[Drabble] First Meet

1779754_236061116578882_1502904686_n

First Meet

bychoichoding007

Starring

[SNSD] Im Yoona &[Super Junior] Choi Siwon

Teen || Fluff ||Drabble

Recommended Song :Kang Minhyuk—Star

a/n :sangat disarankan sambil membaca cerita ini untuk mendengarkan suaranya akang Minhyuk ini! >,<

.

.

.

Langit Seoul terlihat mendung ketika Siwon mendongak melalui jendela bus.Pria itu mendecakkan lidah. Kemudian melirik pada arloji yang menunjukkan jam makan siang akan segera berakhir. Dia melengok ke depan. Masih harus melewati beberapa halte lagi.Dan itu berarti dia harus tetap duduk disana menunggu sampai bus berhenti di halte ke tiga.

Dia tersentak kaget ketika seseorang tiba-tiba saja menjatuhkan diri di sebelahnya. Seorang gadis dengan rambut berantakan menatapnya dengan kedua alis terangkat. “Wae?Kursi ini bukan kursi keramat, ‘kan?”

Siwon melengos begitu saja.Memilih untuk memfokuskan diri pada beberapa lembar di tangannya.

“Eiiii, Ahjussi. Tidak baik mengabaikan orang begitu saja.Kau akan kehilangan kesan menarik.”Gadis itu berkata sambil mengaduk-aduk tasnya.Tidak menyadari seseorang yang duduk di sebelahnya sudah menoleh dengan kedua mata yang melebar sebesar bola kasti.Ahjussi?Ahjussi? Yang benar saja!

Kepala Yoona terangkat ketika dia mengeluarkan sebungkus makanan ringan dari dalam tas besarnya. Dia menoleh ke samping berniat menawari pria itu.Namun dia sedikit terperanjat.“W-wae?Kenapa matamu lebar sekali?”

Lagi-lagi Siwon melengos.Menatap langit yang masih mendung dan menghela napas berat. Sepertinya hari ini akan menjadi lebih buruk.

Ahjussi.”

‘Ah! Benar sekali,’ batin Siwon menggeram.Tidak ingin semakin membuat dirinya kesal, dia lebih memilih untuk tidak menoleh. Mengabaikan gadis itu lebih baik!

Ahjussi, kau akan pergi kemana?”Yoona memasukkan beberapa kripik kentang kedalam mulutnya.Mengemut sisa-sisa bumbu yang menempel di jarinya.Karena tidak juga mendapati jawaban, Yoona melengok pada Siwon.Memerhatikan penampilan Siwon dari atas hingga bawah.

“Eiiii, apa kau seorang pengawal?Kenapa pakaiannmu formal sekali?”Dia merenung sejenak.“Atau kau akan menghadiri peresmian gedung?”Yoona mencondongkan tubuhnya lebih dekat pada Siwon.“Katakan, dimana kau bekerja?Kau seorang sekretaris?Pengacara?Hakim?Mm?”

Siwon tidak menggubrisnya.Pria itu bahkan tidak melirik padanya.Mendengus karena di abaikan, Yoona kembali bersuara.“Ahjussi, kenapa kau tidak mau bicara?Setidaknya kau harus menjawab satu pertanyaanku saja.Aku bisa mati kebosanan jika tidak ada yang mengajakku bicara.”Dia mengguncang-guncang lengan Siwon.Membuat pria itu serta merta menoleh.Bukan kearah wajah Yoona.Melainkan pada tangan Yoona yang mengotori tuxedo-nya.

“Singkirkan tanganmu.”Suaranya pelan namun mendesis penuh penekanan.

Eoh?”Mata Yoona mengerjap-ngerjap tak mengerti.

Sebelum ia menyadari arti dari ucapan Siwon, pria itu sudah lebih dulu menghempas lengannya dengan kasar dari tangan Yoona. Membuat gadis itu terkesiap. Mungkin saja jika dia tidak sergap kripik kentangnya akan melayang-layang di udara.

Aissh!Ahjussi, kau hampir saja menjatuhkan kripik kentangku. Kau tidak tahu aku mendapatkannya dengan susah payah. Aku harus berebut dengan semua cucu kakekku sebelum mendapatkan semua makanan gratis ini. Kenapa ada orang sekasar dirimu..”Gadis itu mendumel kesal, menatap sebelah wajah Siwon yang hanya berfokus ke luar jendela.Yoona mendengus.Biar bagaimanapun dia masih menyimpan rasa penasaran.

Geundae, ahjussi..”Dia mencondongkan wajahnya lagi.“Apa kau benar-benar bekerja di sebuah perusahaan?Bisakah kau beritahu aku jabatanmu di perusahaan itu?” kelopak mata Yoona berkedip-kedip, menyimpan desakan kepada Siwon agar pria itu menjawab pertanyaannya.

Kali ini Siwon menoleh lagi kearahnya.Pria itu masih memasang ekspresi datar.Dia diam menatap Yoona yang masih mengedip-ngedipkan mata seraya memasang senyum lebar.Apa-apan wajah gadis ini?

Telunjuk Siwon bergerak menonyor dahi Yoona.“Menjauh.Dariku!” desisnya kejam.

Yoona mengerucutkan bibir.“Geurae.Walaupun kau tidak mau bicara padaku, aku akan tetap bercerita.”Dia kembali memasang wajah sumringah.“Kau tahu, aku bisa memprediksi sifat seseorang hanya dengan melihat wajahnya saja.”Lalu Yoona terdiam sejenak.Mengamati wajah Siwon yang hanya dapat ia lihat setengahnya. Dia menggeser bokongnya lebih dekat dengan Siwon dan menyeret wajah Siwon dengan kedua tangan untuk menatap kearahnya.

Mwoya!!!” pekik Siwon melotot tajam.

Yoona menyipitkan mata. Berlagak seperti para peramal yang biasa memegang bola kristal. “Ummie~ummie. Lihatlah, kau memiliki masa depan yang buruk,” kata Yoona membesar-kecilkan matanya.

“Ah, tidak salah lagi.Kau adalah pria dengan temperamen buruk.Kau mudah marah, mudah tersinggung.Di masa lalu kau pasti orang yang selalu di campakkan para wanita.Dari matamu yang besar menunjukkan bahwa kau hanya tertarik pada gadis-gadis sexy.Dan oh lihat, bibirmu.Kau pasti tidak suka membicarakan hal-hal yang tidak penting.Kau sering berdusta untuk membuat lawan bicaramu senang. Ah, matta! Kau baru dicampakkan seorang gadis, ‘kan?Lihatlah, kantung matamu besar sekali.Aigoo, aku tidak menyangka kemampuanku membaca sifat orang bisa meningkat sepesat ini.”Gadis itu menggeleng tak percaya.

Anni.”

Ye?

“Bukan aku yang dicampakkan tapi mereka yang kucampakkan. Aku tidak pernah berdusta hanya untuk membuat orang lain senang. Itu memuakkan.Dan lagi, aku tidak tertarik pada gadis yang hanya tau menunjukkan bagian-bagian tubuhnya.Terlebih dengan gadis berantakan sepertimu.”

Mata Yoona mengerjap-ngerjap.Dia menurunkan tangannya.Lalu tertawa sumbang.“Ahh~” Gadis itu mengibas-ngibaskan sebelah tangannya.“Aku hanya bercanda.Jangan dianggap serius.Haha!”

Dengan kikuk ia menggerakkan tubuhnya untuk menghadap kedepan guna menghindari tatapan mencengkap dari sorot mata Siwon. Ketidaknyamanan mulai merambatinya.Dia melirik Siwon yang sudah fokus kedepan.Gadis itu berdehem.“Ahh, ahjussi.Kau mau mencoba kripik kentangku?”

Anni.”

“Sudahlah tidak apa-apa.Coba saja.”

Shirro!

“Eiii..makanlah sedikit sa—“ ucapan Yoona terhenti. Berganti dengan matanya yang melebar. Akibat dari sedikit pertarungannya dengan Siwon, kripik kentang yang ia sodorkan pada Siwon justru jatuh ke celana pria itu.

Upss!Sorry..”Dia menunjukkan deretan gigi putihnya dengan senyum kaku.

Siwon melongo.Dia menggeram kesal dengan membersihkan celananya yang kotor.Mati-matian menahan emosi yang hampir meledak.Dia bahkan berani bersumpah uap di kepalanya sudah mengepul siap meledak.Giginya menggeram menatap pada gadis yang menurutnya memiliki ekspresi wajah teraneh di dunia.

“JANGAN.PERNAH.BERANI-BERANI.MENDEKATIKU.LAGI!”

Beberapa menit kemudian Siwon tidak menganggap anggukan Yoona tadi sebagai jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan.Karena nyatanya gadis itu kini terus menempel padanya.Ini bukan lagi hari yang berat tapi juga tersial dalam sepanjang sejarah hidupnya.Pria itu melengok ke samping dan menemukan kepala Yoona dengan rambut keritingnya yang terkatuk pulas di bahunya.Dia mendengus.Beberapa kali dia menonyor kepala Yoona agar tidak bersandar padanya.Tapi usahanya sia-sia. Kepala gadis itu sudah seperti magnet yang akan terus tertarik untuk jatuh di bahunya.

Karena dirundung rasa kesal dan kepenatan yang serasa memanjakan kepalanya, Siwon menyentak kepala Yoona agak keras hingga gadis itu berguling ke samping.Hampir saja terjatuh jika saja tidak ada seorang nenek tua yang menahannya.

Ya! Anak muda! Kau ini kasar sekali terhadap kekasihmu sendiri.Bagaimana jika dia terjatuh dan kepalanya terbentur lalu mengeluarkan banyak darah.Apa kau mau mengganti kepalanya dengan kepalamu!”

A-anni. Dia bukan..” Siwon ingin menjelaskan bahwa Yoona hanyalah orang asing dan bukan kekasihnya tapi seorang ahjumma yang lain menyahut.

Aissh!Kenapa kau begitu kasar terhadap seorang wanita.Kau harus memerlakukannya dengan baik jika tidak ingin dia mencampakkanmu.”

Siwon tergagap ingin menjelaskan kesalahpahaman ini.Tapi terlalu banyak mata yang kini menatap kearahnya. Dan bisikkan-bisikkan yang membuatnya tidak memiliki pilihan lain selain menarik kepala Yoona dengan agak kesal untuk bersandar pada bahunya. Bahkan menjatuhkan kepalanya diatas kepala Yoona dan memejamkan mata sambil menggeram.Seolah ingin berteriak kepada semua orang yang ada di dala bus.‘Lihatlah!Dia masih tertidur pulas.Aku seorang kekasih yang baik!!!’

Ya tuhan, dosa apa ia hingga mendapatkan musibah seperti ini?

Ketika bus berhenti Yoona terbangun karena ia merasakan sesuatu yang keras membentur kepalanya. Gadis itu mengerang dengan mata setengah terpejam.Dia mengusap kepalanya dan memekik menatap langit yang sudah berubah jingga.“Omo!”

Kepalanya menoleh kearah Siwon.“Ahjussi, kenapa kau tidak membangunkanku?”

Siwon balas menatapnya datar.“Kau bilang aku tidak membangunkanmu?Aku bahkan sampai harus melewatkan makan siangku hanya untuk menjadi bantalmu. Dan kau dengan seenaknya menjatuhkan air liurmu itu.”

Yoona terperanjat dengan gerak refleks memeriksa sekitar mulutnya.Oh itu memalukan! Sangat memalukan!

Ya!Ahjussi!”Yoona segera menyusul Siwon ketika pria itu sudah melangkah turun dari bus.Kakinya berlari kecil untuk menyamai langkah besar Siwon.

Ahjussi, mianhae.Aku benar-benar tidak sadar tadi.Maafkan aku sudah mengotori pakaianmu.”Siwon terus saja berjalan tanpa mau menggubrisnya.

Ahjussi, biar kucucikan pakaianmu, nde?”Tangan Siwon menyentuh lengan Siwon. “Ahjussi..” panggilnya memelas.

Siwon menghentikan langkahnya.“Berhentilah mengikutiku. Karena jika tidak kau benar-benar akan membuatku meledak. Dan kau tidak perlu repot-repot mencuci pakaianku.”Dia melepaskan tangan Yoona.

Ahjussi~” Yoona kembali menahan lengan Siwon ketika pria itu hendak melangkah.Siwon menghela napas dan melepaskan tangan Yoona lagi.

AHJUSSI!”Yoona memekik sambil menarik lebih kencang tuxedo Siwon.Mengakibatkan kancing tuxedo itu menggelinding, lepas dari tubuh Siwon.

Mereka terbengong.Mulut Yoona jatuh kebawa.Dia melirik Siwon dengan hati-hati dan menemukan pria itu tengah memejamkan mata.Yoona menggigit kuku-kuku jarinya.“J-jweosonghaeyo.”Dia membungkuk berkali-kali.

Siwon menarik napas dalam-dalam.Lalu menghembuskannya kasar.Menarik napas lagi dan menghembuskannya.Berulang kali.Dia berkacak pinggang menatap Yoona.“Geurae.Akan kukabulkan permintaanmu,” kata Siwon sambil melepas tuxedo-nya dan melemparkannya pada Yoona.“Kau tidak perlu repot-repot mengembalikannya.Ambil saja ini untukmu.Dan juah-jauhlah dariku.”

Setelah itu Siwon melangkah pergi sambil mengacak rambutnya. Gadis itu mengulum senyum yang ia sembunyikan. “Geurae, setelah aku mencucinya akan kuantarakan ke rumahmu.Eoh?Tuan Choi?”Yoona menaikkan volume suaranya.Tidak benar-benar berteriak.Hanya agar Siwon mendengarnya saja.

Pria itu hanya mengangkat sebelah tangannya.Lalu menghilang di persimpangan jalan.Setelah memastikan Siwon benar-benar menghilang dari pandangannya.Yoona memerikasa saku tuxedo milik Siwon dan menemukan dompet pria itu.

Matanya berbinar-binar penuh arti.“Woah~ Daebak!Kau benar-benar hebat Im Yoona. Ah anni, Reporter Im! Setelah ini kau harus datang kerumahnya dan dengan begitu kau bisa dapat lebih banyak berita besar dari seorang Choi Siwon.Salah satu pewaris J.H Group!”Im Yoona tersenyum penuh kemenangan.“Aissh!Tak kusangaka aku sangat cerdik.”

.

.

.

E.N.D

JANGAN MINTA SEQUEL PLISSSS!!! KARENA SAYA TIDAK AKAN PERNAH MENGABULKANNYA. HAHA! Oke, aku minta maaf banget karena aku tahu beberapa dari kalian akan ada yg minta sequel dan dengan berat hati aku tidak bisa mengabulkannya. Wae?Karena aku menulis atas dasar keinginanku bukan karena disuruh atau dipaksa. Jadi, daripada kalian ‘sambat’ minta sequel akan lebih baik jika kalian menantikan cerita-cerita selanjutnya ketika aku sudah mood nulis. Hehe! Pada dasarnya aku menghadirkan cerita ini hanya untuk angin segar saja. Cerita ini pun terlintas hanya segini saja di otakku. Tepatnya terisnpirasi dari karakter  Nam Da Jung dan Xiwang. Tahu?Pasti tahu dong. Hohi! Well, untuk kelanjutnya silahkan bermain dengan imajenasi kalian sendiri^^

Terimakasih yang sudah baca. Kalo merasa kecewa dan tidak mau memberi tanggapan it’s okay! Seperti yang sudah kubilang, ini hanya untuk angin segar. Ibaratnya semacam permen mint gitu. Dan aku akan sangat senang jika kalian tetap mau memberi tanggapan mengenai cerita ini^^

Tinggalkan komentar

77 Komentar

  1. ceritanya menarik🙂 dan lucu dengan karakter yoona yang kocak dan siwon yang dingin. ditunggu karya FF mu yang lainnya thor.. fighting!^^

    Balas
  2. aqila

     /  Februari 23, 2014

    Daebak !!!
    Kocak ff nya🙂
    Aku. Sih berharap bgt sequel . Tpi nggk pa2 klo gk da sequel🙂
    Ditumggu ff lainnya !!

    Balas
  3. ciemOet

     /  Februari 23, 2014

    yah eon,,, ga ada sequelnya ya,,, padahal masih gantung endingnya,,,😦

    Balas
  4. dinaaljannah

     /  Februari 23, 2014

    Daebak
    Ngakak banget ceritanya
    Ih padahl ingin sequel
    tapi tak apa
    Ditunggu ff lainnyaaaa

    Balas
  5. Nisa Adja

     /  Februari 24, 2014

    Ya ampun Yoona kocak banget tingkahnya bikin ngakak dan suskes sekali buat Siwon kesal setengah mati dipertemuan untuk pertama kali dan ternyata nona Rusa seorang Reporter gimana nanti kalau Tn Kuda tahu gadis yang mengikutinya seorang reporter pasti bertambah kesal karna tdk akan ada sequel ditunggu ff berikutnya.

    Balas
  6. Rani Permatasari

     /  Februari 24, 2014

    syg bgt gk da squelnya😦

    Balas
  7. padahal ceritanya bagus kenapa ga dibikin sequel saja,disini karakter yoonanya juga sangat menarik dan sangat cocok sekali dengan sifat siwon oppa yang dingin.keren pokoknya thor bikin karya yoonwon yang lain y semangat

    Balas
  8. Yaaaahhh….. blm minta udah di wanti2 supaya g minta… hhuuuhhh…
    Yowis dh…. aku berimajinasi saja… >.<
    Aigo Deer… drimu bkin Simba mengaum…. hahaha…
    Reporter yang aktif n cerdik bgd tuh..
    good FF Chingu… Daebak….
    Dtunggu FF yg lainny ya… Gomawo🙂

    Balas
  9. Yulia

     /  Februari 25, 2014

    ada squel ga nih??
    aahh…,saya suka banget karakter Yoonanya…

    Balas
  10. Silvie

     /  Februari 26, 2014

    Padahal berharap banget bikin sequel tp gpp deh
    daebak haha, lucu yoona nya

    Balas
  11. andreyani

     /  Maret 22, 2014

    Gantuuuuung ceritanya,,waduh gk tanggung jawab

    Balas
  12. KaRenYS4ever

     /  April 5, 2014

    Beneran deh..klo aku jd Siwon aku bkalan pindah tmpat duduk..klo g ada kursi lain mending turun,menjauh,lari,atau apalah yg pnting jauh dr Yoona klo sifatnya Yoona bgtu,nyebelin amat..bkalan mati dtempat duluan ntar..
    Tp ceritanya g ada sequel nih..wah pdahal seru klo jd sequel..
    Next ff dtunggu ya eon..

    Gomawo^^v

    Balas
  13. Liana Ichimaru

     /  April 26, 2014

    gantung….😦
    aigoo, siwon oppa dibuat kesal setengah mati oleh ulah mu non rusa..😀
    sequel please….

    Balas
  14. Kwon Lia

     /  April 28, 2014

    ceritanya lucu😀 bikin ketawa-ketiwi :3 ahaha
    ditunggu krya FF yg lain authorr😉
    keep writing & fighting ^_^)9

    Balas
  15. Hahaha yoona eonni tidak kapok2 yh

    Balas
  16. ceritanya bagus..kyak PMAI…tapi ga ada romance2nya…

    Balas
  17. Evi

     /  Agustus 1, 2014

    Agak gantung sh eonni tpi bgus kok

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: