[FF] BABY PROPOSAL – Because love does not need a reason (Chapter 9)

cover-baby-proposal-[FF] BABY PROPOSAL – Because love does not need a reason (Chapter 9)

Author             : Ravikha Indriani

Twitter             : @pikhapikhu

FB.                   : Ravikha Indriani

Length             : Chapter

Rating             : PG 17

Genre              : Marriage Life, Angst , Romance , sad , tentuin sendiri aja

Main Cast      :

Super Junior  Siwon

SNSD  YoonA

Support Cast :

SNSD Tiffany

SNSD Yuri

SNSD Jessica

Super Junior Donghae

2 AM Seolung

SNSD Sunny

Tn & Ny Choi

Tn & Ny Im, etc

 

 

 

 

Warning: typo  bersembunyi dimana-mana

 

#Happy Reading#

 

“Apa kau mencintainya Yoong?” Tanya Donghae tak sabar sambil menatap wajah Yoona. Yoona hanya diam tak menjawab. Hanya suara tangisannya yang semakin keras.

“Apa kau mencintainya Yoong? JAWAB AKU YOONG,” teriak Donghae yang sudah tak bisa menahan amarahnya lagi. Tangisan Yoona malah semakin keras setelah mendengar teriakan Donghae.

“JAWAB AKU YOONG!” teriak Donghae lagi.

“Berani kau membentaknya. Memangnya kau SIAPA, HAH????

Yoona dan Donghae menoleh kearah suara itu berasal. “Op…pa,” ucap Yoona yang tak menyangka bahwa Siwon sekarang ada disini, dibelakangnya. Donghae pun tak menyangka jika suami Yoona ada disini. Donghae menatap SIwon dengan tatapan dingin begitu pun dengan Siwon. Beraninya dia membentak istriku, memangnya dia piker dia itu siapa, batin Siwon.

“Gwenchana?” Tanya Siwon pada Yoona. Siwon yang melihat air mata Yoona masih mengalir segera menghapus air mata itu dengan tangannya.

“Oppa, kenapa kau kesini?” Tanya Yoona pelan.

“Aku mencari istriku. Apa ada yang salah jika aku mencari istriku, hmhm?” Tanya Siwon pada Yoona.

“Cih, Aigoo…. So sweet,” kata Donghae kesal. Donghae memandang sepasang suami istri itu dengan tatapan tak suka. Dia segera menghampiri Yoona dan menarik tangan Yoona secara paksa. “Oppa, lepas…,” kata Yoona yang berusaha untuk melepaskan tangannya. Siwon yang melihat istrinya kesakitan segera melepaskan tangan Donghae yang menarik tangan Yoona.

“Beraninya kau menyentuh istriku,” geram Siwon.

Donghae yang mendengar perkataan Siwon itu segera melayangkan pukulannya ke wajah Siwon. Yoona yang melihat kejadian itu segera membantu Siwon tapi dengan cepat Donghae menarik tangan Yoona. “Oppa, sebenarnya apa yang kau lakukan?” Tanya Yoona sambil menatap wajah Donghae. Yoona segera melepaskan tangan Donghae dan membantu Siwon berdiri.

“Oppa, gwenchana?” Tanya Yoona khawatir.

“Anii… nan gwenchana,” kata Siwon sambil memegang luka yang ada disudut bibirnya. Yoona segera mengambil sapu tangan yang ada didalam tasnya untuk membersihkan luka Siwon. Siwon hanya bisa menatap wajah Yoona dengan tatapan dalam.

“Yoong…,” panggil Donghae. Yoona tak merespon panggilan Donghae, dia masih sibuk membersihkan luka Siwon.

“Yoona-ya…” panggil Donghae lagi tapi Yoona tak memberikan respon apapun, bahkan hanya untuk sekedar menengok saja. Sebenarnya Yoona mendengar panggilan Donghae tapi tak dia pedulikan karena dia khawatir dengan luka Siwon. Yoona merasakan sakit juga saat melihat Siwon terluka seperti itu.

“Yoong, apakah kau benar-benar mencintainya? Kau sungguh-sungguh mencintainya? Apa kau sudah melupkan cinta kita?” Tanya Donghae lirih.

Siwon menatap wajah Donghae dengan pandangan tak suka. Yoona berbalik untuk menatap wajah Donghae. “Oppa, mianhae….,” kata Yoona lirih dan menatap wajah Donghae sedih. Donghae yang sudah tau akan jawaban Yoona hanya bisa menunduk. Sakit, sedih, itulah yang dirasakanya sekarang. Dia benar-benar sudah kehilangan Yoona. Dia benar-benar menyesal telah meninggalkan Yoona. Mungkin inilah yang dirasakan Yoona dulu saat dia berselingkuh, apalagi dengan sahabatnya sendiri.

“gomawo Yoona-ya,” ucap Donghae. Setelah mengucapkan itu, Donghae segera berjalan pergi meninggalkan Yoona dan Siwon. Donghae tak bisa menyembunyikan rasa sakitnya. Air matanya pun keluar dari tempatnya. Yoona hanya bisa menatap punggung Donghae yang semakin jauh dari pandangannya. Sebenarnya dia juga tak tega mengatakan itu pada Donghae, tapi dihatinya sudah tak ada cinta lagi untuk Donghae, pria yang sudah mengisi relung hatinya dulu. Sekarang yang ada dihatinya adalah Choi Siwon, suaminya.

Yoona sebenarnya tidak begitu yakin apakah dia mencintai suaminya atau tidak, tapi saat Siwon bersama dengan wanita lain, hatinya merasa sakit. Saat Siwon mengabaikannya, hatinya pun ikut sakit. Tapi saat Siwon memberikan perhatian padanya, hatinya berbunga-bunga dan terasa seakan ikut terbang. Entah itu semua bisa dikatakan dia mencintai suaminya itu atau tidak, tapi yang terpenting Siwon bisa membuat hatinya senang meskipun suaminya itu tak melakukan apa-apa.

“Deer?” panggil Siwon. Yoona menoleh pada Siwon dan bertanya ada apa.

“aku capek, aku mau pulang Oppa,” kata Yoona dan berlalu dari hadapan Siwon. Yoona berjalan semakin menjauh dari Siwon.

“Yoongie-ya, tunggu….,” kata Siwon yang berlari dan segera menyusul Yoona.

*******

 

Dinginnya Seoul dimalam hari sama dengan dinginnya suasana didalam mobil Siwon. Jalanan dari Sungai Han menuju rumah mereka berdua sebenarnya tak terlalu jauh tapi entah kenapa rasanya perjalanan itu sangat jauh bagi Yoona. Yoona ingin secepatnya sampai rumah. Dia tak ingin berdua dengan Siwon seperti ini. Hati dan jantungnya berdegup tak karuan. Siwon hanya melirik sesekali kearah Yoona. Dia masih focus dengan jalanan didepannya. Suasana canggung terasa sekali bagi pasangan suami istri ini. Mereka berdua tak tahu harus mulai pembicaraan darimana.

“Yoong, apa kau tak lapar?” Tanya Siwon untuk memecahkan keheningan yang tercipta.

“hmhm… ani Oppa, aku tak lapar,” jawab Yoona tanpa melihat kearah Siwon.

“Bagaimana kau tak lapar jika kau belum makan, Yoong? Kau mau anak kita kelaparan karena dirimu hmhm?” Tanya Siwon dingin. Yoona menoleh pada Siwon. Ternyata dia belum berubah, batin Yoona. Yoona mendengus kesal.

“Wae? Kenapa menatapku seperti itu?” Tanya Siwon sambil melirik kearah Yoona. Yoona hanya diam tak membalas pertanyaan Siwon. Dia terlalu kesal dengan sikap Siwon.

“Yoona-ya….,” panggil Siwon keras.

“Oppa, tak bisakah kau tak teriak. Aku disini dan aku bisa mendengarmu,” jawab Yoona kesal.

“kau yang kenapa, kenapa diam saja. Aku tanya dan kau tak menjawab, sebenarnya apa yang kau pikirkan, hmhm. Apa kau masih berpikir tentang mantan pacarmu itu? Apa kau masih mengharapkannya? Kalau kau mengharapkannya, kenapa kau tidak pergi saja dengannya tadi, hah? Kenapa, Hmhm?” tanya Siwon kesal. Siwon tak bisa berkonsentrasi untuk mengemudi lagi, akhirnya dia menepikan mobilnya dan berhenti di tepi jalan.

“Mianhae,” ucap Siwon lirih. Yoona langsung menatap kearah Siwon. Yoona tak percaya bahwa seorang Siwon yang keras bisa juga meminta maaf. Siwon menolehkan wajahnya untuk bisa menatap wajah Yoona. Siwon menarik tangan Yoona dan menggenggamnya. “Mianhae, Mianhae Yoong,” ucap Siwon lagi.

Yoona tak bisa membendung air matanya lagi. Air matanya keluar begitu saja. Dia menangis sambil menundukkan kepalanya tak berani menatap mata Siwon. Siwon menaikkan dagu Yoona dengan sebelah tangannya dan yang sebelah lagi masih tetap setia menggenggam tangan Yoona.

“Yoong, kau mau memaafkan suamimu yang bodoh ini kan?” tanya Siwon lirih.

Yoona menatap mata Siwon untuk mencari kebenaran akan kata-kata suaminya itu. Yup, Yoona menemukannya. Yoona menemukan kejujuran dan ketulusan dari mata Siwon. Air mata Yoona mengalir begitu saja, pertahanannya sudah runtuh. Siwon langsung menghapus air mata Yoona dengan kedua tangannya.

“Aigoo… kenapa cengeng sekali,” kata Siwon yang masih menghapus sibuk mengahapus air mata Yoona. Siwon tersenyum melihat Yoona seperti ini. Ternyata istrinya lucu juga kalau sedang menangis. Siwon langsung menarik Yoona ke dalam pelukannya.

“Sudahlah Yoong. Sampai kapan kau akan menangis terus, apa kau tak takut air matamu akan habis, hmhm?” canda Siwon yang masih memeluk istrinya itu. Yoona memukul dada Siwon keras.

“Aw, appo…,” kata Siwon. Yoona segera melepas pelukannya dan menatap wajah Siwon lembut.

“wae, apa aku semakin tampan?” canda Siwon.

“Oppa, hilangkan narsis mu itu. Kau sangat jelek, Oppa. Kau jahat padaku,” kata Yoona dengan memukul lengan Siwon. Dia memukul lengan Siwon terus menerus, “aku benci padamu, aku benci Choi Siwon, benci, benci… kau jahat Oppa, kau orang jahat,” kata Yoona yang sekarang berganti memukul dada bidang Siwon. Siwon membiarkan istrinya melakukan apa yang dia mau. Mungkin dengan ini, moodnya akan semakin membaik, pikir Siwon.

Yoona menghentikan pukulannya dan beralih menatap Siwon. “Kenapa Oppa diam saja?” tanya Yoona bingung. Yoona memukul Siwon dan Siwon hanya diam saja tanpa menahan pukulannya dan membiarkan apa yang Yoona lakukan.

“Apa sudah selesai Nyonya Choi?” tanya Siwon dengan senyumnya.

“nde? Apa maksudmu Oppa?” tanya Yoona balik.

“Apa kau sudah puas memukulku? Apa perasaanmu sudah membaik, hmhm,” ucap Siwon lembut.

Yoona yang sudah mengerti arah pembicaraan Siwon pun hanya menganggukkan kepalanya. Sebenarnya Yoona belum puas, tapi melihat Siwon yang diam saja akhirnya Yoona menyerah dan menganggukkan kepalanya bahwa dia sudah puas memukul suaminya itu.

“Kenapa diam saja, eoh?” tanya Siwon lembut.

“Anni… Kita pulang saja Oppa. Aku lapar,” kata Yoona yang masih tetap menatap Siwon.

“tadi katanya tak lapar,” goda Siwon pada Yoona.

“Kajja Choi Siwon, aku lapar….,” kata Yoona keras dan langsung memalingkan wajahnya.

“hmhm, mood bosternya kembali. Perasaan tadi dia yang bilang kalau tak lapar tapi kenapa sekarang dia bilang lapar. Dasar yeoja aneh,” gumam Siwon.

“SIWON OPPA, Kajja,” kata Yoona keras dan membuyarkan lamunan Siwon. Siwon hanya mendengus kesal dan langsung menyalakan mobilnya sebelum istrinya itu teriak dan moodnya kembali memburuk.

 

*******

 

“Oppa, inikan jalanan ke rumah Eommanim. Kenapa kita kesini?” tanya Yoona pada Siwon yang masih focus menyetir.

“Ne. Kita memang ke rumahku. Bukannya tadi pagi aku sudah bilang kalau hari ini kita akan ke rumah Aboji, hmhm… Kenapa? Kau tidak suka?” tanya Siwon.

“Anni, bukan begitu, tapi…” jawab Yoona menggantung.

“tapi????” tanya Siwon lagi.

“Kau tahu kan Oppa, aku belum mandi dan keadaanku seperti ini. Harusnya kita pulang dulu dan membersihkan diri dulu baru kesini,” jawab Yoona yang langsung dibalas dengan tatapan Siwon.

“Kau sudah cantik. Nanti kau juga bisa mandi disana kan? Kalau kita pulang dulu malah memakan waktu yang lama, Yoong…,” jelas Siwon.

“tapi Oppa…,” kata Yoona.

“Sudahlah, kita sudah sampai,” lanjut Siwon. Siwon pun segera memakirkan mobilnya di halaman depan rumah. Siwon melepaskan seatbelt-nya dan keluar dari dalam mobil. Siwon berjalan kearah pintu samping yang diduduki oleh Yoona. Siwon membukakan pintu untuk Yoona tapi Yoona hanya diam tak bergeming sama sekali.

“Yoong,,,,” panggil Siwon yang membuyarkan lamunan Yoona.

Sebenarnya Yoona tahu kalau mereka sudah sampai tapi dia tidak berniat keluar karena dia takut dan jantungnya berdegup kencang. Meskipun ini bukan pertama kalinya dia datang ke rumah mertuanya tapi tetap saja dia merasa sangat takut dan juga gugup, apalagi sekaang penampilannya sungguh kacau. Matanya masih bengkak dan make up-nya pun sudah tak berbentuk lagi.

“Deer,” panggil Siwon lagi. Yoona langsung menoleh kearah Siwon. Mau tidak mau Yoona harus masuk kedalam rumah mertuanya daripada dia diam sendiri didalam mobil. Yoona menganggukkan kepalanya dan segera melepaskan seatbelt-nya dan keluar dari dalam mobil.

Setelah Yoona keluar dari mobil, Siwon menggandeng tangan Yoona erat seakan Yoona tak boleh pergi meninggalkannya untuk memasuki kediaman keluarga Choi. Yoona yang gugup pun hanya bisa diam. Siwon yang mengerti keadaan istrinya itu hanya bisa menggenggam tangan Yoona lebih erat lagi untuk menenangkan istrinya.

Siwon pun mengetuk pintu rumah dan tak lama kemudian salah satu pelayan keluarga Choi membukakan pintu untuk pasangan suami istri tersebut. “Oh, Tuan Muda, Annyeonghaseyo…,” sapa pelayan tadi dengan membungkukkan badannya. Dia juga menyapa Yoona yang ada di sebelah Siwon.

“Ne, annyeong… Apa semuanya ada dirumah?” tanya Siwon pada pelayan yang berusia sekitar 40-an itu.

Belum sempat pelayan tadi menjawab pertanyaan Siwon, suara derap langkah kaki yang terkesan tergesa-gesa terdengar dengan diiringi suara yang sangat keras. “Eonniii…,” panggil seseorang tadi. Yoona langsung melihat ke sumber suara tersebut.

“Oh, annyeong Sulli-ya,” kata Yoona menjawab panggilan Sulli. Yoona pun segera melepaskan genggaman tangan Siwon dan segera memluk Sulli yang sekarang sudah ada dihadapannya. Siwon yang melihat itu hanya mendengus kesal. “Ckckck, dasar…,” gumam Siwon.

“Eonni mianhae tadi aku tak sempat bertemu denganmu, jadi aku menelepon Siwon Oppa,” kata Sulli yang sedang meminta maaf pada Yoona setelah mereka berdua melepaskan pelukan satu sama lain.

“Ne, maaf merepotkanmu sulli-ya,” kata Yoona dengan senyumnya.

“Aigoo, aku tak apa jika direpotkan olehmu Eon, tapi aku tak mau jika direpotkan oleh si Simba itu,” jawab Sulli. Yoona mengernyitkan keningnya. Dia bingung siapa yang dimaksud Sulli. Siwon yang mendengar perkataan Sulli langsung memukul kepala Sulli.

“YA Oppa!” teriak Sulli yang kesakitan karena kepalanya dipukul oleh Siwon.

“Wae???” tanya Siwon tanpa rasa bersalah sama sekali. Sulli pun balik memukul lengan Siwon. Begitu pun sebaliknya. Yoona yang melihat kedua kakak beradik ini hanya menyunggingkan senyumnya. Mungkin dia berpikir kalau kelakuan suami dan adik iparnya ini sama dengan kelakuannya dengan Oppa-nya.

“Aigoo kalian ini,” ucap Ny. Choi yang baru datang dan langsung memukul kedua anaknya itu. “Yoona-ya, wasseo?” sapa Ny. Choi pada menantunya.

“Annyeonghaseyo Eommanim,” sapa Yoona dan membungkukkan badannya.

“Kajja Yoong, tinggalkan saja mereka berdua,” kata Ny. Choi yang langsung menggandeng tangan Yoona dan membawanya masuk ke dalam ruang keluarga. Di ruang keluarga ada Tn. Choi yang sedang duduk di sofa sambil membaca majalah bisnis.

“Annyeonghaseyo Aboji,” sapa Yoona pada mertuanya yang  sedang sibuk dengan bacaannya.

“Oh, Yoona-ya,” jawab Tn. Choi yang langsung memeluk Yoona.

“Aigoo, hari ini saja aku belum dipeluk Aboji-mu Yoona-ya,” kata Ny. Choi yang iri melihat suami dan menantunya berpelukan seperti itu.

“Apa kau mau dipeluk juga, yeobo,” tawar Tn. Choi pada istrinya. Nyonya Choi hanya menganggukan kepalanya tanda bahwa dia juga mau dipeluk. Yoona yang melihat mertuanya berpelukan itu hanya tersenyum. Senang rasanya berada di kelurga Choi. Yoona kira kalau keluarga Choi itu sangat menakutkan tapi kenyataannya berbeda, keluarga Choi adalah keluarga yang hangat.

“Omo, Aboji, Eomma kenapa kalian melakukan lovey dovey disini?” tanya Sulli yang baru masuk kedalam ruang keluarga yang diikuti Siwon dibelakangnya. Siwon yang melihat itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Lama juga dia tak melihat adegan romantic kedua orang tuanya itu. Siwon lalu melihat istrinya yang sedang tersenyum karena Sulli berusaha melepaskan pelukan kedua orang tuanya. Hati Siwon sedikit tenang karena istrinya itu sudah bisa tersenyum. Dia lalu mendekati Yoona dan mengajaknya pergi dari sana, tapi saat Sulli melihat Siwon dan Yoona yang akan pergi segera memanggil mereka.

“Ya Choi Siwon mau dibawa kemana Yoona Eonni,” kata Sulli keras. Aboji-nya yang mendengar Sulli memanggil kakaknya seperti itu langsung memukul lengan Sulli pelan.

“Apa kau tak bisa sopan dengan Oppamu, Sulli-ya,” tegur Tuan Choi. Siwon yang mendengar Abojinya member teguran pada Sulli hanya memeletkan lidahnya pada Sulli dan segera beranjak pergi dari sana. Yoona pun mengikuti kemana suaminya akan membawanya. Ternyata Siwon membawa Yoona ke kamarnya. Siwon membuka pintu kamarnya dan segera menutup kamarnya saat keduanya sudah masuk ke kamar.

Siwon membuka lemarinya dan mengambil handuk baru. Dia menyerahkannya pada Yoona. “Kau mandilah dulu, Yoong,” kata Siwon.

“Oppa dulu saja, aku mau istirahat sebentar,” kata Yoona. Dia memang ingin segera menyegarkan tubuhnya  tapi dia sangat lelah jadi dia ingin tiduran sebentar.

“baiklah kalau begitu,” kata Siwon yang langsung masuk ke kamar mandi.

Setelah Siwon masuk ke kamar mandi, Yoona merebahkan tubuhnya di ranjang. Dia benar-benar sangat lelah, tak lama kemudian matanya pun sudah terpejam. Lima belas menit kemudian, Siwon sudah selesai mandi dan tubuhnya juga sudah segar. Dia juga sudah berganti dengan kaos putih lengan pendek dan juga celana jeans. Saat Siwon keluar dari kamar mandi, dia melihat Yoona yang tertidur pulas. Siwon pun mendekati Yoona. Dia duduk di pinggir ranjang dengan hati-hati supaya tak membangunkan Yoona. Diamati wajah istrinya yang tampak lelah. Masih ada sisa air mata disana. Siwon pun melihat perut Yoona yang sudah mulai membesar, didalam perut Yoona ada anaknya. Sebentar lagi dia akan menjadi seorang Appa, Siwon pun tersenyum. Dia mengelus pelan perut Yoona tapi tiba-tiba, “Aw…,” pekik Yoona.

Siwon yang mendengar pekikan Yoona itu langsung kaget. Yoona masih berbaring tapi matanya tak terpejam lagi. “wae? Ada apa Yoong?” tanya Siwon yang masih tak bisa menyembunyikan kekagetannya.

Yoona menggeleng pelan tapi dia mengelus perutnya. Siwon yang melihat Yoona mengelus perutnya tampak khawatir. Dia takut terjadi apa-apa pada Yoona atau pun bayinya. “Yoong, kenapa? Apa ada yang sakit? Apa kita perlu ke rumah sakit saja?” tanya Siwon cemas.

Yoona hanya tersenyum melihat kepanikan Siwon. “aigoo, kyeopta,” batin Yoona.

“Yoona-ya,” panggil Siwon.

“Nan Gwenchana Oppa,” jawab Yoona akhirnya. Yoona pun pelan-pelan bangun dari tidurnya. Siwon yang melihat itu pun membantu Yoona. Dia meletakkan bantal dikepala ranjang supaya Yoona merasa nyaman.

“Yoong, kau  tak  apa-apa kan?” tanya Siwon lagi. Siwon masih cemas karena Yoona belum menjawab pertanyaanya.

“Gwenchana Oppa,” jawab Yoona memandang lekat Siwon.

“tapi kenapa tadi kau tiba-tiba berteriak seperti itu,” kata Siwon lagi yang masih menuntut penjelasan istrinya.

“Siapa yang berteriak Oppa? Kau itu ada-ada saja. Aku begitu tadi karena aegy-nya menendang perutku Oppa,” jelas Yoona pada Siwon. Siwon yang tak mengerti maksud Yoona pun hanya diam dan mengerutkan keningnya bingung. Yoona yang mengerti kebingungan suaminya langsung menarik tangan Siwon dan meletakkan tangan Siwon ke perutnya.

“Oppa, dia tadi sangat nakal sekali. Dia menendang perutku sangat kuat dan aku merasa kesakitan tadi,” adu Yoona pada Siwon.

“Nugu?” tanya Siwon bingung.

“Uri aegy, Oppa,” jawab Yoona manja.

“Jinjja. Apa dia bergerak didalam sana?” tanya Siwon polos.

Yoona hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Siwon yang masih tak percaya dengan apa yang Yoona katakana meraba perut Yoona. Mengelusnya perlahan dan dia menemukan sesuatu. “Ah…,” ucap Siwon. Yoona yang  mengerti dengan sikap Siwon tadi hanya diam saja. Dia tak ingin menganggu Siwon.

“Tadi dia bergerak Yoong. Dia mengikuti gerakan tanganku Deer,” ucap Siwon menatap maa Yoona. Mata Siwon menunjukkan kalau dia senang sekali.

“Coba ajak dia bicara, Oppa,” suruh Yoona.

“Apa bisa dia mendengar apa yang aku katakana?” tanya Siwon dan Yoona pun tersenyum.

Siwon melakukan apa yang Yoona katakan tadi. Siwon menempelkan telinganya ke perut Yoona dan akan memulai bicara.

“Annyeong aegy-ya. Apa kau bisa mendengar daddy, hmhm?” kata Siwon pada bayi yang ada dikandungan Yoona.

“Sedang apa didalam sana? Apa kau sedang bermain bola?” kata Siwon lagi. Bayi yang ada didalam kandungan Yoona pun menendang memberikan respon. Yoona merasakannya. Begitu juga Siwon. “Yoong dia bergerak,” kata Siwon senang.

Yoona hanya tersenyum mendengar perkataan Siwon. Hati Yoona senang sekali. Ini baru pertama kali Siwon melakukannya. Menyentuh perutnya dan berbicara pada anak-nya. Rasanya benar-benar bahagia.

“Oppa…,” panggil Yoona.

“hmhm,” Siwon hanya bergumam karena dia sedang asyik dengan aegy-nya.

“apa boleh aku bertanya sesuatu padamu?” tanya Yoona.

“silahkan,” jawab Siwon.

“Kenapa tadi kau menjemputku di Sungai Han?” tanya Yoona. Siwon yang mengerti kemana arah pembicaraan Yoona pun mendongakkan kepalanya. Dia menatap Yoona dalam.

“Karena kau istriku,” jawab Siwon.

“hanya itu?” tanya Yoona lagi.

“Nde. Karena kau istriku maka dari itu aku menjemputmu. Tadi Sulli juga menelepon dan kita akan ke rumah Aboji jadi tak mungkin aku akan kesini sendirian tanpamu karena sebenarnya mereka hanya ingin bertemu denganmu,” jelas Siwon lagi.

‘jadi hanya itu, batin Yoona. “mungkin aku saja yang kege-eran,” gumam Yoona.

Siwon sebenarnya mendengar gumaman Yoona tapi dia hanya diam saja. Yoona beranjak turun dari ranjang. “Eodiga?” tanya Siwon.

“Aku mau mandi,” jawab Yoona kesal. Entah kenapa dia sangat kesal dengan jawaban Siwon tadi. Siwon yang mengerti kekesalan Yoona hanya tersenyum saja. Dia tau kalau jawaban yang diberikannya tadi bukan jawaban yang diinginkan Yoona.

Yoona mengambil handuk yang tadi disiapkan Siwon dan segra melangkah masuk ke kamar mandi. Dia perlu menyegarkan badan dan juga hatinya.

Siwon mengambil majalah yang ada di nakas meja sebelah ranjangnya dan membacanya sambil menunggu Yoona. Tiba-tiba Iphonenya bergetar menandakan kalau ada pesan yang masuk. Dilihatnya siapa yang mengirimkan pesan dan ternyata yang mengirim pesan itu Seoloung Hyung.

 

From : Seoloung Hyung

To     : Siwon

Apa kau sudah bertemu Yoona?

 

Siwon segera membalas pesan Seoloung.

To        : Seoloung Hyung

From    : Siwon

Sudah hyung. Kkokjongma…

 

Setelah membalas pesan dari Seoloung, Siwon melanjutkan membaca majalah lagi. Tak lama kemudian Yoona keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai kimono handuk dan handuk yang diikatkan ke kepalanya. Yoona tahu kalau Siwon masih ada didalam kamar tapi dia tak memperdulikannya. Yoona berjalan kearah meja rias. Dia mendudukkan dirinya di kursi rias dan melepas handuk yang ada di kepalanya. Yoona mengeringkan rambutnya yang basah dengan menggosok-gosokkan handuk itu ke rambutnya.

Sebenarnya setelah Yoona keluar dari kamar mandi, mata Siwon tak pernah lepas memandang Yoona. Melihat apa yang dilakukan Yoona sekarang membuat Siwon gemas sendiri. Siwon pun segera berdiri dan berjalan mendekati Yoona.

“Apa kau sedang menggodaku Nyonya Choi?” bisik Siwon lembut ditelinga Yoona yang membuat Yoona merinding.

“Oh, kau masih ada disini, ku kira kau sudah keluar tadi,” jawab Yoona ketus. Dia masih kesal dengan suaminya itu.

“aigoo. Angry with me?” tanya Siwon yang masih betah dibelakang Yoona dan memandang istrinya itu dari kaca rias yang ada didepannya. Yoona menyisir rambutnya tanpa memperdulikan pertanyaan dari Siwon.

“Harusnya Oppa tau kalau aku marah padamu,” batin Yoona.

Yoona masih saja mengacuhkan Siwon. Siwon pun tak kehabisan akal, dia mencium leher Yoona lembut yang membuat Yoona merinding. Siwon pun lagi-lagi mencium leher jenjang milik istrinya itu semakin dalam dan memberikan kissmark pada leher istrinya dan itu membuat semburat merah diwajah Yoona. Karena takut terbuai oleh ciuman suaminya, Yoona pun langsung berdiri dari duduknya dan memukul dada Siwon.

“Oppa! Apa yang kau lakukan?” marah Yoona.

“Aku melakukan apa yang dilakukan seorang suami pada istrinya, memangnya ada yang salah dengan perbuatanku tadi, hmhm?” goda Siwon.

“Tapi aku sedang kesal denganmu Oppa,” jawab Yoona tak mau kalah argument dengan Siwon.

“Berarti kalau kau tak kesal padaku, aku boleh melakukannya, hmhm…,” goda Siwon lagi.

Blush… wajah Yoona langsung memerah karena ucapan Siwon itu.

“Anni, bukan seperti itu, tapi… Oppa, apa yang akan kau lakukan padaku,” kata Yoona takut karena Siwon berjalan mendekatinya. Dia pun ikut berjalan ke belakang dan DAM! Badannya sudah tak bisa digerakkan lagi karena dia sudah terhimpit meja rias dan didepannya Siwon masih saja mendekat kearahnya sampai tak ada jarak lagi antara keduanya.

“Oppa, apa yang ak…,” kata Yoona terputus karena Siwon sudah membungkam bibirnya. Siwon mencium bibir Yoona lembut. Siwon  sedikit memajukan badannya, menarik wajah Yoona dengan kedua tangannya. Bibirnya tak berhenti sampai disana. Yoona  dapat merasakan jika kini bibir Siwon tengah bergerak melumat bibirnya dan mulai bergerak keatas. Entahlah, kini sepasang insan tersebut dapat saling merasakan bibir masing-masing. Siwon semakin dalam menciumnya dan semakin menuntut. Semakin lama Yoona  merasakan jika kadar oksigen dalam paru-parunya menipis. Otomatis ia dengan susah payah menarik wajah Siwon, pria ini kemudian kembali memiringkan kepalanya dan menautkan bibirnya kembali. Yoona seakan tak bisa berbuat apa-apa. Entah kenapa dia selalu tak bisa menolak ciuman Siwon. Ciuman Siwon semakin dalam dan Yoona menikmatinya. Mereka berdua sama-sama terbuai dan melupakan tentang makan malamnya.

Karena terlalu menikmati apa yang dilakukan sekarang sampai-sampai tak mendengar jika ada ketukan pintu dari tadi. Seorang yeoja yang mengetuk pintu dari tadi sudah kesal setengah mati. “sebenarnya mereka ini tuli atau apa sih,” gerutu yeoja itu.

Akhirnya dia memutuskan untuk mencoba masuk saja, mungkin tidak dikunci dan ternyata benar tak terkunci. Dia langsung membuka pintu, setelah pintu terbuka dia kaget dengan apa yang dilihatnya sekarang.

“OMO OPPA, EONNI….,”

 

TBC

Akhirnya saya berhasil menyelesaikan chapter 9 ini dengan susah payah tanpa ada feel sama sekali. Sebenarnya saya berencana untuk meng-END-kan cerita di chapter ini tapi ternyata saya kesulitan membuat endingnya, jadi stop sampai disini. Penyakit malas yang menjalar dan kesibukan yang padat membuat cerita ini ga selesai”. (author sok sibuk).

Chapter ini juga dibuat karena banyaknya sms, mention, dan pesan-pesan yang lain dari orang-orang yang menginginkan cerita yang ga bermutu ini. Sekali lagi saya minta maaf yang sebenar-benarnya karena kalian telah menunggu lama dan juga saya mau bilang kalau dichapter ini rada-rada aneh bahasanya J tapi tetap saya mengharap comment kalian para readers ya… kritik dan saran sangat saya tunggu, bener deh, asli… nunggu banget….

Buat Echa thank’s ya JJJ

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

302 Komentar

  1. dwisy

     /  Desember 27, 2016

    Akhirnya … sbnrnya gimna sih perasaan siwon ke yoona jafi aku pula yg bimbang hahaha.. mata sulli ternodai ckckck

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: