kepalai oleh Tuan Choi. Mereka terduduk di sebuah meja makan mewah,yang mana di meja makan mewah tersebut Nampak sudah tersedia  berbagai macam makanan-makanan mahal yang menggugah selera.

Tuan Choi dan Ny.Choi Nampak tengah berbincang ringan,sementara Siwon putra mereka Nampak tengah termenung,tatapannya begitu datar menghadap meja di hadapannya. Raganya memang berada si dalam restoran ini,namun jiwanya seakan melayang entah kemana.

Melihatnya Tuan Choi pun menghembuskan nafas.

“percayalah pada appa Siwon-yang,, appa melakukan semua ini demi kebaikanmu” ujar Tuan Choi. Yang hanya di balas dengan tatapan sedikit sinis dari Siwon.

‘tentu saja aku harus menerimanya,aku tengah berada di bawah ancamanmu appa’

Batin Siwon.

‘mianhae Yoo Jin ahh… sampai kapanpun aku hanya mencintaimu. Ini semua hanya sandiwaraku,aku melakukan semua ini demi masa depan kita. aku tidak akan pernah meninggalkanmu’ sambung Siwon kembali dalam hati.

~

Keluarga Im memasuki area restoran dengan tenangnya, Nampak Tuan Im,Ny.Im dan seorang putrinya Im Yoona berjalan perlahan melangkahkan kaki mereka ke tempat yang sudah di janjikan. Yoona,putri keluarga Im tersebut Nampak begitu cantik dan memukau dengan balutan dress selutut berwarna biru langit dengan helss manis berwarna silver yang membalut kedua kaki jenjangnya,sementara rambut ikal sebahunya dibiarkan tergerai indah,menjuntai di pundak halusnya.

Kedua orang tuanya berjalan beriringan,sementara dirinya berjalan pelan mengikuti mereka dari belakang. Tatapan matanya begitu dingin,seperti betul-betul ingin berlari dari tempat ia berpijak sekarang. Ya,bukan tanpa alasan ia dan kedua orang tuanya berada di tempat ini sekarang. ‘Rencana perjodohan yang di sebutkan orang tuanya tempo hari’ itulah tujuan mereka,mempertemukan Yoona dengan calon suami dan calon mertuanya. Hal tersebut yang di lakukan kedua orang tua Yoona,yang bisa dikatakan hampir saja membuat Yoona gila. Namun apa daya,Yoona sudah terlanjur terperosok dalam janjinya sendiri. Ya.. janji yang di buat saat ia melihat ayahnya jatuh tak sadarkan diri dan mendengar dengan telinganya sendiri jika sang ayah mengidap penyakit jantung.

Rasanya sangat menyakitkan bagi Yoona,karena tentu saja hal tersebut adalah dilema terbesar dalam hidupnya. Sementara ia memutuskan untuk menerima perjodohan ini demi sang ayah yang sangat ia cintai dalam hidupnya,sementara di sisi lain ia tengah menanti sesosok pria yang sangat ia cintai kembali dengan membawa harapan baru dan kebahagiaan untuknya.

Entahlah… Yoona berharap jika semua ini hanyalah mimpi buruk dalam tidurnya,dan ia akan segera terbangun untuk menjemput kebahagiaan dalah kehidupan nyatanya.

~

“menunggu lama calon besan?” Tuan Im menepuk pelan bahu Tuan Choi yang terduduk membelakanginya.

“haha… tentu saja tidak..” jawab Tuan Choi,pria paruh baya tersebut berdiri dari kursinya lalu memeluk Tuan Im sejenak sambil menepuk bahunya pelan.

Ny.Choi pun ikut bangkit untuk menghampiri Ny.Im,mereka saling membungkukan badan sebagai tanda hormat yang sudah sangat lumrah di Negeri ginseng tersebut,sambil saling menyapa hangat. Tak terkecuali Yoona,gadis cantik itupun ikut memberikan tanda penghormatannya kepada Keluarga Choi,keluarga yang di sebut-sebut akan menjadi keluarga barunya.

Siwon yang mengerti dengan situasi saling memberikan salam penghormatan pada pertemuan tersebut itupun ikut bangkit dari kursinya. Iapun membungkukan tubuhnya ke hadapanTuan dan Ny.Im sambil menunjukan sisi kewibawaannya sebagai seorang pemuda yang menghormati orang tua,sembari menunjukan senyum yang diiringi kedua lesung pipinya yang menawan. Tak lama pandangannya pun beralih pada sosok gadis muda yang tengah tersenyum manis pada ibunya,lalu ia melihat sang ibu pun tiba-tiba memeluk gadis muda tersebut.

“inikah Im Yoona calon menantuku itu? Astaga..kau cantik sekali nak” ujar Ny.Choi dengan senyum sumringahnya sembari memegang kedua pipi Yoona setelah melepas pelukan tersebut,yang di sambut tawa suami beserta calon besannya juga senyum yang sedikit kaku dari Yoona.

Siwon terus memandangi Yoona secara tak sadar,tak salah lagi gadis itu adalah gadis yang akan di jodohkan dengannya-calon istrinya. Tak dapat di pungkiri bahwa wajah gadis itu sangat cantik memukau. Namun fikirannya yang lain mulai menepis keterpesonaan sesaat Siwon tersebut,cepat-cepat ia membuang jauh-jauh fikirannya itu. Secantik apapun gadis itu,tetap saja baginya Kim Yoo Jin kekasihnya adalah gadis tercantik dan satu-satunya wanita di hatinya.

Yoona dan kedua orang tuanya segera duduk di tempatnya masing-masing. meja tersebut adalah sebuah meja makan yang melingkar. Tuan Im mengambil posisi duduk di sebelah kanan Tuan Choi,sementara Ny.Im mengikuti suaminya dan terduduk di samping kanannya,dan menyisakan Yoona yang terduduk di samping kanan Ny.Im dan tentu saja di sebelah Siwon.

Para orang tua Yoona dan Siwon terlihat berbincang dan bercengkrama dengan senangnya,menciptakan suasana hangat di antara dua calon besan tersebut.

dan hal tersebut malah membawa suasana yang kurang mengenakan bagi Siwon dan Yoona,bagaiman tidak? Sementara orang tua mereka tengah asyik dengan dunianya,mereka berdua malah terdiam kaku tak tahu harus berbuat apa,bak patung yang tak bernyawa.

Sebenarnya mungkin saja pembicaraan di antara kedua orang tua mereka adalah justru bertopik utama tentang diri mereka,karena tentu saja mereka tak akan menyadarinya karena sedari tadi mereka sedang saling terdiam dan melamun terlarut dalam fikiran masing-masing.

Yoona terlarut dalam lamunannya sendiri,tatapannya begitu datar tak tertarik dan bernafsu dengan hal apapun saat ini. Pun sama halnya dengan Siwon,fikirannya tengah terpusat pada satu orang wanita bernama Kim Yoo Jin,entah mengapa ia begitu merasa bersalah dengan semua ini. Ya.. raga kedua insan ini memang tengah berada di sini,namun fikiran mereka seakan tengah melayang-layang.

Hingga lamunan mereka terbuyarkan oleh suara Tuan Choi,dan membuat mereka cukup tersentak.

“jadi tinggal kita tentukan saja tanggal pernikahannya”

“mwo? Pernikahan?” koor Yoona dan Siwon,hingga hal tesebut kontan membuat keempat orang paruh baya tersebut menoleh ke arah mereka.

“ne,waeyo? Rencana kalian untuk di jodohkan tentu saja untuk di nikahkan” sahut Tuan Im, lalu kembali mengarahkan pandangannya pada Tuan Choi. yang membuat Yoona dan Siwon membatin secara bersamaan ‘kenapa harus di bicarakan secepat ini? Aku harap masih bisa mengulur waktu hingga dapat terhindar dalam situasi ini’

“2 minggu lagi” ujar Tuan Im menyahuti perkataan Tuan Choi. Hingga lagi-lagi membuat Yoona dan Siwon terlonjak kaget,bahkan lebih kaget. Bagaimana tidak? Mereka berharap bahwa pertemuan ini hanya sebatas perkenalan biasa,bukan untuk langsung mengambil keputusan konyol kapan mereka akan di nikahkan seperti ini.

Namun sebelum sempat Yoona dan Siwon mengajukan protes,suara ke dua orang wanita paruh baya nan cantik menutupi suara yang belum sempat keluar dari tenggorokan mereka.

“ne,aku setuju..” koor mereka berdua yang di sambut anggukan Tuan Choi.

“ne,aku juga setuju..karena dari ramalan yang aku dengar,hari-hari baik akan terjadi di mulai dari 2 minggu yang akan datang” sahut Tuan Choi menimpali, lalu kedua pasang orang tua itupun menoleh kearah anak-anak mereka.

Bukannya mereka terlebih dahulu menanyakan pendapat dari anak-anak mereka,malah yang terjadi adalah

“putra putriku,kalian akan menikah 2 minggu lagi.kami harap kalian dapat menyambut hari pernikahan kalian dengan kebahagiaan” ujar Tuan Choi lagi,yang membuat jantung Siwon dan Yoona hampir meledak,sungguh mereka betul-betul tak menyangka dan sangat menyesali keputusan orang tua mereka yang sangat frontal tersebut.

Lagi-lagi belum sempat mereka berdua membuka mulut untuk menyuarakan suara hati mereka,ucapan mereka terpotong kembali dan kali ini oleh Tuan Im ayah Yoona,

“kami harap kalian bisa menerima,dan yakinlah bahwa kami melakukannya demi kebahagiaan kalian. Kami berharap tidak ada penolakan dalam hal ini” ujarnya.

Dan tentu saja Yoona dan Siwon hanya bisa pasrah,dalam hati mereka menjerit. Namun apa daya mereka tengah berada di bawah ancaman dan tekanan masing-masing meskipun berbeda dari ke dua ayah mereka tesebut jika berani melayangkan protes.

Ny.Choi tersenyum lembut ke arah Yoona “Yoona ya.. berapa usiamu chagi?” ujar wanita paruh baya tersebut.

“25 tahun..” jawab Yoona sedikit kaku.

“kau masih sangat muda sayang.. namun untuk ukuran seorang gadis,usiamu sudah cukup matang untuk menikah” sambungnya. “Siwon berusia 29 tahun,usia kalian adalah usia yang sangat produktif untuk memberikan seorang cucu di antara keluarga kami” sambungnya lagi,dan hal ini sontak saja membuat mata Yoona membulat dan pipinya memerah. Entah kenapa ia merasa sangat malu dengan pembicaraan yang di lontarkan calon mertuanya tersebut. Dan Siwon yang terduduk di sebelah Yoona,menatap sedikit kesal pada ibunya.

Lalu Ny.Choi pun kembali tersenyum “kalian tak perlu malu,itu adalah hal lumrah yang pasti akan terjadi dalam kehidupan setiap manusia”

sambungnya lagi sembari melemparkan seulas senyum menggoda kearah putranya.

~

Setelah terjadi perbincangan yang cukup panjang di antara dua keluarga calon besan tersebut,akhirnya mereka pun memutuskan untuk mengakhirinya. Mengingat waktu yang terus merangkak naik menuju tengah malam.

“baiklah… aku rasa cukup sampai di sini,kita tinggal mempersiapkan segala sesuatunya untuk pernikahan anak-anak kita” ujar Tuan Choi.

“ne,kau benar..” sahut Tuan Im.

Ny.Choi dan Ny.Im pun terlihat tengah saling memberikan salam perpisahan dengan hangatnya sambil berpelukan sekilas dengan sumringahnya.

Lalu saat Yoona selesai memberikan salam perpisahannya pada Tuan Choi, tiba-tiba iapun berujar.

“Yoona-ya kau pulang bersama Siwon saja”

Mendengar namanya di sebut-sebut,Siwon pun menoleh ke arah ayahnya.

“Siwon yang.. kau tidak keberatan kan mengantar calon istrimu pulang? Sepertinya masih ada hal yang perlu kami bicarakan antara para orang tua” ujar Tuan Choi membuat alas an.

“ah..aniyo..aku pulang bersama eomma dan appa saja,gwenchana…” sahut Yoona.

“gwenchana Yoona-ya.. akan sangat lama jika kau menunggu orang tuamu. “sanggah Tuan Choi.

“tapi ahjussi.. bukankah pertemuan ini sudah selesai?” sahut Yoona lagi.

“aigoo.. panggilah aku sama seperti Siwon memanggilku Yoona-ya.. dan aku rasa pembicaraan untuk para orang tua belum selesai. Benarkan calon besan?” sahut Tuan Choi lagi ke arah Tuan Im.

“ne,jika tidak merepotkan Siwon..” sahut Tuan Im.

“ah.. aniyo… ayo cepat Siwon yang,ajaklah calon istrimu untuk segera pulang” sambung Tuan Choi lagi, Yoona menatap Siwon sekilas,Nampak pria tersebut menampakan wajah yang sedikit kesal. Dan hal itupun tentu saja membuat Yoona tidak nyaman,

“gwencha..” belum sempat Yoona melanjutkan omongannya tiba-tiba saja Siwon bersuara.

“kajja Yoona-ssi…. Aku antar kau pulang”

“hey… jangan membawa embel-embel ssi ketika memanggil calon istrimu” peringat Tuan Choi.

Akhirnya setelah meminta izin kepada orang tua mereka masing-masing untuk segera pulang,mereka berduapun berjalan beriringan dengan sedikit canggung menuju keluar restoran.

~~~

Suasana di dalam mobil mewah bermerk  Audy tersebut,Nampak kental dan kentara dengan suasana canggung yang tercipta di antara dua manusia bernama Choi Siwon dan Im Yoona tersebut.

Sejak beberapa menit setelah mereka memasuki mobil hingga mobil tersebut melesat perlahan menjauhi area restoran tempat pertemuan keluarga mereka tadi,tak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut mereka masing-masing. Mereka terlihat tengah terlarut dengan fikiran mereka masing-masing.

Siwon terlihat tengah serius mengendalikan kemudi mobilnya,sementara Yoona terlihat tengah termenung menghadap kearah kanan menatap jalanan Kota Seoul yang cukup lengang.

Sesekali Siwon melirik Yoona yang tengah berada di sampingnya,entah fikiran dari mana ia malah tengah menebak-nebak kira-kira apa yang tengah di fikirkan gadis itu.

“Yoona ssi” tak lama Siwon pun membuka suaranya.

Yoona yang merasa di panggil pun akhirnya menoleh “wae?” sahutnya dingin.

“kalau boleh tahu sebenarnya apa yang sedang kau fikirkan?” Tanya Siwon sedikit hati-hati.

Yoona sedikit memutar bola matanya “apa pun yang aku fikirkan aku rasa itu bukan urusanmu Siwon ssi” sahutnya,entah kenapa nada suaranya terdengar begitu ketus.

Siwon tersenyum sinis “kau sombong sekali” sahutnya,namun setelah ia fikir-fikir memang apapun yang gadis itu fikirkan memang bukan urusannya. Namun tunggu dulu! Bukankah gadis ini adalah calon istrinya? Tapi hey…. Apapun status gadis ini,bagi Siwon tetaplah gadis tersebut adalah gadis asing dan ia tak kan peduli dengan apa pun yang terjadi pada dirinya.

“beritahu di mana rumahmu” sambung Siwon lagi,nada suaranya pun terdengar menjadi ketus.

Yoona pun menjawab pertanyaan Siwon dengan singkat,padat dan jelas. Hingga tak lama kemudian mobilnya pun sampai di depan sebuah rumah mewah yang terletak di kawasan perumahan elite di jantung Kota Seoul.

“gomawo sudah mengantarku” ujar Yoona,iapun berniat untuk membuka pintu mobil mewah Siwon untuk segera keluar. Siwon yang tengah sibuk memperhatikan kediaman mewah Yoona itupun seketika menoleh ke arah Yoona dan dengan reflek menahan tangannya untuk tetap berada di dalam mobilnya.

“chakaman” ujar Siwon.

“wae?” Tanya Yoona menoleh dan sedikit kaget,matanya pun tertuju pada pergelangan tangannya dam merasa sedikit risih karena Siwon lancang telah menarik tangannya tersebut seenaknya.

Siwon pun melepaskan tangan Yoona dan menghembuskan nafasnya perlahan.

“aku ingin berbicara sebentar kepadamu Yoona ssi” ujar Siwon.

Yoona pun memutar kedua bola matanya “ne,katakanlah..apa yang ingin kau bicarakan aku rasa ini sudah terlalu malam” jawab Yoona,pandangannya menatap lurus ke depan tanpa melihat kearah Siwon sedikitpun.

“Sebelumnya aku ingin bertanya padamu,apakah kau menerima pernikahan ini?” ujar Siwon kemudian,ia menoleh dan menatap kearah Yoona yang tengah menatapkan matanya kearah depan. Tangannya masih menempel pada stir kemudi.

“aku rasa bukan kapasitasku untuk menjawab pertanyaanmu” sahut Yoona dengan gaya dinginnya.

“lantas jika bukan kau yang menjawab siapa lagi?” sahut Siwon sedikit kesal.

Yoona menghembuskan nafas dan mengulum bibirnya,lalu menengok kearah Siwon.

“baiklah aku akan menjawab,tapi sebelumnya bisakah kau menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan yang sama dengan yang kau lontarkan tadi?”

Jawab Yoona. Siwon menarik nafas dalam, ‘betul-betul wanita yang sulit di mengerti’ fikirnya.

“baiklah aku akan menjawab jika sesungguhnya aku tak dapat menerima pernikahan ini” jawab Siwon yang sontak membuat Yoona sedikit terperanjat.

“lantas mengapa kau tidak menolak dengan keras semua ini?” sahut Yoona.

“aku memiliki sebuah alasan yang tidak dapat aku ceritakan dengan terperinci kepadamu,namun dapat di katakan aku tengah berada di bawah ancaman ayahku sendiri.”

Yoona terperangah,tak menyangka jika pria di sampingnya ini ternyata memiliki masalah yang sama dengannya.

“aku sudah memiliki kekasih yang aku cintai,jadi kuharap seandainya pun pernikahan ini harus terjadi aku tidak ingin kau berharap bahwa akan ada cinta di dalamnya.” Sambung Siwon penuh penekanan.

Mendengar perkataan Siwon Yoona pun merasa sedikit tersinggung. ‘cinta?’ apa pria ini sudah gila? Siapa yang mengharap cintanya…..? oh.. dalam mimpi pun tidak!

“tadinya aku berharap kau yang akan menolaknya,tapi….”

Belum sempat Siwon melanjutkan kata-katanya,Yoona sudah terlebih dulu memotongnya.

“kau fikir aku tidak menolaknya?” lalu gadis cantik itupun menampakan seringaian sinis.

“kasus yang sama denganmu,secara tidak langsung aku pun berada di bawah tekanan. Namun kali ini aku wajib untuk memperjelas ceritaku tekanan apa yang menekanku” sahut Yoona dengan nada sinisnya,sambil sedikit menatap kearah pria tampan berlesung pipi tersebut.

“aku sudah menolak perjodohan ini mati-matian Hingga berujung pertengkaran hebat dengan ayahku,namu kejadian mengejutkan terjadi… ketika tengah berdebat denganku ayahku,tiba-tiba ayahku jatuh tak sadarkan diri. Hingga aku mengetahui dari dokter yang memeriksanya ternyata ayah mengidap penyakit jantung,dan kini sebisa mungkin aku menjauhkan hal-hal yang dapat membuatnya shock seperti menolak perjodohan ini” sambung Yoona,dan entah kenapa tiba-tiba setetes air mata meluncur kembali di pipi mulusnya,ia terisak dalam ceritanya.

Mendengar hal tersebut Siwon hanya mampu terdiam,tangannyapun bergerak mengambil selembar tissue di dashboard mobilnya dan memberikannya pada Yoona.

Yoona pun mengambil tissue tersebut dan segera menghapus air matanya. Lalu kembali ia menoleh menatap Siwon.

“jadi jangan pernah menyangka bahwa aku menerima pernikahan ini,apalagi mengharap cinta dari pria asing sepertimu!” sambung Yoona lagi.

Siwon pun sedikit menunduk dan menyenderkan punggung besarnya pada senderan kursi mobil,lalu ia menghembuskan nafasnya.

“baiklah Yoona ssi,aku rasa kita memiliki masalah yang sama. Kita jalani saja pernikahan ini.. dan setelah pernikahan aku tidak akan mengikatmu sebagai istriku,tentu saja karena kita tidak mungkin saling mencintai. Kita menikah berdasarkan status saja di hadapan orang tua kita,dan jika keadaan sudah membaik dan memungkinkan kita dapat berpisah” gumam Siwon pada Yoona.

“ne,aku rasa itu lebih baik.. kau benar aku hanya membutuhkan status sebagai istrimu di hadapan ayahku. Selebihnya kau bebas melakukan apa pun termasuk menjalani hubunganmu dengan kekasihmu itu. Dan anggaplah aku sebagai patung yang menghiasi rumah yang akan kita tinggali nanti. Dan jika keadaan membaik,mungkin benar kita bisa bercerai” sahut Yoona.

“aku rasa ini sudah terlalu malam,aku masuk dulu” Yoona pun segera keluar dari mobil Siwon dan berjalan sedikit tergesa menuju rumahnya.

Siwon menatap punggung Yoona yang berlalu begitu saja dari hadapannya,setelah menghembuskan nafas cukup panjang,ia pun kembali memacu mobil mewahnya meninggalkan kawasan rumah Yoona.

~

Setetes air mata itu kembali menetes meluncur bebas melewati kedua pipi mulusnya, ‘sakit’ itulah yang ia rasakan saat ini. Im Yoona,gadis itu terus melangkahkan kedua kaki jenjangnya untuk memasuki area rumahnya. Saat seorang pelayan membukakan pintu rumah untuknya,iapun segera menerobos masuk. Melihat suasana rumah yang cukup lengang,iapun menyadari bahwa kedua orang tuanya belum tiba di rumah. Iapun segera melangkah menuju tangga,untuk mencapai lantai dua tempat kamarnya berada.

Saat ia berhasil meraih knop pintu kamarnya,iapun segera masuk dan kembali menutup pintunya. Ia menyenderkan punggungnya di balik pintu berwarna coklat tersebut. Pertahanannya mulai runtuh,sakit di hatinya semakin menjadi hingga tubuhnya perlahan merosot menuju lantai. Rambut ikal indahnya tertempel pada punggung pintu tersebut semakin ke bawah mengikuti gerak tubuh Yoona yang akhirnya terduduk di lantai.

Mengapa ini semua menyakitkan? Sangat menyakitkan… jika bukan karena penyakit appanya,Yoona yakin dirinya tidak akan mungkin mau menerima pernikahan ini.

Hingga pernyataan ‘Siwon’ pria tadi-calon suaminya pun terasa menyakitkan baginya, bukankah seharusnya ia senang hanya menikah sebatas status dengan pria itu?

Entahlah.. ia tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Hingga ia berfikir bahwa meskipun pernikahan ini hanya berdasarkan status untuknya,namun tetap saja jika pria yang ia tunggu datang,semua itu akan berbeda. Ia telah berstatus sebagai istri dari orang lain.

“Nickhun oppa mianhae……”

~TO BE CONTINUE~

Akhirnya… selesai juga…… minum dulu ahhhhh *glegek,glegek,glegek (?) ahhhhhh…….

Hehehe… gimana pemirsah? Ga rame ya? Feelnya ga dapet ya? Ato lagi pada ngamuk karena TBC nya ada di sini? *nutup muka pake tutup panci. :p

Jangan marah dong ya 😀 makanya di baca dulu after storynya yang drabble itu biar tahu kalo endnya pasti happy. Nah.. di chap 1 ini tentu aja momentnya ga ada manis2nya karna baru tahap perkenalan. Dan perlu reader tahu aku bakal kasih YW momentnya itu nyicil #emang kridit panci -_- karena seperti pada umumnya FF bergenre kek gini momentnya perlahan tapi pasti kan? 😀 jujur aja aku masih dalam tahap belajar bikin epep jodoh2an ky gini,karna pada dasarnya aku juga sangat suka baca epep YW yg di jodohin n di nikahin kaya gini (?) yg samaan KITA TOS!!

Ok aku tunggu pendapatnya,gini ya.. aku bakal usahain bikin next chap kalo banyak apresiasi dari kalian. Kalo banyak yang males ninggalin komen aku pun bakal jamin bakal ngelanjut lanjutannya sangat lelet,selelet jalannya ddakoman yg lagi sakit encok (?) -_-

Aku bikin epep ini lumayan mumet loh,bayangin aja..sambil ngrjain tugas statistic pendididkan yg angka2nya bikin mual -_- #curcol

Kritik dan saran pun akan aku trima dengan baik,siapa tahu untuk memperbaiki chapter ke depannya J ok lah cukup basa-basinya,yg mau lebih deket ma aku ato mo share apapun tntang YW *pedebgt. silahkan tak usah malu2 follow twitter aku ato add FB juga boleh J

N BIG THANKS buat admin cantik Resty atopun ka Echa yg udah mau ngepot epep aneh ini, GBU 😀

Ok see u in next chapter and next FF …. 😀

Tinggalkan komentar

231 Komentar

  1. Mia

     /  Juli 16, 2014

    Pernikahan terpaksa lagi dech tapi cerita seperti inilah yg aku suka

    Balas
  2. Dahlia GaemGyu

     /  Juli 19, 2014

    paling suka baca FF yg ceritanya kayak gini, berawal dr perjodohan, akirnya saling cinta

    Balas
  3. Fadila

     /  Juli 19, 2014

    sabar ya yoonwon ^^ toh akhirnya nanti kalian bahagia kok 😀

    Balas
  4. Anggun YoonAdidict SY

     /  Juli 23, 2014

    Sabar ya buat yoonwon

    Balas
  5. hanna lee

     /  Juli 24, 2014

    Oh jadi kebahagian mereka yg di my sushine tu berawal dr perjodohan yg terpaksa toh yaampun ga nyangkaa oenn keren jd bisa tau sebelumnya deh hihi

    Balas
  6. Sabar buat yoonwon toh nanti mereka bahagia

    Balas
  7. Yap yap. Akhirnya nemu ff yonwon. Q suka critanya eonni smga aja happy end. Gomawo

    Balas
  8. Paling suka nih genre dan alurnya. Walaupun bikin nyesek tpi tetap penasaran dgn kelanjutannya…
    Fighting ya buat nulisnya
    gomawo 😀

    Balas
  9. Keren…. Paling suka nih genre dan alurnya. Walaupun bikin nyesek tpi tetap penasaran dgn kelanjutannya…
    Fighting ya buat nulisnya
    gomawo 😀

    Balas
  10. Keren ……

    Balas
  11. tiffany

     /  Agustus 17, 2014

    Yoona dan siwon percayalah bahwa orang tua tidak akan menyengsarakan anaknya..karena orang tua pasti memginginkan yg terbaik demi kebahagiaan anaknya..yakinlah pada pilihan orang tuamu,,mereka tidak akan salah..daebak..next chap please..

    Balas
  12. FF nya enak jg di baca Chingu
    hanya saja ceritanya agak galau
    apa Yoonwon bisa saling mencintai, ntahlah hanya wktu yg bisa menjawabnya

    Balas
  13. Yoonwon-ah be patient, eoh? 🙂
    Semoga semuanya berjalan dengan lancar..
    Next thor. Fighting! ^^

    Balas
  14. Choi Han Ki

     /  November 27, 2014

    Yaampun masalah yg rumit … Walaupun mereka menerima perjodohan itu tapi tetep saja hati mereka menolak.. Semoga ada jalan yg terbaik buat mereka :d

    Balas
  15. amalia an

     /  Januari 9, 2015

    Yoonwon dijodohkan? Lalu gmna dgn pacar masing2 ?
    Apakah pernikahan mereka akan langgeng atw cerai. ….bkin penasaran aja….
    Ditunggu chap selanjutnya.

    Balas
  16. tiffany

     /  Februari 5, 2015

    Bagussss..kapan update lagi nih..can’t be waiting

    Balas
  17. dias puspita

     /  Oktober 3, 2015

    Walo blm bc after storynya tp penasran dg kelanjutannya…

    Balas
  18. Daebakkk thorr keren ceritanyaaa 😁😁

    Balas
  19. ambarwati

     /  Juni 13, 2016

    Wah semoga berlahan lahan merek salin cinta.
    Huhuhu gk sbr nunggu swertmoment yoonwon

    Balas
  20. Ciee, YoonWon udah mau merried aj, kira2 siapa yaa yg bkal jatuh cinta dluan di antara mreka 😀
    Seru thor ff.a

    Balas
  21. kira2 siapa yaa yg bkal jatuh cinta dluan di antara mreka, Yoona kahh? atau Siwon? 😀
    daebak, seru thor ff.a

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: