[2S] The Innocent Love… (Chapter 1)

the innocent love by echa307

The Innocent Love by echa307 ||  Cast : Choi Siwon, Im Yoona, Choi Sooyoung, etc  ||  Genre : Romance, Comedy, a little sad ||  Type : 2Shoot ||  Rate : PG 15+  || Disclaimer : This story is mine. Just a fictional story, if found similarity plot or character, is a coincidence. Don’t copy-paste this story!!

 Tulisan italic menggambarkan masa lalu, disarankan kalau ingin lebih enak bacanya lewat pc, laptop, atau tablet biar lebih enak soalnya kadang lewat hp kutipan dan italic ga ketahuan..

[]

 .

.

Innocent, kepolosan dan keluguan—makna sederhana yang murni. Seperti bayi yang baru dilahirkan, tak berdosa. Bagaimana dengan cinta? Aku rasa yaa, nyatanya diriku dan dirimu terlalu lugu untuk mengartikannya. ketika perpisahan menghampiri—diriku mengerti, bahwa rasaku untukmu tak selugu itu. apa kau merasakan hal yang sama?

.

.

Seoul, 10.23 KST

Memandang berbagai gambar yang menurutnya memiliki kesan sempurna, meneliti setiap sudut, apa memiliki kekurangan? Meja itu penuh akan berbagai cetak foto, masih terlihat serius mengamati berbagai gambar yang cukup bernilai tinggi. Ketukan pintu mengalihkan perhatiannya, diangkat wajahnya menatap pintu yang masih tertutup rapat “Masuk” serunya.

Terlihat seorang pria berjalan menghampirinya dengan seorang wanita dibelakangnya. Pria yang menyuruh masuk itu menaikkan alisnya, menandakan ia asing akan sosok wanita tersebut.

“Siwon hyung aku diminta mengantar seorang mahasiswa dari Universitas kanada jurusan Photograpy. Ia disini akan magang untuk beberapa bulan, ini surat keputusan dari sajang-nim dan hyung diminta untuk menjadikannya anak buahmu”

Penjelasan itu membuat sosok pria, Siwon mengerutkan keningnya. Ia menatap wanita itu lagi. Wanita itu tersenyum padanya dan membungkuk hormat.

“Annyeong haseyo Choi Sooyoung imnida” ujarnya memperkenalkan diri

Siwon hanya diam dan menganggukan kepalanya, “Baiklah, kau ikut aku” balasan yang diterima wanita bernama Choi Sooyoung tersebut.

Wanita itu mengangguk dan memperhatikan gerak Siwon yang sudah beranjak dari duduknya dan keluar ruangan.

“Sabarlah, ia memang seperti itu”

Sooyoung menoleh pada sosok yang berbicara padanya, “Gomawo Jin Ki-ssi, kalau begitu aku pergi” Sooyoung segera berlalu keluar mengikuti langkah Siwon yang sudah tak terlihat.

[]

Pemandangan yang begitu indah, ciptaan agung tuhan yang tak bisa dibandingkan dengan apapun. Berdiri dihamparan pasir putih yang terbentang di danau yang luas.

“Kita ambil gambar disini, siapkan kameramu. Aku disebelah sana”

Intrupsi itu membuatnya teralih akan tempat yang begitu indah itu dan menatap sosok pria tinggi tegap yang sudah berjalan memunggunginya. Dengusan nafas kesal keluar dari mulutnya.

“Arogan” satu kata cibiran itu yang keluar dari bibirnya akan sosok pria yang bersamanya kini.

Sooyoung tak mempedulikannya dan berjalan berlawanan arah dengan pria tersebut, senyumnya kembali terukir pada alam indah dihadapannya. Ia segera menyiapkan kameranya, membidik setiap angel yang menurutnya sempurna. Cukup lama ia terlarut dalam dunianya, hingga ia menatap langit dimana matahari kini telah bergeser ke arah barat. Ia mencari sosok Siwon yang bersamanya, disana—ia disana bersandar pada sebuah batu besar dengan kamera yang masih aktif ia gunakan.

“Tampan..” gumamnya “Tapi tetap saja sangat menyebalkan, baru hari pertama sudah seperti ini. Bagaimana hari berikutnya?” keluhnya pada diri sendiri.

Ia beranjak pada sebuah batu besar dekat danau, berdiri diatas batu itu sambil sibuk membidikan kameranya. Sooyoung terlalu larut akan pemandangan dihadapannya itu, tanpa sadar ia melangkah semakin maju, masih dengan kamera ditangannya.

Disisi lain, pria itu masih asik dengan dunianya, bersandar pada sebuah batu besar dan sibuk membidikan kameranya.

 []

Waktu sudah semakin senja, keduanya masih larut dalam aktivitas masing-masing. Sooyoung menoleh akan sosok Siwon yang masih asik dalam dunianya, ia berjalan menghampiri pria tersebut.

“Siwon-ssi ini sudah hampir malam, apa tak sebaiknya diselesaikan sampai disini dulu” ujar Sooyoung begitu berada disamping pria tersebut.

Siwon menoleh, memandag gadis yang menunggu tanggapannya “Bukankah lebih mengagumkan mengambil gambar disenja seperti ini, kau akan menjadi seorang photografer, seharusnya kau tahu akan ini”

Sooyoung mendengus, ia sangat tahu akan itu, tapi masalahnya..”Ya kau tak lihat pakaianku, ini musim gugur dan aku hanya berpakaian seperti ini” ujarnya kesal

Siwon memandang pada pakaian yang dipakai gadis itu, hanya kemeja sampai suku dan celana pendek diatas lutut “Siapa suruh kau berpakaian seperti itu” jawab Siwon acuh

“Ya aku mana tahu kau akan mengajakku sampai semalam ini. YAA!!!” gerutu Sooyoung, tapi tak terdengar karena Siwon yang berlalu menuju mobilnya. Sooyoung merutuk kesal, kenapa ada pria seperti itu di dunia ini.

“Ya! Bagaimana mungkin kau berlalu begitu saja dengan wajah datar seperti itu” kesal Sooyoung begitu Siwon telah kembali

“Memang aku harus seperti apa?”

Wanita itu Sooyoung mendengus, “Ohh aku bisa gila jika terus bersamamu” gerutunya

Siwon mengalihkan tatapannya, beradu pandang pada wanita itu yang sebelumnya enggan ia tatap. Sooyoung langsung terdiam melihat sorot tajam itu, menakutkan pikirnya.

“Pakailah” setelah itu Siwon bangkit.

Sooyoung berkedip sesaat memandang pada sebuah jaket yang disodorkan padanya “Thanks” lanjutnya pelan

Siwon tak menanggapi, ia berjalan kearah mobilnya dan begitu saja pergi dari hadapan wanita itu. Sooyoung terperangah dengan mata membesar dan mulut terbuka. Ia mendengus kesal “Arghh mengapa ada pria searogan itu”

[]

Sooyoung melangkahkan kakinya memasuki sebuah apartement yang baru ditempatinya beberapa hari ini, ia segera melepas sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah kemudian melangkah memasuki lebih jauh apartementnya sambil melepas jaket kulit hitam yang melekat dibahunya.

Ia melempar begitu saja jaket itu pada sofa, namun langkahnya terhenti begitu mendengar suara benda jatuh yang cukup berat, ia hanya melempar jaket bukan melempar apapun pikirnya. Sooyoung melangkah menghampiri jaket yang dilemparnya, dan ia menemukan—menemukan darimana asal suara benda itu.

Sebuah buku..

Yaa sebuah buku yang bersampul coklat, seperti agenda…

Sooyoung duduk di sofa dan lebih meneliti buku tersebut, ia menoleh pada jaket yang berada disampingnya, sudah dapat dipastikan buku ini ada dalam jaket kulit tersebut.

Sedikit ragu, namun rasa penasarannya melebihi kata hatinya yang melarang untuk lebih mengetahui isi buku itu. dibukanya sampul buku tersebut.

~Choi Siwon~

Nama itulah yang pertama ia lihat pada sisi kanan bawah buku tersebut, dilihat dari kertas buku itu dapat diketahui buku ini sudah lama, namun masih terawat dengan baik.

Calgary-Canada, 17 Desember 2006

Sooyoung sesaat berpikir, ‘Kanada?! Apa ia pernah tinggal disana’ gumamnya, ia kembali melihat buku itu.

Berjalan seorang diri menyusuri jalan setapak, membawa kamera tersayang yang akan selalu kugunakan untuk mengambil objek yang menarik. Menikmati waktu siang dengan bersantai dengan suhu yang mulai dingin, menandakan sebentar lagi musim panas akan berakhir, bertransisi pada musim gugur sebelum akhirnya berlabuh pada musim dingin.

Disanalah..

Disanalah aku bertemu dirimu…

Duduk di kursi dibawah pohon maple yang duannya berguguran, menggunakan gaun putih selutut dengan aksen yang sederhana, suraimu tergerai indah yang bergelombang, dan mantel creammu yang berbulu di bagian kerah.

Cantik…

Tanpa sadar kutekan shutter kameraku membidikmu, tersenyum bahagia mendapati gambar dirimu yang terlihat sempurna di kameraku, dengan surai yang tertiup angin dan tatapanmu yang sendu. Tanpa sadar aku kembali membidikmu, hasil fotomu selalu terlihat sempurna, dan itu berlanjut kulakukan…

Tersentak..

Aku tergagap ketika dirimu menoleh, menatapku yang tertangkap basah sedang membidikmu.

Disanalah pertama kali kita bertemu, saling mengenal, dan namamu akan selalu kuingat selama hidupku…

Im Yoon Ah—My Angel

[]

Riley Park, Calgary Canada

Siwon masih terdiam begitu sosok Yoona mendekat padanya, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia sudah tertangkap basah, apa mungkin ia harus melarikan diri? Dan ia rasa itu bukan ide yang tepat. Terlalu asik dengan spekulasinya, ia tak sadar—gadis itu kini telah ada dihadapannya. Tepat dihadapannya…

“Are you Korean?” tanyanya dengan aksen inggris yang fasih, Siwon masih terlihat mengatur detak jantungnya.

“Yeah i’m korean, you too?”

Gadis itu mengangguk membenarkan, tangannya terlipat didada dan memandang kamera yang berada dalam genggaman Siwon.

“Bisa pinjam kameramu?” tanyanya dalam bahas korea yang fasih

“Untuk apa?”

“Menghapus fotoku, suatu tindakan kriminal mengambil gambar seseorang tanpa seijin objeknya”

Siwon terkesiap gugup, ia kehilangan kata untuk membalas perkataan gadis dihadapannya kini.

“Berikan..” gadis itu mengadahkan tangannya dihadapan Siwon

“Bisakah aku memilikinya?” pertanyaan frontal yang keluar dari bibir itu sungguh membuat Siwon ingin mengutuk dirinya sendiri

“Mwo!!”

“Maksudku sebagai koleksi, aku seorang photografer”

Gadis itu mendengus kesal, “Karena kau seorang photografer kau bisa seenaknya mengambil fotoku untuk dijadikan foto koleksi wanitamu”

“Bukan seperti itu, maksudku karena aku seorang photografer, aku terbiasa mengambil gambar yang menurutku menarik dan sempurna—bukan sembarangan dalam mengambil objek”

Gadis itu menatap intens Siwon “Jadi menurutmu aku menarik dan sempurna?”

Siwon salah tingkah sendiri dengan ucapannya itu, ia mengelus tengkuknya dan bibirnya bergerak ragu, “Yeah..” Kalimat persetujuan itu membuat Siwon menundukan wajahnya, cukup membuatnya salah tingkah.

Kepalanya kembali terangkat begitu mendengar suara tawa seseorang, dilihatnya gadis itu tertawa lepas. Tawa itu membuat matanya  terlihat lebih indah, dan jernih…

“Kau lucu” kalimat pendek itu yang keluar dari bibir mungil gadis dihadapannya

Siwon memandang bingung gadis dihadapannya, mood-nya terlihat berbanding terbalik dengan sebelumnya.

“Ahh sudahlah aku pergi, annyeong” gadis itu berbalik

“Hei, apa kau mengijinkan aku menyimpan fotomu?” tanya Siwon, gadis itu menoleh dan tersenyum.

“Karena kau sudah mengatakan aku menarik dan sempurna, aku mengijinkanmu. Awas kalau disalah gunakan”

Siwon tersenyum senang “Gomawo, aku berjanji akan menyimpan fotomu sebaik mungkin” gadis itu mengangguk dan melanjutkan langkahnya. Siwon kembali memandang foto gadis itu yang diambilnya tadi,

Ada yang terlupakan, ia segera menoleh kembali, “Nona siapa namamu?”

Gadis itu yang mendengar seruan Siwon menoleh sambil terus berjalan mundur, ia mendekatkan kedua tangannya pada bibir mungilnya “Yoona, namaku Im Yoon Ah”gadis bernama Yoona itu berseru.

Siwon tersenyum bahagia, “Aku Choi Siwon, senang bertemu denganmu” Siwon berseru mengingat jarak mereka yang semakin jauh

Yoona mengangguk dan tersenyum manis, “Baiklah, aku akan mengingat namamu tuan Choi”

Sekali lagi senyum tak pernah lepas dari wajah Siwon, ia membalikan tubuhnya berlawanan dengan seorang gadis bernama Yoona yang baru ia temui itu.

Benar-benar musim gugur yang menyenangkan…

[]

Calgary-Canada, 24 Desember 2006

Tepat seminggu berlalu pertemuan kita, dan disini kita bertemu kembali.

Duduk khidmat bersama jamaat lainnya, mendengarkan lantunan ayat yang dibacakan seorang pastur. Kurasa dirimu sosok yang lembut dan feminim, melihat dirimu yang sudah kedua kalinya memakai dress cantikmu. Dengan mendampingi sang pria paruh baya—yang kuyakini ayahmu.

Yaa walaupun kurasa ini pertemuan kedua hanya untuk diriku, nyatanya kau tak melihatku dan berlalu menjauh…

Malam natal yang indah…

[]

Terhenyak ketika Siwon melihat sosok wanita yang ia temui beberapa hari yang lalu, duduk tepat dua bangku dihadapanku. Melihatnya yang begitu khidmat mendengarkan seorang pastor yang memberikan pencerahan pada jamaatnya.

Deja vu? Siwon melihat gadis yang bernama Yoona kembali walaupun gadis itu tak menyadari keberadaannya. Menggunakan dress selutut berwarna biru langit, tetap sederhana namun cantik. Ia pikir gadis itu sosok yang feminim..

Siwon melihat Yoona yang berjalan bersama seorang pria paruh baya keluar dari gereja, Siwon hanya diam dan mengikuti langkahnya, tak ada kapasitasnya untuk mendekati gadis itu untuk berbasa-basi? Ia rasa itu ide buruk. Siwon hanya memandangnya berlalu bersama jamaat  gereja lainnya, setelah rutinitas umat christiani itu selesai. Ia terdiam didepan pintu utama, melihat gadis itu memasuki sebuah mobil ketika seseorang yang ia rasa seorang pekerja membukakan pintu belakang untuknya dan pria paruh baya yang ia yakini ayah dari gadis itu. Mobil itu bergerak menjauh…

[]

Calgary-Canada, 5 Januari 2007

Deja vu? Kata itu yang lagi-lagi memenuhi pikiranku, sudah ketiga kalinya kita dipertemukan kembali dalam bulan Januari musim gugur ini.

Kau berbuat ulah. Menabrakku dan mengakibatkan kameraku terjatuh mengenaskan. Aku masih mengingat wajah panikmu dan menarikku berlari bersamamu, sedikit bingung tapi aku mengikuti langkahmu.

Sudah tiga kali kita dipertemuan secara tak terduga, Apakah ini sebuah pertanda? Kuberharap ini pertanda baik untukku?

Kenapa aku sekarang lebih sering memikirkanmu, ada apa dengan diriku? Aku tak pernah merasakan ini sebelumnya

Senyummu dan mata indahmu cukup mengalihkanku, mengapa semudah itu kau mencuri perhatianku..hanya melihat dirimu yang duduk seorang diri dengan tatapan sendu dipertemuan pertama kita…

Apakah ini wajar?

Takdir? Apa kata itu tepat untuk kita..

[]

Siwon menekan shutter pada kameranya setiap melihat pemandangan yang menurutnya sempurna, sebagai seorang photografer disalah satu perusahaan penerbitan di Canada mengharuskannya memiliki tempat-tempat menarik untuk objeknya. Berada jauh di negeri orang, mengadu nasib, dan menyesuaikan diri terhadap budaya barat. Namun itu menyenangkan baginya, inilah pengalaman hidup…

Brukk…

“Oh God!!” serunya begitu seseorang yang menabrak punggungnya, bukan tubrukan itu yang membuatnya mengerang, tapi karena kameranya yang terjatuh dari genggamannya. Ia segera meraih kameranya itu, terdapat goresan di lensanya. Siwon mendengus kesal dan menatap pelaku dihadapannya.

“Yoona-ssi” Siwon terkejut begitu mendapati siapa pelaku yang menabraknya.

“Ahh mianhae..mianhae, sungguh aku tak sengaja” ujarnya panik, tapi Siwon merasa ada hal lain yang membuatnya lebih panik. “Tak ada waktu untuk memperdebatkan ini sekarang, sekali lagi mianhae..” Yoona ingin segera berlari, tapi sosok pria yang telah menjadi korbannya meraih lengannya.

“Ahh jebal lepaskan aku..”

“Kau ini sudah menabrakku, tak adakah etikat lebih baik meminta maafnya, apa harus melarikan diri seperti ini”

Dengusan kesal meluncur dari bibir mungil itu, ia menarik tangan Siwon dan mengajaknya berlari.

“Ya kenapa kita berlari seperti ini?” tak ada sahutan dari lawan bicaranya, ia tetap berlari menarik tangan Siwon.

Keduanya berhenti dibawah pohon maple, nafas mereka saling bersahutan sungguh melelahkan berlari yang mereka pikir cukup jauh juga.

“Ya kenapa kau mengajakku berlari?”

“Mianhae, kalau tadi kau masih terus mengomel padaku, anak buah appaku akan mengetahui keberadaanku”

Siwon mengerutkan alisnya bingung, “Kau kabur?”

“Tidak, hanya menghindari sesuatu yang tidak kuinginkan” jawabnya santai “Emm soal kameramu, aku benar-benar minta maaf. Kecerobohanku membuat kameramu rusak. Aku akan menggantinya, tapi tidak sekarang, aku tak membawa uang”

Siwon memandang gadis dihadapannya itu yang terlihat menyesal, menyatukan kedua telapak tangannya memohon.

“Kau maukan memaafkanku, secepatnya aku akan menemuimu kembali dan akan mengganti rugi kameramu”

Siwon masih bungkam, ia melihat kameranya—masih bagus hanya terdapat goresan yang terdapat dilensanya. “Tidak perlu”

“Eh..kenapa? kameramu rusak karenaku dan aku akan bertanggung jawab”

“Tidak apa-apa, hanya goresan sedikit dilensanya. Aku hanya perlu ketempat perbaikan untuk mengganti lensanya”

“Mana bisa seperti itu, aku menjatuhkan kameramu tapi aku tak bertanggung jawab sama sekali. Kau marah padaku”

“Kau ini aneh sekali, aku sudah memaafkanmu dan melepaskanmu dari tanggung jawab, tapi kau malah mau mempersulitnya” Siwon tertawa menggelengkan kepalanya

Yoona menunduk, wajahnya menekuk, “Bukan seperti itu, itu adalah kesalahanku dan aku ingin mempertanggung jawabkannya. Ibuku pernah mengatakan bahwa kita harus mempertanggung jawabkan apa yang kita perbuat”

Siwon memandang Yoona yang masih menunduk dengan wajahnya yang menekuk, gadis ini sungguh sangat pintar mengekspresikan suasana hatinya.

“Arra..kau ingin mempertanggung jawabkannya?”

Yoona menengadahkan kepalanya menatap Siwon yang lebih tinggi darinya, ia menganggukkan kepalanya setuju. Bagi Siwon gadis ini benar-benar polos dan manis.

“Jadilah modelku”

“Eh??….” raut wajah Yoona menunjukan kebingungan

“Yaa jadi modelku, aku tak perlu uang dan lagipula aku bisa membawanya sendiri ke tempat perbaikan. Jadi, jadilah modelku dan kuanggap hutangmu lunas”

Yoona bungkam, ia terlihat menimbang-nimbang tawaran itu. ia memang suka di foto, tapi kalau untuk objek seorang photografer ini pengalaman baru untuknya.

“Kau mau tidak?” tanya Siwon lagi menunggu jawaban Yoona

“Baiklah, aku mau”

Siwon tersenyum, akan menyenangkan bisa mengambil gambar gadis cantik dihadapannya ini lebih leluasa, tak perlu memotretnya seperti penguntit seperti pertemuan pertama mereka.

“Baiklah, lusa siang kita bertemu lagi disini” Yoona mengangguk mengerti.

[]

Calgary-Canada, 12 januari 2007

Entah apa yang membuat dewi fortuna menghampiriku, hari-hariku sangat menyenangkan, menjadikan dirimu objek dari kameraku merupakan suatu kebahagiaan. Kau tahu betapa gembiranya aku ketika dirimu menyetujui untuk menjadi modelku. Sebenarnya hal ini tidak pernah terlintas dipikiranku sebelumnya, tapi..ketika dirimu merengek akan mempertanggung jawabkan kameraku yang telah kau jatuhkan, entah mengapa ide ini terlitas begitu saja..dan aku mensyukuri ide ini, akan selalu melihat wajah cantikmu. Bukankah menyenangkan…

Kau sangat cantik dengan koleksi-koleksi dressmu, hemm..aku menyukai semua yang ada pada dirimu, apa ini cinta?..Cinta pertama dalam hidupku, dan kupikir cinta terakhir untukku. Bagaimana denganmu?

Kau tahu? Ketika sahabatku mengatakan kau cantik, entah kenapa aku merasa sangat bahagia, aku merasa seperti kau adalah milikku dan aku bangga memilikinya. Bodoh bukan? Dan ketika dirinya mengatakan apa kau kekasihku, dengan berat hati aku harus mengatakan bukan, dan aku ingin kau menjadi kekasihku

…sahabatku mengatakan ingin mendekatimu setelah mengetahui kau bukan milikku, entah kenapa gerak cepat tubuhku langsung bekerja, dan mengatakan Tidak Boleh, sangat tidak rela kau direbut yang lain..

 []

Sosok indah berbalut dress cantiknya berpose didepan sebuah kamera yang sejak tadi aktif memotret dirinya. Hembusan angin musim gugur, lambaian dress dan surai coklat gelapnya yang bergelombang merupakan pandangan yang mengagumkan. Siwon selalu tersenyum kagum begitu mendapatkan satu persatu hasil karyanya memotret gadis yang bernama Yoona itu. sosoknya selalu sempurna tanpa cacat setiap ia menekan shutter kameranya. Ini karya terbaik baginya..

Hamparan daun maple yang berada disepanjang jalan taman yang begitu sepi, pepohonan yang tersusun rapi hanya menyisakan ranting-rantingnya.hembusan angin yang sesekali membuat duan-daun maple itu berterbangan dengan lembut. Musim gugur yang indah…

Siwon berjalan mengikuti langkah Yoona yang berada dihadapannya, selalu mengarahkan lensa kameranya pada sosok gadis itu, menyayangkan jika kesempatan memotret gadis itu diabaikan begitu saja. Gadis ini benar-benar photo genik, semua gambar-gambarnya yang tersimpan dimemori kemarenya benar-benar mengagumkan.

Sudah beberapa hari ini sosok Im Yoon Ah menjadi objek kameranya, menghabiskan waktu bersama ketempat-tempat indah.

Menyenangkan pergi bersama gadis itu, sosoknya yang polos dan manis tak berhenti untuk membuatnya tetap tersenyum. Bahkan ia sekarang lebih sering berjam-jam didepan meja kerjanya hanya untuk memandang gadis itu yang terdapat dilayar komputernya.

Apa ia merasakan yang namanya jatuh cinta?

Rasa inikah yang dirasakan setiap orang ketika merasakan sengatan lembut namun mampu membuatnya melayang?

Jika itu benar, ia mengakui dirinya sedang jatuh cinta..

“Wahh cantik sekali” celetukan itu membuatnya tersadar, ia menoleh menatap sosok pria yang masih melihat layar komputernya “Apa dia kekasihmu?”

Siwon tersenyum, “Bukan, dia modelku”

“Wahh benarkah, kau bertemu dengannya dimana? Ia cantik dan manis” Siwon lagi-lagi tersenyum, ia sependapat dengan temannya itu.

Lee Donghae, pemuda korea yang juga merupakan serang photografer. Mereka bekerja dan ditempatkan dibagian yang sama.

“Dia single? Kalau single aku akan mendekatinya”

“Tidak boleh!!” kalimat larangan itu begitu cepat terlontar dari bibirnya, apa ini yang dimaksud sebagai tindakan refleks,

“Wow sepertinya kau sudah jatuh padanya” goda Donghae menyeringai, Siwon tak menjawab dan kembali menatap layar komputernya

[]

Calgary-Canada, 17 Januari 2007

Beberapa hari menghabiskan waktu denganmu adalah hal yang terindah, aku mensyukuri tuhan telah mempertemukan kita..sepertinya aku  sudah tidak bisa menahan rasa ini untukmu..

Aku mencintaimu Im Yoona, dan aku mengungkapkan itu setelah mencuri satu kecupan di bibir mungilmu…

[]

“Yoona lihatlah kemari” Yoona yang diminta untuk berpose didepan kamera langsung menunjukkan senyum manisnya.

“Memuaskan..” satu kata itu menggambarkan hasil karyanya.

Yoona yang melihat Siwon tak lagi memperhatikan gerakan apapun yang ia lakukan, mendekati pria itu. “Mana, aku ingin melihanya?”

Yoona ikut berdiri disisi Siwon untuk melihat hasil karya pria itu, ia tersenyum dengan gambar-gambar dirinya, sangat mengagumkan. Selalu terlihat bagus pada setiap foto.

“Wah bagus-bagus sekali, kau memang photografer berbakat Siwon-ssi”Yoona berseru gembira dan melangkah menjauh dari Siwon. Membentangkan tangannya menghirup angin dingin musim gugur.

Siwon tak menyahuti apa yang dikatakan Yoona, ia masih menatap gadis itu dalam diam sejak Yoona menghampirinya dan kembali menjauh. Menatap wajah itu yang tersenyum manis, binar matanya selalu begitu jernih dan indah. Begitu cantik…

“Kau membuatku seperti model sesungguhnya, menyenangkan”ujarnya menatap langit, ia yang merasa dirinya diperhatikan menoleh,menatap Siwon

“Kau tahu aku mulai merasakan ada aliran lain yang mengalir ditubuhku ketika berdekatan ataupun kau berada dalam jangkauan pandangku”ujar Siwon berjalan menghampiri, memandang gadis itu yang terlihat belum mengerti akan kalimatnya.

Dekat..semakin dekat dan terus mendekat. Wajah mereka benar-benar dekat, bahkan hidung mereka hampir bersentuhan. Yoona terkejut dan sadar dengan posisinya itu ia bergerak ingin mundur. Namun belum selangkah ia melakukan lengan itu menariknya—memeluknya.

Yoona diam, ia menatap pria yang kini juga menatapnya tepat dimanik matanya.

“Pertemuan pertama kita ketika diriku mencuri gambarmu—perkenalan kita, pertemuan kedua kita ketika di gereja, melihatmu yang begitu khidmat dalam lantunan ayat. Walau aku tahu kau tak menyadari pertemuan kedua kita karena kau tak melihatku. Dan pertemuan ketiga kita ketika dirimu menabrakku dan mengakibatkan kameraku tergores. Apa ini bisa disebut takdir? Dari luasnya kota ini, terasa sangat mengesankan selalu dipertemukan denganmu. Memintamu menjadi modelku, mengamati foto-fotomu setiap waktu hingga berjam-jam. Bukankah jelas jika aku mengagumimu?”

Yoona tak bersuara, ia benar-benar hanya diam membalas tatapan Siwon dan mendengarkan perkataan pria itu. Melihat tatapan pria itu sungguh menyejukan, mata yang memiliki bola mata hitam pekat dan terkesan tajam…namun terlihat ada kelembutan disana. Siwon menundukan wajahnya dan mengeratkan satu tangannya yang memeluk gadis itu.

Sentuhan lembut itu membuat Yoona terkesiap tapi tak melakukan respon apapun, ia terdiam kaku merasakan sesuatu yang tak bertulang menyentuh permukaan bibirnya. Hanya menempelkan, dan diakhiri dengan kecupan manis.

“Aku menyukaimu, mencintaimu”

Siwon melepaskan pelukannya, memandang gadis itu yang masih terdiam kaku memandangnya. “Aku tahu diriku bukan siapa-siapa bagimu dan kau belum mengerti dengan yang namanya cinta, begitu pula diriku. Kita terlalu lugu untuk satu kata itu (red. Cinta). Pertemanan kita belakangan ini membuatku tahu  akan arti satu kata itu. Aku mengungkapkannya, aku merasakannya, dan aku menginginkannya. Aku mencintaimu, terimakasih telah menjadi modelku”

Sejak hari itu keduanya seperti menghilang, tak lagi saling membuat janji di taman pohon maple untuk bertemu. Keduanya seakan tertahan sejak peristiwa beberapa hari yang lalu.

[]

Yoona memandang sebuah kotak persegi yang ditemukannya didepan rumah, sebuah kotak yang berhiaskan coklat yang berhiaskan pita merah. Tertera namanya disana sebagai si penerima. Ia berjalan kearah kamarnya membawa kotak itu, membukanya perlahan dan menemukan sebuah dress cantik.

Anakku Im Yoon Ah,

Sudah begitu lama eomma meninggalkanmu bersama ayahmu, sejujurnya eomma merasa tak pantas untuk memberikan ini padamu. Tapi keinginan hati ini begitu egois ingin memberikan sesuatu yang sudah begitu lama takku lakukan.

Mungkin kau benci akan diriku yang meninggalkanmu dengan ayahmu, eomma bersalah dan memilih pergi menjauh dari hidup kalian. Tapi seorang ibu juga tak bisa membohongi hatinya ketika merindukan buah hatinya.

Kau pasti hidup dengan baik dengan ayahmu, ayahmu sosok terbaik didunia hingga ibu merasa benar-benar tak pantas bertatap wajah denganya dan juga denganmu. Kau sudah 22 tahun anakku, umur yang sudah cukup dewasa, apa kau sudah menemukan kekasih hati? Pilihlah pria yang mencintaimu tulus apa adanya, yang menemanimu dalam keadaan apapun. Tak seperti ibumu ini.

Jadilah wanita yang kuat, wanita yang mandiri dan bertanggung jawab. Jadilah seperti ayahmu, ia pria terbaik di dunia bukan?

Yang mencintaimu, 

Ibumu

Yoona terhenyak dari surat yang dibacanya, surat dari sang ibu yang sudah bertahun-tahun tak memperlihatkan keberadaannya. Dipandangnya dress lembut berwarna biru, warna kesukaannya.

[]

Calgary-Canada, 24 Januari 2007

Sejak pengungkapan cintaku untukmu kita semakin menjauh, tak pernah bertemu kembali sejak hari itu.

Aku merindukanmu..

Senyummu, tawamu, suaramu, entah mengapa sudah menjadi candu untukku..

Kau tahu betapa bahagianya aku ketika melihatmu lagi, walau aku tak tahu apa yang membuatmu menemuiku..aku tak peduli asal bisa melihat wajah cantikmu, itu cukup…

Aku menemanimu menemui ibumu, yaa… Aku senang kau mau berbagi sedihmu denganku, aku merasa telah menjadi orang yang penting untukmu..

Hingga…kau mengungkapkan isi hatimu padaku, kau tahu..rasanya aku ingin sekali berseru mengungkapkan suasana hatiku ini dan dihari itu juga kita berbagi ciuman lembut, aku akan menganggap ini ciuman pertama kita, walaupun sebelumnya aku sudah mencurinya dengan memberikanmu kecupan. Tapi ini berbeda dan terbalas…

Aku mencintaimu sayang…

[]

Seperti hari-hari sebelumnya, musim gugur dibulan Januari Siwon terkesiap begitu melihat sosok gadis yang beberapa hari ini tak ditemuinya. Melangkah mendekat dan menghampirinya.

“Annyeong..” sapa Yoona dengan canggung, Siwon membalasnya dengan senyuman

Siwon memandang gadis yang tak juga mau bersuara, “Apa ada yang ingin kau katakan?”

Yoona memilih duduk di kursi taman itu, memandang hamparan daun maple di musim gugur. Siwon mengikuti gadis itu duduk disampingnya. Yoona mengeluarkan sesuatu dari saku mantelnya, Siwon memandang sebuah surat yang disodorkan Yoona, ia menerimanya dengan ragu. Dibukanya surat itu dan membacanya, Yoona hanya diam menunggu Siwon yang masih membaca surat itu.

“Kau ingin bertemu dengannya?” tanya Siwon setelah melipat kembali surat itu. Yoona terdiam entah harus mengatakan apa.

Yoona benar-benar terkesiap begitu pria yang ditemuinya menarik dirinya untuk mengikuti langkah pria itu. ia terdiam bingung apa yang akan dilakukan pria itu.

“Naiklah” pinta Siwon begitu berada dihadapan motornya, Yoona mengerutkan kening tanda tak mengerti “Kau ingin bertemu ibumu, naiklah kita akan menemuinya. Kau tahu alamatnya?”

Yoona mengangguk “Ya aku tahu, tertera pada paket yang ia kirimkan padaku”

Yoona benar-benar tak menyangka apa yang dilakukannya kini, pergi untuk menemui sang ibu yang sudah bertahun-tahun meninggalkannya. Ia hanya diam selama perjalanan, mungkin ini pilihan yang tepat untuknya, menemui sang ibu…

Dirinya tak menyangka, sebuah pertemuan yang dilakukannya pertama kali setelah berpisah cukup lama dengan sang ibu. Semua itu karena pria yang kini bersamanya, pria itu yang membuat hubungannya membaik dengan sang ibu. Dan akhirnya ia mengetahui alasan kenapa ibunya pergi. Ibunya tak bahagia bersama ayahnya, sebuah pernikahan yang diawali dengan perjodohan memang tak selamanya berjalan mulus. Ibunya lebih memilih meninggalkan suaminya dan putrinya yang ia cintai untuk mendapatkan kebahagian yang nyata. Mungkin terkesan egois, tapi ia sudah dewasa, usianya sudah 22 tahun dan ia memahami tindakan ibunya. Dan ia berpikir ibunya cukup bijak meninggalkannya dengan sang ayah, ibunya menyadari perbuatannya itu salah dan memilih meninggalkan sang putri pada mantan suaminya yang pasti akan sangat menyayangi putrinya sendiri.

“Apa masih ada yang mengganggu pikiranmu?”

Yoona menoleh melihat pria itu yang kini berjalan menghampirinya yang sedang memandang hamparan ilalang yang indah. Setelah menemui sang ibu Siwon membawanya kesini untuk menenangkan diri.

“Gomawo, kau yang telah memperbaiki hubunganku dengan ibuku” ujar Yoona menatap Siwon yang kini berada dihadapannya

“Apa masih ada kekecewaan dihatimu untuk ibumu?”

Yoona tersenyum, “Aniyo, aku sudah dewasa dan aku memahami apa yang dilakukannya”

“Kau mengerti tentang cinta?”

“Setelah aku melihat ibuku, aku mengerti sedikit apa itu cinta, apa itu pengorbanan, dan apa itu kesetiaan” jawabnya

“Siwon-ssi, entah kenapa setelah membaca surat dari ibuku hanya dirimu yang terlintas dalam pikiranku. Kau pasti merasa aneh dengan tindakkanku yang membiarkan dirimu memasuki area pribadiku. Tapi entah kenapa aku merasa kau tepat untukku beritahu dan nekat menemuimu. Dugaanku tepat, dengan menemuimu aku bisa memperbaiki hubunganku dengan ibuku”

Siwon tersenyum membalas tatapan itu, “Aku senang bisa membantumu”

Yoona terdiam, ia teringat perkataan ibunya tadi ‘Apa pemuda itu yang telah mencuri hatimu? ibu merasa dia pemuda yang baik, jika kau mencintainya katakanlah..sebelum semuanya terlambat”

“Aku mencintaimu..” Siwon menatap Yoona yang begitu saja mengatakan sebuah kalimat yang sebelumnya pernah ia ungkapkan “Aku mencintaimu Siwon-ssi, aku mencintaimu”

Siwon langsung meraih tengkuk Yoona, merasakan bibir mungil yang terlihat manis itu kini berada dipermukaan bibirnya. Dan ia tak salah, bibir itu benar-benar manis seperti permen. Keduanya terlarut dalam nuansa cinta yang telah mereka rasakan.

[]

Kini sepasang kekasih baru itu mulai menjalani hari-harinya bersama, memadu kasih yang baru saja dimulai, tiada hari tanpa kebersamaan. Mungkin mereka memang baru merasakan yang namanya jatuh cinta, tapi mereka merasa seperti sudah bertahun-tahun bersama, keduanya merasakan kenyamanan ketika bersama.

Bagi Siwon, Yoona adalah bidadari cantik yang manis dan polos, ia juga memiliki senyum dan mata yang indah. Dan kelebihan dari Im Yoona adalah sosoknya yang mampu menggerakkan hati seorang Choi Siwon. Dan bagi Yoona, Siwon adalah pria yang dikirim tuhan untuk menemaninya, memberikan kenyamanan dan yang bisa berbagi dengannya. pria itu juga yang telah memperbaiki hubungan dirinya dan sang ibu. Siwon is My Hero itulah yang ia rasakan.

“Oppa gomawo sudah mengantarku” Yoona tersenyum manis pada Siwon begitu tepat berada di rumah kediaman Yoona.

Siwon memberikan senyumnya, mengelus pipi lembut Yoona yang membuat pipi itu merona. Dan dirinya menyukai ketika rona itu muncul. Cantik..satu kata itu yang akan terlintas jika melihatnya. Dikecupnya kening itu penuh sayang, “Masuklah dan istirahat”

Yoona memandang Siwon berbinar, kekasihnya itu sangat lembut dan penuh kasih sayang. Ia menganggukan kepalanya mendengar titah Siwon “Oppa juga, hati-hati dijalan”

Yoona berjinjit dan mengecup pipi itu dan kemudian segera berbalik memasuki halaman rumahnya. Ia bisa merasakan pipinya yang terasa panas, ia yakin semburat kemerahan itu muncul lebih merona—lebih baik menghindari bertatap muka lagi dengan pria itu, sebelum dirinya merasa malu sendiri.

Siwon yang mendapat kecupan di pipinya tersenyum dan memandang sang gadis yang kini berjalan memasuki rumahnya. Ia merasa menjadi pria yang paling beruntung memenangkan hati wanita itu. ia berbalik ketika gadisnya telah menghilang dibalik pintu, ia berlari dengan bahagia..

.

.

To Be Continued…

.

.

Annyeong..co-admin bawa ff hehehehee..udh lama ga buat ff  yang terakhir songfic, dan sudah banyak yang nagih nyuruh aku nulis lagi, dan entah kenapa terlintas buat cerita dengan alur seperti ini.

Chapter 1 sudah ku posted, bingung mau bahas apa soal ff ini. mudah2an kalian semua mengerti apa yang aku maksud dari ff ini, chapter 2 kemungkinan akanku ‘protect’, menghindari siders..jadi yang udh baca chapter 1 ini diwajibkan komen oke😉

sudahlah aku bingung mau bahas apalagi, ditunggu chapter ending-nya ajja oke…

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

370 Komentar

  1. yoonalmira

     /  Juni 19, 2015

    Ini menceritakan tentang kisah cinta pertama siwon oppa ya?? terharu banget hiks… hiks…😥
    Kok adegan yoona eonni ga ada? Justru malah ada sooyoung. Apakah sooyoung orang ketiga dalam hubungan mereka. Atau yoona eonni udh meninggal.
    Eonni aku minta pw chapter 2/enf ne? Gomawo

    Balas
  2. Cinta pertamA yoonwon tapi syang hanya pertemuan sooyung dn siwon, yoona ny mana? Chingu minta PW nya dong

    Balas
  3. Rostina fince manalu

     /  Juli 22, 2015

    Kok feelny kurang ya-_-
    Tapi suka inti critany .
    Fighting

    Balas
  4. raratya19

     /  Oktober 18, 2015

    aku masih bingung sama alur ceritanya… yoona masih pacarnya siwon kan? dan jangan bilang ntar nding nya bukan yoonwon thor T___T

    Balas
  5. Septia Muliahadana

     /  Maret 2, 2016

    Ini masih flashback yaa,tapi si yunah gapapa kan dichap selanjutnya?
    Jgn sampe sad ending,flashback nya sih sweet yah tapi kenapa siwon yg sekarang berubah jadi pendiem gitu?
    Terus si sooyoung jadi orangketiganya disini?
    Yoona-ya,neo oddiya?
    Eonni,bagi pw chap end nya dong

    Balas
  6. Ka echaaa. Daebakk. Likr ini sama ff nya. Omo issh mereka begitu manis . Suka bangt sama gaya bahasanyaa dan alurnya wow daebak. Cuy chap 2. Ka echaaa semangat : D

    Balas
  7. ayana

     /  Maret 28, 2016

    seru critanya. model critanya juga kilas balik tapi alurnya maju., menceritakan masa lalu, trus masa sekarang gmn? penasaran next chapternya…

    Balas
  8. Karin

     /  Juni 7, 2016

    Hai author, ijin baca yah. suka banget sama scene YW nya, semoga ceritanya ga sad ending yah. Btw next chapter jangan di protect yah. Huhu sedih kalo di protect, susag dapet pw nya. Thanks a lot author

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: