[FF] Lovely Bride (Chapter 2)

Author                            : misskangen

Tittle                               : Lovely Bride (My Silly Engagement’s Sequel)

Genre                             : Romance, Family, Fluff

Rating                                      : Mature

Type                               : Chapters

Length                            : 4000+ words

Casts                              : Choi Siwon, Im Yoona, Kwon Yuri, Park Gyuri

Disclaimer                      : All the story and plot is mine. Do not copy or doing plagiarism. Please apologize for unidentified typo(s).

 

 

Story Part 2

 

 

Emosi terkadang tanpa diduga datang begitu saja menghampiri seseorang. Walaupun seseorang itu sama sekali tak menginginkannya hadir, namun tetap saja siapapun akan merasa sangat sulit menolak kedatangannya. Sama seperti Siwon dan Yoona.

 

Pertunangan mereka telah berjalan selama beberapa bulan, mulai dari perkenalan mereka yang sedikit kacau, diwarnai dengan saling adu keras kepala dan ramainya pertengkaran, hingga kepemilikan cinta dalam hati mereka. Sebesar apapun mereka menilai cinta yang dimiliki, tapi tetap saja mereka tak mampu menghindari hal yang bernama perdebatan atau adu argumen. Pertengkaran dan adu mulut adalah ciri khas mereka sebagai pasangan yang yah… bisa dikatakan cukup berbahagia.

Bahkan menjelang hari pernikahanpun mereka tetap tak bisa menghilangkan kebiasaan yang satu itu barang sekejap. Syndrom pra-nikah? Entahlah… tidak ada yang tahu pasti bahwa hal itu benar-benar ada. Mungkin istilah itu muncul karena ada beberapa di antara jutaan pasangan berbahagia menjelang pernikahan yang mengalami masa-masa sulit. Selalu saja ada hal yang bisa menyulut emosi maupun menguras kesabaran hingga yang terburuk berakhir pada percekcokan yang konyol dan tak seharusnya terjadi.

 

Yoona, sepertinya mengalami sedikit guncangan pada keyakinannya untuk menikah lebih cepat dari seharusnya. Jika bukan paksaan Siwon dengan segenap ancaman yang membuatnya gentar, mungkin Yoona sekarang sedang sibuk observasi dengan berbagai Universitas sekelas Ivy League yang bisa dijadikannya ‘calon’ tempat belajar untuk meraih gelar master di luar negeri.

 

Tak dapat dipungkiri bahwa Yoona sangat ingin mendapatkan beasiswa ke luar negeri seperti yang pernah dicita-citakannya dulu semasa sekolah, tetapi keputusannya untuk menerima pengajuan pernikahan yang diberikan Siwon tak mungkin ditarik kembali. Yoona mencintai pria itu dan cintanya juga yang menjadi alasan utama dirinya dengan sukarela menyerahkan masa depannya pada pria itu. Menjadi calon istri seorang pria mapan, cukup umur, dan… tampan terbilang cukup sempurna bagi Yoona. Namun karakter posesif dan obsesi yang tinggi pada Siwon sedikit memberatkannya.

 

Sementara Choi Siwon, menikahi Yoona adalah target utama yang harus dicapainya minimal dalam dua minggu ke depan. Setelah melewati hari-hari penuh tekanan dalam hubungan pertunangannya yang sempat diputus, kini ia tak mau kecolongan lagi. Siwon sama sekali tidak peduli jika cintanya pada Yoona seolah membutakan matanya. Ia tak ingin lagi terlalu menganggap remeh status pertunangannya. Ia berpikir, jika ia tidak segera meresmikan dan mengikat Yoona sebagai isterinya maka akan ada satu kondisi buruk lagi yang akan memaksanya melepaskan Yoona dan setelah itu Yoona tak akan kembali lagi ke pelukannya. Tidak! Itu tidak boleh terjadi!

 

 

Siwon berusaha menutup mata dan telinga dengan semua teriakan pertimbangan yang diajukan orang-orang di sekitarnya berkaitan dengan pernikahannya. Sudah cukup ia menerima dengan sangat terpaksa bahwa selepas upacara pernikahan, maka ia akan berpisah sementara dengan sang isteri karena Yoona akan melanjutkan studi masternya ke luar negeri. Maksimal dua tahun. Ya ampun! Seminggu saja tak melihat Yoona sudah membuatnya uring-uringan, bagaimana jika selama itu? Jadi, tidak ada salahnya apabila Siwon sudah mulai menyusun rencananya sendiri untuk menghadapi masa-masa galaunya nanti bila harus berjauhan dengan Yoona.

 

Malam itu, Siwon diminta oleh calon mertuanya secara khusus datang untuk membicarakan hal penting. Topik pembicaraan itulah yang membuatnya sedikit kecewa hingga berujung pada pertengkarannya dengan Yoona. Bahkan gadis itu berteriak memintanya membatalkan pernikahan mereka.

 

Flashback

 

“Ada sesuatu yang sangat penting harus kami sampaikan kepadamu,” ujar Nyonya Im selaku ibu Yoona yang membuka pembicaraan begitu Siwon muncul di hadapan mereka.

 

Siwon masih menebak-nebak penuh rasa penasaran mengenai hal yang ingin disampaikan oleh kedua calon mertuanya. Apalagi saat itu ia harus duduk sendiri, tanpa Yoona. Mungkin hal ini sangat penting dan menyangkut rencana pernikahannya, tapi bagaimana bila calon isterinya sama sekali tak muncul disana. Siwon hanya mencoba mempersiapkan diri mendengarkan pesan panjang lebar yang siap diluncurkan oleh ayah dan ibu Yoona.

 

“Ini menyangkut pernikahan kalian selanjutnya. Sebenarnya ini adalah nasehat, walau lebih dapat dikatakan sebuah perintah yang harus kau patuhi demi kelangsungan pernikahan kalian nanti,” lanjut Nyonya Im.

 

Siwon mengerutkan keningnya. Kata-kata Nyonya Im terkesan penuh ancaman. Apa mereka meragukan kapasitasnya sebagai pria yang baik untuk dijadikan menantu untuk putri kesayangan mereka?

“Hal apakah yang ingin Eomonim sampaikan sebenarnya? Aku akan mendengarkan dan akan mempertimbangkannya dengan matang,” balas Siwon.

 

“Oh tidak begitu… kau hanya perlu mendengarkan, pahami, dan laksanakan. Kau tidak perlu pertimbangan panjang lebar karena semua ini sudah dipikirkan dan diputuskan oleh Yoona. Kami sebagai orang tua sangat berharap hal ini dapat dilaksanakan dengan baik demi masa depan kalian juga.”

 

Nada bicara Nyonya Im yang terdengar tajam dan sedikit ketus itu membuat Siwon meringis kaku. Kini ia tahu dari mana karakter keras kepala yang dimiliki Yoona, sangat jelas turunan dari ibunya. Kalau sudah begini, artinya Siwon harus bisa cepat beradaptasi menghadapi ibu mertuanya yang kadang suka meledak secara tiba-tiba.

 

“Setelah acara pemberkatan dan resepsi pernikahan, kami tak keberatan dengan rencana bulan madu yang sudah kau siapkan. Tidak masalah kemana tujuanmu membawa Yoona pergi untuk bulan madu, asal kalian kembali ke Korea tepat waktu dan setelah itu Yoona akan segera berangkat ke London.”

 

Siwon mengangguk mengerti dengan ucapan Nyonya Im. Jika hanya itu berarti bukan masalah yang serius yang membuat jantungnya harus berdetak cepat seperti ini.

“Tapi bukan itu intinya… yang kami maksud adalah selama 2 tahun pertama pernikahan kalian nanti, alangkah baiknya jika kalian menunda punya anak. Hal ini bisa mulai dilakukan sejak perjalanan bulan madu,” raut wajah Nyonya Im sangat serius dan tidak sedikitpun ada candaan disana.

 

Siwon terperangah. Ia sama sekali tak menyangka hal ini yang akan dikatakan calon mertuanya. “Menunda anak? Sejak bulan madu?” ulang Siwon dengan kekagetannya yang tak bisa disembunyikan.

 

Pikiran Siwon sejenak melanglang buana, begitu banyak prasangka muncul di kepalanya. Ia bahkan mengira calon mertuanya adalah paranormal yang bisa membaca pikirannya. Bagaimana mungkin Nyonya Im bisa memperkirakan salah satu rencana yang sempat dipikirkannya. Siwon memang sempat memikirkan jalan untuk bisa terus dekat dengan Yoona tanpa terhalang alasan akademis, caranya adalah menghamili isterinya secepat mungkin. Kalau perlu ia akan mendatangi dokter kandungan terbaik di Korea untuk mendiskusikan program kehamilan walau tanpa sepengetahuan Yoona. Jika ia berhasil menanam benih dalam waktu sebulan, maka ia bisa mencegah atau setidaknya menunda keberangkatan Yoona ke London.

 

Sayang sekali, berita yang disampaikan ibu Yoona tadi sudah meluluhlantakkan harapannya yang sempat muncul dan mulai berkembang. Bagaimana ia bisa ‘menculik’ Yoona dari rencana kepergiannya ke luar negeri bila kedua orang tuanya sudah memasang banner peringatan keras agar ia menjaga langkahnya untuk tetap awas?

“Tapi Eomonim, bulan madu itu kan masanya pengantin baru untuk—“

“Kami tak melarangmu untuk berhubungan. Kami hanya ingin kau berhati-hati. Kau bisa tetap aman dengan alat kontrasepsi,” potong Nyonya Im cepat.

 

Wajah Siwon sudah berubah masam. Mana mungkin ia akan menolak, bisa jadi orang tua Yoona langsung melarang pelaksanaan pernikahannya. Kesimpulan untuk sementara adalah selepas acara pernikahannya yang berbahagia sudah menanti masa-masa kegalauan dan pasti penuh rasa frustasi yang sudah menantinya.

 

Flashback Ends

 

Sekarang adalah saatnya bagi Siwon untuk terlebih dahulu memikirkan bagaimana cara merayu Yoona yang sedang marah padanya. Mungkin karena tadi ia kesal dengan keputusan orang tua Yoona hingga emosinya juga masih terikut ketika kembali berdebat dengan calon isterinya itu.

 

Apapun ceritanya, apapun permasalahannya, pernikahan ini tidak boleh gagal. Itulah yang ada dalam benak Siwon. Ia melihat beberapa brosur yang ditinggalkan Yoona di pinggir kolam renang. Sepintas melihat tanpa memperhatikan lebih detail, namun Siwon dapat mengerti apa yang sedang menjadi kegelisahan Yoona. Ini adalah resikonya, Siwon sendirilah yang memutuskan untuk mengambil segala kondisi. Ia sangat tahu seperti apa Yoona, bahkan gadis itu sendiri sudah mengatakan bahwa dirinya saat ini bukanlah tipe wanita idaman yang diinginkan untuk dijadikan isteri. Maksud Yoona mungkin adalah karena ia adalah gadis manja dan masih ingin melanjutkan sekolah.

 

Siwon masuk ke dalam rumah keluarga Im, tepatnya menyusul Yoona yang sudah lebih dulu meninggalkannya dalam amarah. Ia akan mencoba menyelesaikan masalahnya tanpa harus berlarut-larut hingga membuatnya pusing sendiri.

 

Pintu kamar Yoona tertutup rapat. Beberapa kali ia mengetuk pintu itu tetapi tak sedikitpun ada sahutan dari dalam. Yuri pun datang menghampirinya, menatapnya penuh belasungkawa. Yuri pasti tahu bagaimana situasinya bila adiknya itu sudah bertengkar dengan sang tunangan.

“Coba kau buka saja pintunya…”

Siwon mengikuti saran Yuri, ia menekan kenop pintu namun nihil karena pintunya terkunci. Siwon hanya bisa mendengus pasrah dan menggeleng lemah. Ia kembali menatap Yuri seolah meminta saran lain. Tapi Yuri hanya mengedikkan bahunya, ia juga tak punya problem solving seperti yang diharapkan Siwon.

 

“Sepertinya Yoona memang butuh waktu untuk sendiri. Mungkin ia memang terlanjur terlalu kesal padamu, terutama karena pesta bujangan itu hingga kau membatalkan janji dengannya,” Yuri mengatakan tidak secara keseluruhan, ia jelas melewatkan bagian penari striptis yang membuat Yoona mengamuk. Padahal jelas Yuri hanya asal bicara, ia sama sekali tidak menyangka kalau semua jadi sedikit runyam. Ingin meminta maaf sekarangpun tidak akan banyak memberikan efek. Toh… masalah sebenarnya memang ada pada kedua calon pengantin tersebut.

 

“Ini semua salah paham, tapi Yoona tak sedikitpun mau mendengarkan aku,” Siwon menggerutu tanpa mengharapkan sambutan Yuri. Ia hanya mengungkapkan kata-kata hatinya yang sebenarnya lebih pantas untuk diteriakkan.

 

“Yoona hanya sedang sensitif menjelang pernikahan. Menurutku itu biasa saja dan dialami oleh banyak wanita asal masih dalam batas wajar. Kurasa besok Yoona sudah kembali normal, maksudku… semoga saja kemarahannya sudah reda,” Yuri benar-benar tidak tahu lagi bagaimana caranya merayu Yoona untuk meladeni tunangannya yang sedang berharap berbaikan malam ini juga. Jadi mengusir Siwon secara halus merupakan jalan terbaik saat ini.

 

Siwon mengangguk kemudian mendesah pelan. Sepertinya mengikuti saran Yuri untuk merayu Yoona esok hari tidaklah buruk. Ia berbalik, kembali menghadap pintu kamar Yoona dan mengetuknya beberapa kali.

“Yoona-yah, besok aku akan datang lagi. Aku akan jelaskan semua yang ingin kau ketahui, aku tidak akan menutupi apapun. Dan aku harap besok kau sudah tidak marah lagi. Maafkan aku sayang… Aku mencintaimu.”

 

Selepas pamitnya pada Yoona yang terhalang pintu kamar, Siwon pun segera meninggalkan rumah keluarga Im. Ia hanya berharap Yoona mendengarkan kata-katanya dan tidak lagi kesal kepadanya besok.

 

 

“Eomma sudah mengatakan semua persyaratan itu pada menantu Choi tadi malam. Kau tahu bagaimana ekspresinya? Dia sungguh kaget! Eomma yakin menantu Choi pasti sangat tidak senang dengan hal itu,” Nyonya Im membuka pembicaraan dikala sarapan sudah selesai. Semua piring yang mereka gunakan untuk sarapan mulai diangkut oleh para pelayan dari atas meja.

 

Hanya Yoona yang sedikit terlambat bergabung dengan keluarganya hingga ia sendiri yang tersisa untuk menghabiskan sarapan omlete rice nya. Yoona sepintas menatap pada sang ibu dengan raut wajah datar, kemudian kembali berkonsentrasi dengan makanannya.

 

“Benarkah, Eomma?” pekik Yuri, ia memang melewatkan cerita dipanggilnya Siwon ke rumah malam tadi. Yuri tidak sempat ikut mendengarkan percakapan antara calon menantu dan calon mertua di ruang keluarga karena ia sibuk bertelepon dengan suaminya yang sedang berada di luar kota. “Lalu apa Siwon setuju?”

 

Nyonya tersenyum miring, kentara sekali bahwa ia sangat membanggakan keberhasilannya memprovokasi sang calon menantu untuk mengikuti keinginan keluarga Im. “Mau tidak mau ia harus setuju. Jika tidak, kita bisa dengan mudah membatalkan pernikahan—“

Perkataan Nyonya Im terhenti oleh suara gaduh yang dibuat Yoona karna menjatuhkan sendok makannya yang beradu dengan piring kaca. Semua mata tertuju pada Yoona, termasuk Tuan Im yang sedari tadi sibuk dengan koran berbahasa Inggrisnya juga turut menatap penuh tanya.

 

“Yoong, kau baik-baik saja?” tanya Tuan Im.

Yoona menjadi salah tingkah ketika menyadari sudah melakukan kebodohan tak perlu yang membuatnya jadi pusat perhatian di meja makan. Ia pun meringis kemudian mengangguk terpaksa.

 

“Aku melihatmu seperti tidak nyaman dengan kalimat pembatalan pernikahan,” tuduhan Yuri membuat Yoona membulatkan matanya. Bagi Yoona, Yuri sudah hapal dengan gelagat maupun jalan pikirannya sehingga sulit baginya untuk berbohong maupun menyembunyikan sesuatu jika ada kakak perempuannya itu.

 

“Aku… juga sempat meneriakkan kalimat itu pada Siwon Oppa tadi malam,” ujar Yoona ragu. Sebenarnya ia tidak ingin bercerita tentang pertengkarannya dengan Siwon di meja makan begini. Namun, sudah kepalang tanggung karena topik ‘pembatalan pernikahan’ sudah menyeruak ke permukaan.

 

“Oh, jadi itu sebabnya kalian bertengkar hebat hingga kau merajuk tak mau bertemu dengannya? Pantas saja Choi Siwon terlihat sangat gusar dan frustasi. Kau tidak lihat saja bagaimana wajah suntuknya saat mengetuk pintu kamarmu dan kau sama sekali tak memberi respon dari dalam.” Yuri memutar ulang kejadian yang dilihatnya malam tadi.

 

“Jadi tadi malam mereka bertengkar lagi?” tanya Nyonya Im menatap Yuri. Anggukan mantap dari Yuri membuat Nyonya Im melirik Yoona lalu menggeleng-geleng, tidak heran dengan tingkah pasangan satu itu. “Mengapa Eomma bisa tidak tahu ya?”

 

“Ah, Eomma… rumah kita terlalu besar untuk mendengar rengekan Choi Siwon dari depan pintu kamar tuan puteri kita ini,” kalimat Yuri lebih terkesan menggoda dan menyudutkan Yoona.

 

Bibir Yoona mnegerucut, sedikit sebal dengan ketenangan Yuri dalam melemparkan candaan yang membuatnya sedikit malu, bahkan di depan keluarganya sendiri. “Jadi Siwon Oppa benar-benar datang ke kamarku?”

 

Kening Yuri mengerut, menelaah pertanyaan Yoona. “Tentu saja. Ia bahkan berbicara lantang merayumu agar tak marah padanya dari depan pintu. Apa kau tak mendengar suaranya?”

 

Yoona menggeleng dan menyengir, “begitu sampai di kamar aku langsung tertidur.”

 

“Astaga!” Yuri menepuk dahinya sendiri mendapati kenyataan konyol yang terjadi sebelumnya. “Jadi kau sama sekali tak mendengarkan apa yang dikatakannya…”

Yoona menggeleng lagi dengan kepolosan wajahnya yang tersenyum kikuk. “Memangnya dia bilang apa?”

 

Yuri mendengus, sementara Nyonya Im memutar bola matanya merutuki kepolosan putri bungsunya itu.

“Aku benar-benar kasihan pada Choi Siwon yang akan menikahi gadis dengan kadar kecuekan dan keanehan yang mengkhawatirkan sepertimu!”

 

“Berhentilah mengataiku aneh, Eonni! Apa yang dikatakannya padaku?” Yoona tak sabar menghadapi gerutuan kakaknya yang tidak penting.

 

“Kau tanya saja lagi padanya nanti. Yang jelas hari ini dia akan datang menemuimu untuk merayumu dan meminta maaf padamu!”

 

 

Tuan Choi berulang kali melirik putranya yang sedang sibuk dengan iPad. Meskipun mereka sedang berada di meja makan dan dalam suasana sarapan pun masih saja tercipta suasana yang hening dan kaku. Mereka mungkin sudah berbaikan dan meneyelesaikan semua kesalahpahaman yang telah terjadi selama bertahun-tahun lamanya. Tetapi untuk menciptakan suasana yang hangat dirasa masih sedikit sulit. Mereka masih betah satu sama lain bersikap canggung, neskipun keduanya sangat ingin bisa memiliki hubungan yang utuh sebagai ayah dan anak.

 

Tuan Choi mengerti jika tugas yang diemban Siwon sebagai penerusnya di perusahaan bukanlah hal main-main. Semua kegiatan termasuk tekanan yang ada pasti menjadi beban yang tidak ringan bagi putranya. Lihat saja sekarang, bahkan sambil sarapan pun Siwon masih sibuk memeriksa keadaan saham mereka di bursa pasar modal. Siwon seakan tak punya waktu khusus untuk dirinya sendiri walau sekedar makan pagi.

 

“Apakah ada masalah di perusahaan hingga kau tampak sangat sibuk, bahkan mengabaikan sarapanmu?” tanya Tuan Choi.

 

Siwon mengalihkan pandangan dari iPad nya kepada sang ayah. Ia tersenyum simpul lalu menggeleng. “Tidak ada masalah sama sekali, Abeoji. Aku hanya memeriksa keadaan saham, dan beberapa deadline tender untuk sebulan ke depan. Aku hanya sedikit khawatir akan ada banyak schedule yang menumpuk jika aku meninggalkannya untuk honeymoon.”

 

Anggukan kepala Tuan Choi menandakan kalau ia sangat mengerti kecemasan Siwon menjelang pernikahannya. Ia tidak menyangka bahwa putranya akan begitu antusias terhadap kelanjutan perjodohan yang dibuatnya beberapa bulan yang lalu. Bahkan ia sempat tak habis pikir ketika Siwon menentang keputusan kedua pihak untuk mengakhiri pertunangannya. Yang menjadi kejutan adalah pengakuan Siwon yang sempat berencana membawa kabur putri temannya itu untuk dinikahi tanpa restu orang tua.

“Ya, aku pikir persiapanmu untuk menikah sudah sangat matang. Kau tidak perlu khawatir soal perusahaan, aku akan mengawasi langsung dan meminta Sekretaris Kim untuk menjalankan schedule kegiatan yang telah ada selama kau pergi berbulan madu.”

 

Siwon mengucapkan terima kasih dengan suara pelan. Ayahnya memang tak lagi bersikap dingin padanya, dan hal ini membuatnya senang. Sekian lama bersikap bak musuh jika bertemu, kini mereka sudah mulai berusaha untuk saling mengerti dan saling mendukung.

 

“Satu lagi, kau tidak perlu mencemaskan perusahaan selama kau pergi bulan madu. Bersenang-senanglah dan usahakan memiliki penerus Hyundai secepatnya,” dengan santai Tuan Choi mengatakan hal itu untuk mencairkan suasana sekaligus menunjukkan perhatiannya pada Siwon.

 

Namun Siwon malah berubah manyun dan tak bersemangat. Ia hanya memainkan iPad nya tanpa tujuan yang jelas, membuka-buka aplikasi tanpa berniat menggunakannya. Pikirannya langsung merasa tidak enak dan melayang jauh entah kemana.

“Kau kenapa, apa ada yang salah dengan perkataanku?” tanya Tuan Choi menyelidik.

 

Siwon tersentak dari lamunannya setelah mendengar suara ayahnya bagaikan teguran keras di telinganya. “Tidak apa-apa.” Siwon berbohong singkat. “Abeoji… apakah aku benar-benar tidak punya saudara kandung?”

 

Tuan Choi mengernyit mendengar pertanyaan Siwon. “Tidak. Kau itu anak tunggal dan sama sekali tak punya saudara kandung.”

“Benarkah? Abeoji yakin? Mungkin saja di suatu tempat aku memiliki adik atau kakak. Siapa tahu dia tersembunyi dari kita. Apa Eomma tidak pernah mengandung lagi setelah melahirkan aku?” antusiasme yang dibuat-buat oleh Siwon sepertinya tidak menarik minta ayahnya untuk menanggapi serius. Justru Tuan Choi malah ingin memukul kepala Siwon yang tiba-tiba saja memikirkan hal aneh.

 

“Sebenarnya ibumu pernah mengandung adikmu sampai dua kali, tetapi kami tidak beruntung sehingga kami hanya bisa memiliki satu orang anak saja, yaitu kau.” Malas-malasan Tuan Choi terpaksa menjawab pertanyaan anaknya.

“Mengapa kau menanyakan hal itu? Bukan pada tempatnya kau menginginkan adik sementara usiamu sudah cukup untuk menjadi seorang ayah. Ah… jangan bilang kalau kau sengaja mengalihkan pembicaraan karena tadi aku menyebut soal cucu!”

 

Tuduhan Tuan Choi membuat Siwon sedikit gelagapan karena modusnya mengalihkan topik pembicaraan tercium oleh sang ayah. Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil tersenyum paksa.

“hmm… itu.. sepertinya keinginan Abeoji untuk memiliki cucu harus ditunda dulu, minimal selama 2 tahun.”

 

“Kenapa harus ditunda?”

“Ini semua keinginan kedua orang tua Yoona, apalagi karena setelah menikah Yoona akan melanjutkan pendidikannya. Jadi untuk urusan anak telah disepakati untuk ditunda dulu.”

 

“Mana bisa begitu? Ini tidak adil… mereka sudah punya dua cucu sementara aku belum punya satupun!” gerutu Tuan Choi seperti berbicara pada dirinya sendiri. Siwon memasang telinganya tajam untuk mendengar kata-kata ayahnya tadi.

 

“Abeoji bilang ini tidak adil? Ya, aku setuju… bagaimana kalau Abeoji mendiskusikan ulang dengan mereka? Siapa tahu Abeonim dan Eomonim akan berubah pikiran…” jelas sekali Siwon mencoba memprovokasi ayahnya agar berusaha mengubah pendirian kedua calon mertuanya. Ia secara spontan menggantungkan harapan pada sang ayah agar mau membantunya menuntaskan wacana penundaan anak.

 

Tuan Choi berpikir sejenak sambil memandangi putra semata wayangnya. Sebelah alisnya juga ikut terangkat bersamaan dengan senyum separuh yang diperlihatkan kemudian. “Eih, kau jangan mencoba mempengaruhiku, Nak! Jika sudah menjadi keputusan pihak wanita seperti itu, maka pihak pria sebisa mungkin memenuhinya. Lagi pula ini sudah menjadi resiko bagimu. Bukankah kau sendiri yang berkeras ingin mempercepat pernikahanmu, eoh?”

 

“Aish… aku pikir Abeoji berada di pihakku,” gerutu Siwon kesal karena gagal berkoalisi dengan ayahnya untuk berkonfrontasi dengan keluarga Im.

 

Good morning, my princess!!” sapa Siwon ketika Yoona datang menghampirinya di ruang tamu. Siwon menyodorkan sebuket mawar merah kepada Yoona yang ekspresi wajahnya sulit dibaca oleh Siwon.

 

Yoona baru saja diberi tahu oleh Yuri bahwa Siwon datang seperti janjinya kemarin malam. Tidak ingin berlama-lama berdiam dalam kamar, Yoona langsung menghampiri pria itu  di ruang tamu. Ia merasa sudah membuat kesalahan karena sudah mengungkit hal yang tabu –apalagi kalau bukan pembatalan pernikahan-  di saat Siwon baru saja mendapat kabar tak mengenakkan dari orang tuanya. Lebih parah lagi, Yoona malah mengabaikan Siwon yang bersusah payah membujuknya di depan kamar sedangkan ia terlelap dalam keheningan.

 

Yoona akan mengikuti saran Yuri untuk mendengarkan semua penjelasan maupun penawaran yang akan diajukan Siwon nantinya. Bukan karena ia terpaksa untuk menerima kelitan pria itu, tetapi mendengar nasihat orang tua untuk berbaikan bukan hal yang salah. Apalagi pernikahan mereka semakin dekat, tidak lucu jika mereka masih saja akan saling mengumpat bahkan ketika sudah berada di lorong gereja menuju altar.

Dengan senyuman simpul Yoona mengambil buket bunga yang disodorkan Siwon. Pria itu pun merasa mendapat angin segar dari sikap Yoona yang menerima kedatangan dan pemberiannya, itu artinya Yoona tak lagi penuh emosi seperti kejadian malam tadi.

 

“Ini masih jam sepuluh dan kau tidak pergi bekerja, Oppa? Aku yakin ini masih hari jumat,” Yoona sempat melirik ke arah jam tangannya, berbasa-basi membalas sapaan Siwon.

 

“Pekerjaan bisa menunggu tapi kekasihku disini tak bisa kuabaikan begitu saja,” gombal Siwon membuat wajah Yoona merona sekaligus merasa sedikit tersindir. Lebih tepatnya, Yoona yang telah mengabaikan kekasihnya dengan meninggalkannya tidur begitu saja. “Aku datang kesini khusus untukmu dan untuk meluruskan masalah.”

 

Yoona terdiam dan menunggu Siwon melanjutkan kata-katanya. Jauh di dalam hati ia merasa sangat senang karena Siwon lebih mementingkan dirinya dibanding pekerjaan. Pria itu bahkan rela bolos meninggalkan bisnisnya yang bernilai milyaran Won hanya untuk membujuk dan meminta maaf padanya. Jika sudah begini mana mungkin Yoona akan bertahan dalam kemarahannya.

 

“Aku akan menjelaskan soal bachelor party itu. Aku berani bersumpah demi apapun jika aku tidak berselingkuh ataupun bermain-main dengan wanita malam seperti yang kau tuduhkan itu. Aku sudah menjadi pria paling beruntung memilikimu sebagai calon isteriku, jadi tidak akan ada gunanya aku melakukan hal itu.”

 

Rona merah di wajah Yoona semakin menyala, Siwon benar-benar bisa membuatnya terbang dengan semua kata-kata manis yang diucapkan pria itu. Senyuman pun tak dapat disembunyikannya, dengan gemas ia menciumi mawar merah yang dibawakan Siwon untuknya.

 

Siwon tahu jika usahanya sudah mulai mendekati hasil bila melihat reaksi Yoona yang tak lagi meledak-ledak seperti malam sebelumnya. Ia hanya butuh kepastian dari Yoona jika kesalahannya sudah dihapuskan. “Kau memaafkanku kan, Sayang?”

 

Yoona menatap mata Siwon dan melihat binar indah di dalamnya. Ia melihat ketulusan dan kejujuran dari pria itu hingga ia mengangguk pasti. Siwon mendesah lega, “Jangan marah lagi karena hal yang tidak penting ya… Kalau begitu, aku sudah boleh memelukmu, kan?”

 

Yoona mengulum bibirnya, malu-malu lalu mengangguk kembali. Siwon merentangkan kedua tangannya, memberi ruang bagi Yoona untuk masuk ke dalam pelukannya. Yoona pun menghambur ke dalam pelukan pria yang telah meluluhkan hatinya dan melunturkan amarahnya itu dengan begitu antusias. Dengan penuh kegembiraan Siwon pun mengangkat tubuh kurus Yoona dan membuat gadis itu memekik manja.

I love you so much, My Princess. I love you… more than you know!”

Yoona tergelak dan merasa tersanjung dengan kelembutan suara Siwon yang berbisik di telinganya. “I love you too, My Prince… Loving you over and over…”

 

Bridal? Mengapa kau membawaku kesini, Oppa?” tanya Yoona saat mobil yang dikemudikan sendiri oleh Siwon berhenti di parking lot sebuah gedung bercat putih klasik yang memajang berbagai model gaun pengantin.

 

Yoona tahu persis tempat itu karena disinilah ia menyerahkan design spesial gaun pengantinnya dibuat. Pemiliknya adalah seorang desainer kenamaan Korea khusus dalam merancang gaun pengantin. Bahkan gaun pengantin milik Yoona khusus dibuatkan dalam waktu yang singkat sebab sangat berdekatan dengan tanggal pernikahannya.

 

“Aku dengar gaun pengantinmu sudah selesai dibuat, jadi tidak ada salahnya kau melakukan fitting sekarang,” ujar Siwon seraya membuka seatbeltnya dan bersiap membuka pintu mobil.

 

Yoona membulatkan matanya dan buru-buru menahan tangan Siwon yang hendak keluar dari mobil. “Oppa… jangan sekarang!”

Siwon menatap Yoona penuh tanya, “kenapa?”

 

Yoona meringis dan cengirannya sangat aneh, “Bukan apa-apa. Aku berencana fitting gaunku besok bersama Eomma dan Eonni. Jadi lebih baik kita pergi jalan-jalan ke tempat lain saja.”

 

Siwon mengernyit, heran sekali mengapa gadis itu tidak mau ditemani olehnya untuk mencoba gaun pengantinnya. “Tapi ada aku disini. Bukankah sama saja jika aku yang menemanimu? Semua wanita merasa senang jika ditemani oleh calon suaminya…”

 

“Aku tidak bermaksud apapun. Kau tahu sendiri jika desain gaun ini aku sendiri yang membuatnya bahkan sejak berada di bangku SMA. Ya… walaupun ada banyak gubahan disana-sini. Tapi, ini tidak akan menjadi spesial jika kau melihatnya sekarang..” Yoona merengek, memohon agar Siwon membatalkan niatnya masuk ke dalam gedung.

 

“Baiklah… aku mengerti. Aku tunggu masterpiece desainmu di atas altar.” Siwon mengangguk mengerti. Ia menutup pintu mobil dan kembali memakai seatbelt. “Kalau begitu sekarang kita pergi ke Travel Agency saja,” ucap Siwon menghidupkan mesin mobil dan mulai mengemudikannya meninggalkan lapangan parkir.

 

Travel Agency?” ulang Yoona.

“Ya, untuk mengatur perjalanan honeymoon kita. Apa kau ingin pergi ke suatu tempat dan menikmati liburan romantis bersamaku? Kau sudah punya tujuan sendiri?” tanya Siwon sambil berkonsentrasi mengemudi.

 

“Oh?” Yoona terperangah. Selama ini ia tidak pernah memikirkan masalah destinasi bulan madu karena ia lebih sibuk memilih dan mengatur Universitas yang akan didatanginya sebagai tempat belajar di London.

 

“jangan bilang kau berpikir bahwa kita sama sekali tidak akan pergi berbulan madu karena persyaratan penundaan kehamilan itu!”  Siwon melirik tajam sekilas kepada Yoona yang masih duduk diam di sebelahnya.

 

Yoona gelagapan dan bingung memikirkan sanggahan untuk tuduhan Siwon padanya. “Aniya… aku hanya…” Yoona berdehem singkat karena lehernya sedikit tercekat. “Aku hanya terlalu sibuk mengurusi persiapan kuliah masterku. Mianhae Oppa… aku sedikit melupakan soal bulan madu kita.” Yoona menggigit bibir bawahnya untuk menyembunyikan kebohongan.

 

Siwon mendengus, ia tahu bahwa Yoona berusaha menutupi sesuatu. Ia juga mengira bahwa apa yang dituduhkannya pada Yoona tadi memang benar. Tapi ia berusaha menahan kekesalannya. Mereka baru saja berbaikan dan tidak ingin bertengkar lagi karena kealpaan Yoona yang berkaitan dengan acara bulan madu.

 

“Itu artinya kau sudah menentukan kampusnya?”

Ne… University of Cambridge, Master of Finance,” jawab Yoona bersemangat memamerkan pilihannya.

wow, nice choice!” Siwon mengangkat alisnya, “Kau akan bertemu dengan banyak calon businessman dari seluruh dunia. Awas saja kalau sampai kau tergoda dengan mereka!”

 

Yoona mendengus setelah menangkap aroma kecemburuan yang dilontarkan Siwon melalui kata-katanya. Walaupun bernada candaan, tetap saja kalimat itu penuh sindiran dan peringatan untuknya.

“Oppa tidak usah khawatir. Aku tidak akan tergoda pada pria-pria calon businessman itu sementara suamiku adalah seorang pengusaha lulusan Oxford!” sambil menepuk-nepuk bahu Siwon, Yoona mencoba untuk membesarkan hati tunangannya itu. Setidaknya kata ‘suami’ yang diucapkannya mampu membuat pria itu terbang dan tersenyum lebar.

 

Yup! Itu adalah jawaban yang cerdas!” Ternyata Siwon benar-benar termakan gombalan spontan yang dilontarkan Yoona.

 

“Kau ingin honeymoon kemana?” Tanya Siwon pada Yoona ketika mereka sampai di depan sebuah gedung berwarna hijau pupus berpadu dengan aksen kaca jendela berwarna biru. Gedung itu adalah salah satu Travel Agency terkenal di Seoul yang melayani berbagai perjalan ke luar negeri termasuk mengatur perjalanan bulan madu yang berkualitas dan romantis.

“Bali? Maldives? Hawaii?” Siwon menyebutkan beberapa pilihan yang kerap dijadikan destinasi bulan madu oleh pasangan pengantin.

 

Yoona mendongakkan kepalanya membaca banner besar nama travel agency tersebeut. ‘Zenith Travel’, namanya cukup dikenal sebagai salah satu agen perjalanan terbaik di Seoul. Yoona tidak heran jika Siwon memberikan pilihan padanya melalui perusahaan terbaik yang akan mengurus segala keperluan mereka nantinya.

 

“Bagaimana kalau ke Rusia?” Siwon mengerutkan keningnya mendengar tujuan yang katakan Yoona dengan asal sebut. Yoona kemudian tergelak karena ekspresi Siwon yang tak biasa. “Aku hanya bercanda. Rusia terlalu dingin bagiku. Aku hanya teringat dengan salah satu klub sepak bola Rusia saat membaca nama agency ini.”

 

“Aku pikir kau serius mau pergi kesana. Aku memang jarang mengunjungi Rusia atau Norwegia yang sudah sangat dekat dengan Kutub Utara. Kurasa jika bulan madu kesana cukup menarik…” Siwon mengedikkan bahunya, hanya bercanda sesaat.

 

“Tidak! Aku akan lebih senang kalau kita bisa melihat sunset di pantai tropis yang indah, bukannya melihat es dimana-mana,” protes Yoona hanya mendapat anggukan setuju dari Siwon.

 

Sesampai di dalam gedung, mereka dipersilahkan duduk pada meja bundar dengan sofa empuk yang nyaman. Ruangan itu lebih cocok untuk tamu VIP dengan budget perjalanan tak terbatas. Seorang karyawan yang mengenakan seragam berwarna hijau tersenyum ramah sambil memberikan beberapa brosur terkait paket perjalanan honeymoon ke luar negeri.

 

Saat mereka sedang asyik melihat-lihat brosur dan menimbang-nimbang keputusan, mereka dikejutkan oleh suara pekikan seorang wanita dari arah pintu masuk ruangan itu.

“Siwon-ssi…” Seorang wanita berambut cokelat dan ramping menghampiri mereka. Senyumnya terkembang dan matanya berbinar penuh kejutan. “Siwon-ssi… kau benar-benar Choi Siwon kan??”

 

Siwon pun mencoba mengingat-ingat siapa wanita itu, sementara Yoona mengerling penuh tanya padanya. Siwon membulatkan bibirnya setelah mampu mengingat siapa wanita itu.

“Park Gyuri-ssi??”

“Ne… lama tak bertemu, Siwon-ssi!” Dengan begitu bersemangat wanita bernama Park Gyuri itu pun memeluk Siwon dan tak segan mencium pipi kanan dan kirinya.

 

Yoona yang kaget dengan perilaku wanita itu pun ternganga. Matanya membulat dan perasaan tak senang pun langsung menghinggapinya.

Setelah Young Ran dan Jessica… sekarang muncul siapa lagi??? Sebegitu beratkah cobaan menjelang pernikahanku? Eugh, ini benar-benar menyebalkan! Teriak Yoona dalam hati.

 

^To Be Continued^

Tinggalkan komentar

90 Komentar

  1. EmyPutri

     /  Desember 22, 2013

    Kyaa…kyaknya bkal ad masalah baru nih..
    Next ya thor😀

    Balas
  2. windy

     /  Januari 3, 2014

    wow.. miss kanengen aku baru baca ff mu, wow daebak, keren x alus cerita dan bahasanya, beneraa wowwwwwww

    Balas
  3. Riwoon

     /  Februari 20, 2014

    Syndrom pra nikah itu emng wajar asal ga berlebihan …:) *soktauyaa
    aduh jgn ada lgi dong halangan buat mereka nikah…pleaseeeee

    Balas
  4. Kim Eun Kyo

     /  Maret 9, 2014

    Duhhh gimana nihhh young ran jesicca en gyuri??!!!! OMO sabra ne yoona eonni

    Balas
  5. farramutiara

     /  Maret 18, 2014

    ya ampun mau nikah aja yoonwon halangannya banyak banget-____-
    gyuri itu siapa eonn.-. ?
    nextnya ditunggu ne eonn, jangan lama-lama^^

    Balas
  6. ayuxpoppycute

     /  Maret 23, 2014

    Wah makn tambh seru ja nich,
    Hehehe siwon oppa takut bgt kehlngan yoona unnie,thorr lau bsa ntr critany ditersin smpe punya ank,ok

    Author hwaiting!
    Au tnggu chapter slnjtny,lau bsa jngan lma”;-)

    Balas
  7. nha izna

     /  Maret 25, 2014

    Ngapain sih gyuri cium pipi oppa….

    Balas
  8. Anah sanggy sonelf

     /  Maret 26, 2014

    Lucu nglihat mreka brantem melulu . .

    Balas
  9. Relly

     /  Maret 27, 2014

    Hehehehe Yoona cemburu sm wonpa. … lanjut

    Balas
  10. wahh ada apa lgi nih,, yoona cmburu..

    Balas
  11. any

     /  Maret 31, 2014

    Pasangan ini lucu bgt. Biar berantem tp bikin senyum.moga2 cerita smpe yoona hamil n punya anak.psti seru ceritanya. Scr yoona sifatnya kayak gt. Hihihihihiihih

    Balas
  12. asrikim

     /  April 11, 2014

    Aigoo,,banyak sekali rintang buat yoonwon untuk menuju hari pernikahannya”””siapa lg perempuan yg bernama park gyuri itu,,,dateng tiba2 main nyosor aja ke siwon oppa”””yoonwon jangan sampai goyah,,ceritanya makin seru thor
    Daebak ditunggu lanjutannya
    FIGHTING,,!!!

    Balas
  13. Pernikahan yg penuh dgn tantangan ya, seru bgt ni?

    Balas
  14. Dahlia GaemGyu

     /  Juli 19, 2014

    selalu ajja ada pengganggu ckckck, itu si Park Gyuri cari mati ya?
    pernikahan mereka memang bnyak ujiannya

    Balas
  15. Fitriawandi

     /  Juli 28, 2014

    Hayo siapa lagi itu. Kayaknya konflik baru muncul

    Balas
  16. Aduh mau nkah aj hlngannya ad aj y mnggangu mudah2n yoonwon bs melewatiny mudhn d cpter slnjutny ga da lg mslh/prtengkarn.

    Balas
  17. Any

     /  Agustus 12, 2014

    Sambil nunggu lanjutannya gak salah dong kalo aku baca lagi…buat menghibur hati yg lagi galau. Baca cerita yoonwon disini lucu bingiiittttttt…..

    Balas
  18. yoong itu memang gampang dibujuk hahahah.ya ampun wonnppa banyak kali cewek2 dekatmu.yoong jadi cemburu hahahahaha

    Balas
  19. Cha'chaicha

     /  Agustus 29, 2014

    Ya ampun baru baikan, masa cy mau marahan lgi?

    Balas
  20. Ada2 saja masa hrs menunda kehamilan, wonppa benar2 di landa kegalauan ni. Kasihan bgt wonppa setelah menikah hrs ditinggal Yoona utk meneruskan studinya, aku jadi gk rela author. Yoona di sini sifatnya benar2 kekanakan, kapan bisa dewasanya ni

    Balas
  21. choi han ki

     /  Oktober 7, 2014

    hahaha siwon harus sabar nunggu 2 tahun dulu baru boleh punya keinginan punya anak.. apa siwon bakalan tahan ?

    Balas
  22. Wahh,masalah br dtang lg…

    Balas
  23. Dwi Sivi Fatmawati

     /  November 5, 2014

    haha kasian amat yooona eonni bkalan banyak cobaan

    Balas
  24. nina

     /  November 14, 2014

    sbr ya yoonggg,, org ganteng ma kyk githu byk yg naksir….

    Balas
  25. avicenna

     /  November 16, 2014

    paling suka siwon yg arogan n yoona mngkn lebih baik bersikap lemah lembut …pusung jg liat mereka sm” keras kepala..

    Balas
  26. tiffany

     /  Februari 7, 2015

    Pasti Hamil..hehehe

    Balas
  27. Sabar ya yoong eonni resiko punya calon suami ganteng psti bnyk hlngannya hehe..tnang Ω̶̣̣̥̇̊j̲̅ɑ̤̥̈̊ siwon oppa gk bkl trpngaruh kok kan yoong eonni neomu yeppuda

    Balas
  28. YoonaChoi

     /  Agustus 29, 2015

    Syukurlah mereka udh baikan, semoga chap slanjutnya yoonwonnya makin romantis yaa🙂

    Balas
  29. YoongNna

     /  Februari 19, 2016

    KsHan jg siwon hrus rela nunda ingin pnya ank krna yoona hrus kuliah..
    Aduuuhh ni spa lg gyuri..

    Balas
  30. Lg so sweet so seretnya msh aja ada masalah. Cwenya genit amat sih. Siwon itu cuma punya yoona

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: