[OS] Where’s The Promise?

Tittle               : Where’s The Promise?

Author            : Atiqah Zainal

Type                : One Shoot

Twitter            : @ProudBeSiwonest

Main Cast       : Choi Siwon & Im Yoona

Other Cast      : Tiffany Hwang, Jessica Jung, Tn.Choi,Ny.Choi,Tn.Im, Ny.Im & Choi      Sooyoung

Genre              : Sad & Romance

Rating             : PG + 17

Credit Poster : keziagw a.k.a kkezzgw^^ blog http://keziagw.wordpress.com

 

Annyeong Haseyo!^^ Atiqah Zainal imnida.. ini adalah FF perdanaku, aku memang Nited udah lama jadi kepengen bikin FF tentang YW, jadi maaf kalau ceritanya gaje atau alurnya kecepatan tapi aku udah berusaha agar bisa dinikmati oleh pembaca.

Sekedar tau aku selain nited aku juga Siwonest, dan sekarang acc twitter aku udah di follback sama Siwon Oppa bahkan udah pernah DM ke Siwon Oppa kalau aku sangat mendukung Jika punya hubungan khusus dengan Yoona eonnie dan kasih dia liat link YWK kkk~~ tapi gak di bales..

Ok! Gak mau banyak bercuap-cuap langsung saja, this is my First FF!

 

#Happy Reading…

 

 

“Saudara Choi Siwon bersediakah anda, dihadapan TUHAN dan disaksikan oleh sidang jemaat ini, berjanji untuk mencintai dan menghargai, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, di dalam susah maupun senang, wanita di sebelah kanan anda yang sekarang sedang anda pegang? Apakah anda berjanji untuk menempatkan dia sebagai yang utama dari segala hal, menjadi suami yang baik dan beriman, menjadi tempat bergantung bagi dia, dan hanya bagi dia, selama-lamanya hingga akhir hidup anda, Bersediakah anda?”

“Ya, saya bersedia” Ucap Siwon dengan mantap menjawab Ikrar pernikahan yang suci itu.

“Saudari Im Yoona bersediakah anda, dihadapan TUHAN dan disaksikan oleh sidang jemaat ini, berjanji untuk mencintai dan menghargai, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, di dalam susah dan senang, pria di sebelah kanan anda yang sedang anda pegang sekarang? Apakah anda berjanji untuk menempatkan dia sebagai yang utama, menjadi istri yang baik dan beriman, menjadi tempat bergantung bagi dia, dan hanya bagi dia, selama-lamanya hingga akhir hidup anda, Bersediakah anda?”

“Ya, saya bersedia” Yoona lalu menatap Siwon yang sekarang sudah sah menjadi suaminya dengan tersenyum.

“Dan sekarang, sebagai pendeta dari jemaat yang terkasih ini, dihadapan TUHAN dan disaksikan oleh jemaat, Saya mengumumkan anda sebagai suami dan istri, bukan lagi dua melainkan satu, satu dalam perhatian, dalam takdir, dalam kasih, dan dalam hidup, sampai selamanya.”

Yoona mengulurkan tangannya kepada Siwon, ketika Siwon hendak memasangkan Cincin nikah padanya. Siwon lalu memajukan wajahnya tepat di hadapan Yoona  lalu mencium wanita yang sudah sah menjadi istrinya, pendamping hidupnya seperti yang mereka ikrarkan tadi. Begitupun dengan Yoona dia sangat bahagia sekarang setelah melewati perjalan cinta yang sedikit rumit akhirnya merekapun berhasil mengucapkan Ikrar suci pernikahan.

 

 

“Chukkae atas pernikahan kalian Yoong! Aku tidak menyangka ternyata kau mendahului ku.. haha Siwon Oppa memang hebat! Bisa menaklukan hati kau Yoong..” Jessica teman Yoona memberi ucapan selamat sekaligus menggoda temannya itu. “Yak! Jangan begitu aku berharap eonnie pun akan segera menyusulku karena eonnie adalah teman terbaikku yang selalu setia mendengarkan curhatku yang tidak bermutu karena kecemburuan ku pada si Tuan Kuda itu haahaha.. Oupss!” Yoona tertawa terlalu keras sehingga Siwon yang sekarang sudah berstatus sebagai suaminya itu menoleh kearah nya.

“Waeyo?” Tanya Siwon. “Hehehe aniya Oppa,, aku sedang bergurau dengan Sica eonnie iya kan eonnie ?” Yoona meminta persetujuan Sica “Hhe Iya..” Sica yang ditanya Cuma bisa menjawab dengan cengiran khasnya.

Sedangkan disaat Yoona dan Siwon sedang berbahagia disana Tiffany teman akrab Siwon melihatnya dengan hati sakit “Siwon.. harusnya aku yang mendapatkan posisi sebagai istrimu sekarang, kenapa dia? Aku bahkan lebih dulu mengenalmu bahkan disaat pertama kita bertemu aku telah jatuh hati padamu..” Tiffany bergumam dengan sedih

“Chukkae Siwon-ah,  akhirnya kau menikah dengan gadis yang kau cintai.. aku berharap kau tidak melupakan aku nantinya..” Tiffany berkata dengan lirih

“Yak!, mana mungkin aku melupakanmu Fanny.. kau adalah sahabat terbaikku bahkan sebelum aku bertemu dengan istriku ini” Siwon berkata sambil melirik Yoona sedangkan Yoona hanya tersenyum saja menanggapinya.

“Kalu begitu aku pamit dulu.. semoga kalian berbahagia” Tiffany pergi dengan hati hancur karena namja yang dia cintai sekarang telah menjadi milik orang lain. Yoona menatap kepergian Tiffany dengan hati sedih dia tahu Tiffany sahabat suaminya itu mencintai suaminya bahkan dia merasa sedikit bersalah karena dia persahabatan antara Tiffany dan Siwon tidak sehangat dulu sebelum Siwon bertemu dengan dirinya.

 

“Eomma.. Appa kami pamit” Koor YoonWon sebelum berangkat ke Pulau Jeju untuk berbulan madu. “Ne, kalian cepat buatkan kami cucu” Ucap nyonya Choi “Iya kami sudah tidak sabar lagi ingin menimang cucu” Nyonya Im menambahkan “Eommaa..” Yoona malu karena ulah Eomma dan Ibu mertuanya sedangkan Siwon senyum-senyum karena ucapan mereka tadi. “Ya, kalian cepatlah berangkat nanti ketinggalan  pesawat” Tn. Choi menyelamatkan menantunya dari situasi itu “Hati-hati Yoongie-ya,, Siwon-ah jaga putriku yang keras kepala ini baik-baik” Tn.Im menasehati menantunya “Ne Aboenim!” Siwon dengan tegas menjawab sedangkan Yoona kesal dengan ucapan Appanya tadi yang sedikit menyindirnya.

 

Jeju, adalah pulau pilihan mereka pergi berbulan madu karena Yoona yang memintanya sendiri karena menurutnya bulan madu tidak perlu pergi jauh ke luar negeri baginya di Jeju pun tidak buruk bukankah Jeju pulau yang indah bahkan dicatat sebagai warisan dunia.

 

“Ah.. melelahkan sekali, perjalanan dari Seoul ke Jeju saja sudah membuatku lelah bagaimana jika kita memang pergi ke Paris aku tidak bisa membayangkan betapa melelahkan nya harus menunggu berjam-jam di pesawat Oppa..” Yoona terkapar di kasur setibanya meraka di Hotel karena kelelahan “Sayang..kalaupun kau kita pergi ke Paris dan memakan waktu yang lama di pesawat kita kan berdua ada aku di sampingmu yang pastinya tidak akan membuatmu kelelahan” Siwon menggoda istrinya “Yak! Oppa.. kau ini, aku sedang lelah jadi jangan menggodaku”.

 

“Terus kalau aku tidak menggoda istriku yang cantik ini aku harus menggoda yeoja lain begitu?” Siwon makin gencar menggoda Yoona “Oppa.. mana boleh begitu! Aishh kau ini benar-benar, ya sudah aku mau mandi dulu” Yoona beranjak ke kamar mandi. “Ya! Katanya kau lelah mau kubantu memandikanmu?” Siwon hanya tertawa karena berhasil menggoda istrinya. “Lelah ku sudah hilang Oppa,,, karena kelakuanmu itu” Yoona berteriak dari kamar mandi.

Yoona keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono nya lalu mengeringkan rambutnya yang basah. Siwon sempat melirik Yoona sebelum dia masuk ke kamar mandi.

“Oppa apa yaang sedang kau lakukan?” Yoona melihat Siwon duduk di sofa asyik sendiri melihat I-padnya padahal seharusnya Siwon sekarang sedang bersamanya menikmati berdua bulan madunya. “Eoh.. Yoongie-ya, kemarilah lihatlah foto pernikahan kita kau cantik sekali” Yoona menyandarkan kepalanya di pundak Siwon lalu ikut melihat foto-foto pernikahan mereka.

“ Oppa aku kan sudah disini sekarang di sampingmu lalu untuk apa kau hanya melihat fotonya saja, eoh?” Yoona mendongak menatap suaminya. “Yoong kau sedang menggodaku sekarang?” Siwon tersenyum nakal kearah Yoona. “Eoh, menurut Oppa apa?” Yoona mengerlingkan matanya ke arah Siwon. “ Baiklah Yoong! Ayo kita nikmati malam ini bersama, berdua hanya kau dan aku. Kau akan menjadi milikku seutuhnya dan jangan pernah menyesal sayang” Siwon mengangkat Yoona ala Bridal style ke tempat tidur “ Aku tidak akan menyesal Oppa, tidak pernah.. sekarang aku telah menjadi milikmu lakukan apa yang harus kau lakukan” Yoona menatap manik mata Siwon dengan tulus. Siwon lalu mengecup bibir tipis Yoona dengan lembut, Yoonapun membalas ciuman Siwon kemudian mengalungkan tangannya ke leher Siwon seakan tidak mau membiarkan Siwon melepaskannya.

 

Ciuman itu lama kelamaan berubah menjadi panas mengikuti hasrat mereka insan yang sedang di mabuk cinta, Yoona meremas rambut Siwon lalu Siwon pun membuka tali kimono yang dipakai Yoona dengan sekali tarikan baju berbahan satin itu pun terlepas dengan mudahnya dari Yoona memperlihatkan bentuk tubuh Yoona yang indah, Siwon lalu menatap mata Yoona seolah meminta persetujuan Yoona lalu menganggukkan kepalanya tersenyum mengijinkan Siwon. Malam itupun menjadi saksi bisu penyatuan cinta dua insan yang telah berjanji sehidup semati di hadapan Tuhan.

 

 

Matahari pagi menyelinap melalaui celah yang mengusik tidur Yoona, karena Siwon telah bangun  lebih dulu dan melakukan lari pagi menikmati udara segar pagi itu. Yoona terbangun dan tidak mendapati Siwon di tempat tidurnya ia merasakan tubuhnya pada sakit terutama di bagian bawahnya, Yoona lalu beranjak ke kamar mandi membasuh diri lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian santai.

“Sayang, apa yang sedang kau lakukan?” Yoona terkejut mendapati Siwon telah datang dan memeluknya dari belakang. “Eoh,, aku sedang membereskan kekacauan yang telah kita lakukan semalam” Jawab Yoona melepaskan pelukan Siwon lalu membereskan tempat tidur. “ Kekacauan?” Siwon mengernyit pura-pura tidak mengerti “ Aishh Oppa sudah lah,,, kau ini pergi mandi sana kau bahkan belum mandi seenaknya saja memelukku yang sudah wangi ini”. “Shirreo!, aku masih ingin memelukmu”.

 

 

Siwon melanjutkan aksinya yang tadi lalu menghirup aroma tubuh Yoona yang wangi membuat si pemilik tubuh bergidik. “Yak! Oppa mandi sana dulu setelah itu baru boleh memelukku dan mencium aku sepuas hatimu”. “Jinjja?! Beri aku morning kiss dulu baru aku akan mandi” Siwon menunjuk ke arah bibirnya “Shirreo! Oppa kau belum mandi dan menggosok gigimu” Tolak Yoona “Kau ini pelit sekali dengan suamimu..” Siwon mengambil handuknya lalu mencuri morning kiss nya dari Yoona “ Yak! Oppa..” Siwon tertawa karena berhasil menggoda Yoona. “ Wae? Kau mau kucium lagi..?” Siwon menggoda yoona lalu cepat-cepat masuk kekamar mandi menghindari omelan Yoona karena kelakuannya itu.

 

 

Siwon mengajak Yoona jalan-jalan hari ini menikmati bulan madu mereka, sikap Siwon yang romantis dan suka membuat kejutan adalah hal yang manis bagi Yoona. Siwon sangat menyayangi Yoona bahkan perjuangan yang dilakukan untuk mendapatkan wanita pujaaan hatinya itupun tidak mudah.

 

 

 

 

“Oppa! Kau sedang memikirkan apa?” teriakan yoona mengagetkan Siwon “Eoh,, kau mengagetkan Oppa saja. Oppa sedang mengingat kenangan disaat Oppa berusaha mendapatkan mu dari Si Ikan itu ternyata kau bukan sembarangan gadis yang mudah untuk ditaklukan” Siwon mengingat kembali kenangan nya dulu “Itulah makanya Oppa, Oppa tidak boleh menyia-nyiakan aku. Aku bahkan merasa bersalah telah meninggalkan Donghae Oppa tanpa salah apapun saat itu.. Keundae Oppa berjanji kan akan tetapa mencintaiku bahkan sampai aku tua nanti? Oppa berjanji kan tidak akan melupakan aku apapun yang terjadi?”. “ Sayang, kau bicara apa? Tentu saja Oppa akan mencintaimu walaupun kau tua nanti, Lagi pula untuk apa Oppa meninggalkan mu yang telah susah payah Oppa dapatkan?” Siwon heran dengan pertanyaan yang Yoona berikan. “ Ya tidak apa-apa aku hanya ingin memastikan saja dan membuat janji denganku.. yakso?” Yoona mengaitkan kelingking nya di kelingking Siwon “Yakso!” jawab Siwon.

 

 

 

 

Dua minggu berbulan madu, Yoona dan Siwon pulang ke Seoul dan lebih memilih tinggal di rumah sendiri. Ya, Siwon telah menyiapkan rumah untuk mereka berdua tempati sebelum menikah. Yaitu Terletak di lereng gunung yang megah dan indah, Mt. Bukhan Pyeongchang-dong, daerah perumahan khusus yang juga disebut Beverly Hills Korea dan juga perumahan warga asing di Seoul. Beverly Hills Amerika versi Korea ini ditinggali oleh orang-orang sukses temasuk politisi, pengusaha, seniman, dan lainnya. Diantara mereka terdapat juga warga asing termasuk diplomat dan eksekutif bisnis.

 

 

 

 

“Yoong, tolong pasangkan dasi Oppa?” Siwon menghampiri Yoona yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka di dapur. “Aigoo kenapa suamiku manja sekali..eoh? bahkan hal sekecil ini pun meminta bantuan ku ckck..” Yoona beralih dari masakannya lalu mulai memasangkan dasi Siwon “Bermanja-manja dengan istriku kan tidak apa-apa? Apa kau mau suamimu yang tampan ini bermanja-manja dengan sekretarisnya?” Siwon menggoda istrinya “Oppa.. awas kalau berani macam-macam dengan sekretarismu yang genit itu!”

 

Yoona lalu beralih ke masakan nya lagi setelah selesai memasangkan dasi Siwon. “Tentu saja tidak istriku sayang, mana mungkin aku selingkuh sedangkan aku mempunyai yang sangat cantik seperti bidadari ini..” Siwon mengecup leher Yoona sambil memeluknya dari belakang. Yoona tersipu-sipu karena ucapan Siwon tentangnya.

“Oppa pergi dulu Yoong..” Siwon mengecup bibir Yoona kemudian berangkat ke Kantor “Annyeong, Hati-hati ne..”.Yoona kemudian masuk dan melanjutkan aktifitasnya sekarang sebagai ibu rumah tangga.

 

Tiba-tiba Yoona merasakan kepalanya pusing dan ingin muntah lalu berlari ke westafel. “ueekk. Uek” Yoona memuntahkan makanan yang dimakan tadi.

 

“Omo! Yoona-ya kau kenapa sayang?” Ny. Choi yang baru saja datang khawatir melihat menantunya. “Eommonim kapan datang? Molla.. rasanya kepalaku pusing dan ingin muntah” Yoona berjalan sempoyongan menyapa mertuanya. “Baru saja,, Gwaenchana? Aigoo.. apa yang dilakukan putraku  istrinya sakit begini,dimana suaminu Yoong?” Ny. Choi terlihat kesal.

 

 

“Aniyo eommonim.. Siwon Oppa tidak salah aku bahkan baru saja mengalaminya dia belum tau eommonim” Yoona menjelaskan pada mertuanya.

“Omo! Sesange,, jangan-jangan kau hamil Yoong?” Ny. Choi terlihat antusias sekali “Hamil?” tanya Yoona “Ne, kau mungkin saja hamil Yoong karena menurut gejala yang kau alami hampir sama dengan gejala orang pada awal kehamilan sayang” Ny. Choi menjelaskan hal tersebut pada menantunya.

 

 

“ Haidku bulan ini memang telat,, ini sudah dua minggu eommonim?” Yoona mengingat kapan terkahir kali dia haid. “Jinjjayo?! Kalau begitu ayo kita periksa untuk memastikan nya kajja!” Ny. Choi mengajak menantunya pergi untuk memastikan kebenarannya.

 

 

 

Yoona dan Ny.Choi sangat bahagia mendengar dokter Kim menjelaskan. “Chukkae,, Nyonya anda positif hamil, usia kandungan anda berjalan dua minggu saya harap anda dapat menjaga kesehatan anda dengan baik karena ini juga ikut mempengaruhi kondisi janin anda” Dokter Kim menjelaskan pada Yoona dan Ny. Choi

“ Jinjjayo?!” Ny. Choi terlihat sangat bahagia “Ne..” Dokter Kim tersenyum melihat ekspresi Ny. Choi. “Eommonim.. aku hamil eommonim..” Yoona menagis bahagia karena akhirnya dia kan menjadi seorang ibu. “Ne, sayang cepat beritahu suamimu agar dia senang mendengar berita bahagia ini” “Aniyo eommonim.. nanti saja” Yoona ingin membuat kejutan untuk Siwon.

 

 

 

Di rumah, Yoona senyum-senyum sendiri mengingat dia akan menjadi seorang ibu sebentar lagi dan Siwon akan menjadi seorang ayah. Akan ada bayi di rumahnya pasti menyenangkan sekali, pikir Yoona. Yoona menunggu kepulangan Siwon, hari masih sore biasanya Siwon akan pulang malam tapi Yoona sudah tidak sabar lagi ingin mengatakan kepada Siwon tentang kehamilannya.

 

Akhirnya Yoona memutuskan untuk menelpon Siwon “ Yoboseo.. Sayang ada apa?” Siwon mengangkat telepon dari istrinya “ Oppa .. apa kau masih lama?” tanya Yoona “ eoh, kenapa kau bertanya seperti itu? Oppa akan pulang seperti biasanya apa kau lupa sayang?” Siwon menjawab lembut pertanyaan istrinya. “Oppa aku ingin mengatakan sesuatu padamu, sebenarnya aku ingin mengatakan di rumah saja nanti tapi Oppa masih lama..” “ Waeyo? Kenapa tidak mengatakan disini saja?” Siwon bingung. “Oppa..Sebenarnya.. AKU HAMIL Oppa” Kata Yoona dengan semangat..

 

 

 

“Ne? Kau hamil? Jinjjayo?!” Siwon bertanya memastikan “ Ne, Oppa tadi aku dan eommonim memeriksakannya pada Dokter Kim dan dia mengatakan kalau aku hamil dan sekarang usia kandunganku sudah berjalan dua minggu” Yoona sangat antusias menjelaskannya pada Siwon. “Yoong,, Oppa akan pulang sekarang juga Oppa sangat senang mendengarnya. Tunggu Oppa Yoong” Siwon membereskan meja kerjanya dan bergegas pulang dia sudah tidak sabar ingin bertemu Yoona dia sangat mendengar berita tersebut.

 

“Sajangnim! Anda akan pulang?” tanya Sooyoung sekretaris Siwon. “Ne,, aku ingin bertemu dengan istriku segera” Siwon terlihat gembira “ Waeyo? Bukankah anda tiap hari bertemu istri anda?  Upps.. Mianhae Sajangnim saya terlalu lancang menanyakan hal-hal pribadi anda” Sooyoung merasa tidak enak karena telah berani menanyakan tentang hal-hal pribadi boss nya itu. “Ani.. tidak apa-apa, aku tidak sabar bertemu dengan istriku segera karena dia baru saja menelepon, mengatakan dia hamil aku sangat senang mendengar berita itu dan tidak sabar bertemu dengan istriku segera”.

 

“Oo.. Geuraeyo? Chukkaeyo Sajangnim! Sebentar lagi anda kan menjadi seorang Ayah, sampaikan ucapan selamat untuk istri anda juga Sajangnim” Sooyoung terlihat tidak ikhlas  mengucapkan nya karena pada dasarnya dia menyukai Bossnya. “Ne.. kalau begitu aku pergi dulu Sooyoung-ssi.” Siwon melangkah pergi meninggalkan Sooyoung “Heuh.. kalau begini hancur sudah harapan ku untuk memiliki Sajangnim” gumam Sooyoung.

Siwon mengemudi dengan kecepatan tinggi dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Yoona, Yoona merasa Siwon terlalu lama karena tadi dia akan mengatakan pulang cepat lalu menelepon nya lagi. “Ya sayang,, sekarang aku dalam perjalanan menuju rumah kau tunggu aku ya 5 menit lagi aku sampai…”

 

 

Tiba-tiba mobil truk besar menyalip mobil Siwon tapi rupanya si pengemudi tidak melihat mobil di depannya mobil truk tadi menghindari tabrakan dengan mobil didepannya lalu bergeser ke samping sehingga menggeser mobil Siwon kecelakaan pun tak terelakkan. Terdengar bunyi dentuman keras akibat kecelakaan tadi “ Oppa.. Oppa! kau tidak apa-apa.. “ Yoona khawatir karena mendengar suara keras tadi “ Oppa!.. jawab aku kau tidak apa-apa?!..” Yoona semakin khawatir dan menangis.

 

 

 

Yoona shock mendapat telepon dari pihak rumah sakit yang mengatakan bahwa Siwon kecelakaan. Yoona langsung menuju ke Rumah Sakit disana Ibu & Ayah mertuanya sudah menunggu.. “Eommonim dimana Siwon Oppa?! Dimana Siwon Oppa?” Yoona sangat panik “Yoongie-ya, sayang tenanglah Siwon sedang ditangani oleh dokter” Ny. Choi berusaha menenangkan menantunya.

 

 

 

 

“ Eomma.. aku tidak mau kehilangan Siwon eomma” Yoona langsung menangis ketika eomma dan appa nya datang. “Ne, sayang tenanglah! Berdoa’alah agar Suamimu baik-baik saja” Ny. Im menenangkan putrinya.

 

Dua Jam kemudian dokter keluar dari ruangan, Yoona langsung memberondong dokter tersebut “Dokter, bagaiamana keadaan suami saya? Dia baik-baik saja kan? Dia tidak apa-apa kan?” Yoona menanyakan secara beruntun. “Ne, anda tenanglah nyonya suami anda sudah berhasil melewati masa kritisnya, mungkin dalam 5 hari kedepan dia akan sadar” dokter tersebut menjelaskan pada Yoona.

 

 

 

Yoona dengan setia merawat Siwon, dia bahkan tidak pulang demi merawat dan menunggu kesembuhan suaminya. “Oppa.. sadarlah kumohon, Oppa sudah lupakah Oppa  pada janjimu untuk bersamaku eoh? Yoona berbicara pada Siwon sambil menangis.

 

“Yoong,, pulanglah istirahat ingat janin yang ada di dalam kandunganmu kau tidak boleh egois sayang biar eomma yang menjaga Siwon” Ny.Choi membujuk menantunya. “Tapi Eommonim..” Yoona ingin menolak “Ssttt.. tidak apa-apa biar eommonim yang menjaganya kau pulanglah nanti bila Siwon sudah sadar eommonim akan segara menghubungimu.. arra?” “N..ne eommonim..”

 

 

Yoona seakan tidak rela meninggalkan Siwon yang terbaring tak berdaya dia sangat sedih melihat suaminya andai saja dia tidak mendesak suaminya pulang mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini.

 

Sudah 4 hari tapi Siwon tidak menunjukkan tanda-tanda akan sadar, Yoona tidak tega melihat kondisi suaminya yang seperti ini dia semakin merasa bersalah. Yoona keluar pergi membeli makanan karena dari tadi dia belum makan kebetulan mertuanya datang jadi ada yang menjaga Siwon.

 

Tak berapa lama Yoona keluar tiba-tiba jari tangan Siwon bergerak sedikit demi sedikit lalu perlahan dia membuka kedua matanya. “Siwon..  Siwon, nak kau sudah sadar?” Ny.Choi langsung menggenggam tangan putranya “ Eomma,, aku dimana? Aku kenapa?” Siwon bingung dengan keadaannya sendiri. “Siwon kau mengalami kecelakaan 4 Hari yang lalu dalam perjalanan pulang kerumah dari kantor, kau tidak ingat?” tanya Ny.Choi “Aniy..” Siwon mengerinyit sambil menggeleng.

 

“Oppa sudah sadar?! Jinjjayo eommonim” Yoona terlihat sangat senang ketika mertuanya mengatakan bahwa Siwon sudah sadar. “Ne, Yoongie-ya! Temuilah dia sekarang dia pasti merindukanmu” Ny.Choi menyuruh Yoona untuk menemui Siwon.

 

“Oppa.. Oppa syukurlah kau sudah sadar aku sangat merindukanmu Oppa, Oppa aku minta maaf karena aku Oppa mengalami kecelakaan kalau sampai terjadi sesutau yang buruk padamu aku tidak akan memaafkan diriku sendiri” Yoona memeluk dan mencium suaminya menangis bahagia karena akhirnya Tuhan menjawab do’anya.

 

“Nuguseyo? Eomma siapa gadis ini kenapa dia tiba-tiba memeluk dan menciumku sembarangan?” Siwon bingung dan bertanya pada eommanya. Yoona dan Ny.Choi sangat terkejut dengan pertanyaan Siwon “Siwon-ah! Nak, apa maksudmu siapa gadis ini? Ini Yoona, Won-ah! Istrimu” Ny.Choi berusaha menjelaskan kepada Siwon walaupun dia sedikit heran. “Oppa,, Oppa kau kenapa? Oppa berhentilah menggodaku ini bukan waktu yang tepat untuk itu?” Yoona menanganggap Siwon sedang menggodanya.

“Aku serius Eomma gadis ini siapa? Istriku? Andwae,, eomma aku belum menikah dan lagi pula aku sama sekali tidak mengenali siapa dia..” Siwon semakin bingung dengan penjelasan yang Eommanya berikan. “Omona! Siwon-ah, kau benar-benar tidak mengenali siapa Yoona? Siwon apa yang terjadi padamu nak? Sebaiknya kau cepat panggil dokter sekarang Yoong!” Ny.Choi menyuruh menantunya segera memanggil dokter.

 

Yoona seakan tidak percaya mendengar penjelasan yang diberikan oleh dokter “Maaf,, dengan berat hati saya mengatakan bahwa suami anda mengalami kehilangan sebagian dari ingatannya dia tidak sepenuhnya hilang ingatan, tetapi dia masih bisa mengingat siapa dia, siapa keluarganya dia hanya kehilangan ingatan disaat 5 tahun sebelum usianya yang sekarang, itu hasil dari pemeriksaan saya terhadap suami anda Nyonya..”.

“Jadi, maksud anda suami saya kehilangan ingatan disaat pertama kali dia mengenal saya? Sehingga dia tidak ingat bahwa aku adalah istrinya, begitu?” Tanya Yoona limbung.. “Ya, besar kemungkinan seperti itu Nyonya, tapi anda tidak perlu khawatir selama anda mau mambantu dia mendapatklan kembali ingatan dia, dia akan mendapatkannya kembali tapi itu semua butuh proses yang cukup lama Nyonya”.

Yoona menangis mendapati kenyataan yang begitu menyakitkan baginya, bagaimana tidak? Suaminya sendiri tidak mengenali dirinya. Yoona mengelus perutnya mengajak janin yang masih kecil itu berbicara “Aegy-ya.. Appamu sudah melupakan eomma, appamu tidak ingat siapa eomma. Aegy-ya apa yang harus eomma lakukan eoh? Eomma sangat mencintai dan menyayangi appamu, eomma tidak mau apppamu meninggalkan kita nantinya.. sekarang saja Appamu menganggap eomma benar-benar seperti orang asing yang belum pernah dikenalnya sama sekali..” Yoona menangis bercucuran air mata disaat dia akan mulai merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya namun kekuatan cintanya dan Siwon harus diuji.

 

 

Tiffany mendengar tentang kabar Yoona dan Siwon datang menjenguk sahabatnya itu. “Annyeong Yoona-ya! Siwon-ah,,” Tiffany menjenguk ke ruangan Siwon “Fanny-ah! Kau datang” ucap Siwon. “Eh.. Ne Siwon-ah..” jawab Tiffany kikuk. Sedangkan Yoona hanya terpana melihat Siwon mengenali Tiffany dan bahkan dengan akrabnya dia menyapanya.

“Kenapa kau baru datang, eoh? Kau ini tega sekali baru sekarang datang menjenguk ku sahabat macam apa kau ini?” Canda Siwon dengan akrabnya dengan Tiffany “hhe Mianhe Won-ah, aku baru sempat datang menjengukmu kau kan tau sekali jadwal ku sebagai model sibuk sekali” Tiffany menjelaskan semuanya “Ah.. ne aku baru tau sahabat ku yang cantik ini seorang model..” Yoona mencelos mendengar percakapan antara Tiffany dan Siwon tidak ada kecanggungan sama sekali.

Yoona memilih pergi meninggalkan mereka berdua dengan berurai air mata dari pada lama-lama berada disana dengan pemandangan yang cukup membuat hatinya menjadi sakit. Ny.Choi yang baru datang melihat menantunya langsung menegur Yoona “Yoongie-ya, kau kenapa sayang?”. “Eommonim aku tidak tahan melihat pemandangan didalam sana, aku bisa terima jika Oppa tidak mengingat siapa aku tapi aku tidak bisa melihat suamiku begitu dengan perempuan lain eommonim” Yoona pergi meninggalkan Ny.Choi yang belum bisa sepenuhnya maksud ucapan menanntunya itu.

Ny.Choi melihat dari pintu Siwon tertawa riang bersama Tiffany sahabat lamanya yang bahkan sebelum Siwon mengenal Yoona. Ny.Choi baru mengerti maksud dari ucapan Yoona, Ny.Choi menitikkan air mata mengingat perasaan menantunya yang pasti sakit menerima kenyataan ini.

 

Yoona memilih tinggal bersama Orang tuanya dan tidak menjenguk Siwon, karena dia tahu jika dia kesana dia akan mendapatkan lagi pemandangan yang membuat hatinya sakit. Ny. Im mendapati putrinya sedang duduk termenung di tepi kolam renang “Yoongie-ya, tidak baik melamun sendiri begini sayang, lebih baik kau menjenguk keadaan suamimu di rumah sakit eomma tau ini pasti sangat sakit untukmu tapi Yoona yang eomma kenal bukan seperti ini dia akan menghadapi masalahnya bukan menghindari dan putus asa” Ny. Im menasehati putrinya sambil mengelus kepalanya.

“Tapi, eomma Yoona tidak tau apa yang harus Yoona lakukan semuanya berubah eomma, Siwon tidak ingat siapa aku? Belum lagi melihat keakraban Tiffany dan Siwon oppa, hatiku menjadi sakit eomma” Yoona menangis menjelaskan kepedihannya kepada eommanya. Ny.Im merangkul putrinya, dia sendiri sedih melihat putrinya disaat dia seharusnya dimanja oleh suaminya karena kondisinya yang sedang hamil muda tapi dia harus berjuang melawan takdir cintanya yang begitu rumit. “Sayang terkadang Cinta itu butuh kesabaran..” Ucap Ny.Im mengibur putrinya.

 

“Yoboseo Yoongie-ya, kau dimana sekarang nak? Hari ini suamimu sudah diijinkan pulang eomma menunggumu disini jemputlah Siwon bawa dia kerumah kalian, ne?” Ny.Choi menelepon menantunya menyuruh Yoona membawa pulang Siwon. “Ne, Eommonim aku akan segera sampai” jawab Yoona. Yoona harus kuat dia tidak akan menyerah dengan takdir cintanya, tekad Yoona.

 

“Annyeong haseyo eommonim,aboenim, annyeong haseyo Siwon Oppa” Sapa Yoona ketika dia baru sampai disana sudah ada Tn dan Ny.Choi menunggu “Ne, annyeong haseyo Yoona-ya” Jawab Tn & Ny.Choi sedangkan Siwon hanya diam menatap kedatangan Yoona. “Siwon-ah hari ini kau sudah dijinkan pulang, kau akan pulang kerumahmu bersama istrimu” Tn Choi menjelaskan pada Siwon.

“Tapi, kenapa harus dengan wanita ini aku bisa pulang bersama Tiffany lagipula aku sudah meneleponnya tadi” Siwon menolak

Tak lama kemudian Tiffany datang “Annyeong haseyo” Tiffany datang menyapa semuanya “Itu Tiffany sudah datang, kajja Fanny-ah! Antar aku pulang” Siwon menarik lengan Fanny. Yoona yang melihatnya hanya diam walaupun hatinya sakit diperlakukan Siwon seperti itu. “Siwon-ah! Kau pulang kerumahmu bukan ke Rumah appa dan eomma jadi kau harus pulang bersama Yoona” Tegas Tn.Choi melihat sikap Siwon yang seenaknya dia juga jadi kasihan melihat menantunya harus mengalami nasib seperti ini.

“Ah, Ne Siwon-ah lebih baik kau pulang bersama Yoona kerumah kalian karena aku tidak tau dimana rumah kalian” Tiffany menjadi tidak enak dengan Yoona. “Gwenchana jika Siwon Oppa ingin diantar Tiffany aku bisa pulang sendiri, nanti biar mereka menyusul dibelakangku” Jawab Yoona sambil berlalu pergi karena air matanya sudah tidak tahan ingin keluar.

 

Yoona mempersilahkan Tiffany dan Siwon masuk, ketika masuk kedalam rumah mereka Siwon melihat foto pernikahannya yang mesra terpajang besar di dinding rumah. Siwon sedang mencium pipi Yoona sedangkan Yoona tertawa bahagia. “Ah itu foto pernikahan kita, kita menikah dua bulan yang lalu” Jelas Yoona sambil tersenyum melihat foto pernikahan mereka. Setelah lama mengobrol Tiffany pamit pulang, Yoona sangat bersyukur dengan demikian dia tidak perlu lama merasakan sakit ketika melihat pemandangan yang bahkan hampir terkesan mesra antara suaminya dengan Tiffany.

Siwon masuk kamar dan melihat Yoona memakai handuk kimono sedang duduk sambil mengeringkan rambutnya, Yoona senagaja memakai handuk kimono saat malam pertamanya bersama Siwon dia berharap Siwon bisa perlahan mengingat kenangan tentang mereka.

“Yoona-ssi..” Panggil Siwon kepada Yoona. “Ne.. waeyo Oppa” jawab Yoona lembut. “Bisa tunjukkan padaku dimana kamar tamu?” tanya Siwon, pertanyaan Siwon lagi-lagi membuat hati istrinya mencelos dengan sabar Yoona menjawab pertanyaan Siwon “Disana Oppa..” jawab Yoona sambil menunjuk ke seberang kamar mereka.

 

Yoona menyiapkan sarapan untuk mereka pagi ini, tapi dia tidak melihat suaminya. Yoona lalu pergi mencari Siwon mengajaknya sarapan bersama, Yoona mencari suaminya di taman belakang rumahnya ternyata benar Siwon ada disana namun Yoona urung ketika akan memanggil suaminya karena dia melihat Tiffany juga ada disana sedang asyik mengobrol dengan Siwon. Pemandangan inilah yang ingin Yoona hindari, hatinya sakit bila melihat Siwon bersama dengan Tiffany karena notabennya Tiffany sendiri adalah satu-satunya teman wanita Siwon yang sangat akrab dengannya sebelum menikah, sebelum Siwon mengenal seorang Im Yoona yang sekarang adalah istrinya yang sah.

Cukup lama mereka mengobrol akhirnya Yoona pun ikut bergabung disana “Annyeong.. ada Tiffany rupanya kenapa tidak diajak kedalam Oppa?” Yoona berbasa-basi membuka pembicaraan,namun yang ditanya hanya diam dan melanjutkan obrolannya bersama Tiffany. Yoona pun maklum dengan kondisi suaminya yang sekarang ini, dia harus banyak bersabar demi kesembuhan suaminya.

“Yoona-ssi, kalau kau tidak keberatan aku meminta Siwon mengantarku ke jadwal pemotretan nanti karena lokasinya berada jauh dari Seoul?” Tiffany membuka pembicaraan dengan Yoona. “Dia tidak akan keberatan Fanny-ah, lagipula kau tidak perlu meminta ijin padanya tentang hidupku dan tidak punya hak tentang hal itu” Ucap Siwon kepada Tiffany, Yoona mendongak tercekat mendengar ucapan Siwon yang begitu menyakitkan. “Oppa, apa maksud ucapanmu itu? Aku ini istrimu jadi aku punya hak untukmu..” Yoona berusaha menjawab ucapan Siwon dengan tegar.

“Lupakan saja, aku bahkan tidak tahu dan tidak ingat siapa dirimu, apakah kau benar-benar istriku”Balas Siwon dingin, Yoona hanya diam lalu pergi sambil berkata dengan lirih “Ne, aku tidak keberatan Fanny-ssi..”

Ini sudah 5 bulan Yoona menjalani hidupnya dengan tekanan batin yang menyakitkan dari suaminya, namun dia berusaha tegar dan kuat demi bayi yang ada dalam kandungannya buah cinta dia dan suaminya walaupun sekarang suaminya sudah lupa tentang mereka, tentang janji yang telah dia ucapkan di hadapan “Tuhan” . Yoona maklum dan bersabar dengan kondisi Siwon saat ini bagaimanapun ini bukan kesalahan Siwon sepenuhnya. Dia yakin Tuhan pasti akan memberikan kesembuhan kepada suaminya.

“Oppa, bisa antarkan aku belanja? Aku ingin membeli peralatan untuk bayi kita?” Yoona bertanya pelan kepada Siwon. “Kau bisa pergi sendiri kan. Kau kan bisa menyetir kenapa harus meminta bantuanku aku sedang sibuk jadi tidak bisa, kau pergi sendiri saja!” Jawab Siwon dingin. “Oppa.. salahkah aku meminta bantuan kepada sumiku sendiri? Aku hanya ingin seperti ibu hamil lainnya yang diperhatikan suaminya? Lagipula aku sedang mengandung anakmu Oppa..” balas Yoona sesak.

“Kalau begitu kita cerai saja! Lagipula apa kau tidak tersiksa dengan sikapku yang seperti ini? Aku selalu mengabaikanmu, aku selalu menyakiti perasaanmu dan membuatmu menangis!” Bentak Siwon. “Oppa? Sadarkah apa yang telah Oppa katakan, Cerai..? Oppa pikir pernikahan ini main-main eoh? Kita telah berjanji dihadapan tuhan dan para jemaat, Oppa.. dengarkan aku bisa terima jika Oppa melupakan aku, mengabaikan aku, menyakiti aku tapi aku tidak bisa.. hikss aku tidak bisa mengingkari Janji yang telah kita buat Oppaa..” Yoona menangis berbicara pada Siwon dia tidak menyangka Siwon akan mengatakan hal itu.

“Dengar Yoona-ssi! Aku bahkan tidak tahu dan tidak ingat apapun tentangmu dan itu cukup membuatku bingung dan tersiksa karena kau terus berusaha agar aku mendapatkan kembali ingatan itu!” Siwon berteriak frustasi “aku tidak mau menyakitimu lebih lama lagi dengan sikapku ini jadi lebih baik kita bercerai..” Tambah Siwon lirih.

Yoona menggeleng tidak percaya “Shirreo! Aku tidak mau Oppa! Aku kan berjuang untuk ini, Oppa.. Apakah kau sudah lupa janjimu? Kau mengatakan akan tetap mencintaiku sampai tua nanti, Kau tidak akan meninggalkanku apapun yang terjadi.. arra?! Kau sudah lupa eoh?” Yoona pergi mengambil kunci mobil pergi meninggalkan Siwon yang termenung dengan ucapan Yoona tadi. “Benarkah aku berjanji seperti itu padamu Yoona-ssi?” Gumamnya berusaha mengingat memorinya tentang itu.

Yoona pergi ke Coffe shop bertemu dengan temannya Jessica. “Yoongie-ya, ada apa? Kau ada masalah dengan suamimu?” Jessica khawatir ketika melihat Yoona hanya diam saja tidak berbicara apa-apa. “Eonnie.. hikss..hikss aku sudah tidak tahan dengan sikap Siwon Oppa padaku, aku sangat tersiksa eonnie tadi bahkan dia mengajak ku untuk bercerai..” Yoona menjelaskan masalahnya pada Jessica “Mwo?! Bercerai?” Jessica terkejut dengan ucapan Yoona “Ne,, aku sangat sedih eonnie kenapa Tuhan memberikan ujian yang sangat sulit padaku, aku tidak mau kehilangan Siwon.. aku sangat mencintainya, dia bahkan sudah melupakan janjinya..” Yoona menangis terisak meratapi takdir cintanya yang begitu malang.

“Yoongie-ya kau harus bersabar menghadapi suamimu kau kan tau sendiri bagaimana kondisi suamimu sekarang? Kau harus berjuang Yoona-ya! Eonnie yakin kau pasti bisa. Sekarang kau pulanglah tidak baik ibu hamil pulang terlalu malam, ne?” Jessica tersenyum tulus menasehati Sahabatnya yang sangat ia sayangi. Yoona mendongak menatap Jessica tersenyum getir “Ne.. gomawo eonnie, aku pulang dulu” Yoona berlalu pergi meninggalkan Jessica. “Ne hati-hati Yoongie-ya!” balas Jessica melambaikan tangannya. Jessica menatap getir sahabat sekaligus dongsaeng yang sangat ia sayangi itu.

 

Tiffany datang berkunjung kerumah Siwon, tapi dia tidak melihat keberadaan Siwon. Lalu masuk ke ruang tamu dia terkejut melihat Siwon yang kesakitan berusaha meraih obatnya diatas meja “Siwon-ah! Kau kenapa?” Tiffany panik melihat kondisi Siwon “ Fanny-ah, tolong ambilkan obatku di atas meja.. palli!” Siwon berteriak tercekat. Tiffany lalu memberikan kepada Siwon, setelah Siwon menelan obat itu dia merasa lebih baikan “Gomawo fanny..” Tiffany membantu memapah Siwon berjalan menuju Sofa dan membaringkan Siwon disana.

 

 

 

 

“Apa yang sedang kalian lakukan berdua?!” teriakan Yoona membuat Siwon dan Tiffany terkejut, Posisi Tiffany dan Siwon sekarang memang cukup membuat Yoona salah faham tentang yang sebenarnya yang terjadi. “Yoona-ssi.. ini tidak seperti yang kau pikirkan” Tiffany berusaha menjelaskan pada Yoona. “Pergi! Pergi kau dari sini!” Yoona mengusir Tiffany keluar. “Yoona apa yang kau lakukan?! Mengapa kau mengusir Tiffany keluar?!” Siwon marah kepada istrinya “Oh.. jadi kau membela wanita itu daripada istrimu? Oh ya maaf aku lupa bahwa kau lupa aku adalah istrimu! Bagimu wanita itulah yang terbaik dan selalu ada untukmu.  Baik, kau berhasil Oppa! Aku kalah kau boleh menceraikan aku sekarang, aku saja yang bodoh sudah jelas yang aku pertahankan dan aku perjuangkan masa bodoh sendiri! Aku akan pergi oppa.. hiduplah lebih baik semoga kau bahagia!” Yoona pergi meninggalkan Siwon dengan berurai air mata.

 

Siwon terdiam, apakah dia benar-benar keterlaluan terhadap Yoona sehingga wanita itu menjadi sangat terluka denga sikapnya. Tiba-tiba kepala Siwon sakit kembali dia berusaha mengambil obatnya namun ketika dia berhasil Siwon jatuh dan pingsan.

 

Yoona mengendarai mobilnya menuju rumahnya dia tidak berhenti menangis hatinya sangat sedih, dia benar-benar terluka dengan sikap Siwon kepadanya.

 

“Yoongie-ya, ada apa sayang?” Ny.Im dan Tn.Im terkejut melihat putrinya pulang dengan mata sembab “Eomma.. Appa.. aku memlih berpisah dengan Siwon Oppa, aku sudah tidak tahan lagi dengan sikap Siwon Oppa..” Yoona kembali menangis menjelaskan kepada orang tuanya dia berjalan menuju kamarnya lalu menutup pintunya.

 

 

“Yoongie-ya,, jelaskan pada eomma dan appa apa yang sebenarnya terjadi?” Ny.Im membujuk putrinya. Namun Yoona hanya diam menatap kedalam kolam “Yoongie-ya, bagaimana bisa kau memilih bercerai dengan Siwon sebesar apapun masalahnya pasti ada solusinya sayang” Ny.Im berusaha membujuk putrinya “Masalahnya Siwon Oppa tidak mencintaiku lagi eomma, dia sudah lupa siapa aku dan bahkan menganggap seperti orang asing yang sangat ia benci..” Yoona menatap lurus kedepan dengan tatapn kosong.

 

“Eomma kurasa besok aku akan berangkat saja meninggalkan Korea, disini juga tidak ada yang aku kerjakan, aku akan ke Paris, butuh waktu menenangkan pikiranku.. “Lanjut Yoona. “Kau serius Yoong? Bagaimana dengan kondisimu yang sekarang ini? Kau sedang hamil Yoong lagipula kau belum resmi bercerai dengan suamimu?” Ny.Im khawatir dengan keputusan yang diambil putrinya itu. “Bagaimana dengan Siwon..?” lanjut Ny.Im “Siwon sudah ada Tiffany disisinya kami akan menjalani hidup masing-masing eomma itu yang aku  putuskan bersama Siwon kemarin..”

 

Paginya Siwon tersadar dari pingsannya sekaligus mendapatkan kembali ingatannya bersama Yoona “Kenapa aku tidur dilantai? Kepalaku agak sedikit pusing” Siwon berjalan terseok-seok menuju kamar tapi dia tidak melihat Yoona “Sayang,, sayang!”Siwon memanggil Yoona namun tak ada jawaban. Siwon mengitari rumahnya namun dia tidak menemukan istrinya.

Siwon lalu memutuskan menelepon mertuanya”Yobose.. eommonim apakah Yoona ada dirumah? Dia tidak ada disini?”Tanya Siwon sopan “Siwon,, bukankah kalian sudah memutuskan berpisah? Yoona sudah berangkat 5 menit yang lalu ke bandara dia kan berangkat ke Paris pesawatnya akan terbang 30 menit lagi” Ny.Im menjelaskan walaupun agak sedikit bingung dengan perubahan Siwon “Ne?” Jawab Siwon bingung tiba-tiba keplanya menjadi sakit dan ingatan saat dia  menyakiti Yoona mucul berkelabat di kepalanya.

 

“Omo! Yoona akan berangkat ke Paris?” tanya Siwon memastikan “Ne..” Jawab Ny.Im “kalau begitu aku tutup dulu teleponnya eommonim” Siwon menutup teleponnya dan langsung menyambar kunci mobil menyusul Yoona ke bandara.

 

15 menit kemudian Siwon sampai dia langsung berlari panik mencari Yoona “Yoona-ya! Yoona! “ Siwon berlari mencari istrinya.

Kemudian Siwon melihat Yoona sedang duduk disalah satu kursi.

 

“Bagaimana bisa kau menyerah dengan mudahnya, aku tidak mungkin melupakan janjiku padamu Yoong aku akan mencintaimu walaupun sampai tua nanti dan tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi sayang!”

Siwon berdiri tepat dihadapan Yoona, Yoona mendongak menatap Siwon yang menangis menatapnya.

 

“Oppa benarkah kau sudah ingat semuanya? Benarkah kau..?” Yoona berdiri menatap Siwon yang sedang menangis menatapnya “Ne, Yoong aku tak mungkin melupakan janjiku padamu!” Siwon berbicara sambil merangkul Yoona ke pelukannya. Yoona pun membalas pelukan Siwon yang sangat ia rindukan itu. “Oppa aku pikir kau tidak akan ingat lagi, aku sudah tidak tahu harus bagaimana menghadapimu Oppa” Yoona menangis dipelukan suaminya “Oppa minta maaf Yoong, Oppa juga tidak ingin mengalami hal seperti ini. Yoong, Oppa sangat mencintaimu, bagaimana mungkin Oppa sanggup melepaskanmu? Kau adalah segalanya bagi Oppa Yoong” Siwon mengecup kepala istrinya dengan lembut. “Gomawo Oppa,, terima kasih sudah mengingatnya aku sangat bahagia Oppa, Saranghae” Yoona mengecup bibir Siwon “Nado saranghae.. my dear” Siwon mecium bibir Yoona, melumatnya melepaskan rindu mereka.

 

 

 

The End

     Huftt! Akhirnya selesai juga FF saya yang gaje ini.. Saran dan Komentar sangat diperlukan karena saya adalah pemula jadi saya bisa memperbaiki kembali FF saya selanjutnya karena saya berencana menulis FF YW lagi jika mendapat respon yang bagus dari para readers. Saya juga berterima kasih kepada Author Kezia karena sudah mau bantu membuatkan Cover untuk FF saya yang gaje ini 😀 .. ^^

 

And Big Thanks buat Kak Resty atau Kak Echa yang udah mau ngepost FF ini. 😀

(Big Hug) #HugBack

Tinggalkan komentar

135 Komentar

  1. Jadi gregetan bacanya
    tapi endingnya benar2 memuaskan

    Balas
  2. utycoyumy

     /  November 12, 2014

    yeay happy ending.. kirain sad ending
    keren 😉

    Balas
  3. Any

     /  November 13, 2014

    Kirain sad end…awal2 cerita agak membosankan pas siwon kecelakaan mulai bagus. Tp konfliknya terlalu simple. Mudah2an ff selanjutannya lebih bagus. Semangan buat author…

    Balas
  4. dedewjasmin

     /  Desember 8, 2014

    Ahir siwon bisa mengenali yoona klu engga mungkin mereka akan berpisah…..fanny pasti senang nih klu siwon hilang ingata?

    Balas
  5. amalia an

     /  Januari 6, 2015

    Bagus ceritax Happy ending ternyata……awalnya aq kra bakalan sad.

    Balas
  6. sdhifakhri

     /  April 22, 2015

    Meskipun awalnya sad, tapi akhirnya happy ending.

    Balas
  7. selvarospiyanti

     /  Mei 13, 2015

    Iiihhh wonppa nya nyebelin, kan kasian yoona eonni nyaaa. Tpi udha inget kmbli sblm yoona eonni brngkt ke paris

    Balas
  8. dias puspita

     /  Juli 9, 2015

    Walo ada sadnya n agag nyesek tp akhirnya happy end..n alurnya cepet bgt..

    Balas
  9. paris

     /  Agustus 13, 2015

    Anyeong….
    Aku reader baru di blog ini . Salam kenal yah 🙂

    Balas
  10. Kasihan ma yoona baru bahagia sebentar udah dpt cobaan kayak gitu, tapi dia hebat bisa ttp bertahan di sisi siwon walaupun siwon gak inget ma dia..
    Akhirnya happy ending, bikin sequelnya dong soalnya pengen lihat yoonwon bahagia kyk pertama nikah..
    Di tunggu ff” yg lain yg lebih keren..

    Balas
  11. paris

     /  September 23, 2015

    Halo aku reader baru salam kenal,
    Ah kirain siwon oppa ngga akan inget lagi sama yoona: (
    Untung nyaaa berakhir happy ending: )

    Balas
  12. aduhhh kirain sad ending….keren crtanya thor 👍

    Balas
  13. Sedih pas tau yoona hamil siwon malah kecelakaan dan membuat hilamg ingatan… Makin sedih lagi pas siwon jahat sama yoona hu tapi akhirnha siwon udah bisa mengingat semuanya dan berhasil mencegah yoona kabur ke paris ❤️

    Balas
  14. Wahh akhirnya happy ending yuhuuu daebak thorr

    Balas
  15. Wow awal ny rmants tapi akhirnya happy end juga hmmm jeng jeng crita nya thor

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: