[FF] Journey of Love (Chapter 7)

journey of love

Title: Journey of Love

Story By: Nitahyunmichoi

Main Cast: Choi Si Won, Im YoonA, Choi Sooyoung, Lee Jong Hyun

Support Cast: Kim Myungsoo, Jung Soo Jung, Choi Minho, Park Gyuri

Genre: Drama, Family, Romance, Sad || Length: Chapter || Rating: General

Blog:http://nitayoonwonfanfiction.wordpress.com || Twitter: @Nita_Rahayu22 – @nitayoongwonie

Disclaimer: Cerita dalam FF ini terinspirasi dari drama-drama Korea yang pernah saya tonton, namun  selebihnya, alur serta karakter tokoh adalah murni hasil imajinasi saya sendiri.

Special Art by:@Illah_Iluth

oOo

Journey of Love – Chapter 7

oOo

Yoona duduk seorang diri di sebuah sudut cafe, tangannya menggenggam cangkir coffee yang terlihat masih mengepulkan asap. Mata indahnya yang kini tampak teduh terlihat kosong, entah objek apa yang menjadi pandangan gadis itu. Sesekali juga kedua matanya mengerjap begitu lambat, menandakan jika sekarang dirinya tengah memikirkan suatu hal.

“Kau serius?”

Kesadaran Yoona kembali setelah mendengar suara seorang wanita yang duduk tak jauh dari tempatnya, kini perhatiannya teralihkan pada wanita itu.

“Kau sungguh beruntung Choi Sooyoung” ujar wanita berambut panjang bergelombang itu.

Yoona menarik satu sudut bibirnya, melihat percakapan kedua wanita itu. Kedua wanita yang tadi siang bertemu dengannya di butik dan sempat bertengkar dengan temannya – Park Gyuri.

“Tapi dia masih bersikap acuh pada ku Stella, aku juga tidak mengerti kenapa Siwon seperti itu pada ku” jawab Sooyoung pada lawan bicaranya – Stella Kim.

“Mungkin Siwon belum terlalu mengenal mu, jadi dia masih bersikap acuh. Sabarlah, aku yakin lambat laun Siwon pasti bisa menerima mu” ujar Stella menyakinkan Sooyoung. Sooyoung hanya membalasnya dengan sebuah sunggingan kecil.

Yoona semakin tersenyum meremehkan melihat kedua wanita itu.

“Choi Sooyoung, bukan Siwon yang harus kau hadapi. Tapi aku, jangan harap kau bisa mendapatkannya. Dan kau Stella Kim, kau akan ku hancurkan”

oOo

Siwon duduk di sisi ranjang, tangannya menggenggam sebuah foto usang. Foto yang didalamnya terdapat dirinya dan sang Ayah tercinta ketika ia masih balita. Foto itu selalu menjadi pelipur laranya ketika dirinya merasakan rindu kepada sang Ayah tercinta yang sudah 22 tahun lamanya tak jumpa, disinilah sisi rapuh Siwon terlihat. Kadang dia juga menitikan air mata ketika mengingat lagi kejadian malam itu, meskipun pada saat itu usianya masih terlalu kecil tapi otaknya mampu merekam semua kejadian kebakaran gudang tersebut. Siwon sadar, tak ada gunanya mengingat luka itu tapi inilah motivasinya dan inilah alasan kenapa dirinya bisa menjadi Siwon seperti sekarang ini.

“Appa, aku akan segera membalas perbuatan mereka. Aku akan merebut semua yang dulu kau miliki termasuk perusahaan”

Mata Siwon berkaca-kaca, tak kuasa menahan gejolak rindu di dalam hatinya ketika melihat senyuman sang Ayah tercinta di dalam foto.

 

Di tempat lain Yoona juga tengah menggenggam sebuah foto, foto yang diambli ketia dirinya masih berusia 7 tahun. Dirinya duduk di pangkuan sang ibu, tersenyum menatap kamera. Tanpa sadar Yoona menitikan air mata ketika ingatannya melayang pada saat itu, saat dimana terakhir kalinya ia marasakan hidup dengan kasing sayang seorang ibu.

“Baik, jika ini yang kau minta akan ku kabulkan. Mulai sekarang kau bukan ibu ku, seumur hidup dan sampai mati aku akan manutup mulut tentang rahasia ini. Ibu” Yoona merobek foto tersebut menjadi beberapa bagian kemudian menghempaskannya dan terjatuh. Angin malam pun membawa serpihan-serpihan foto tersebut mengikuti arahnya, memisahkannya dan membawanya pergi ke suatu tempat yang mungkin tak akan pernah kembali.

“Dunia ku, akan segera berubah”

oOo

Esok harinya, Yoona kembali pada rutinitas sebelumnya yaitu bekerja sebagai seorang waiterss di sebuah coffe shop. Hari ini coffe shop tersebut terlihat sedikit ramai, sehingga Yoona maupun para waiterss lainnya disibukan melayani para pengunjung.

Yoona meletakan cangkir yang berisikan sebuah cofe panas lalu menarik kursi dan duduk. Siwon menyunggingkan senyum tipis di wajahnya tanpa berkata.

“Kau tidak bekerja?” tanya Yoona membuka obrolan. Setelah sedikit menyesap cofe-nya Siwon bersuara “Tidak, aku langsung kesini menemui mu” jawab Siwon.

“Ada apa?”

“Untuk membicarakan perjanjian kita semalam yang sempat tertunda” jawab Siwon. Yoona menghela nafas “Aku sudah menyetujuinya, lalu apa lagi” ujar Yoona terdengar ketus.

Siwon tersenyum tenang mendengar nada ketus dari Yoona.

“Kau masih ingat tempat duduk ini?” Ujar Siwon melipatkan kedua tangannya di depan dada. Mimik wajahnya berubah seketika menjadi Siwon yang dingin dan arogan.

Yoona menatap Siwon menunggu kalimat yang akan di ucapkan pria itu selanjutnya.

“Waktu itu kau begitu yakin mengatakan jika kau rela mati daripada harus berteman dengan ku, dan saat kubilang cepat tarik kata-kata mu karena suatu hari nanti kau pasti akan menjilat ludah mu sendiri dan menyesalinya tapi kau malah tersenyum meremehkan ku dan bilang jika aku sombong dan angkuh. Ku rasa kau mengerti apa maksud ku” Siwon kembali mengingatkan Yoona tentang hal ini membuat Yoona merasa tersindir.

“Aku mengerti, yah kau benar. Aku memang menjilat ludah ku sendiri tapi aku tidak menyesalinya. Karena sekarang aku membutuhkan mu untuk merubah hidup ku” jawab Yoona membalas tatapan mata Siwon. Siwon terhenyak, rahangnya mengeras mendengar penuturan Yoona yang begitu gamblang.

“Hanya membutuhkan ku?” tanya Siwon ragu.

“Tentu saja, lalu apa lagi” jawab Yoona ketus tanpa pertimbangan.

“Kau hanya memanfaatkan ku untuk merubah hidupmu? Kau hanya menjadikan ku jembatan darutan supaya kau berada di jalan orang-orang kelas atas. Begitu?

Yoona mendelikan matanya menatap Siwon kesal “Tentu saja lalu apa lagi? Kau yang sudah membuat ku seperti ini dan kau juga yang menyuruhku untuk balas dendam bukan?” nada suara Yoona terdengar meninggi.

“Kau tidak mencintai ku?” tanya Siwon pelan tapi langsung membuat Yoona menatapnya kaget. Sesaat Yoona terdiam, mencoba bertanya pada hati kecilnya apakah dia mencintai Siwon atau memang benar dia hanya memanfaatkan Siwon untuk merubah hidupnya.

“Baik, jika kau memang hanya memanfaatkan ku, aku terima. Kita mulai semuanya sekarang, Namsan Tower, temui Jong Hyun disana pukul tujuh malam, dan putuskan dia. Kau siap?”

Yoona membulatkan matanya, sebuah perintah yang sangat konyol dan rasanya tak bisa ia lakukan. Tapi terlanjur, semalam dia sudah menerima tawaran Siwon dan itu artinya dirinya sudah menjadi “milik” Siwon meski harus dengan cara seperti itu.

“Choi Siwon-ssi?”

“Kenapa? Jika kau memanfaatkan ku, aku juga bisa lebih memanfaatkan mu. Aku sudah menghubungi Jong Hyun dan dia akan datang. Im Yoona, jika kau ingin merubah hidupmu harus ada sesuatu yang kau korban kan. Ibu mu, dia mengorbankan mu hanya demi harta, dan kau juga harus seperti itu, mengorbankan Jong Hyun karena ingin merubah hidup mu. Sama saja bukan? Baiklah nanti sore aku jemput, siapkan diri mu. Aku pergi”

Yoona membisu membiarkan Siwon pergi begitu saja, perkataan Siwon barusan membuatnya sadar jika jalan yang ia pilih adalah jalan yang sama dengan Ibunya. Yah, meninggalkan seseorang demi merubah status hidupnya agar menjadi lebih baik. Tapi terlambat, Yoona sudah terlambat. Dia sudah melangkah dan sudah tak ada kesempatan untuk mundur lagi. Karena Siwon sudah menguncinya dengan sebuah perjanjian yang sudah dirinyasetujui. Jadi mau tak mau, suka tak suka, Yoona harus menuruti apa kata Siwon.

“Jong Hyun, maafkan aku”

oOo

Tepat Pukul 19:00 KST, Jong Hyun sudah berada di taman Namsan Tower. Menunggu kakak tirinya – Choi Siwon. Jong Hyun menghela nafas setelah memastikan jika Siwon belum datang kemudian dia duduk di salah satu bangku. Tak jauh dari tempat Jong Hyun, Siwon mengawasinya. Pria itu tersenyum tipis tapi terkesan licik, Siwon mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan singkat untuk Jong Hyun.

“Tunggu aku, sebentar lagi aku sampai”

Dusta Siwon, kemudian menatap Yoona yang berdiri disebelahnya.

“Ku harap kau bisa menepati janji mu. Aku menunggu mu di mobil” ujar Siwon menepuk bahu Yoona dengan sebelah tangannya kemudian berjalan menuju mobilnya. Yoona menghela nafas, mengisi rongga paru-parunya yang entah kenapa mendadak terasa sesak. Tentu saja ini terlalu berat bagi gadis itu, memutuskan seorang pria tak berdosa karena keegoisannya.

Yoona masih belum beranjak dari tempatnya, gadis itu masih merangkai kata-kata yang tepat setidaknya agar Jong Hyun tidak merasa kecewa padanya meskipun itu tak mungkin terjadi. Setelah merasa sedikit tenang, Yoona melangkahkan kakinya menuju Jong Hyun yang masih setia duduk di sebuah kursi taman.

“Jong Hyun” panggil Yoona dengan suara bergetar. Jong Hyun menolah, tampak mimik kaget terlihat jelas dari wajah pria itu.

“Yoona, kau sedang apa disini?” tanya Jong Hyun perlahan berdiri lalu menyunggingkan sebuah senyum kecil di bibirnya.

Melihat senyum tulus Jong Hyun tanpa sadar membuat dada Yoona terasa sesak, semakin terasa berat untuk memutuskan Jong Hyun.

“Ada sesuatu yang ingin ku katakan pada mu” ujar Yoona setelah cukup lama jeda karena tengah menata emosinya.

Jong Hyun mengerutkan keningnya bingung lalu berjalan mendekati Yoona.

“Sepertinya serius? Apa terjadi sesuatu pada mu?” tanya Jong Hyun cemas. Yoona menggeleng singkat.

“Lalu apa yang terjadi, ceritakan—–“

“Kita akhiri saja sampai disini” dengan satu tarikan nafas Yoona berhasil mengeluarkan kalimat tersebut.

Jong Hyun diam mencoba meyakinkan pendengarannya “Kau bicara apa?” tanya Jong Hyun bingung.

“Kita akhiri sampai disini, kita putus” dengan keberanian penuh kali ini Yoona mengatakan kalimat itu dengan menatap mata Jong Hyun. Meskipun tak bisa di bohongi hati kecilnya menangis menyesali perkataan yang baru saja ia ucapkan.

“Im Yoona, kau jangan bercanda. Apa maksud mu?” Jong Hyun mengguncang bahu Yoona meminta penjelasaan.

“Aku…aku lelah menjadi kekasih mu, aku tak bisa terus berada disamping mu. Tolong hargai keputusan ku, kita berpisah”

“Tidak…Tidak!!! Im Yoona demi Tuhan ini tidak lucu. Ada apa sebenarnya dengan mu eoh? Apa ini semua karena perkataan Ibu ku malam itu? Jika memang benar, aku akan suruh Ibu ku untuk meminta maaf pada mu”

“Tidak usah, karena bukan itu alasannya” jawab Yoona menahan gumpalan air matanya yang sudah berada di pelupuk mata.

“Lalu apa?” teriak Jong Hyun prustasi.

“Karena aku tidak mencintai mu” Yoona menghempaskan kedua tangan Jong Hyun dari bahunya lalu berbalik. Seketika saja air mata yang sejak tadi ia tahan tak terbendung, tumpah begitu saja membasahi kedua pipinya.

“Im Yoona” lirih Jong Hyun parau.

Yoona terisak dalam diam kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan Jong Hyun yang terlihat hancur. Jong Hyun hanya bisa menatap kepergian Yoona dalam diam dan kehancuran, tenaganya seperti sudah habis terkuras sehingga untuk memanggil Yoona pun tak dapat ia lakukan.

Hati pria itu hancur, tak pernah sebelumnya terbesit sedikit pun jika hal seperti ini akan ia alami. Jong Hyun tak terima, ia merasa alasan Yoona meminta putus sungguh tak masuk akal dan tak dapat ia mengerti. Karena yang ia tahu Yoona sangat mencintainya.

oOo

Diperjalanan pulang Yoona memalingkan wajahnya dari Siwon, sebenarnya dia tengah menyembunyikan air matanya dari Siwon. Tapi meskipun begitu Siwon tak buta, dia tetap tahu jika Yoona menangis dan terlihat menyesali apa yang baru saja ia lakukan. Siwon menoleh sekilas pada Yoona kemudian kembali lagi fokus pada kemudianya.

Siwon menghentikan mobilnya ketika sampai di rumah atap Yoona, ketika mobil berhenti buru-buru Yoona keluar dari mobil kemudian mengambil langkah seribu menaiki tangga menuju rumahnya tanpa memperdulikan Siwon.

Siwon menghela nafas kemudian berjalan cepat menyusul Yoona. Yoona tersusul, Siwon segera menarik paksa tangan Yoona sehinggan gadis itu berbalik padanya.

“Kau sudah seperti ini, padahal kau baru memulainya Im Yoona” teriak Siwon  sedikit marah melihat sikap Yoona yang terlihat menyesali perbuatannya.

“LEPASKAN AKU!!!” Yoona menepis tangan Siwon begitu kasar lalu kembali berbalik. Sayang, ketika baru satu langkah tangan Yoona sudah kembali ditarik Siwon kali ini dengan tenaga yang lebih kuat, Siwon meraih tengkuk Yoona dan tanpa diduga mendaratkan sebuah ciuman tepat dibibir gadis itu. Sebuah ciuman paksa dan terkesan sedikit kasar, meskipun hanya menempelkan bibirnya dengan bibir Yoona yang terkunci rapat.

Yoona menutup kedua matanya begitu rapat, tak melakukan penolakan karena dirinya sudah tak lagi mempunyai tenaga untuk melawan Siwon yang terlalu kuat. Siwon mengakhiri ciuman memaksanya terhadap Yoona setelah cukup lama. Tangannya beralih menangkap kedua belah pipi Yoona, sementara itu – Yoona masih menutup rapat-rapat kedua matanya namun tetap saja air matanya keluar membasahi kedua pipinya.

Siwon segera membawa Yoona kedalam dekapannya, memeluknya begitu posesif sehingga Yoona menangis di dadanya.

oOo

Kamar yang gelap, hanya cahaya yang berasal dari lampu duduk yang terdapat diatas nakas yang menjadi penerang. Dengan setia Siwon berada disamping Yoona yang tengah memejamkan mata, sesekali tangan Siwon bergerak menyingkirkan helai demi helai rambut yang menutupi wajah sang kekasih.

Perlahan kedua kelomapk mata Yoona bergerak, sampai akhirnya mata itu terbuka, objek pertama yang ia lihat adalah Siwon. Tentu saja, karena sejak tadi pria itu menatapnya tanpa sedetik pun teralihkan.

“Pulanglah, aku ingin sendiri” ujar Yoona terdengar serak, mungkin karena terlalu banyak menagis.

“Pulang? Kenapa aku harus pulang? Ini rumah ku juga” jawab Siwon. Yoona menghela nafas, benar ia melupakan hal tersebut. Rumah ini, sudah menjadi milik Siwon maka secara langsung Siwon adalah pemilik rumah ini. Sementara dirinya, hanya sekedar menumpang saja.

“Apa kau sudah lelah menangis?” tanya Siwon pelan.

“Yah aku lelah, dan aku lelah sekali menghadapi kehidupan ini”  jawab Yoona parau.

“Yoona, berjanjilah pada ku jika itu adalah air mata terakhir mu. Berjanjilah pada ku, jika besok, lusa, dan seterusnya kau tidak akan pernah menangis lagi” pinta Siwon. Yoona menatapnya serius. Menunggu kalimat selanjutnya yang mungkin akan terlontar lagi dari bibir pria itu, tapi tidak. Rupanya Siwon tak melanjutkan ucapannya, sehingga membuat Yoona angkat bicara.

“Choi Siwon, kenapa kau melakukan semua ini pada ku? Padahal aku sudah bilang jika aku hanya menjadikan mu sebagai jembatan darutan untuk merubah jalan hidup ku” tanya Yoona. Akhirnya pertanyaan itu dapat ia lontarkan pada Siwon.

“Bukankah aku yang menawarkan diri menjadi jembatan darurat mu.? Kau tak usah pikirkan apa pun lagi, yang harus kau lakukan adalah hidup bersama ku. Dengan begitu rasa sakit dan penderitaan yang selama ini kau rasakan akan hilang dengan sendirinya” jawab Siwon terdengar serius akan perkataannya.

“Kau mencintai ku?” entah kenapa pertanyaan picik itu meluncur tanpa kendali dari bibir Yoona. Bahkan mungkin gadis itu tak menyadari telah mengatakan sebuah pertanyaan yang mungkin tidak sepatutnya ia layangkan pada Siwon. Siwon membeku, terlihat dia sangat kaget dan juga tak percaya. Tadi pagi dia yang bertanya seperti itu pada Yoona, tapi sekarang gadis itu malah balik bertanya padanya.  Bagaimana Siwon mau menjawab, sementara dia sendiri pun tak dapat mengartikan apa yang ia rasakan pada Yoona.

“Kau mencintai ku?” ulang Yoona lagi. Sepertinya  penasaran setelah melihat perubahan wajah Siwon serta bungkam seribu bahasa, seakan kehabisan kata-kata tak tak tahu harus menjawab apa.

“Choi Siwon, jawab aku” pinta Yoona memohon dengan suara paraunya.

Siwon beralih menatap matanya, kembali menyingkirkan helaian rambut yang menutupi kening Yoona. Mulutnya masih terkunci rapat seakan tak dapat terbuka saat ini. Yoona tak mengerti, kenapa Siwon seperti tengah bimbang untuk menjawab pertanyaannya ini. Apa mungkin Siwon melakukan ini semua karena ada motif tersembunyi yang ia tak tahu? Tiba-tiba pertanyaan bodoh itu terbesit di benak Yoona, Yoona berusaha menampik tapi mimik wajah yang Siwon perlihatkan seakan sudah menjadi jawaban atas semuanya.

Tanpa Yoona duga, Siwon mendaratkan bibirnya. Ciuman yang berbeda dengan tadi, kali ini Siwon melumat habis permukaan bibir Yoona, merasakan manisnya bibir gadis itu yang tadi sempat tak ia nikmati.

Yoona membulatkan matanya, kaget. Ketika tangannya ingin mendorong dada Siwon terhenti karena Siwon terlebih dahulu menangkap pergelangan tangannya disusul oleh ciuman yang ia perdalam. Yoona hanya membisu, membiarkan Siwon menguasainya.

Perlahan Siwon menghentikan aksinya mencumbu bibir Yoona, menjauhkan sedikit wajahnya namun hidung mereka masih bersentuhan. Yoona menatap Siwon dengan jantung yang berdegup cepat, desiran darahnya terasa mengalir hangat ketika matanya menatap Siwon. Tenggorokannya terasa tercekat, seperti ada sesuatu yang menghalangi kerongkongannya sehingga dirinya tak dapat untuk bersuara. Pada akhirnya Yoona hanya menggigit bibir bawahnya yang terasa basah.

“Besok pagi, bukan hanya dunia mu yang akan berubah tapi diri mu juga harus berubah” ujar Siwon setengah berbisik. Terpaan nafas hangatnya menerpa permukaan wajah Yoona. Yoona hanya diam tak merespon, otot-ototnya tak bekerja normal, bahkan sekarang tenaga pun sudah tak ia punya untuk menyingkirkan Siwon  dari atas tubuhnya.

Yoona kalap, hati dan perasaannya ketar-ketir. Mendadak ia lupa jika dirinya membenci Siwon, pikiranya terus menolak pesona  Choi Siwon, tapi hati sanubarinya terus berteriak dan memaksanya untuk segera mengakui jika dirinya telah terpesona pada Choi Siwon.

Semudah itukah Yoona terbuai oleh sejuta pesona seorang Choi Siwon? Segampang itukah Yoona jatuh kedalam pelukan seorang Choi Siwon? Entahlah, Yoona sendiri pun tak bisa mengartikan perasaannya saat ini. Namun, sentuhan-sentuhan intim yang Siwon lakukan padanya membuat jantungnya berdetak cepat dan darahnya berdesir hebat.

Semakin lama menatap kedua mata gelap itu, Yoona semakin tak menuntu sampai akhirnya ia menutup mata dan tak berapa ia sudah kembali merasakan sebuah sentuhan yang membuatnya benar-benar melayang. Siwon kembali mencumbunya, memanjakanya dengan sebuah kecupan-kecupan ringan nan menggoda iman. Siwon merasa diatas angin, setelah sebelumnya berhasil merebut Yoona dari sang adik tiri kini dia pun berhasil membuat Yoona jatuh kedalam pelukannya.

oOo

Jong Hyun terlihat kacau, dia berjalan gontai menuju kamarnya yang terdapat dilantai dua. Ny Lee yang sibuk mengobrol dengan Sooyoung pun mengalihkan perhatiannya ketika melihat Jong Hyun.

“Jong Hyun, kau kenapa?” tanya Ny Lee heran. Jong Hyun menghentikan langkah kakinya kemudian menatap Ny Lee dengan tatapan marah.

“Ini semua gara-gara Eomma” ucap Jong Hyun bernada tinggi. Ny Lee membulatkan matanya kaget mendengar nada bicara Jong Hyun yang sebelumnya tak pernah seperti ini.

“Apa maksud mu?” tanya Ny Lee bingung.

“Yoona, dia meminggalkan ku. Pasti semua ini karena Eomma kan?” bentak Jong Hyun matanya nampak memarah.

“Apa kau bilang? Kau serius? Baguslah, berarti dia sudah sadar siapa dirinya” ujar Ny Lee begitu santai. Membuat Jong Hyun semakin marah.

“Eomma, kenapa kau lakukan ini pada ku. Memangnya apa salah Yoona? Dia wanita baik, dia tidak seperti wanita yang Eomma pikirkan. Kenapa Eomma melakukan itu pada ku?”

“Lee Jong Hyun, kau jangan tertipu oleh tampang polosnya. Eomma yakin dia mendekati mu karena dia ingin mencari sesuatu dari mu” ujar Ny Lee sakratis.

“Terserah, terserah Eomma mau bilang apa pun aku tak perduli. Tapi yang jelas Yoona bukan wanita seperti itu” Jong Hyun menuntaskan kalimatnya dengan mata memerah kemudian kembali berjalan.

Ny Lee menghela nafas namun sedetik kemudian tersenyum penuh arti “Mudah juga rupanya menyingkirkan wanita seperti itu” ujar Ny Lee tersenyum penuh kemenangan.

Sooyoung tersenyum tipis “Sepertinya apa yang bibi katakan itu benar, Yoona memang bukan wanita yang baik untuk Jong Hyun” timpal Sooyoung ikut berkomentar.

Ny Lee tersenyum “Kau benar Sooyoung-ah, ditambah dia tak pantas bersanding dengan Jong Hyun. Oh yah kenapa Siwon belum pulang juga” ujar Ny Lee lalu melihat arloji di pergelangan tangan kirinya.

“Biar aku hubungi Siwon” ucap Sooyoung lalu mengambil poselnya. Setelah menekan tombol call, Sooyoung menempelkan ponselnya pada ujung daun telinganya. Terdengar suara sambungan yang terhubung tapi belum Siwon angkat.

Tut…tut…tut..

Sooyoung mendengus karena Siwon tak menjawab panggilannya.

“Apa Siwon tidak mengangkatnya?” tanya Ny Lee. Sooyoung menggeleng lemah lalu memaksakan untuk tersenyum.

“Kemana dia, kenapa ponselnya tak bisa di hubungi” ujar Ny Lee kesal. Sooyoung tersenyum kecut, harapan untuk bertemu Siwon malam ini pun rupanya harus ia kubur dalam-dalam karena Siwon kembali mengabaikannya.

oOo

Pagi menjelang, seperti pagi-pagi sebelumnya keluarga besar Lee akan selalu mengadakan sarapan bersama sebelum mereka memulai aktivitas. Ny Lee dan Tuan Lee sudah duduk dikursi mereka, sementara ketiga putra mereka belum terlihat menampakan diri.

“Bagaimana hubungan Siwon dengan Sooyoung?” ujar Tuan Lee yang tengah membaca koran.

“Sepertinya Siwon masih bersikap acuh pada Sooyoung” jawab Ny Lee diakhiri dengan helaan nafas.

“Jadi perjodohan ini tidak berjalan lancar? Begitu?” Tuan Lee menatap istrinya bingung.

“Tidak juga, aku tidak akan membiarkan Siwon lolos lagi dari perjodohan ini. Sooyoung itu adalah wanita yang paling tepat untuk menjadi pendamping hidup Siwon. Jadi aku akan tetap menjodohkan Siwon meskipun dia tak mau” ucap Ny Lee penuh ambisi yang dibalas senyum kecil Tuan Lee.

“Aku pikir juga begitu, Sooyoung memang satu-satunya wanita yang pantas mendampingi Siwon” ujar Tuan Lee sependapat.

Percakapan Tuan Lee dan Ny Lee harus terputus karena kedatangan Myungsoo, lalu di susul Jong Hyun dan tak lama Siwon juga ikut bergabung.

Ny Lee menatap satu persatu ketiga putranya itu “Bagaimana kuliah mu Myungsoo?” tanya Ny Lee mengintrogasi.

Myungsoo menghentikan laju sendok yang akan masuk kedalam mulutnya “Lancar-lancar saja” jawab pemuda itu singkat kemudian melanjutkan makannya.

“Dan kau Siwon, semalam kau pulang jam berapa?” tanya Ny Lee melemparkan tatapan tajam dan marah pada Siwon. Siwon tersenyum kecut merasa pertanyaan seperti itu tak pantas sekali untuknya.

“Jam 2 pagi” jawab Siwon santai tak lupa sudut matanya melirik Jong Hyun yang terlihat tak bersemangat pagi ini.

“Jam 2 pagi? Dari mana saja kau? Eomma dengar semalam kau tidak lembur?” cerca Ny Lee dengan pertanyaan yang membuat Siwon berdecak pelan.

“Menghabiskan malam yang indah bersama dengan seorang wanita” jawab Siwon santai yang mampu mengalihkan perhatian semuanya.

“Lee Siwon!!! Apa kau bilang?” bentak Ny Lee. Tiba-tiba suasana menjadi sedikit tegang.

“Eomma, aku bukan anak sekolah lagi. Aku sudah dewasa, wajar bukan jika aku menghabiskan waktu bersama dengan wanita. Aku pria single, dan aku bebas melakukan apa pun” ujar Siwon enteng. Tangan Ny Lee mengepal sempurna menahan rasa kesal.

“Kau mempunyai Sooyoung, dia adalah calon istri mu, ingat itu. Kau harus hentikan kebiasaan buruk mu bermain wanita”

Siwon tersenyum tak percaya mendengar perkataan sang ibunda yang mungkin terdengar lucu oleh telinganya.

“Calon istri, Sooyoung? Sejak kapan? Aku sendiri tak tahu Eomma”

Ny Lee menarik nafas mencoba bersabar menghadapi sikap Siwon yang benar-benar membuat emosinya naik dan rasanya ingin meledak.

“Lee Siwon—“

“Eomma, aku menyukai seseorang. Ah“`aniya, tapi aku mencintai seseorang. Dia, lebih baik dari Sooyoung dan mungkin dia tak sebanding dengan Sooyoung” ucap Siwon lalu melirik Jong Hyun dengan sudut matanya. Kemudian tersenyum licik.

“Apa kau bilang? Kau menyukai seorang wanita? Siapa dia?”

Siwon tersenyum “Aku akan segera memperkenalkannya”

Jong Hyun yang dari tadi sibuk mengaduk-ngaduk nasinya tiba-tiba mengalihkan perhatiannya pada Siwon, menatap kakak tirinya itu dengan raut wajah penuh tanya. Siwon tersenyum kecut membalas tatapan penuh tanya Jong Hyun.

Tiba-tiba ponselnya bergetar, Siwon membuka pesan yang baru saja masuk.

“Kapan kau datang? Aku sedang menunggu mu”

Siwon tersenyum simpul setelah membaca pesan singkat yang ia terima dari Yoona. Setelah itu Siwon bangkit dari duduknya “Aku pergi” ujar Siwon tanpa banyak berkata lagi dia langsung pergi meninggalkan semuanya yang masih tampak kebingungan apalagi Jong Hyun, matanya tak bisa lepas menatap Siwon yang sudah menghilang.

oOo

Yoona keluar dari kamar pass, dress selutut berwarna hitam yang merupakan pilihan Siwon tampak cocok ia pakai. Siwon tersenyum puas melihat Yoona lalu berjalan mendekati gadis itu.

“Baju, perhiasan, dan sepatu sudah menyulap diri mu menjadi seorang Im Yoona yang terlihat berasal dari kelas atas. Luar biasa bukan?” tanya Siwon tersenyum. Yoona hanya menatapnya kemudian mengangguk menyetujui ucapan Siwon.

“Hari ini kau tidak usah kerja, tadi aku sudah menghubungi Seung Hun sunbae dan meminta izin padanya” ujar Siwon kemudian.

“Kau akan membawa ku kemana lagi?” tanya Yoona.

“Ke tempat orang-orang kelas atas selalu bermain dan bersenang-senang” jawab Siwon tersenyum penuh arti.

oOo

Tempat pertama yang Siwon dan Yoona kunjungi adalah sebuah mall di pusat kota Seoul, Yoona berjalan dibelakang Siwon mengikuti kemana langkah kaki pria itu akan membawanya. Sampai akhirnya Yoona berhenti di sebuah tempat yang memajangkan berbagai macam pakaian wanita yang dapat ditaksir berharga selangit, selain itu juga terdapat deretan sepatu-sepatu berbagai merk dan model, juga tas-tas mewah yang menjajar manis di sebuah lemari kaca.

“Ambil saja yang kau mau” ujar Siwon menyadarkan Yoona dari lamunan sesaatnya.

“Apa?” Yoona menolah menatap Siwon agak sedikit kaget.

“Untuk menjadi seorang wanita berkelas penampilan adalah nomer satu, seseorang akan menilai orang lain adalah dari penampilannya. Jika kau memakai barang-barang dan baju yang mahal percayalah pada ku, kau akan dihargai dimana pun kau berada. Ambilah sesuka hati mu” ujar Siwon menatap Yoona. Yoona mengela nafas lalu kembali menatap Siwon.

“Jangan sungkan, aku adalah kekasih mu dan  juga jembatan mu” ujar Siwon tersenyum pahit setelah mengatakan kata terakhir.

oOo

Jong Hyun membuka pintu utama cofee shop, tak seperti pengunjung lainnya yang langsung duduk. Jong Hyun justru terlihat tengah mencari seseorang, yah Jong Hyun mencari Yoona.

Gyuri yang tengah sibuk melayani para pelanggan merasa heran akan kedatangan Jong Hyun yang tiba-tiba, akhirnya Gyuri pun berjalan menghampiri Jong Hyun.

“Jong Hyun-ssi, ada apa?” tanya Gyuri ketika telah sampai di dekat Jong Hyun. Jong Hyun menoleh “Im Yoona, dimana dia? Aku ingin bicara dengannya” ujar Jong Hyun terlihat terburu-buru. Gyuri tergagap, bingung akan sikap Jong Hyun.

“Yoona..dia hari ini tidak masuk” jawab Gyuri seperti ragu memberitahu Jong Hyun.

“Tidak masuk? Memangnya Yoona kenapa? Apa telah terjadi sesuatu padanya?” Gyuri dicerca runtutan pertanyaan yang cukup membuatnya bingung harus menjawab apa.

“Entahlah, tadi padi Yoona menghubungi ku dan mengatakan jika hari ini dia tak bisa masuk kerja. Apa hubungan kalian baik-baik saja?” tanya Gyuri ragu. Jong Hyun menghela nafas, seakan berat untuk menceritakan semuanya pada Gyuri. Tapi setelah ia berpikir kembali, mungkin ada baiknya jika Gyuri tahu. Siapa tahu saja Gyuri tahu alasan Yoona kenapa memutuskannya. Pikir Jong Hyun.

“Yoona memutuskan ku” lirih Jong Hyun pelan.

oOo

Kini Yoona dan Siwon telah sampai di sebuah galeri lukisan, inilah tempat yang Siwon maksud. Tempat orang-orang golongan atas menghabiskan uang, waktu,  serta untuk cuci mata. Wajar saja, karena lukisan yang berada di galeri tersebut mempunyai karya seni yang sangat indah ditambah dengan harga jual lukisan-lukisan yang tergantung di dinding-dinding cukup menguras dompet bagi yang akan membelinya.

Yoona menghentikan langkah kakinya lalu berbalik menatap Siwon yang juga ikut menghentikan langkah kakinya.

“Apa orang-orang kelas atas sering menghabiskan waktu disini?” tanya Yoona penasaran. Siwon mengendikan bahunya tak lupa dengan senyum tipis mengembang diwajahnya.

“Tentu saja, makannya aku ajak kau kemari. Karena kau harus mengetahui dan beradaptasi dengan kehidupan orang-orang kelas atas”

“Apa ada tempat lain selain tempat ini?” tanya Yoona lagi tampaknya sudah mulai ingin mempelajari cara hidup orang kelas atas.

“Tentu saja, ada banyak sekali. Salah satunya adalah pesta. Pesta bagi orang-orang seperti kami adalah sebuah tempat yang wajib untuk di kunjungi, pesta biasanya menjadi wadah untuk memamerkan harta kekayaan, kekuasaan dan juga pasangan” ujar Siwon menjelaskan. Yoona menyimak dengan baik.

“Rupanya seperti itu, apa orang-orang kelas atas juga sangat suka berpesta?”

“Tepat sekali, mereka selalu mengadakan pesat minimal dua kali dalam seminggu dan biasanya tempat pesta yang mereka pesan adalah sebuah hotel bintang lima atau bintang enam” ujar Siwon lagi.

“Dan rencanaya aku akan membawa mu ke sebuah pesta “ lanjut Siwon. Yoona menatapnya tampak kaget.

Siwon tersenyum melihat mimik wajah keterkejutan Yoona “Kau harus belajar, supaya kau tidak kaku jika suatu hari nanti kau menjadi istri ku” ucap Siwon. Kali ini perkataan pria itu membuat dada Yoona tertohok.

“Jangan memasang ekspresi seperti itu, walaupun kau tidak mencintai ku tapi tetap saja kau harus menikah dengan ku. Karena apa, bagi orang-orang kelas atas cinta adalah nomor sekian setelah harta dan kekuasaan. Ibu mu, adalah contohnya” Siwon menuntaskan kalimatnya dengan sebuah senyum tipis penuh kemenangan kemudian berlalu meninggalkan Yoona yang masih mematung memikirkan perkataannya.

“Benar, cinta adalah nomer sekian setelah harta dan kekuasaan”  bisik Yoona pada dirinya sendiri menyetujui ucapan Siwon.

 

“Bukankah itu Im Yoona? Sedang apa dia disini?” Stella menghentikan langkah kakinya begitu pula dengan Sooyoung yang berjalan di sebelahnya.

“Mana mungkin, mana mungkin dia berada disini?” ujar Sooyoung tertawa meledek.

“Benar, itu Im Yoona. So-Sooyoung, bukankah pria yang bersama Yoona itu Siwon?” Stella terbata. Merasa tak yakin dengan apa yang dia lihat.

Sooyoung memicingkan matanya, sedetik kemudian gadis itu membulatkan kedua matanya begitu sempurna. Sooyoung kaget, bahkan tak percaya dengan apa yang sekarang ia lihat Choi Siwon – Pria yang tadi menolak menemaninya datang ke galeri sekarang tengah bersama dengan wanita lain, dan wanita itu adalah Yoona. Sooyoung meremas kedua tangannya geram dan murka, pemandangan dihadapannya membuat matanya sakit begitupula dengan hatinya. Apalagi Siwon terlihat merangkul mesra pinggang Yoona saat melihat sebuah lukisan.

Tiba-tiba perkataan Jong Hyun semalam membuat Sooyoung teringat akan sesuatu hal.

“Yoona, dia meminggalkan ku. Pasti semua ini karena Eomma kan?”

“Apa jangan-jangan…..?”

oOo

Sooyoung membanting tas brended berwarna putihnya ke atas sofa ruang tamu. Kemudian gadis itu mendudukkan dirinya secara kasar. Sooyoung memujit pelipisnya yang terasa berdenyut nyeri karena memikirkan suatu hal yang sejak tadi amat sangat mengganggu pikirannya. Ny Choi berjalan dari arah dapur, wanita itu belum menyadari jika putri tirinya itu tengah dalam mood yang tidak baik.

“Bagimana, apa kau mendapatkan lukisan yang kau cari Sooyoung-ah?” tanya Ny Choi saat sudah mendudukkan dirinya di sebelah Sooyoung.

Sooyoung menghela nafas kasar kemudian menatap ibunya. Ny Choi menyernyit heran menatap Sooyoung “Waegeure?”

“Eomma, bukan lukisan yang aku dapatkan melainkan rasa sakit hati yang aku dapatkan” ujar Sooyoung kesal. Ny Choi semakin tak mengerti “Apa maksud mu sayang?”

“Siwon, Siwon Eomma. Dia membohongi ku” ujar Sooyoung kesal meremas rambutnya prutasi.

“Membohongi mu? Apa maksud mu?”

“Sebelumnya aku meminta Siwon untuk menemani ku ke galeri, tapi dia bilang tak bisa karena ada rapat penting. Tapi apa yang terjadi, aku melihat dengan mata kepala ku sendiri Siwon bersama dengan perempuan bernama Yoona. Mereka ada di galeri itu, bahkan Siwon tanpa sungkan merangkul pinggang perempuan itu!!!”

Deg.

Ny Choi seperti baru saja tertimpa sebuah batu besar. Dadanya mendadak kembali bergemuruh setelah mendengar nama Yoona disebut putri tirinya.

“Kau serius Sooyoung-ah?” tanya Ny Choi tak percaya. Sooyoung mengangguk. “Eomma, apa yang harus ku lakukan?? Sudah ku duga Yoona bukanlah wanita baik-baik” Sooyoung terus mengumpat, menyumpah serapahi Yoona dengan mulutnya. Dia tak menyadari perubahan wajah Ny Choi yang terlihat pucat dan kaku.

“Im Yoona, apa yang kau rencanakan?”

oOo

Ny Choi menatap sebuah rumah mungil yang tampak sederhana, rumah kediaman putri kandungnya dan sang suami. Setelah melacak keberadaan Yoona dengan menyewa orang untuk mencarinya, akhirnya Ny Choi dapat menemukan rumah Yoona. Ny Choi bergidik ngeri ketika membayangkan bagaimana jika seandainya ia menghuni rumah kecil itu, benar-benar hatinya sudah dibutakan oleh harta dan kekuasaan.

Pintu utama terbuka, Ny Choi melihat Yoona yang keluar. Yoona menampakan wajah kaget saat melihat Ny Choi berada di hadapanya.

“Bisa kita bicara sebentar?”

oOo

Alunan music klasik menjadi backsound restoran Italia itu, penerangan yang tampak redup namun kesan mewah tentu tak luput sedikit pun. Yoona duduk menyandar pada kursi, kini ia sudah berhadapan dengan sang Ibunda yang mendadak ingin bertemu dengannya.

“Malam-malam begini kau mau pergi kemana?” tanya Ny Choi seperti tengah menyelidik Yoona. Yoona tersenyum acuh. “Beginilah hidup seorang gadis tanpa kasih sayang seorang ibu. Pergi kemana pun tak ada yang melarang” jawab Yoona yang mampu memancing emosi Ny Choi.

“Im Yoona—“ Ny Choi tertahan, menggantung ucapannya kemudian menarik satu nafas penuh untuk mengisi rongga paru-parunya.

“Apa yang kau inginkan?” lanjut Ny Choi setelah jeda cukup lama. Yoona mengerutkan keningnya menelaah arah pembicaraan Ny Choi.

“Aku ingin seperti diri mu” jawab Yoona enteng membuat mata Ny Choi membulat sempurna.

“Apa maksud mu?”

“Aku ingin seperti diri mu Ibu, ah tidak maksud ku Nyonya besar Choi. Yah aku ingin hidup mewah seperti diri mu, dan hidup bergelimang harta seperti diri mu” ujar Yoona  tenang. Sekarang ia sudah bisa mengendalikan emosinya jika berhadapan dengan ibu kandungnya.

“Berhentilah bermimpi, dan pergilah jauh-jauh dari hidup ku dan hidup putri ku Sooyoung”

Sakit, hati Yoona mencelos. Dadanya kembali terasa sesak mendengar kaliamat terakhir yang ia dengar dari mulut ibu kandungnya sendiri.

“Kenapa aku harus pergi?” tanya Yoona berusaha tenang. Tapi dadanya kembali terasa sakit.

“Sudah ku bilang jangan hancurkan hidup ku, aku sudah nyaman hidup seperti ini. Pergilah jauh-jauh dari hidup ku Im Yoona, apa pun yang kau mau aku akan memberikannya untuk mu. Tapi ku mohon jangan bongkar masa lalu ku, jangan hancurkan hidup ku”

Yoona meradang, tangannya bergetar serta mengepal kuat memperlihatkan urat-uranya yang mengeras menahan amarah. Yoona berusaha menahan agar emosinya tak memuncak,Yoona  sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan lagi menangis dan Yoona juga ingat perkataan Siwon yang melarangnya menangis di depan orang-orang yang selalu menyakiti hatinya.

“Dan ku mohon jangan hancurkan hidup Sooyoung, biarakan dia bersama Siwon” lanjut Ny Choi. Yoona menatapnya begitu dingin.

“Kau sudah tahu hubungan ku dengan Siwon, tak ku sangka ternyata secepat itu. Pasti putri kesayangan mu itu yang memberi tahu mu kan?” tanya Yoona sinis.

“Benar, Sooyoung sudah mengetahuinya. Jadi ku harap kau segara mundur. Karena kau tidak akan perna bisa merebut Siwon dari putri ku” ujar Ny Choi memberikan sebuah peringatan yang dibalas senyum sinis Yoona.

“Sayang sekali, jika aku melepaskan Siwon maka hidup mu akan hancur” ujar Yoona tak mau kalah. Ny Choi menyernyit heran “Apa Maksud mu?”

“Kau menyuruh ku untuk merahasikan siapa diri mu sebenarnya, bahkan kau menyuruhku untuk menutup mulut seumur hidup jika aku adalah putri kandung mu. Inilah, inilah cara ku menutup mulut dan menjaga rahasia mu”

Ny Choi tercengang, pernyataan gamblang yang diutarakan Yoona membuat dirinya kaget setengah mati. Yoona mengancamnya, menjadikan situasi seperti ini untuk menghimpit dirinya.

“Kau tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk menutup mulut ku, karena aku punya cara sendiri. Keputusan ada ditangan mu Ny Choi, jika kau tetap bersihkeras meminta ku menjauhi Siwon maka bersiaplah hidup sebagai orang miskin lagi. Apa kau mau seperti itu?” ancam Yoona.

Ny Choi geram, matanya menatap Yoona begitu tajam. Kedua tangannya mengepal kuat memperlihatkan urat-uratnya.

“Kau berani mengancam ku?” suara sakratis Ny Choi tak membuat Yoona merasa takut sedikit pun.

“Mengancam? Bisa dikatakan seperti itu, tapi ini adalah pilihan. Aku akan tutup mulut tapi biarkan Siwon bersama ku, dan jika kau tetap berusaha memisahkan aku dengan Siwon karena kau merasa Siwon lebih pantas dengan putri tiri mu silahkan saja lakukan. Tapi jangan salahkan aku jika aku membongkar rahasia mu” jelas Yoona diakhiri dengan senyum sinisnya.

 

oOo

“Kau tidak bercanda?”

Hampir saja gelas yang di genggam Jong Hyun jatuh jika saja ia tak segera kembali metelakannya keatas meja.

“Mana mungkin aku jauh-jauh ingin bertemu dengan mu hanya untuk bercanda. Aku serius, aku melihat dengan mata kepala ku sendiri jika Siwon dan Yoona datang ke geleri. Bahkan tanpa rasa risih Yoona membiarkan Siwon merangkul pinggangnya”

Kepala Jong Hyun berdenyut mendengarkan pernyataan Sooyoung yang tak dapat ia percaya, tentu saja selama ini Jong Hyun tak pernah berpikir ke arah sana. Apalagi yang ia tahu Yoona tak begitu terlalu mengenal kakaknya  – Siwon.

“Aku memang sudah mencium kecurigaan diantara mereka, kau ingat pesta malam itu. Siwon menyelamatkan Yoona yang sudah dipermalukan, ku dengar baru pertama kalinya Siwon memperlakukan wanita seperti itu” lanjut Sooyoung berapi-api menahan emosiny”

“Jong Hyun, cepat kau bertindak. Aku tidak mau Yoona mengambil Siwon dari ku, dia tidak pantas untuk Siwon. Dia miskin, tak punya apa-apa—“

Sooyoung menghentikan aksi mengumpatnya setelah mendapat tatapan tajam dari Jong Hyun, kobaran api kemarahan itu jelas terlihat. Sooyoung menyadari, jika Jong Hyun tak terima dirinya mengatakan Yoona wanita seperti itu, tapi Sooyoung tak perduli karena memang dia sudah lebih dulu membenci Yoona.

“Yoona tidak sepert itu, seharusnya kau yang bertindak. Ini semua pasti karena Siwon Hyung, dia pati yang merebut Yoona dari ku”

Jong Hyun mendorong kursi kemudian meninggalkan Sooyoung sendirian di kafe.

“Apa? Siwon merebut Yoona? Dasar gila, tak mungkin Siwon menyukai gadis seperti dia.”

oOo

Suara musik yang di berasal dari DJ membuat suasana tempat itu semakin ramai. Tempat yang selalu identik dengan alkohol, rokok dan tentu saja wanita serta tempat para orang-orang melepas “rasa lelas”atau pun rasa “suntuk” mereka setelah seharian berkutat pada dunia pekerjaan yang menguras tenaga, pikiran dan juga waktu. Semua orang menari mengikuti alunan music yang berasal dari seorang DJ. Saling memeluk, juga tak lupa kadang ada yang berciuman. Surga dunia, mereka tak memperdulikan orang-orang di sekitar, yang pasti mereka hanya merasakan dunia serasa milik berdua.

Siwon duduk disalah satu sudut ruangan itu, seperti biasa ia ditemani teman setianya yang selalu senan tiasa menemaninya meskipun kadang kala dia selalu mengumpat kesal jika harus mengantarkan Siwon pulang karena mabuk berat. Lee Donghae – nama pria itu. Donghae menghabiskan wine dalam satu kali tegukan, setelah itu kembali ia menuangkan minuman beralkohol itu kedalam gelas krystal miliknya dan terus berulang seperti itu.

Siwon tersenyum tipis melihat temannya yang begitu tampak menikmati, Siwon juga ikut minum meskipun tak sebanyak Donghae.

“Siwon-ah, sering-seringlah mengajak ku ke tempat seperti ini. Aku benar-benar butuh hiburan” ujar Donghae kemudian meneguk winenya.

Siwon hanya mengangguk singkat sebagai jawaban iya atas permintaan Donghae. Kemudian Siwon mengambil gelasnya, saat bibir gelas menyentuh permukaan bibirnya tiba-tiba sebuah tangan melayang dan menghempaskan tangannya sehingga gelas pun pecah.

Siwon tampak marah, rahangnya mengeras. Lalu dia mendongak dan sedikit terkejut mendapati Jong Hyun yang berdiri di hadapannya dengan nafas memburu.

“Kau rupanya, ada apa eoh?” nada bicara Siwon yang agak sedikit menantang membuat emosi Jong Hyun tersulut.

“Apa yang kau lakukan pada Yoona, APA YANG KAU LAKUKAN PADA KEKASIH KU???”  bentak Jong Hyun menarik kerah kemeja Siwon agar berdiri.

Siwon tersenyum sinis, dengan kasar ia menghempaskan kedua tangan Jong Hyun dari kerah kemejanya. “Jangan membuat kemeja ku kusut, penampilan adalah nomor satu bagi ku” ujar Siwon sinis. Kecongkakkan dirinya kembali terlihat.

“Hyung, cepat katakan apa yang telah kau lakukan pada Yoona. Kenapa dia memutuskan ku?” tanya Jong Hyun setengah berteriak.

“Saat marah pun kau masih memanggil ku Hyung, padahal aku sama sekali tidak pernah menganggap mu sebagai adik ku” ujar Siwon sangat bertele-tele membuat Jong Hyun geram dan akhirnya melayangkan sebuah pukulan manis di pipinya.

Siwon menyentuh sudut bibirnya yang terasa perih kemudian kembali menatap Jong Hyun.

“Kau ingin jawaban yang jujur atau bohong?”

“CEPAT KATAKAN SEBELUM AKU MENGHABISI MU DISINI!!!!!” Teriak Jong Hyun murka.

“Baiklah, melihat dari ekspresi yang kau tunjukkan sepertinya kau sangat penasaran apa yang terjadi dengan ku dan Yoona” Siwon tersenyum sinis menatap mata marah Jong Hyun. Kemudian Siwon menyentuh bibirnya, seperti tengah mempermainkan Jong Hyun yang sudah benar-benar kalap.

“Bibirnya, aku sangat suka mencumbu bibirnya. Tak ku sangka dia sangat ahli dalam hal berciuman. Sampai-sampai aku selalu berniat untuk melakukan sesuatu yang lebih padanya. Ah tapi sayang, dia selalu menolak dengan alasan kita belum menikah. Wanita yang cukup sulit untuk ku ajak bercinta”

 

 

Blabbb………

Satu pukulan kembali mendarat di pipi yang sama, kali ini Siwon tersungkur karena tenaga Jong Hyun yang terlalu kuat. Jong Hyun berjongkok kemudian meraih kerah kemeja Siwon.

“Kau bohong. KAU BOHONG!!!! Yoona bukan perempuan seperti itu” ujar Jong Hyun diakhir kalimatnya tak lupa dengan memberikan penakanan penuh.

“Memang benar, Yoona bukan perempuan seperti itu tapi dia bisa berubah karena sebuah alasan. Kau tak peka, kau tak pernah bertanya apakah dia mempunyai masalah atau tidak. Jangan salahkan aku jika aku merebut Yoona dari mu, karena ini semua juga karena kelengahan mu”

Jong Hyun lesu, perkataan yang baru saja Siwon ucapakan padanya bagaikan sebuah petir yang baru saja menyambar dirinya. Benarkah ini semua karena kelengahan ku? Jong Hyun bertanya pada dirinya sendiri, tapi sayang saat ini hati dan pikirannya tak dapat bekerja dengan baik karena luapan api cemburu serta kemarahannya yang terlalu besar.

“Hyung kenapa kau mengambil dia? Kau tahu kan dia adalah kekasih ku” lirih Jong Hyun seakan sudah tak punya tenaga lagi untuk berteriak.

“Arayo” jawab Siwon singat.

“Hyung!!”

“Bukankah sudah ku bilang, aku akan merebut apa yang kau miliki. Termasuk kekasih mu. Jangan tanya pada ku kenapa aku melakukan ini, tanyakan saja pada Ayah mu apa yang sudah ia lakukan pada Ayah ku” jawab Siwon kemudian melepaskan secara paksa tangan Jong Hyun dari kemejanya.

“Ayah ku, maksud mu apa?”

“Pembalasan dendam, ini semua ku lakukan untuk Ayah ku. Aku muak melihat topeng palsu ayah mu,dan aku muak melihat dia terus bersandiwara. Aku yakin ayah mu adalah dalang dari kematian ayah ku. Maka dari itu, aku ingin sekali membunuhnya seperti dia membunuh ayah ku”

Dengan kasar Siwon mendorong Jong Hyun kemudian berdiri dan meninggalkan Jong Hyun yang tampak shock dan juga tak mengerti dengan apa yang Siwon katakan.

oOo

Setelah selesai membersihkan tubuh, Yoona terlihat termenung duduk di dekat jendela. Percakapannya dengan sang ibunda kembali terngiang-ngiang di telinganya. Setetes air mata itu akhirnya turun tak terkendali, buru-buru Yoona menghapusnya karena tidak mau setetes air mata itu akan berubah menjadi sebuah tangisan.

Gedoran pintu membuyarkan lamunan Yoona, segera Yoona berjalan menuju pintu dan membukanya. Yoona terpaku melihat kondisi Siwon yang tampak kacau dengan luka lebam di sudut bibirnya.

Tanpa menunggu perintah Yoona, Siwon berjalan masuk.

“Ada apa kau kemari?” tanya Yoona berjalan menghampiri Siwon.

“Sudah ku bilang ini rumah ku, aku berhak pergi dan datang sesuak hati ku” jawab Siwon dingin kemudian berjalan menuju kamar Yoona. Yoona mengikutinya, setelah sampai dikamar Yoona menarik tangan Siwon memaksa pria itu untuk menghadapnya.

“Wajah mu?”

“Jong Hyun datang, dia sudah mengetahui semuanya” jawab Siwon dingin.

“Jong Hyun yang melakukannya?”

“Emmm, tapi kau tenang saja aku tak melukainya sedikit pun” jawab Siwon terdengar sinis kemudian berjalan mendudukan dirinya di tepi ranjang.

Yoona menghela nafas berat “Diamlah disini aku akan mengobati luka mu” ujar Yoona kemudian lalu berlalu meninggalkan Siwon.

oOo

Yoona membersihkan luka Siwon dengan alkohol, Siwon tampak biasa tak terlihat sama sekali merasa sakit. Mungkin luka seperti itu tak ada apa-apa baginya jika dibandingkan dengan luka di hatinya. Dengan teliti Yoona mengobati Siwon, sampai-sampai dia tak menyadari jika sejak tadi Siwon menatapnya dengan sorot mata teduh.

“Kau menangis lagi?”

Seketika Yoona menghentikan aktivitasnya mendengar pertanyaan Siwon yang seperti sebuah penahan untuknya.

“Tidak” jawab Yoona singkat  kemudian melanjutkan lagi aktivitasnya.

“Kau bisa membohongi orang lain, tapi kau tak bisa membohongi ku” ujar Siwon lagi. Yoona menghela nafas kemudian meletekan kotak P3K diatas nakas.

“Benar, sekuat apa pun aku membohongi mu kau tetap tak bisa ku bohongi dan itu membuat ku prustasi” ujar Yoona dingin.

“Kau bertemu Ibu mu?” tebak Siwon seperti sudah tahu.

“Yah aku bertemu lagi dengannya, dia menyuruhkan pergi dari kehidupannya dan memperingati ku jangan menganggu Sooyoung dan juga diri mu” ujar Yoona setelah jeda cukup lama.

“Dia sudah tahu hubungan kita?”

“Mungkin dia tahu dari Sooyoung, baguslah dengan begitu aku tak perlu menguras banyak tenaga untuk memulainya” ujar Yoona tersenyum pahit.

“Benar, aku juga tak perlu menguras banyak tenaga untuk memulai semuanya. Karena Jong Hyun sudah mengetahuinya” ujar Siwon tersenyum sinis diakhir ucapannya.

“Apa yang kau katakan pada Jong Hyun?” Yoona berbalik menatap Siwon.

“Aku tak bilang apa-apa, aku hanya mengatakan sesuai dengan kenyataan saja”

“Apa?”

“Aku bilang dia terlalu tak peka pada kondisi mu, dia selalu tak ada disaat kau tengah terpuruk, dan aku juga bilang kita sudah berciuman dan hampir tidur bersama”

“CHOI SIWON-SSI!!!!” refleks Yoona berteriak marah tak terima dengan apa yang Siwon katakan.

“Aku juga bilang, kau selalu menolaknya karena kita belum terikat pernikahan” lanjut Siwon lagi. Yoona menatap Siwon kesal dengan tangan yang mengepal sempurna.

Siwon menoleh menatap Yoona “Kenapa? Kau masih mau mempertahankan harga diri mu sementara angan mu begitu besar. Im Yoona, aku adalah jembatan mu tapi kau masih terlihat takut berjalan diatas ku. Jika terus seperti ini kapan kau akan berada dijalan hidup mu yang baru?”

“TAPI TIDAK SEKARANG!!! AKU MASIH PUNYA HARGA DIRI” teriak Yoona menahan buliran air mata yang akan segera turun.

“Tidak sekarang?” Siwon tersenyum meremehkan.

“Harga diri?”

“Im Yoona, meskipun sekarang kau terus menolak tapi cepat atau lambat kau akan menjadi istri ku. Jadi apa salahnya kalau aku meminta mu sekarang?” ujar Siwon sedikit berteriak yang kali ini berhasil membuat air mata Yoona turun tak terkendali.

Yoona menggeleng singkat sebagai tanda penolakan kemudian menundukan kepalanya. Siwon segera menarik dagunya menatap bening mata Yoona yang tergenang oleh air mata.

“Benar pada awalnya aku hanya ingin memanfaatkan mu untuk balas dendam, tapi perasaan itu berubah sejak aku tahu seperti apa hidup mu. Im Yoona, kau ingin tahu apa jawaban atas pertanyaan mu malam itu?” ucap Siwon pelan bahkan mungkin lebih seperti bisikan dan hanya Yoona yang dapat mendengarnya. Yoona bungkam, masih menunggu kalimat selanjutnya yang akan Siwon ucapkan.

“Aku mencintai mu, dan aku menginginkan mu malam ini” lanjut Siwon kemudian disusul dengan butiran air mata Yoona yang kembali turun membasahi kedua pipinya.

 

Yoona POV

“Aku mencintai mu, dan aku menginginkan mu malam ini”

Haruskah aku melakukannya? Bukankah jika aku melakukan semua ini sama artinya aku merelakan harga diri ku untuk seorang pria yang bukan suami ku.  Hanya karena demi harta, tahta dan kekuasaan. Apa seperti ini tak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan Ibu ku?

Tak dapat ku tahan air mata ini saat kembali dia mencumbu bibir ku, memagutnya secara perlahan. Aku lemah, dan tak kuasa untuk melawan kekuatan dan hasratnya yang terlalu besar. Dia melepaskan tautan bibir kami, menatap matu ku dengan kedua matanya yang tampak teduh. Perlahan kedua ibu jarinya membersihkan air mata ku yang deras membasahi kedua pipi.

“Tak akan ku biarkan Jong Hyun mengambil mu lagi, kau milik ku” ujarnya. Lalu kembali mencium ku. Cumbuannya yang memaksa entah kenapa membangkitkan gairah ku untuk membalasnya. Benar, sekarang akal sehat ku sudah benar-benar melayang, yang ada hanya nafsu yang membara dalam diri ku. Aku tahu ini salah, tapi aku tak bisa menolak setiap sentuhan intim yang Siwon berikan untuk ku, aku melayang dan benar-benar sudah takluk di dalam pelukan pria ini.

Gairah ku semakin bangkit ketika Siwon mulai bermain di leher ku, menciptakan tanda-tanda kepemilikannya atas diriku disana. Tangannya tak menganggur, terus menjamah ku sampai akhirnya berakhir di dada. Membuka satu persatu kancing baju ku untuk memudahkannya menguasai diri ku.

Mulai malam ini aku akan berjalan diatas Siwon yang merupakan jembatan darurat ku untuk merubah hidup. Aku lelah, aku kesal dan aku marah pada keadaan ini. Kenapa dunia tak pernah berpihak pada ku? Kenapa dunia hanya berpihak pada orang-orang yang mempunyai harta, tahta dan kekuasaan? Dulu aku sama sekali tak tahu apa jawabannya, tapi sekarang aku tahu jawaban dari semua pertanyaan itu, apalagi kalau bukan kita yang harus merubah dunia karena sampai kapan pun dunia tidak akan pernah berpihak pada orang-orang miskin dan hina seperti ku.

 

oOo

                                                             To Be Countinued            

oOo

 

Please jangan ada yang protes aku cut sampai situ LOL.

Hello Nited apa kabar, uhhh setelah bergelut memikirkan mau dibawa kemana alur FF ini akhirnya nemu juga. Bagaimana? Apakah terlalu cepat? Eummm, sebenarnya sih aku sengaja bikin agak cepat gimana gitu yah soalnya kan ini FF lumayan banyak konfliknya jadi kalau disetiap chapter ga ada sesuatu yang wah aku takut malah jadi monoton nantinya.

Tapi mungkin untuk chapter 8 aku akan proteksi, setelah menimbang ternyata komentar disetiap chapter cukup beragam jumlahnya. Nah bagi yang mau minta pw, gak usah repot-repot kalau emang gak punya twitter atau fb. Sms aja nomer aku, tapi bagi yang mau minta lewat sosial media juga boleh ko. Tapi mungkin akan agak telat aku balasnya, soalnya aku jarang online.

Cukup sekian dari saya xD. Terima kasih atas komentar-komentar yang membangun semangat saya untuk melanjutkan FF ini. Oke sampai jumpa dichapter 8 dan Kak echa, makasih yah udah post FF ku :p you are welcome..

Annyeong!!!!!!!!

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

617 Komentar

  1. amalia an

     /  Januari 2, 2015

    Penasaran sma crtax…..kenapa dengan kehidupan yoona sehingga diya btuh bantuan dri siwon?

    Balas
  2. Novi

     /  Februari 8, 2015

    Kok yoona mw d gituin sama siwonnn….
    Next thor…
    Penasaran abis…

    Balas
  3. konflik udah mulai memanas nih

    Balas
  4. Elizafie

     /  Maret 12, 2015

    omo jonghyun memukul wajah siwon oppa aduh ntar nggk ganteng lgi dong ?#apaini

    apa yoona udah merelakan “harga dirinya” ?semoga nanti mereka bener2 saling jatuh cinta dehh ..hehe HARUSSSsssss .
    btw, keep writing y eonn !SEMANGAT

    Balas
  5. penasaran dengan kelanjutan nya unnie bagaimana dengan ibu yoona

    Balas
  6. Susi

     /  April 19, 2015

    Jong hyun emang ga peka dia kurang meberikan perhatian lebih terhadap hidup yoona,,

    Yoona bener-bener nekad sepertinya dia bener-bener frustasi dengan hidup nya,

    Tapi smoga siwon bisa memnaja yoona dan juga selalu nencintai dia,,

    Balas
  7. mywon_407

     /  Mei 19, 2015

    Benar yg d blang siwon, jonghyun memang ga perhatian dan peka sma perasaan yoona, beda sma siwon walaupun dia laki2 yg tak berperasaan tpi dia mau lakuin apapun untuk yoona, berharap nanti mereka bsa saling mencintai…

    Balas
  8. DillaChan

     /  Oktober 18, 2015

    Siwon cinta juga kan sama Yoona.Tapi Yoona kedepannya bakal cinta juga gak ya sama Siwon??

    Balas
  9. Yoona mkin sweet ajh ama wonpa. . . .
    Mrka (yoonwon) sma” pnya ambisi bwt blas dendam. . .

    Crta’a mkin mnarik ajh . . . Daebak lah thor . .

    Minta PW nya d0nk thor . . .
    Inbox di fb aq y ( Mudah yoonaddict sone) jebal. . . Scpt’a y thor . . .

    Balas
  10. Sumpah!!!mau nangis baca chapter ini :^( menyerahkan harga diri demi kekuasaan >_< tp aku jg kasian jg ngliat yoona,smoga hubungan mereka awet ya

    Balas
  11. Aku tau Yoona bukan tipe wanita yg seperti itu. tapi demi membalaskan sakit hatinya Yoona harus menerima tawaran Siwon. dan syukurnya Siwon tidak hanya ingin memanfaatkan Yoona tetapi Siwon mencintai Yoona. Tapi bagaimana jika Yoona tahu maksud Siwon ingin membalaskan dendamnya juga ?

    Balas
  12. lyla lola

     /  Februari 10, 2016

    minta PW nya dong…

    Balas
  13. Kasian jonghyun.,, walaupun aku pengen yoona sama siwon.,, tapi tetep aja ini menyakitkan…. Huah.,, Jonghyun sini peluk gua…… Dan adegan trakhirnya bikin gua greget……

    Balas
  14. raniyoonaddict02

     /  Juni 30, 2016

    hai author nita longtime no read your ff hehe

    aku lg search ff lama di ywk dan nemu ff ini lagi lalu mau nostalgia tp loncat langsung dari part ini. haha sedikit banyaknya aku inget alurnya dulu dan agak kurang suka sama sikap siwon yg sedih tp congkak di depan belom lagi yoona blm sama siwon. pas buka part ini eeeh pas banget di chapter yoona udah sama siwon hahaha

    aku akuin ff ini keren thor, alurnya ga bikin bosen buat yg mau baca ulang kayak aku. semangat bikin ff lg yaa🙂

    Balas
  15. Semoga yoona bisa mencintai siwon dan mereka bisa hidup bahagia

    Balas
  16. Semoga yoona bisa mencintai siwon dengan tulus dan mereka bisa hidup bahagia

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: