[SongFic] Like a Star

[SONGFIC]  LIKE A STAR

Type               :  [SONGFIC

Author            : Tintin 305

Email/Twitter :  Theratiny@gmail.com  / @Heartiny11  

Main Cast      : Choi Siwon

                             Im Yoona

Other Cast     : find your self

                             

Genre             : Romantic, Sad, Friendsip

Length            : One shoot

Hai!…  readers  tercinta YWK  adakah yang  suka lagu balladnya  taeyeon  ft  the one  ‘like a star’?  kalau aku suka banget  dan karna alasan itu aku terinspirasi untuk ngebuat sebuah songfic,  songfic  yang  murni pemikiran ku sendiri.

 

Maafin  kalu ceritanya agak  negelencong  dari  liriknya.  yah,  abisnya  lagi  suka yoonwon sama2 nge galau dari pada  beradegan  romantis.  Dan  juga covernya  aneh yah?  Itu  hasil editanq sendiri aku blom pinter2 amat  ngedit  photo yah  jadi kayak gitu deh  gak ada istimewa2 nya.

 

Yah sudahlah  Aku gak akan banyak berkoar-koar dan berbasa basi lagi jadi  buat  readers semua aku saranin ngebaca sambil muter  tuh lagunya pasti feelnya makin dapat deh. Mohon di maafkan karna  typo bertebaran di mana – mana  abis  males bgt buat ngeditnya *maklum sogfic pertama

So selamat membaca^^

 

Don’t Copas.

Don’t Read If you don’t like

Don’t Bash

Don’t Forget RCL

Sorry If You Find Typo

 

***

 

Sesang eoneun geoseh geudae sumdeorado
naneun geudael chajanael suga isseoyo

(Dimanapun kau bersembunyi

Aku bisa menemukanmu)

 

Hari semakin gelap matahari sudah terganti dengan cahaya bulan dan bintang- bintang yang menghiasi kota seoul.  Malam yang semakin larut tidak mengurungkan niat para remaja maupun pasangan kekasih walaupun hanya sekedar untuk  pulang dan  beristirahat.  justru malam  yang  semakin  larut  ini mereka manfaatkan untuk  sekedar  bercengkrama ataupun menikmnati pemandangan indah sungai- han  bersama pasangan masing – masing mengingat hari ini adalah weekend dan  mereka tentu  terbebas dari segala aktifitas – aktifitas  yang melelahkan  hampir seminggu lamanya. Tidak berbeda dengan ke dua insan manusia yang tengah duduk di tepian singai- han  sambil sesekali melirik satu sama lain. Mereka bukan sepasan g  kekasih seperti kebanyakan  orang yang  memang berda di sana  tapi mereka hanya  sekedar  berteman hanya teman dekat  tidak lebih dari itu.

 

“kau  tak  kedinginan? Kita pulang saja ne?” suara berat yang berasal dari mulut seorang namja tampan nan manly itu  memecah  kesunyian  yang terjadi beberapa menit lalu.

“annio! Kalau oppa ingin pulang, pulanglah! Aku masih ingin di sini” jawab gadis itu tanpa melirik namja yang bertanya tadi

 

“mana bisa begitu! aku tak mungkin membiarkanmu pulang sendiri”

 

“kalau begitu diamlah”

 

“tapi kita sudah hampir 3 jam duduk di sini yoona… kalau ada yang mengenali kita bagaimana?”

 

“oppa takut terjadi skandal?  Begitu?” jawab gadis bernama yoona itu yang kini berlaih menatap wajah tampan  namja yang bersamnya sedari tadi, yang tak lain adalah choi siwon.

 

“bukan  itu  maksudku!.”

 

mereka  memang seorang  idola siapa yang tek kenal Im yoon ah SNSD dan Choi siwon SUJU  jadi pantaslah  siwon  khawatir  akan ada yang mengenali mereka walaupun  mereka  memakai penyamaran  yang  dapat  menggecoh  orang – orang  sekitar . Tapi sungguh ia tak bermaksud  menyinggung yoona dengan takut akan  terjadi  skandal atau apalah  itu  ia hanya mulai tak  nyaman dengan orang – orang yang berbisik – bisik tentang mereka

 

“tidakkah kau lihat mereka melihat kearah kita.  Lebih baik kita cari tempat yang lebih nyaman,  di sini terlalu banyak orang”

 

Yoona melihat ke sekeliling begitu banyak  pasangan yang mulai berbisik – bisik kearahnya juga siwon  ia menjadi  risih atas kelakuan  pasangan – pasangan itu. Yoona berbalik melihat ke arah siwon yang seperti sedang menenti tanggapan apa yang akan yoona berikan terhadap kemauanya  barusan

 

“baiklah! Kita memang sudah terlalu lama di sini” ucapnya pasrah karna biar bagaimanapun mereka harus menjaga sikap sebagai seorang  idol besar  mereka tak boleh sampai terkena skandal ataupun gosip yang akan membahayakan karir mereka dan ia tak mau sampai itu terjadi.

 

 

Siwon tersenyum melihat wajah cemberut yoona yang sungguh menggemaskan. ia membenarkan sedikit posisi topi yang terpasang di kepalanya dan mengeratkan syal yang ia pakai  sedari  tadi  melengkapi  penyamaranya. siwon berjalan  menyamakan  langkahnya dengan yoona  yang  mungkin saat ini sedang dalam  mood yang buruk.

.

 

.

 

.

 

“jangan  pasang wajah cemberut terus, kau  kelihatan  jelek  tahu” ejek siwon karna memang sedari tadi yoona hanya  diam  dan  memasang  wajah merenggutnya. Sesungguhnya siwon berbohong saat ia bilang bahwa  yoona jelek jika cemberut,  malah sebalikanya saat ini yoona sungguh cantik dengan wajahnya  itu

 

“tolong  jangan  buat  mood  ku  makin buruk” jawab yoona dingin ia melirik sekilas kearah siwon lalu kembali  melemparkan  pandanganya  ke arah  jalan kota yang tidak terlalu padat.

 

Siwon hanya menghela nafas sejenak lalu memfokuskan pandanganya ke badan jalan Dia dan yoona  memang dalam perjalanan menuju apartemen yoona di kawasan gangnam. Sebenarnya yoona ingin langsung pulang ke dorm hanya saja mengingat hari ini weekend jadi dorm sepi karna hampir seluruh member kecuali dia  menghabiskan waktu dengan keluarga mereka. hanya yoona saja yang memang tak ada kegiatan dengan keluarganya karna appa  dan eonninya sedang  ada  di  jepang  jadi dia menghabiskan waktu weekend sendiri sebelum siwon datang dan akhirnya ia menghabiskan  malam  minggunya  bersama siwon.

 

.

 

.

 

.

Tak butuh  waktu  lama kini  mobil audi  hitam  milik siwon sudah terparkir  rapih di basement apartemen yoona. Siwon melirik kearah yoona yang masih saja diam

“kau tak ingin turun?  kita sudah sampai!”

 

Yoona tersadar  dari lamunanya  lalu menoleh ke arah siwon “gomawo sudah mengantarku” jawabnya bergegas membuka pintu mobil siwon namun belum sempat ia keluar siwon menarik lenganya hingga ia kembali duduk

 

‘masih  marah  padaku? Aku kan hanya bercanda”

 

“aku tak marah.”

 

‘lalu kenapa kau mendiami ku lagi?” keluh siwon

 

Yoona  tak  menjawab  ia  hanya membuka  pintu  mobil  lalu  beranjak  keluar dari mobil siwon . siwon juga ikut keluar dan menghadang  jalan yoona

 

“tolong maafkan aku!” siwon menampakkan wajah memelasnya.  ia benar – benar kehabisan akal untuk meminta kata ‘ maaf ‘  dari wanita di depannya saat ini. Entah apa yang membuat yoona menjadi sesensitif  ini sedari  pagi  tadi  ia yang memang menemani yoona di buat binggung sendiri dengan sikapnya yang lebih  pendiam  dari biasanya.

Yang biasanya  yoona  suka  marah – marah  jika siwon mengikutinya.  Jujur siwon lebih suka yoona marah-marah padanya di banding harus  di diami seperti ini

 

 

“kenapa harus kau?.”

 

“nde?”

 

“kenapa harus kau?. Kenapa bukan yang lain?  Kenapa kau ? wae!!.. WAEO?!!”  yoona menatap ka arah siwon yang saat ini juga menatapnya matanya berkaca – kaca saat memandang dalam manik mata siwon

 

“apa maksud mu yoong?” siwon baru saja ingin meraih lengan  yoona berniat menggengamnya tapi yoona justru  memundurkan langkahnya

 

“ku mohon berhentilah!. Berhentilah perduli padaku!. Berhentilah bersikap kau  tak bisa mengabaikanku!, ku mohon berhentilah menemuiku!.  Hiks… ku mohon hentikan semuanya hiks….hentiakn sampai disin  hiks……  hentikan” yoona menutup wajahnya yang di penuhi air mata dengan kedua tanganya. Pertahananya runtuh seketika jika mengingat semua kebaikan siwon selama ini padanya di saat ia dalam kedaan terpuruk selalu saja ada siwon yang menjadikan bahunya sebagai sandaran untuknya.  padahal selama ini ia selalu bersikap dingin terhadap siwon bahkan pernah menolak cinta siwon tapi namja itu malah tetap berbuat baik kepadanya dengan hampir seharian menemani yoona yang bahkan seperti tak menganggapnya ada.

 

“y-yoona..”  siwon masih berusaha mengapai  yoona  untuk menenagkan yoona yang terisak hebat namun yoona kembali memundurkan langkahnya dan pergi dari  hadapan siwon yang juga menangis . siwon terdiam di tempatnya ia menatap nanar lift yang di gunakan yoona untuk kembali ke apartemanya. andai yoona bisa melihat wajah siwon yang sama menyedihkanya denganya saat ini, mungkin  yoona akan berbalik lalu saling memeluk berbagi kesedihan akan  nasib kisah cinta mereka yang sungguh rumit.

 

 

geudaega eobdamyeon
geudaega eobdamyeon
naesimjangeun dduiji anheuhniga


(Jika tidak ada kau

Jika tidak ada kau

Lalu hatiku akan berhenti)

 

 

Hampir 3 minggu lebih siwon tak pernah lagi menemui yoona semua itu bukan tanpa alasan karna memang yoona yang memintanya untuk menjauh darinya walaupun berat ia tetap menyanggupi kemauan yoona wanita yang sangat ia cintai sepenuh hati. Siwon terus mencoba untuk menghubungi yoona memastikan apa wanita yang ia cintai itu masih marah padanya atau mungkin sudah memaafkanya tapi yoona tak pernah menerima telepon serta tak pernah membalas satu pun pesan singkat yang ia kirimkan.

 

Siwon di buat khawatir karna tak mengetahui kondisi yoona walaupun  ia juga sering menanyakan tentang yoona kepada sooyoung tapi nyatanya sooyoung juga jarang bertemu yoona dengan alasan yoona yang semakin sibuk akhir – akhir  ini dan juga yoona yang memang jarang pulang ke dorm. Aneh memang mengingat yoona yang paling benci ke sunyian beralih lebih menyukai  kesunyian  karna  alasan ketenagan dan juga yoona yang selalu ceria kini berubah menjadi orang yang pendiam. Siwon sungguh tak bisa lagi menampik kekhawatiranya melihat perubahan drastis yoona yang ia dengar dari sooyoung itu apalagi sooyoung bilang bahwa yoona berubah sejak 3minggu yang lalu dan siwon yakin ia lah yang menyebabkan sifat yoona  berubah  menjadi seperti itu.

 

Drt…..drt….drt…..

Ponsel yang ia taruh di nakas samping  tempat tidur seketika membuatnya bangkit dari posisi nya yang bersandar di tepian ranjang  menuju kearah nakas. Begitu tahu  yang  menelpon bukan orang yang ia harapkan dengan  malas siwon menekan screen hijau pada layar ponselnya itu.

 

“waeo?”

 

“ Yaak!! Kenapa oppa seperti malas sekali bicara denganku?” pekik yeoja  di seberang telepon

 

Siwon menjauhakan ponselnya dari telingaanya karna pekikan yeoja tadi yang begitu mendengugng di  telinganya

“wae gurae soo? Aku sedang sibuk!”

 

“sibuk apanya?  kangin oppa bilang kalau kau sedang mengurung diri lagi di kamar. Hahh… apa sesengsara itu kau jika jauh dari uri yoongie?” cibir yeoja bernama sooyoung itu

 

“kenapa menghubungi ku  kalau  tak ada hal yang penting? Kau membuang – buang waktuku saja. Sudah yah aku  sedang sibuk”

 

“yaak!! Oppa ini tentang yoona” begitu mendengar nama ‘yoona’ di sebutkan siwon mengurungkan  niatnya untuk mengakhiri panggilan itu

 

“y-yoona? ada apa dengannya?”

 

“issh.. kau ini begitu mendengar  nama  yoona saja oppa sudah langsung seantusias itu”

 

“ayolah!!   katakan padaku ada apa dengannya? Jangan berbelit – belit”

 

‘yoona sudah kembali ke dorm.  apa oppa tak ingin menemuinya?”

 

“jinjja? Dia sudah pulang? Kapan?”

 

“kemarin”

 

“kemarin? Kenapa baru memberitahuku sekarang?”

 

“aishh… memangnya aku hanya bekerja untuk memeberikan informasi tentang yoona setiap saat? Aku juga punya tuntutan  job dengan  memberku!  bahkan kau  tak  menggajiku untuk ini jadi  itu bukan masalah kalau aku terlambat memberi tahukan mu”

 

“lalu sekarang apa dia masih di dorm?”

 

“tentu saja mana mungkin ia keluar dalam keadaan sakit itu malah memperburuk kondisinya”

 

“apa y-yoona sakit? Kenapa tak bilang dari tadi?”  siwon langsung menekan screen merah pada ponselnya itu lalu mengembil jeketnya yang tergantung tepat di samping pintu dan beranjak keluar menuju dorm snsd.

 

.

 

.

 

.

“kau habis menelpon siapa?” tanya yuri  saat melihat sooyoung  yang baru saja mengakhiri pembicraanya dengan siwon di telpon tadi.

 

“siwon oppa! Wae?”

 

“omo! Yaak … kau ini tak bisa di ajak kerja sama apa? Apa yang kau bilang  padanya? Kau tak mengatakan  hal – hal aneh kan?”

 

“aku hanya bilang kalau yoongie sudah pulang dan siwon oppa sepertinya akan  datang kesini untuk menjenguknya” jawabnya santai

 

‘aigo!! Kalau yoona tahu kau menghubungi siwon dan memberitahukan padanya kalau dia sudah kembali yoona pasti akan  marah besar”

 

“tak akan!.  ini  ku lakukan untuk kebaikanya juga kita sama – sama tahu kalau dia menyukai siwon tapi malah berusaha  menghinar demi persahabatan. Jadi ikuti saja permainanku”

 

“terserah kau sajalah” jawab yuri pasrah  ia memang sudah sangat lelah dengan perilaku yoona yang  mampu menahan hasrat untuk memiliki siwon yang jelas jelas sangat mencintainya

 

“eonni!!”

 

pekikkan sebuah suara yang di yakini adalah suara yoona yang sedikit berteriak  dari balik kamarnya  itu kontan membuat yuri menyahut “ne! Aku disini”

 

dalam hitungan detik pintu kamar yang berada di samping tangga itu terbuka lebar hingga terlihatlah sesosok yeoja cantik  dengan piama merah  keluar dan mengahampiri yuri dan sooyoung yang tenggah duduk di sofa

“yang lain kemana? kenapa dorm sepi sekali?” tanya yoona sambil terus memutar kepalanya ke seluruh sudut dorm yang memang sangat sepi

 

“mereka sedang ada job” jawaban yang keluar dari bibir sooyoung itu hanya di balas dengan angukan kepala  mengerti dari yoona

 

 

Ting tong……

 

Suasana  yang semula agak senyap  karna sooyoung yang sibuk dengan ponsel di genggamannya dan yuri yang sedari tadi diam sambil memangku dagunya bosan,  kini teralihkan oleh suara bell dorm yang berbunyi.

 

“biar aku yang buka” yoona dan yuri hanya memanganggukkan kepala setuju pada sooyoung yang bergegas menuju pintu yang yang di pisahkan oleh lorong kecil dari ruang tengah tadi

 

“oh! Kau sudah tiba?”

 

“y-yoona di mana?”

 

“ada di dalam. oppa masuklah”siwon dengan langkah buru – buru berjalan di belakang sooyoung. ia seakan lupa kalau yoona telah menyuruhnya untuk menjauh tapi ia benar – benar tidak bisa mengabaikan yoona  3 pekan sudah cukup untuknya tidak bertemu dengan pujaan  hatinya itu. 3 pekan bukanlah waktu yang  mudah  ia lalui tanpa melihat sosok yoona yang sangat ia cintai selama itu pun siwon sudah terlalu lama membiarkan yoona menenagkan diri ia tidak bisa menunggu terlalu lama lagi. apalagi berita yang ia dengar dari sooyoung bahwa yoona sedang sakit benar – benar membutanya khawatir.

 

“oh?….”  pekikan tertahan dari yuri membuat yoona yang berada berhadapan dengannya merengit tak mengerti dengan perbuhan mimik wajah  yuri yang sulit diartikan. Yoona menengok karah belakang di mana pandangan yuri tertuju.

 

Yoona tercengang dengan apa yang ia lihat, namja yang hampir 3 pekan  ini berusaha ia lupakan dan namja yang hampir 3 pekan  itu pula yang sungguh ia rindukkan berada tepat  di hadapanya .

 

“yoona-ya kau… baik baik sajakan?” kalimat pertama yang di lontarkan siwon membuat yuri melirik kearah sooyoung yang berada persisi di sebelah kanan siwon seakan bertanya ‘memang apa yang kau katakan padanya?’ sooyoung hanya menyengir kuda sambil mengaruk tengkuknya.

 

“aku baik! Apa  Oppa ingin aku sakit? Begitu?” tanya yoona dengan  nada ketusnya.

 

Yoona sendiri  tak tahu bagaimana bisa ia mengeluarkan kata – kata sedingin itu pada orang yang sangat membuatnya frustasi akhir – akhir ini karna terus merindukan namja di hadapannya itu padahal ia sangat  tau kalau sebenarnya siwon sangat mengkhawatirkanya dan tak pernah ada maksud untuk menginginkanya jatuh sakit.

 

“annio! Aku tak bermaksud begitu yoong. Sooyoung bilang kau sakit jadi aku langsung kesini”.   setelah mendengar pembelaan siwon barusan  yoona menatap tajam ke arah sooyoung

 

“ahh… sebaiknya aku dan  yuri pergi dulu.   Kajja!.  Kalian selesaikan lah masalah kalian dulu kami pergi” begitu tahu akan situasi yang akan membuatnya terpojok,  sooyoung langsung saja berinesiatif utntuk pergi dari ruang tengah  dengan menarik paksa yuri yang sedari tadi diam menuju lantai atas di mana di sana ia tak perlu mendapat tatapan mematikan dari siwon dan yoona. Toh dia ingin memberi waktu untuk keduanya bicara berdua saja.

 

 

sarang i ra geudi malhaji anhado
ma eum euh ro naneun al suga itjyo

 

(Bahkan jika kau tidak mengatakan “Cinta”

Aku bisa merasakan dengan hatiku)

 

 

“jadi … kau tak sakit? Syukurlah! kau tahu  seberapa khawatirnya aku saat sooyoung bilang kau sakit?.   bahkan aku belum sempat mandi. Hahh.. si sinskin itu benar –benar keterlaluan!! ”  ucapan siwon barusan memecah keheningan yang terjadi  anatara  keduanya

 

Yoona hanya diam  tak  mencoba membalas candaan   yang  di  lontarkan  namja di depanya ini bukan apa apa hanya saja yoona saat ini mencoba menetralkan perasaan yang berkecamuk di dadanya

 

“kau baik – baik saja kan? 3 minggu tak bertemu kau terlihat makin kurus apa kau tak makan? Aigo! Sudah ku katakan se sibuk apapapun  dirimu,  kau tetap harus menjaga pola makanmu. kau akan benar – benar  jatuh  sakit jika begini terus”

 

“bukankah sudah ku bilang untuk menghentikanya.”

 

“kau ini bicara apa? Menghentikan apa sih? Aku tak mengerti”

 

“ Bagaimana pun oppa mencoba aku tak akan bisa membalasnya! peraasan oppa terlalu berharga untuk di berikan padaku”

 

“yoona ya… aku sudah bilang kau  tak  perlu membalasnya!.  cukup  biarkan aku dekat dengan mu walau hanya sebatas oppa dan dongsaeng,  aku….  tak keberatan  sungguh!! asal aku bisa melihatmu  saat aku merindukanmu  itu saja yoong aku hanya ingin itu tak lebih jadi tolong  yoong….  jangan menghindariku seperti ini” siwon berusaha menekan  suaranya agar tak terdengar bergetar namun tetap saja yoona bisa mendengar dengan jelas suara lirihan dari mulut siwon saat mengucapkan kalimat itu

 

“oppa… k-kau tahu  kan ini tidak bisa!. Kau hanya membuatku merasa tak nyaman oppa. Aku selalu merasa bersalah bila kau ada di dekatku”

 

“kalau begitu lupakan semuanya… lupakan kalau aku pernah mencintaimu! Lupakan kalau aku pernah menanam  perasaan  lebih padamu.  Cukup ingat kita sebagai oppa dan dongsaeng, cukup ingat kalau kita hanya bersahabat  tidak lebih”

 

“bagaimana mungkin aku bisa mengabaikanya oppa? Perasaanmu itu…  Katakan bagaimana caranya?  Bagaimana caranya agar aku  lupa bahwa  namja yang selalu datang di saat aku sedih dan di saat terpukul pun  ia bahkan memberikan  pundaknya untuk tempat ku bersandar bagaimana bisa aku  melupakan itu semua?” ucap  yoona dengan  nada keras bertepatan dengan jatuhnya air di kedua sudut  matanya ia menagis tapi tidak terisak seperti kejadian 3 minggu yang lalu cukup hari itu saja ia menagis di depan namja ini ia tak mau lagi di bilang lemah ia harus tetap kuat dan bertahan demi menjaga perasaan seseorang yang sangat dekat dengannya.

 

“lalu… jika kau t-tidak bisa mengabaikanya  kenapa  kita tidak  bersama  saja  yoong?  kenapa kita tidak mencoba untuk bersama? Aku sungguh mencintaimu”

 

“ku mohon hentikkan oppa….  aku tak bisa!.  Tolong  jangan membuat pilihan yang sulit untuk ku, ku  mohon” yoona benar – benar tidak kuasa untuk menahan rasa sesak dan debaran jantungnya ketika siwon mengatakan mencintainya entah  ini  sudah keberapa kalinya ia mendengar kata ‘cinta’ itu keluar dari bibir  siwon bahkan tanpa siwon bilang sekalipun yoona sudah tahu bahwa namja itu sangat mencintainya tapi nyatanya keadaan berkata lain.

 

“apa maksud mu? P-pilihan?  pilihan apa?”

 

 

“oh? Kalian berdua sedang apa?” suara sunny yang  melengking  bersamaan denga teatiseo yang berada di belakangnya   membuat siwon dan yoona mengalihkan  pandangan  mereka  kearah  sunny  dan  TaeTiSeo yang menatap bingung ke duanya

 

“kami  hanya  mengobrol  sebentar.  Kalian  dari mana?” yoona mencoba tersenyum ke arah eonnidulnya itu

 

“kami baru pulang dari studio MBC” yoona hanya mengangguk mendengar  jawaban  taeyeon barusan

 

“kau habis menangis yoong?” tiffany mendekat ke arah yoona untuk memastikan kalau apa yang  ia  lihat  itu  benar  bahwa  di  sudut  mata  yoona  ada bekas- bekas air mata yang tersisa di sana terlebih mata yoona yang sembab membuatnya yakin kalau  lovely dongsaengnya  itu  menagis.

 

“anni… aku tak menangis hanya kelilipan saja eonni” yoona mencoba mengelak dan mengahupus bekas air mata yang tertinggal di sudut matanya

 

‘kau tak bisa membohongi kami yoong bahkan dari sini mata sembabmu bisa terlihat” timpal sunny

 

“apa kalian bertengkar eonni?” pertanyaan seohyun barusan membuat tiffany  melirik ke arah siwon yang sedari  tadi  menatap  yoona  dalam  diam. Tiffany dapat melihat mata siwon yang berkaca-kaca dan bekas – bekas air mata masih terlihat di wajahnya sama halnya dengan yoona tadi.

 

“ahh… mianhe  aku tak tahu  kalau  kalian…” belum sempat tiffany menyelesaikan kalimatnya yoona langsung memotongnya

 

“aku ingin istirahat” yoona baru saja akan melangkah  menuju  kamarnya  tapi sebuah tangan kekar  menahanya

 

“kita belum selesai bicara” siwon menatap wajah yoona dengan sendu

 

“kita bicarakan lain kali saja” yoona sungguh tak tahan menatap wajah sendu  siwon saat ini ia berusaha melepaskan cengkraman  siwon  namun  sayang siwon  malah  makin mengencangkan genngamanya

 

“oppa lepaskan!  ini sungguh sakit”

 

“tidak! oppa tak akan melepaskanya sebelum kau jelaskan  maksud perkataanmu tadi. Pilihan apa yang kau maksud?”

 

“apa maksudmu oppa? aku tak mengerti”

 

“yoona…”

“ku bilang lepas!  aku bukan siapa – siapamu jadi jangan bersikap layaknya kau seperti peduli  padaku   aku tak

butuh  itu!!” yoona menghentakkan lenganya dengan keras hingga gengaman siwon terlepas lalu beranjak menuju kamarnya dan menutupnya dengan cukup keras.

Siwon hanya dapat menatap pintu kamar yoona yang tertutup dengan tatapan kosong kembali air matanya jatuh ia mencoba mencerna maksud yoona barusan  memang  benar dia bukan namjachingu yoona tapi apa salah  kalau dia memberikan perhatian lebih padanya? Apa cintanya akan berakhir seperti ini? Cinta yang bertepuk sebelah tangan, begitukah?.

Sunny, taeyeon, tiffany dan seohyun yang menyaksikan adegan barusan hanya memandang iba kearah siwon mereka tak tahu harus berbuat apa ini pertama kalinya mereka melihat pertengkaran antara yoonwon karna biasannya siwon selalu saja menggoda yoona dan memberikan  buyolan – buyolan  lucu walaupun yoona sering membalas dengan dengusan kesal dan tampang cemberutnya tapi tak sekalipun ada tanda – tanda bahwa mereka akan beradu argument seperti saat ini.

geudaeman itdamyeon
guedaeman itdamyeon
amugeotdo nan pilyo eobneundeh
You’re my everything to me
You’re my everything to me
haneul ui byeolcheoreom hwanhageh bichwojuri

 

(Jika kau berada di sini

Jika kau berada di sini

Aku tidak perlu apa-apa

Kau segalanya untukku

Kau segalanya untukku

Berharap bersinar seperti bintang di langit)

 

“wonnie… apa tidak sebaiknya kau pulang saja? Atau,  kita perlu ke rumah sakit?

Biar aku yang mengantarmu”  yesung terus mencoba membujuk siwon agar  mau  mengikuti kemaunya untuk memeriksakan diri ke dokter atau tidak sekedar beristirahat di rumahnya karna  dia ada jadwal mengisi acara bersama dengan member suju  lainya kecuali siwon yang tak bisa ikut karna dalam  keadaan yang kurang sehat

 

“sudah ku bilang tak perlu ! aku hanya butuh  istirahat.  kalian pergilah tak  usah menghawatirkanku”

 

“mana bisa begitu! kau sedang sakit kami takkan tega meninggalkan mu sendiri di dorm hyung”

 

“ne!  kau sedang  demam tinggi kami tak mungkin meninggalkanmu begitu saja” timpal kangin membenarkan pernyataan kyuhyun barusan

 

“ aku bukan anak kecil lagi!…  sebaiknya kalian pergi nanti terlambat”

 

‘hahh baiklah,  baiklah . kau memang keras kepala.   kajja kita pergi dan kau wonnie jangan lupa makan  lalu minum obat  yang  di berikan maneger hyung barusan” ujar yesung pasrah percuma saja  15 menit ia  berkoar – koar  membujuk siwon yang memang  pada akhirnya takkan  mau mengikuti keinginannya

 

“arasso!” jawab siwon singkat

 

.

 

.

 

.

 

Seorang yeoja tengah berdiri di depan sebuah  dorm dengan  topi dan masker yang menutupi wajah cantiknya.  ia nampak ragu untuk memasukkan  Id card yang di berikan yesung padanya beberapa saat lalu . tapi dia sungguh khawatir terhadap  namja yang  terbaring lemah  di dalam  yang  katanya sedang dalam kondisi  sakit. Dengan memantapkan hatinya yeoja itu menarik  nafas dan menghembuskan perlahan lalu memasikkan Id  card tersebut pada sebuah mesin tepat di samping intercom hingga membuat pintu dorm tersebut terbuka secara otomatis.

 

 

 

Dapat ia lihat wajah pucat  namja yang sedang  terbaring  di atas tempat  tidur dengan lingkaran hitam di bawah matanya sepertinya namja  itu jarang  tertidur dan juga wajahnya yang terlihat tirus itu pasti karna pengaruh  jarang makan .

 

“apa sebegitu menderitanya dirimu oppa hingga kau bahkan tak mengrus dirimu sendiri dan lebih memilih mengurusi ku yang sama sekali tak pernah berbuat baik padamu” ia mengusap  matanya yang kembali mengeluarkan cairan bening lalu mendekat pada sosok  namja yang sedari tadi  tertidur.  ia memberanikan diri menyentuh kening  namja  yang  tengah tertidur itu. Panas,  itulah yang ia rasakan saat telapak tanganya menyentuh permukkan kulit namja tadi

 

‘y-yoong?” ternyata gerakan yang di timbulkan  yoona membuat namja yang tak lain adalah siwon terjaga. Sudut bibir siwon terangkat membentuk senyuman tipis  yang begitu menwan seakan  menyiratkan  rasa bahagianya karena yeoja yang sempat bertengkar denganya beberapa hari lalu datang  menjenguknya

 

“demammu tinggi sekali” yoona sangat canggung untuk sekedar membalas senyuman manis dari siwon dan  lagi  ia sedang  berusaha menahan desiran di hatinya begitu melihat senyuman  tulus dari siwon untuknya

 

“kau datang? Ku kira kau tak mau lagi melihatku”

 

“yesung  oppa  memohon  padaku  agar  melihat  kondisimu  karna  memang  hari  ini  hanya aku yang  free  jadi  aku  luangkan waktuku  untuk menjengukmu.  anggaplah ini balas budi ku  karna kau sudah banyak  berbuat baik padaku”

 

“sekarang bahkan tidak ada lagi panggilan ‘oppa’ untukku?” Siwon tertunduk sejenak sembari  tersenyum getir   “Tapi tak apa aku  senang  kau  mau menjenggukku. Apapun alasanmu aku senang karna kau ada di sini”

 

“apa kau sudah makan dan minum obat?” siwon  menggeleng lemah dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya ia memang belum makan dan minum obat sedari tadi ia kehilangan selera karna terus  memikirkan masalahnya dengan yeoja yang ada di hadapanya saat ini

 

“sudah ku duga! Untungnya aku membawakan  bubur untukmu” yoona membuka bungkusan yang sedari ta ia tenteng  dan meletakanya di meja  nakas samping  tempat  tidur siwon yang ternyata berisi sekotak bubur hangat

 

“kau… membuatkan ku bubur?”

 

“hm!..  Aku hanya mencoba resep hyo eonni,   tapi aku tak tahu  rasanya enak atau tidak” yoona menyendok bubur itu lalu menyuapinya ke dalam  mulut siwon

 

“ini sungguh enak” siwon terus menatap ke arah yoona yang tengah menyuapinya tapi  hingga suapan terakhir yoona tak berani menatap balik kearah siwon

 

“ini obatnya minumlah” yoona memberikan 5 pil obat obatan dari atas nakas dan membantu siwon untuk meminumnya

 

“apa kau butuh sesuatu? Biar aku ambilkan”

 

“annio aku tak butuh apaun!  cukup kau tetap  disini   saja sampai aku  tertidur. Aku benar benar susah tidur akhir – akhir ini”

 

‘kalau begitu istirahtlah” yoona menyibakkan selimut menutupi tubuh siwon sebatas dada lalu meletakkan kompres pada dahi siwon.

 

Siwon mengulumkan senyum  tulusnya  lagi atas perlakuan yoona yang sungguh  perhatian padanya walau wajah yoona yang terlihat datar tanpa ekspresi tetapi siwon tak mau ambil pusing dengan hal itu. Perlahan tapi pasti siwon mulai menutup matanya dan terlelap tidur mungkin karna efek obat yang ia konsumsi membuatnya terlelap damai atau mungkin karna yoona yang sedari  tadi duduk di sampingnya hingga membuatnya nyaman untuk menutup  mata.


geudaeneun naman ui sarang
yeonywonhan namanui sarang
uri saranghaeyo
geudae hanamyeon nan chungbunhaeyo

 

(Kau hanya mencintaiku

Selamanya hanya mencintaiku

Kita saling mencintai

Yang aku butuhkan adalah kau)

 
yoona pov

 

aku  masih terus memandangnya yang tengah terlelap ia sungguh tampan bahkan dalam kondisi sakit dan wajah pucanya pun tak bisa menghilangkan ketampanannya. Ahh… ada apa denganku kenapa air mata bodoh ini jatuh lagi kau harus kuat yoona harus! Jangan lemah seperti ini kau pasti bisa kau dan dia pasti bisa saling melupakan  ingatlah  kalian hanya oppa dan  dongsaeng tidak pernah lebih dari itu.

 

Ku elus pipinya yang masih hangat dia masih dalam keadaan sakit bahkan panasnya pun tak mau berkurang ini sudah lebih dari 3 jam ia terlelap apa mimpinya begitu indah sampai – sampai ia tak mau terjaga.  tapi biarlah begini   “oppa tidurlah lebih lama buanglah semua bebanmu  jangan pikirkan aku lagi .  lupakan saja aku oppa!,  aku tak cukup baik untukmu”

 

apa ini? siwon oppa menangis?   ku mohon  oppa jangan menangis aku tak kuat bila harus melihatmu  menangis.  ku hapus  air mata yang jatuh di pelupuk matanya yang tertutup apa yang ia  mimpikan sampai – sampai menangis dalam keadan tertidur  begini padahal  sebelumnya aku memlihatnya tersenyum .

 

“saranghae  yoona  jongmal sranghae….” siwon oppa mengigau?  apa ia memimpikanku? Jadi sedari tadi ia memimpikanku! Ku mohon hentikan oppa jangan siksa batinmu lagi aku juga mencintaimu  bahkan sangat mencintaimu tapi ini tak bisa!,   ini tak benar oppa!.

 

 

‘yoong kau di dalam” sebuah suara yang ku yakini adalah suara yesung oppa terdengar  dari  balik kamar siwon oppa

 

“ne!” jawabku . cepat – cepat ku hapus air mata yang jatuh sedari tadi dan mengubah ekspresi wajahku seperti biasa

 

“oh dia sudah tidur  rupanya” yesung oppa mendekat ke arah siwon oppa dan  menyentuh keningnya mungkin memastikan apa panasnya sudah turun atau belum

 

“bagaimana? Apa panasnya sudah turun?” aku rasa pertanyaan yang ku lontarkan ini adalah pertanyaan bodoh.  sedari tadi aku di sini bagaimana mungkin aku tak memeriksakan kondisinya?.

 

“belum panasnya makin tinggi, apa  kau sudah memberinya obat tadi?”

 

“benarkah?  Padahal  tadi dia sudah minum obat” aku mendekat ke arah siwon oppa dan ternyata benar panasnya makin tinggi

 

“gomawo  yoong karna sudah mau menjaganya seharian  ini.  kau bisa pulang sekarang biar kami menjaganya”

 

“tapi….” aku memandang ragu  dan  khawatir ke arah  yesung oppa

 

‘tenanglah! setelah ia bangun kami akan membawanya ke rumah sakit. Kau jangan khawatir  dan juga aku minta maaf  karna aku malah menyuruhmu untuk menjaganya aku benar benar tak tahu lagi siapa yang bisa menjaganya selain kau. Aku jadi tak enak hati  padahal kalian sedang tidak akur”

 

“tak apa oppa! Kalau begitu aku pulang dulu”

 

‘apa perlu oppa antar?”

 

“tak perlu aku membawa mobil sendiri” ku pandangi sesaat wajah tampan yang masih terlelap damai dalam  mimpinya “aku pergi oppa”  pamitku dalam hati padanya lalu ku  langkahkan kakiku menuju pintu keluar dorm suju.

geu mueotgwa bigwohalsu isseulggayo
geu mueotgwabattol suga itnayo
geudae ui sarangeul
geudaeui maeumeul
geu nugadaesinhalsu itnayo

 

(Apakah bisa dibandingkan dengan hal lain
Apakah bisa ditukar dengan hal lain
Cintamu………….
Hatimu………….
Siapa yang bisa menggantikanmu)

“yoong  kau  mau  kemana?” pertanyaan dari  taeyeon eonni membuat ku berhenti sejenak lalu menatapnya dengan senyum  tipis

 

“aku ingin berjalan – jalan  sebentar”  aku langsung  memakai  sandal ku  setelah  mendapat anggukan  mengerti  dari   taeyeon eonni

Udara malam ini sungguh dingin mungkin karena sebentar lagi musim semi akan berakhir  itu berarti sudah lebih dari  dua bulan ini aku tak pernah  lagi bertemu denganya  entah apa yang ia lakukan  saat  ini terakhir ku dengar  dia  pergi ke hongkong  untuk syuting drama terbarunya  di sana dan  setelah  itu aku tak  pernah  lagi  mendengar  kabar  tentangnya.    sejak ia sembuh dari sakitnya siwon berubah, ia seperti bukan siwon yang ku kenal. Siwon  oppa yang seperti bisa datang  menemuiku  atau jika tak sempat  dia akan selalu menelpon dan mengrimi  pesan tak  pernah  lagi  melakukan  itu  entah apa yang terjadi padanya mungkin saja ia sudah  lelah mengharapkan ku atau mungkin  siwon oppa sudah tidak  lagi  memcintaiku.

 

Ku langkahkan kaki ku untuk terus berjalan menyusuri trotoar jalan yang cukup ramai malam  ini.   untung saja  aku menggunakan penyamaran lengkap hingga bisa mengecoh orang – orang sekitar . ku hentikan langkahku  tepat di sebuah bangku taman  yang tak begitu jauh dari dormku,  ku edarkan pandanganku ke seluruh  penjuru taman hingga aku terfokus pada pandangan yang sungguh menarik, di sama tak jauh dari bangku tempat ku duduk sepasang suami istri  yang telah lanjut usia sedang  melempar  pandangan  cinta satu sama lain. sungguh romantis, di usia  yang  sudah  tak  muda  lagi mereka tetap  menjaga keharmonisan hubungan mereka. saat  ajusshi itu pergi meningglkan  ajhuma  itu sendiri  Aku  masih tetap  betah   memperhatikanya. hingga ajhuma itu  menatap ka arah ku sepertinya  ia sadar  bahwa aku terus melihatnya  sedari  tadi.  Ajhuma  itu  tersenyum  tulus padaku aku balas tersenyum  walaupun sedikit canggung.  bagaimana  tidak  aku  sudah  tertangkap  basah  memperhatikanya.

 

Ku lihat ajhuma itu seperti memberi isyarat untuk aku mendekat ke arahnya  tanpa pikir panjang aku langsung  barjalan  ke  arah  bangku  dimana  ajhuma itu  duduk

 

“duduklah” ajhuma  itu sungguh cantik  jika  di  lihat  lebih  dekat

 

“ne!” kududukkan diriku di banku  tepat di tempat  ajhunsi  tadi duduk

 

“kau sendirian nak? Kau tak pergi bersama kekasihmu?” pertanyaan ajhuma  itu  spontan membuat ku mendongak kearahnya

 

“hm… aku tak punya kekasih ajhuma”

 

“benarkah? Padahal kau sangat cantik. Kenapa tak punya kekasih?” aku hanya dapat memberikan  senyuman  tipis ke arahnya  kalau di pikir – pikir benar juga perkataan ajhuma ini dengan wajahku yang terbilang cantik pasti  akan sangat mudah untuk memiliki kekasih tapi apa aku bisa menjalin hubungan  tanpa cinta sedangkan orang yang sangat aku cintai saat ini sudah menyerah.

 

“nak  kau  tak apa? Mianhe… bukan maksud  ku  menyinggungmu”

 

“annio! Ajhuma gwencana aku hanya teringat  seseorang  saja” ku hapus cepat air mata ku entah kenapa aku  begitu cengeng akhir  akhir  ini.  setiap memikirkanya aku akan berubah menjadi sosok wanita yang  lemah  mungkin ini pengaruh aku begitu merindukanya

 

“apa kau  begitu merindukan  orang itu?”

 

“nde?..” aku tercengang dengan pertanyaan  ajhuma  tadi.   bagaimana dia tahu aku  sedang  dalam ke adaan rindu berat pada  sosok  namja  yang  ku  sebut seseorang  itu

 

“sepertinya memang betul. Tanpa kau beritahupun aku bisa melihat sedalam apa kau merindukan orang itu. Apa dia sangat tampan?”

 

“ne!,  dia tampan,  sangat tampan”  tanpa sadar aku mengucapkan kata itu. aku tersenyum sendiri bila mengingat senyumanya

 

“kenapa tak menemuinya?  Bukankah kau  merindukanya?”

 

“aku tak  bisa ajhuma  di begitu jauh dan  sepertinya dia juga tak mau  lagi  menemuiku” entah mengapa aku  malah  lebih bersifat terbuka pada ajhuma ini bahkan pada eonnidul aku tak pernah seterbuka ini

 

“ajhuma harap cintamu bukan cinta sepihak”

Cinta sepihak? tentu tidak,  bahkan namja  itu berfikir cintanya lah yang  sepihak  tapi  tak apa ini lebih baik, dia memang  harus menganggap cintanya itu yang sepihak tak apa yoona ini lebih baik.

 

“kau  mengingatkanku  pada  sosokku  saat aku seusiamu” kurasakan tangan hangat ajhuma ini mengenggam tangan ku lembut tanpa melepas senyum  tulus yang ia berikan  untukku   “kau  lihat kan  tadi ajhusi yang bersamaku disini”

 

“maksud ajhuma nampyeon ajhuma yang duduk di sini tadi?”

 

“kau berfikir dia suamiku?” aku hanya mengganguk  tapi aneh kenapa wajah  ajhuma  ini  berubah menjadi sendu apa aku salah bicara

 

“dia yang tadi duduk disini bukan suamiku.  dia kang  taejin ,   teman ajhuma”

 

“teman?” aku  merengit bingung  jelas  jelas tadi aku  melihat adegan  yang  romantis  ke duanya  dan  pandangan  cinta  keduanya  begitu  nyata  bagaimana bisa  mereka  hanya sekedar  teman

 

“dulu aku pernah menolaknya,  karna memang dulu ajhuma  tidak pernah mencintainya. Tapi setelah  dia pergi  jauh dari ajhuma, entah mengapa ada perasaan  aneh yang menjalar di hati ajhuma. Sama hal nya seperti mu ajhuma  selalu saja merindukanya  padahal  ajhuma sendiri yang  menyuruhnya  untuk menjauh dan  melupakan ajhuma.   Ajhuma terus saja mencarinya yang menghilang entah kemana hingga ajhuma bertanya pada teman dekatnya kau tahu apa yang ia katakan?”   Aku mengeleng  pelan dan berusaha menjadi pendengar yang baik

 

“dia bilang  kang taejin sudah menikah dengan wanita yang di jodohkan dengannya di desa. Persaan sakit itu datang lagi saat ajhuma tahu ia telah menikah dan di karunai seorang putri.

 

“apa ajhuma tidak datang untuk melihatnya” aku  seperti  merasakan  apa  yang  ajhuma rasakan  mungkin karna kisah ajhuma sama  seperti  kisahku walaupun ada begitu banyak perbedaan .

 

“Ajhuma pernah sekali menemuinya di desa tempatnya dan  keluarganya tinggal dan ternyata hari itu adalah hari dimana istrinya meninggal.  Ajhuma  pikir taejin akan bersikap dingin pada  ajhuma  saat  datang  di  sana tapi malah ajhuma di sambut dengan baik oleh keluarganya kecuali putrinya,  putri taejin tidak suka melihat ajhuma   ada di sana dia bilang ajhuma yang membuat eomma dan appanya selalu bertengkar sampai ibunya jatuh sakit dan meninggal”

 

“lalu apa yang terjadi setelah  itu?”

 

“ setahun setelah kematian istrinya  taejin  datang.  Dia memintaku untuk menjadi istrinya dia bilang kalau  persaannya sampai saat ini tak pernah berubah. Ajhuma tentu saja menerimanya karna ajhuma pun  mersakan hal  yang sama. Tapi  nyatanya semua tak semudah yang ajhuma pikir. Minji  putri tejin menentang  keras  pernikahan ajhuma denganya  dari awal dia memang tak suka dengan ajhuma. Hingga ajhuma meminta  taejin untuk tak usah  menentang kemauan  anaknya.  ajhuma meminta taejin untuk menjadi teman ajhuma saja  toh  kami  juga sudah terlalu tua untuk menikah”

 

“apa ajhuma  tidak menyesal dengan keputusan ajhuma padahal tinggal meyakinkan  anaknya saja untuk bisa menikah dengan  orang yang ajhuma cintai”

 

“tentu saja menyesal.  Tapi bukan menyesal karna tidak bisa menikah denganya yang ajhuma sesalkan  adalah saat  ajhuma menolaknya.  saat itu  ajhuma tak mau memberinya kesempatan untuk bisa dekat dengan ajhuma.   dan lagi kau tahu? Hari di mana ia mengucapkan  kata cintanya untuk yang terakhir kali dan untuk yang terakhir kali juga ajhuma menolaknya  itu adalah kesempatan terakhirnya.   Hari  itu  ia di beri kesempatan oleh keluarganya untuk memilih calon istri sendiri  dan dia berjanji  jika   yeoja yang di cintainya itu  menolaknya dia akan mengikuti kemauan  keluarganya untuk menikah dengan pilihan orang tuanya. Dan dengan bodohnya ajhuma melepaskan kesampatan terakhirnya itu.  Ajhuma hanya bisa berandai  andai  kalau  saja waktu  bisa  terulang kembali  ajhuma  pasti akan  menerimnaya dan saat  ini ajhuma  dan taejin  bisa memiliki keluarga kecil yang bahagia”

 

“apa  ajhuma sudah menikah” tanyaku hati – hati takut  ajhuma di depanku saat ini tersinggung

 

“belum !.  ajhuma sempat berfikir untuk  menikah  tapi  ajhuma urungkan niat  itu  karna biar bagagaimanapun orang yang ajhuma  cintai  sedang menanti ajhuma untuk mengisi kembali kekosangan dalam hatinya  dan  juga  ajhuma sudah berjanji pada diri ajhuma sendiri untuk tidak menikah dengan orang lain sealin  dengan taejin yah walaupun itu mustahil lagi untuk kami”

 

“apa ajhuma baik – baik saja dengan itu? Maksudku  apa ajhuma  tidak merasa kesepian   biar bagaimana pun  seorang  wanita  butuh sebuah  status perhatian dan  juga  kasih  sayang  aku saja  sangat sulit untuk  mencoba  baik – baik saja di  saat  harus  melepas  orang  yang  begitu ku cintai”

 

“tentu tidak!,   ajhuma merasa sangat sedih dengan jalan yang tuhan berikan untuk kisah cinta ajhuma ini. Tapi itu bukan masalah  ada  taejin  yang  selalu berada  di  sisi ajhuma  walapun tanpa  status  yang  jelas  tapi dengan adanya dia  itu  sudah cukup  untuk ajhuma.

Ajhuma jadi sangat penasaran dengan namja itu.  orang yang kau cintai itu apa dia juga seorang aktor?”

 

“ne?” aku yang semula terhanyut dalam kisah sedih yang  ajhuma ceritakan  malah  di buat terhenyak karna pertanyaan yang di lontarkan ajhuma barusan. apa  dia mulai sadar siapa aku

 

“kau yoona-ssi kan? Member girl band soshi?”

 

“b-bagaimana ajhuma bisa tahu?” ternyata benar ajhuma ini sudah mengetahui  siapa aku hahh bagaimana ini aku bahkan sudah blak –blakkan menceritakan kehidupan pribadiku padanya walaupun hanya sedikit tapi pasti akan  menjadi  masalah  besar  jika sudah sampai ke tangan media massa yang sungguh sangat berlebihan dalam  memberitakan sesuatu. Penyamaranku yang sudah sempurna ini ternyata tidak ada gunanya

 

“jangan  memasang  wajah  seperti  itu,  kau tenang saja  aku takkan  membocorkan rahasiamu. ajhuma senang sekali  bisa berbicara dengan  idola besar sepertimu  ternyata tidak hanya cantik kau juga orang yang  cukup santun tak heran  kau  begitu terkenal”

 

“ajhuma ini bisa saja!” aku sekarang bisa bernafas lega  karna ajhuma ini mau membantuku menutup mulut atas apa yang aku ceritakan barusan

 

“apakah  namja yang  kau  maksud  itu  juga mencintaimu yoona-ssi?”

Aku  terdiam sejenak aku  tak  tahu  harus  jujur  atau  tidak.  mungkin kalau ajhuma ini tidak mengenaliku aku akan langsung saja bilang bahwa siwon oppa namja  yang  ku maksud itu juga memiliki  rasa yang  sama  denganku   namja itu juga sangat mencintaiku

 

“tentu saja d-dia juga punya persaan yang sama denganku. Hanya saja sama halnya seperti ajhuma  aku menolaknya dan dia sekarang  sudah  menjauh dariku”  pada akhirnya aku jawab pertanyaan ajhuma ini dengan  jujur  karna aku takkan   tega melihat wajah ajhuma yang  menanti   jawaban atas pertanyaannya barusan

 

“kenapa begitu? kenapa kau menolaknya?  padahal kau mencintainya”

 

“ada seseorang yang juga sangat mencintainya ajhuma,   dan  aku  tak mungin menerima cinta namja yang di sukai  oleh teman yang cukup dekat denganku bahkan  sudah  menjadi eonni bagiku aku takkan tega membuat hatinya  terluka dengan menerima  namja yang  jelas- jelas sangat di cintainya”

 

“aku mengerti persaanmu. tapi cobalah belajar dari  pengalamanku  yoona-ssi  sebelum semuanya terlambat, sebelum  semuanya  menjadi  penyesalan untukmu  pikirkan lah  baik – baik apa  keputusanmu  menolaknya  itu  benar  atau  tidak. Bukankah  lebih baik membuat satu hati terluka di bandingkan tiga hati yang nantinya akan terluka. Cobalah untuk berfikir  apa kau bisa tampanya? Apa  kau  bisa mendapatkan orang  yang  sama  seperti dia? Yang begitu menyangimu  denagan cinta dan  hatinya walaupun aku tak tahu siapa namja beruntung  itu  tapi  ingatlah pesan ku  ini  hm?”

 

aku terdiam kembali .  benar juga apa yang ajhuma katakan cinta dan kasih sayang yang siwon oppa berikan padaku  apa bisa di bandigkan  dengan orang lain apa bisa di gantikan oleh orang lain cintanya yang selalu untukku,  hatinya yang  penuh  dengan  harapan untuk bisa bersamaku apa bisa di tukar dengan yang lain  aku rasa takkan ada orang yang begitu tulus mencintaiku seperti cinta siwon oppa untukku.

 

Yoona pov end

 

 

you’re my everything to me
you’re my everything to me
haneul ui byeolcheoreom hwanhageh bichwojuri
geudaeneun naman ui sarang
yeonywonhan namanui sarang
uri saranghaeyo

 

(Kau segalanya untukku
Kau segalanya untukku
Harap bersinar seperti bintang di langit
Kau hanya mencintaiku
Selamanya hanya mencintaiku
Kita saling mencintai)

 

Siwon pov

 

Hari ini kembali aku menjalani syuting drama ku.  ini bahkan sudah hampir 3 bulan aku berada di hongkong dan tinggal dua episode lagi maka  semuanya selesai. kerja kerasku  beradu akting bersama aktris dan aktor  hongkong  akan segera berakhir.  semuanya akan berakhir seminggu lagi. Penantianku selama 3 bulan ini  akan berakhir minggu depan, minggu depan aku sudah bisa lagi melihat wajahnya dan bisa kembali  mendengar suaranya.

 

aku sungguh merindukanya 3 bulan ini aku berusa menahan semua rasa rindu yang tak tertahankan ini untuk segera menemuinya.  Aku ingin memastikan sendiri bahwa apa yang di katakan  sooyoung  pada ku 3 bulan yang lalu benar adanya, yoona juga mencintaiku namun ada hal yang  membuat  yoona selama ini harus  menjaga jarak denganku. Sebenarnya aku ingin menanyakan apa yang membuat yoona begitu pada sooyoung tapi sepertinya sooyoung juga tak bisa memberi tahukanya padaku, ia bilang sudah terlanjur berjanji pada yoona kalau dia takkan membocorkan rahasia itu padaku.

biarlah aku tak perlu tahu apa rahasia itu tapi yang jelas aku sudah cukup tahu kalau yoona orang yang selama ini sangat aku cintai ternyata juga punya perasaan yang sama denganku dia mencintaku.

 

 

.

 

.

 

.

“apa kau tak punya pekerjaan lain selain melamun terus?” aku hanya diam  tak mau menanggapi pertanyaan bodohnya itu  kulihat ke arah samping kananku dimana maneger hyung duduk sambil bersandar pada sandaran sofa.  Aku memang sudah selesai menyelesaikan beberapa sin  untuk  2 episode terakhir tadi di lokasi syuting dan sekarang aku sedang bersantai di apartement  tempat di mana  selama 3bulan ini ku tinggali

 

“bagaimana dengan yoona apa dia sudah menghubungimu?” pertanyaan manager hyung membuatku menghentikan aktifitasku  memutar –mutarkan  ponsel di lenganku.  manager hyung memang tahu kalau aku menyukai yoona  anni,  maksudku mencintai yoona karna memang di antara kami tak pernah ada rahasia apapun

 

“annio!. Bahkan pesan saja tidak ia kirimkan” jawabku  lemas padahal aku sungguh berharap dia mau menghubungiku walaupun hanya sekali

 

‘ini benar – benar di luar dugaan,  ku kira  yoona yang akan menghubungi mu duluan”

 

“ini semua karna ide anehmu itu!.  padahal aku  sangat  ingin mendengar suaranya” aku menatap tajan ke arah maneger hyung yang masih asyik bersandar di sofa bagaimana tidak,  ide  anehnya  yang menyuruhku untuk tidak menghubungi atau mengirimi pesan pada yoona dengan alasan yoona pasti akan langsung menghubunguku  tidak terbukti sama sekali sampai saat ini yoona belum  juga  menghubungiku padahal ini sudah hampir 3 bulan.

 

“kau ini manja sekali. ahh… aku lelah sekali! Wonie buatkanlah aku minuman”

 

“mhwo? Aku tak mau! Hyung buat sendiri saja sana!” apa tak salah di menyuruhku membuatkan minuman untuknya hahh… yang benar saja dan apa tadi dia bilang ?  lelah? Bukan  harusnya aku yang mengeluh padanya, harusnya aku yang bilang lelah padanya kenapa jadi dia yang lelah sekarang bahkan pekerjaanya hanya duduk diam  depan ipad yang selalu ia bawa.  aktifitasnya itu sama sekali tidak menguras keringat sedikitpun

 

“hahh… kau in! Berbuat baiklah sedikit padaku aku selalu mengatur jadwalmu tidakkah kau kasihan padaku ini?”

 

“tidak! Untuk apa aku kasihan padamu? Kau kan sudah besar.” jawabku cuek aku melirik kearah nya  yang  sepertinya  sedang  menahan  kekesalanya

 

“yak!! Kau ini” aku langsung berlari ke arah kamarku menghindari amukan maneger hyung yang pasti sangat kesal

 

 

Kembali  ku  hela nafas berat selalu begini setiap aku sendiri seperti ini bayangan yoona selalu muncul. Bagaiman kedaanya sekarang apa dia sudah makan? apa  dia masih saja sibuk dengan jobnya yang padat itu?  oh tuhan aku  benar  benar  merindukanya tidak bisakah kau munculkan dia  di  depanku saat ini aku  ingin  melihat  wajahnya  aku  sungguh merindukanya.

 

yoong apa kau juga merasakan hal yang sama di sana? Kau merasakan rindu yang sama denganku? Aku harap  jawabanya  adalah  iya.  bahkan jika kau bilang tidak sekalipun aku akan tetap merindukkanmu.

 

Siwon pov end
geudae hanamyeon nan chungbunhaeyo
i byeolhaneun il eobseulgo eh yo
geudaeehgeh sangcheohjuneun il
nuneul heulrigeh halril na eobdorok

 

(Yang aku butuhkan adalah kau
Kita pernah  menjadi bagian dari satu sama lain
Apa pun yang akan menyakitimu
Tidak akan  ada yang  menyebabkan air mata  terjadi)

 

Sore hari yang cerah membuat pemandangan di sekitar  begitu  indah apa lagi dengan tiupan angin yang begitu  menyejukkan. Terlebih bagi sosok cantik yang tengah menatap  pemandangan sore. Semilir angin yang bertiup mengenai sela sela rambutnya yang ia biarkan tergerai  indah apa  lagi  matanya  yang mengatup menambah  kesan kharismatik  dari lekukan – lekukan wajahnya yang  nampak sempurna.

 

Sosok cantik itu duduk sendirian   Dengan  posisi   menyandarkan diri  pada dinding  balkon  kamarnya sambil  sesekali menghela nafas   seperti sedang menanggung beban  yang  cukup berat. Hingga sebuah suara memaksanya membuka mata

 

“yoong!! ” pekik sooyoung kegirangan

 

“waeo?”

 

“siwon oppa sudah pulang  dia  baru  saja  tiba di seoul”

 

“memang  kenapa?”  tanya yoona

 

“isshh… kau ini! Kau tak mau memperbaiki hubunganmu denganya?  Paling tidak kau bisa memper  jelas semuanya.”

 

“aku tak punya hubungan apapun denganya eonni! dan  aku  tidak sedang  dalam  posisi yang salah hingga harus memperjelas sesuatu ”

 

“yoona ya  kau  tak  lelah  begini  terus  kalau siwon oppa nantinya akan  berpaling darimu bgaimana? Apa  kau  sanggup untuk itu? ”

 

Yoona memutar matanya jengah  kenapa  sooyoung selalu saja mengurusi urusanya tidakkah dia mempunyai pekerjaan lain selain mengurusi urusan orang lain. Walaupun yoona memang tidak  menginginkan sampai siwon berpaling darinya  tapi  tidak bisakah sooyoung untuk saat ini diam dan membiarkannya mencari ketenangan.

 

“yoong ku mohon dengarkan aku sekali ini saja”

 

“lalu aku harus  apa? Apa aku  harus mengakui aku mencintainya  dan  ingin  memiliki hubungan lebih dengannya begitu?  aku tak bisa eonni sudah kukatakan aku tak ingin menyakiti persaan ste…”

 

“Tapi kau menyakiti perasaan mu sendiri yoong!.  Ayolah!  tuhan  sudah memberimu jalan untuk bisa memilikinya tuhan sudah menghendaki kau dan siwon oppa bersama”

 

Yoona terdiam berusaha menyerapi semua perkataan  sooyoung  dia memang sudah memikirkan  untuk mengakui perasaanya pada siwon  tapi apa kah ini benar,  apa  ia benar – benar harus mengakui perasaanya itu.

 

“aku mengerti persaanmu. tapi cobalah belajar dari pengalamanku yoona-ssi sebelum semuanya terlambat, sebelum semuanya menjadi penyesalan untukmu  pikirkan lah baik – baik apa  keputusanmu menolaknya itu benar atau tidak. Bukankah lebih baik membuat satu hati terluka di bandingkan tiga hati yang nantinya akan terluka. Cobalah untuk berfikir  apa kau bisa tampanya? Apa kau bisa mendapatkan orang yang sama seperti dia? Yang begitu menyangimu  denagan cinta dan  hatinya walaupun aku tak tahu siapa namja beruntung itu tapi ingatlah pesanku ini  hm?”

 

Tiba – tiba  ia mengingat kejadian di taman  se bulan  yang lalu diamana ia bertemu dengan seorang ajhuma yang memberikanya sebuah pelajaran hidup yang berharga.

 

 

Yoona mengangkat wajahnya yang tertunduk menatap sooyoung yang menanti jawabannya “apa aku belum terlambat eonni? Maksudku apa siwon oppa masih mau menerimaku?”

 

“tentu saja! Ahh akhirnya kau sadar juga” jawab sooyoung sumringah ia tak dapat menghalau rasa senangnya karna  akhirnya yoona mau mengikuti kemaunya ah tidak  tapi sarannya akhirnya kali ini yoona mau  mendengarkanya yoona mau  menyatakan  persaannya walaupun sooyoung sudah  memberi tahu siwon  tentang yoona yang juga mencintainya tapi tetap saja yoona harus memberitahuknya sendiri.

 

 

                                                             ***

 

 

hari yang di tunggu – tunggu oleh siwon pun tiba di mana kontrak  kerjanya bermain drama telah usai dan kini tiba saatnya untuk pulang  ke  seul dan menemui yoona untuk memperjelas semuanya.   Tapi sepertinya  ia harus menundanya karna hari ini ada rapat di kantor  SM bersama membernya padahal ia baru saja tiba tapi sepertinya tak ada waktu baginya bersantai sementara jadwal member suju makin padat menjelang konser  super show 5.

 

Sebenarnya Bisa saja ia melewatkan  rapat hari ini tapi siwon akan merasa sangat tak enak hati pada petinggi SM Ent.  siapa lagi kalau bukan Lee sooman yang ikut andil dalam proyek sushow5  mereka kali ini.  Dan di sini lah dia berada di antara para member suju dan cru yang bertugas dalam  persiapan konsernya yang tengah membahas lagu dan koreografi apa saja yang nanti akan di tampilkan.

 

 

 

Rapat yang Hampir setengah jam  itu  pun selesai ruang  rapat pun juga sudah mulai kosong hanya ada siwon dan beberapa member suju yang sedang bercengkrama.

 

“wonie ah kajja kita pulang bersama!.” ajak sungmin sembari berjalan mendekat ke arah siwon yang sedang merapikan beberapa lembar brosur  konser yang berserakan di atas meja

 

“mianhe aku tak bisa pulang bersama kalian, aku masih ada urusan.  hyung duluan saja”

 

“ya sudahlah kalau begitu kami pergi dulu dan kau jangan pulang terlalu larut ingatlah kesehatan mu bisa saja memburuk. ku dengar dari maneger hyung bahwa kau terlalu memaksakan diri untuk tetap menyelesaikan syutingmu. aku jadi khwatir kau jatuh sakit wonie”

 

“ne aku tahu itu! Berhati – hatilah di jalan”  perkataan siwon barusan hanya di jawab dengan anggukan kepala mengerti dari  sungmin dan kyuhyun yang memang tinggal mereka bertigalah yang  ada di ruang rapat itu karna member lainya sudah pulang lebih dulu.

 

Siwon masih sibuk dengan tumpukan brosur yang berserakan di meja hingga perhatiannya teralihkan pada pintu rapat yang terbuka dan dapat ia lihat sosok wanita yang memang ia kenal.

 

“s-stella?”

 

“waeo? Kau tak suka melihatku di sini?”

 

“annio! Aku hanya terkejut setahuku kau masih di Inggris”

 

“apa salah aku pulang ke negara tempatku berasal  lagi pula aku juga merindukan teman temanku di sini”

 

“benarkah?   Ku pikir kau pulang karna merindukanku”

 

“yah…. yah… kau juga termaksud di dalamnya. Kenapa kau sendirian di sini?  yang lain kemana?   Manegermu bilang oppaduel  ada di sini tapi kenapa hanya kau saja yang ada di sini?”

 

“yang lain sudah pulang duluan.  Sejak kapan kau pulang?”

 

“seminggu yang lalu”

 

“mwho? Seminggu yang lalu?  yak!  kau sudah seminggu di sini tapi kenapa baru muncul sekarang?”

 

“ memangnya aku datang ke seoul  hanya untuk  bertemu kalian? Aku juga punya keluarga yang merindukanku”

 

“setidaknya kabari aku jika kau pulang . keterlaluan sekali”

 

Stella terkikik geli melihat ekspresi merajuk siwon yang sungguh sangat lucu menurutnya. Ternyata pria yang ada di hadapnya ini tak pernah berubah  image nya saja yang di bilang sebagai pria maskulin yang tidak hanya tampan dan berkarisma tetapi juga memiliki sikap yang  kekanakan seperti saat ia merajuk saat ini.

 

“kenapa  tersenyum begitu? apa ada yang lucu?”

 

‘annio!”stella melihat ke arah jam  yang  melekat pada lengan kanannya lalu menghembuskan nafas beratnya  “sebenarnya masih banyak yang ingin aku ceritakan padamu tapi sepertinya aku harus kembali ke rumah, keluarga ku mengadakan perayaan kecil di sana. Kalau kau tak sibuk kau bisa ikut bersamaku”

 

“ sebenarnya aku  mau  hanya saja aku tak bisa.  aku harus ke suatu tempat ada  urusan  yang mendesak  mianhe” ucap siwon menyesal karna memang ia menunggu hari kepulangannya ini untuk memperjelas hubungannya dengan yoona ia tak mungkin membiarkan hari ini berlalu begitu saja dengan pergi bersama stella  ke  acara  keluarganya. Tidak, ia tak mungkin lagi menunggu terlalu lama siwon sudah cukup menunggu selama ini untuk dapat berbicara dengan yoona tentang  persaannya terlebih fakta yang ia dapatkan dari sooyoung membuatnya makin penasaran  untuk menanyakanya langsung pada yoona.

 

“ya sudah aku pergi dulu” baru beberapa  langkah stella berbalik lagi dan memajukan lankah kembali  berhadapan dengan siwon dan tampa di duga – duga stella melayangkan sebuah kecupan singkat di sana,  tepat di bibir siwon walaupun agak berjinjit agar bisa menyamai tinggi badanya dangan  siwon.

 

Lalu apa yang di rasakan siwon? Terkejut? Tentu saja ia bahkan tak bisa berkata apa- apa kejadian tadi begitu singkat membuatnya  hanya  menatap wajah stella dengan tatapan terkejut tak mengerti sekaligus bingung dengan perilaku stella yang sungguh berani mencuri ciumanya dan  itu  di lakukan  dengan sengaja

 

Stella hanya tersenyum  malu atas apa yang ia lakukan. Bahkan dia sendiri tak mengerti kenapa bisa melakukannya mungkin juga karna kebiasaanya yang tinggal  di lingkungan yang semua orang   menilai cukup lumrah jika berciuman  walaupun dengan teman sekalipun

 

“mianhe oppa aku terbisa pamit dengan cara itu, aku lupa kalau aku sedang tidak berada di inggris.   Ahh!  aku jadi malu sendiri” stella menutup wajahnya karna malu atas apa yang ia lakukan

 

Siwon hanya dapat mengla nafas sejenak memaklumi stella yang mungkin memang sudah biasa   melakukanya .  mata nyalangnya tak sengaja menatap sekelebat bayangan dari arah pintu  ruangan  yang tak tertutup rapat. Siwon terdiam  menerawang  ia sempat melihat  sepatu dari orang itu dan sepertinya sepatu  itu  tak asing baginya ia seperti pernah melihat sepatu itu tapi dimana?  Sepatu  hitam dengan pinggiran berwarna  emas itu seprti sangat familiar buatnya kalau tak salah  ia pernah menghadiahkan  sepatu yang sama persis  seperti itu pada yoona saat ulang tahunya. Tunggu dulu!.  yoona ?.   ia terkesiap begitu saja dan berlalu mengejar orang yang ia curigai sebagai yoona dan meninggalkan stella yang menatap binggung ke arahnya.

 

Siwon berusah mencari sosok yang ia pastikan sebagai yoona itu ia menengok  ke  arah kiri dan kanan yang mungkin saja  ia  masih bisa mengejar  orang tadi.

 

“kau mencari siapa?” pertanyaan yang terlontar dari  manegernya membuatnya menoleh ke arah pria yang memandang kebingunga ke arahnya

 

“yoona!.  aku mencari yoona?  apa kau melihatnya? Apa kau lihat yoona lewat  di sekitar sini?” siwon benar – benar  menghujami  manegernya  dengan pertanyaan – pertanyaannya  hatinya tak tenang  jika mengingat kejadian di mana ia berciuman dengan stella  walaupun hanya kecupan yang sangat singkat tapi ia berharap yoona tak melihatnya

 

‘yoona? Aku tak melihatnya. Memang ada apa? Kau bertemu dengan yoona? Bukankah tadi stella mencarimu? Apa kau  tak  bertemu  dengannya?” manegernya  malah balik  menanyakan hal yang mungkin saja membuat siwon kesal pasalnya siwon sedang panik saat ini dan bisa – bisanya dia  menanyakan hal yang tak pentin g seperti itu

 

“aku tak bisa cerita sejarang hyung!. Aku harus mencari yoona” siwon baru akan beranjak ketika manegernya  menahan tanganya “waeo?” tanya siwon kesal

 

“aku sepertinya melihat yoona masuk lift dan menuju  basement  tadi.   tapi aku juga tak yakin kalau itu yoon karna ia memakai topi”

 

“kenapa baru bilang sekarang”  siwon langsung berlari secepat yang  ia bisa untuk memastikan  yang  ia  lihat tadi yoona atau bukan sampai sampai ia melupakan  kinerja lift yang munkin bisa mempermudanhnya untuk menuju  lantai basement.

 

Dengan langkah yang di paksakan siwon berusah  mengedarkan kembali pandanganya ke seluruh wilayah basement dan benar saja di sana ia melihat wanita yang  dapat ia pastikan kalau itu yoona dan sepetunya persis seperti sepatu  yang  tidak sengaja  ia lihat saat di pintu ruang rapat. Yoona membelakanginya hingga ia tak dapat melihat apa yang  yoona lakukan ia berjalan mendekat pada  sosok  yoona yang  terlihat sangat castual dengan perlengkapan menyamarnya. Langkahnya terhenti begitu menyadari apa yang sedang di lakukan yoona , yoona menangis? Kenapa ia tak menyadarinya?, isakan  pelan yoona membuatnya merasakan  nyeri di ulu hatinya  apa yoona melihatnya tadi ?  yoona melihatnya berciuman? Oh  tidak yoona pasti sudah  salah paham. Siwon mendekat lalu membalikkan badan yoona dengan begitu mudah hinga  mereka kini saling berhadapan

 

“ yoong?..  kau menagis?” siwon meraih wajah yoona  dengan kedua tanganya yang menyentuh  permukaan kulit yoona yang basah  dan benar saja siwon bisa dengan jelas mnelihat buliran –buliran air mata yoona yang  jatuh denga bebasnya

“kanapa kau mengis yoong? Katakan kenapa kau menagis? Apa kau meliahtanya tadi? Kau melihat stella menciumku?”

 

Yoona diam dan tetap membiarkan airmatanya jatuh tergerai  pada tengan siwon yang mesih memegang wajahnya penuh kelembutan

 

“yooan ku mohon katakan sesautu ! jangan terus menangis seperti ini jangan buat aku bersedih yoong kumohon katakan sesuatu?”

 

“apa yang harus ku katakan?”

 

“apa pun yang ada di benkmu katakanlah kau tak ingin menanyakan  kenapa stella menciumku tadi? saat stella menciunku tadi kau melihatnya kan karna itu kau menangis sperti ini?”

 

“lalu kalau aku melihatnya kau akan bilang apa?”

 

“tentu saja aku bilang itu salah paham dan  itu memang kenyataanya stella sudah terbisa dengan budaya barat yang mengharuskan berpamitan dengan cara….”

 

“mencium? Begitukah? Lalu apa hubunganya denganku? Untuk apa menjelaskan semua itu padaku?”  yoona memotong perkataan siwon dengan cepat

 

“jelas ada! Kau sudah salah paham semua itu tidak seperti  yang kau lihat”

 

“kata siapa aku salah paham? Jangan mengabil keputusan seenakmu  saja!  Kau pikir aku cemburu?  Begitu?”

 

“ lalu kenapa kau menagis jika kau tak cemburu?”

 

“itu urusanku!” yoona menepis kasar tangan siwon yang masih menempel di wajahnya  “Dan lagi jika kau mau bercuiman dan bercumbu dengan stella itu bukan masalah untukku” lanjutnya masih menatap tajam kearah siwon yang terdiam mendengarkan penuturanya.

Yoona berbalik dengan perlahan . lagi  untuk kesekian kalianya air bening itu jatuh secara bersamaan di kedia pelupuk matanya. Ia mekin memperepat lankahnya  hingga    meninggalan siwon begitu saja  dan masik kedalam mobil dan memacu nya dengan kencang.

 

Siwon kembali terdiam dan entah ini juga untuk keberapa kalinya ia menagis , menagisi yoona yang tak mau  jujur pada perasaanya  bahwa  pada kenyataanya yoona juga mencintainya .  ia dibiat bertanya – tanya akan rahasia apa yang sooyoung tutupi darinya tentang yoona. Ia harus mencari tahu rahasia itu sesegera mungkin kalau memang ia ingin yoona bersamanya ia harus segara  mengatahui rahasia yoona itu secepatnya.

 

 

Lagi  dan  lagi, siwon maupun yoona  tak pernah sekalipun  bertemu sejak  kejadian  itu entah sudah berapa kali hal  ini  terjadi  jika ada pertengkaran kecil di anatara keduanya, mereka tak pernah bertemu  kembali dalam jangka waktu yang lama. Dan itu berlaku kembali kali ini, semenjak kedapatnya siwon yang di cium oleh stella tempo hari hubungan yoonwon kembali meregang. Sebenarnya siwon ingin sekali menemui yoona dan  memohon maaf atas kejadian yang memang di luar ke inginanya namun lagi – lagi  jadwalnya kembali menjadi penghalang untuk nya meminta maaf  dan mau tak mau ia harus bersikap profesional seolah –olah tidak terjadi apa apa pada di rinya namun kenyataanya saat ini ia sedang tertekan karna memikirkan  yoona yang  kabarnya mengambil cuti dua minggu untuk ke jepang menemui ayahnya yang tinggal dan menetap di sana.

 

Dan selama itu pula ia di buat kebingungan dengan yoona yang kali ini nampaknya benar – benar menjauh darimya. Siwon bukan tak ingin berusaha menemui yoona ke jepang hanya saja sooyoung dan yuri memperingatinya untuk sementara waktu  membiarkan yoona tenang dulu baru setelah itu mereka akan berusa mempertemukannya dengan yoona dan menyelesaikan masalah yang sungguh menjadi sangan sulit untuk di selesaikan.

“soo  tidak bisakah kau berbohong padanya?,   mengajaknya bertemu misalnya ? aku sudah sangat merindukanya”  siwon merengek lagi  dan ini sudah ke tujuh  kalinya ia memohon pada sooyoung agar mau  mengajak bekerja sama denganya untuk  dapat  kembali  bertemu dengan yoona yang telah kembali dari cutinya dari jepang

“sudah ku bilang oppa ini sungguh sulit yoona bahkan tak mau menegurku  saat kami perform bersama dan itu juga karna tindakan bodohmu bisa – bisanya kau berciuman dengan stella di depanya” sooyoung kembali terpancing emosi jikalau  mengingat apa yang di ceritakan oleh yuri bahwa yoona  melihat siwon namja di depanya ini tengah berciuman di ruang  rapat  SM

“hahhh… kapan kau bisa mengrti aku  soo? Aku  tak sengaja melakukan itu stella sendiri yang duluan menciumku dan—“

 

“Dan kau menikmatinya ia kan? Kalian sama saja kau dan stella benar – benar membuatku pusing aku heran kenapa yoona begitu mencintaimu?”

“kau menyelahkanku lagi! Aku tak butuh  itu soo aku  hanya ingin bertemu dengan yoona. Kau bilang akan mempertamukanku dengannya setelah  ia tenang ini sudah seminggu soo seminggu!! Kau tak tahu betapa tersiksanya aku”

“dan oppa pun tak tahukan kalau seminggu ini juga yoona menjaga jarak denganku!. Ini semua juga karna stella aku sudah memberitahunya kalau  kau dan yoona saling mencintai tapi  ia  malah  membuat  ke onaran”

“stella? Kenapa kau memberi tahukan padanya? Apa ada yang tak aku ketahui?”

“ya!  Dan itu adalah rahasiaku dengan yoona yang pernah aku katakan tempo hari dan juga aku punya rahasia dengan  stella.  Jadi  Kau oppa berjuanglah sendiri aku tak bisa membantumu lagi   sekarang  aku  tak  ingin  lagi  menengahi pertengkaran  kalian lagi .  aku sudah mendapat karma karna masalah kalian.  kau tahu yoona saat marah itu benar – benar membuatku pusing sikap dinginya itu  oh aku tak bisa membayangkanya”

sooyoung kembali menerawanng bagaimna wajah  yoona saat bertemu denganya bukan han haya padanya memang tapi pada seluruh member kecuali yuri dia bahkan lebih menutup dirinya sekarang entah apa yang membuatnya begitu tapi sooyoung beralibi bahwa secara tak langsung ia terkait dalam perubahan sikap  yoona .

“kalau begitu apa rahasia kalian  tolong  katakan padaku”

 

“oppa cari tahulah sendiri aku tak   bisa lagi membantumu”

“soo…. ku mohon!”

 

.

 

.

 

.

you’re my everything to me
you’re my everything to me
uri byeonchimayo
seh wo ri heu reundaedo
geudaeneun naman ui sarang
yeongwonhan naman ui sarang
uri saranghaeyo
seul peum eobneun sesang eseo uri


(Kau segalaku untukku
Kau segalaku untukku
Mari kita tidak berubah
Bahkan seiring berjalannya waktu
Kau hanya mencintaiku
Selamanya hanya mencintaiku
Kita saling mencintai
Di sini tanpa kesedihan)

 

Siwon berlari  dengan sekencang mungkin menuju lantai 11 apartment yoona di kawasan gangnam. Yah,  seperti yang di katakan sooyoung  bahwa yoona memang  lebih tertutup dan memilih untuk menempati apartementnya lagi dan hanya sesekali datang ke dorm itupun  untuk mengambil beberapa lembar baju.

Siwon berhenti tepat pada pintu apartemen  bernomor  305 di mana ia yakin yoona  tengah berada di dalam .

Teet..teet…!!!

Teet..teet…!!!

Teet..teet…!!!

Teet..teet…!!!

siwon terus menekan  tombol intercome pintu apartemen yoona sambil sesekali meneriaki nama yoona berharap dengan itu yoona akan keluar.

ia bahkan   tak perduli saat ini sudah hampir memasuki  jam  11 malam  dan mungkin saja dapat menggangu pemilik apartemen  lainya  karrna suara bising yang ia ciptakan .

“yoona!! Aku  tahu kau di dalam, ku mohon keluarlah”

Hening Tak ada jawaban…..

“yoona  kita perlu bicara!!” siwon seperti tak kehabisan akal ia bahkan berusaha mendobrak pintu aprtement yoona yang  pasti semua itu hanya sia-sia mengingat ini adalah  apartement elit  dan  pastinya pintu apartement itu bukan  pintu yang  terbuat dari bahan sembarangan pintu aprtement  itu  telah di lapisi baja tebal yang  tak  memungkinkan untuk siwon dapat mendobraknya dengan mudah.

“apa yang kau lakukan?”   sebuah  suara terdengar  dari arah kirinya membuatnya berhenti dari aktifitasnya mendobrak pintu  dan dapat  ia yakini suara itu adalah  suara yoona yeoja yang berusaha ia panggil dengan segala cara untuk keluar dari dalam  aprtementnya yang nyatanya  yoona sedang  tidak ada di dalamnya

“yoona…” siwon melangkah maju dan langsung memluk yoona begitu erat sampai-sampai mebuat yoona susuah mengatur napasnya “kenapa tak bilang yoong? Kenapa tak mengatakannya padaku?

“apa maksudmu oppa?  aku tak mengerti? Dan  t-tolong  lepas,  kau  membuatku  s- sesak” yoona berusaha melonggarkan pelukan siwon tapi pelukan namja itu malah makin mengencang

“annio sebelum kau  katakan alasanmu! Kenapa kau mnyembunyikanya dariku, kenapa tak bilang  kalau kau selama ini menjaga persaan stella?”

Ucapan siwon membuat yoona terdiam ‘ namja ini bagaimana ia tahu rahasia itu?, ah! Harusnya ia bisa menduga kalau  sooyoung  yang membocorkan rahasianya’.

Memang  yoona berusaha menjauhi siwon dan bersikap acuh  padanya karna ia tak ingin melukai hati stella yang mengaku  juga  menyukai siwon saat menjadi trainer dulu ia tak mungkin melakukan  hal  itu,  berpacaran dengan siwon  akan  membuatnya merasa sangat bersalah pada stella dan lagi kejadian beberapa minggu lalu membuatnya yakin  kalau stella masih menyukai siwon hingga mau tak mau  ia harus merelakan  kata cinta  keluar dari mulutnya  yang harusnya ia ucapkan pada siwon hari itu di mana insiden berciumanya stella dan siwon.  Hingga membuatnya seperti saat ini yoona bahkan  seperti tak mengenal dirinya sendiri. Ia menjadi  orang yang penuh dengan  rasa was-was sepertinya ia menggangap tuhan sudah mempermainkan kehidupanya terlalu jauh.

“yoong …?” siwon melepaskan pelukanya dan menatap wajah  yoona yang terdiam dengan mata yang berkaca – kaca. “uljjima!.  jangan menangis  ku mohon “ siwon menyeka iar mata yoona dengan lembut saat tetesan air itu jatuh membasahi kedua pipi mulusnya

“lalu apa yang akan terjadi setelah ini? Aku  tak mungkin menghianati stella eonni yang juga mencintaimu oppa aku  tak bisa melakukanya”

“stella tak mencintaiku”

“bagaimana oppa tau? Apa oppa bertanya langsung padanya?”

“annio! Aku tahu dari sooyoung. Dia bilang selama ini stella mengerjaimu dia tahu aku menyukaimu  saat  menjadi  triener dulu dan stella yang memang dekat denganku sebelum sooyoung  berusaha membuatmu cemburu  dengan bilang bahwa ia mencintaiku tapi nyatanya  kejadianya di luar dugaan kau malah menjauhiku”

“tapi bagaiman sooyoung bisa tahu?” pertanyaan polos dari yoona  membuat  siwon ingin sekali  mencubit  seluruh wajah yoona yang sungguh mengemaskan saatmenampakan wajah kebinguganya

“kau lupa?  Sooyoung juga dekat dengan stella”

Yoona memukul jidatnya pelan merutuki kebodohnya karna melupakan bahwa selain dengan  nya stella juga pernah sangat dekat dengan sooyoung

“tapi kenapa sooyoung  tak  pernah bilang kalau selama ini stella eonni mengerjaiku?”

“minggu lalu saat kau memergoki ku berciuman dengannya,  stella datang mencarimu karna tahu  kalau  aku mengejarmu malam  itu dan yang ia lihat di dorm saat itu hanya sooyoung  dan karna dia juga tahu kau dan sooyoung dekat ia mengorek sedikit informasi tentang kita  dan saat itu juga ia mengakui kesalahanya  karna telah  mengerjaimu dan telah berani mencium namja yang sangat kau cintai ini”

Yoonamencibir pelan  dengan sikap siwon,   memang ia mencintai pria ini tapi haruskah siwon membanggakan diri seperti ini? Itu terlalu berebihan.

Yoona memajukan langkah untuk mesuk ke apartemenya  tapi dengan cepat siwon menahanya

“kau mau kemana?” suara siwon terdengar seperti rengekan di telinga yoona

“tentu saja masuk”jawab yoona sekenanya ia berusa menahan tawanya meihat wajah memelas yang siwon tampakkan saat ini.

“apa kau masih marah padaku?  Aku kan sudah  menjelaskan  semuanya padamu tadi. Kita bahkan belum selesai bicara”

“kita lanjutkan besok saja yah? Aku lelah dan kau tahu kan  ini jam berapa?  Ini sudah cukup larut!”

“kau tak  ingin mengatakan apapun padaku?” siwon dengan sigap menghalangi pintu apartement yoona  saat   yoona sudah  akan  masuk.

Yoona memandang siwon dalam diam siwon pun menjadi was-was saat di beri tatapan intens oleh kedua mata indah milik yoona. Yoona memajukan langkahnya lalu mengecup permukaan bibir swon “aku mencintaimu”  setelah mengatakan itu  yoona langsung masuk kedalam apartement dengan  langkah cepat karna kalau ia tetap diam di depan siwon ia takut namja itu bisa dengan jelas melihat rona merah pada pipinya karna malu.

Bagaimana dengan  siwon ?  ia terdiam  antara  rasa senang  dan  terkejut atas perlakun yoona tadi  ia memukul pipinya pelan berharap ini semua bukan mimpi dan  benar  rasanya sakit, ini nyata!,   yoona menciumnya ?  walaupun hanya sebuah  kecupan tapi ia merasa seperti melayang di udara karna behagia berbeda jauh saat stella menciumnya, ia lebih merasakan dunia ini tengan memluknya bahkan Siwon  memegang  kembali  dadanya takut jantungya tiba – tiba terlepas begitu saja karna  deabaran jantungnya makin berpacu  kencang. Ia menoleh ka arah pintu aprtement yoona yang  terbuka

“baiklah kau  yang  memilainya  nona im kita lihat siapa yang akan menang” siwon menampilkan  smirknya lalu masuk dan menutup pintu aprtement.

.

 

.

 

THE END

 Gimana songficnya?  gaje?  Aku gak dapet  ide lain buat endingnya selain  itu  padahal dah berusaha  ngebayangin adegan – adegan romantis eh malah ngejerumus ke arah yang jau dari kata romantis *maap yah kalau endingnya gak sesuai harapan  tapi tetep RCL yah^^  jangan ampe jadi siders loh!

Thanks buat  admin YWK  Geey  and  eecha  yang udah mau publishin songfic gaje ku ini “jongmal  gomapta  eonni”  J

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

111 Komentar

  1. ANGEL

     /  Oktober 16, 2013

    ouh … ciye ….
    ciye ….

    Balas
  2. Anita harahap

     /  Oktober 16, 2013

    Dibaca lg,
    gak bosen…
    Aku suka bgt sm ceritany…

    Balas
  3. merry-ssi

     /  Oktober 16, 2013

    q suka
    gomawo

    Balas
  4. putri

     /  Oktober 17, 2013

    daebak,,,,,,,
    dasar sooyoung,,,,,
    yoonwon jdi korban nya dech,,,

    Balas
  5. Merisa Hermina putri

     /  Oktober 17, 2013

    Akhirnyaaaa !!! Hahahahah setelah sekian panjang + muter2nyaaa akhirnya mereka jadi juga , hhahahahahaha keren min kren lagi yah yg seru2 gini

    Balas
  6. yulisa

     /  Oktober 17, 2013

    Akhirr ny stlah prjuangan yoonwon ttg cnta ny mreka brstu jg
    Senaaaang nyaaaa ♥♡♥♡♥

    Balas
  7. yeyyy seneng dech akhir na cerita na happy ending…..

    Balas
  8. mutiara

     /  Oktober 20, 2013

    keren eonn, happy ending lagi hehe=D
    yoong eonnie nya malu2 gitu=)) pas baca wajah wonpa memelas, pengen ketawa ngakak dan nggak bisa bayangin wajahnya dia macam apa(?) wkwk=D
    yaudah next ff tentang yoonwonnya ditunggu ne eonn, fighting!^o^

    Balas
  9. tri3_permadi407

     /  Oktober 21, 2013

    awalx gregetan ma yoona yg slalu ngorbanin perasaanx tp demi apapun happy bgt akhirx yoonwon bersatu n yoona nyatain cintax huaaahhhh ampe dag dig dug atiqu huehhhh

    Balas
  10. daebak,aq ampe nangis aq sempat berfikir enidngnya akan seperti apa,tapi syukurlah semuanya berjalan lancar dan siwon oppa yoona akhirnya bersama,lanjut thor dibikin sequel pleace,dan tetap semangat

    Balas
  11. aprilyoonwon

     /  November 8, 2013

    Suka2…suka bnget mlah…

    Balas
  12. Latifaticts

     /  November 21, 2013

    hahai senyum senyum jadinya

    Balas
  13. Wah kta sma donk yah.. Haha.. Makasih dah.. Tnang sequel nyusul tunggu ajah yah

    Balas
  14. choi_imel

     /  Februari 15, 2014

    Wachh… daebak.. (y)
    Aku suka bnged sama lagunya taeyeon yg like a star ini…
    π_π kisah cinta yg menyedihkan….
    Wachh… senang nya yoonwon bersatu ^^

    Balas
  15. ayu dian pratiwi

     /  Februari 24, 2014

    Mengharukan awalnya

    Balas
  16. hye yeon

     /  Februari 27, 2014

    cocweett.. kukira yoona nutup pintu apt nya eeealah dalah,

    Balas
  17. Caroline

     /  April 28, 2014

    aku baru baca nihh *kudet* aku suka banget eonnie^^ senyum2 sendiri jadinya =)

    Balas
  18. Kyya q bacanya sambil senyum2 sendiri. Ngegemesin bgt. Ternyata sooyoung sm stella ngerjain yoona eooni.. Huh deg2gan jg. Bbgus banget

    Balas
  19. melani

     /  April 3, 2016

    Ah akhirnya mereka bersatu n berharap mereka di kehidupan nyata kayak gini..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: