[Songfic] There was Nothing

[Songfic]  There was nothing

By

Tintin305

 

|Main cast : choi siwon, im yoona |leght : one shoot (4.149 words)

genre : sad  |Ratting : general |

 

Lohha.. semua#lambaiintangan 🙂  Tintin balik lagi dan kali ini bawa songfic lg yeey!!.. yuhu.. Jduarrr!! Jduarr!! (suara kembang api) apalah ngaur hehe..*abaikan* ada yang kangen^^? harusnya sih songficnya panjang yah seprti biasa cumant karna minimnya ide jadinya beberapa lembar doank. *Sekedar info* nih lagunya bang jung yup^^   itu loh ost 49 daystau kan? Pasti tahu donk secara drama nya terkenal gituh.

 

Awalnya  pengen masukin di lanjutan ff ku yg lalu cumant berhubung komputer saya sedang di service dan musti nyuri ksempatan nebeng lappy daddy ampe sering di omelin malah haha.. #curcol hingga sayaterpaksa buat fic tersendiri walaupun gk tau ni nyambung apa ngak ma liriknya. ni jg terinspirasi dari kegalauan para nited termaksud saya karna kabar yoongie ma____ gk usah sebutin nama pasti nited semua dah tahu. *sekedar saran*  biar lebih menambah kesan mellow mending baca sambil dengerin lagunya yaw :3

 

Ya udahlah untuk mengefisienkan waktu  langsung saja monggo..  ta’ persilahkan menikmati hidangan yg ada *eh maap.. maap.. maksud saya menikmati bacaan yang ada^^

Don’t forget to RCL

Sorry If you Find Typo

Happy Reading^^

“Awal tahun ini di buka dengan berita yang cukup mengemparkan. aktris sekaligus visual grup girls generation–yoona, baru-baru ini tertangkap  kamera paparadzi tengah berduaan di dalam mobil bersama  aktor tampan lee seunggi. Setelah di kofirmasi lebih lanjut,  management keduanya membenarkan adanya hbungan spesial di antara keduanya bahkan___klik

 

“yak!! Kenapa di matikan?”

 

“hyung tak lihat ada siwonhyung di sini” ucap kyuhyun sedikit berbisik sembari mengerlingkan matanya kearah siwon yang berdiri diam di belakangnya

 

Sungmin yang sebelumnya melayangkan protes atas aksi kyuhyun yang seenaknya mematikan tv itu di buat kikuk dengan adanya siwon di sana. Terlebih donghae dan kangin yang juga turut duduk di sampingnya menghela nafas sejenak merasa suasana menjadi sedikit kurang myenangkan dengan apa yang di tonton mereka barusan. Bohong, jika mereka tak bisa menangkap seperti apa wajah siwon kini. Kesedihan itu jelas terpantri di wajah tampanya matanya menatap kosong layar tv di depanya.

“wonie sejak kapan kau ada di situ?” donghae memecah kekakuan di antara mereka

Cukup lama menunggu jawaban dari siwon hingga ia mengulang kembali pertanyaanya

 

“wonie? Kau mendengarku?”

 

“aku kekamar dulu..”

 

siwon tak menanggapi pertanyaanya, dan mereka cukup tahu dan mengerti hal apa yang membuatnya seperti itu.

 

“kurasa dia butuh waktu menenangkan diri, dia pasti terkejut dengan berita ini” kangin menatap sendu punggung siwon yang berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.

 

“hahhh.. aku tak menyangka yoona sekarang berpacaran dengan seunggi hyung” Donghae menghempaskan badanya pada sandaran sofa menatap langit-langit rung tengah dormnya itu dengan tatapan menrawang

 

 

“lalu bagaimana dengan siwon hyung? Ku kira mereka akan kembali berpacaran” kyuhyun mentap ketiga hyungnya itu berharap menemukan jawaban atas pertanyaan yang di lontarkannya barusan

 

“mau bagimana lagi? Aku yakin dia akan kembali menjadi siwon yang pendiam. Hahhh… sungguh tidak menyenangkan membayangkanya” sungmin sedikit bergidik ngeri begitu kepalanya memutar ingatan saat siwon berubah menjadi lebih tertutup pada mereka.

 

“lagi pula bukankah siwon bilang dulu mereka hanya teman dekat?  Bagaimana bisa kau bilang meraka akan kembali berpacaran?”

 

Sungmin dengan cepat mengarahkan tatapannya pada  kyuhyun seakan menanyakan hal yang sama dengan apa yang di lontarkan kangin tadi

 

“ kalian percaya itu? Kalau mereka hanya dekat kenapa siwon hyung sampai begitu sedih saat yoona memintanya untuk berhenti menemuinya? Dan apa hyung tidak menyadari wajah sedih siwon hyung karna berita tadi?”

 

“itu karna siwon memang menyukai yoona… kita semua tahu itu”

 

“tapi hyung___”

 

“sudahlah jangan bahas itu lagi, aku mengantuk mendengarmu bicara lebih baik aku

tidur saja” donghae bernjak dari duduk santainya menuju pintu kamar yang tak terlalu jauh dari ruang tengah

 

“aku juga ingin mandi” kangin bernjak masuk ke kamar yang tepat berada di samping kamar donghae

 

“hyung juga mau pergi?” kyuhyun menatap sangmin yang ikut bernjak dari duduknya

 

“aku lapar, ingin makan”

 

“yak!! Setidaknya dengarkan aku dulu.. yak!! Hyung.. aishh  mereka itu  benar-benar”

 

 

Syalmyonsi nunmuri

Musimko hellowa

Niga ssitgeyeo naerkbwa

Suebsi humchyeonae

Jial si inneunde, ijeul su inneunde

Neomneunnal amuri

Sanggakhaedo nunmuri

Diam-diam air mata jatuh

Tanpa di sadari….

Aku mencoba membersihkanya,

Menyekanya berjali-kali

Meskipun aku hapus, meskipun aku lupa

Tak peduli bagaimanapun aku berfikir

Tanpamu aku menangis

 

siwon terlihat tengah bersandar di balkon kamar, jemarnya bergerak perlahan-lahan menarik scurroll pc yang di gengamnya matanya sibuk menelaah setiap bait kalimat dari sebuah artikel yang di bacanya. Sebuah artikel yang menjadi berita terhangat di beberapa situs-situs terkenal korea.

 

Pancaran matanya perlahan –lahan meredup begitu terpampang jelas gambar dalam artikel itu. Gambar dimana yoona terlihat berdua dengan namja lain saja sudah cukup membuatnya merasakan sesak di hatinya. Bisakah dia menerima kenyataan jika yoona kini benar-benar akan terlepas darinya.

 

Siwon bersandar lemah pada penyangga balkon air mata yang jatuh dari pelupuk matanya rasanya sudah cukup memperlihatkan seberapa tersakitinya dia kini. Ia berusaha menyeka air matanya yang terus memaksa keluar itu dengan kasar tapi rasanya itu hal yang percuma karna ketika dia menghapusnya air mata itu seakan kembali memaksa tumpahdan tak mau berhenti mengaliri wajah tampanya.

 

“mungkinkah ini akhir untuk kita?”

 

***

Amomaldo ebseotdon niga

Tteonagangeon niga anigil jebal

Aku tidak dapat berkata apapun

Kau telah pergi, itu tidak menyenangkan

 

 

Siwon kini tengah bersandar di depan mobil audi hitam miliknya. Ia tengah menunggu yoona di ballroom dorm snsd  sesuai dengan  apa yang di ketahiunya dari tiffany jikalau malam ini yoona akan pulang ke dorm jadi itu cukup memudahkannya  menemui yoona yang selalu saja berusaha menghindar darinya.

Tak butuh waktu lama vw scurico putih yoona terlihat memasuki area parkir. Siwon dengan cepat berjalan mendekat

 

“yoong..” ucapanya seketika membuat pergerakan yoona yang ingin meutup pintu mobil itu terhenti. Tak perlu melihat siapa gerangan orang itu, yoona sudah cukup mengenal suara itu bahkan hanya mendengar suaranya saja  badan yoona serasa  membeku.

 

“yoong..”

 

“apa yang oppa lakukan di sini? Bukankah sudah kukatakan untuk tidak menemuiku sementara waktu?” yoona mati-matian manahan nada suaranya agar tidak terdengar  bergetar

 

“mianhe, tapi  aku kesini hanya ingin menanyakan sesuatu padamu”

 

“apa?”

 

“tidak bisakah kau berbalik menatapku?”

 

“aku tak punya banyak waktu,  jadi bicaralah”

 

Siwon merunduk,menghela nefas berat merasa sedih dengan sambutan yoona yang dingin itu terkesan seperti kehadiranya saat ini adalah sesuatu yang mengganggu untuknya.

 

“kau… dan seunggi benarkah_”

 

“ya! kami memang berkencan”. Potong yoona cepat dan hal itu refleks membuat siwon mendongak menatapnya dengan hati yang kembali terluka.

 

 

“tidakkah perktaanmu itu begitu lantang? Kau berbicara seakan-akan kita tak pernah menjalin apapun sebelum ini. Tidakkah kau lihat seperti apa aku sekarang? Tidak bisakah kau mengerti dengan apa yang akan aku rasakan saat kau bicara selantang itu? ”

 

“lalu?oppa ingin aku berbohong?Begitu? Tapi maaf aku tak bisa melakukanya. Meskipun harus berbohong sekalipun aku akan tetap  bilang hal yang sama”

 

“yoona!!…”

 

“ini sudah begitu  larut. Pulang dan istirahatlah”

 

“kau mau kemana kita belum selesai bicara..” siwon mncengkram erat lengan yoona yang berniat pergi.

 

“oppa.. ku mohon lepaskan..”

 

Siwon merenyit. Ada yang aneh dengan suara yoona, ia jelas mendengar isakan halus dan sedikit bergetar dari nada suaranya. Mungkinkah yoona mengis?tapi kenapa? Apa karnanya?  Bukankah yoona terlihat begitu acuh dengan kehadiranya?. Dengan sedikit memaksa siwon mengangkat perlahan wajah yoona.

 

“kau.. menanggis? Kenapa? Kenapa menangis?”

 

“ku mohon lepaskan aku oppa…” suara lirihan yoona kembali terdengar berbaur dengan sedikit isakan halus namun jelas dapat di dengarnya. Dan siwon rasanya mulai terbawa suasana wajahnya bahkan mulai memerah menahan tangis yang mungkin lebih pedih melihat yoona orang yang paling berharga di hatinya itu kini justru membiarkan buliran-buliran air itu jatuh dengan bebasnya.

 

‘aku tanya kenapa kau menaggis?”

 

Yoona diam, tetap bungkam tak bermaksud menjawab pertanyaan siwon barusan dan tetap membiarkan suara isakannya itu mendominasi keheningan malam itu.

 

“yoona.. sbenarnya apa yang terjadi denganmu? Apa yang membuatmu menaggis?  Kau ada masalah denganku? Apa aku  menyakitimu? Apa kedatanganku membuatmu tak nyaman? Ku mohon katakan yoong.. jangan membuatku resah begini..” siwon dengan sedikit mengeraskan rahanganya berusaha bersabar menghadapi yoona yang kini malah semakin terisak di hadapanya.

 

“yoona…”

 

“ya! Oppa memang menyakitiku. Sejak awal oppa selalu menyakitiku. Aku menangis karna oppa selalu menyakitiku. Selalu dan selalu saja begitu”. Yoona yeoja yang kini terihat kacau dengan linangan air mata itu memberanikan diri mendongak menatap langsung kedua mata obsidan choi siwon yang kini mulai berkaca-kaca begitu mendengar ucapanya.

 

“aku… menyakitimu? Kapan? Kapan aku menyakitimu yoong?”

 

“oppa bahkan tak menyadarinya? tidakkah oppa sadar dengan menggenggam lenganku sekaras ini juga menyakitiku?”

 

Siwon memandang nanar cengkaramanya pada pergelangan tangan yoona. Yah, dia menyadari apa yang dilakukanya itu jelas menyakiti yoona tapi kata ‘selalu dan selalu menyakiti’ seperti apa yang di katakan yoona itu mash belum di mengerti dengan jelas olehnya. Kapan ia melakukanya? Menyakiti yoona? Benarkah dia tidak menyadari bahwa selama ini telah menyakiti yoona? Tapi  Demi tuhan jika benar dia melakukanya siwon benar-benar tidak akan memaafkan dirinya begitu saja. Menyakiti orang yang begitu di sayanginya ini jelas adalah suatu kesalah besar yang pernah di lakukanya.

 

“jadi…. karna hal itu juga kau memintaku menjauh? Karna oppa  yang telah berani menyakitimu kau… memilih berkencan dengan namja itu?”

 

“seunggi, oppa! Dia punya nama dan dia sekarang kekasihku”

 

“tidakbisakah langsung menjawab saja!!. Kenapa kau selalu saja mengalihkan pembicaraan? Apa yang sebenarnya terjadi denganmu? Kenapa kau berubah begitu jauh!?” gagal, Siwon gagal mengontrol emosinya. Entah karna yoona yang selalu berusaha menghindari topik sensitif di antara keduanya itu atau karna yoona yang menempatkan nama seunggi dan memperjelas statusnya kini dengan menekankan kata ‘kekasih’ di tengah penyelesaian masalah mereka.

 

 

 

“ aku yang berubah itu bukan lagi urasanmu oppa!. Dan ku mohon jangan temui aku lagi aku sudah bersamanya aku tak ingin dia salah paham dengan ini, Bagaimanapun dia tahu  betul sedekat apa dulu hubungan kita”. Setelah mengucapkan itu, yoona melenggang pergi manjauh berjalan kearah lift menuju lantai 3 dimana dorm snsd berada. Meninggalkan siwon yang terdiam mencoba menerka-nerka kesalahan apa yang sebenarnya telah di perbuatnya sehingga bisa membuat yoona terluka dan mengambil jalan sejauh ini.

 

 

 

Dorawado gwencana

Dorawado gwencana

Jamsi neowa

Meorojyebtdeon

Amuildo eobsoda amuildo eobsoda

Ibamijina keonamyeon

Dasi neowa

Kembali lah tak apa

Kembalilah tak apa

Kita berpisah untuk sementara

Aku hanya akan memimpikanya,

Jika malam ini berlalu dan aku terbangun

Kembalilah lagi

~Siwon pov~

kenapa hari terasa berjalan begitu lambat dari biasanya? Apa yang salah? Kenapa hari-hariku serasa terbuang percuma? Aku menungunya, selalu menunggunya dari awal hingga aku bisa begitu dekat denganya semua berjalan apa adanya.

 

kami dulunya selalu berjalan beriringantapi kenapa ia malah memilih berjalan sendiri? Bahkan kini terasa begitu jauh dari jangkauanku meskipun aku berusaha meraihnya kembali untuk berjalan pada jalan yang sama tapi nyatanya diantara kami ada sebuah sekat yang membatasi dan sulit untukku bisa menembusnya, kecuali jika memang yoona yang menginginkanya, menginginkan aku menghampirinya dan menariknya berjalan bersama lagi.

 

tapi nyatanya hal itu tidak berlaku. Untuk saat ini yoona bahkan kembali memintaku untuk menjauhinya ahh.. anni dia memintaku untuk berhenti menemuinya.

 

bisakah kalian bayangkan bagaimana sakitnya aku saat mendengarnya berbicara seperti itu? Ketika kau  menaruh perhatian yang begitu  besar terhadap seseorang dan mulai merasa nyaman berada di dekatnya namun tiba-tiba seseorang itu memintamu berhenti menjadikannya objek yang membuatmu nyaman, objek yang bisa kau beri perhatian, apa yang akan kau rasakan? Sakit hati dan terluka? Kurasa itu juga yang tengah kurasakan saat ini.

 

Tapi terlepas dari kesakitan itu, ada rasa yang lebih menekan di hati ini, perasaan yang begitu membuatku tersiksa, persaan cinta dan takut kehilanganya seakan tengan mendominasi hingga aku di buat gelisah karnanya. ‘yoona berkencan dengan lee seunggi’, ‘lee seunggi telah lama mengincar yoona’,  ‘yoona dan lee seunggi mendapat restu dari kedua managementnya’., dan masih banyak lagi bebrapa artikel pemberitaan yang membuat heboh seantero korea yang bahkan sudah bisa membuat retakkan di hatiku ini melebar.

 

Bisakkah beberapa judulnya terganti dengan ‘choi siwon dan im yoona berkencan’, choi siwon telah lama mengincar im yoona’, ‘yoona dan siwon mendapat restu dari managementnya’ tidak bisakah begitu saja? Kenapa harus lee seunggi? Aku bahkan menunggunya lebih lama,  tapi kenapa harus seunggi yang mendapatkanya? Status kekasih itu..  kenapa bukan aku orangnya? Kenapa bukan aku yang menjadi kekasihnya?.

 

Seminggu sudah aku terpuruk dengan kabar itu, seminggu ini juga sudah cukup membuatku mengerti bahwa sesungguhnya aku benar-benar sangat mencintainya aku bahkan terus berfikir berbagai kesalahan-kesalahan yang ku perbuat sehingga membuat dia terluka hingga memutuskan menjauh dariku tapi aku sama sekali tidak mendapatkan jawaban yang tepat atas pernyataanya itu. Apa itu hanya sebuah alibi? Alibi untuk menjauhiku?tapi kurasa tidak, dia  bukan yeoja seperti itu. Lalu apa? Apa yang sebenarnya sudah kulakukan? Aku sungguh tidak mengerti. Kenapa dia membuat ini semakin sulit? Kenapa cinta ini begitu rumit? Tidak bisakkah kisahku seperti kisah cinta yang lain? Begitu mudah dijalani,  Begitu bahagia?.

 

Oh.. ayolah!! Ini bukan sebuah drama di mana kisahnya berawal dari sebuah konflik pelik tetapi  akan tetap berakhir bahagia asalkan kau tetap pasrah dan bisa bersabar menghadapi semua masalah. ini kisah nyata, jikapun kisah ini layaknya set sebuah drama dan aku menjadi pemeran utamanya hal pertama yang akan aku lakukan adalah mengubah jalan ceritnya dan akan ku pastikan jika im yoona berawal dengan choi siwon maka akan berakhir dengan choi siwon pula.

 

Aku ingin kembali seperti dulu, aku ingin yoona kembali lagi di sini, di sisiku. Meskipun hanya sebagai teman tak apa… sungguh!, asalkan jangan seperti ini, yoona yang menghindar dariku.. aku tak menginginkan yang seperti itu. Kami memang awalnya berteman.. berteman cukup dekat tapi aku merasa nyaman dengan status itu.

 

Selama ini kami selalu baik-baik saja hingga entah apa yang membuatnya menginginkan berpisah dariku? Ku rasa aku terlalu berlebihan jika mengira lepasnya hunbungan pertemanan yang cukup dekat itu sebagai sebuah perpisahan. Tapi tidakkah itu sama saja?,  aku yang memang memiliki rasa yanng besar untukknya tiba-tiba di minta untuk melepasnya bukankah itu sebuah artian berpisah?. Aku makin tak mengrti dengan ini semua…

 

 

_______________

 

Mameru doeneyeo

Iberu doeneyeo

Naerul irheo

Beori kkabwa seobsi

Doesaegyeo

Jiul su inneunde

Ijul su inneunde

Neomneunnal amuri

Sanggakhaedo nunmuri

Amomaldo ebseotdon niga

Tteonagangeon niga anigil jebal

Aku terus  mengulang ini di hatiku

Aku tetap mengulang ini di mulutku

mengingatkan

diriku sendiri bahwa aku kehilangan mu

Meski aku hapus,

Meski aku lupa

Tak peduli bagaimanapun aku berfikir

Tanpamu aku menangis

Aku tidak dapat berkata apapun

Kau telah pergi, itu tidak menyenangkan

“aku mencintaimu..” bisa ku lihat dia yeoja yang ku cintai ini menghentikan langkahnya. Dan itu sudah cukup membuatku yakin jikalau yoona masih ingin mendengar lebih banyak kata dariku meski awalnya ia berusaha menghindar karna aku yang kembali mencoba menemuinya dan memperjelas pernyataanya malam itu.

 

“kau tak ingin berkomentar apapun dengan pengakuanku?” aku masih terus menatap punggungnya karna posisinya yang membelakangiku. Berharap jika yoona mau mengatakan ‘aku juga mencintaimu’ atau paling tidak memelukku dan menyalurkan perasaan yang sama karna entah kenapa aku begitu yakin dia juga merasakan hal yang sama, yoona juga mencintaiku.

 

“itulah kesalahanmu oppa… tidakkah kau menyadarinya?”

 

Aku merenyit bingung dengan maksud pembicaraanya. Kesalahan? Kesalahan apa? Apa masih berhubungan dengan pertengkaran kemarin? Ahh.. itu bukan pertenggkaran mungkin bisa di sebut sebagai perdebatan kecil. Tapi benarkah itu sebuah kesalahan? Cintaku ini adalah sebuah kesalahan? Bukankah ini sudah keterlaluan mengatakan perasaanku adalah sesuatu yang salah?.

 

“yoong… apa yang kau maksud itu.. cintaku ini adalah sesuatu yang salah? Jika iya, berarti kau yang salah mengartikanya”

 

“anni.. aku tak salah mengartikanya, cinta oppa memang tidak salah tapi oppa yang salah oppa membuat sebuah kesalahan dan pada akhirnya selalu membuatku terluka”

 

Apa ini? Dia menyinggung masalah terluka lagi? Sungguh aku makin di buat binggung dengan arah pembicraanya ini.

 

“yoong.. bisakah kau perjelas sedikit jangan membuat teka-teki seperti ini karna aku makin tidak mengerti” erangku frustasi, yoona selalu saja berbicara tentang ‘tersakiti’ tapi apa yang membuatnya tersakiti itupun kenapa sangat sulit untuk di ungkapkanya? Kenapa tidak ke sumber utama permasalahanya jika yoona memang telah tersakiti olehku maka aku akan mengobatinya bagaimana pun caranya akan kupastikan dia takkan pernah  merasakan sakit itu lagi.

 

“aku tersakiti karna oppa yang begitu lama mengungkapkanya, kata cinta itu aku hanya sering mendengar eonniduel dan oppadeul menyinggung soal oppa yang menyukaiku, tapi tak pernah sekalipun oppa  berbicara langsung padaku. Ini sudah 6 tahun, tapi kenapa oppa baru mengatakanya sekarang?”.

 

Aku terdiam mencba meresapiperkataanya. Betapa bodonya aku sampai tak berfikir kearah itu. Yoona benar, bahkan selama 6 tahun kami dekat  selalu berjalan beriringan tapi kenapa baru sekarang? Setelah sekian banyaknya waktu yang tersedia selama 6 tahun itu kenapa aku baru mengungkapkanya sekarang? Aku bahkan kini mulai bertanya-tanya pada diriku sendiri atas hal yang harusnya memiliki alasan yang cukup jelas.

 

tapi tidakkah yoona mengerti? Aku yang begitu perhatian padanya, begitu protektif bila menyangkut hal tentangnya, sangat khawatir saat ia jatuh sakit. Tidakkah dia bisa mengerti itu juga bentuk pengaplikasian rasa sayangku padanya?.

 

“Aku menunggu seperti orang bodoh, berjalan-jalan, makan, mengobrol menanyakan kabar masing-masing awalnya memang terasa bahagia. Tapi lama kelamaan aku jengah, jengah dengan semua keadaan ini. awalnya aku berusaha dan mencoba untuk mengerti, mengerti karna mungkin ini bukan saat yang tepat untuk kita bersama tapi apa yang oppa lakukan? Oppa bahkan tak bisa mengerti arti dari setiap kemarahanku saat kita bertengkar. Aku yang selalu mengerti, hanya im yoona yang terus berusaha untuk mengerti, kapan choi siwon melakukanya? Kapan oppa bisa mengerti apa yang benar-benar aku inginkan?”.

 

“yoona…”

 

“bagaimanpun aku seorang yeoja begaiman bisa aku memulainya? Tidakkah oppa berfikir itu akan terlihat aneh?. Perlu oppa tahu, yeoja  jelas akan lebih memilih namja yang terang-terangan menunjukkan persaanya di bandingkan menunggu namja yang sampai detik ini pun masih merasa takut mengambil keputusanuntuk bersama”.

 

“aku tak takut!!”

 

“lalu apa? Apa alasanya? Kenapa baru sekarang mengungkapkanya!?. Jelas oppa takut kan? Takut dengan segala sesuatu yang akan terjadi dengan karir kita begitu ada yang tahu jika kita memiliki hunbungan nantinya kan? Aku benar kan?. Aku benar-benar terlihat begitu menyedihkan selamana 6 tahun terakhir ini”.

 

 

Hentikan ku mohon… hentikan sekarang meskipun apa yang kau ucapkan itu adalah kebenaran, tapi sungguh,  ini menyakitkan.

 

 

“satu  lagi,  Kata cinta itu, apa yang oppa ucapkan itu, sekarang sudah terlambat. Aku sudah punya seseorang yang jauh mengerti di bandingkan oppa. Jadi berhentilah, apapun yang oppa lakukan, sebesar apapun usaha yang oppa lakukan, untuk saat ini semua takkan ada gunanya”.

 

“tidak bisakah kita mencobanya?”

 

“mencoba katamu? Aku selalu saja memberi oppa kesempatan untuk mencoba. Tapi sampai saat ini oppa tak pernah melakukanya”.

 

“dear?”

 

Aku mendongak menatap  seorang namja yang berjalan mendekat ke arah kami. Ah! Tidak lebih tepatnya ke arah yoona.

 

“oh? Siwon-ssi? Ahh.. sepertinya kalian sedang berbicara yah.. apa aku menggangu? Kalau begitu aku menunggu__”

 

“tak perlu oppa kami sudah selesai bicara. Kajja!”

 

Apa yang bisa kau lakukan sekarang? Tidakkah kau lihat ?,  yoona menggadeng tanganya begitu mesra. Hal yang jarang kau lakukan denganya dia bahkan tersenyum begitu manis di depanya. kau benar-benar telah kehilanganya siwon…

 

Sebuah bisikan halus terdengar seperti tengah menertawaiku. Aku merasa di permainkan oleh keadaan, keadaan dimana harusnya aku bisa bergerak lebih cepat untuk merengkuhnya, merengkuh yoona dalam pelukanku lagi.

 

Pemandangan dimana bisa ku lihat perhatiannya itu ada untuk yoona sungguh membuatku muak. Harusnya aku yang melakukannya membelainya dan memberikan tatapan teduh itu harusnya aku, kenapa dia yoona?, kenapa kau tak bisa bersabar sedikit lagi, hanya tinggal sedikit lagi maka kita akan bersama. Tapi nyatanya terlambat… aku sudah sangat terlambat.

 

~Siwon pov end~

 

 

Dorawado gwencana

Dorawado gwencana

Kembali lah tak apa

Kembalilah tak apa

Jamsi neowa

Meorojyebtdeon

Kita berpisah untuk sementara

Amuildo eobsoda amuildo eobsoda

Ibamijina keonamyeon

Dasi neowa

Aku hanya akan memimpikanya,

Jika malam ini berlalu dan aku terbangun

Kembalilah lagi

 

Siwon kini tengah memandangi pantulan wajahnya dari balik cermin, matanya memerah dan begitu sembab. Air yang jatuh dari aliran shower di atasnya berbaur dengan linangan kristal bening yang membasahi wajahnya. Belum bisa menerima keadaan tentang yoona yang telah terlepas darinya. Siwon merasa bisa gila dengan hal itu. Kenapa cinta itu begitu menyakitkan? Kesalahan apa yang telah di lakukanya di kehidupan sebelumnya hingga di kehidupanya sekarang dia menderita?.

 

“kau.. kenapa begitu tega?” siwon berguman cukup jelas seakan saat ini ia tengah berhadapan langsung dengan yoona

 

“meskipun begitu, yeoja yang begitu tega itu, kenapa aku bisa begitu mencintainya?. Haruskah aku menunggu lagi yoong? Katakan? Haruskah aku menunngumu lagi? Jika iya aku akan melakukanya selama apapun itu aku akan tetap menunggumu”.

Lagi, siwon berbicara selayaknya tengah menatap dan berkomunikasi langsung dengan yoona.

 

“kau akan kembali lagi padaku kan?Meskipun kau telah melukaiku sejauh ini aku masih tetap mencintaimu yoong…  tidak peduli semua perlakuanmu itu aku masih tetap mengahrapkanmu. ini hanya sementarakan? Kau hanya menjadikannya sebagai pelarian sesaat bukan? Tak apa yoong sungguh.. jika kau sudah mulai jengah denganya kembalilah lagi padaku aku menunggu saat itu. Dan jika saat itu telah datang, semuanya pasti akan lebih mudah”.

Terpantri senyum kepedihan di wajahnya ucapanya pun sedikit bergetar karna tangis yang coba dia tahan.

 

Tanganya yang bergetar itu menuliskan 3 kata  pada cermin yang sedikit berembun itu. ‘forever Im yoona’ menatap tulisan itu, Seulas senyum keterpaksaan di perlihatkanya.  Senyum yang harusnya terpancar sebagai sebuah artian kebahagiaan atau kesenangan kini hanya berarti sebuah kepedihan untuknya.

 

Harusnya ini takkan susah karna sebelumnya pun baik dia dan yoona tak memiliki hubungan apapun. Tapi itulah yang menjadi masslah untuknya karna penyesalan itu kini merayap ke seluruh pikiranya. Karna jika sedari dulu dia bergerak maju merengkuh yoona maka yoona mungkin akan tetap berda di sampingnya.

 

Semua orang pasti akan berharap suatu kejadian yang menyakikan hanya ada dalam sebuah mimpi dalam tidurnya, dimana saat  kau terbangun semuanya akan kembali menjadi normal dan tak terjadi sesuatu hal yang buruk. Begitupn siwon namja yang bahkan dikatakan begitu sempura itu berharap hal yang sama. Yoona yang pergi meningalkanya bersama namja lain itu hanya bagian dari skenario mimpinya, dan hinga ia terbangun nanti yoona tetap bersamanya berada disampingnya mendampinginya meski kenyataan hidup itu tak semudah apa yang di bayangkanya. Asalkan berada dekat dengan yoona semuanya akan terasa lebih mudah.

 

 

Di tempat lain…

 

Yeoja itu berjalan pelan membuka sebuah kotak dengan hiasan kepala rilakkuma di atasnya.  Beberapa barang seperti  Sebuah kotak cincin, gelang, topi hitam, jam tangan dan sebuah ponsel smartphone putih terdapat di dalamnya.  Tanganya perlahan menyentuh ponsel putih itu dan menyalakanya

 

Setetes air jatuh dari pelupuk matanya.. hingga beberapa detik kemudian tangisan itu terdengar.

 

Yoona, Yeoja itu tengah menahan kuat suara isakanya agar tak terdengar sampai keluar kamar. Iphone putih yang di gengamnya itu pun tak luput dari sapuan ai mata yang jatuh begitu bebasnya. Layar iphone putih itu masih menyala menunjukkan background fotoselcanya dengan namja yang sampai saat ini masih sangat

di cintainya.

 

“tolong jangan maafkan aku oppa…”  suranya terdengar lirih

 

“annio oppa tak boleh memaafkanku hikss…. sampai kapanpun oppa jangan sampai memaafkanku. Aku salah jadi jangan maafkan aku oppa. Ini kesalahnku  jadi jangan pernah sekalipun mencoba memaafkan aku… bencilah aku oppa, itu lebih baik”

 

yoona makin terisak tenggelam dalam kesalahan yang di buatnya menyesal adalah rasa yang jelas terjadi jika kesalah datang karna sebuah kecerobohan. Kecerobohanya karna dia yang tak bisa menentukan pilihan antara siapa yang lebih perhatian dan siapa yang paling dia butuhkan.

 

Yoona tak mungkin menarik keputusanya, memutuskan seunggi demi kembali pada siwon hanya akan menyakiti seunggi dan membuat kesalahan yang baru. Meskipun kini ia juga harus menekan rasa sakit karna telah menyakiti namjayang di cintainya. Itu tak mengapa. Yoona yang lebih memetingkan persaan orang lain ini akan sangat merasa bersalah jika nantinya ia malah melukai persaan seunggi.

 

Apa yang di katakanya saat pertemuan siang tadi di area parkir gedung SMEnt memang benar adanya, ia memang sudah jengah atas hubunganya dengan siwon yang menggantung tak bertumpu pada hubungan yang paling di harapkanya. Tapi tidak semua perkataanya benar. Ia hanya  membuat suatu sikap yang menegaskan penolakannya terhadap siwon yang berniat merengkuhnya dan meninggalkan seunggi.

 

Meskipun sangat besar keingginanya untuk bersama dengan siwon, tapi itu semua sudah berbeda, kini ada seunggi di antara mereka.  mungkin jika seandainya seunggi tak pernah menyatakan persaanya padanya, yoona jelas bisa dengan mudah membalas rangkulan siwon. Tapi nyatanya semua berjalan lebih cepat dari apa yang di duganya.

 

karna yoona kini sudah milik orang lain walaupun dia dan siwon dulu tak pernah mengambil sebuah komitmen tapi entah apa yang menjelaskan hubungan mereka tapi semua kenangan mereka layakanya sebuah kisah asmara yang hanya dengan bersama semua terasa indah.

 

Terkadang yoona merutuki sifat lambat siwon yang pada akhirnya membuatnya jatuh pada sebuah keputusan tersulit untuknya. Seungi adalah namja yang baik, perhatian padanya, dan begitu mencintainya. Bisakah ia meninggalkan namja sebaik dia? Bisakah ia menyakiti persaan namja itu? Jawabnya tentu tidak,  bukankah sudah tertera jelas bahwa seorang im yoona sangat tidak bisa mengabaikan persaan orang lain apa lagi itu adalah seseorang yang juga cukup dekat denganya.

 

 

Pada akhirnya hanya waktu yang bisa menjawab akankah im yoona berakhir dalam rangkulan lee seunggi atau bahkan kembali kedalam rangkulan hangat seorang choi siwon? Who Knows?.

 

 

 

 

FIN…

 

Huhu… gaje bgt kan? Akhirannya juga rada aneh yah hehe.. gk dapet ide yang baik buat endingnya. Pliss.. jgn ada yg menyakan kemana  member  yang laen kalian tak tahu aku ampe muter otak buat nemuiin sin.. yang pas buat mereka muncul tapi yah gk dapet-dapet jadi nikmati saja apa yang ada yah.. walaupun ada lah sebagian dari oppaduel suju numpang nangkring (?) di awal-awal sebagai figuran.

Ada yg pengen seequelnya? Nunggu  yoongie  putus  dulu yah  🙂 hehe…

 

Tapi tetep donk yah sekecewa-kecewanya kalian dengan ending dan sebenci-bencinya kalian dengan cerita ini saya mengharapkan perhatian kalian semua untuk tetep meninggalkan jejak

Pliss… RCL…RCL pliss.. okeh?

 

 

Big Thanks buat kak  Resty dan kak echa admin2 kecenya YWK yg udah meluangkan waktu tuk ngepost ni ff gaje  tampa kalian aku bukan apa-apa *halaahh.* intinya saya bener2 berterima kasih dah.. 😉

 

Akhir kata…

 

Assalamualaikam warohmatullahi wabarakaaaaaatuhh..

Tinggalkan komentar

144 Komentar

  1. Sungguh menyebalkan ff ini huhuhu jadi keingat lagi -_- pengen banget ngubur berita ini, sakit nyesek bacanya tapi berharap yoonwon dapat terbaik ajalah dan kalo jodoh gak kemana 🙂

    Balas
  2. Hikss hiikss hiiksss , sedihh banget ,, brasa critanya real sesuai sama kondisi skrng ,,, pokoknya yg trbaiklah untuk mreka b2 , entah itu yoona sama siwon ataupun yoona sama yg lain , 🙂

    Balas
    • Yupps! Kita mang harus hargaiin kptusan yoongie yg milih si mr lee tpi mskpun bgitu slama hubungan mreka gk smpai ke jenjang yg lbih jauh kta musti tetep percya kalu yoonwon bisa brsma..

      Balas
  3. Usie

     /  Januari 13, 2014

    bner2 nyesek bca.a ;(
    wonppa yx tbah ajj,,
    low yoongie mank jdoh’a wonppa dia psti bkal blik agie ko
    fighting oppa 😉

    Balas
  4. ifapurnama

     /  Januari 13, 2014

    yaa ampun ff ini mengingatkan aku lg dengan scandal yoona dengan “___” (males nyebut nama itu :Dv)
    buat sequelnya dong ;D endingnya yoonwon Harus bersatu!! hehe maaf maksa 😀

    Balas
    • Sequel? Sedang d’pkirkan krna lg bnyak ide buat crita yg lain jd kalu minta sequel yah d’pending dulu dah..

      Balas
  5. aqila

     /  Januari 13, 2014

    Nama orang lain itu lo thor di sensor. Aja :3
    Kan jdi keinget lagi -_-
    Udh keren kon . YW hrus bersatu . Amin….,
    Ditunggu ff karya author lainnya 🙂
    Fighting !!!!!!

    Balas
    • Haha.. Mslahnya lembaga snsor mnytakan tuh crita lyak baca jd yah gpp lah gk d’sensor lgiant gk ada mment mreka ini..

      Balas
  6. Kim Eun Kyo

     /  Januari 14, 2014

    Yahhhh kasian wonppa

    Balas
  7. tri3_permadi407

     /  Januari 14, 2014

    Bikin kesel aja nie FF berasa kyk kisah nyata yoonwon huhh! Mngkin mank kyk gini jln cinta yoonwon dkhdupan skrg hahahaha ngayal bgt, tp yg jls bener ato ga hub tu moga2 yoona cepet single lg wkkkkk ketawaevil 🙂

    Balas
  8. vika

     /  Januari 15, 2014

    sedihh……………

    Balas
  9. AdelELF

     /  Januari 16, 2014

    hiks…hiks…hiks… kasian YoonWon. ahhh ff.nya bikin orang emosi nih…kagak setuju gw ama YoonGi. harus.nya YoonWon bersatu. tp nih ff berasa kayak kisah nyata ya…

    Balas
  10. EmyPutri

     /  Januari 17, 2014

    Critanya kersa nyata bgt…nyesek bcanya
    YoonWon please be real..

    Balas
  11. thea

     /  Januari 17, 2014

    pokoknya bikin nyesek………

    Balas
  12. ellya

     /  Januari 19, 2014

    G tau mesti komen pa.. bingung menata prasaan..

    Balas
  13. tia risjat

     /  Januari 20, 2014

    ah.. ff ini kembali membuka goresan luka yang mengawali hari di tahun baruku. haha lebayyy…
    aduh.. kenapa si “Mr. itu” harus dimasukin ke sini dan kenapa malah dia yang terpilih bersama yoona? bisakah kalau kita hanya membahas yoonwon saja? (maksa) he3

    Balas
    • Kenapa yah? Hmm mungkin kbruntungan semata mknya tuh yoona sma si mr. Lee
      lain kali ta’ buatin dah story yg full yw mmentnya..

      Balas
  14. ciemOet

     /  Januari 20, 2014

    huaaa,,, Ffnya bikin keinget hubungan yoOna ama si itU lagi,,, padahal dah berusaha ngelupain tUh berita n ngeyakinin pikiran kalo yoOnwon is real,,, gagal deh,,, galau lagi dah gua,,,, 😦
    next ff jangan yg galau2 lagi yah eon,,, 😉

    Balas
    • Hoho.. Udah trlalu bnyak yg galau yah krna hubngan yoona ma si itu itu hehe..
      Hmm.. Jgn story yg galau2 lg? Di usahain dah kalu gk ada genre yg bkin galau mah gk bklan greget critnya tpi story brikutnya gk bkal bkin kmu galau lg kok..

      Balas
  15. duh kasian bang siwon..yg sabar ye bang..

    Bagus bagus..ini ceritanya brasa beneran..

    Balas
  16. :’) FF ini sukses membuat aku menangis.. huh.. aku tunggu karya FF mu yanh lainnya thor. fighting!^^

    Balas
  17. andreyani

     /  Januari 30, 2014

    Pas gue baca cerita ini entah knp,gue sedih bnget.kyak baca cerita nyatanya yoonwon.

    Balas
  18. Aaahhhh…. bca ini jadi keinget lgi kegalauanku krna brita gaje itu… >.<
    Huuuffftthh…. tpi ttp yakin YoonWon real…..
    walopun skrng g bersama, I hope in the future they are life together.. Amin!!! Nited jjang… 🙂

    Balas
  19. ayu dian pratiwi

     /  Februari 20, 2014

    Berharap yg terbaik aja. Meskipun rada nyesek.

    Balas
  20. Ya,kalau itu kan urusannya Yoon Unnie.
    Ya,bgus eon,tapi rada nyesek :).

    Balas
  21. 😥 sdkit mrsa kcewa sma yoongie.. , shrsnya dia sbar nnggu siwon..hrs’a dia mngrti itu lbih dlam , klo dia mmng cnta sma wonnie !
    Jujur ! Stiap ak ad wktu untuk brdoa kdng ak sisipkan ‘Choi SiWon dan Im YoonA’ #jadicurhat X|

    Balas
  22. im yoo ra

     /  Juli 19, 2014

    eonni mataku jadi bengkak setelah baca ff ini. sedih banget apalagi aku ikutin saran eonni untuk dengerin lagunya juga T.T miris banget kisah cinta YW, kenapa harus ada seung gi sih? dan kenapa endingnya ngga dibikhpn YW jadian malah yoona tetap ama seung gi??

    Balas
  23. Evi

     /  Agustus 11, 2014

    Selalu berdoa yoona eonni putus
    hehehehehe

    Balas
  24. Nurul Hilda Rianda

     /  Agustus 14, 2014

    Wonnie gua kasihan amat ya,- I hate you seunggi! Bodolah mau lu baik kek,pinter kek, orang bilag lu ganteng tetep aja gua mau nya Yoona sama Siwon.

    Balas
  25. marsiah

     /  Agustus 15, 2014

    Yesel aq baca ff nya jadi keinget lagi,eonni kenapa buat ff nya kaya gini si aq jadi sakit hati klo denger atau baca berita tentan hubungany yoona ama orang itu(males sebut namanya semua nya uda padatau).siwon oppa yang sabar ya….

    Balas
  26. ayu

     /  Oktober 23, 2014

    masih terasa nyesek nya . apa lagi sepanjang thn 2014 blm ada moment mereka yg bener” deket di smtown shanghai pun gk ada moment mereka . sekarang berusaha pasrah aja dan udah gak mau brrharap.

    Balas
  27. rumit juga… -_-
    tapi bagus thor 🙂 (y) … #kekurangankata

    Balas
  28. melani

     /  April 3, 2016

    Sedih bgt baca ceritanya karna sesuai kenyataan tapi untungnya sekarang mereka.udah putus jd tinggal.nunggu yoonwon ngumumin hubungan mereka ke semua orang..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: