[FF] BABY PROPOSAL – Because love does not need a reason (Chapter 8)

1233958_176885045829823_1397189720_n

[FF] BABY PROPOSAL – Because love does not need a reason (Chapter 8)

 

Author             : Ravikha Indriani

Twitter             : @pikhapikhu

FB.                   : Ravikha Indriani

Length             : Chapter

Rating             : PG 17

Cover.              : Rina YW

Genre              : Marriage Life, Angst , Romance , sad , tentuin sendiri aja

Main Cast      :

Super Junior  Siwon

SNSD  YoonA

Support Cast :

SNSD Tiffany

SNSD Yuri

SNSD Jessica

Super Junior Donghae

2 AM Seolung

SNSD Sunny

Tn & Ny Choi

Tn & Ny Im, etc

 

Warning: typo  bersembunyi dimana-mana

 

 

 

#Happy Reading#

 

“Kenapa kau sampai terlambat masuk kelas Yoong?” Tanya Yuri saat mereka makan siang di kantin kampus.

“Ini semua gara-gara Siwon Oppa,” gerutu Yoona sambil menyuapkan pasta ke dalam mulutnya.

“ish, yeoja ini sudah menikah tapi kelakuan masih seperti ini,” kata Yuri.

“annyeong chingu….” Sapa Jessica yang langsung duduk disebelah Yoona.

“aigoo, kau kelaparan Yoong?” Tanya Jessica yang meminum coffee late punya Yuri.

“YA! Ice Princess kau itu seenaknya sendiri,” kata Yuri kesal. Jessica yang diteriaki Yuri hanya tersenyum.

“hahaha, kalian ini seperti tom and Jerry saja,” ujar Yoona dengan senyumnya karena melihat kedua sahabatnya itu.

Suasana kantin cukup ramai karena memang saat jam makan siang. Yuri masih sibuk memakan makanan yang dia pesan sedangkan Jessica sibuk dengan Iphone-nya. Yoona sendiri sibuk dengan laptopnya karena memang tugasnya belum sepenuhnya selesai.

“ini semua gara-gara Siwon Oppa,” gerutu Yoona yang masih sibuk dengan laptopnya.

“waeyo?” Tanya Jessica mengalihkan matanya kearah Yoona.

“ani, emm boleh aku pinjam telponnya sebentar eonni?” Tanya Yoona pada Jessica.

“memangnya kemana Iphone-mu?” Tanya Jessica tanpa menjawab pertanyaan Yoona.

“mungkin ketinggalan di mobil Siwon Oppa,” jawab Yoona.

Jessica pun langsung memberikan Iphonenya pada Yoona. Dengan segera Yoona segera menelepon Siwon. Lama karena tak ada jawaban, Yoona pun menelepon kembali. Alunan lagu Bruno Mars pun terdengar lagi.

 

“Yeobseyo,” kata Siwon.

“Yeobseyo Oppa,” kata Yoona lirih.

“Nuguya?” Tanya Siwon karena dia memang tak tahu siapa yang meneleponnya.

“Ya Oppa! Apa kau tak mengenali suaraku?” teriak Yoona kesal. Yuri dan Jessica dibuat kaget oleh tingkah Yoona itu.

“Yoona-ya, kenapa berteriak seperti itu, aku tak tuli Yoong,” jawab Siwon sambil tersenyum meskipun Yoona tak melihatnya.

“Biar kau tuli sekalian Tuan Choi,” gerutu Yoona.

“dasar rusa liar,” ejek Siwon.

“Oppa bilang apa?” Tanya Yoona.

“ani, aku tak bilang apa-apa. Ada apa kau meneleponku?” Tanya Siwon balik.

“Apa Iphone ku ketinggalan di mobil Oppa? Aku tak menemukannya di tas ku,” kata Yoona.

“ne, Iphone ketinggalan tadi, sekarang ada padaku. Kau itu ceroboh sekali,” jawab Siwon.

Yoona hanya diam karena dia tak tahu mau bicara apalagi. Dia menelepon karena dia hanya menanyakan tentang Iphone-nya saja.

“Yoong, kau masih disanakan?” Tanya Siwon.

“Nde,” jawab Yoona lirih.

“waeyo? Kenapa diam saja?” Tanya Siwon.

“ani, nan gwenchana,” jawab Yoona.

“Kau pulang jam berapa nanti?” Tanya Siwon lagi.

“mungkin jam dua aku sudah selesai, masih ada satu kelas lagi,” jawab Yoona.

“Aku tak bisa menjemputmu, aku ada meeting setelah ini,” kata Siwon lirih.

“Oppa tak usah menjemputku, aku bisa pulang sendiri nanti,” kata Yoona .

“Andwe,” jawab Siwon cepat.

“waeyo?” Tanya Yoona bingung.

“kau tak bisa pulang sendiri. Aku ingin mengajakmu bertemu dengan Eomma dan Aboji. Mereka mengundang kita makan malam untuk merayakan kemenangan Sulli.” Kata Siwn panjang lebar.

“hmhm…, lalu aku harus menunggu Oppa disini? Aku tak mau menunggu lagi Oppa,” kata Yoona manja.

“nde, istriku yang cantik, aku tak akan membiarkanmu menunggu lagi,” jawab Siwon.

“begini saja Oppa, aku akan minta Yuri untuk mengantarku ke kantor Oppa saja. Arah rumah dia dan kantor Oppa kan sekarang, eotte?” Tanya Yoona pada Suaminya itu.

“baiklah kalau begitu. Aku tunggu kau dikantor,” kata Siwon.

“sudah dulu Oppa, ada orang yang menguping pembicaraan kita,” bisik Yoona.

“YA apa kau bilang???” Tanya Yuri dan Jessica bersamaan.

“ne, annyeong,” kata Siwon sambil terkikik geli karena ulah istri dan kedua sahabat istrinya itu.

Yoona langsung mematikan telepon dan segera mengembalikan Iphone Jessica. Jessica menerimanya dengan sebal karena ulah Yoona yang sudah mempermalukan dirinya pada Siwon. Yuri pun mendengus kesal karena ulah Yoona itu. Ternyata sifat jahil Yoona tak juga hilang meskipun sekarang dia sudah menikah dan akan mempunyai seorang anak. Yoona yang melihat kedua sahabatnya itu hanya tersenyum puas.

 

*******

Siwon mendongak saat mendengar pintu ruang kerjanya dibuka. Matanya terbeliak kaget saat melihat sosok tinggi semampai dengan rambut panjang berkilau melangkah masuk. Siwon terpana melihat senyum mengembang diwajah yeoja cantik itu. STELLA! Jantungnya bedegup kencang seketika.

“Annyeong, Oppa….” Stella memutari meja Siwon dan menghampiri namja itu. Stella membungkukkan tubuhnya kearah Siwon, melingkarkan lengannya yang panjang pada namja itu, lalu mencium sekilas pipi Siwon. Harum parfum Stella terhirup oleh hidung Siwon. Harum parfum yang begitu dikenalnya. Ternyata parfum yeoja itu masih sama saat masih bersama Siwon dulu.

Stella kembali menegakkan tubuhnya, mundur satu langkah dan bersandar pada meja kerja Siwon. Matanya menatap Siwon yang tak bergeming sedikit pun dari kursinya. Senyumnya melebar saat melihat Siwon hanya terpaku menatapnya. “Waeyo Oppa? Apa ada yang salah dengan penampilanku?” Tanya Stella.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon tanpa menggubris pertanyaan Stella.

”memangnya kenapa? Aku hanya ingin bertemu dengan namjachinguku, apa itu salah?” Tanya Stella lagi.

“Sangat salah. Hubungan kita sudah berakhir saat kau memutuskan untuk menerima perjodohan itu,” jawab Siwon dingin.

Stella tak menghiraukan ucapan Siwon. Stella masih tersenyum menggoda. Dia mencondongkan tubuhnya mendekati Siwon dan menjulurkan tangannya untuk membelai wajah Siwon. Siwon memalingkan wajahnya, menghindari tangan Stella.

“Apa yang kau lakukan Stella. Kau sudah menikah, dan aku pun juga sama!” kata Siwon ketus. Siwon segera berdiri dari duduknya untuk menjauhi Stella.

“Mwo??? Gotjimal,” kata Stella kaget.

“Aku tak bohong. Aku memang sudah menikah, kau lihat cincin ini. Ini cincin pernikahanku,” kata Siwon sambil menunjuk cincin yag melingkar dijarinya.

Stella terdiam. Dia mentap Siwon tak percaya. Tapi, melihat keseriusan di wajah Siwon membuatnya bertanya lagi, “ nuguya? Siapa yeoja itu?” Tanya Stella.

“Yoona, namanya Im Yoona,” jawab Siwon.

Stella kembali terdiam. Dia merasa tak pernah mendengar nama itu. “Gotjimal Oppa!” akhirnya dia berkata dengan bergetar menahan marah.

“Kamu hanya ingin membalasku sajakan Oppa? Dia… Yoona, dia tak pernah ada kan, dia hanya karanganmu sajakan Oppa?” Tanya Stella menahan air matanya agar tak jatuh.

“Dia ada Stella,” ujar Siwon putus asa.

Stella tertegun. “aku tak mengerti ini semua….” Dia menggeleng lemah.

Siwon menghela napas panjang. Dia menatap Stella lekat,” ceritanya panjang, Stella…,” kata Siwon lirih.

Mata Stella berubah gelap, air mata yang sudah ditahannya pun keluar.

“ Aku punya banyak waktu dan aku ingin dengar semuanya, Oppa,” kata Stella akhirnya.

 

*******

Yoona melangkah masuk ke gedung kantor tempat suaminya bekerja. Saat Yoona berjalan, semua mata pegawai Hyundai menatap kearah Yoona. Semua orang menyapanya. “apa mereka semua sudah tahu kalau aku istri Siwon Oppa?” batinnya.

Yoona berjalan menuju receptionist, “Annyeonghaseyo Nyonya Choi, Ada yang bisa saya bantu?” Tanya receptionist yang bernama jiyeon itu.

“Annyeong, dimana ruang Siwon Oppa, maksudnya Tuan Choi?” Tanya Yoona yang masih menampilkan senyumnya.

“Ruang Tuan Choi ada dilantai lima, Nyonya,” jawab Jiyeon.

“khamsamnida atas infonya,” kata Yoona sambil membungkukkan badannya dan berlalu pergi.

Saat Yoona sudah berlalu dari hadapan receptionist itu, Jiyeon pun berkata,” Dia sangat cantik dan ramah tidak seperti yeojachingu Tuan Siwon yang dulu,” kata Jiyeon pada teman disebelahnya yang dibalas anggukkan oleh temannya itu.

Yoona melangkah melewati ruang kerja sekretaris Siwon. Dilihatnya yeoja itu sedang sibuk menelepon sambil memeriksa sesuatu di komputernya sehingga tidak melihat Yoona. Yoona memutuskan untuk tidak mengganggunya dan langsung menemui Siwon. Meskipun ini baru pertama kalinya Yoona dating ke kantor suaminya itu tapi di depan matanya ada ruang yang tertulis ruang presdir, berarti itu memang benar ruang Siwon.

Yoona menghampiri ruangan Siwon yang pintunya sedikit terbuka. Saat tangan Yoona telah terjulur untuk membuka pintu, seketika juga tangannya terjulur kaku di udara. Jantungnya berdegup kencang karena mendengar suara seorang Yeoja.

“aku bisa memaafkanmu, Oppa…”

“Aku mengerti posisimu saat itu. Mianhae karena aku menyebabkan kau mabuk da melakukan hal itu. Aku memaafkanmu Oppa, Kembalilah padaku,”

Wajah Yoona pucat pasi seketika. Darahnya seolah terserap ke seluruh tubuh. Jantungnya serasa mau keluar dari tempatnya. Tangannya terkulai lemas di kedua sisi tubuhnya.

“Hidupku sudah berbeda. Sekarang aku mempunyai tanggung jawab lebih, Stella,” kata Siwon lirih.

“kalau Oppa menginginkan bayi itu, aku tak apa. Aku bisa merawatnya seperti anakku sendiri, Oppa. Aku janji akan menjadi eomma yang baik untuk anak itu,” kata Stella mencoba meyakinkan Siwon.

Ucapan yeoja yang ada di ruangan Siwon itu terasa menusuk telinga Yoona. Tubuh Yoona gemetar. Jadi yeoja itu adalah Stella, yeojachingu suaminya. Jantungnya seolah diremas-remas. Hatinya terasa perih. Pandangannya seolah berputar. Air matanya mulai menggenang di kelopak matanya. Yoona tidak mau mendengar lebih banyak lagi. Dia tidak tahan. Dia harus pergi dari tempat itu sebelum dia mendengar kata-kata yang lebih menyakitkan hatinya. Yoona segera memutar tubuhnya dan segera meninggalkan tempat itu. Saat akan pergi dari tempat itu, tanpa sengaja dia menjatuhkan vas yang ada di meja sebelahnya.

Prang…. Vas itu pecah tak beraturan seperti hati Yoona yang telah hancur berkeping-keping.

“Aigoo Nyonya Choi, gwenchana?” Tanya Seohyun, sekretaris Siwon yang tiba-tiba sudah ada didepannya.

Siwon dan Stella yang mendengar suara berisik pun segera keluar. Betapa kagetnya Siwon saat dia melihat Yoona ada disana. Dia segera menghampiri Yoona. Yoona yang masih schok itu hanya diam. Dia tak tahu harus melakukan apa sekarang.

“Yoongie, gwenchana?” Tanya Siwon yang menyentuh tangan Yoona. Yoona segera menghempaskan tangan Siwon begitu saja. Dia tak mau disentuh oleh Siwon. Dia harus pergi dari sini sebelum air matanya semakin deras mengalir.

Yoona segera berlari meninggalkan tempat itu dan menghampiri lift yang berada tak jauh dari sana. Yoona menekan-nekan tombol – bergambar anak panah ke bawah dengan tak sabar, hingga terdengar bel berdenting dan pintu lift terbuka. Kosong. Yoona segera masuk dan menekan angka 1 menuju lobby. Lemas, kakinya terasa lemas tak bisa menopang tubuhnya. Sekuat tenaga berusaha menahan amarahnya.

“Yoong, Yoongie-ya…,” teriak Siwon. Siwon berusaha mengejar Yoona tapi pintu lift sudah tertutup. Siwon segera berlari menuju tangga darurat. Dia sudah tak menghiraukan keberadaan Stella. Yang ada dipikirannya sekarang hanya istrinya, Yoona. Siwon berlari menuruni tangga dengan tidak sabar. Dia harus menjelaskan semuanya pada Yoona. Hati Siwon mulai merasa bersalah. Mungkin Yoona mendengar percakapannya dengan Stella tadi, batin Siwon.

Yoona ingin segera pergi dari gedung perkantoran milik suaminya ini, tapi perjalanan menuju lantai 1 terasa sangat lama. Sepertinya, dia tak akan kuat menahan air matanya lebih lama lagi. Dia benar-benar ingin menangis sekarang, menumpahkan segala yang ada dihatinya. Yoona menyeka air matanya yang hampir jatuh saat pintu lift terbuka. Dia segera keluar saat pintu lift terbuka. Sudah tak dia hiraukan lagi tatapan orang-orang yang sedang melihatnya. Yoona segera berlari menuju pintu lobi. Mendorong pintunya dengan tergesa-gesa dan melangkah cepat keluar.

“Yoong…. Yoongieya…,” teriak Siwon saat Yoona melangkah keluar dari kantornya.

Yoona segera masuk ke dalam taksi yang baru saja menurunkan penumpangnya.

“Palli ka… ahjussi,” kata Yoona cepat. Taksi pun segera pergi meninggalkan gedung Hyundai. Siwon yang melihat taksi itu pergi hanya berteriak kesal,”Arghh…”

 

*******

Yoona menyembunyikan wajahnya dalam telapak tangannya. Tangisnya pun pecah. Air matanya tumpah. Yoona menangis keras. Dia tak peduli meskipun sopir taksi itu melihat dan mendengar dia menangis. Sopir taksi itu pun sepertinya mengerti jadi dia membiarkan penumpangnya itu menangis. Sudah hampir satu jam mereka berputar jalanan Seoul tanpa ada tujuan yang jelas, sopir taksi itu pun memberanikan diri untuk bertanya pada penumpangnya itu.

“Aggassi, tujuan kita kemana?” Tanya Ahjussi sopir taksi itu.

Yoona mendongak. Yoona juga belum tahu dia akan kemana. Kalau dia pulang ke rumah, dia tak mau bertemu Siwon. Kalau di pulang ke apartement atau rumahnya itu juga tidak mungkin. Yoona benar-benar bingung harus kemana sekarang.

“ehm, Ahjussi boleh aku pinjam ponselmu, ponselku tertinggal,” kata Yoona yang masih terisak.

“oh nde, silahkan Agassi…” kata Ahjussi itu sambil menyerahkan ponselnya ke Yoona.

Yoona pun segera megirimkan pesan ke Sulli. Mungkin dia bisa mengurangi kekesalanku pada kakaknya, batin Yoona. Setelah mendapat balasan dari Sulli, Yoona segera menyerahkan ponsel milik Sopir taksi itu.

“khamsahamnida Ahjussi, tolong antarkan aku ke Sungai Han saja,” kata Yoona pelan.

“Nde Agassi,” kata sopir taksi itu.

Yoona menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Dia mengeluarkan tissue dari dalam tasnya dan menyeka air mata dan wajahnya yang basah. Namun air matanya tak mau berhenti mengalir. Hatinya teramat sakit. Entah kenapa dia takut kalau Siwon akan pergi meninggalkannya. Yoona menghirup udara sebanyak-banyaknya, tapi rasa sakit itu masih berkecamuk didalam dada dan hatinya.

 

*******

Siwon benar-benar tidak bisa berkonsentrasi dengan meeting kali ini. Pikirannya hanya tertuju pada Yoona. Dia harus menjelaskan semuanya pada istrinya itu. Dia tak ingin Yoona salah paham. Entah kenapa saat melihat mata Yoona tadi, ada rasa sakit dan sesak didadanya seakan-akan tak bisa bernapas lagi.

“Sajangnim, apa anda setuju dengan presentasi yang kami buat?” Tanya salah satu pegawai yang ikut dalam rapat tersebut.

Siwon hanya diam melamun. Dia tak focus dengan presentasi tadi.

“Sajangnim,” panggil pegawai itu lagi. Akhirnya Siwon pun menoleh.

“Oh, nde. Waeyo?” Tanya Siwon yang tak mengerti.

“Apa anda setuju dengan presentasi yang kami buat? Kami sudah memperbaiki presentasinya,” jawab pegawai itu.

“Oh itu, aku akan memberikan keputusannya nanti. Aku akan mempelajarinya kembali. Mianhae aku tak bisa melanjutkan meeting kali ini,” kata Siwon dan segera berdiri lalu pergi.

Kepergian Siwon yang tiba-tiba itu membuat pegawai yang mengikuti meeting kali ini bingung. Biasanya Siwon tidak akan bersikap seperti ini.

“kalau begitu untuk meeting kali ini, kita lanjutkan besok. Saya akan memberitahu kalian setelah sajangnim membuat keputusannya,” kata Seohyun sang sekretaris Siwon.

Siwon kembali ke ruangannya. Dia mengambil kunci mobil juga ponsel miliknya dan milik Yoona. Dia harus segera menemukan Yoona dan menjelaskan semuanya. Setelah membawa semuanya dia segera berjalan keluar menuju basement dimana mobilnya diparkirkan.

Siwon segera masuk dan melajukan mobilnya meninggalkan kantornya. Siwon melajukan mobilnya di jalanan Seoul dengan cepat. Dia menyusuri setiap jalan untuk menemukan Yoona. Dia harus menemukan Yoona segera. Dia tak bisa menghubungi Yoona karena ponsel Yoona masih ada padanya.

“arggghhh, aku harus mencarinya kemana,” teriak Siwon kesal sambil memukul setir kemudinya.

Siwon mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Tiffany. Mungkin dia bersamanya, pikir Siwon.

“yeobseyo,” jawab seseorang diseberang yang tak lain adalah Tiffany.

“yeobseyo, apa Yoona bersamamu?” Tanya Siwon.

“ani, aku tidak bersamanya. Apa yang terjadi?” ucap Tiffany cemas.

“gwenchana, hanya saja ponsel Yoona tertinggal jadi aku tak bisa menghubunginya,” kata Siwon bohong meskipun ponsel Yoona memang tertinggal.

“aku kira ada apa,” kata Tiffany lagi.

“ya sudah kalau begitu. Aku tutup telponnya. Gomawo,” kata Siwon dan langsung mematikan ponselnya mengakhiri panggilannya dengan Tiffany.

“yoongie-ya sebenarnya kau itu kemana sih,” gerutu Siwon. Siwon menghela napasnya kasar. Siwon melonggarkan dasinya yang terasa mencekik sambil melirik jam tangannya. Keningnya berkerut. Sudah jam lima sore tapi Yoona masih belum ketemu. Siwon semakin bingung dibuatnya. Saat dia sudah hampir putus asa untuk menemukan Yoona, tiba-tiba ponselnya bordering menandakan ada panggilan masuk. Dilihatnya siapa yang menelepon, ternyata dongsaengnya, Sulli.

“Yeobseyo Oppa,” sapa Sulli.

“waeyo?” kata Siwon ketus.

“aish kau ini ketus sekali. Aku mau minta tolong padamu Oppa,” jawab Sulli.

“minta tolong apa? Aku sedang sibuk,” kata Siwon dingin.

“tadi Yoona eonni meneleponku,” kata Sulli yang perkataannya terpotong oleh ucapan Siwon.

“Yoona???” kata Siwon kaget.

“nde Oppa, Yoona eonni, waeyo?” Tanya Sulli bingung.

“Yoona eodiga?” Tanya Siwon tanpa menjawab pertanyaan Sulli.

“maka dari itu aku minta tolong sama Oppa. Tadi Yoona eonni meneleponku, aku janji dengannya di Sungai Han tapi sekarang aku tak bisa  karena ada pelajaran tambahan. Aku juga sudah mencoba menghubungi ponsel Eonni tapi ponselnya mati. Aku juga sudah telpon ke no yang dipakainya untuk meneleponku tadi tapi ternyata itu milik sopir taksi. Bisakah Oppa kesana menjempun Eonni?” jelas Sulli panjang lebar.

“arraso, aku akan kesana,” kata Siwon dan langsung mematikan ponselnya tanpa mendengarkan apa yang dikatakan Sulli selanjutnya. Dengan segera  Siwon melajukan mobilnya menuju Sungai Han.

“huft, akhirnya…,” ucap Siwon lirih.

 

*******

 

Yoona segera berkeliling mengitari jalanan Sungai Han untuk menemukan Sulli. Yoona berjalan pelan karena dia ingin menikmati pemandangan Sungai Han di sore hari. Sesekali dia tersenyum melihat tingkah seorang anak kecil yang sedang bermain bola bersama ayahnya. Setelah cukup lama berjalan tapi Yoona juga belum menemukan keberadaan Sulli. Akhirnya Yoona duduk di salah satu bangku kosong. Dia menatap lurus kearah Sungai Han.

“Yoona-ya,” panggil seseorang dibelakangnya. Yoona segera menoleh ke belakang dan betapa kagetnya dia saat tahu siapa yang memangilnya.

“Donghae Op..pa,” kata Yoona terbata.

“wasseo. Aku tahu kau pasti dating,” kata Donghae dengan senyuman diwajahnya.

“Nde?” ucap Yoona bingung.

“Aku tahu kau akan datang. Kita akan memulainya lagi dari awal Yoong,” kata Donghae sambil menatap wajah Yoona.

“apa yang kau bicarakan Oppa. Aku tak mengerti,” kata Yoona yang masih bingung dengan apa yang dikatakan donghae.

“Kau datang kesini Karena ingin kita kembali seperti dulu lagi kan. Aku tahu aku salah dan aku tak akan mengulangi kesalahanku lagi, Yoong. Aku janji Yoong,” kata Donghae yakin.

“Aku benar-benar tak tahu apa yang sedang kau bicarakan Oppa. Aku disini karena aku janji akan bertemu dengan adik iparku bukan denganmu,” jelas Yoona.

“apa kau tak menerima pesanku tadi?” Tanya Donghae cemas.

“ani, aku tak tahu kalau mengirimkan pesan padaku lagipula ponselku tertinggal jadi aku tak tahu,” jawab Yoona.

Donghae menghela napas. Dia mengira kalau Yoona datang kesini untuk menemuinya tapi ternyata tidak. Kecewa. Donghae sangat kecewa tapi dia berpikir kalau mungkin Yoona adalah jodohnya. Meskipun Yoona tak menerima pesan darinya tapi dia datang kesini. Mungkin ini adalah takdir yang diberikan oleh Tuhan untuknya.

“Yoong, mianhae atas sikap dan kesalahanku yang dulu,” ucap Donghae memulai pembicaraan lagi.

“Aku sudah memaafkanmu Oppa. Sudahlah tak usah diingat lagi,” kata Yoona tulus.

“kalau begitu kau akan bersamaku lagikan?” Tanya Donghae serius.

“maksud Oppa?” Tanya balik Yoona.

“Kau mau bersamaku lagi kan Yoong. Kita akan memulai hubungan kita lagi. Aku masih mencintaimu Yoong,” kata Donghae sambil menggenggam tangan Yoona.

“mianhae Oppa aku tak bisa,” jawab Yoona lirih. Kening Donghae berkerut tak tahu apa yang Yoona katakan.

“maksudmu?” Tanya Donghae penasaran.

“Oppa tau kan kalau aku sudah menikah dan sebentar lagi anakku juga akan lahir. Aku tak mungkin bisa kembali dengan Oppa lagi,” jawab Yoona.

“Aku tau kau sudah menikah dan sekarang kau sedang hamil tapi kita masih bisa bersama Yoong. Kau bisa menceraikan suamimu setelah kau melahirkan dan aku akan menganggap anakmu itu anakku. Kau tak usah khawatir Yoong. Aku akan menyayangi anak itu seperti anakku sendiri,” kata Donghae mencoba untuk meyakinkan Yoona. Yoona menggeleng.

“ani Oppa. Itu tak mungkin terjadi. Aku tak bisa bercerai dengan Siwon Oppa. Lagi pula aku tak mau menyakiti Jessica Eonni, dia sahabatku Oppa. Aku tahu kalau dia sangat mencintaimu dan hatimu juga sebenarnya sudah mulai terbuka untuk menerimanya. Aku benarkan? Kau sudah mulai terbiasa dengan keberadaan Jessica Eonni dan kau mulai bisa mencintainya kan Oppa,” kata Yoona lagi dan mencoba untuk melepaskan genggaman tangan Donghae.

“Jessica pasti mengerti Yoong. Dia akan menerimanya. Aku akan bicara padanya,” kata Donghae cepat.

“Anni. Aku tak mau dia terluka. Aku tak mau banyak orang yang terluka karena aku kembali padamu,” jelas Yoona.

“Nuguya? Siapa yang akan terluka. Apa suamimu?” Tanya Donghae.

“keluargaku, sahabatku, juga suamiku,” jawab Yoona lirih. Yoona tak yakin dengan jawabannya. Apa suaminya itu juga akan kecewa dan terluka kalau dia kembali bersama Donghae. Air mata Yoona menetes. Yoona mencoba menyeka air matanya.

“tapi kalian tidak saling mencintai. Kalian menikah karena kau hamil anaknya Yoong, bukan karena kau mencintainya,” kata Donghae yakin.

Yoona semakin terisak, dia tak tahu harus bagaimana sekarang. Dia tak mungkin kembali pada Donghae karena itu akan menyakiti orang-orang yang ada disekitarnya. Dia juga tak mau menyakiti Siwon. Rasa cinta yang dulu ada pada Donghae entah kenapa sekarang hilang. Hatinya sudah mulai terbuka untuk menerima Siwon tapi dia tak yakin kalau siwon juga merasakan hal yang sama dengannya. Air mata Yoona sudah tak bisa dibendung lagi. Air mata itu keluar dengan derasnya.

“Apa kau mencintainya Yoong?” Tanya Donghae tak sabar sambil menatap wajah Yoona. Yoona hanya diam tak menjawab. Hanya suara tangisannya yang semakin keras.

“Apa kau mencintainya Yoong? JAWAB AKU YOONG,” teriak Donghae yang sudah tak bisa menahan amarahnya lagi. Tangisan Yoona malah semakin keras setelah mendengar teriakan Donghae.

“JAWAB AKU YOONG!” teriak Donghae lagi.

“Berani kau membentaknya. Memangnya kau SIAPA, HAH????

 

TO BE CONTINUED….

 

 

Finally, aku bisa menyelesaikan chapter ini disela-sela pekerjaan yang semakin menumpuk meskipun sangat lama dan pendek. Aku minta maaf kalau terlalu lama menyelesaikan chapter ini karena penyakit malasku kambuh L. FF ini mungkin sebentar lagi akan tamat jadi tunggu cerita selanjutnya. Sudahlah saya tak mau berbasa-basi lagi entar malah keburu basi, hehe…

Untuk next chapternya juga ga bisa janji bisa cepet karena penyakit males dan pekerjaan masih menumpuk. Udahan dulu ye….

Buat Echa makasih ya udah dipublish JJJ (you’re welcome..)

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

347 Komentar

  1. YoongNna

     /  Februari 28, 2015

    Akhrnya yoona udh mulai suka ma siwon…
    Tp gmn niiii yoona slh pham gra2 stella dtng nemuin siwon…

    Balas
  2. Tau nih donghae bentak2 ke yoona emngnya lu siapanya yoona hah?#ngkutin siwon
    Ngapain jga stella dkntor siwon aduhh prnctaan mereka makin rumit saja

    Balas
  3. aaaahhhh stella kimmm… kenapa kamu datang lagi dan merusak semuanya… baru saja kisah cintanya akan terjalin. haduhhh… dan kenapa juga donghae oppa pede sekali akan balikan sama yoona eonni.. yoona eonni itu sudah miliknya siwon oppa. sudahlah oppa kembali saja sama jessica eonni kasihan dia…

    Balas
  4. author… kenapa ff baby proposal yang chapter 7 harus di password. aku jadi langsung baca yang 8. sedangkan aku tidak tahu cerita di chapter 7. ehmmm😦

    Balas
  5. Seru bget bakalan terjadi perang dunia ke 3 nech
    hehehe

    Balas
  6. wiwin

     /  Juni 11, 2015

    Hem udlAh hae yoona udah jatuh cinta mae siwon…udah lu stop aja…

    Balas
  7. Neva

     /  Juni 23, 2015

    Si stella sama donghae jadi ngemis cinta pasangannya masing2, sengat yoonwon buat perjuanagn rumahtangga kalian

    Balas
  8. amel95

     /  Agustus 13, 2015

    author mnta pw baby proposal chap7 donk
    aishh tuh donghae maksa bnget sih mnta balikan ya

    Balas
  9. siwon oppa jdi makin perhatian aja
    aku penasaran banget sama chapter 7nya, unnie please bales sms aku😦

    Balas
  10. ria

     /  Oktober 3, 2015

    Yah,
    Knp sih donghae tys ngejar2 yoona
    Pdhl dl dia yg udah ninggalin
    Ayo yoona jngn mw kembali sm donghae, tetep dg siwon oppa ya

    Balas
  11. h_ra307

     /  Oktober 8, 2015

    haduhhh knp stella kmbli???
    dn knp km bang dongek??maksa yoona *kn ada q dsini
    heyyy lo stela!!! enak aja, lo yg ninggalin siwon truss lo yg dgn santai’a ngajak blikn!! *gue mah klo jdi siwon bkaln ogah!! mau dtaroh mna muka’a,, you think??!!!!
    :v

    Balas
  12. Ninin

     /  November 1, 2015

    Siapa yang datang,..hmm penasaran

    Balas
  13. park ra chan

     /  Desember 26, 2015

    Ya thor buruan di lanjutin

    Balas
  14. Rizki

     /  Februari 14, 2016

    Ya ampun kom bisa yoona ktmu donghae di sana ? Trs ngpain jg donghae bentak yoona emg dia siapa ?

    Balas
  15. melani

     /  Februari 24, 2016

    Kenapa saat mereka udah mulai menjalani pernikahan dg baik n udah mulai suka satu sama lain mantan pacarnya pada muncul n ganggu hubungan mereka..
    Penasaran apa siwon masih suka sama mantannya karna dia bisa nyeritain pernikahannya dg yoona yg sebenarnya kyk apa..
    Apa itu siwon yg dateng.. moga aja iya..

    Balas
  16. ayana

     /  Maret 7, 2016

    nggak tau mau komen apa lagi,,., makin keren aja ff ini

    Balas
  17. Karin

     /  Mei 22, 2016

    Ah penasarn sama cerita selnjutnya. Author boleh minta psword chapter 7 dan chapter lin yg di pasword? kirim passwordnya ke email. Kinaindradewi@gmail.com. mkasih author.keep writing

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: