[FF] Noona, I Love You (Chapter 6)

1170694_173713366146991_907391274_n

Noona, I Love You ( Chapter VI ) by Uchie ( acc twitter @RahmahUchi )  ||  Cast : Im Yoona , Choi Siwon , Choi Hanjoon , Kim Yoojin (Uee) , Moon Joonwon aka Moon Joowon, Kim Youngwoon aka Im Youngwoon , ect  ||  Genre : Romance , Family , Comedy  ||  Type : Chapter  || Ratting : PG  || Disclaimer : this story pure from my mine, the characters belong of God I just borrow the name idol above for complete this story. Please don’t be plagiator.

 

Special Cover Art by @Illah_Iluth

 

 

Sorry for typo(s)

Happy Reading my lovely readers….

 

~0o0~

 

Siwon meletakkan berkas yang tadi selesai ia baca. Sebenarnya tadi pagi ia mempertimbangkan untuk tidak pergi kekantor hari ini, tapi karena adanya jadwal rapat yang tidak bisa dibatalkan akhirnya ia memutuskan untuk berangkat. Ternyata benar, ia memang telah menduga tidak akan fokus bekerja hari ini. Penyebabnya? Tentu saja pembicaraannya dengan Yoona kemarin malam.

 

Wajah Yoona yang penuh terkejutan saat mendengar pertanyaannya masih jelas terekam dipikirannya. Dan setelah ditanya sekali lagi, Siwon hanya mendapatkan helaan napas dari Yoona.

 

“Aku harap Ahjussi memikirkannya lagi, karena nantinya Ahjussi bisa saja menyesal.”

 

Hanya kalimat itu yang terlontar dari Yoona sebelum akhirnya meninggalkannya sendiri di kafe.

 

Siwon mengeram, gadis itu telah membuatnya setengah gila dan sekarang ia tidak akan heran kalau perlahan-lahan ia mungkin akan menjadi benar-benar gila kalau Yoona terus bersikap seperti itu kepadanya.

Siwon melihat ke arah jam tangannya, tepat saat itu seseorang mengetuk pintu. Siwon menyuruh masuk sekretarisnya yang memang telah menjadi rutinitasnya mengantarkan menu makan siang kepada atasannya itu. Seohyun meletakkan nampan yang berisi makanan ke atas meja Siwon.

 

“Maaf, Seohyun-ssi sepertinya saya akan makan siang diluar. Anda bisa memakan menu makan siang saya hari ini atau memberikannya kepada Kyuhyun.” Ucapan Siwon membuat Seohyun heran, jarang sekali bosnya itu makan siang diluar. Siwon meraih jas nya yang tergantung rapi di tempat gantungan disebelah kursinya dan meninggalkan Seohyun yang masih berdiri bingung.

 

“Sajangnim pergi kemana Seohyun-ssi?” Suara merdu Kyuhyun, asisten Siwon menyadarkan Seohyun. Dengan gugup ia berbalik dan menghadap Kyuhyun.

 

“Sepertinya Sajangnim akan makan siang diluar Kyuhyun-ssi, dan ini menu makan siang Sajangnim. Ia menyuruh saya memberikannya pada Anda.” Setelah dengan susah payah bicara dengan Kyuhyun, Seohyun menunduk lalu melesat keluar melewati Kyuhyun.

 

“Ada apa dengannya? Setiap berbicara denganku selalu seperti itu. Gadis aneh!” Decak kyuhyun, lalu melirik menu diatas meja Siwon, “Wah! Kelihatannya enak. Sering-sering saja kalau begini.” Kyuhyun sambil mengambil nampan, membawanya ke meja sofa yang juga berada diruangan itu dan mulai melahapnya.

 

~~

 

Siwon berdiri memandangi Yoona yang tengah sibuk dengan kertas dan pensil ditangannya. Ia ragu apakah akan menghampiri Yoona atau akan menelepon Yoona saja untuk mengajak makan siang. Tapi akhirnya Siwon memutuskan memasuki butik dan langsung menghampiri meja Yoona. Merasa ada yang berjalan ke arahnya Yoona menengadah, pandangannya langsung menatap lekat Siwon. Untuk sesaat ia hanya bisa terpaku melihat senyum yang sengaja disunggingkan Siwon ke arahnya. Lalu terpaksa membuang muka, karena kalau tidak ia merasa jantungnya tidak akan kuat merasakan detakan sekencang itu.

 

Tanpa dipersilahkan, Siwon menduduki sofa yang terletak persis di samping meja Yoona. Sofa itu diperuntukkan untuk pengunjung yang memang membutuhkan tempat duduk jikalau merasa lelah karena terlalu lama berdiri. Siwon meneliti setiap sudut butik, dan ketika melihat Yoojin di sudut satunya, ia hanya mengangguk membalas senyum sapaan Yoojin.

 

“Boleh aku tahu kenapa Ahjussi disini? Joon biasanya di antar sopir kalau memang mau kesini.”

 

“Mau menemaniku makan siang?”

 

“Nde?”

 

Siwon tanpa banyak bicara menarik tangan Yoona hingga berdiri, sekilas melihat lagi ke arah Yoojin seperti meminta ijin lalu menyeret Yoona keluar untuk memasuki mobilnya. Yoona tampak linglung, belum menyadari sikap Siwon yang tiba-tiba membawanya tanpa persetujuannya.

 

“Kamu tidak akan bertanya lagi kan kenapa aku melakukan ini?” Siwon tampak santai menyantap menu makan siang yang tersedia didepannya. Ia sudah menduga Yoona pasti akan memasang tampang bertanya seperti itu, dan entah kenapa ia merasa geli melihatnya. Geli, ya ampun! Sejak kapan ia memiliki perasaan kekanakan begitu? “Ayo cepat makan makananmu, setelah ini kita akan menjemput Joon ke sekolahnya.” Saat melihat Yoona belum menyentuh makanannya, Siwon berdecak, “Kalau tidak aku akan meninggalkanmu disini, kamu tidak membawa tas dan ponselmu bukan?”

 

Yoona mengerjap dan dengan terpaksa menyantap makanan yang ada dihadapannya. Beberapa saat kemudian ia mendengar ponsel Siwon berbunyi dari ekspresi yang Yoona tangkap sepertinya pria itu merasa kesal dengan telepon yang ia terima.

Ya tentu saja, itu Kyuhyun yang mengingatkannya tentang rapat siang ini. Siwon bisa saja membatalkannya, tapi rapat ini lanjutan dari rapat tadi pagi. Dan artinya sama pentingnya.

 

“Yoona, kamu kembali dengan taksi saja ya. Aku melupakan rapat pentingku siang ini, jadi harus segera kembali kekantor.” Siwon berdiri lalu mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang, “Pakai ini untuk membayar semua dan juga untuk ongkos taksimu.” Siwon berlari meninggalkan meja sampai hilang dibalik pintu masuk restoran.

 

“Dia sudah gila kan?” Yoona tak lagi berminat dengan makanan dihadapannya ia mengambil uang untuk ongkos taksinya dan yang sebagian lagi ia tinggalkan, ia yakin itu dua kali harga makanan yang mereka pesan tapi ia tidak butuh uang itu. Ia hanya butuh ongkos taksi tidak lebih. Yoona tak hentinya mengutuk Siwon, pria itu membuatnya merasa dipermainkan.

 

~~

 

“Kenapa wajahmu ditekuk begitu Yoong?”

 

“Kau tidak akan percaya apa yang dia lakukan kepadaku, ia mengajakku makan siang dengan paksa dan tiba-tiba meninggalkan ku begitu saja. Pria itu, benar-benar membuat ku muak.”

 

“Benarkah? Ada apa dengannya?”

 

“Entahlah, kemarin dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa diantara kami dan dengan mudahnya mengatakan ingin mengenalku lebih dekat.” Yoona mempertahankan wajah marahnya dan itu membuat Yoojin heran, bukankah itu pertanda bagus?

 

“Mungkin Ahjussi itu sudah sadar dengan kesalahannya dan ingin menebusnya? Bukankah ia sudah kelewatan menyakiti perasaanmu?”

 

“Aku tidak menginginkan hal itu, yang aku butuhkan ketenangan hati dan pikiran, dan itu hanya bisa aku dapatkan kalau dia menjauh dariku.” Raut Yoona berubah, sebenarnya tidak merasa yakin dengan ucapannya. Ia menyakini dengan menjauh dari pria itu ia pasti mendapatkan pikirannya yang tenang kembali tapi apa benar itu yang ia inginkan? “O iya, Yoojin, apa Joon tadi mampir kesini?”

 

“Belum, dia belum mampir. Mungkin Joowon-Oppa yang akan mengantarkan Joon kesini. Kau ingatkan kalau ini hari sabtu.” Yoojin menyembunyikan senyum samar diwajahnya. Hari ini ia akan menghabiskan sisa hari dengan Joowon setelah kemarin hanya bisa makan malam bersama karena tiba-tiba Joowon mendapat telepon dari rekannya dikantor.

 

“Jangan berkhayal yang tidak-tidak, kalian harus ikut dengan aku dan Joon nanti.” Seketika senyun Yoojin pudar, Yoona ternyata mau bersikap kekanak-kanakan dengan mengganggu waktu pacarannya dengan Joowon yang terbatas itu.

 

“Yoong ayolah, kami akan mengantarkan kalian lalu nantinya akan menjemput pada saatnya pulang nanti.” Yoona sedang akan menjawab tapi tertahan dengan kedatangan Joon dan…. Yoona mengernyitkan dahinya begitupun Yoojin.

 

“Joon, Samchonmu mana?”

 

“Sepertinya sabtu ini Joowon-Samchon sibuk, jadi aku diantarkan oleh Uncle Seunghyun. Noona itu Uncle Seunghyun.” Yoojin tidak memperhatikan kalimat terakhir Joon. Ia kembali ke mejanya mengutuk didalam hati sambil meraih ponselnya. Padahal tadi pagi Joowon sudah mengatakan akan menghabiskan waktu dengannya. Dan kenapa Joowon tidak memberinya kabar tentang perubahan rencana ini.

 

Pria yang ditunjuk Joon mendekat lalu menyunggingkan senyum ke arah Yoona. Ia mengulurkan tangannya.

 

“Choi Seunghyun dan kau pasti Yoona. Joon banyak bercerita tentangmu.” Yoona membalas uluran tangan Seunghyun. Kesan yang ia tangkap saat melihat pria ini pertama kali, tampan, dingin dan kejam mungkin. Tapi setelah berkenalan seperti ini ia menyimpulkan satu hal, jangan menilai orang dari tampangnya.

 

“Seunghyun-ssi, saya bisa mengantar Joon pulang kerumah nanti. Anda tidak perlu mengawatirkannya.” Seunghyun mengangkat sebelah alisnya mendengar ucapan Yoona. Merasa tidak enak, Yoona tersenyum, “Bukan maksud saya mengusir Anda, tapi Anda pasti akan merasa bosan disini. Biasanya Joon diantar Joowon-ssi atau sopir lalu saya yang akan mengantarkannya ke rumah.”

 

“Aku akan ikut dengan kalian, kau tidak keberatan kan? Aku siap jadi sopir kalian.”

 

“Oh, tidak. Silahkan kalau Anda memang ingin ikut dengan kami.” Seunghyun berusaha menahan senyumannya melihat tingkah Yoona. Blak-blakkan, lucu tidak seperti kebanyakan gadis yang berpura-pura bersikap anggun setiap melihat dirinya. Dia tahu kalau dia berkarisma, dan itulah kenapa para wanita begitu terpesona setiap melihatnya.

 

~~

 

Mereka bertiga akhirnya tiba ditaman, tempat biasa Yoona dan Joon menghabiskan waktu. Taman itu memang biasa jadi tempat jalan-jalan para keluarga. Joon menyukai tempat itu sejak Yoona mengajaknya kesana. Ada taman bermain mini dan ada penjual ice cream. Mereka tentu tidak akan melewatkannya.

 

Seunghyun dan Yoona duduk di bangku kosong dekat perosotan yang sedang dinaiki Joon. Bocah itu tampak asik dengan kegiatannya bermain dengan anak-anak yang lain. Seragam sekolahnya sudah diganti dengan pakaian biasa yang sudah dipersiapkannya untuk pergi bersama Yoona.

 

“Kalau dilihat sekilas, kau memang mirip dengan Hyena.” Yoona menoleh ke samping mendapati Seunghyun menatap dirinya. Wajah pria itu tampak serius, namun sedetik kemudian kembali santai, “Tapi kalau diperhatikan lagi tidak lah mirip.”

 

“Ada hal penting yang ingin Anda katakan kepada saya?”

 

“Oh, ayolah Yoona, jangan memakai panggilan formal begitu. Kita bisa jadi teman bukan?”

 

Yoona mengangguk, “Oke, jadi katakan. Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan kepadaku? Aku merasa kau sejak tadi ingin mengatakan sesuatu.”

 

“Bukan begitu, sejujurnya aku sedang membanding kau dengan Hyena.” Yoona membuang muka, Hyena lagi. Kapan ia bisa bebas dari bayangan wanita itu. “Tolonglah jangan berpikiran buruk dulu. Sudah kubilang bukan, kau tidak sama dengannya. Bahkan aku rasa jauh berbeda.”

 

“Maksudmu?”

 

“Ya, kau ceria, blak-blakkan, berpakaian kasual tanpa make up ,apa adanya.” Yoona menunggu kalimat lain yang akan Seunghyun ucapkan, “Dan Hyena itu anggun, lembut, selalu menjaga sikapnya dan yang jelas tidak berpakaian sepertimu.” Yoona mendengus mendengar perkataan terakhir Seunghyun.

 

“Sebenarnya aku lumayan sering memakai gaun.”

 

“Oya? Tapi aku rasa kau terpaksa memakainya pada waktu-waktu yang memaksa kau harus memakainya.” Yoona tersenyum mengiyakan pendapat Seunghyun. Ia memang berbeda dengan Hyena, itu sudah jelas.

 

“Jadi, coba ceritakan tentangmu. Aku sudah kenal dengan keluarga Choi yang lain tapi aku belum pernah bertemu denganmu sebelumnya.”

 

Dan Seunghyun pun menceritakan tentang dirinya. Ia sepupu Choi Siwon, ayahnya adik dari ayah Siwon. Dan ia baru saja kembali dari Jepang. Sebenarnya dia menetap disana, tapi dia ada urusan kerja di Korea jadilah sekarang ia berada disini.

 

~~

 

Yoona diminta diantar kembali ke tempat mobilnya dititipkan. Seunghyun pun mengantarkan Yoona lalu kemudian pulang kerumah dengan Joon yang sudah tertidur di kursi belakang mobil. Saat akan membuka pintu mobil belakang, Seunghyun dikejutkan dengan penampakan pria yang berdiri diambang pintu garasi mobil.

 

Siwon tak bisa menyembunyikan tatapan menyelidiknya kepada Seunghyun. Seunghyun tergelak, “Hyung! Kau mengagetkanku.” Seunghyun kembali kepekerjaannya menggendong Joon, “Hyung, bisakah kau mengambil tas Joon. Dia sangat berat sekali.” Seunghyun meninggalkan Siwon tanpa menoleh lagi.

 

Setelah meletakkan Joon dikamarnya, Seunghyun pun turun lalu menemui Siwon. Dengan senyum yang mengembang ia memeluk erat sepupu terdekatnya itu, “Apa kabar Hyung?” Siwon belum membalas pelukannya, tapi Seunghyun sudah melepaskannya dan kemudian mendudukan dirinya di sofa ruang keluarga.

 

“Kapan kau datang?” Seunghyun mengernyit, mendengar nada sinis dari pertanyaan Siwon. Biasanya juga Siwon selalu menerima kunjungannya dengan senang hati. Apa ada yang salah dengan dirinya? Atau Siwon yang memang sedang dalam kesensitifannya?

 

“Kau tidak seperti biasanya.”

 

“Jawab pertanyaanku Seunghyun!”

 

Seunghyun membuang napas, “Aku baru tiba tadi siang.”

 

“Lalu kenapa kau bisa bersama Joon malam ini?”

 

“Imo menyuruhku menjemput Joon.”

 

“Bukankah hari ini Joowon yang bertugas menjemputnya?”

 

“Joowon sedang ada kerjaan mendadak dari atasannya, jadi ia menelpon Imo untuk mengatakan alasannya, kebetulan aku baru datang, Imo langsung menyuruhku menjemput Joon.”

 

“Dan kau mengantarkannya menemui Yoona?” Seunghyun mengangguk sambil memandang Siwon dan gantian dia yang memberi tatapan menyelidik. Siwon terdiam, merasakan perhatian Seunghyun pada kalimat yang ia tanyakan. “Sudahlah, sekarang pergilah istirahat. Aku akan keatas duluan.”

 

“Hyung!” Siwon menghentikan langkahnya.

 

“Dia mirip dengan Hyena, tidak heran Joon bisa sedekat itu dengannya.”

 

Siwon berbalik, “Jangan membandingkan dia dengan siapapun Seunghyun-ah, mereka berbeda.”

 

Seunghyun menyadari sikap dan nada suara Siwon yang berbeda. Entah apa maksud dari kalimat yang Siwon ucapkan. Tapi Seunghyun yakin ada sesuatu dibalik itu. Pikirannya kembali membawanya kesaat-saat dimana dia dan Hyena menghabiskan waktu bersama. Mereka bersahabat. Dan tidak dipungkiri pada saat itu dia sudah memendam perasaan kepada sahabatnya itu. Tapi perasaannya itu harus ia tekan dalam-dalam saat Hyena secara gamblang menyatakan kalau ia menyukai Siwon. Andai saat itu ia tidak mengenalkan Hyena kepada Siwon, andai sebelum itu ia berani menyatakan perasaannya kepada Hyena. Tapi untuk apa berandai-andai sekarang ini, semua sudah terjadi. Ia meninggalkan Korea dengan alasan ingin dekat dengan orang tuanya, padahal alasan sebenarnya ia tidak mau melihat Siwon dan Hyena bersama-sama. Pengecut? Mungkin, ia mungkin terlalu pengecut untuk menerima nasib cintanya saat itu.

 

~~

 

Setelah sampai dirumah, saat melewati kamar Youngwoon, Yoona jadi kepikiran kejadian tadi pagi. Alih-alih pergi kekamarnya, Yoona malah nyelonong masuk ke kamar Youngwoon. Tidak ada Youngwoon, tapi penglihatan Yoona menangkap sesuatu yang asing tergeletak diatas tempat tidur Youngwoon. Seragam olah raga baseball dan ada foto seorang wanita disampingnya. Yoona membelalakkan matanya, ia kenal betul dengan wanita ini.

 

“Kau disini?” Youngwoon keluar dari kamar mandi sambil mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil ditangannya.

 

“Oppa, kenapa ada seragam baseball disini dan foto ini? Jangan bilang kau menyukainya.” Yoona menatap Youngwoon dengan pandangan intimidasi, membuat Youngwoon tidak berkutik.

 

“Aku tahu apa yang sudah terjadi diantara kalian, tapi aku menyukainya Yoong, sungguh.”

 

“Oppa, aku tidak akan pernah merestuimu dengannya. Dia penipu ulung, culas, cerewet semua sifat buruk ada padanya.”

 

“Oppa sudah berpacaran dengannya.”

 

“Mwoo?” Yoona terkejut, lalu raut wajahnya berubah menjadi tak percaya, “Jangan bilang koyo-koyo yang menempel ditubuhmu akibat syarat yang diberikannya supaya kau menjadi kekasihnya.” Youngwoon mengangguk lemah. “Oppa…. Kau sudah dipermainkan, aku mengenalnya lebih baik darimu. Kau harus segera memutuskannya, seperti tidak ada perempuan lain saja. Aku tidak mau tahu, Oppa harus memutuskannya! Titik!!” Ucap Yoona. Tanpa mau mendengar pembelaan Youngwoon, ia telah menghilang dibalik pintu kamar kakaknya dan meninggalkan Youngwoon dengan ekspresi lesu. Youngwoon kenal siapa adiknya, kalau sudah bersikap keras begitu, Yoona tidak main-main dengan permintaannya itu.

 

~~

 

Hampir ditiap kesempatan Joon selalu diantar oleh Seunghyun saat menemui Yoona. Waktu-waktu itu cukup untuk membuat mereka dekat satu sama lain. Mungkin karena memiliki sifat yang hampir sama, jadi tidak ada halangan untuk mereka menjadi dekat.

 

Dan Siwon, entah kenapa kembali menjauhi Yoona. Dia tidak pernah lagi menampakkan diri dihadapan Yoona, dan itu sedikit-banyak mengganggu pikiran Yoona. Pernah Yoona bertanya kepada Joon saat mereka sedang berjalan-jalan disebuah taman bermain. Saat itu Seunghyun sedang membelikan ice cream untuk mereka. Joon hanya bilang kalau ayahnya sedang sibuk sambil menggerutu, menyesalkan usahanya mendamaikan Yoona dan ayahnya tidak berhasil. Dan lagi-lagi Yoona dibuat tidak berkutik saat Joon menanyakan kenapa mereka tidak bisa akur. Untung saja Seunghyun menyelamatkannya dari pertanyaan Joon saat ice cream mereka datang.

 

Mengesalkan memang kalau rasa penasaran akan sesuatu tidak juga terjawab, itulah yang dirasakan Yoona saat ini. Kerjaannya tidak fokus, setiap lagi memikirkan Siwon ada saja kesalahan yang ia buat. Sampai-sampai Yoojin melampiaskan kemarahan padanya. Bukan masalah pekerjaan, tapi karena kekasihnya, Joowon akhir-akhir ini jarang datang menemuinya karena menangani kasus yang menyita seluruh waktunya, jadilah Yoona menjadi sasaran emosi Yoojin yang meledak-ledak.

 

Sekarang Yoona harus pergi ke rumah seorang pelanggan yang sudah memesan beberapa gaun dibutiknya. Saat perjalanan pulang ia mendapati mobilnya pecah ban. Sambil menghembuskan napas kesal Yoona menelpon bengkel supaya bisa membawa mobilnya kebengkel.

 

“Ada masalah?” Yoona berbalik dan mendapati Siwon sudah berdiri beberapa langkah dibelakangnya. Yoona memutuskan sambungan teleponnya lalu menunjuk ke arah ban mobilnya yang sudah kempes. “Kau punya dongkrak dan ban serap kan?” Yoona mengangguk, merasa takjub dengan kebetulan hari ini.

 

Siwon tanpa bertanya langsung membuka bagasi mobil Yoona dan menemukan peralatan yang ia butuhkan serta ban serap dan segera menurunkannya. Lengan kemejanya sudah dilipat hampir sampai siku, Yoona jadi merasa tidak nyaman hanya menjadi penonton yang menyaksikan Siwon dengan cekatan mengganti ban mobilnya. Tapi dia bisa apa, dia tidak mengerti apapun tentang kerusakan ban mobil. Tidak ada percakapan yang terdengar, Siwon sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan Yoona bingung mau mengatakan apa untuk meredakan kekakuan diantara mereka.

 

“Sudah selesai.” Siwon meletakkan kembali peralatan serta ban yang rusak kedalam bagasi Yoona.

 

“Terima kasih.” Siwon mengacuhkan ucapan Yoona sambil berjalan menuju mobilnya. Langkahnya terhenti mendengar Yoona meneriakinya.

 

“Aku berterimakasih dan kau pergi begitu saja? Aku tidak mengerti jalan pikiranmu Ahjussi.”

 

Siwon berbalik, “Lebih baik memang begitu.”

 

“Tapi aku ingin mengerti,” Yoona merasa emosinya sudah diubun-ubun. “Beberapa minggu yang lalu Kau meminta ijin untuk bisa dekat denganku. Lalu tiba-tiba saja kau seperti menjauh dariku. Ada apa denganmu?” Suara Yoona yang tidak bisa dibilang biasa itu mengundang perhatian orang-orang disekitar tapi dia tidak peduli. Malah ia ingin sekali memaki-maki Siwon saat ini juga karena mempermainkan hatinya.

 

“Bukankah kau tidak ingin aku dekat-dekat denganmu? Kau bilang kalau dekat denganku, kau merasa tidak tenang.” Yoona terdiam, ia mengatakan itu hanya kepada Yoojin. Seakan bisa membaca pikiran Yoona, Siwon pun berujar, “Aku tidak sengaja mendengar sekilas percakapanmu saat bersama Yoojin saat akan menemuimu lagi setelah rapatku selesai, tapi… .” Suara Siwon melemah. “Sudahlah! Aku akan pergi.”

 

“Tunggu! Apa Ahjussi tidak mau bertanya alasan aku mengatakan itu?” Siwon diam, dia tidak mau dan terlebih tidak siap dengan jawaban Yoona kalau ia menanyakannya.

 

“Pengecut!”

 

Siwon meradang, “Aku memang pengecut, apa yang bisa kau harapkan dariku?”

 

Yoona tidak bisa lagi menahan gejolak dihatinya, “Aku menyukaimu.” Lirih Yoona, “Aku menyukaimu, apa kau puas?! Sejak awal, walaupun aku berusaha mati-matian menguburnya tapi tetap saja tidak bisa. Kau membuatku sakit dengan penolakanmu lalu tiba-tiba datang mendekatiku lalu pergi meninggalkanku. Aku merasa dipermainkan, itulah sebabnya aku mengatakan akan lebih baik kau jauh dariku dari pada melihatmu menjauh dan mendekat seperti punya harapan dengan perasaan ini tapi ternyata tidak punya. “Yoona mengusap kasar airmatanya. “Dan sekarang mungkin waktu yang tepat untuk mengakhiri kesalahpahaman ini. Terima kasih atas bantuanmu.” Yoona membuka pintu  mobilnya, tapi tangan Siwon menahannya.

 

“Mengakhiri kesalahpahaman ini? Dan dengan kau pergi berarti semua sudah selesai? Kekanak-kanakan sekali.”

 

“Aku kekanak-kanakan dan Kau, seorang pria dewasa yang bersikap plin-plan. Siapa yang lebih memalukan?” Yoona tercegat saat lengan Siwon melingkari dirinya. Tubuhnya membeku merasakan tangan Siwon mengelus punggungnya. Baru kali ini ia merasakan perasaan seperti ini, perasaan nyaman. Aroma maskulin yang tercium dari tubuh Siwon menenangkannya, dan ia yakin tidak akan pernah bosan bila menghirupnya setiap hari.

 

“Maafkan aku. Aku tidak mau kau lebih sakit lagi kalau tahu aku menyukaimu karena memiliki kemiripan dengan Hyena. Karena itulah aku menentang perjodohan yang direncanakan ibuku. Aku rasa kau tidak menginginkannya juga bukan?”

 

Yoona menghela napasnya, untuk beberapa detik mencoba menemukan kembali jalan pikirannya, “Aku memang akan merasa sakit hati,” Yoona melepaskan pelukan Siwon, merasa semua sudah tidak ada artinya lagi, namun lengan Siwon masih erat memeluknya.

 

“Tapi, sekarang aku sudah tahu kalau perasaan ini tulus bukan karena Hyena atau siapapun.” Yoona kembali tertegun dengan pengakuan tak terduga Siwon, “Aku menginginkamu untuk diriku, aku merasa muak melihat kau tersenyum pada Seunghyun. Aku cemburu melihat kedekatan kalian, sedangkan aku tidak pernah mendapatkan moment seperti itu denganmu. Dan karena itulah aku kembali menjauhimu, merasa kau lebih pantas dan lebih bahagia dengannya.” Siwon merenggangkan pelukannya, dan menatap kemanik mata Yoona, “Tapi setelah kejadian hari ini, aku merasa lega.”

 

~~

 

Senyum mempesona itu meluluhkan Yoona, pria ini tidak lah kaku, dingin atau apapun gambaran yang ia tangkap sebelumnya. Ia hanya membutuhkan seseorang yang bisa mengembalikan jiwa hangatnya. Seseorang yang bisa mengisi kembali tempat yang telah hilang dihatinya. Pria itu adalah versi dewasa Joon, sama seperti Joon yang mendambakan perhatian dan kasih sayang. Dan Yoona, bertekad untuk menjadi seseorang itu, untuk Joon dan juga Siwon.

 

Entah apa kebaikan yang ia perbuat untuk masa lalu hingga ia merasakan kebahagiaan seperti saat ini. Ya, walaupun bisa dibilang tidak mudah tapi dia mungkin akan menerima apapun rintangan atau masalah yang terjadi untuk bisa sampai ketitik ini.

 

“Aku akan memberitahu keluargaku tentang status baru kita ini.” Genggaman Siwon ditangan Yoona tidak pernah lepas sejak mereka memasuki mobil Siwon. “Dan besok aku akan mengunjungi orang tuamu untuk meminta maaf sekaligus meminta ijin mengenai hubungan kita ini.”

 

“Apa itu harus? Kita baru memulainya Ahjussi. Bukankah lebih baik kita menyembunyikan hubungan kita dulu?”

 

Siwon menepikan mobilnya, sepertinya ia perlu bicara lagi dengan Yoona.

 

“Maksudmu?”

 

“Aku ingin mencoba hubungan backstreet.”

 

“Mwoo? Ya ampun, aku bukan ABG lagi yang suka bermain-main menjalin hubungan dengan wanita. Yoona, aku serius. Ini hubungan serius.”

 

“Aku tidak menganggap hubungan ini main-main. Aku bilang, aku hanya ingin mencoba. Ayolah Ahjussi, ini pertama kali bagiku.” Siwon mendelik, membuat mood Yoona memburuk, “Kalau begitu tidak usah, aku turun disini.”

 

“Oke!” Siwon menahan tangan Yoona yang mengancam akan turun dari mobil. Yoona menyembunyikan senyum penuh kemenangannya. Sebenarnya itu hanya ancaman main-main, mana mungkin ia sanggup melepaskan dengan mudah apa yang telah didapatkannya saat ini. Yoona memutar kepalanya memandang Siwon tajam.

 

“Janji!”

 

“Tapi hanya untuk memenuhi keingintahuan konyolmu yang kekanak-kanakan itu saja. Dan hanya sementara.”

 

“Oke.” Yoona menahan tawanya, karena wajah cemberut Siwon yang baru kali pertama ia lihat. Tetap tampan tapi menggemaskan.

 

~~

 

“Iya, aku tahu. Ya ampun, aku bukan anak kecil…. Baiklah, aku akan tidur. Selamat malam, mimpi indah.”

 

Yoona memutuskan sambungan teleponnya, raut bahagianya tidak dapat disembunyikan. Siwon baru saja meneleponnya, menanyakan apa dia sudah sampai dirumah. Konyol sekali, padahal tadi dia yang mengantarkan Yoona pulang walau tidak sampai depan rumah, karena ia tidak ingin keluarganya sampai tahu tentang hubungannya saat ini, mungkin nanti.

 

“Yoona!” Pintu kamarnya terbuka, kebiasaan yang harus ia hilangkan secepatnya. Selalu lupa mengunci kamarnya.

 

“Oppa tidak mungkin memutuskannya.” Yoona mengerutkan keningnya. Dengan tergagap Youngwoon berujar, “Dia tidak mau putus denganku.”

 

Sudah ia bilangkan, wanita itu licik. Yoona tiba-tiba merasa was-was dengan berita yang disampaikan Youngwoon. “Apa Oppa dengan tegas meminta putus darinya?” Youngwoon mengangguk. “Oppa yakin? Bukankah Oppa bilang menyukainya?”

 

“Tentu saja aku memilihmu daripadanya, walaupun awalnya aku kira kau tidak akan keberatan dengan hubunganku ini. Tapi setelah dipikir-pikir ternyata aku lebih menyayangimu dari pada dia.” Yoona merasa perutnya melilit merasakan mual mendengar kalimat Youngwoon. Itu sangat manis sekali, tentu saja. Tapi sejak kapan kakaknya itu pandai bermain kata seperti itu? “Jangan menertawakanku, aku serius!”

 

“Oke, baiklah Oppa. Walau aku merasa ngeri dengan kata-kata manismu itu aku akan membantumu. Aku yakin, dia tidak mau melepaskanmu karena diriku. Untuk saat ini ikuti saja dulu permainannya. Jadilah kekasih yang baik untuknya Oppa, dan kita akan tahu apa yang direncanakannya.”

 

~~

 

Beberapa hari menjalani hubungan seperti ABG yang dilarang oleh orang tua mereka berpacaran membuat Siwon sedikiat frustasi. Mereka memang selalu menjalin komunikasi dengan gadget yang mereka punya, malah Siwon hampir tiap jam menanyakan kegiatan Yoona walaupun ia tahu Yoona lebih banyak menghabiskan waktu dibutik Yoojin.

 

Kefrustasian Siwon makin menumpuk karena ia harus menjaga sikapnya dengan orang-orang yang berada disekitar Yoona bila mereka bertemu. Tidak ada kata-kata mesra, apalagi sentuhan fisik. Yang berubah hanya ialah sekarang yang selalu mengantar Joon menemui Yoona. Awalnya, Seunghyun yang merasa itu adalah tanggungjawabnya keberatan karena merasa Siwon menghalangi aksi PDKTnya. Tapi memang dasar ia udah punya feeling akan kehilangan incaran lagi, ia akhirnya mengalah. Memang mungkin belum jodoh, apalagi setelah melihat secara diam-diam bagaimana berbinarnya mata Yoona saat bertemu Siwon.

 

Patah hati lagi? Bisa dibilang begitu. Tapi untung saja ia belum mempunyai perasaan mendalam terhadap Yoona seperti yang dulu ia rasakan kepada Hyena. Seunghyun menghembuskan napas beratnya, saatnya kembali ke Jepang. Urusan pekerjaannya disini telah selesai. Ia telah memasukkan pakaiannya ke dalam koper, malam ini ia akan berangkat. Ia akan menyempatkan diri untuk makan malam bersama dirumah ini.

 

“Kau akan berangkat malam ini?” Siwon muncul dibalik pintu kamar Seunghyun, seunghyun hanya mengangguk. Sambil membereskan barang-barang yang ada diatas meja samping tempat tidurnya yang akan ia bawa bersamanya ke Jepang. “Kenapa Kau tidak memberitahu ku?” Siwon berdiri sambil menatap lekat sepupunya itu.

 

Seunghyun tergelak, “Haruskah aku memberi tahumu Hyung?” Aku pulang kesini saja aku tidak memberitahu, kenapa aku pergi harus memberi tahu? Apa Kau akan merasa kehilangan?” Goda Seunghyun.

 

“Cih, Kau itu percaya diri sekali.” Seunghyun terkekeh geli. “Kalau begitu sampaikan salam ku kepada Samchon disana.” Seunghyun mengiyakan.

 

“Hyung, hmm…. Kau akan menjaganya kan?” Siwon mengernyitkan alisnya bingung. “Yoona. Kau tidak usah menyembunyikannya dariku. Walau aku tidak tahu hubungan kalian macam apa, tapi aku tahu Hyung menyukainya dan dia juga menyukai Hyung. Ku harap kalian berbahagia. Jagalah dia.” Senyuman Seunghyun tulus. Dua kali merasakan patah hati, dan merelakan kepada orang yang sama. Terdengar tidak adil, tapi cukup ia sendiri yang tahu dan merasakannya.

 

~~

 

Yoojin menghentikan langkahnya saat melihat sepasang kaki berdiri dihadapannya. Ia tahu siapa itu, dan ia tidak berniat mengangkat wajahnya untuk melihat tampang memelas Joowon yang ditujukan untuk dirinya.

 

“Minggir!”

 

“Yoojin-ah….”

 

“Aku bilang minggir!”

 

“Kau tidak bisa memperlakukanku seperti ini! Ini sudah hampir tiga minggu kau mendiamiku. Aku harus berbuat apa lagi?!”

 

“Terserah Oppa mau melakukan apa, yang jelas jangan menggangguku saat ini. Aku sibuk.”

 

“Yoojin-ah, maafkan aku. Aku tahu kau merasa diacuhkan beberapa minggu ini. Aku mohon pengertianmu, karena memang pekerjaanku kadang menuntut penuh waktu yang aku miliki. Apalagi ini kasus besar, kami susah memata-matai dan menyelidikinya dari beberapa bulan lalu.” Yoojin masih enggan menatap Joowon, “Dari awal aku memang sudah menyangka hal seperti ini akan terjadi. Kau tidak mengerti dengan pekerjaanku.”

 

Joowon mulai putus asa. “Harusnya aku tidak pernah mengikatmu dalam hubungan ini karena aku tahu Kau akan lebih banyak merasakan kekecewaan daripada kebahagiaan bersamaku.”

 

Yoojin terperangah mendengar kata-kata Joowon yang diucapkan dengan lirih itu. Ia pun menatap Joowon, tatapan mereka bertemu, “Aku akan melepaskanmu, berjanjilah untuk berbahagia.” Yoojin memelototkan matanya. Ia meraih telinga Joowon dan menariknya.

 

“Aaww!!”

 

“Apa Oppa bilang? Kita putus? Enak saja. Tidak! Tidak ada kata putus. Dan kenapa Kau mendadak jadi melow begitu? Kata-katamu membuat telingaku panas.”

 

“Baiklah aku memaafkanmu tapi dengan satu syarat.”

 

“Yoojin bukankah itu…..”

 

“Oppa!!”

 

“Sssttt… Lihat dibelakangmu.”

 

Yoojin memutar kepalanya dan mengikuti pandangan Joowon.

 

“OMG!! Apa yang mereka lakukan disini?” Yoojin membelalakkan matanya, merasa tidak percaya dengan pemandangan yang ada didepannya.

 

“Pertanyaan yang tepat sejak kapan mereka menjadi begitu dekat seperti itu. Tapi aku tidak salah orang kan? Mereka terlihat seperti pasangan yang sedang menyamar.” Yoojin menganggukkan kepalanya.

 

“Ya ampun, mereka mau kemana. Oppa ayo kita ikuti mereka. Cepat!” Yoojin melangkah cepat dengan menarik tangan Joowon. Sebelum kehilangan jejak dari orang yang mereka kenali tadi. Mereka bersembunyi dibalik stan salah satu penjual kue ikan jalanan dan mengintip pasangan tadi yang berhenti diantara para penjual makanan disekitarnya. Rasa penasaran Yoojin makin menggebu-gebu saat melihat lebih dekat kemesraan yang terpampang jelas didepannya.

 

“Oppa, apa kita menangkap basah mereka saja?”

 

“Jangan terburu-buru Yoojin-ah. Kita cukup memotret moment mereka. Nanti baru kita tanyakan pada mereka. Untuk saat ini biarkan saja mereka menikmati waktu berdua seperti itu.”

 

“Ide bagus!” Yoojin langsung mengeluarkan ponselnya lalu mengarahkannya kepasangan yang mereka intai. “Oke, cukup.”

 

“Sudah? Sekarang ayo kita nikmati juga waktu kita berdua. Ah! Sudah lama sekali kita tidak pergi berdua.”

 

Yoojin mendengus, “Karena pekerjaanmu! Tapi urusan kita belum selesai. Ada syaratnya!”

 

“Iya-iya, jangan diingat lagi. Aku hanya ingin kamu lebih mengerti dengan pekerjaanku.” Yoojin menghembuskan napas beratnya. Ya, memang seharusnya ia bersikap dewasa. Profesi Joowon bukankah sudah ia ketahui sebelumnya? Ia harusnya menerima resiko sering ditinggal dan diacuhkan. Ah, sudahlah. Untuk sekarang ia ingin menikmati waktu dengan Joowon. Kesibukannya yang direncanakan akan menghabiskan waktu di spa hari ini ia lupakan. Dan keingintahuan mengenai temuannya tentang kebersamaan pasangan yang tidak jauh berada darinya saat ini bisa ditunda.

 

Yoojin menarik tangan Joowon. “Baiklah Oppa! Ayo kita habiskan hari ini bersama-sama.” Joowon tersenyum lega, karena sepertinya Yoojin melupakan syarat yang ia tujukan padanya. Mereka melangkah pergi berlawanan arah dengan pasangan yang mereka intai sebelumnya.

 

 

 

CUT!!

Eeh… TBC maksudnya 😀

 

Kkk~ Jangan bertanya-tanya siapa couple yang bikin Uee penasaran. Kalian semua tau jawabannya kan??

Maaf banget updatenya kalau dihitung-hitung hanya sebulan sekali *author lelet. Yang jelas aq udah berusaha buat bikinnya. Disini aq masukin myhunnybunny Seunghyun *digeplok mr.J,  Anggap aja dia cameo di chapter ini, cameo yang banyak dapet scene hehehe….

Dan terakhir, mohon saran, kritiknya dan kesan-kesannya ditulis dikolom komentar dibawah yaaa. Kalau sampai jumlah komentnya beda jauh dari chapter sebelumnya, maka dengan terpaksa chapter berikutnya aq bakal protect lagi dan akan lebih selektif lagi ngasih PWnya. Aq juga udh bilang buat yang gak bisa koment bisa sms-in komentnya k aq. Sampai jumpa di chapter 7 yaaa….

 

For Echa, *Seungho’s Wife alias adik iparku /plak/…  ThankU very much…. Hug&Kiss…. you’re welcome, istri YSH ini baik kok #plakk

Iklan
Tinggalkan komentar

385 Komentar

  1. Ga ada kata lain deh GA BOSEEEEENNNN….

    Balas
  2. sifatmi

     /  Februari 13, 2015

    Hmmm cieee pasti yoonwon tu yg ketauan kencannn wkwkw

    Balas
  3. massa putri

     /  Februari 18, 2015

    Pasti itu yoonwon dah…..
    Makin seru ceritanya, keren abis…

    Balas
  4. Aiueo

     /  Februari 18, 2015

    Kasian bgt seunghyun sampe patah hati 2x gara” siwon hahaha
    Yeahh akhirnya yoonwon pcrn ><

    Balas
  5. ciee yoona sama siwon backstreet
    omggg so sweet deh antara duda keren sama yoona gaya pacarannya… lo lo lo yoojin sama joowon kayaknya mau Mata matain yoonwon ☺

    Balas
  6. Mieyoon

     /  Maret 9, 2015

    Akhirnya yoonwon pacaran jga walaupun diam2.. Suka sekali sma ff ini …

    Balas
  7. Akhirx yoonwon kencan dn lucu banget sama permintaan yoona unnie..

    Balas
  8. akhir’y yoonwon mengakui perasaan masing2..
    apa itu masa yoonwon pacaran ala abg. hahaa
    aduh yoona aneh2 aja sich.. ampe kencan pake nyamar2 segala.. takut ada yg tau ya, tp yoojin udah tau tu. hahaa
    lanjut min..

    Balas
  9. selvy

     /  April 25, 2015

    kyaaaaaaa akhir nya jadian jugaaa
    aduh yoona eonnie kua abg aja hahahaha dasar
    yeee siwon oppa cemburu nieeeee hahaha
    seruuuu

    Balas
  10. pasti yoonwon kencan tu…

    Balas
  11. raniyoonaddict02

     /  Juni 20, 2015

    yg jd abg disini kyknya siwon deh hahaha udh mulai ketauan kyknya mereka

    Balas
  12. Riinchan

     /  Juli 3, 2015

    minta passwordx thor…q pnsaran ma endingx…please! :’-(

    Balas
  13. Yoonwon kah??yoojin kamu galak banget sih sama joowon..next

    Balas
  14. hazeul

     /  September 16, 2015

    nah lhoh..
    seunghyun oppa mulai pdkt-in yoona eonni aja nih 😮
    tp salut sm seunghyun oppa yg akhirnya berbesar hati ngerelain yoonwon bersatu,

    bnr2 lega setelah sls bc part ini
    dan ga sabar pengen tau gmn kencannya si duda keren yg ala2 abg gitu?

    tp ko bau2nya dah hampir kelar ni cerita??
    😦 😦

    Balas
  15. feby choi

     /  November 8, 2015

    cieh akhirnya yoonwon bersatu juga… yoona ada” aja pake backstreet segala-_- ingat umur euyy…. seunghyun baik banget mau melepaskan yoona untuk siwon, aku kira bakal jadi orang ketiga
    Thor message ku belom dibales nih, gk bisa baca part 5 T_T

    Balas
  16. nytha91

     /  November 8, 2015

    Walaupun cuma baca yg part ini tp udh bikin senyum” sendiri…permintaan yoona lucu bgt…penasaran sama endingnya…jgn sad ending ya thor hehehe

    Balas
  17. Kenapa yoonwon backsret sma keluaga mereka.gmana ya reaksi joon saat tau klo appanya sma yoona bwrpacaran

    Balas
  18. NisNis

     /  Desember 9, 2015

    Hahaha siwon diajak jadi remaja labil sa yoona :v jlani backstreet :v

    Balas
  19. arum

     /  Desember 29, 2015

    Ceritanya seru banget, jadi penasaran sama chapter selanjutnya.

    Balas
  20. Yoong eonni kerenn bs ngomong blak2an sm siwon oppa 🙂 klu dipendem kn jdnya gatau prsaan msing2 dan akhirnya timbul rasa sakit hmm.. #pngalamanpribadi bgt wkkkk tinggal tanggal mainnya aja yaa buat mrka brdua

    Balas
  21. ayana

     /  Maret 16, 2016

    aku langsung baca part ini soalnya pw chap 5 blm ada balasan dari author.
    wkwkwkwk. . . yoona aneh banget, kalo orang pacaran kan musti pengen semua orang tahu eh dia malah ngajak backstreet., hadew nggak tahu deh ma jalan pikiran yoona.

    Balas
  22. desy amanaf

     /  Maret 19, 2016

    akhirnyaa siwon ngaku juga kalo punya perasaan lebih sama yoona
    seneng banget rasanya, tapi kenapa harus backstreet segala? kayak anak remaja aja yang lagi kasmaran
    emm gimana reaksi dari keluarganya yoona sama siwon yaa
    terus joon apa mau nerima yoona jadi ibunya?

    Balas
  23. fatimah

     /  April 4, 2016

    woahh daebakk tambah suka ama nih ff

    Balas
  24. raratya19

     /  Agustus 21, 2016

    Ekekwkwkwk yoonwon backstreet, apa jadinya kalo joon tahu hubungan ayahny sama yoona???

    Balas
  25. Riu

     /  September 8, 2016

    Haha..kenapa harus backstreet..ada2 aja deh…takut ama joon yaa

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: