[OS] It`s Not Too Late To Realize

Title                 : It`s Not Too Late To Realize

Author             : Rima Asri R (Twitter Acc: @im_rar705)

Main Cast        : SNSD`s Im Yoona & Super Junior`s Choi Siwon

Other Casts     : Stella Kim, Kwon Yuri, Krystal, Lee Donghae,  Jessica Jung, etc.

Genre              : Romance, sad,  etc.

Annyeong chingudeulll…this is my first fanfiction. This story is mine and it`s pure from my imagination. All casts belong to God. Sorry if there any typo. I hope you like it. ENJOY GUYS^^

******

            Sang surya mulai menampakkan sinarnya, memaksa seseorang yang masih terlelap itu untuk membuka matanya. Im Yoona, yeoja itu masih berusaha mengumpulkan nyawanya setelah bangun dari tidurnya. Kepalanya sedikit terasa berat, akhir-akhir ini dirinya disibukkan dengan berbagai macam deadline sebagai seorang desainer, hal itupun berdampak pada jam tidurnya. Setelah puas berdiam diri, iapun beranjak dari tempat tidurnya dan segera menuju kamar mandi untuk bersiap  menjalani aktivitas rutinnya.

******

“Yoona-ya, Siwon sudah menunggumu” kata Ny.Im saat melihat Yoona berjalan menuruni tangga menuju meja makan.

“Ah baiklah, kalau begitu aku pergi sekarang” jawab Yoona sambil mempercepat langkah kakinya

“Tidak sarapan?”

“Nanti saja di kantor, aku sudah terlambat. Annyeong eomma” sahut Yoona sambil mencium pipi Ny.Im, iapun segera menuju ruang tamu tempat Siwon menungggu.

Siwon yang sedang fokus pada Ipadnya tidak menyadari kalau Yoona sudah berdiri di samping kursi tempat ia duduk.

“Oppa…” panggil Yoona pelan

Siwon menoleh mendengar panggilan itu

“Oh, kau sudah siap?” jawab Siwon sambil memerhatikan penampilan Yoona

“Ne, maaf sudah membuatmu menunggu lama”

Siwon hanya tersenyum menanggapi permintaan maaf Yoona. Setelah berpamitan pada Ny.Im, Siwon dan Yoonapun segera pergi.

******

            Tidak ada yang memulai pembicaraan di dalam mobil. Selalu seperti ini. Meskipun Siwon dan Yoona adalah sepasang tunangan, namun keduanya terlalu canggung untuk memulai sebuah pembicaraan. Mereka memang dijodohkan karena orangtua Siwon dan Yoona sudah bersahabat sejak lama. Yoona hanya bisa pasrah menerima keputusan kedua orangtuanya, ia terlalu malas untuk memilih seorang pria untuk menjadi pendamping hidupnya. Ia sendiri juga bosan mendengar cerita pengkhianatan yang dialami teman-temannya oleh makhluk bernama pria. Hal itulah yang menyebabkan dirinya sulit menerima kehadiran seorang pria sebagai sosok spesial dalam hidupnya. Bisa dibilang selama 25 tahun hidupnya, tak ada seorang priapun yang menempati ruang spesial di hati Yoona.

Berbeda dengan Yoona, Siwon pernah menjalani hubungan spesial dengan seorang yeoja, bisa dibilang cinta pertama Siwon. Stella Kim, perempuan itu, hanya dialah wanita yang spesial bagi Choi Siwon. Hubungan itu berlangsung cukup lama dan membekas di hati Siwon. Namun sayang, karena suatu hal yang sampai saat ini tidak diketahui Siwon, Stella pergi begitu saja dari hidup Siwon. Sejak saat itu, Siwon seolah menutup hatinya untuk yeoja manapun. Sampai akhirnya orangtua Siwon menjodohkannya dengan Yoona dan Siwon menerima perjodohan itu. Yoona tidak tahu mengapa Siwon mau menerima perjodohan ini, ia tahu betul tentang cinta pertama Siwon. Ny.Choi, Eomma Siwon menceritakan banyak hal tentang Siwon padanya. Yang jelas baik Siwon maupun Yoona, saat ini sedang berusaha menerima kehadiran masing-masing pasangan dalam hidup mereka. Meskipun terlihat dingin, Siwon selalu memperlakukan Yoona dengan baik, mengantar Yoona ke butiknya dan kemudian menjemputnya, Siwon bahkan tak jarang mengingatkan Yoona untuk makan. Yoona merasa dihargai untuk hal itu.

Mobil Siwon sudah sampai di depan butik milik Yoona. Yoona segera melepas seatbeltnya.

“Oppa gomawo” ucap Yoona sebelum turun dari mobil Siwon

“Ne cheonma” jawab Siwon sambil tersenyum tipis

“Ehmm…Yoona-ya, sepertinya nanti aku tidak bisa menjemputmu. Aku ada rapat penting nanti malam” lanjut Siwon

“Gwenchana oppa, aku bisa pulang naik taksi. Kalau begitu aku masuk dulu. Hati-hati di jalan. Annyeong”

“Ne annyeong”

Setelah itu, Yoona langsung turun dari mobil Siwon. Dan mobil Siwonpun langsung melaju menuju Hyundai Corporation, perusahaan Ayahnya, tempat Siwon bekerja.

YOONA POV

Aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam butik dan segera menuju ruang kerjaku. Aku kembali menyibukkan diriku ke dalam pekerjaanku yang menumpuk. Aku mulai tenggelam dalam duniaku. Mendesain! Sampai-sampai aku tak menyadari jika jam makan siang sudah tiba, bahkan aku juga melupakan janjiku pada Eomma untuk sarapan di kantor.

“Yaakk Im Yoonaa!!! Jangan terlalu sibuk seperti itu hingga melupakan waktu untuk makan siang”

Kwon Yuri, sahabat sekaligus rekan kerjaku selalu saja lupa bagaimana cara untuk masuk ke ruanganku. Mengetuk pintu.

“Nona Kwon, bukankah sudah selalu kuingatkan untuk mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke ruanganku” kata Yoona ketus sambil menatap Yuri tajam.

“Hehe mianhae Yoong, bukankah kau tahu kalau aku juga selalu lupa melakukannya” jawab Yuri tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Aku hanya bisa menghela napas pasrah melihat kelakuan sahabatku satu ini. Selalu saja mengabaikan hal-hal kecil, meskipun begitu, ia adalah sahabat terbaikku. Kami sangat dekat. Aku menceritakan apapun padanya. Ia selalu menjadi pendengar baik untukku. Aku bersyukur mempunyai sahabat seperti dirinya.

“Yoong, kajja kita makan siang, aku akan mentraktirmu” ajak Yuri sambil menarik tangan Yoona keluar dari ruang kerjanya.

******

            AUTHOR POV

Yoona dan Yuri sedang menikmati makan siang di restoran favorit mereka yang terletak tak jauh dari butik Yoona.

“Bagaimana hubunganmu dengan Choi Siwon?” tanya Yuri memulai pembicaraan.

“Masih seperti biasa” jawab Yoona malas

“Sampai kapan kalian akan seperti itu?” tanya Yuri sambil menatap Yoona serius

“Seperti itu?” Yoona menaikkan sebelah alisnya mendengar pertanyaan Yuri

Yuri menghela napas kasar melihat tanggapan Yoona.

“Dingin dan canggung” kata Yuri dengan penuh penekanan

“Kalian akan menikah Yoong, bagaimana mungkin kalian tidak pernah menghabiskan waktu bersama dan saling bertukar cerita? Kalau diantara kalian tidak ada yang memulai mana mungkin hubungan kalian bisa berubah” lanjut Yuri sedikit kesal

“Siwon oppa masih mencintai Stella” lirih Yoona

“Darimana kau tahu? Siwon mengatakannya langsung padamu?”

“Aniya, tapi Stella adalah cinta pertama Siwon oppa dan bukankah cinta pertama itu sulit dilupakan?”

“Jangan suka menduga-duga seperti itu Yoong, cobalah untuk memulai sebuah pembicaraan dengan Siwon. Langkah kalian sudah cukup jauh Yoong, tidak ada salahnya kan jika kau yang memulai. Ini juga untuk kebaikanmu dan Siwon. Aku ingin kau bahagia” kata Yuri sambil tersenyum tulus pada Yoona.

Yoona hanya diam mendengarkan Yuri. Tapi dalam hati, ia membenarkan semua perkataan Yuri. Selama menjalin hubungan dengan Siwon tak pernah ada pembicaraan berarti antara keduanya. Jalan berduapun sangat jarang, mengingat keduanya sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Sampai saat ini keduanya masih sama-sama belajar. Belajar menerima kehadiran masing-masing pihak. Yoona tahu betul, sampai saat ini Siwon masih mengingat Stella…dan mencintainya. Entah kenapa ada perasaan tak rela dengan kenyataan itu.

******

            Siwon menhempaskan tubuhnya ke ranjang empuk miliknya. Waktu sudah menunjukkan pukul 23.30 KST. Ia baru pulang dari kantor. Pekerjaan hari ini benar-benar menguras tenaga, otak, dan waktunya, bahkan iapun tak menjemput Yoona seperti biasanya. Yoona, yeoja itu kembali hadir dalam pikirannya. Siwon harus mengakui, Yoona adalah yeoja yang baik, ramah, pintar, dan tentu saja cantik. Meskipun begitu, Siwon masih belum bisa menerima sepenuhnya kehadiran Yoona dalam hidupnya. Bayangan Stella, cinta pertamanya masih selalu muncul. Setelah bergulat dengan pikirannya sendiri, Siwon segera bangkit menuju kamar mandi untuk  membersihkan diri.

Iphone Siwon berdering tanda ada pesan masuk. Siwon yang baru keluar dari kamar mandi, langsung mengecek ponselnya. Ada satu pesan. Siwon mengerutkan keningnya, melihat nama yang tertera di ponselnya. Tidak biasanya orang itu mengirim sebuah pesan singkat padanya apalagi malam-malam seperti ini.

            From : Im Yoona

Siwon oppa, apa pekerjaanmu sudah selesai? Jangan lupa makan malam dan istirahat J

Tanpa sadar bibir Siwon membentuk sebuah senyuman saat membaca pesan tersebut. Iapun segera membalas pesan dari Yoona tersebut.

To : Im Yoona

            Ne, aku baru saja sampai  di apartment. Kau juga istirahatlah

 

******

            Pagi harinya seperti biasa, Yoona bersiap-siap untuk bekerja. Ada perasaan berbeda yang menghinggapi hatinya saat ini. Entah kenapa, jantungnya jadi berdebar tak karuan saat akan bertemu Siwon. Apa karena kejadian semalam, saat ia mengirim pesan singkat untuk Siwon. Awalnya Yoona hanya ingin mengikuti saran Yuri, ia tak menyangka Siwon akan membalas pesannya. Yoona tak bisa mendeskripsikan bagaimana perasaanya semalam, saat menerima balasan dari Siwon. Mungkin bagi sebagian besar pasangan, saling mengirim pesan adalah hal yang sangat wajar. Tapi tidak bagi Im Yoona dan Choi Siwon. Bisa dihitung dengan jari berapa kali mereka saling mengirim pesan, itupun karena perintah dari orangtua masing-masing. Yoona melangkah meuju jendela kamarnya. Ia melihat pria tampan itu turun dari mobil Audi hitamnya. Jantung Yoona berdegup lebih kencang lagi. Entah apa yang terjadi dengannya saat ini.

Kembali suasana hening menyelimuti mobil Choi Siwon. Baik Siwon maupun Yoona sama-sama bingung harus bagaimana untuk memulai pembicaraan. Terlebih Yoona, sedari tadi ia terus berusaha mengontrol jantungnya yang masih saja bekerja ekstra.

“Ehm…Yoona-ya..” ucap Siwon memecah keheningan yag sejak tadi tercipta

“Ne oppa?” jawab Yoona setenang mungkin sambil menoleh ka arah Siwon

“Nanti siang kau ada acara?”

“Ani, waeyo?”

“Appa mengajak kita makan siang bersama, apa kau mau?” tanya Siwon sambil menatap Yoona

“Oh ne tentu saja” jawab Yoona sambil cepat-cepat mengalihkan pandangannya dari Siwon

“Baiklah, kalau begitu aku akan menjemputmu saat jam makan siang nanti”

“Ne” balas Yoona singkat.

******

            Yoona tak bisa membohongi perasaannya kalau ia sangat senang saat ini. Sejak tadi ia terus saja tersenyum. Ia tak sabar menunggu waktu makan siang nanti.. Sampai-sampai Yuri menatapnya dengan tatapan penuh selidik.

“Yoong gwenchana?” tanya Yuri dengan tatapan tajam

“Aku?? Tentu saja” jawab Yoona heran dengan pertanyaan Yuri

“Kau terlihat berbeda hari ini” sahut Yuri masih penasaran

“Berbeda apanya, aku masih Im Yoona sama seperti kemarin”ucap Yoona santai

“Haahh baiklah, Yoong, nanti kita makan siang bersama ne?”

“Mianhae Yul, aku akan makan siang dengan Siwon oppa nanti”

“MWOOOO??” teriak Yuri tepat di telinga Yoona

“Aishh Kwon Yuriii, tak perlu berteriak seperti itu!!” sahut Yoona tak kalah keras

“Apa katamu tadi? Makan siang dengan Siwon oppa??” tanya Yuri tak percaya

“Ne, waeyo?”

“Omo Yoongie-ya, bagaimana bisa secepat itu?”

“Kau ini bagaimana sih, bukankah kau kemarin menasehatiku panjang lebar, kenapa sekarang malah bersikap tak percaya begitu” jawab Yoona sambil mengerucutkan bibirnya

“Aku hanya tidak menyangka kalau akan secepat ini Yoong. Tunggu dulu…apa karena akan makan siang dengan Siwon sejak tadi kau terus tersenyum?” Tanya Yuri penuh selidik

“Aniya, aku tidak hanya berdua dengan Siwon oppa, ada ayah Siwon oppa juga” jawab Yoona sambil berusaha mengilangkan kegugupannya.

“Ahh benarkah?” balas Yuri dengan nada menggoda

“Yaakk Kwon Yuri!!! Sebaiknya kau kembali bekerja!!” sahut Yoona yang sudah mulai salah tingkah

******

            Mobil Audi hitam Siwon sudah berhenti di depan sebuah restoran mewah di daerah Gangnam. Siwon dan Yoona segera melepas seatbelt yang tadi terpasang dan segera turun dari mobil. Mereka berjalan berdampingan masuk ke dalam restoran tersebut. Tuan Choi sudah menunggu di dalam. Yoona terlihat gugup karena akan bertemu dengan Tuan Choi, calon ayah mertuanya. Yoona menoleh ke arah Siwon yang terlihat santai, Siwon yangmerasa diperhatikan, menoleh ke arah Yoona.

“Wae?” tanya Siwon singkat

“Aniya” jawab Yoona terdengar gugup

YOONA POV

Aku melihat Tuan Choi sudah duduk menunggu di sudut ruangan restoran mewah ini. Ia berdiri menyambut kedatanganku dan Siwon oppa.

“Annyeonghaseyo Abeonim” sapaku ramah sambil membungkukkan badan

“Ahh Yoona-ya lama tidak bertemu, ayo duduklah” balas Tuan Choi hangat.

Aku dan Siwon oppa langsung duduk di kursi yang telah disediakan.

“Gomawo Yoona-ya sudah memenuhi undanganku” ucap Tuan Choi sambil tersenyum ramah kepadaku. Aku hanya tersenyum menanggapinya. Hei, mana mungkin aku menolak undangannya. Calon menantu macam apa aku ini.

“Bagaimana hubunganmu dengan Siwon?” lanjut Tuan Choi

“Ohh, ne?..ehmm..hubungan kami baik-baik saja” sungguh aku tak tahu harus menjawab apalagi.

“Siwon-ah, kau memperlakukan Yoona dengan baik kan?” tanya Tuan Choi kepada Siwon oppa, terdengar nada gurauan di dalamnya. Aku melihat ekspresi Siwon oppa yang cukup kaget mendengar pertanyaan Appanya.

“Aku selalu berusaha melakukannya Appa” jawab Siwon oppa akhirnya, tetap terlihat santai.

“Baguslah kalau begitu, Yoona-ya jika Siwon memperlakukanmu dengan buruk laporkan saja padaku, arra?” Tuan Choi kembali mengeluarkan candaannya.

“Aniya Abeonim, Siwon oppa pria yang baik” sungguh, aku sangat jujur saat mengatakannya. Siwon selalu memperlakukanku dengan baik. Oh, astaga Im Yoona sepertinya kau sudah masuk dalam pesona Choi Siwon.

“Syukurlah, Siwon-ah, Yoona-ya, kulihat kalian berdua sangat sibuk akhir-akhir ini. Cobalah luangkan waktu kalian untuk pergi bersama. Jangan terlalu sibuk pada pekerjaan.” Tuan Choi menasehatiku dan Siwon oppa.

“Ne Appa, kami akan berusaha mencari waktu yang tepat” balas Siwon oppa setelah tersenyum ke arahku.

Acara makan siang terus berlanjut. Tuan Choi merupakan sosok yang hangat, dia menerimaku dengan sangat baik. Ani, keluarga Choi menerimaku dengan sangat baik. Aku tak menyangka, Siwon oppa mempunyai selera humor yang cukup tinggi. Tak jarang ia melemparkan candaan pada Ayahnya. Aku sungguh kagum melihat hubungan yang tercipta antara anak dan ayah itu. Mereka terlihat sangat akrab, walaupun mereka adalah orang-orang yang mempunyai jabatan penting di perusahaan. Aku merasa nyaman berada disini, walaupun aku lebih banyak diam. Aku baru menyadari, bukankah aku calon menantu yang beruntung, mempunyai tunangan yang hampir digilai oleh setiap wanita dan keluarga yang menerimanya dengan baik. Tunggu,  calon menantu? Mengapa aku jadi seyakin ini jika Siwon oppalah yang akan menjadi suamiku nantinya?

******

            “Ohh, eonnie sudah pulang?” Sapa Krystal, adik Yoona saat melihat Yoona masuk ke dalam rumah.

“Ne……ahh lelahnya” balas Yoona sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa empuk di ruang keluarga.

“Setidaknya kelelahanmu terbayar karena setiap hari kau selalu dijemput oleh tunanganmu yang tampan itu eon” sahut Krystal sedikit menggoda Yoona

“Siwon oppa maksudmu?” pertanyaan yang terdengar bodoh bagi Yoona sendiri

“Tentu saja, memang kau bertunangan dengan berapa pria?” setelah itu Krystal langsung mendapat lemparan bantal dari Yoona.

“Oh ya eon, besok malam eomma akan mengundang keluarga Choi untuk makan malam di rumah kita”

“Yoongie-ya kau sudah pulang” seru Eomma Yoona sambil berjalan menuju ruang keluarga

“Ne eomma, apa benar eomma mengundang keluarga Choi makan malam? Dalam rangka apa?” tanya Yoona sedikit beruntun

“Besok Appamu pulang dari Jepang, sudah lama Appa mu tidak bertemu dengan Tuan Choi, hanya makan malam keluarga saja Yoong” jelas Ny.Im

“Oh ya, apa kau ada usul kira-kira makanan apa saja yang harus eomma masak?” lanjut Ny.Im

“Ehmm…apa Siwon oppa juga ikut?”

“Tentu saja” Ny.Im tersenyum menjawab pertanyaan Yoona

Sepertinya Yoona tahu makanan apa saja yang harus ada di meja makan besok.

******

            Acara makan malam yang Yoona tunggu-tunggu tiba. Yoona tunggu-tunggu? Entahlah, yang jelas sebelum acara dimulai, Yoona sudah sibuk mempersiapkan diri. Dia ingin tampil sempurna di depan keluarga Choi. Atau lebih tepatnya…Choi Siwon.

Keluarga Im dan keluarga Choi sudah siap di meja makan untuk menyantap makan malam yang telah disediakan.

“Siwon-ah, lihatlah bukankah ini semua makanan favoritmu?” seru Ny.Choi saat melihat makanan-makanan yang tersaji di meja makan

“Oh, jinjja?? Yoona eonnie yang mengusulkan untuk memasak semua ini” seru Krystal tak kalah antusias sambil menatap Yoona dengan pandangan tak berdosa. Dan saat itu juga, Yoona langsung merutuki Krystal dalam hati. Tuan Im dan Ny.Im hanya tersenyum penuh arti mendengar seruan Krystal

“Oh benarkah Yoona-ya?” tanya Ny.Choi tak percaya. Yoona hanya bisa menanggapinya dengan senyum malu. Ia benar-benar tak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan itu. Wajahnya sudah merona merah sekarang, apalagi saat sadar Siwon sedang menatapnya. Sungguh ia tak berani balas menatap pria tampan itu, ia takut jantungnya akan langsung melompat keluar dari tempatnya karena berdetak terlalu keras. Kembali ia merutuki Krystal yang berani membuatnya salah tingkah di hadpan semua orang.

Acara makan malam itu berlangsung dengan hangat. Maklumlah kedua keluarga tersebut sudah saling mengenal lama, ditambah lagi ada Krystal yang selalu menjadi penghidup suasana. Sedangkan Siwon dan Yoona, seperti biasa, mereka lebih banyak diam dan hanya berbicara apabila ditanya. Sesekali Krystal menggoda Yoona di depan keluarga Choi, dan Yoona bersumpah akan memberinya pelajaran setelah acara makan malam itu selesai.

******

            Yoona dan Siwon memutuskan untuk mengobrol di taman belakang kediaman keluarga Im setelah selesai makan malam.

“Gomawo” ucap Siwon memulai pembicaraan

“Untuk?” jawab Yoona tidak mengerti

“Makan malamnya”balas Siwon singkat

“Ahh, aku tidak melakukan apapun, Eomma yang menyiapkan semuanya”

“Tapi kau mengusulkan semua makanannya kan? Dan itu semua makanan favoritku” kata Siwon sambil tersenyum menatap Yoona.

Blusshh. Yoona tak bisa membayangkan semerah apa wajahnya sekarang. Dalam hati ia bersyukur karena lampu di taman ini tidak terlalu terang sehingga Siwon tidak akan menyadari perubahan wajah Yoona. Dan Yoonapun tak tahu harus menjawab apa, jantungnya kembali berdetak abnormal. Yoona hanya menundukkan kepalanya, Siwon tersenyum melihat tingkah Yoona. Yoona benar-benar sudah terjebak dalam pesona seorang Choi Siwon, dan entah kenapa ia tak ingin keluar dari dalamnya.

“ehmm..Yoona-ya?” panggil Siwon

“Ne oppa?” jawab Yoona sambil berusaha mengontrol perasaannya saat ini

“Malam minggu besok kau ada acara?”

“Sepertinya tidak, ada apa?

“Sahabatku mengundangku untuk datang ke acara pernikahannya, kau mau menemaniku?”

“Oh, ne tentu saja” jawab Yoona sedikit gelagapan

“Kalau begitu aku akan menjemputmu jam 7 malam” Siwon tersenyum pada Yoona. Entah sejak kapan Yoona menganggap kalau senyuman Siwon begitu memikat. Dan demi Tuhan, ia tak pernah merasa sebahagia ini ketika diajak pergi oleh seorang pria.

           

******

            “Aisshh…aku harus pakai yang mana!!!” gerutu Yoona yang sedari tadi masih saja bingung memilih beberapa gaun pesta hasil rancangannnya sendiri. Entahlah, biassanya Yoona akan dengan mudah menentukan pakaian yang akan dikenakannya, tapi apa yang terjadi dengannya kini, ia benar-benar bingung menentukan pilihan. Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamar Yoona.

“Eonnie, kau di dalam?” seru Krystal dari luar

“Ne, masuklah” suruh Yoona

“Omo! Eonnie apa yang kau lakukan?” tanya Krystal kaget melihat banyak gaun pesta berserakan di tempat tidur Yoona

“Aku sedang memilih gaun yang cocok untuk aku kenakan. Bantulah aku, aku sungguh bingung memilihnya” mohon Yoona sambil menunjukkan puppy eyesnya

“Aishh baiklah, memang kau akan pergi dengan siapa?” tanya Krystal penasaran

“Siwon oppa” jawab Yoona singkat

“Jinjja!??? Bagaimana bisa?” sahut Krystal tak percaya, ia tahu persis bagaimana hubungan Eonnienya dengan Siwon. Bebicarapun jarang, dan sekarang keduanya akan berkencan?

“Isshh, bukankah kau ingin membantuku, kenapa malah banyak bertanya?”

“Aku hanya heran saja, kau akan kencan dengan Siwon oppa, bukankah kalian tidak terlalu dekat walau sudah bertunangan?”

“Aku tidak berkencan dengannya, hanya menemaninya datang ke acara pernikahan sahabatnya.” jelas Yoona yang mulai gugup mendengar ucapan Krystal  barusan

“Benarkah??, sepertinya sudah banyak perkembangan antara hubunganmu dengan Siwon oppa?” kata Krystal sedikit menggoda Yoona

“Yaakk..sudahlah jangan banyak bicara dan cepat pilihkan gaun yang cocok untukku! Aku  tidak punya banyak waktu!” perintah Yoona yang kesal pada Krystal. Krystal hanya bisa mengerucutkan bibirnya mendengar perintah Yoona.

Setelah sibuk memilih, pilihan Krystal jatuh pada sebuah gaun hitam tanpa lengan panjang sedikit di atas lutut. Di bagian perut ada sebuah hiasan berbentuk pita berwarna emas (aduuhh maaf banget yaa kalo deskripsinya kacau bin ancur gini, aku paling gabisa kalo harus deskripsiin pakaian apalagi gaun pesta *bow*). Yoona tidak pernah meragukan selera Krystal pada fashion, sehingga langsung memutuskan untuk memakai gaun pilihan Krystal. Ia segera menyiapkan diri.

Yoona berjalan menuju ruang tamu dengan didampingi Krystal, ia melihat Siwon sedang duduk dan berbincang dengan kedua orangtuanya. Yoona tampak cantik dalam balutan gaun yang dipilihkan Krystal, gaun hitam itu tampak kontras melekat di kulit putih mulus Yoona. Yoona tetap membiarkan rambut indahnya terurai, ia semakin terlihat cantik dan seksi, tanpa meninggalkan kesan elegan. Siwon juga terlihat tampan dengan tuxedo hitam yang dikenakannya.

“Ohh Yoona-ya” seru Ny.Im sambil melihat ke arah Yoona. Secara refleks, Siwon juga menolehkan kepalanya ke arah Yoona. Ia tersenyum melihat penampilan Yoona yang terlihat…sempurna di matanya.

“Yoona-ya, Siwon sudah cukup lama menunggumu” kata Tuan Im pada Yoona yang kinii sudah berdiri di hadapan mereka.

“Ne appa, sedari tadi Yoona eonnie sibuk memilihi gaun, sepertinya ia ingin terlihat sempurna di depan Siwon oppa, iyakan eonnie?” sambar Krystal yang diakhiri dengan kedipan sebelah mata yang ditujukan untuk Yoona. Semua yang ada di sana tertawa mendengar ucapan Krystal, terkecuali Yoona, dia justru memberi tatapan mematikan pada Krystal seolah memintanya untuk berhenti bicara.

“Abeonim, eomonim kalau begitu kami pamit” ucap Siwon seraya bangun dari duduknya

“Kajja yoona-ya” lanjut Siwon

“Ahh ne, Appa, eomma, aku pergi” pamit Yoona kepada kedua orangtuanya.

“Ne, berhati-hatilah, Siwon-ah jaga Yoona ne?” kata Ny.Im

Siwon tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Kemudian ia membungkukkan badannya dan berjalan berdampingan dengan Yoona menuju mobilnya.

YOONA POV

Mobil Siwon oppa sudah sampai di area parkir sebuah hotel berbintang di pusat kota Seoul tempat pesta pernikahan sahabatnya diselenggarakan. Aku dan Siwon oppa segera turun dari mobil untuk masuk ke dalam hotel. Aku dan Siwon oppa berjalan berdampingan masuk ke dalam hotel. Tiba-tiba langkah Siwon oppa berhenti dan ia menatapku.

“Kau tidak ingin menggandeng lenganku” tanya Siwon to the point

Aku sungguh tak tahu harus bagaimana sekarang, aku tak pernah melakukan skinship dengannya sebelumnya. Apalagi sekarang dia yang memintaku untuk melakukannya.            “Ehmm, ohh, haruskah? Ah maksudku apa Oppa tidak keberatan?” jawabku sambil memberanikan diri menatap wajahnya dan aku yakin wajahku sudah semerah tomat sekarang.

“Keberatan? Tidak ada alasan untuk itu” jawab Siwon santai

Aku merasakan tanganku yang sedikit bergetar dan dengan perlahan, aku mengaitkan tanganku ke lengannya yang kekar. Aku melihat Siwon tersenyum manis setelah itu dan kamipun melanjutkan langkah kami. Astaga Choi Siwoonn…aku bisa mati jika terus seperti ini.

******

            Siwon dan Yoona segera menghampiri pasangan pengantin si empunya pesta begitu mereka tiba di dalam hotel.

“Hae-ah chukkaeyo” kata Siwon sambil memeluk Donghae, sahabatnya yang lama tinggal di luar negeri

“Gomawo Wonnie” balas Donghae sambil tersenyum sumringah

“Ahh Sica-ah chukkae semoga kau bahagia bersama Donghae” Siwon tak lupa memberi selamat pada Jessica, yeoja yang kini telah resmi menjadi istri Donghae.

“Gomawo oppa, tentu aku pasti bahagia dengan Donghae oppa” jawab Jessica sambil menyandarkan kepalanya di bahu Donghae dengan manja

“Aishh kalian ini, tidak bisakah nanti saja bermesraannya?” tanya Siwon pura-pura kesal

“Ahh ya, kenalkan ini  Im Yoona” lanjut Siwon memperkenalkan Yoona kepada Haesica

“Annyeonghaseyo, Yoona imnida” Yoona membungkukkan sedikit badannya pada Haesica

“Ahh jadi ini tunanganmu  Wonnie, annyeong Yoona-ssi, mianhae kami tak bisa datang ke acara pertunanganmu dengan Siwon waktu itu” balas Donghae ramah

“Ne gwenchana, kalian pasti punya banyak urusan”

“Yoona-ssi, kau sangat cocok dengan Siwon oppa, kapan kalian akan menyusul kami?” ucap Jessica yang langsung membuat Yoona salah tingkah dan hanya bisa menjawabnya dengan senyuman malu.

“Ne Wonnie, aku tunggu undangan pernikahan kalian sampai di rumah kami” timpal Donghae yang semakin menyudutkan Yoona dan Siwon.

“Aishh, baiklah aku akan segera menyusul kalian, kalian tunggu saja” jawab Siwon yang mulai gerah dengan Haesica yang menggodanya dan Yoona. Yoona membulatkan matanya mendengar jawaban Siwon. “Segera menyusul kalian”. Dengannya kah? Benarkah Siwon sudah benar-benar menerima Yoona dalam hidupnya? Lalu bagaimana dengan Stella?

“Hae-ah, Sica-ah aku dan Yoona akan menemui yang lain dulu, kajja yoona-ya” ajak Siwon yang membuyarkan lamunan Yoona

******

            Siwon asyik berbincang dengan teman-temannya yang hadir di acara pernikahan Donghae dan Jessica. Sedangkan Yoona, tentu hanya diam, ia tak pernah mengenal teman-teman Siwon. Dan entah kenapa walaupun Yoona hanya diam mendengarkan, ia tetap menikmatinya, mungkinkah karena tangan Siwon yang sedari tadi terus menggenggam tangannya?

******

            “Yoona-ya” panggil Siwon pada Yoona, kini mereka telah berada di dalam mobil dalam perjalanan pulang

“Ne, waeyo oppa?” jawab Yoona sambil menoleh ke arah Siwon

“Ehmm..mianhae, kurasa saat di pesta tadi, aku sedikit mendiamkanmu” ucap Siwon yang baru menyadari sikapnya saat di pesta tadi.

“Gwenchana oppa, kau pasti jarang bertemu dengan teman-temanmu dan saat kalian bertemu, wajarlah jika kalian terus berbincang” ujar Yoona mengerti

“Kau merasa tidak nyaman tadi?”

“Aniya, sungguh oppa, tidak sama sekali” sanggah Yoona cepat bahkan terkesan berlebihan, membuat Siwon terkekeh pelan. Dan Yoona seperti menyadari kebodohan yang telah ia lakukan, membuatnya kembali salah tingkah di depan Siwon.

******

            “Gomawo oppa sudah mengantarku” ucap Yoona saat mereka sudah sampai di depan rumah Yoona. Yoona segera melepas seatbeltnya, namun saat ia hendak membuka pintu mobil, Siwon menarik lengan Yoona sehingga membuatnya menghadap ke arah Siwon. Siwon menatap Yoona.  Tanpa Yoona duga Siwon mendekatkan dirinya ke arah Yoona dan mencium kening Yoona singkat.

“Harusnya aku yang berterima kasih, gomawo sudah menemaniku malam ini, dan sekali lagi aku minta maaf atas sikapku tadi” kata Siwon dengan senyum manis menghiasi wajah tampannya. Yoona masih membeku ditempatnya, ia benar-benar tak percaya dengan apa yang baru saja Siwon lakukan. Untuk pertama kali Siwon menciumnya! Walaupun hanya sebuah kecupan singkat di kening. Hal itu mampu membuat wajah Yoona memanas dan hatinya berdesir.

“Nnnn..nee” hanya kata itu yang mampu Yoona ucapkan, lidahnya seakan tak mampu mengeluarkan kata-kata, bahkan Yoona tak memandang wajah Siwon ketika menjawabnya.

“Oopp..oppa aku masuk dulu, kau berhati-hatilah” Yoona sebisa mungkin mengontrol suaranya saat berbicara kepada Siwon, ingin rasanya ia segera berlari masuk ke dalam rumah.

“Hmm, kau pasti lelah, istirahatlah” Setelah itu, Yoona segera keluar dari mobil Siwon, ia sungguh tak mampu jika harus berada lebih lama lagi di dalam mobil itu. Mobil Siwonpun melaju meninggalkan rumah Yoona. Sedangkan Yoona masih berdiri mematung melihat mobil Siwon yang sudah melaju. Ia memegangi dadanya, jantungnya masih bertalu-talu kencang. Yoona kembali mengingat kejadian tadi, bahkan hanya dengan mengingatnya saja, jantung Yoona berdetak lebih kencang lagi. Yoona masih tak tahu bagaimana mendeskripsikan perasaannya sekarang. Satu hal yang Yoona ketahui, ia tak pernah merasa sebahagia ini hanya karena seorang pria.

******

            Buku sketsa itu masih saja bersih, Yoona benar-benar tak bisa berkonsentrasi saat ini. Tak ada satupun ide yang terlintas di pikirannya untuk mendesain pakaian baru. Yang ada justru Choi Siwon, sudah satu minggu ini Yoona tidak bertemu dengan Siwon karena Siwon harus pergi ke Pulau Jeju untuk mengurusi cabang perusahaan ayahnya. Sesekali mereka berhubungan lewat pesan singkat dan terkadang melalui telepon. Tapi tadi malam Siwon sama sekali tak menghubunginya. Rindukah Yoona pada namja itu? Baiklah, sepertinya Choi Siwon sudah berhasil meracuni Im Yoona.

Yoona mengalihkan perhatiannya pada Iphonenya yang sedari tadi tergelatak di atas meja kerjanya. Tak ada satupun pesan yang masuk. Entah kenapa tangan Yoona tergerak untuk mencari kontak Siwon dan entah karena dorongan apa, kini jemari lentik Yoona telah menyentuh tombol hijau yang menghubungkannya dengan nomor Siwon.

“Aisshh…Im Yoona apa yang kau lakukan!!” gerutu Yoona yang menyadari tindakan bodohnya. Namun sepertinya sudah terlambat bagi Yoona untuk segera memutus panggilan itu, karena sudah ada jawaban dari seberang sana. Dan Yoona tak punya pilihan lain.

“Yeoboseyo?” terdengar suara yeoja dari seberang

“Yeoboseyo? Ini ponsel Siwon oppa kan?” jawab Yoona dengan nada bingung

“Ne, ini ponsel Siwon oppa, tapi dia sedang ke toilet” jelas yeoja itu

“Ahh ya, maaf tapi kau siapa?” tanya Yoona yang sedari tadi sudah pensaran dengan yeoja yang kini sedang berbicara dengannya

“Aku Stella, Stella Kim”

DEG!

Yoona merasa badannya lemas ketika mendengar nama itu. Ia segera memutus sambungan tersebut. Stella Kim, cinta pertama Siwon, dia sudah kembali. Yoona tak bisa menahan air matanya yang kini sudah meluncur membasahi pipi mulusnya. Tidak, pantaskah ia menangis sekarang? Pedulikah Siwon jika Yoona menangisinya? Apakah Siwon mencintainya? Hati Yoona terasa sesak. Yoona sadar, sosok Stella masih sangat berarti bagi Siwon. Cinta pertama memang sulit dilupakan. Tidak seharusnya Yoona mempunyai perasaan ini, selama ini Siwon  memperlakukannya dengan baik hanya karena ia ingin menghargai Yoona, Siwon tak pernah menyatakan perasaannya pada Yoona. Yoona juga tak pernah benar-benar tahu bagaimana sebenarnya perasaan Siwon saat berunangan dengannya. Sekarang ia benar-benar takut, sangat takut. Dan ia tak pernah merasa setakut ini kehilangan sesosok pria. Pria spesial baginya, pria yang memperkenalkannya pada cinta,  pria yang perlahan mulai mengisi ruang khusus di hatinya. Choi Siwon.

FLASHBACK

Malam semakin larut. Siwon baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Ia berjalan menuju lift di salah satu hotel tempatnya menginap untuk segera beristirahat di kamarnya. Mata Siwon masih saja fokus pada Iphone yang berada dalam genggamannya. Hingga tiba-tiba, Bruukk!

“Ohh agasshi mianhae” ucap Siwon pada yeoja yang bertabrakan dengannya hingga membuatnya terjatuh

“Ne ne gwenchana” balas yeoja itu

“Kajja kubantu berdiri” kata Siwon sambil mengulurkan tangannya berniat membantu yeoja tersebut. Yeoja itu mendongakkan kepalanya menatap Siwon

“Si..siwon oppa??” yeoja itu membulatkan matanya melihat Siwon

“Stella!??” Siwon tak kalah terkejutnya dengan yeoja yang ada di hadapannya saat ini. Stella Kim. Cinta pertamanya! Siwon segera membantu Stella berdiri. Setelah itu, Stella segera berhambur ke pelukan Siwon.

“Siwon oppa bogoshipo, jeongmal bogoshipoyo” ujar Stella diiringi dengan isakan dari bibirnya. Siwon sendiri sungguh kaget dengan semua ini, ia tak menyangka akan kembali bertemu dengan Stella. Siwon hanya memerintahkan tangannya untuk membalas pelukan Stella.

Siwon dan Stella memutuskan untuk mengobrol di rooftop hotel mewah tersebut. Namun sedari tadi keduanya masih saja berdiam diri, tak ada yang memulai pembicaraan.

“Stella-ya…bagaimana kau bisa ada disini?” tanya Siwon akhirnya memecah keheningan yang sedari tadi tercipta

“Aku sedang berlibur Oppa” jawab Stella masih terdengar kaku

“Hanya sendiri?”

“Ne, oppa sendiri, sedang apa disini?”

“Aku ada pekerjaan disini”

“Kau masih Siwon Oppa yang sibuk seperti dulu” ujar Stella sambil tersenyum manis ke arah Siwon

“Hahaha, kau ini” Siwon mengacak pelan rambut Stella

“Oppa…mianhae” ucap Stella tiba-tiba. Siwon menoleh menatap Stella. Menunggu yeoja itu melanjutkan kalimatnya.

“Saat itu aku tak bermaksud meninggalkanmu, aku sungguh tak ingin melakukannya. Aku divonis mengidap kanker otak”

“Stella…” Siwon segera menggenggam tangan Stella, saat merasa yeoja itu mulai sulit melanjutkan penjelasannya.

“Saat dokter memvonisku menderita kanker otak stadium 2, aku sungguh merasa duniaku hancur oppa, kaulah yang pertama hadir dalam pikiranku. Hingga aku memutuskan untuk berobat ke Jerman, meninggalkan Korea. Aku sengaja tidak memberi tahumu, awalnya Eomma dan Appa tak setuju dengan rencanaku yang akan pergi secara diam-diam. Tapi aku terus memaksa mereka, sungguh oppa..aku tak ingin kau khawatir. Akhirnya eomma dan appa mengerti. Aku berangkat ke Jerman dan mulai menjalani berbagai macam pengobatan, aku berniat sembuh oppa, aku ingin sembuh untukmu. Aku ingin kembali ke Korea untukmu oppa. Dan sekarang, kau tahu oppa? Aku berhasil, aku sembuh oppa…dokter menyatakan aku sembuh dari kanker otak. Aku kembali untukmu oppa, saranghae, aku masih sangat mencintaimu. Bisakan jika kita memulai lagi dari awal?” jelas Stella dengan wajah yang penuh air mata. Siwon segera menarik Stella ke dalam dekapannya, memberi ketenangan pada yeoja itu. Stella membalas pelukan Siwon, dan mereka berpelukan dalam diam.

FLASHBACK END

AUTHOR POV

“Oppa tadi ada telepon masuk dan aku mengangkatnya” ucap Stella pada Siwon saat ia telah kembali dari toilet. Mereka sedang makan siang bersama di restoran hotel tempat mereka menginap.

“Ohh dari siapa?” tanya Siwon singkat

“Yoona”

Deg!! Yoona, Siwon hampir melupakan yeoja itu. Semalam bahkan Siwon tak menghubunginya sama sekali, padahal biasanya Siwon selalu mengirim pesan singkat pada Yoona atau bahkan meneleponnya pada malam hari. Tapi tadi malam Siwon justru menghabiskan waktunya dengan Stella.

“Dia bilang apa?” tanya Siwon pada Stella

“Tidak bilang apa-apa, justru langsung menutup teleponnya”

Siwon segera meraih ponselnya dan menghubungi Yoona. Nihil, ponsel Yoona tak aktif. Siwon menghela napasnya kasar, menyadari perbuatan bodohnya.

“Wae oppa?” tanya Stella heran dengan sikap Siwon

“Aniya, lanjutkan saja makanmu” jawab Siwon sambil memaksakan sebuah senyuman di bibirnya.

******

“Arrgghhh!!” Siwon berteriak frustasi. Yoona masih saja tak mau menerima panggilannya. Bahkan pesan-pesan singkat yang Siwon kirim tak satupun dibalas oleh Yoona. Sudah dua hari ini, Siwon sama sekali tak bisa berkomunikasi dengan Yoona. Siwon pun tak bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya, pikirannya dipenuhi oleh Yoona. Kini setiap pagi ia tak lagi mendapat pesan singkat yang menyuruhnya untuk tidak telat makan dari Yoona. Tak lagi mendengar suara lembut Yoona yang selalu menemaninya setiap malam, yang entah kenapa dapat membuat Siwon rileks dan melupakan lelahnya akibat seharian bekerja. Pikiran Siwon kembali melayang pada saat-saat kebersamaannya dengan Yoona. Bahkan, Siwon terbiasa memulai harinya dengan melihat Yoona, mengantarnya untuk bekerja dan menutup harinya dengan kembali melihat Yoona, mengantarnya pulang. Entah sejak kapan, Siwon jadi merindukan sikap gugup, salah tingkah, dan wajah Yoona yang bersemu merah saat Siwon menatapnya, tersenyum kepadanya, memujinya, dan menciumnya malam itu. Bibir Siwon menyunggingkan seulas senyum mengingat hal tersebut. Dan entah Siwon sadari atau tidak, perlahan bukan lagi Stella yang memenuhi pikirannya, Yoonalah yang ada di sana. Siwon tak bisa mencegah saat otaknya selalu dipenuhi oleh Yoona, dan terkadang membuat konsentrasinya pada pekerjaan sedikit buyar. Siwon juga tak bisa menolak kehadiran Yoona yang mulai memenuhi ruang hatinya. Ruang spesial di hatinya, yang dulu ditempati Stella. Kini, Siwon tahu apa yang dirasakannya, Siwon sudah menyadarinya. Ia segera meraih ponselnya dan menghubungi Stella. Siwon tahu apa yang harus dilakukannya sekarang. Ia sudah menentukan pilihannya!

******

“Siwon oppa” panggil yeoja itu

“Stella, kau sudah datang, duduklah” ucap Siwon mempersilahkan Stellah untuk duduk di sampingnya. Saat ini keduanya tengah berada di rooftop hotel tempat mereka mengobrol tempo hari.

“Oppa, ada apa meminta kita bertemu?” tanya Stella penasaran setelah menerima pesan singkat dari Siwon yang memintanya datang menemuinya

“Besok aku akan kembali ke Seoul”

“Hmm..lalu?” kata Stella sambil menyandarkan kepalanya di bahu Siwon

“Kita sudah tidak bisa melanjutkan hubungan kita lagi, hubungan kita sudah berakhirkan waktu itu?” kata Siwon akhirnya. Stella membulatkan matanya tak percaya mendengar perkataan Siwon. Ia menatap Siwon tak percaya.

“Oppa bercandamu sungguh tidak lucu”

“Tidak Stella, aku serius” kata Siwon sambil menatap tajam Stella

“Wae oppa? Kau masih marah padaku? Bukankah aku sudah minta maaf?” ucap Stellah dengan airmata yang sudah berada di pelupuk matanya.

“Aniya Stella-ya, aku tak pernah marah padamu”

“Lalu apa?” tanya Stella sedikit menuntut

“Kau ingat Yoona? Yeoja yang meneleponku tempo hari?” tanya Siwon pada Stella dan dijawab dengan anggukan oleh Stella

“Dia…tunanganku, aku dijodohkan oleh orangtuaku”

“Mwoo?? Lalu kenapa oppa menerimanya? Semudah itukah oppa melupakanku?”

“Stella-ya…sejujurnya setelah kau meninggalkanku, aku sangat sulit untuk memulai sebuah hubungan dengan wanita lain, dan akhirnya aku memilih menerima rencana perjodohan dari orang tuaku” jawab Siwon setenang mungkin, ia juga tak ingin menyakiti perasaan Stella. Biar bagaimanapun, Stella pernah menjadi sosok istimewa bagi Siwon.

“Tapi oppa kalian hanya dijodohkan, kau mencintainya?”

“Awalnya aku bersikap dingin padanya, tapi aku tetap berusaha memperlakukannya dengan baik. Dia juga yeoja yang baik. Kami sama-sama canggung, walaupun status kami yang sudah bertunangan, kami masih seperti orang asing satu sama lain. Aku selalu berusaha menerimanya dalam hidupku. Walaupun itu sangat sulit. Aku masih tak memiliki perasaan apapun padanya. Namun, seiring berjalannya waktu, aku merasa ada yang berubah dalam hidupku. Aku menyadari, aku terbiasa dengan kehadirannya. Aku terbiasa melihatnya setiap hari, mendengar suaranya dan entah sejak kapan, aku selalu memikirkannya. Dan saat aku disini, aku merasa kehilangannya, saat aku tak melihat wajahnya di pagi dan malam hari, ada sesuatu yang hilang dalam diriku. Tanpa aku sadari, Yoona telah menjadi bagian hidupku. Saat beberapa hari ini, kehadirannya tergantikan olehmu, aku merasa…tak nyaman. Aku seperti kehilangan sesuatu dalam diriku.  Aku merindukannya, ani, aku sangat merindukannya. Dan sekarang aku tahu apa yang aku rasakan, aku menyadarinya, aku mencintainya.” jelas Siwon terdengar mantap

“Oppaa…” Stella masih tak percaya dengan apa yang baru aja didengarnya begitu lancar dari mulut Siwon.

“Stella-ya mianhae, kita tak mungkin memaksakan perasaan. Aku tak pernah melupakanmu, kau pernah menjadi yeoja spesial dalam hidupku, aku juga tetap menyayangimu walaupun hanya sebagai sahabat. Karena hatiku sepenuhnya sudah terisi Yoona, aku mencintainya dan aku tak ingin menyakitinya” Siwon tersenyum tulus kepada Stella dan kemudian memeluk yeoja itu. Pelukan seorang sahabat. Stella berusaha menguatkan hatinya, walaupun berat, tapi Siwon benar, perasaan tak mungkin dipaksakan. Siwon sudah mendapatkan kebahagiannya. Itu artinya dia juga harus bahagia, walau bukan bersama Siwon.

******

Siwon sedang sibuk mengemasi barang-barangnya ketika Iphonenya berdering tanda ada telepon masuk.

“Yeoboseyo?” jawab Siwon langsung tanpa melihat nama yang tertera di layar ponselnya

“Siwon-ah, hari ini kau kembali ke Seoul kan?” terdengar suara Tuan Choi di seberang sana

“Ne appa, waeyo?”

“Kapan pesawat akan take off? Apa kau sudah berkemas?”

“Ehmm..sekitar dua jam lagi dan aku sedang mengemasi barang-barangku sekarang”

“Baiklah, Siwon-ah setelah sampai di Seoul nanti kau langsung ke kantor ne? Ada rapat penting yang harus kau hadiri”

“Mwo? Tidak bisakah ditunda besok saja rapatnya?”

“Tidak bisa Siwon-ah harus hari ini, memangnya kenapa? Kau ada acara setelah sampai di Seoul?

“Aku ingin menemui…Yoona” jawab Siwon terdengar nada kekecewaan di dalamnya

“Ahh yaa…kau pasti sudah sangat merindukannya…tapi tahanlah dulu,  arra?” kata Tuan Choi sedikit menggoda putranya

“Aishh…ne ne arraseo Appa” Siwon hanya bisa pasrah mengikuti perintah Appanya

“Hahaha…baguslah kalau begitu, Appa tutup dulu ne? semoga penerbanganmu lancar, annyeong”

“Ne Appa, annyeong” Siwon segera memutus sambungan teleponnya. Baiklah, sepertinya ia harus bersabar lagi, ia masih belum bisa menemui Yoona hari ini juga.

******

Yuri memandangi Yoona dengan seksama, ada yang berbeda dengan sahabatnya itu akhir-akhir ini. Tak ada lagi Yoona yang selalu semangat mendesain pakaian. Yuri memandangi buku sketsa milik Yoona, hanya ada coretan-coretan tak berarti disana.

“Yoong, apa kau sedang ada masalah?” tanya Yuri yang kini sudah duduk manis di hadapan Yoona

“Ohh, aniya, gwenchana Yul” jawab Yoona yang sedikit kaget dengan kehadiran Yuri

“Kau pikir kau bisa membohongiku!?” kata Yuri mencoba sedikit bercanda. Yoona tersenyum kecut mendengar perkataan Yuri. Benar, bertahun-tahun Yuri mengenal Yoona, rasanya sudah cukup membuat Yuri memahami seorang Im Yoona.

“Waeyo Yoongie-ya? Berbagilah padaku” ucap Yuri tulus

“ Yul, Stella Kim, cinta pertama Siwon oppa, dia kembali. Dia ada di Pulau Jeju bersama Siwon oppa” suara Yoona sedikit bergetar saat mengucapkannya

“Mwoo? Bagaimana kau tahu? Yuri sendiri juga kaget mendengarnya

“Beberapa hari lalu aku menelepon Siwon oppa, dan…Stella yang mengangkatnya. Yul, eottokhae?” kini airmata sudah meluncur dari sudut mata Yoona

“Yoong, cepat atau lambat Stella pasti akan muncul, dan bukankah sudah ada kau disamping Siwon?”

“Stella Kim adalah cinta pertama Siwon oppa dan mereka…masih saling mencintai” kata Yoona lirih

“Yoona-ya bukankah itu hanya dugaanmu…berhentilah menduga-duga seperti itu. Apa Siwon tidak menghubungimu?”

“Dia menghubungiku tapi aku tak pernah pernah membalasnya”

“Im Yoona, tidak seharusnya kau seperti itu, kau harus mendengar penjelasan dari Siwon” kali ini nada bicara Yuri terdengar frustasi.

“Aku hanya belum siap mendengarnya dari Siwon oppa, aku…takut mendengar keputusan Siwon oppa nantinya” air mata semakin deras meluncur membasahi pipi Yoona, ketika ia mengatakan hal tersebut

“Yoong, kau dan Siwon bukan lagi sepasang remaja yang sedang menjalani cinta monyet, ingat Yoong kalian sudah bertunangan. Kau tidak bisa terus menghindari Siwon seperti ini. Siwon lelaki yang baik Yoong, dia pasti bisa menentukan pilihan yang tepat” ujar Yuri sambil menggenggam erat tangan Yoona, memberinya kekuatan

“Gomawo Yul, kau memang yang terbaik” ucap Yoona tulus kepada Yuri dan langsung dibalas dengan senyuman malaikat oleh Yuri.

******

Yoona menyantap makan malamnya tanpa selera. Semua memandang heran ke arah Yoona, biasanya Yoona paling gampang jika disuruh makan sangat berbeda dengan malam ini.

“Yoongie-ya ada apa, kau terlihat murung?” kata Ny.Im lembut kepada Yoona

“Merindukan Siwon oppa?” sambar Krystal dengan ekspresi innocentnya yang dibalas dengan tatapan datar dari Yoona

“Oh jinjja Yoona-ya? Tenanglah Siwon sudah kembali ke Seoul hari ini, besok dia pasti akan menjemputmu lagi” kata Tuan Im tersenyum seperti tak memahami keadaan Yoona. Yoona sedikit tersentak mendengar perkataan Appanya. Choi Siwon sudah kembali? Sudah siapkah Yoona bertemu kembali dengan tunangannya itu?

******

Yoona menyambut paginya dengan perasaan tak menentu. Ia akan kembali bertemu Siwon hari ini. Yoona tak bisa memungkiri, ia sangat merindukan pria tampan itu. Dan entah kenapa Yoona bangun lebih pagi dari biasanya, menyiapkan diri sebaik mungkin, sesempurna mungkin, bahkan di saat seperti ini, Yoona masih belum bisa menolak pesona Choi Siwon, namun ia belum juga beranjak dari kamarnya. Ia masih sibuk berkutat dengan pikirannya. Pikirannya yang dipenuhi oleh Siwon. Sejujurnya, Yoona masih belum ingin bertemu Siwon hari ini, ia sungguh belum siap. Tapi benar kata Yuri, Yoona tak bisa terus menghindar dari Siwon. Ia harus mendengar semuanya dari Siwon.

******

Dan disinilah Yoona sekarang, kembali duduk berdampingan dalam satu mobil bersama Siwon. Suasana hening dan canggung kembali menyelimuti keduanya. Kembali keduanya tak tahu harus bagaimana memulai pembicaraan setelah cukup lama tak bertemu dan insiden pertemuan antara Siwon-Stella. Siwon fokus menyetir, sementara Yoona sibuk memandangi jalan yang ada di hadapannya.

“Oppa…” ucap Yoona akhirnya ketika menyadari bahwa Siwon tidak membawa mobilnya menuju butik Yoona

“Kita perlu bicara” sahut Siwon cepat seolah mengetahui arah pertanyaan Yoona. Yoona hanya bisa pasrah mendengar jawaban Siwon. Siwon benar, mereka memang perlu bicara. Bicara banyak hal yang selama ini hanya mereka pendam dalam hati.

Siwon memarkirkan mobilnya di tepi Sungai Han. Siwon melepas seatbelt yang sedari tadi terpasang.

“Turunlah, kita bicara di luar” ujar Siwon kepada Yoona. Yoona tak menjawab, hanya mengikuti perintah Siwon.

Mereka berdiri berdampingan tepat di depan mobil Siwon. Masih belum ada yang memulai pembicaraan, keduanya masih sama-sama mengunci mulut, hanya memandangi pemandangan Sungai Han.

“Kau berusaha menghindariku?” tanya Siwon tajam kepada Yoona

“Aa..aaniya…hanya saja…aakku sangat sibuk akhir-akhir ini” jawab Yoona gugup mendengar nada tajam dari Siwon.

“Sesibuk itukah hingga kau tak mempunyai waktu untuk menjawab semua panggilanku dan membalas puluhan pesan singkat yang kukirim?” kali ini Siwon berusaha mengontrol nada bicaranya.

“Oppa…bukankah memang sebaiknya aku…menghindarimu?”

“Yoona-ya apa maksudmu” ucap Siwon tak mengerti maksud Yoona

“Stella, cinta pertama Oppa, dia sudah kembalikan? Bukankah selama ini Oppa masih selalu menunggunya?” Yoona menggigit bibirnya, mencegah air mata itu untuk kembali membasahi pipi mulusnya.

“Yoona-ya mengapa kau berpikiran seperti itu? Tidak tahukah kau seberapa besar aku mengkhawatirkanmu beberapa hari ini dan seberapa besar aku merindukanmu?” kata Siwon sambil menuntun Yoona agar berdiri berhadapan dengannya.

“Oppaa…?” Yoona menatap Siwon tak percaya, terlebih ketika mendengar dua kalimat pertama yang diucapkan Siwon.

“Yoona-ya, Stella memang cinta pertamaku, aku tak mungkin bisa begitu saja melupakannya. Namun, entahlah aku tak tahu harus memulainya dari mana. Aku tidak tahu sejak kapan ketika aku tak lagi memikirkan Stella, ketika ada sosok lain yang menggantikannya, ketika aku tak lagi mengharapkan kehadirannya. Aku juga tidak tahu sejak kapan kau selalu memenuhi pikiranku, selalu membuatku memikirkanmu, selalu membuatku tersenyum saat mengingatmu. Dan tanpa kusadari, melihatmu saat pagi dan malam hari sudah menjadi bagian penting dalam diriku. Aku terbiasa melihatmu, mendengar suaramu. Saat aku di Pulau Jeju, aku kehilangan itu semua. Kehadiranmu, suaramu, sikap gugupmu, wajah merahmu.Kau tahu bagaimana rasanya jika bagian penting itu hilang? Aku merasa…kacau, aku tidak merasa…utuh, aku bukanlah aku. Saat Stella, cinta pertamaku tiba-tiba muncul dan kehadiranmu tergantikan olehnya, aku masih saja merasa…ada sesuatu yang hilang. Yoona-ya, awalnya aku tak yakin bisa mencintaimu bahkan menerimamu dalam hidupku, namun, entahlah, kau masuk begitu saja ke dalam hatiku, memenuhi ruang hatiku dan tanpa sadar, kau memiliki hatiku sekarang. Semoga aku tidak terlambat mengatakannya, Yoona-ya…saranghae, jeongmal saranghae” ucap Siwon panjang lebar sambil menatap dalam mata Yoona yang kini sudah penuh air mata. Yoona masih menatap Siwon tak percaya, ia tak menyangka akan mendengar semua itu dari mulut Siwon. Jujur, ia sudah tak berani lagi berharap saat mengetahui Stella kembali. Namun kini? Semua terjadi diluar dugaannya. Terlebih lagi saat ini, saat Siwon perlahan mulai mendekatkan dirinya ke arah Yoona, dan jarak wajah mereka hanya beberapa senti saja. Yoona masih shock dengan pernyataan cinta Siwon, dan kini ia semakin shock saat merasakn bibir lembut Siwon sudah menempel di bibir tipisnya. Melumatnya lembut. Tubuh Yoona bagai dialiri listrik jutaan volt, Yoona hanya diam, tak membalas ataupun menolak ciuman Siwon. Setelah beberapa saat, Siwon segera melepaskan tautan mesra tersebut dan menatap Yoona dengan mata teduhnya

“Na…do…nado saranghae Oppa” ucap Yoona dengan bibir bergetar. Siwon tersenyum dan segera membawa Yoona dalam pelukan hangatnya. Mereka berdua saling memeluk erat.

“Oppa, I miss you” ucap Yoona masih dalam pelukan Siwon

“I miss you more dear” bisik Siwon tepat di telinga Yoona

Siwon dan Yoona melepas pelukan erat mereka, dan saling memandang satu sama lain dengan tatapan penuh cinta. Ibu jari Siwon mengusap lembut airmata yang sedari tadi sudah membasahi pipi mulus Yoona.

“Yoona-ya, kau memang bukan yang pertama, tapi percayalah kau akan menjadi yang terakhir dalam hidupku. Stella hanyalah masa laluku, sekarang di depanku sudah ada masa depanku. Hanya kaulah yang kuinginkan untuk menemaniku menjalani hidupku, menjadi istriku, menjadi ibu dari anak-anakku. Will you?”

“I will” jawab Yoona dengan semburat merah di pipinya.Siwon memang sangat tahu bagaimana memunculkan semburat merah itu. Siwon kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona, yang membuat Yoona secara refleks memejamkan matanya. Yoona kembali merasakan bibir Siwon melumat lembut bibirnya, kali ini Yoona tak hanya diam, ia balas melumat lembut bibir Siwon. Siwon semakin menghapus jaraknya dengan Yoona dan memeluk erat pinggang ramping tunangannya itu, dan Yoona seolah mengerti keinginan Siwon, mengalungkan lengannya ke leher Siwon. Mereka masih terus berciuman, seolah menyalurkan berjuta perasaan yang mereka rasakan saat ini. Rasa cinta, rindu, perasaan lega yang mendalam. Siwon dan Yoona bersyukur dalam hati, mereka tidak terlambat menyadari perasaan yang sebenarnya sudah mereka rasakan. Mereka yakin, bahwa mereka memang ditakdirkan untuk bersama, mereka hanya harus bersama untuk menghadapi segalanya. Maka segalanya akan baik-baik saja. Ya…Siwon dan Yoona sangat meyakininya.

-END-

Huaahh gimana? Gimana? Jelek, ancur, banyak typo, gak dapet feel? Mohon maaf jika memang seperti itu. Ini bener-bener ff pertamaku. Dan bersyukur banget akhirnya kelar juga. Oh yaa nited, aku 97line, kalian bisa panggil aku eonnie, saeng, chingu, atau panggil rima aja juga boleh J. And the last…I`ve tried my best for this story, sooo pleaseeee leave your comment here to make me better.

Kak Resty dan Kak Echa, thank you for posting my story here J (you’re welcome..)

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

214 Komentar

  1. akhirnya mereka jujur dgn perasaan msing2..

    Balas
  2. Keren cuman terlalu flat gak ad likaliku jd kurang deg deg heheh gak ad konflik nya , tp bags dpt feel nya

    Balas
  3. Dwi swarnita

     /  Juli 2, 2015

    Squel dong thor ini bagus banget. Dapat feel nya buat readers

    Balas
  4. melani

     /  Agustus 11, 2016

    Keren ceritanya.. mereka dari cuma di jodohkan sekarang jadi saling mencintai.. di tunggu ff yoonwon yg lainnya..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: