[Ficlet] Cheesy!

Cheesy!

by

choichoding007

 

Fluff & Romance || Teen || Ficlet (>2000words)

Casts :

IM YOONA // CHOI SIWON

Inspired by Hangukffindo’s “Paper Cranes”

.

“Kau tidak peka! Seharusnya kau tahu bahwa ini semua tentangmu.”

.

.

“Apa ini akan berhasil?”

Siwon menganggukan kepala ketika gadis itu bertanya.

“Kau yakin?”

Diam-diam Siwon mendesah pelan. Dia mendongakkan kepala dan menemukan sebelah alis Yoona terangat dengan raut wajah tidak yakin.

Siwon kembali memfokuskan pada kegiatan awalnya. “Aku tidak terlalu yakin.” Dia mengangkat bahu. “Tapi aku sedikit mempercayainya.”

Yoona terdiam sejenak, mengerutkan dahi. Gadis itu lalu menggeser bokongnya serta mencondongkan tubuhnya ke depan. “Sejak kapan kau percaya mitos?” tanyanya setengah bebisik dengan sebelah tangan menjadi perisai suaranya agar tak terdengar orang lain.

Kendati saat ini mereka sedang duduk di atas rerumputan taman kampus tetap saja gadis itu menjaga suaranya—dia memiliki kebiasaan buruk saat berbicara, terkadang suka lepas kendali hingga membuat Siwon harus mengingatkannya untuk menurunkan volume suaranya.

“Sepertinya kau harus mengurangi menonton teve mulai dari sekarang,” kata Yoona menyipitkan mata.

Siwon tertawa kecil. Lalu kepalanya menoleh kembali kearah Yoona. “Sepertinya kepalamu yang harus kupukul. Untuk mengurangi pikiran anehmu.”

Gadis itu mendengus. “Lalu untuk siapa lipatan origami itu?” Kepalanya melengok pada lipatan-lipatan origami yang berceceran di atas rerumputan.

“Seseorang yang spesial, tentu saja.” Ada senyum kecil di bibir Siwon ketika mengakhiri kalimatnya serta memandang kembali lipatan origaminya. Yoona melirik dari ekor matanya dan dia dapat menagkap sebersit bahagia di wajah sahabatnya itu.

Siapa? Siapa orang spesial itu? Gadis itu bertanya-tanya dalam hati.

“Kau tidak ingin memberitahukan orang spesial itu pada sahabatmu sendiri?” Gadis itu mencoba memancing. Sedikit penasaran karena yang dia ketahui Siwon tidak sedang dekat dengan gadis cantik manapun di kampus ini. Atau dia melewatkan sesuatu? Tapi tidak pernah ada rahasia diantara mereka selama ini.

“Yoona, tidak semua yang kualami harus kuceritakan padamu.”

Ah, ya. Benar! Tiba-tiba Yoona merasa lusut. Perutnya serasa diaduk-aduk dan dia ingin memuntahkan seluruh isinya. Serta membuang jauh-jauh perasaannya.

Satu rasa yang dipupuknya secara diam-diam.

Kisah semacam ini sudah sering terjadi puluhan, ribuan bahkan jutaan kali di seluruh belahan dunia. Perasaan cinta yang tumbuh diantara persahabatan. Sebuah hubungan yang amat sangat dekat hingga memupuk harapan lebih dari salah satu pihak. Lebih dari kata sahabat.

Yoona mengutuk dirinya sendiri karena telah menjadi pihak yang memiliki harapan lebih itu. Dia sudah mengenal Siwon sejak tahun kedua sekolah menengah atas. Saat itu dia murid pindahan dan orang pertama yang menjadi sahabanya adalah Siwon karena pria itu sekaligus merangkap menjadi tetangga rumahnya.

Gadis itu tercenung, menelaah sebenarnya sejak kapan dia memiliki perasaan seperti ini terhadap Siwon. Namun semakin dia memikirkannya hal itu justru semakin membuatnya sakit kepala. Dia tak kunjung menemukan jawabannya.

Ataukah ini hanya perasaan ‘nyaman’ seorang sahabat terhadap sahabatnya sendiri hingga saat sahabat itu akan mendapat orang spesial mereka, perasaan takut itu menjalar? Takut akan ditinggalkan. Takut akan dilupakan.

Tapi tidak!

Sekali lagi hati Yoona membantah pernyataan itu.

Ini perasaan cinta. Ya, perasaan cinta yang dimiliki seorang gadis kepada seorang pria. Bukan seorang sahabat terhadap sahabatnya.

“Kau melamun?”

Suara berat Siwon yang khas membawa Yoona kembali dari alam bawah sadarnya. Gadis itu menoleh dengan linglung. “Eoh?”

Kedua alis tebal Siwon bertaut, dahinya mengernyit. “Are you okay?

Matanya Yoona mengerjap-ngerjap. “Ah!” Gadis itu mengusap tengkuknya serta memaksakan senyum lebar. “Ani. Bukan apa-apa.”

Bohong!

Siwon memanggutkan kepala. Dia kembali melanjutkan melipar beberapa kertas origami. Disampingnya, Yoona mengela napas lega. Setidaknya sampai dia tahu siapa gadis yang telah berhasil meluluhkan hati sahabatnya itu, dia harus benar-benar menjaga sikap agar tidak ketahuan oleh Siwon.

“Kau tahu?” Yoona menoleh kearah Siwon. Pria itu bersuara tanpa menghentikan gerak tangannya. “Ini kali pertama bagiku melakukan sesuatu untuk orang yang kurasa spesial. Kau tentu tahu kan tentang mitos seribu bangau. Katanya jika kau berhasil menyelesaikan seribu bangau dari origami ini makan satu harapanmu akan terwujud.”

Gadis itu terdiam. Benarkah? Jadi kau rela melipat seribu origami untuk seseorang yang kau katakan spesial itu? Lalu apa harapanmu? Apa dia mengatakan ingin meraih bulan hingga kau rela melipat ratusan origami?

Sesuatu yang basah terasa mendesak keluar dari selaput mata Yoona. Dan tanpa dapat terkendali setetes cairan bening itu jatuh dari sudut matanya.

Siwon menegadahkan kepalanya keatas. Dia mendesah pelan. “Aku ingin membuat sebuah harapan untuknya. Tidak hanya satu. Tapi ribuan bahkan jutaan.” Bibirnya menyinggungkan senyum kecil. “Jadi, aku menulis harapanku untuknya di tiap origami yang kubuat. Dengan begitu kebahagiaan akan selalu menyertainya.”

Hembus lembut angin musim gugur membawa beberapa helai rambutnya yang menjuntai menutupi dahi, mendayu bersama angin. Sinar mentari yang memantul kala pertengahan sore seolah menjadi pendukung ketampanan wajahnya yang bercahaya.

Dia Choi Siwon, sahabat sekaligus sosok pria yang menakjupkan bagi Yoona.

Setetes. . .

Dua tetes. . .

Tiga tetes. . .

Siwon mengalihkan pandangannya kearah Yoona. Tepat saat itu, Yoona cepat-cepat menghapus air matanya dan memalingkan wajah dari Siwon. Tapi dia terlambat. Pria itu telah lebih dulu menangkap wajahnya yang basah oleh air mata.

“Hei, kau menangis?” Wajah Siwon berubah menjadi khawatir. Dia mencoba meraih wajah Yoona ketika gadis itu berusaha menghindar.

“Ah~” Yoona mengibas-ibaskan tangannya, mencoba menutupi situasi sulitnya dengan mengipasi matanya. “Astaga, kurasa ada debu masuk kedalam mataku. Ini perih sekali.” Dia mengerjapkan mata beberapa kali. Menghalau linangan air mata yang terus mendesak.

“Benarkah? Coba kulihat.” Siwon masih berusaha melihat wajah Yoona. Akan tetapi gadis itu tidak membiarkan Siwon melihat air matanya.

“Tidak. Tidak. Ini hanya maalah kecil.”

“Tapi matamu bisa infeksi.”

“Tidak akan. Ini tidak seburuk yang kau kira!”

“Yoona, biarkan aku melihatnya!”

“Tidak. Tidak perlu. Aku—“

“Yoona-sshi?”

Kedua orang yang mulanya sibuk berebut wajah Yoona kini kompak menolehkan kepala. Seorang pria jangkung dengan garis wajah tegas telah berdiri di depan mereka.

“Apa aku mengganggu?”

Yoona segera menguasai dirinya. “Oh, Jonghyun-aa.” Dia tersenyum paksa sekaligus lega. Kedatangan Jonghyun tentu menjadi penyelamat hidupnya.

Wae?

Jonghyun tersenyum sekilas. “Bisa kita bicara? Ada beberapa hal yang harus kubahas denganmu. Mengenai tugas kelompok kita.” Pria itu menunjukkan beberapa buku super tebal dalam genggamannya.

Alibi!

Tentu saja itu hanya kata pengantar agar bisa mencuri kesempatan dekat dengan Yoona.

Yoona melirik sekilas kearah Siwon. Pria itu nampak tenang, tidak menunjukkan perubahan wajah yang diinginkan Yoona.

Gadis itu mendesah dalam hati. Harusnya dia tahu, Siwon hanya menganggapnya sahabat, tidak lebih.

“Baiklah.” Yoona memutuskan dengan suara pasrah.

Dia membereskan beberapa bukunya lalu menyampirkan tasnya ke bahu. Gadis itu berdiri dan sudah akan melangkah ketika tangan kekar Siwon menahan pergelangan tangannya.

Yoona menolehkan kepalanya kaget. Apa maksud Siwon?

Pria itu mengangkat wajah, menatap manik mata Yoona dalam diam. Lalu detik berikutnya sudut bibirnya mulai terangkat. “Besok saat istirahat jangan lupa untuk kesini,” katanya dengan senyum tenang.

Saat itu juga Yoona harus benar-benar mengubur perasaannya. Harapan yang terpupuk kini harus segera di musnahkan, sebelum bibit itu mengakar dalam diri.

Kepalanya mengangguk dan garis bibirnya ia paksakan melengkung. “Tentu. Sampai jumpa besok siang.”

_

Yoona berjalan dengan satu tangan yang menjadi payung matanya. Bukan untuk menghindari terik matahari melainkan untuk menghindari dari teriknya tatapan orang-orang.

“Kenapa lama sekali?”

Seperti tersengat lebah di siang hari, Yoona terperanjat kala dirinya menubruk dada seseorang.

“Astaga!” Dia memukul dada Siwon. “Kau membuatku kaget, bodoh!” Sebelah tangannya mengelus dadanya sendiri.

Siwon memiringkan kepala. Lalu dahinya mengernyit. Dia mencondongkan tubuhnya, memerhatikan wajah Yoona. Ada yang salah.

“Ada apa dengan kantung matamu? Kenapa melebihi mata panda? Kau tidak tidur semalam?” Siwon lebih mendekatkan wajahnya lagi. Serta merta membuat Yoona memundurkan tubuhnya. “Kau menangis, eoh?”

Yoona gelagapan. Dia mendorong tubuh Siwon dan memalingkan wajah dari pria itu. “Semalam aku hanya terbawa suasana saat menonton film. Dan membuatku jadi tidak bisa tidur.”

Alasan macam apa lagi ini!

Oh astaga! Apa dalam cinta memang ada aturan seseorang terbiasa berbohong?

Siwon berkacak pinggang. Dan menyentil kening Yoona. Gadis itu mengaduh. “Dasar gadis cengeng. Sudah tahu begitu kenapa tidak menghubungiku?”

Nde?” Kedua alis Yoona terangkat. Kemudian dia mencibir. “Aku tahu jika aku menghubungimu. Bukannya menghibur kau justru akan mengejekku, iya, ‘kan?”

Pernyataan Yoona membuat Siwon tergelak. Dia tidak akan mengoreksi kata-kata Yoona. gadis itu memang tahu tentangnya.

Yoona memandang Siwon yang sedang tertawa dalam diam. Bahkan saat dia tertawa dia begitu tampan.

Ya! Choi Siwon. Seandainya kau tahu bahwa matan ini bisa sebengkak ini karna semalaman aku menangisismu! Dan air mata sialan ini tidak juga mau berhenti bahkan saat ayam sudah berkokok.

Dasar pria tidak peka! Tidak berperasaan! Yoona ingin sekali mengumpat di hadapan pria itu. Namun sebisa mungkin dia harus berusaha menahannya dan melampiasknnya nanti setelah tiba di kamarnya. Melampiaskan segala kekesalan hatinya pada MASI, boneka kuda hadiah dari Siwon.

Selesai meredakan tawanya, Siwon menyerahkan sebuah toples berukuran sedang pada Yoona. Gadis itu memberenggut. “Apa ini?” Dia mengenal isi toples itu.

Kepalanya melengok kearah Siwon. Dan pria itu tengah memasang senyum manis.

“Jangan bilang kau ingin aku menyerahkan origami ini untuk orang yang kau bilang spesial itu?” Mata Yoona memincing. Dia melirik kearah toples di tangannya dan mengamati warna warni origami yang ada di dalam sana.

Geurae. Kau benar.”

Yoona mengerjap. Dagup jantungnnya, rasanya saat itu tak dapat lagi ia rasakan. Seakan dunia sudah berakhir detik itu juga.

Jadi Siwon sudah menyelesaikan seribu origami? Dia akan menyebutkan nama gadis itu sekarang? Dihadapanku?

“Cepat katakan siapa nama gadis itu. Biar segera kuserahkan padanya. Aku masih banyak urusan.” Gadis itu berusaha keras menguatkan diri.

Jangan menangis!

Jangan menangis!

Jangan menangis!

Air mata sialan. Jangan jatuh untuk saat ini saja, kumohon!

Lama. Terlalu lama. Kenapa lama sekali? Yoona mengakat wajah dan mendapati Siwon hanya memasang senyum. Mungkin pria ini terlalu malu menyebutkan nama gadis itu. Well, apa itu berarti gadis yang dimaksud Siwon dekat dengannya? Astaga!

“Kenapa lama sekali! Cepat katakan ata—“

“Yoona. Nama gadis itu Im Yoona.”

“Itu aku. Jangan bodoh!”

Siwon mengangkat bahu. “Aku berkata yang sebenarnya. Gadis spesial yang kumaksud memang bernama Im Yoona.”

“Oke, nama Yoona tidak hanya satu di kampus ini. Well, sebutkan saja dia dari jurusan apa.”

“Tapi yang kumaksud adalah Im Yoona yang tengah berdiri di depanku.”

Yoona membuang napas sebal. “Jika kau hanya sekedar mengerjaiku maka selamat. Kau telah berhasil, Tuan Choi,” katanya mencibir. “Jadi sudahi acara bercandamu ini.”

“Aku akan berpura-pura tidak mendengar kalimatmu ini.” Pria itu kemudian mengedikkan dagu kearah origami yang ada di dalam toples. “Kau bisa memeriksa origami itu.”

Gadis itu menatap Siwon dengan dahi berkerut. Lalu pandangan matanya mengarah pada toples dalam tangannya. Dia meraih satu origami, meletakkan toples itu di atas bangku taman.

Matanya kembali melirik kearah Siwon. Pria itu memberi isyarat untuk segera membuka lipatan origaminya.

Ada keterkejutan mendalam saat Yoona membuka lipatan origami itu. Namanya ada disana, ditulis oleh tangan Siwon.

Dia setengah tak percaya. Kepalanya mendongak menatap Siwon “Kau sudah tahu aku menyukaimu sejak lama?”

Siwon mengangguk.

Dan Yoona ingin sekali menyenbunyikan wajahnya agar rona merah itu tidak kentara.

“Keterlaluan!” Yoona memukul dada Siwon. “Pria jahat! Bia-bisanya kau berpura-pura tidak tahu selama ini!” Dia menghujani tubuh Siwon dengan pukulan-pukulan dari tangannya.

Pria itu menahan pukulan kecil Yoona dengan lengannya. Dia tertawa geli. “Hei, kau akan membuat pria yang kau cintai babak belur,” candanya.

Yoona semakin merasakan pipinya memerah seiring pukulannya yang semakin mengeras karena merasakan malu atas ucapan Siwon.

Pria itu tidak dapat menahan tawanya lagi. Dia merasa lucu melihat tingkah Yoona. Gadis ini sangat lucu sekaligus manis ketika pipinya bersemu merah.

Pukulan-pukulan dari Yoona mulai melemah. Dan kini justru digantikan oleh suara tangis gadis itu.

“Hei, kenapa kau hobi sekali menangis? Apa kau memiliki banyak persediaan air mata?”

Satu pukulan keras mendarat pada lengan kekar Siwon. “Ini semua karnamu, Choi Siwon! Pria menyebalkan yang pernah kutemui!” pekik Yoona ditengah tangisnya.

“Hei, hei..” Suara Siwon melembut. Kedua tangannya meraih wajah Yoona, menangkup wajah merah karena air mata bercampur malu. Kedua manik matanya menatap kedalam mata Yoona yang berair.

“Perlu kau tahu bahwa aku bahagia.” Dia menghapus sisa air mata Yoona dengan ibu jarinya. “Bahagia karna ternyata perasaanku terbalaskan.”

Sekali lagi gadis itu tercengang.

“Ya, kau benar. Aku telah mencintaimu saat persahabatan kita terbangun.” Siwon memberikan senyum lembut.

Senyum itu begitu menenangkan, meyakinkan. Hingga membuat Yoona ikut tersenyum. Senyum bahagia.

“Kau mau kan menjadi teman hidupku untuk selamanya?”

Tanpa ada keraguan Yoona menganggukkan kepala. Dan Siwon semakin melebarkan senyumnya.

Dia sedikit tercengung ketika melihat air mata Yoona di bibir merah gadis itu. Perlahan, dengan gerak pelan, pria itu mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Yoona.

Jantung Yoona berdegup berkali-kali lipat. Rasanya seluruh jiwanya ingin melompat saat itu juga. Dan ketika napas Siwon semakin terasa hangat menerpa wajahnya, kedua matanya mengatup dengan reflek.

Hangat, kesan pertama yang dirasakan Yoona saat bibir pria itu menempel pada bibirnya. Dia menunggu bibir Siwon bergerak tapi sepertinya pria itu tidak ingin terburu-buru. Siwon hanya menempelkan bibirnya untuk beberapa menit. Tiga menit. Setelah itu Siwon menjauhkan wajahnya perlahan.

Mereka saling menatap. Ada rasa canggung yang melingkup diantara mereka. Tapi untuk sekali lagi senyum Siwon dapat mencairkan suasana beku disana. Yoona ikut tersenyum dengan pipi merah merona.

Disaat mereka sama-sama tersipu malu, merasa belum terbiasa dengan status baru mereka sebagai sepasang kekasih. Saat itu hujan lebat tiba-tiba datang.

Semua orang yang tadinya bersantai di taman kampus kini sibuk berbondong-bondong berlari ke dalam kampus. Siwon melepaskan jaket yang dipakainya. Lalu menjadikan jaket itu sebagai pelindung untuk dirinya dan Yoona.

Mereka berpandangan lagi. Dan lagi-lagi bibir mereka menyunggingkan sebuah senyum. Kilatan mata yang mengantarkan sebuah isyarat, layaknya telepati.

Siwon mengedikkan bahu lalu melemparkan jaketnya ke sembarang arah. Tangannya meraih pinggang Yoona dan bibirnya kembali menempel pada bibir gadisnya. Kali ini tidak tanggung-tanggung lagi, Siwon mencium bibir Yoona, melumat dan mencumbunya. Mengekspresikan sebuah rasa yang terpendam untuk beberapa waktu yang lalu.

Hari itu di bawah derasnya hujan, kisah cinta Im Yoona terjawab. Kisah ini tidak berakhir sadending dengan salah satu pemain yang mati atau pergi membawa perasaannya. Im Yoona mendapatkan pria yang dicintainya.

Dan disini mereka memulai dengan hubungan baru. Sebagai sepasang kekasih yang akan saling mengasihi dan mencintai.

.

.

“Ngomong-ngomong, aku belum menyelesaikan seribu bangau kertas.”

Jinjja?”

“E-em. Karna bangau yang ke seribu aku ingin kau yang membuatnya. Tulis harapanmu disana. Kalau bisa tentang hubungan baru kita.”

“Haha. Aku akan meminta imbalan untuk itu.”

Mwo?

|FINISH|

Halo, everybody? Apa kabar semuanya? Masih inget aku, ‘kan? Hoho rasa-rasanya aku jadi kaku banget karna lama gak nulis. So, INI CHEESY BANGET>.< bin gaje bin absurd bin failed bin random duh apa lagi yah? Ah, pokoknya paket komplit dah T.T

Well, sebenernya aku mau luncurin sebuah OS dengan casts JongYoonWon (ini lagi demen banget pakek Jonghyun sbg pihak ke3 huahaha) But, sesuatu telah terjadi. Dikarenakan laptop saya yg tiba-tiba eror alhasil dokumennya jadi gak bisa kebuka! Padahal itu udah jadi setengahnya tinggal nambahin ending doang>< mamaaaaa……!! Dan saya males kalo disuruh ngetik ulang-_- Ini aja pakek punya adek.-.

Yaudahlah~ nunggu laptop bener aja dulu. Aku juga ingin meminta maaf atas hutang2 ff-ku (aku yakin kalian semua udah lupa ama ff-ku jadi di cut aja yah?? *kedipin mata/plakk/ Oke, karna status baru sebagai MABA yg belum bisa bagi waktu, aku jadi sangat sulit buat nulis T.T yg ada tiap buka laptop cuma buat ngerjain tugas’-‘

Iyehhh~ kebiasaan banyak omong._. yaudah deh, buat kalian-kalian yg udah baca fic ini sampai akhir kudu tinggalin jejak yah^^ dan kuharap kalian gak muntah-muntah ngebacanya. Aku yg nulis aja berasa ini ‘terlalu le-bay’_-_

Semoga bisa mengobati kerinduan kalian terhadap fics YoonWon yg akhir-akhir ini mulai menipis. And than, buat kalian juga yg merindukan fluffy YoonWon dariku^^

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

144 Komentar

  1. Sweet bgt🙂
    unN,Dtnggu ff.u yg lain . .
    YOONWON JJANG
    FIGHTING🙂

    Balas
  2. so sweet ! nice ff author! YOONWON FIGHTING!!!! ❤

    Balas
  3. tirzananda

     /  Oktober 14, 2013

    so sweet banget deh siwon
    ditunggu ff selanjutnya thor

    Balas
  4. A.V.A.I

     /  Oktober 15, 2013

    keren and daebak,,
    ditunggu karya selanjutnya

    Balas
  5. Raya

     /  Oktober 16, 2013

    Min daebakkk plus so sweeeeeeetttt…..
    Banget en di tunggu krya slanjutnya

    Balas
  6. Baguuuuus bgt…. terharuuuuuu

    Balas
  7. alfiah

     /  Oktober 19, 2013

    keren thor ff-nya..
    ceritanya ngga terlalu berat n feelnya dapet…
    daebak!!!

    Balas
  8. Srie_Wonnie407

     /  November 1, 2013

    Wahh….jinjja daebakk !!!
    Kirain cnta Yoona brtpuk sblah tgan !!!
    Siwon bner2 romantis ^^

    Balas
  9. arrophie

     /  November 3, 2013

    sahabat jdi cinta.. manis

    Balas
  10. aprilyoonwon

     /  November 8, 2013

    Ssssssooooo ssswwweeettt…
    Lanjut ff yg lain…figthing onnie…

    Balas
  11. 30im

     /  November 17, 2013

    Gak… gak gaje kok author ^^
    Akhirnya mereka bersatu..brrti pas jonghyun dtg siwon cemburu yaa?

    Balas
  12. ratnaajeng

     /  Desember 8, 2013

    Keren bangetttt ceritanya ..
    Yoonwon couple daebakk :)))

    Balas
  13. hanna lee

     /  Desember 14, 2013

    Duhhhh ini lucuuu sweet bgt ya siwon oppa rela bikin 1000 bangauu kerenn :^)

    Balas
  14. Maharani Ayu Sagita

     /  Januari 11, 2014

    Bagi dirimu lah GAJE, orang kmu yg bikin.
    Tapi bagiku ini OKE ><

    Maaf tidak ada kritikan berarti dariku, orang menurutku semuanya PAS ^_^

    Berasa tidur di awan ya, atau berasa terbang dengan unicorn.
    Ah berasa di kerajaan awan ini :DV

    Love!

    Balas
  15. ayu dian pratiwi

     /  Februari 24, 2014

    Momentnya dapet

    Balas
  16. Cie2 yg udh jadian

    Balas
  17. Wkwk sama2 salingsuka nih yoonwon… Wonpa kok bisa tau sih kalo yoong suka sama wonpa..

    Semangat bikin ff ttg yoonwon ya

    Balas
  18. mereka berdua manis bgt..

    Balas
  19. So sweet….ditunggu FF yg lainnya tp jgn sad ending ya …

    Balas
  20. wooow incredible! so goood

    Balas
  21. So sweet…. Klo jodoh emg Ga kemana hehe…..

    Balas
  22. Coba aja moment jongyoon di banyakin, pasti bisa liat wonnie cemburu… tapi gpplqh tetep keren ceritanya 👍👍

    Balas
  23. So Sweet…. aku jadi terharu… kirain cintanya Yoong Eonni bertepuk sebelah tangan…
    Keren Thor ceritanya…

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: