[OS] Family After Story (Sequel of FF Family)

family

(FF) FAMILY (AFTER STORY)

JUDUL: Family

Type: SEQUEL

Chapter: Epilog

Author: yoonwonfp

Genre: romance, comedy, family, marriage life

Rating: PG(15+)

Main cast: Choi Siwon, Im Yoona

 

Disclaimer:

GUYS, adakah kalian yang menantikan sequel ini?

Anyway,cerita ini adalah hasil pemikiranku sendiri dan hasil iseng2 aku, jadi mohon maaf kalau tidak jelas^^… Aku harap kalian suka y^^.. N don’t forget To comment… I’M sorry kalo ada typo. Thx buat Admin y^^

 

CHOI LAW FIRM, 12:00 KST

“Hyung, mianhae.. Siang ini aku tidak bisa bertemu dengan John..”

Siwon berbicara sambil menatap mejanya yang tampak berantakan dengan kertas-kertas yang berceceran. Sebelah tangannya ia gunakan untuk menggenggam HPnya, semntara sebelah tangannya lagi masih sibuk menandatangani kertas-kertas yang berceceran.

Sekretaris barunya, Seohyun hanya bisa berdiri di hadapan bosnya dengan muka datar. Matanya tak berhenti melirik jam tangan yang terpasang di tangan kanannya. Ia mendesah pelah dan mencoba bersabar. Pasalnya sudah 45 menit ia berdiri di sana tanpa dipedulikan oleh Siwon, bosnya.

“Wae? Apa kau sedang ada masalah?”Nickhun yang berbicara di seberang sana bertanya dengan penasaran.

Siwon meletakkan pennya di atas meja. Lalu mengambil kalender yang ada di atas mejanya. Ia memperhatikan tanggal yang sudah ia beri lingkaran dengan senyuman yang terukir di wajah tampannya. 23 November…. Hari yang sudah ia tunggu-tunggu. Ia tak akan mau melewatkan hari ini, hari di mana ia akan mengetahui jenis kelamin salah satu anak kembar yang masih ada dalam kandungan Yoona.

Seohyun yang sudah kebosanan, hanya bisa menggerutu dalam hatinya. Aku rasa Sajangnim benar-benar sudah gila.. Melihat kalender saja tersenyum…

“Siwon, are you still there?”

Suara Nickhun yang cukup kencang terdengar dari seberang sana. Siwon langsung tersadar dan meletakkan kembali kalender itu ke atas meja, “Ah.. Neh..Neh..”

Nickhun mendesah kesal, pura-pura marah, “Sebenarnya ada apa Siwon? Tidak biasanya kau membatalkan janji? Kau juga tahu kan kalau John lusa akan pulang ke Amerika?”

“Arra.. Geundae..Siang ini aku benar-benar tidak bisa…”

Siwon memutar kursinya menghadap kaca jendela besar yang ada di ruangannya. Ia menatap langit Seoul yang tampak cerah di pagi ini. Matahari dan burung-burung yang berterbangan ke sana kemari membuat pagi hari di musim semi ini benar-benar menyenangkan. Jalanan masih tampak ramai dengan mobil-mobil dan motor-motor yang berliweran. Aktivitas perdagangan di pinggir jalan juga mewarnai  kegiatan di pagi hari Seoul ini.

“Kau ini! Lain kali jangan mendadak seperti ini. Bagaimana kalau besok malam?”

Siwon mengangguk, “Hm.. Mungkin besok malam aku bisa…”

“Baguslah.. Aku akan coba bicara dengan John untuk bertemu nanti malam…”

Siwon tersenyum, “Gomawo Hyung.. You are..” Belum sempat Siwon melanjutkan pujiannya, Nickhun langsung menyela dengan percaya diri, “I know you will say I am the best right? Haha…”

“Ani..”Kata Siwon sambil tertawa, “I’m gonna say that you are the worst Hyung I’ve ever had… What do you think about that?”

Nickhun di seberang sana menggerutu sebal. Ia megabaikan pertanyaan Siwon, namun balas bertanya, “Oh… So, I’m the worst Hyung.. Hm.. Kalau begitu kau saja yang menelepon John sendiri? Bagaimana?”Nickhun tersenyum menang sambil melipat tangannya di dadanya.

“I’m just kidding Hyung…”Siwon terkekeh, “You are the best… Really..”Tanpa sadar Siwon sampai mengacungkan jempolnya ke depan jendela. Seohyun yang ada di belakangnya hanya bisa menggelengkan kepala, dan menggerutu dalam hatinya, Aku rasa dia benar-benar sudah gila.

“I forgive you.. Haha.. Ah! Kau jangan lupa mengajak Yoona dan anak-anakmu ya…”

“Hyung, akan mengajak Tiffany juga?”

“Tentu saja. Jika tidak, bisa-bisa aku disangka berselingkuh karena pergi makan malam seorang diri..”

“Arra-arra…”

Seohyun semakin bosan. Tubuhnya yang semenjak tadi berdiri tegak, juga mulai lelah. Sepatu high heels yang terpasang di kaki jenjangnya membuatnya merasa kakinya kesakitan karena berdiri terlalu lama. Seohyun yang sudah kehilangan kesabaran, berbatuk dengan cukup kencang untuk menyadarkan Siwon bahwa semenjak tadi dia ada di belakangnya.

Siwon tersadar, ia langsung memutar kursinya lagi dan melihat Seohyun yang tengah tersenyum dengan tersiksa, seakan meminta Siwon untuk segera menyelasikan tugasnya, agar dia bisa segera keluar dari tempat ini. Siwon tersenyum singkat meminta maaf tanpa bersuara.

“Hyung, aku minta maaf. Aku masih banyak pekerjaan… Kalau nanti malam John bersedia bertemu, tolong SMS aku tempat dan waktunya ya… Bye..”Kata Siwon di ponsel. Tanpa menunggu jawaban Nickhun, Siwon  menutup teleponnya dan langsung meletakkannya kembali ke dalam jas hitamnya lalu berpaling ke arah Seohyun.

“Mianhae…”Ujar Siwon dengan perasaan bersalah. Dengan buru-buru ia menanda tangani kertas-kertas yang ada di mejanya lalu menjadikannya menjadi satu tumpukan penuh. Ia menghela nafas lega saat kertas-kertas itu sudah rapi, baru saja ia ingin meletakkan pennya, Seohyun meletakkan setumpuk kertas lagi di meja Siwon.

“Mwo? Ada lagi?”Tanya Siwon sambil menatap Seohyun yang mengangguk dengan pelan. Wajah Seohyun yang polos tidak bisa membuat Siwon melampiaskan amarahnya, walaupun pada kenyataannya dia sangat kesal.

Dengan pasrah Siwon pun menandatangani tumpukan kertas-kertas tu satu per satu, “Apa masih ada lagi?”Tanyanya sambil menandatangani kertas terakhir yang ada di mejanya.

Seohyun menggeleng, “Ani…”

Siwon bernafas lega, “Baguslah…”Lalu ia melanjutkan, “Seohyuh-sshi… Setelah ini aku mau pulang. Jadi kalau ada orang yang mencariku tolong kau atur besok saja ya…”

Seohyun mengangguk. Ia membuka buku catatannya dan mencatat pesan Siwon. Tapi baru saja ia hendak menulis, ia menghentikan kegiatannya dan kembali berbicara dengan Siwon, “Sajangnim, saya baru ingat.. Hari ini Sajangnim harus bertemu dengan klien Anda, Tuan Lee Jonghyun..”

“Batalkan saja..”Jawab Siwon enteng, “Atur di hari lain..”

“Geundae.. Ini kan sudah janji satu bulan yang lalu..”

“Bilang padanya urusanku hari ini benar-benar mendadak. Tidak bisa ditunda. Arra?”Siwon berkata dengan tegas.

Seohyun mengangguk pasrah. Ia membuka kembai buku catatannya dan mencatat semua pesan Siwon. Namun dalam hatinya Seohyun bertanya-tanya.Tidak biasanya Sajangnim mengubah jadwalnya seperti ini? Apalagi Tuan Lee kan klien penting. Aneh sekali..

***

Siwon menghentikan mobilnya dilapangan parkir sebuah sekolah yang bernama Seoul International School. Ia melepaskan jas hitam yang terpasang di tubuhnya lalu keluar dari mobil Audi hitam miliknya hanya dengan kemja putih tangan panjang yang terpasang di tubuh atletisnya. Ia melirik jam tangannya sekilas sambil berjalan menuju pintu sekolah yang cukup mewah yang ada di hadapannya.

Ia menghela nafasnya saat masuk ke dalam ruangan yang saat ini terlihat cukup ramai. Anak-anak, orang tua, dan baby sitter tampai mengitari seluruh ruangan tunggu tempat ia berdiri saat ini. Ia melihat sekeliling ruangan ini dan mencoba mencari bantuan .

Saat ia memutar tubuhnya ke belakang, ia melihat seorang satpam yang tengah mencoba merapikan keadaan yang sedikit ‘kacau’. Dengan segera, ia berlari dan menghampiri satpam itu, “Permisi, kelas  TK- B ada di mana?”Tanya Siwon dengan sopan.

“Kelas TK-B ada di koridor 2 sebelah kiri..”Jelas satpam itu dengan sopan sambil menunjukkan arah dengan tangannya pada Siwon.

Setelah mengucapkan terima kasih, Siwon langsung berlari kecil menuju ruangan yang dimaksud. Setelah memasuki koridor 2, ia memelankan langkahnya dan membaca nama ruangan-ruangan yang ada di sekitarnya dengan hati-hati.

Ia menghentikan langkahnya di depan ruangan yang dicarinya. Pintu di ruangan itu sudah terbuka. Perlahan, ia memajukan wajahnya dan melihat ruangan yang sepi itu. Tidak ada suara ataupun tanda-tanda ada orang di ruangan itu. Ia melangkah mundur dan melihat nama kelas yang tertulis di ruangan ini, “TK-B.. Seharusnya kelas ini kan…”Ia bergumam dengan pelan.

Baru saja Siwon ingin menghubungi Yoona untuk menanyakan kelas yang dianggapnya salah, tiba-tiba saja suara teriakan seorang anak laki-laki menghetikan kegiatannya, “DADDY! DADDY!”

Siwon langsung membalikkan badannya. Ia melihat seorang wanita yang sedang menggandeng tangan anak laki-laki itu sedang berjalan ke arahnya. Siwon bernafas lega, senyuman mengembang begitu saja saat ia melihat bagaimana anak laki-laki kesayangannya itu melepaskan genggaman gurunya dan berlari ke arahnya. Lantas Siwon berjongkok lalu merentangkan tangannya dan membiarkan putra satu-satunya masuk dalam pelukannya.

“Daddy!!!”Myung Soo masih saja memanggil-manggil Siwon dengan ceriannya saat sudah berada dalam pelukannya.

Dengan semangat, Siwon langsung menggendong Myung Soo dan membelai punggungnya, “Myung Soo sudah menunggu lama?”Tanyanya dengan perasaan bersalah.

Myung Soo mengangguk dan meggerutu kesal, “Neh.. Aku sudah menunggu kurang lebih satu jam.. Huh..”Ia memgang jam tangan yang terpasang di tangan kiri Siwon dengan tangannya yang kecil.

Siwon tersenyum, lalu meencubit pipi  Myung Soo dengan gemas.“Neh.. Neh.. Maafkan Daddy neh? Tadi Daddy sangat sibuk…”

“Appo Daddy…”

“Hm..Tuan Choi, saya gurunya Myung Soo..”Suara perempuan yang lembut menghentikan kegiatan Siwon dan Myung Soo. Keduanya langsung mengalihkan pandangannya pada seorang wanita yang tengan membungkuk hormat.

“Annyeonghasaeyo.. Cheoneun Choi Siwon imnida… Manaseobangeupseumnida..”Siwon juga membungkukkan badannya sedikit sambil tetap menggendong Myung Soo.

“Ah.. Neh… Annyeonghasaeyo.. Cheoneun Ji Yeon imnida… Kalau boleh tahu, tumben sekali Anda yang menjemput Putra Anda? ”Tanya Ji Yeon dengan penasaran.

“Ah.. Ige.. Aku memang ingin menjemputnya hari ini. Kebetulan aku tidak sibuk..”Ujarnya sambil tersenyum kecil, “Gomawo sudah menjaga Myung Soo ya..”

“Neh… Cheonma… Kalau begitu saya permisi  ya..”

Setelah Ji Yeon menghilang dari pandangannya, Siwon pun berjalan keluar dari sekolah ini ke dalam mobilnya. Myung Soo duduk di sampingnya sementara Siwon duduk di kursi pengendara mobil. Selama perjalanan, Myung Soo terus saja berceloteh panjang lebar tentang kegiatannya di sekolah. Walaupun Siwon tidak begitu teertarik dengan topic yang diceritakan oleh putra semata wayangannya ini, namun sebagai sosok ayah yang baik ia tetap akan menanggapi cerita putranya dengan senyuman. Ia ingin anaknya isa merasakan perhatian yang ia berikan.

Di tengah perjalanan tiba-tiba saja suara ocehan itu berganti menjadi suara helaan nafas yang terdengar panjang. Siwon mengerutkan keningnya, lalu menolehkan kepalanya sekilas ke samping, ia melihat Myung Soo tengah terlelap dengan damainya dengan mulut terbuka. Kepalanya yang kecil disenderkan di jendela mobil.

Seulas senyuman langsung terukir di wajahnya, “Kau benar-benar mirip Eommamu…”

***

“Suster Kim, tolong gantikan perban Kim Jinhee dan Kim Naeun ya…”

Setelah memastikan para suster-suster mengerti tugasnya. Yoona membalikkan badannya dan keluar dari ruangan yang dipenuhi anak-anak itu. Ia menghela nafas lega dan menghapus keringat yang bercucuran di wajahnya. Tanpa banyak bicara ia duduk di salah satu kursi pasien menyenderkan bahunya di sana. Ia benar-bena rmerasa lelah dan menutup kedua matanya sejenak.

“Mommy!!!!!”

Suara seorang anak laki-laki membuatnya tertegun. Sepertinya ia tak asing dengan suara itu. Ia membuka matanya yang masih terasa lelah dan menoleh kea rah samping. Sekilas ia tak melihat anak yang ia cari itu. Maka ia pun menutup kembali kedua matanya.

“Mommy!!!!!”

Namun, tiba-tiba saja suara menjadi begitu dekat. Bahkan ia merasakan ada tangan yang membangunkannya. Ia kembali membuka matanya dan betapa terkejutnya ia saat matanya menangkap sosok Siwon yang tengah menatapnya tajam sambil melipat tangan di dadanya. Sepertinya ia sudah melakukan satu kesalahan besar.

“Mommy!”

Suara itu memanggilnya lagi. Ia menolehkan wajahnya dan melihat tangan mungil Myung Soo tengah memegang lengan Yoona yang tampak gemuk. Yoona yang tengah kelelahan langsung mengulas senyuman lembut pada putranya dan membelai kepala putranya. Tampaknya ia sudah menemukan obat yang bisa menyembuhkan kelelahannya sedikit.

“Myungsoo kenapa bisa ada di sini?”Tanya Yoona lembut. Setahunya seharusnya saat ini Myungsoo ada di rumah mertuanya, sementara Yoo Jin masih di sekolah.

Dengan polosnya Myungsoo menunjuk Siwon yang masih berdiri di hadapan Yoona, “Daddy yang membawaku kemari..”

Yoona pun menoleh lagi pada Siwon, “Waeyo? Kenapa kau menatapku seperti itu?”Tanya Yoona sambil mengerutkan keningnya bingung.

“Yoona.. Kau kenapa tidur di kursi ini?”Tanya Siwon dengan dingin.

“Waeyo? Aku baru saja memeriksa anak-anak di ruangan ini. Bukankah wajar kalau aku duduk di sin. Lagipula aku hanya ketiduran. Bukan sengaja tidur di sini..”Yoona membela dirinya.

Myungsoo yang masih duduk di samping Yoona, melepaskan tangan Yoona. Ia bisa merasa atmosfer yang tak biasanya terjadi. Apalagi mendengar nada Siwon dan Yoona saat berbicara tadi, “Mommy dan Daddy kenapa?”Tanyanya dengan polos.

Siwon dan Yoona langsung tersentak. Selama ini mereka sudah membuat komitmen bahwa mereka tidak boleh bertengkar ataupun berdebat di depan putra-putri mereka. Mereka berduapun menoleh lagi kea rah Myungsoo, lalu  tersenyum bersamaan, “Ani.. Kami tidak apa-apa..”Ujar keduanya bersamaan.

Myungsoo yang masih kecil hanya membalas ucapan kedua orang tuanya dengan senyuman juga, “Mommy.. Daddy.. Myung Soo lapar…”Ujarnya sambil mengelus perutnya.

Siwon dan Yoona terkekeh kecil. Yoona yang ada di sampinya mengusap lagi kepala Myungsoo, “Kajja.. Kedua adikmua juga sudah lapar sayang…”

Saat Yoona hendak menggandeng putranya, Myungsso dengan suara polosnya menolak, “Mommy… Myung Soo tidak mau digandeng..”lalu ia melanjutkan dengan mata berbinar, “Myung Soo mau digendong..”

Yoona terdiam mendengarkan permintaan putranya. Sebenarnya permintaan putranya ini bukanlah permintaan sulit. Hanya saja, saat ini ia belum bisa dan tidak mungkin melakukannya. Perutnya yang membesar karena hamil mebuat dirinya saja sulit untuk bergerak. Bagaimana mungkin dia menggendong putranya. Lagipula bagaimana kalau tanpa sengaja Myung Soo menendang perutnya, tentu itu akan membahayakan dirinya dan kedua  buah hati yang ada dalam kandungannya saat ini.

“Sayang… Mianhae.. Mommy tidak bisa menggendongmu…”Yoona menolak pelan lalu mengusap perutnya yang membesar, “Kedua adikmua bisa sakit kalau Mommy menggendongmu sayang…”

Myungsoo menundukkan kepalanya kecewa. Siwon yang semenjak tadi diam langsung maju dan berjongkok di depan Myung Soo, “Hey.. Putra kesayangan Daddy kenapa marah?”Ia mengangkat wajah Myung Soo yang tengah cemberut.

“Habisnya Mommy tidak mau menggendong Myung Soo lagi..”

Siwon tersenyum lalu mengusap pundak putranya, “Myung Soo kan sudah besar. Sedangkan kedua Adik Myung Soo masih kecil. Jadi Mommy masih harus menggendong mereka dalam perut Mommy sayang. Sewaktu Myung Soo masih kecil, Mommy selalu menggendong Myung Soo seperti adik Myung Soo..”

“Chinjja?”

“Neh.. Bahkan dulu Mommy hanya menggendongmu seorang. Bukankah itu menyenangkan? Sementara sekarang kedua Adik Myung Soo harus berbagi…”

“Geundae…”

“Hm… Begini saja.. Kalau Myung Soo mau Daddy akan menggendong Myung Soo lagi..Eotte?”

Wajah Myung Soo langsung mencerah saat mendengar tawaran Siwon. Ia merentangkan kedua tangannya dan memeluk leher Siwon dengan erat. Dengan senang hati, Siwon menggendongnya lagi dan berdiri dari tempatnya.

Yoona tersenyum saat melihat kedekatan Siwon dengan Myung Soo. Ia  benar-benar tak menyangka kalau keduanya bisa sedekat ini. Jika kata orang anak laki-laki pertama selalu bertengkar dengan ayahnya, sepertinya hal ini tidak berlaku untuk keluarganya.

“Gomawo..”Ujar Yoona sambil berbisik di telinga Siwon.

Siwon membalas senyuman Yoona dan menggandeng tangan Yoona untuk mengisi perut mereka siang ini.

***

Setelah  Siwon, Yoona dan Myungsoo  makan siang di kafe Italia yang ada di seberang rumah sakit. Mereka  kembali ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Yoona yang pada bulan ini sudah menginjak bulan ke-6.

“Myungsoo.. Kamu duduk di sini dulu ya… Mommy dan Daddy tidak akan lama…”Ujar Siwon sambil mengusap kepala Myungsoo yang tengah duduk di depan ruangan praktek dokter Kim sambil bermain PSP berwarna hitam miliknya.

Myungsoo mengangguk setuju, “Neh..”

Siwon dan Yoona pun masuk ke dalam ruangan dokter Kim. Setelah menyambut Yoona dan Siwon, ia langsung menyuruh Yoona dan Siwon masuk ke dalam ruangan yang dibatasi oleh gorden putih. Ia menyuruh Yoona untuk berbaring di ranjang pasien lalu membuka baju Yoona dan mulai memeriksa keadaan perutnya yang terlihat membesar. Sementara Siwon yang duduk di samping Yoona hannya bisa memegang tangan Yoona dan memperhatikan apa yang dilakukan oleh dokter Kim terhadap istrinya.

“Lihatlah… Itu bayi laki-laki kalian… Sementara yang satu lagi bayi perempuan.. Ini jenis kelaminnya..”Jelas dokter Kim sambil menggerakkan alat USG di atas perut Yoona, “Pergerakannya dan detak jantungnya cukup aktif. Mereka berdua sehat.”Jelas dokter Kim sambil masih menggerakkan alat USG di atas perut Yoona yang membesar.

“Bayi perempuan? Chinjja?”Yoona menatap takjub ke layar monitor saat melihat keduah buah hatinya yang tengah bergerak-gerak di dalam perutnya. Ia tak percaya jika kedua bayi yang terlihat sama itu berbeda kelamin. Harapannya untuk mempunyai anak perempuan sudah terwujud.

Begitu juga dengan Siwon. Tangannya terus menggegam kedua tangan Yoona yang tengah berbaring namun kedua matanya juga tak lepas dari layar monitor. Sungguh sulit dipercaya kini ia adalah calon ayah dari kedua buah hati yang ada dalam perut Yoona. Dulu saat melihat Myung Soo dalam kandungan Yoona ia memang merasakan seperti ini, tapi kali ini rasa takjubnya meningkat berkali-kali lipat.

“Baiklah, saya akan memberikan waktu untuk kalian berdua melihat bayi kalian. Saya akan menuliskan resep dahulu..”Dokter Kim langsung menghentikan kegiatannya lalu meletakkan peralatannya dan keluar dari ruangan yang tertuup oleh kain putih yang membatasi ruangan yang luas ini meninggalkan Siwon dan Yoona.

“Yeobo, Kita akan mempunyai anak perempuan..”Ujar Yoona terharu.

Siwon tersenyum, lalu mencium tangan Yoona dengan sayang, “Neh… Gomawo.. This is really perfect…We will have a healthy baby girl and baby boy…”

Sesudah Yoona diperiksa,keduanya duduk di hadapan Dokter Kim. Wajah Dokter Kim tampak datar. Ia memperhatikan semua data kesehatan Yoona dengan lekat.

“Ny. Choi, ada Anda memiliki keluhan?”

“Ani.. Aku hanya merasa mudah lelah akhir-akhir ini dan seperti biasa ada kontraksi-kontraksi kecil yang aku rasakan…”

“Ny Choi, saya sarankan Anda untuk banyak beristirahat mulai saat ini. Tekanan darah Anda menurun. Anda juga harus makan banyak. Walaupun kedua bayi Anda sehat, tapi kondisi ibu juga penting. Kalau ibu sendiri lemah, bagaimana bisa ibu melahirkan mereka dengan selamat. Jadi saya sarankan Anda untuk bed rest mulai sekarang. Apalagi Anda mempunyai anak kembar.Resiko kelahiran premature lebih tinggi. Saya rasa sebagai dokter, Anda pasti mengerti maksud saya..”

Semenjak Siwon dan Yoona keluar dari ruangan dokter Kim, senyuman kebahagiaan jelas terpancar dari keduanya. Siwon tak henti-hentinya menjaga Yoona saat berjalan dengan perlahan, begitu juga dengan Yoona, ia tak henti-hentinya mengusap perutnya dengan sayang. Mereka berdua benar-benar behagia saat mengetahui jika dalam perut Yoona kini telah tumbuh seorang pangeran tampan dan seorang putrid cantik.

***

Seorang gadis cantik berambut coklat berdiri di depan sebuah rumah mewah dengan wajah yang tampak lelah dan mengantuk. Tas yang ada di punggungnya ia letakkan ke lantai sambil memencet bel yang ada di rumah tersebut. Tangannya sibuk mengipas-ngipas wajahnya yang kepanasan. Tak lama kemudian seorang pelayan membuka pintu berwarna putih itu.

“Kanapa lama sekali?”Gerutu Yoo Jin sambil melangkah masuk melewati pelayan wanita yang baru saja membukakannya pintu.

Pelayan wanita itu membungkukkan badannya meminta maaf dengan nada bersalah, “Jeoseonghamnida…”

Yoo Jin membalikkan badannya sekilas, “Halmeoni ada di mana?”Tanya Yoo Jin yang kini mendudukkan dirinya di atas sofa.

“Halmeoni sedang pergi…”Jawab Pelayan itu sambil menutup pintu kembali.

“Ah.. Arrasso.. Ya sudah, aku ke kamar dulu ya.”

Tanpa banyak bicara Yoo Jin bangkit berdiri lalu berjalan menuju tangga yang ada di hadapannya untuk ke kamarnya yang ada di lantai 2. Sesampainya di kamar, ia langsung mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian rumah.  Lalu melepas ikatan rambut dan membiarkan rambut kecoklatan miliknya tergerai indah.

Setelah itu, ia membaringkan dirinya di ranjang king size berwarna pink yang ada di tengah kamarnya yang tampak luas. Ia merasa sangat lelah, tapi entah kenapa ia tak ingin menutup matanya. Matanya terus menatap tajam sebuah bingkai foto kecil yang ada di atas mejanya. Foto seorang wanita cantik yang memiliki rambut coklat seperti miliknya. Wanita itu mengenakan sebuah gaun anggun berwarna putih dan di pangkuannya tampak seorang bayi kecil yang juga tampak sangat lucu. Di samping wanita itu, juga ada seorang pria yang sangat tampan dengan tuksedo hitam. Tatapan wanita dan pria itu tampak penuh dengan cinta.

“Aneh.. Aku merasa kedua orang ini tidak asing.. Tapi siapa?”Gumam Yoo Jin sambil terus memperhatikan foto itu dengan lekat dari tempat tidurnya.

Ini memang bukan pertama kalinya Yoo Jin melihat foto ini. Hampir setiap hari ia melihat foto yang selalu membuatnya penasaran ini. Apalagi ketika ia bertanya pada keluarganya, tidak ada satu orangpun yang menjawabnya. Mereka hanya akan berkata kalau suatu saat nanti dia akan tahu.

“Ah! Hari ini kan ulang tahunku.. Aku akan bertanya pada Mommy dan Daddy! Yah.. Mereka harus memberitahuku!”Ia menjetikkan jarinya dengan senyuman mengembang di bibir manisnya.

“Aku harus tahu malam ini.. Harus!”

***

SAENGIL CHUKAHAMNIDA… SAENGIL CHUKAHAMNIDA.. SARANGHANEUN  CHOI YOO JIN.. SAENGIL CHUKAHAMNIDA…..

Nyanyian yang penuh sukacita tedengar dari rumah mewah keluarga besar Choi. Ny.Choi, Tn.Choi, Siwon, Yoona, dan Myung Soo. Yoo Jin tampak terlihat sangat cantik dengan dress pink sederhana yang terpasang di tubuhnya yang terlihat tinggi. Rambutnya yang berwarna coklat juga di birkan tergerai. Tak lupa di kepalanya terpasang sebuah mahkota perak kecil.

“Nah… sekarang Yoo Jin make a wish lalu tiup lilinnya…”Seru Siwon yang juga berdiri di samping Yoo Jin.

Yoo Jin yang berada di hadapan sebuah kue ulang tahun berwarna pink, dengan senang hati memejamkan kedua matanya sembari menaikkan permintaan di dalam hatinya. Setelah itu, ia meniup lilin yang menunjukkan umurnya kini telah berusia 11 tahun.

“Happy birthday Yoo Jin…”Yoona mengecup pipi Yoo Jin dengan penuh sayang.

“Gomawo Mommy..”Jawab Yoo Jin sambil tersenyum lebar.

Setelah selesai acara peniupan lilin, keluarga besar Choi pun makan malam bersama di ruang makan. Ulang tahun yang sederhana ini tampak mewah dengan sajian berbagai macam makanan yang menggugah selera yang ada di atas meja. Hari ini Tn dan Ny Choi memang sengaja menyewa koki handaluntuk memasak menu makan malam yang sangat special untuk menyambut hari ulang tahun cucu pertamanya yang sudah menginjak usia ke 11 tahun.

Makanan seperti salmon, sapi, bebek, hingga ayam pun tersedia. Tak lupa juga kimchi sebagai menu tradisional Korea yang tak pernah tertinggal. Sebagai dessert juga tersedia cake, pudding, hingga ice cream. Terkesan berlebihan memang, tapi tidak untuk Keluarga besar ini. Bagi mereka merayakan ulang tahun Yoo Jin adalah acara yang menyenangkan. Suasana hangat tergambar jelas di keluarga besar ini.

Di meja makan yang berbentuk oval itu, Siwon duduk bersebelahan dengan Yoona. Di depan mereka duduk Mr.Choi dan Ms. Choi. Sedangkan di samping kanan Yoona juga ada Myung Soo dan Yoo Jin yang sedang menatap makanan dengan tenang. Mereka tampak menikmati menu makan malam tersebut.

“Yoo Jin-ah..  kamu mau hadiah apa?”Tanya Harabeoji sambil menghentikan makannya sejenak.

Yoo Jin tampak berpikir, ia juga meletakkan sendok garpunya di atas piringnya, “Hm.. Bagaimana kalau kita liburan bersama tahun ini?”

“Liburan? Yoo Jin ingin liburan kemana?”Kini giliran Halmeoni yang membuka suara.

“Neh.. Yoo Jin ingin liburan ke Eropa… Eotte?”

“Aku rasa itu ide yang bagus…”Ujar Yoona dengan senyuman. Namun tak lama kemudian wajahnya berubah menjadi muram, “Geundae, Mommy tidak bisa ikut sayang…”

Siwon yang mendengar pernyataan Yoona, juga ikut membuka suaranya, “Neh.. Daddy juga tidak bisa ikut… Daddy tidak mungkin meninggalkan Mommymu sendiri sayang…”

Yoo Jin mendesah kecewa, “Huh… Jadi tahun ini kita tidak bisa jalan bersama-sama lagi?”

“Mianhae sayang.. Mommy tidak mungkin naik pesawat dalam keadaan seperti ini.”Ujar Yoona dengan perasaan bersalah, “Geundae, kalau kau memang mau pergi, pergilah bersama Halmeoni dan Harabeoji. Myung Soo juga boleh ikut…”

Yoo Jin mengangguk, “Arrasso..”Lalu ia kembali menatap Yoona dan Siwon dengan mata polos, “Mommy, Daddy, hadiah untukku mana?”

“Mianhae sayang.. Mommy dan Daddy belum sempat membeli hadiah. Geundae, nanti saat kita pulang, Yoo Jin boleh meminta apapun pada kami. Eotte?”Tawar Siwon dengan perasaan bersalah.

“Arrasso.. Kalau begitu nanti Yoo Jin akan memintanya di rumah…”

***

Bunyi pintu yang terbuka membuat Yoo Jin yang sedang berbaring di ranjang langsung mendudukkan dirinya di atas tempat tidur. Ia melihat Yoona  yang dengan perlahan sedang melangkah maju menuju tempat tidurnya.

“Yoo Jin sedang apa? Apa sudah mau tidur?”Tanya Yoona yang kini duduk di sampan Yoo Jin.

Yoo Jin menggeleng pelan, “Ani.. Aku belum mengantuk.. Mommy belum tidur?”Tanya Yoo Jin.

“Ani… Mommy tidak akan mengantuk sebelum Mommy mendengar permintaan Tuan Puteri kesayangan Mommy ini..Jadi sekarang Yoo Jin ingin meminta apa?”Yoona tersenyum sembari membelai rambut kecoklatan milik Yoo Jin.

“Sashireun.. Yoo Jin ingin Mommy dan Daddy menceritakan sesuatu pada Yoo Jin…”

“Cerita apa?”

Yoo Jin mengambil foto dari meja kecil di sampingnya, yang tadi ia bawa dari rumah Halmeoninya, “Ige.. Yoo Jin ingin tahu tentang kedua orang ini..”Ia menyerahkan foto itu pada Yoona.

Yoona mengambil foto itu dari tangan Yoo Jin. Matanya yang awalnya terlihat tenang kini membesar karena terkejut, “Ige? Kenapa kau bisa ada foto ini? Dari mana kau mengambilnya?”

“Foto itu selalu ada di kamarku di rumah Halmeoni. Tapi, setiap kali aku bertanya tentang foto itu Halmeoni tidak pernah mau memberitahu padaku. Aku benar-benar penasaran Mommy…”Jelas Yoo Jin dengan mata yang memohon.

“Kenapa Yoo Jin penasaran dengan foto ini?”Tanya Yoona.

“Molla.. Geundae entah kenapa setiap hari Yoo Jin selalu merasa tenang saat melihat foto ini. Entah kenapa juga, Yoo Jin merasa bahwa kedua orang ini memiliki hubungan khusus denganku..”

Yoona menghela nafasnya sejenak, lalu ia menatap Yoo Jin dengan sendu, “Yoo Jin-ah…Sashireun… Yeoja yang ada di foto ini adalah Noonanya Daddy,sedangkan namja ini adalah Oppanya Mommy…”Yoona menggantungkan kalimatnya sejenak, lalau ia melanjutkan dengan suara yang pelan, “Dan.. Mereka berdua adalah orang tua Yoo Jin…”

Yoo Jin yang semenjak tadi memerhatikan Yoona, langsung terlonjak kaget, matanya membulat sempurna, “Mwo? Orang tua? Maksud Mommy apa?”

“Sashireun… Kedua orang di foto ini adalah orang tua kandung Yoo Jin. Sashireun, Mommy dan Daddy hanyalah Paman dan Bibi Yoo Jin..”

Tubuh Yoo Jin seakan membeku di tempatnya. Ia berharap pendengarannya salah, namun saat Yoona mengyulangnya ia tahu itu adalah kenyataan. Mata Yoo Jin tampak berkaca-kaca saat mendengar cerita Yoona, “Maksud Mommy apa? Kalau mereka orang tua kandungku, lalu mereka ke mana?”

Yoona menarik napas dalam-dalam, hamper seperti sedang melamun ketika ia mulai bercerita. Ingatannya seakan berbalik pada 8 tahun lalu ketika seluruh keluarganya harus berduka karena kehilangan sesosok Oppa dan juga Eonni yang ia sayangi, “Appa dan Eomma Yoo Jin sudah meninggal saat Yoo Jin berusia 2 tahun… Mereka berdua meninggal karena kecelakaan pesawat…”Jelas Yoona dengan singkat. Ia tak ingin menceritakan seluruh detail kejadian yang menyakitkan itu. Apalagi jika ia mengingat kondisi Jessica yang saat itu tengah mengandung adik Yoo Jin.

Cerita Yoona ayng amat singkat, membuat air mata Yoo Jin mengalir begitu saja dari kedua matanya. Ia tak pernah menyangka bahwa ternyata Yoona dan Siwon hanyalah orang tua angkatnya. Dan, yang lebih menyedihakan lagi, ia tak menyangka bahwa kedua orang tuanya telah tiada. Ia bahkan tak pernah mengenal apalagi bertemu mereka.

Yoona yang duduk di samping Yoo Jin, langsung memeluk tubuh Yoo Jin dan menangis bersamanya, “Menangislah… Mommy tahu kamu pasti sedih….”Ia membelai pundak Yoo Jin yang masih terisak hebat.

Sesudah Yoo Jin mulai tenang di dekapan Yoona, ia berbaring di ranjangnya, lalu ia memandang Yoona yang masih memegang foto kedua orang tua kandungnya di tangannya, “Mommy… Bisakah Mommy menceritakan tentang Eomma dan Appa?”Tanya Yoo Jin dengan suara yang masih terdengar parau.

Yoona mengangguk pelan, lalu ia menyederkan tubuhnya di samping Yoo Jin, “Eommamu bernama Choi Sooyeon, dia adalah seorang designer yang sangat hebat. Sifatnya dingin, namun dia juga sangat lembut. Dia sangat cantik bukan?”Yoona menunjuk sosok Jessica yang ada di foto itu.

“Neh.. Eomma sangat cantik..”

“Tentu saja.. Yoo Jin juga sangat cantik kan….”Yoona tersenyum, lalu ia menunjuk sosok Donghae yang ada di foto itu, “Appamu bernama Im Donghae.. Dia sangat pintar. Appam bekerja sebagai seorang pengacara, persis seperti Daddy… Appamu sangat tampan kan?”

Yoo Jin mengangguk pelan, “Neh… Appa juga sangat tampan… Lalu bayi ini siapa?”

“Bayi ini adalah Yoo Jin… Lihatlah Appa dan Eommamu sangat menyayangimu bukan?”

“Neh…Mommy, bolehkah Yoo Jin bertemu dengan mereka?”

“Sayang, kau akan bertemu dengan mereka suatu saat nanti di surga….Geundae, kalau memang Yoo Jin mau, Mommy dan Daddy bisa mengajakmu ke pemakaman mereka. Eotte?”

“Chinjja?”

“Tentu saja..”Yoona tersenyum, “Bagi Mommy sekarang Yoo Jin sudah besar, jadi Mommy rasa kalau memang Yoo Jin mau mengunjung pemakaman Appa dan Eommamu adalah hal yang baik…”

“Arrasso… Gomawo Mommy..”

Yoo Jin mencium pipi Yoona dengan sayang, “Mommy malam ini tidur bersama Yoo Jin saja ya?”

“Sayang, Mommy mau saja tidurbersama Yoo Jin.. Geundae, kedua adikmu tidak mau jauh-jauh dari Daddymu sayang…”

“Huh… Apakah tidak boleh mala mini saja?”

Yoona hanya bisa menggeleng kepalanya pelan. Sebenarnya ia ingin saja tidur bersama Yoo Jin mala mini, tapi kondisi perutnya saat ini membuat dirinya saja sudah sulit untuk tidur, apalagi jika ia harus tidur terpisah dari Siwon. Lagipula, ia juga tak ingin membuat Yoo Jin tidak bisa tidur hanya karena dia.

“Yoo Jin-ah.. Yoo Jin kan sudah 11 tahun, jadi Yoo Jin mengertika kondisi Mommy?”

“Arrasso… Geundae, Mommy apa dua adik Yoo Jin ini benar-benar laki-laki?”Tanya Yoo Jin.

Seakan Yoona mengingat pemeriksaan tadi siang, wajahnya yang tadi penuh rasa bersalah langsung tersenyum bahagia, “Nope… One of them is a girl… You’ll have a little sister…”

“Chinjja? I’ll have a little sister?”Tanya Yoo Jin dengan senyuman yang juga merekah.

“Neh..”Yoona mengangguk.

“Gomawo Mommy… I love You!”

Yoo Jin memeluk Yoona dengan sayang. Kesedihannya tampak berkurang saat ia mengetahui kalau sebentar lagi ia akan mempunyai adik perempuan yang akan menemaninya bermain. Dan, tentu saja Yoona mensyukuri atas hal ini.

***

Laut biru yang dikelilingi oleh pasir-pasir berwarna coklat memberikan keindahan bagi siapapun yang mengunjungi tempat ini.Begitu juga dengan keluarga kecil yang dikepalai oleh Choi Siwon. Keluarga kecil ini dengan senyuman berjalan di sekitar pantai ini.Yoona menggandeng tangan Yoo Jin, sementara si kecil Myung Soo tengah tertidur di gendongan Siwon.

“Mommy, kenapa Mommy mengajakku ke pantai?”Tanya Yoo Jin dengan penasaran.

Yoona tersenyum tulus, lalu mengusap kepala Yoo Jin, “Karena Yoo Jin bilang Yoo Jin ingin bertemu dengan Appa dan Eomma. Jadi Mommy membawa Yoo Jin kemari… Di tempat inilah abu Appa dan Eomma Yoo Jin dibuang…”

Yoo Jin menundukkan kepalanya dalam diam. Jika mengingat cerita Yoona tadi malam, ia masih saja ingin menangis,  rasanya ia masih sulit menerima kenyataan ini, “Yoo Jin-ah… Sekarang Yo Jin sudah besar, jadi Mommy dan Daddy mau mengatakan yang sebenarnya… Geundae, kalau Yoo Jin memang tidak mau bertemu dengan mereka, lebih baik kita pulang saja sekarang..”Ujar Siwon menepuk pundak Yoo Jin pelan dengan sebelah tangannya.

Yoo Jin mengangkat kepalanya lalu menatap Siwon, “Ani.. Aku ingin menyapa Appa dan Eomma…”Ujarnya dengan pelan namun terdengar tegas.

Yoo Jin pun bangkit dari duduknya dan melangkah mendekati laut di hadapannya. Walaupun ia tak pernah mengenal ataupun merasakan kasih sayang mereka, namun melihat foto yang setiap hari ada di sampingnya, sudah membuatnya dapat membaca seberapa besar kasih sayang Jessica dan Donghae terhadap dirinya. Wajahnya yang polos tampak mengeluarkan titik-titik air mata.

“Appa.. Eomma… Cheoneun Choi Yoo Jin imnida…”Ia menundukkan dirinya memberi hormat.

“Mianhe, kalau selama ini Yoo Jin tidak menyapa Appa dan Eomma… Geundae,mulai saat ini setiap tahun Yoo Jin pasti akan berkunjung ke sin untuk menyapa Appa dan Eomma…”

“Appa, Eomma, walaupun Yoo Jin tidak mengenal kalian, tapi… Yoo Jin ingin mengucapkan terima kasih karena sudah menjadi orang tua Yoo Jin, walaupun hanya sebentar. Dan, Eomma… Gomawo sudah melahirkan Yoo Jin… Dan, Yoo Jin juga bersyukur untuk Mommy, Daddy, Myung Soo, Halmeoni, dan Harabeoji yang sudah Appa dan Eomma berikan untuk Yoo Jin… Mereka semua sangat menyayangi Yoo Jin…Jeongmal Gomawo…”Ia memberi hormat sekali lagi.

“Appa, Eomma… Ini bunga yang tadi Yoo Jin petik di taman belakang rumah.. Kata Mommy, Eomma sangat menyukai mawar putih, jadi Yoo Jin membawanya.. Yoo Jin harap Eomma mau menerimanya..”

Yoo Jin menaruh setangkai mawar putih yang sangat indah ke dalam ombak laut yang mulai teerlihat kencang, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat bunga mawar itu menghilang dari pandangannya.

“Saranghamnida…”Ucapnya pelan sambil terus memandang laut yang masih tampak bergelora dengan air mata yang mengalir cukup deras di wajahnya.

Yoona yang semenjak tadi berdiri di samping Siwon, segera berjalan menghampiri Yoo Jin yang tengah mendudukan diri di atas pasir sambil menangis. Ia duduk di samping Yoo Jin dan memeluk Yoo Jin yang masih menangis.

“Mommy.. Yoo Jin mau melihat mereka dan memeluk mereka.. Sekali saja…”Ujarnya  dengan miris di pelukan Yoona.

Mendengar perkataan polos Yoo Jin, membuat Yoona juga ikut menangis. Ia tak bisa berucap apa-apa selain menangis dan membelai rambut putrid semata wayangnya itu. Begitu juga dengan Siwon, ia hanya bisa memandang istri dan putrinya yang tengah menangis itu dalam diam.

“Yoo Jin-ah… Kau tahu, Appa dan Eomma Yoo Jin memang tak bersama Yoo Jin secara fisik. Geundae, mereka selalu ada di hati Yoo Jin, mereka juga selalu menjaga Yoo Jin dari surga…”Yoona berkata dengan pelan di telinga Yoo Jin dan membuat Yoo Jin semakin memeluk Yoona erat.

“Oppa… Eonni.. Gomawo sudah menitipka Yoo Jin padaku… Aku berjanji aku akan menjaga dan membesarkan Yoo Jin dengan baik…”Kata Yoona dalam hatinya.

***

2 MONTHS LATER

Musim dingin sebentar lagi akan tiba. Angin sudah mulai bertiup kencang menyelimuti ibu kota Korea Selatan ini. Namun, matahari yang bersinar terang memasuki cela-cela jendela masih saja mangganggu tidur nyenyak sepasang suami istri yang terlihat lelah.

Keduanya masih enggan membuka matanya, namun sayang suara alarm yang bergema mau tidak mau membuat sang wanita membuka kedua matanya yang terasa berat. Tak seperti hari-hari bisanya, pagi ini ia memilih untuk tetap berbaring dan memijit pelipisnya yang terasa sakit. Wajar saja, mendekati hari persalinannya ini, kedua buah hati dalam perutnya terus saja mengganggu tidurnya.

Setelah merasa lebih baik, ia meregangkan tubuhnya yang terasa berat dan dengan perlahan bangkit dari kasur lalu menuju kamar mandi. Ia mengikat rambutnya menjadi satu ikatan, lalu ia mencuci mukanya. Setelah memastikan tubuhnya terasa lebih segar, ia berjalan menuju dapur.

Yoona pun memulai aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga di pagi hari ini. Seperti biasanya, ia mulai menyiapkan sarapan ringan di pagi hari ini. Sepotong sandwich dan segelas susu menjadi pilihannya untuk mengisi perutnya pada pagi ini.

“Good morning dear…”

Sebuah pelukan hangat yang melingkar di tubuhnya yang gemuk membuatnya sedikit terkejut. Gelas yang tadi dipegangnya hamper saja terlepas dar genggamannya. Untunglah suara pria yang menyapanya bukanlah pria asing yang akan membuatnya takut. Yoona meletakkan gelas susu itu kembali ke atas meja. Lalu ia memegang kedua tangan yang melingkari tubuhnya dengan lembut, “Kau membuatku kaget…”Ujarnya pelan ambil tersenyum kecil.

Ia tak bisa berbohong kalau sebenarnya ia juga terkejut. Namun, ia juga menyukai pelukan suaminya ini. Pasalnya, sudah lama sekali ia tak merasakan pelukan hangat Siwon. Karena selama ini Yoo Jin dan Myung Soo selalu di rumah. Dan, sebagai orang tua yang benar, mereka tak akan mau memperlihatkan adegan mesra yang tak seharusnya dikonsumsi anak-anak seumuran mereka.

Siwon masih memeluk Yoona dengan mesra sambil mengcup pipinya sekilas, “Sepertinya sudah lama sekali kita tak bisa bermesraan seperti ini…”Bisiknya.

Yoona tertawa kecil, “Neh.. Sudah lama sekali kita tak seperti ini…”

Perlahan Yoona membalikkan badannya ke hadapan Siwon. Ia memperhatikan wajah tampan suaminya yang tengah menatapnya penuh cinta. Tangan Siwon masih saja memeluk tubuhnya. Yoona menyenderkan tubuhnya di dinding dapur dengan senyuman manis terukir di wajahnya. Senyuman yang begitu penuh dengan cinta. Siwon mulai mendekatkan wajahnya pada Yoona dan menatap wajah kesukaannya itu dengan penuh cinta. Dan tak perlu waktu lama, bibir kesukaannya itu kini disentuhnya dan dimainkannya dengan penuh cinta.

“OUCH!”

Baru saja mereka menikmatinya selama beberapa menit, tiba-tiba saja Yoona meringis kesakitan. Dengan sigap, Siwon langsung melepaskan ciumannya dan melihat Yoona yang tengah mengelus perutnya yang membesar dengan sayang.

“Gwenchanna?”Tanya Siwon khawatir yang kini juga menyetuh perut Yoona.

Yoona menggeleng pelan, “Gwenchanna.. Seperti biasa, mereka berdua menendang perutku…”

Dengan perlahan, Siwon langsung membantu Yoona untuk duduk di meja makan. Ia langsung mengambil segelas susu yang tadi belum sempat dihabiskan oleh Yoona lalu memberikannya pada Yoona yang tengah duduk di kursi, “Habiskan dulu…”

Yoona pun meminumnya dan menaruh gelas kosong itu di atas meja, “Bagaimana? Apa masih terasa sakit?”Tanya Siwon masih dengan raut wajah khawatir.

Yoona kembali tersenyum melihat kekhawatiran Siwon, “Kkjonghajimma… Mereka berdua sudah tenang..”

Mendengar perkataan Yoona, raut wajah Siwon berangsur tenang, “Syukurlah…”Siwon beranjak dari kursinya, lalu ia mengambil 2 potong sandwich yang telah disiapkan Yoona. Ia memberikan sepotong sandwich pada Yoona, sementara sepotong lagi ia makan dengan lahap.

“Sudah lama sekali ya kita tidak makan berdua seperti ini… Biasanya pasti ada Yoo Jin dan Myung Soo…”Ujar Siwon sambil memerhatikan kursi kosong yang biasasnya diduduki putra-putrinya itu. Bahkan suara kartun yang biasanya dinyalakan juga masih terlihat mati.

Yoona mengangguk setuju, “Neh.. Kau benar.. Sudah lama sekali rasanya… Bahkan kita sampai-sampai kita menikmati pagi ini berdua, sampai tidak mengingat kalau masih ada 2 anak di bawah umur di perutku..”Ia terkekeh kecil.

Siwon juga ikut tertawa, “Neh.. Kau benar.. Aku juga lupa..”Ujarnya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal, “Sepertinya, kita harus melanjutkannya lain hari…”Ujarnya sambil tersenyum nakal, “Ah! Atau kalau perlu malam ini…”

“Yah! Pervert! Shirreo..”Yoona menolak, ia langsung berdiri dari tempatnya dan hendak berjalan kearah wastafel.

Tapi, langkahnya tiba-tiba saja tertahan oleh Siwon yang kini berdiri dan menahan tanganny, “Waeyo? Kau malu? Bukankah kau juga menikmatinya?”Gurau Siwon.

“Aish! Kau benar-benar membuat pagiku buruk. Mandi sana, jangan berpikiran yang aneh-aneh!”Yoona langsung melepas tangan Siwon. Walaupun wajahnya memang memerah karena malu, namun ia tak akan mau mengaku kalah di depan Siwon.

Namun, tanpa banyak bicara, Siwon langsung berdiri di hadapan Yoona dan menahan pundak Yoona. Ia langsung mencium kembali bibir yang masih basah oleh susu itu dan melemutnya perlahan. Yoona yang awalnya memeberontak kini hanya bisa pasrah dan masuk ke dalam permainan yang sudah lama ia rindukan itu.

Beberapa menit kemudian, Siwon melepas bibirnya dan tersenyum penuh kemenangan. Sementara Yoona yang sebenarnya masih menikmatinya hanya bisa terkejut. Wajahnya kini memerah karena malu.“I win…”Bisik Siwon . Lalu ia beranjak pergi meninggalkan Yoona yang masih mematung di sana.

“YAH! CHOI SIWON!!!”

***

“Yeobo, bisa tolong ambilkan boneka pink dan biru itu ke sini?”

Siang ini, Yoona dan Siwon memang tengah merapikan kamar bayi yang akan menjadi milik kedua buah hatinya kelak. Kamar berukuran luas ini sengaja didesain oleh Siwon dan dirinya dengan wallpaper teddy bear berwarna putih. Sementara ranjang kecil untuk bayi mereka nanti sengaja mereka berikan warna merah muda dan warna biru. Mainan-mainan kecil dan juga boneka-boneka sengaja Yoona letakkan di sekeliling kamar ini. Pakaian-pakaian bayi yang penuh warna juga tak lupa ia simpan di lemari baju yang terletak di sudut kamar ini.

“Eotte? Apa menurutmu masih ada yang kurang?”Tanya Siwon.

Yoona menggeleng, “Ani.. Aku rasa semuanya sudah perfect…”

“Kalau begitu kau lebih baik istirahat..Aku yang akan membersihkan sampah-sampah plastic ini..”

Yoona merengangkan diri di sofa, lalu terdiam. Tidak ada yang bisa ia lakukan lagi. Semua kegiatan di rumah ini sudah ia lakukan. Mulai dari membaca buka hamil, sampai membereskan kamar calon bayinya sudah ia lakukan.

Sejenak, pikirannya teringat akan pekerjaannya di rumah sakit. Ia merindukan saat itu. Tak terasa sudah 2 bulan ia tidak lagi bekerja di sana, mengingat usia kandungannya yang tergolong tua. Mau-tidak mau ia harus berada di rumah dan beristirahat. Walaupun pada kenyataannya dia kebosanan. Apalagi saat ini Yoo Jin dan Myung Soo juga sedang berlibur ke Eropa. Jadi tentu saja ia merasa bosan.

Lamunannya terhenti ketika ia mendengar dering Handphonenya. Yoona mengulurkan tangannya dan mengambil handphone yang tadi ia letakkan di atas meja“Yoboseyo..”

“Uisa-nim.. Ini aku Soonkyu.”

“Ah.. Soonkyu.. Waeyo?”

“Uisa-nim.. Bisakah hari ini Uisa-nim kemari?”Tanya Soonkyu, seorang suter di tempat Yoona bekerja.

“Waeyo? Apa ada sesuatu?”

“Uisa-nim.. Lee Uisa-nim tidak bisa masuk hari ini.. Tadi baru saja terjadi kecelakaan mobil. Dan, kami mendapat kabar kalau salah satu korban kecelakaan itu adalah anak kecil, dan saat ini kondisinya kritis. Bisakah Anda tolong kemari..”

“Geurae… Arrasso..Aku akan segera kesana.”

“Kamsahamnida Uisa-nim..”

Yoona langsung menutup teleponnya dan bangkit dari kursinya, “Yeobo, antar aku ke rumah sakit sekarang..”

“Waeyo? Apa kau baik-baik saja?”Tanya Siwon khawatir.

Yoona menggeleng, “Bukan aku.. Tapi ada pasien yang sedang kritis dan mereka kekurangan dokter…”

***

Yoona baru saja keluar dari ruangan operasi. Raut wajahnya terlihat muram dan lelah. Tak ada senyuman yang terukir di bibirnya. Air mata kekecewaan meleleh di pipinya, namun sekuat tenaga ia menggigit bibirnya agar tidak ada isakan yang keluar. Ia menangis dalam diam karena ia baru saja gagal menyelamatkan seorang anak perempuan yang baru berusia 3 tahun. Anak perempuan yang tampak begitu cantik dan manis.

“Uisa-nim.. Gwenchanna?”Tanya Soonkyu yang baru saja keluar dari ruangan operasi dengan waja yang juga penuh kekecewaan.

Yoona mendongak kea rah Soonkyu dan tersenyum, “Gwenchanna… Kedua orang tuanya ada di mana?”

“Saat ini, ibunya dan ayahnya ada di ruangan 307 ..Uisa, tenang saja.. Kami yang akan berbicara dengan orang tuanya. Lebih baik sekarang, Anda pulang. Wajah Anda terlihat pucat dan lelah.”

Namun Yoona menggeleng, “Aku yang akan bertanggung jawab. Bagaimanapun aku yang mengoperasi anak itu… Aku akan ke sana sekarang. Kamu beristirahat saja.”

***

“Jeoseonghamnida.. Kami sudah berusaha menyelamatkan putrid Anda… Geundae… Tuhan berkehendak lain.. Kami benar-benar minta maaf…”

Yoona berusaha menahan tangisnya dan menbungkukkan dirinya meminta maaf pada keluarga korban. Kedua orang tua anak perempuan yang telah tiada itu hanya bisa menangis. Sang ibu menangis dengan histeris sementara sang ayah memeluk istrinya yang juga masih penuh dengan luka itu.

“Kau! Kembalikan putriku!!! Kenapa kau membunuhnya!!!!!!!!”Ibu itu menangis dengan kencang. Ia ingin berdiri dari tempat tidurnya, namun suaminya menahan tubuh istrinya dengan kencang.

“Jeoseonghamnida… Jeongmal Jeoseonghamnida…”Yoona mengucapkan perkataan itu berulang-ulang.

Hatinya benar-benar merasa teriris saat melihat sang ibu menangis histeris karena telah kehilangan putrid semata wayangnya. Sebagai seorang ibu, ia bisa mengerti bagaimana rasanya kehilangan anak yang begitu ia cintai. Ia juga pernah mengalaminya, kehilangan calon bayinya.

“Kembalikan putriku!!! Cepat!!!! Kembalikan! Aku mau Minji-Ku!!!!!!!!!!!!”

Air matanya yang ia tahan semenjak tadi mengalir begitu saja. Perlahan ia mendekati sepasang suami istri yang tengah diliputi duka itu, dan berdiri di hadapan mereka.

“Ibu, saya mengerti perasaan ibu.. Geundae, saya tidak bisa berbuat apa-apa…Tuhan sudah menghendaki dia pergi….. Saya hanya bisa meminta maaf…”Ujarnya sekali lagi.

“Kau sudah membunuhnya! Kau pembunuh!”

“Uisa-nim.. Saya minta maaf atas perilaku istri saya. Saya rasa dia masih shock. Jadi saya rasa lebih baik Anda keluar dulu.. Jeoseonghamnida…”

Dengan perlahan, Yoona membalikan badannya menuju pntu keluar. Saat, ia membukanya sosok Siwon sudah berdiri di sana dengan tegap. Seakan hatinya sudah terlalu hancur, Yoona langsung memeluk Siwon dan menangis di pundak suaminya itu.

***

Keesokan harinya, Yoona mengajak Siwon untuk datang ke temapt kremasi dari pasien yang kemarin baru saja meninggal dunia. Suasana berkabung memenuhi ruangan kremasi ini. Ruangan kecil itu telah di didatangi oleh banyak pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kalinya pada sosok gadis kecil bernama Lee Minji. Kedua orang tuanya tampak begitu lemas. Sang ibu masih saja tampak menangis di pundak suaminya. Dengan ragu, Yoona mendekati bingkai foto itu dan berdoa di sana.

Eomma dari Anak itu, yang menyadari kehadiran Yoona langsung saja berdiri dari tempatnya dan mendekati Yoona, “Kau! Kau dokter yang membunuh putriku kan!”Ujarnya sambil menunjuk Yoona dengan tangannya.

Yoona lagi-lagi hanya bisa pasrah dan meminta maaf, “Jeoseonghamnida.. Jeongmal Jeoseonghamnida..”Ia membungkukkan badannya berali-kali.

“Kembalikan putriku! Cepat! Kembalikan Minji-ku! Aku mau Minji-ku!”

Kerabat-kerabat yang lain juga mulai berbisik-bisik. Siwon yang baru saja memarkirkan mobilnya, langsung masuk ke dalam ruangan itu. Suasana yang terlihat kacau ini, membuat Siwon marah dalam seketika. Mendengar bentakan yang dilontarkan ibu korban pada Yoona membuat amarah Siwon memuncak. Baginya sudah cukup kemarin ia melihat Yoona yang tidak pantas diperlakukan seperti ini.

“Cukup!”Teriak Siwon. Ia langsung menghampiri ibu yang berada bersama suaminya itu.

“Sekali lagi Anda memaki istri saya, akan saya pastikan Anda berda di dalam penjara!”Siwon berujar dengan  tegas. Wajahnya terlihat jelas penuh dengan amarah. Yoona yang tengah terisak, langsung menggenggam lengan Siwon dengan erat seakan memintanya untuk tenang.

Sang suami membungkukkan tubuh meminta maaf, sementara istrinya masih saja menangis dengan histeris, seakan tidak peduli akan ancaman Siwon.

“Kalau istrimu bisa mengembalikan putriku, aku tidak peduli sekalipun aku harus masuk ke dalam penjara! Aku hanya mau dia mengembalikan Minji-ku!”Ujarnya sambil berteriak kencang.

Yoona masih saja terisak, namun tanganya masih menggegam tangan Siwon. Ia tak iingin melepaskan genggaman itu, karena ia tahu dari sanalah kekuatannya saat ini.

Dengan emosi, Siwon langsung membentak ibu itu, “Ibu tahu kalau anak ibu mengalami kecelakaan karena ibu sendiri yang lalai dalam menyetir! Apa ibu tahu itu! Bagaimana mungkin ibu bisa menyalahkan dokter yang sudah berusaha menyelamatkan puteri Anda! Anda tahu kalau dalam kasus ini saya bisa menutut Anda!”

“Apa katamu?! Aku yang membunuh putriku! Kau gila ya? Untuk apa aku membunuh putriku sendiri! Istrimu yang membunuh putriku!”

“Tn. Bisahkan kita berbicara di luar sebentar?”

Siwon dan ayah dari korban pun berjalan keluar ruangan meninggalkan Yoona dan istrinya serta beberapa kerabat lain, “Tn. Saya benar-benar minta maaf atas perkataan istri saya. Dia hanya belum bisa menerima kenyataan… Sebenarnya, dia seperti ini, karena kami tidak akan bisa mempunyai anak lagi. Itulah kenapa dia sangat frustrasi… Jadi saya rasa, lebih baik setelah ini Anda kembali ke rumah Anda… Sekali lagi Jeoseonghamnida..”

Di saat suaminya sibuk meminta maaf pada siwon, mata istrinya masih saja melihat sekeliling ruangan. Lalu ia mengambil sebuah gelas yang ada di lantai. Setelah mengambilnya, ia mundur ke ke belakang, lalu memecahkan bibir gelas itu menjadi senjata barunya. Dalam sekejap, ia langsung berlari  kea rah Yoona sedang merasa pusing, dan menusuk perut Yoona dengan gelas itu.

“Ah!!!!!!!!!!”

Teriakan yang kencang itu bukan hanya terdengar dari Yoona, namun juga dari seluruh orang yang ada di ruangan itu. Dengan sekejap Siwon dan ayah dari korban itu langsung memalingkan wajah mereka. Dan melihat kejadian yang membuat seluruh tubuh Siwon menjadi panas.

Siwon langsung berlari dengan kencang dan memeluk tubuh Yoona di atas lantai sambil meringis kesakitan, “Rumah sakit… Aku mau ke rumah sakit… sekarang…”

“Yeobo.. Yeobo…”

Sementara sang pelaku, wajahnya tampak ketakutan. Ia seperti orang yang telah kehilangan kesadaran. Gelas kaca itu jatuh begitu saja dari tangannya. Ia terduduk di sudut dan menangis seperti anak kecil.

***

Saat Yoona dimasukkan ke dalam mobil ambulans, wajahnya langsung dipakaikan sebuah masker oksigen. Di tengah kesadarannya itu, Yoona masih menangis ketakutan. Ia benar-benar takut sesuatu yang buruk terjadi pada kedua buah hatinya. 2 orang perawat khusus yang ada di alam mobil ambulans ini, masih mencoba menghentikan darah yang mengalir dari perut Yoona. Sementara Siwon, ia terus menggegam tangan Yoona dengan erat dan menciumnya terus-menerus. Sesekali ia akan mengusap wajah Yoona dan membisikkannya kata-kata kekuatan. Sejujurnya ia masih marah dengan pelaku tadi, dan ia ingin sekali menuntut wanita yang sudah membuat Yoona seperti ini. Namun, ia tahu saat ini keselamatan Yoona dan kedua buah hatinya jauh lebih penting dibandingkan mengurusi kasus seperti ini.

Sesampainya di rumah sakit, Yoona langsung di bawa ke ruang UGD. Dengan sigap, dokter Kim langsung memeriksa kondisi bayinya dan juga Yoona ssendiri.

“Tn.Choi, kondisi istri Anda saat ini benar-benar lemah. Ia menglami pendarahan…Kami harus melaksanakan operasi saat ini…”Jelas Dr.Kim dengan serius.

“Dan, kondisi kedua bayi kalian juga sangat lemah… Saya tidak bisa menjamin keduanya akan selamat. Walaupun kami melaksanakan operasi, tapi keselamatan mereka tidak terjamin, karena saat usia kandungan istri  baru menginjak 8 bulan..”

“Kalau memang Anda setuju, tolong tanda tangan surat ini, maka kami akan langsung menjalankan operasi ini… Dan, tolong beritahu kami, siapa yang harus kami prioritaskan, istri atau kedua anak Anda?”

Siwon benar-benar tak tahu harus berbuat apa. Tubuhnya terasa bergetar ketakutan. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi. Bagaimana mungkin ia harus memilih antara calon anaknya sendiri atau istrinya. Ia benar-benar bingung. Jika boleh, mungkin saat ini ialah yang lebih memilih terbaring di sana menggantikan posisi Yoona.

“Selamatkan anak kita… Aku mohon… Kau harus menyelamatkannya…”

Suara Yoona di balik masker oksigen menyiksa hati Siwon. Dengan lemah, Yoona memegang baju Siwon dengan jarinya seakan memohon Siwon untuk memilih bayi mereka. Tapi, Siwon tahu ia tidak mungkin menuruti perkataan Yoona. Bagaimana mugkin ia memilih kedua anaknya sementara Yoona, istrinya yang begitu ia cintai kemungkinan besar akan pergi. Tidak… Ia tidak mungkin..

“Yeobo… Aku mohon padamu… Tolong mereka berdua…Selamatkan mereka..”

Suara Yoona yang memohon makin menyiksa hati Siwon. Walaupun sakit, tapi Siwon harus memilih. Dan, ia tahu betul siapa yang harus dipilihnya.

“Yeobo… Mianhae… Kau harus selamat… I need You…  Saranghae..”Ia berbisik pelan di telinga Yoona sebelum akhirnya dokter dan suster membawanya masuk ke dalam ruangan operasi.

“God, please save them all… I beg You…”

Air mata Siwon mengalir begitu deras di wajahnya. Perasaan sedih dan takut semua bercampur menjadi satu. Pikirannya benar-benar kosong saat ini. Ia hanya bisa duduk dan berharap seluruh ketakutan dalam hatinya tidak terbukti.

***

Setelah menunggu 5 jam seorang diri di ruang rumah sakit, akhirnya Siwon bisa bernafas lega saat melihaat Dr. Kim keluar dari ruangan operasi yang ada di sampingnya.

“Tn.Choi, kedua bayi Anda masih bernafas saat kami melaksanakan operasi Caesar. Geudae, karena kondisi keduanya masih sangat lemah, maka kami harus menaruhnya di ruangan incubator. Semoga saja kondisi mereka berdua kuat di dalam sana…”

“Dan, untuk istri Anda saat ini masih dalam keadaan yang juga sangat lemah. Untuk beberapa hari ini, mungkin istri Anda lebih baik berada di ruang ICU. Tapi, kalau detak jantungnya sudah mulai pulih, kami akan memindahkannya ke ruangan pasien.”

Siwon merasa sedikit lega saat ia mendengar perkataan Dr.Kim. Hatinya mulai berangsur tenang. Walaupun ia masih merasa takut dan sedih, namun mendengar Yoona dan kedua bayinya selamat sudah membuatnya bersyukur. Sekarang Siwon harus menguatkan hatinya dan berdoa akan kesehatan kedua bayi mungilnya dan juga Yoona.

***

“Aigoo… Mereka berdua lucu sekali…”

Tiffany yang sedang datang berkunjung ke rumahn sakit hanya bisa memandang kedua bayi sahabatnya dari balik kaca. Ia menatap kedua bayi yang terlihat sama itu dengan senyuman kecil. Sebenarnya kedua bayi itu sangat lucu dan cantik. Tapi, sayang kondisi keduanya yang masih terlihat begitu lemah membuat Tiffany sedih. Dalam hatinya yang terdalam, ia merasa sangat khawatir memandang kedua bayi kembar yang saat ini masih terbaring di ruangan incubator dengan peralatan medis yang harus di pasangkan di tubuh mungilnya.

Siwon hanya bisa menganggukan kepalanya menanggapi pujian Tiffany. Ia tahu betul bagaimana cantik dan manisnya kedua bayi yang dilahirkan Yoona untuknya. Namun, sayang rasa khawatirnya akan kondisi kedua bayinya membuat rasa khawatirnya menguasai dirinya. Tak perah dalam pikirannya, bahwa kedua bayi yang masih begitu mungil harus menerima perawatan seperti ini. Bahkan, dokterpun tak bisa menjamin apakan kedua bayi mereka bisa bertahan d dalam sana.

“Oppa, kau sudah memberi mereka nama?”Tanya Tiffany yang masih memandangi kedua bayi Siwon.

Siwon menggeleng lemah, “Ani..”Lalu ia melanjutkan dengan nada sendu, “Aku dan Yoona berjanji kalau kami berdua akan memberikannya nama bersama-sama..”

Tiffany negangguk mengerti. Ia tahu betul alasannya. Sahabatnya, Yoona masih enggan untuk membuka matanya hingga saat ini. Padahal sudah 2 hari pasca ia melahirkan. Entah apa yang membuat sahabatnya itu betah menutup matanya.

Ia membalikkan tubuhnya dan menepuk pundak Siwon, “Tenanglah.. Aku yakin Yoona akan segera bangun…”Ia mengulaskan senyuman tulus yang begitu menenangkan, “Oppa jangan berhenti berdoa.. Ingat, Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-Nya..”

***

Sudah 5 hari berturut-turut Yoona berada di dalam ruangan ICU ini. Setiap hari Siwon selalu berada di sisinya, namun Yoona tak kunjung juga mau membuka matanya. Harapannya yang awalnya mulai kembali, mulai pupus perlahan-lahan. Ia tak menyangka bahwa Yoona akan tertidur selama ini. Alat pendeteksi detak jantung Yoona masih saja bergerak dengan titik yang sama. Tapi, setidaknya Yoona masih bernafas.

Seperti sekarang ini, Siwon hanya bisa duduk di sisi Yoona yang masih terlihat lemah. Melihat tubuh Yoona yang masih dipenuhi slang-slang infus membuat hatinya sakit.Tak pernah dalam pikirannya, Yoona akan mengalami hal seperti ini. Mungkin lebih baik jika ia yang mengalaminya.

“Yoona-ya… Irreona…Jebal..”Panggil Siwon kesekian kalinya sambil dengan perlahan menyentuh jemari Yoona yang masih terpasang slang-slang infuse.

“Yoona-ah, Mereka berdua membutuhkanmu… Aku mohon bangunlah…Aku bahkan belum memberikan nama pada mereka…”Bisik Siwon.

Dengan lembut, tangan kanannya terulur untuk menyentuh pipi Yoona yang terlihat mengurus. Ia berbisik pelan di telinga Yoona, “Yoona-ah, kalau boleh aku ingin kau segera bangun… Geundae, kalau kau memang masih merasa lelah, tidurlah dengan nyenyak…”Ia mengecup pipi Yoona dengan lembut, “Good Night.. Saranghae..”Ia merapikan selimut pada tubuh Yoona.

Siwon menghela nafasny panjang dan menghapus air mata yang menetes di wajahnya. Ia merasa lelah. Ia menutup kedua matanya di kursi rumah sakit. Kedua tangannya masih memegang tangan Yoona dengan erat, memastikan bahwa nadi Yoona masih akan berdetak untuknya. Ia tak akan mau melepaskannya.

***

“Yeobo..”

Suara yang terdengar begitu pelan, membuat Siwon yang tengah tertidur nyenyak langsung membuka matanya dan memastikan bahwa pendengarannya tidak salah. Matanya langsung ia arahkan pada kedua mata Yoona yang terlihat sayup. Ia mendekatkan telinganya pada masker Yoona, “Yeobo…”Panggilan itu terdengar lagi.

Siwon merasa lega. Mendengar suara Yoona yang memanggilnya di balik masker membuat seluruh bebannya terasa terbuang. Dengan senyuman merekah ia langsung menyentuh wajah pucat Yoona dan berkata, “Syukurlah kau sudah bangun…”

Dengan buru-buru Siwon langsung memanggill seorang dokter untuk memeriksa keadaan Yoona yang telah terbangun. Ia menghela nafas panjang dan menutup matanya, “Thanks God…”Kata Siwon dengan air mata bahagia yang menetes di wajah tampannya.

***

Siwon dengan senyum sumringah mendorong sebuah kursi roda yang diduduki oleh Yoona. Langkah mereka berhenti di depan sebuah ruang ICU anak. Mereka berdua memandangi 2 bbayi mungil yang terbaring di 2 ruangan incubator yang bersebelahan. 2 bayi yang mungil itu tampak sedang menguap seolah baru bangun dari tidurnya, seakan menyadari bahwa kedua orang tuanya sedang menyapanya.

“Yeobo, mereka akan baik-baik saja kan?”Tanya Yoona sambil menatap lekat kedua bayinya dari balik kaca.

“Neh.. Aku yakin mereka berdua pasti kuat sepertimu…”Siwon menyentuh kedua pundak Yoona dan menenangkan pundak istrinya.

Yoona yang sejak tadi berusaha menahan tangisnya, kini tak mampu lagi memendam perasaanya. Tangisannya tampak pecah saat Siwon mengtakan bahwa bayi mereka akan baik-baik saja. Yoona sangat khawatir memandang kedua bayinya yang mungil harus berjuang seorang diri di dalam sana. Sebagai seorang ibu, dia ingin menggendongnya, menciumnya, dan memebelainya, dan menyusuinya. Bahkan jika boleh dia ingin menggantikan posisi anaknya saat ini.

Siwon yang berdiri di belakang Yoona, bergerak maju dan berjongkok di hadapan Yoona yang tengah menangis. Dia memegang kedua tangan Yoona yang terlihat pucat dan menciumnya lembut, “Uljimma…Mereka akan baik-baik saja…”

“Mereka seperti ini karenaku.. Andaikan hari itu aku tidak datang ke pemakaman itu, andaikan hari itu aku bisa menjaga perutku.. Andaikan..”Ucapan Yoona terhenti ketika bibir Siwon dengan tiba-tiba menyentuh bibirnya yang tampak pecah-pecah.

“Ssht… Tidak ada yang salah… Semuanya telah terjadi.. Kau tidak salah, kau sudah melakukan yang terbaik sebagai dokter…”Bisik Siwon sambil mengusap air mata yang membasahi wajah Yoona.

Yoona masih saja terisak, “Geundae, aku mencelakakan mereka… Aku bukan ibu yang baik..”

Siwon kembali menangkup wajah Yoona lalu membelainya dengan sayang, “Ani.. You’rethe best mom for them.. And you’re the best wife for me..” Dengan lembut, Siwon menyibak anak rambut yang menutupi dahi Yoona dan mengecupnya pelan, “Saranghae….”

***

18 YEARS LATER

Suara dentingan piano yang merdu memenuhi ruangan resepsi pernikahan yang mewah ini. Pintu yang sejak tadi tertutup mulai terbuka, membuat semua mata kini tertuju pada 2 sosok pengantin yang menjadi bintang utama di pesta ini. Sang pengantin wanita tampak anggun dengan gaun putihnya yang menawan dengan sebuah rangkaian bunga mawar putih ditangannya. Ia berjalan dengan anggun. Di samping wanita itu, tampak seorang pria tampan dengan tuxedo hitam, pria itu tak bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain. Matanya terus menatap dalam sesosok wanita cantik yang tengah berjalan kearahnya. Senyuman terus terpancar dari ujung bibirnya.

Air mata bahagia pun menetes dari beberapa mata orang-orang terdekat mereka. Begitu juga Yoona dan Siwon, mereka tampak menangis bahagia memandang putri kesayangannya, Yoo Jin yang kini telah menikah dengan seorang pria yang dicintainya.

“Yeobo… Rasanya waktu berlalu sangat cepat.. Aku tidak menyangka jika kini Yoo Jin telah menikah..”

Siwon yang ada di samping Yoona juga tersenyum, “Neh.. Aku tak menyangka kalau kita bisa membesarkannya hingga seperti ini.. Semoga saja Noona dan Hyung bahagia melihat Yoo Jin seperti ini….”

Yoona mengangguk setuju. Ia sendiri tak menyangka jika kini Yoo Jin polos yang dikenalnya sudah menjadi seorang wanita yang dewasa dan cantik. Ia tak menyangka, bahwa putri kesayangannya kini telah menjadi seorang designer terkenal, persis seperti Jessica. Wajah Yoo Jin yang terlihat cantik benar-benar mewarisi perpaduan Jessica dan Donghae.

“Mommy.. Aku lelah..”

Suara seorang perempuan yang tak kalah cantik membuat Yoona mengalihkan pandangannya kea rah samping. Gadis cantik dengan balutan gaun putih sederhana ini tampak sedang memeluk lengan Yoona dan bergelayut manja di pundak Yoona.

“Jinri-ah.. Sabarlah.. Cepat bantu Eonniemu..”Ujar Yoona sambil mengusap kepala Jinri yang bersender di bahunya.

“Arrasso.. Geundae, kakiku benar-benar sakit Eomma…”Ia menggerutu lagi sambil memegang kakinya.

Yoona tersenyum melihat tingkah putrinya yang amat cantik. Putri yang 18 tahun lalu ia lahirkan kini sudah berubah menjadi seorang wanita cantik dan anggun. Putrinya yang bernama Choi Jinri ini juga mewarisi kepandaian kedua orang tuanya, itulah yang membuatnya kini memilih mengikuti jejak Siwon untuk masuk ke dalam dunia hukum. Sementara saudara kembarnya, Minho judtru memilih memasuki dunia kedokteran, persis sepertinya.

“Mommy… Daddy dan Hyung ada di mana?”

Seorang pria muda tampan, dengan tiba-tiba menghampiri Yoona dan Jinri yang tengah berbincang. Pria bernama Minho ini tampak sangat tampan dengan balutan jas putihnya. Dilengkapi dengan pita hitam di bagian kancing kemejanya.

Yoona menoleh ke sampingnya, “Tadi Daddymu ada di sini… Geundae…”Yoona kembali melihat sekeliling ruangan, mencoba mencari letak Siwon dan putra pertamanya, Myung Soo, “Ah! Mereka sedang mengobrol bersama Ahjussi Nickhun…”Yoona menunjuk kea rah Siwon.

“Arrasso.. Aku ke sana dulu ya Mommy..”

Baru saja Minho hendak berjalan menuju tempat Daddy dan Hyungnya, namun tangan Yoona langsung menahannya, “Waeyo Mommy?”Tanya Minho.

Tanpa bicara, Yoona langsung berdiri di hadapan putranya. Ia merapikan rambut Minho yang terlihat sedikit berantakan denggan tangannya. Tak lupa juga, ia merapikan kemeja putih yang membalut tubuh atletis putra keduanya ini.

Yoona tersenyum puas,“Nah.. Sekarang kan lebih tampan.. Soojung mana?”Tanya Yoona sambil mencoba mencari yeojachingu dari Minho yang biasanya selalu ada di samping anaknya ini.

“Dia tidak bisa datang.. Ah! iya, aku hampir lupa, ini ada surat yang Eonni titipkan padaku…”Jawab Minho sambil memberikan supucuk surat yang ada di kantong jasnya pada Yoona.  “Aku ke sana dulu ya Mommy..”Minho berjalan menuju tempat Daddy dan Hyungnya yang tengah berkumpul bersama beberapa pengusaha yang lain. Ia membuka surat yang tadi diberikan Minho padanya.

Mommy, Daddy.. Gomawo karena sudah merawat dan membesarkanku hingga sekarang ini. Aku benar-benar bersyukur memiliki kalian di dalam hidupuku.Terima kasih untuk semua yang telah kalian berikan padaku. Maafkan aku jika selama ini aku menyakkiti hati kalian karena kenakalanku. Aku benar-benar minta maaf… Mommy, Daddy, walaupun kalian bukan orang tua kandungku, tapi aku benar-benar mencintai kalian. Dalam hatiku, aku tidak pernah sekalipun menganggap kalian orang tua angkatku. You are the best parents I’ve ever had!

Mommy, tolong jangan pernah berhenti menyayangiku sekalipun aku telah menikah. Karena tanpa Mommy aku tidak akan bisa menjadi orang tua yang baik. Tolong ajari aku, agar aku bisa mencintai suamiku dengan sepenuh hati seperti Mommy mencintai Daddy. Tolong ajari aku supaya aku bisa mencintai anak-anakku nanti seperti Mommy menyayangiku, Myung Soo, Minho, dan juga Jinri. Dari dulu aku hanya mempunyai satu keinginan dalam hidupku, aku ingin menjadi wanita seperti Mommy… I love you Mom…

Daddy, tolong jangan pernah berhanti menasihatiku sekalipun aku telah mempunyai suami. Karena bagiku nasihat yang Daddy berikan padaku adalah yang terbaik. Tolong jangan pernah berhenti mendidikku dan suamiku. Daddy, you’re the best dad I’ve ever had! Daddy, aku hanya bisa berpesan satu hal, tolong jaga kessehatanmu. Jangan terlalu lalut dalam bekerja. Aku tidak mau melihat Daddy sakit…. I love you Daddy…

Mom, Dad, thank you so much! I love you and Happy 25th Anniversary.. GBU

“Eonni, Oppa.. Aku harap kalian senang melihat Yoo Jin seperti ini…”Kata Yoona dalam hati. Dari kejauhan, ia terus menatap putrinya yang henti-hentinya tersenyum penuh kebahagiaan. Yoona mengulaskan senyuman tulus di wajahnya kemudian melipat surat itu kembali ke dalam amplopnya, “Gomawo Yoo Jin-ah… Mommy juga menyayangimu…”

***

“Apa kau lelah?”Tanya Siwon. Yoona hanya menggeleng sebagai jawab. Kemudian kembali memandang kea rah langit yang terlihat gelap.

Yoona memang memusatkan perhatiannya pada langit-langit malam. Namun, kedua tangannya tak henti-hentinya memainkan jemari Siwon yang melingkar di tubuhnya.

“Angin disini terasa sangat segar,” ucap Yoona yang memejamkan matanya di dada bidang  Siwon.  Siwon hanya mengulum senyum melihat Yoona yang memejamkan matanya menikmati hembusan angin malam.

“Yeobo, apakah kau pernah membayangkan apa yang akan terjadi jika 25 tahun yang lalu kita tidak menerima perjodohan itu?”

“Aku rasa jika 25 tahun yang lalu kita menolaknya, maka saat ini kita tidak akan bersama. Kita tidak akan mempunyai Yoo jin, Myung Soo, Minho, dan Jinri…”

“Kau benar.. Geundae, ada sesuatu yang lebih penting… Jika 25 tahun yang lalu kita tidak menetima perjodohan itu, maka aku tidak akan pernah merasakan kebahagiaan yang aku miliki sekarang ini. Aku tidak akan pernah merasakan cinta sejati di dalam hidupku…”

“Apa yang membuatmu yakin kalau aku adalah cinta sejatimu?”

“Karena aku mencintaimu… Dan, aku tahu kau mencintaiku… Without you, I won’t become like this… You’re my happiness… Till the end of my life…”

Siwon mengecup kepala Yoona dengan sayang, “Terima kasih untuk semua yang kau berikan padaku.. Terima kasih untuk anak-anak yang kau lahirkan untukku.. Terima kasih telah menjadi istriku.. Dan, terima kasih untuk cintamu yang sudah kau berikan padaku… I love you…. I promise you I’ll never leave you, until the world keep us apart…”

Yoona membalikkan badannya. Ia  yang kini berdiri di hadapan Siwon hanya bisa menatap wajah serius Siwon dengan senyuman tulus di bibirnya. Dia tahu betul kata-kata manis yang diucapkan Siwon bukanlah kata-kata kebohongan, tapi janji-janji manis yang diucapkan oleh suaminya itu adalah ketulusan. Ia tahu betul bagaimana dalamnya cinta Siwon padanya.

25 tahun menjalani bahtera pernikahan yang penuh lika-liku bukanlah hal yang mudah. Namun, dari setiap perjalanan inilah ia bisa mengenal apa yang dinamakan cinta sejati. Perlahan tapi pasti pernikahan yang tadinya hanya didasarkan oleh perjodohan ini berhasil menjadi sebuah keluarga harmonis yang penuh dengan cinta.

“I love you too… Till the end of my life…Happy 22nd Anniversary..”Bisik Yoona.

Belum sempat Siwon menjawab ucapan Yoona, sebuah ciuman lembut mendarat tepat di bibirnya. Sebuah ciuman yang penuh dengan rasa cinta. Siwon membalas ciuman Yoona dengan lembut dan penuh kasih sayang. Yoona mengalungkan tangannya ke leher Siwon dan memperdalam ciuman mereka. Siwon memeluk pinggang Yoona agar istrinya itu tak mempunyai jarak lagi untuk bergerak. Mereka berdua meluapkan seluruh rasa cinta mereka.

***

Sementara Myungsoo, Jinri, dan Minho hanya bisa terkekeh saat melihat kedua orang tuannya yang telah berusia 50-an itu tengah asik beradegan mesra tanpa menyadari kehadiran ketiga putra-putrinya ini dari celah pintu kamar.

“Yah! Jinri-ah.. Pelan-pelan.. Jangan sampai kedengaran…”

“AISH! Susah sekali mengambil fotonya! Oppa saja..”Omel Jinri pada Myungsoo yang terus mengomel.

Minho, yang semenjak tadi diam, dengan perlahan masuk ke dalam kamar orang tuanya. Ia berjalan dengan hati-hati ke celahpintu balkon, dan mulai mengotak-atik kameranya untukmengambil foto adegan mesra orang tuanya itu.

CLICK…

Suara bunyian yang cukup kencang itu, membuat Siwon dan Yoona tersadar. Yoona langsung menjauhkan tubuhnya dari dekapan Siwon, Wajahnya memerah dalam seketika. Siwon juga terkejut. Namun, ia masih bisa sedikit tenang. Ia melihat sekeliling, dan betapa terkejutnya ia, saat melihat sang anak, Minho tengah mengotak-atik kamera SLR miliknya,

“YAH! CHOI MINHO! APA YANG KAU LAKUKAN!!!!!!!”Teriak Siwon sambil berlari ke arah Minho yang kini tengah bergabung bersama kedua saudaranya yang lain. Sementara  Yoona hanya bisa menutup wajahnya malu, karena baru saja melakukan kesalahan besar di depan anak-anaknya.

THE END

Guys, gimana? Ini hasil iseng aku selama beberapa hari^^Aneh, kepanjangan, membosankan?

Tadinya, aku sama sekali ga kepikiran untuk membuat After Storynya, tapi entah kenapa tiba-tiba saja aku pingin buat sequelnya. Ditambh lagi dengan para readers yang comment minta sequel.. So, yah inilah hasil isengku^^…

Yang pasti setelah ini ga mungkin ada sequel lagi ya^^.. Ini udah bener2 THE END… Karena aku udh usahain menceritakan semua sisi dari cerita ini.. So, I hope u like it^^… Please comment y^^ Tolong hargain karya2ku y^^ Made this FF is not easy…. So, DON’T BE SIDERS!!!!!.. THX N GBU

Iklan
Tinggalkan komentar

239 Komentar

  1. Ending yang mengharukan. Keren banget nih ff

    Balas
  2. ayu dian pratiwi

     /  Februari 25, 2014

    Gak bosen2 bacanya

    Balas
  3. yeona

     /  Maret 22, 2014

    Wahh,aku seneng bnget baca endingnya!
    Aku juga berharap punya kehidupan seperti mereka kelak 😀

    Balas
  4. So sweetttttt..
    Bagus bngt ff nya.
    ᵗʰᵃᶰᵏ ᵧₒᵤ ⌣̈ author..

    Balas
  5. alfi

     /  April 9, 2014

    wow…keren bagus….happy ending….

    Balas
  6. Dwi.Syw

     /  April 30, 2014

    ini FF Bagus , nyentuh banget ;( smpe bisa buat readersnya meneteskan air mata . Sedihnya dpt, senang dpt, bahagia lagi . .. Lengkap TOP deh pokoeee 😀 😀 Salam Manis Buat Authornya (y)

    Balas
  7. suka bgt sm ff ini……

    Balas
  8. any

     /  Mei 8, 2014

    Aku sangat suka sama cerita ini. Meskipun g ada konflik yg menyesakkan tapi sukaaaaa bgt. Sweet yg tdk bikin bosan.

    Balas
  9. HAPPY ENDING 🙂 🙂 🙂 😀
    DAEBAKKKKKK….

    Balas
  10. keren, coba bisa jadi kenyataan dan orang yg pertama paling senang adalah aku, karna aku paling suka sama mereka…. makasih chingu bagus FF nya..sekali lg gomawo…^_^

    Balas
  11. ayu

     /  September 14, 2014

    terharu baca ending nya sampe nangis

    Balas
  12. azzryia noer hayyati

     /  September 22, 2014

    Waaahh happy ending nih senneeennggg bgt yoonwon bahagia terus smpe dah tua tetep happy …. Satu lg cuma yoonwon kali ya yg romatissss bgt walaupun dah tua juga hehehe…

    Balas
  13. choi han ki

     /  Oktober 9, 2014

    Wow daebak… Taadi sempat takut yoona kenapa2 tapi alhamdulillah dia selaamat dan anaknya juga… Keluarga yg bahagia 😀

    Balas
  14. ayya kim

     /  Oktober 11, 2014

    Daebak !!!!
    Keren bngett ff ny

    Balas
  15. ayya kim

     /  Oktober 11, 2014

    Daebak !!!!
    Keren bngett ff ny
    Terharu mmbcany

    Balas
  16. Wow… Ternyata ada sequelnya ya, aku suka bgt apalagi ada cerita keluarga beginian dan rasanya bahagia bgt melihat mereka, tapi yg gk lbh menyangkanya lgi Yoonwon yg tadinya saudara ipar malah jadi suami istri. Benar2 daebak ni ceritanya
    I LiKE IT………

    Balas
  17. Choi Han Ki

     /  Desember 5, 2014

    Wah kebahagiaan yg sempurna.. Walaupun sempat kaget pas yoona di tusuk apalagi krn itu juga pengaruh ke bayinya tapi ternyata bayinya selamat dan bahkan usianya dah 18 tahun 😀

    Balas
  18. I like this story…. Berharap bisa hidup seperti keluarga ini, amin……

    Balas
  19. Wahhh bagusss banget FF ini. aku sukaaa >< dan juga pemilihan tokoh pembantunya cocok bgt ❤

    Balas
  20. rizka amiliyal

     /  Januari 23, 2015

    sumpah ini keren banget 🙂 ,

    Balas
  21. jessica sonelf

     /  Februari 12, 2015

    Baca ulang ff ini..
    sukaa ama kisah keluarga choi yg harmonis dengan 4 anak wkwkk bnyak bgt anak yw ya btw 😀
    Daebaaakkk thor 🙂 kangen sama ff2 author 😦 secara author nya udh pensiun ya huhuhu sedih T.T

    Balas
  22. Hhhh~ nggak nyangka nemu keluargga yg sangat berbahagia

    Balas
  23. Zhahra

     /  Februari 27, 2015

    So sweet bwget sih ffnya thor…
    Jdi menitikkan air mata aku ketika yoo jin ngirim surat ke yoona
    semoga yoonwon akan selalu bahagia bersama di real life..amiin…

    Balas
  24. Riissa Icca

     /  April 1, 2015

    Keren banget Author 😉 , walaupun author bilang ini hasil iseng2 tapi ini beneran Perfect 😀
    Banyak Readers yang seneng dengan hasilnya 😀
    Good Job Author 😀

    Balas
  25. Kim eun ah

     /  April 26, 2015

    Yey happu ending lagi 🙂 Aku suka banget thor 😀

    Balas
  26. Keren kok author .. Ndak bisa bayangin yoonwon 50thn.nan … Hehehe .. Daebak daebak daebak
    keep writing author .. 🙂

    Balas
  27. nytha91

     /  September 3, 2015

    Daebak thor ff nya…walaupun sempet naek turun bacanya…ahahaha

    Balas
  28. ria

     /  Oktober 7, 2015

    bagus bgt crita’a sampe dag dig dug dibikin’a,
    Ternyata FF family ada lanjut’a..
    Trimaksh

    Balas
  29. Wahhh endingnya lucuuu, kereen sequelnyaa thoor daebak

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: