[OS] Saranghanda (Sequel of Y Saranghae)

Saranghanda (Sequel of Y Saranghae)

by

Nitahyunmichoi Storyline

Starring : Choi Si Won, Im YoonA, Lee Donghae

Genre: Romance, Friedship || Length:OS|| Rating: PG 15

Blog: nitayoonwonfanficton.wordpress.com

Twitter: @Nita_Rahayu22 – @nitayoongwonie

Cover: Iluth@parkkyuri.wordpress.com

oOo

“Percayalah jika cinta sejati itu ada”

Musim semi akhirnya berkunjung juga ke bumi Korea Selatan, bunga-bunga mulai bermekaran menunjukan keindahan dirinya yang menakjubkan. Awan putih di langit biru cerah semakin membuat bumi ciptaan-Nya ini terlihat indah. Puluhan orang atau bahkan ratusan orang menghabiskan hari yang cerah ini dengan penuh kegembiraan serta suka cita bersama keluarga atau pun kekasih tercinta. Menikmati musim semi yang indah dengan berjalan di jalan setapak yang terlihat ramai.Sembari melepaskan kepenatan setelah beberapa hari tubuh di paksa untuk terus beraktivitas.

Yoona tengah duduk dibawah pohon rindang hanya seorang diri. Wanita itu tengah melakukan suatu kegiatan sehingga dia tak menghiraukan orang-orang di sekelilingnya, dia seakan asyik dengan dunianya sendiri. Sampai-sampai Yoona tak menyadari jika kini seseorang tengah duduk di sampingnya, memandangnya sambil melukiskan senyum khas yang memperlihatkan diplenya yang manis. Orang itu masih membiarkan Yoona sibuk dengan dunianya beberapa menit, sampai akhirnya dia yang kecolongan sendiri karena Yoona ternyata menoleh melihatnya.

“Waeyo Oppa?” tanya Yoona heran. Orang yang di panggil “Oppa” itu tiba-tiba tersadarkan oleh gertakan pelan dari Yoona, dia gugup. Lalu memalingkan wajahnya berpura-pura.

“Kau ketahuan sedang memandang ku?” goda Yoona menyenggol sikut pria itu.

“Kau sangat indah untuk dipandang, jadi aku tak mau menyianyiakan kesempatan untuk memandang mu” jawabnya lalu menoleh pada Yoona, dan kembali melukiskan senyumnya yang menawan.

“Oh lihatlah, bunga-bunga itu marah mendengar kau menggoda ku lagi” ejek Yoona menahan senyum.

“Bunga-bunga itu memang seharusnya iri pada mu, pada Im Yoona. Wanita milik Choi Siwon” jawab pria itu lalu tersenyum kembali, seakan puas telah menggoda sang kekasih hati di hari yang cerah ini.

“Arrayo, tapi aku belum menjadi wanita milik mu seutuhnya Tn Choi. Aku belum menjadi istri mu. Ingat itu ” Yoona mencubit pipi Siwon gemas, Siwon meringis kesakitan tapi tetap senyum bahagia tak lepas sedetik pun dari paras tampannya.

“Oppa, lihatlah ini! Apa lukisan ku bagus?” ujar Yoona sambil memberikan kanvas pada Siwon untuk memperlihatkan hasil lukisannya.

“Kau memang pandai melukis, wanita ku memang hebat” puji Siwon sambil mengacak-ngacak rambut Yoona gemas.

“Apa kau sudah selesai?” lanjut Siwon.

Yoona mengangguk “Apa kita akan pergi sekarang?” tanya Yoona sambil membereskan peralatan melukis ke dalam ransel hitamnya.

“Kita pergi sekarang, ibu ku sudah menunggu”

“Arraseo”

oOo

Yoona POV

Waktu tak terasa sudah berjalan selama dua tahun, dan selama itu pula aku menghabiskan hari-hari ku dengan Siwon. Pria yang ku cintai, dan mencintai ku. Dan tujuh tahun sudahlah sosok Donghae tak ada, aku tahu meskipun waktu berlalu selama seratus tahun pun sosoknya tak akan pernah kembali lagi. Jujur saja, sampai detik ini pun aku dan Siwon masih merasa bersalah padanya. Bahkan Siwon selalu tak bisa menahan rasa bersalahnya jika dia mendatangi pusara Donghae, aku pun sama. Hati ku sakit, dada kusesak saat melihat gundukan tanah tempat peristirahatannya. Aku menyesali semuanya, aku yakin Siwon juga begitu. Tapi kami berdua sadar, jika tak baik terus menerus di rundung kesedihan. Walau bagaimana pun juga hidup kami masih berjalan, dan kami memutuskan untuk menjalani sisa hidup kami dengan sebaik mungkin agar kesalahan di masa lalu tak terulang kembali.

oOo

Siwon menggenggam jemari ku lembut, membawa ku ke sebuh rumah yang sudah tak asing lagi bagi ku. Yah, aku  sudah terbiasa keluar masuk rumah megah ini. Sejak dua tahun belakangan aku memang sangat dekat dengan keluarga Siwon, terutama Ayah dan Ibunya. Aku bahagia, karena aku bisa merasakan kasih sayang orang tua yang sebelumnya tak pernah ku rasakan. Tidak hanya kedua orang tua Siwon yang menyambut ku dengan baik, tapi kakak kandung Siwon – Taeyeon Eonni dan suaminya Lee Teuk Oppa. Mereka berdua menyayangi aku seperti menyayangi adik kandung mereka.

Saat ini aku datang karena ada acara makan malam keluarga untuk merayakan ulang tahun pertama putra Taeyeon Eonni dan Lee Teuk Oppa. Benar, selama bertahun-tahun menikah akhirnya baru satu tahun ini Tuhan menganugrahkan malaikat kecil dalam keluarga mereka. Saat itu aku masih ingat, Taeyeon Eonni menangis terharus sekaligus bahagia saat Dokter keluarga Choi mengatakan jika dirinya tengah mengandung. Dan sejak saat itulah, Lee Teuk Oppa di terima oleh keluarga Choi dan di akui oleh Ibunya Siwon sebagai menantu.

“Jung Yeon ini hadiah dari Samchon” Siwon menyerahkan kado yang sejak tadi ia sembunyikan itu pada keponakannya yang baru berusia satu tahun.

“Imo juga punya hadiah untuk mu sayang”

Taeyeon Eonni tersenyum bahagia menerima kado dari ku dan juga Siwon lalu memperlihatkannya pada sang malaikat kecil yang berada dalam gendongannya.

“Gomawo Siwonie, Gomawo Yoona-yaa” ujar Lee Teuk Oppa tersenyum.

Acara makan malam pun kembali dilanjutkan dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan. Tiba-tiba ku rasakan tangan Siwon menggenggam ku, aku terpaku sesaat lalu ku tatap wajahnya. Dia tersenyum pada ku, meskipun aku sendiri juga tidak tahu apa maksud dari senyumannya itu, yang pasti aku bisa merasakan jika senyuman itu sangat tulus dari hatinya. Tanpa kusadari Siwon mendekati ku lalu membisikan sesuatu di telinga ku.

“Apa kau ingin seperti Taeyeon Noona dan Lee Teuk Hyung?” bisiknya tepat di ujung daun telinga ku. Aku tersipu menanggapi ucapannya, Siwon memang selalu mengatakan itu jadi ini bukan pertama kalinya. Namun aku tidak pernah menjawab pertanyaannya itu, karena aku rasa dia hanya ingin menggoda ku saja.

“Kenapa tidak jawab?” tanyanya.

“Meskipun aku ingin seperti mereka tapi tetap saja tidak akan bisa, karena kau belum menjadi suami ku”

Langsung ku lihat perubahan pada wajahnya, inilah ekpresi yang selalu Siwon tunjukan pada ku jika aku membahas tentang pernikahan. Aku sendiri juga tidak tahu kenapa sampai detik ini Siwon belum melamar ku, apa dia mulai ragu untuk menjadikan ku pelabuhan cintanya? Atau, apa dia masih merasa takut untuk melakukannya karena masih di rundung rasa bersalah pada almarhum Donghae? Entahlah, aku juga tidak mengerti dan tidak berniat untuk bertanya padanya. Namun yang jelas, satu hal yang ku ketahui Siwon sangat mencintai ku, hanya itulah yang ku tahu.

oOo

Saat ini aku tengah berkumpul bersama dengan teman-teman ku di restoran milik Hyuk Jae, inilah tempat favorit kami menghabiskan waktu senggang dengan berbagi cerita, canda tawa dan tentunya pengalaman hidup. Pertemuan ini selalu diadakan setiap satu bulan sekali, dan biasanya yang menjadi penanggung acara adalah Hyuk Jae sendiri. Mungkin dia ingin bernostalgia kembali bersama dengan kami sekaligus ingin berbagi kebahagiaan karena sekarang dia telah menjadi seseorang yang sangat sukses, berbeda dengan Hyuk Jae masa SMA yang selalu minta di traktir setiap jam istirahat dan sekarang giliran dia yang menteraktir kami.

Tidak hanya dalam karir saja perubahannya tapi juga statusnya, sekarang Hyuk Jae sudah berumah tangga dengan seorang wanita bernama Kim Hyoyeon, rumah tangga yang baru di mulai satu tahun itu sudah membuahkan hasil dengan mengandungnya Hyoyeon, kata Hyuk Jae usia kandungan istirnya sudah menginjak 5 bulan. Berarti tinggal beberapa bulan lagi dia akan menjadi seorang Ayah.

Tidak hanya Hyuk Jae saja yang berubah, tapi semua teman-teman ku juga mengalami perubahan diantaranya adalah Kyuhyun,  pria penggila game namun pintar dalam pelajaran matematika itu kini dia sudah menjadi seorang ayah, anak pertamanya adalah seorang laki-laki mirip sekali dengannya, usianya hampir menginjak dua tahun. Sekarang Kyuhyun sudah tidak lagi bekerja di perusahan Siwon, karena dia sudah menjadi CEO di sebuah perusahaan Game ternama di Korea Selatan, hebat sekali dia. Akhirnya cita-citanya tercapai juga.

Selain itu, ada Shindong si pria polos bertubuh gemuk namun sangat cengeng. Sekarang dia sudah membuka restoran sendiri di daerah Gangnam dan dia juga sudah memiliki sebuah rumah yang tak jauh dari restoran miliknya, Shindong beda lagi di sudah mempunyai dua orang anak dan kabarnya Nari sekarang tengah hamil lagi. Hebat sekali bukan? Hyuk Jae saja iri padanya.

Teman ku yang lainnya adalah Kwon Yuri yang juga merupakan sahabat terbaik ku, dia juga sudah menikah dengan kekasihnya Yesung dan sudah di karunia seorang anak perempuan. Changmin dan Sungmin pun sama mereka sudah berstatus sebagai ayah dari pernikahan mereka bersama dengan Victoria dan juga Sunny.

Aku selalu tersenyum bahagia setiap kali mendengar kabar bahagia tentang teman-teman ku, bagi ku kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan ku juga. Mereka semua bukan sekedar teman atau sahabat saja tapi sudah seperti keluarga bagi ku, di saat aku kesepian mereka senantiasa menghibur ku dan saat aku terjatuh mereka pun senantiasa membantu ku agar segara bangkit dari keterpurukan.

“Siwon tak ikut Yoong?” tanya Kyuhyun memecah lamunan ku.

“Eoh, dia tidak bisa datang. Hari ini dia harus ke panti asuhan”

“Belakangan ini Siwon terlihat sibuk Yoong?” sambar Sungmin Oppa ikut bicara.

“Yah, memang benar. Bahkan intensitas kita untuk bertemu pun sedikit sekali, dia sibuk aku juga sibuk”

“Kalian belum memutuskan untuk segera menikah Yoong, padahal sudah tujuh tahun lamanya sejak Donghae pergi” tanya Changmin Oppa nadanya terdengar prihatin.

“Siwon belum melamar ku” jawab ku tersenyum pahit.

“Apa mungkin Siwon masih merasa bersalah pada almarhum Donghae? Tapi kan dia sudah pernah pergi selama lima tahun untuk menghukum dirinya dan sekarang tujuh tahun sudah berlalu apa dia belum bisa memaafkan dirinya sendiri?” ujar Hyuk Jae menatap ku.

“Mungkin saja, aku juga selalu berfikir seperti itu. Bahkan setiap malam aku susah untuk tidur karena memikirkannya, tapi aku yakin Siwon bukan pria seperti itu. Meskipun aku menyadari sepertinya dia masih takut untuk mengambil keputusan”

“Tapi Donghae justru akan bersedih jika kalian berdua tetap seperti ini, Yoongie tujuh tahun sudah berlalu, bukalah lembaran hidup kalian yang baru. Aku yakin Donghae sudah memaafkan kalian bahkan aku yakin Donghae tak pernah membenci kalian, pikirkanlah baik-baik”

Aku tersenyum miris mendengar Changmin Oppa mengatakan itu, benar sudah tujuh tahun Donghae pergi tapi aku masih saja di hantui rasa bersalah. Meskipun aku selalu berusaha untuk membuka lembaran baru tapi tetap saja luka itu, terlalu sulit untuk ku hilangkan.

oOo

Setelah pulang dari restoran aku berkunjung ke rumah Ibu Donghae, beliau masih menempati rumah yang dulu. Alasannya karena tak ingin melupakan kenangannya bersama dengan sang suami apalagi Donghae, sudah dua tahun aku tak tinggal di sini melainkan aku tinggal di sebuah rumah kecil yang tak jauh dari sekolah dasar tempat ku mengajar. Jika ditanya alasannya mengapa mungkin aku akan menjawab jika rumah ini terlalu menyimpan banyak kenangan yang sangat indah namun membuat hati ku kembali sakit jika mengenangnya, tapi tetap saja setiap hari aku selalu kemari mengunjungi Ibu Donghae dan menemaninya.

Seperti biasa kedatangan ku di sambut oleh senyumannya yang hangat, wajahnya yang teduh dan di selimuti senyuman khasnya itulah yang selalu membuat ku merindukan sosoknya yang sudah ku anggap seperti ibu kandung ku.

“Kau sudah makan Yoona-ah?” itulah kalimat pertama yang pasti selalu beliau katakan pada ku. Jika aku menjawab belum,  maka beliau akan langsung menegur ku. Tapi karena hari ini aku sudah makan jadi kami memutuskan untuk duduk bersantai di beranda rumah sembari menikmati matahari ternggelam di ufuk barat.

“Bagaimana kabar Siwon?” aku terperangah mendengar suara lembutnya.

“Siwon? Dia sehat-sehat saja Bu, mungkin akhir-akhir ini Siwon agak sedikit sibuk” jawab ku tersenyum.

“Syukurlah, Ibu senang mendengarnya. Oh Yoona-ah kapan kau dan Siwon akan menikah”

Aku membeku seketika, tenggorokkan ku seakan tercekat tak sanggup untuk menjawabnya. Memang, Ibunda Donghae sudah mengetahui hubungan ku dengan Siwon. Beliau bilang Donghae-lah yang memberitahunya. Pada awalnya ku pikir beliau akan marah karena aku mengkhiyanati putranya, tapi ternyata tidak, aku juga tidak tahu kenapa. Apa mungkin Donghae mengatakan sesuatu padanya? Entahlah, aku juga tak tahu dan beliau juga tak memberitahu ku.

“Ibu, ada sesuatu yang ingin ku tanyakan?” ujar ku. Beliau menoleh “Tanya apa?”

“Jujur saja ini sangat mengganggu pikiran ku selama bertahun-tahun, Ibu bisakah Ibu menjawab pertanyaan ku dengan jelas agar aku merasa tenang”

“Memangnya kau ingin bertanya apa Yoona-ah?”

“Ibu, kenapa Ibu tak marah saat mengetahui jika aku dan Siwon sudah memiliki hubungan bahkan sejak Donghae masih ada?” tanya ku. Akhirnya aku bisa mengeluarkan pertanyaan itu setelah sekian lama.

Beliau menarik nafas mengisi rongga paru-parunya sebelum menjawab pertanyaan ku.

“Untuk apa Ibu marah Yoona-ya? Dalam kisah ini tak ada seorang pun yang salah, kau dan Siwon tidak salah, putra ku juga tidak salah dan cinta juga tidak salah” ujarnya matanya terlihat berkaca-kaca.

“Ibu..”

“Cinta adalah sebuah anugrah, meskipun kadang kala cinta justru akan membuat seseorang terluka karenanya. Tapi cinta telah mengajarkan purta ku, Siwon dan diri mu tentang arti kesetian, ketulusan kasih sayang dan pengorbanan” ujar beliau. Matanya seperti tengah menerawang sosok Donghae kembali.

“Sehari setelah Donghae pergi Ibu menemukan surat itu di belakang foto kita berdua, awalnya Ibu heran tapi setelah Ibu membuka lipatan kertas itu ternyata itu surat dari almarhum Donghae untuk Ibu yang sepertinya sengaja ia simpan di situ.”

“Berarti tidak hanya aku dan Siwon saja yang mendapatkan surat, tapi Ibu juga mendapatkannya?”

“Yah seperti itulah Lee Donghae, dia tak pernah berani berkata jujur, dia selalu memendam semuanya hanya di dalam hatinya sehingga tak ada seorang pun yang tahu kecuali hati kecilnya” beliau mulai menitikan air mata. Seperti inilah setiap kali mengenang sosok Donghae beliau pasti akan kembali menangis.

“Ibu, boleh aku tahu seperti apa isi suratnya?”

Beliau menyeka air matanya lalu menoleh pada ku “Sepertinya kau memang harus tahu Yoona-ah agar kau dan Siwon tak merasa bersalah pada ku dan juga putra ku. Tunggu sebentar Ibu ambilkan dulu suratnya”

Aku mengangguk  tersenyum setelah itu beliau masuk kedalam rumah mengambil surat tersebut. Tak harus menunggu lama karena beliau telah sampai lagi dengan memberikan sepucuk surat pada ku. Tangan ku seketika saja bergetar menerimanya, oh Tuhan aku berharap tak menitikan air mata saat membacanya.

Perlahan ku buka lipatan kertas tersebut lalu aku membacanya.

 

Lee Donghae, putra mu. Ibu.

Ibu, Apa kabar? Ku harap Ibu selalu sehat setiap saat :’) Ibu kau tidak usah menangisi ku karena sekarang aku sudah bertemu dengan Ayah. Ibu pasti iri pada ku kan? Ternyata aku yang lebih dulu bertemu dengan Ayah. Tapi Ibu jangan salah paham, aku pergi bukan berarti aku tak menyayangi ibu, tapi Tuhan telah memanggil ku. Jadi maafkan aku Ibu, aku tak bisa menemani mu di dunia dengan waktu yang lama, aku tak bisa melindungi mu seperti anak yang lainnya.

Ibu, ada sebuah rahasia lagi yang aku sembunyikan dari diri mu. Tapi ku mohon Ibu jangan marah, Ibu sebenarnya Yoona yang Ibu kenal dia mencintai Choi Siwon. Ibu mengenal Choi Siwon kan?

Yah mereka adalah sepasang kekasih yang terpisah selama tujuh tahun lamanya, namun akhirnya mereka kembali bertemu dan ternyata masih saling mencintai. Ibu ku mohon jangan membenci Yoona, dan jangan membenci Siwon. Selama ini aku bisa bertahan hidup karena Im Yoona, dia berusaha mencintai ku sekuat tenaga meskipun aku tahu jika hanya ada Choi Siwon-lah di hatinya.

 Begitu pula dengan Siwon, dia sudah ku anggap seperti saudara ku sendiri. Meskipun pada awalnya aku merasa terancam karena Siwon kembali lagi, tapi setelah aku mengenalnya dia pria yang baik, dan ku rasa pantas saja Yoona sampai mencintainya meskipun Siwon meninggalkannya tanpa pesan sedikit pun.

Sungguh ibu, aku tak bermaksud untuk membohongi mu. Tapi percayalah, aku melakukan semua ini karena aku mencintai Yoona dan juga diri mu ibu, kalian berdua adalah dua wanita yang menyemangati hidup ku meskipun pada akhirnya aku menyerah tak sanggup melawan kanker ini.

Ibu karena aku sudah tak bisa lagi menjaga mu, aku sudah meminta Siwon untuk menjaga mu. Dan aku yakin  Siwon mau melakukannya, Ibu sayangilah Siwon seperti Ibu menyayangi ku, anggaplah Siwon sebagai putra mu sendiri. Dia adalah pria yang baik, aku yakin dia bisa menjaga Ibu dan Yoona.

Ibu terima kasih atas jasa mu, atas pengorbanan mu atas kasih sayang mu. Cinta tulus nan suci yang kau berikan pada ku, sungguh aku tak dapat membalasnya. Aku mencinta mu ibu, selamanya aku mencintai mu. Hiduplah yang sehat, jangan lupa makan, jangan sampai sakit  dan jangan terus menangis.

Ibu selamat tinggal, aku menyayangi mu.

Lee Donghae…

 

“Dari semua permintaannya hanya satu yang tak dapat ku lakukan, yaitu jangan menangis. Setiap kali aku memikirkannya setiap kali aku mengenangnya, pastilah air mata ku akan jatuh kembali. Meskipun sudah tujuh tahun lamanya dia pergi namun tetap saja bayangannya masih terlihat jelas di benak ku”

Aku menyeka air mata ku setelah membaca setiap untaian kata yang dia tulis oleh Donghae. Oh Lee Donghae kenapa orang seperti diri mu bisa mencintai perempuan seperti diri ku yang jelas-jelas selalu menyakiti mu. Apakah tak ada wanita lain di dunia ini selain aku? Jerit ku dalam hati.

Ku rangkul ibunda Donghae dalam pelukan ku, beliau kembali menangis. Yah aku mengerti perasaannya meskipun aku tahu beliau pasti lebih merasa sakit kehilangan Donghae, putra tercintanya.

oOo

Pagi kembali menyapa tanah kelahiran ku, seperti biasa pagi ini aku berangkat ke sekolah. Oh yah ada yang ku lupakan, sejak dua tahun lalu aku mengajar di sekolah ini menggantikan Donghae sebagai guru melukis. Pada awalnya aku sempat menolak, karena aku merasa kemampuan melukis ku masih jauh di bawah kemampuan Donghae. Tapi anak-anak tetap memaksa ku untuk menggantikan guru mereka yang sudah pergi, ditambah aku sudah mendapat persetujuan dari pihak sekolah yang mengijinkanku untuk menjadi salah satu pengajar di sekolah dasar ini.

Dari pukul tujuh pagi sampai pukul dua siang ku habiskan waktu ku disini, mengajar anak-anak dengan penuh kesabaran. Pada saat makan siang berlangsung, Siwon selalu datang mengunjungi ku untuk memberikan kotak bekal makan siang dan biasanya kami makan siang bersama di belakang halaman sekolah lalu dia kembali pergi lagi untuk bekerja, yah seperti itulah setiap harinya. Meskipun kami sibuk dengan pekerjaan masing-masing, tapi tetap saja kami selalu meluangkan waktu setidaknya 15 menit untuk bertemu.

Sore ini Siwon menjemput ku, dia ingin mengajak ku pergi ke makam Donghae. Aku menunggu kedatangannya di depan gerbang sekolah, mungkin sebentar lagi dia datang. Benar saja, tak harus menunggu sampai lima menit mobil hitam yang ku yakini adalah mobil Siwon sudah terllihat di ujung jalan sana. Tak berapa lama, mobil itu sudah berhenti tepat di depan ku. Siwon membuka kaca mobil lalu melambaikan tangannya pada ku, aku tersenyum lalu segera masuk kedalam mobilnya dan duduk di kursi depan.

oOo

Siwon meletakan sebouqet bunga di atas pusara Donghae setelah sebelumnya diam menatap pusara itu dengan mata kesedihan. Aku pun sama, setiap kali melihat pusara Donghae rasanya hati ku sangat sakit, dada ku sesak dan otak ku kembali memutar kenangan-kenangan saat dia masih ada di dunia.

“Hai Lee Donghae, hai saudara ku. Apa kabar? Hari ini aku datang bersama Yoona” Siwon mulai berbicara. Siwon berusaha untuk tersenyum meskipun pada akhirnya ia tetap tak bisa menyembunyikan mata berkaca-kacanya

“Mianhae, aku baru ke sini lagi. Pekerjaan ku sangat banyak bagitu pula dengan Yoona” lanjutnya setelah jeda cukup lama.

“Donghae-ya, tujuh tahun sudah kau pergi dan selama itu pula aku terus merasa bersalah pada mu”

“Donghae-ya, kau tidak usah khawatir bibi baik-baik saja, dia sangat sehat dan sekarang bibi membuka museum sederhana yang berisi semua lukisan mu. Museum itu sudah berjalan 4 tahun, bibi juga tinggal bersama dengan sepupu mu dirumah yang dulu kau tempati. Awalnya aku ingin membeli apartement untuk bibi, tapi bibi bilang lebih baik tinggal di rumah itu karena dengan begitu bibi akan merasa hidup dengan ayah mu dan juga diri mu”

Ku tatap Siwon dari samping, tampak matanya berkaca-kaca. Aku mengerti perasaan Siwon, karena aku juga merasakannya. Ini semua memang sangat berat untuk kita berdua jalani, hidup dalam sebuah penyesalan besar bukan kah itu sebuah beban?

“Lee Donghae, maaf aku baru bisa menjaga bibi selama dua tahun karena selama lima tahun ku habiskan waktu ku untuk menghukum diri ku sendiri. Namun aku berjanji tidak akan pernah pergi lagi, aku akan menjaga bibi seperti pesan mu”

“Donghae-ya, aku kemari untuk meminta izin pada mu. Aku ingin menikahi Yoona, aku ingin menjadi suami Yoona. Apa kau akan merelakan Yoona pada pria seperti ku? Aku memang pria jahat, merebut Yoona dari tangan mu setelah kau pergi, tapi ku mohon pada mu izinkan aku membahagiakan Yoona aku berjanji akan mencintainya meskipun aku tak bisa mencintainya seperti dirimu”

“Oppa…”

“Aku janji akan membahagiakan Yoona, aku tidak akan membuatnya menangis, aku akan menjadi suami yang baik untuknya” Siwon menolah padaku, kini tangannya sudah menggenggam tangan ku dengan lembut. Tak bisa ku percaya, perkataannya barusan adalah sebuah lamaran secara tidak langsung. Aku tak menyangka Siwon akan melakukan ini, padahal sebelumnya aku berpikir jika Siwon ragu untuk menjadikan ku sebagai pelabuhan cintanya.

“Im Yoona, tak ada cincin, tak ada bunga, tak ada kejutan dan tak ada makan malam special. Aku hanya mempunyai hati untuk mu, mau kah kau menjadi istri ku? Menjadi wanita pertama dan terakhir yang aku cintai serta maukah kau menjalani hidup bersama ku?”

Ku rasakan mata ini memanas sekatika, tanpa bisa ku tahan air mata ku terjun bebas begitu saja membasahi kedua pipi ku. Benarkah apa yang ku dengar? Siwon melamar ku, setelah dua tahun kita bersama melawati hari demi hari dengan rasa penyesalan yang terus mengikuti. Maaf Siwon, aku sudah berpikir yang tidak-tidak tentang mu. Ku pikir kau mulai bosan pada ku, sehingga kau belum kunjung melamar ku padahal kau sudah tahu jika aku sangat mencintai mu.

oOo

Hari ini adalah hari yang paling bersejarah bagi ku. Oh bukan, tapi bagi kami berdua. Hari ini kami akan mengucapkan janji suci pernikahan, ini akan menjadi kedua kalinya bagi ku. Namun kali ini aku merasakan kebahagiaan yang tiada bisa ku ucapkan dengan kata-kata, di persunting pria yang ku cintai adalah impian ku selama ini. Ku lihat pantulan diri ku di dalam cermin, aku tersenyum tipis namun mata ku kembali berkaca-kaca. Akhirnya hari ini tiba. Ucap ku dalam hati.

Perjalanan cinta ku dengannya akhirnya berakhir dengan sebuah penikahan, meskipun ku akui perjalanan cinta kami sangat tidak mudah, harus berpisah selama 7 tahun lamanya, kemudian dia kembali lalu pergi lagi dan kembali lagi. Selain itu, perjalanan cinta kami  juga menyakiti perasaan orang lain, ku akui itu. Namun dengan itu kami berdua menyadari satu hal, jika cinta sejati memanglah ada bukan hanya sebatas kalimat tabu yang masih banyak orang belum mempercayainya.

Aku percaya jika cinta sejati itu memang ada, karena aku mengalaminya sendiri dan aku pun menerima cinta sejati dari seorang pria berhati malaikat bernama Lee Donghae dan pria yang juga mencintai ku bernama Choi Siwon.

Ku raih sebuah poto yang tersimpan diatas sebuah novel berjudul “A Short Journey” ku pandangi pria yang tersenyum dengan tulus, yah benar dia adalah pemilik novel ini. Novel yang sudah usang termakan usia, namun tak pernah bosan untuk di baca. Novel yang menceritakan seorang pria yang mempunyai hati tulus yang mencintai wanitanya dengan sepenuh hati. Namun pria itu pada akhirnya harus meninggalkan sang wanita terlebih dahulu karena Tuhan telah memanggilnya.

Ku akui ceritanya memang hampir mirip dengan kisah hidup Donghae, aku dan juga Siwon. Mungkin bagi sebagain orang ini hanya kebetulan semata, tapi bagi ku semua ini mengajarkan ku menjadi seorang manusia yang lebih mengerti apa itu arti cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya.

“Oppa, aku akan menikah hari ini. Ku harap kau tersenyum di surga sana, Oppa terima kasih telah mengajari ku arti cinta sesungguhnya. Aku berjanji akan mengenang mu sampai aku mati”

Ku selipkan kembali potonya, lalu ku tutup novel itu dan memandanginya sejenak. Sekarang sudah saatnya aku harus menuju tempat pemberkatan, Siwon pasti sudah menunggu ku. Aku berjalan menuju pintu, ternyata di luar Yuri dan Kyuhyun sudah menunggu ku dengan senyum bahagia yang terlukis sangat tulus di wajah kedua sahabat ku itu.

“Ayo, pangeran sudah menunggu mu” canda Kyuhyun lalu meminta ku untuk mengaitkan tangan ku pada tangannya

“Ayo, acaranya akan segera di mulai” Yuri juga ikut-ikutan. Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkah kedua sahabatku ini yang berusaha menggoda ku.

oOo

Hati ku berteriak gembira, aku hanya mampu tersenyum setelah dengan lancarnya mengucapkan janji suci pernikahan. Rasa gugup yang awalnya kurasakan kini di gantikan dengan perasaan lega sekaligus bahagia, tanpa sadar aku meneteskan air mata penuh suka cita. Jujur saja semua ini masih belum bisa ku percaya. Siwon menghapus air mata ku dengan ibu jarinya kemudian tersenyum pada ku, aku yakin dia juga pasti merasakan perasaan yang sama dengan ku. Siwon menggenggam tangan ku lalu mengecup punggung tangan ku dengan lembut, tak bisa ku elak aku merasakan ketulusan dalam kecupan itu.

“Aku sangat bahagia” ujarnya tersenyum.

“Aku juga sangat bahagia”

“Saranghae, saranghanda Yoona-yaa” ujarnya lalu mengecup bibir ku begitu lembut. Ku pejamkan mata ini, merasakan setiap kecupan yang ia berikan untuk ku. Meskipun ini bukan pertama kalinya bagi ku, namun tetap saja karena ini di lakukan di hari paling bersejarah maka ini menjadi sangat special bagi ku.

oOo

Kini semua orang memberikan ucapan selamat pada kami berdua, sahabat, rekan kerja mapun keluarga semuanya bahagia melihat kami berdua akhirnya resmi menjadi sepasang suami istri. Bibi Jung memeluk ku, matanya nampak berkaca-kaca.

“Jadilah istri yang baik Yoona-ah” ujar Bibi Jung mengusap kedua pipi ku.

“Emm itu pasti bi, aku akan melakukannya. Terima kasih sudah membesar ku selama ini”

“Hai jangan menangis, sekarang kau sudah mempunyai orang tua kau juga sudah mempunyai suami” bibi Jung mengusap air mata ku yang tiba-tiba turun tak bisa ku kendalikan.

“Siwon-ah jagalah Yoona, cintalah dia dengan sepunuh hati mu dan bahagiakanlah dia. Bibi akan selalu mendoakan kalian berdua”

“Nde, aku akan lakukan itu semua Bi”

“Bibi” ujar Siwon saat Ibunda Donghae terlihat tersenyum bahagia. Siwon menghampiri beliau lalu memeluknya begitu erat.

“Selamat atas pernikahan mu Siwon-ah” ujar Ibunda Donghae matanya nampak berkaca-kaca.

“Nde, terima kasih Bi. Aku berjanji akan membahagiakan Yoona”

“Tentu saja kau harus melakukan itu, Yoona-ah selamat atas pernikahan mu. Jadilah istri yang baik sayang. Tuhan memberkati mu”

Aku mengangguk dengan air mata yang hampir jatuh lalu ku peluk Ibunda Donghae. Akhirnya aku menangis di bahunya, rasanya kini semua beban yang membelenggu ku selama ini hilang sudah.

“Jangan memangis Yoona-ah, jangan memangis” ujarnya terdengar lembut di telinga ku.

oOo

Aku berjalan di halaman belakang sekolah, menikmati suasana tenang di tempat favorit ku dengan Siwon saat masih duduk di bangku SMA. Oh 14 tahun sudah berlalu, namun tempat ini sama sekali tak berubah. Bangku yang dulu kami selalu gunakan untuk makan siang bersama, atau mengerjakan pekerjaan rumah letaknya masih sama mungkin hanya warnanya saja yang berubah.

Pepohonan yang tumbuh mengelilingi halaman ini pun masih sama, tak ada yang berubah masih sama percis seperti 14 tahun silam. Semakin lama aku berada di sini aku merasa seperti menonton sebuah film yang kembali di putar, aku melihat bayangkan ku saat sedang menggangu Siwon tidur, aku juga melihat bayangan kami saat sedang makan siang bersama bahkan aku melihat bayangkan ku sedang tidur di atas rerumputan hijau beralaskan buku paket matematika. Aku tersenyum melihatnya, ternyata seperti itu kelakuan ku saat SMA dulu, sungguh kekanakan. Aku jadi menertawkaan diri ku sendiri, tapi jujur saja meskipun sangat kekanakan tapi tetap saja masa SMA adalah masa yang paling indah.

Saat tengah menertawai diri sendiri tiba-tiba sebuah tangan memeluk ku dari belakang, wangi parfumnya yang maskulin serta bahasa tubuhnya yang posesif membuat bibir ku tersenyum. Aku tahu siapa orang di belakang ku, tanpa melihat wajahnya pun aku bisa menebaknya.

“Tak ada yang berubah dari tempat ini, masih sama seperti 14 tahun yang lalu” ujarnya berbisik di telinga ku.

“Aku juga berpikir seperti itu”

“Yah kau benar, tempat ini menggambarkan perasaan kita yang tak pernah berubah meski telah termakan waktu yang cukup lama” ujarnya kembali. Aku tersenyum lalu membalikan tubuh ku menghadapnya.

“Kita sudah jauh-jauh kesini, bagaimana kalau kita tidur di atas rerumputan lagi. Seperti dulu emmm”

Ku lihat dia mengangkat satu alisnya mungkin heran mendengar ajakan ku. “Kau ingin menjadikan lengan ku sebagai bantal mu lagi?” tanyanya aku mengangguk pasti.

“Oke, aku juga ingin” lanjutnya mencubit kedua pipi ku.

oOo

Siwon menatap ku begitu lama, setiap kali aku ingin bergerak dia pasti mencegah ku dan menyuruhku untuk tetap tidur di lengannya. Aku pun tak bisa protes hanya menuruti saja perintahnya dan kembali menatapnya lagi. Jika sudah begini kami seperti tengah menelaah perasaan masing-masing lewat kontak mata, tanpa bersuara dan jika sudah begini biasanya selalu aku yang kehabisan kata-kata. Tanpa ku sadari tangan Siwon bergerak di wajah ku, menyingkirkan helai demi hela rambut ku. Mungkin agar lebih jelas dia melihat wajah ku.

“Kau ingin pergi bulan madu kemana?” tanyanya begitu pelan.

“Terserah kau saja, kemana pun kau pergi aku pasti ikut”

“Tentu saja, jika kau tidak ikut lalu aku bulan madu dengan siapa lagi?” ucapnya lalu tersenyum, aku pun juga ikut tersenyum. Siwon menarik ku kedalam dekapannya, nafasnya yang hangat dapat ku rasakan, wangi tubuhnya yang maskulin kini tercium dengan jelas oleh indra penciuman ku. Siwon mendekap ku setelah sebelumnya mendaratkan sebuah kecupan di kening ku.

“Choi Yoona, saranghanda, saranghanda, neomu saranghanda Choi Yoona” ucapnya namun seperti sebuah bisikan di telinga ku. Aku mengulum senyum lalu ku daratkan bibir ku mengecup pipinya. Setelah itu aku kembali bersandar di dadanya dan mulai memejamkan mata lagi.

Sesaat kemudian ku rasakan tangan kekar Siwon memeluk pinggang ku begitu posesif. Pelukannya yang seperti ini membuat tubuh ku terasa hangat. Mungkin siang ini aku akan tidur nyenyak di dalam dekapannya. Dan ku harap saat nanti aku bangun dengan senyum yang merekah di wajah ku untuk menyambut kehidupan baru kami sebagai sepasang suami istri.

oOo

 

 

Adakah yang masih menganggap jika cinta sejati itu hanya omong kosong belaka? Mungkin sebagian orang masih berpikir seperti itu, tapi sebagian orang juga mempercayai jika cinta sejati itu memang benar adanya. Jika sudah begitu tergantung pada individu masing-masing, mau pilih yang manakah? Namun yang jelas, kepercayaan, menerima apa adanya,saling menyayangi dan ketulusan adalah kunci dari sebuah cinta sejati. Serta cinta sejati akan di rasakan oleh orang yang benar-benar mempercayainya.

 

“FIN”

Yeyyy happy ending…happy ending…happy ending….hiyaa heboh sendiri xD. Inikah ending yang readers harapkan dari FF Y Saranghae? Atau masih kurang? *yaelah apa sih mau kalian?? Muka horor* ampun saya hanya bercanda ko kekekek….

Jujur yah sebenarnya saya udah lama mikir buat sequel FF Y Saranghae, tapi karena merasa kasian sama tokoh Donghae yang akhirnya mati jadi saya urungkan. Tapi ternyata gejolak alur yang terus menghantui saya ditambah readers yang ternyata banyak yang kecewa sama endingnya jadi saya buat sequel ini. *Sebenarnya saya juga kecewa kenapa readers tidak bisa menangkap arti atau makna dari FF Y Saranghae. Tapi tidak semuanya juga begitu ko.”

Tapi ya sudahlah, berkat kritik, komentar dan saran dari readers akhirnya jadilah OS ini. Bagaimana berantakan kan? Kependekan atau malah kepanjangan(?) tadinya malah mau buat ficlet  tapi berkat liat cover yang kak illuth buat jadi aku berubah pikirannya dan memutuskan untuk menjadikannya OS. So buat kak iluth terima kasih banyak kakak ku sayang, sumpah disini Siwon Donghaenya tamvan :3 heheh Yoona-nya juga cantik…

Meskipun sudah tak ada di ceritanya tapi aku sengaja menampilkan Donghae di dalam cover, tahulah yah tanpa Donghae ceritanya gak bakal gini.

So buat readers please aku pengen kalian memberikan pendapat tentang FF ini, aku udah kabulin requesan kalian lho *Ngacem ceritanya hahahah*

Cukup sekian di tunggu komentarnya dan sampai jumpa, annyeong….

Tinggalkan komentar

107 Komentar

  1. hehe
    mssih aq yg koment belakangan…

    msh gk nyangka kalo hae uda gk ada (ff).
    walupun gitu yg penting endingnya tetep gk mewek..

    i still wait your next ff project..
    fighting

    Balas
  2. mutiara

     /  September 11, 2013

    akhirnya happy ending kyaaa><
    keren eonn sequelnya
    sekian lama aku menunggu sequel ini akhirnya muncul juga wkwk
    ditunggu project mu eonn 😀 fighting:))

    Balas
  3. kimy

     /  September 15, 2013

    waaaaa sedih banget tapinya terbayang dari ceritanya kalo kisah cintanya penuh lika liku dari siwon oppa kaya yg ragu gitu

    Balas
  4. rizva Eunjeun

     /  September 17, 2013

    msh gx trima donghae mningal #npa gw kya yoonhae shipper…???
    but dtnngu projectan slanjutny

    Balas
  5. nitaaaaaaaaa…. eonni datang!!!! telat bgt bacanya T_T
    gk bsa berkata-kata, tetap aja mewek baca ffmu ini…. Y Saranghae emang terlalu membekas dhati,….
    krn ini dr sisi yoona, jd sisi siwonny gk terekspos (? ) …
    ada beberap typo, gk masalah y…. n plajaran yg diambil udh kmu jabarin d atas tnpa readers hrs repot2 memikirkan ap makna dr ff ini…. #hug+kiss

    Balas
  6. kyaaaaaaaaaaa happy endinggg. aku tunggu project ffnya author nita yang lain loooh:)

    Balas
  7. viera

     /  September 20, 2013

    ahh happy endingnya 🙂

    Balas
  8. Merisa Hermina putri

     /  September 21, 2013

    Hahhh akhirnya nikah juga !!!! Kirain ending bakal yoona udah hamil hehehehehe tapi keren keren keren

    Balas
  9. penny

     /  September 26, 2013

    suka sma sequel nya…hebatt..
    Makasih thor…:)

    Balas
  10. aprilyoonwon

     /  November 12, 2013

    Hwuuuaaa… happy ending..

    Balas
  11. mutiarananda

     /  Desember 3, 2013

    Hiaaaaaa.hahahaha kereeen 🙂

    Balas
  12. hanna lee

     /  Desember 13, 2013

    Yeyyy happy ending! Keren keren author di tunggu cerita yg lebihnya ya^^

    Balas
  13. tia risjat

     /  Maret 10, 2014

    yeyeyeye…. selamet ya yoonwon. jangan merasa bersalah sama haeppa, karena dia juga pastinya ga mau kalo kalian jd begitu. happy wedding dan semoga cepet punya baby yang lucu! #apaansich?

    Balas
  14. shin bi

     /  April 3, 2014

    moga2 mrka nikah beneran deh… Untg gk sad end. Kalo iya mewek deh..

    Balas
  15. Dede

     /  Juni 8, 2014

    Seru bnget.tapi knph engga dceritakan smpei pnya anak pasti lebih seru?

    Balas
  16. Choi Han Ki

     /  Oktober 28, 2014

    Ahh donghae meninggal… Walaupun yoonwon kembali bersama tapi rasa bersalah selalu menghantuinya

    Balas
  17. raratya19

     /  Oktober 20, 2015

    finally,,yoonwon bersatuuu, walaupun memakan waktu yyg lamatapi tidak apa2 😀

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: