[3S] MY STORY (Flashback Story)

“MY  STORY”  (flash back story)

 

Tittle               : [3S] MY  STORY”   Chapter 1

Author         : Tintin 305

Email/Twitter : Theartiny@gmail.com / @Heartiny11  

Main Cast      : Choi Siwon

                             Im Yoona

Other Cast     : lee min ho,

                             Tn Choi

                             Choi Jiwon

                             Kwon  Yuri

                             Tatsuya 

                             Tn Im,

                             Ny Im,

                             Im seolung,

                            Tanakka mitsuki,  and find your self

                             

Genre             : Romantic,  family, Sad, Friendsip

Length            : Three  Shoot

 

 

 

Hai..  raiders setia YWK   aq  author  baru  di sini  n  ni ff  pertamaq.  Sebenernya  sih nulis ni ff  karna iseng  doank  eh!  Malah  berlanjut  ampe  berlembar – lembar,   gak mungkin kan kalu ni ff di biarin nganggur  jadi  ku berniat buat ngeshare ini sama kalian  para nited – nited tercinta *ceillah….

ku juga minta maaf kalu masih banyak  Typo  bertebaran di sini karna aku juga blom terlalu mahir ngetik “so chek this  out”

 

****

 

 

 

Author pov

 

Seorang wanita tengah  melamun di atas balkon apartemen kecil miliknya, sesekali ia melihat ke atas langit biru lalu  menghela napas  panjang.

“apa yang  harus ku lakukan sekarang?” lirihnya dalam  hati. tanpa sadar  setetes  air  jatuh dari mata indahnya memebasahi pipi mulus miliknya.  ia menangis?.  entah ini sudah berapa kalinya ia menangis,  meratapi nasib buruk  yang  ia alami karna kebodohanya sendiri.

‘Menyesal’.  hanya kata itu yg  mengungkapkan  is hatinya saat ini , kalau saja ia mau mendengarkan kata – kata appa  nya saat itu,  kalau saja  ia tak pernah bertemu dan menjalin hubungan dengan  namja  itu,   ini semua tak akan pernah terjadi.

 

 

Flash  back   

 

PLAKK ………!!!!

 

“Appa…, Yaebo…” pekik  Nyonya im dan anaknya  im seulong  saat  melihat  ayahnya   menampar  pipi  anak  perempuan  sekaligus dongsaengnya itu

 

“Appa  sudah  bilang  jauhi  dia!!!!  tapi  kenapa  kau  malah  menjalin  hubungan  dengannya hah?. Dan  apa  tadi  katamu?,  Kau bahkan  ingin menikah denganya?.  Omong  kosong  macam apa ini!!!!. ” hardik  Tuan  im  menekankan  setiap  katanya

 

“mianhe…”  jawab  gadis  itu  sambil terisak

 

“tinggalkan dia,  putuskan hubungan mu denganya”

 

“tapi  appa  aku  sangat  mencintainya  aku  tak  mungkin  meniggalkanya”

 

“kau bilang apa?.  Cinta?.  ck …. rupanya berandalan  itu telah  mencuci  otakmu  hingga berani  sekali  kau  membantah  ucapan  appa  mu  sendiri”  kalimat Tuan  im makin meninggi

 

“dia bukan berandalan appa, hiks…. dia baik.  dia tidak seperti  apa  yg  appa  katakan  ia sangat  baik  percayalah  appa”

 

“apa yg  kau  banggakan dari  seorang  akuntan  biasa  hah ?!.   Kau ingin hidup susah denganya,  Kau pikir  kau  bisa  bahagia hidup dengan orang itu?.”

 

“tidak  appa aku akan bahagia denganya aku…. pasti akan bahagia appa  pasti.. aku pasti bahagia.  kumohon  restui  hubungan  kami  hiks… kumohon appa kumohon..”  katanya sambil  berlutut  memohon  pada  appanya

Tuan im  hanya  diam  sambil  memalingkan  muka,  wajahnya  memerah  menahan  amarah.

 

“yoona ya….   apa yg  kau  lakukan nak!  bangunlah..”  Nyonya  im berusaha membantu  putrinya itu untuk berdiri

 

“annio eomma  hiks… aku tak akan bangun sebelum appa merestui hubungan kami” jawabnya masih dengan  terisak

 

“yaebo kau  tak  kasian  padanya?.   restui saja hubungan  mereka”  pintanya pada sang suami

 

“iya appa .. eomma benar  tidak ada salahnya  jika  kita  membiarkan  mereka bersama” im seulong  yg  awalnya hanya diam  kini  mulai  bicara.  ia tak tahan melihat kondisi dongsaeng nya saat ini.  apa lagi saat insiden penamparan baruasan  rasanya ingin sekali ia menghentikan sikap ayanya  itu  namun  itu  tak mungkin baginya.  mengingat jika ayahnya telah berani main fisik itu artinya appanya  sedang dalam  keadaan  marah besar dan akan sulit untuk menghentikanya.

 

“sampai  mati  pun  aku  takkan  merestui  hubungan mu  dengannya, dan  kalian  berhenti membelanya  kita  semua  tak  tau  orang  seperti  apa  Andrew  itu!.  Mungkin saja ia mendekati yoona  karna  materi kita bukan  karna  cinta.”

 

“appa salah…!  Andrew    tidak seburuk itu” sergah yoona

 

“kau baru  mengenalnya yoona,  bahkan asal usulnya saja tak jelas”

 

“appa….” kali ini yoona tak mampu  membantah.  apa yang  baru di ucapkan  appa nya memang  benar,  ia memang baru mengenalnya  sekitar 3 bulan  yang lalu sebelum memutuskan untuk  berhubungan.  dan yang  ia tahu  tentang Andrew  hanyalah  seorang akuntan  muda asal  Amerika  yang  sedang  meniti karirnya  di jepang  itu saja  tidak lebih.

 

“kenapa diam saja appa benar kan? Sudahlah lupakan saja dia hm?. Kau boleh menikah dengan siapa saja yang  kau  mau.  appa tak akan melarang….  tapi tidak denganya.  Masih banyak lelaki di dunia ini  yoona bukan  hanya dia saja.   Jadi lupakan kalau kau ingin menikah denganya hm? ”.  suara Tuan  im perlahan mulai melembut  ia  menuntun yoona untuk berdiri

 

“tapi… aku hanya ingin menikah denganya appa…”

 

Mendengar  ucapan  yoona Tuan  im  menjadi  geram  dan  langsung  mendorong  tubuh yoona hingga jatuh untung  saja  ada  seulong  yg dengan sigap menahan  tubuhnya.

 

“kau benar – benar keras kepala,  selama ini aku memang sudah salah mendidikmu.   baiklah kalau  itu  maumu  appa  tak  bisa memaksamu  kau  punya dua  pilihan.  tingalkan rumah ini dan tetap bersamanya  tapi  kau bukan bagian  keluarga im  lagi  atau  kau  tetap  tinggal  dan kita semua akan tetap menjadi keluarga tapi putuskan hubunganmu denganya.”

 

Yoona  membelalakan  matanya  tak percaya  mendengar pilihan dari sang ayah yang  benar – benar berat kedua pilihan itu sama sama memberatkanya  di satu sisi ia sangat menyayangi keluarganya tapi di sisi lain ia juga sangat mencintai kekasihnya yang  mungkin tak bisa ia tinggalkan begitu saja.

 

“yaebo apa maksudmu? Ini benar – benar  tak masuk  akal  kau  sama saja mengusirnya yaebo… sadarlah jangan terbawa emosi dan  memutuskan pilihan yg berat pada yoona” Nyonya  im  tidak terima dengan pilihan yg di ajukan suaminya itu

 

“ ayah ku  mohon  tenangkan dulu dirimu…   ini  tidak  benar  ayah!  Kita bisa bicarakan ini baik – baik dan cari solusi  lain.  Kata  seolung  menenangkan sang ayah

 

“tidak….. keputusanku sudah bulat ia harus memilih di antara  keduanya”

 

“iya appa aku mengerti tap….” kata – kata seolung terpotong oleh perkataan yoona yg mengejutkan  untuknya

 

“baiklah…….  baiklah  appa  aku  plih  poin yg pertama, akan aku  tunjukkan  pada appa bahwa ia tak  seburuk  yang  appa  pikirkan “ jawab yoona mantap

 

Nyonya  im dan seolung terperangah mendengar jawaban dari yoona  mereka tak percaya yoona memilih untuk  meninggalkan  mereka?,  hanya demi seorang namja?.

 

“yoona  apa maksudmu?  sadarlah apa  yang  barusan  kau  katakan” Nyonya  im megang bahu yoona berharap bisa menyadarkan yoona bahwa apa  yang ia katakan  tadi  itu  sudah  salah

 

“mianhe eomma aku tak ada pilihan lain…. ku mohon mengertilah” yoona  menatap dalam wajah  ibunya itu.  matanya berkaca – kaca begitu pun dengan Nyonya  im tangannya yang  berada di bahu yoona terlepas begitu  saja ia  tak  percaya  dengan  jawaban  putrinya  itu  ia sungguh  terkejut saat  ini.

 

“yoona jangan bicara  yang  tidak – tidak.  sebaiknya kita lupakan saja kejadian  ini.  kalian berdua hanya terbawa emosi.  sebaiknya appa masuk ke  kamar sekarang. dan kau yoona tidurlah ini sudah malam!!!”.  kata seolung sambil menuntun Nyonya im  yang  sedari  tadi  masih diam menuju  kamar.

 

“annio oppa aku sudah memutuskan untuk tetap menikah denganya walaupun aku harus meninggalkan rumah, aku akan tetap bersamanya” jawaban yoona sukses menghentikan langkah seolung dan Nyonya im

 

IM YOONA!!!! ” seolung membentak yoona ia  marah pada sang  dongsaeng yang  menurutnya  mengambil keputusan tanpa memikirkan  konsekwensinya

 

“baiklah kalau itu maumu, sekarang kemasi barang – barang mu dan pergi dari rumah ini sekarang juga dan jangan pernah kau  injakkan  kaki  mu  lagi  di sini. mulai hari  ini kau bukan lagi anakku”  setelah  mengatakan  hal  itu Tuan im  beranjak dari  ruang  tengah  ke kamar  bahkan  teriakan  dari  istrinya pun ia hiraukan

 

Sepeninggal sang ayah suasana menjadi henig mereka sibuk dengan pikiran masing – masing hanya suara Nyonya  im  yang   masih terisak kecil dalam dekapan seolung, seolung berbalik melihat ke arah yoona  yang tertunduk menahan tangis

 

“aku benar-benar kecewa pada mu yoona.    hah…  bahkan kau lebih memilihnya di banding keluargamu sendiri,  benar- benar sulit di percaya!.”

 

“maafkan aku…hiks…” jawab yoona yang  kembali terisak

 

“pergilah….  aku  tak bisa lagi melarangmu cari lah kehidupan mu sendiri dan jangan kembai lagi kesini” kata seolung dingin

 

“oppa …”  kata  kata dari seolung barusan  sontak  membuat  yoona  mengangkat  kepalanya

 

“jangan panggil aku oppa lagi aku bukan lagi oppa mu dan  kau  bukan  lagi  dongsaengku”  ucap seolung  lalu beranjak  menuntun  ibunya ke kamar

 

Yoona langsung  jatuh  terduduk  di  lantai  ia  makin  terisak  mengingat  kata  kata dari oppanya barusan, tepatnya seseorang bernama im seolung  karna saat ini ia bukan lagi bagian dari keluarga im.

 

Flash back end

 

 

Author pov

 

Drt…drt… drt…

Ponsel di sakunya  berdering  tanda  panggilan  masuk  membuyarkan  lamunyanya.  Tertera nama ‘Mitsuki’ di sana segera ia angkat panggilan itu

 

“moshi – moshi ….!”

“……….”

“kau sudah mendapatkanya?. Bagaimana keadan disana?”

“………”

“ahh syukurlah,! keluargaku tak ada  yang  curiga kan?”

“……….”

“daijobbu.    Arigatto,  karna kau mau membantuku, aku  tak  tau  kalau  tak ada kau”

“…….”

“aku tak bisa…!  tapi akan ku  pastikan datang ke pernikahan mu dan kakakku”

“………”

“ya sudah!.  Ingat!  jangan beri tahu siapa pun termaksud kakakku”

 

 

setelah berbicara dengan  mitsuki  yoona masuk  kedalam  apartementnya  untuk  membersihkan diri.

Tak butuh waktu  lama  kini  yoona  sudah  selesai  membersihkan  diri  dan berjalan menuju kulkas kecil  untuk mengambil air  sekedar  menyegarkan tenggorokanya.

baru saja ia memegang gagang kulkas  bel apartemennya berbunyi.  Ia urungkan niatnya untuk minum  dan  beranjak  untuk  melihat  siapa  yang datang.

 

“apa benar  ini  alamat dari  nona im yoona” tanya seorang lelaki paruh baya

 

“iya benar, anda siapa?”  jawab  yoona  pada  lelaki  paruh baya  itu.

ia heran pasalnya ia tidak mengenal orang – orang di negara ini tapi orang di depanya ini malah tahu  namanya

 

“saya petugas pengantar barang, ada barang kiriman dari  jepang  atas nama Tanakka Mitsuki,  silahkan tanda tangan di sini”  kata  petugas  itu dan menyerahkan beberapa lembar kertas untuk di tanda tangani

 

“kamsammida”

 

Yoona membuka kotak persegi empat yang di kirim oleh sahabatnya   Mitsuki  atau  lebih tepatnya  calon  kakak  iparnya  karena  tak  lama lagi  mitsuku akan  menikah dengan kakaknya im seolung, entahlah masih pantaskah ia di angganggap sebagai adik dari im seolung.  Namun ia tak memepermasalahkan itu  menurutnya  keluarganya  tetap akan  menjadi  keluarganya  biar  bagaimanapun  ia akan  mengganggap seolung tetap menjadi kakak  yang  ia sayangi.

 

Ia tersenyum  ketika  membuka  kotak tersebut.  Isi  kotak itu  adalah berkas – berkas penting miliknya seperti  ijazah  piagam dan  beberapa  penghargaan yang  ia dapat  saat  kuliah. Ia memang meminta mitsuki untuk mengambil berkasnya itu di rumah,  ia sangat  membutuhkan ini semua  karena  biar bagaimana pun  ia harus tetap bekerja untuk menghidupi dirinya.

 

uang tabunganya hanya cukup untuk menyewa apartemen kecil, dan memenuhi kebutuhanya selama sebulan  terakhir.

 

Miris jika kita tau yang  sebenarrnya,  sebuah  kebenaran  bahwa  ia adalah putri bungsu keluarga Im  jaewon  pemilik  perusahaan   Lim corp  yang  merupakan  perusahaan  terbesar ke empat di  jepang.   namun  kini  ia bukan lagi  bagian dari  keluarga Im   ia hanya seorang wanita yang  tak  punya  apa – apa lagi,  apa  lagi  ia jauh dari  jepang  negara  tempat dimana ia di besarakan dan  kini  ia menetap di  korea selatan.  Ya,  tempat  yang   ia tuju  adalah korea tak  jauh  memang dari  jepang  tapi  ia merasa nyaman di sini.  iya memang masih keturunan korea.  untung saja sejak kecil ia sudah di perbiasakan  berbahasa korea walau  tak begitu fasih namun  itu bukan  masalah baginya. beruntung Mitsuki adalah tunangan dari kakaknya im seolung  hingga ia bisa dengan mudah mengambil berkas-berkas penting miliknya ini  di  rumahnya tanpa ada yang   mencurigainya.

 

Setelah terusir dari rumahnya  ia baru tahu  yang  sebenarnya bahwa  apa  yang  di katakan oleh ayahnya itu benar kalau namja  yang    ia pilih itu dalah namja  brengsek  yang   dengan  tega memutuskan  hubungan dengannya setelah apa  yang  telah ia lakukan demi namja itu.

 

Flash back

 

Yoona segera mebereskan barang – barangnya dan keluar dari rumah  yang  selama hampir  23  tahun  ini  ia tempati bila mengingat itu  semua  ia kembali merasa  sedih rasa tak rela meningglakan keluarganya kembali menyergap hatinya.

 

“mianhe appa, eomma, oppa aku benar – benar  minta maaf”  Katanya sambil menyeret kopernya  keluar dari gernbang  rumah

 

Ia menyetop taksi dan  melaju  menuju apartemen  kekasihnya  Andrew.  Tak  butuh  waktu lama kini  ia  sampai  di depan apartement sang  kekasih  yang   berada  di  lantai  11  ia memencet  tombol  pasword  apartement  itu  hingga pintu terbuka otomatis. Ia segera masuk dan menaruh  kopernya di ruang tengah.

 

 

“sepi sekali!.  ahh mungkin dia sudah tidur”  gumanya, ia membuka pintu  kamar Andrew  untuk memasitakanya  namun ia terkejut melihat kamarnya yang kosong

 

“apa ia belum pulang?, Ini kan sudah tengah malam”  yoona mulai merasa  khawatir terhadap kekasihnya yang  belum pulang  padahal  jam hampir menunjukan  tengah  malam

 

“sebaiknya ku hubungi saja”  baru saja ia berniat  menghubungi  Andrew  tapi  suara pintu aprtemen  yang   terbuka  mengurungkan  niatnnya.  Ia bergegas ke ruang tengah

 

“kau sudah pu….” kalimatnya terhenti saat ia melihat kekasihnya itu saat ini sedang  merangkul pinggang seorang wanita seksi dengan begitu posesif

 

“oh yoona ? kenapa kau ada di sini  hm….?” Andrew melepas pelukanya dan menghampiri yoona dengan  gerakan  sempoyongan

 

“ kau mabuk?…” ucap yoona karna mencium bau  alkohol dari  mulut  kekasihnya  itu

 

“kenapa  kalau  aku  mabuk  hm? Apa aku tak boleh mabuk?

 

“ kau sedang mabuk sebaiknya kau duduk dulu biar aku ambilkan air”  baru saja yoona ingin menuntun Andrew  menuju sofa tapi tanganya segera di tepis kasar oleh Andrew

 

“Tak perlu ” ucap Andrew dingin

 

“ ada apa denganmu ?” tanya yoona bingung dengan sikap Andrew  yang  kasar

 

“ck… kau bertanya ada apa denganku?, seharusnya aku yang  bertanya ada apa denganmu?,  ini sudah tengah malam tapi kenapa kau ada di disini hah?, apa sudah menjadi kebiasaanmu untuk datang ke apartemet lelaki tengah malam begini hm?”

 

PLAKK…..!!!!. yoona menampar pipi andrew ia merasa terhina dengan perkataan yang keluar dari bibir kekasihnya itu

 

“hah… kau bahkan berani menamparku?” Andrew tersenyum kecut

 

“aa..aku tak bermaksud begitu” yoona  tersadar  dari  apa  yg  baru  saja  di  lakukanya

 

“pergilah  jangan pernah ke sini lagi”  Andrew menepis tangan yoona saat mencoba menyentuh wajahnya

 

“aku..”

 

“ku bilang pergi!!!”  hardik Andrew

 

“ mengapa sekarang kau berubah? … kau  tahu  sikapmu ini membuat  ku  ragu  apa  kau benar – benar  mencintai  ku atau tidak”  ucap yoona

 

“kau benar  sepertinya aku  sudah tak  mencintaimu lagi, atau bahkan  rasa cinta  itu  tak pernah ada” ucap  Andrew  santai

 

“apa?.  apa katamu?!,  lalu apa artinya hubungan kita ini?,   jika kau tak mencintaiku?”  ucapnya dengan suara tinggi

 

“Entahlah aku  juga tak mengerti.., lebih baik kita sudahi saja agar  ini lebih mudah!”

Ucap Andrew cuek   lalu kembali  menggandeng wanita yang  tadi merangkulnya melewati yoona yang diam terpaku  mencoba mencerna setiap perkataan siwon barusan

 

“tolong jelskan apa maksudmu ? Kenapa kita harus menyudahinya, dan kenapa kau dengan mudahnya membawa wanita itu masuk ?”  mata yoona mulai berkaca – kaca

 

Ucapan yoona membuat Andrew  mengehentikan  langkahnya dan berbalik mengadap yoona.   Bukanya menjawab pertanyaan Yoona,  Andrew  malah mengulum  bibir  wanita itu didapan yoona. terlihat wanita tadi  agak sedikit terkejut tapi kemudian  menikmati ciuman  Andrew  itu .

 

Yoona yang  melihat pemandangan di depanya  saat  ini  merasa  hatinya seperti teriris oleh ribuan pisau rasanya sakit yang teramat dalam  menyerang ulu hatinya  badannya menegang  saat melihat kekasihnya  itu  malah mencium wanita  lain di depan matanya sendiri

 

“tak perlu ku jelaskan kau sudah bisa melihatnya sendiri, aku sudah bosan pada mu jadi kita sudahi saja hubungan ini” ucap Andrew  setelah  melepas pangutanya lalu masuk  masih dengan  memeluk  pinggang  wanita itu

 

“bukankah…. kita akan menikah?. K- kau bilang  sendiri bahwa kau akan menikah denganku. Tapi kenapa sekarang kau malah….kau…”. yoona tak dapat menahan rasa sesak di dadanya.  sedih, ia sangat sedih hatinya seperti teriris mendengar kenyataan saat ini bahwa semuanya berakhir,  rasanya kehidupanya berakhir.

 

Padahal  Baru kemarin kekasihnya itu melamarnya mengajakkya untuk menikah dengan kata-katanya yang  manis dan mampu  membuatnya s eperti melayang-layang  di udara karna bahagia  tapi kenapa sekarang malah sebaliknya kekasihnya  itu  malah  menjamunya dengan kata-kata dan perlakuan yang kasar berbeda jauh dari seorang andrew  yang   ia kenal.

 

“masalah  itu… aku sungguh minta maaf, itu kesalahnku” ujar andrew menunduk

 

“tapi kenapa?, kenapa kau  tega pada ku… kenapa?, bahkan aku sudah sangat mempercayaimu dan aku  benar – benar  bergantung  padamu,  tapi  inikah yang  aku dapatkan?.  ka….”

 

“ sebaiknya kau  pulang sebelum orang tuamu  mencarimu” dengan cepat  Andrew memotong ucapan yoona dan membuka pintu  kamar  lalu  masuk meninggalkan yoona di ruang  tengah

 

Yoona benar -benar merasa kosong  saat  ini  ia tak menyangka kekasih yang  di pilihnya  hingga mengorbankan keluarganya malah  memperlakukannya layaknya sebuah boneka yang  bila sudah merasa bosan bisa di campakkan begitu saja.

 

 

Yoona masih terdiam di tempatnya bahkan ini sudah lewat dari 15 menit sejak Andrew   masuk ke kamar bersama wanita murahan itu entah apa yang mereka  lakukan  di  dalam sana, ia benar-benar tak  ingin  membayangkanya. Sedari  tadi air matanya tak pernah berhenti menetes hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari apartement Andrew  yang kini berubah status menjadi mantan kekasihnya itu.

.

 

.

 

.

 

Udara dingin kota Tokyo tak menyurutkan niatnya untuk melanjutkan langkah,  ia menatap kosong  jalanan  yang  ia lewati  kejadian  tadi masih terngiang – ngiang di benaknya mulai dari  kalimat pengusiran dari sang ayah hingga kalimat putus dari mantan kekasihnya.

ini benar- benar  malam  yang  buruk untuknya  ia masih tidak percaya akan kejadian yang   ia alami hari  ini.

 

Ia tak tau harus kemana ia tak mungkin pulang karna ia sudah terusir dari rumahnya apa harus ia keluar negri?  Atau kembali  ke inggris yang  merupakan rumah  kedua baginya tempat dimana ia selam 4 tahun  ini  menimba  ilmu tapi  rasanya  tidak  mungkin  sedangkan visanya dan  pasportnya  ada di rumah  ia merutuki dirinya sendiri karena melupakan barang sepenting  itu  ia terus berfikir hingga ia inggat akan satu hal satu hal yang  selama ini ia lupakan,  bahwa ia masih tercatat sebagai  warga  suatu  negara tempat di mana ia di lahirkan  Apa harus ia kesana? Pertanyaan  itu  muncul di benaknya, tapi ia tak mungkin tetap disini,  hatinya kembali sakit bila tetap terus berlama – lama di negara di mana ia akan bertemu pandang dengan  keluarga yang    ia sakiti dan tentu saja namja yang    menyakitinya  itu. Setelah lama berperang dengan pikiranya sendiri akhirnya ia memutuskan  untuk pergi, pergi dari tempat  yang menggoreskan  luka  mendalam di hatinya dan  mencari kehidupan baru di tempat lain.  Ya!  ia harus kesana karna  tak  ada  gunanya  lagi  ia di  jepang  tak akan  ada tempat  lagi  baginya di sini.

 

Flash back end

 

Author pov

 

tanpa ia sadari air  matanya  mengalir  mengingat perlakuan dan penghianatan yang  di lakukan oleh orang  yang  amat  ia cintai  itu bahkan  ia masih sangat mencintainya sampai saat ini.  namun saat mengingat  itu semua ia menjadi semakin membenci  Andrew  ia sudah berusaha melupakannya  tapi  tetap  saja tak  bisa  rasa cintanya  yang  teramat dalam kini berbaur dengan kebencian. .

 

Namun tak dapat di pungkiri bahwa d ia benar – benar merindukan  mantan  kekasihnya itu  sebulan  tak  bertemu  membuatnya sangat merindukan  sosok pria yang  sudah  mengisi kekosongan hatinya dan  juga dengan  tega membuat hatinya terluka.

 

“ahh… apa yang  ku  pikirkan, aku harus bisa menjalani hidup ku dengan baik, iya aku harus bisa melupakan semuanya aku harus bisa” tekat yoona dalam hati.

 

 

Di lain tempat

 

“apa siwon sudah ketemu? ” tanya Tuan choi pada anak perempuanya

 

“belum appa, mereka sedang berusaha mencarinya”

 

“jiwon ah, aku bersalah padanya, harusnya aku tak memaksanya hingga ia pergi, harusnya aku mendengarkan  keinginanya harusnya aku….”

 

“sudahlah appa jangan terus – terusan menyalahkan diri appa sendiri, appa tidak sepenuhnya bersalah”

 

“jiwon ah appa ingin sekali bertemu dengan oppa mu, tolong temui dia dan suruh ia untuk segera pulang” pintanya pada gadis bernama jiwon itu

 

“iya appa aku pasti akan menyuruh oppa pulang aku janji appa aku akan segera membawanya pulang”

 

****

 

Author pov

 

Seorang  namja  sedang  duduk menatap  layar  laptop  miliknya dengan  tatapan  kosong, sebelumnya ia tak pernah sampai  sebegini  menyedihknya, tapi sejak  ia memutuskan hubungan dengan kekasihnya  ia seakan hilang arah.   perkerjannya terbengkalai karna sering melamun.  Ia merasa bersalah pada yoona  yang merupakan  mantan kekasihnya. Benar yoona kini telah menjadi mantan baginya .

 

Ia bahkan tidak  bermaksud  memutuskan  hubungan  mereka tapi  karna  keadaan  ia mau tak mau harus memilih antara kebahagian yoona atau kebahagiannya sendiri ia tak ingin di anggap egois hingga memilih memutuskan hubungan dengan yoona agar yoona tetap bahagia bersama keluarganya. namun kenyataan berkata lain yoona ternyata telah memilihnya memilih seorang  Andrew  yang  bahkan baru di kenalnya beberapa bulan  di banding keluarganya sendiri  hingga terusir dari rumah.

 

Ia merasa sangat frustasi saat mengetahui hal itu.  ia tak menyangka bahwa yoona  rela mengorbankan segalanya demi dirinya ia sangat menyesal akan hal itu, seandainya ia tahu lebih awal bahwa malam itu yoona telah mengambil  keputusan lebih dulu  untuk memilihnya tapi ia malah begitu tega  mencampakannya  ia malah menggores luka di hati yoona orang  yang  ia cintai.

“jangan  melamun  terus, sebaiknya kau selesaikan  laporan  keuangan  itu Sebelum pimpinan marah besar karna kau belum  menyelesaikanya  juga”

 

“ah… sejak kapan kau di sini?” Andrew langsung tersadar begitu mendengar teguran teman satu  timya itu

 

“haah… kau bahkan tak melihat pria setampan ku ini sedari tadi duduk di depanmu  kau ini benar- benar!”. Tatsuya berdecak kesal akan sikap  sahabatnya itu

 

Andrew  tersenyum mendengar penuturan  teman sekaligus sahabatnya  yang menurutnya begitu narsis

 

“nah begitu tersenyumlah jangan hanya karna yoona kau jadi  berubah begini”

 

Mendengar nama yoona senyum di wajahnya menghilang  ia kembali menghela nafas berat ia kembali teringat pada yoona yang  entah sekarang dimana adanya

 

“ah sepertinya aku salah …. bicara  gomanhe.  harusnya aku tak  menyinggung itu lagi”  sesal tatsuya, karna melihat perubahan dari wajah Andrew

 

“tak masalah.  haah…  kau benar  aku harus segera menyelesaikan laporan ini” ucapnya sambil melanjutkan ketikannya yang sempat tertunda

 

“sebenarnya ada hal  yang  ingin ku  ceritakan  tapi sepertinya  kau sedang sibuk.  kalau begitu aku  kembali ke ruangan ku  dulu” pamit Tatsuya yang mendapat anggukan dari Andrew

 

 

.

 

.

.

 

 

Tak terasa jam sudah menunjukan pukul  8 malam  kantor sudah sepi dari 2 jam yang lalu karna memang jam kantor berakhir  tepat pada  jam  17:00  tapi tidak  dengannya, Andrew  masih berusaha mengejar deadline dari laporan  keuangan yang di percayakan olehnya.

sesekali ia memijit pelipisnya yang  terasa berdenyut karna terlalu lama berhadapan dengan layar laptop hingga akhirnya ia menyerah ia tak sanggup lagi  jika harus menyelesaikanya saat ini juga toh tinggal sedikit lagi dan laporan keuangan itu sudah siap untuk di presentasikan pada meeting lusa nanti.

 

Setelah mematikan  laptonya  ia beranjak dari kursinya dan  mengambil jas  yamg  tergantung di balik pintu ruangannya lalu bergegas  pulang  untuk beristirahat.

 

 

Setelah sampai di apartement miliknya,  Andrew  langsung masuk kedalam  kamar mandi untuk membersihkan diri, tak butuh waktu lama kini ia sudah lengkap dengan pakaian tidur miliknya  ia mematut kembali dirinya di cermin memperhatikan dirinya  secara keseluruhan entah apa  yang dengan  tiba – tiba sudah ada sebuah tangan gadis  melingkar di pinggulnya memeluk dirinya  dari belakang

 

“Aishiterunno….” ucap sang  gadis dengan senyum  merekah di wajahnya

 

“y- yoona… ” ucap Andrew lirih.  baru saja ia ingin berbalik bermaksud memeluk yoona tiba – tiba tangan yoona  yang  memeluknya  memudar dan menghilang begitu saja.

 

“yoona … yoona… Im yoona …” teriaknya  berusaha mencari keberadaan yoona di seluruh ruangan apartemenya namun nihil ia tak mendapati lagi sosok yoona,  apa ia berkhayal lagi?, oh tuhan…. selalu saja begini di saat malam  hari  ia selalu  berhalusinasi  membayangkan kebiasaan yang  biasa di lakukan olehnya dan yoona.

 

Ia terduduk lemas di lantai ia tak dapat lagi menahan  tangisnya air matanya mengalir begitu saja di wajah tampanya ia benar – benar kehilangan sosok yoona ia sungguh sangat rapuh tanpanya,  semula ia beranggapan seiring berjalanya waktu  ia dapat melupakan sosok seorang im yoona dalam kehidupannya namun kenyataanya  ia tak bisa,  ia tak akan mungkin bisa melupakan orang  yang  sangat begitu  ia cintai itu. ia sudah berusaha mencarinya ke seluruh daerah  di jepang,  sampai bertanya pada teman – teman  terdekatnya namun tak ada seorang pun yang tau keberadaanya sampai saat ini setelah ia menghilang hampir sebulan lebih lamanya tak ada kabar apapun yang  ia dapat dan  kenyataan itu  membuatnya makin frustasi.

 

“yoona..  ku mohon kembalilah… ku mohon!.” Ucapnya lirih

 

 

****

 

 

Kantor Pusat Hyundai Departement Store ……

 

“Nona im yoona” ucap seorang petugas  resepsionis

 

“nde?”  jawab yoona

 

“ sekarang giliran anda untuk di wawancara”  ucap petugas itu sopan sambil membuka pintu  penghubung antara ruang tunggu dan  ruang  wawancara kerja itu  dan mempersilahkan yoona untuk masuk kedalam

 

“ah ye… kamsamida” ucap yoona sedikit membungkuk dan masuk kedalamnya

 

“silahkan duduk” ucap seorang pria tampan kira – kira usianya  28 tahun diatasnya

 

“ne!” balas yoona singkat dan langsung mendudukkan dirinya di  kursi yang di sediakan

 

“perkenalkan saya lee min ho saya Pimpinan marketting di sini. Saya mewakili  Kepala HRD di sini karna beliau sedang  sakit maka saya di percayakan untuk  menggantikanya” ucap pria bernama lee min ho itu sambil mengulurkan tanganya

 

“im yoona imnida” jawab yoona sambil membalas jabatan tangan dari minho

 

“baiklah langsung saja…. yoona ssi saya sudah membaca semua berkas yang kau ajukan  dan jujur saja saya benar – benar takjub dengan prestasi mu selama kau kuliah, terlebih  pengalam kerjamu  di usia yang masih sangat muda. Akan  tetapi…” ucapan minho terhenti ia ragu melanjutkan kalimatnya  itu takut bila gadis di hadapanya ini akan kecewa

 

“tapi …apa?”  yoona mulai was – was dengan kelanjutan kalimat dari calon atasanya itu

 

“saya sungguh minta maaf saat ini kami mencari seorang kariawan untuk bekerja di bagian marketting” jelas minho

 

“lalu  kenapa?,  bukankah anda bilang bahwa anda takjub dengan kemampuan saya?”

 

“iya kau benar yoona ssi,  justru karna  itu lah saya perlu mempertimbangkan lagi hal ini ”

 

“saya masih tidak mengerti maksud anda, jika saya berbakat lalu apa masalahnya?” tanya yoona tak terima

 

“ maksud saya  pekerjaan  yang  kami  tawarkan  ini  tidak sebanding dengan kemampuan anda yoona ssi  anda lebih baik memilih perusahaan lain untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dan lebih pantas mendapatkan jabatan yang lebih tinggi dari pada harus menjadi kariawan  biasa. Sebenarnya kami juga tak mungkin menyia – nyiakan  orang seperti anda yoona ssi tapi saat ini posisi yang  saya maksud  itu  untuk saat ini  telah di tempati orang lain kami tak mungkin memindahkanya begitu saja  tanpa alasan yang  jelas. sekali lagi kami minta maaf”  sesal minho

 

Yoona mendesah pelan, dia pikir dengan prestasinya yang  baik di bidang bisnis itu akan membantunya namun ia salah  malah itu semua menjadi  suatu penghalang baginya untuk mendapatkan kerja, ia tak mungkin menunggu tahun  depan untuk wawancara pekerjaan lagi karna semua perusahaan tidak menerima lowongan kerja hingga tahun depan hanya perusahan Hyundai inilah yang  menjadi harapan satu satunya  untuk bekerja apa lagi perusahaan ini termaksud  perusahaan  yang  berpengaruh di asia.

 

“atau begini saja yoona ssi…..  kau bisa bekerja di sini tapi apa tak apa kalau  kau  menjadi kariawan biasa?” Melihat  wajah  kecewa  dari  yoona minho jadi  tak  tega  hingga mengeluarkan  kebijakan  memperkerjakan  yoona  namun  hanya  sebagai  kariawan  biasa

 

“benarkah?  Anda serius?” tanya yoona, ia takut apa  yang  ia dengar  barusan itu hanya halusinasinya saja

 

“tentu saya serius …. tapi apa anda tidak keberatan menjadi kariawan biasa?”

 

“tidak masalah, selama  saya bisa bekerja Itu tidak  jadi  masalah “ ucap yoona antusias

 

‘kalau begitu mulai besok anda sudah bekerja disini dan selamat bergabung dalam tim saya yoona ssi” kata minho sambil menjabat tangan yoona

 

“ne… sekali lagi terimakasih banyak” jawabnya dengan  sumbringah  ia benar – benar merasa senang kini ia dapat bekerja walaupun hanya menjadi kariawan biasa.

 

.

 

.

 

.

 

 

Tak terasa waktu berputar begitu cepat kini yoona  sudah hampir sebulan  lebih bekerja di perushaan Hyundai Departement Store, dan tentunya  ia sebagai kariawan Marketting  biasa mengurus banyak berkas – berkas hasil penjualan dan melaporkan hasil dari penjualan setiap harinya pada sang pimpinan siapa lagi kalau bukan lee min ho.

 

Dan disini lah ia di lantai 3 tempat di mana ruangan  sang atasan  lee min ho berada, ia ada beberapa urusan dengan atasanya itu. Ia mengetuk pintu itu hingga terdengar suara orang di dalamya menyuruhnya untuk masuk.

 

“oh yoona ya.. ada apa” tanya minho sumringah  saat tahu bahwa yang  mengetuk pintu tadi adalah yoona

“tentu saja menyerahkan laporan penjualan ini pada mu”  jawab yoona lalu menaruh beberapa berkas di atas meja

 

“apa tak ada maksud lain…hm?” goda minho

“ kau ini bicara apa?, aku hanya menyerahkan laporan itu saja tak ada maksud lain.” Jawab yoona cuek

 

“ah… benarkah?. Ku pikir kau minta makan gratis lagi…”

 

“aishhh…. kau ini benar-benar menyebalkan kalau begitu aku pergi saja, selamat siang sangjanim” ucap yoona sambil membungkuk dan bergegas keluar

 

“ya…  ini waktunya makan siang!  apa kau tak mau makan siang dengan ku?” pertanyaan minho barusan membuat langkah yoona terhenti ia berbalik

 

“tentu saja mau… tapi  kau yang traktir ok!”  kata yoona dengan aegyonya

 

“aisshhh… sudah ku duga!.  baiklah dasar shinskin”  cibir minho

 

“ Mwo?? Shinskin? Yak….  apa maksudmu dengan  shinskin?…… Yak kau  mendengarku tidak?”  pekik yoona sambil berlari menuju minho yang sudah mendahuluinya

 

Begitu lah kehidupan yoona selama bekerja di Hyundai ia menjadi semakin dekat dengan pimpinanya Lee min ho bahkan banyak  yang  mengira bahwa mereka sedang menjalin hubungan. namun pada kenyataanya mereka hanya berteman, yoona awalnya tak dapat percaya bahwa ia akan sedekat ini dengan seorang lee min ho yang  pada awal pertemuan denganya menurutnya minho itu orang  yang  akan  sangat  membosankan  karna terlalu serius dalam segala hal bahkan sangat menakutkan baginya tapi ternyata lee min ho yang sebenarnya sangat berbeda, lee min ho yang  saat ini ia kenal adalah minho yang baik, pandai bergaul dan juga orang  yang sangat menyenagkan, hingga mampu  membantunya melupakan masalah  yang  menimpanya beberapa bulan yang  lalu.

****

 

 

 

 Kantor Kepolisian Pusat Kota Tokyo, Jepang

 

Tok…tok…tok..

 

“masuklah” jawab seseorang pria tegap dari balik ruangan  mempersilahkan orang yang mngetuk pintu tadi untuk masuk

 

“Lapor  komandan,  kita  mendapat masalah besar komandan” lapor orang tersebut pada pria tegap yang di panggil komandan tadi

“apa itu”  tanya  sang  komandan

 

“kami mendapat laporan bahwa ada 5 imigran gelap yang  tinggal dan bermukim di sini pak,  dan satu diantaranya bahkan berhasil mengelabiu petugas pencatatan sipil hingga berubah status menjadi warga negara jepang dan bekerja  di salah  satu  perusahaan swasta  dan sepertinya ia memanipulasi negara asalnya komandan.” Jelasnya panjang lebar lalu menyerahkan sebuah berkas berisi biodata dari  imigran gelap tersebut.

“apa – apaan ini!!!.  bagaiman bisa ini terjadi?.apa saja yang kalian lakukan?, kenapa kalian bisa  begitu lalai?.” Hardik sang komandan

“mohon  maaf kan  kami

komandan” ucapnya menunuduk

“cepat selesaikan masalah ini, seret mereka semua kesini sekarang juga”

 

“siap! laksanakan  komandan.” ucapnya sambil memberi hormat dan berlalu dari ruangan sang komandan

 

Sementara itu di tempat lain………….

 

“Kau tak lapar?  ayo kita makan siang bersama” ajak  tatsuya pada Andrew

 

“kau duluan saja,  aku harus mem print laporan ini” jawabnya tanpa menoleh ke arah tatsuya dan fokus pada layar laptopnya

 

“oh… ayolah aku sangat lapar dan  kau  harus menemaniku makan  siang.  lagi pula laporan itu tinggal di print saja setelah  itu  selesai  tidak butuh waktu lama” paksa tatsuya

 

“justru  karna tak lama jadi kau duluan saja”  jawabnya santai

 

“haah…  kau ini!  sudah lama kita tak makan bersama apa kau tak kasian pada perutmu  itu?  aku yakin dari tadi pagi kau belum makan sedikit pun dan lihatlah dirimu kau semakin kurus. Jadi ayolah  apa  susahnya hanya istirahat dan makan sebentar” keluh tatsuya

 

“baiklah – baiklah kita makan  sekarang” katanya pasrah  lalu berdiri meninggalkan ruangannya

 

 

Loby kantor…………….

 

“kenapa orang – orang melihatku seperti itu” tanya Andrew,  ia merasa heran saat turun dari lift tadi banyak yang memperhatikanya

 

“entahlah! mungkin mereka heran  karna kau baru kelihatan” jawab tatsuya santai

 

“benarkah?. Aku rasa tidak, lihatlah mereka seperti membicarakan ku” bisiknya pada  tatsuya

 

“sudahlah jangan terlalu di pikirkan, sebaiknya kita cepat – cepat ke kantin kantor aku sudah sangat lapar”

 

“haah…. dasar!” kata Andrew mencibir.

 

“tunggu dulu bukankah itu polisi?. aneh kenapa ada polisi di sini?” ucapan  tatsuya sukses  menghentikan langkahnya

 

“polisi?” tanya Andrew berusaha memperjelas apa yang baru saja di dengarnya

 

“iya!.  polisi lihatlah disana” tunjuk tatsuya pada 3 orang pemuda berpakaian seragam  khas kepolisian yang  tepat berada di meja resepssionis.

 

Andrew  mengikuti  arah  pandangan Tatsuya, tubuhnya menegang seketika saat kariawan ressepssionis itu menunjuk ke arahnya seakan menuntun 3 pemuda itu untuk menemuinya.

 

“oh..!. polisi itu ke arah kita” ucap tatsuya

 

Andrew  hanya diam menunggu  datangnya polisi  itu  ia berharap kedatangan  polisi  itu bukan untuk membawanya

 

“apa benar anda Andrew  imigran dari Amerika ” tanya seorang dari mereka  *polisi

 

“benar” jawab Andrew singkat

 

“kami dari Kantor  Kepolisian Pusat, di perintahkan untuk menahan anda atas dasar penipuan dan pengelabuan kependudukan serta kejahatan imigrasi” ucap polisi tersebut sambil menunjukan identitasnya di depan andrew dan tatsuya

 

“ apa..? itu tidak mungkin! Sepertinya anda salah orang temanku tidak mungkin melakukan itu. Iya kan andrew?” pekik tatsuya

 

Andrew hanya  diam  tak  menjawab pertanyaan tatsuya

 

“kenapa hanya diam?. Apa itu benar?” tanyanya sekali lagi

 

“ maaf  kami harus menahan anda!. Tunggu apa lagi cepat  tangkap dia” ucapnya pada 2 polisi tadi dan menghiraukan  tatsuya yang sedari tadi bertanya

 

Polisi tadi langsung memborgol  kedua lengan  Andrew  dan  membawanya  keluar  dari kantor tersebut alhasil itu semua menjadi tontonan gratis para kariawan  yang  kebetulan ada di loby.  Sedangkan  tatsuya  masih binggung dengan  apa  yang  terjadi  barusan.  banyak pertanyaan  yang  muncul  di benaknya tentang t emanya  itu  ia tiba – tiba tersadar dari kebinggungannya dan pergi keruang atasanya untuk meminta bantuan serta meminta penjelasan atas apa yang terjadi barusan dan mengurungkan niatnya untuk makan siang

 

.

 

.

 

.

 

 

Andrew  sedang  berada di ruang  introgasi.  Seluruh  ruangan  hampir gelap  hanya  di terangi oleh lampu kecil yang tergantung bebas di atas dinding. Siwon telah berada di bilik itu  sejak 2 jam yang  lalu  tapi tak ada satu kata pun  yang  keluar dari mulutnya  ia terus bungkam  saat di tanya oleh petugas tentang asal usulnya yang sebenarnya hingga membuat petugas itu kewalahan

 

“aku tanya sekali lagi siapa namamu?, dan apa tujuanmu datang ke negara ini hah?” hardik sang petugas. Kesabaranya  benar – benar sudah habis karna orang  yang  ia tanyai ini malah terus diam tak bermaksud untuk menjawab

“haah baiklah sepertinya aku harus menggunakan kekerasan” ujar petugas  itu lalu mendekati andrew dan menjambak rambut andrew hingga kepalanya terangkat ke atas dan terlihatlah dengan jelas wajah andrew dari dekat.

 

“ tunggu dulu…. bukankah kau….,

 

.

 

.

 

.

.

 

.

 

To be continued……………………………………….

 

Kependekan yah?…. maaf!!.   sbenernya sih  chap1  nih  masih panjang kira –kira  30 lembar lah   cumant  gk bakalan seru lagi kalu tetep ku tambahin.  Tapi tenang aja aku bakalan secepetnya selesain  chap 2  nya *tergantung mood sih….

Jangan lupa buat ninggalin jejak  yah  n  buat siders aq mengerti kalu kalian males bgt buat koment di ff ku ni.   cumant bisa gk sih kalian hargain dikit usaha aq buat ngetik ni ff ampe bela – belain begadang.  paling gak kalian bisa nge kritik ff ku ni atau gak kalian bisa kasih saran ke aku  karna emang ni ff aku yg pertama jadi pliisss…. aku butuh komentar dari kalian.

So tetep nunggu  chap2 nya yah!  *Annyeong^^

Thanks buat  admin YWK  Geey  and  echa  yang udah mau publishin ff  gaje ku ini “jongmal  gomapta  eonni”  J

Tinggalkan komentar

155 Komentar

  1. Latifaticts

     /  November 21, 2013

    agak cepet alur nya. tapi bagus ceritanya

    Balas
  2. tia risjat

     /  Desember 21, 2013

    kelanjutannya mana author-nim? kan masih ada sisa dari yg 30 lembar itu, cepet di posting donk.. hehehe

    Balas
  3. hilda

     /  Januari 19, 2014

    penasaran dengan kelanjutan hubungan siwon ama yoona ???

    Balas
  4. Ai juariah

     /  Desember 1, 2014

    Wah…kasian amat siwon yg hrus dipenjara apalagi dikasarin gtu kan sayang meningan dipeluk az dan cium….ha..ha
    Yoona jg kasian tp jangan sampai yoona jadian ma Minho deh…..kan yoonwon saling mncintai walaupun siwon. Dah nyakitin dia tp kan sekarang dah thu alasannya.

    Balas
  5. amalia an

     /  Desember 21, 2014

    Maaf ya….aq lancang baca ffx.
    Kasian ya yoonwon saling menyakiti tpi ttp saling merindukan.
    Siwon cpt dong ngaku org korea biar dipulangin sna n ktmu yoona lg.

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: