[FF] Journey of Love (Chapter 4)

journey of love

Title: Journey of Love

Story By: Nitahyunmichoi

Main Cast: Choi Si Won, Im YoonA, Choi Sooyoung, Lee Jong Hyun

Support Cast: Kim Myungsoo, Jung Soo Jung, Choi Minho, Park Gyuri

Genre: Drama, Family, Romance, Sad || Length: Chapter || Rating: General

Blog:nitayoonwonfanfiction.wordpress.com || Twitter: @Nita_Rahayu22 – @nitayoongwonie

Disclaimer: Cerita dalam FF ini terinspirasi dari drama-drama Korea yang pernah saya tonton, namun  selebihnya, alur serta karakter tokoh adalah murni hasil imajinasi saya sendiri.

Poster By: @Illah_Iluth

oOo

Journey of Love Chapter 4

oOo

Hujan tiba-tiba mengguyur deras kota Seoul malam itu, ditambah sedikit angin yang berhembus kencang menciptakan udara dingin mulai menusuk tulang. Siwon yang baru saja keluar dari sebuah minimarket mendesah kesal akibat hujan yang datang tak di undang, dampaknya dia jadi susah untuk pergi karena mobilnya yang terparkir di depan sebuah cafe di sebrang jalan sana.

“Sial” gerutu Siwon kesal. Tak ada pilihan lain bagi pria bertubuh tinggi itu selain menunggu hujan reda, menunggu dan entah sampai kapan itu. Sembari menunggu hujan reda Siwon hanya melamun melihat rintik-rintik hujan yang berjatuhan dari atas langit hitam tak berbintang. Otaknya kosong karena pikirannya melayang entah kemana. Siwon sempat terhayut dengan lamunannya sampai akhirnya suara jeritan seorang wanita membangunkannya dari alam bawah sadar.

“Tolong!!! Tolong!!”

Siwon segera mencari sumber suara itu, sampai akhirnya matanya menangkap seorang wanita paruh baya terlihat bingung mencari bantuan. Tanpa menunggu lagi Siwon segera berlari menuju wanita itu, dia seakan lupa jika sekarang sedang hujan lebat.

“Ada apa Ahjumma?” tanya Siwon sudah basah kuyup saat sudah menghampiri Ahjjuma tersebut.

Ahjumma berpayung kuning itu menunjukan seorang wanita yang tergeletak di depannya.

“Dia pingsan” tunjuk Ahjumma itu panik. Siwon mengikuti arah pandang ahjumma itu.

“Yoona!!” Siwon terlonjak kaget melihat wanita yang tak asing bagi dirinya tergeletak tak sadarkan diri.

“Kenapa? Kenapa dia bisa begini?” tanya Siwon panik. Ahjjuma itu hanya menggeleng sebagai jawaban jika dirinya juga tidak tahu.

Siwon kembali melihat Yoona yang tak sadarkan diri dengan wajah yang pucat pasi “Kau kenapa?” cemas Siwon.

oOo

Siwon membaringkan Yoona di tempat tidurnya lalu menyalakan penghangat ruangan. Sebenarnya Siwon pun kedinginan, namun sepertinya dia tak memperdulikan dirinya dan lebih fokus pada Yoona. Setelah menyelimuti Yoona, Siwon berjalan menuju lemari besar yang terdapat di sudut ruangan. Mencari-cari pakaian yang setidaknya tidak kebesaran untuk Yoona. Setelah Siwon menemukan sebuah baju berbahan kain rajut, Siwon kembali berjalan menuju tempat tidur lalu duduk di samping Yoona. Siwon menyibakan selimut yang menutupi tubuh Yoona kemudian tangan kanannya mulai bergerak membuka baju Yoona. Namun baru satu kancing ia buka, Siwon tak melanjutkannya. Nampaknya ia baru menyadari suatu hal.

“Haruskah ku lakukan ini?” tanya Siwon pada dirinya sendiri lalu menatap wajah pucat Yoona. Siwon kembali berdiri, berniat mencari bantuan. Tapi pada siapa? Dia tak punya teman wanita, tetangga? Tidak, Siwon bukan orang yang suka bertegur sapa dengan tetangganya sehinga tak ada seorang pun yang ia kenal di sini.

Siwon mengurungkan niatnya, dia merasa percuma saja melakukan itu karena hanya akan membuang-buang energi saja. Toh dia sudah yakin pasti tidak akan ada yang mau menolongnya, apa lagi ini sudah larut malam.Siwon pun kembali memandang wajah Yoona. Pucat, itulah yang Siwon lihat meski tak bisa Siwon pungkiri gadis itu tampak cantik, bahkan saat parasnya pucat pun dia masih tak kehilangan kecantikannya.

Siwon kembali duduk di samping Yoona, memikirkan apakah ia harus melakukan itu pada seorang gadis?Tapi jika ia tak segera melakukannya maka besok pagi ia akan menemukan Yoona yang membeku karena memakai baju basah, Siwon tak mau hal itu terjadi. Akhirnya dengan keberanian, dan berpikir jika ia ingin menolong Yoona, Siwon pun kembali melepaskan satu persatu kancing kemeja yang Yoona pakai.

oOo

Yoona mengerjap-ngerjapkan matanya saat sinar matahari yang hangat memaksanya untuk bangun. Dengan malas Yoona pun perlahan bangkit dari tidurnya, namunsaat ia bangun handuk kecil jatuh dari keningnya. Yoona nampak bingung, sampai akhirnya dia sadar lalu segera mengamati tempat sekarang ia berada. Yoona berusaha mengingat-ngingat kejadian semalam yang ia alami, namun dia tak berhasil mengingat kenapa ia bisa berada di kamar asing ini.

Yoona pun menyibakan selimut yang menutupi tubuhnya, dia langsung terkejut saat melihat pakaian yang ia kenakan tidak sama dengan pakaian semalam. Yoona mulai ketakutan, pikirannya sudah mulai negatif sampai akhirnya suara pintu terbuka membuatnya terlonjak.

Yoona melihat seorang pria tinggi yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, Yoona belum bisa bersuara. Dia masih memperhatikan pria tersebut yang sepertinya tak menyadari jika dirinya sudah bangun.

“Kau? Kenapa ada disini?” Dengan enggan akhirnya Yoona bersuara. Membuat Siwon yang tengah mengeringkan rambutnya itu menoleh padanya.

“Kau sudah bangun” ujar Siwon santai lalu membuka lemari pakaiannya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” teriak Yoona mulai takut.

“Apa yang ku lakukan disini? Maksud mu apa?” Tanya Siwon balik

“Kau? Dimana aku? Dan…dan kenapa pakaian ku jadi seperti ini?” tanya Yoona gugup karena Siwon mulai berjalan mendekatinya.

“Aku tidak melakukan apa pun pada mu, justru kau harus berterima kasih pada ku.” jawab Siwon menjelaskan, tapi Yoona masih belum sepenuhnya mengerti. “Memangnya semalam aku kenapa?”. Pikir Yoona.

“Jangan bilang kau yang mengganti pakaian ku semalam?” mata Yoona membulat kaget.

Siwon tersenyum “Kalau bukan aku siapa lagi?” ujarnya lalu kembali berjalan lemari pakaian.

“KENAPA KAU BEGITU LANCANG? APA YANG SEMALAM KAU LAKUKAN PADA KU?” CEPAT KATAKAN?” Yoona berteriak keras lalu melemparkan sebuah bantal pada Siwon dengan api kemarahan dalam dirinya yang tiba-tiba memuncak.

“Apa?” tanya Siwon masih dengan nada santainya. Belum sempat Siwon memakai bajunya ia sudah kembali berjalan kearah Yoona.

“Jadi kau mengharapkan sesuatu terjadi diantara kita semalam Nona Im Yoona?” tanya Siwon tersenyum. Namun entah kenapa Yoona jijik melihat senyumannya dan…tiba-tiba Yoona teringat seseorang saat melihat senyuman Siwon.

“Siapa kau? KAU SIAPA? Kenapa kau tahu nama ku sebelum malam itu, dan kenapa kau tahu jika aku berasal dari Busan?” tanya Yoona mulai ketakutan lalu kembali menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

Siwon tertawa tanggung “Ku rasa kau mempunyai ingatan yang buruk Nona Im Yoona”

“Cepat katakan, siapa dirimu? SIAPA NAMA MU?” teriak Yoona prustasi karena tidak berhasil mengingat pria dihadapannya saat ini.

“Jadi kau tidak tahu siapa aku?” tanya Siwon sangat bertele-tele. Membuat Yoona merasa muak akan sikapnya itu.

“Aku tidak tahu siapa diri mu, cepat katakan sebelum aku berteriak” ancam Yoona nampak serius.

Mendengar ucapan Yoona yang agak mengancam Siwon pun mencondongkan badannya pada Yoona membuat gadis itu berusaha menjauh menjaga jarak darinya.

“Benar kau tidak mengingat ku? Atau kau pura-pura tidak mengingat ku?” tanya Siwon pelan, deru nafasnya yang harum mint menerpa permukaan wajah Yoona. Yoona menggelengkan kepalanya tanda tak tahu, tapi dia juga berusaha mengingat kembali siapa pria dihadapannya kini. Yoona menatap sorot mata tajam Siwon, sampai akhirnya matanya membulat seperti baru mengingat sesuatu.

“Choi Si Won?” ucap Yoona ragu.

“Kau masih mengingat ku?” tanya Siwon tersenyum.

“Kau???”

“Yah kita pernah bertemu beberapa tahun lalu” potong Siwon.

Yoona menelan salivanya sendiri, merasa masih belum bisa percaya jika pria yang kini berada di depannya adalah pria angkuh dan menyebalkan yang sangat  ia benci. Namun dengan melihat sorot dari mata hitam tajamnya Yoona yakin, jika benar pria ini adalah Choi Siwon, kakak tiri kekasihnya.

Dengan cepat Yoona mendorong dada Siwon agar menjauh darinya.

“Dasar pria brengsek” bisik Yoona tajam nada kebencian sangat kentara di setiap kata yang terucap dari bibir tipisnya.

“Dulu aku pernah bilang jika kita pasti akan bertemu kembali, kau lihat sekarang kan? Takdirlah yang mempertemukan kita. Ini semua sungguh di luar dugaan ku” ucap Siwon dengan gaya arogannya yang membuat Yoona membuang muka mendengar perkataannya.

“Kejadian malam itu? Kau dalang dari semuanya kan? Kedua preman malam itu kau juga yang menyuruh mereka kan? Agar kau menyelamatku seperti pernah kau lakukan sebelas tahun silam pada ku. BENARKAN?” tebak Yoona berteriak marah dan langsung menyimpulkan semuanya tanpa berpikir panjang.

Siwon tersenyum tak percaya mendengar tuduhan Yoona terhadapnya “Apa memang kau selalu berpikir jika aku pria jahat? Apa aku seperti itu dihadapan mu?”

Yoona menatap Siwon dengan tatapan penuh amarah serta kebencian, ingin sekali dia menampar pria itu jika saja dia mempunyai tenaga yang penuh “Kau memang pria jahat, pria brengsek bahkan kau melakukan ini semua pada ku. Sekarang jawab pertanyaan ku apa yang kau lakukan semalam pada ku cepat katakan” ujar Yoona kali ini nada suaranya agak sedikit merendah berharap dengan begitu Siwon akan menjawab pertanyaan dengan tidak berbohong.

“Sudah ku bilang aku tak melakukan apapun pada mu, aku hanya mengganti pakaian mu saja. Hanya itu” ujar Siwon dan membuat mata Yoona mulai berkaca-kaca.

“LALU KENAPA KAU LAKUKAN ITU? KENAPA KAU TIDAK MEMBIARKAN KU MATI KEDINGINAN SAJA!!! Meledak sudahlah amarah Yoona, matanya memarah menahan air matanya dengan sekuat tenaga agar tak keluar di depan Choi Siwon.

“Apa kau pikir aku gila membiarkan dirimu dalam keadaan seperti itu?Mekipun kau bilang aku pria brengsek tapi…” kalimat Siwon menggantung, Siwon terlihat enggan untuk melanjutkannya.

“Tapi apa?” tuntut Yoona.

“Tapi aku tak bisa membiarkan mu mati” lanjut Siwon pelan lalu membalikan tubuhnya menjauh dari Yoona.

“Aku sudah sediakan air hangat untuk mu mandilah” titah Siwon setelah memakai bajunya.

Yoona tidak merespon perintah Siwon, dia masih tampak marah dengan semua kejadiaan ini. Kejadian yang membuatnya stress karena dia pun tak mengingat kejadian semalam sehingga belum bisa mempercayai semua jawaban yang keluar dari mulut Siwon.

“Hai kau tidak mendengar ku?” tegur Siwon. Tiba-tiba saja Yoona menatapnya “Aku akan menganggap jika semua ini tak terjadi, termasuk kejadian semalam..” ujar Yoona lalu menyibakan selimutnya dan turun dari ranjang. Yoona memungut pakaian basahnya yang berserakan dilantai kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu. Namun belum sampai keluar, suara Siwon sudah menghentikan langkahnya.

“Tapi aku tidak bisa menganggap jika semua ini tak terjadi, karena aku sudah melihat semuanya” Siwon menyelesaikan kalimat yang memojokan Yoona itu dengan sebuah senyum smirk di bibirnya.

Yoona meremas dengan kuat baju di genggamannya, merasa harga dirinya sebagai seorang wanita sudah benar-benar hancur hanya karena perkataan Siwon yang secara tidak langsung melecehkannya. Yoona merasa dia baru saja menjadi seorang pelacur yang habis tidur dengan seorang pria hidung belang.

Tanpa sadar Yoona menitikan air mata, meskipun dia sudah berusaha untuk menahannya tapi tetap tak bisa. Yoona pun tak bisa marah pada Siwon karena semalam dia tak tahu apa-apa.

“Terima kasih atas perkataan anda Tuan Choi Siwon, anda adalah pria pertama yang melecehkan ku dengan kata-kata yang begitu halus. Jika seperti ini, anda seperti seorang pria hidung belang, bahkan anda lebih bejad dari kedua preman malam itu.” ujar Yoona lalu menyeka air matanya. Dadanya mendadak sesak setelah menyelesaikan kalimat itu.

Yoona pun kembali melangkahkan kakinya untuk pergi namun sayang tangan Siwon sudah lebih dulu menariknya. Yoona memberontak, mencoba melepaskan kedua tangan Siwon tapi nyatanya tenaganya sudah habis sehingga kini dia hanya bisa menangis.

“Pria hidung belang? Apa kau merasa terlecehkan oleh perkataan ku?” tanya Siwon begitu entengnya. Ingin sekali Yoona menampar wajahnya atau meludahi wajahnya jika saja ia sudah kehilangan akal sehatnya.

“Oh ayolah Im Yoona, aku tidak melakukan apa pun pada mu” rujuk Siwon kembali menjelaskan tapi kembali perkataannya terdengar tak tulus di telinga Yoona.

“Sudah cukup, aku tidak tahu apa yang kau lakukan pada ku semalam. Sekarang lepaskan aku, aku ingin pulang”pinta Yoona memelas dengan air mata yang tak bisa ia tahan. Yoona benar-benar tak punya lagi tenaga untuk berteriak apalagi melawan kuatnya tenaga Siwon, dia sudah terlalu lelah dengan semua ini.

Perlahan namun pasti Siwon pun melepaskan tangannya yang memegang kedua tangan Yoona, membiarkan Yoona berbalik. Tepat saat Yoona berbalik air matanya semakin deras keluar, Yoona merasa harga dirinya benar-benar sudah hancur, meskipun Siwon mengatakan jika dirinya tak melakukan apa-apa padanya namun tetap saja kejadian ini membuat Yoona merasa tak lagi menjadi seorang gadis “suci” lagi, Yoona meninggalkan Siwon yang masih diam ditempatnya

“Kau, bajingan Choi Siwon” gumam Siwon pada dirinya sendiri.

oOo

Suasana sarapan keluarga Choi kali ini terlihat sepi, tak ada obrolan hangat yang biasanya selalu tercipta. Sooyoung, gadis itu juga terlihat tak semangat menyantap sarapan paginya. Padahal menu yang tersaji di meja semuanya adalah makanan kesukaannya.  Pagi ini Sooyoung  terlihat pendiam dan agak sedikit murung, sejak sarapan di mulai dia  hanya menatap kosong pada piring nasinya sambil sesekali curi-curi pandang pada sang ibunda yang tengah menyantap sarapan.

“Ada yang ingin kau bicarakan Sooyoung-ah?”

Sooyoung terperanjat kaget saat ibunya bersuara di tengah-tengah keheningan. Sooyoung menelan salivanya lalu pura-pura fokus pada makanannya.

“Eomma tahu dari tadi kau terus memperhatikan Eomma, apa ada sesuatu yang ingin kau tanyakan pada Eomma?” lanjut Ny Choi menghentikan makannya.

Sooyoung pun kembali meletakan sendok dan garpunya lalu menatap sang ibunda yang duduk bersebrangan dengannya.

“Eomma, gadis yang semalam itu siapa?” tanya Sooyoung to the point.

“Siapa maksud mu?” tanya Ny Choi berusaha memasang wajah setenang mungkin.

“Gadis yang semalam memanggil mu “Eomma” ujar Sooyoung kali ini lebih jelas. Sebelum menjawab Ny Choi membuang nafas dulu.

“Eomma tidak tahu siapa dia” jawab Ny Choi tersenyum tipis. Tapi Sooyoung nampak belum puas mendengar jawabannya.

“Benarkah Eomma tidak tahu siapa dia? Tapi kenapa dia memanggil mu Eomma?” tanya Sooyoung menatap Ny Choi yang nampak berpikir untuk menjawab pertanyaannya.

“Mungkin Eomma mirip dengan ibunya, itu bisa saja terjadikan? Lagi pula Eomma tak punya putri selain diri mu Sooyoung-ah.” Ujar Ny Choi tersenyum palsu.

Meskipun masih belum bisa percaya Sooyoung mengangguk mengerti “Nde, Eomma benar” jawab Sooyoung tersenyum kaku lalu kembali melanjutkan makannya dalam keheningan.

oOo

Sesampainya dirumah pertahanan Yoona kian runtuh, dia terkulai dilantai dengan tubuh yang lemas ditambah sepanjang jalan tadi Yoona terus menangis, mengingat semua perkataan Siwon yang melecehkan dirinya juga mengingat kejadian semalam saat bertemu dengan sang ibunda yang ternyata tak mengakui dirinya sebagai puri kandung. Tangisan Yoona kian pecah tak kala menyadari jika hidupnya selama ini begitu tersiksa, harus di tinggal ibu kandungnya, saat bertemu lagi ternyatadirinya tak di akui ditambah dengan kehadiran Siwon yang semakin membuat hidupnya bertambah pelik.

“Eomma…Eomma…”lirih Yoona serak dan kembali menangis lagi.

 

oOo

Siwon turun dari dalam mobilnya, tepat saat ia turun Jong Hyun – sang adik tiri juga baru turun dari dalam mobil. Siwon yang menyadari kehadiran Jong Hyun hanya tersenyum acuh sambil berlalu tanpa ada niat sedikit pun untuk menyapa Jong Hyun.

“Hyung!!”

Siwon langsung mendengus kesal saat suara panggilan itu kembali ia dengar. Siwon memang sudah menduga jika Jong Hyun akan memanggilnya, akhirnya dengan terpaksa Siwon pun menghentikan langkah kakinya namun tanpa menoleh pada Jong Hyun. “Biarkan saja dia yang menghampiri ku” Ucap Siwon dalam hati.

“Semalam kau tidak pulang ke rumah, apa kau pulang ke apartement mu lagi?” tanya Jong Hyun ramah. Namun Siwon justru menganggap jika pertanyaan yang baru saja Jong Hyun lontarkan adalah pertanyaan yang sangat bodoh sehingga dia malas untuk menjawabnya.

“Memangnya mau pulang kemana lagi” jawab Siwon dingin lalu kembali berjalan.

“Hyung, hari ini adalah rapat pertama bagi ku,aku benar-benar tegang. Mana hari ini aku harus melaporkan hasil pekerjaan tim kami” ucap Jong Hyun sambil membayangkan suasana yang tak pernah ia rasakan sebelumnya di rapat nanti.

“Kau tidak usah tegang, yang penting siapkan saja mental mu” ujar Siwon yang langsung mendapat anggukan semangat empat lima dari Jong Hyun.

“Kau benar Hyung, aku benar-benar sudah tidak sabar masuk ke ruang rapat”seru Jong Hyun entah angin dari mana tiba-tiba bersemangat seperti itu.

“Aku juga sangat tidak sabar untuk menantikan rapat nanti” sahut Siwon tersenyum misterius.

Jong Hyun hanya meresponya dengan senyuman, mereka berjalan beriringan sampai akhirnya harus terpisah karena Siwon masuk kedalam lift sementara Jong Hyun mendapat panggilan dari Manager Han yang sudah menunggunya.

“Siapkan diri mu untuk rapat nanti” ujar Siwon sebelum pintu lift tertutup. Jong Hyun yang berdiri di luar lift hanya menganggukkan kepalanya. Perlahan Siwon pun sudah mulai menghilang karena pintu lift yang kembali tertutup.

“Bodoh” tukas Siwon setelah pintu lift tertutup.

“Kau pasti bisa Jong Hyun Hwaiting!!!!” bisik Jong Hyun menyemangati dirinya sendiri.

“Lee Jong Hyun, kajja” teriak pria bertubuh gempal di ujung sana.

“Nde, aku segera kesana” jawab Jong Hyun kemudian berlari menghampiri Manager Han.

oOo

Soo Jung menggebrak meja dengan keras sehingga orang-orang yang berada di perpustakaan merasa terganggu oleh suara dentuman keras yang berasal dari gebrakannya. Begitu pula dengan Myungsoo yang tengah asyik membaca buku merasa terusik oleh sikap Soo Jung yang tiba-tiba kasar.

“Ada apa dengan mu Soo Jung?” tanya Myungsoo lalu menutup buku yang sedang ia baca. Soo Jung membuang nafas kasar sebelum bersuara, sepertinya gadis itu benar-benar sedang marah besar.

“Kau sengaja kan melakukan itu pada Minho?” tanya Soo Jung nadanya terdengar ketus.

“Apa maksud mu?” tanya Myungsoo tak mengerti.

“Kau jangan pura-pura tidak tahu, kau sengajakan mendorong Minho dilapangan? Kau ingin dia cederakan? Dengan begitu tim basket mu bisa menang di babak final nanti?” tegas Soo Jung murka, Myungsoo hanya bisa tersenyum acuh mendapat tuduhan konyol dari gadis yang ia sukai itu.

“Mwo? Jadi kau menyalahkan aku?” tanya Myungsoo tak percaya.

“Ini semua memang karena diri mu” teriak Soo Jung amarahnya sudah memuncak, sampai-sampai ia tak perduli jika sekarang sedang di perpustakaan.

“Soo Jung apa yang kau lakukan?” tiba-tiba sebuah suara muncul tepat di belakang gadis itu, Soo Jung menoleh. Tak jauh dari tempatnya Minho tengah berjalan tertatih menghampirinya.

“Apa yang kau lakukan disini? Ini perpustakaan” ujar Minho lalu menatap Myungsoo.

“Aku hanya ingin meminta pertanggung jawaban dia saja” jawab Soo Jung menatap Myungsoo kesal.

“Kenapa kau jadi menyalahkan aku, seharusnya kau salahkan saja dia. Siapa suruh jatuh sampai menyebabkan dirisendiri cedara, kau becus tidak bermain hah?” seketika saja Minho membulatkan matanya, emosinya tersulut setelah mendengar dengan jelas perkataan Myungsoo yang begitu gamblang  menghina dirinya. Jika bukan di perpustakaan mungkin saja Minho sudah melayangkan sebuah pukulan manis di wajah Myungsoo.

“Sudahlah, tidak ada gunanya kau bicara padanya. Ayo kita pergi” Minho merangkul pundak Soo Jung untuk pergi. Setelah Minho dan Soo Jung pergi, Myungsoo kembali duduk lalu mulai mengumpat dalam hati.

“Awas kau, tak akan kubiarkan kau merebut Soo Jung” bisik Myungsoo penuh ambisi.

oOo

Yoona menarik kursi lalu duduk. Hari ini wajahnya terlihat tak bersemangat, sepanjang hari paras cantiknya itu terus di tekuk. Tak pernah tersenyum jikalau tersenyum pun pasti hanya senyum yang dipaksakan.  Gyuri menarik kursi lalu duduk berhadapan dengan Yoona “Apa kau sakit?” tanya Gyuri to the point, sepertinya dia juga merasakan perbedaan pada Yoona hari ini.

“A…anio…” jawab Yoona tersenyum kaku.

“Kau jangan bohongi aku Im Yoona, bagaimana pun juga aku adalah teman mu. Jadi aku tahu jika kau sedang sakit atau punya sebuah masalah” ucap Gyuri.

Yoona menghela nafas, benar juga. Dia dan Gyuri sudah berteman lama jadi mana mungkin Gyuri tidak merasakan perubahan pada dirinya, terutama hari ini. Di tambah Gyuri adalah orang yang sensetif terhadap segala sesuatu. Akhirnya Yoona pun memutuskan untuk menceritakan kegundahan hatinya pada sang sahabat – Park Gyuri, toh mau di pendam sampai kapan pun tak akan membuat dirinya merasa kembali sedia kala.

“Semalam aku bertemu ibu ku” ujar Yoona pelan tapi masih bisa terdengar oleh telinga Gyuri.

“Mwo? Jeongmalyo?”

Yoona mengangguk lemah “Aku yakin dia ibu ku Gyuri, aku masih ingat wajahnya..” lanjut Yoona. Mata beningnya seperti menewarang sosok Ny Choi yang tak sengaja bertemu dengannya  tadi malam.

“Lalu, apa ibu mu mengenali mu?”

“Sepertinya dia mengenali ku, tapi dia tak mengakui ku sebagai putrinya” jawab Yoona matanya mulai terlihat berkaca-kaca saat mengingat kejadian semalam yang membuat hatinya kembali sakit.

Gyuri menyentuh tangan Yoona, memberikan semangat pada sahabatnya itu untuk tetap tegar dalam menghadapi masalah. Gyuri memang sudah tahu tentang kehidupan keluarga Yoona. Maka Gyuri bisa merasakan perasaan Yoona yang hancur.

“Aku mengerti perasaan mu” ujar Gyuir tersenyum. Dia tak tahu lagi harus mengatakan apa, yang jelas Gyuri juga prihatin melihat kehidupan Yoona. Apalagi jika sudah membicarakan ibunya.

“Lalu sekarang apa yang harus ku lakukan Gyuri? Ini semua terlalu berat untuk ku, ditambah dia kembali datang dan masuk dalam kehidupan ku secara tiba-tiba. Apa yang harus ku lakukan? Apa aku harus berterima kasih padanya karena dia telah menyelamatkan ku? Atau…aku harus membencinya karena dia telah membuat ku seperti seorang wanita murahan” ujar Yoona lemah. Gyuri mengerutkan keningnya bingung, merasa aneh mendengar perkataan Yoona.

“Maksud mu “Dia” itu siapa? Jong-Hyun?” tanya Gyuri ragu.

Yoona menggeleng lemah “Ani, Jong Hyun tidak mungkin melakukan hal sebrengsek itu” jawab Yoona semakin membuat Gyuri bingung.

“Lalu jika bukan Jong Hyun siapa? Ku rasa kau hanya mempunyai satu teman pria yaitu Jong Hyun, kekasih mu sendiri”

“Bukan Jong Hyun, tapi dia adalah seorang pria dimasa lalu yang sangat ku benci” ujar Yoona lalu menundukan kepalanya.

“A-aku tidak mengerti maksud mu, oh yah bagaimana kabar Jong Hyun? Aku merasa kalian jarang bertemu” tanya Gyuri hati-hati.

“Entahlah, mungkin dia sibuk dengan pekerjaannya setiap kali ku hubungi ada saja alasannya” jawab Yoona kembali menegakkan kepalanya lalu menatap Gyuri.

“Mana boleh dia bersikap seperti itu pada mu, seharusnya sesibuk apa pun dia setidaknya harus menghubungi mu jika memang tidak bisa bertemu. Bukannya malah melantarkan mu seperti ini” ujar Gyuri beropini, Yoona pun langsung diam membisu mencerna perkataan Gyuri yang memang ada benarnya juga.

“Jong Hyun, apa kau memang terlalu sibuk dengan pekerjaan mu sehingga kau melupakan aku?” batin Yoona dalam hati.

oOo

Orang-orang itu keluar dari ruang rapat dengan tampang penuh kecewa, ada juga yang saling berbisik membicarakan kejadian tak terduga yang terjadi selama rapat berlangsung tadi. Namun tak sedikit ada yang berkata secara keras meluapkan kekecewaannya pada kejadian di ruang rapat tadi yang seharusnya tak terjadi.

“Sudah ku duga ini akan terjadi, benar-benar ceroboh”

“Dia masuk kedalam perusahaan ini karena mengandalkan koneksi ayahnya yang merupakan pemegang saham terbesar di perusahaan, makannya dia tidak becus dalam bekerja”

“Anak muda di beri pekerjaan seperti itu, mana mungkin dia bisa”

“Usianya saja belum lebih 25 tahun, jadi mana mungkin dia mempunyai pengalaman dalam berbisnis”

“Tampangnya saja yang kelihatan pintar, tapi rupanya dia sangat ceroboh dan tak tahu disiplin”

Kalimat-kalimat cacian serta bernada kekecewaan itulah yang diucapkan para petinggi perusahaan, mereka kecewa juga menyesal menghadiri rapat yang benar-benar kacau. Bagi mereka kata maaf saja tidak cukup untuk membayar semuanya. Kejadian diruang rapat tadi merupakan suatu kesalahan yang fatal dan sudah tidak bisa di tolerir lagi.

 

Tn Lee menghela nafas kasar lalu kembali menatap Jong Hyun yang berdiri dengan tertunduk.

“Kenapa kau bisa melakukan kesalahan itu?” tanya Tn Lee terlihat marah. Namun tetap pria paruh baya itu berusaha mengontrol emosinya.

“Aku tidak tahu Appa, aku benar-benar sudah menyelesaikan laporannya. Tapi aku tidak tahu kenapa laporan itu bisa hilang” jawab Jong Hyun menjelaskan.

“Apa mungkin laporan itu punya kaki sehingga dia bisa pergi dari meja mu?” tanya Tn Lee kini nada suaranya meninggi.

“Jika Appa tidak percaya, Appa tanyakan saja pada Junsu Hyung. Dia yang membantu ku membuat laporan itu” jawab Jong Hyun masih bersihkeras membela dirinya. Karena memang dia merasa tidak bersalah namun dia juga tidak mengerti kenapa laporan itu bisa hilang dari tasnya. Padahal malam itu dia yakin sudah memasukan laporan tersebut kedalam tasnya.

Tn Lee mengusap wajahnya, bingung apa yang harus ia lakukan saat ini. Dia sudah terlanjur malu atas kejadian di ruang rapat tadi, semua rekan-rekan bisnisnya mempermalukannya juga sudah mencap putranya tak becus dalam bekerja. Namun Tn Lee yakin jika semua ini tidak murni kesalahan putranya, melainkan ada campur tangan dari orang lain yang sengaja melakukan ini.

“Kau yakin laporan itu sudah kau masukan kedalam tas mu?” tanya Tn Lee sekali lagi. Jong Hyun mengangguk pasti.

“Jika memang benar dia pelakukanya berarti dia sudah membunyikan tanda perang, baik jika seperti ini mau mu aku pun juga akan segera bertindak” bisik Tn Lee murka. Rahangnya mengeras membayangkan seseorang yang ia yakini penyebab dari kekacauan ini.

oOo

Siwon menyiram sebuah laporan berwarna merah dengan sebotol bensi, setelah bensin satu botol itu habis dia menyalakan korek api bersiap untuk membakar laporan penting itu. Sebelum membakar laporan tersebut terlebih dahulu Siwon memandang api yang menyala itu dengan sebuah senyum kemanangan di wajahnya.

“Ini belum seberapa Lee Jong Hyun, masih ada kejutan-kejutan lain yang akan ku berikan untuk mu adik ku sayang. Dan untuk ayah tiri ku, memang benar perang sesungguhnya sudah di mulai”

Bushh…

Api pun membakar laporan itu saat Siwon menjatuhkan korek api dari tangannya, hanya membutuhkan beberapa menit saja laporan yang sangat penting itu sudah berubah menjadi abu. Siwon tersenyum puas setelah rencananya ini berhasil ia jalankan, sekarang saatnya dia merancang rencana-rencana baru untuk membongkar kejahatan sang ayah tiri namun dengan tumbal Lee Jong Hyun.

“Aku sudah terlanjur menjadi orang jahat, dan aku akan melanjutkannya sampai aku mendapatkan apa yang ku inginkan”

oOo

Seorang pria bertubuh atletis duduk di sebuah sudut cafe, dengan di temani secangkir coffe panas dia menikmati waktu istirahatnya dengan bersantai. Pria itu menghela nafas saat melihat arloji yang melingkar dipergelangan tangannya, melihat raut wajahnya yang tampak kesal sepertinya dia sedang menunggu seseorang yang tak kunjung datang. Akhirnya keresahannya pun lenyap saat seorang pria membuka pintu cafe lalu berjalan menuju tempatnya.

“Maaf sudah membuat Samchon menunggu lama” ujar Siwon tersenyum lalu duduk berhadapan dengan pria itu.

“Kau ini, untung saja sekarang jam istirahat sehingga aku tidak perlu takut dianggap bolos kerja. Oh yah ada apa ingin menemui ku? Kenapa tidak langsung datang ke kantor polisi saja. Kau tahu kedatangan ku kemari menarik perhatian sekali” ucap pria berseragam polisi itu setengah berbisik di kalimat terakhirnya. Siwon terkikik geli.

“Maaf, sebenarnya aku sengaja mengajak Samchon kemari. Kitakan sudah lama tidak ngobrol-ngobrol” ujar Siwon pada pria itu – Pak Jin Young.

“Ya sudah kau ingin mengatakan apa pada ku?” tanya Jin Young seperti sudah bisa menebak isi kepala keponakannya itu.

“Apa Samchon sudah bisa menemukan bukti tentang kematian Ayah ku?” tanya Siwon.Jin Young menghela nafas, dia sudah dapat menebak jika maksud Siwon ingin bertemu dengannya adalah untuk menanyakan hal itu.

“Bukannya aku tidak mau membantumu Siwon-ah, aku sudah berusaha bahkan setiap hari selalu menyempatkan untuk menyelidiki kematin Ayah mu. Tapi tak ada bukti sama sekali, ditambah kejadian itu sudah lebih dari sepuluh tahun” jawab Jin Young sedikit  menyesal. Siwon tersenyum miris “Benar, kejadian itu sudah lama sekali. Tapi kenapa aku selalu merasa jika kejadian itu baru terjadi kemarin malam” ujar Siwon lemah.

“Setiap hari wajah Ayah selalu terbayang di ingatan ku” lanjut Siwon matanya tampak memarah.

“Aku juga ikut sedih, karena bagaimana pun juga Ayah mu adalah Kakak ipar paman” ujar Jin Young.

“Mungkin jalur hukum tak bisa menguak semuanya, tapi aku yakin kematian Ayah adalah kematian yang di rencanakan oleh beberapa orang yang ingin merebut perusahaan” ujar Siwon kembali beropini. Keyakinan itu tetap ia yakini semenjak dirinya masih kecil.

“Kalau begitu siapa? Ku rasa Ayah mu tidak pernah mempunyai musuh?”

“Samchon benar, Ayah ku memang tak pernah mempunyai musuh. Ayah ku mempunyai banyak teman, tapi jangan salah, teman pun bisa berubah menjadi musuh hanya karena sebuah ambisi. Samchon tidak usah khawatir, aku yakin teman sekaligus musuh selimut ayah ku adalah orang yang selama ini ku kenal”

“Apa maksud mu Ayah tiri mu? Kau masih mencurigainya?”

“Sampai mati pun aku akan tetap mencurigainya, mungkin sekarang aku tak bisa bertindak karena aku tak mempunyai bukti tapi lihat saja nanti,jika bukti sudah ku dapatkan akan ku ungkap siapa diri mu yang sesungguhnya Tuan Lee Jang Hun” ucap Siwon mengepalkan kedua tangannya tak kala wajah sang ayah tiri kembali terbesit di pikirannya.

oOo

Sooyoung memutar-mutar tubuhnya di depan sebuah cermin besar, gadis itu kembali mencoba gaun pilihan sang ibunda yang menurut pendapatnya sangat tidak cocok jika digunakan untuk bertemu dengan seorang pria. Sooyoung kembali mendegus kesal setelah melihat lagi penampilannya dengan gaun pilihan ibunya ini, bagaiman tidak Sooyoung terus menggerutu, gaun yang di pilih sang ibu mengekpos punggungnya juga memperlihatkan atas dadanya. Sebenarnya bukannya Sooyoung tak suka, tapi…kali ini dia akan bertemu dengan seorang pria pujaan semua wanita. Yaitu Choi Siwon, seorang pangeran yang hidup di dunia nyata. Jadi Sooyoung takut jika Siwon akan mengatakan hal yang tidak-tidak saat melihatnya memakai gaun ini.

“Haruskan aku memakai gaun ini di pertemuan nanti?” tanya Sooyoung pada dirinya sendiri.

“Oh Tuhan, apa yang harus kulakukan. Kenapa jantungku berdebar-debar seperti ini” keluh Sooyoung lalu duduk di tepi ranjang besarnya.

“Tenang Sooyoung, tenang. Yakin..yakinlah Siwon tidak akan memandang mu sebagai wanita murahan, malah dia akan memandang mu sebagai wanita terhormat, karena kau sederajat denganya” ucap Sooyoung memberikan sugesti positif untuk dirinya sendiri.

Sooyoung kembali berdiri dan melihat lagi dirinya di dalam cermin rias. Hari ini adalah hari yang paling  ia tunggu-tunggu sekaligus hari yang membuat jantungnya berdetak tak karuan. Pasalnya malam nanti ia akan bertemu dengan pria yang sudah membuat dirinya jatuh cinta bahkan sejak pertama kali bertemu. Sooyoung memang sudah mengetahui siapa Siwon, karena mereka memang pernah bertemu sebelumnya saat di London kurang lebih satu tahun yang lalu saat dirinya menghadiri pesta ulang tahun sebuah perusahaan dan kebetulan Siwon menghadiri pesta tersebut sebagai wakil dari Hyundai Grup, sejak saat itulah wanita cantik itu mengagumi atau lebih tepatnya mencintai sosok Siwon. Dan Sooyoung berharap jika Siwon akan mengingatnya.

oOo

Ting….

Pintu utama coffee shop terbuka, seorang pria yang membuka pintu itu langsung duduk di salah satu kursi. Coffee shop itu tak biasanya terlihat sepi, tak ada seorang pun pembeli seperti biasanya yang ada hanya ada dirinya seorang.

“Apa Coffee shop ini mau tutup” pikirnya bingung. Namun tak sampai beberapa menit seorang waiterss keluar dari arah dapur. Pria itu langsung menarik sudut bibirnya saat matanya melihat waiterss tersebut. Namun berbeda,justru waiterssitunampakkaget melihat kehadiran dirinya.

“Cepat layani dia” suara bosnya menyadarkan Yoona – si waiterss itu.

“Nde” meski sebenarnya Yoona tak mau menghampiri pria itu, namun apa boleh buat bagaimana pun Yoona harus melayani pria yang sudah membuatnya kesal setengah mati.

“Mau pesan apa?” ketus Yoona dingin sambil menyerahkan daftar menu yang menyajikan beberapa varian coffe. Pria itu tersenyum tipis mendapatkan perlakukan yang jauh sekali dari kata sopan.

“Cappucino” ujarnya lalu menutup daftar menu setelah sebelumnya membaca-baca sebentar.

“Tunggu sebentar” tak ada kesan sopan apalagi ramah, Yoona pun segera berjalan menuju tempat coffe di racik untuk mengambil pesanan Siwon – pria tersebut yang sangat ia benci. Siwon hanya menarik satu sudut bibirnya melihat tingkah Yoona yang sungguh tak bisa bersikap manis padanya.

“Selamat menikmati” ujar Yoona dingin sembari meletakan secangkir cappocino diatas meja.

“Bisa kau temani aku?” tanya Siwon yang membuat Yoona membulatkan mata mendengarnya.

“Aku adalah seorang waiters bukan seorang wanita murahan yang suka menemani  pria hidung belang, maaf Tuan” ujar Yoona ketu bersiap pergi. Tapi dengan gerak cepat Siwon menahan tangannya.

“Kalau begitu aku butuh teman ngobrol” lanjut Siwon lalu menunjuk kursi di depan dengan matanya.

Yoona menghela nafas kasar melihat sikap Siwon yang selalu membuat darahnya menjadi naik sehingga emosinya pun juga ikut tersulut, Yoona ingin segera meledak namun mengingat ini tempat kerja jadi dengan terpaksa dia harus tahan sekuat tenaga.

“Aku butuh teman ngobrol, duduklah” titah Siwon sekali lagi. Yoona menatap Siwon sangat murka lalu menghempaskan tangan pria itu. Dengan terpaksa Yoona pun menarik kursi lalu duduk berhadapan dengan Siwon.

“Kau masih marah?” ujar Siwon memulai pembicaraan.

“Ku rasa itu pertanyaan bodoh yang seharusnya tak ku jawab” jawab Yoona dingin. Siwon mengangguk menyetujui jawaban yang Yoona lontarkan padanya.

“Jika sikap mu seperti ini, ku rasa aku semakin tertarik untuk menjadi teman mu”

“Teman? Teman kau bilang? Lebih baik aku mati dari pada aku harus berteman dengan mu” ujar Yoona dingin.

Siwon kembali menarik satu sudut bibirnya mendengar jawaban dari Yoona yang sungguh berani “Nona Im Yoona, bisakah kau menarik kata-kata mu itu?” pinta Siwon terdengar ramah namun Yoona yakin jika sekarang pria itu tengah berakting baik padanya.

“Aku tidak mau suatu hari nanti kau menjilat ludah mu sendiri, jadi cepat tarik kata-kata mu sebelum kau menyesal” lanjut Siwon memberi peringatan secara halus.

Yoona tersenyum acuh kemudian membuang muka merasa jika ucapan yang Siwon katakan sungguh sangat tak masuk akal dan terkesan sombong.

“Rupanya kau tidak pernah berubah Tn Choi Siwon. Kau masih sama seperti dulu, angkuh dan sombong. Memang benar sekarang kita bertemu kembali, tapi ku rasa ini hanya kebetulan semata bukan takdir yang mempertemukan kita”

“Choi Siwon? rupanya kau masih mengingat marga ku?” tanya Siwon tak percaya.

“Tentu saja, kau adalah Choi Siwon kakak tiri Lee Jong Hyun”

Siwon tersenyum “Bagus, kau adalah orang pertama yang mengakui marga ku “Choi” aku suka itu”

“Tentu saja, karena dengan mengakui marga mu “Choi” maka dengan begitu kau tidak akan ku akui sebagai kakak ipar ku”

Siwon langsung membulatkan matanya mendengar perkataan Yoona yang sungguh di luar dugaannya.Wajah Siwon pun mengeras secara perlahan, bahkan tangan kanannya sudah mengepal menahan amarah yang ia tahan.

“Kakak ipar? Aku?”

“Lalu siapa lagi? Ah sepertinya aku belum memberi tahu mu suatu hal, aku adalah kekasih adik tirimu yang sangat kau benci bukan? Jika aku menikah dengan adik mu maka secara langsung aku adalah adik ipar mu, bukannya harus memang seperti itu? Siwon-ssi?” tanya Yoona bernada kemanangan karena sudah membuat Siwon diam mati kutu akibat ucapannya.

“Sepertinya aku tidak bisa berlama-lama menjadi “teman ngobrol mu” aku harus kembali bekerja” Yoona bangkit dari duduknya lalu meninggalkan Siwon yang masih diam bak patung setelah tadi mendengar ucapannya.

“Kau pikir itu akan terjadi, tidak Im Yoona. Aku tidak akan menjadi kakak ipar mu tapi Jong Hyun-lah yang akan menjadi adik ipar mu” bisik Siwon menatap punggung Yoona yang mulai menjauh.

oOo

Sooyoung sudah berada di sebuah restaurant kelas atas yang sebelumnya sudah di pesan Ny Lee – ibunda Siwon untuk pertemuan putranya dengan dirinya. Jantung Sooyoung sejak tadi tak henti-hentinya terus berkerja secara abnormal, berdekat tak karuan menciptakan rasa gugup pada dirinya. Malam ini sesuai rencana, Sooyoung memang mengenakan gaun pilihan sang ibunda, dia memang sangat cantik. Tubuh tingginya dibalut dengan gaun berwarna merah serta rambutnya yang ia tata sehingga leher indahnya terekpos. Namun apakah menampilannya ini akan membuat Siwon tertarik padanya?

Setelah menunggu kurang lebih dua puluh menit, akhirnya sang pria yang sejak tadi ia tunggu-tunggu pun datang juga. Darah Sooyoung berdesir seketika, jantungnya pun makin tak teratur berdetak tak kala matanya melihat Siwon yang tengah berjalan kearahnya dengan setelan tuxedo hitam yang membalut tubuh atletisnya, rambut hitamnya juga ditata sangat rapi sehingga kesan cool dan maskulin sangat terlihat sekali. Harum maskulin dari pria itu membuat Sooyoung terbuai dan secara tidak langsung membuat dirinya semakin gugup.

Tangan Sooyoung agak bergetar menerima uluran tangan Siwon untuk berjabat tangan, bahkan tangan gadis itu tidak hanya bergetar saja tapi juga sedikit berkeringat. Apakah ini terlalu berlebihan? Entahlah, mungkin Sooyoung memang terlalu gugup, maklum saja pria yang sekarang sudah duduk berhadapan dengannya adalah cinta pertamanya.

“Apa semua makanan ini kau yang memesannya?” tanya Siwon saat melihat diatas meja sudah tersaji berbagai macam makanan.

“Nde, aku yang memesannya. Apa tidak sesuai selera mu?” tanya Sooyoung ragu. Siwon menggeleng singkat.

“Selera makan mu cukup bagus” ujar Siwon tanpa mengalihkan matanya dari makanan-makanan yang tersaji dengan cantiknya di atas meja. Tanpa sepengetahun Siwon, Sooyoung tersenyum merasa jika dia sudah mendapatkan jalan yang lurus sehingga akan memudahkannya untuk melanjutkan “kencan” pertama mereka ini.

Masih belum ada pembicaraan di antara mereka berdua sejak acara makan berakhir, Siwon – pria itu terlihat malas namun tetap menjaga imagenya dan berusaha untuk bersikap baik meskipun sebenarnya dia tak bisa. Makannya dari tadi dia hanya melamun saja. Sementara itu, Sooyoung terus saja memandangi Siwon, sesekali gadis itu tersenyum merasa bahagia sekaligus masih belum percaya jika saat ia pria impiannya akan segera menjadi miliknya. Rupanya Sooyoung benar-benar sudah terpikat oleh pesona seorang Choi Siwon.

“Lee Siwon, apa kau tidak mengenal ku?” tanya Sooyoung akhirnya berani bersuara setelah cukup lama mengagumi sosok Siwon dalam hatinya. Siwon mengangkat kepalanya, belum menjawab tapi dia berusaha mengingat apa dimasa lalu dia pernah bertemu dengan Choi Sooyoung.

“Aku mempunyai ingatan yang sangat buruk, aku tidak mengingat mu” jawab Siwon terdengar acuh.

Sooyoung tersenyum simpul “Sebenarnya wajar saja jika kau tidak mengingat ku karena waktu di London kita hanya bertemu sekali itu juga tidak lama”

“Benarkah? Yah mungkin saja” respon Siwon masih bersikap acuh.

“Apa kau tidak berusaha untuk mengingat ku?” tanya Sooyoung hati-hati. Siwon langsung mengangkat kepalanya dan memasang senyum tak percaya.

“Apa kau orang yang harus ku ingat? Sudah ku bilang aku mempunyai ingatan yang sangat buruk, lagi pula jika aku sudah tak bisa mengingat sesuatu maka aku tidak akan berusaha untuk mengingatnya. Kalaupun aku mengingat seseorang itu berarti orang itu sangat penting bagi ku”

Wajah Sooyoung kaku seketika, tubuhnya lemas mendengar jawaban Siwon yang terkesan tak bisa menjaga ucapannya padahal mereka baru pertama kali bertemu seperti ini. Sooyoung terpaksa memaksakan senyum.

“Maaf tapi aku tidak bermaksud apa-apa” ujar Sooyoung menahan kesal di dadanya.

Siwon melipatkan kedua tangannya di depan dada, menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi lalu menatap Sooyoung dengan seksama.

“Sooyoung-ssi, kenapa bicara mu sangat informal sekali pada ku? Padahal kita baru saja bertemu, lalu aku juga lebih tua dari mu. Aku terus dengar dari tadi kau memanggil nama ku tanpa embel-embel “ssi” ah““ apa kau lupa bagaimana cara berbicara dengan orang yang lebih tua di Korea? Karena kau terlalu lama tinggal di London. Kata ibu ku kau tinggal di London selama sebelas tahun kan? Wah hebat sekali, bahasa inggris mu pasti sangat pasih sekali, aku saja hanya beberapa tahun tinggal di London itu juga hanya untuk kuliah” Sooyoung meremas sapu tangan mendengar ucapan Siwon yang ia rasa menyindirinya secara halus.

“Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu” ujar Sooyoung menahan kesalnya.

“Apa kau bicara seperti itu karena kau bilang kita pernah bertemu sebelumnya? Jika memang benar pemikiran mu seperti itu, kau salah Sooyoung-ssi. Kenapa? Aku pernah bertemu dengan seorang gadis sebelas tahun silam, kami bertemu juga sangat singkat dan hanya satu kali bertemu. Lalu beberapa hari lalu kami bertemu kembali, aku mengingatnya tapi sayangnya dia tidak mengingat ku. Kau tahu cara bicaranya seperti apa? Dia berbicara dengan ku menggunakan bahasa formal, dia menyebut nama ku dengan embel-embel “ssi” dia bersikap seperti tidak pernah bertemu dengan ku di masa lalu. Padahal kami bertemu sebelas tahun silam, sementara kita berdua ku yakin pasti sekitar dua atau satu tahun silam. Benarkan?”

Habis sudahlah kesabaran Sooyoung gadis itu menghela nafas kasar lalu membuang muka, berusaha meredam emosinya pada Siwon yang terus saja menyindirnya. Jujur saja, ini semua diluar dugaan Sooyoung. Sebelumnya dia membayangkan jika Siwon adalah pria yang baik hati namun ternyata dugaannya salah besar setelah pertemua ini.

“Benar dugaan ku, pendidikan yang tinggi dan berasal dari keluarga yang baik ternyata tidak menjamin seseorang untuk berbicara sopan pada orang yang lebih tua. Sebaiknya kau renungkan itu Sooyoung-ssi, dan ku harap kau bisa membedakan jika sekarang kau bukan tinggal di London tapi tinggal di Korea Selatan. Aku pergi, berhati-hatilah pulang” Siwon mendororng kursi yang ia duduki lalu pergi begitu saja meninggalkan Sooyoung dalam kemarahannya. Sooyoung kembali meremas kedua tangannya geram dan kesal melihat tingkah Siwon yang seperti mengguruinya. Akhirnya “kencan” pertama pun hancur sudah dan ini semua tidak sesuai impian Sooyoung.

“Apa dia bilang? Apa dia bersikap seperti itu agar aku membencinya?Oh Tuhan kenapa ada pria seperti dia” ucap Sooyoung tak percaya lalu meneguk air putih sampai habis.

oOo

Yoona dan Gyuri sedang beristirahat sejenak, mereka melepas lelah dengan duduk santai di ruangan yang memang sudah di sediakan untuk para pelayan. Gyuri menolah pada Yoona yang duduk di sebelahnya, memperhatikan sang sahabat dengan dahi berkerut.

“Yoongie, sepertinya pria itu terus saja menemui mu?” ujar Gyuri tiba-tiba. Yoona bersikap cuek, dia tahu “pria” yang Gyuri maksud itu siapa. Makannya Yoona malas untuk menjawabnya.

“Ku rasa dia tampan juga Yoong” lanjut Gyuri tersenyum sambil memejamkan matanya mencoba mengingat wajah Siwon. Yoona langsung menoleh sekaligus melemparkan tatapan mematikan pada sang sahabat yang sudah berkata seperti itu.

“Kau ini, jangan tertipu dengan tampangnya. Itu hanya topeng saja” jawab Yoona ketus.

“Jeongmal?? Ah tidak mungkin, kurasa dia pria yang baik Yoong”

“ANIYA” sahut Yoona ketus.

“Wae? Kau seperti sudah sangat mengenalnya Yoong?” heran Gyuri.

Yoona menghela nafas kasar. “Aku tidak mengenalnya, tapi aku yakin dia pria brengsek yang pernah ku temui. Sudahlah jangan bahas dia lagi” jawab Yoona lalu bangkit dari duduknya. Gyuri menatap punggung Yoona dengan beragam pertanyaan di benaknya karena tak mengerti dengan jawaban Yoona.

Gyuri pun bangkit dari duduknya dan berjalan menuju lokernya untuk mengambil sesuatu.

“Im Yoona, Park Gyuri” suara sang Bos tiba-tiba terdengar, dibalik pintu loker kepala Gyuri muncul.

“Ada apa dia memanggil kita?” tanya Gyuri. Yoona mengangkat bahunya seakan menjawab “Mana aku tahu”

Tak berselang lama, bos mereka yang bernama Song Seung Hun muncul dibalik pintu dan langsung membuat Yoona dan Gyuri terlonjak kaget.

“Ada apa Bos? Kenapa memanggil kita berdua?” tanya Gyuri gugup.

Seung Hun menatap Yoona dan Gyuri bergantian sebelum bersuara.

“Ada pekerjaan tambahan untuk kalian, itupun jika kalian mau..” ujar Seung Hun. Yoona dan Gyuri saling melempar pandang.

“Pekerjaan tambahan? Pekerjaan apa bos?” tanya Yoona.

“Di hotel Marriott Executive Apartments Seoul ada sebuah pesta ulang tahun, namun jangan salah pesta ulang tahun tersebut akan dihadiri oleh para pengusaha kelas atas. Tapi dua pelayan tidak bisa hadir dan kepala pelayan dari keluarga tersebut meminta bantuan ku untuk mencari dua orang pelayan wanita. Kalian mau tidak? Masalah honor jangan ditanya, sangat fantastis” ujar Seung Hun mulai memikat dua gadis dihadapannya itu agar mau menerima pekerjaan yang memang cukup menggiurkan dan jarang sekali ada kesempatan seperti ini.

“Sampai jam berapa kira-kira?” tanya Gyuri.

“Acaranya dimulai pukul 7 malam, mungkin selesai pukul 11 malam”

“Tidak ada salahnya kalau kita berdua pergi, honornya lumayan besar. Bagaimana Yoong? Kau mau tidak?” tanya Gyuri pada Yoona. Yoona terlihat menimbang-nimbanga ajakan Gyuri, memang benar tidak ada salahnya lagian honornya juga lumayan itung-itung untuk ditabung atau membeli perlengkapan make up ataupun baju baru. Pikir Yoona.

“Sepertinya memang tidak ada salahnya, aku mau” jawab Yoona tersenyum.

“Nah karena kalian sudah setuju, kalian pergi sekarang. Kalian tahu kan hotel Marriott Executive Apartments Seoul?”

Gyuri dan Yoona mengangguk bersama.

“Ini ongkos untuk naik taxi, jika naik bus kalian bisa terlambat.” Seung Hun memberikan beberapa lembar uang Won kepada Yoona dan Gyuri.

“Terima kasih bos, kami janji akan bekerja dengan baik…” riang Gyuri yang langsung diangguki Yoona.

“Yah cepat sana pergi, dan semangat…” ujar Seung Hun mengepalkan kedua tangannya memberi dukungan.

oOo

Kerlap-kerlip lampu yang menghiasi setiap sudut ballroom itu terlihat indah, apalagi dipadu padankan dengan warna serba putih membuat pesta malam ini terasa begitu mewah. Yoona tersenyum melihat suasan ruangan pesta yang di sulap sedemikian rupa sehingga menyuguhkan sebuah suasana berkelas. Inilah pertama kalinya Yoona menginjakan kaki di sebuah pesta yang dihadiri para orang-orang terhormat nan berkelas, meskipun dia hadir bukan sebagai tamu undangan melainkan sebagai seorang pelayan yang mungkin akan suruh-suruh untuk mengambilkan minuman ataupun makannya kecil bagi para tamu undangan. Tapi Yoona tak merasa berkecil hati. Toh pekerjaan ini halal bukan? Dan…selain halal Yoona juga mendapatkan uang saku untuk kebutuhan hidupnya.

Bersama dengan pelayan lainnya Yoona mulai menyajikan minuman-minuman berkelas yang ditaksir berharga selangit itu dengan hati-hati. Selain minuman tersebut, Yoona juga menyajikan makanan ringan namun diyakini akan menggoda lidah untuk terus menyicipinya.

“Memangnya pesta ulang tahun ini untuk siapa?” tanya Yoona pada salah seorang pelayan pria.

“Pesta ulang tahun ke 70 perusahaan Hyundai Grup” jawab pelayan pria tersebut setengah berbisik di telinga Yoona. Mungkin pelayan pria itu takut jika gelas-gelas dan piring-piring cantik di atas meja akan mendengar jawabannya. Yoona hanya meresponnya dengan “Oh” lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.

Tuan rumah dari pesta ulang tahun inipun akhirnya menampakan diri, kedatangan mereka di sambut tepuk tangan dari semua tamu undangan yang sudah berkumpul. Namun tepuk tangan semakin kencang saat ketiga pria tampan nan gagah berdiri di belakang kedua orang tua mereka. Ketiganya sangat tampan, gagah, serta mempunyai pesona tersendiri yang mampu menarik perhatian para tamu undangan.

“Lihat itu Sooyoung, dia Lee Siwon, tampan sekali. Sebentar lagi dia akan menjadi milik mu. Eomma yakin semua wanita disini pasti akan cemburu jika mengetahui putri Eomma yang cantik ini adalah calon istri dari seorang pewaris Hyundai Grup”

Ujar Ny Choi pada Sooyoung yang berdiri di sampingnya. Sooyoung hanya meresponnya dengan senyum tipis, sebenarnya gadis itu masih sedikit kesal mengingat sikap Siwon kemarin malam yang terkesan mengguruinya juga menyindirnya dengan kata-kata halus namun menyakitkan hatinya. Tapi Sooyoung juga tak bisa menampik jika sosok Siwon yang berdiri di atas panggung memang sangat tampan malam ini. Pesonanya memang tak pernah pudar, bahasa tubuhnya yang cool membuat Sooyoung semakin jatuh hati pada pria itu.

Sooyoung berusaha melupakan kejadian kemarin malam, ia akan menganggap jika semua kejadian itu tidak pernah terjadi. Dengan begitu dia tidak akan membenci Siwon, malah akan semakin mencintainya.

oOo

Tangan Yoona bergetar hebat, hampir saja gelas yang ia genggam akan jatuh jika ia tak buru-buru meletakannya keatas meja. Yoona berbalik membelakangi panggung dengan wajah tak percaya, dia kembali bertemu dengan pria menyebalkan itu, Yoona tak percaya jika pesta megah ini merupakan pesta perusahaan kelurga Choi Siwon. “Kenapa dunia ini begitu sempit?” batin Yoona dalam hati.

“Gwaenchana Yoong?” Gyuri menyentuh pundak Yoona membuat Yoona terlonjak keget.

“Gyuri, sepertinya aku harus segera pulang” ucap Yoona tiba-tiba.

“Hai ada apa dengan mu? Pestanya baru dimulai” tanya Gyuri bingung akan sikap Yoona yang mendadak berubah.

“Aku tak bisa berlama-lama disini, aku harus pergi…”

“Nona, bisa kau ambilkan anggur merah untuk ku”

Baru saja beberapa langkah tiba-tiba langkah Yoona terhenti saat seorang tamu meminta diambilkan anggur merah yang ternyata sudah habis. Yoona berpikir sejenak, ingin sekali dia menolak karena sudah tak tahan dan ingin segera pergi dari pesta terkutuk ini, tapi segera ia urungkan niat bodohnya itu saat wajah bosnya terbayang. Yoona yakin jika bosnya tahu dia pergi sebelum pesta selesai tidak hanya akan mendapatkan omelan, namun dirinya juga akan di pecat dari pekerjaan. Dengan berat hati dan terpaksa Yoona pun mengiyakan permintaan orang tersebut  mengambilkan anggur merah.

oOo

Siwon terlihat mengobrol dengan beberapa rekan kerjanya di salah satu sudut ruangan, sesekali mereka tertawa bersama seperti sedang membicarakan sebuah hal yang lucu sehingga mengundang tawa.

“Aku selalu gagal dalam berkencan” keluh seorang pria berambut blonde, sepertinya dia bukan asli orang Korea karena bicaranya agak kurang pasih.

“Kau tidak sendirian, aku juga sama seperti dirimu” timpal Siwon mengulum senyum.

“Aishhh apa aku bisa mempercayai omongan mu? Kau punya segalanya Lee Siwon, kau tampan, tubuh mu juga bagus dan yang terpenting kau kaya. Jadi wanita mana yang akan menolak jika kau mengajak mereka berkencan” ujar salah seorang dari mereka memberikan pendapat. Siwon hanya tersenyum tipis menanggapinya.

“Hai, tadi aku bertemu seorang pelayan wanita yang cantik disini. Dia memberikan ku anggur ini, Lee Siwon, apa kau kenal siapa dia?” tanya pria berambut blonde itu. Tanpa pikir panjang Siwon menggelengkan kepalanya tanda ia tak tahu.

“Pelayan disini tidak ada yang cantik” ucap Siwon lalu meneguk anggur merahnya.

“Ahh kau ini…” ucap pria itu kesal karena ucapannya tak di percayai Siwon.

“Apa karena kau selalu gagal berkencan jadi sekarang selera mu berubah menjadi seorang pelayan?” cibir salah seorang temannya.

“Aku serius!!!Tadi dia memberikan ku anggur merah ini. Ku kiradia bukan pelayan disini, habisnya dia sangat cantik sekali. Andai aku tahu siapa namanya.” Ujar si pria berambut blonde itu.

“Kalau begitu mana pelayan itu, ayo tunjukan pada kita” tantang temannya lagi masih belum bisa mempercayai ucapan si pria berambut blonde.

“Ah baiklah, mana yah dia. Tadi dia ada disana”  pria brambut blonde itu mulai mencari-cari “si pelayan cantik” yang tadi memberikannya anggur merah. Tapi lama kelamaan dia prustasi karena matanya tak kunjung juga menemukan sosok pelayan yang ia maksud.

“Sudah ku bilang kau pasti berbohong” cibir temannya lagi lalu tertawa puas.

“Hyung, Eomma memanggil mu” ucap Myungsoo tiba-tiba datang menghampiri Siwon. Siwon menghela nafas kasar “Dimana?”

“Itu disana” jawab Myungsoo menunjuk sang ibu yang tengah mengobrol dengan seorang wanita muda serta seorang wanita yang kira-kira seumuran dengan Ny Lee.

“Aku kesana dulu” ujar Siwon pada teman-temannya lalu berjalan menghampiri Ny Lee

oOo

“Ada perlu apa Eomma memanggil ku?” tanya Siwon saat sudah menghampiri Ny Lee.

“Kau kemana saja Siwonie? Seharusnya kau temani Sooyoung. Bukannya malah berkumpul bersama  teman-teman mu” jawab Ny Lee tersenyum. Siwon menghela nafas berat, dia merasa menjadi anak kecil lagi yang harus di atur-atur dengan siapa dia pergi.

“Oh ini Ny Choi, ibunda Sooyoung” ujar Ny Lee memperkenalkan Ny Choi. Siwon berusaha tersenyum lalu sedikit menundukan kepalanya.

“Sepertinya kalian berdua masih terlihat canggung, apa pertemuan kemarin malam belum cukup untuk saling mengenal?” tanya Ny Choi menatap Siwon dan Sooyoung secara bergantian.

“Euh Eomma, kami baru bertemu satu kali jadi wajar saja jika kami berdua masih canggung. Bukankah begitu Siwon-ssi?” jawab Sooyoung menatap Siwon. Siwon tersenyum acuh mendengar Sooyoung berbicara formal kali ini berbeda dengan kemarin malam.

“Rupanya kau cepat sekali belajar Sooyoung-ssi, tapi ku harap ini semua bukan hanya sekedar pencitraan saja” jawab Siwon dan langsung mendapat tatapan mematikan dari sang ibunda.

“Ini semua berkat mu juga, terima kasih sudah mengingatkan ku. Aku memang agak lupa bagaimana cara berbicara orang Korea karena terlalu lama tinggal di London” balas Sooyoung lalu tersenyum untuk menyembunyikan kekesalannya.

“Agak lupa? Oh yah? Padahal ku pikir kau mempunyai ingatan yang sangat bagus Sooyoung-ssi, buktinya kau bilang kita pernah bertemu di London sebelumnya” ujar Siwon kembali ucapanya ini membuat Sooyoung merasa terpojok.

“Kalian pernah bertemu sebelumnya?” tanya Ny Lee tersenyum tak percaya.

Sooyoung tersenyum “Nde, kami bertemu di pesta ulang tahun salah satu perusahaan. Kebetulan saya mewakili Ayah saat itu yang tidak bisa datang, dan Siwon-ssi mewakili Hyundai Grup” jawab Sooyoung yang membuat ibunya juga Ny Choi ternganga tak percaya.

“Benarkah itu Lee Siwon?” tanya Ny Lee.

“Mungkin saja, tapi aku tidak mengingatnya. Dan ku rasa itu bukan sesuatu yang harus ku ingat” jawab Siwon dingin tanpa memikirkan dua kali untuk mengatakan itu padahal sekarang di depannya ada Ny Choi, ibunda Sooyoung yang tampak tak percaya dengan ucapan Siwon.

“Lee Siwon, jaga bicara mu?” tegur Ny Lee sedikit berbisik.

“Eomma kan sudah tahu aku tidak bisa menjaga bicara ku. Jika aku tidak ingat maka aku akan bilang tidak ingat, untuk apa berbohong? Bukankah jujur lebih baik” ujar Siwon santai lalu menatap mata Sooyoung yang sudah berkobar api kesal dan jengkel di mata gadis itu pada dirinya.

oOo

Yoona terus mendatangi satu persatu tamu undangan untuk menawarkan minuman dan makanan ringan pada mereka, meskipun tetap Yoona masih hati-hati, dia tak mau bertemu dengan Jong Hyun apalagi Siwon. Untung saja ruangan ini sangat luas, sehingga ruang gerak Yoona sedikit bebas meskipun tetap saja Yoona merasa berada di hutan berantara yang takut bertemu dengan sang raja hutan.

Saat Yoona akan berbalik tiba-tiba seseorang memanggil namanya “Yoona, Im Yoona!!!” Yoona membeku ditempat, jantungnya seketika berdugup kencang. Akhirnya dia ketahuan, bak seekor rusa kecil yang terjebak didalam hutan berantara lalu bertemu dengan sang raja hutan membuat Yoona harus bertekuk lutut, sekarang Yoona bisa memastikan jika semua tamu undangan sudah menatapnya dengan beragam macam pertanyaan.

Tak mau terus menjadi tontonan gratis, dengan mengambil langkah seribu Yoona buru-buru melangkah menghiraukan teriakan orang tersebut yang terus memanggil namanya, namun kembali langkah Yoona harus dipaksa berhenti saat matanya menangkap seorang wanita berpakaian elegan tengah memandangnya. Lutut Yoona lemas seketika, Yoona berusaha sekuat tenaga menopang tubuhnya agar tak terjauh ke lantai. Yoona juga ingin berteriak, jika seandainya diruangan ini hanya ada dirinya dan wanita itu. Namun apa daya. Yoona tak bisa berkutik, meskipun bibirnya ingin berteriak “Eomma” tapi hati kecilnya justru tak mengijinkannya.

Kini semua mata benar-benar sudah mengarah padanya, tak mau membuang-buang waktu Yoona pun kembali melanjutkan langkah kakinya dan brak….Yoona menabrak seorang pelayan pria yang tengah membawa nampan berisi anggur merah. Tak bisa dicegah lagi, minuman itupun mengguyur tubuhnya yang duduk diatas lantai, cairan merah itu membasahi tubuh Yoona yang dibalut dengan ke meja putih. Yoona yakin jika saat ini semua orang bisa melihat tubuhnya.

“Dasar gadis aneh” celetuk seorang tamu undangan bernada menghina.

Yoona mulai terisak, tetesan air matanya mulai turun seiring dengan kata-kata hinaan serta tertawaan yang mulai terdengar di telinganya. Mereka semua menertawakan dirinya, mereka semua menghujat dirinya. Dari ratusan tamu undangan seperti tak ada satu orang pun yang berniat menolong dirinya.

Yoona terisak dalam diam, kakinya sungguh lemas untuk berdiri. Rasanya otot-ototnya mati seketika, tak bisa di gerakan untuk berdiri apalagi berlari dari tempat itu. Yoona sungguh tak berdaya, tak ada yang bisa ia lakukan selain menangis menahan rasa malu.

Di luar dugaan, tiba-tiba seorang pria menyampirkan tuxedonya untuk menutupi tubuh Yoona. Saat tuxedo itu tersampir di tubuhnya satu nama langsung terbesit di pikiran Yoona,  Lee Jong Hyun. Yah Yoona yakin kekasihnya-lah yang menyalamatkannya dari kejadian memalukan ini.

“Kau tidak apa-apa?” mendengar suara itu membuat pujian Yoona terhadap orang yang menolong nya padam seketika, Yoona berharap jika dia hanya salah dengar saja.

“Tenanglah ada aku” bisiknya pelan dan membuat tubuh Yoona menegang seketika saat suara itu menyapu gendang telinganya. Perlahan Yoona pun mengangkat kepalanya untuk memastikan jika benar dia adalah orang yang telah menyelamatkan harga dirinya.

“Choi Siwon”

 

oOo

                                                             To Be Countinued            

oOo

Hello Nited🙂 chapter 4nya datang nih, bagaimana? Makin terbuka kan jalan ceritanya?

Seperti biasa saya tekankan jika dichapter ini belum terlalu banyak YoonWon moment, ingat yah saya hanya ingin membuat cerita yang step by step jadi gak langsung jleb ada YoonWon semuanya kan butuh proses heheheh. Untuk moment Yoona-Jong Hyun kemarin ada yang tanya kenapa gak ada? Dan sekarang juga gak ada kan? Hubungan mereka gak putus ko, mereka berdua baik aja-aja. Tapi yah sengaja sih aku hilangin dulu moment Yoona-Jong Hyun untuk mendukung cerita juga, sejujurnya bisa aja aku buat moment Yoona-Jong Hyun tapi mungkin yang akan di korbankan moment YoonWon dong? Mau? HaHaHa….

Terus ada readers yang nebak-nebak katanya FF ini bakal panjang? Masa sih? HaHa aku juga gak pasang target nyampe chapter berapa nih FF, soalnya takut kalau masang target nanti bakal ada beberapa Scene(?) yang tak di tampilkan. So, target ku adalah pengen buat FF ini rampung atau beres sampai chapter akhir. Makannya beri aku semangat, dan please jangan jadi silent readers sekedar peringatan aja mungkin aku bisa minta kak echa atau resty untuk memproteksi beberapa chapter untuk menghindari siders dan plagiat.

Jadi tolong yah yang merasa belum meninggalkan jejak segera tinggalkan sekarang juga *mohon ni gua* HaHa buat Good readers yang senang tiasa memberikan komentar tentang FF ini baik saran, pujian ataupun kritikan jeongmal gomawo. Bagi Good raeders akan di kenang lho oleh semua author termasuk saya, karena memang benar kalian itu sangat mengapresiasi karya seseorang dengan berani memberikan komentar kalian yang membuat saya pribadi terus belajar dan belajar, sekali lagi terima kasih, dan saya doakan kalian ketemu YoonWon yah *dan jangan lupa ajak-ajak saya* HoHoho

Buat ka echa sama resty makasih banyak juga sudah senantiasa memposting FF ku. (sama2..)

Dan sampai jumpa di chapter 5 annyeong *BOW…

 

Tinggalkan komentar

376 Komentar

  1. Nhiina

     /  Desember 5, 2014

    Moment Yoonwon sweet skali . .
    wonpa Romantis bnget deh, akku kra tadi jonghyun yg melmpirkn jasnya itu . eh ternyata Wonpa . .
    Keren thor .

    Balas
  2. Choi Han Ki

     /  Desember 21, 2014

    Di sini sebenernya siwon apa jong hyun yg jadi pacar yoona kenapa jadi sering banyak yoonwon dari pada jonghyun bahkan siwon selalu ada di sisi yoona di bandingkan jonghyun… Itu siwon dah bener2 suka ma yoona apa ya ??

    Balas
  3. Setiap Yoona ada masalah, yg dtng pasti Siwon bukan nya Jong Hyun.
    Yg pacaran siapa, yg nolongin siapa. *aneh*
    :-\ :-\

    Pertemuan Sooyoung sama Siwon sama sekali tidak menyenangkan.

    Balas
  4. Novi

     /  Februari 8, 2015

    Siwon suka beneran sama yoona yaa??
    So sweettt…..

    Msti siwon jd penyelamatnya yoona…

    Balas
  5. siwon selalu jadi kesatria bertopeng buat yoona…..
    dimana yoona ada masalah disitulah siwon membantu..
    walaupun yoona ga suka.hehe…
    emang jodoh ga bakal ketukar

    Balas
  6. Elizafie

     /  Maret 12, 2015

    emb,berharap chap selanjutnya bnyak yoonwon momennya hehe….
    untuk nita eonni terus semangat bwat lnjutin ff ini smpai selesai dan berakhir dg happy end yey !!!

    Balas
  7. ysed

     /  Maret 23, 2015

    siwon yg nolongin yaa
    . mana ni pacar yoona. emg bener tu ibu nya yoona keterlaluan. dan buat sooyoung sabar yaa di jutekin trs ma siwon

    Balas
  8. udah mulai banyak tuh moment yoonwoon nya
    faighting unnie ff nya makin bagus

    Balas
  9. Susi

     /  April 18, 2015

    Sungguh paling benci sama ibu yoona,, yoona jangan lemah ya di depan ibunya dia harus jadi gadis tegar dan jangan nangis hanya karna ibu nya yang ta tau diri itu…😔

    Jong hyun kemana ko dia sampe bmembiarkan yoona nangis gitu kenapa dia ga nolongin yoona,😠, untung aja ada siwon…😊

    Balas
  10. mywon_407

     /  Mei 19, 2015

    Siwon ska beneran sma yoona atau krna ingin blas dendam aja sma jonghyun jdi deketin yoona…?
    Gmna reaksi jonghyun liat yoona d tolongin sma siwon yah…?
    Makin ribet nih klo yoonanya makin bnci sma siwon…
    Benar2 deh ibunya yoona jahat bget lbih sayang sma sooyoung dri pda sma yoona…

    Balas
  11. DillaChan

     /  Oktober 18, 2015

    Siwon selalu datang disaat yg tepat ya buat Yoona,,

    Balas
  12. Huh . .aq kesal ama j0ng hyun. .dia kn pcr’a yoona,tp kya’a skrng dia lbh mementngkn perusahaan. . . Udh gk mikirin yoona lagi . .
    Mlh skrng siwon mlu yg sll n0l0ng yoona . .

    Dan di adgn trakhr. . .so sweet bnget. . . .

    Balas
  13. Siwon kyknya jatuh hati sama yoona ya??ketutupan sama dendamnya jd ga ketahuan waw seruuu bgtt ceritany >_< smpe rela begadang ^^

    Balas
  14. Park ra chan

     /  Januari 2, 2016

    Daebak….next ya thor…:

    Balas
  15. Yoona tu knpa sih.,selalu aja brpikiran buruk sama Siwon…

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: