[OS] Speak Now

JUDUL: Speak Now

Type: OS

Author: yoonwonfp

Genre: Romance

Rating: PG(15+)

Main cast: Choi Siwon, Im Yoona

Disclaimer:

Hi! Nited! I’m back again? Adakah yg nunggu karyaku lagi? (Moga2 ada^^..)

Aku harap kalian suka ya… Ide cerita ini muncul dari salah satu lagu favorit aku, yaitu lagu yang berjudul Speak Now oleh Taylor Swift… Cm untuk jln crtanya ini   murni pemikiranku sendiri … N thx y buat admin… I’m sorry kalo ada typo^^.. Soalnya ini cm hasil iseng n aku males edit lagi…. N the last is, tolong comment ya..

Thx y buat admin^^…

Enjoy it!

 

“Yoona-ah.. Mianhae.. Aku hanya bisa melakukan ini  untuk kedua orang tuaku..”

“Jadi kau benar-benar ingin hubungan kita berakhir?”

“Neh… Chagiya, aku benar-..”

“Arraso.. Kau tidak usah meminta maaf padaku lagi… Aku hanya punya satu pertanyaan terakhir..”

“Apa?”

“Apa kau mencintai Naeun?”

“Aku… Men.. Aku mencintainya..”

“Choi Siwon… Tatap kedua mataku dan jawab aku sejujurnya! Apa kau mencintai Naeun?”

“…”

“Cepat jawab aku Choi Siwon!!”

“Aku… Aku mencintainya..”

“Lucu sekali.. Jadi kau mencintainya.. Lalu apa kau mencintaiku?”

“Yoona-ah..”

“Cepat jawab aku! Apa kau masih mencintaiku?”

Siwon hanya diam. Tak ada satu katapun yang terucap dari bibirnya. Mulutnya terasa amat kelu. Ia ingin mengucapkan kata-kata dalam hatinya. Tapi, semuanya terasa terlalu berat. Ia tak ingin membuat gadis itu merasa sakit lagi. Ia tak mau menaruh harapan padanya lagi. Ia tahu ketika ia mengatakan apa yang sesungguhnya menjadi isi hatinya, ia hanya akan membuat gadis itu semakin tak bisa melupakannya, sama seperti dirinya yang sebenarnya juga tak akan pernah bisa melupakan Yoona.

Siwon menundukan kepalanya kembali tanpa menjawab Yoona. Ia enggan menatap kedua mata yang begitu mentapnya penuh tanya. Ia mengalihkan kedua matanya pada  HP yang ada di kedua tangannya yang baru saja bergetar, menandakan ada sebuah pesan yang baru saja masuk.

Siwon, kau  tahu Yoona ada di mana? Aku dan Jessica sudah menghubunginya beberapa kali. Tapi tak diangkat. Eommanya juga sedang mencarinya…Tolong beritahu kalau kau mengetahui keberadaaannya.. Gomawo…

-Lee Donghae-

Siwon sedikit terkejut membaca pesan Donghae, sahabatnya. Bagaimana tidak, orang yang dicari sahabatnya ini justru memang ada di hadapannya saat ini.

Siwon menghela nafasnya panjang, lalu kembali mengangkat kepalanya. Ia menatap kedua mata Yoona yang masih menatapnya dengan penuh harap. Siwon menatapnya juga dengan ragu. Tapi, ia tetap enggan menjawab pertanyaan Yoona. Ia memutuskan untuk memecahkan keheningan ini dengan mengalihkan pada pertanyaan lain.

“Yoona-ah, HPmu ada di mana? Kenapa kau tidak mengangkat telepon Donghae?”

Yoona hanya diam. Ia tak menjawab pertanyaan Siwon. Ia menatap kedua mata Siwon semakin dalam. Ia ingin mencari jawaban dari kedua mata kesukaannya itu, namun ia tak kunjung mendapatkannya. Ia hanya bisa melihat mata yang tampak lelah, kesepian, dan penuh penderitaan yang ada di sana. Tak ada satupun kebahagiaan seperti dulu yang terpancar dari kedua matanya.

Yah.. Ia tak pernah melihat mata yang penuh kebahagiaan itu semenjak mereka berdua harus berpisah satu bulan yang lalu. Yoona tahu betul, bagaimana penderitaan namjachingunya yang amat dicintainya ini karena kemauan kedua orang tua angkatnya yang mengharuskan ia menikah dengan seorang wanita yang tak pernah ia cintai. Ia tahu betul bagaimana sulitnya Siwon harus menanggung beban itu sendirian.

Yoona menyerah. Ia tahu  sekeras apapun ia dan sahabatnya yang lain meyakinkan Siwon untuk tidak menikahi wanita yang bernama Naeun itu, semua pasti sia-sia. Ia mengnal sosok Siwon bukan hanya 1-2 tahun. Ia sudah mengenal sosok Siwon lebih dari 5 tahu. Dan, ia tahu betul bagaimana kerasnya kedua orang tua angkat Siwon. Berkali-kali Yoona dan sahabatnya yagn lain menyruh Siwon keluar dari cengkeraman kedua orang tua angkatnya, namun Siwon tetap enggan. Padahal, mereka sadar, Siwon bukan tak mampu untuk membiayai hidupnya sendiri. Profesi pengacara yang ditekuni SIwon sudah membuat ia menjadi kaya raya. Tapi, rasa terima kasihnya kepada kedua orang tua angkatnya seakan membuatnya memilih untuk tetap berada di sana, sekalipun ia harus menderita.

Yoona mengambil secangkir teh dari meja lalu meneguknya sekaligus. Setelah itu, ia berdiri dari tempatnya dan mengambil  tasnya. Sebelum ia membalikkan badannya, ia mengulurkan kedua tangannya dan mengulaskan senyuman kecil di bibirnya, “Chukkae.. Semoga kau bahagia… Dan..”Yoona kembali menghela nafasnya panjang, lalu senyumannya memudar dan menatap kedua mata Siwon dengan dalam, “Aku harap kau tidak menyesal dengan pilihanmu…”

SIwon juga ikut bangkit dari kursinya,lalu menyambut uluran tangan Yoona dengan sendu. Menatap Yoona yang tersenyum membuat hatinya sakit. Ia tahu senyuman yang diberikan Yoona bukanlah sebuah senyuman kebahagiaan, tapi sebuah senyuman yang menyatakan tangisan hatinya. Ia bisa merasakannya. Bahkan mendengar ucapan Yoona membuat hatinya terasa teriris.

Siwon berjalan keluar dari mejanya, lalu menepuk pundak Yoona, “Yoona-ah, aku juga berharap kau bahagia… Aku pergi dulu…”Namun sebelum ia membalikkan badannya, dengan ragu ia mengeluarkan sebuah undangan dari jas hitamnya, lalu menaruhnya di atas meja Yoona, lalu bergumam pelan, “Aku harap minggu depan kau akan datang..”

Ia pergi begitu saja meninggalkan Yoona yang masih mematung menatap undangan berwarna emas yang ada di hadapannya. Air matanya seakan mengalir begitu saja melihat nama yang tercetak dengan jelas di undangan itu, “Choi Siwon & Kim Naeun”. Hatinya terasa hancur berkeping-keping. Ia ingin meraung-raung saat itu juga. Ia jatuh terduduk di kursi tempatnya berdiri. Rasanya seluruh tenagannya hilang begitu saja.

Sementara itu, Siwon hanya bisa menatap wanita yang begitu ia cintai menangis dari balik kaca. Ia ingin berlari dan memeluk wanita itu, seakan ingin mengatakan maaf. Namun, ia tidak mungkin. Jika ia melakukannya ia hanya akan membuat waniuta itu semakin sulit melepaskannya. Ia sudah berhasil melakukan hal yang paling menyakitkan yaitu memberikan undangan pernikahannya dengan wanita lain pada Yoona. Maka seharusnya ia tidak perlu kahawatir, ia yakin Yoona pasti kini membecinya.

Hae-ah, Yoona ada di Bourbon Café. Aku harap kau dan Jessica bisa menghampirinya sekarang. Dia membutuhkan kalian… Gomawo..

-Choi Siwon-

***

Jessica yang baru saja tiba, sedikit terkejut memandang pemandangan Yoona yang saat ini tengah meminum sebotol wine digelasnya. Wajah Yoona terlihat kusut dan matanya terlihat masih basah dengan air mata. Ia dudukdi samping Yoona lalu menghetikan tangan Yoona yang hendak meminum segelas wine lagi.

“Yoona-ah, kumohon hentikan. Kau bisa mabuk!”Bentak Jessica.

Yoona tetap tidak peduli. Ia menarik tangan Jessica untuk mengambil gelas yang masih berisi wine yang ingin diteguknya. Jessica yang melihat keadaaan Yoona semakin frustrasi. Tak biasanya Yoona seperti ini. Selama ini Yoona tak akan pernah meminum wine seorang diri, terlebih lagi ini masih siang.

“Yoona-ah, kumohon hentikan. Ini masih siang…”

Namun Yoona tetap enggan mendengarkan Jessica. Ia mengambil sebotol besar wine yang masih ada di mejanya dan meneguknya sekaligus. Donghae yang baru saja tiba di meja Yoona, langsung menarik botol itu dari tangan Yoona. Seketika wine itu lepas dari mulutnya, Yoona menjadi lemah. Wajahnya terjatuh begitu saja di meja dan tangisan keluar dari bibir mungilnya.

Jessica hanya bisa menatap Yoona dengan sendu, “Yoona-ah, Waegerae? Bukankah kau kemarin baik-baik saja?”Jessica mengusap bahu sahabatnya itu dengan sayang. Ia pun kini ikut menangis.

Donghae hanya bisa menghela nafas pasrah saat melihat istrnya dan sahabatnya sendiri yagn kini menangis bersama. Ia segera mengambil tempat duduk yang ada di hadapan keduanya. Ia merasa akan lebih baik jika ia mengisi perutnya yang saat ini terasa lapar sembari menunggu kedua perempuan yang disayanginya ini menangis. Ia mencari-cari sekilas menu makanan yang seharusnya ada di meja.

“Aneh… Kenapa tidak ada? Ah! Mungkin terjatuh di lantai..”

Donghae pun menundukkan kepalanya ke lantai, dan saat itulah ia melihatnya. Ia melihat sebuah undangan emas yang taka sing di matanya. Pasalnya ia sendiri juga sudah menerima itu beberapa hari yang lalu. Dan, saat itulah ia sadar alasan apa yang membuat sahabatnya seperti ini.

***

“Yoona-ah… Kalau memang kau mencintai Siwon, maka kau harus melakukannya!”Ujar Donghae dengan semangat berapi-api akan idenya yang sebenarnya sedikit gila.

Yoona hanya menggeleng pelan, “Aku memang mencintainya.. Geundae.. Bagaimana jika dia sendiri tetap ingin menikahi perempuan itu? Kau sendiri tahu bagaimana kerasa kepalanya Siwon jika sudah menyangkut keluarganya..”Tanyanya pesisi sambil menatap Donghae dan Jessica.

Jessica yang semenjak tadi diam, kini ikut membuka suaranya, “Yup.. I agree with that..”Ia mengangguk, “Geundae.. Kau lupa sesuatu Yoona… Siwon bukanlah tipe pria yang akan menyia-nyiakan kesempatan bagus…”

“Maksudmu?”Yoona mengerutkan keningnya bingung.

“Yup..  Ketika kau memberikan kesempatan emas itu pada Siwon aku yakin ia tidak akan menyiakan-nyiakannya..”Donghae mengangguk setuju.

Yoona masih saja ragu dengan ide yang kedua sahabatnya berikan. Rasa ragu dan takut kini bercampur menjadi satu. Ide gila yang dilontarkan kedua sahabatnya bukan hanya akan membuatnya menanggung malu yang luar biasa, tapi mungkin saja itu akan menjadi momen menyakitkan dalam hidupnya. Yah.. Itu jikalau Siwon tak menerima kesempatan yang ia berika dengan baik. Maka itu semua akan sia-sia.

Tapi, bagaimana jika Siwon mau menggunakan kesempatan terakhir yang ia berikan itu? Ia pun tak tahu….

“Im Yoona, Remember, this is your last chance…”Ujar Donghae dan Jessica.

Namun Yoona bergumam pelan, “Yup, and his last chance to get true happiness..”

***

1 Week later

Siwon menatap bayangan dirinya di balik pantulan kaca yanG ada di hadapannya. Ia tampak sangat tampan dengan jas putih yagn terpasang di tubuhnya. Begitu juga dengan bunga mawar yang terselip di jas putihnya. Ia tampak sangat sempurna. Namun, ia sadar. Setampan apapun dirinya, tidak akan pernah terasa sempurna karena ia tidak bisa mengulaskan senyuman setitikpun.

Ia memang tampak seperti pengantin pria pada umumnya. Rasa khawatir bercampur tegang juga menguasai dirinya. Namun, sayangnya rasa itu tidak bercampur dengan rasa bahagia sedikitpun. Tak ada keinginannya sedetikpun untuk menjalani pernikahan yang sebenarnya hanya diinginkan oleh kedua orang tua angkatnya ini. Rasanya ia ingin sekali kabur dari ini semua, namun sayang ia tidak mungkin melakukannya.

Siwon sedikit terkejut, ketika pintu di belakangnya tiba-tiba saja terbuka dan ia melihat sesosok wanita paruh baya yang sedang melangkah maju. Dan, di belakang wanita itu, ia bisa melihat sosok Donghae yang berada di pinggir pintu. Sepertinya sahabatnya enggan masuk saat melihat ibunya yang kini sudah ada di hadapannya.

“Annyeonghasaeyo Eomma..”Siwon berusaha tersenyum dan membungkukkan diri di hadapan Eommanya.

Eommanya tersenyum puas, lalu menepuk pundak Siwon pelan, “Kau tampan sekali.. Apa kau tegang?”Tanya Eommanya.

“Neh..”

Eommanya kembali merapikan jas Siwon dan membelai pundak Siwon, “Kkjonghajima.. Semua pria yagn akan menikah pasti tegang…”Eommanya tertawa kecil, “Eomma harap kau bahagia dengan Naeun…”

Siwon hanya mengangguk ringan dan menatap kepergian Eommanya yangbaru saja keluar dari ruangannya. Wajahnya tampak kembali seperti tadi. Begitu datar. Senyumannya seakan hilang begitu saja.

Donghae kembali membuyarkan lamunan Siwon, “Siwon-ah.. Chukkae..”Ia menepuk bahu Siwon pelan, “Kau sudah siap?”Tanyanya.

“Entahlah…”Gumamnya pelan.

“Siwon-ah.. I just want to remind you something..  Pernikahan bukanlah sebuah permainan yang bisa kau paksakan. Pernikahan adalah komitmen seumur hidup. Jika kau salah memilih pasangan hidupmu, maka kau akan menyesal seumur hidup…. Ingatlah, kau yang menjalaninya, bukan kedua orang tuamu… Jadi pilihlah yang terbaik..”

Siwon menghela nafasnya panjang lalu menutup kedua matanya rapat-rapat, “I know that.. But, it’s too late Hae..”Tanpa terasa air matanya mengelir begitu saja di wajahnya yang tampan.

Donghae tersenyum, lalu menepuk pundak Siwon, “Nope.. There is still last chace.. And I hope you won’t waste that chance…”Ia lalu membalik badannya lagi, “Aku pergi dulu.. Ingat pesanku, jangan sampai kau menyesal… See you there..”

“Tuhan, aku tidak mau menyesal… Please show me Your way..”

***

Siwon berdiri di atas altar dengan tangan yang begitu terasa dingin. Jantungnya terasa berpacu begitu cepat seiring dengan mendekatnya seorang wanita di balik pakaian anggunnya yang berwarna putih pada dirinya. Bukan karena ia merasa wanita itu cantik, namun ia tahu betul alasannya adalah karena hingga saat inipun ia masih ragu menerima wanita yang ada di hadapannya ini sebagai istrinya.

Jikalau wanita yang ada di balik pakaian putih itu adalah Yoona mungkin semuanya berbeda. Ia pasti akan tersenyum bahagia. Jantungnyapun pasti akan berpacu cepat karena kecantikan Yoona yang selalu membuatnya jatuh cinta pada wanita itu. Yah… Jikalau saja wanita itu Yoona, pasti semuanya akan berbeda. Ia tak akan berdiri di tempat ini dengan beban sedikit pun. Tapi, ia pasti akan berdiri di sini dengan keyakinan dengan sukacita.

“Siwon-sshi.. Siwon-sshi”

Lamunan Siwon terhenti saat Naeun menyentuh tangan Siwon yang enggan mengambil tangannya yang diserahkan oleh ayahnya. Siwon sedikit terkejut melihat Naeun yang ada di hadapannya, berarti tadi ia melamun hingga tak menyadari bahwa wanita ini bersama ayahnya kini sudah ada di hadapannya.

“Ah.. Neh.. Neh..”

Dengan perlahan, ia mengmbil tangan Naeun yang di serahkan ayahnya lalu berlutut di didepan Patur yang akan memimpin prosesi janji pernikahan mereka.

“Baiklah, sebelum kita memulai prosesi janji pernikahan yang suci ini.. Adakah pihak yang menentang pernikahan suci ini? Speak now or Forever Hold Your Peace..”

Suasana masih tampak begitu tenang. Tak ada tanda-tanda ada pihak yang akan menentang pernikahan suci ini. Maka sang Pastur yang berdiri di mimbar melanjutkan perkataanya lagi, “Baiklah.. Sekarang mari kita…”

Tiba-tiba saja suasana tampak riuh. Semua mata kini tertuju pada sesosok wanita berbaju putih anggun yang kini mengancungkan tangannya dengan tiba-tiba. Wanita ini berdiri dengan perlahan. Tubuhnya yang ramping tampak bergetar ketakutan. Semua mata  penuh tanda tanya akan sosok wanita ini. Tak ada yang mengenalinya. Terkecuali beberapa orang yang memang duduk di sisi wanita ini.

Begitu juga dengan Siwon. Matanya tampak begitu terkejut saat melihat ada seorang wanita yang dengan tiba-tiba saja menjadi penentang pernikahannya. Tapi, hal yang lebih membuatnya terkejut adalah saat ia mengenali sosok wanita itu. Wanita yang begitu ia cintai.

Kedua matanya menatap mata Yoona yang tampak ketakutan dengan penuh cinta. Ia sama sekali tidak peduli jika pernikahannya kini diambang kehancuran. Ia tak peduli, yang ia tahu saat ini Yoona datang untuknya. Artinya, Tuhan sudah menjawabnya.

Tanpa bicara, Siwon langsung berlari turun dari panggung dan berlari menuju tempat di mana Yoona masih juga mentapnya dengan air mata. Namun, sebuah tangan yang tak kalah kekar langsung menahan tangannya, “Yah! Apa yang kau lakukan! Cepat kembali ke panggung!”

Siwon menatap ayahnya dengan geram, “Appa! Sudah cukup selama ini kau mengaturku! Aku tidak pernah memprotes apapun padamu.. Tak bisakah kali ini kau membiarkanku memilih pasangan hidupku!”

“Berani-beraninya kau!”Sebuah tamparan melayang begitu saja di wajah Siwon. Ayahnya juga menatapnya penuh amarah, “Anak kurang ajar!”

Siwon menyentuh wajahnya dengan tangannya, “Appa.. Gomawo sudah menamparku…”Ia menghela nafas panjang, “Mianhae.. Kalau aku tidak bisa memuaskan  keinginanmu kali ini…Kamsahamnida untuk semuanya… “Ia membungkuk hormat. Tanpa peduli ayah dan ibunya yang kini sedang bertengkar, Siwon berlari lagi ke arah tempat yang tadi ingn ditujunya. Tapi sayang, ia  tidak menemukan Yoona di sana.

Donghae berjalan kea rah Siwon dan menepuk pundak Siwon, “You did a great job man!”Siwon sama sekali tak menggubris pujian sahabatnya, ia hanya memusatkan seluruh konsentrasinya untuk mencari Yoona, “Yoona ada di mana?”Tanyanya pada Donghae.

Donghae tersenyum  lalu menunjuk arah pintu yang terbuka, “Dia ada di luar sana.. Sedang menunggumu…”

Siwon mengangguk antusias, lalu ia segera berlari keluar. Sekilas matanya menyapu sekeliling alam terbuka itu. Tak ada sosok Yoona di sana. Rasa khawatir dan taku menjalari dirinya seketika. Apa mungkin Yoona sudah pergi? Meninggalkannya?

Tiba-tiba saja matanya terpaku pada sebuah mobil BMW putih yang sedang melaju di hadapannya. Tanpa berpikir panjang, ia berlari menuju mobil tersebut. Ia mengetuk-ngetuk pintu mobil itu berkali-kali. Namun, orang yang di dalamnya tak kunjung juga membukanya. Ini membuat Siwon semakin takut, Apa mungkin Yoona marah padanya?

“Yoona-ah.. aku mohon jangan pergi… I love you…”

“Yoona-ah.. Aku mohon.. Turunlah…”

“Please, I beg you..”

“Saranghae Im Yoona… Please don’t leave me…”

Siwon mengetuk pintu itu berkali-kali memohon agar sosok yang ada di dalamnya segera membuka pintunya dan memeluknya erat. Tapi, sayang pintu itu tak juga terbuka. Siwon thau, tak mudah bagi Yoona untuk memaafkannya, maka itu ia sama sekali tak peduli sekalipun ia harus berlutut meminta maaf pada Yoona.

“Oppa.. Apa yang sedang kau lakukan?”

Suara Yoona yang terdengar dari belakangnya membuat kegiatan gila Siwon terhenti seketika. Ia membalikkan badannya dan melihat sosok Yoona yang sedang memandangnya bingung. Siwon tidak peduli, ia langsung bangkit dan memeluk Yoona dengan erat.

“Mianhae Yoona-ah…. Please forgive me… Please..”

Yoona sedikit terkejut saat merasakan air mata Siwon yang kini membasahi pundaknya. Ia membalas pelukan erat Siwon dan mengangguk pelan, “I forgive you…”

“Gomawo.. I love you…”

“Nado…”

Siwon melepaskan pelukannya, lalu membelai wajah Yoona yang juga basah oleh air mata. Baru saja, ia hendak mencium bibir yang dirindukannya itu, tiba-tiba saja Yoona langsung menahanya bibir Siwon dengan tangannya dan mengeeleng pelan.

“Oppa.. Not now..”

“Why?”

Yoona menunjuk belakang Siwon. Di sana telah berdiri sosok Jessica yang tengah bersender di mobil BMW putih miliknya. Ia tengah asyik menonton adegan mesra kedua sahabat baiknya ini.

“Yah! Sejak kapan kau disini?”Tanya Siwon sambil memegang dadanya terkejut.

Jessica tertawa, lalu ia berpura-pura berpikir, “Hm.. Kalau tidak salah sejak pintuku diketuk oleh seorang pria yang menangis berteriak Yoona-ah, aku mohon jangan pergi.. I love You…”

“Jadi kau yang ada di dalam mobil itu! AISH! Kenapa kau tidak bilang dari tadi!”

Jessica kembali tertawa, lalu ia mengancungkan tangannya kepada Siwon, “Gwenchanna.. Aku menikmati pernyataan cintamu tadi.. Hanya saja seharusnya kau mengganti nama Yoona menjadi namaku.. Pasti akan lebih menyenangkan..”

Yoona kini ikut mengomel, “Eonni! Geumanhae.. Kau membuatnya malu…”

“Wae? Ia bahkan tak mengaku malu sama sekali Yoona! Ia menikmatinya tadi.. Ah! Aku rasa ini akan menjadi cerita yang bagus untuk Donghae..”

“Jung Sooyeon! Jangan ceritakan ini ke Donghae…”Ancam Siwon.

“Wae?”

“Tidak boleh! Titik!”

“Arasso! Geundae… Kalian harus melakukan sesuatu untukku…”Jessica tampak berpikir sejenak, lalu ia melanjutkan dengan senyuman puas, “Aku mau kalian berciuman di depanku..”

“Eonni! Shirreo!”

“Ayolah Yoona! Namjachingumu saja tidak malu… Ayolah! Atau rahasianya akan kuberitahu pada Donghae!”

“Tapi Eonni..”Tanpa bicara, Siwon langsung menarik tubuh Yoona dan membekap mulutnya. Denngan bibirnya. Ia melemutnya perlahan dan memainkannya. Sementara Yoona yang awalnya memberontak, kini ikut menikmati permainannya ini.

Seakan tidak mempedulikan Jessica yang ada di hadapannya keduanyamasih saja menikmati permainan mereka, sampai Donghae yang baru saja keluar dari gereja tersebut hanya bisa memandang mereka dengan gelengan kepala sambil berdiri di samping Jessica.

“Kenapa mereka bisa sampai begitu?”Tanya Donghae berbisik di telinga Jessica.

Jessica hanya tersenyum, “Because they love each other..”Lalu memandang Donghae.

Donghae mengangguk, lalu berbisik di telinga istrinya itu, “Like I love you… So much…”

“I know..”

Donghae menangkup wajah Jessica dengan tangannya, dan ia mencium dahi istrinya itu dengan lembut, “I love you Sooyeon..”Lalu ia beralih ke perut Jessica yang terlihat sedikit membesar dan membelainya dengan sayang, “I can’t wait till our baby born…”

Jessica tersenyum, berbisik pelan di telinga Donghae dengan sayang, “I love you Hae… so much..”

Donghae tersenyum, lalu ia memajukan bibrnya di bibr Jessica, dan menciumnya lembut dengan penuh cinta. Tanpa mereka sadari, kini Yoona dan Siwonlah yang tengah  asyik menjadi penonton adegan suami istri yang sekaligus sahabat baik mereka ini.

“Yoona-ah, aku ingin bertanya sesuatu padamu..”

“Waeyo?”

“Will you marry me?”

Jantung Yoona saat itu juga terasa berhenti berdetak. Ia menatap kedua mata Siwon yang kini menatapnya dengan sungguh-sungguh dan penuh cinta. Ia memang tak berlutut ataupu melamarnya dnegan cincin berlian seperti pria-pria dalam film-film ketika melamar seorang wanita. Namun, bagi Yoona cara Siwon melamarnya lebih dari semua yang ia butuhkan. Cinta… Hanya itulah yang ia butuhkan.

Ia menganggukan kepalanya pelan, “Neh…”

Seketika itu Siwon memeluk Yoona lagi dengan erat, “Mianhae.. Kalau aku melamarmu tanpa cincin.. Aku janji nanti setelah ini kita akan langsung membelinya.. I promise..”

“I don’t need it.. I just need you…”

***

I am not the kind of girl
Who should be rudely barging in
On a white veil occasion
But you are not the kind of boy
Who should be marrying the wrong girl

I sneak in and see your friends
And her snotty little family
All dressed in pastel
And she is yelling at a bridesmaid
Somewhere back inside a room
Wearing a gown shaped like a pastry

This is
Surely not what you thought it would be
I lose myself in a daydream
Where I stand and say

Don’t say yes, run away now
I’ll meet you when you’re out
Of the church at the back door
Don’t wait or say a single vow
You need to hear me out
And they said “speak now”

Fond gestures are exchanged
And the organ starts to play
A song that sounds like a deathmarch

And I am hiding in the curtains
It seems that I was uninvited
By a lovely bride-to-be

She floats down the aisle
Like a pageant queen.
But I know you wish it was me
You wish it was me

Don’t say yes, run away now
I’ll meet you when you’re out
Of the church at the back door

Don’t wait or say a single vow
Your time is running out
And they said, “speak now”

I hear the preacher say
“Speak now or forever hold your peace”
There’s the silence, there’s my last chance
I stand up with shaking hands
All eyes on me

Horrified looks from
Everyone in the room
But I’m only looking at you.

So don’t say yes, run away now
I’ll meet you when you’re out
Of the church at the back door

Don’t wait or say a single vow
You need to hear me out
And they said, “speak now!”

And you say
Let’s run away now
I’ll meet you when I’m out
Of my tux at the back door

Baby, I didn’t say my vows
So glad you were around when they said
Speak Now

***

5 Years later

Siwon mengusap kepala putrinya yang tengah tertidur lelap di sampingnya. Sebelum ia bangkit dari ranjang berwarna pink itu, ia menatap putrinya lagi denga lekat. Wajah putrinya yang paling ia sukai. Bagaimana tidak, wajah anak perempuannya yang ia berikan nama Eun Hye ini benar-benar mewarisi wajah Yoona dan dirinya. Ia membelai  wajah itu dengan pelan dan mencium keningnya lembut.

“Good night sweetheart.. God Bless You..”

Setelah ia memastikan bahwa anaknya telah tertidur lelap ia pun merapikan selimut pink yang menutupi tubuh putrinya lalu beranjak dari kamar berwarna pink itu dan beranjak ke kamarnya sendiri.

Saat ia membuka kamarnya, ia kembali tersenyum. Matanya kini menangkap Yoona  yang tengah duduk di sisi ranjang sambil menggendong seorang bayi yang masih tampak begitu mungil dalam gendongannya. Siwon paling menyukai pemandangan ini, dimana ia melihat sosok Yoona menjadi seorang ibu yang penuh kelembuta dan cinta. Baginya, tidak ada lagi yang bisa membuatnya bahagia selain tinggal bersama keluarga kecilnya.

Ia berjalan menghampiri keduanya. Ia berjongkok disana dan mengusap bayi mungil yang tertidur di dekapan Yoona.

“Yeobo, kau sudah cuci tangan?”Tanya Yoona.

Siwon mengangguk, “Tentu saja.. Sini, sekarang giliran aku yang menjagany.. Kau harus istirahat sekarang..”

Perlahan, Siwon mengambil putranya yang baru berumur satu bulan itu dari dekapan Yoona dan menaruhnya di ranjang bayi sebelah ranjang mereka dengan lembut.  Setelah memastikan bayi mungil mereka telah tertidur  lelap ia pun kembali ke ranjang bersama Yoona.

Karena merasa lelah, Yoona langsung menenderkan kepalanya di bahu Siwon,“Eun Hye sudah tidur?”

“Sudah… Kau tahu tadi aku harus menceritakan hal yang sama lagi padanya baru dia mau tidur…”

“Mwo? Maksudmu kejadian pernikahan gilamu itu?”

Siwon mengangguk, “Neh.. Aku benar-benar bingung kenapa dia suka sekali mendengarkan cerita itu.”

Yoona mengangkat kedua bahunya, “Molla… AKu juga tidak tahu kenapa dia suka sekali mendengar cerita konyol itu..”

“Itu bukan cerita konyol Yoona… Karena tanpa cerita itu kita tidak akan bersama bukan?”

“Neh.. Kau benar..”

“Geundae, sebenarnya aku ingin bertanya sesuatu, kenapa hari itu dengan tiba-tiba kau bisa melakukan hal itu?”

“Karena aku tidak ingin kau menikahi wanita yang salah…”

Siwon tersenyum, lalu ia mencium kepala Yoona yang bersender di bahunya, “Neh.. Kau benar.. You are the perfect wife for me…. Thanks for everything… Gomawo… Saranghae…”

“Nado…”

THE END

 Gimana? Please comment y^^

Ini salah satu karya iseng aku lagi…. Kali ini ga terlalu panjang sh.. But, I hope you guys like it….

Thx n GBU^^

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

162 Komentar

  1. evi

     /  April 14, 2014

    akh bagus bnget eonni ffnya ^^
    untng siwon oppa pilih yoona eonni ^^

    Balas
  2. any

     /  Mei 15, 2014

    Bagus ceritanya. Kirain tadi pas digeraja yoona bakaln berdiri n bilang kalo dia keberatn dng pernikahan siwon dan menjelaskan alasannya. Pasti seru krn pasti ada adu argumen juga. Trus nasib naeun gimana saat itu kok g ada kehebohan apapun. Hehee

    Balas
  3. Mia

     /  Juli 11, 2014

    Endingxa lucu

    Balas
  4. Ceritanya benar2 sangat menyentuh

    Balas
  5. Kereenn .. akhirx YoonWon bisa brstu … ditunggu ff lainnya … FIGHTING

    Balas
  6. vinchoi

     /  Desember 18, 2014

    huuah hampir mewek kiraiin wonppa benern bakal ninggalin yoona eonni. trnyata happy ending jg.

    Balas
  7. siwon oppa lebih memilih yoona unnie..
    bagus ff nya…

    Balas
  8. Keren kok author, alurnya ndak ribet dan mudah dipahami. Suka moment2 yoonwonnya ..🙂

    Balas
  9. Kren eon
    bgus ceritax
    menyentuh hati
    ditunggu cerita yg laen eon
    gomawo

    Balas
  10. kim eun ah

     /  Juni 23, 2015

    Suka sama ceritanya di kirain wonpa bakal nikah sama naeun terus sad ending eh ternyata malah sama yoona eonni Dan happy ending ☺ aku tunggu ff lainyanya ya eonni fighting

    Balas
  11. sellina mitha

     /  September 27, 2015

    hahaha
    yoona eoni bner” nekt tuk btali prnkhn itu

    Balas
  12. melani

     /  Juli 8, 2016

    Untungnya yoona gagalin pernikahan siwon sama wanita lain kalo gak mereka bakal sama” terluka n gak bahagia.. happy ending..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: