[Ficlet] I’M YOURS

I’M YOURS

by

choichoding007

 

Romance & Fluff|| PG 15 ||Ficlet (<2000 words)

Starring :

IM YOONA // CHOI SIWON

 

.

“Aku mencintaimu, setengah hidup, setengah pingsan, setengah mati.”

.

.

.

“Kau tidak pernah ciuman ya?”

Suara burung-burung saling bersautan kala angin musim gugur menghembus dari arah selatan.Beberapa daun jatuh berguguran, membasahi tanah yang bertumbuhkan rerumputan.

Surai rambutnya jatuh menutupi sebagian wajahnya kala ia menunduk. Semburat merah menghias pipi mungilnya, membuat pipi itu seperti buah tomat yang segar.

Sudut-sudut bibirnya tertarik ke atas.Ada senyum geli yang begitu tampak saat dia melihat perubahan wajah pada gadis di hadapannya.Wajah dengan pipi merona.

“Aku tidak salah, ‘kan?”Ada jeda sejenak.“Im Yoona?” imbuhnya dengan sedikit memiringkan kepala, mengamati lebih jauh wajah menggemaskan gadis itu.

Malu dan tersinggung.Yoona mengembungkan pipinya, lalu sedikit mengangkat kepala, menatap pria di depannya dengan memicingkan mata.“Kenapa kau masih bertanya jika sudah tahu!” katanya ketus.

Pria itu tergelak.Suaranya khas, walau sedang tertawa.Dua lesung pipit dengan garis wajah tegas. Dua alis tebal dengan hidung mancung. Dan dua mata elang dengan bibir tipis.Tidak ada yang tahu kenapa Tuhan bisa menciptakan makhluk setampan dia.

Alih-alih memberenggut, Yoona justru terpaku pada sosok di hadapannya yang tengah tertawa geli.Dia tampan.Di saat apapun.Dan Yoona berani bersumpah bahwa dia tidak menyesal mencintai pria ini.

“Kalau begitu biar kuajari seperti apa ciuman itu.”

“Oh?”

 

CHU~

Pantulan senja berwarna jingga yang menghangatkan menembus permukaan kulitnya.Angin berhembus kencang, menerbangkan anak rambutnya yang hitam pekat.

Untuk sepersekian detik gadis itu mengerjapkan matanya.Bibir itu telah menempel tepat pada bibirnya.Hembusan nafas masih terasa hangat menerpa wajah Yoona.

Dan ketika pria itu mulai menggerakkan bibirnya, kedua  kelopak matanya mengatup dengan perlahan.

Rasanya hangat dan… manis. Dia menyesap, mengulum dan mencumbu bibir polos Yoona.Memperdalam ciumannya dan mengantar Yoona pada rasa hangat yang membungkus tubuhnya.

 

 

Itu adalah ciuman pertamaku. . .

Untuk sosok pria bernama  Choi Si Won.

02.06.01

***

“Jangan bergerak!” kata Siwon memperingati.Dia menatap gadis di hadapannya dengan mata menajam.

Wae?Kau pikir aku buronan sampai aku tak boleh bergerak.Dan kau ingin aku mengangkat tangan karna kau mengacungkan pistol?Begitu? Huh?”

Siwon menghela napas dan menggeser bokongnya maju ke depan. Tangannya menyelipkan helai rambut Yoona ke belakang telinga gadis itu. “Kau…” Dia sedikit meringis.“Kau berkelahi lagi?Dengan gadis-gadis bodoh itu?”

Yoona menghiraukan ucapan Siwon.Dia membuang muka tak acuh, seolah itu sudah menjadi wajar dalam kesehariannya.

Pelipis yang sedikit berdarah, ujung bibir yang membiru, dan beberapa bekas cakaran pada wajahnya.Siwon mengamatinya dan menggelengkan kepala.Dia lalu membuka kotak P3K yang ada di pangkuannya, mengeluarkan kapas dan obat anti septik.

“Seharusnya kau tidak usah meladeni mereka,” kata Siwon mulai mengoles memar di ujung bibir Yoona.“Kau hanya membuang waktu jika terus seperti itu,” sambungnya menutulkan kapas itu pada pelipis Yoona.“Bagaimana jika wajahmu jadi lebih jelek?”Siwon mengambil hansaplas dari dalam kotak, lalu menempelkan pada pelipis Yoona.“Kau masih seorang pelajar SMA dan kau seorang gadis.Arra?

Gadis itu memberenggut.“Aku tidak salah.Mereka yang salah!” katanya menegaskan.

“Tidak peduli siapa yang salah kau tidak seharusnya meladeni mereka.Tiga lawan satu.Kau pikir apa yang akan terjadi padamu jika aku tidak datang tadi,” cerocos Siwon tak mau kalah.

“Kalau begitu siapa yang menyuruhmu untuk datang?Harusnya kau tidak perlu datang agar aku bisa menghajar mulut mereka.”Yoona meremas tangannya dan menatap Siwon tak suka.

Pria itu memutar kedua bola matanya.“Apa kau ingin mejadi berandalan?”

“Cerewet.Kenapa kau selalu ikut campur urusanku, sih?”

“Karna aku tetanggamu.”

“Kau hanya tetanggaku.Jadi, mulai sekarang kau tidak perlu repot-repot mencampuri urusanku.”

Shirro!

Wae?

“Karna aku temanmu satu-satunya.Karna aku sudah menciummu maka kau harus menurut apa kataku, arra?

Yoona melebarkan matanya.Pipinya bersemu merah dengan cepatnya.Dengan gugup dia menarik tubuh dari hadapan Siwon dan sedikit menggigit bibir bawahnya.

Siwon memiringkan kepalanya untuk menatap wajah Yoona.“Wae?

Yoona berusaha menghindar dari tatapan menyelidik Siwon. Jika sampai Siwon tahu pipinya memerah karna menahan malu, pria itu pasti akan menertawakannya.

“Ada apa?”Siwon semakin mendekatkan wajahnya.“Hei, ada apa dengan pipimu?Kau seperti kepiting rebus.”

“Mwo?” gadis itu mengusap-usap pipinya dengan telapak tangan.“Pipiku merah bukan karna malu.Tapi karna udaranya yang terlalu dingin!”

“Huh? Aku tidak bilang kau seperti gadis yang tersipu.”Siwon semakin melebarkan senyumnya.mengerti. “Jangan-jangan itu ciuman pertamamu yah?”

Yoona terperangah dengan ucapan Siwon.“Ani,” elaknya menggeleng.

“Wah, wajahmu semakin memerah.”

Ya!Berhenti menggodaku!”

 

 

Aku tidak ingin bercermin saat itu.Siwon membuat wajahku memanas.Dia tahu itu adalah ciuman pertamaku tapi dia tetap menggodaku. Aku membencinya!

. . .

Tidak.Aku tidak bisa membencinya.Aku merasa malu mengatakan ini tapi aku menyukainya.

12.09.03

***

Yoona duduk bersandar pada pohon besar di taman kampus. Kedua bola matanya sibuk mencerna deretan huruf-huruf pada buku setebal batu-bata dalam genggamannya.

“Sembilan puluh tujuh rusa.Sembilan puluh delapan rusa.Sembilan puluh Sembilan rusa—Aissshh!” Siwon melempar buku catatan yang ia gunakan untuk menutup wajahnya, lalu ia bangkit dari tidurnya. “Aku sudah menghitung sampai sembilan puluh sembilan rusa.Tapi kenapa aku tidak juga mengantuk?”

Yoona mengangkat kepalanya dan menoleh kearah Siwon yang terduduk di sampingnya.Gadis itu hanya tersenyum geli.“Seharusnya kau tidur di tempat yang lebih nyaman.Jika kau tidur disini saat matahari tenggelam tidak akanada yang membangunkanmu.”

Siwon beralih menatap Yoona.Dia berjingkrak mendekat pada Yoona dan menempatkan kepalanya di atas paha Yoona. “Sekarang aku bias tidur nyenyak.”

Gadis itu tersentak, tubuhnya menegang untuk beberapa saat. Tapi kepala Siwon yang berada di pangkuannya membuat tubuhnya  merasakan gemetar beserta nyaman. Yoona mengulas senyum lembut.Dia melihat bahu Siwon yang bergerak naik turun teratur.Pria itu sudah tertidur?

“Yoona-ya.”

“Mmm?”

“Seperti apa orang yang kau suka?”

Nde?”Gadis itu sudah dibuat tersentak untuk kesekian kalinya oleh pria ini. Dan kali ini apa yang dikatakan pria ini? Menanyakan orang disukai?Apa selama ini dia tidak peka?

“Jawab saja.”

Yoona mendengus.Tapi dia menurut.Kepalanya menengadah, memikirkan penggambaran tentang pangerannya.“Dia pria bertubuh tegap, tinggi.Kedua alisnya tebal.Matanya tajam.Hidungnya mancung dan dia memiliki lesung pipit saat dia tersenyum.”

Gadis itu mengulum senyum.“Setiap berada di dekatnya jantungku berdebar kuat.Seperti habis melakukan maraton.”Dia menyentuh dadanya tepat pada letak jantungnya. “Dug… Dug… Dug…” Yoona memejamkan mata.“Lebih cepat tiap detiknya.”

Siwon memutar kepalanya, menatap Yoona yang masih memejamkan mata.“Gaurae?”Dia meraih tangan Yoona dan meletakkannya pada dadanya.“Apa seperti ini? Dug… Dug… Dug… Mmm?Apa sama denganmu?”

Gadis itu terperangah, diam seribu bahasa.

“Kurasa pria itu adalah aku, mm?Benarkan?”

Yoona mengerjapkan-ngerjapkan mata dengan mulut komat kamit, sibuk ingin mengelak.Tapi tarikan Siwon di lehernya menghentikan usahanya.

Kali ini jantungnya benar-benar di paksa untuk berdetak berpuluh kali lipat.Mereka hanya berjarak beberapa senti saja.Bahkan ujung hidung mereka sudah bersentuhan.

Siwon menampakkan senyum tenangnya.“Kau milikku.Mulai sekarang.Jadi, jangan coba kabur dariku, arra?

 

 

Setiap detiknya aku semakin menyukainya, semakin bertambah. Seperti titik-titik hujan yang mengumpul menjadi derasnya hujan.Dia menyukaiku.Choi Siwon menyukaiku.Saat itu ada begitu banyak hal yang aku pikirkan.Bagaimana aku ketika bertemu dengannya besok? Aku harus mengenakan baju apa agar dia tidak berpaling dariku? Apa aku harus memakai make-up juga? Sikap gadis seperti apa yang dia sukai?Dan sikap gadis yang bagaimana yang tidak dia sukai?Aku memikirkannya.Menjadi sosok gadis yang menjadi kekasihnya.

20.04.05

***

Matahari tidak terlalu menyayat di luar jendela sana. Kendaraan yang berlalu lalang seolah-olah menjadi satu-satunya pemandangan yang dapat di tangkap oleh mata, sekaligus menjadikannya pemandangan terburuk yang pernah ada.

“Bisa bantu aku?”

Dia tidak bergeming.Pria itu masih betah menatap ke luar jendela dengan menopang dagu dan secangkir kopi yang sudah mendingin di atas meja.

Yoona mendecak.“Siwon-aa!” panggilnya sedikit geram.

Masih tidak ada sahutan.

“Choi Siwon!” Yoona menaikkan suaranya satu oktaf.Dan hal itu berhasil mengalihkan perhatian pria tadi.

“Apa?” sahutnya seperti orang tanpadosa.

Yoona memutar kedua bola matanya, lalu menjatuhkan kardus yang dia bawa ke atas meja dengan sedikit membantingnya.“Aku membencimu,” katanya sambil berlalu.

Siwon mengerjap-ngerjapkan matanya.Lalu bibirnya mengulas senyum geli saat gadis itu menarik kursi dan duduk membelakanginya.Siwon beranjak dari tempatnya duduk.Dia berjalan menghampiri Yoona yang menyibukkan diri dengan sketsa-sketsa buatannya.

Siwon mencondongkan tubuhnya ke depan dan menyandarkan dagunya pada bahu Yoona. Dia mengamati Yoona yang mewarnai hasil sketsanya.Pria itu tidak mengeluarkan suara, hanya menarik nafas dan menghembuskannya teratur.

“Bukankah ini minggu pagi yang menyenangkan?” kata Siwon memulai, dengan tersenyum lebar. “Kudengar ada kedai baru di depan sana. Bagaimana jika kita pergi ke sana, mm?”Dia menggeser kepalanya dan menepelkan pipinya pada pipi Yoona. “Kau pasti kelelahan setelah fashion show yang kau gelar kemarin. Jadi—“

Yoona menyingkirkan kepala Siwon dengan spidol warnanya. Nampak tidak tertarik sama sekali dengan penawaran Siwon. Dia kembali mengambil kertas dan mulai membuat desain di sana.

Pria itu lalu menegakkan tubuhnya. Dia menautkan kedua alis sambil memasukkan kedua tangannya pada saku celana. Kakinya melangkah pelan, berjalan ke seberang meja.Siwon kembali mencondongkan tubuhnya. Kali ini tepat di depan Yoona. Dari sini dia bisa melihat bagaimana wajah menggemaskan kekasihnya saat merajuk.Gadis ini benar-benar membuatnya tidak betah untuk tidak melihatnya sedetik saja.

“Wah, lihat apa yang kutemukan.”Kepalanya bergerak mengamati keseluruhan wajah Yoona yang masih menyibukkan diri.“Kening lebar dengan beberapa kerutan yang menumpuk.”

Yoona menghentikan kegiatannya, lalu tangannya menyentuh keningnya sendiri.

Siwon tersenyum geli lalu melanjutkan, “Hmm, mata besar dengan keriput-keriput di sekitarnya.”

Gadis itu menyentuh kantung matanya dengan mengerjap-ngerjapkan mata.Benarkah?

“Dan juga bibir yang mengerucut sampai beberapa senti.”

Tangan Yoona menyentuh bibirnya dan menekannya.Memangnya aku sejelek itu?Dahinya mengerut dalam.

Siwon menggeleng-gelengkan kepala dengan mimik wajah mengasihani yang di buat-buat.“Gadis ini benar-benar terlihat tua saat sedang marah.”

Yoona mengangkat kepalanya dan langsung menatap lelaki di hadapannya.“Mwo?Ya!Jangan sembarangan bicara.”Dia bersunggut-sunggut memberenggut.

Siwon meletakkan kedua tangannya pada kedua pipi Yoona.Sedikit menekannya hingga membuat wajah cantik itu mengecil.“Aku bisa menyembuhkan marahmu,” katanya tersenyum penuh arti.
Yoona memandang Siwon dengan tidak mengerti dan hanya mengerjapkan mata.

Pria itu lebih mendekat dan mengecup dahi Yoona.“Untuk menyembuhkan kerutan yang menumpuk.”

Yoona mengerjap kaget.

Lalu …

‘Chu~’

Dia mengecup kantung mata Yoona yang membuat gadis itu secara refleks mengatupkan kedua matanya.

“Untuk menghapus keriput-keriput disini.”

Gadis itu mengerjap dua kali tak kalah kaget.

“Dan,” Siwon menatap wajah Yoona dengan seksama.“Ini untuk bibir yang terus mengerucut.”

Satu kecupan.

Dua kecupan.

Tiga kecupan, pada bibir Yoona.

Mata Yoona mengerjap sepuluh kali saat Siwon mengecupi bibirnya.Butuh waktu sedetik lagi sebelum Yoona mendorong tubuh Siwon.

Ya!” pekiknya dengan pipi bersemu merah.Pria itu tertawa, masih dengan suaranya yang khas.Pipi Yoona semakin menghangat.Malu bercampur kesal.Gadis itu lalu berdiri dan siap mengejar Siwon yang tergelak.Siwon berlari kecil menghindar dari Yoona.Dia masih saja tertawa dan Yoona semakin merasakan pipinya memerah.

“Aku akan membunuhmu jika aku berhasil menangkapmu.”

“Lihat, kaki siapa yang lebih panjang disini.”

“Haissh..! Berhenti kau, Choi Siwon!”

 

 

Dia suka menggodaku.Suka membuatku marah dan senang di saat bersamaan.Ketika dia tersenyum aku tidak akan lagi memikirkan apapun. Ketika jemari kami saling bertautan segalanya terasa ringan. Karna dia ada untukku, di sampingku.

14.02.12

***

Siwon memebawa secangkir kopi dan secangkir teh yang masih mengepul menuju ruang duduk di apartemennya. Dia meletakkan secangkir teh tadi di atas meja, di depan seorang gadis yang tengah membaca buku.

Gomawo,” kata Yoona tersenyum, lalu mengangkat cangkirnya dan meneguknya sedikit.

Siwon balas tersenyum kecil.Dia juga menyesap kopi buatannya.“Apa itu?”

“Hmm?” Gadis itu menoleh dengan kedua alis terangkat. Siwon mengedikkan dagunya kearah benda mungil yang berada di dekat Yoona.

“Oh. Ini hanya sebuah radio,” kata Yoona setelah mengikuti arah pandang Siwon.

“Radio?Sejak kapan kau suka mendengarkan radio?”Pria itu menyalakan laptop dan membuka beberapa lembar dokumen, tanpa lepas memandang Yoona.

Di luar, kota Seoul masih di guyur hujan dengan kilat-kilat kecil. Udara dingin yang menembus kulit, dengan secangkir teh hangat dan kopi hangat tentu akan sangat membantu menghalau rasa dingin itu.

“Ng..”Gadis itu bergumam, mengingat-ingat.“Baru sebulan ini,” katanya setelah mengira-ngira.“Aku paling suka mendengarkan surat-surat dari pembaca yang dibacakan oleh si penyiar.Ada begitu banyak cerita menarik dan penyiar radio itu juga bias member solusi yang tepat untuk mengatasikeluhan-keluhan mereka.” Gadis itu bercerita sumringah.

Siwon mengangguk.“Itu bagus.Lanjutkan kegiatanmu,” katanya mengakhiri perbincangan mereka dengan senyum lembut.

Yoona tidak keberatan.Mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing.Keheningan yang cukup lama hanya diisi oleh suara rintik-rintik hujan yang memantul pada genting.Sesekali nampak kerutan yang menghiasi dahi Siwon.Sesekali juga Yoona menguap, dia sedikit mengantuk tapi tidak mungkin dia meninggalkan Siwon begitu saja.

“Siwon.”

“Ya?”

“Apa kau tidak bosan?”

Pria itu menoleh dengan dahi berkerut.“Apa?”

Yoona mengangkat bahu.Dan Siwon tahu arah pembicaraan Yoona.Gadis ini tidak sedang membicarakan tentang kebosanan di malam hari dengan derasnya hujan.

Tangan kanannya menutup layar laptop. Lalu ia menggeser duduknya lebih mendekat pada Yoona, menatap gadis itu yang masih memandang kearahnya.

Siwon menarik napas pelan.Dia tahu Yoona tengah membicarakan tentang hubungan mereka.Dia dan Yoona sudah lebih dari tujuh belas tahun saling mengenal.Dan sudah lebih dari tujuh tahun mereka menjalin hubungan.Gadis ini sering membahas tentang pernikahan, tapi Siwon belum pernah sekalipun memberi kepastian.Siwon tahu gadis ini pasti merasa takut.Takut jika hanya di permainkan.Ya, tentu saja, semua gadis pasti berfikiran seperti itu.

Matanya merunduk, mengenai tepat pada jemari lentik Yoona.Siwon meraih jemari itu dan mengamatinya. “Seharusnya ada benda yang melingkar di jari manis ini.” Ibu jarinya mengusap-usap jari manis Yoona. Lalu dia menoleh kearah Yoona.Gadis itu masih memandangnya datar.

Siwon menghela napas sejenak sebelum dia membungkuk, seperti sedang memungut sesuatu. Lalu setelah dia kembali duduk, pria itu menyematkan melingkarkan benang pada jari manis Yoona. Dia menatap puas benang yang terpasang pada jemari Yoona.“Bagaimana?Kalau begini jarimu jadi lebih cantik, ‘kan?”

Tapi Yoona tetap memberikan tatapan datarnya. Tidak mengeri sekaligus lelah harus memberi tahu Siwon seperti apa, bahwa yang dia inginkan adalah sebuah kepastian. Bukan gurauan seperti ini.

Siwon melihat bergantian kedua bola mata Yoona. Dia menarik sudut bibirnya, lalu mengecup jari manis Yoona. “Ini memang hanya benang biasa.Tak seindah berlian.”Pria itu mengeratkan genggamannya.“Tapi bisakah kau melihat betapa benang ini ingin di lihat lebih jauh?”

Yoona tidak cukup mengerti.Dia mengerutkan dahi dan menggeleng, mengisyaratkan ketidak mengertiannya atas ucapan Siwon.

Pria dengan senyum menawan itu lalu menuntun tangan kanan Yoona, menyuruhnya untuk menyentuh benang itu.

Yoona mengikutinya.Dia menemukan benang itu ternyata panjang.Gadis itu kembali menatap Siwon.Pria itu memberi isyarat untuknya menarik benang tadi.

Dan begitu ia menarik benang tadi, sebuah cincin langsung melesap pada jari manisnya. Yoona terperangah, sedikit terkejut.Tapi dia tidak bisa menyembunyikan senyumnya.

“Sekarang kau tahu ‘kan apa maksudku?” tanya Siwon dengan nada lembut yang dapat menghanyutkan Yoona.

“Ini indah,” kata Yoona kagum dengan desain cincin yang tersemat di jarinya.“Sungguh, ini sangat indah, Siwon.”

“Kau menyukainya?”

Yoona mengangguk, lalu menatap Siwon.“Sejak kapan kau merencanakan ini?”

Siwon bergumam “Ng…” menirukan gaya Yoona ketika berfikir tadi. “Baru beberapa bulan ini,” jawabnya mengangkat bahu.

Beberapa bulan berarti sudah cukup lama.

Yoona memukul dada Siwon, sedikit kesal karna Siwon mengejeknya dengan menirukan dirinya tadi.Tapi gadis itu benar-benar tidak menyembunyikan senyum bahagianya.Bahkan matanya sampai berkaca-kaca. Siwon benar-benar akan melamarnya. Pria yang dia cintai akan benar-benar menjadi suaminya.

Gomawo.Cincin ini begitu pas di jariku.Aku menyukainya.” Dia memasang senyum manis untuk Siwon.

“Cincin itu tidak gratis.Kau harus membayarnya secara berangsur.”

Ya!Siwon!”Yoona mencubit lengan Siwon dengan wajah marah yang di buat-buat.

Pria itu tertawa keras.Lalu membawa Yoona kedalam pelukannya.Yoona melingkarkan tangannya pada pinggang Siwon dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang calon suaminya.Dia memejamkan mata, menikamati aroma manly pada tubuh Siwon.

Mereka berpelukkan, memberi kehangatan pada tubuh sang tercinta. Menjadikan rintik-rintik hujan yang jatuh membasahi dedaunan dan ranting merasa iri menatap dua hati yang bersatu dengan kecupan manis. Guntur saling bersautan dengan deras hujan yang mengguyur penuh kota Seoul. Dan perlahan kecupan manis itu berubah menjadi ciuman dan cumbuan yang menghangatkan, menggantikan hangatnya secangkir teh dan kopi hangat yang sudah mendingin.

 

Aku menyukainya, menyayanginya, mencintainya.

Saranghaeyo, Choi Si Won.

07.05.13

Aku ingin hujan menjadi saksi pernikahan kami. Agar ketika kami diliputi amarah dan ego masing-masing, rintik hujan yang kecil dapat mengguyurnya. Aku suka hujan. Aku ingin angin hadir dalam pernikahan kami. Agar saat kami terbungkus dalam sebuah ego, hembusan angin yang lembut dapat  menelusup di sela-sela kami, memberi kesejukkan. Aku suka angin. Dan aku ingin hangatnya senja saat pernikahan kami. Ketika kami dikuasai ketidakpekaan hingga hubungan kami renggang, kuharap seluet senja dapat mencairkan kedinginan di antara kami. Aku suka senja.

최시원임윤아

 

———————————–

Choi Siwon

&

Im Yoona

Rabu, 30 April 2014

———————————–

 

.

.

|FINISH|

Semoga kalian gak bosen baca fluffy YoonWon dariku^^ Terimakasih yang udah mau baca dan sangat bahagia sekali jika kalian meninggalkan jejak^^ jangan bosen nunggu tulisan dariku yah~~~ hehe see you in the next story 😉

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

142 Komentar

  1. Rima Asri R

     /  Oktober 11, 2013

    aduuuhh eonnie…dirimu selau membuat dirikukehabisan kata2 tiap abis baca ffmu…seriussss selau dapet feelnya, selalu romantis abis…dan cara menyampaikannya itu punya ciri khas…bener2 daebak lah…you did great as always, keep writing:)

    Balas
  2. supergeneretion4ever

     /  Oktober 11, 2013

    Keren eonnie…. 😀 :3
    Tgl 30 april 2014 moga” benar” ada ke realan dlm hubungan yoonwon eonnie… 😀
    Amin… ^^

    Balas
  3. yulisa

     /  Oktober 11, 2013

    Waahhhh….
    So swet bngeeeettt….
    Mkin lope lope dh ma yoonwon♥_♥

    Balas
  4. A.V.A.I

     /  Oktober 15, 2013

    bagus bgt,,
    dapet bgt feelnya,,
    aku suka bgt,,

    Balas
  5. aaahhhh bagus banget…
    aq sampe jadi ikut ngebayangin waktu yoona masi tomboy..
    hahahahahhaha

    Balas
  6. tirzananda

     /  Oktober 17, 2013

    so sweet banget ceritanya..
    feelnya dpet banget..
    di tunggu ff selanjutnya yang romantis2 =)

    Balas
  7. alfiah

     /  Oktober 19, 2013

    huuuaaaaa so sweeeeeetttttt…
    keren banget ceritanya…suka banget sama cerita yang begini
    ditunggu karya yang lain ^ ^

    Balas
  8. Srie_Wonnie407

     /  November 1, 2013

    Wah….so romantic !!!

    aQ suka crita yg kek ginie,,,ringan dan enak d bca. KEREENNN

    Balas
  9. arrophie

     /  November 3, 2013

    owh…manis bget critanya, aq bertany-tanya ada g ya crita smanis ini di bumi.
    biar aq bsa beroptimis mnmukan cinta sjati..jiaah curcol.hee

    Balas
  10. aprilyoonwon

     /  November 8, 2013

    Ya ampun bcanya smpe senyum2 sndri..
    Ditunggu ff selanjutnya.. .

    Balas
  11. 30im

     /  November 17, 2013

    Setelah cheesy sekarang im yours ><
    Aaaargh…bagus bgt penyusunan kata2 nya smpe bener2 ngebayangin 😀
    Kutunggu selanjutnyaa 😉

    Balas
  12. hanna lee

     /  Desember 14, 2013

    Suka banget alur ceritanyaa kerennn di tunggu karya selanjutnya^^

    Balas
  13. Sriyanti

     /  Desember 31, 2013

    Keren author,bcanya smpe menghayal klo mreka bner punya hbungan

    Balas
  14. Maharani Ayu Sagita

     /  Januari 11, 2014

    Ah gimana sih aku mau komen?
    Mau nulis kata2 apa coba?
    Bingung!
    How sweet are they!
    How great is it!
    I do enjoy this! >.<
    Seperti biasa yg aku cinta dari tulisanmu ya gimana caramu bisa bring me out! Aiissh…
    Ini bukan tentang fluffy genre ringan atau apalah, yg namanya karakter atau watak atau ciri khas darimu ya tetap melekat.
    It is very clear.
    Aku suka caramu ngegambarin suasananya.
    Aku suka alurnya!
    Dan aku suka semuanya!

    Balas
  15. ayu dian pratiwi

     /  Februari 24, 2014

    Tanggal nya semoga real. Amiin

    Balas
  16. q berharap suatu saat nti mereka bener2 real jd psangan, bkn hanya kkasih tp suami istri.. amiiiinn

    Balas
  17. Aaaa kerennnnn Ficletnya 😘

    Balas
  18. Bagus banget…..ceritanya simple tp pas dan romantis bgt….

    Balas
  19. uhhh romantis bgt eonni, buat yg romantis lg ya eonnii 🙂

    Balas
  20. tiffany

     /  Februari 25, 2015

    So sweet

    Balas
  21. Aaaa gila keren banget, sampe bingung mau coment apaan… trus juga so sweet banget sampe ngebayangin kalo real gimana xixi
    Bisa kali thor di jadiin ff biar ada konflik gitu biar makin gereget 😃😃

    Balas
  22. melani

     /  Februari 24, 2016

    Ah romantis bgt.. di tunggu cerita yg lainnya..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: