[FF] BABY PROPOSAL – Because love does not need a reason (Chapter 10)

ff baby proposal new

[FF] BABY PROPOSAL – Because love does not need a reason (Chapter 10)

Author             : Ravikha Indriani

Twitter             : @pikhapikhu

FB.                   : Ravikha Indriani

Length             : Chapter

Rating             : PG 17

Genre              : Marriage Life, Angst , Romance , sad , tentuin sendiri aja

Main Cast      :

Super Junior  Siwon

SNSD  YoonA

Support Cast :

SNSD Tiffany

SNSD Yuri

SNSD Jessica

Super Junior Donghae

2 AM Seolung

SNSD Sunny

Tn & Ny Choi

Tn & Ny Im, etc

 

 

 

 

Warning: typo  bersembunyi dimana-mana

 

 

#Happy Reading#

 

 

Sulli yang tak sabar karena panggilannya dan ketukan pintu kamar Siwon tak juga mendapat jawaban sang pemilik kamar memutuskan untuk membuka kamar. Tapi yang dilihat Sulli benar-benar membuatnya kaget. Dia tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“OMO OPPA, EONNI…,” kata Sulli kaget.

Yoona yang mendengar suara Sulli seketika langsung melepaskan ciumannya dengan Siwon. Dia tak percaya jika Sulli akan melihatnya sedang berciuman dengan Siwon. Pipi Yoona merah seketika pertanda dia sangat malu sekali. Siwon yang tak rela karena Yoona melepaskan ciumannya langsung mendelik kesal ke Sulli.

“YA Choi Sulli kau itu, kenapa tak mengetuk pintu dulu, eoh?” kata Siwon kesal. Gara-gara perbuatan Sulli yang masuk kamar seenaknya membuat dia tak bisa melakukan hal yang lain lagi pada Yoona. “merusak moment romantic saja,” gumam Siwon.

“aku sudah mengetuk pintu berkali-kali tapi Oppa tak membukanya jadi aku langsung masuk saja. Aboji dan Eomma sudah menunggu kalian dibawah jadi cepatlah turun jangan sampai aku melakukan apa yang aku lakukan sekarang. Hahaha… tapi kalian memang benar-benar keren. Haha… aku tak menyangka jika aku akan melihat adegan ini secara langsung, hahaha…. Oppa, Eooni jjang…,” cerocos Sulli yang langsung meninggalkan kamar Siwon.

“Ya Choi Sulli…,” teriak Siwon saat Sulli pergi meninggalkan kamarnya.

Yoona yang masih tampak malu karena sudah kepergok Sulli hanya diam saja melihat tingkah dua kakak adik itu. Siwon yang menyadari kalau dari tadi Yoona hanya diam saja langsung membalikkan tubuhnya menghadap Yoona. Dilihatnya wajah istrinya yang masih merah karena malu itu. Siwon tersenyum melihat wajah Yoona yang tampak malu.

“Kyeopta,” goda Siwon sambil memegangi kedua pipi Yoona.

Yoona langsung memukul dada Siwon. Dia tak habis pikir dengan suaminya itu.

“Gara-gara kau oppa,” kata Yoona yang langsung menepis tangan Siwon yang ada dipipinya.

“tapi kau suka kan Nyonya Choi,” goda Siwon dengan senyumnya.

“Sudahlah Oppa, cepat kita turun. Pinjamkan aku baju. Aku tak membawa baju ganti,” kata Yoona.

Yoona melangkah pergi dari Siwon menuju lemari baju Siwon. Dibukanya lemari baju milik suaminya itu, dilihat satu persatu baju yang ada disana.

“Oppa, kenapa tak ada baju yeoja disini,” tanya Yoona polos tanpa memandang Siwon.

Siwon berjalan mendekat kearah Yoona dan langsung memeluk Yoona dari belakang. Siwon meletakkan dagunya di bahu Yoona.

“memangnya kau pikir aku sering membawa yeoja kesini, hmhm?” bisik Siwon lembut.

Yoona yang kegelian karena tingkah Siwon menghela napas.

“Oppa, bisakah kau tidak begini. Aboji dan yang lain sudah menunggu kita,” kata Yoona. Sebenarnya dia juga suka jika dipeluk Siwon dari belakang. Entah kenapa dia sangat suka jika dia disentuh oleh Siwon. Apa ini bawaan bayi ya, pikirnya.

Siwon mencium wangi rambut Yoona. Wanginya benar-benar menggoda lalu Siwon turun mencium lembut leher jenjang milik Yoona, dihirupnya wangi tubuh Yoona. Siwon menghisap pelan leher Yoona menciptakan kissmark disana. Yoona tak bisa berbuat banyak. Dia ingin menghentikan apa yang dilakukan Siwon sekarang tapi apa daya Yoona pun tak bisa menolaknya juga.

“Oppa…,” desah Yoona.

Siwon seakan tak mendengar apa yang Yoona katakan. Dia semakin  asyik bermain-main dengan leher Yoona. Karena suaran desahan Yoona tadi membuatnya semakin bersemangat lagi. Siwon membalikkan tubuh Yoona lalu mencium bibir Yoona lembut.

Yoona hanya diam menikmati siuman yang suaminya berikan. Dia tak berniat membalas ciuman maut suaminya itu. Jika dia membalas ciuman Siwon pasti dia tidak bisa keluar dari kamar ini. Yoona mendorong dada Siwon menjauh. Meskipun Yoona tak membalas ciuman itu tapi nafasnya ikut tersengal-sengal.

“Oppa, aku lapar. Cepat keluar sekarang atau…,”

“Atau apa nyonya Choi,” kata Siwon memutus perkataan Yoona. Siwon menatap mata Yoona lembut. Mungkin Siwon sudah jatuh cinta pada istrinya itu.

Yoona yang ditatap Siwon begitu jadi salah tingkah. Dia tak tahu lagi apa yang harus dilakukannya sekarang. Dia benar-benar malu sampai wajahnya memerah seperti kepiting rebus.

“Oppa… waeyo? Kenapa menatapku seperti itu?” tanya Yoona mengalihkan pandangannya dari Siwon.

“anni, hanya saja aku merasa kau semakin cantik kalau kau tersenyum malu-malu seperti tadi. Aku suka,” jawab Siwon yang masih memandang wajah Yoona lekat.

“Nde?” tanya Yoona bingung.

“sudahlah. Kau tunggu disini saja aku akan membawakan makanannya kesini,” kata Siwon sambil berlalu pergi keluar kamar.

Yoona yang masih tak mengerti dengan apa yang Siwon katakan tadi jadi diam sendiri. “apa tadi aku tak salah dengar? Dia tading bilang suka padaku,” gumam Yoona.

“Eonni kenapa melamun?” tanya Sulli yang mengagetkan Yoona.

“Aigoo Sulli-ya, kau benar-benar membuatku jantungan. Kenapa kau tak mengetuk pintu tadi,” tegur Yoona.

Yoona tak habis pikir dengan sikap adik Siwon itu. Bisa-bisanya dia masuk kamar orang seenaknya. Benar-benar membuat jantung copot saja. Sulli yang ditegur seperti itu hanya tersenyum cekikikan. Sebenarnya Sulli juga tak bermaksud seperti itu tapi entah kenapa sekarang dia suka sekali masuk ke kamar orang tanpa mengetuk pintu dulu apalagi itu kamar kakaknya. Mungkin saja dia bisa melihat apa yang sedang dilakukan oppa-nya. Hahaha Sulli mulai berpikiran yadong kayaknya.

“Mian Eonni,” jawab Sulli sambil memohon pada Yoona.

Yoona yang tak tahan dengan sikap Sulli seperti itu tertawa keras dan itu sukses membuat Sulli heran. Tadi Yoona Nampak kesal padanya dan sekarang kakak iparnya itu malah tertawa. “Dasar pasangan aneh,” gumam Sulli.

“Apa yang kau katakan tadi?” tanya Yoona yang melihat SUlli menggerutu tapi dia tak mendengar apa yang SUlli katakan.

“Anni. Bukan apa-apa…,” jawab Sulli dengan gelengan kepalanya.

“Gotjimal. Ada apa kau kesini lagi, hmhm…,” kata Yoona yang sudah menghentikan tawanya dan sekarang mereka berdua duduk di sofa yang ada di kamar itu.

“aku senang melihat Eonni dan Oppa seperti tadi,” jawab Sulli yang sukses membuat Yoona mengerutkan keningnya tak mengerti.

“Apa maksudmu?” tanya Yoona penasaran.

“Eonni, sudahlah tak usah berbohong padaku. Aku sudah tau sebenarnya Eonni dan Oppa tak saling cinta. Kalian juga tidak tidur sekamar kan. Aku tahu pernikahan yang kalian lakukan itu semacam pernikahan kontrak, tapi aku sangat berharap kalau kalian nantinya akan bisa saling cinta. Eonni percayalah sebenarnya Siwon Oppa adalah orang yang baik hanya saja sejak dia ditinggal yeojachingunya yang bernama Stella itu, sifat Siwon Oppa berubah. Dia jadi temperamen. Tapi akhir-akhir ini aku mulai melihat sifat Siwon Oppa mulai kembali lagi dan aku yakin jika semua itu karena Yoona Eonni,” jelas Sulli panjang lebar.

“Da.. darimana kau tau?” tanya Yoona terbata-bata. Dia masih tak percaya kalau Sulli tau semua tentangnya dan juga Siwon.

“Tak penting aku tau darimana Eonni. Yang penting sekarang adalah Eonni dan Siwon Oppa bisa bahagia. Hmhm eonni, sepertinya Siwon Oppa jatuh cinta padamu,” kata Sulli menggenggam tangan Yoona.

“andwe. Itu tidak mungkin terjadi. Dia tak akan pernah bisa jatuh cinta padaku Sulli-ya. Yang ada dihatinya hanya Stella. Tak ada tempat untukku dihatinya,” jawab Yoona.

“apa maksudnya Eonni?” tanya Sulli.

“Anni. Sudahlah. Apa aku boleh pinjam bajumu? Aku tak membawa baju ganti,” kata Yoona.

“nanti akan ku ambilkan tapi Eonni harus menjelaskan apa yang Eonni katakan tadi. Apa ini ada hubungannya dengan Stella Eonni. Apa Eonni pernah bertemu dengannya? Apa yang dia katakan?” tanya Sulli beruntun. Yoona hanya diam saja tak juga menjawab pertanyaan Sulli.

“Eonni, jebal katakan padaku. Apa dia menyakitimu eoh?” tanya Sulli tak sabar.

“anni, sudahlah Sulli-ya. Kau masih terlalu kecil untuk mengerti,” kata Yoona yang mengalihkan pembicaraan.

“Andwe, kita belum selesai. Dan lagi aku bukan anak kecil seperti yang kau bilang Eonni. Aku tau semuanya tentang kalian jadi ku mohon berbagilah padaku jika kau sedang terluka Eonni. Kau tau, sebenarnya aku ingin punya seorang kakak perempuan yang bisa mendengar ceritaku, yang bisa shopping denganku dan melakukan banyak hal bersama karena sama-sama seorang yeoja. Tapi aku hanya punya Siwon Oppa. Dia tak selalu mendengar ceritaku. Dulu mungkin kami dekat tapi sejak dia menjadi kekasih Stella dia berubah. Dia tak punya waktu untukku. Apalagi saat dia meninggalkan Siwon Oppa, aku semakin jauh dengan Oppa-ku. Tapi saat kau menikah dengan Siwon Oppa sedikit demi sedikit sifat Siwon Oppa mulai berubah lagi. SIwon Oppa yang hangat dan ramah mulai kembali, dan aku tau itu pasti karenamu Eonni,” jelas Sulli panjang lebar. Air matanya pun sudah turun dan itu juga membuat Yoona menitikkan air matanya.

“Sulli kau tau kenapa aku tadi meneleponmu?” tanya Yoona pada Sulli. Sulli hanya menggelengkan kepalanya.

“tadi siang aku ke kantor Siwon Oppa, disana aku melihat dan mendengar apa yang seharusnya tak ku dengar. Entah kenapa rasanya sakit sekali disini,” kata Yoona yang masih menahan tangisnya dan memegangi dadanya yang tersa sesak.

“maksud Eonni? Kau bertemu dengan siapa?” tanya Sulli yang menatap Yoona intens.

“Stella, dia sangat cantik jadi tak heran kenapa Siwon Oppa begitu mencintainya,” kata Yoona menghela napasnya kasar.

“mwo? Kenapa dia bertemu dengan Siwon Oppa? Masih berani juga dia bertemu dengan Oppa?” ucap Sulli.

“hmhmhm…,” gumam Yoona.

“chakkaman Eonni. Apa kau mendengar sesuatu yang menyakitimu? Apa yang mereka katakan?” tanya SUlli pada Yoona.

Yoona hanya diam saja tak menanggapi pertanyaan Sulli. Jika dia menjawab apa yang Sulli pertanyakan tadi, berarti itu sama saja dia mengungkit kata-kata yang sangat menyakitkan untuknya. Mendengarnya tadi waktu dikantor Siwon saja rasanya sakit sekali apalagi dia harus mengatakannya pada Sulli.

“Eonni, jebalyo. Katakana Eonni, apa yang sebenarnya mereka berdua katakan? Apa yang kau dengar tadi Eonni? Ku mohon jangan diam saja Eonni,” desak Sulli.

Yoona sudah tak bisa menahan air matanya lagi. Air mata yang ditahannya akhirnya keluar lagi dari mata indahnya. Dia menangis sekarang. Sulli yang melihat Yoona menangis seperti itu jadi bingung sendiri. Apa dia terlalu memaksa Yoona tadi? Kenapa Yoona jadi menangis seperti ini? Itulah bebrapa pertanyaan yang bersarang dikepala Sulli saat melihat Yoona menangis tersedu-sedu. Sulli segera membawa Yoona kedalam pelukannya. Ditenangkan Eonninya itu yang sedang menangis tapi bukannya berhenti menangis malah sekarang Yoona menangis terisak.

“Eonni-ya, jebal uljima hmhm…,” kata Sulli menenangkan.

“Ya Choi Sulli apa yang kau lakukan pada istriku?” kata Siwon keras saat dia masuk kedalam kamarnya dan melihat Yoona menangis dipelukan Sulli.

Siwon segera meletakkan nampan yang berisi makanan yang dibawanya tadi ke atas meja. Dia segera mendekati Yoona.

“waegeureu Yoong? Kenapa kau menangis lagi chagiya?” tanya Siwon.

Yoona segera melepaskan pelukan Sulli dan beralih memeluk Siwon. Yoona memeluk Siwon erat. Tangisan Yoona semakin kencang. Siwon yang tak tahu kenapa istrinya menangis itu jadi salah tingkah.

“Sebenarnya apa yang kau lakukan Sulli? Kenapa dia menangis seperti ini? Apa kau menyakitinya? Sulli-ya cepat jawab, palli…,” kata Siwon keras. Siwon sudah tak bisa lagi menahan emosinya.

“semua itu gara-gara kau dan yeoja itu Oppa,” kata Sulli keras.

“yeoja? Nuguya? Siapa yang kau maksudkan? Aku? Kenapa aku? Aku salah apa?” tanya Siwon tak mengerti.

“cih, kau pura-pura tak tahu. Sadarlah Oppa, sekarang kau sudah punya istri dank au akan punya anak tak seharusnya kau bertemu dengan yeoja itu lagi. Aku sudah berkali-kali bilang padamu kan kalau aku tak suka dengan yeoja gila itu. Apa kau tak mengerti apa yang kukatakan Choi Siwon,” kata Sulli tak mau kalah dengan suara Siwon.

“aku tak mengerti apa yang kau maksudkan Sulli-ya. Sebenarnya siapa yeoja itu?” tanya Siwon lagi. Dia benar-benar tak tahu siapa yang dimaksudkan Sulli. Siwon terlalu panic dan tak bisa berpikir apa-apa karena tangisan Yoona juga semakin keras. Dia tak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang untuk menenangkan Yoona.

“STELLA KIM STELLA,” jawab Sulli keras. Oppa-nya kali ini sangat bodoh tak menyadari siapa yeoja yang dimaksud Sulli tadi.

Yoona semakin mengeratkan pelukannya pada Siwon. Dia sudah tak bisa menahan air matanya yang dari tadi terus keluar tanpa henti. Entah karena kelelahan atau apa Yoona merasakan ada  yang mengalir dikakinya. Dilepaskannya pelukan Siwon dan dia melihat ke kakinya. Darah, ada darah yang mengalir dikakinya. Yoona yang sebenarnya tak kuat jika melihat darah itu merasakan tubuhnya melemah seketika. Dia hampir saja terjatuh kalau Siwon tak segera menangkapnya.

“Yoong…. “

“Eonni…”

 

*******

“Yoong!” wajah Siwon pucat pasi saat melihat darah dikaki Yoona dan membasahi lantai. Yoona yang sudah jatuh dipelukan Siwon dan terduduk dilantai semakin panic.

“Yoong… jebal ireona,” panggil Siwon lembut sambil mengusap pipi Yoona.

“Yoongieya, ireona… ku mohon sayang,” panggil Siwon lagi.

Yoona tetap tak bergeming. Siwon meraba denyut nadi Yoona, tapi dia tak dapat merasakan denyut nadi Yoona. Ketakutan pun semakin melanda hatinya. Lalu Siwon menaruh telunjuknya ke hidung Yoona, dan dia merasa agak lega karena Yoona masih bernapas. Siwon mengguncang tubuh Yoona pelan sambil memanggil nama Yoona. Dia tak tahu harus berbuat apa. Siwon tak bisa memikirkan apapun dan tak tahu harus melakukan apa. Rasa cemas, takut akan kehilangan Yoona dan bayinya membuat otaknya lumpuh dan tak bisa berpikir apapun.

“Oppa, palli … bawa Yoona Eonni ke rumah sakit. Sekarang Oppa, Pallii palli…,” kata Sulli cemas.

Siwon segera mengangkat tubuh Yoona dan menuruni tangga dengan cepat. Aboji dan Eommanya yang melihat menantunya seperti itu juga ikut panic.

“Aigoo, Yoong… siwonnie apa yang terjadinya pada Yoona,” tanya Eommanya cemas.

Siwon yang sedang cemas pun tak menjawab pertanyaan Eommanya. Siwon berlari keluar rumah. Sulli membukakan pintu mobil dan membantu Siwon merebahkan Yoona di jok belakan dipangkuan Siwon. Setelah Siwon masuk, Sulli bergegas membuka pintu mobil dan masuk ke dalam dan langsung menyalakan mobilnya untuk segera ke rumah sakit.

Sulli melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia tak ingin sampai kehilangan kakak iparnya dan juga calon keponakannya. Rasa bersalah menyelimuti Sulli karena terlalu memaksa Yoona tadi. Sulli juga tak tahu harus berbuat apa sekarang. Dia hanya melajukan mobilnya dengan cepat agar segera sampai di rumah sakit.

“Yoong, kumohon bangunlah sayang. Mianhae, maafkan Oppa. Jebal Yoong,” ucap Siwon cemas.

Yoona masih tak bergeming sama sekali. Matanya tertutup rapat. Siwon melihat kaki Yoona yang masih ada bekas darah. Siwon membersihkan darah yang ada di kaki Yoona dengan perasaan yang tak karuan sekarang.

“Yoongie-ya, kumohon sadarlah. Jangan buat Oppa takut seperti ini…,” kata Siwon yang sudah tak bisa menahan tangisnya. Perasaan takut dan sedihnya sekarang lebih terasa dihatinya daripada saat Stella meninggalkannya dulu.

“Sulli-ya bisakah lebih cepat lagi,” kata Siwon keras. Sulli yang mendengar suara Siwon itu langsung melajukan mobilnya lebih cepat lagi.

Tak lama kemudian mobil yang dikendarai Sulli sudah sampai di rumah sakit. Sulli segera keluar dari mobil dan membuka pintu belakang mobil. Sulli membantu Siwon keluar dari mobil. Setelah keluar, Siwon segera membawa Yoona ke ruang UGD.

Siwon hanya bisa mondar-mandir didepan pintu ruang UGD menunggu Yoona yang sedang diperiksa. Dia benar-benar khawatir dengan keadaan Yoona. Sulli hanya bisa melihat oppa-nya yang mondar-mandir dengan perasaan takut juga. Dia juga tak tahu bagaimana caranya untu menenangkan Siwon. Sulli hanya bisa berdoa untuk Yoona dan juga calon keponakannya.

“Siwonnie…,” panggil seseorang ang baru datang dengan tergesa-gesa.

“bagaimana keadaan Yoona, wonnie?” tanya Aboji Siwon. Ternyata yang datang adalah kedua orang tua Siwon.

“dia masih didalam aboji. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku tak tahu bagaimana keadaan Yoona sekarang,” jawab Siwon frustasi.

“tenanglah sayang, Eomma percaya Yoona akan baik-baik saja karena dia yeoja yang kuat,” kata Eomma Siwon menenangkan putranya.

“Apa kau sudah menghubungi mertuamu?” tanya Tuan Choi.

“Belum aboji. Aku tak sempat hanya untuk sekedar menelepon mereka,” kata Siwon.

“harusnya kau juga menghubungi mereka. Kalau begitu biar aboji saja yang memberitahu mereka tentang Yoona,” kata Tuan Choi.

Siwon hanya bisa menganggukkan kepalanya. Yang ada dipikirannya sekarang hanya Yoona dan bayinya. Dia takut jika kehilangan kedua orang yang sangat berarti itu. Siwon sadar kalau dia sudah jatuh cinta pada istrinya. Istri yang dinikahi karena kecelakaan. Diawal pernikahan memang tak ada cinta dari keduanya tapi sekarang Siwon sudah benar-benar jatuh cinta pada Yoona dan sedikit demi sedikit melupakan cintanya pada Stella.

Hampir dua jam tak ada tanda-tanda dokter atau pun suster yang keluar dari dalam ruangan Yoona dan itu membuat Siwon makin frustasi. Yang dilakukan Siwon sekarang hanya bisa duduk dibangku tunggu sambil berdoa untuk keselamatan kedua orang yang dicintainya.

“Tuhan, jangan kau ambil mereka dari hidupku…,”

Pintu ruang UGD pun terbuka. Dokter yang menangani Yoona dan juga Sunny, dokter kandungan Yoona keluar dari ruang itu. Wajah mereka tampak kusut dan juga kelelahan. Siwon, Sulli dan juga kedua orang tuanya segera bangkit dari duduknya.

“Dokter, bagaimana istriku? Bagaimana keadaannya juga bayinya? Merekabaik-baik sajakan?” tanya Siwon tak sabar.

“Siwon, tenanglah dulu. Biarkan dokter menjelaskannya,” kata Tuan Choi.

Dokter yang ditanya hanya diam saja tak menjawab pertanyaan Siwon. Diamnya dokter itu membuat Siwon semakin frustasi. Pikiran buruk tentang keadaan istri dan anaknya pun terlintas. Apa mungkin Yoona? Sunny yang menemani dokter dan juga dia yang ikut memeriksa Yoona pun angkat suara.

“Oppa… mianhae. Yoona…”

“Yoona kenapa? Apa yang terjadi? Sunny-ah jawab pertanyaanku! Yoona kenapa? Ada apa dengannya?” tanya Siwon keras.

“Yoona… dia…,”

 

 

 

 

TBC

 

 

 

Annyeong….

Hahaha akhirnya saya kembali lagi membawa ff yang ga tau kapan selesainya ini. Juju raja sebenernya aku ga tau mau dikemanain trus mau diapain niey cerita. Ceritanya menurutku makin ga jelas dan aku juga rada bingung alurnya ini mau kemana tapi karena banyak yang nagih ntah itu lewat sms, twitter, ataupun bbm yang membuat saya pusing akhirnya tak beranikan untuk post chapter ini…

Buat selanjutnya maaf kalo rada terlambat karena saya masih sibuk dan penyakit malas yang selalu kumat jadi….

Tetap berikan comment dan aku minta ide mau diapain lagi ni cerita ff ya…

Please banget kasih ide buatku, okay….

Maaf juga kalau post-nya la to the ma = lama….

Buat Echa / resty yang udah aku repotin buat post ff ini thanks ya J J J

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

397 Komentar

  1. uspita

     /  April 30, 2016

    Chapter 11 kok ga da ?

    Balas
  2. tamana

     /  Juli 13, 2016

    kak, chapt 11 blum publish ka?

    Balas
  3. Lanjutannya donk eonni:’

    Balas
  4. dwisy

     /  Desember 27, 2016

    Tolong jangan bilang yoona keguguran oh my god …. apa yang terjadi 😅😭😅

    Balas
  5. asrikim

     /  Januari 21, 2017

    ff ini kapan lanjutnya ya?dah ditungguin dari 1th yg lalau tapi part 11 blom muncul jg,,padahal lagi seru”nya,,author fighting,kalau ada waktu dan sempet,dilanjutin dong😆dah penasaran banget soalnya,,makasih,,

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: