[2S] I NEED YOU (Chapter 1)

 By

Tintin 305

|| Cast : Choi siwon, Im yoon Ah  || Genre : Life, Romance, family, sad friendship ||

|| Leght  : Two shoot (9.810 words) ||  Poster By  : Tintin305 || rating : G +1 ||

 

Helu … helu… *lambaiin tangan gk jelas* author aneh balik lagi dengan cerita yang baru tentunya J.  Sebenerya ni ff  one shoot loh  cumant karna critanya ke panjangan yah jadi musti di jadiin two shoot deh kkkk~~

Cerita ini hasil pemikiran author sendiri, critanya sendiri trinspirasi dari kedekatannya yoongie ma minho n lagi pengen ngebuat hubungan YW gonjang ganjing (?)  dan  terbentuklah  ff  abal abal,  gak jelas,  aneh, membosankan,  gak menarik ini  kkkk~~

 

Jangan lupa RLC yah!

“Sorry if you find Typo”

Happy Reading^^

 

 

aku begitu mencintaimu, tidak bisakah kau percaya padaku di sini di hatiku hanya ada namamu. Tidakkah kau mengerti itu?

‘Im yoona ah’

aku begitu bodoh, ku mohon jangan buat aku begini, kau membuatku tersiksa sungguh!! . Aku juga sangat mencintaimu jadi tolong kembali lah padaku

 aku membutuhkanmu,  sangat membutuhkanmu

Choi Siwon’

 

 

 

Dorm  Suju….

 

Mentari pagi  kini telah menerangi hampir  seluruh bumi kota seul.  Pagi yang indah untuk berolah raga atau sekedar berjalan – jalan menikmati weekend bersama keluarga  setelah aktifitas – aktifitas yang kurang dari seminggu ini  mereka  lalui.

Tak terkecuali mereka,  setelah melawati hari – hari yang berat dengan jadwal yang hampir full setiap harinya dan beruntung minggu ini mereka semua di beri kebebasan untuk menikmati weekend  mereka tanpa harus memikirkan rentetan jadwal – jadwal yang membuat tenaga hampir terkuras habis.

“apa siwon belum bangun juga?” tanya sang leader

“molla….sepertinya dia  belum bangun” jawab kyuhyun cuek sambil terus memaikan jemarinya pada layar PSP miliknya

“aiishh… kau ini.  Palli  bangunkan dia ini sudah siang!”

“who? Kenapa aku? Apa hyung tak lihat aku sedang asyik bermain! hyung suruh saja yang lain” jawabnya

“kalau aku melihat mereka  aku tak mungkin menyuruhmu”

“kalau begitu hyung saja sana “suruhnya

“ ckckck….dasar kalau sudah bertemu dengan game selalu lupa diri!”  decaknyanya kesal

 

Leeteuk menghela nafas sjenak lalu menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa. Ia sungguh bosan saat ini,  saat dimana mereka di beri  hari libur.  mungkin untuk sebagian dari membernya sangat menunggu hari – hari istimewa ini di mana mereka di beri kesempatan untuk beristirahat yah, walaupun cuman sehari.

Tapi tidak baginya leeteuk bosan suasana saat ini, dorm yang sepi karna banyak  member  yang keluar merayakan weekend bersama keluarga masing – masing hanya dia kyuhyun dan siwon saja yang saat ini berada di dorm.

Sebenarnya bisa saja ia bertemu dengan keluarganya  untuk setidaknya membuang rasa kebosanannya  tapi ia urung untuk melakukanya apa lagi harus bertemu dengan kedua orang tuanya, ia pasti selalu di tanyai masalah kapan kiranya ia akan menikah dan itu adalah topik yang berusaha ia hindari.

 

Cleekk…..

 

leeteuk  menoleh ke arah suara pintu yang terbuka

“oh?.  Kau masih disini?  ku kira kau akan ke mokpo?” tanya leeteuk heran  saat melihat yesung yang  keluar dari kamarnya karna setahunya yesung  pagi ini akan berangkat  ke mokpo lebih tepatnya pulang bertemu keluarganya

“annio,   aku tak jadi pergi” sahut yesung sembari berjalan menuju sofa  dimana ada leeteuk dan kyuhyun yang sedang asyik dengan dunianya

“wae? Bukaknkah kau bilang kau ada acara keluarga?” tanya leeteuk lagi

“ entahlah aku jadi malas berpergian” jawab yesung  santai

Leeteuk hanya  menggangukkan kepalanya mendengar jawaban yesung  lalu ia tolehkan lagi kepalanya  kesamping  terlihat kyuhyun yang masih asyik bermain game ia menatap nyalang ke arah kyuhyun karna di cueki sedari tadi ia mengumpat kesal pada maknaenya itu.

“yang lain sudah pergi?” tanya yesung

“hm, dorm rasanya sepi sekali” keluh leeteuk

“siwon juga pergi?” tanyanya lagi

“sepertinya tidak, Ia masih di kamarnya.  kau bangunkanlah dia. Dia belum sarapan pagi ini” suruh leeteuk

“baiklah,  biar ku bangunkan dia “ jawab yesung singkat lalu berdiri dari duduknya dan menaiki tangga menuju  kamar siwon

 

 

Tok…Tok…Tok…

“Wonnie kau dalam?”

Tak ada sahutan dari dalam.  samar – samar  yesung mendengar suara seorang yeoja dan namja yang tengah tertawa.  Karna penasaran  ia  langsung memegang knop pintu dan membukanya.

Yesung mengela nafas berat saat tau bahwa dia (siwon) saat ini tengah duduk bersandar pada ranjang dan  membelakangi pintu dengan  laptop di pangkuanya sedang menonton sebuah rekaman vidieo yang membuatnya merasa prihatin dengan dongsaengnya itu.

“wonnie -ya” yesung memegang pundak siwon

“oh?. Hyung?” ucap siwon sedikit terhenyak akan keberadaan yesung saat ini

Yesung tak menjawab ia hanya menatap sedih pada layar laptop yang masih terlihat jelas gambar dari rekaman yang siwon tonton tadi. Siwon yang tau arah pandang yesung langsung mem pause rekaman itu lalu menutup laptopnya.

“hyung wae gurae?” tanya siwon

Yesung menghela nafas lalu beralih menatap siwon“turunlah kita sarapan bersama aku yakin kau belum sarapan” ujar yesung

“hyung duluan saja aku masih harus mandi” jawabnya

“ya sudah kalau begitu  aku tunggu di bawah”  ucap yesung  berbalik  meninggalkan kamar siwon Menuju ruang tengah

 

 

 

“bagaiman? Dia sudah bangun?” tanya leetuek begitu yesung duduk di sofa tepat di hadapanya

“ne  dia sudah bangun”

“kau kenapa?” leeteuk heran dengan yesung yang menampakkan wajah sedihnya

“anni!.  tidak apa – apa”

“benarkah? Lalu kenapa wajahmu sedih seperti  itu?”

“apa  karna siwon hyung” kini kyuhyun yang bertanya pada yesung

“mwho? Karna siwon? Memangnya siwon kenapa?” tanya  leeteuk belum mengerti akan maksud dari si maknae itu

“dia tak apa – apa hanya saja………”

“hanya saja siwon hyung  seperti biasa, hyung tahu kan? Kebiasaanya?  meratapi kisah cinta yang sungguh dramatis itu.  ck…. benar – benar memuakkan”  ucap kyuhyun memotong  ucapan dari yesung

“kau ini bicara apa?” ucap yesung
“bukankah aku benar,   hyung pasti melihatnya   yang sedang mengenang masa lalu kan? benar begitu kan?”

 

“apa yang kalian  bicarakan?”  siwon yang muncul dari tangga otomatis membuat  yesung dan leeteuk yang baru saja akan berbicara terdiam seketika

siwon mengerutkan kening tak mengerti dengan keanehan  hyung – hyungnya itu.

“ada apa dengan kalian?  kenapa diam saja? Aneh sekali…” tanyanya lagi sembari tersenyum  geli melihat tingkah mereka

“kau yang aneh..” semua beralih memandang kyuhyun yang masih betah memainkan PSPnya tak terkecuali yesung ia makin manatap tajam maknae itu

“maksud mu apa?”  siwon  makin merengit kebingungan atas ucapan kyuhyun tadi

“diamlah!  tak bisakah kau menjaga kata-kata mu itu?” yesung mulai geram dengan  ketidak sopanan kyuhyun

“bukankah aku benar hyung?. dia itu memang  aneh. Mana ada orang seperti dia yang setiap ada waktu luang dia selalu saja  duduk menyendiri  sambil menonton rekaman vidieo nya dan kekasihnya anni sepertinya perkataanku perlu di ralat  maksud ku Mantan kekasihnya seolah olah dia itu orang yang  paling menyedihkan di dunia ini. Kalau saja ia mau menemuinya sekedar memperjelas arah hubungan mereka hingga tidak membuatnya terlihat bodoh seperti ini  mungkin ia tak akan terlihat begitu memuakkan di mataku.   Dia hanya bilang bahwa dia mencintainya tapi nyatanya ia sudah di kalahkan oleh egonya sendiri”

setelah berbicara panjang lebar kyuhyun langsung pergi menuju kamarnya dan menutupnya dengan kasar, ia sudah tak bisa menahan kekesalanya pada siwon karna lamban dalam mengambil keputusan ia juga lelah melihat hyungnya itu terus – terus merasa sedih  terlebih pada dongsaengnya kesayangannya  yang menjadi korban karna masalah percintaan mereka  yang rumit.

 

Hening….. tak ada yang bersuara setelah kyuhyun pergi mereka masih sibuk dengan pikiranya masing – masing

 

“sudahlah jangan terlalu dipikirkan perkataan  si evil itu”  leeteuk yang telah sadar dari keterpakuanya   langsung berdiri dan menepuk  pundak siwon berharap bisa mengguatkan nya dengan kata – katanya itu

”nya tanya memang benar hyung egoku lebih besar  dibandingkan  cintaku  padanya” mata siwon mulai berkaca –kaca ia kembali teringat kejadian setahun yang  lalu di mana ia bertengkar hebat dengan kekasihnya hingga membuatnya menjadi seperti sekarang.  begitu  menyedihkan.

“wonnie…” leeteuk memandang sendu siwon ia juga merasa sedih dengan apa yang di alami oleh siwon  ia mengerti kesedihan yang dialaminya selama ini siwon selalu tersenyum seakan tidak terjadi apa – apa tapi nyatanya jika siwon sedang sendiri ia bahkan tak pernah bisa mencegah air matanya  untuk keluar.

“bangkitlah!.  belajarlah untuk melupakanya,  jangan sakiti di rimu sendiri lagi arra?” yesung yang sedari tadi diam kini memberikan nasehat untuk siwon agar bisa move on walaupun itu akan percuma mengingat betapa besarnya perasaan siwon kepada seorang Im yoona, yang merupakan mantan kekasihnya (siwon) itu.

 

Flash  Back….

Seorang  yeoja dengan parasnya yang  cantik  tengah duduk di sebuah ruangan yang cukup besar dengan  cermin di sekelilingnya  sedang melepas lelah sembarin  membersihkan keringat yang keluar dari pelipisnya akibat aktifitas yang ia lakukan tadi tepatnya ia baru saja selesai latihan dance dengan para membernya.

Member yang lain sudah pulang  sekitar 5 menit yang lalu namun ia masih betah di ruangan itu seorang diri.  dan di sinilah ia berada di ruang rehearsal,  ruangan khusus latihan untuk member girlband nya yang di sediakan oleh pihak SM selaku menajement mereka.

Sebuah gebrakkan pintu membuatnya tersadar dari lamunnanya ia menyungginkan senyuamn manis pada  orang yang membuka pintu tadi tanpa mengertahui mimik wajah yang di berikan oleh orang itu cukup menyeramkan.

“apa oppa datang  menjemputku?” tanya nya begitu  antusias tanpa menghilangkan senyumanya yang  terpantri di wajahnya

Namja itu hanya diam  menatap tajam kearah yeoja  itu. Senyum di wajah yeoja itu sirna seketika terganti dengan wajah  kebingungan melihat ada yang aneh dari sikap sang namja

“oppa wae gurae?”

“bisa kau jelaskan apa yang tertulis di situ pada ku Im yoona“  ujar sang namja sembari meletakkan  I-phone miliknya dengan kasar tepat di depan yoona

Yoona yang masih binggung hanya menuruti  dan mulai membacanya

 

[headline news!!!!]

Yoona-ssi  kedapatan  sedang berduaan begitu mesra dengan aktor  terkenal Lee min ho……

 

“ini…”

yoona tak bisa melanjutkan kalimatnya  matanya terbelalak  kaget dengan  apa yang  ia baca  sebuah berita scandal antara di rinya dengan Lee min ho yang merupakan partnernya dalam sebuah cf eider.

yang  parahnya di situ tertulis bahwa kru-kru yang bertugas memperlancar syuting cf tersebut  membenarkan hubungan spesial antara dirinya dengan lee min ho dan di situ pula ada beberapa moment mereka berdua berbincang  saat  break  syuting.

Yoona menolehkan kepalanya pada namja yang ada di hadapanya

“oppa ini…”

“kalau kau  ingin bilang ini tak seperti yang  ku  pikirkan,  aku tak akan percaya. Kau tahu  ini sudah  keberapa  kalinya aku mendengar scandalmu dengannya? ”

“oppa sungguh ini memang tak seperti yang oppa pikirkan, oppa kan tau media terkadang terlalu membesar – besarkan  masalah”

“nyatanya itu fakta yoona,  gambar dan semua keterangan itu benar adanya tidak di buat – buat itu nyata yoona… NYATA…”

Yoona tercengang dengan suara siwon (yah emang namjanya tuh wonppa  sapa coba kalu bukan wonppa aku kan nited^^ #apa sih author ganggu *bow) yang meninggi lebih tepanya membentaknya

“oppa aku harus bagaimana biar kau percaya bahwa aku dan minho oppa tak ada hubungan apapun”

“jujur!.  aku hanya mau kau jujur tentang hubungan mu denganya. Tak usah membohongi ku lagi”

“aku sudah jujur padamu oppa!!..  tak ada  satu  hal pun yang aku tutup tutupi darimu sungguh!!”

“lalu  jika kaut tak menjalin hubungan spesial denganya,  kenapa kalian  sangat dekat? Aku sudah bilang jauhi dia!!.  kau tahukan aku tak suka  melihat  kedekatan  kalian!.  Ohh ya tuhan yoona…  kenapa kau membohongi ku seperti ini” siwon mengacak rambutnya frustasi

“tapi demi tuhan oppa aku tak ada hubungan spesial denganya mungkin ini hanya taktik pemasaran saja…”

“JANGAN BAWA NAMA TUHAN SAAT KAU BERBOHONG!!!!”

Yoona tak  meladeni perkataan atau  lebih  tepatnya bentakkan dari  siwon barusan  ia hanya menunduk  sambil  seskali  menyeka air  matanya yang jatuh

 

Tanpa mereka sadari dari balik  pintu  ruang  rehaersal  itu  ada yang mendengar  percakapan  mereka

“hyunie apa yang kau lakukan  ?” ucap seseorang dari arah belakang

“ommo…! haah..  taeyon eonni kau mengangetkkan ku saja.  Kenapa eonni di sini?”

“kau lama sekali  jadi aku menyusulmu. Kau  sudah  mendapatkan  ponsel mu? Kalau sudah ayo kita pulang  yang  lain  sudah  menunggu”
sehyun hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban

“who? Astaga!..  hyunie ini sudah hampir setengah jam  kau  pergi  tapi  belum  juga mendapatkan ponsel mu? Apa saja yang  kau  lakukan?”

“stt… eonni kecilkan suaramu  nanti kita ketahuan”

“ katahuan apa? sebenarnya apa yang  kau lakukan?”

 

“KENAPA DIAM SAJA?!..  JAWAB AKU IM YOONA!!!!”

 

“ommo!.  itu kan suara  siwon  oppa.  Apa dia….” taeyeon yang mulai mengerti maksud dari kata ‘ketahuan’ dari seohyun  itu pun ikut mengintip dari celah pintu ruangan rehearsal

 

 

“apa yang harus aku jawab kalau oppa sendiri akan tetap  menyalahkan ku” jawab yoona  akhirnya walupun dengan suara yang  sedikit  parau  akibat menangis

“aku bukanya menyalahkanmu,  aku hanya ingin mendengar penjelasanmu”

“kenapa oppa tak bisa percaya padaku? Aku benar – benar tak ada hubungan denganya oppa sungguh”

“entahlah… aku juga tak tahu  kenapa rasanya sulit mempercayaimu” suara siwon terdengar begitu  lirih

“oppa….”

“bukankah dia lebih baik dariku dia lebih tampan dariku, ia lebih segala – galanya dariku karna itu kau  menduakanku  kan?”

“ harus berapa kali aku bilang!!.  kami  tidak punya  hubungan  selain oppa dan dongsaeng . dan di mata orang lain dia memang tampan bahkan lebih segala-galanya darimu  tapi,tidak  di mataku oppa. Oppa bahkan mengalahkannya.  di mataku hanya choi siwon  tak ada yang lain oppa. Apa oppa tak mengerti itu? Aku begitu mencintaimu aku tak mungkin mendukan mu oppa sungguh…”

“ku mohon yoona jangan berbohong lagi, kau pikir aku tak mengetahui  kedekatan kalian bahkan  sooyoung  saja bilang bahwa kalian sering berbicara di telfon. Aku mengamati kalian yoona!!!  baik kau maupun  minho hyung  aku dapat melihat bahwa kalian ada hubungan.  aku terus berusaha mempercayaimu dengan segenap rasa di hatiku ini tapi tetap saja tak bisa, bayang – bayang kalian yang akan mengikuti cf bersama membuatku tidak bisa tenang  kalian yang berpelukan  dan berbicara sedekat itu membuatku makin…   hah!!  aku tak bisa mempercayai ini semua,  kalian … kalian menjalin hubungan di belakangku?. Haah… yang benar saja!”

Yoona berdiri dari duduknya langsung memeluk siwon yang nampak seperti orang yang linglung ia menagis sambil memeluk siwon  begitu erat berusaha meyakinkan bahwa perasaannya itu hanya tertuju padanya  hanya  pada siwon

“oppa…hiks kumohon percayalah  padaku aku tak akan mungkin menduakanmu”

“kita…A-akhiri saja….”  dengan suara bergetar  siwon melayangkan ucapan  yang mungkin akan  menjadi satu penyesalan untuknya.  mengahiri hubungan dengan yoona adalah hal yang ingin ia jauhi, ia tak akan sanggup bila harus berpisah dengan yoona tapi rasa kecemburuan serta ketidak percayaannya seakan  membutakan  mata hatinya.

“anni oppa… annio!!  aku tak mau,  kita tak boleh berpisah aku mencintaimu,  aku tak mau berpisah darimu” yoona mengeleng dengan cepat begitu mengerti maksud dari ucpan siwon ia makin mempererat pelukanya pada siwon

“tapi aku tak bisa bersama dengan mu” ucapan siwon barusan sukses membuat yoona melepas pelukanya

“wae? Waeo?  kenapa tak bisa? Apa oppa tak mencintaiku?”

“aku tak  bisa mencintai seorang yeoja pendusta sepertimu, menduakan kekasihnya,  bermain dengan namja lain di belakangku!.   Pantas  kah aku  mencintai yeoja  rendah seperti itu?”

Yoona tertohok begitu mendengar kalimat siwon yang menyakitkannya ia hampir saja ingin menampar siwon tapi ia urungkan.  yoona menarik tanganya kembali lalu menarik napas dalam seraya menutup rapat  matanya

“ck…  ternyata yeoja yang di  eluh – eluhkan para namja di  luar  sana memiliki kepribadian yang buruk. Kau bahkan ingin menamparku? Hah… keterlaluan sekali. Kau ingin melimpahkan kesalanmu  padaku dengan menamparku?  Begitu ?” entah siwon telah kerasukan atau apa ini pertama kalinya ia berbicara sekasar itu apalagi  di depan yoona.

Yoona makin merapatkan matanya berusaha menguasai luapan emosinya saat ini

“baiklah!. mungkin kau  benar kita memang harus berpisah, sejak awal hubungan ini sudah salah aku dan kau sudah salah mengambil keputusan untuk bersama.  tidak peduli seberapa besar aku mencintaimu,  cintaku ini benar – benar salah.  Aku sudah  salah mencintaimu , aku salah memilihmu, aku telah salah mengenalmu.   Haah… … lucu sekali!.  kenapa aku  bisa  begitu mencintaimu?” ujarnya terdengar miris

“jadi… ?”  ucap siwon memperjelas maksud dari ucapan yoona barusan

“ne!   Bukankah itu yang oppa mau?  Itu juga lebih baik,  aku tak perlu kahwatir lagi padamu aku tak perlu lagi merasa cemburu  bila ada yang berusaha  mendekatimu,  aku… tak akan merindukkan mu bila oppa nantinya jauh dariku  karna memang sekarang aku tak punya hak untuk itu dan aku bisa….”

“dan kau bisa berhubungan  leluasa denganya kan? Tanpa harus merasa bersalah padaku,  Aku benarkan?   Kau pasti sudah  menunggu lama untuk  kata putus ini” siwon langsung memotong cepat kalimat  yoona

“kau…. masih mengira aku menduakkanmu?  Ya tuhan  inikah  siwon yang ku kenal?” keluhnya frustasi

“tak perlu mengelak,  itu memang kanyataanya”

“terserahlah!…    aku  tak perduli.  Kau dan aku sudah berakhir.  Kita sudah berakhir” yoona mengambil tas dan ponselnya yang ia letakkan di ujung  ruangan  itu  lalu berjalan mendekati  siwon yang masih memalingkan muka seakan tak sudi melihat  kearahnya.

Yoona berhenti tepat di depan siwon

 

“gomawo oppa atas kebahagian yang kau berikan padaku selama ini.  Aku tak menyangka ini akhir dari semuanya hanya karna  kecemburuan  serta  ketidak  percayaan  mu  padaku kita berakhir seperti ini. Sungguh menyedihkan…. ” ucap yoona seiring dengan  air mata yang  jatuh di pelupuk mata indahnya  masih tetap menatap  seorang choi siwon walaupun orang yang ia tatap memalingkan wajahnya tidak berusaha untuk balik menatapnya.

Yoona sudah pasrah akan hubungannya ini ia tak akan mampu lagi berdebat  kalau  nyatanya di mata seorang choi siwon ia hanya  seorang yeoja pendusta yang sudah berani berselingkuh di belakangnya.

Sungguh demi apapun ia tak  ingin mendengar kata itu,  kata putus yang terucap dari siwon membuat hatinya sakit tapi mungkin ini memang yang terbaik untuk mereka berdua, bukakankah  menjalin  hubungan  itu  harus di dasari oleh kepercayaan bagaimana jadinya suatu hubungan tanpa adanya  rasa  kepercayaan?  Pastilah akan berakhir seperti kisahnya dengan choi siwon saat ini.

“jangan bicara seolah – olah kau yang tersakiti,  aku tahu ini hanya alibi mu  untuk bisa terlepas dariku?” ucapan siwon barusan  membuat yoona semakin sakit.

Siwon yang ia kenal adalah orang yang santun dan tak pernah menyela seseorang ataupun bersikap kasar  tapi kini berbeda entah apa yang membuat seorang choi siwon seperti ini  apa karna siwon yang benar – benar merasa di khianati hingga membuatnya bersikap seperti saat ini? Yoona pun tak tahu.

Yoona melepas  tatapanya dari siwon.  Yoona tak perduli dengan ekspresi siwon saat ini. Makin lama berada di ruangan bersama siwon  itu akan  membuat  air  matanya akan tumpah makin deras dan  makin membuatnya merasa seperti sulit untuk berpisah.  Yoona  yang sudah siap melangkahkan kakinya untuk keluar terhenti saat tangannya di cekal keras oleh siwon

“tunggu dulu”   ucap siwon dengan  nada bergetar

“aku tak mau melihat  wajahmu lagi,  jadi kumohon jika kita tanpa sengaja bertemu anggaplah  kau tak mengenalku anggap saja kita tak pernah bertemu” lanjut siwon

Yoona terdiam  mendengarnya.  siwon mau  ia menjauh?  anni lebih tepatnya tak ingin melihatnya lagi?. sebesar itukah kesalahnya hingga siwon tak sudi untuk  melihatnya?.

 “ aku sendiri tak yakin apa  bisa  aku tak melihatmu oppa? Aku sudah terbisa denganmu jadi bagaiman bisa aku berpura  pura seolah kita tak saling kenal?” batin yoona  berteriak, ia merasa ragu untuk mennyanggupi kata dari siwon barusan. Tapi bagaimana pun  ia harus melakukanya.

“tenang saja, aku akan pastikan  kita takkan  pernah bertemu.  Aku pergi” ujar yoona kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan siwon

 

 

Pintu ruang  rehearsal yang  terbuka membuat  seohyun dan taeyeon yang sedari tadi  menguping pembicaraan anatara keduanya refleks  berdiri.  mereka bisa menagkap gurat  kesedihan yang terpancar  jelas dari wajah yoona

“yoong… eonni…” seru sehyun dan taeyeon bersamaan

Yoona hanya melirik sekilas lalu tetap berjalan melewati mereka dengan langkah cepat air matanya pun tak bisa berhenti sedari tadi  ia rasanya ingin sekali lari dari sini,  ia ingin menenagkan dirinya walaupun hanya sebentar asalkan rasa   di hatinya saat  ini menghilang, ia harus segera menghilangkan rasa sakit di hatinya saat ini  juga

“biar  aku yang mengejarnya.  Kau ambilah ponselmu” ujar taeyeon bersiap pergi mengejar   yoona namun di tahan oleh sehyun

“tapi eonni aku takut”

“haah… kau ini! Cepatlah ambil.  Aku akan menunggu mu di van”

“eonni!!.   Haah….ottokhe ?” sehyun melirik ruang rehearsal sejenak ,   ia menghembuskan nafas berat lalu masuk kedalam

 

Siwon yang mendengar suara pintu terbuka mengalihkan pandanganya hingga ia dan sehyun saling bertatapan. Sehyun jadi semakin takut di buatnya ia bisa melihat jelas wajah siwon yang mengeluarkan air mata dan tatapan siwon yang mengisyaratkan kemarahan  serta kekecewaan yang mendalam.

“mianhe oppa aku… A-aku… ingin mengambil ponsel ku “ ucap sehyun dengan secepat kilat berlari mengambil ponselnya lalu  Sehyun   menunduk sebentar dan keluar

Siwon hanya memendang sendu pintu keluar  tadinya  ia berharap yoona yang masuk kembali dan memintanya untuk tetap bersama tapi ia salah.

“mungkin benar kau benar yoong…  kita harusnya tak bersama ” ujarnya lirih

 

Sejak saat itulah  yoona maupun siwon tak pernah saling berhubungan jika mereka berada dalam satu  acara baik  yoona dan siwon selalu menghindar berusaha untuk tidak saling bertatap muka sesuai dengan apa yang meraka sepakati sebelum akhirnya berpisah.

 

Flash Back  end…..    

 

***

 

Kantor  MBC

 

“haah lelahnya….”  ujar seorang yeoja  sambil mendudukkan dirinya di salah satu kursi yang sudah di sediakan dalam ruang cukup mewah khusus,  untuknya dan tetunya rekan – rekannya yang lain yang ikut  mengisi acara di studio MBC

“setelah ini  apa kami masih punya jadwal oppa” tanyanya pada lelaki jangkun yang sedang bersandar  tepat di samping yeoja itu

“hmm…. kurasa tidak  taeyon ah, kalian sudah bisa pulang ke dorm sekarang” ujarnya pada taeyon

“haah… syukurlah oppa aku sudah bisa tidur nyenyak setelah ini” ujar jessica dengan suara dolpinya

“aish…. pikiran mu hanya tidur saja” cibir yuri

“sudahlah kalian berkemaslah lalu kembali ke dorm…. kecuali kau yoona kau ingat kan hari ini kau sudah ada jadwal sendiri” ujar pria jangkun itu pada yoona.

Ia merupakan maneger utusan dari SM entertaiment untuk menjaga serta mengurus semua jadwal para Idol ternama korea ini  Idol girlband SNSD yang terkenal  bukan hanya di korea melainkan di seluruh ASIA bahkan mereka akan memasuki kancah EROPA. Ya, memang hari ini mereka ada jadwal mengisi sebuah acara di kantor MBC  walaupun hari ini adalah weekend tapi mereka tak pernah sedikitpun libur  hari minggu adalah hari – hari tersibuk untuk mereka terlebih untuk yoona  ia yang paling banyak mendapatkan job individu di bandingkan member – membernya yang lain

“mhwo?… yak!!!  oppa kenapa tidak biarkan yoongie beristirahat,  dia pasti lelah oppa” gerutu sooyoung pada  manegernya itu

“ne oppa kenapa eonni tak di biarkan istirahat saja dulu?” kini maknae mulai melayangkan protesnya

Semua memberpun mengangguk seakan memberikan protes yang sama karna membiarkan yoona kembali bekerja padahal  mereka saja baru selesai perform di tiga tempat yang berbeda

“yak!  Kenapa malah menyalahkanku yoona sendiri yang menyuruhku mengambil job full hari ini”

“jongmall yoong?” tanya yuri memastikan

“ne.  Memang aku yang minta eonni,  jadi kalian tak perlu memarahi jaewon oppa dia tak salah sama sekali” ucap yoona yang membuat member snsd itu menatpnya dengan beragam ekspresi

“harusnya kau tak usah memforsir tenaga mu yoong” ucap taeyon menasehati

“ne yoong!  uri tae benar,  istrahatlah” tambah hyoyeon

“tapi eonni aku sudah tanda tangan kontrak lagi pula ini hanya pemotretan biasa tak akan membuatku lelah” ucap yoona berusaha menenangkan para membernya yang kelawat khawatir padanya

“kami mengerti yoong tapi tidakkah kau lelah?” tanya tiffany

“hm…. kau pasti lelah yoong” angguk sunny

“aisshh…. kalian ini berhentilah mengahwatirkanku,  lagian ada jaewon oppa yang nantinya membantuku. Jika  nantinya aku lelah aku bisa minta tolong padanya”

Mereka pun mendesah pasrah tak ada gunanya membujuk yoona yang nyatanya memang keras kepala

“ya  sudah terserahmu saja!. Kami bahkan lupa kepalamu itu lebih keras di banding batu”

“eonni…..” rengek yoona seperti anak kecil dan itu sukses membuat mereka tertawa renyah sambil geleng – geleng kepala karna sifat nya yang kekanakan.

“ku rasa kau anak kecil yang terperangkap di tubuh wanita dewasa yoong” ujar  tiffany sambil terkikk  geli

“aishh….  kalian ini benar – benar! Mana ada anak kecil berusia 24” ujarnya sambil memputkan bibirnya lucu

“ada kok!  Kau buktinya” tunjuk sunny pada yoona dan itu sukses membuat yang lain makin tertawa renyah karna ekspresi yoona yang sungguh lucu

“sudahlah lebih baik bersiaplah lalu kembali ke dorm”  ujar sang manager menengahi aksi ejekan yang di lontarkan para member  pada yoona

“ne” jawab mereka serempak

 

Tak butuh waktu lama kini mereka sudah berada di parkiran kantor untuk kembali ke dorm dan tentunya yoona yang akan melaksanakan pemotretan di daerah  gangnam sedang menunggu  para supir  yang akan mengentarkan mereka.

Sekitar dua menit menunggu,  van besar milik member SNSD pun berhenti tepat di hadapan mereka di susul mobil  VW Scorpio  yoona yang  tepat berhenti di belakang  van tersebut

“kalau begitu kami pulang  dulu oppa.. yoong” pamit taeyeon pada yoona dan jaewon

“ne berhati – hatilah kalau terjadi sesuatu hubungi akau arra?” ucap jaewon

“arrasso oppa” jawab taeyeon

“yoong kalkae”  ujar mereka serempak saat sudah memasuki van sambil melambaikan tangan kearah yoona

“na  anyeong” balas yoona sambil tersenyum dan   membalas lambaian  membernya itu

“kalau begitu kajja kita pergi” ajak  jaewon setelah van yang di tumpangi member asuhanya itu menjauh

“hm” angguk yoona singkat mengikuti jewon dari belakang  dan masuk kedalam mobilnya

Mobil mewah VW scorico putih  miliknya  itupun  melaju membelah kota seul yang tak terlalu padat mengingat waktu sudah menunjukkan pukul 15 : 30 KTS.   Menuju daerah gangnam di mana yoona akan melaksanakan sesi pemotretan untuk sebuah majalah khusus  pakaian rancangan seorang  desiner  korea   dan ia sebagai ambasadornya.

.

 

 

.

 

 

.

Waktu menunjukkan pukul 22.30 KTS yoona baru saja sampai di sebuah gedung parkiran dimana dormnya berada  ia turun dari mobil dan berjalan kearah lift lalu menuju  lantai  dormnya.

Yoona menekan beberapa digit angka pada pintu pengaman dornya itu  lalu masuk  kedalam

“Oh?  Yoong kau baru pulang? ” sunny yang tengah asyik menatap layar  tv di  ruang  tengah bersama hyoyeon dan sooyoung itu  langsung  menyunggingkan senyumannya  ketika melihat yoona yang baru saja menaruh sepatunya di rak tepat di samping pintu masuk

“hm” yoona hanya bergumam  menanggapi  pertanyaan sunny  dan  lansung  menghempaskan tubuhnya pada sofa seraya menyandarkan kepalanya pada bahu  sooyoung

“ pasti sangat melelahkan?” pertanyaan  sooyoung  barusan  mendapat anggukan  dari sunny dan hyoyeon

“dan kau pulang begitu larut yoong” tambah  hyoyeon

“aku tak lelah sama sekali dan tadi sebelum pulang aku  singgah ke gereja  karna itu aku pulang sedikit telat” jawab yoona sekenanya

“kau sudah makan?” kini giliran sunny yang bertanya

“sudah! Tadi aku  makan  dilokasi syuting..” yoona mengangkat kepalanya yang tadi bersandar di bahu sooyoung lalu menatap ke tiga eonni nya itu   “Tapi..aku masih lapar”  tambahnya  dengan wajah yang merengut  imut

“aishh… dasar  shinskin!” cibir sunny melihat kelakuan yoona seperti orang yang sedang mengemis mau makan  tapi sungguh mengemaskan

“ kalau begitu biar ku ambilkan makanan untukmu” hyoyeon baru saja ingin beranjak pergi ke dapur tapi dengan cepat sooyoung menahnya  “waeo?” tanyanya

“itu… aku ahh… aku  jadi tidak enak”

“iissh…. bicara yang jelas”

“sebenarnya makanan yang eonni masak sudah ku habiskan tadi”

“mwo?! Aishh… kau ini!   kau kan sudah makan begitu banyak saat makan malam  tadi”

“tapi itu masih kurang eonni! Kau kan tahu porsi makanku berubah ubah tiap harinya” sooyoung menempakkan wajah memelasnya lalu beralih menatap yoona yang masih melihat kearah mereka berdua “yoong mianhe  tadinya aku pikir kau akan makan di luiar jadi ku habiskan saja sisa makanan malam  tadi” tambahnya

“tak apa eonni toh aku juga sudah makan tadi”

“ buakankah tadi kyuhyun oppa membawa bulgogi untuk yoona?” tanya sunny  pada hyoyeon ia baru ingat bahwa petang tadi kyuhyun membawakan sekotak bulgogi untuk yoona

“ahh! Aku hampir lupa. Kau tunggu sebentar yoong biar ku ambilkan dulu”  ucapanya lalu pergi menuju dapur

“kyuhyun oppa membawakan ku bulgogi?” tanya yoona heran atas apa yang ia dengar barusan si evil maknae suju itu membawakan bulgogi untuknya? Meskipun ia dekat dengan kyuhyun ini pertama kalinya ia di beri makanan  oleh kyuhyun sampai – sampai kyuhyun sendiri yang  membawakanya  sulit di percaya.

“ kyuhyun oppa tadi sore datang kesini katanya saat ia ingin pulang dari SM ada yang menitipkan bulgogi itu pada respssionis karna kita tak ada yang datang ke kantor SM jadi kyuhyun oppa yang datang menagntarnya ke sini.”

“mungkin hadiah dari fans yoong” sooyoung seakan mengerti dengan raut wajah yoona saat ini yang masih bingung atas penjelasan sunny tadi

“oh! Begitu.  Ku pikir kyuhyun oppa yang membuatkanya”

“dia mana mau membuatkan bulgogi untukmu”

“hm aku pikir juga begitu”

“ini bulgoginya yoong.  makanlah!” hyoyeon meletakkan nampan berisi semangkuk besar bulgogi dan air putih di samping kananya

“banyak sekali bulgoginya” ucap yoona saat melihat bulgogi yang tersaji di depan nya saat ini

“makanlah! Kau bilang lapar aku tahu porsi makanmu seperti apa. Atau kau ingin tambah biar ku ambilkan lagi masih banyak di dapur”

“masih ada?” tanya yoona tak percaya.  bulgogi yang saat ini saja sudah sangat banyak tapi masih ada yang  lebih banyak lagi di dapur?.  Fans  seperti apa yang  mau membawakan makanan rumahan  sebanyak ini padanya?

“tentu saja!  kau ingin tambah?”

“annio  ini sudah  lebih dari cukup”

 

Yoona mulai menyantap bolgoginya  ia  terdiam sejenak saat mengunyah  bulgogi itu

“ini..!” ia  mentap ke tiga eonninya itu secara berasaman dengan  kening  menrenyit

“wae yoong?. Apa bulgoginya tak enak?” tanya sooyoung saat menadapati ekspresi aneh yang di tampakkan  yoona

“benarkah tapi saat aku  rasa  tadi bulgoginya enak” tambah  hyoyeon

Yoona tetap diam dan  masih mnegunyah  bulgogi tadi  Karna penasaran sooyoung langsung mencicipi rasa dari bulgogi itu

“ini enak kok yoong! tak ada yang salah!”

“eonni yakin ini… dari fans?” tanya yoona pada sunny

“ne! Kalau bukan dari fans siapa lagi?. Memangnya kenapa yoong? Jangan bilang kau mengira kyuhyun oppa yang membuatnya”

“annio! Aku hanya merasa aneh saja ini pertama kalinya  aku  mendapat makanan rumahan seperti ini, apa lagi bulgoginya begitu banyak dan juga  rasa bulgogi ini….”

“rasanya kenapa? Bukankah bulgoginya enak?”

“ahh… sudahlah lupakan”

Walaupun masih di hinggapi  rasa  heran  yoona  tetap melanjutkan  makanya  toh  bulgoginya begitu enak  dan saat ini  ia pun merasa sangat  lapar  mungkin karena rutinitasnya seharian ini yang  membuang  banyak  tenaga jadi ini lah saat yang tepat untuk mengisi ulang  tenaganya  yang  hilang.

***

 

 

weekend sudah berlalu hampir seminggu yang lalu, dan tentunya  aktifitas-aktifitas para member suju ini sudah di mulai sejak senin lalu baik aktifitas mereka sebagai sub unit dalam grup maupun  individu sudah terlaksana sesuai kontrak dan mereka baru saja menyelesaikan beberapa tuntutan kerja  di salah satu stasiun TV swasta.

 

“apa tak ada yang ketinggalan?” ujar lee teuk sang leader takut – takut ada dari salah seorang membernya yang ceroboh hingga  melupakan barang di ruang mek-up tempat di mana mereka tadi menunggu sebelum perform stage di laksanakan

“annio kami tak melupakan apa pun”

“baguslah!” lee teuk mendudukan dirinya di samping siwon. ia menoleh ke arah siwon  yang tengah mendengarkan musik seraya memejamkan matanya

“apa kau sudah memberi tahunya kalau kita malam ini akan makan malam di dorm snsd?” tanya leeteuk pada yesung yang tepat duduk di hadapanya  sambil menunjuk ke arah siwon

“apa? Kita akan makan malam bersama uri soshi?” ucapa sungmin tak percaya pasalnya sejak putusnya hubungan yoonwon mereka sangat jarang membuat acara bersama para member snsd

“bernarkah?”  tanya kyuhyun
“kenapa kami tidak di beri tahu?” timpal shidong yang mendapat anggukan dari member lainya kecuali yesung dan tentunya siwon yang sedari tadi sibuk dengan dunianya entah itu mendengar musik atau mungkin ia tertidur

“yaak!  Kau ini bagaimana ini kan ide mu  kenapa tak memberitahu mereka” leeteuk berteriak  kesal dengan yesung yang tak memberi tahu para membernya untuk acara penting yang akan ia dan yesung atur untuk mendekatkan kembali siwon dan yoona dan untungnya memeber snsd pun tak keberatan dengan ide itu.

“rencananya setelah pulang baru ku sampaikan pada mereka!.  tapi mau bagaimana lagi kau sudah memberitahukannya duluan aku harus apa”

“benarkah? Woah…  pasti akan sangat menyenangkan hyung”

“ne! Apalagi  semenjak  siwon putus setahun yang lalu kita jadi jarang bertemu uri soshi”

 

“apa yang  kalian bicarakan?”  siwon  menatap binggung ke arah membernya yang seperti terlihat asyik bercerita hingga membuatnya berhenti dari aktifitas santainya mendengarkan musik. Pertanyaan yang di lontarkan  siwon barusan  sukses membuat member berbalik kearahnya yang duduk di pojok fan.

“kami  hanya…” sungmin menggantungkan kalimatnya dan menatap member yang lain secara bergantian seperti meminta persetujuan kepeda membernya itu. Ia takut nanti jika ia langsung berbicara yang sebenarnya tentang pembicaraanya mereka tadi siwon akan langsung menolak untuk ikut. “kami hanya sedang membahas undangan makan malam dari member soshi”  lanjutnya   Begitu mendapat anggukan persetujuan dari membernya .

.

 

 

.

 

 

.

 

“Apa? Acara makan malam?? Hahh!! Eonni yang benar saja?”

“ne! Waeo? Aku rasa tidak ada  salahnya  kita mengundang mereka untuk acara makan malam minggu ini!” ucap taeyeon santai sambil terus melanjutkan  aktifitasnya memainkan ponsel

“eonni kan tahu aku dan dia…”

“ayolah yoong!! Belum tentu  juga kan siwon oppa datang. Kalaupun dia datang kau hanya perlu duduk diam sampai acara makan malam selesai! Apa susahnya?”  taeyeon memotong cepat perkataan yoona karna ia sudah  bisa menebak apa  yang  akan  dongsaengnya itu katakan

“tapi tetap saja eonni aku tak bisa!. Bagaimana kalau aku tak ikut saja?”

“yak!! oppaduel menerima ajakan kami juga karna mereka ingin melihatmu” sooyoung menatap jengkel yoona yang masih saja menolak

“ne! Kau selalu saja menghindari apapun  yang berhubungan dengan oppaduel” kini giliran  hyoyeon yang ikut membenarkan perkataan sooyoung barusan

“hahh…eonni!!” yoona menatap penuh harap pada yuri agar mau mebantunya kali ini. Sungguh demi apapun ia belum siap bertemu pandang dengan siwon  yah  walaupun kemungkinan kecil namja itu akan ikut dalam jamuan makan malam yang di adakan  membernya itu tapi tetap saja yoona merasa ia harus menghindari acara makan malam besok.

“mianhe yoong  kau tahu kan aku begitu merindukan yesung oppa dan ini juga satu satunya cara agar kami bisa berdua di tengah tengah kesibukan kita” sesal yuri

“untuk sekali ini saja ku mohon yoong kau harus ikut acara kami besok kami akan merasa tidak enak kalau member kami kurang satu padahal kita yang mengundang mereka di sini,  nanti apa yang akan oppaduel katakan begitu tahu kau tidak ikut lagi”  tiffany berusaha membujuk yoona dengan mengeluarkan aye smile andalanya

“tetap saja eonni aku tak bisa kenapa kalian begitu memaksa!!”

aye smile yang terukir indah di wajah tiffany berubah seketika begitu mendengar kalimat penolakan yoona yang entah ini sudah ke berapa kalinya

“isshh.. dasar!!” tiffany mencibir kesal dengan kekeras kepalaan yang di miliki yoona ia tak habis pikir bagaiman mungkin wajah yang terbilang polos seperti yoona ini punya sifat keras kepala tingkat akut.

“eonni tidak bisakah eonni pertimbangkan lagi?. Dengan sikap eonni yang menolak untuk ikut ini aku rasa  akan membuat siwon oppa merasa eonni begitu lemah”

Semua member langsung menoleh kearah maknae mereka itu karna memang sedari tyadi seohyun terus saja diam dan tadi saat mereka membujuk yoona untuk ikut seohyun tidak memberi respon apapun.

Yoona terdiam cukup lama  secara tak langsung ia membenarkan perkataan seohyun.  Dan diamnya yoona membuat para member yang lain ikut tegang  takut yoona masih tetap  menolak keinginan mereka untuk mengikut sertakan yoona dalam jamuan makan malam besok.

“baiklah aku akan ikut” ujar yoona pasrah.

Ia begitu lelah jika harus berdebat  dengan eonniduelnya tentang keikutsertaanya di acara yang mereka buat dan lagi pula yoona tak ingin di anggap lemah ia paling tidak suka terlihat lemah apalagi dihadapan namja itu.

ia harus menunjukan kalau saat ini tampa dia di sisinya yoona bisa bangkit,  tanpa siwon di sisinya yoona tak terpuruk dan ia juga ingin membuat namja itu menyesal karna telah meragukanya meragukan ketulusanya mencintai seorang choi siwon dan malah menuduhnya berselingkuh.

Yoona memang harus melakukanya sudah cukup ia menghindari siwon selama ini ia harus kuat walaupun tanpa siwon disisinya.

 

 

***

 

 

Sinar pagi menembus celah – celah  kamar yoona hingga membuat yeoja itu mengeliat pelan dan kembali meringkuk di dalam selimut tebalnya namun  suara bising yang datang dari   dari arah dapur membuatnya susah untuk kembali menutup mata  tuhan  seakan  memaksnya untuk bangun dari tidur nyenyaknya itu hingga yoona menyerah ia menggeram kesal dan bangkit dengan langkah yang di paksakan dan membuka pintu kamar tak  kalah kasarnya

“ Eonniya…  bisakah kalian diam.  kalian menganggu waktu tidur ku!!” teriaknya frustasi

membernya menatap keget kearah pintu dimana kamar yoona dan yuri berada dan dapat mereka lihat yoona dengan rambut acak acakan nya sedang berdiri  daun pintu dan menampakkan wajah kesal.

“akhirnya kau bangun juga.  kau belum sarapana kan? Kajja kita makan bersama”  ajak hyoyeon santai seperti tidak  tahu  situasi yang terjadi  sekarang “kenapa kalian melihatku begitu” tambahnya begitu mendapat tatapan  aneh dari membernya

“kalau begitu lanjutkanlah tidurmu,  kami takkan berisik lagi” sunny menampakkan senyum kikuknya

Yoona tak berkomentar lagi ia langsung  menutup pintu kamar untuk kembali  melanjutkan tidurnya yang sempat terusik karna suara bising eonninya.

 

“kalian ini bagaimana? Kenapa menyuruhnya melanjutkan tidur? Ini sudah  siang, dan siang  bukan waktu yang baik untuk tidur. Tidur di waktu siang hanya akan membuatnya sakit” hyoyeon kembali bersuara dan menatap ke arah membernya itu dengan kesal karna tetap membiarkan yoona untuk tidur di waktu yang tidak seharusnya

“aishh.. kau ini! Kau tahu tidak semalam yoona pulang jam berapa?”  tanya yuri

Hyoyeon terlihat berfikir sejenak kemudian menggeleng pelan  karna ia memang tidak tahu yoona pulang jam berapa semalam ia memilih tidur lebih  cepat dari biasanya

“semalam dia pulang jam 4  pagi,  jadi  biarkan saja ia tidur mungkin yoona begitu lelah”

“jam 4 pagi? Aigo… kenapa dia tidak mau mendengar kita untuk tidak mengambil job yang berlebihan? Itulah akibatnya waktu tidurnya pun berkurang” hyoyeon menggelengkan kepala binggung dengan jalan fikiran yoona dan juga kekeras kepalaan yoona padahal mereka selalu mewanti wanti yoona agar lebih  memperhatikan  kondisinnya  takut nantinya yoona malah jatuh sakit karana terlalu menforsir tenaganya.

 

 

Drtt….drt…. drt….

Belum genap satu jam  yoona tidur, lagi dan lagi  ada saja halangannya untuk  beristirahat karna ponsel putih miliknya yang di taruhnya di atas nakas bergetar. Ia sempat menghiraukan ponselnya itu tapi sepertinya ponselnya itu tak bisa di ajak kompromi,  hingga mau tak mau yoona bangun dan langsung menjawab panggilan itu.

 

“yabseo…” yoona terdiam sesaat menunggu sahutan dari seberang

“y-yoona…. b-benarkah ini yoona?” yoona mernyitksaan keningnya bingung segera ia lihat id penelpon  di seberang dan ternyata adalah nomor baru yang sama sekali tak dikenalnya

“ne! Nuguseo?”

“……”

Yoona kembali terdiam  rahangnya mengeras, tatapan matanya nampak menyiratkan  suatu keterkejutan saat orang yang menelponya  itu  menyebutkan  namanya

“ada apa menelpon ku?” sura yoona sedikit bergetar, tapi terkesan begitu dingin

“……”

“bertemu? Ck! Kau masih ingin bertemu denganku rupanya. Baiklah kita bertemu dimana?”

“….”

“aku akan segera ke sana!” yoona dengan cepat mematikan sambungan telepon itu lalu membanting ponselnya itu cukup keras ke ranjang. Dan bergegas ke kamar mandi untuk bersiap menuju tempat dimana ia dan orang yang menelponya barusan mengajak bertemu.

 

 

 

 

“eonni mau kemana?” pertanyaan seohyun barusan sontak membuat para member yang sedang  duduk santai sambil menonton acara TV menoleh ke arah yoona yang telah rapi dengan  pakaian menyamarnya.

“aku ada urusan sebentar! Aku pergi dulu”

“eitt!! Tunggu dulu!”.  Sooyong dengan cepat menahan yoona yang sudah akan melangkah menuju pintu dorm

“waeo? Minggirlah,  Aku sedang terburu – buru”

“kau tidak sedang lari kan?”

“lari? Apa maksudmu? Memangnya aku lari dari apa?”

“kau kan tahu kalau  malam ini kita akan berkumpul dengan oppaduel  karna itu kau ingin pergi dan tak mau ikut  berkumpul dengan kami apa lagi dengan dia iyakan?”

“benarkah itu yoong? Astaga yoong…  kau kan sudah bilang akan ikut bergabung, tapi kenapa kau malah menghindar?”

“aishh! Kalian apa-apaan aku tak sedang lari ataupun menghindar.  Aku kan sudah bilang ingin pergi sebentar karna ada sedikit urusan dan lagi bukankah acaranya jam 8 malam? Ini masih jam 10 pagi, aku pasti akan hadir”
“benarkah ? Kau sedang tidak menghindari acara makan malam nanti?’

“eonni tak percaya padaku?” yoona makin menampakkan wajah kesalnya

“aku tak percaya padamu jadi kau takboleh pergi”

“yak! mana bisa begitu? aku harus bertemu seseorang eonni! Aku pasti pulang tepat waktu untuk bergabung pada makan malam nanti”

Yuri terdiam sejenak menimbang nimbang  perkataan yoona “baiklah kau boleh pergi asalkan sebelum jam 8 kau sudah ada di dorm arra..?”

“arrasso! Kalau begitu aku pergI”

Semua memeber  kembali terdiam melihat punggung yoona yang mulai menjauh  bahakan saat  saat punggung yoona yang mulai menghilang dan hanya terdengar bunyi pintu yang terutup mereka masih betah memandang  lorong  kecil pemisah ruang tengah dan pintu dorm.

“sebenarnya dia mau pergi kamana? Apa sebegitu penting?” Suara nyaring jessica memecah keheningan

“aku juga tak tahu! Mungkin dia ada janji dengan temanya”

“sudahlah  jangan terlalu di pikirkan”

Semua memeberpun   kembali  ke aktifitas awal mereka menonton TV hanya  jessica dan  hyoyen saja yang kembali ke kamarnya untuk beristirahat sebelum menyiapakan perlengkapan – perlengkapan pesta  kecil mereka malam nanti.

.

 

.

 

.

Yoona mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut cafe di mana ia telah mengadakan janji untuk beretmu dengan seseorang. Pandangannya terhenti pada seorang wanita paruh baya yang melambaikan tanganya tak jauh dari  meja  berista  yang sedang meracik kopi.

Yoona membenarkan letak syalnya sembari melangkah mendekati ajhuma tadi.

“akhirnya kau datang juga. Mau pesan apa?” tanya wanita itu ramah. Senyumnya pun tak lepas dari wajahnya  meskipun  garis – garis keriput  terlihat cukup jelas namun tidak mengubah kecantikanya.

“tidak perlu!.”

senyuman dari wajah wanita itu perlahan memudar   ia menghela nafas pelan  begitu mendengar kalimat yoona yang bigitu dingin. Tapi kemudain ia kembali tersenyum

“Lama tak bertemu,  bagaimana kabarmu?”

“benar juga, terakhir kita bertmu  sekitar  14  tahun yang lalu. Dan seperti yang kau lihat aku baik – baik saja”.

“syukurlah kalau kau baik baik saja,   eomma……”

“tak usah berbasa basi sebenarnya  apa yang ingin  kau katakan  aku tak punya banyak waktu” yoona dengan cepat memotong ucapan wanita itu.

nampaknya ia sudah mulai tidak betah bila harus berlama lama berdua dengan  wanita yang begitu ia benci, wanita yang dulu begitu ia sayangi dan  dengan teganya meninggalkannya, meningglakan ayah serta eonninya begitu saja bahkan diu saat dia sungguh membutuhkan sosok seorang ibu di usianya  yang masih sangat belia.

Wanita itu sudah menduga bagaimana sikap yang akan di tunjukkan yoona jika kembali bertemu dengannya. Ia mengambil sesuatu dari dalam tas

“eomma hanya ingin memberimu ini”  lee hyun eon yang tak lain adalah ibu kandung yoona menyerahkan sebuah  amplop undangan  dengan hiasan bunga matahari kering dia atasnya.

Yoona menrengitkan  dahi binggung  ia mengangkat wajahnya  menatap ke arah  lee hyun eon  yang juga sedang  menatapnya “ ini apa?”

“itu undangan”

“aku juga tahu itu undangan. Tapi undangan apa? Apa maksudmu memberikanya padaku?”

“eomma akan menikah dan eomma harap kau nantinya bisa datang”

“apa?  Apa  Katamu?  k-kau ?  ingin  m-menikah?.  Hah!!…”  yoona mengalihkan pandanganya berharap air matanya tak tumpah. Hal inilah yang paling ia takutkan sebenci bencinya ia pada ibunya itu  yoona sungguh berharap  baik ayahnya maupun ibunya  tak akan  menikah lagi bahkan sampai saat ini ia selalu  memanjatkan doannya  agar ayah dan  ibunya kembali bersama karna yoona begitu tahu bahwa ayahnya masih teramat menyayangi ibunya.

“yoona…” lee hyun eon baru  saja  ingin mengengam tangan yoona tapi dengan gerak cepat yoona menepis dan bernjak berdiri  dan pergi begitu saja.

.

 

.

 

.

 

Yoona menyandarkan kepalanya pada kursi kemudi air mata yang ia tahan  sejak tadi kini mulai mendesak untuk keluar. Ia memejamkan matanya entah kenapa setelah mendengar  bahwa  ibunya akan menikah membuatnya merasa sedih.   yoona sungguh tak rela jika ibunya itu menikah lagi  mungkin saat ini ikatan batin sebagai seorang anaklah yang menguasai persaannya.

Drtt..drtt..

Ponsel yang ia letakkan di atas dasboart  mobil  bergetar.  Yoona  menghapus sisa air mata nya lalu membuka pesan yang  masuk

  From  Uri Appa^^  :

   Apa kau sibuk nak? Bisakah kau kerumah sebentar?

   Ada hal penting yang harus appa sampaikan 

 

 To : Uri Appa^^ :

Anni  appa aku tak sibuk!  Aku  akan kesana J 

 

Sesudah mengetik pesan balasan untuk appanya yoona kembali menjalankan mobilnya  menuju daerah ampjung dimana rumahnya berada.

 

 

Setelah  satu jam perjalanan  yoona akhirnya sampai di kediamanya ia berjalan sedikit tergesa gesa karna ia sudah membuat appnya menunggu hampir stengah jam.

pasalnya perjalanan yang harusnya setengah  jam di tempuh  dari  kota seol  ke ampjung  di tempuhnya  hampir satu jam lamanya karna jalanan yang macet akibat  ada insiden kecelakaan  yang terjadi di sana   untung saja yoona memutar haluan ke jalan yang memang agak  lama untuk sampai ke ampjung tapi paling tidak ia tak perlu menunggu hingga macet mereda.

“oh? Nona sudah datang rupanya”

“ajhunssi  itu  mobil siapa?”  yoona binggung dengan mobil  yang sedang di bersihkan oleh shin ajhunssi yang tak lain adalah sopir pribadi  appanya.  Tidak mungkin kan kalau appnya membeli mobil baru sedangkan yoona tahu betul kalau appnya takkan suka menghambur hamburkan uangnya padahal mobil di  garasi saja terkadang jarang di pakainya.

“oh ini mobil tuan kang”

“tuan kang? nugu? taman appa?”

“ne! Sepertinya begitu”

Yoona  mengganguk  paham  “kalau begitu aku masuk dulu”    ia berjalan menuju pintu dan masuk ke dalamnya.

 

 

Bisa ia lihat ayahnya sedang duduk sembari bercerita  dengan dua orang pria dihadapanya.  terdengar jelas bahwa appanya itu   sedang tertawa lepas entah apa yang mereka ceritakan  yoona hanya mampu memandang bingung  kedua pria itu ia tak bisa melihat dengan jelas muka keduanya karna posisinya yang membelakangi pintu masuk. Tapi jika di lihat dari belakang nampaknya usia keduanya itu berbeda yang  duduk di sebelah kiri sepertinya lebih tua terbukti dari sebagian  rambutnya yang mulai memutih.

 

“oh? Yoonaya  kau sudah tiba rupanya?”

Yoona tersadar dari lamunannya begitu mendengar suara appannya.  Begitupun dua orang pria yang duduk membelakanginya seketika menoleh ke belakang dimana yoona berdiri di sana.

Dan terlihatlah dengan jelas kedua wajah pria yang sempat menjadi bahan lamunannya dan terbukti, kalau diantara keduanya tepatnya  pada  pria yang duduk di sisi sebelah kiri itu adalah seorang pria yang lanjut usia  sedangkan yang duduk di sebelah kanan…(????)  sepertinya tidak asing baginya, pria itu tanpak  tampan dan gagah dengan kemeja biru dongker yang di kenkanya.

“yoona ya… kau mendengar appa?”

“ah? N-ne appa waeo?”

 

Appanya tersenyum simpul mengerti akan apa yang sedang di pikirkan anaknya itu “kenapa diam di sana? Kemarilah kita kedatangan tamu spesial hari ini”

Meskipun bingung dengan maksud appanya tentang tamu spesial yoona tetap berjalan mendekat ke ruang tamu dan duduk di samping appanya.

“anyeonghaseo” yoona menuduk memberi salam  k pada kedua tamu itu

“woah!!  Kau sudah semakin besar dan cantik  yoona” puji pria paruh baya itu

“ah ne gomawo”

“kau masih mengingat kami kan?”

pertanyaan yang keluar dari mulut ajhunssi itu membuat yoona semakin binggung ia berusaha menggingat pria paruh baya yang ada di depannya saat ini tapi tak ada bayangan apa apa tentang  ajhussi itu  mungkin kalau pria yang lebih muda darinya  yang tepat duduk di sampingnya itu ia sepertinya ia pernah melihat tapi sungguh kalau di tanya dimana ia melihat serta mengenalnya  yoona benar benar lupa.

“hah!!  sepertinya kau sudah melupakan  kami” tambah pria paruh baya itu dengan nada yang di buat seolah olah sedang dalam kondisi yang kecewa

“kau benar – benar tak  mengingat mereka  yoong?” kali ini suara Im jaewon yang terdengar seakan  mengerti wajah kebinggungan yang di tampakkan  putrinya  itu

Yoona menggeleng  lemah  karna memang ia tidak mengenal mereka, dia sudah  mengerahkan  seluruh  pikirannya  agar bisa mengingat kedua orang itu,  tapi tetap saja tidak bisa.

 

“pantaslah  kalau  kau  melupakan  mereka. Saat  itu  usiamu  baru 8 tahun”  terang tuan Im pada putrinya itu

“maksud appa?”

“ajhussi yang ada di depanmu  ini  adalah  tuan  kang,  appa dari  kang  ilsung.  Kau masih ingat ilsung kan?”

“oh? Ilsung oppa?” yoona memutar kepalanya menatap pria paruh baya itu dengan setengah tak percaya

“ne! Aku appanya ilsung  sekarang kau ingat kan?”

“tentu saja! Kenapa tidak bilang dari tadi  kalau  ini  paman  tapi  paman terlihat lebih  tua sekarang”

“hahaha… benarkah?  Harusnya aku  melakukan operasi bedah agar terlihat lebih muda”

“lalu dimana ilsung paman? Kenapa paman tak membawanya kemari? Sudah lama aku tak bertemu dengannya”

Seketika tawa tuan  im dan tuan  kang  pecah begitu mendengar pertanyaan polos yang di lontarkan yoona barusan.

Yoona  kembali di buat binggung, persaan  apa  yang  di  tanyakan barusan bukanlah  sesuatu yang lucu untuk di ketawai.

“sepertinya aku tidak di anggap di sini”namja yang sedari tadi merasa tak di anggap dalam obrolan mereka kini mulai bersuara hingga  yoona refleks  menoleh ke arah  pria yang duduk di samping tuan kang itu.

“yoona namja yang ada di depanmu itu ilsung, kenapa bisa kau tak mengenalinya?”

“benarkah? Kau ?  ilsung oppa?” Yoona kembali meneliti wajah namja yang di bilang oleh appanya itu adalah  ilsung.   dia masih tidak percaya bahwa namja di hadapanya ini adalah ilsung sahabat sekaligus oppa nya sewaktu ia kecil.

“apa aku begitu  jelek  seperti appa ku ini  sampai sampai kau  tak  mangenaliku?  Hah.. benar benar”

“bukan begitu hanya saja kau sudah berubah oppa  kau tidak segemuk dulu dan  woah!! Kau begitu tampan  sekarang”

Pujian yoona yang terkesan terlalu frontal membuat ilsung  tak bisa menyembunyikan semburat  merah yang muncul di wajahnya hingga otomatis ia kembali menjadi bahan ledekan  tuan im bahkan appanya sendiri terus menggodanya.

 

Tidak terasa obrolan hangat antara kawan lama itu  membuat  mereka seakan lupa dengan waktu bahkan mataharipun sudah mulai menyelimuti diri  pertanda bahwa malam telah tiba.

“kurasa  kami harus pulang” tuan kang baru menyadari bahwa hari mulai gelap

“kenapa cepat sekali? Makan malamlah  dulu di sini”

“tak usah,  lagi pula eomma ilsung pasti sudah memasak di rumah”

“baiklah terserah kau saja.  Jangan lupa besok kita bahas lagi masalah pernikahan  mereka”

“tentu saja!”

“pernikahan  siapa?”

“pernikahan kalian yoong.   kau dan ilsung tentunya”

 

Yoona tertegun matanya tak lepas dari sosok  appanya itu apa ia salah dengar?  barusan appanya  bilang  pernikahannya  dengan ilsung?  Jadi yang mereka bahas sedari  tadi itu  masalah  penikahanya dan  ilsung?.

 

Yoona terus diam bahkan  kalimat pamit dari ilsung dan appanya tidak ia hiraukan sama sekali  ia masih berusaha  mencerna setiap maksud dari perkataan appanya tadi

 

“appa tak sedang bercanda kan?” begitu tahu di ruangan itu tinggalah ia dan appanya yoona mulai mengeluarkan  pertanyaan yang sedari tadi ia tahan.

Sungguh ia merasakan  sesuatu yang  tak enak di hatinya begitu ayahnya bilang masalah pernikahan  apalagi apa yang  ia dengar  bahwa  ayahnya  itu  akan  menikahkannya dengan ilsung. yoona  berharap apa yang  ia dengar itu adalah  salah,  appanya hanya sedang bercanda.

“bercanda? Kau bicara apa?”

“maksudku yang appa bilang  tadi  kalau  aku  akan  menikah dengan  ilsung  itu  hanya  main main kan ? itu tak serius kan?”

“hahaha… yoona kapan appa pernah bercanda hm?”

“jadi appa bermaksud  menjodohkan ku dengan….”

“iya! Appa sudah  memikirkannya  karna itu kau appa  memanggil  mu  ke sini. Bukankah ilsung begitu tampan?”

“ appa belum meminta pendapatku,  bisa bisanya appa menarik kesimpulan untuk menikahkanku denganya?”

“tak perlu meminta pendapatmu appa sudah yakin kalau kalian  brgitu  cocok dan kau pasti akan bahagia bila hidup denganya”

“tapi aku masih terlalu muda untuk menikah appa!!”

“usia mu sudah cukup untuk menikah. Lagi pula appa hanya ingin kau menikah dengan orang yang tepat. Dan appa rasa ilsung adalah orang yang tepat untukmu.  kau dan dia juga begitu dekat dulu dan  kalian  sudah lama saling mengenal”

“tapi tetap saja appa  aku tak mencintainya”

“yoona…  cinta itu bisa datang dengan sendirinya!!.  Tidakkah kau lihat eonni mu  ia sudah bahagia dengan  jonghyun  orang  yang  appa  pilihkan. Pilihan appa tak mungkin salah”

“appa….”

“appa mohon padamu  yoona…  appa sudah terlanjur berjanji pada tuan kang untuk menjodohkanmu dengan anaknya”

“ada apa ini? Ada apa dengan kalian?” yoonhee yang baru saja pulang merasakan suasana yang sedikit aneh terlebih mendengar suara keduanya yang seperti penuh emosi.  Ia  berjalan mendekat  mengahampiri dongsaeng  dan  appanya  itu.

“aku tak mau appa.  lagi pula aku sedang terikat kontrak dengan management  ku” yoona tak beduli dengan pertanyaan yoonhee ia malah kembali melanjukan perkataannya yang tetap bersih keras untuk tidak di jodohkan dengan ilsung.

“itu bisa di atur kau tinggal keluar saja dari  managemet  tidak susah sama sekali”

“kenapa appa begitu memaksaku!!  Sebaiknya appa saja yang menikah dengannya.  aku  tak mau!!”

“ YOONA!!! Ahhh….” tuan im memegang bagian dadanya yang tersa sakit hampir saja ia terjatuh  jika yoonhee tidak sigap menahannya

“appa!! Gwencana?!” tanya yoonhee khawatir

“gwencana… ahhh..” tuan im berusaha untuk berdiri tapi  rasa sakit itu kembali menyergap di jantungnya

“appa!!” yoonhee menoleh ke arah yoona yang terlihat kacau “sebenarnya  apa yang terjadi yoong? Kenapa kau  membentak appa seperti itu?”

“ eonni tahu?   appa ingin menjodohkanku dengan orang yang sama sekali tak ku cintai”

“kenapa tak menerimanya saja”

“apa eonni bilang? menerima? Yang benar saja mana bisa begitu?”

“ paling tidak,  kau tak perlu membentak appa seperti itu” yoonhee membalas perkataan yoona tak kalah kerasnya

“TERSERAH!!! Lakukanlah semau kalian” yoona mengacak rambutnya frustasi dan beranjak pergi begitu saja  bahkan ia tak peduli dengan kondisi ayahnya yang sakit  entah apa yang membuatnya menjadi seperti itu.

“Yoona!!! Kau mau kemana? Aku belum selesai bicara!!! Yakk!!  YOONA!!” teriakan yoonhee pun seakan angin lalu baginya ia  mempercepat langkahnya dan membanting pintu masuk dengan begitu keras seakan menegaskan kekacauan hatinya saat ini.

.

 

 

.

 

 

.

Yoona menangis  sejadi  jadinya ia bahkan sudah lupa kapan terakhirnya ia mangis sampai sebegini hebatnya munkin saat siwon meningglakannya dan itu terulang kembali ia kembali menangis setelah setahun ini ia berusaha untuk tegar menghadapi semua garis hidup yang di takdirkan untuknya.

saat ini ia benar benar  merasa tertekan  pertemuan dengan ibunya dan kenyataan ibunya akn menikah lagi saja sudah  membuatnya sangat sedih dan lagi appanya sekarang mengambil keputusan sepihak untuk men jodohkannya anni,  bukan di jodohkan tapi akan di nikahkan dengan orang  yang sama sekali tak di cintainya bahkan ia sudah mengangap namja itu sebagai oppa kandungnya sendiri bagaimna bisa ia  menikah dengannya jika begini caranya, ia bisa saja gila karna terus memikirkan masalah yang datang di waktu yang bersamaan.

Saat ini  Ia  butuh sandaran . Ia butuh seseorang yang bisa menumpahkan rasa sedihnya.

 

“minuman ini bisa membuatmu lupa akan masalahmu kau tahu?”

“aisshh kau sudah terlalu mabuk ajussi”

“ya benar kau harus mabuk terlebih dahulu dengan begitu masalahmu menghilang seperti pesawat yang terbang wusshhhh….. hehehe”

“aishh dasar!!”

 

Samar samar yoona mendengar perdebatan kecil di sana di sebuah kedai kaki lima deseberang jalan  tak jauh dari tempatnya menepikan mobilnya.

 

Entah apa yang membuatnya turun dari mobilnya dan memasuki kedai kecil itu masih dengan penyamarannya yang lengkap hanya saja dengan kondisi wajah yang  kacau  karna matanya yang  sedikit sembab sehabis menangis.

“nona ingin memesan apa?” seorang ajhuma menghampirinya  begitu ia duduk

“aku ingin itu” yoona menunjuk botol minuman kosong yang di gengam oleh seorang namja yang sempat di dengarnya   berdebat dengan pelayan kedai itu

“maksud nona soju?”

Yoona  hanya menggangguk sebagai jawaban

“ada lagi?”

“anni itu saja”

“baiklah tunggu sebentar”

 

 

Yoona terus menuguk penuh  isi gelas sojunya rasa soju memang agak berbeda meskipun yoona adalah salah satu member yang paling kuat minum tapi nyatanya baru beberapa gelas soju saja sudah membuatnya pusing mungkin itu karna  tinggkat kadar alkohol soju dan wine yang selalu di minumnya berbeda.

Yoona kembali meneguk  setengah isi dari  Gelas nya itu  ia merasa sudah tidak sanggup untuk mengahabiskan  kepalanya sudah berdenyut cukup hebat.

Yoona bangkit dan menaruh beberpa lembar uang di atas meja lalu berjalan dengan langkah yang sempoyongan menuju mobilnya.

.

 

.

 

.

 

“bagaimana eonni?  Sudah di angkat belum?”

“hahh… belum dia tak mejawab telponya” jawab yuri pasrah entah ini sudah keberapa kalinya ia berusaha untuk menhgubungi yoona tapi tidak ada jawaban sama sekali

“sudah ku duga ia akan menghindari acara ini. Harusnnya kita tak usah membiarkannya pergi”

“sepertinya yoona memang tidak bisa bergabung dengan kita oppa mianhe” taeyon tertunduk lesu  bagaimana tidak yoona yang seharusnya ada di acara makan malam kali ini tidak menampakkan diri dan menghilang begitu saja ini bahkan sudah hampir jam sepuluh malam tapi tidak ada tanda tanda yoona akan pulang

“tak usah  merasa bersalah mungkin bukan waktunya kita menyatukan keduanya” yesung melirik siwon yang diam sedari tadi  ia merasa sangat kasian dengannya karna lagi lagi yoona menghindari diri  untuk bertemu dengan siwon

 

 

 

 

Yoona berusa  mengembalikan  kesadaranya  untuk menekan digit pin pada tombol intercom dormnya.  sudah hampir 6 kali ia mencoba memasukkan angka yang di yakininya adalah pin pasword pintu dormnya tapi selalu salah

“hahh… kenapa susah sekali!!. 2…0…0..781..1”

Clekkk!!

Yoona tersenyum senang begitu berhasil membuka  pintu dorm dan langsung masuk ke dalamnya .

 

 

“ Yoong!!! Dari mana saja kau?” suara tiffany membuat mereka semua serempak menoleh ke arah yoona yang baru saja tiba

“oh? Oppaduel masih ada di sini ternyata mianhe aku datang terlambat”

Yuri yang kesal karna yoona yang baru tiba setelah acara inti itu selesai berdiri di hadapan  yoona berniat memarahinya tanpa tahu kondisi orang yang  akan ia marahi itu begitu kacau “kau dari mana saja kenapa baru datang sekarang?”

 

yoona mendekat  ke arah yuri  tapi baru beberapa langkah ia malah hampir tejatuh di depan yuri  beruntung yuri menahanya dengan cepat

“astaga yoong kau kenapa? Kau habis menanggis?” yuri yang mulai menyadari mata yoona yang sembab mulai di rundung  kekhawatiran

“anni!!”

“ahh… kau habis minum?” yuri mengibaskan tanganya berusaha mengahalau bau alkohol yang begitu menyengat

Begitu mendengar perkataan yuri bahwa yoona  habis yang  minum mereka serempak berdiri  beranjak dari sofa mendekat ke arah yoona dan  yuri.

Hanya siwon dan member suju  saja yang tetap diam di tempatnya terus memperhatikan gerak gerik dongsaeng  dongsaenya itu.
“ahhh … iya ini bau alkohol” jesicca sedikit menjauh karna tergangu

“aku hanya minum sedikit eonni” yoona berusaha berdiri di bantu dengan  membernya yang lain

“eonni…” seohyun makin kahawatir begitu melihat wajah tertekan yang  jelas terlihat di wajahnya  (yoona)

“ahhh…. kepalaku pusing sekali sepertinya aku tak bisa bergabung dengan kalian mianhe” yoona melepas pegangan yuri dan hyoyeon itu dan berjalan perlahan menuju kamarnya.

PRAAKKK!!!!…

“yoong…eonni…”   pekik  mereka bersamaan  begitu melihat yoona yang terjatuh dan menyenggol guci kecil  dekat meja telepon.

Sura pecahan guci itu membuat siwon  refleks berdiri ingin menghampiri yoona yang terjatuh tapi yesung dengan cepat menahanya.

Siwon terlihat kesal dengan apa yang di lakukan yesung  itu ia menoleh  kearah yesung dan mendapat gelengan pelan dari yesung seakan memberi tahukan  padanya untuk  tidak mendekat.

 

“yoong gwencana?”

“ahhh… ada apa denganku…”  yoona mengusap pelan wajahnya berusaha menghalau rasa pusing di kepalanya

“yoong sebenarnya kau kenapa? Hm? Tolong bicara pada kami kau kenapa?” yuri tak tega melihat  wajah  sedih  roomatenya  itu

“aku…. ahh aku kenapa? Apa yang terjadi denganku” yoona nampak seperti orang yang kehilangan kesadarannya munkin karna pengaruh alkohol yang di konsumsinya  membuatnya nampak seperti orang  yang  begitu  menyedihkan.

Hal itu membuat  eonnidulnya  menatapnya sedih mereka sama sekali tak tahu apa yang membuat dongsaeng mereka itu jadi begini.

pulang dengan keadaan mabuk, dan wajah nya yang tertekan  itu membuat sebagian di antara mereka menangis.  bagaimana tidak  ke adaan yoona yang kacau dan tatapannya yang kosong itu  membuat mereka  seperti  merasakan  apa  yang  sedang  di  rasakannya.

Member suju  yang  masih  berada  di sana tak berani mendekat, mereka hanya bisa melihat dari  jarak yang  memang  tak terlalu jauh. Tapi tidak dapat mereka pungkiri kalau saat ini mereka juga sangat khawatir atas  apa yang  terjadi dengan yoona.

Siwon tidak dapat lagi menahan diri begitu mendengar isak tangis member soshi itu  ia melepas tangan yesung yang menanhan lengannya itu  dengan kasar dan berjalan mendekat  ke arah yoona yang masih terduduk di lantai.

Namun  langkah siwon terhenti  ia tertegun melihat yoona yang menatapnya  dengan wajah yang pucat dan mata yang sembab terlebih saat  satu  tetesan  air mata itu  jatuh di pelupuk matanya.

Mereka saling berpandangan dalam diam siwon bahkan  merasakan  matanya mulai panas.  Matanya  mulai  bekaca kaca melihat kondisi orang yang begitu di cintainya itu menangis  seperti itu.

siwon tahu betul ekspresi yang yoona tunjukkan itu,  ia tahu betul saat ini yoona dalam kondisi tertekan. Rasanya ingin sekali dirinya mendekat dan memluk yoona dengan begitu erat tapi entah kenapa otaknya seakan mati rasa hingga sulit untuknya menggerakkan langkahnya.

Hatinya kembali sakit,  ada rasa nyeri di sana, melihat yoona yang seperti ini sungguh membuatnya tak sanggup bernafas.  Ia bahkan mencaci dirinya sendiri karna tak bisa berbuat apa apa bahkan kali ini ia juga ikut menangis sama halnya seperti yoona ia menganggis  tanpa melepas  kontak mata mereka.

 

Yoona masih diam   pandangannya  tertuju  pada  siwon perasaannya  yang  dulu sempat berusaha ia hilangkan kini muncul kembali begitu tatapannya beradu pandang dengannya.

.

 

 

.

 

 

.

 

To be continued……..

Cukup…  cukup…  *Fiuhh… capek  ngetiknya*  gimana? Aneh yah? Gaje? Maap yah  kalu ff ini rada rada aneh #abis authornya juga aneh *Plakk!!*

pada penasaran gak sih ma kelanjutanya? Gak yah?  ya  udah penasan ataupun gk aku  bakalan  tetep  ngelanjutuin ff  ini  jadi  buat  readers  semua  bersabarlah  menunggu akhir – akhir ini aku  akan  sibuk dengan jadwal sekolah ku  yang  padat  apa lagi dah kelas 3 SMA  itu  musti  ekstra belajarnya.

Oh iya skalian promosi gk  apa apa kan  kkk~~   follow aku yah di  @heartiny11   lagi membutuhkan followers  nih kalu  mau  di  follback  mention  aja ok^^

so tetep jadi readers  yang  baik yah musti kudu ninggalin  jejak  biar  akunya semangat  nulisnya *eh? Ngetik maksudnya :D*

 

Gomawo buat admin Geey dan eonni Echa yang telah memposting ff ini J you are welcome..

 jomgmal gomapta eonn…*kecupss^^*

(ne ceomna^^)

 

Tinggalkan komentar

251 Komentar

  1. wiwin

     /  September 9, 2014

    Terharu,next

    Balas
  2. choi han ki

     /  Oktober 8, 2014

    Yaampun siwon dan yoona berdebat hebat begitu… Jadi sedih hiks hiks… Apa yoona mau di jodohkan OMG tidakk tidakkk #lebay

    Balas
  3. Dedewjasmin

     /  November 10, 2014

    Sedih bngt nih.bikin tisyue drmh habis.knph siwon engga parcaya sm yoona?

    Balas
  4. nur khayati

     /  November 24, 2014

    Sebel bgt sama Siwon yg kelewat cemburu sama Yoona,
    Jadi.a putus kn,, N mnyesal
    Ngenes bgt jd Yoona,,

    Balas
  5. bener2 tu appa im mau jodoh2in ajh. Ak ga setuju titik :pppp …

    Tp kasian yoongeoni tertekan gitu tp knapa wonpa langsung putus ajh . Ckckck rumit necct autor ak dch penasaran chap selanjutnya. #SEMANGATT

    Balas
  6. Cha'chaicha

     /  Mei 23, 2015

    Duh ko galau bgt, smga yw balikan lgi, dan perjodohan itu dibatalkan..

    Balas
  7. mia

     /  Oktober 18, 2015

    😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

    Balas
  8. park ra chan

     /  Desember 26, 2015

    Y a jangan di jodoh kan

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: